P. 1
[Abstrak] Peran Komisi Penyiaran Indonesia Dalam Mengawasi Tayangan Reality Show Di Televisi

[Abstrak] Peran Komisi Penyiaran Indonesia Dalam Mengawasi Tayangan Reality Show Di Televisi

|Views: 127|Likes:
Published by BanditCyber

More info:

Published by: BanditCyber on Nov 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2011

pdf

text

original

PERAN KOMISI PENYIARAN INDONESIA DALAM MENGAWASI TAYANGAN REALITY SHOW DI TELEVISI

Televisi merupakan salah satu produk modernitas yang terpopuler dalam komunikasi saat ini. Oleh karenanya media televisi memberikan kontribusi besar terhadap tingkah laku serta pola komunikasi masyarakat. Hal ini menjadi persoalan yang besar karena televisi merupakan media yang sangat mudah dalam mempengaruhi tingkah laku dan sikap masyarakat pada umumnya. Maraknya tayangan reality-show di berbagai televisi di Indonesia melatarbelakangi penulis untuk mengangkat masalah ini serta kekhawatiran penulis terhadap tayangan-tayangan reality-show yang sering kali menampilkan tindak kekerasan baik melalui perilaku maupun ucapan yang diperankan oleh model. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merupakan suatu lembaga yang berkaitan dengan dunia penyiaran. KPI memiliki peran penting dalam kegiatan penyiaran di Indonesia. Untuk membahas masalah ini kita harus membuat beberapa pertanyaan yang mendasar. Apa kegiatan KPI dalam mengawasi tayangan reality-show? Upaya apa yang dilakukan KPI dalam mengawasi tayangan reality-show di Trans TV. Bagaimana harapan masyarakat terhadap KPI dalam mengawasi tayangan reality-show di televisi? Bermunculannya tayangan reality-show di televisi membuat banyak orang menjadi khawatir terhadap efek negatif yang ditimbulkan, padahal penyiaran sebagai kegiatan komunikasi massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol serta perekat sosial. Namun tayangan-tayangan yang disajikan saat ini jarang sekali yang memiliki unsur-unsur tersebut. Umumnya tayangan yang disajikan hanya menonjolkan unsur hiburan semata, tanpa mengindahkan unsur lainnya. Teori peran menurut Gross, Mason dan A.W. Mc Eachern sebagaimana dikutip oleh David Berry mendefinisikan peran sebagai seperangkat harapan-harapan yang dikenakan pada individu yang menempati kedudukan sosial tertentu. Metodologi yang digunakan dalam membahas masalah ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu sebuah deskripsi tentang "Peran Komisi Penyiaran Indonesia dalam Mengawasi Tayangan Reality-Show di Televisi". KPI memiliki beberapa kegiatan dalam mengawasi tayangan reality-show di televisi, yakni dengan melakukan kajian, menerima aduan masyarakat, serta mengadakan pengawasan langsung. KPI juga melakukan upaya lain dalam mengawasi kegiatan penyiaran, seperti menetapkan standar program siaran dan pedoman perilaku penyiaran serta memberikan sanksi kepada lembaga penyiaran yang melakukan pelanggaran. Harapan masyarakat terhadap KPI sangat beragam, ada yang merasa puas dengan peran KPI dan sebagian lain masih merasa kurang puas dengan peran KPI. Hal ini dianggap wajar, sebab setiap orang memiliki persepsi yang berbeda. KPI hanya berusaha melakukan tugasnya semaksimal mungkin sebagai lembaga yang independen. KPI memiliki peran yang sangat penting dalam mengawasi kegiatan penyiaran. Hal ini dapat kita lihat sesuai dengan apa saja kegiatan KPI dalam mengawasi tayangan realityshow di televisi. Karena jika tidak ada KPI, lembaga penyiaran akan semena-mena dalam memberikan suatu tayangan tanpa memenuhi unsur-unsur diatas. Serta lembaga penyiaran tidak bisa mempertanggungjawabkan atas apa yang telah mereka siarkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->