BAB I MEDAN MAGNET

A. PENGERTIAN MEDAN MAGNET Medan magnet adalah ruangan di sekitar kutub magnet, yang gaya tarik/tolaknya masih dirasakan oleh magnet lain. Dalam arti luas Medan magnet, adalah suatu medan yang dibentuk dengan menggerakan muatan listrik (arus listrik) yang menyebabkan munculnya gaya di muatan listrik yang bergerak lainnya. (Putaran mekanika kuantum dari satu partikel membentuk medan magnet dan putaran itu dipengaruhi oleh dirinya sendiri seperti arus listrik; inilah yang menyebabkan medan magnet dari ferromagnet "permanen"). Sebuah medan magnet adalah medan vektor: yaitu berhubungan dengan setiap titik dalam ruang vektor yang dapat berubah menurut waktu. Arah dari medan ini adalah seimbang dengan arah jarum kompas yang diletakkan di dalam medan tersebut. 1. Sifat Medan Magnet Hasil kerja Maxwell telah banyak menyatukan listrik statis dengan kemagnetan, yang menghasilkan sekumpulan empat persamaan mengenai kedua medan tersebut. Namun, berdasarkan rumus Maxwell, masih terdapat dua medan yang berbeda yang menjelaskan gejala yang berbeda. Einsteinlah yang berhasil menunjukkannya dengan relativitas khusus, bahwa medan listrik dan medan magnet adalah dua aspek dari hal yang sama (tensor tingkat 2), dan seorang pengamat bisa merasakan gaya magnet di mana seorang pengamat bergerak hanya merasakan gaya elektrostatik. Jadi, dengan menggunakan relativitas khusus, gaya magnet adalah wujud gaya elektrostatik dari muatan listrik yang bergerak, dan bisa diprakirakan dari pengetahuan tentang gaya elektrostatik dan gerakan muatan tersebut (relatif terhadap seorang pengamat).

Arus mengalir melalui sepotong kawat membentuk suatu medan magnet (M) disekeliling kawat. Medan tersebut terorientasi menurut aturan tangan kanan.

2.

Kuat Medan ( H ) = Itensity Kuat medan magnet di suatu titik di dalam medan magnet ialah besar gaya pada suatu satuan kuat kutub di titik itu di dalam medan magnet m adalah kuat kutub yang menimbulkan medan magnet dalam Ampere-meter. R jarak dari kutub magnet sampai titik yang bersangkutan dalam

meter. dan H = kuat medan titik itu dalam : 3. Garis Gaya.

atau dalam

.

Garis gaya adalah Lintasan kutub Utara dalam medan magnet atau garis yang bentuknya demikian hingga kuat medan di tiap titik dinyatakan oleh garis singgungnya. Sejalan dengan faham ini, garis-garis gaya keluar dari kutub-kutub dan masuk ke dalam kutub Selatan. Untuk membuat pola garis-garis gaya dapat dengan jalan menaburkan serbuk besi disekitar sebuah magnet. Gambar pola garis-garis gaya.

B = rapat garis-garis gaya. H = Kuat medan magnet. maka banyaknya garis-garis gaya ( ) yang menembus bidang seluar A m2 . catatan : rapat garis-garis gaya menyatakan kebesaran induksi magnetik.4. Kuat medan magnet di suatu titik sebanding dengan rapat garisgaris gaya dan berbanding terbalik dengan permeabilitasnya. Rapat Garis-Garis Gaya (B) = Flux Density Definisi : Jumlah garis gaya tiap satuan luas yang tegak lurus kuat medan. = Permeabilitas zat itu. Medan magnet yang rapat garis-garis gayanya sama disebut : medan magnet serba sama ( homogen ) Bila rapat garis-garis gaya dalam medan yang serba sama B.

Benda paramagnetik : bila ditempatkan dalam medan magnet yang tidak homogen. Bendabenda yang demikian mempunyai nilai permeabilitas relatif lebih kecil dari satu. sangat kuat ditarik oleh magnet dan mempunyai permeabilitas relatif sampai beberapa ribu.dan mengapit sudut Satuanya : Weber. Contoh : Besi. 5. tembaga. nikel. emas. . Cara menentukan arah perkisaran jarum. antimon. ujung-ujung benda itu mengalami gaya tolak sehingga benda akan mengambil posisi yang tegak lurus pada kuat medan. Contoh : Bismuth. sehingga kawat itu sejajar dengan jarum kompas. sulfat tembaga dan banyak lagi garam-garam logam adalah zat paramagnetik. Benda-benda yang demikian mempunyai permeabilitas relatif lebih besar dari pada satu. cobalt dan campuran logam tertentu ( almico ) B. platina. jika kedalam kaewat dialiri arus listrik. kaca flinta. dengan kuat medan adalah : = B. Jadi diambil kesimpulan bahwa disekitar arus listrik ada medan magnet. akan mengambil posisi sejajar dengan arah kuat medan. baja. Percobaan OERSTED Di atas jarum kompas yang seimbang dibentangkan seutas kawat. ternyata jarum kompas berkisar dari keseimbangannya. Sehubungan dengan sifat-sifat kemagnetan benda dibedakan atas Diamagnetik dan Para magnetik. MEDAN MAGNET DI SEKITAR ARUS LISTRIK 1. Benda magnetik : bila ditempatkan dalam medan magnet yang tidak homogen.A Sin Diamagnetik Dan Para Magnetik. Contoh : Aluminium. Benda feromagnetik : Benda-benda yang mempunyai effek magnet yang sangat besar. oksigen.

. 2. B=k. b. Bila arus listrik arahnya dari pergelangan tangan kanan menuju ibu jari. Cara menentukan arah medan magnet Bila arah dari pergelangan tangan menuju ibu jari. sebanding dengan panjang elemen arus. di atas karbon ditaburkan serbuk besi menempatkan diri berupa lingkaran-lingkaran yang titik pusatnya pada titik tembus kawat. sinus sudut yang diapit arah arus dengan jaraknya sampai titik tersebut dan berbanding terbalik dengan kwadrat jaraknya. Definisi : Besar induksi magnetik di satu titik di sekitar elemen arus. kutub utara jarum berkisar ke arah ibu jari. Bila arus listrik yang berada anatara telapak tangan kanan dan jarum magnet mengalir dengan arah dari pergelangan tangan menuju ujungujung jari. besar kuat arus. Kesimpulan : Garis-garis gaya di sekitar arus lurus berupa lingkaran-lingkaran yang berpusatkan pada arus tersebut. Pola garis-garis gaya di sekitar arus lurus.Pada sebidang karton datar ditembuskan sepotong kawat tegak lurus. Hukum Biot Savart. arah melingkar jari tangan menyatakan arah medan magnet.a. arah melingkarnya jari tangan menyatakan perkisaran kutub Utara.

Jika l sangat kecil. 3.k adalah tetapan. di dalam sistem Internasional k= = 10-7 Vektor B tegak lurus pada l dan r. dB = Persamaan ini disebut hukum Ampere. Besar induksi magnetik di titik A yang jaraknya a dari kawat sebanding dengan kuat arus dalam kawat dan berbanding terbalik dengan jarak titik ke kawat. B= B dalam W/m2 I dalam Ampere a dalam meter . Kuat medan dititik H = mr udara = 1 = = Jika kawat tidak panjang maka harus digunakan Rumus : . Induksi Magnetik Induksi magnetik di sekitar arus lurus. dapat diganti dengan dl. arahnya dapat ditentukan denagan tangan kanan.

. Induksi magnetik di pusat lingkaran. Arah medan magnetik dapat ditentukan dengan aturan tangan kanan. atau B = . B= B dalam W/m2. I dalam ampere. N jumlah lilitan. Titik A berjarak x dari pusat kawat melingkar besarnya induksi magnetik di A dirumuskan : Jika kawat itu terdiri atas N lilitan maka : B= . Jika arah arus sesuai dengan arah melingkar jari tangan kanan arah ibu jari menyatakan arah medan magnet. Dalam hal ini r = a dan a = 900 Besar induksi magnetik di pusat lingkaran. a jari-jari lilitan dalam meter.Induksi Induksi magnetik di pusat arus lingkaran. .

di dalam selenoide terjadi medan magnet dapat ditentukan dengan tangan. Jari-jari penampang solenoide a. dan p berada di tengah-tengah maka a1= 0 0 dan a2 = 180 0 Induksi magnetik di tengah-tengah solenoide : Bila p tepat di ujung-ujung solenoide a1= 0 0 dan a2 = 90 0 . Bila 1 sangat besar dibandingkan dengan a. n banyaknya lilitan tiap satuan panjang di titik P. banyaknya lilitan N dan panjang solenoide 1.4. Gambar : Besar induksi magnetik dalam solenoide. Solenoide Solenoide adalah gulungan kawat yang di gulung seperti spiral. Bila kedalam solenoide dialirkan arus listrik. Banyaknya lilitan pada dx adalah : atau n dx.

gambar : Besar Gaya Lorentz. Vektor gaya Lorentz tegak lurus pada I dan B. maka induksi magnetik pada sumbu toroida. Arah gaya Lorentz dapat ditentukan dengan tangan kanan. n dapat diganti dengan N banyaknya lilitan dan R jari-jari toroida.Bila keliling sumbu toroida 1 dan lilitannya berdekatan.5. Bila arah melingkar jari-jari tangan kanan sesuai dengan putaran dari I ke B. bagaimana pengaruh kutub magnet terhadap arus listrik akan dibuktikan dari percobaan berikut : Seutas kawat PQ ditempatkan diantara kutub-kutub magnet ladam kedalam kawat dialirkan arus listrik ternyata kawat melengkung kekiri. Hasil-hasil yang diperoleh dari percobaan menyatakan bahwa besar gaya Lorentz dapat dirumuskan sebagai : F=BI sin a . Gaya Lorentz Pada percobaan oersted telah dibuktikan pengaruh arus listrik terhadap kutub magnet. disebut Gaya Lorentz. Toroida Sebuah solenoide yanfg dilengkungkan sehingga sumbunya membentuk lingkaran di sebut Toroida. maka arah ibu jari menyatakan arah gaya Lorents. 6. Gejala ini menunjukkan bahwa medan magnet mengerjakan gaya pada arus listrik.

B = induksi magnetik medan magnet. Penjelasannya sebagai berikut : Dilihat dari atas arus listrik P menuju kita digambarkan sebagai arus listrik dalam kawat P menimbulkan medan magnet.menolak. Medan magnet ini mengerjakan gaya Lorentz pada arus Q arahnya seperti dinyatakan anak panah F. Bila arah arus dalam kedua kawat sama. = panjang kawat dalam medan magnet. Dengan cara yang sama dapat dijelaskan gaya Lorentz yang bekerja pada arus listrik dalam kawat P. 7. Kesimpulan : Arus listrik yang sejajar dan searah tarik-menarik dan yang berlawanan arah tolak. kawat itu saling menarik. I = kuat arus. maka besar induksi magnetik arus P pada jarak a : Besar gaya Lorentz pada arus dalam kawat Q Besar gaya Lorentz tiap satuan panjang . Kedalam kawat P dan Q yang sejajar dialirkan arus listrik. a = sudut yang diapit I dan B.F = gaya Lorentz. Satuan Kuat Arus. Bila jarak kawat P dan Q adalah a.

kuat medannya E arah vektor E kekanan. Lintasan partikel jika v tegak lurus E.d Usaha yang dilakukan gaya sama dengan perubahan energi kinetik Ek = q .d v1 kecepatan awal partikel dan v2 kecepatannya setelah menempuh medan listrik sejauh d. Pada partikel bekerja gaya sebasar F = qE. GERAK PARTIKEL BERMUATAN DALAM MEDAN LISTRIK Pertambahan energi kinetik. Bila kuat arus dikedua kawat sama besarnya. oleh sebab itu partikel memperoleh percepatan : Usaha yang dilakukan gaya medan listrik setelah partikel berpindah d adalah : W = F . Partikel A yang massanya m dan muatannya q berada dalam medan listrik serba sama. d = q .F tiap satuan panjang dalam N/m. . E . E .10-7 N tiap meter. C. Ip dan IQ dalam Ampere dan a dalam meter.10-7 N/m Kesimpulan : 1 Ampere adalah kuat arus dalam kawat sejajar yang jaraknya 1 meter dan menimbulkan gaya Lorentz sebesar 2. maka : Untuk I = 1 Ampere dan a = 1 m maka F = 2.

bergerak partikel bermuatan positif dengan kecepatan vx. Pada arus listrik yang berada dalam medan magnet bekerja gaya Lorentz. Arah kecepatan dengan bidang horisontal q : Gerak Partikel Bermuatan Dalam Medan Magnet Besar gaya Lorentz pada partikel. sin a . Setelah melintasi medan listrik. lintasannya menyimpang dari lintasannya semula. Oleh sebab itu lintasannya berupa parabola. yakni gerak lurus beraturan sepanjang sumbu x dan gerak lurus berubah beraturan sepanjang sumbu y.I. F=B.Didalam medan listrik serba sama yang kuat medannya E. Kecepatan pada saat meninggalkan medan listrik. Dalam hal ini partikel mengalami dua gerakan sekaligus.

akibatnya partikel bergerak didalam medan magnet dengan lintasan bentuk : Lingkaran. q muatan partikel.v R= R jari-jari lintasan partikel dalam magnet. Pada partikel yang kecepatannya v.q. Fc = F Lorentz =B. a sudut yang diapit vektor v dan B. B besar induksi magnetik medan magnet. t sin a F = B . v sin a F adalah gaya Lorentz pada partikel yang muatannya q dan kecepatannya v. F = B . v . v kecepatan partikel. q . bekerja gaya Lorentz.q. . m massa partikel. oleh sebab itu rumus di atas dapat diubah menjadi : F=B. q . Gaya centripetalnya yang mengendalikan gerak ini adalah gaya Lorentz. .v Vektor F selalu tegak lurus pada v. Lintasan partikel bermuatan dalam medan magnet.Arus listrik adalah gerakan partikel-partikel yang kecepatannya tertentu. Tanda x menyatakan titik tembus garis-garis gaya kemagnetan yang arah induksi magnetiknya ( B ) meninggalkan kita. v sin 900 F=B.

keempat jari menunjukkan (B) dan arah telapak tangan menunjukkan (F) .Arah gaya Lorentz dapat ditentukan dengan kadah tangan kanan bila tangan kanan di buka : Ibu jari menunjukkan ( v ).

parramagnetik (denda yang dapat ditarik magnet dengan lemah) dan diamagnetik (benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet). Penggolongan Benda Berdasarkan Sifat Magnetnya.Setiap magnet memiliki 2 kutub magnet. A. dan bismut. nikel dan kobalt. Sifat Magnet Magnet terdiri dari magnet-magnet kecil yang mengarah kearah yang sama (magnet elementer). Contoh ferromagnetik adalah besi. Jika magnet batang dipotong pada bagian tengahnya maka akan membentuk magnet-magnet baru dengan kutub yang sesuai dengan arah magnet elementer. Sifat dari kedua kutub itu adalah: • • Jika kutub yang sejenis didekatkan akan saling tolakJika kutub yang tidak sejenis didekatkan akan saling tarikmenolak menarik.BAB II KEMAGNETAN Magnet diambil dari kata magnesia. tarik menarik bila tak sejenis. selalu menunjukkan arah utara dan selatan bila digantung Setiap magnet mempunyai sifat (ciri) sebagai berikut : . Contoh diamagnetik adalah seng. nama daerah di Asia Kecil yaitu tempat ditemukannya magnet dari mineral magnetik. • • memiliki dua kutub. B. baja. • • • • • • bebas. Contoh parramagnetik adalah platina dan aluminium. yaitu kutub utara dan selatan. gaya tarik terbesar berada di kutubnya. Berdasarkan sifat magnetnya benda dibagi menjadi 2 macam yaitu ferromagnetik (benda yang dapat diterik kuat oleh magnet). dapat menarik benda logam tertentu.

• tolak menolak bila sejenis Magnet dapat menarik benda logam tertentu karena susunan magnet elementer didalam magnet itu tersusun teratur. Dengan cara apapun jika bahan yang digunakan baja maka magnet yang dihasilkan akan bersifat permanen. Jika baja dibuat magnet dengan caradigosok akan diperoleh magnet permanen tetapi jika besi yang digosok maka akan diperoleh magnet sementara. Kutub utara dan kutub selatan magnet posisinya teratur (lihat gambar 3). Orang selalu berfikir bahwa jika magnet dibuat dengan cara menggosok maka akan diperoleh magnet permanen dan jika diperoleh dengan cara elektromagnetik maka akan diperoleh magnet sementara. Kasus yang lain adalah elektromagnetik. C. jika kita amati elektromagnetik manapun akan menggunakan inti besi lunak (besi) bukan baja. Hal penting yang harus kita bahami adalah sebagian besar orang berfikir bahwa cara membuat magnet ini menentukan sifat kemagnetan suatu benda. Secara keseluruhan kekuatan magnetnya menjadi besar. Prinsip Kemagnetan Pada sebuah magnet sebenarnya merupakan kumpulan jutaan magnet ukuran mikroskopik yang teratur satu dan lainnya. . karena inti besi yang digunakan maka elektromagnetik menghasilkan magnet sementara. inilah mengapa muncul anggapan bahwa menggosok dapat membuat magnet bersifat permanen. kenapa bisa seperti itu? karena orang tidak melihat bahan apa yang digunakan. Tetapi coba anda pikir apabila intinya diganti dengan baja. Logam besi bisa menjadi magnet secara permanen (tetap) atau bersifat megnet sementara dengan cara induksi elektromagnetik. Dari penjelasan kasus diatas dapat kita simpulkan bahwa sifat permanen dan sifat sementara suatu magnet tidak di pengaruhi oleh cara membuat tetapi dipegaruhi oleh bahan yang digunakan. apa yang akan terjadi? yang pasti baja akan menjadi magnet permanen sehingga elektromagnetik tidak dapat dimanfaatkan. Kebanyakan ketika orang membuat magnet dengan cara menggosok selalu menggunakan baja. Anggapan ini adalah keliru bukan salah. Bila kita bisa membuat susunan magnet elementer teratur maka kita bisa membuat magnet.

Bumi merupakan magnet alam raksasa. Batang magnet memancarkan garis gaya magnet yang melingkupi dengan arah dari utara ke selatan. Pola garis medan magnet permanen. yang terjadi adalah bentuk garis-garis dengan pola melengkung oval diujung-ujung kutub. dimana jarum penunjuk pada kompas akan menunjukkan arah utara dan selatan bumi kita. Pembuktian sederhana dilakukan dengan menempatkan batang magnet diatas selembar kertas. Ujung kutub utara-selatan muncul pola garis gaya yang kuat. Daerah netral pola garis gaya magnetnya lemah. Ambil beberapa sekrup besi. seperti diperlihatkan pada gambar 1. dan logam tersebut dinamakan diamagnetik. Karena sekeliling bumi sebenarnya dilingkupi garis gaya magnet yang tidak tampak oleh mata kita tapi bisa diamati dengan kompas keberadaannya. Untuk membuktikan bahwa daerah netral tidak memiliki kekuatan magnet. kemudian diatas kertas tersebut ditaburkan serbuk halus besi secara merata. dapat dibuktikan dengan alat yang dinamakan kompas. Daerah netral dibagian tengah sekrup tidak akan menempel sama sekali. .Tetapi ada beberapa logam yang tidak bisa menjadi magnet. amatilah tampak sekrup besi akan menempel baik diujung kutub utara maupun ujung kutub selatan. dan sekrup akan terjatuh. Bagian netral magnet artinya tidak memiliki kekuatan magnet. misalnya tembaga dan aluminium.

Didalam batang magnet sendiri garis gaya mengalir sebaliknya. Mengapa besi biasa berbeda logam magnet ? Pada besi biasa sebenarnya terdapat kumpulan magnet-magnet dalam ukuran mikroskopik. lihat gambar 3. yaitu dari kutub selatan ke kutub utara. Didaerah netral tidak ada garis gaya diluar batang magnet. Arah garis gaya magnet dengan pola garis melengkung mengalir dari arah kutub utara menuju kutub selatan. tetapi posisi masing-masing magnet tidak beraturan satu dengan lainnya sehingga saling menghilangkan sifat kemagnetannya. Perbedaan besi biasa dan magnet permanen. Pembuktian secara visual garis gaya magnet untuk sifat tarik menarik pada kutub berbeda dan sifat tolak-menolak .Daerah netral pada magnet permanen.

pada kutub sejenis dengan menggunakan magnet dan serbuk halus besi. pola garis medan magnet tarik-menarik. garis gaya magnet memiliki pola tarik menarik. juga menghasilkan garis gaya yang merata setiap titik permukaannya. . Pola garis medan magnet tolak-menolak dan 4b. Untuk mendapatkan garis gaya magnet yang merata disetiap titik permukaan maka ada dua bentuk yang mendasari rancangan mesin listrik. Pada kutub yang berbeda utara-selatan. gambar 4. Sifat saling tarik menarik dan tolak menolak magnet menjadi dasar bekerjanya motor listrik. Tampak jelas kutub sejenis utara-utara garis gaya saling menolak satu dan lainnya. Bentuk datar (flat) akan menghasilkan garis gaya merata setiap titik permukaannya. Garis medan magnet Utara-Selatan. Bentuk melingkar (radial).

.Garis gaya magnet pada permukaan rata dan silinder.

sedangkan kutub selatan magnet bumi berada disekitar kutub utara bumi. Apabila kita membawa kompas dari katulistiwa menuju kutub bumi maka kompas itu akan condong ke bawah atau ke atas. Sudut yang dibentuk dari kecondongan kompas terhadap arah horisontal disebut dengan sudut inklinasi. . sebaiknya kita harus bisa membedakan dulu antara gravitasi bumi dengan magnet bumi. ini juga terjadi pada kutub selatan magnet bumi. Mulai dari sekarang supaya pembahasan bab kemagnetan tidak membuat bingung maka kita harus membedakan antara gravitasi bumi dengan magnet bumi. Kita dapat berdiri di atas muka bumi bukan karena bumi bersifat magnet. Antara kutub utara magnet bumi dengan kutub selatan bumi tidak berimpit. Akibat hal tersebut maka bila kita melihat kompas menunjukka arah selatan ini berarti tidak menunjukkan persis arah selatan tetapi mengalami penyimpangan sedikit dari kutub selatan bumi. kenapa bisa begitu? Karena sesuai dengan definisi magnet adalah bahan yang bisa menarik benda magnetik sedangkan kita bukanlah bahan magnetik. Kutub utara magnet bumi berada di sekitar kutub selatan bumi. Penyimpangan ini membentuk sudut yang disebut dengan sudut deklinasi. semakin besar massa maka semakin besar gravitasinya (ini semua sesuai dengan hukum Newton dan teori relativitas). Lalu apa yang membuat kita bisa berdiri diatas bumi? Jawabnya karena bumi mempunyai gravitasi yaitu kekuatan untuk menarik semua benda yang ada disekitarnya tidak perduli itu benda magnetik atau bukan. Sedangkan sifat kemagnetan bumi ditimbulkan karena bumi berotasi dan berevolusi (ini pendapat saya) jadi jika bumi tidak lagi berotasi maka sifat kemagnetannya lama – lama akan hilang.BAB III KEMAGNETAN BUMI Teori Kemagnetan Bumi Teori ini sangat rumit untuk dijelaskan. Kecondongan ini karena tertatik oleh kutub magnet bumi. Gravitasi bumi ditimbulkan karena bumi mempunyai massa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful