Masalah dalam Masa Remaja

Oleh : Drs. Irsyad Das, M.Pd., Kons. Pengertian Masalah Kata “masalah” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) berarti sesuatu yang harus diselesaikan (dipecahkan). Masalah merupakan sesuatu yang menghambat, merintangi, atau mempersulit seseorang mencapai maksud dan tujuan tertentu (Winkel, 1985). Kondisi bermasalah dengan demikian mengganggu dan dapat merugikan individu maupun lingkungannya. Prayitno (2004a:4) mengungkapkan masalah seseorang dapat dicirikan sebagai “(1) sesuatu yang tidak disukai adanya, (2) sesuatu yang ingin dihilangkan, dan/atau (3) sesuatu yang dapat menghambat atau menimbulkan kerugian, ...”. Berdasarkan pengertian dan ciri-ciri masalah tersebut dapat dirumuskan bahwa masalah pada diri individu adalah suatu kondisi sulit yang memerlukan pengentasan dan apabila dibiarkan akan merugikan. Karakteristik Masalah dalam Masa Remaja Siswa SMA berada dalam masa remaja (adolescence). Arti adolescence mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1980:206). Masa remaja ditandai oleh perubahan-perubahan psikologis dan fisik yang pesat. Remaja telah meninggalkan masa anakanak, tapi ia belum menjadi orang dewasa. Remaja berada dalam masa peralihan atau transisi. Remaja mengalami berbagai masalah sebagai akibat perubahan-perubahan itu dalam interaksinya dengan lingkungan. Sebagian masalah-masalah itu berkaitan dengan dinamika hubungan remaja dan orang tuanya, antara lain sebagai berikut: * Otonomi dan Kedekatan. Santrock (1983:41) memandang bahwa isu utama relasi orang tua dan remaja adalah masalah otonomi dan kedekatan (attachment). Bahwa selain memasuki dunia yang terpisah dengan orang tua sebagai salah satu tanda perkembangannya, remaja juga menuntut otonomi dari orang tuanya. Remaja ingin memperlihatkan bahwa merekalah yang bertanggungjawab atas keberhasilan dan kegagalan mereka, sebagian mereka menolak bantuan orang tua dan guruguru (Santrock, 1983:41; Hurlock, 1980:208). Otonomi terutama diraih melalui reaksi orang-orang dewasa terhadap keinginan mereka untuk memperoleh kendali atas dirinya. Orang tua yang bijaksana, dengan demikian, akan melepaskan kendali di bidang-bidang di mana anak remajanya dapat mengambil keputusan yang masuk akal sambil tetap terus membimbing. Dalam meraih otonomi, menurut Santrock (1983:41), kedekatan dengan orang tua pada masa remaja dapat membantu pengembangan kompetensi sosial dan kesejahteraan sosial remaja, seperti harga diri, penyesuaian emosi, dan kesehatan fisik. Artinya, selama masa remaja keterkaitan dan kedekatan dengan orang tua sangat membantu pengembangan bidang pribadi dan sosial remaja. Dalam arti sebaliknya, kurangnya attachment akan menimbulkan masalah otonomi yang disertai akibat-akibat psikologis dan sosial negatif pada diri remaja. * Keinginan Mandiri Banyak remaja yang ingin mandiri. Mereka berkeinginan mengatasi masalahnya sendiri. Meski begitu, jiwa para remaja itu membutuhkan rasa aman yang diperoleh dari ketergantungan emosi pada orang tua (Hurlock, 1980:209). Hal ini mengisyaratkan bahwa masalah-masalah remaja yang disebabkan oleh kurangnya pengalaman, wawasan dan informasi tentang tingkah laku yang seharusnya mereka ambil dapat diatasi dengan mudah, namun masalah yang bersumber dari hubungan emosional dengan orang tua memerlukan pengertian dan bantuan dari orang tua

Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda . yaitu identitas diri versus kebingungan peran yang merupakan salah satu tahap dalam kehidupan individu (Hansen. Stevic and Warner. secara demikian. Karenanya. Siapkah Mental Anak? » Beberapa Permasalahan Remaja April 16th. diancam. melainkan juga dengan pengungkapan dan pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor timbulnya tingkah laku yang tidak dikehendaki itu. memberikan tindakan memudahkan akan meningkatkan pencapaian identitas remaja (Santrock. sedangkan orang tua yang mendorong remaja untuk mengembangkan sudut pandang sendiri.sendiri ataupun guru. Penelitian mengenai hubungan gaya pengasuhan orang tua dengan perkembangan identitas menujukkan bahwa orang tua demokratis mempercepat pencapaian identitas. Kehidupan remaja tersebut sebagian besarnya terkait dengan kehidupan dalam keluarga dan kondisi orang tua mereka. 1977:52). diperlukan penelusuran terhadap kehidupan yang dilalui sebelumnya dengan pendekatan dan teknik bantuan profesional. Zakiah Daradjat (1995:59) mengungkapkan bahwa penyimpangan sikap dan perilaku remaja ditimbulkan oleh berbagai kondisi yang terjadi jauh sebelumnya. « Fungsi Kognitif Masa Dewasa Lanjut Orangtua Bercerai. Masalah semacam ini dapat dientaskan dengan bantuan orang tua sehingga masalah-masalah yang lebih ringan dapat diselesaikan sendiri oleh sang anak. 1983:58-59). Teori terkemuka mengenai hal ini dikemukakan oleh Erikson. Tampak bahwa perkembangan identitas diri pada masa remaja sangat dipengaruhi oleh perlakuan orang tua. dan orang tua permisif meningkatkan kebingungan identitas. Penyelesaian masalah-masalah remaja yang berhubungan dengan pencarian identitas diri. Artinya. * Identitas Diri Masa remaja adalah ketika seseorang mulai ingin mengetahui siapa dan bagaimana dirinya serta hendak ke mana ia menuju dalam kehidupannya. memerlukan keterlibatan orang tua secara tepat dan efektif. Masalah ini mencakup berbagai tingkah laku sejak dari tampilan tingkah laku yang tidak dapat diterima secara sosial hingga tindakan kriminal. dan pendisiplinan yang tidak efektif. kenakalan remaja bersumber dari kondisi perkembangan remaja dalam interaksinya dengan lingkungan. Apa pun akibatnya. yang semua itu menimbulkan perasaan negatif dan kemudian dapat diarahkan kepada setiap orang yang berkuasa. tokoh masyarakat dan pemuka agama dengan meremehkan nilai-nilai moral dan akhlak. frustrasi. Pengentasan masalah siswa yang berhubungan dengan kenakalan remaja tidak hanya memerlukan perubahan insidental pada sikap dan perlakuan orang tua serta berbagai elemen dalam masyarakat. antara lain oleh kegoncangan emosi. diremehkan. akibat-akibat kenakalan remaja dapat berhubungan dengan persoalan sosial yang luas serta penegakan hukum. Menurut Santrock (1983:35) kenakalan remaja yang disebabkan faktor orang tua antara lain adalah kegagalan memantau anak secara memadai. orang tua otokratis menghambat pencapaian identitas. dihina. Kurang terpenuhinya kebutuhan rasa aman dari orang tua merupakan salah satu sumber masalah lemahnya kemandirian anak remaja. kehilangan rasa kasih sayang atau merasa dibenci. Kenakalan Remaja Kenakalan remaja merupakan masalah masa remaja yang ber-dimensi luas. 2008 by admin Masa Remaja Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas.

Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. prediksi. Anak perempuan akan mendapat menstruasi. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. otot.awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. Pada kenyataan. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya. Pada anak perempuan. di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masih sangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan . para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka. Luteinizing Hormone (LH). Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations). Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang. yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH). Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi. Untuk dapat memhami remaja. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. Dimensi Biologis Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra. tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan. namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa. Dimensi Kognitif Perkembangan kognitif remaja. meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak. dan rencana untuk masa depan. Pada periode ini. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja. Namun satu hal yang pasti. Pada anak lelaki. konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensi-dimensi tersebut. Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan. remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. Pada masa pubertas. dan 2). dll. dan fisik lainnya yang berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. Dengan kemampuan operasional formal ini. kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan.

keadaan sosial. Ia akan melihat bahwa ada banyak aspek dalam melihat hidup dan beragam jenis pemikiran yang lain. Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa para remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah-masalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka. Semestinya. terutama jika ia terbiasa dididik dalam suatu lingkungan tertentu saja selama masa kanak-kanak. Misalnya. jika sejak kecil pada seorang anak diterapkan sebuah nilai moral yang mengatakan bahwa korupsi itu tidak baik. sehingga anak tidak memiliki keleluasan dalam memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan usia dan mentalnya. Kemampuan berpikir dalam dimensi moral (moral reasoning) pada remaja berkembang karena mereka mulai melihat adanya kejanggalan dan ketidakseimbangan antara yang mereka percayai dahulu dengan kenyataan yang ada di sekitarnya. jika remaja tidak menemukan jalan keluarnya. Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku. Konflik dengan orangtua mungkin akan mulai menajam Dimensi Psikologis Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak. Hal ini bisa saja diakibatkan sistem pendidikan di Indonesia yang tidak banyak menggunakan metode belajarmengajar satu arah (ceramah) dan kurangnya perhatian pada pengembangan cara berpikir anak. Pada masa remaja ia akan mempertanyakan mengapa dunia sekelilingnya membiarkan korupsi itu tumbuh subur bahkan sangat mungkin korupsi itu dinilai baik dalam suatu kondisi tertentu. Mereka lalu merasa perlu mempertanyakan dan merekonstruksi pola pikir dengan “kenyataan” yang baru. Peranan orangtua atau pendidik amatlah besar dalam memberikan alternatif jawaban dari hal-hal yang dipertanyakan oleh putra-putri remajanya. perang. Remaja mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih banyak alternatif lainnya. Baginya dunia menjadi lebih luas dan seringkali membingungkan. remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. Konflik nilai dalam diri remaja ini lambat laun akan menjadi sebuah masalah besar. Orangtua yang bijak akan memberikan lebih dari satu jawaban dan alternatif supaya remaja itu bisa berpikir lebih jauh dan memilih yang terbaik. Ini bisa menjadi berbahaya jika “lingkungan baru” memberi jawaban yang tidak diinginkan atau bertentangan dengan yang diberikan oleh orangtua. seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahap pemikiran abstrak supaya saat mereka lulus sekolah menengah. kemanusiaan. dsb. Pada masa ini mood (suasana hati) bisa . penyebab lainnya bisa juga diakibatkan oleh pola asuh orangtua yang cenderung masih memperlakukan remaja sebagai anak-anak. apalagi jika lingkungan sekitarnya tidak mendukung penerapan nilai-nilai tersebut. Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya. Secara kritis. Hal ini tentu saja akan menimbulkan konflik nilai bagi sang remaja. dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi. dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini tanpa bantahan. yaitu operasional konkrit. Kemungkinan remaja untuk tidak lagi mempercayai nilai-nilai yang ditanamkan oleh orangtua atau pendidik sejak masa kanakkanak akan sangat besar jika orangtua atau pendidik tidak mampu memberikan penjelasan yang logis. Remaja tersebut akan mencari jawaban di luar lingkaran orangtua dan nilai yang dianutnya.kognitif operasional formal ini. Orangtua yang tidak mampu memberikan penjelasan dengan bijak dan bersikap kaku akan membuat sang remaja tambah bingung. misalnya: politik. Dimensi Moral Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanya mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasar bagi pembentukan nilai diri mereka. sudah terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik. Perubahan inilah yang seringkali mendasari sikap “pemberontakan” remaja terhadap peraturan atau otoritas yang selama ini diterima bulat-bulat. sederhana. Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya “kenyataan” lain di luar dari yang selama ini diketahui dan dipercayainya.

Pada usia 16 tahun ke atas. ia akan tumbuh dengan penilaian positif pada diri sendiri dan rasa hormat pada orang lain dan lingkungan. Pada saat inilah. sedang remaja putra akan membayangkan dirinya dikagumi lawan jenisnya jika ia terlihat unik dan “hebat”. Anggapan remaja bahwa mereka selalu diperhatikan oleh orang lain kemudian menjadi tidak berdasar. remaja akan dengan cepat mengganti peran lain yang dirasakannya “akan lebih sesuai”. lebih percayadiri. Remaja yang diberi kesempatan untuk mempertangung-jawabkan perbuatan mereka. Ia akan mencari idola seorang dokter yang sukses dan berusaha menyerupainya dalam tingkahlaku. Karenanya. Tindakan impulsif sering dilakukan. Inipun hal yang normal karena remaja dihadapkan pada banyak pilihan. dan mampu bertanggung-jawab. Hasil penelitian di Chicago oleh Mihalyi Csikszentmihalyi dan Reed Larson (1984) menemukan bahwa remaja rata-rata memerlukan hanya 45 menit untuk berubah dari mood “senang luar biasa” ke “sedih luar biasa”. sebagian karena mereka tidak sadar dan belum biasa memperhitungkan akibat jangka pendek atau jangka panjang. Dalam hal kesadaran diri. Remaja cenderung untuk menganggap diri mereka sangat unik dan bahkan percaya keunikan mereka akan berakhir dengan kesuksesan dan ketenaran. Ia tidak mau hanya menurut begitu saja keingingan orangtuanya tanpa pemikiran yang lebih jauh. tidaklah mengherankan bila remaja selalu berubah dan ingin selalu mencoba – baik dalam peran sosial maupun dalam perbuatan.berubah dengan sangat cepat. Remaja mulai merasakan bahwa “ia bisa berbeda” dengan orangtuanya dan memang ada remaja yang ingin mencoba berbeda. Remaja akan membayangkan apa yang akan dilakukan oleh para “idola”nya untuk menyelesaikan masalah seperti itu. Salah satu topik yang paling sering dipertanyakan oleh individu pada masa remaja adalah masalah “Siapakah Saya?” Pertanyaan itu sah dan normal adanya karena pada masa ini kesadaran diri (self-awareness) mereka sudah mulai berkembang dan mengalami banyak sekali perubahan. Remaja akan mulai sadar bahwa orang lain tenyata memiliki dunia tersendiri dan tidak selalu sama dengan yang dihadapi atau pun dipikirkannya. Kekhawatiran itu memang memiliki dasar yang kuat. sementara orang dewasa memerlukan beberapa jam untuk hal yang sama. akan tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih berhati-hati. ia ingin menemukan jati-diri atau identitasnya sendiri. keeksentrikan remaja akan berkurang dengan sendirinya jika ia sering dihadapkan dengan dunia nyata. Contoh: anak seorang insinyur bisa saja ingin menjadi seorang dokter karena tidak mau melanjutkan atau mengikuti jejak ayahnya. sehingga seringkali mereka terlihat “tidak memikirkan akibat” dari perbuatan mereka. Kelak. Remaja putri akan bersolek berjam-jam di hadapan cermin karena ia percaya orang akan melirik dan tertarik pada kecantikannya. atau kegiatan sehari-hari di rumah. Perubahan mood (swing) yang drastis pada para remaja ini seringkali dikarenakan beban pekerjaan rumah. Proses “mencoba peran” ini merupakan proses pembentukan jati-diri yang sehat dan juga sangat normal. Meski mood remaja yang mudah berubah-ubah dengan cepat. Dalam proses “percobaan peran” biasanya orangtua tidak . Anggapan itu membuat remaja sangat memperhatikan diri mereka dan citra yang direfleksikan (self-image). Para remaja juga sering menganggap diri mereka serba mampu. Begitu seterusnya sampai ia menemukan peran yang ia rasakan “sangat pas” dengan dirinya. Pada saat itu. Banyak orangtua khawatir jika “percobaan peran” ini menjadi berbahaya. pekerjaan sekolah. berbagai nasihat dan berbagai cara akan dicari untuk dicobanya. Pemilihan idola ini juga akan menjadi sangat penting bagi remaja. Tujuannya sangat sederhana. Rasa percaya diri dan rasa tanggung-jawab inilah yang sangat dibutuhkan sebagai dasar pembentukan jati-diri positif pada remaja. pada masa remaja para remaja mengalami perubahan yang dramatis dalam kesadaran diri mereka (self-awareness). Bimbingan orang yang lebih tua sangat dibutuhkan oleh remaja sebagai acuan bagaimana menghadapi masalah itu sebagai “seseorang yang baru”. Mereka sangat rentan terhadap pendapat orang lain karena mereka menganggap bahwa orang lain sangat mengagumi atau selalu mengkritik mereka seperti mereka mengagumi atau mengkritik diri mereka sendiri. hal tersebut belum tentu merupakan gejala atau masalah psikologis. Bila ia merasakan peran itu tidak sesuai. remaja mulai dihadapkan dengan realita dan tantangan untuk menyesuaikan impian dan angan-angan mereka dengan kenyataan.

Sehubungan dengan explorasi diri melalui internet atau media massa yang lain. Alat test ini tidak semestinya dijadikan buku primbon atau acuan kaku dalam penentuan langkah untuk masa depan. kemampuan penentuan diri inilah yang semestinya dilatih. masih banyak orangtua yang menganggap anak adalah milik orangtua. MMPI. Psikolog umumnya dilatih untuk menggunakan alat tes itu. TAT. orangtua menjadi kehilangan pegangan karena mereka tiba-tiba tidak lagi memiliki kontrol terhadap anak remaja mereka. Alat tes yang saat ini umum diberikan oleh psikolog di Indonesia adalah WISC. Orangtua dan remaja mulai berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda sehingga salah paham sangat mungkin terjadi. tes intelegensi. remaja hendaknya berhati-hati dalam menginterpretasikan hasil-hasil yang di dapat dari test-test psikologi online melalui internet. Alat-alat tes juga beredar luas dan dapat ditemukan di toko buku atau melalui internet. Alat test psikologi dapat diibaratkan sebuah pisau lipat yang terlihat sekilas tidak berbahaya. Seringkali. Harap diingat bahwa banyak diantara test tersebut masih sebatas ujicoba dan belum dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. atau yang di kenal sebagai tes minat dan bakat. Salah satu upaya lain para remaja untuk mengetahui diri mereka sendiri adalah melalui test-test psikologis. Dalam usia remaja. dampak dari hasil test tersebut akan sangat luas. Mulailah menganggap anak remaja sebagai teman dan akuilah ia sebagai orang yang akan . konklusi yang diterima dari hasil test bisa berubah dan menjadi tidak relevan lagi. MBTI. dan tes minat. Tentu saja peran orangtua sangat besar sebagai pembimbing. menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. StanfordBinet. Ia berhak memiliki kehidupannya sendiri. Alat test jika diinterpretasikan secara salah atau tidak secara menyeluruh oleh orang yang tidak berpengalaman atau tidak memiliki dasar ilmu yang cukup untuk mengartikan secara obyektif akan membuat kebingungan dan malah membawa efek negatif. Ia bukan kepanjangan tangan orangtua. Test ini menyangkut tes kepribadian. Walau terlihat sederhana. atau malah menjadi sangat kuatir. Remaja seperti juga semua manusia lainnya – belajar dari kesalahan. alat ini akan menjadi sangat berbahaya. Tip untuk Orangtua Dalam kebudayaan timur. dan lain-lain. kebanyakan karena remaja takut jika orangtua mereka tidak menyetujui. sehingga dapat menjamin obyektivitas test tersebut. Oleh karena itu sangatlah dianjurkan untuk mencari psikolog yang memang sudah terbiasa memberikan test psikologi dan memiliki Surat Rekomendasi Ijin Praktek (SRIP). Akibatnya.dilibatkan. para remaja akan merasa lebih bingung dan lebih tidak merasa yakin akan hasil tes tersebut. misalnya tes kepribadian. seiring dengan perkembangan remaja dan perubahan lingkungan sekitarnya. Bagi para orangtua ada baiknya memperhatikan halhal sebagai berikut: 1. Hal ini wajar mengingat bahwa minat seorang remaja sangat labil dan mudah berubah. Selain beberapa dimensi yang telah disebutkan diatas. padahal seperti yang dituliskan oleh Khalil Gibran: Anak Hanya Titipan Sang Pencipta. tidak menyenangi. misalnya dalam mencari sekolah atau mencari karir yang cocok. namun di tangan orang yang “bukan ahlinya” atau yang kurang bertanggung-jawab. Selain itu dibutuhkan kejujuran untuk mampu menerima diri apa adanya sehingga remaja tidak mengembangkan identitas “virtual” yang berbeda dengan diri yang asli. Salah satu dari dimensi tersebut diantaranya adalah dimensi sosial. Pada saat inilah. masih ada dimensi-dimensi yang lain dalam kehidupan remaja yang belum sempat dibahas dalam artikel ini. Sebaliknya. kehilangan komunikasi antara remaja dan orangtuanya mulai terlihat. Satu hal yang perlu diingat adalah hasil test psikologi untuk remaja sebaiknya tidak ditelah mentah-mentah atau dijadikan patokan yang baku mengingta bahwa masa remaja meruipakan masa yang snagat erat dengan perubahan.

Biarkan mereka mendengar dan belajar apa yang mendasari perkembangan diri anda dari pengalaman anda. Mungkin ia tidak/ kurang mempercayai anda atau ada yang disembunyikannya. mereka layak mencoba masuk ke dalam dunia yang berbeda dengan dunia mereka saat ini. Namun waspadalah jika anak anda sangat tertutup dengan dunia remajanya. atau tiba-tiba ber bungeejumping ria. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Ada remaja yang menurut tanpa membantah keinginan orangtua mereka dalam menentukan peran mereka. sex bebas di kalangan remaja itu benar ato ga si? Jauhi Narkoba Jauhi Narkoba Beranda Seks Bebas = Tabu? Minggu. meskipun mereka sudah berusaha menunjukkan bahwa keberadaan mereka sebagai calon orang dewasa. Tetaplah tegas pada nilai yang anda anut walaupun anak remaja anda mungkin memiliki pendapat dan nilai yang berbeda. Perubahan mood sering terjadi dalam durasi waktu yang pendek. 3. Selama hal-hal itu tidak membahayakan. Namun ada juga anak remaja yang memang tidak ingin masuk ke dalam dunia yang sama dengan orangtua mereka.berangkat dewasa. Kenali teman-teman anak remaja anda. Seperti Kahlil Gibran …. Dalam hal ini janganlah memaksakan anak mengikuti kehendak orangtua. memakai pakaian serba sobek. Tidak ada yang lebih dihargai oleh para remaja selain sosok orangtua bijak yang bisa dijadikan teman. Bertemanlah dengan mereka jika itu memungkinkan. tidak ada anak remaja yang ingin kehilangan orangtuanya 5. Larangan yang kaku mungkin malah akan menyebabkan sikap pemberontakan dalam diri anak anda. kelak iapun “diharapkan dan disiapkan” untuk menjadi dokter pula. 4. Nasihat yang berbentuk teguran atau yang berkesan menggurui akan tidak seefektif forum diskusi terbuka. 7. misalnya mencat rambutnya menjadi biru atau ungu. ayah dokter. 16 November 2008 . Seringkali orangtua tetap memperlakukan anak remaja mereka seperti anak kecil. ia milik masa depan dan kita milik masa lalu. 6. Jangan malu atau takut berbagi masa remaja anda sendiri. (jp) Permasalahan Remaja About Me Foto Saya lily Lihat profil lengkapku Menurut kalian. Berikanlah ruang pada mereka untuk mencoba berbagai peran yang cocok bagi masa depan mereka. 2. Mengertilah bahwa masa remaja untuk anak anda adalah masa yang sulit. misalnya jika kakek sudah dokter. Biarkan nilai anda menjadi jangkar yang kokoh di mana anak remaja anda bisa berpegang kembali setelah mereka lelah membedakan dan mempertanyakan alternatif nilai yang lain. Hargai perbedaan pendapat dan ajaklah berdiskusi secara terbuka.anak hanya titipan. Jangan terkejut jika anak anda bereksperimen dengan banyak hal. jadi anda tidak perlu panik jika anak remaja anda yang biasanya riang tiba-tiba bisa murung dan menangis lalu tak lama kemudian kembali riang tanpa sebab yang jelas. Pada dasarnya.

