P. 1
Artikel Hak Dan Kewajiban Guru

Artikel Hak Dan Kewajiban Guru

|Views: 394|Likes:
Published by dewandari

More info:

Published by: dewandari on Nov 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2012

pdf

text

original

Artikel: Guru di antara Tuntutan Profesi dan Kurikulum Berbasis Kompetensi

Judul: Guru di antara Tuntutan Profesi dan Kurikulum Berbasis Kompetensi

GURU DI ANTARA TUNTUTAN PROFESI DAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Di tengah terpuruknya peradaban bangsa , gencarnya informasi, dan lepasnya sekat antar bangsa lewat teknologi informasi, peran guru kian strategis untuk mengambil salah satu peran yang menopang pada tegaknya peradaban manusia Indonesia di waktu yang akan d atang. Sebuah harapan yang meniscaya, tidak cukup dengan verbalitas tetapi dibtuhkan kerja professional, kreatifitas dan efektifitas untuk mencapai cita-cita yang ditargetkan. Guru merupakan pekerjaaan yang amat mulia. Ia berhadapan dengan anak -anak manusia yang akan menentukan masa depan bangsa. Betapa berat beban yang disandangkan pada seorang guru. Peran guru yang strategis, menuntut kerja guru yang profesional, dan mampu mengembangkan ragam potensi yang terpendam dalam diri anak didik. Sedemikian besar peran guru dalam melakukan perubahan terhadap peradaban lewat anak- didik yang akan menentukan masa depan. Kondisi yang kemudian memicu terbitnya Undang Undang Guru dan Dosen untuk mensejahterakan dan memproteksi kehidupan guru. Upaya-upaya protektif untuk memayungi pofesi guru, dan pada gilirannya kelak akan memuliakan hidup manusia. Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sementa ra peran sekolah (guru) membantu orang tua dalam hal pengetahuan terutama kognirif dan memfasilitasi berkembangnya potensi individu untuk bisa melakukan aktualisasi diri. Karenanya guru dapat diposisikan sebagai pengganti orangtua di sekolah. Keberhasilan dunia pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peran komponen yang terlibat di dalamnya; guru (sekolah), orangtua, dan masyarakat. Peran orangtua merupakan peran vital yang tidak tergantikan, karena orangtua merupakan orang yang paling banyak waktu berhubungan dengan anak Orangtua yang pertama kali mendidik anak semenjak dari dalam kandungan sampai sentuhan tangan ketika dilahirkan. Orangtua yang pertamakali mengenalkan anak pada dunia sekitarnya. Cita-cita mulia profesi guru seperti diamanatkan Undang-Undang, bukanlah hal yang mudah untuk diraih. Persoalan ini berkelindan manakala beban profesi yang menjadi tuntutan tidak sepadan dengan pemenuhan kebutuhan hidup layak seorang guru. Di suatu daerah di Jawa Barat ada seorang guru yang pagi harinya meluangkan waktu sebagai pemulung barang bekas, sedangkan sore harinya mengajar di sebuah Madrasah Tsanawiyah Swasta. (Wanto 2005:64 -65). Persoalan yang kerap mengintai pada guru honorer di berbagai daerah, terutama jika perolehan finansial mereka dibandingkan dengan beban tanggungjawab yang diembannya. Namun demikian bukan berarti bahwa gaji merupakan satu-satunya indikator untuk kesejahteraan guru dan berkaitan dengan peningkatan kinerja profesinya. Di alam kehidupan modern dan tantangan globalisasi, menuntut adanya reorientasi terhadap profesi guru sebagai implikasi dari perubahan perubahan yang berkembang di lingkungan sekitarnya. Guru dicitrakan sebagai pahlawan tapi tanpa tanda jasa. Sesuatu yang ironis, ketika tuntan kerja

Sehingga guru pada saat itu menjadi satu-satunya sumber informasi dan sumber kebenaran. minat.2005:2) Sementara prinsip profesionalitas guru dan dosen UU No. efisiensi. Ia mengetahui tentang segala sesuatu yang tidak diketahui oleh orang lain. dan idealisme. dan akhlak mulia. c. kesejahteraan. memiliki tanggungjawab atas pelaksanaan tugas keprofesioanlan. Seseorang yang telah memiliki sertifikat mengajar. Di dalam Undang Undang No. kualitas tinggi dan profesionalisasi (Sidi. b. e. kemahiran. keimanan. Seringkali terjadi oarngtua mendtangi sekolah jika putranya ada masalah dengan lembaga atau sekolah. seorang guru adalah seseorang yang dapat di gugu dan ditiru tindak tanduknya. panggilan jiwa. memiliki kualifikasi akademik atau latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.2001:xi-xiii). Rekruitment guru lebih mengedepankan kepada kualifikasi moral daripada kualifikasi akademis. pengelolaan. memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru Guru sebagai tenaga professional. jaminan rasa aman. f. tenaga pendidikan selain bertugas melaksanakan administrasi. Maka. atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi (Depdiknas. a. d. memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. dan peradaban masyarakatnya. bimbingan dan pelatihan. dan semacamnya. kompetensi. transparansi. perubahan sains. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. memiliki jaminan perlindungan hokum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. meski guru bertindak sebagai pendidik. Bagaimanakah sikap profesional yang dibutuhkan seorang guru untuk mencapai terwujudnya cita -cita Pendidikan Nasional? Bagaimanakah guru menyikapi tuntutan professional dan hubungannya dengan kurikulum berbasis kompetensi? Dalam masyarakat tradisional. Secara eksternal. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian. peran orangtua untuk mengembangkan kecakapann afektif dan emosional menjadi amat dominan (Madjid. 20 Tahun 2003 ditegaskan pada pasal 39 bahwa. krisis etika moral anak bangsa dan tantangan masyarakat global yang ditandai tingginya kompetensi. g. karena sebagian besar peran guru di sekolah hanya sebatas mengembangkan kemampuan pengetahuan yang bersifat kognitif jauh lebih dominan. pelayanan dalam satuan pendidikan. dinyatakan sebagai ahli dalam bidang . dan i. tetapi juga dituntut untuk mampu memberikan bimbingan dan pelatihan. Kondisi yang memuliakan kerja atau profesi guru. pengembangan. sebagai pahlawan sepantasnya mendapatkan tanda jasa yang layak. Berdasar pada pemahaman peran strategis guru dan orangtua dibutuhkan sinergi antara keduanya untuk bias mengoptimalkan kemam[puan yang dimliki anak. memiliki bakat. Sekolah termasuk guru sebagai pemberi layanan jasa harus siap untuk melakukan perubahan-perubahan yang memungkinkan berkembangnya potensi anak didik secara optimal. memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja. juga sebagai tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses serta menilai hasil pembelajaran.professional didengungkan. Keteladanan moral menjadi penentu utama seseorang untuk mengajar. ahli dalam bidang (akademis) yang ditandai dengan memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga pendidikan yang berwenang dan terakreditasi oleh pemerintah. ketakwaan. Secara internal berkaitan dengan kualifikasi. 2001: 38) Guru sebagai tenaga pendidikan secara substantif memegang peranan tidak hanya melakukan pengajaran atau transfer ilmu pengetahuan (kognitif).14 tahun 2005 pasal 7 ayat 1 merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut. tetapi juga sekaligus memberikan ekses otoritarianisnisme guru. h. teknologi. Suatu kebiasaan yang harus be rubah baik dari sikap keterbukaan sekolah maupun orangtua. Namun peran guru tidak akan dapat menggantikan peran orangtua. Persoalan guru senantiasa aktual dan berkembang seiring perubahan-perubahan yang mengitari. sehingga kurang optimal untuk memberdayakan potensi yang dimiliki siswa.

14 Tahun 2005 menyebutkan tentang hak dan kewajiban guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. menggerakkan orang Supel. kode etik guru. Proses pembelajaran kontekstual. memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. Suatu peluang yang memungkinkan untuk mengantarkan peserta didik mencapai kesuk sesan hidup sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada. Guru sebagai "Quantum Teacher. serta mampu memperlakukan siswa secara adil dan secara manusiawi. memiliki hak untu mengajar dalam lembaga atau satua pendidikan. memiliki kebebasan untuk berserikat dan organisasi profesi. memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya (Bab IV Pasal 14. hukum. program semster) yang akan menjadi acuan penyajian. dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan. g. atau latar belakang keluarga. mampu mengubah potensi energi dalam diri murid menjadi cahaya bagi orang lain. memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan. merencanakan pembelajaran. b.akademis tertentu. antara lain. serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran yang bermutu. Proses pembelajaran berpijak kepada kemampuan anak dan sarana dan prasarana yang tersedia. melihat p[eluang setiap saat Berwibawa. mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja. bertindak obyektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin. memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan. c. d. program tahunan. a. melaksanakan proses pembelajaran yangbermutu. Hak seorang guru dalam tugas keprofesionalan adalah. a. seorang guru professional ia memiliki keahlian atau kecakapan akademis atau dalam bidang ilmu tertentu. dan seni. guru merupakan ujung tombak untuk tercapainya kesukseksan pelaksanaannya. dan e. Tidak ada lagi penghakiman terhadap anak bodoh atau pintar. suku. cakap mempersiapkan penyajian materi (pembuatan silabus. melaksanakan evaluasi atas pelaksanaan yang dilakukan. memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan social. d. yang bisa dikembangkan. Guru sebagai pengelola proses pembelajaran. serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. h. Seorang guru yang bercirikan Quantum Techer.dan/atau k. Undang -Undang Guru No. meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dan peraturan perundang-undangan. b. yang ada potensi apa yang dominan dalam diri anak. serta nilai-nilai agama dan etika. penghargaan. c. agama. menampilkan semangat hidup Positif. halaman 6) Dalam kewajibannya seorang guru professional dituntut untuk. memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa Dalam strategi pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). memiliki peran untuk mengorkestrasi potensi di sekitar lingkungan belajar. memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan imtelektual. ras. dan kondisi fisik tertentu. Secara akademis. melaksanakan penyajian materi. menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan. j. teknologi. f. Dalam teori Kuantum. mudah menjalin hubungan dengan beragam siswa . memiliki kesempatan untuk berperan mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akad emik dan kompetensi. dan kode etik guru. Antusias. memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas. dan status social ekonomi perserta didik dalam pembelajaran. i. memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan. e.

Kecakapan yang dimiliki seorang guru merupakan sebuah tuntutan dalam pemberian layanan kepada orangtua murid (masyarakat) sebagai user. berhati lapang untuk menerima kesalahan .Tulus. Sekolah sebagai lembaga yang memfasilitasi kebutuhan belajar. juga kecakapan social.Fasih. Manakala kerja guru professional tertuang dalam UU No. Tuntutan terhadap guru untuk senantiasa mengikuti perkembangan sains. dapat mengikuti irama dan tetap menjaga hasil . Sekolah sebagai lembaga otonom dengan komite sekola sebagai partner h kerja dapat merencanakan pengembangan sekolah sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat sebagai konsumen. peran guru sangat signifikan dalam pemberian atau pelaksanaan system informasi. te knologi dan seni merupakan tuntutan profesi sehingga guru dapat senantiasa menempatkan diri dalam perkembangannya. Pada hal kepribadian seseorang akan banyak berpengaruh terhadap proses dan hasil kerja yang ditargetkan. pedoman yang memacu pada setiap siswa untuk berusaha sebaik mungkin . Tuntutan sikap profesionalisme guru. dan pribadi sebagai privacy yang terpisah. program semster. menemukan lebih dari satu cara untuk mencapai hasil . Seorang guru adalah seorang ahli dalam bidangnya. membutuhkan dukungan orangtua murid dan masyarakat. sehingga bisa membawa murid ke arah perkembangan yang benar. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi akibat kemajuan teknologi yang memberikan banyak peluang untuk setiap orang menjadi gur bagi dirinya sendiri. memiliki niat dan motivasi positif . Maka tuntutan kerja profesi tersebut menjadi sesuatu yang mutlak untuk dilaksanakan. masih banyak yang memisahkan antara kepribadian guru dengan tugas profesionalisme. melakukan evaluasi dan menganalisis hasil evaluasi adalah wajib. Kewajiban administratif tersebut menjadi mutlak ketika . Untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkan. merupakan sebuah perkembangan aktual.2002:2-3). mencari dibalik tindakan dan penampilan luar untuk menemukan nilai-nilai inti (De Porter. kondisi yang memungkinkan terbangunnya komunikasi dari berbagai arah.Menerima. Ketentuan membuat silabus. Murid berposisi sebagai subyek dan guru sebagai subyek..14 tahun 2005 yang diantaranya menjelaskan tentang hak dan kewajiban guru yang professional. Dalam artian bahwa pelaksanaan tersebut dalam kerangkan untuk tercapainya tujuan Sistem Pendidikan Nasional secara terncana dan terarah. Dalam realitas kehidupan sekolah saat ini. Kedua komponen yang akan saling bersentuhan dalam pergesekan pemikiran. ketika tuntutan kerja professional tertuang dalam Undang-Undang. berkomunikasi dengan jelas . program tahunan. sehingga bisa memacu siswa untuk menggali informasi.Menarik dan tertarik.Spontan. artinya ia u bisa mengakess aneka jenis informasi sebagai pengetahuan baru. maka perlu dipersiapkan secara matang. dan spiritual. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) sebagai strategi untuk mencapaisekolah yang efektif. memfasilitasi belajar siswa sesuai dengan kondisi setempat secara kondusif. memiliki kecakapan pengetahuan akademis. sehingga bisa saling menerima dan memberi. Ketetapan tersebut bersifat mengikat dan mengandung sanksi apabila dilanggar. Profesi sebagai kerja. Maka. Kemampuan guru akan turut menentukan dalam memberikan informasi berkaitan dengan kepentingan orangtua terhadap perkembangan belajar anaknya di sekolah (Ditjen Dikmenum. pengguna jasa layanan sekolah. mengaitkan setiap informasi dengan pengalaman hidup siswa dan pedul akan i diri siswa .Humoris. percaya akan mengorkestrasi kesusksesan siswa . perencanaan pembelajaran. dalam perencanaan pembelajaran dan penyiapan materi yang sesuai dengan kebutuhan anak dengan tetap berpijak kepada kurikulum yang menjadi acuan dan standart nasional.Menetapkan dan memelihara harapan tingi.Luwes. Guru lebih diposisikian sebagai partner belajar.Mengangap siswa mampu.2001:115-116) Hubungan guru dengan murid dalam pmbelajaran. keberadaan sarana dan prasarana serta kebijakan di setiap sekolahakan sangat menentukan pada kinerja sistem dalam sekolah untuk mencapai efektifitasnya.

Disinilah peran ketauladanan guru tetap dibutuhkan sebagai pembimbing dan pendamping anak didik atau siswa. dan berposisi sebagai penerima informasi yang belum diketahuinya. sehingga bisa dituntut di depan hukum. . cakap. guru sebagai patner kepala sekolah dalam mengelola sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan yang diinginkan bersama secara efektif.14 Tahun 2005. Dari sini. sesuatu yang vital untuk bisa melihat kelebihan atau keungulan yang terdapat dalam diri anak. dan pelaksanaan aplikasi dalam kelas berpijak kepada persiapan yang telah dibuat dengan menyesuaikan terhada kondisi setempat p atau kelas yang berbeda. Peserta didik diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan menemukan aktualisasi sehingga tumbuh rasa percaya diri. Sikap semacam ini bisa menjadi senjata boomerang yang akan menciderai citra guru. maka dapat diartikan melanggar Undang-undang.mengacu kepada UU No. Kepedulian terhadap pengembagan potensi yang dimiliki murid merupakan sebuah kebutuhan. Maka hubungan antara guru dengan murid merupakan pola hubungan yang fleksibel. tetapi juga mampu mengembangkan potensi yang ada dalam diri poserta didik. Apabila kegagalan pembelajaran disebabkan oleh guru karena perencanaan yang tak terarah atau tanpa persiapan pembelajaran yang kondusif.20 Tahun 2003). Disinilah pembelajaran berlangsung dalam sebuah orkestrasi pembelajaran yang melihat segala sesuatu di sekitar guru sebagai pembelajar sebagai potensi untuk mencapai kesuksesan belajar Ukuran kesuksesan kerja professional bagi seorang guru dapat dilihat dari target yang ingin dicapai dalam pembelajaran. sehat. secara implikatif menyiratkan kegagalan guru dalam menyampaikan informasinya. bukan hanya sekedar pentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga berperan dalam turut mengembangkan kemajuan sekolah. berakhlak mulia. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab (Pasal 3 UU. serta kemampuan mengoptimalkan fasilitas belajar dan kondisi setempat. Artinya lembaga pendidikan non pemerintah bisa mengabaikan hak-hak guru professional yang tertuang dalam Undang-undang. Sementara UU diberlakukan kepada guru professional baik yang bekerja di lembaga pendidikanmilik Pemeriintah atau Lembaga Pendidikan Swasta. Dilaksanakannya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) guru memiliki peran strategis untuk berperan serta dalam penentuan kebijakan di level sekolah karena sebagai stakeholder . melihat keberbedaan sebagai keberagaman pribad dengan aneka i potensi yang harus dikembangkan. Jika guru mengatakan anak-anak gagal menyerap informasi yang disampaikan. Sebuah tuntutan kerja professional yang tertuang secara tegas dalam UU No. Maka. bentuk pembelajaran kongkret dan penilaian secara komprehensif diperlukan untuk bisa melihat siswa dari berbagai perspektif. kreatif. emosional. Bahwa umumnya keterbatasan menumbuhkan kreatifitas pembelajaran. saat yang lain sebagai pembimbing. ada kalanya guru menempatkan diri sebagai patner belajar siswa. guru telah melanggar Undang-Undang. berilmu. maka kerja profesionalisme guru harus dilandasi oleh nilai dan tujuan sistem pendidikan nasional . Evaluasi tidak hanya mengukur kemampuan siswa dalam menyerap informasi tetapi juga mengevaluasi keberhasilan guru dalam pembelajaran. Kegagalan pembelajaran dapat bersumber dari siswa dan dapat pula bersumber dari guru yang bertindak sebagai aktor dalam pembelajaran. Ketika tujuan Sistem Pendidikan Nasional ingin mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kerja professional seorang guru. sebenarnya dapat terbangun interaksi antara guru dengan siswa dan dengan orangtua. Suatu peluang yang memungkinkan untuk mengembangkan profesinalisme guru.14 Tahun 2005 pasal 20. ketika kerja guru professional masih menempatkan dirinya satu-satunya sumber informasi dan sumber kebenaran. Ini persoalan kerja professional yang dapat berimplikasi luas bukan hanya terhadap guru tetapi juga bagi peserta didik dan orangtua murid yang menikmati jasa layanan sekolah.No. Kepedulian untuk mengembangkan kemampuan afektif. social dan spiritual siswa. Pelanggaran terhadap Undang-undang implikasinya akan dapat menuai sangsi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Persiapan pembelajaran menjadi sesuatu yang wajib dikerjakan. tetapi pemberian hak (terutama bagi guru honorer) diserahkan pada kesepakatan bersama antara guru dengan lembaga pendidikan bersangkutan. Jika guru mengabaikan kewajiban tersebut. yang ahli dalam bidang keilmuan yang dikuasainya dituntut bukan hanya sekedar mampu mentransfer keilmuan ke dalam diri anak didik. Dalam kerja professional guru dituntut untuk bisa melayani murid sebagai subyek belajar dan memperlakukannya secara adil.

Madjid. Citra Baru Guru di Era Reformasi dalam Buku Menuju Masyarakat Belajar. Pengantar Langkah Strategis Mempersiapk an SDM Berkualitas. Fobi Sekolah. maka sikap professional menjadi kebutuhan pemerintah dalam rangka efisiensi dan efektifitas.Secara implikatif sikap profesionalisme guru dibutuhkan dalam upaya strategis untuk terlaksana dan tercapainya tujuan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Mahmud Guru yang Pemulung.Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan nasional . Untuk diperlukan persiapan dan perencanaan yang matang serta kerja yang terarah. Jakarta: Horison dan Ford Foundation De Porter.2001. dan Citra Guru. dan keterbatasan sebagai peluang untuk melakukan inovasi pembelajaran yang kondusif. Jakarta: Paramadina . Surabaya. 2001. kecakapan mental. an *penulis adalah guru SMA 1 Sumenep. 2005. -----------. kerja professional guru semakin signifikan. Bobbi. Jakarta: Paramadina dan LOGOS. 2006. sehingga kemampuan atau potensi energi yang dimiliki oleh setiap anak bisa menjadi cahaya terang benderang yang mencahayai orang lain. Jakarta: Departemen Pendidikan dan kebudayaan Ditjen Dikdasmen . Suatu pola kerja yang diproyeksikan untuk terciptanya pembelajaran yang kondusif dengan memperhatikan keberagaman sebagai sumber inspirasi untuk melakukan perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan. Profesionalisme guru merupakan tuntutan kerja seiring dengan perkembangan sains teknologi dan merebaknya globalisme dalam berbagai sector kehidupan. Tabloid Nyata IV Desember hal 64-65.2002. Undang Undang No. 2004. dan spiritual. Hal ini amat dibutuhkan ketika guru hanya dipandang sebagai pentransfer ilmu pengetahuan. Di tengah antusiasme pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau Kurikulum 2004. Kerja professional menjadi suatu kebutuhan ketika Undang Undang Guru secara harfiah mencantumkan hak-hak yang haruis didapatkan seorang guru. Undang. social. dalam Pengantar Menuju Masyarakat belajar . sehingga bisa dilakukan evaluasi baik ditingkat kelas atau dalam lembaga. lebih jauh akan berpengaruh terhadap sistem pendidikan yang berlangsung dalam sekolah.Dik menum. Indradjati. Birokrasi. dan masyarakat sebagai pengguna jasa layanan pendidikan untuk berkembangnya potensi peserta didik sesuai dengan bakat dan kemapuannya. . Sementara berbagai kasus moral di kalangan siswa seringkali dituduhkan akibat gagalnya proses pendidikan yang dilakukan oleh guru atau pihak sekolah. Untuk mencapai kepada tujuan pendidikan yang diutarakan dalam undang-undang sisdiknas. terciptanya pendidikan yang demokratis dan berwawasan kebangsaan.LOGOS Wanto. Penyelenggaraan School Reform dalam Konteks MPMBS di SMU. Daftar Pustaka Azzra.14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Depdiknas RI -----------. Sidi.Indradjati Sidi.dkk. Tuntutan kerja professional guru untuk bersikap lebih arif dan bijaksana dalam memandang persoalan dan melakuk pembelajaran. Sikap profesionalisme yang menunut keahlian akademik. -----------. Bandung: Kaifa Pendidikan. Berkembangnya potensi manusia Indoensia yang bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. maka sudah sepatutnya kalau Undang-undang tersebut berlaku tegas bagi seluruh komponen pendidikan. Quantum Teaching. Sumenep: diperbanyak oleh Dewan Pendidikan Sumenep. dimulai dari implikasi dalam kelas. Nurcholis. Dengan menjadikan keanekaragaman sebagai sumber inspirasi untuk melakukan perunbahan. Suatu sistem yang mencerminkan amanat Undang-Undang untuk memanusiakan manusia. afektif dan psikomotriknya. 2003. 2001. eseis dan penulis lepas. Azyumardi. Dalam Horison Esai Indonesia Kitab 2 Taufiq Ismail (editor). tanpa lupa mengembangkan kecerdasan kognitif.

pendapat atau kepercayaan Pendidikan Network. . setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright).Saya HIDAYAT RAHARJA. S. CATATAN: Artikel-artikel yang muncul di sini akan tetap di pertanggungjawabkan oleh penulis -penulis artikel masingmasing dan belum tentu mencerminkan sikap. .PD.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->