UJIAN NASIONAL

pasal 31. Apabila menengok kembali sejarah ujian akhir siswa sekolah di Indonesia akan terlihat bahwa pola baku sistem ujian akhir untuk siswa seringkali berubah .BAB I PENDAHULUAN Kebijakan terakhir pemerintah tentang sistem pendidikan nasional tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. pasal 21. Ujian akhir bagi siswa sekolah dari tahun ke tahun sampai saat ini masih menjadi permasalahan tersendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia. nilai standar kelulusan sampai risiko yang harus ditanggung siswa tidak lulus. dan pasal 32 UUD RI Tahun 1945. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Mulai dari penetapan mata pelajaran yang diujikan. Dijelaskan dalam salah satu pertimbangannya. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menjadi pertimbangan diatas adalah pasal 29. bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional tidak memadai lagi dan perlu diganti serta perlu disempurnakan agar sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. pasal 28 C ayat (1).

siswa yang biasa-biasa saja (mungkin cenderung bodoh dan malas) berhasil lulus tetapi siswa yang mempunyai prestasi cukup baik malah tidak lulus. Bagaimana tidak jika kita melihat kenyataan yang terjadi. Hampir setiap ganti pejabat. Setiap pihak yang berkepentingan langsung ataupun tidak dengan ujian nasional saling mengeluarkan pendapatnya masing-masing dengan berbagai argumentasi. Kmeudian lahir berbagai asumsi- . Reaksi yang terjadi dari kejadian ini pasti akan timbul protes dari siswa itu sendiri ataupun orangtua murid dan gurunya. jika siswa gagal maka bisa dipastikan setengah dari masa depannya menjadi hilang. Jika sebelum menghadapi ujian mereka mengalami stress lalu setelah mereka mengikuti ujian dan gagal maka bisa dipastikan dia akan menjadi depresi. Bagaimana mungkin bisa dinalar seumpama jika ada orang yang malas bisa mengalahkan orang yang rajin?! Pepatah saja pasti membantahnya. secara logika hal ini tidak bisa diterima. kebijakan sistem juga ikut berganti rupa. Fenomena tentang ujian nasional yang terjadi sekarang ini. Kelulusan siswa dalam ujian nasioanl menjelma menjadi momok yang begitu menyeramkan dan mengkhawatirkan. mungkin akibat rasa malu dan putus asa. Bagaimana tidak. Jika melihat beberapa fenomena yang terjadi dalam kelulusan memang ada yang terasa aneh dan janggal.seiring dengan pergantian pejabat. orangtua murid ataupun guru. yang akhirnya menyebabkan mereka mengalami depresi. sejak pertama kali diberlakukannya ujian nasional (2004) hingga sekarang. berbagai polemik dan kontroversi selalu saja timbul baik yang pro ataupun kontra. sepertinya cukup ironis. baik bagi siswa.

karena jika itu dilakukan sama saja kita terjebak dalam lingkaran setan. Tapi yang pasti bukanlah tindakan yang bijak jika kita mencari kambing hitam dari permasalahan ini. .asumsi seperti adanya kecurangan manusia ataupun kesalahan teknis.

Bab I Ketentuan Umum. Yang kemudian diperjelas dalam Pasal 66 ayat (1) bahwa ³Penilaian hasil belajar sebagaimana dimaksud dalam pasal 63 ayat (1) butir c bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional´. Pemerintah yang dimaksud diatas adalah pemerintah pusat. Ujian Nasional biasa disingkat UN adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan. Pengertian Ujian Nasional Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 1 Ayat (19) dijelaskan bahwa ³Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan.´ Sedangkan pengertian ujian nasional berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 63 ayat (1) butir c adalah ³Penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh pemerintah´. Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia .BAB II UJIAN NASIONAL A. sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 pasal 21 ayat (28) bahwa ³pemerintah adalah pemerintah pusat´.

Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan. kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standar setting. Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan. menyeluruh.nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan. Yang di maksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). transparan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala. . Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu.

Seluruh soal dalam bentuk esai. Periode 1980-2001.B. mulai diselenggarakan ujian akhir nasional yang disebut Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas). tetapi di pusat rayon. ujian akhir disebut Ujian Penghabisan. Pengajaran. Pemerintah hanya menyusun pedoman dan panduan yang bersifat umum. Periode 1965-1971. dan Kebudayaan. Periode 1972-1979. meski terdapat satu atau beberapa mata pelajaran bernilai di bawah tiga. sedangkan EBTA untuk mata pelajaran non-Ebtanas. Ebtanas dikoordinasi pemerintah pusat dan EBTA dikoordinasi pemerintah provinsi. semua mata pelajaran diujikan dalam hajat yang disebut ujian negara. Waktu ujian juga ditentukan oleh pemerintah pusat. . pemerintah memberi kebebasan setiap sekolah atau sekelompok sekolah menyelenggarakan ujian sendiri. Dalam Ebtanas siswa dinyatakan lulus jika nilai ratarata seluruh mata pelajaran yang diujikan dalam Ebtanas adalah enam. Pembuatan soal dan proses penilaian dilakukan masing-masing sekolah atau kelompok. Model ujian akhir ini menggunakan dua bentuk: Ebtanas untuk mata pelajaran pokok. Sejarah Ujian Nasional Pada periode 1950-1960-an. Kelulusan ditentukan oleh kombinasi dua evaluasi tadi ditambah nilai ujian harian yang tertera di buku rapor. Bahan ujian dibuat oleh pemerintah pusat dan be rlaku untuk seluruh wilayah di Indonesia. Ujian Penghabisan diadakan secara nasional dan seluruh soal dibuat Departemen Pendidikan. Hasil ujian tidak diperiksa di sekolah tempat ujian.

Soal Ujian Akhir Nasional dibuat oleh Depdiknas dan pihak sekolah tidak bisa mengatrol nilai UAN. . Ebtanas diganti dengan penilaian hasil belajar secara nasional dan berubah menjadi Ujian Akhir Nasional (UAN) sejak 2002. Dalam UAN 2004 kelulusan siswa didapat berdasarkan nilai minimal pada setiap mata pelajaran 4. Dalam UAN 2003 siswa dinyatakan lulus jika memiliki nilai minimal 3. maka dengan terpaksa mereka dinyatakan tidak lulus atau hanya dinyatakan tamat sekolah. Para siswa yang tidak lulus UAN masih diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan UAN selang satu minggu sesudahnya.01.Pada 2002-2004. Kelulusan dalam UAN 2002 ditentukan oleh nilai mata pelajaran secara individual. Jika dalam ujian ulangan UAN siswa tetap memiliki nilai kurang dari angka tiga.01 pada setiap mata pelajaran dan nilai rata-ratanya minimal 6. Syarat nilai rata-rata minimal tidak diberlakukan lagi.

C. ayat (19). ayat (17). Landasan Konstitusional a. pasal 21 ayat (28). ayat (11). pasal 68 (terdiri dari 4 butir). pasal 59 (terdiri dari 3 ayat). Landasan Hukum Ujian Nasional 1. b. pasal 69 (terdiri dari 4 ayat). pasal 12 ayat (1) butir f. pasal 70 (terdiri dari 7 ayat). pasal 2 ayat (2). ayat (17). pasal 58 (terdiri dari 2 ayat). pasal 78 butir b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: pasal 1 ayat (3). ayat (6). pasal 35 (terdiri dari 4 ayat). pasal 57 (terdiri dari 2 ayat). pasal 72 (terdiri dari 2 ayat). pasal 67 (terdiri dari 3 ayat). ayat (20). ayat (22). Dan untuk lebih jelasnya. Berkaitan dengan landasan ini Ketua Makhamah Konstitusi Mahfud MD pernanh mengeluarkan penyataan bahwa ³kebijakankebijakan tentang Ujian Nasional dapat di-makhamah konstitusi-kan´1. 1 . pasal 63 ayat (1) butir c. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional: pasal 1 ayat (4). ayat (5). pasal 66 (terdiri dari 3 ayat). ayat (18). ayat (21). petikan dari landasan-landasan konstitusional Ujian Nasional diatas dapat dilihat dalam lampiranlampiran. pasal 71.

b. c. Bambang Sudibyo sebagai Mendiknas ±sebelum diganti oleh Mohammad Nuh± telah mengeluarkan empat paket Peraturan Menteri yang berkaitan dengan Ujian Nasional Tahun 2009/2010. Lalu berkaitan dengan pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2009/2010. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006. Landasan Operasional Pelaksanaan ujian nasional secara khusus diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (yang terakhir). pada tanggal 13 Oktober 2009. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. d. yaitu sebagai berikut: a. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. yakni: Peraturan Mendiknas Nomor 74 Tahun 2009 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2009/2010. .

ketentuan UN 2009/2010 tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan ketentuan UN 2008/2009. 3. Berikut ini petikannya: Pasal 5 1. Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB). dan Program Paket C Kejuruan Tahun 2010. Ujian praktik kejuruan untuk SMK dilaksanakan sebelum UN utama. UN utama untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan satu kali pada minggu keempat Maret 2010. Program Paket C. Program Paket B. dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2009/2010. . Peraturan Mendiknas Nomor 77 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket A. UN susulan dilaksanakan satu minggu setelah UN utama. Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB). Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). 4. Secara substansial. Peraturan Mendiknas Nomor 76 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan Tahun 2010. baik Standar Kompetensi Lulusan maupun ketentuan kelulusan. UN Tahun Pelajaran 2009/2010 dilaksanakan dua kali yaitu UN utama dan UN ulangan. UN utama untuk SMA/MA. 2.Peraturan Mendiknas Nomor 75 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). SMALB. dan SMK dilaksanakan pada minggu ketiga Maret 2010. 5.

meliputi: Bahasa Indonesia. dan SMK dilaksanakan minggu kedua Mei 2010. dan Teori Kejuruan. Tafsir. Mata Pelajaran UN MA Program Keagamaan. SMALB. Kimia. 5. Bahasa Asing lain yang diambil. Hadis. meliputi: Bahasa Indonesia. dan Biologi. 6. meliputi: Bahasa Indonesia. Matematika. Bahasa Inggris. Mata Pelajaran UN SMK meliputi: Bahasa Indonesia. 2. Bahasa Inggris. dan Matematika. Matematika. Sejarah Budaya/Antropologi. Ekonomi. Mata Pelajaran UN SMALB meliputi: Bahasa Indonesia. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPS. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPA. meliputi: Bahasa Indonesia. Matematika. dan . Fisika. dan Sastra Indonesia. Bahasa Inggris. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program Bahasa. dan Geografi. Bahasa Inggris. Bahasa Inggris. dan Fikih. Sosiologi. Pasal 7 Mata pelajaran yang diujikan pada UN: 1.Pasal 6 1. 3. 4. UN Ulangan untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan minggu ketiga Mei 2010. 2. Matematika. Matematika. UN Ulangan untuk SMA/MA. Bahasa Inggris.

Pasal 8 Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional (SKLUN) Tahun Pelajaran 2009/2010 merupakan irisan (interseksi) dari pokok bahasan/sub pokok bahasan Kurikulum 1994.7.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. Matematika. dan Standar Isi.50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. (2) Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan di atas nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan SMPLB meliputi: Bahasa Indonesia. khusus untuk SMK. Mata Pelajaran UN SMP/MTs. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004. sebelum pelaksanaan UN. Pasal 20 (1) Peserta UN SMP/MTs. nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7. SMPLB. dengan nilai minimal 4. SMALB.00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4. dan SMK dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut: memiliki nilai rata-rata minimal 5. SMA/MA.25 untuk mata pelajaran lainnya. Bahasa Inggris. . (3) Peserta UN diberi surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) yang diterbitkan oleh sekolah/madrasah penyelenggara. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Dugaan tentang kenaikan kriteria kelulusan ternyata juga tidak terbukti. satu ruang ujian dapat diisi sekitar 20 siswa dari lima sekolah. jarak maupun sarana dan prasarana satu sekolah dengan sekolah yang lain tak sama. peraturan itu mendapat protes dari berbagai daerah karena banyaknya kendala.UN utama dilaksanakan pada bulan Maret 2010. Namun. . Sebelumnya. Jadi.Jika sebelumnya berkembang pendapat di kalangan pendidik bahwa akan ada perubahan yang cukup mendasar. salah satu perubahan penting lainnya adalah membatalkan aturan mencampur siswa dari berbagai sekolah menjadi satu. Yang sedikit agak berbeda mungkin waktu pelaksanaan UN yang biasanya berlangsung pada bulan April. tetapi ternyata dari petikan ketentuan diatas dapat disimpulkan bahwa tidak ada perubahan mendasar tentang SKL (Standar Kompetensi Lulusan) yang diduga murni mengacu pada standar isi. pemerintah berencana memperketat pengawasan ujian dengan mencampur beberapa siswa dari berbagai sekolah menjadi satu. Untuk tahun 2009/2010. Demikian juga halnya dengan kriteria kelulusan. antara lain. Selain itu.

80 79. Artinya. sekolah (guru) dan murid.69 95.92 92. kecuali pada tahun 2008 yang keseluruhannya mengalami penurunan.52 76. range persentase kelulusan antara siswa SMA dan MA tidak terpaut jauh. Tingkat Keberhasilan Pelaksanaan Ujian Nasional Berikut adalah grafik tetang persentase keberhasilan pelaksanaan ujian nasional.06 91.86 IPS SMA MA 80.50 91. baik internal ataupun eksternal.79 90.38 96.33 81.28 91.72 87.71 IPA SMA MA 90.70 92.16 95. seperti pemerintah (DIKNAS).68 94. . hal tersebut terjadi karena disebabkan beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah: a. tingkat kompetisi siswa MA juga kian tinggi.54 92.21 90.28 88. Internal Yang dimaksud dengan internal disini adalah faktor yang bersumber dari kalangan pendidikan itu sendiri.73 88. Berkaitan dengan hasil ujian nasional tahun 2008 yang keseluruhannya mengalami penurunan.19 90.45 87. Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Bahasa SMA MA 86. Memang salah satu tujuan utama dari dibuatnya kebijakan ujian nasional adalah pemerataan pendidikan.94 91.21 Sumber: Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sebagai ilustrasi.09 77.99 79.54 90. kenaikan yang menggembirakan ditunjukkan siswa MA.39 92.75 89.31 91. grafik tingkat kelulusan siswa SMA dari tahun ke tahun menunjukkan kenaikan.24 79.77 88.38 94. Dalam tiga tahun ini. Bahkan.06 91.07 89.31 91.D.

hasil kelulusannya tinggi. Jika standar pendidikan kita belum merata.org/dpr-undang-ma-dan-diknas-bahas-un. E. ekonomi ataupun force major (kejadian/bencana alam). kita setuju. ternyata tingkat kelulusannya rendah. Pendapat-Pendapat Tentang Ujian Nasional Untuk lebih memperkaya pemahaman kita akan ujian nasional beserta polemik didalamnya. 3 http://ujiannasional. Artinya. ketika diadakan ujian ulangan dengan pengawasan ketat. Jadi. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional: ³Di beberapa daerah yang mengalami kebocoran soal ujian nasional pada tahun lalu (2009). Jangan sampai UN itu membawa korban pada siswa dan sekolah-sekolah yang belum mencapai standar pelayanan minimum. tingkat kelulusan juga dipengaruhi intervensi dari luar´. Namun.org/peluang-kelulusan-peserta-un-2010-bisa-lebih-besar. Akan tetapi. Ketua Panitia Kerja Ujian Nasional Komisi X DPR RI: ³Tidak setuju jika UN ditempatkan sebagai satu-satunya ukuran kelulusan.2 Mansyur Ramli. jika UN diposisikan sebagai alat ukur kualitas pendidikan serta untuk memetakan mutu pendidikan. Eksternal Yang dimaksud faktor eksternal disini adalah faktor yang bersumber dari luar pendidikan yang mempunyai pengaruh langsung terhadap dunia pendidikan. Tetapi perubahan itu kita siapkan untuk UN berikutnya supaya hasil UN jangan lagi merugikan siswa´.htm (diakses tanggal 10 Februari 2009) 2 . seperti faktor politik. Berikut adalah petikannya: Rully Chairul Azwar. ada baiknya kita simak beberapa pendapat para ahli yang berkompeten didalamnya. tingkat kepercayaan diri menentukan.htm (diakses tanggal 10 Februari 2009) 3 http://ujiannasional.b.

Ketika anaknya tidak lulus.´ ³Dengan Ujian Nasional maka akan ada standar pendidikan.com/read/2009/12/30/1322030/UN.ac.Tetap.Kisruh.kompas.Apresiasi. Mereka yang tidak lulus saja yang merasa kecewa.Syafri Sairin. sedangkan EBTANAS itu untuk pemerintah (Kementerian Pendidikan Nasional) agar tetap bisa mengendalikan mutu. Sekarang keadaannya tidak seperti itu.EBTA/E BTANAS! (diakses tanggal 10 Februari 2009) 6 http://www.Semua. Para anak-anak dan orang tua menjadi bangga tatkala lulus ujian. Menteri Pendidikan Nasional RI (2009-2014): Jumat (8/1/2010).ke. Orang tua menganggapnya bahwa anaknya masih memiliki kekurangan. sehingga perlu ditingkatkan kemampuannya.UN (diakses tanggal 10 Februari 2009) 5 http://edukasi. Pengamat pendidikan: Dalam Diskusi Publik Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) sebagai Alat Evaluasi Keberhasilan Pendidikan di Jakarta. Tetapi jangan kemudian kebijakan itu (baca: UN) dihilangkan hanya untuk menghindari kekecewaan orang yang tidak lulus itu.id/ (diakses tanggal 10 Februari 2009) 4 .´ 5 Prof. apa pun itu. kemudian mereka stress maka orang tuanya ikut-ikutan stress.Kembali. menyikapinya secara tidak berlebihan.´6 http://edukasi.kompas. Kalau tidak peduli. karena pandangan pandangan itu menunjukkan kepedulian masyarakat yang tinggi terhadap pendidikan. Jika itu tidak ada maka akan sulit bagi pemerintah mendorong lembaga pendidikan untuk maju secara terus menerus.ten tang. tuntutan selama ini kan begitu. Kamis (28/1/2010). Bukankah selama bertahun-tahun mereka belajar itu akhirnya hanya giat belajar soal-soal ujian?.com/read/2009/12/30/1322030/Mendiknas.Mohammad Nuh. ³Sudah saatnya kebijakan ujian dikembalikan ke format EBTA/EBTANAS sebagai jalan tengah. bahwa satuan pendidikan juga perlu dilibatkan dalam kelulusan anak didiknya sendiri. Kenapa. Siapa yang jamin anak sekarang belajar lebih giat dan cerdas karena UN.´Pemerintah memberikan apresiasi terhadap pandanganpandangan masyarakat terkait UN."4 Darmaningtyas.uin-malang.Saja. Guru Besar Antropologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta: Rabu (6/12/2009). masyarakat tidak akan komentar apa-apa. EBTA itu ruang untuk guru dan sekolah.Pandangan. Jika ada anak tidak lulus. Sikap orang tua dulu dalam menyikapi hasil ujian anak-anaknya tidak seperti sekarang. Ujian Nasional bagaimana pun dianggap penting.

.BAB III Kesimpulan Ujian nasional adalah kegiatan evaluasi pendidikan yang dilakukan pemerintah secara nasional untuk menilai pencapaian kompentensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan di jenjang pendidikan dasar dan menengah.