Makalah Tentang Ujian Nasional

UJIAN NASIONAL

nilai standar kelulusan sampai risiko yang harus ditanggung siswa tidak lulus. pasal 31. pasal 21. Ujian akhir bagi siswa sekolah dari tahun ke tahun sampai saat ini masih menjadi permasalahan tersendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia. Mulai dari penetapan mata pelajaran yang diujikan. pasal 28 C ayat (1). dan pasal 32 UUD RI Tahun 1945. Apabila menengok kembali sejarah ujian akhir siswa sekolah di Indonesia akan terlihat bahwa pola baku sistem ujian akhir untuk siswa seringkali berubah . Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menjadi pertimbangan diatas adalah pasal 29. bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional tidak memadai lagi dan perlu diganti serta perlu disempurnakan agar sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dijelaskan dalam salah satu pertimbangannya. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.BAB I PENDAHULUAN Kebijakan terakhir pemerintah tentang sistem pendidikan nasional tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003.

Kmeudian lahir berbagai asumsi- . mungkin akibat rasa malu dan putus asa.seiring dengan pergantian pejabat. Reaksi yang terjadi dari kejadian ini pasti akan timbul protes dari siswa itu sendiri ataupun orangtua murid dan gurunya. siswa yang biasa-biasa saja (mungkin cenderung bodoh dan malas) berhasil lulus tetapi siswa yang mempunyai prestasi cukup baik malah tidak lulus. Bagaimana tidak jika kita melihat kenyataan yang terjadi. kebijakan sistem juga ikut berganti rupa. baik bagi siswa. Bagaimana tidak. sejak pertama kali diberlakukannya ujian nasional (2004) hingga sekarang. jika siswa gagal maka bisa dipastikan setengah dari masa depannya menjadi hilang. Jika sebelum menghadapi ujian mereka mengalami stress lalu setelah mereka mengikuti ujian dan gagal maka bisa dipastikan dia akan menjadi depresi. sepertinya cukup ironis. berbagai polemik dan kontroversi selalu saja timbul baik yang pro ataupun kontra. orangtua murid ataupun guru. yang akhirnya menyebabkan mereka mengalami depresi. Hampir setiap ganti pejabat. Setiap pihak yang berkepentingan langsung ataupun tidak dengan ujian nasional saling mengeluarkan pendapatnya masing-masing dengan berbagai argumentasi. Bagaimana mungkin bisa dinalar seumpama jika ada orang yang malas bisa mengalahkan orang yang rajin?! Pepatah saja pasti membantahnya. secara logika hal ini tidak bisa diterima. Fenomena tentang ujian nasional yang terjadi sekarang ini. Kelulusan siswa dalam ujian nasioanl menjelma menjadi momok yang begitu menyeramkan dan mengkhawatirkan. Jika melihat beberapa fenomena yang terjadi dalam kelulusan memang ada yang terasa aneh dan janggal.

karena jika itu dilakukan sama saja kita terjebak dalam lingkaran setan. . Tapi yang pasti bukanlah tindakan yang bijak jika kita mencari kambing hitam dari permasalahan ini.asumsi seperti adanya kecurangan manusia ataupun kesalahan teknis.

Bab I Ketentuan Umum.´ Sedangkan pengertian ujian nasional berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 63 ayat (1) butir c adalah ³Penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh pemerintah´. Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia . Pengertian Ujian Nasional Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Ujian Nasional biasa disingkat UN adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan. Yang kemudian diperjelas dalam Pasal 66 ayat (1) bahwa ³Penilaian hasil belajar sebagaimana dimaksud dalam pasal 63 ayat (1) butir c bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional´. sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 pasal 21 ayat (28) bahwa ³pemerintah adalah pemerintah pusat´. Pemerintah yang dimaksud diatas adalah pemerintah pusat. Pasal 1 Ayat (19) dijelaskan bahwa ³Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan.BAB II UJIAN NASIONAL A.

Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala. Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standar setting. Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan. dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan. . transparan. Yang di maksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score).nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. menyeluruh. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar. Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan.

meski terdapat satu atau beberapa mata pelajaran bernilai di bawah tiga. ujian akhir disebut Ujian Penghabisan. Sejarah Ujian Nasional Pada periode 1950-1960-an. Pengajaran. Pemerintah hanya menyusun pedoman dan panduan yang bersifat umum. Hasil ujian tidak diperiksa di sekolah tempat ujian. tetapi di pusat rayon. Periode 1972-1979. Bahan ujian dibuat oleh pemerintah pusat dan be rlaku untuk seluruh wilayah di Indonesia. Ujian Penghabisan diadakan secara nasional dan seluruh soal dibuat Departemen Pendidikan.B. pemerintah memberi kebebasan setiap sekolah atau sekelompok sekolah menyelenggarakan ujian sendiri. Ebtanas dikoordinasi pemerintah pusat dan EBTA dikoordinasi pemerintah provinsi. Dalam Ebtanas siswa dinyatakan lulus jika nilai ratarata seluruh mata pelajaran yang diujikan dalam Ebtanas adalah enam. Seluruh soal dalam bentuk esai. Waktu ujian juga ditentukan oleh pemerintah pusat. Pembuatan soal dan proses penilaian dilakukan masing-masing sekolah atau kelompok. . Kelulusan ditentukan oleh kombinasi dua evaluasi tadi ditambah nilai ujian harian yang tertera di buku rapor. Periode 1965-1971. Model ujian akhir ini menggunakan dua bentuk: Ebtanas untuk mata pelajaran pokok. sedangkan EBTA untuk mata pelajaran non-Ebtanas. Periode 1980-2001. dan Kebudayaan. semua mata pelajaran diujikan dalam hajat yang disebut ujian negara. mulai diselenggarakan ujian akhir nasional yang disebut Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas).

Ebtanas diganti dengan penilaian hasil belajar secara nasional dan berubah menjadi Ujian Akhir Nasional (UAN) sejak 2002. Soal Ujian Akhir Nasional dibuat oleh Depdiknas dan pihak sekolah tidak bisa mengatrol nilai UAN. Kelulusan dalam UAN 2002 ditentukan oleh nilai mata pelajaran secara individual. Para siswa yang tidak lulus UAN masih diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan UAN selang satu minggu sesudahnya. . maka dengan terpaksa mereka dinyatakan tidak lulus atau hanya dinyatakan tamat sekolah.01. Syarat nilai rata-rata minimal tidak diberlakukan lagi.Pada 2002-2004.01 pada setiap mata pelajaran dan nilai rata-ratanya minimal 6. Dalam UAN 2004 kelulusan siswa didapat berdasarkan nilai minimal pada setiap mata pelajaran 4. Dalam UAN 2003 siswa dinyatakan lulus jika memiliki nilai minimal 3. Jika dalam ujian ulangan UAN siswa tetap memiliki nilai kurang dari angka tiga.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional: pasal 1 ayat (4). ayat (11). Berkaitan dengan landasan ini Ketua Makhamah Konstitusi Mahfud MD pernanh mengeluarkan penyataan bahwa ³kebijakankebijakan tentang Ujian Nasional dapat di-makhamah konstitusi-kan´1. ayat (22). pasal 71. ayat (18). pasal 58 (terdiri dari 2 ayat). pasal 59 (terdiri dari 3 ayat). pasal 78 butir b. ayat (19). petikan dari landasan-landasan konstitusional Ujian Nasional diatas dapat dilihat dalam lampiranlampiran. ayat (20). ayat (17). pasal 67 (terdiri dari 3 ayat). pasal 63 ayat (1) butir c.C. 1 . pasal 72 (terdiri dari 2 ayat). Dan untuk lebih jelasnya. pasal 68 (terdiri dari 4 butir). pasal 66 (terdiri dari 3 ayat). pasal 57 (terdiri dari 2 ayat). pasal 70 (terdiri dari 7 ayat). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: pasal 1 ayat (3). b. pasal 2 ayat (2). pasal 35 (terdiri dari 4 ayat). pasal 21 ayat (28). ayat (6). Landasan Hukum Ujian Nasional 1. pasal 12 ayat (1) butir f. ayat (17). pasal 69 (terdiri dari 4 ayat). ayat (21). ayat (5). Landasan Konstitusional a.

c. d. yakni: Peraturan Mendiknas Nomor 74 Tahun 2009 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2009/2010. pada tanggal 13 Oktober 2009. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. .2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. yaitu sebagai berikut: a. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Landasan Operasional Pelaksanaan ujian nasional secara khusus diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (yang terakhir). Lalu berkaitan dengan pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2009/2010. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006. b. Bambang Sudibyo sebagai Mendiknas ±sebelum diganti oleh Mohammad Nuh± telah mengeluarkan empat paket Peraturan Menteri yang berkaitan dengan Ujian Nasional Tahun 2009/2010.

5. . Secara substansial. Peraturan Mendiknas Nomor 76 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan Tahun 2010. 4. UN utama untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan satu kali pada minggu keempat Maret 2010.Peraturan Mendiknas Nomor 75 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB). dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2009/2010. UN utama untuk SMA/MA. baik Standar Kompetensi Lulusan maupun ketentuan kelulusan. Program Paket C. ketentuan UN 2009/2010 tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan ketentuan UN 2008/2009. 3. dan SMK dilaksanakan pada minggu ketiga Maret 2010. Berikut ini petikannya: Pasal 5 1. 2. Program Paket B. Ujian praktik kejuruan untuk SMK dilaksanakan sebelum UN utama. SMALB. UN susulan dilaksanakan satu minggu setelah UN utama. Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB). dan Program Paket C Kejuruan Tahun 2010. Peraturan Mendiknas Nomor 77 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket A. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). UN Tahun Pelajaran 2009/2010 dilaksanakan dua kali yaitu UN utama dan UN ulangan.

2. Matematika. dan Matematika. Hadis. meliputi: Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. UN Ulangan untuk SMA/MA. 4. Matematika. Fisika. 5. Bahasa Inggris. Bahasa Inggris. dan SMK dilaksanakan minggu kedua Mei 2010. Bahasa Inggris. meliputi: Bahasa Indonesia. meliputi: Bahasa Indonesia. UN Ulangan untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan minggu ketiga Mei 2010. Matematika. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program Bahasa. dan Sastra Indonesia. 6. dan . Pasal 7 Mata pelajaran yang diujikan pada UN: 1. Bahasa Asing lain yang diambil. Sejarah Budaya/Antropologi. Bahasa Inggris. 2. Sosiologi. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPS. Matematika. Mata Pelajaran UN SMALB meliputi: Bahasa Indonesia. dan Biologi. Tafsir. Bahasa Inggris. dan Fikih. SMALB. Mata Pelajaran UN SMK meliputi: Bahasa Indonesia. Ekonomi. Mata Pelajaran UN MA Program Keagamaan. meliputi: Bahasa Indonesia. dan Geografi.Pasal 6 1. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPA. dan Teori Kejuruan. Kimia. 3. Matematika.

dan SMK dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut: memiliki nilai rata-rata minimal 5. (2) Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan di atas nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 8 Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional (SKLUN) Tahun Pelajaran 2009/2010 merupakan irisan (interseksi) dari pokok bahasan/sub pokok bahasan Kurikulum 1994. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). dan Standar Isi. SMA/MA. Bahasa Inggris. khusus untuk SMK. Pasal 20 (1) Peserta UN SMP/MTs. Mata Pelajaran UN SMP/MTs.25 untuk mata pelajaran lainnya. SMALB. nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7. dan SMPLB meliputi: Bahasa Indonesia.00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.7. sebelum pelaksanaan UN.50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. (3) Peserta UN diberi surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) yang diterbitkan oleh sekolah/madrasah penyelenggara. SMPLB. . Matematika. dengan nilai minimal 4.

Sebelumnya. Demikian juga halnya dengan kriteria kelulusan. Dugaan tentang kenaikan kriteria kelulusan ternyata juga tidak terbukti. Namun. peraturan itu mendapat protes dari berbagai daerah karena banyaknya kendala. jarak maupun sarana dan prasarana satu sekolah dengan sekolah yang lain tak sama. Jadi. pemerintah berencana memperketat pengawasan ujian dengan mencampur beberapa siswa dari berbagai sekolah menjadi satu.Jika sebelumnya berkembang pendapat di kalangan pendidik bahwa akan ada perubahan yang cukup mendasar. satu ruang ujian dapat diisi sekitar 20 siswa dari lima sekolah. antara lain. . salah satu perubahan penting lainnya adalah membatalkan aturan mencampur siswa dari berbagai sekolah menjadi satu. Selain itu.UN utama dilaksanakan pada bulan Maret 2010. Yang sedikit agak berbeda mungkin waktu pelaksanaan UN yang biasanya berlangsung pada bulan April. Untuk tahun 2009/2010. tetapi ternyata dari petikan ketentuan diatas dapat disimpulkan bahwa tidak ada perubahan mendasar tentang SKL (Standar Kompetensi Lulusan) yang diduga murni mengacu pada standar isi.

Berkaitan dengan hasil ujian nasional tahun 2008 yang keseluruhannya mengalami penurunan.07 89.D.68 94. sekolah (guru) dan murid.86 IPS SMA MA 80.28 88.06 91.80 79.94 91.45 87.06 91.28 91.70 92. grafik tingkat kelulusan siswa SMA dari tahun ke tahun menunjukkan kenaikan.54 90.69 95. Internal Yang dimaksud dengan internal disini adalah faktor yang bersumber dari kalangan pendidikan itu sendiri.50 91. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah: a. Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Bahasa SMA MA 86. hal tersebut terjadi karena disebabkan beberapa faktor.38 94. tingkat kompetisi siswa MA juga kian tinggi. Tingkat Keberhasilan Pelaksanaan Ujian Nasional Berikut adalah grafik tetang persentase keberhasilan pelaksanaan ujian nasional.39 92. .79 90. kenaikan yang menggembirakan ditunjukkan siswa MA. kecuali pada tahun 2008 yang keseluruhannya mengalami penurunan.38 96. Bahkan.52 76. Memang salah satu tujuan utama dari dibuatnya kebijakan ujian nasional adalah pemerataan pendidikan.31 91.21 90.72 87.77 88. Dalam tiga tahun ini.16 95.75 89.31 91.99 79.73 88. range persentase kelulusan antara siswa SMA dan MA tidak terpaut jauh.71 IPA SMA MA 90.24 79.33 81. Artinya.54 92.92 92. baik internal ataupun eksternal. seperti pemerintah (DIKNAS).21 Sumber: Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sebagai ilustrasi.09 77.19 90.

Jadi. Ketua Panitia Kerja Ujian Nasional Komisi X DPR RI: ³Tidak setuju jika UN ditempatkan sebagai satu-satunya ukuran kelulusan. Akan tetapi. Eksternal Yang dimaksud faktor eksternal disini adalah faktor yang bersumber dari luar pendidikan yang mempunyai pengaruh langsung terhadap dunia pendidikan. E.htm (diakses tanggal 10 Februari 2009) 3 http://ujiannasional. tingkat kelulusan juga dipengaruhi intervensi dari luar´.htm (diakses tanggal 10 Februari 2009) 2 .org/dpr-undang-ma-dan-diknas-bahas-un.b. 3 http://ujiannasional. Tetapi perubahan itu kita siapkan untuk UN berikutnya supaya hasil UN jangan lagi merugikan siswa´. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional: ³Di beberapa daerah yang mengalami kebocoran soal ujian nasional pada tahun lalu (2009). Jika standar pendidikan kita belum merata.org/peluang-kelulusan-peserta-un-2010-bisa-lebih-besar. Artinya. jika UN diposisikan sebagai alat ukur kualitas pendidikan serta untuk memetakan mutu pendidikan. Jangan sampai UN itu membawa korban pada siswa dan sekolah-sekolah yang belum mencapai standar pelayanan minimum. hasil kelulusannya tinggi. ketika diadakan ujian ulangan dengan pengawasan ketat. ekonomi ataupun force major (kejadian/bencana alam). seperti faktor politik. Pendapat-Pendapat Tentang Ujian Nasional Untuk lebih memperkaya pemahaman kita akan ujian nasional beserta polemik didalamnya. tingkat kepercayaan diri menentukan. kita setuju.2 Mansyur Ramli. Berikut adalah petikannya: Rully Chairul Azwar. ternyata tingkat kelulusannya rendah. ada baiknya kita simak beberapa pendapat para ahli yang berkompeten didalamnya. Namun.

Kisruh. Siapa yang jamin anak sekarang belajar lebih giat dan cerdas karena UN.EBTA/E BTANAS! (diakses tanggal 10 Februari 2009) 6 http://www. Pengamat pendidikan: Dalam Diskusi Publik Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) sebagai Alat Evaluasi Keberhasilan Pendidikan di Jakarta. Jika ada anak tidak lulus."4 Darmaningtyas.UN (diakses tanggal 10 Februari 2009) 5 http://edukasi. EBTA itu ruang untuk guru dan sekolah. sedangkan EBTANAS itu untuk pemerintah (Kementerian Pendidikan Nasional) agar tetap bisa mengendalikan mutu. sehingga perlu ditingkatkan kemampuannya. Sekarang keadaannya tidak seperti itu. kemudian mereka stress maka orang tuanya ikut-ikutan stress. Ujian Nasional bagaimana pun dianggap penting. apa pun itu.Semua.´ ³Dengan Ujian Nasional maka akan ada standar pendidikan. Kalau tidak peduli. Ketika anaknya tidak lulus.com/read/2009/12/30/1322030/UN.´6 http://edukasi. Sikap orang tua dulu dalam menyikapi hasil ujian anak-anaknya tidak seperti sekarang.uin-malang. tuntutan selama ini kan begitu. ³Sudah saatnya kebijakan ujian dikembalikan ke format EBTA/EBTANAS sebagai jalan tengah.Apresiasi.Syafri Sairin.Saja.kompas.Kembali.´Pemerintah memberikan apresiasi terhadap pandanganpandangan masyarakat terkait UN.ten tang. masyarakat tidak akan komentar apa-apa.ac.´ 5 Prof.Pandangan. Mereka yang tidak lulus saja yang merasa kecewa. karena pandangan pandangan itu menunjukkan kepedulian masyarakat yang tinggi terhadap pendidikan. Para anak-anak dan orang tua menjadi bangga tatkala lulus ujian. Guru Besar Antropologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta: Rabu (6/12/2009). Kamis (28/1/2010). Tetapi jangan kemudian kebijakan itu (baca: UN) dihilangkan hanya untuk menghindari kekecewaan orang yang tidak lulus itu.Tetap.com/read/2009/12/30/1322030/Mendiknas.Mohammad Nuh. Bukankah selama bertahun-tahun mereka belajar itu akhirnya hanya giat belajar soal-soal ujian?.id/ (diakses tanggal 10 Februari 2009) 4 .kompas. Menteri Pendidikan Nasional RI (2009-2014): Jumat (8/1/2010). Kenapa. Jika itu tidak ada maka akan sulit bagi pemerintah mendorong lembaga pendidikan untuk maju secara terus menerus. Orang tua menganggapnya bahwa anaknya masih memiliki kekurangan. menyikapinya secara tidak berlebihan.ke. bahwa satuan pendidikan juga perlu dilibatkan dalam kelulusan anak didiknya sendiri.

BAB III Kesimpulan Ujian nasional adalah kegiatan evaluasi pendidikan yang dilakukan pemerintah secara nasional untuk menilai pencapaian kompentensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan di jenjang pendidikan dasar dan menengah. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful