Proposal

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS TEKNOLOGI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
(Penelitian Pada PT Agro Potombulu Kec. Batudaa Kab. Grontalo)

Oleh Cun Alfred Moonti Nim 241 407 010

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS JURUSAN S1 AKUNTANSI UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO GORONTALO 2010

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakkang Masalah Globalisasi dalam sektor bisnis membuka peluang pelaku bisnis untuk memperluas pangsa pasarnya dan jaringan perusahaanya, demikian pula pada konsep manajerial menjadikan pelanggan sebagai prioritas utama dalam memenangkan persaingan global membuat pola-pola manajerial baru yang berkembang pada sistem keterbukaan perusahaan dengan lingkungannya sehingga membutuhkan dukungan dalam sistem informasi dengan teknologinya yang mengarah pada sistem On-Line Real Time yang menciptakan komunikasi data secara cepat dan meluas. Konsep bisnis saat ini yang cenderung dengan orientasi pada pelanggan dengan berbagai pendekatan, termasuk penggunaan konsep Customer Relationship Management (CRM). Kenyataan lain dalam dunia perbankan yang mayoritas telah menerapkan aplikasi Automatic Teller MachineATM sebagai media pendekatan pada nasabahnya serta mulai meluasnya penerapan sistem validasi on-line dan Electronic Fund Transfer-EFT perbankan. Belakangan terjadi pula pergeseran dari Electronic-“e-“ menjadi Mobile-“m-“. Gambaran di atas menunjukkan perubahan kecenderungan pola perilaku hidup masyarakat sebagai konsumen dalam bisnis yang sangat dipengaruhi oleh penggunaan alat-alat berteknologi terutama teknologi komunikasi sebagai media pertukaran informasi dengan kapasitas pertukaran data yang semakin besar volumenya. Hal ini akan memicu pelaku manajemen dalam dunia bisnis untuk mengembangkan elemen dan Infrastruktur sistem informasi yang berlaku dalam pengembangan pola manajerialnya dengan cara yang lebih cepat, akurat, berelasi, jangkauan luas dan terpadu sebagai pendukung utama dalam pengambilan keputusan manajerialnya serta dalam pengembangan hubungan dengan pelanggannya. Ketidaksiapan Manajemen dalam pengembangan sistem informasi ini akan dapat memberikan akibat terjadinya keterlambatan proses pengolahan data untuk pengambilan keputusan dan proses evaluasi terhadap pelanggan serta keterlambatan respons pada pelanggan sehingga akan mengurangi value chain dalam bisnisnya.

Dalam kecenderungan bisnis yang bersifat Open System dengan memanfaatkan berbagai kemajuan di bidang teknologi komunikasi dan informasi. Gambaran tersebut menunjukkan kecenderungan dunia bisnis pada saat sekarang dan yang akan datang mengarah pada pemanfaatan teknologi informasi sebagai salah satu alat dalam mendekatkan dan membangun hubungan relasional pada pelanggannya sebagai penerapan pendekatan pada Manajemen Marketing Modern dan juga pemanfaatan teknologi komunikasi ini merupakan sebagai alat terjadinya berbagai transaksi seperti penjualan dan pembayarannya. namun terjadi hal mencolok yaitu kejahatan atau penyalahgunaan internet Indonesia menduduki urutan kedua di dunia setelah Ukraina” (Pikiran Rakyat. Berdasrkan uraian di atas maka penulis ingin melakukan penelitian dengan mengangkat judul penelitian yakni “sistem informasi akuntansi berbasis teknologi dalam pengambilan keputusan”. 23 Mei 2007. terdapat sebuah paradoks yang terjadi di Indonesia yaitu dikemukakan oleh Roy Suryo “Ketertinggalan penggunaan internet di Indonesia dibandingkan dengan negara lain yang menduduki urutan terakhir. . Optimalisasi Sistem Informasi berbasis Komputer dikembangkan dengan memberikan peluang sekaligus implikasi negatif berupa penyalahgunaan data bisnis. Pengembangan tehnik-tehnik pengendalian baru diperlukan sejalan dengan perubahan yang cepat dalam teknologi informasi. dengan biaya mencapai USD 10 Milliar per tahun” (2004:338-Jilid1).Rubrik Apa dan Siapa). Penyalahgunaan yang terjadi dalam dunia bisnis yang dikomputerisasi adalah sangat besar seperti dikemukakan Romney “Organisasi-organisasi yang melacak Penipuan komputer memperkirakan bahwa 80% usaha di Amerika Serikat telah menjadi korban paling tidak satu insiden penipuan komputer. Namun terdapat implikasi yang signifikan terhadap kemajuan atas penerapan teknologi komunikasi dalam dunia bisnis dengan resiko atas terjadinya penyalahgunaan karena sifat dari teknologi komunikasi yang terbuka (Open System). Pergeseran Metode dan Tehnik Pengendalian pada Sistem Informasi berbasis komputer merupakan hal yang mutlak pada penerapan sistem informasi dengan Open System tersebut.

