Masalah dalam Masa Remaja

Oleh : Drs. Irsyad Das, M.Pd., Kons. Pengertian Masalah Kata “masalah” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) berarti sesuatu yang harus diselesaikan (dipecahkan). Masalah merupakan sesuatu yang menghambat, merintangi, atau mempersulit seseorang mencapai maksud dan tujuan tertentu (Winkel, 1985). Kondisi bermasalah dengan demikian mengganggu dan dapat merugikan individu maupun lingkungannya. Prayitno (2004a:4) mengungkapkan masalah seseorang dapat dicirikan sebagai “(1) sesuatu yang tidak disukai adanya, (2) sesuatu yang ingin dihilangkan, dan/atau (3) sesuatu yang dapat menghambat atau menimbulkan kerugian, ...”. Berdasarkan pengertian dan ciri-ciri masalah tersebut dapat dirumuskan bahwa masalah pada diri individu adalah suatu kondisi sulit yang memerlukan pengentasan dan apabila dibiarkan akan merugikan. Karakteristik Masalah dalam Masa Remaja Siswa SMA berada dalam masa remaja (adolescence). Arti adolescence mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1980:206). Masa remaja ditandai oleh perubahan-perubahan psikologis dan fisik yang pesat. Remaja telah meninggalkan masa anakanak, tapi ia belum menjadi orang dewasa. Remaja berada dalam masa peralihan atau transisi. Remaja mengalami berbagai masalah sebagai akibat perubahan-perubahan itu dalam interaksinya dengan lingkungan. Sebagian masalah-masalah itu berkaitan dengan dinamika hubungan remaja dan orang tuanya, antara lain sebagai berikut: * Otonomi dan Kedekatan. Santrock (1983:41) memandang bahwa isu utama relasi orang tua dan remaja adalah masalah otonomi dan kedekatan (attachment). Bahwa selain memasuki dunia yang terpisah dengan orang tua sebagai salah satu tanda perkembangannya, remaja juga menuntut otonomi dari orang tuanya. Remaja ingin memperlihatkan bahwa merekalah yang bertanggungjawab atas keberhasilan dan kegagalan mereka, sebagian mereka menolak bantuan orang tua dan guruguru (Santrock, 1983:41; Hurlock, 1980:208). Otonomi terutama diraih melalui reaksi orang-orang dewasa terhadap keinginan mereka untuk memperoleh kendali atas dirinya. Orang tua yang bijaksana, dengan demikian, akan melepaskan kendali di bidang-bidang di mana anak remajanya dapat mengambil keputusan yang masuk akal sambil tetap terus membimbing. Dalam meraih otonomi, menurut Santrock (1983:41), kedekatan dengan orang tua pada masa remaja dapat membantu pengembangan kompetensi sosial dan kesejahteraan sosial remaja, seperti harga diri, penyesuaian emosi, dan kesehatan fisik. Artinya, selama masa remaja keterkaitan dan kedekatan dengan orang tua sangat membantu pengembangan bidang pribadi dan sosial remaja. Dalam arti sebaliknya, kurangnya attachment akan menimbulkan masalah otonomi yang disertai akibat-akibat psikologis dan sosial negatif pada diri remaja. * Keinginan Mandiri Banyak remaja yang ingin mandiri. Mereka berkeinginan mengatasi masalahnya sendiri. Meski begitu, jiwa para remaja itu membutuhkan rasa aman yang diperoleh dari ketergantungan emosi pada orang tua (Hurlock, 1980:209). Hal ini mengisyaratkan bahwa masalah-masalah remaja yang disebabkan oleh kurangnya pengalaman, wawasan dan informasi tentang tingkah laku yang seharusnya mereka ambil dapat diatasi dengan mudah, namun masalah yang bersumber dari hubungan emosional dengan orang tua memerlukan pengertian dan bantuan dari orang tua

memerlukan keterlibatan orang tua secara tepat dan efektif. Apa pun akibatnya. Zakiah Daradjat (1995:59) mengungkapkan bahwa penyimpangan sikap dan perilaku remaja ditimbulkan oleh berbagai kondisi yang terjadi jauh sebelumnya. tokoh masyarakat dan pemuka agama dengan meremehkan nilai-nilai moral dan akhlak. Kurang terpenuhinya kebutuhan rasa aman dari orang tua merupakan salah satu sumber masalah lemahnya kemandirian anak remaja. diremehkan. diperlukan penelusuran terhadap kehidupan yang dilalui sebelumnya dengan pendekatan dan teknik bantuan profesional. * Identitas Diri Masa remaja adalah ketika seseorang mulai ingin mengetahui siapa dan bagaimana dirinya serta hendak ke mana ia menuju dalam kehidupannya. memberikan tindakan memudahkan akan meningkatkan pencapaian identitas remaja (Santrock. Masalah semacam ini dapat dientaskan dengan bantuan orang tua sehingga masalah-masalah yang lebih ringan dapat diselesaikan sendiri oleh sang anak. Siapkah Mental Anak? » Beberapa Permasalahan Remaja April 16th. kehilangan rasa kasih sayang atau merasa dibenci. orang tua otokratis menghambat pencapaian identitas.sendiri ataupun guru. Pengentasan masalah siswa yang berhubungan dengan kenakalan remaja tidak hanya memerlukan perubahan insidental pada sikap dan perlakuan orang tua serta berbagai elemen dalam masyarakat. Masalah ini mencakup berbagai tingkah laku sejak dari tampilan tingkah laku yang tidak dapat diterima secara sosial hingga tindakan kriminal. Kehidupan remaja tersebut sebagian besarnya terkait dengan kehidupan dalam keluarga dan kondisi orang tua mereka. melainkan juga dengan pengungkapan dan pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor timbulnya tingkah laku yang tidak dikehendaki itu. Penelitian mengenai hubungan gaya pengasuhan orang tua dengan perkembangan identitas menujukkan bahwa orang tua demokratis mempercepat pencapaian identitas. 1983:58-59). diancam. dan orang tua permisif meningkatkan kebingungan identitas. Karenanya. Tampak bahwa perkembangan identitas diri pada masa remaja sangat dipengaruhi oleh perlakuan orang tua. sedangkan orang tua yang mendorong remaja untuk mengembangkan sudut pandang sendiri. dihina. Teori terkemuka mengenai hal ini dikemukakan oleh Erikson. akibat-akibat kenakalan remaja dapat berhubungan dengan persoalan sosial yang luas serta penegakan hukum. yang semua itu menimbulkan perasaan negatif dan kemudian dapat diarahkan kepada setiap orang yang berkuasa. yaitu identitas diri versus kebingungan peran yang merupakan salah satu tahap dalam kehidupan individu (Hansen. Menurut Santrock (1983:35) kenakalan remaja yang disebabkan faktor orang tua antara lain adalah kegagalan memantau anak secara memadai. Kenakalan Remaja Kenakalan remaja merupakan masalah masa remaja yang ber-dimensi luas. frustrasi. kenakalan remaja bersumber dari kondisi perkembangan remaja dalam interaksinya dengan lingkungan. antara lain oleh kegoncangan emosi. 2008 by admin Masa Remaja Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. secara demikian. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda . Stevic and Warner. 1977:52). Artinya. dan pendisiplinan yang tidak efektif. « Fungsi Kognitif Masa Dewasa Lanjut Orangtua Bercerai. Penyelesaian masalah-masalah remaja yang berhubungan dengan pencarian identitas diri.

Luteinizing Hormone (LH). konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja. dan rencana untuk masa depan. kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. Untuk dapat memhami remaja. hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan. Dimensi Kognitif Perkembangan kognitif remaja. otot. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara.awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa. Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan. dll. Anak perempuan akan mendapat menstruasi. Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa. Namun satu hal yang pasti. Pada anak lelaki. remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka. tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations). Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. dan fisik lainnya yang berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang. Pada masa pubertas. namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. Pada kenyataan. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur. Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. prediksi. Pada anak perempuan. yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH). Dengan kemampuan operasional formal ini. di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masih sangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan . secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya. Pada periode ini. Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi. Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. dan 2). Dimensi Biologis Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra. maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensi-dimensi tersebut. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa.

Peranan orangtua atau pendidik amatlah besar dalam memberikan alternatif jawaban dari hal-hal yang dipertanyakan oleh putra-putri remajanya. Pada masa ini mood (suasana hati) bisa . Hal ini bisa saja diakibatkan sistem pendidikan di Indonesia yang tidak banyak menggunakan metode belajarmengajar satu arah (ceramah) dan kurangnya perhatian pada pengembangan cara berpikir anak. Kemampuan berpikir dalam dimensi moral (moral reasoning) pada remaja berkembang karena mereka mulai melihat adanya kejanggalan dan ketidakseimbangan antara yang mereka percayai dahulu dengan kenyataan yang ada di sekitarnya. Dimensi Moral Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanya mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasar bagi pembentukan nilai diri mereka. Pada masa remaja ia akan mempertanyakan mengapa dunia sekelilingnya membiarkan korupsi itu tumbuh subur bahkan sangat mungkin korupsi itu dinilai baik dalam suatu kondisi tertentu. perang. penyebab lainnya bisa juga diakibatkan oleh pola asuh orangtua yang cenderung masih memperlakukan remaja sebagai anak-anak. Remaja mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih banyak alternatif lainnya. jika remaja tidak menemukan jalan keluarnya. Orangtua yang bijak akan memberikan lebih dari satu jawaban dan alternatif supaya remaja itu bisa berpikir lebih jauh dan memilih yang terbaik. Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa para remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah-masalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka. sederhana. Baginya dunia menjadi lebih luas dan seringkali membingungkan. sehingga anak tidak memiliki keleluasan dalam memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan usia dan mentalnya. sudah terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik. apalagi jika lingkungan sekitarnya tidak mendukung penerapan nilai-nilai tersebut. Semestinya. Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku. keadaan sosial. remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. yaitu operasional konkrit. Hal ini tentu saja akan menimbulkan konflik nilai bagi sang remaja. Mereka lalu merasa perlu mempertanyakan dan merekonstruksi pola pikir dengan “kenyataan” yang baru. dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini tanpa bantahan. misalnya: politik. Konflik dengan orangtua mungkin akan mulai menajam Dimensi Psikologis Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak. Secara kritis. Konflik nilai dalam diri remaja ini lambat laun akan menjadi sebuah masalah besar. seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahap pemikiran abstrak supaya saat mereka lulus sekolah menengah. jika sejak kecil pada seorang anak diterapkan sebuah nilai moral yang mengatakan bahwa korupsi itu tidak baik. dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi. terutama jika ia terbiasa dididik dalam suatu lingkungan tertentu saja selama masa kanak-kanak. Remaja tersebut akan mencari jawaban di luar lingkaran orangtua dan nilai yang dianutnya. Perubahan inilah yang seringkali mendasari sikap “pemberontakan” remaja terhadap peraturan atau otoritas yang selama ini diterima bulat-bulat.kognitif operasional formal ini. dsb. Misalnya. Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya. Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya “kenyataan” lain di luar dari yang selama ini diketahui dan dipercayainya. kemanusiaan. Ini bisa menjadi berbahaya jika “lingkungan baru” memberi jawaban yang tidak diinginkan atau bertentangan dengan yang diberikan oleh orangtua. Kemungkinan remaja untuk tidak lagi mempercayai nilai-nilai yang ditanamkan oleh orangtua atau pendidik sejak masa kanakkanak akan sangat besar jika orangtua atau pendidik tidak mampu memberikan penjelasan yang logis. Ia akan melihat bahwa ada banyak aspek dalam melihat hidup dan beragam jenis pemikiran yang lain. Orangtua yang tidak mampu memberikan penjelasan dengan bijak dan bersikap kaku akan membuat sang remaja tambah bingung.

sementara orang dewasa memerlukan beberapa jam untuk hal yang sama. Contoh: anak seorang insinyur bisa saja ingin menjadi seorang dokter karena tidak mau melanjutkan atau mengikuti jejak ayahnya. Remaja akan mulai sadar bahwa orang lain tenyata memiliki dunia tersendiri dan tidak selalu sama dengan yang dihadapi atau pun dipikirkannya. Remaja putri akan bersolek berjam-jam di hadapan cermin karena ia percaya orang akan melirik dan tertarik pada kecantikannya. Para remaja juga sering menganggap diri mereka serba mampu. tidaklah mengherankan bila remaja selalu berubah dan ingin selalu mencoba – baik dalam peran sosial maupun dalam perbuatan. Pemilihan idola ini juga akan menjadi sangat penting bagi remaja. Karenanya. hal tersebut belum tentu merupakan gejala atau masalah psikologis. Bimbingan orang yang lebih tua sangat dibutuhkan oleh remaja sebagai acuan bagaimana menghadapi masalah itu sebagai “seseorang yang baru”. remaja akan dengan cepat mengganti peran lain yang dirasakannya “akan lebih sesuai”. dan mampu bertanggung-jawab. Dalam proses “percobaan peran” biasanya orangtua tidak .berubah dengan sangat cepat. Mereka sangat rentan terhadap pendapat orang lain karena mereka menganggap bahwa orang lain sangat mengagumi atau selalu mengkritik mereka seperti mereka mengagumi atau mengkritik diri mereka sendiri. Remaja mulai merasakan bahwa “ia bisa berbeda” dengan orangtuanya dan memang ada remaja yang ingin mencoba berbeda. Kelak. Tujuannya sangat sederhana. Tindakan impulsif sering dilakukan. Pada saat itu. keeksentrikan remaja akan berkurang dengan sendirinya jika ia sering dihadapkan dengan dunia nyata. ia ingin menemukan jati-diri atau identitasnya sendiri. Ia tidak mau hanya menurut begitu saja keingingan orangtuanya tanpa pemikiran yang lebih jauh. Pada saat inilah. Begitu seterusnya sampai ia menemukan peran yang ia rasakan “sangat pas” dengan dirinya. Hasil penelitian di Chicago oleh Mihalyi Csikszentmihalyi dan Reed Larson (1984) menemukan bahwa remaja rata-rata memerlukan hanya 45 menit untuk berubah dari mood “senang luar biasa” ke “sedih luar biasa”. sebagian karena mereka tidak sadar dan belum biasa memperhitungkan akibat jangka pendek atau jangka panjang. Ia akan mencari idola seorang dokter yang sukses dan berusaha menyerupainya dalam tingkahlaku. Pada usia 16 tahun ke atas. Remaja yang diberi kesempatan untuk mempertangung-jawabkan perbuatan mereka. lebih percayadiri. Perubahan mood (swing) yang drastis pada para remaja ini seringkali dikarenakan beban pekerjaan rumah. ia akan tumbuh dengan penilaian positif pada diri sendiri dan rasa hormat pada orang lain dan lingkungan. Proses “mencoba peran” ini merupakan proses pembentukan jati-diri yang sehat dan juga sangat normal. Rasa percaya diri dan rasa tanggung-jawab inilah yang sangat dibutuhkan sebagai dasar pembentukan jati-diri positif pada remaja. Dalam hal kesadaran diri. akan tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih berhati-hati. berbagai nasihat dan berbagai cara akan dicari untuk dicobanya. Banyak orangtua khawatir jika “percobaan peran” ini menjadi berbahaya. sedang remaja putra akan membayangkan dirinya dikagumi lawan jenisnya jika ia terlihat unik dan “hebat”. Remaja cenderung untuk menganggap diri mereka sangat unik dan bahkan percaya keunikan mereka akan berakhir dengan kesuksesan dan ketenaran. Bila ia merasakan peran itu tidak sesuai. Salah satu topik yang paling sering dipertanyakan oleh individu pada masa remaja adalah masalah “Siapakah Saya?” Pertanyaan itu sah dan normal adanya karena pada masa ini kesadaran diri (self-awareness) mereka sudah mulai berkembang dan mengalami banyak sekali perubahan. Anggapan remaja bahwa mereka selalu diperhatikan oleh orang lain kemudian menjadi tidak berdasar. pekerjaan sekolah. Remaja akan membayangkan apa yang akan dilakukan oleh para “idola”nya untuk menyelesaikan masalah seperti itu. pada masa remaja para remaja mengalami perubahan yang dramatis dalam kesadaran diri mereka (self-awareness). Meski mood remaja yang mudah berubah-ubah dengan cepat. sehingga seringkali mereka terlihat “tidak memikirkan akibat” dari perbuatan mereka. remaja mulai dihadapkan dengan realita dan tantangan untuk menyesuaikan impian dan angan-angan mereka dengan kenyataan. Anggapan itu membuat remaja sangat memperhatikan diri mereka dan citra yang direfleksikan (self-image). Inipun hal yang normal karena remaja dihadapkan pada banyak pilihan. atau kegiatan sehari-hari di rumah. Kekhawatiran itu memang memiliki dasar yang kuat.

Pada saat inilah. Walau terlihat sederhana. kebanyakan karena remaja takut jika orangtua mereka tidak menyetujui. para remaja akan merasa lebih bingung dan lebih tidak merasa yakin akan hasil tes tersebut. Mulailah menganggap anak remaja sebagai teman dan akuilah ia sebagai orang yang akan . dan tes minat. MMPI. misalnya dalam mencari sekolah atau mencari karir yang cocok. tes intelegensi. MBTI. Ia berhak memiliki kehidupannya sendiri. Dalam usia remaja. StanfordBinet.dilibatkan. Hal ini wajar mengingat bahwa minat seorang remaja sangat labil dan mudah berubah. misalnya tes kepribadian. Tentu saja peran orangtua sangat besar sebagai pembimbing. Seringkali. Alat tes yang saat ini umum diberikan oleh psikolog di Indonesia adalah WISC. Ia bukan kepanjangan tangan orangtua. tidak menyenangi. masih ada dimensi-dimensi yang lain dalam kehidupan remaja yang belum sempat dibahas dalam artikel ini. menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. Akibatnya. TAT. Harap diingat bahwa banyak diantara test tersebut masih sebatas ujicoba dan belum dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. padahal seperti yang dituliskan oleh Khalil Gibran: Anak Hanya Titipan Sang Pencipta. Orangtua dan remaja mulai berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda sehingga salah paham sangat mungkin terjadi. kemampuan penentuan diri inilah yang semestinya dilatih. Selain itu dibutuhkan kejujuran untuk mampu menerima diri apa adanya sehingga remaja tidak mengembangkan identitas “virtual” yang berbeda dengan diri yang asli. Sebaliknya. Salah satu upaya lain para remaja untuk mengetahui diri mereka sendiri adalah melalui test-test psikologis. dan lain-lain. alat ini akan menjadi sangat berbahaya. Sehubungan dengan explorasi diri melalui internet atau media massa yang lain. seiring dengan perkembangan remaja dan perubahan lingkungan sekitarnya. Satu hal yang perlu diingat adalah hasil test psikologi untuk remaja sebaiknya tidak ditelah mentah-mentah atau dijadikan patokan yang baku mengingta bahwa masa remaja meruipakan masa yang snagat erat dengan perubahan. Salah satu dari dimensi tersebut diantaranya adalah dimensi sosial. dampak dari hasil test tersebut akan sangat luas. Bagi para orangtua ada baiknya memperhatikan halhal sebagai berikut: 1. Test ini menyangkut tes kepribadian. Alat test jika diinterpretasikan secara salah atau tidak secara menyeluruh oleh orang yang tidak berpengalaman atau tidak memiliki dasar ilmu yang cukup untuk mengartikan secara obyektif akan membuat kebingungan dan malah membawa efek negatif. masih banyak orangtua yang menganggap anak adalah milik orangtua. konklusi yang diterima dari hasil test bisa berubah dan menjadi tidak relevan lagi. atau malah menjadi sangat kuatir. atau yang di kenal sebagai tes minat dan bakat. Alat-alat tes juga beredar luas dan dapat ditemukan di toko buku atau melalui internet. Psikolog umumnya dilatih untuk menggunakan alat tes itu. Alat test psikologi dapat diibaratkan sebuah pisau lipat yang terlihat sekilas tidak berbahaya. Oleh karena itu sangatlah dianjurkan untuk mencari psikolog yang memang sudah terbiasa memberikan test psikologi dan memiliki Surat Rekomendasi Ijin Praktek (SRIP). Remaja seperti juga semua manusia lainnya – belajar dari kesalahan. sehingga dapat menjamin obyektivitas test tersebut. orangtua menjadi kehilangan pegangan karena mereka tiba-tiba tidak lagi memiliki kontrol terhadap anak remaja mereka. remaja hendaknya berhati-hati dalam menginterpretasikan hasil-hasil yang di dapat dari test-test psikologi online melalui internet. kehilangan komunikasi antara remaja dan orangtuanya mulai terlihat. Tip untuk Orangtua Dalam kebudayaan timur. namun di tangan orang yang “bukan ahlinya” atau yang kurang bertanggung-jawab. Alat test ini tidak semestinya dijadikan buku primbon atau acuan kaku dalam penentuan langkah untuk masa depan. Selain beberapa dimensi yang telah disebutkan diatas.

Larangan yang kaku mungkin malah akan menyebabkan sikap pemberontakan dalam diri anak anda. Ada remaja yang menurut tanpa membantah keinginan orangtua mereka dalam menentukan peran mereka. Dalam hal ini janganlah memaksakan anak mengikuti kehendak orangtua.anak hanya titipan. Jangan terkejut jika anak anda bereksperimen dengan banyak hal. misalnya jika kakek sudah dokter. Nasihat yang berbentuk teguran atau yang berkesan menggurui akan tidak seefektif forum diskusi terbuka. ayah dokter. Jangan malu atau takut berbagi masa remaja anda sendiri. sex bebas di kalangan remaja itu benar ato ga si? Jauhi Narkoba Jauhi Narkoba Beranda Seks Bebas = Tabu? Minggu. Tetaplah tegas pada nilai yang anda anut walaupun anak remaja anda mungkin memiliki pendapat dan nilai yang berbeda.berangkat dewasa. memakai pakaian serba sobek. Mungkin ia tidak/ kurang mempercayai anda atau ada yang disembunyikannya. Namun ada juga anak remaja yang memang tidak ingin masuk ke dalam dunia yang sama dengan orangtua mereka. Seringkali orangtua tetap memperlakukan anak remaja mereka seperti anak kecil. 6. 2. Kenali teman-teman anak remaja anda. mereka layak mencoba masuk ke dalam dunia yang berbeda dengan dunia mereka saat ini. 4. Pada dasarnya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. ia milik masa depan dan kita milik masa lalu. Seperti Kahlil Gibran …. 16 November 2008 . Biarkan mereka mendengar dan belajar apa yang mendasari perkembangan diri anda dari pengalaman anda. (jp) Permasalahan Remaja About Me Foto Saya lily Lihat profil lengkapku Menurut kalian. misalnya mencat rambutnya menjadi biru atau ungu. Tidak ada yang lebih dihargai oleh para remaja selain sosok orangtua bijak yang bisa dijadikan teman. jadi anda tidak perlu panik jika anak remaja anda yang biasanya riang tiba-tiba bisa murung dan menangis lalu tak lama kemudian kembali riang tanpa sebab yang jelas. kelak iapun “diharapkan dan disiapkan” untuk menjadi dokter pula. Perubahan mood sering terjadi dalam durasi waktu yang pendek. Selama hal-hal itu tidak membahayakan. Biarkan nilai anda menjadi jangkar yang kokoh di mana anak remaja anda bisa berpegang kembali setelah mereka lelah membedakan dan mempertanyakan alternatif nilai yang lain. 7. 3. atau tiba-tiba ber bungeejumping ria. Hargai perbedaan pendapat dan ajaklah berdiskusi secara terbuka. Namun waspadalah jika anak anda sangat tertutup dengan dunia remajanya. meskipun mereka sudah berusaha menunjukkan bahwa keberadaan mereka sebagai calon orang dewasa. Bertemanlah dengan mereka jika itu memungkinkan. Mengertilah bahwa masa remaja untuk anak anda adalah masa yang sulit. Berikanlah ruang pada mereka untuk mencoba berbagai peran yang cocok bagi masa depan mereka. tidak ada anak remaja yang ingin kehilangan orangtuanya 5.

maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-jalan serta di tempat-tempat yang tidak mendidik mereka. Sebagai catatan. dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. akibat pengaruh hormonal. menjadi duapuluh persen pada tahun 2000. emosi kita paling besar.” kata pemilik Klinik Pasutri ini. kejadian aborsi di Indonesia cukup tinggi yaitu 2. sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Dikalangan remaja seks bebas telah banyak dilakukan oleh remaja bebas. Namun terbatasnya bekal yang dimiliki menjadikan remaja memang masih memerlukan perhatian dan pengarahan. Kita berusaha tampil lebih baik daripada orang lain. kenapa? Ya karna pada saat remaja.9 persen. Dari sekitar lima persen pada tahun 1980an. Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan. Sulawesi Tenggara.3 juta per tahun. Wimpie. Barulah bila semakin bertambah usia. pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29.Dengan pesatnya perkembangan teknologi. dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau mahasiswa. dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia. kata Boyke. Penelitian di Jakarta tahun 1984 menunjukkan 57. Penelitian di Bali tahun 1989 menyebutkan. perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. Kisaran angka tersebut. remaja putra maupun putri pernah berhubungan seksual.Cukup tidaknya kasih sayang dan perhatian yang diperoleh sang anak dari keluarganya. Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin serius. Kelompok remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun. Jika tidak. Beberapa penelitian menunjukkan. bisa dibilang sebagai rahasia umum kali ya? Saat remaja merupakan saat yang paling rentan. Hal ini menjadikan remaja sangat dekat dengan permasalahan seputar seksual.“sementara penelitian yang saya lakukan pada tahun 1999 lalu terhadap pasien yang datang ke Klinik Pasutri. Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ada yang menjurus ke hal positif dan juga ke hal yang negatif. Palu dan Banjarmasin. 50 persen wanita yang datang di suatu klinik untuk mendapatkan induksi haid berusia 15-20 tahun. Diusia remaja. Gambaran seks bebas dikalangan remaja Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia. Di masa dewasa lah orang biasanya mulai menyesali perilakunya di kala remaja. Contoh dampak negatifnya adalah seks bebas. Mungkinkah karena longgarnya control mereka pada mereka? Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. remaja memang cenderung berpikir masa kini saja. Remaja di Indonesia cenderung berpikir sempit. Menurut Prof. juga mengalami perubahan fisik yang cepat dan mendadak. masa depan semakin diperhitungkan. ikut berkembang pula perkembangan remaja – remaja di Indonesia. cukup tidaknya keteladanan yang diterima sang anak dari orangtuanya. dan lain sebagainya yang menjadi hak anak dari orangtuanya. kita tidak mau kalah dengan orang lain. Celakanya. Surabaya.” kata Guru Besar FK Universitas Udayana. Bali ini. induksi haid adalah nama lain untuk aborsi. Anak akan dibesarkan di lingkungan yang tidak sehat bagi pertumbuhan . Perubahan ini ditunjukkan dari perkembangan organ seksual menuju kesempurnaan fungsi serta tumbuhnya organ genetalia sekunder. tercatat sekitar 18 persen remaja pernah melakukan hubungan seksual pranikah. Penyebab prilaku seks bebas Remaja memiliki emosi yang luar biasa besar. seperti Jakarta. “ Dan 20 persen di antaranya remaja. Emosi yang tidak stabil itu menyebabkan mudah masuknya pengaruh dari luar.3 persen remaja putri yang hamil pranikah mengaku taat beribadah. Di antara mereka yang kemudian hamil pranikah mengaku taat beribadah. seseorang cenderung menginginkan perhatian yang lebih. mereka cenderung mencarinya di luar lingkungan keluarga. Bahkan di pulau Palu. Jika dalam keluarga seorang remaja tidak memperoleh perhatian yang diinginkan.

baik pada pria maupun wanita. Yang lebih parah jika aborsi yang dilakukan ketika janin telah berusia lebih dari 3 minggu dan terdapat sisa anggota tubuh janin yang tidak bisa keluar hal itu akan menyebabkan kanker bagi sang ibu.” ujarnya. memahami istilah bokul. seperti sulit buang air kecil atau sakit pada ujung kemaluan. Selain itu. ada istilah yang kesannya lebih mengarah kepada hal negatif ketimbang hal yang positif. Boyke menambahkan. mondar-mandir di mal. Disisi lain. dan mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi. Tapi. Penderita bisa saja tidak mengalami keluhan. gaya fun. perilaku seks bebas ini bisa berlanjut hingga menginjak perkawinan. narkoba. “Pada pria biasanya menampakan gejala. Biasanya aborsi dilakukan ketika janin berusia 1 – 3 minggu. Akibat Perilaku Seks Bebas Menurut Dr Boyke Dian Nugraha. di antaranya terjebak dalam perilaku seks bebas. Subklinis dan kronis. AddThis Social Bookmark Button by lily | 3 komentar . Sedangkan GO akut akan menampakan gejala. Penyesalan akan selalu datang belakangan. Setelah itu janin akan lebih susah diaborsi. Anak akan tumbuh di lingkungan pergaulan bebas. Tapi apakah kalian tahu jika aborsi bisa mengancam jiwa sang ibu dan janin yang ada dirahim ibu. hingga HIV/AIDS. Sebaliknya mereka yang tidak mengetahui dan tidak tertarik dengan hal yang disebutkan tadi. Akibatnya. jangan melakukan semua hanya atas nama cinta. GO (ghonorhoe). seperti sipilis. Paling-paling hanya timbul keputihan atau anyang-anyang. alcohol dan lain. Jadi pada intinya permasalahan remaja iuni tidak lepas dari peran serta keluarga sekitar. Androlog Anita Gunawan mengatakan. jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun. risiko terkena penyakit menular seksual bisa mencapai empat hingga lima kali lipat. seringkali tidak menampakan gejala yang jelas. berpakaian serba sempit dan ketat kemudian memamerkan lekuk tubuh. Ngeri ga sih? Jadi sebelum melakukan sesuatu pikir lebih logis. seks pranikah akan meningkatkan kasus penyakit menular seksual. Saluran sperma atau indung telur menjadi tersumbat oleh kuman GO. dugem. Dari pergaulan bebas ini para remaja mengenal seks bebas. Dalam lingkungan pergaulan remaja ABG. Jika saja para orang tua lebih memberikan perhatian pada anak – anaknya maka. yaitu istilah ?Anak Gaul?. untuk GO yang sudah parah dapat menyebabkan hilangnya kesuburan.jiwanya. Istilah ini menjadi sebuah ikon bagi dunia remaja masa kini yang ditandai dengan nongkrong di kafe. dialami orang-orang yang pernah melakukan hubungan pranikah (pre marital). Jangan buat masa mudamu hancur karna kenikmatan sesaat. remaja anak gaul inilah yang biasanya menjadi korban dari pergaulan bebas. akan dinilai sebagai remaja yang tidak gaul dan kampungan. Banyak dari remaja kita melakukan aborsi untuk menutupi kehamilannya. kronis dan akut. Tercatat sekitar 90 dari 121 masalah seks yang masuk ke Klinik Pasutri (pasangan suami istri)pada tahun 2000 lalu. Anita menggolongkan penyakit GO tersebut ke dalam subklinis. Bagaimana dengan GO yang sudah parah? Dr Boyke Dian Nugraha menjelaskan. kasus GO paling banyak terjadi. tidak menimbulkan gejala serta keluhan pada penderita. anak – anak mereka tidak mungkin terjerumus dalam pergaulan bebas yang bisa merusak sang anak. hal itu justru semakin meningkatkan penyebaran penyakit tersebut. Hamil diluar nikah merupakan masalah yang bisa juga ditimbulkan dari perilaku seks bebas. kata anita. Berbeda dengan wanita.lain.

kenapa masih banyak orang yang gemar merokok. berkontribusi merusak keseimbangan alam dengan gas hasil pembakaran tidak sempurnanya yaitu karbon monoksida (CO). . Tar (komponen pada asap rokok) bahan ini dapat berasal dari daun tembakau ataupun dari zat yang ditambahkan pada tembakau saat pemrosesan. misalnya kanker paru . Jujur aja. bukan untuk mengendalikan barang yang dikenai cukai. mereka juga menularkan berbagai risiko kesehatan terhadap jutaan orang yang tidak bersalah (perokok pasif). India (72%). jarang sekali dipatuhi). Tiga zat utama yang ada pada rokok adalah Nikotin (terdapat pada daun tembakau). China (40%). Tar bersifat Karsinogen yaitu dapat menyebabkan kanker. saya tidak suka jika ada orang yang merokok didekat saya (maaf bagi para perokok). 2007). Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika. bungkusanbungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok. Hal ini menyimpang dari formula universal bahwa cukai adalah “pajak dosa” (sin tax). untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Peningkatan harga dan cukai rokok akan memberi manfaat pada ekonomi dan kesehatan (berkurangnya konsumsi rokok). Cukai rokok Indonesia mengalir ke kas APBN untuk dana pembangunan.Link ke posting ini Email this post Rokok = perusak = gaul ? Bener ga sih kalo rokok itu bisa merusak tubuh kita? Tapi yang jadi pertanyaan. Selain. Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika. Apalagi perokok hanya menghirup 15% asapnya sedangkan 85% dihirup perokok pasif. Philipina (64-49%). Malaysia (49-57%). diperkirakan seorang perokok aktif dapat membunuh 200 ribu orang perokok pasif dalam satu tahun (WHO. Tapi. Hasilnya. Menurut informasi yang ada berikut ini adalah perkembangan rokok di dunia. sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Sejak beberapa tahun terakhir. secara konsepsional peruntukkannya pun menyimpang. Pada abad 16. Kalo kamu ga ngerokok berarti ga gaul. Selain rendah. Katanya sih gitu!!!! Bagi kalian para perokok aktif masikah anda bisa berfikir demikian setelah melihat dampak merokok? Apa itu rokok? Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Thailand (75%). Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata.parutau serangan jantung (walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan. fakta membuktikan cukai rokok di Indonesia tergolong rendah. sehingga sekian persen dari cukai seharusnya dialokasikan untuk mengendalikan bahaya rokok (earmarking tax). selain asap yang menyesakan dada asap rokok juga dapat mempengaruhi kesehatan saya. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual. karbon monoksida [CO] (terdapat pada asap rokok) CO dapat menyerobot oksigen dalam tubuh sehingga jantung terpaksa bekerja lebih keras. Bagi para remaja merokok adalah hal yang gaul. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain. yaitu rokok. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam. Cukai rokok di Indonesia saat ini hanya 37% sedangkan Jepang (61%). dan Vietnam (45%).

