P. 1
PERMAINAN KOMUNIKASI

PERMAINAN KOMUNIKASI

|Views: 5,856|Likes:
Published by Santy Susanti

More info:

Published by: Santy Susanti on Nov 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2015

pdf

text

original

Nama

:
o o o o o

Susanti Rosdiana Desy lestari Switania Indri

Kelas

:

XI IPS 3

SMA NEGERI 1 SANGATTA UTARA TAHUN AJARAN 2010-2011 KUTIM - KALIMANTAN TIMUR

Game perkenalan 1.1. ”Saya” Tujuan : pada akhir permainan peserta belajar dapat saling mengenal antar anggota kelompok

Kemudian partner menebak apa yang diperkenalkan oleh rekannya tersebut. tanpa menggunakan suara dan kata-kata. Minta peserta untuk menempelkan kertas yang telah diisi di dada mereka dengan menggunakan isolasi dan kemudian berjalan disekitar ruangan dan membaca kalimat antar peserta 3. simbol. Kertas ”Saya” dapat ditempelkan di dinding sebagai galery kelompok. Jika kamu memiliki photo peserta dengan atau tanpa kertas ”saya” di dada dapat juga ditempelkan. spidol. tetapi memperkenalkan benda atau situasi tersebut tanpa menggunakan kata-kata. spidol. Kemudian minta setiap orang untuk mengatakan apa sebenarnya yang ingin mereka perkenalkan pada pasangannya.” menggunakan enam kata akhir yang berbeda. Berikan satu kertas kosong pada setiap peserta beserta spidol dan minta mereka untuk menulis nama mereka di bagian atas kertas dan menyelesaikan kalimat ” Saya ……. Pertanyaan pada seluruh peserta belajar: .Jumlah peserta maximum Lama waktu Peralatan Langkah-langkah: : 10 – 30 peserta : 15 – 20 menit : Kertas kosong. lapar dan seterusnya 2. Jika dibutuhkan mereka dapat memberikan petunjuk seperti menunjuk cincin kawin untuk mengindikasikan perkawinan. Ketika latihan telah selesai. ”Perkenalan tanpa kata” Tujuan : Peserta belajar dapat mendemonstrasikan bahwa komunikasi antar orang dapat dilakukan secara efektif tanpa menggunkan kata Jumlah peserta maximum : 10 – 30 peserta Lama waktu : 30 menit Peralatan : Kertas plano. Beri kesempatan pada setiap orang untuk ”memperkenalkan tanpa kata” pada partnernya selama 3 menit. Peserta dapat menggunakan gambar. isolatip Kapan digunakan?: bagus digunakan pada saat memulai kegiatan kelompok Langkah-langkah: 1. sinyal. 4. Sarankan bahwa setiap peserta belajar minimal 30 detik berbicara satu dengan yang lainnya 4. lari di tempat untuk mengindikasikan joging dan lain-lain. isolatip 1. 3. Katakan bahwa tujuan dari latihan ini adalah untuk memperkenalkan sesuatu benda atau situasi pada pasangan. Minta peserta belajar menjadi berpasang-pasangan 2. gerakan tubuh.Misalnya: saya tampan. kepala desa.

1. Minta setiap peserta menuliskan namanya di kartu nama atau potongan kartoon. Lengketkan kartu nama tersebut di baju yang dapat terlihat peserta lain. Minta mereka untuk merahasiakan kata sifat namanya yang dia pilih hingga gilirannya memperkenalkan diri pada kelompok. 5. Spidol Langkah-langkah bermain game: 1. 2. Minta peserta untuk duduk dalam lingkaran 2. Minta peserta untuk berpikir satu kata sifat yang dimulai dengan huruf yang sama dengan huruf pertama nama panggilannya dan menjadi kata pertama namanya. 1. Isolatip. 4.kata sifat dan nama” dan kemudian minta orang yang disebelah kananmu untuk memperkenalkan sifat dan namanya. Dan kemudian orang disebelah kananmu meminta orang disebelah kanannya melakukan hal yang sama memperkenalkan dirinya.Setelah semua langkah selesai. Misalnya: ”Tampan Toni” atau ”Lembut Lani”. ”Menulis Nama” Tujuan: Memfasilitasi perkenalan dan mengkreasi suasana persahabatan antar peserta Waktu: 10 – 20 menit Jumlah peserta maximum: 20 – 25 peserta Peralatan: Potongan kartoon. Minta peserta membentuk lingkaran.4. dan orang disebelumnya dan seterusnya. 3.3. peserta belajar kembali ke pleno dan dapat ditanya: • • Sejauh mana kamu tepat menggambarkan apa yang kamu maksud? Seberapa jauh kamu dapat menebak secara tepat membaca petunjuk teman kamu ? ”Dua Huruf Sama” Tujuan: Belajar mengingat nama peserta lain Jumlah peserta maximum: 25 peserta Lama waktu: 30 menit Langkah-langkah: 1. Perkenalkan dirimu sendiri dengan ”dua huruf sama . Proses terus berlanjut hingga orang terakhir di lingkaran memperkenalkan dirinya dan seluruh orang dilingkaran. Beri mereka waktu yang cukup untuk mengingat nama peserta lain di lingkaran. . Kemudian orang di sebelah kananmu memperkenalkan ”dua huruf sama kamu (nama kamu dan kata sifat yang mendahului ).

dan putarkan seluruh kartu nama searah jarum jam di lingkaran. Minta peserta untuk berpasangan 2. Ulangi langkah 3 – 5 hingga semua peserta saling kenal satu dengan yang lain. 5. Bila sopir menepuk bahu sebelah kiri orang di depan. Setelah beberapa menit. Setelah 10 detik selesai. ”Sungai Kehidupan” Tujuan : Peserta belajar dapat membangun pertemanan dan mendorong keterbukaan dan kepercayaan dalam kelompok Jumlah peserta maximum : 10 – 30 peserta Lama waktu : 45 – 60 menit Peralatan : Kertas plano. maka mobil berbelok ke kiri. Ketika waktu yang diberikan sudah berakhir. Sopir hanya boleh menepuk bahu dari orang di depan untuk menunjukkan arah mobil berjalan. Setiap pasangan satu orang berdiri didepan dan satu orang berdiri dibelakang. ”Mengendarai Mobil” Tujuan: Meningkatkan kepercayaan antara peserta pelatihan Menghidupkan suasana positif kelompok Waktu: 5 menit Jumlah peserta : 10 – 50 Peralatan: tidak ada Langkah-langkah: 1. 6. Tepukan sopir pada tengah-tengah punggung berarti mobil harus berjalan lurus. Yang di depan harus ditutup matanya dan seolah-olah menjadi sebuah mobil. 2. Minta mereka untuk menemukan pemilik kartu nama. spidol. Kali ini peserta yang dihukum dibantu oleh peserta lain. Bertambah cepat tepukan sopir maka mobil harus berjalan lebih cepat. Sopir harus mengendarai mobil tidak boleh bertabrakan dengan mobil lain atau menabrak tembok. 2. 5. isolatip . Peserta memegang kartu nama peserta lain. tukar peranan antara sopir dengan mobil. minta peserta untuk melepaskan kartu namanya. 4. 3. Orang yang dibelakang matanya tetap terbuka dan menjadi supir mobil. peserta yang masih memegang kartu nama orang lain dihukum ke tengah lingkaran. 4.3. Game Motivasi dan Pemanasan 2. Bila tangan sopir memegang punggung orang di depan dengan erat berarti mobil harus berhenti. bila sopir menepuk bahu kanan orang di depan maka mobil berbelok ke kanan. Beri mereka waktu 10 detik untuk menemukan orang yang sesuai dengan kartu nama. Supir memberikan petunjuk pada mobil harus ke arah mana tanpa suara.1.2.

3. Saat musik mulai dimainkan atau perintah ”bergerak” diberikan. Peserta yang berdiri tanpa kartu harus keluar dari game. ”Bergerak dan Berhenti” Tujuan: Meningkatkan konsentrasi dan partisipasi kelompok Waktu: 5 – 10 menit Jumlah peserta: 15 – 40 orang Peralatan: kartu/potongan karton. Tempatkan potongan kartu di atas lantai di mana antar kartu minimal berjarak 60 cm. Minta peserta belajar untuk berpasangan 2. Minta mereka untuk mendiskusikan periode kehidupan mereka yang menyenangkan dan yang sulit. . peserta menari dan bergerak sesuka hati di tengah-tengah ruang. Facilitator mengambil satu kartu dan perintah ”bergerak” diberikan lagi. musik (pilihan) Langkah-langkah: 1.3. Minta peserta untuk menggambarkan informasi yang diberikan oleh pasangannya di sebuah ”sungai kehidupan”. 4. 6. Ketika musik dihentikan atau perintah ”berhenti” diberikan. peserta secepatnya memilih kartu dan berdiri di atas kartu. 5. Ini dilakukan berulang-ulang hingga hanya ada dua orang peserta yang berkompetisi. Game ini akan berjalan dengan baik bila dengan musik atau dengan perintah ”bergerak” dan ”berhenti” 2. Peserta kemudian mempresentasikan dan menjelaskan kehidupan pasangannya pada semua peserta belajar 2. Ijinkan sekitar 10 menit setiap orang untuk berdiskusi dan berbicara 3.Kapan digunakan?: bagus digunakan pada saat workshop dimana dibutuhkan kerjasama kelompok yang lebih dalam Langkah-langkah: 1. Jumlah kartu harus kurang satu dari jumlah peserta. 4.

Variasi: . 2. Ulangi game beberapa kali dengan perilaku yang berbeda. Ketika fasilitator memberikan tanda lain maka peserta harus berhenti melakukan gerakan/perilaku tersebut. Minta peserta untuk berbaris dalam dua baris berhadapan satu sama lain. Berikan setiap peserta satu kertas yang sudah berisi petunjuk gerakan/perilaku yang harus dilakukan. 4. Minta semua peserta untuk menempatkan pencil di mulut mereka. Fasilitator kemudian menjelaskan ketika diberikan satu tanda pada peserta maka peserta harus melakukan prilaku yang tertulis dikertas. Minta peserta berdiri di satu lingkaran.5. Jumlah peserta pada setiap baris haruslah sama. Orang pertama di tiap baris menempatkan cincin di pensilnya.4. maka harus diulang dari orang pertama di barisnya. makan rumput dan mengembik seperti lembu. Catatan: Contoh gerakan/prilaku yang lucu antara lain. 3. Group yang menang adalah yang pertama dapat memindahkan cincin pada semua orang di barisnya. 3. gerakan kelinci melompatlompat. 2. Dalam persiapan. Memindahkan cincin tidak boleh menggunakan tangan namun harus dari pensil ke pensil. 5. ”Kacau” Tujuan: Untuk memotivasi kelompok dan meningkatkan konsentrasi Waktu: 10 -15 menit Jumlah peserta: 15 -30 orang Peralatan: Kertas dan Pena Langkah-langkah 1. mencangkul di sawah dll. Jika cincin jatuh. ”Memindahkan Cincin” Tujuan: meningkatkan semangat peserta pelatihan melalui kompetisi permainan Waktu: 5 – 10 menit Jumlah peserta: 15 – 30 orang Peralatan: Satu pensil yang tidak diraut atau tongkat kecil yang kuat untuk setiap peserta 2 -3 cincin Langkah-langkah: 1. fasilitator harus menulis berbagai macam gerakan/perilaku di kertas. rapatkan mulut untuk menjaga pensil dan secara cepat pindahkan cincin di pensilnya ke pensil orang ke dua dibarisnya. 4.2. 2.

3. Satu orang dari pasangan harus duduk di belakang pasangannya. .1. Game Komunikasi 3. Minta peserta untuk berpasangan. 3. Orang yang dipanggil akan melanjutkan mimik tragedy dengan mengenakan ”topeng” tragedi. Minta peserta membentuk lingkaran 2.2. Waktu: 10. 3. Waktu: 20 menit Jumlah peserta: 10 – 20 orang Peralatan: tidak ada Langkah-langkah: 1. maka sebaiknya wajah orang dilempar topeng tersebut secepatnya berubah.Persiapkan gerakan-gerakan yang berhubungan satu sama lain. Semua orang di group harus terus mengenakan topeng bahagia hingga semua orang mengenakannya. Fasilitator memulai game dengan bermimik yang tragis seperti mimik sangat sedih atau marah. Setelah itu mereka harus melemparkan ”topeng” pada orang lain di kelompok dan seterusnya hingga semua orang di lingkaran mengenakan wajah bahagia. Setiap pasangan duduk di kursi. melepaskan topeng tragedi dan kembali mengenakan topeng wajah bahagia. ”Topeng” Tujuan: Mengembangkan komunikasi dengan bahasa isyarat. satu gerakan adalah mencangkul di sawah. Misalnya. Catatan: Saat ”topeng” dilemparkan dari satu orang ke orang berikutnya. gerakan orang lain adalah menanam padi. 5. 4.15 menit Jumlah peserta: 10 – 30 orang Peralatan: tidak ada Langkah-langkah: 1. ”Depan – Belakang” Tujuan: Menjelaskan pada peserta pentingnya komunikasi tatap muka. panggil nama seseorang di lingkaran dan lemparkan ”topeng tragedy kesedihan atau kemarahan” pada orang tersebut. Bertambah meyakinkan perubahan wajah dan bervariasi topeng tragedi yang dimunculkan maka bertambah menyenangkan game dilakukan. Perlahan-lahan fasilitator seolah-olah mengupas topeng tragedi kesedihan atau kemarahan dari wajahnya dan perlahan-lahan tersenyum dengan mengenakan topeng wajah yang bahagia. Minta setiap peserta saat mereka melakukan gerakan untuk memperhatikan gerakan orang lain yang berhubungan dengan prilaku yang dia lakukan.

”Melipat Kertas” Tujuan: Mendemonstrasikan bahwa pesan sederhana saja masih mungkin terjadi kesalapahaman. 3. Minta mereka untuk membuka mata. Waktu: 5 – 10 menit Jumlah peserta: 10 – 20 orang Peralatan: Kertas segi empat. Berikan setiap sukarelawan satu kertas. Jelaskan ada 2 aturan pada mereka. Minta mereka untuk melipat setengah kertas kembali dan robek sudut atas sebelah kanan kertas. 3. 2.2. Minta orang yang di depan tidak melihat ke belakang sepanjang latihan dan orang yang duduk di belakang tidak berpindah duduk di depan orang yang di depan. minta mereka berdiri di depan ruangan menghadap peserta lain. dan kemudian lipat setengah kertas kembali dan robek bagian bawah sudut kiri kertas. Bawa kembali peserta dalam diskusi seluruh peserta untuk mendiskusikan latihan yang baru dilakukan. Minta mereka untuk melipat kertasnya setengah dan menyobek sudut bawah sebelah kanan kertas.3. Latihan memasang tali sepatu Tujuan: Mendemonstrasikan bagaimana komunikasi yang efektif . Minta pasangan untuk berbicara satu sama lain selama 2 menit. yakni: Setiap sukarelawan harus menutup mata saat melakukan latihan Sukarelawan tidak boleh bertanya 1.4. Pilih empat sukarelawan dari peserta. Langkah-langkah: 1. 4. 3. 2. Latihan ini dapat dilanjutkan dengan diskusi: Kata-kata apa di dalam instruksi yang menimbulkan berbagai macam pengertian? Bagaimana caranya agar petunjuk dapat lebih jelas? 3. Facilitator bisa bertanya pada orang yang di belakang: ”bagaimana perasaanmu saat mencoba berbicara dengan temanmu?” Dan pada orang yang di depan:”Bagaimana perasaanmu dalam menjawab pembicaraan teman kamu yang di belakang?”. membuka lipatan kertas dan menunjukkan kertas mereka satu sama lain dan dengan peserta lainnya.

5. 2. namun si pemasang boleh bertanya pada pemandu. dan pemandu boleh menggunakan gerak tubuh. Pemasang tali sepatu dengan pemandu duduk saling berhadapan. 3. Minta peserta untuk membentuk group yang terdiri dari tiga orang. Cara bermain game: 1. Pemasang tali sepatu dengan pemandu masing duduk saling membelakangi. Minta pngamat untuk melaporkan bagaimana game berjalan di kelompoknya Minta setiap kelompok kembali mengulang game kembali. dan kemudian mengikuti petunjuk dari si pemandu untuk memasang kembali tali sepatunya. Kemudian lihat hasilnya. Langkah game sama dengan langkah sebelumnya. si pemasang boleh bertanya pada pemandu. . Anak yang kedua harus menjadi yang memberi petunjuk memasang tali sepatu/instruktur/pemandu. 8. Sementara yang mengamati duduk di samping mereka. tidak boleh menggunakan gerak tubuh dan tidak ada pertanyaan dari yang memasang tali sepatu Lihat hasilnya. Si pengamat harus menjaga bahwa petunjuk harus dari si pemandu. 7. 4. Anak yang ketiga menjadi pengamat komunikasi anak pertama dan kedua Minta anak yang memakai sepatu untuk duduk saling membelakangi/beradu punggung dengan anak yang memberi petunjuk memasang tali sepatu/ instruktur/pemandu. Ia harus mengikuti seluruh petunjuk si pemandu tanpa boleh bertanya. 6. Si pemandu juga tidak boleh menggunakan gerak tubuh atau cara lain dalam memberikan petunjuk. Langkah-Langkah Langkah Persiapan: Jelaskan bahwa peserta belajar akan memainkan game memasang tali sepatu yang bertujuan untuk memperlihatkan cara berkomunikasi yang efektif. Pemasang tali sepatu harus lebih dahulu melepaskan tali sepatu seluruhnya dari sepatu.2. Minta setiap kelompok kembali mengulang game.Waktu: 50 menit Jumlah peserta: 10 – 20 orang Media: Sepatu yang bertali Dua buah kursi Kertas plano Spidol 4. Minta pengamat untuk melaporkan bagaimana game berjalan di kelompoknya. Satu orang peserta harus memiliki sepatu yang memiliki tali. Hanya boleh menggunakan suara.5. Si pemasang tali sepatu tidak boleh bertanya pada si pemandu.

simbol. angka itu tidak disebutkan. Kita tidak memperhatikan apa kesulitan yang dialami masyarakat atau siswa untuk menerima hal–hal yang tidak biasa bagi mereka. Mengubah kebiasaan atau cara pandang yang sudah lama kita miliki. cara 1 atau cara 2 ? (2) Mengapa demikian ? (3) Kira-kira. melainkan diganti dengan tepuk tangan. Apabila ada peserta yang salah melaksanakan tugasnya. program yang kita kembangkan perlu dinilai menurut kacamata masyarakat atau siswa. Mulai dari si pemandu. gambar. Kita biasanya selalu menggunakan kacamata kita. ========================== . 11. dan bukan pemberi atau sumber informasi. permainan selesai. Setelah 3-4 ronde. maka permainan dimulai dari awal. minta peserta memenuhi peraturan : setiap angka ‘tujuh’ atau ‘ kelipatan tujuh’. yaitu setiap angka ‘tujuh’ atau angka ‘kelipatan tujuh’ .9. apa hubungannya permainan ini dengan cara kerja kita dalam kelompok belajar atau di tengah – tengah kehidupan masyarakat kita ( apakah mudah mengganti kebiasaan pendekatan dari atas dengan yang dari bawah ) ?. Tanya anggota group lain bagaimana perasaan mereka dalam melakukan tugas. dengan cara yang mudah diterima mereka. kita sudah biasa menganggap bahwa masyarakat atau siswa hanyalah penerima informasi. Sesudah 3 – 4 ronde. berdasarkan apa yang mereka butuhkan. tetapi hitungannya dimulai dari angka 50 mundur terus sampai dengan angka 1. melainkan diganti dengan tepuk tangan. Kita menggunakan bahasa. informasi dan teknologi yang berasal dari ‘kebudayaan’ kita. Minta peserta untuk mendiskusikan : (1) Manakah yang lebih baik banyak terjadi kesalahan. Lihat hasilnya. angka itu tidak disebutkan.Simpulkan hasil diskusi dengan mengambil kata-kata penting yang memudahkan anak memasang tali sepatu. permainan tahap 1 selesai Permainan tahap – 2 dimulai dengan cara yang sama seperti di atas. Setiap peserta menghitung secara bergiliran mulai dari 1 sampai 50 (atau sejumlah peserta) Pada saat menghitung. Langkah – langkah : • • • • • • • Minta peserta untuk berdiri mambentuk suatu lingkaran. ========================== 1. Menghitung Mundur Dalam pendampingan terhadap kelompok belajar di tengah masyarakat atau siswa. Peraturan yang diterapkan juga sama. Sebenarnya. merupakan hal sulit. Minta pengamat untuk melaporkan bagaimana game berjalan di kelompoknya 10.

Sebelum permainan dimulai siapkan terlebih dahulu sebuah botol yang bisa dimasuki pensil. Setelah selesai permainan. Mintalah 8 orang peserta sebagai sukarelawan. memerlukan kerjasama di antara mereka. Tali rapia tersebut harus bisa ditarik ke empat arah yang berbeda. dengan panjang masing – masing 2 meter. Pasangan yang tidak ditutup matanya. tanyakan kepada peserta : Mengapa mereka memilih pasangannya masing – masing? Cukup mudahkah atau susah untuk memasukkan pensil ke dalam botol? Kalau mudah apa saja faktor yang mempengaruhi hal tersebut menjadi mudah? Apabila susah. Apabila peserta belum berhasil memasukkan pensil ke dalam botol. berdiri di belakang yang ditutup matanya dan memberikan perintah (aba – aba) untuk memasukkan pensil tersebut ke dalam botol. Tugaskan 8 orang peserta tersebut untuk berpasangan (menjadi 4 pasang). akan dimulai dengan permainan memasukkan pensil ke dalam botol. tanpa kerjasama akan sulit untuk mencapai tujuan bersama.3. pasangan – pasangan tersebut berdiri membentuk lingkaran dimana di tengah – tengah lingkaran diletakkan sebuah botol. Salah seorang dari setiap pasangan ditutup matanya dan bertugas untuk memegang tali rapia yang mengikat pensil. • Bahas bersama peserta faktor–faktor yang bisa mempengaruhi dan menghambat kerjasama. . apa saja yang membuat hal tersebut menjadi susah? Apa yang dirasakan oleh pasangan yang matanya ditutup? Adakah interaksi atau komunikasi antara pasangan yang satu dengan pasangan yang lain? Tanyakan kepada para pengamat. mintalah mereka untuk mencoba beberapa kali sampai berhasil. apa yang mereka amati selama proses permainan berlangsung? • • • • • • • • • • • Dari pertanyaan tersebut temukan kata kunci dari peserta : untuk dapat berhasil memasukkan pensil ke dalam botol. Sebuah pensil yang diikat oleh 4 utas tali rapia. Memasukan Spidol ke Botol Langkah–langkah : • Jelaskan kepada peserta bahwa sebelum membahas modul. sedangkan peserta lain menjadi pengamat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->