Bali ini. Wimpie. Celakanya.Dengan pesatnya perkembangan teknologi. Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan. Sebagai catatan. Jika dalam keluarga seorang remaja tidak memperoleh perhatian yang diinginkan. Ada yang menjurus ke hal positif dan juga ke hal yang negatif. perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. Hal ini menjadikan remaja sangat dekat dengan permasalahan seputar seksual. remaja putra maupun putri pernah berhubungan seksual. emosi kita paling besar. kita tidak mau kalah dengan orang lain. maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-jalan serta di tempat-tempat yang tidak mendidik mereka. seperti Jakarta. pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29. “ Dan 20 persen di antaranya remaja. Di antara mereka yang kemudian hamil pranikah mengaku taat beribadah. Bahkan di pulau Palu. Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin serius. cukup tidaknya keteladanan yang diterima sang anak dari orangtuanya. mereka cenderung mencarinya di luar lingkungan keluarga. Gambaran seks bebas dikalangan remaja Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia. Penelitian di Jakarta tahun 1984 menunjukkan 57.9 persen. 50 persen wanita yang datang di suatu klinik untuk mendapatkan induksi haid berusia 15-20 tahun. bisa dibilang sebagai rahasia umum kali ya? Saat remaja merupakan saat yang paling rentan.“sementara penelitian yang saya lakukan pada tahun 1999 lalu terhadap pasien yang datang ke Klinik Pasutri. Kita berusaha tampil lebih baik daripada orang lain. remaja memang cenderung berpikir masa kini saja. sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Palu dan Banjarmasin. Dari sekitar lima persen pada tahun 1980an. kejadian aborsi di Indonesia cukup tinggi yaitu 2. menjadi duapuluh persen pada tahun 2000. dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia. masa depan semakin diperhitungkan. Barulah bila semakin bertambah usia. induksi haid adalah nama lain untuk aborsi. Emosi yang tidak stabil itu menyebabkan mudah masuknya pengaruh dari luar. Penyebab prilaku seks bebas Remaja memiliki emosi yang luar biasa besar. Perubahan ini ditunjukkan dari perkembangan organ seksual menuju kesempurnaan fungsi serta tumbuhnya organ genetalia sekunder. kata Boyke. Surabaya. akibat pengaruh hormonal. Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Remaja di Indonesia cenderung berpikir sempit. Mungkinkah karena longgarnya control mereka pada mereka? Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. Di masa dewasa lah orang biasanya mulai menyesali perilakunya di kala remaja. Diusia remaja.3 persen remaja putri yang hamil pranikah mengaku taat beribadah.” kata pemilik Klinik Pasutri ini. Namun terbatasnya bekal yang dimiliki menjadikan remaja memang masih memerlukan perhatian dan pengarahan. tercatat sekitar 18 persen remaja pernah melakukan hubungan seksual pranikah. ikut berkembang pula perkembangan remaja – remaja di Indonesia. seseorang cenderung menginginkan perhatian yang lebih.3 juta per tahun. Anak akan dibesarkan di lingkungan yang tidak sehat bagi pertumbuhan . Dikalangan remaja seks bebas telah banyak dilakukan oleh remaja bebas. Kisaran angka tersebut.” kata Guru Besar FK Universitas Udayana. Penelitian di Bali tahun 1989 menyebutkan. kenapa? Ya karna pada saat remaja. dan lain sebagainya yang menjadi hak anak dari orangtuanya. dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. Kelompok remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun. juga mengalami perubahan fisik yang cepat dan mendadak. Jika tidak. Menurut Prof. Sulawesi Tenggara. Beberapa penelitian menunjukkan. dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau mahasiswa. Contoh dampak negatifnya adalah seks bebas.Cukup tidaknya kasih sayang dan perhatian yang diperoleh sang anak dari keluarganya.

Penyesalan akan selalu datang belakangan. akan dinilai sebagai remaja yang tidak gaul dan kampungan. untuk GO yang sudah parah dapat menyebabkan hilangnya kesuburan. seringkali tidak menampakan gejala yang jelas. dan mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi. kasus GO paling banyak terjadi. anak – anak mereka tidak mungkin terjerumus dalam pergaulan bebas yang bisa merusak sang anak. memahami istilah bokul. seperti sulit buang air kecil atau sakit pada ujung kemaluan. Biasanya aborsi dilakukan ketika janin berusia 1 – 3 minggu. baik pada pria maupun wanita. risiko terkena penyakit menular seksual bisa mencapai empat hingga lima kali lipat. Subklinis dan kronis. Berbeda dengan wanita. Jika saja para orang tua lebih memberikan perhatian pada anak – anaknya maka. Ngeri ga sih? Jadi sebelum melakukan sesuatu pikir lebih logis. Bagaimana dengan GO yang sudah parah? Dr Boyke Dian Nugraha menjelaskan. yaitu istilah ?Anak Gaul?. narkoba. jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun.jiwanya. Sedangkan GO akut akan menampakan gejala. hingga HIV/AIDS. di antaranya terjebak dalam perilaku seks bebas. remaja anak gaul inilah yang biasanya menjadi korban dari pergaulan bebas. Banyak dari remaja kita melakukan aborsi untuk menutupi kehamilannya. Akibat Perilaku Seks Bebas Menurut Dr Boyke Dian Nugraha. GO (ghonorhoe). Sebaliknya mereka yang tidak mengetahui dan tidak tertarik dengan hal yang disebutkan tadi. tidak menimbulkan gejala serta keluhan pada penderita. Tercatat sekitar 90 dari 121 masalah seks yang masuk ke Klinik Pasutri (pasangan suami istri)pada tahun 2000 lalu. seperti sipilis. jangan melakukan semua hanya atas nama cinta. Jadi pada intinya permasalahan remaja iuni tidak lepas dari peran serta keluarga sekitar. Disisi lain. Penderita bisa saja tidak mengalami keluhan. Androlog Anita Gunawan mengatakan. AddThis Social Bookmark Button by lily | 3 komentar . Akibatnya. berpakaian serba sempit dan ketat kemudian memamerkan lekuk tubuh. ada istilah yang kesannya lebih mengarah kepada hal negatif ketimbang hal yang positif. Jangan buat masa mudamu hancur karna kenikmatan sesaat. seks pranikah akan meningkatkan kasus penyakit menular seksual. mondar-mandir di mal. Anak akan tumbuh di lingkungan pergaulan bebas. Hamil diluar nikah merupakan masalah yang bisa juga ditimbulkan dari perilaku seks bebas. “Pada pria biasanya menampakan gejala. Istilah ini menjadi sebuah ikon bagi dunia remaja masa kini yang ditandai dengan nongkrong di kafe. dugem.” ujarnya. Boyke menambahkan. Yang lebih parah jika aborsi yang dilakukan ketika janin telah berusia lebih dari 3 minggu dan terdapat sisa anggota tubuh janin yang tidak bisa keluar hal itu akan menyebabkan kanker bagi sang ibu. alcohol dan lain. Anita menggolongkan penyakit GO tersebut ke dalam subklinis. kronis dan akut. Selain itu.lain. Saluran sperma atau indung telur menjadi tersumbat oleh kuman GO. perilaku seks bebas ini bisa berlanjut hingga menginjak perkawinan. Dari pergaulan bebas ini para remaja mengenal seks bebas. Paling-paling hanya timbul keputihan atau anyang-anyang. Setelah itu janin akan lebih susah diaborsi. gaya fun. Tapi. dialami orang-orang yang pernah melakukan hubungan pranikah (pre marital). hal itu justru semakin meningkatkan penyebaran penyakit tersebut. Tapi apakah kalian tahu jika aborsi bisa mengancam jiwa sang ibu dan janin yang ada dirahim ibu. kata anita. Dalam lingkungan pergaulan remaja ABG.

India (72%). misalnya kanker paru . fakta membuktikan cukai rokok di Indonesia tergolong rendah. Malaysia (49-57%). Kalo kamu ga ngerokok berarti ga gaul. Selain rendah. Cukai rokok di Indonesia saat ini hanya 37% sedangkan Jepang (61%). Pada abad 16. Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika. China (40%). karbon monoksida [CO] (terdapat pada asap rokok) CO dapat menyerobot oksigen dalam tubuh sehingga jantung terpaksa bekerja lebih keras. bukan untuk mengendalikan barang yang dikenai cukai. Hasilnya. Philipina (64-49%). Apalagi perokok hanya menghirup 15% asapnya sedangkan 85% dihirup perokok pasif. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual. secara konsepsional peruntukkannya pun menyimpang. jarang sekali dipatuhi). Tar bersifat Karsinogen yaitu dapat menyebabkan kanker. bungkusanbungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok. dan Vietnam (45%). Jujur aja. Bagi para remaja merokok adalah hal yang gaul. kenapa masih banyak orang yang gemar merokok. diperkirakan seorang perokok aktif dapat membunuh 200 ribu orang perokok pasif dalam satu tahun (WHO. di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. yaitu rokok. Thailand (75%). Hal ini menyimpang dari formula universal bahwa cukai adalah “pajak dosa” (sin tax). Tiga zat utama yang ada pada rokok adalah Nikotin (terdapat pada daun tembakau).Link ke posting ini Email this post Rokok = perusak = gaul ? Bener ga sih kalo rokok itu bisa merusak tubuh kita? Tapi yang jadi pertanyaan. Sejak beberapa tahun terakhir. sehingga sekian persen dari cukai seharusnya dialokasikan untuk mengendalikan bahaya rokok (earmarking tax). Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. mereka juga menularkan berbagai risiko kesehatan terhadap jutaan orang yang tidak bersalah (perokok pasif). untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Tar (komponen pada asap rokok) bahan ini dapat berasal dari daun tembakau ataupun dari zat yang ditambahkan pada tembakau saat pemrosesan. Menurut informasi yang ada berikut ini adalah perkembangan rokok di dunia.parutau serangan jantung (walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan. selain asap yang menyesakan dada asap rokok juga dapat mempengaruhi kesehatan saya. sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Katanya sih gitu!!!! Bagi kalian para perokok aktif masikah anda bisa berfikir demikian setelah melihat dampak merokok? Apa itu rokok? Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. saya tidak suka jika ada orang yang merokok didekat saya (maaf bagi para perokok). Selain. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam. Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Peningkatan harga dan cukai rokok akan memberi manfaat pada ekonomi dan kesehatan (berkurangnya konsumsi rokok). Cukai rokok Indonesia mengalir ke kas APBN untuk dana pembangunan. berkontribusi merusak keseimbangan alam dengan gas hasil pembakaran tidak sempurnanya yaitu karbon monoksida (CO). Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain. Tapi. 2007). .

Banyak oramg yang masa bodo dengan kesehatannya. mereka mengganggap kalo udah waktunya mati ya mati. Ada dua jenis yaitu jenis Banana dan jenis Snow White yang berbentuk seperti Bedak. tidak bisa tidur karena cenderung untuk terus ber . SHABU .berbentuk kristal seperti gula pasir atau seperti VETSIN (bumbu penyedap makanan).tidak dapat berkonsentrasi .mata sayu .hidung sering terasa gatal . karena nama yang dipakai di masyarakat adalah nama Gaulnya .terkesan tidak bisa diam. PUTAUW Nma lainnya adalah Pe-te .emosi sangat labil . CIRI PENGGUNA SHABU . sehingga sering marah dan sering pusing atau sakit kepala.SHABU Ini adalah nama GAUL dari Methamphetamine .ke enam dari Heroin yang dibuat dari bungan yang na manya Opium.pemakai akan terlihat bersemangat. tapi juga cenderung Paranoid (suka curiga) .tulang dan sendi-sendi terasa ngilu .! Kurus karena nafsu makan berkurang .Gold River. mata dan hidung berair . CIRI PENGGUNA PUTAUW Pada tahap awal biasanya pengguna akan terlihat tidak bersemangat . badan berkeringat tidak wajar dan pemakai terlihat menggigil seperti kedinginan.Coconut . mual dan selalu terlihat mengantuk.zat ini ada lah turunan ke lima . Ada beberapa jenis antara lain : Chystal . Tapi anggapan itu bisakah diubah? Bukankah kita diciptakan sebagai manusia diharapkan bisa menjaga semua pemberian Tuhan kepada kita? AddThis Social Bookmark Button by lily | 0 komentar Link ke posting ini Email this post Jenis Narkoba Sabtu.pucat .jadi jauh berbeda dengan nama aslinya atau nama resminya. 15 November 2008 Mungkin Kamu belum tahu tentang berbagai jenis Narkoba yang ada . SAKAUW Adalah terhentinya suplai PUTAUW sehingga akan menimbulkan gejala mual-mual .SHABU : Setelah menggunakannya .

gangguan lever . Apel . Selain "narkoba".tapi tetap akan sulit berfikir dengan baik. AddThis Social Bookmark Button by lily | 0 komentar Link ke posting ini Email this post Narkoba Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Electric . Psikotropika dan Zat Adiktif'.aktivitas .perasaan gembira dan selalu tertawa . Semua istilah ini. ECSTASY Yang satu ini adalah zat Psikotropika .tulang dan gigi keropos .adalah jenis tanaman yang dikeringkan dengan efek dapat membuat pemakainya menjadi TELER atau FLY. CANNABIS Cannabis atau yang dikenal juga dengan nama Tetrahidrocana hidrol . mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya.pendengaran seperti berkurang . sulit berpikir . Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obatobatan untuk penyakit tertentu. mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya. Efek Negatif yang dapat timbul adalah kerusakan saraf otak dehidrasi (kurang cairan) . Butterfly dengan nama Gaul yang bermacam . baik "narkoba" atau napza. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis. CIRI PENGGUNA ECSTASY Setelah memakai pengguna akan menjadi energik tapi mata sayu dan pucat. Selain "narkoba". Semua istilah ini.jenis yang populer beredar dimasyarakat adalah : Alladin . kerusakan saraf mata dan tidak nafsu makan. istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari 'Narkotika. terlihat sering bengong . Psikotropika dan Zat Adiktif'.merah dan berair . berkeringat dan tidak bisa diam .tapi juga dapat cepat menjadi marah dan tidak bergairah. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis. istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari 'Narkotika. CIRI PENGGUNA CANNABIS Biasanya setelah menggunakan mata akan terlihat sembah atau kantung mata terlihat bengkak . Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obatobatan untuk penyakit tertentu. . baik "narkoba" atau napza.dan susah tidur.macam.

AddThis Social Bookmark Button by lily | 2 komentar Link ke posting ini Email this post .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful