P. 1
MODUL 10_Tupoksi Penyuluh Pen Damping

MODUL 10_Tupoksi Penyuluh Pen Damping

|Views: 274|Likes:

More info:

Published by: R Iskandar Zulkarnaen on Nov 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2014

pdf

text

original

11/27/2010

1

Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) 

Setelah selesai berlatih peserta mampu membangun organisasi/ kelembagaan organisasi/ kelembagaan petani sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah kerjanya dengan memperhatikan kaidah-kaidah kelembagaan non formal. kaidah-

11/27/2010

2

Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) 

Setelah selesai berlatih peserta mampu :  Menjelaskan tugas dan uraian tugas penyuluh pendamping dengan baik dan benar  Menjelaskan tata hubungan kerja penyuluh pendamping dengan baik dan benar,  Menjelaskan pembedayaan gapoktan/poktan  Menjelaskan sistem pelaporan penyuluh pendamping

11/27/2010

3

Tugas peserta Diskusikan : 
  

Tentang tugas dan fungsi penyuluh pendamping Tentang tata hubungan kerja penyuluh pendamping dengan Gapoktan dan instansi terkait. terkait. Langkah ± langkah pembedayaan gapoktan/poktan Dan jelaskan sistem pelaporan penyuluh pendamping

11/27/2010

4

Ruang Lingkup Kegiatan 1. Identifikasi potensi dan pemecahan masalah di wilayah kerja PUAP 2. Identifikasi kegiatan usaha GAPOKTAN/kelompoktani; 3. Penetapan kegiatan usaha GAPOKTAN/kelompoktani sesuai potensi wilayah kerja PUAP; 4. Mendampingi GAPOKTAN/kelompoktani dalam mengelola kegiatan usaha di bidang agribisnis; 5. Mengunjungi, membimbing dan membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi anggota GAPOKTAN/kelompoktani serta memfasilitasi secara rutin/terjadual kegiatan usaha GAPOKTAN/kelompoktani; 6. Memonitor, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan usaha GAPOKTAN/ kelompoktani.

11/27/2010

5

KRITERIA DAN PENEMPATAN PENYULUH PENDAMPING Kriteria
1. Penyuluh pendamping PNS telah mengikuti pelatihan pendampingan PUAP; 2. Penyuluh pendamping THL-TB yang memiliki jenjang pendidikan minimal SLTA, DIV/S1 dan telah mengikuti pelatihan pendampingan PUAP; 3. Penyuluh pendamping diutamakan berdomisili di desa PUAP di kecamatan/BPP yang bersangkutan; 4. Penyuluh pendamping ditetapkan Bupati/Walikota difokuskan membina GAPOKTAN/kelompoktani PUAP;

Penempatan
Penempatan penyuluh pendamping di lokasi desa PUAP ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati/Walikota.
6

11/27/2010

TUGAS PENYULUH PENDAMPING 1. Mendampingi dan memfasilitasi GAPOKTAN/kelompoktani dalam menyusun Rencana Usaha Bersama(RUB) dan Rencana Usaha Kelompok (RUK) sesuai potensi wilayah. 2. Membimbing pelaksanaan kegiatan pengembangan usaha agribisnis GAPOKTAN/kelompoktani; 3. Memotivasi peranserta anggota GAPOKTAN/kelompoktani dalam pengembangan kegiatan usaha agribisnisnya; 4. Memfasilitasi GAPOKTAN/kelompoktani dalam mengakses teknologi, informasi pasar, peluang usaha, permodalan dan sarana produksi; 5. Mendampingi dan memfasilitasi GAPOKTAN/kelompoktani dalam membangun kemitraan dengan pelaku usaha agribisnis; 6. Membantu memecahkan masalah GAPOKTAN/kelompoktani dalam mengembangkan usaha agribisnis;
11/27/2010

7

Lanjutan 7. Memfasilitasi penumbuhan dan pengembangan kelembagaan GAPOKTAN/kelompoktani dan unit usaha otonom; 8. Memfasilitasi GAPOKTAN/kelompoktani dalam penyusunan laporan bulanan dan tahunan; 9. Membuat laporan potensi desa, laporan data dasar, laporan bulanan dan laporan tahunan.

11/27/2010

8

URAIAN TUGAS PENYULUH PENDAMPING
1. Identifikasi Potensi Wilayah 1) Melakukan persiapan pengumpulan data primer dan skunder (agroklimat, teknis, sosial dan ekonomi); 2) Mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data potensi wilayah dan masalah; 3) Mengidentifikasi, dan menetapkan potensi wilayah; 4) Merumuskan hasil identifikasi potensi wilayah;

11/27/2010

9

2. Penyusunan RUB 1) Menyediakan data dan informasi potensi desa; 2) Membimbing dan membantu Gapoktan; 3) Mengikuti rapat anggota dalam penetapan RUB; 4) Menyampaikan RUB yang telah disahkan rapat anggota Gapoktan kepada Tim Teknis kabupaten/kota untuk disetujui.

3. Penyusunan RUK 1) Menyediakan data dan informasi potensi desa; 2) Membimbing dan membantu Poktan; 3) Mengikuti rapat anggota dalam penetapan RUK; 4) Mengesahkan RUK yang telah disusun oleh Poktan
11/27/2010

10

4. Pengembangan Unit Usaha Otonom Gapoktan 1) Memotivasi pengurus Gapoktan untuk menginisiasi dan membentuk unit usaha otonom 2) Mengembangkan peluang usaha agribisnis menjadi unit usaha otonom 3) Membantu pengurus Gapoktan menyusun rencana unit usaha otonom. 4) Menyarankan kepada pengurus Gapoktan untuk mengajukan rencana usaha dalam rapat anggota 5) Mengidentifikasi calon tenaga pengelola unit usaha otonom 6) Menyiapkan calon tenaga pengelola unit usaha otonom 7) Membimbing administrasi pengelolaan unit usaha otonom Unit-unit usaha otonom yang dapat dikembangkan adalah unit usaha simpan pinjam, saprotan, budidaya, pengolahan hasil, dan pemasaran
11/27/2010

11

5.

Kunjungan dan Pertemuan Kunjungan penyuluh pendamping dilakukan sesuai jadual yang telah disepakati bersama GAPOKTAN/kelompoktani untuk membantu memecahkan masalah usaha agribisnis GAPOKTAN/kelompoktani dalam mengembangkan usaha agribisnis. Penyuluh pendamping melakukan kunjungan ke kelompoktani sebanyak minimal 4 kali seminggu dan kunjungan ke GAPOKTAN minimal 1 kali seminggu disesuaikan dengan jadual kunjungan sistem LAKU. Tujuan kunjungan menyampaikan infomasi teknologi baru, memfasilitasi proses belajar mengajar Gapoktan/ kelompoktani, membimbing penyusunan RUB, membantu memecahkan permasalahan teknis maupun non teknis yang hadapi petani; menampung permasalahan yang tidak dapat dipecahkan oleh penyuluh pendamping untuk disampaikan ke PMT dan di BPP, pada saat pelatihan di BPP.

12
11/27/2010

MATERI KUNJUNGAN PENYULUH PENDAMPING
Materi kunjungan disampaikan dengan cara memberikan penjelasan dan diskusi Kunjungan hendaknya bersifat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Materi kunjungan berikutnya, diberikan sesuai kesepakatan dengan Gapoktan/poktan

11/27/2010

13

TATA HUBUNGAN KERJA PENYULUH PENDAMPING 1. Hubungan PP dengan Gapoktan/kelompoktani
Penyuluh pendamping bersama-sama dengan GAPOKTAN/ kelompoktani, yaitu : 1) 2) 3) 4) Melakukan identifikasi potensi wilayah dan pemecahan masalah dalam usaha agribisnis; Menyusun Rencana Usaha Bersama (RUB) dan Rencana Usaha Kelompok (RUK); Menetapkan jadual kegiatan usaha agibisnis bersama; Melakukan pertemuan berkala dengan materi sesuai kebutuhan;

11/27/2010

14

2. Hubungan PP dengan PMT
Penyuluh pendamping dengan PMT mempunyai hubungan kerja sebagai berikut: 1) Mengajukan RUB beserta dokumen administrasi kepada PMT untuk dilakukan verifikasi awal; 2) Melakukan konsultasi dan koordinasi secara reguler sesuai kesepakatan dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pemecahan masalah kegiatan usaha simpan pinjam. 3) Melaporkan perkembangan kegiatan PUAP.

11/27/2010

15

PEMBERDAYAAN GAPOKTAN/KELOMPOKTANI
1. Pengembangan Usaha/Kewirausahaan Kelompok Langkah-langkah dalam pengembangan usaha agribisnis/ kewirausahaan kelompok antara lain sebagai berikut : 1) Menyusun rencana pembiayaan sarana produksi pertanian untuk usaha budidaya (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan) bagi anggota, yang tercantum di dalam rencana definitif GAPOKTAN/kelompoktani; 2) Menyusun perencanaan kebutuhan peralatan pengolahan hasil usaha agribisnis GAPOKTAN/kelompoktani; 3) Menjalin kerjasama/kemitraan usaha dengan pengusaha pengolahan/perdagangan hasil-hasil pertanian; 4) Menjalin kerjasama/kemitraan usaha dengan pihak penyedia peralatan-peralatan pertanian;
11/27/2010

16

Lanjutan 5) Mengembangkan kemampuan anggota Gapoktan dalam pengolahan produk-produk hasil pertanian; 6) Menyusun rencana kebutuhan sarana produksi pertanian.; 7) Menjalin kerjasama/kemitraan usaha dengan pihak penyedia sarana produksi, pengolahan, pemasaran hasil dan atau permodalan; 8) Merencanakan usaha sesuai permintaan pasar berdasarkan sumberdaya yang dimiliki; 9) Menjalin kerjasama/kemitraan usaha pemasaran dengan para pemasok kebutuhan pasar dan hasil produksi pertanian; 5) Mengelola administrasi secara baik dan tertib

11/27/2010

17

2. Penguatan Kelembagaan Gapoktan/Kelompoktani
Penyuluh pendamping memfasilitasi GAPOKTAN/kelompoktani untuk melakukan kegiatan sebagai berikut : 1) Mengadakan pertemuan/rapat anggota/rapat pengurus yang diselenggarakan secara berkala dan berkesinambungan; 2) Menyusun rencana kerja GAPOKTAN/kelompoktani secara bersama-sama dan dilaksanakan oleh para pelaksana sesuai dengan kesepakatan bersama dan setiap akhir pelaksanaan dilakukan evaluasi secara partisipasi; 3) Menyusun aturan/norma tertulis yang disepakati dan ditaati bersama; 4) Melakukan pencatatan administrasi GAPOKTAN/kelompoktani yang teratur dan rapih; 5) Mengakses informasi dan teknologi untuk usaha agribisnis GAPOKTAN/kelompoktani; 6) Menjalin kerjasama internal dan eksternal GAPOKTAN/kelompoktani;
11/27/2010

18

3. Fasilitasi Kemitraan Usaha Penyuluh pendamping memfasilitasi GAPOKTAN/kelompoktani dalam : Mengembangkan jiwa kewirausahaan; Pengembangan kemampuan manajerial; Memfasilitasi dan menjadi mediator dalam kemitraan usaha antara GAPOKTAN/kelompoktani dengan pengusaha pengolahan pemasaran hasil pertanian.

11/27/2010

19

PELAPORAN 1. Laporan Potensi Desa 1) Penyuluh Pendamping melakukan identifikasi potensi Desa yang meliputi kegiatan budidaya (tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan) dan kegiatan non budidaya (industri rumah tangga, pemasaran/bakulan dan usaha lainnya yang berbasis pertanian), sebagaimana dituangkan dalam Formulir 3. 2) Data Potensi Desa yang akan digunakan oleh Gapoktan/Poktan untuk menyusun Rencana Usaha Bersama (RUB) dan Rencana Usaha Kelompok (RUK).

11/27/2010

20

Formulir 3

LAPORAN IDENTIFIKASI POTENSI DESA
1. Desa 2. Kecamatan . Kabupaten/Kota . Provinsi . Nama Penyuluh 6. Alamat : : : : : : Potensi Luas Lahan/ Produktivitas Jumlah Rumah Populasi Tangga Tani Ternak

No. I

Kode Usaha Produktif

Catatan

USAHA BUDIDAYA 1 Tanaman Pangan a. Padi b. Jagung c. Kedelai d. Kacang Tanah e. Kacang Hijau f. Ubi Kayu g. Ubi Jalar h. Komoditas lainnya (sebutkan) *) 2 Hortikultura a. Bawang Merah b. Cabe Merah c. Kubis d. Tomat f. Kacang Panjang g. Pisang h. Jeruk i. Pepaya j. Nanas k. Anggrek l. Rimpang m. Komoditas lainnya (sebutkan) *)

11/27/2010

21

3 Perkebunan Kopi b. Lada c. Cengkeh d. Pala e. Nilam f. Jambu Mete g. Kelapa Dalam h. Komoditas lainnya (sebutkan) *) 4 Peternakan a. Ayam uras b. Itik c. urung Puyuh d. Kambing e. Domba f. Kelinci g. Ternak lainnya (sebutkan) *) Catatan : *) Yang dimaksud Komoditas/ternak lainnya adalah komoditas/ternak yang belum terdaftar dalam list, tapi mempunyai prospek pasar

No.

Kode Usaha Produktif

Jenis Usaha ada Tidak Ada

Potensi Transaksi Jual Beli Omset Pasar Harian Mingguan Bulanan (Rp.) Lokal Kab

Catatan

II USAHA NON BUDIDAYA a. Industri Rumah tangga yang terkait dengan potensi Desa b. Pemasaran Hasil Pertanian ( akulan, dll) c. Usaha lainnya (saprotan)
22

11/27/2010

2. Laporan Data Dasar Desa Disamping melakukan identifikasi potensi desa, Penyuluh Pendamping juga melakukan pengumpulan Data Dasar Desa berdasarkan instrumen yang tercantum dalam Formulir 4. Data Dasar Desa adalah data awal yang akan digunakan untuk menilai kinerja pelaksanaan PUAP. 3. Laporan Rencana Usaha Bersama (RUB) Penyuluh Pendamping menyampaikan RUB (Formulir 2) dan dokumen pendukungnya yang disusun oleh Gapoktan kepada PMT.

4. Laporan Perkembangan Kegiatan Usaha Agribisnis Penyuluh Pendamping menyampaikan laporan perkembangan usaha Gapoktan/kelompoktani (Formulir 5C Juknis Penyaluran BLM), disampaikan secara berkala setiap bulan kepada PMT dan Kepala Desa sebagai anggota Tim Teknis Kecamatan.
11/27/2010

23

Formulir 4

LAPORAN DATA DASAR DESA PUAP
1 2 / 4

No.

Data Dasar

Keadaan Ada Jumlah

Tidak Ada

Keterangan

1 2 4 B

G S

7

I S I

S 8 9 S / L 10 11 12
11/27/2010

L

24

Formulir 2 LAPORAN PENYALURAN DANA BLM-PUAP KEPADA KELOMPOK TANI
Bulan Tahun Nama Gapoktan Nama Ketua Desa Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi : : : : : : : :

No

Usaha Produktif

Satuan Volume (Ha, Ekor)

Nilai (Rp. 000)

I

Budidaya (on-farm) 1.1. Tanaman Pangan 1.2. Hortikultura 1.3. Peternakan 1.4. Perkebunan

II

Non Budidaya (off-farm) 2.1. Industri Rumah Tangga Pertanian 2.2. Pemasaran Hasil Pertanian Skala Mikro (Bakulan, dll) 2.3. Usaha Lain Berbasis Pertanian
TOTAL

11/27/2010

25

Formulir 5 C

LAPORAN PERKEMBANGAN USAHA GAPOKTAN
Bulan Tahun Nama Gapoktan Nama Poktan Nama Ketua Poktan Desa Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi No : : : : : : : : : Kode Usaha Produktif Modal Usaha Awal (Rp.) Nilai Usaha Akhir (Rp) Pendapatan (Rp)

Nama Poktan

Ket.

1

2

3

4

5

6=5-4

7

Total
«««««, ««««««««.. 2008 Ketua Gapoktan Ttd
11/27/2010

(Nama Anggota)

26

TERIMAKASIH WASSALAMU·ALAIKUM WR.WB.

27
11/27/2010

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->