Ada beberapa jenis antara lain : Chystal .SHABU : Setelah menggunakannya .SHABU Ini adalah nama GAUL dari Methamphetamine .ke enam dari Heroin yang dibuat dari bungan yang na manya Opium.Banyak oramg yang masa bodo dengan kesehatannya. SAKAUW Adalah terhentinya suplai PUTAUW sehingga akan menimbulkan gejala mual-mual . badan berkeringat tidak wajar dan pemakai terlihat menggigil seperti kedinginan. tidak bisa tidur karena cenderung untuk terus ber . CIRI PENGGUNA PUTAUW Pada tahap awal biasanya pengguna akan terlihat tidak bersemangat .hidung sering terasa gatal . mual dan selalu terlihat mengantuk.terkesan tidak bisa diam.tidak dapat berkonsentrasi . Tapi anggapan itu bisakah diubah? Bukankah kita diciptakan sebagai manusia diharapkan bisa menjaga semua pemberian Tuhan kepada kita? AddThis Social Bookmark Button by lily | 0 komentar Link ke posting ini Email this post Jenis Narkoba Sabtu.pemakai akan terlihat bersemangat. Ada dua jenis yaitu jenis Banana dan jenis Snow White yang berbentuk seperti Bedak.Gold River.zat ini ada lah turunan ke lima . CIRI PENGGUNA SHABU .tulang dan sendi-sendi terasa ngilu .jadi jauh berbeda dengan nama aslinya atau nama resminya.mata sayu . PUTAUW Nma lainnya adalah Pe-te . tapi juga cenderung Paranoid (suka curiga) .Coconut . mata dan hidung berair .! Kurus karena nafsu makan berkurang .berbentuk kristal seperti gula pasir atau seperti VETSIN (bumbu penyedap makanan).pucat . 15 November 2008 Mungkin Kamu belum tahu tentang berbagai jenis Narkoba yang ada . sehingga sering marah dan sering pusing atau sakit kepala. SHABU . mereka mengganggap kalo udah waktunya mati ya mati.emosi sangat labil . karena nama yang dipakai di masyarakat adalah nama Gaulnya .

berkeringat dan tidak bisa diam .perasaan gembira dan selalu tertawa . terlihat sering bengong . istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari 'Narkotika. CIRI PENGGUNA ECSTASY Setelah memakai pengguna akan menjadi energik tapi mata sayu dan pucat. kerusakan saraf mata dan tidak nafsu makan. Apel . Electric . baik "narkoba" atau napza. Semua istilah ini. Psikotropika dan Zat Adiktif'. AddThis Social Bookmark Button by lily | 0 komentar Link ke posting ini Email this post Narkoba Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya.adalah jenis tanaman yang dikeringkan dengan efek dapat membuat pemakainya menjadi TELER atau FLY.tulang dan gigi keropos . ECSTASY Yang satu ini adalah zat Psikotropika . Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis.dan susah tidur.pendengaran seperti berkurang . mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya. mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya.merah dan berair .tapi tetap akan sulit berfikir dengan baik. baik "narkoba" atau napza.tapi juga dapat cepat menjadi marah dan tidak bergairah. Selain "narkoba". istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari 'Narkotika. Efek Negatif yang dapat timbul adalah kerusakan saraf otak dehidrasi (kurang cairan) . Psikotropika dan Zat Adiktif'. Semua istilah ini.macam. . Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba". Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obatobatan untuk penyakit tertentu. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obatobatan untuk penyakit tertentu.aktivitas .jenis yang populer beredar dimasyarakat adalah : Alladin . CIRI PENGGUNA CANNABIS Biasanya setelah menggunakan mata akan terlihat sembah atau kantung mata terlihat bengkak . CANNABIS Cannabis atau yang dikenal juga dengan nama Tetrahidrocana hidrol . Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis.gangguan lever . Butterfly dengan nama Gaul yang bermacam . sulit berpikir .

AddThis Social Bookmark Button by lily | 2 komentar Link ke posting ini Email this post .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful