UJIAN NASIONAL

Dijelaskan dalam salah satu pertimbangannya. pasal 28 C ayat (1). Apabila menengok kembali sejarah ujian akhir siswa sekolah di Indonesia akan terlihat bahwa pola baku sistem ujian akhir untuk siswa seringkali berubah . bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional tidak memadai lagi dan perlu diganti serta perlu disempurnakan agar sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. pasal 21.BAB I PENDAHULUAN Kebijakan terakhir pemerintah tentang sistem pendidikan nasional tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Ujian akhir bagi siswa sekolah dari tahun ke tahun sampai saat ini masih menjadi permasalahan tersendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. pasal 31. dan pasal 32 UUD RI Tahun 1945. nilai standar kelulusan sampai risiko yang harus ditanggung siswa tidak lulus. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menjadi pertimbangan diatas adalah pasal 29. Mulai dari penetapan mata pelajaran yang diujikan.

Setiap pihak yang berkepentingan langsung ataupun tidak dengan ujian nasional saling mengeluarkan pendapatnya masing-masing dengan berbagai argumentasi. kebijakan sistem juga ikut berganti rupa. Bagaimana tidak jika kita melihat kenyataan yang terjadi. Reaksi yang terjadi dari kejadian ini pasti akan timbul protes dari siswa itu sendiri ataupun orangtua murid dan gurunya. orangtua murid ataupun guru. Fenomena tentang ujian nasional yang terjadi sekarang ini. berbagai polemik dan kontroversi selalu saja timbul baik yang pro ataupun kontra. jika siswa gagal maka bisa dipastikan setengah dari masa depannya menjadi hilang.seiring dengan pergantian pejabat. Jika sebelum menghadapi ujian mereka mengalami stress lalu setelah mereka mengikuti ujian dan gagal maka bisa dipastikan dia akan menjadi depresi. Kelulusan siswa dalam ujian nasioanl menjelma menjadi momok yang begitu menyeramkan dan mengkhawatirkan. Jika melihat beberapa fenomena yang terjadi dalam kelulusan memang ada yang terasa aneh dan janggal. yang akhirnya menyebabkan mereka mengalami depresi. Bagaimana tidak. secara logika hal ini tidak bisa diterima. Hampir setiap ganti pejabat. mungkin akibat rasa malu dan putus asa. baik bagi siswa. Bagaimana mungkin bisa dinalar seumpama jika ada orang yang malas bisa mengalahkan orang yang rajin?! Pepatah saja pasti membantahnya. siswa yang biasa-biasa saja (mungkin cenderung bodoh dan malas) berhasil lulus tetapi siswa yang mempunyai prestasi cukup baik malah tidak lulus. sepertinya cukup ironis. Kmeudian lahir berbagai asumsi- . sejak pertama kali diberlakukannya ujian nasional (2004) hingga sekarang.

karena jika itu dilakukan sama saja kita terjebak dalam lingkaran setan. Tapi yang pasti bukanlah tindakan yang bijak jika kita mencari kambing hitam dari permasalahan ini.asumsi seperti adanya kecurangan manusia ataupun kesalahan teknis. .

BAB II UJIAN NASIONAL A. Pasal 1 Ayat (19) dijelaskan bahwa ³Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Ujian Nasional biasa disingkat UN adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan. Pemerintah yang dimaksud diatas adalah pemerintah pusat. Bab I Ketentuan Umum. Pengertian Ujian Nasional Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.´ Sedangkan pengertian ujian nasional berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 63 ayat (1) butir c adalah ³Penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh pemerintah´. sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 pasal 21 ayat (28) bahwa ³pemerintah adalah pemerintah pusat´. Yang kemudian diperjelas dalam Pasal 66 ayat (1) bahwa ³Penilaian hasil belajar sebagaimana dimaksud dalam pasal 63 ayat (1) butir c bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional´. Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia .

Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan. dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan. kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standar setting. Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. menyeluruh. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan. . Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala.nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Yang di maksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). transparan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.

sedangkan EBTA untuk mata pelajaran non-Ebtanas. Bahan ujian dibuat oleh pemerintah pusat dan be rlaku untuk seluruh wilayah di Indonesia. Periode 1965-1971. semua mata pelajaran diujikan dalam hajat yang disebut ujian negara.B. Seluruh soal dalam bentuk esai. pemerintah memberi kebebasan setiap sekolah atau sekelompok sekolah menyelenggarakan ujian sendiri. meski terdapat satu atau beberapa mata pelajaran bernilai di bawah tiga. Kelulusan ditentukan oleh kombinasi dua evaluasi tadi ditambah nilai ujian harian yang tertera di buku rapor. ujian akhir disebut Ujian Penghabisan. Pembuatan soal dan proses penilaian dilakukan masing-masing sekolah atau kelompok. Ebtanas dikoordinasi pemerintah pusat dan EBTA dikoordinasi pemerintah provinsi. Sejarah Ujian Nasional Pada periode 1950-1960-an. Dalam Ebtanas siswa dinyatakan lulus jika nilai ratarata seluruh mata pelajaran yang diujikan dalam Ebtanas adalah enam. Periode 1980-2001. Ujian Penghabisan diadakan secara nasional dan seluruh soal dibuat Departemen Pendidikan. Periode 1972-1979. Pemerintah hanya menyusun pedoman dan panduan yang bersifat umum. Waktu ujian juga ditentukan oleh pemerintah pusat. Model ujian akhir ini menggunakan dua bentuk: Ebtanas untuk mata pelajaran pokok. mulai diselenggarakan ujian akhir nasional yang disebut Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas). tetapi di pusat rayon. Hasil ujian tidak diperiksa di sekolah tempat ujian. dan Kebudayaan. . Pengajaran.

Syarat nilai rata-rata minimal tidak diberlakukan lagi. Dalam UAN 2003 siswa dinyatakan lulus jika memiliki nilai minimal 3.Pada 2002-2004.01 pada setiap mata pelajaran dan nilai rata-ratanya minimal 6. Soal Ujian Akhir Nasional dibuat oleh Depdiknas dan pihak sekolah tidak bisa mengatrol nilai UAN. maka dengan terpaksa mereka dinyatakan tidak lulus atau hanya dinyatakan tamat sekolah. Jika dalam ujian ulangan UAN siswa tetap memiliki nilai kurang dari angka tiga. Para siswa yang tidak lulus UAN masih diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan UAN selang satu minggu sesudahnya. Kelulusan dalam UAN 2002 ditentukan oleh nilai mata pelajaran secara individual. Ebtanas diganti dengan penilaian hasil belajar secara nasional dan berubah menjadi Ujian Akhir Nasional (UAN) sejak 2002. Dalam UAN 2004 kelulusan siswa didapat berdasarkan nilai minimal pada setiap mata pelajaran 4.01. .

pasal 2 ayat (2). petikan dari landasan-landasan konstitusional Ujian Nasional diatas dapat dilihat dalam lampiranlampiran. Landasan Konstitusional a. Berkaitan dengan landasan ini Ketua Makhamah Konstitusi Mahfud MD pernanh mengeluarkan penyataan bahwa ³kebijakankebijakan tentang Ujian Nasional dapat di-makhamah konstitusi-kan´1. ayat (20). pasal 58 (terdiri dari 2 ayat). pasal 21 ayat (28).C. pasal 72 (terdiri dari 2 ayat). ayat (5). pasal 71. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: pasal 1 ayat (3). ayat (21). ayat (17). ayat (22). Landasan Hukum Ujian Nasional 1. 1 . pasal 66 (terdiri dari 3 ayat). pasal 69 (terdiri dari 4 ayat). b. ayat (18). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional: pasal 1 ayat (4). Dan untuk lebih jelasnya. pasal 68 (terdiri dari 4 butir). ayat (11). pasal 35 (terdiri dari 4 ayat). ayat (17). ayat (6). pasal 57 (terdiri dari 2 ayat). pasal 59 (terdiri dari 3 ayat). ayat (19). pasal 12 ayat (1) butir f. pasal 70 (terdiri dari 7 ayat). pasal 63 ayat (1) butir c. pasal 78 butir b. pasal 67 (terdiri dari 3 ayat).

d. b. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006. pada tanggal 13 Oktober 2009. yakni: Peraturan Mendiknas Nomor 74 Tahun 2009 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2009/2010. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Landasan Operasional Pelaksanaan ujian nasional secara khusus diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (yang terakhir). . Bambang Sudibyo sebagai Mendiknas ±sebelum diganti oleh Mohammad Nuh± telah mengeluarkan empat paket Peraturan Menteri yang berkaitan dengan Ujian Nasional Tahun 2009/2010. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Lalu berkaitan dengan pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2009/2010.2. c. yaitu sebagai berikut: a.

dan Program Paket C Kejuruan Tahun 2010. 3. Program Paket B. UN Tahun Pelajaran 2009/2010 dilaksanakan dua kali yaitu UN utama dan UN ulangan. Ujian praktik kejuruan untuk SMK dilaksanakan sebelum UN utama. Peraturan Mendiknas Nomor 77 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket A. 2. . UN utama untuk SMA/MA. baik Standar Kompetensi Lulusan maupun ketentuan kelulusan. 5. SMALB. Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB). Peraturan Mendiknas Nomor 76 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan Tahun 2010. Berikut ini petikannya: Pasal 5 1. Program Paket C. dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2009/2010. Secara substansial. 4. UN susulan dilaksanakan satu minggu setelah UN utama. dan SMK dilaksanakan pada minggu ketiga Maret 2010. UN utama untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan satu kali pada minggu keempat Maret 2010.Peraturan Mendiknas Nomor 75 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB). Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). ketentuan UN 2009/2010 tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan ketentuan UN 2008/2009.

Matematika. Hadis. Matematika. Bahasa Inggris. 6. 2. Ekonomi. meliputi: Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. dan Teori Kejuruan. Mata Pelajaran UN SMALB meliputi: Bahasa Indonesia. dan . Matematika. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPA. Mata Pelajaran UN MA Program Keagamaan. meliputi: Bahasa Indonesia. dan SMK dilaksanakan minggu kedua Mei 2010. dan Fikih. Bahasa Inggris. UN Ulangan untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan minggu ketiga Mei 2010. Sosiologi. Kimia. UN Ulangan untuk SMA/MA. Bahasa Inggris. meliputi: Bahasa Indonesia. 5. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPS. SMALB. Bahasa Inggris. dan Geografi. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program Bahasa. 4. Sejarah Budaya/Antropologi. Mata Pelajaran UN SMK meliputi: Bahasa Indonesia. Fisika. Pasal 7 Mata pelajaran yang diujikan pada UN: 1.Pasal 6 1. 2. dan Sastra Indonesia. Tafsir. Matematika. dan Biologi. Bahasa Asing lain yang diambil. dan Matematika. meliputi: Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Matematika. 3.

(3) Peserta UN diberi surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) yang diterbitkan oleh sekolah/madrasah penyelenggara. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004. khusus untuk SMK. SMPLB. sebelum pelaksanaan UN.00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4.25 untuk mata pelajaran lainnya.50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. (2) Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan di atas nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1).7. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). dan Standar Isi. Matematika.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. dengan nilai minimal 4. Pasal 8 Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional (SKLUN) Tahun Pelajaran 2009/2010 merupakan irisan (interseksi) dari pokok bahasan/sub pokok bahasan Kurikulum 1994. SMALB. Pasal 20 (1) Peserta UN SMP/MTs. Bahasa Inggris. SMA/MA. Mata Pelajaran UN SMP/MTs. dan SMPLB meliputi: Bahasa Indonesia. dan SMK dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut: memiliki nilai rata-rata minimal 5. . nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7.

antara lain. Selain itu. Yang sedikit agak berbeda mungkin waktu pelaksanaan UN yang biasanya berlangsung pada bulan April. Demikian juga halnya dengan kriteria kelulusan. satu ruang ujian dapat diisi sekitar 20 siswa dari lima sekolah. Namun. . Dugaan tentang kenaikan kriteria kelulusan ternyata juga tidak terbukti. Untuk tahun 2009/2010. Jadi. peraturan itu mendapat protes dari berbagai daerah karena banyaknya kendala.UN utama dilaksanakan pada bulan Maret 2010. jarak maupun sarana dan prasarana satu sekolah dengan sekolah yang lain tak sama.Jika sebelumnya berkembang pendapat di kalangan pendidik bahwa akan ada perubahan yang cukup mendasar. salah satu perubahan penting lainnya adalah membatalkan aturan mencampur siswa dari berbagai sekolah menjadi satu. tetapi ternyata dari petikan ketentuan diatas dapat disimpulkan bahwa tidak ada perubahan mendasar tentang SKL (Standar Kompetensi Lulusan) yang diduga murni mengacu pada standar isi. pemerintah berencana memperketat pengawasan ujian dengan mencampur beberapa siswa dari berbagai sekolah menjadi satu. Sebelumnya.

94 91. kecuali pada tahun 2008 yang keseluruhannya mengalami penurunan.38 96.45 87.80 79.50 91.79 90.69 95. Artinya.D.28 91.92 92.28 88.75 89.24 79. .06 91.21 90.86 IPS SMA MA 80.38 94.73 88. Internal Yang dimaksud dengan internal disini adalah faktor yang bersumber dari kalangan pendidikan itu sendiri.68 94. sekolah (guru) dan murid. range persentase kelulusan antara siswa SMA dan MA tidak terpaut jauh.06 91.77 88.52 76. seperti pemerintah (DIKNAS).70 92.54 90.07 89. grafik tingkat kelulusan siswa SMA dari tahun ke tahun menunjukkan kenaikan.09 77.33 81.16 95.72 87.71 IPA SMA MA 90.31 91. baik internal ataupun eksternal. Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Bahasa SMA MA 86.39 92.19 90. tingkat kompetisi siswa MA juga kian tinggi. kenaikan yang menggembirakan ditunjukkan siswa MA. Berkaitan dengan hasil ujian nasional tahun 2008 yang keseluruhannya mengalami penurunan. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah: a. Dalam tiga tahun ini.21 Sumber: Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sebagai ilustrasi.31 91. Tingkat Keberhasilan Pelaksanaan Ujian Nasional Berikut adalah grafik tetang persentase keberhasilan pelaksanaan ujian nasional. hal tersebut terjadi karena disebabkan beberapa faktor.54 92. Memang salah satu tujuan utama dari dibuatnya kebijakan ujian nasional adalah pemerataan pendidikan. Bahkan.99 79.

ketika diadakan ujian ulangan dengan pengawasan ketat. Akan tetapi. ada baiknya kita simak beberapa pendapat para ahli yang berkompeten didalamnya.htm (diakses tanggal 10 Februari 2009) 2 . tingkat kepercayaan diri menentukan. E. 3 http://ujiannasional. seperti faktor politik. Tetapi perubahan itu kita siapkan untuk UN berikutnya supaya hasil UN jangan lagi merugikan siswa´. Namun. Jangan sampai UN itu membawa korban pada siswa dan sekolah-sekolah yang belum mencapai standar pelayanan minimum.org/peluang-kelulusan-peserta-un-2010-bisa-lebih-besar. Ketua Panitia Kerja Ujian Nasional Komisi X DPR RI: ³Tidak setuju jika UN ditempatkan sebagai satu-satunya ukuran kelulusan. Eksternal Yang dimaksud faktor eksternal disini adalah faktor yang bersumber dari luar pendidikan yang mempunyai pengaruh langsung terhadap dunia pendidikan.2 Mansyur Ramli.org/dpr-undang-ma-dan-diknas-bahas-un.b. tingkat kelulusan juga dipengaruhi intervensi dari luar´. ternyata tingkat kelulusannya rendah. hasil kelulusannya tinggi. Berikut adalah petikannya: Rully Chairul Azwar. Pendapat-Pendapat Tentang Ujian Nasional Untuk lebih memperkaya pemahaman kita akan ujian nasional beserta polemik didalamnya.htm (diakses tanggal 10 Februari 2009) 3 http://ujiannasional. jika UN diposisikan sebagai alat ukur kualitas pendidikan serta untuk memetakan mutu pendidikan. ekonomi ataupun force major (kejadian/bencana alam). Jika standar pendidikan kita belum merata. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional: ³Di beberapa daerah yang mengalami kebocoran soal ujian nasional pada tahun lalu (2009). Jadi. Artinya. kita setuju.

kompas. Orang tua menganggapnya bahwa anaknya masih memiliki kekurangan. Jika ada anak tidak lulus.´ 5 Prof. menyikapinya secara tidak berlebihan. Kamis (28/1/2010).ac.ten tang. Guru Besar Antropologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta: Rabu (6/12/2009). Kalau tidak peduli.id/ (diakses tanggal 10 Februari 2009) 4 .Apresiasi."4 Darmaningtyas. Para anak-anak dan orang tua menjadi bangga tatkala lulus ujian. Menteri Pendidikan Nasional RI (2009-2014): Jumat (8/1/2010).Pandangan. Tetapi jangan kemudian kebijakan itu (baca: UN) dihilangkan hanya untuk menghindari kekecewaan orang yang tidak lulus itu. Pengamat pendidikan: Dalam Diskusi Publik Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) sebagai Alat Evaluasi Keberhasilan Pendidikan di Jakarta. Bukankah selama bertahun-tahun mereka belajar itu akhirnya hanya giat belajar soal-soal ujian?. Ketika anaknya tidak lulus.Syafri Sairin. bahwa satuan pendidikan juga perlu dilibatkan dalam kelulusan anak didiknya sendiri.´6 http://edukasi.uin-malang. Mereka yang tidak lulus saja yang merasa kecewa.com/read/2009/12/30/1322030/Mendiknas.UN (diakses tanggal 10 Februari 2009) 5 http://edukasi. ³Sudah saatnya kebijakan ujian dikembalikan ke format EBTA/EBTANAS sebagai jalan tengah. EBTA itu ruang untuk guru dan sekolah.´Pemerintah memberikan apresiasi terhadap pandanganpandangan masyarakat terkait UN.Mohammad Nuh.com/read/2009/12/30/1322030/UN.´ ³Dengan Ujian Nasional maka akan ada standar pendidikan.Saja. karena pandangan pandangan itu menunjukkan kepedulian masyarakat yang tinggi terhadap pendidikan. Jika itu tidak ada maka akan sulit bagi pemerintah mendorong lembaga pendidikan untuk maju secara terus menerus.EBTA/E BTANAS! (diakses tanggal 10 Februari 2009) 6 http://www. sehingga perlu ditingkatkan kemampuannya.Tetap. tuntutan selama ini kan begitu.Kembali. Ujian Nasional bagaimana pun dianggap penting.ke. kemudian mereka stress maka orang tuanya ikut-ikutan stress.Kisruh.kompas. sedangkan EBTANAS itu untuk pemerintah (Kementerian Pendidikan Nasional) agar tetap bisa mengendalikan mutu. masyarakat tidak akan komentar apa-apa.Semua. Sikap orang tua dulu dalam menyikapi hasil ujian anak-anaknya tidak seperti sekarang. apa pun itu. Siapa yang jamin anak sekarang belajar lebih giat dan cerdas karena UN. Sekarang keadaannya tidak seperti itu. Kenapa.

.BAB III Kesimpulan Ujian nasional adalah kegiatan evaluasi pendidikan yang dilakukan pemerintah secara nasional untuk menilai pencapaian kompentensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan di jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful