A. Pemeriksaaan umum 1. Bagaimana keadaan umum penderita, keadaan gizi, kelainan bentuk badan, kesadaran 2.

Adakah anemia, cyanose, icterus atau dyspone 3. Keadaan jantung dan paru-paru 4. Adakah oedema: Oedema dalam kehamilan dapat disebabkan oleh toxaemia gravudarum atau oleh tekanan rahim yang membesar pada vena-vena dalam panggul mengalirkan darah dari kaki, tetapi juga oleh hypovitaminose B1, hypoproteinemia dan penyakit jantung 5. Refleks: Terutama refleks lutut. Refleks lutut negative pada hypovitaminose B1 dan penyakit urat saraf 6. Tensi : Tensi pada orang hamil tidak boleh mencapai 140 systole atau 90 dyastole. Juga perubahan 30 systole dan 15 dyastole diatas tensi sebelum hamil menandakan toxaemia gravidarum. 7. Berat badan: Walaupun prognosa kehamilan dan persalinan bagi orang gemuk kurang baik dibandingkan dengan orang yang normal beratnya, dalam menimbang seseorang bukan beratnya saja yang penting, tapi lebih penting lagi perubahan berat setiap kali ibu itu memeriksakan diri. Berat badan trimester ke III tidak boleh bertambah lebih dari 1 kg seminggu atau 3 kg sebulan. Penambahan yang lebih dari batas-batas tersebut disebabkan oleh penimbunan (retensi) air yang disebut praeoedema.

B. Pemeriksaaan kebidanan 1. Inspeksi Muka : adakah chloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat atau merah, adakah oedema pada muka, bagaimana keadaan lidah, gigi Leher : apakah vena terbendung di leher (misalnya pada penyakit jantung), apakah ada pembesaran kelenjar gondok atau kelenjar limfa membengkak Dada : bentuk buah dada, pigmentasi puting susu dan gelanggang susu, keadaaan puting susu, adakah colostrum

fluor Anggota bawah : cari varices. Akhir bulan IX (36 minggu) sampai arcus costarum atau 3 jari di bawah processus xyphoideus i. adakah striae gravidarum atau bekas luka - Vulva : keadaan perineum. pigmentasi di linea alba. bundar. Akhir bulan III (12 minggu) fundus uteri 1-2 jari atas symphisis c. cicatrix pada lipat paha 2. atau kontraksi rahim. kurang bundar. Akhir bulan VII (28 minggu) fundus uteri 3 jari atas pusat g. luka. oedema. Akhir bulan X (40 minggu) pertengahan processus xyphoideus pusat . Palpasi Palapasi bertujuan untuk : Menentukan besarnya rahim dan dengan ini menentukan tuanya kehamilan Menentukan letaknya anak dalam rahim Mengetahui adanya tumor dalam rongga perut. cysta. limpa yang membesar Cara melakukan palpasi menurut Leopold yang terdiri atas 4 bagian: Leopold I Leopold I untuk menentukan usia kehamilan Kaki penderita dibengkokkan pada lutut dan lipat paha Pemeriksa berdiri di sebelah kanan penderita dan melihat ke arah muka penderita Rahim dibawa ke tengah Tingginya fundus uteri ditentukan Tentukan bagian apa dari anak yang terdapat pada fundus Sifat kepala keras. Akhir bulan V (20 minggu) fundus uteri 3 jari bawah pusat e. condylomata. dan melenting Sifat bokong lunak.- Perut : perut membesar ke depan atau ke samping (pada ascites misalnya membesar ke samping). dan kurang melenting Pada letak lintang fundus uteri kosong Pemeriksaan tuanya kehamilan dari tingginya fundus uteri a. myoma. Akhir bulan VIII (32 minggu) pertengahan processus xyphoideus pusat h. Akhir bulan IV (16 minggu) pertengahan antara symphisis dengan pusat d. tanda Chadwick. nampakkah gerakan anak. keadaan pusat. carilah varices. Sebelum bulan ke III fundus uteri belum dapat diraba dari luar b. Akhir bulan VI (24 minggu) setinggi pusat f.

Pada orang multigravida yang berbaring fundus uteri tetap setinggi arcus costarum dan menonjol ke depan. bagianbagian kecil biasanya terletak di bagian yang berlawanan dengan bagian yang memberikan rintangan terbesar Pada letak lintang terdapat kepala atau bokong Leopold III Leopold III untuk menentukan apa yang terdapat di bagian bawah dan apakah bagian bawah anak sudah atau belum terpegang oleh rongga ataas panggul Pergunakan satu tangan .5 cm = usia kehamilan dalam bulan Tingginya fundus uteri (dalam cm) 20 23 26 30 33 Usia kehamilan (dalam bulan) 5 6 7 8 9 Leopold II Leopold I untuk menentukan letak punggung anak dan bagian-bagian kecil Kedua tangan di pindah ke samping Tentukan letak punggung anak Punggung anak terdapat di bagian yang memberikan rintangan yang terbesar.Jadi fundus uteri paling tinggi pada akhir bulan ke IX. Untuk mengikuti pertumbuhan anak dengan cara mengikuti pertumbuhan rahim. maka ukuran rahim ditentukan dalam cm. Setelah bulan ke IX fundus uteri pada primigravida turun lagi karena kepala mulai turun ke dalam rongga panggul. yang diukur adalah tinggi fundus uteri dan perimeter umbilical (lingkar perut setinggi pusat) tinggi fundus uteri (cm) 3.

Pemeriksa merubah sikap dengan menghadap ke arah kaki ibu b. Sebelum bulan ke III.- Tentukan bagian bawah dengan menggunakan ibu jari dan jari lainnya Pastikan apaka bagian bawah masih dapat digoyangkan Leopold IV a. Perubahan yang dapat ditemukan pada kehamilan muda antara lain: a. Jika kita rapatkan kedua tangan pada permukaan bagian terbawah dari kepala yang masih teraba dari luar dan : 1) Kedua tangan konvergen. Palpasi secara Leopold yang lengkap baru dapat dilakukan jika janin sudah cukup besar. maka separuh dari kepala masuk ke dalam rongga panggul 3) Jika kedua tangan divergen. jadi kepala belum dapat ditentukan pula punggung anak. kira-kira dari bulan VI ke atas. sedangkan pada letak defleksi oeh belakang kepala. masukkan tangan ke dalam rongga panggul. maka bagian terbesar dari kepala masuk ke dalam rongga panggul dan ukuran terbesar dari kepla sudah melewati PAP Jika pada kepala yang telah masuk dalam PAP. Ballottement di dalam rahim boleh dianggap tanda kehamilan pasti. dan ukur berapa masuknya bagian bawah ke dalam panggul d. uterus tidak dapat diraba dari luar untuk mencari perubahan dalam besarnya. sedangkan tangan satunya tertahan oleh tonjolan kepala Tonjolan kepala pada fleksi disebabkan oleh daerah dahi. hanya bagian kecil dari kepala turun ke dalam rongga 2) Jika kedua tangan sejajar. maka anak dalam letak defleksi. Sebelum bulan ke VI biasanya bagian-bagian anak belum jelas. Sebelum bulan ke VI cukup untuk menentukan apakah janin yang melenting keseluruhannya di dalam rahim (ballottement in toto). Pastikan apakah bagian bawah sudah masuk ke dalam PAP. Jika tonjolan kepala berlawanan dengan bagian kecil. Menentukan bagian bawah dengan menggunakan kedua tangan c. bentuknya dan konsistensinya dilakukan toucher atau pemeriksaaan dalam. maka satu tangan akan lebih jauh masuk. Selaput lender vulva dan vagina membiru (tanda chadwick) .

Portio lunak c. Hal-hal yang dapat diketahui dari bunyi jantung anak: 1) Dari adanya bunyi jantung anak: a) Tanda pasti kehamilan b) Anak hidup 2) Dari tempatnuyi jantung anak terdengar : a) Presentasi anak b) Position anak (kedudukan punggung ) c) Sikap anak (habitus) d) Adanya anak kembar . Jika 2 jari tangan diletakkan dalam fornix posterior dan tangan satunya pada dinding perut depan di atas symphisis. kadang corpus uteri yang lunak menjdai lebih keras.b. Kadang teraba bahwa fundus uteri tidak rata karena uterus lebih cepat tumbuhnya di daerah implantasi telur (tanda Piskacek) g. Selain dari palpasi Leopold. Bunyi jantung anak Baru dapat didengar pada akhir bulan ke V. maka bunyi jantung harus dicari pada garis tengah di atas symphisis. Jika bagian-bagian anak belum dapat ditentukan. Pada waktu pemeriksaan. disebabkan karena timbulnya kontraksi (tanda Braxton hicks) f. Frekuensinya lebih cepat dari bunyi jantung orang dewasa yaitu antara 120-140/menit. lien yang membesar). 3. maka isthmus uteri sedemikian lunaknya seolah-olah corpus uteri tidak berhubungan dengan serviks (tanda hegar) e. Auskultasi Dengan menggunakan stetoskop dari anak dapat didengar: a. walaupun dengan ultrasound (doptone) sudah dapat didengar pada akhir bulan ke III. Pada presentasi biasa (letak kepala) tempat ini kiri atau kanan di bawah pusat. cyste. harus dipalpasi juga apakah pada rahim atau di dalam rongga perut ada pembengkakan yang abnormal (myoma. Corpus uteri membesar dan lunak d. Ballottement dari janin seluruhnya dapat dirasakan pada bulan 5 ke atas. Karena badan anak dalam kyphose dan didepan dada terdapat lengan anak maka bunyi jantung paling jelas terdengar di bagian punggung anak dekat kepala.

Tanda-tanda yang menimbulkan anggapan panggul yang sempit antara lain: a) Pada primigravida kepala belum turun pada bulan terakhir b) Pada multipara jika dalam anamnesa ternyata persalinan-persalinan yang sebelumnya mengalami kesulitan (riwayat obstetric yang jelek) . sebaliknya pada multigravida anamnesa mengenai persalinan yang gampang dapat memberikan keterangan yang penting mengenai keadaan panggul Seorang multipara dapat dianggap mempunyai panggul yang cukup luas. walaupun begitu jalan lahir seorang multipara yang dulunya tidak menimbulkan kesulitan saat melahirkan kadang dapat menjadi sempit jika timbul tumor tulang dari tulang panggul atau tumor lunak dari bagian lunak jalan lahir. bunyi jantung nya teratur dan frekuensinya antara 120-140 menit. Bising tali pusat Sifatnya meniup karena tali pusat tertekan. c. Bising usus Sifatnya tidak teratur. Bunyi aorta Frekuensinya sama dengan denyut nadi ibu. Gerakan anak Seperti pukulan dari dalam rahim Sedangkan dari ibu dapat didengar: a. bunyi jantung terdengar di dua tempat dengan sama jelasnya dan dengan frekuensi yang berbeda (perbedaan lebig dari 10/menit) 3) Dari sifat bunyi jantung anak Dari sifat bunyi jantung anak dapat diketahui keadaan anak. Bising rahim Bersifat bising dan frekuensinya sama dengan denyut nadi ibu. disebabkan arteri uterine b. b. untuk membedakannya dengan bunyi jantung anak maka nadi ibu harus dipegang c. Pemeriksaan Panggul Keadaan panggul terutama penting pada primigravida.Pada anak kembar. karena panggulnya belum pernah diuji dalam persalinan. Jika bunyi jantung kurang dari 120/menit atau lebih dari 160/menit atau tidak teratur maka anak dalam keadaan asphyxia (kekurangan oksigen). Anak yang dalam keadaan sehat. disebabkan udara dan cairan yang ada dalam usus ibu.

Pada akhir kehamilan berat badan meningkat. Bila hal ini timbul setelah melakukan kerja fisik (berjalan. Hal ini merupakan penambahan beban bagi ibu dan harus dicari penyebabnya. kehamilan kembar. skoliosis.50c dikatakan demam. c. Tekanan darah dikatakan tinggi bila lebih dari 140/90 mmHg. selanjutnya tiap trimester (II dan III) masing-masing bertambah 5 Kg. Bila tekanan darah meningkat. Biasanya dilakukan pada usia kehamilan 8 bulan. Yang diperiksa adalah : a) Conjugate diagonalis b) Apakah linea innominata teraba seluruhnya atau hanya sebagian c) Keadaan sacrum apakah concaaf dalam arah atas bawah dan dari kiri ke kanan d) Keadaan dinding samping panggul apakah lurus atau konvergen e) Apakah spinae ischiadicae menonjol f) Keadaan os pubis apaka ada exostose g) Keadaan arcus pubis (Universitas Padjajaran Bandung. Bila dikaitkan dengan umur kehamilan. Suhu tubuh ibu hamil lebih dari 37. berarti ada infeksi dalam kehamilan. frekuensi pernafasan dan suhu tubuh. Berat badan. Nadi yang normal adalah 80/menit. yaitu sistolik 30 mmHg atau lebih diatas normal. Berat ibu semasa hamil harus bertambah rata-rata 0. kaki pendek sebelah atau pincang. dan/atau diastolic 15 mmHg atau lebih diatas normal. maka perlu difikirkan adanya resiko (bengkak. tugas sehari-hari). Sesak nafas ditandai dengan frekwensi pernafasan yang meningkat dan kesulitan bernafas serta rasa lelah. Lingkar Lengan Atas (LLA) dan tinggi badan. Adanya cacat tubuh . maka hal ini menujukkan adanya kelainan.c) Jika terdapat kelainan letak pada hamil tua d) Jika badan penderita menunjukkan kelainan seperti kifosis. anak besar). b. kenaikan berat badan selama hamil muda ± 1 Kg. Tekanan darah tinggi pada kehamilan merupakan resiko. Tekanan darah. Bila nadi lebih dari 120/ menit. maka kemungkinan terdapat penyakit jantung. Pemeriksaan ini meliputi: a. nadi.3-0.5 Kg per minggu. 1983) Pemeriksaan fisik diagnostik Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan lanjutan dari anamnesis. Untuk memastikan ukuran panggul. kelainan ini dapat berlanjut menjadi preeklamsia dan eklamsia kalau tidak ditangani dengan tepat. dilakukan pemeriksaan dan mengukur panggul sekali dalam kehamilan dengan toucher karena ukuran-ukuran dalam yang menentukan luasnya jalan lahir.

pintu atas penggul.pada kehamilan lebih besar. Pemeriksaan panggul dalam (pelvimentri) Pemeriksaan panggul dalam biasanya dilakukan sekali dalam kehamilan untuk mengetahui panggul sempit. Pemeriksaan obstetrik a. 2009) Status generalis / pemeriksaan umum 1. Status obstetricus / pemeriksaan khusus obstetric Abdomen a. Pemeriksaan luar Dilakukan dengan perabaan perut. . kesadaran. b. tinggi/berat badan 3. seperti kifosis. tinggi fundus dapat diukur dengan pita ukuran sentimeter. Penilaian keadaan umum. Batas hipertensi pada kehamilan yaitu 140/90 mmHg (nilai diastolik lebih bermakna untuk prediksi sirkulasi plasenta). Tanda vital (tekanan darah. Palpasi : tentukan tinggi fundus uteri (pada kehamilan muda dilakukan dengan palpasi bimanual dalam. Kepala ada/tidaknya nyeri kepala (anaemic headache nyeri frontal. jarak antara fundus uteri dengan tepi atas simfisis os pubis). Inspeksi : membesar/tidak (pada kehamilan muda pembesaran abdomen mungkin belum nyata). taksiran berat janin terhadap umur kehamilan. pernapasan). berat badan < 45 kg atau > 75 kg. Tujuannya adalah untuk memperkirakan umur kehamilan.Cacat tubuh misalnya cacat tulang belakang yang berpengaruh terhadap kehamilan/persalinan. 2. dapat diperkirakan ukuran uterus . letak janin. b. turunnya bagian terendah janin dan detak jantung janin. pintu bawah panggul. dan kelainan bentuk panggul. 4. komunikasi/kooperasi. (Universitas Sumatra Utara. Biasanya dilakukan pada kehamilan 8 bulan atau lebih. nadi. hypertensive / tension headache nyeri suboksipital berdenyut). suhu. perlu diperhatikan karena mungkin menyebabkan gangguan pertumbuhan janin atau kesulitan dalam persalinan. Kemungkinan risiko tinggi pada ibu dengan tinggi < 145 cm. lordosis dan scoliosis.

155 gram.untuk konfirmasi bagian terbawah janin dan menentukan apakah bagian tersebut sudah masuk / melewati pintu atas panggul. 2. Takikardi menunjukkan adanya reaksi kompensasi terhadap beban / stress pada janin (fetal stress). 4. jari ke arah kaki pasien. Pada kehamilan aterm. sementara bradikardi menunjukkan kegagalan kompensasi beban / stress pada janin (fetal distress/gawat janin). kemudian dijumlah dan dikalikan 4 untuk memperoleh frekuensi satu menit. . ketiga dan kelima.Pemeriksaan palpasi Leopold dilakukan dengan sistematika : 1. Leopold I Menentukan tinggi fundus dan meraba bagian janin yang di fundus dengan kedua telapak tangan. jari ke arah kepala pasien.(10/11/12/13) x c. 3. LeopoldIV Kedua tangan menekan bagian bawah uterus dari kiri-kanan. Leopold II Kedua telapak tangan menekan uterus dari kiri-kanan. Jika memungkinkan dalam palpasi diperkirakan juga taksiran berat janin (meskipun kemungkinan kesalahan juga masih cukup besar). mencari sisi bagian besar (biasanya punggung) janin. Leopold III Satu tangan meraba bagian janin apa yang terletak di bawah (di atas simfisis) sementara tangan lainnya menahan fundus untuk fiksasi. Sebenarnya pemeriksaan auskultasi yang ideal adalah denyut jantung janin dihitung seluruhnya selama satu menit. Auskultasi : dengan stetoskop kayu Laennec atau alat Doppler yang ditempelkan di daerah punggung janin. dihitung frekuensi pada 5 detik pertama. perkiraan berat janin dapat menggunakan rumus cara Johnson-Tossec yaitu : tinggi fundus (cm) . atau mungkin bagian keras bulat (kepala) janin. Batas frekuensi denyut jantung janin normal adalah 120-160 denyut per menit.

keadaan ostium. Labia dipisahkan dengan dua jari pemeriksa untuk inspeksi lebih jelas. kelainan lainnya. Umumnya pemeriksaan dalam yang sungguh bermakna untuk kepentingan obstetrik (persalinan) adalah pemeriksaan pada usia kehamilan di atas 34-36 minggu. dilihat keadaan dinding dalam vagina. Genitalia interna Palpasi : colok vaginal (vaginal touché) dengan dua jari sebelah tangan dan bimanual dengan tangan lain menekan fundus dari luar abdomen. tanda radang atau kelainan lainnya. Alasan lainnya. diputar vertikal dan dikeluarkan dari vagina. Diperiksa ada atau tidak kelainan uterus yang dapat ditemukan. Pada pemeriksaan di atas 34-36 minggu dilakukan perhitungan pelvimetri klinik untuk memperkirakan ada/tidaknya disproporsi fetopelvik/sefalopelvik. Pemeriksaan dalam (vaginal touché) Pemeriksaan dalam (vaginal touché) seringkali tidak dilakukan pada kunjungan antenatal pertama. untuk memperkirakan ukuran. arah dan ada atau tidaknya pembukaan serviks. (Bobak dkk. letak. Deskripsi keadaan porsio serviks (permukaan. b. discharge. pada usia kehamilan kurang dari 36 minggu. Inspeksi luar : keadaan vulva / uretra. tebal. ada tidaknya tanda radang. lalu dibuka. Spekulum ditutup horisontal. warna).Genitalia eksterna a. penilaian serviks uteri dan keadaan jalan lahir. elastisitas jaringan lunak sekitar jalan lahir masih minimal. Ditentukan bagian terbawah (presentasi) janin. Inspeksi dalam menggunakan spekulum (in speculo) : Labia dipisahkan dengan dua jari pemeriksa. Pemeriksaan rektal (rektal touché) : dilakukan atas indikasi. alat spekulum Cusco (cocorbebek) dimasukkan ke vagina dengan bilah vertikal kemudian di dalam liang vagina diputar 90o sehingga horisontal. presentasi janin. 2004) . luka / perdarahan.. kecuali ada indikasi. Ditentukan konsistensi. serta pelvimetri klinik untuk penilaian kemungkinan persalinan normal pervaginam. ada/tidak tumor. akan sulit dan sakit untuk eksplorasi. ada/tidaknya darah/cairan/ discharge di forniks.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful