P. 1
MAKALAH

MAKALAH

|Views: 398|Likes:
Published by mandamufa

More info:

Published by: mandamufa on Nov 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIPERTIROIDISME

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Laporan Kelompok Trigger 2 Problem Solving Sistem Endokrin Dibimbing oleh Ns. Rinik Eko Kapti, S.Kep

Disusun oleh: Kelompok 1 1. Musthika Wida M. 2. Noorasani M. M 3. Chika Juni R. 4. Frastiqa Fahrany 5. GST A Indah P. 6. Rahmawatus S (0810720001) 7. SitiMaisaroh (0810720002) (0810720018) (0810720035) (0810720036) (0810720053) 8. Sofia Sundari (0810720068) (0810720069)

9. Andriawan H.S.(0810723004) 10. Anggie Martha (0810723005) 11. Dian Agustin 12. Elyza R.S.A (0810723020) (0810723021)

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010

TRIGER Seorang wanita usia 37 tahun datang ke rumah sakit, tampak letih dan terengah-engah. Berdasarkan hasil anamnesa, pasien mengeluh sering berdebar-debar. Selama 3 bulan terakhir, pasien melaporkan kehilangan berat badan sebanyak 12 kg, tanpa disertai penurunan nafsu makan.

Pasien juga mengeluh tidak tahan terhadap suhu lingkungan yang panas. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan adanya pembesaran kelenjar tiroid multinodul dan tremor. TTV : TD=110/70 HR=90x/menit RR=26x/menit suhu tubuh = 37,2 C hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan kadar free T4 yg normal dan peningkatan kadar T3, kadar TSH 0,05 mI u/L.
KONSEP 1. Definisi

Hipertiroidisme (Tiroktosikosis) merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid karena ini berhubungan dengan suatu kompleks fisiologis dan biokimiawi yang ditemukan bila suatu jaringan memberikan hormon tiroid berlebihan. Hipertiroidisme (Hyperthyrodism) adalah keadaan disebabkan oleh kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan sehingga menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan di dalam darah. Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme yang paling berat mengancam jiwa, umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik, dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi, operasi, trauma, zat kontras beriodium, hipoglikemia, partus, stress emosi, penghentian obat anti tiroid, ketoasidosis diabetikum, tromboemboli paru, penyakit

serebrovaskular/strok, palpasi tiroid terlalu kuat.

kanker pituitari b. Tiroiditis. ¶¶Solitary toxic adenoma¶¶ y Penyebab Lain a. Penyakit Grave b.2. Penyebab(etiologi) Hipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid. atau hipotalamus. y Penyebab Utama a. Toxic multinodular goitre c. Kelainan yang tidak berhubungan dengan Hipertiroidisme 3. obat-obatan . Kelainan yang berhubungan dengan Hipertiroidisme 2. Klasifikasi Hipertiroidisme (Tiroktosikosis) di bagi dalam 2 kategori: 1. Hipertiroidisme akibat rnalfungsi hipofisis memberikan gambamn kadar HT dan TSH yang finggi. TRF akan Tendah karena uinpan balik negatif dari HT dan TSH. hipofisis. Peningkatan TSH akibat malfungsi kelenjar tiroid akan disertai penurunan TSH dan TRF karena umpan balik negatif HT terhadap pelepasan keduanya. Penyakit troboblastis c. Pemakaian yodium yang berlebihan . Hipertiroidisme akibat malfungsi hipotalamus akan memperlihatkan HT yang finggi disertai TSH dan TRH yang berlebihan. Ambilan hormone tiroid secara berlebihan d.

5. A i t t mpli li i i t i i t i t t l ti i t i i t i i t t t t j l f t l l j i t . ti . ti i j . i i ti j t l t t ti i . P t . P .P i t l .P . i . . ti i . t l ti t t i i l . t. l l i f i i t t . . . P .P . K i i ti i : . i t t. it i i l t l j i . ti it i. t i i l i . li i j l i l i t i t t i. i i i it i li i t i t l j ti i t l.4.K t l titi i . . G j l . t tj t .P . i t it i it l l t t i ti i i i ti i t j l t . i ti. l i t i it j i t lit . i f ft l 6. i it ilit . il ti t l tif it t A ti i i . f .P . K ti t i ti i . . t ti t . .

pasien mengalami gejala hipotiroidisme. Contoh: Propanolol indikasi : y Mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan ±sedang dan tiroktosikosis y Untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif y Persiapan tiroidektomi y Pasien hamil.FT4/T4/T3 dan TSHs. Setelah tercapai eutiroid. pemantauan setiap 3 6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis. serta Lab. sementara menunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid. walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps. 2. dosis maksimal 2. Beta-adrenergic reseptor antagonist. Surgical . pasien masih dalam keadaan eutiroid. dan di nilai apakah tejadi remisi. pasien kontrol setelah 4-8 minggu. Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan.Obat ini menghambat produksi hormon tiroid. obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan dipertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan. Obat ini adalah untuk mengurangi gejala gejala hipotiroidisme.000 mg/hari y Potassium Iodide y Sodium Ipodate y Anion Inhibitor b. Kemudian pengobatan dihentikan . Jika dosis berlebih. Propanolol dosis 40-200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan.Contoh obat adalah sebagai berikut : y Thioamide y Methimazole dosis awal 20 -30 mg/hari y Propylthiouracil (PTU) dosis awal 300 ± 600 mg/hari. Setelah eutiroid. usia lanjut y Krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan.

y Tindakan ini adalah untuk y memusnahkan kelenjar y tiroid yang hiperaktif b. Tindakan Pembedahan ini untuk mengangkat kelenjar membesar tiroid yang . Tiroidektomi.a. Radioaktif iodine.

apa saja keluhan lain y ang Ibu rasakan?  Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya keluhan?  Faktor-faktor apa saja yang memperparah keluhan yg dirasakan?  Hal apa saja yang dapat memperingan keluhan? . tidak tahan suhu lingkungan panas.I. y Riwayat Penyakit Sekarang P : provokatif  Selain keluhan tadi. N : 37 thn : perempuan : : Status Perkawinan Pendidikan Alamat No register Tanggal MRS : : : : Tanggal pengkajian Diagnosa Medis : y : Identitas Penanggung Jawab Nama Umur Jenis Kelamin : : : Hub dengan klien : Pekerjaan Alamat y : : Keluhan Utama Klien mengeluh sering berdebar-debar. y PENGKAJIAN Identitas Klien Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Ny. 3 bulan terakhir BB penurunan 7 kg tanpa disertai pe nurunan nafsu makan.

terusmenerus. hilang timbul atau bagaimana? Bisa Ibu ceritakan?  Berapa kali Ibu merasakan keluhan ini dalam sehari?  Keluhan yang Ibu rasakan apakah hebat. atau berkurang? R : regio  Di bagian manakah gejala dirasakan? Apakah menyebar? S : saverity  Bagaimana intensitas (skala) dari gejala yg klien rasakan?  Bagaimana pengaruhnya t erhadap aktivitas? T : time  Mulai kapan Ibu merasakan keluhan ini?  Berapa lama biasanya keluhan ini berlangsung?  Kapan biasanya keluhan ini muncul? Pagi. siang. atau malam hari?  Saat melakukan apa keluhan ini muncul? y Riwayat Penyakit Dahulu  Apakah sebelumnya Ibu pernah mengalami sakit seperti sekarang?  Penyakit apa yang pernah Ibu derita?  Apakah Ibu memiliki riwayat alergi t erhadap obat. sore. quantity  Seberapa parah keluhan yang Ibu rasakan?  Keluhan yang Ibu rasakan terjadi secara mendadak. Hal apa yang telah Ibu lakukan untuk menanggulangi keluhan yang dirasakan? Q : quality. bertambah. atau ringan?  Keluhan yang Ibu rasakan apakah menetap. makanan atau yang lainnya?  Obat-obat apa saja yang pernah dikonsumsi?  Terapi/pengobatan apa y ang pernah Ibu jalani? . sedang.

tekanan darah dengan tekanan nada yang berat. Gejala : Imsomnia. otot lemah. Aktivitas atau istirahat a. murmur. gangguan koordinasi. Apakah Ibu pernah menjalani operasi/ riwayat masuk RS sebelumnya? y Riwayat Penyakit Keluarga  Apakah ada keluarga yang mengalami gejala seperti yang ibu alami sekarang? Apa penyebabnya?  Apakah ada penyakit menurun dalam keluarga ibu?  Apakah ada keluarga yang meninggal? Karena apa? Riwayat Psikososial  Bagaimana hubungan Ibu dengan keluarga sebelum & selama sakit?  Bagaimana gaya hidup Ibu dan keluarga sehari -hari?  Keg apa saja yang biasanya Ibu lakukan di rumah dan di luar rumah?  Bagaimana perasaan Ibu sekaran g?  Bagaimana respon keluarga t erhadap sakit yang Ibu alami?  Bagaimana peran Ibu d alam keluarga? apa ada perubahan?  Apakah ada perubahan dalam pekerjaan Ibu?  Bagaimana hubungan Ibu dengan tetangga/masyarakat di lingkungan sekitar rumah Ibu? Pemeriksaan fisik 1. peningkatan. kelelahan berat. Sirkulasi a. takikardia saat istirahat. sirkulasi kolaps. sensitivitas meningkat. b. syok (krisis tirotoksikosis). Tanda : Distritmia (vibrilasi atrium). nyeri dada (angina) b. Tanda : Atrofi otot 2. irama gallop. Gejala : Palpitasi. y y .

poliuria ( dapat berkembang menjadi oliguria atau anuria jika terjadi hipovolemia berat). penggunaan diuretik ( tiazid ). b. 6. diare. urine encer. Eliminasi a. stupor atau koma (tahap lanjut). pembesaran thyroid (peningkatan kebutuhan metabolisme dengan pengingkatan gula darah ). mual atau muntah.3. n octuria). mengantuk. gangguan memori ( baru masa lalu ) . Infeksi saluran kemih berulang. Makanan / Cairan a. peka rangsang. 5. Tanda : Kulit kering atau bersisik. masalah finansial yang berhubungan dengan kondisi. rasa nyeri terbakar. Gejala : Stress. Neurosensori a. penurunan berat badan lebih dari periode beberapa hari/minggu. pucat. b. bising usus lemah dan menurun. bau buah ( napas aseton). Gejala : Pusing atau pening. gangguan penglihatan . bau busuk (infeksi). kebas. tergantung pada orang lain. Integritas / Ego a. b. kuning. urine berkabut. kesulitan berkemih (infeksi). Gejala : Hilang nafsu makan. Tanda : Disorientasi. Tanda : Ansietas. kesemutan. tidak mengikuti diet : peningkatan masukan glukosa atau karbohidrat. haus. kelemahan pada otot parasetia. muntah. nyeri tekan abdomen . lethargi. Gejala : Perubahan pola berkemih ( poliuria. bau halitosis atau manis. sakit kepala. 4. hiperaktif ( diare ).

Seksualitas a. Keamanan a. Aseton plasma : positif secara menjolok. frekuensi pernapasan meningkat . lesi atau ulserasi. Gejala : Rabas wanita ( cenderung infeksi ). m asalah impotent pada pria. parastesia atau paralysis otot termasuk otot -otot pernapasan (jika kadar kalium menurun dengan cukup tajam ). 8. b. Asam lemak beb as : kadar lipid dengan kolosterol meningkat . gatal. Gejala : Abdomen yang tegang atau nyeri (sedang / berat). Nyeri / Kenyamanan a. T3 dan T4 serum kadar T3 dan T4 Nilai normal pada orang dewasa : pada hipertiroidisme terjadi peningkatan . tampak sangat berhati -hati. menurunnya kekuatan umum / rentang gerak. Gejala : Kulit kering. Gejala : Merasa kekurangan oksigen. 9. Refleks tendon dalam (RTD menurun. Tanda : Glukosa darah : meningkat 100 -200 mg/ dl atau lebih. 10. Pernapasan a.kacau mental. Tanda : Demam. batuk dengan / tanpa sputum purulen (tergantung adanya infeksi atau tidak) . b. Wajah meringis dengan palpitasi. kesulitan orgasme pada wanita . kulit rusak. Aktivitas kejang ( tahap lanjut dari DKA) 7. ulkus kulit b. batuk dengan atau tanpa sputum purulen (infeksi). Tanda : sesak napas. koma). diaforesis. y Tes diagnostik 1.

Elektrolit hipertiroidisme hipertiroidisme. II. EKG menurun meningkat fibrilasi atrium. ANALISA DATA DAN DIAGNOSA KEPERAWATAN  Pola napas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan penggunaan oksigen dan pembentukan karbondioksia DATA DO : RR= ETIOLOGI Hipertiroidisme MASALAH Pola efektif Hormon tiroid meningkat nafas tidak 26x/menit DS : klien tampak terengah-engah Laju metabolisme .3 mg/dl o T4 : 6-12 mg/dl Nilai normal pada bayi/anak: o T3 : 180-240 mg/dl 2. Katekolamin serum 7.2-0.o T3 : 0. Ikatan protein iodium dengan protein plasma Nilai normal 4-8 mg% dalam 100 ml darah Meningkat/melebihi nilai normal Pemeriksaan fungsi hepar 5. Untuk mengukur iodium yang terikat abnormal hponatremi akibat respon adrenal atau efek delusi terapi cairan. hipokalemia akibat dari deuresis dan kehilangan dari GI 6. kreatinin urin 8. waktu sistolik memendek kardiomegali. Tes ambilan radioaktif (RAI) kelenjar tiroid dalam menangkap iodida Normal : 10-35% Lebih dari : 35 % /meninggi 4.05 mlU/L untuk mengukur kemampuan 3. Konsentrasi/kadar TSH TRH tertekan dan tidak berespons pd kadar TSH 0.

takikardia.meningkat Kebutuhan O2 meningkat Hiperventilasi Terengah-engah  Penurunan curah jantung b erhubungan dengan keadaan hipermetabolisme. palpitasi. peningkatan beban kerja jantung DATA ETIOLOGI MASALAH DO : disritmia. HR: 90x/mnt DS : klien mengeluh berdebar-debar Hipertiroidisme Penurunan curah jantung Peningkatan kadar T 3 dan T4 Peningkatan kecepatan denyut dan kekuatan kontraksi jantung Curah jantung meningkat Palpitasi  Kelelahan DATA DO : klien tampak lemah dan gelisah Peningkatan berhubungan dengan hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan energi ETIOLOGI Hipertirodisme MASALAH Kelelahan .

TSH 0. faktor fisiologi .05 mIU/L Peningkatan metabolisme DS : Pasien melaporkan kehilangan BB 7 kg tanpa disertai penurunan nafsu makan selama 3 bulan terakhir Berat badan turun Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Peningkatan katabolisme kolesterol.Kadar T3 meningkat .DS : klien mengeluh sering BAB encer dan lemas metabolisme Katabolisme protein berlebih Kelemahan pada otot Fatigue  Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan metabolisme (pemasukan dengan penurunan berat badan) DATA DO : . Peningkatan lipolisis ETIOLOGI Prod hormon tiroid meningkat MASALAH Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh  Ansietas berhubungan dengan status hipermetabolik.

Pola napas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan penggunaan oksigen dan pembentukan karbondioksia o Tujuan : setelah dilakukan intervensi selama 1x24 jam pola napas menjadi efektif o Criteria hasil : - RR = 16-20x/menit . cemas berlebihan  Kurang pengetahuan mengenai kondisi. INTERVENSI DAN IMPLEMENTASI 1.d tidak mengenal sumber informasi DATA DS : ETIOLOGI Peningkatan produksi hormon tiroid Peni ngkatan sensitivitas katekolamin Disosiasi pikiran / cemas berlebih Ansietas Kurang pengetahuan MASALAH Kurang pengetahuan DO : III.DATA DO : ‡ ‡ DS : ‡ Tremor HR : 90 X/ menit Pasien mengeluh berdebardebar Gelisah ETIOLOGI Hipertiroid MASALAH Ansietas Peningkatan sensitivitas katekolamin ‡ Disosiasi pikiran. prognosis dan kebutuhan pengobatan b. psikoneurotik.

- Tidak terjadi retraksi dinding dada o Intervensi : INTERVENSI Mandiri : RASIONAL Kaji frekuensi. TTV dlm batas normal TD Nadi RR : 120/80 mmHg : 60-80x/mnt : 16-20x/mnt . dan penggunaan otot bantu Pada pasien hipertiroidisme dapat terjadi hiperventilasi yang ditandai dengan peningkatan frekuensi dan kedalaman napas pernapasan Anjurkan pasien untuk berbaring dengan posisi semi fowler Posisi semi fowler meningkatkan ekspans dada sehingga memudahkan untuk bernapas Auskultasi bunyi napas dan catat apakah tambahan Kolaborasi : Adanya ronkhi atau wheezing obstruksi ada bunyi napas menunjukkan adanya pada saluran napas Berikan oksigen tambahan Memenuhi pasien bernapas kebutuhan dan oksigen memaksimalkan 2. Penurunan curah jantung b. kedalaman napas.d keadaan hipermetabolisme. klien akan mempertahankan curah jantung yang adekuat sesuai dengan kebutuhan tubuh o Kriteria Hasil : a. peningkatan beban kerja jantung o Tujuan Dalam waktu 3 x 24 jam setelah diberikan intervensi keperawatan.

duduk dan berdiri jika memungkinkan. Perhatikan besarnya tekanan nadi Hipotensi umum atau ortostatik dapat terjadi sebagai akibat dari vasodilatasi berlebihan perifer dan yang penurunan volume sirkulasi Periksa kemungkinan adanya nyeri dada atau angina yang dikeluhkan pasien.0°C b. Pengisian kapiler normal d.Suhu : 37. Status mental baik e. catat atau perhatikan Takikardia mungkin merupakan kecepatan atau irama jantung dan cerminan langsung stimulasi otot adanya disritmia jantung oleh hormone tiroid. normal berhubungan (seperti krekels) Disritmia seringkali terjadi dan dapat membahayakan fungsi jantung atau curah jantung . Denyut nadi perifer normal c. Perhatikan adanya suara yang tidak S1 dan murmur yang menonjol dengan curah jantung meningkat pada keadaan hipermetabolik Pantau EKG. Tdk ada disritmia o Intervensi INTERVENSI RASIONAL MANDIRI Pantau tekanan darah pada posisi baring. Kaji nadi atau denyut jantung saat pasien tidur Merupakan tanda adanya peningkatan kebutuhan oksigen oleh otot jantung atau iskemia Memberikan yang lebih hasil pengkajian untuk akurat menentukan takikardia Auskultasi suara nafas.

Menurunkan frekuensi/kerja jantung oleh daerah reseptor penyekat beta y Hormone tiroid antagonis seperti adrenergic dan konversi dari T 4 ke T3 Memblok sintesis hormone tiroid dan menghalangi perubahan T 4 ke T3 Mencegah pengeluaran hormone tiroid kedalam sirkulasi dengan meningkatkan penyimapanan hormone jumlah tiroid metimazol (Tapazole) y Ntrium iodide (lugol) atau saturasi kalium iodida dalam kelenjar tiroid Berikan oksigen sesuai indikasi Untuk mendukung peningkatan kebutuhan metabolism/kebutuhan terhadap oksigen tersebut . nadi terjadi yang akan menurunkan lemah. dan gugup. nadolol tremor. atenolol. mukosa membran kering. seperti : y Penyekat beta seperti propanolol. Mengendalikan tirotoksik terhadap pengaruh takikardia. penurunan produksi urine dan hipotensi Catat masukan dan haluaran volume sirkulasi dan menurunkan curah jantung Kehilangan cairan yang terlalu banyak dapat menimbulkan dehidrasi berat KOLABORASI Berikan indikasi cairan melalui IV sesuai Untuk memperbaiki volume sirkulasi tetapi harus diimbangi dengan perhatian terhadap tanda gagal jantung Berikan obat sesuai indikasi.Observasi tanda dan gejala haus yang Dehidrasi yang cepat dapat hebat.

Mengungkapkan secara verbal tentang peningkatan energi o Intervensi INTERVENSI RASIONAL MANDIRI Pantau TTV dan catat nadi saat istirahat maupun aktivitas. bedak sejuk. Takikardi (> 160 kali/menit) mungkin akan ditemukan. Berikan lingkungan tenang: ruangan dingin. insomnia. Membantu melawan pengaruh dari peningkatan metabolisme. Kelelahan berhubungan dengan hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan energi o Tujuan Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam. pucat.3. kelelahan yang dialami klien berkurang o Kriteria Hasil a. Sarankan untuk mengurangi aktivitas dan meningkatkan istirahat di tempat tidur. Menurunkan kemungkinan stimulasi besar yang dapat warna-warna yang sejuk. Catat berkembangnya takipnea. melakukan aktivitas. turunkan stimulasi sensori. bahkan saat istirahat. santai. Menunjukkan perbaikan kemampuan untuk berpartisipasi dalam melakukan aktivitas b. musik yang menimbulkan agitasi. Kebutuhan dan konsumsi oksigen yang meningkat pada keadaan hipermetabolik potensi terjadi merupakan hipoksia saat dispnea. Beri tindakan kenyamanan: sentuhan / masase. Nadi secara umum meningkat. sianosis. Dapat menurunkan energi dalam saraf yang selanjutnya meningkatkan relaksasi. . hiperaktif.

o Kriteria hasil : a.Berikan aktivitas pengganti dan yang tenang: radio. kelelahan umum/nyeri. munculnya mual & muntah Rasional Peningkatan aktivitas adrenergik dpt menyebabkan gangguan sekresi insulinatau terjadi resisten yang mengakibatkan hiperglikemia. KOLABORASI mendengarkan cara konstruktif dan mungkin juga akan menurunkan ansietas. nyeri abdomen. menonton TV. tranquilizer mengatasi keadaan (gugup). pasien dapat menunjukkan berat badan yang stabil. dan insomnia misalnya klordiazepoksida 4. dengan menggunakan makanan tinggi kalori yang mudah dicerna Membantu menjaga pemasukan kalori cukup tinggi untuk menambahkan kalori tetap tinggi pada penggunaan kalori yang disebabkan oleh adanya hipermetabolik Peningkatan motilitas saluran cerna Hindari pemberian makanan yang . Memungkinkan menggunakan energi untuk dengan menyenangkan membaca. nafsu makan baik b. Berikan obat sesuai indikasi: sedative Untuk misalnya fenobarbital. tidak ada tanda penurunan berat badan o Intervensi Intervensi Catat dan laporkan adanya anoreksia. perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Penurunaan berat badan terus menerus dalam keadaan masukan kalori yang cukup merupakan indikasi kegagalan terhadap terapi anti tiroid Pantau masukan makanan setiapp hari dan timbang berat badan setiap hari serta laporkan adanya penurunan berat badan Dorong pasien untuk makan dan meningkatkan jumlah makan dan juga makanan kecil. Pola nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan metabolisme (pemasukan dengan penurunan berat badan) o Tujuan : Setelah dilakukan intervensi. hiperaktif.

Ansitas berkurang sampai timgkat dapat diatasi c. Klien tampak rileks. klien dapat mengatasi ansietasnya o Kriteria Hasil : a. INTERVENSI Observasi tingkah laku yang menunjukkan tingkat ansietas Pantau respons fisik. tremor tidak ada.dapat meningkatkan peristaltik usus dapat mengakibatkan diare dan ganggun absorpsi nutrisi yang diperlukan Kolaborasi : Konsulatsikan dengan ahli gizi Mungkin memerlukan bantuan untuk untuk memberikan diet tinggi kalori. teror. ketidakmampuan untuk bicara dan bergerak. lingkungannya tetap aman. Ansietas berhubungan dengan status hipermetabolik. Ansietas berat yang berkembang kedalam keadaan panik dapat menimbulkan perasaan terancam. RASIONAL Ansietas ringan dapat ditunjukkan dengan peka rangsang dan insomnia. Peningkatan pengeluaran penyekat beta-adrenergik pada daerah reseptor. berteriak teriak/ bersumpah-sumpah. Menegaskan pada pasien atau orang terdekat bahwa walaupun perasaan pasien diluar kontrol. palpitasi. dan vitamin makanan yang adekuat serta mengidentifikasikan makanan pengganti yang paling sesuai 5. faktor fisiologis o Tujuan : Dalam waktu 2 x 24 jam. Mengaku atau menjawab kekuatirannnya dan mengizinkan perilaku pasien yang umum. menimbulkan manifestasi klinik dari peristiwa kelebihan katekolamin ketika kadar epinefrin/norepinefrin dalam keadaan normal. Mengidentifikasi cara hidupn yang sehat ntuk membagikan perasaannya. tidak ada gelisah b. mempwrtahankan sikap yang tenang. gerakan yang berulang-ulang. menjamin pemasukan zat dan protein. Tinggal bersama pa sien. . bersamaan dengan efekefek kelebihan hormon tiroid. karbohidrat. hiperventilasi dan insomnia.

hidrasi (turgor kulit. berikan kelembutan. penerimaan terhadap situasi. menunjukkan penerimaan bahwa aktivitas unit/personeldapat meningkatkan ansietas pasien Tekankan harapan bahwa pengendalian emosi itu harus tetap diberikan sesuai dengan perkembangan terapi obat. dan pelayanan sosial. kelembapan membran mukosa). Menciptakan lingkungan yang terapeutik. hipermetabolisme 6. ahli agama. suhuntubuh dalam batas normal. kurangi lampu yang terlalu terang. Kolaborasi Berikan obat ansietas (transquilizer. Memahami bahwa tingkah laku didasarkan atas fisiologis dapat memungkinkan respons/pendekaan yang berbeda. yang membatasi kemampuan untuk mengasimilasi informasi. tekanan darah. sedatif) dan pantau efeknya Rujuk pada sistem penyokong sesuai dengan kebutuhan seperti konseling. nadi dan pernapasan . o Intervensi 1) Pantau aktivitas kejang. Tempatkan pada ruangan yang tenang. kosentrasi berkurang. Memberikan informasi dan meyakinkan pasien bahwa keadaan itu adalah sementara dan akan membaik dengan pengobatan Dapat digunankan bersamaan dengan pengobatan untuk menurunkan pengaruh dari sekresi hormon tiroid yang berlebihan Terapi penyokong yang terusmenerus mungkin dimanfaatkan/dibutuhkan pasien atau oran terdekat jika krisi itu menimbulkan perubahan gaya hidup pada pasien itu sendiri.Bicara singkat dengan kata yang sederhana Kurangi stimulasi dari luar. kurangi jumlahorang yang berhubungan dengan pasien. nadi dan pernapasan dalam rentang yang diharapkan. Diskusikan dengan pasien orang atau orang terdekat penyebab emosional yang labil/reaksi psikotik Rentang perhatian mungkin menjadi pendek. musik yang nyaman. Resiko Hipertermi berhubungan dengan tubuh o Tujuan Klien menunjukkan termoregulasi (1x24jam) o Kriteria hasil Suhu kulit dalam rentang normal.

prognosis dan kebutuhan pengobatan b.) Pantau suhu minimal setiap 2 jam 3.d tidak mengenal sumber informasi. gunakan kipas yang berputar di ruangan pasien Rasional: pendinginan secara eksternal dapat memberikan rasa nyaman pada klien 5.Rasional: peningkatan suhu tubuh akan menstimulasi pelepasan katekolamin sehingga terjadi peningkatan tekanan darah.) Pantau suhu basal secara kontinu. nadi dan laju pernapasan. 2.) Anjurkan klien asupan cairan Rasional: diaphoresis dapat terjadi sebagai kompensasi terjadinya peningkatan suhu tubuh. sesuai dengan kebutuhan 4. Diagnosa : Kurang pengetahuan mengenai kondisi. Tujuan : Kriteria Hasil : pasien mengatakan mengerti tentang proses penyakitnya dan pengobatannya .) Gunakan selimut pendingin.

Berat ringannya keadaan .2001. penyebab . Memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat menentukan pilihan berdasarkan informasi 2. usia & komplikasi yang muncul akan muncul akan menentukan tindakan pengobatan 3. 3. Berikan informasi tanda dan gejala penyakit hipertiroid 1. E Marllynn dan MF. Moorhouse.2001. Faktor psikogenik sering kali penting dalam memunculakan keadaan dari penyakit ini DAFTAR PUSTAKA Doengoes. Tinjau ulang proses penyakit dan harapan masa depan 2. Berikan informasi yang tepat.INTERVENSI RASIONAL 1. Jakarta : EGC Brunner & Suddarth. Buku Ajar Keperawatan Medika Bedah Volume II. Rencana Asuhan Keperawatan Volume III. Identifikasi sumber stress 4. Jakarta : EGC .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->