2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang diatas. teridentifikasi masalah sebagai berikut: 1.5. .1.5. Sistem informasi yang di gunakan masih menggunakan sistem manual 2. Kurangnya pengetahuan cara pengambilan keputusan dengan sistem informasi yang berkembang 1.2.1. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangsih pemikiran yang bersifat ilmiah dan dapat memberikan kontribusi yang berupa informasi serta menjadi bahan masukan bagi pimpinan khususnya dalam rangka pengambilan keputusan pada perusahaan dalam tiap periode.3 Rumusan Masalah Setelah memperhatikan identifikasi masalah di atas. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dibidang akuntansi khususnya tentang peran bagaimana pimpinan dalam memutuskan dan menetapkan pengambilan keputusan dengan menerapkan ilmu yang ada. Kurangnya pengetahuan seputar informasi akuntantansi bebasis teknologi 3. maka peneliti dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut: bagaimana peran dari sitem informasi akuntansi berbasis teknologi di dalam pengambilan keputusan? 1. 1.4 Tujuan Penilitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pimpinan perusahaan dalam mengembangkan sistem informasi akunutansi berbasis teknologi dalam pengembilan keputusan pada tiap periode. 1.5 Manfaat Penilitian Manfaat yang diharapkan penulis dari penelitian ini adalah: 1.

insinyur serta pihak luar seperti investor dan kreditor. barang dagangan. Konsep . Mereka mempunyai tanggung jawab pokok untuk mengambil keputusan yang berkenaan dengan perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan. Transaksi akuntansi merupakan transaksi pertukaran yang mempunyai nilai ekonomis.1 Sistem Informasi Akuntansi dan Lingkungan Bisnis Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu rerangka pengkordinasian sumber daya (data. menyelenggarakan arsip dan catatan yang up to date. 4. Namun sebagian besar diperoleh dari sumber lain. Pengguna output lainnya adalah para karyawan penting seperti akuntan. Penerimaan kas. baik dari dalam maupun dari luar perusahaan. personal. sistem informasi Akuntansi berperan mengatur dan mengoperasionalkan semua aktivitas transaksi perusahaan. Pengeluaran kas kepada suplier. equipment. Tipe transaksi dasar adalah: 1. suppliers. Pengguna utama pemrosesan transaksi adalah manajer perusahaan. Sebagian dari keluaran yang diperlukan oleh pemroses informasi disediakan oleh sistem pemrosesan transaksi. Sebagai pengolah transaksi. Transaksi memungkinkan perusahaan melakukan operasi. meterials. Penjualan produk atau jasa.BAB II KAJIAN TEORI 2. Pengeluaran kas gaji karyawan. 2. dan mencerminkan aktivitas organisasi. and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan (Wilkinson. informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan 1991). dan aset tetap dari suplier.Tujuan sistem informasi akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan yang dilaksanakan oleh aktivitas yang disebut pemrosesan informasi. jasa. seperti laporan keuangan dari sistem pemrosesan transaksi. 5. 3. Pembelian bahan baku.

5. 2. Melayani berbagai macam tujuan. Tepat Waktu. 3. besar. berarti sistem berdampak pada kehidupan kualitas kerja users. Dapat Dipahami dan Dapat Diverifikas proses komunikasi data yang cepat dan terintegrasi adalah dengan menggunakan konsep manajemen database terpadu (Integrated Database Management Systems). Berfokus pada permintaan fungsional dari sistem. ketersediaan teknologi untuk mendukung sistem serta teknologi mudah diperoleh atau dikembangkan. Cushing (1983) mengemukakan bahwa: 1. Mempertimbangkan trade-off yang memadai antara manfaat dari tujuan perancangan sistem dengan biaya yang dikeluarkan. Kesesuaian desain sistem dengan tujuan sistem informasi dan organisasi. Berikut ini dasar-dasar yang perlu diperhatikan dalam prioritas perancangan sistem menurut Wilkinson (1993): 1. Sedangkan Barry E. Kelayakan teknis. Kelayakan perilaku. 5. Andal. Berdasarkan kelayakan ekonomis. Disesuaikan dengan kebutuhan informasi users. Lengkap. input dikumpulkan ke sistem dan output-nya dapat digunakan. pelaporan dan analisa terhadap data. 6.perancangan sistem seharusnya mencerminkan prinsip-prinsip perusahaan. Perancangan sistem memperhatikan keberadaan dari pengguna sistem (user). 4. Arsitektur database yang dirancang dalam bisnis yang bersifat Open Systems memerlukan prosedur pengendalian yang kuat termasuk membaginya kedalam dua sistem database yaitu Closed Systems Database untuk Tujuan dalam perencanaan sistem dan usulan proyek seharusnya dicapai untuk menghasilkan kemajuan dan kemampuan sistem yang lebih . 3. 4. Kelayakan operasional. berarti sistem memiliki net present value positif. 2. berdasarkan pada kriteria data berupa Relevan. Keadaan bisnis yang Competitive mensyaratkan terjadinya proses komunikasi data yang cepat baik untuk proses pengolahan berupa manipulasi & perhitungan data.

personal dan multiuser. kantor. juga menyediakan kebutuhan informasi untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan oleh manajer. data. Pengendalian – Penilaian Resiko. Recovery. divisi. 2. Sistem informasi personal adalah sistem informasi yang didesain untuk memenuhi kebutuhan informasi personal dari seorang pengguna tunggal (single user). meliputi Controls for Preventing and Deterrence. bagian) atau keseluruhan organisasi. jaringan dan teknologi yang terintegrasi yang berfungsi untuk mendukung dan meningkatkan operasi seharihari sebuah bisnis. Limitation. Pengendalian Informasi & Komunikasi. (2001:667). orang dan teknologi informasi (hardware dan software). Detection. Pengendalian Operasional. baik personal maupun multiuser. Pengendalian dgn Pengawasan Kinerja dan ISACF (Information systems Audit and Control Foundation mengembangkan kerangka pengendalian COBIT (Control Objective for Information and Related Technology) (Romney. Ada dua tipe sistem informasi. Untuk membangun sistem informasi. haruslah mengkombinasikan secara efektif komponen-komponen sistem informasi.2 Komponen Sistem Informasi dan Pengendalian Sistem informasi merupakan sebuah susunan dari orang. Strategi ini yang diterapkan secara integral pada berbagai departemen yang terlibat dalam networking dalam kerangka kelancaran proses pengolahan dan manipulasi data serta pelaporannya untuk menjamin tidak terjadinya kesalahan dan malfungsi sistem. Efraim Turban menyatakan lima strategi dasar dalam membangun sistem pengendalian dalam bisnis dengan dengan basis komputerisasi. informasi (data).data-data kritis kebutuhan internal perusahaan dan Open Systems Database yang dapat digunakan dalam proses hubungan ekternal dengan pelanggan dan pemasok. yaitu: prosedur kerja. Sedangkan sistem informasi multiuser didesain untuk memenuhi kebutuhan informasi dari kelompok kerja (departemen. aktivitas. Correction. Struktur Pengendalian Intern dalam sistem informasi akuntansi dari COSO (Committee of Sponsoring Organizations) yang dikembangkan saat ini terdiri dari lima komponen yaitu Pengendalian Lingkungan. .

adalah syarat paling mutlak dalam kondisi ERP dalam bisnis Open Systems dengan memaberikan pembatasan akses pada data-data yang mempunyai nilai dan beresiko tinggi serta menerapkan beberapa lapis kendali pada kewenangan akses terhadap sentral basis data atau database. Standarisasi pengendalian intern yang diberikan COSO maupun COBIT telah mencakup integralisasi sistem dan lingkungannya dalam sistem informasi akuntansi berbasis komputer dengan penggunaan model ERP. Data Accounting.2004:230. 2004:232. COBIT merangkum standar pengendalian berdasarkan pada 36 sumber yang berbeda dalam satu kerangka pengendalian yang akan memberikan dampak besar dalam pengendalian sistem informasi basis komputer. dll. Implikasi yang terjadi pada Pengendalian intern dan Audit yang termasuk dalam Statement On Auditing Standards (SAS) no. Anti Virus. berupa membangun sistem validasi user saat masuk ke dalam suatu modul. dan memberikan user merasakan pelayanan dari aplikasi teknologi informasi berupa jaminan kemanan yang memadai serta kemudahan bagi auditor dalam melakukan verifikasi internal guna rekomendasi atas sistemnya. semacam Firewall. penekanannya pada sedekat mungkin “sumber “ pada “kejadiannya” dan penerapan berbagai alat deteksi user dengan Privillege System. Supervisi atau Pengawasan bergeser pada kemampuan reaksional dari bagian struktur organisasi terbawah yang dapat melakukan tindakan secara otomatis berdasarkan pengendalian intern dalam sistem. implementasinya akan memberikan pengendalian yang melibatkan pihak manajemen untuk melakukan perbandingan atas praktik keamanan dan pengendalian dalam lingkungan teknologi informasi yang dikembangkannya. (Romney. jilid 1). Jilid 1). menjadi sangat up to date dengan sistem online real time sehingga membutuhkan pengendalian atas kebenaran data yang akurat dan bersih dengan menerapkan pendukung berupa program aplikasi pembetulan dan pembersihan data yang menjembatani antara ERP dengan aplikasi yang menggunakan data-datanya. Pengendalian Akses. perencanaan . Pemisahan Fungsi. sehingga pengembangan pengawasan menuju pada pengawasan atas kemampuan dan kecakapan dari personel lapis bawah dan meningkatkannya pada pengawasan yang lebih meluas (Span Control). 78 meliputi Otorisasi Transaksi.

prosedur analitical review dengan subtantive test terhadap sentral data merupakan bagian penting untuk menciptakan keandalan dan meterialitas data demikian pula Compliance Test atas kepatuhan pada kewenangan dan validasi serta akses data. manajemen data. Pengumpulan Data Fungsi pengumpulan data terdiri atas memasukkan data transaski melalui formulir. mengingat kerangka database yang terbuka aksesnya bagi siapa saja yang membuka peluang besar dalam penyalahgunaan data perusahaan. sekaligus menjadikan pengendalian intern yang baik sebagai prasyarat dalam optimalisasi Sistem Informasi Akuntansi dalam bisnis yang dilakukan dengan Open System. Audit terhadap Sentral Data.detail dan perubahannya perlu dilakukan secara temporer terhadap sentral sistem dan perkembangannya termasuk review atas kode akses dan user privillege. Jika data jauh dari lokasi pemrosesan. Hall. Fungsi pemrosesan data terdiri atas langkah-langkah sebagai berikut: 1. 2. reengineering terhadap sistem untuk peningkatan performanya. mensyahkan serta memeriksa data untuk memastikan ketepatan dan kelengkapannya.3 Data dan Informasi Akuntansi Setiap sistem informasi akuntansi melaksanakan lima fungsi utama. 2003:569). Pemrosesan Data Pemrosesan data terdiri atas proses pengubahan input menjadi output. data dihitung dahulu sebelum dicatat. maka data harus ditransmisikan lebih dahulu. dan penghasil informasi. 1. 3. 2. . Kerugian yang besar dalam Sistem Informasi yang pengendalian internnya lemah. Pengklasifikasian atau menetapkan data berdasar kategori yang telah ditetapkan. pengendalian data (termasuk security). Jika data bersifat kuantitatif. pemrosesan data.(James A. yaitu pengumpulan data. demikian juga proses verifikasi secara independen melalui rekonsiliasi data. Menyalin data ke dokumen atau media lain.

Melakukan penghitungan. Peringkasan. Manajemen Data Fungsi manajemen data terdiri atas tiga tahap. untuk menjaga dan menjamin keamanan aset perusahaan. Membandingkan data untuk mendapatkan persamaan atau perbedaan yang ada. 5. data yang tersimpan diperbaharui dan disesuaikan dengan peristiwa terbaru. Tahap pengelompokkan data dan pengurutan data dari fungsi pemrosesan data. 8. pemutakhiran dan pemunculan kembali (retrieving). Tahap penyimpanan merupakan penempatan data dalam penyimpanan atau basis data yang disebut arsip. Manajemen data dapat dipandang sebagai bagian dari pemrosesan data. untuk menjamin bahwa data yang diperoleh akurat dan lengkap serta diproses dengan benar. Kemudian pada tahap retrieving. Pengendalian Data Fungsi pengendalian data mempunyai dua tujuan dasar: 1. atau penjumlahan data kuantitatif.3. 4. Pada tahap pemutakhiran. misalnya sering dilakukan sebagai pendahuluan sebelum dilakukan tahap pemutakhiran dalam fungsi manajemen data. Manajemen data akan menunjang pencapaian efisiensi aktivitas dalam proses menghasilkan informasi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen terutama mengenai informasi aktivitas dan informasi kebijakan manajemen. Penghasil Informasi . 7. yaitu: penyimpanan. Menggabungkan atau mengkombinasikan dua atau lebih data atau arsip. dan 2. Mengurutkan. Manajemen data dan pemrosesan data mempunyai hubungan yang sangat erat. 6. termasuk data. Berbagai teknik dan prosedur dapat dipakai untuk menyelenggarakan pengendalian dan keamanan yang memadai. atau menysusn data menurut karaktersitiknya. 5. Mengelompokkan atau mengumpulkan transaski sejenis. 4. 3. data yang tersimpan diakses dan diringkas kembali untuk diproses lebih lanjut atau untuk keperluan pembuatan laporan.

dan informasi akuntansi keuangan (IAK). pelaporan dan pengkomunikasian informasi. sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen terhadap informasi yang tepat waktu. IAK disajikan dengan asumsi bahwa informasi yang dibutuhkan investor. dan penjualan produk hasil dari pemrosesan sebelumnya. Aktivitas lain dapat berupa aktivitas akuntansi. 3. Informasi ini tidak dibatasi oleh PABU. dapat pula diolah untuk menghasilkan informasi akuntansi manajemen dan informasi akuntansi. dan sebagainya dapat mewakili kebutuhan informasi pihak lain selain investor dan kreditor. Informasi akuntansi manajemen disiapkan untuk kebutuhan pihak internal untuk membantu manajemen dalam pembuatan keputusan. Aktivitas operasi selain dapat menghasilkan informasi operasi. manajemen. calon investor dan kreditor. IAK disusun dan dilaporkan secara periodik. administrasi dan umum dan lain-lainnya.4 Informasi Operasi. IO disiapkan hampir mirip dengan IAM. Informasi ini bertujuan umum sebab disiapkan untuk pihak internal dan eksternal. Informasi Akuntansi Manajemen dan Informasi Akuntansi Keuangan Informasi yang dihasilkan oleh SIA adalah informasi akuntansi yang dapat berupa informasi operasi (IO). IAK disajikan dengan format yang terlalu kaku. . Selain itu. Kegiatan operasi yang dimaksud adalah aktivitas utama dan aktivitas lain yang timbul dalam peusahaan tersebut.Fungsi penghasil informasi ini terdiri atas tahapan pemrosesan informasi seperti penginterprestasian. kreditor. Dengan demikian dibutuhkan satu informasi seragam untuk semua pihak yang berkepentingan dengan bisnis perusahaan. sehingga kurang mampu memenuhi informasi yang dibutuhkan manajemen. Aktivitas utama biasanya berasal dari aktivitas pembelian bahan mentah. Bedanya adalah IO dikhususkan untuk membuat laporan yang memuat kegiatan operasi perusahaan. informasi akuntansi manajemen (IAM). Umumnya. pengolahan atau pemrosesan. merupakan informasi inovatif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi perusahaan tertentu. pemerintah. Informasi akuntansi keuangan adalah informasi bertujuan umum (general purposes) yang disajikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU).

Manajemen membutuhkan sistem informasi yang bersifat strategik sampai yang bersifat operasional. informasi yang terintegrasi melalui seluruh rantai hubungan bisnis akan menimbulkan keuntungan strategik untuk memaksimumkan value bagi pelanggan. kreditor. Penerapan teknologi informasi (seperti EDI) dalam SIA akan menjadikan SIA sebagai sistem informasi strategik (SIS) untuk menciptakan information-dual. EDI memberikan keuntungan efisiensi bagi pelanggan dan pemasok. dan pemakai lainnya menjadi suatu yang biasa. Oleh karena itu. Information-dual akan dapat mempengaruhi .3. maka akan menimbulkan share interest secara efisien. Bagi entitas. dan beberapa bentuk pelaporan real-time kepada investor. Informasi masa depan akan disajikan secara virtual atau merupakan information-dual (Elliot. dan melaporkan serta mendistribusikan informasi kepada para pemakai dengan kos yang relatif rendah. TI memicu adanya value system. pemasok.5 Teknologi Sistem Informasi Akuntansi Teknologi informasi yang meliputi komputer dan telekomunikasi memampukan (enable) suatu entitas mengumpulkan data. Teknologi informasi masa depan akan menyebabkan model aliran informasi di atas menjadi ketinggalan jaman. menyimpan. bukan pada kepentingan individu related entities. Rantai hubungan bisnis ini akan mengarahkan perhatian utama setiap entitas pada kebutuhan pelanggan (customers focus). maka kondisi ini akan menimbulkan keseluruhan rantai hubungan. Teknologi informasi (TI) digunakan untuk melaksanakan bisnis perusahaan (Wilkinson. mengolah. dan pelanggan. Entitas dimungkinkan memiliki informasi secara real-time. Teknologi informasi juga memampukan suatu entitas menangkap dan menangapi informasi eksternal secara efektif (effective sensing radar). sistem informasi suatu entitas dapat manjadi sistem informasi entitas lain. Dengan demikian. 1994). bisnis perusahaan dengan pelanggan. Pihak-pihak yang terkait tersebut berhubungan karena adanya value chain. TI merupakan penghubung value chain antara bisnis perusahaan. dan antara pemasok dan pelanggan. Jika pelanggan dapat melihat ke belakang melalui keseluruhan rantai sediaan dan pemasok dapat melihat ke depan keseluruhan rantai pelanggan. 1991) dan menjadi mata rantai yang menghubungkan bisnis perusahaan dengan pemasok.

Oleh karena itu. Bagi entitas. EDI memberikan keuntungan efisiensi bagi pelanggan dan pemasok. manajemen dapat mencegah suatu proses menjadi semakin buruk dan mengubah tindakannya secara cepat dengan memonitor proses-proses secara real-time. maka kondisi ini akan menimbulkan keseluruhan rantai hubungan. Pihak-pihak yang terkait tersebut berhubungan karena adanya value chain. Untuk merealisasi information dual. Teknologi informasi juga memampukan suatu entitas menangkap dan menangapi informasi eksternal secara efektif (effective sensing radar). bahkan sistem informasi tersebut menjadi sistem informasi strategik itu sendiri. maka akan menimbulkan share interest secara efisien. Teknologi informasi (TI) digunakan untuk melaksanakan bisnis perusahaan (Wilkinson. 3. kebakaran dan banjir yang ditempatkan di setiap rumah. Sistem informasi ini dapat dianalogikan dengan sistem sensor pemanas. TI merupakan penghubung value chain antara bisnis perusahaan. dan melaporkan serta mendistribusikan informasi kepada para pemakai dengan kos yang relatif rendah. Jika pelanggan dapat melihat ke belakang melalui keseluruhan rantai sediaan dan pemasok dapat melihat ke depan keseluruhan rantai pelanggan. Information-dual menyebabkan perubahan besar lingkungan manajemen dan pertanggungjawaban. menyimpan. informasi yang . Sistem informasi strategik akan didukung dengan terbentuknya sistem informasi operasi. Dengan demikian. Informasi ini dapat digunakan dalam pengukuran pertanggungjawaban internal dan eksternal. mengolah. TI memicu adanya value system. pemasok. Dengan demikian.6 Teknologi Sistem Informasi Akuntansi Teknologi informasi yang meliputi komputer dan telekomunikasi memampukan (enable) suatu entitas mengumpulkan data. sistem informasi akuntansi manajemen. dan sistem informasi akuntansi keuangan. dan antara pemasok dan pelanggan.semua organisasi yang menghasilkan output secara virtual. alat sensor akan memonitor dan menangkap sinyal suatu kejadian dan memrosesnya secara real-time. 1991) dan menjadi mata rantai yang menghubungkan bisnis perusahaan dengan pemasok. bisnis perusahaan dengan pelanggan. dan pelanggan. sistem informasi suatu entitas dapat manjadi sistem informasi entitas lain.

Secara . Information-dual menyebabkan perubahan besar lingkungan manajemen dan pertanggungjawaban. dan pemakai lainnya menjadi suatu yang biasa. Entitas dimungkinkan memiliki informasi secara real-time. bahkan sistem informasi tersebut menjadi sistem informasi strategik itu sendiri. manajemen dapat mencegah suatu proses menjadi semakin buruk dan mengubah tindakannya secara cepat dengan memonitor proses-proses secara real-time. sistem informasi akuntansi manajemen. Kebijakan ini berkaitan denganb filosofi manajemen. dan sistem informasi akuntansi keuangan. Rantai hubungan bisnis ini akan mengarahkan perhatian utama setiap entitas pada kebutuhan pelanggan (customers focus). Teknologi informasi masa depan akan menyebabkan model aliran informasi di atas menjadi ketinggalan jaman. Penerapan teknologi informasi (seperti EDI) dalam SIA akan menjadikan SIA sebagai sistem informasi strategik (SIS) untuk menciptakan information-dual. 3. alat sensor akan memonitor dan menangkap sinyal suatu kejadian dan memrosesnya secara real-time.terintegrasi melalui seluruh rantai hubungan bisnis akan menimbulkan keuntungan strategik untuk memaksimumkan value bagi pelanggan. Information-dual akan dapat mempengaruhi semua organisasi yang menghasilkan output secara virtual. dan beberapa bentuk pelaporan real-time kepada investor. Sistem informasi ini dapat dianalogikan dengan sistem sensor pemanas. dan sistem informasi yang proaktif. Informasi ini dapat digunakan dalam pengukuran pertanggungjawaban internal dan eksternal. Untuk merealisasi information dual. Sistem informasi strategik akan didukung dengan terbentuknya sistem informasi operasi. maka perlu pemahaman terhadap kebijakan dan sekumpulan hal-hal mendasar yang menjadi keyakinan manajemen suatu organisasi terhadap sistem informasi.7 Pencapaian Sistem Informasi Akuntansi yang Memadai Sebelum melaksanakan metodologi pengembangan sistem. Manajemen membutuhkan sistem informasi yang bersifat strategik sampai yang bersifat operasional. kreditor. Informasi masa depan akan disajikan secara virtual atau merupakan information-dual (Elliot. bukan pada kepentingan individu related entities. 1994). kebakaran dan banjir yang ditempatkan di setiap rumah. Dengan demikian.

Penarikan staf yang kompeten dan layak adalah suatu tindakan yang sangat penting. kebutuhan pemrosesan dan kewajiban pelaporan untuk membantu perusahaan tetap pada jalur yang harus dilalui dan bertahan hidup. Beberapa hal berikut menjadikan . Tujuan sistem informasi dan kebutuhan informasi yang didefinisikan secara jelas adalah salah satu kunci untuk suksesnya sistem informasi. yaitu dipandang sebagai senjata pertahanan taktik dan senjata ofensif strategik. teleconference. namun tanpa manusia bersumber daya yang kompeten untuk mengkoordinasikan sistem akan menghasilkan informasi yang tidak layak. serta menghilangkan batas wilayah negara. sedikit tujuan. electronic mail. 1992). Kebijakan sistem informasi proaktif mengakui penerapan teknologi informasi. Investasi yang besar dalam perangkat keras. Calliueot and Lapayre (1992) menyatakan bahwa penciptaan suatu informasi efektif membutuhkan suatu pengorganisasian untuk mengembangkan sejumlah sistem-sistem pendukung. daripada sistem tanpa tujuan. Kesuksesan suatu sistem membutuhkan tujuan-tujuan yang terdefinisikan. computerintegrated manufacturing. Suatu sistem dengan tujuan tertentu akan menyelesaikan lebih banyak untuk suatu organisasi.8 Aspek Pengendalian Intern Sistem Informasi Berbasis Komputer Elemen pengendalian intern yang ada pada sistem informasi berbasis komputer hampir sama dengan sistem manual. Kebijakan sistem informasi yang proaktif akan menghilangkan pemisah antara departemen. tidak tepat waktu atau tidak akurat. multifunctional workstations secara terintegrasi. teleshopping. perangkat lunak dan pendukung sistem yang lain adalah sesuatu yang penting. seperti telekomunikasi. 3.umum ada dua filosofi yang dapat digunakan dalam pengembangan sistem informasi organisasi. Kedua. personalia dan fungsi garis. Pertama. atau tujuan yang ambisius (Calliueot and Lapayre. sistem informasi akuntansi dipandang sebagai senjata ofensif yang strategik untuk dapat memenangkan persaingan. komputer. sistem informasi dipandang sebagai senjata pertahanan taktik dan operasional untuk menentukan basic data.

Pengendalian pada salah satu fungsi mungkin dapat melemahkan pengendalian pada fungsi yang lain. Perancangan dan penyusunan program sistem 2. 2. 7. Pengendalian harus diintegrasikan kedalam rancangan sistem sebagai salah satu elemen yang mendukung kekuatan desain sistem tersebut. Perlu dilakukan sentralisasi informasi utnuk memudahkan pengendalian. 4. Sedikitnya bukti berupa dokumen. berbeda sedikit dengan sistem manual. Dokumentasi program dan kepustakaan 4. Memungkinkan pengendalian intern melalui program-program komputer. Elemen-elemen pokok pengendalian intern sistem informasi berbasis komuter dikelompokkan sebagai berikut: 1. Diperlukan prosedur dokumentasi yang baik sehingga mampu merekam seluruh proses sekaligus pengmbangan sistem itu sendiri.adanya penekanan yang berbeda pada pengendalian intern untuk kedua jenis sistem itu. Fungsi yang perlu dipisahkan adalah: 1. Pengendalian Manajemen (Management Control) Pengendalian manajemen yang diperlukan oleh sebuah sistem informasi meliputi: 1. Pengendalian terhadap rencana induk sistem informasi. Pemisahan fungsi. Seleksi dan pelatihan karyawan . 2. 3. 5. Diperlukan desain sistem yang mampu meninggalkan jejak untuk keperluan pengauditan (audit trial). 6. Sistem informasi terkomputerisasi lebih luas lingkup pengendaliannya karena sebagian besar proses tidak terlihat secara nyata oleh indra manusia. Prosedur backup termasuk dalam hal ini. Operasi pengolahan data 3. 1. apakah desain sistem informasi telah memenuhi garis besar dan spesifikasi yang dimaksud dalam rencana induk.

Tidak setiap karyawan memiliki wewenang untuk keruangan di mana komputer induk dan media penyimpanan diletakkan. 4. Pengendalian terhadap dokumentasi sistem. 2. Pengendalian akses mencakup lingkup berikut: 1.5. 2. Pengendalian Akses (Access Control) Pengendalian akses merupakan kunci dari sistem informasi berbasis komputer. Pengendalian akses terhadap perangkat keras. 3. Pengendalian siklus pengembangan sistem. Pengendalian anggaran 3. Perusahaan perlu melakukan pengendalian intern dalam mengembangkan sistem informasinya. . Setiap usulan pengembangan sistem sebaiknya melalui sebuah prosedur yang memerlukan otorisasi dari manajer pengembangan sistem atau semacamnya. Perlu otorisasi seperti halnya pada pengendalian siklus pengembangan sistem. Penerapan berbagai teknik password bertingkat untuk mengendalikan akses setiap personil merupakan teknik yang paling banyak digunakan. Perlu adanya buku petunjuk operasional sistem dan prosedur yang ada dalam sistem tersebut 6. Pengendalian terhadap pengubahan program. Pengendalian Terhadap Pengembangan Sistem Penerapan sistem informasi akuntansi berbasis komputer merupakan investasi yang besar. demikian pula untuk pengembangan selanjutnya. Pengendalian ini diperlukan karena dokumentasi sistem merupakan alat komunikasi antara perancang sistem dengan users. Selain itu perlu pula prosedur pengamanan perangkat keras dari berbagai bencana dan kecelakaan yang disebabkan oleh hal lain. Pengendalian akses terhadap perangkat lunak. jenis pengendalian yang diterapkan untuk hal ini adalah: 1. Sistem dan pengembangan sistem yang tidak didokumentasikan dengan baik akan menambah biaya pengembangan karena harus mencari informasi mengenai detail sistem ke pihak perancang terdahulu.

Dengan memiliki dokumentasi program maka sangat memungkinkan seseorang memodifikasi program untuk kepentingan pribadi. Yang menjadi persoalan adalah siapakah orang yang bertugas untuk melakukan pemasukan data (data entry).3. Pengendalian terhadap dokumentasi program. Sistem akuntansi dengan komputer itu sendiri biasanya juga dilengkapi dengan mekanisme pengamanan sehingga tidak setiap orang dapat mengubah data walaupun orang tersebut masih tetap dapat menggunakan komputer yang sama untuk tujuan lain. Untuk dapat menjalankan program dan melakukan pemasukan data orang/operator yang diotorisasi untuk itu diberi kode khusus (disebut password) agar dapat membuka file akuntansi dan melakukan pencatatan transaksi . Akses terhadap program ini hendaknya dilindungi melalui otorisasi dari pihak tertentu. Hanya orang/operator tertentu yang diotorisasi dapat melakukan pemasukan data. Pekerjaan atau tugas yang demikian biasanya menjadi objek komputerisasi. hasil pengolahan data oleh komputer juga ikut salah. Dengan kata lain. Bila dipelajari sifatnya.9 Komputerisasi Proses Akuntansi Melihat karakteristik komputer dan karakteristik proses akuntansi. proses tersebut sifatnya adalah penambahan. pembandingan. 4. dapat disimpulkan bahwa ada bagian dari proses pencatatan yang fungsinya dapat diganti dengan komputer. proses mulai dari penjurnalan sampai ke pelaporan sebenarnya bersifat matematis (karena hubungan buku besar dapat ditunjukkan dalam persamaan akuntansi. Pengendalian ini mutlak diperlukan karena sangat banyak data yang dihasilkan dari sebuah sistem informasi yang bersifat rahasia yang perlu dilindungi dari pihak-pihak tertentu. Pengendalian terhadap program dan file-file data. 3. penyortiran. sistematis (karena urutan mengerjakannya jelas) dan logis (karena unsur pertimbangan atau judgement tidak terlibat lagi). Tentu saja tidak setiap orang dapat melakukan hal tersebuut. Dengan sistem komputer seperti di atas maka langkah yang paling kritis adalah langkah analisis transaksi karena kalau langkah ini salah. pereklasifikasian. dan peringkasan dengan cara tertentu yang sudah jelas atau pasti.

dalam sistem komputer tidak diperlukan lagi kertas kerja seperti pada sistem manual. konsep yang dipelajari dalam sistem akuntansi manual tetap diperlukan karena apa yang dikerjakan oleh komputer tetap mengikuti konsep yang digunakan dalam sistem akuntansi manual. Komunikasi dengan komputer dilakukan melalui terminal yang terdiri atas keyboard.tertentu. layar monitor dan printer. bagian akuntansi yang mengolah data dengan komputer sering disebut dengan bagian Electronic Data Processing (EDP) yang selain mengolah data akuntansi bagian ini juga mengolah data perusahaan yang lain. Mencatat Transaksi dalam Sistem Komputer Program komputer untuk akuntansi biasanya dirancang dengan cermat sehingga operator yang melakukan pencatatan transaksi dapat melaksanakannya dengan mudah. Oleh karena itu. 1. Dalam hal mikrokomputer. Oleh karena itu. Walaupun dengan penggunaan komputer kegiatan-kegiatan dalam siklus akuntansi manjadi tidak ada lagi. daftar utang dan laporan interim dapat disusun dan dicetak setiap saat dengan segera. Perlu dicatat bahwa konsep pelaporan keuangan tidak dapat diganti oleh komputer. Cara ini merupakan salah satu contoh pengaman dan merupakan salah satu cara untuk menentukan orang yang bertanggung jawab bila terjadi kesalahan atau penyalahgunaan informasi. yang dapat diganti dengan komputer adalah proses pengolahan datanya. pengakunan dan penyusunan daftar saldo) dapat dilakukannya dengan mengikuti instruksi yang langsung dapat dilihat pada layar monitor. Dalam perusahaan yang besar yang mempunyai komputer berskala besar. Kalau data penyesuaian telah dimasukkan dalam komputer maka laporan keuangan akhir dapat segera dicetak. Menu akan menyajikan daftar . semua perangkat komputer menjadi satu kesatuan dan berdiri sendiri sebagi suatu sistem. Setiap langkah yang dikerjakan dalam siklus akuntansi (penjurnalan. Instruksi yang sudah disiapkan pada waktu merancang sistem biasanya ditampilkan di layar monitor dalam bentuk menu. komputernya sendiri biasanya tidak tampak atau tidak terletak di dekat terminal tersebut tetapi khusus terletak di tempat yang disebut pusat komputer. Laporan seperti daftar piutang.

operasi yang dapat diminta oleh operator dan operator tinggal memilih operasi yang dikehendaki. Dengan kecepatan ini suatu transaksi dapat diproses dalam seketika. Kecepatan komputer dapat diandalkan karena komputer mengerjakan suatu perintah dalam hitungan mikrodetik (microsecond). Permasalahan timbul ketika cost yang berbentuk selain biaya tersebut sukar untuk diukur dalam ukuran kuantitatif. Tentu hal ini membutuhkan alat untuk mengalokasikan dan menentukan ukuran yang tepat untuk mengkuantifikasikannnya. Cost bukan hanya berarti biaya yang dikeluarkan. tenaga dan sumber daya yang dialokasikan untuk hal ini membutuhkan alokasi yang tidak sedikit. Bukan hanya dalam hal biaya investasi tetapi waktu. tenaga. sistem komputerisasian memang jelas mempunyai keunggulan (benefit) khususnya dalam hal kecepatan (speed). 2. Itulah sebabnya sebelum suatu komputer dan programnya digunakan. suatu percobaan (trial run) dengan data percobaan perlu dilakukan untuk memverifikasi program. Kapasitas untuk menyimpan. Dalam sistem manual. mencatat dan mencetak data menjadi sangat besar karena data disimpan dalam bentuk elektromagnetik. Namun demikian. Penggunaan komputer merupakan sebuah investasi besar bagi sebuah organisasi. ketelitian (accuracy) dan kapasitas (capacity) pemrosesan. di samping laporan utama komputer dapat diprogram untuk menghasilkan laporan-laporan tambahan lainnya termasuk rincian-rincian yang diperlukan. Waktu. Kalau dibandingkan dengan sistem manual. karena tiap langkah dikerjakan oleh manusia. Pertimbangan Penggunaan Komputer Pertimbangan utama penggunaan komputer adalah pertimbangan cost and benefit. Ketelitian jelas dapat diandalkan karena setelah data disiapkan dengan benar. komputer akan memroses tanpa campur tangan manusia lagi dan kalau komputer sudah diprogram dengan benar kemungkinan kesalahan perhitungan dan klasifikasi menjadi kecil. Oleh karena itu. . sumber daya yang lain haruslah diperhitungkan dalam penggunaan komputer. kemungkinan kesalahan menjadi lebih besar. Perkembangan chip terakhir telah memungkinkan kecepatan dalam seperbilliun detik (nanosecond) atau bahkan dalam sepertrilliun detik (picosecond).

diperlukan suatu sistem pengendalian internal dan computer security yang memadai. Oleh karena itu. . Itulah sebabnya diperlukan suatu mekanisme backup. Kalau yang dimasukkan dalam komputer adalah data yang tidak mempunyai kualitas informasi. kegagalan komputer (computer failure) dapat merunyamkan perusahaan karena data dapat rusak atau hilang atau tidak dapat dibaca kembali. Perusahaan harus tahu benar manfaat digunakannya komputer dan harus yakin bahwa yang diproses dengan komputer adalah data-data yang benarbenar diperlukan dalam rangka menghasilkan informasi untuk kepentingan perusahaan. garbage-out (GIGO). Manipulasi dengan komputer dan kejahatan dengan komputer (computer crime) juga merupakan ancaman bagi perusahaan yang mengandalkan operasi dan pencatatan keuangannya dengan komputer. Yang lebih penting adalah informasi apa yang harus diproses bukan bagaimana memprosesnya. Penggunaan password merupakan salah satu cara pengendalian agar tidak setiap orang dapat mengubah atau memasukkan angka ke dalam sistem komputer.karena semua data tidak terekam dalam bentuk yang dapat dibaca oleh manusia. keluaran komputer juga merupakan data yang tidak bermanfaat betapapun rapi dan indah hasil cetakannya Pemeo untuk mengatakan hal tersebut adalah garbage-in.

Agro Potombulu Kecamatan Batudaa Kab.2.3. Gorontalo. sebagai berikut: 1). Proses dilaksanakannya penelitian yaitu selama 2 bulan yang dimulai dari bulan Januari dan Februari. 2). yaitu data yang berasal dari beberapa temuan yang dilihat dibuku atau blangko catatan kepegawaiaan dan literatur lain yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.2. maka peneliti teknik pengumpulan data. Gorontalo. Agro Potombulu Kecamatan Batudaa Kab. Agro Potombulu Kecamatan Batudaa Kab. 3. Sumber Data Primer Sumber Data Primer. menggunakan beberapa . Sumber Data Sekunder Sumber Data Sekunder. yaitu data yang diperoleh secara langsung dari lokasi penelitian dan wawancara dengan pimpinan dan pegawai di PT.BAB III METODE PENELITIAN 3. 3. Teknik Pengumpulan Data Usaha mengadakan penelitian kepemimpinan PT. Observasi Merupakan teknik di mana mengadakan pengamatan dan peninjauan langsung terhadap objek yang diteliti. Wawancara Merupakan teknik yang digunakan untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkapdan akurat dalam penelitian ini. Gorontalo.1 Tempat Dan Waktu Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian yaitu pada PT. Sumber Data Sumber data yang diperoleh dari penelitian bersal dari sumber – sumber yaitu: 3.1. 3.2.2.

4. kualitatif yaitu dalam bentuk deskripsi data yang dipeoleh melalui observasi maupun wawancara .3. Analisis Data Untuk menganalisis data digunakan analisis deskriftif dengan mengelompokkan data sesuai dengan masalah penelitian.

wordpress. Susty Ambarriani. Universitas Kristen Petra..findarticles. Salemba Empat. Http://puslit. Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol 6 No. “Never fear change – new AICPA President Barry C. Chen & Lin “Manajemen Biaya Jilid 1”.com/ http://www. Journal of Accountancy.petra. Fakultas Ekonomi.id/akuntansi/anis/2009/05/26/harmonisasi-standar-akuntansiinternasional-analisis-kritis-dari-perspektif-/#comments Josua Tarigan. Jakarta.com/p/articles/mi_m6280/is_n1_180/ai_17322372 http://ferrykosadi.. 2004:90-105. M. Anita. Diterjemahkan oleh A.com/ http://staff.com http://www.com/p/articles/mi_m6280/is_n1_180/ai_17322372 http://irzombie. July 1995.id/~puslit/journals/ .Si. Akt.ac. Mc Graw Hill CompaniesInc.ac.wordpress.undip. 2000. “Biometric Security: Alternatif Pengendalian dalam Sistem Informasi”. FindArticles.2. Melancon’s views on the accounting profession“. Dennis.findarticles.DAFTAR PUSTAKA Blocher.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.