Glen doman

Dia ternyata di samping gambaran tentang bagaimana untuk membangunkan tujuh langkah -
langkah yang dianggapnya penting:


1. Visual diferensiasi (cara pembuatan kad);
2. Kosa kata yang tepat;
3. Kosakata dari lingkungan keluarga;
4. Kosa kata untuk membina struktur kalimat itu;
5. Berstruktur frasa dan kalimat;
6. Membaca buku nyata (iaitu, buku pertama);
7. abjad itu.

Dia kemudian membuat kesimpulan bab mengatakan bahawa "manusia adalah manusia
pada dasarnya kerana dia dapat membaca dan menul is".

Saya akan hadir dalam artikel berikut bagaimana saya menyesuaikan kaedah Glenn Doman
ke tiga saya bayi dan bagaimana aktiviti berkembang menjadi pembelajaran seumur hidup
dan menyenangkan

Teori Glen Daman.
http://jasmansyah76.wordpress.com/category/tips-membaca-glen-doman/SEPINTAS,

pernyataan ´mengajar anak balita membacaµ rasanya seperti mengada-ada. Betapa tidak.
Jangankan anak usia di bawah 5 tahun (balita), untuk mengajar membaca pada anak yang sudah
memasuki usia sekolah (SD) saja bukanlah pekerjaan yang mudah bagi guru, begitu pula bagi orang
tua saat mengajar si anak membaca permulaan. Selanjutnya anak yang sudah melewati kelas 4 SD
pun masih ada yang belum lancar membaca.
³³³³-
Mengajar anak ³ apalagi masih usia dini atau balita ³ membaca perlu kesungguhan dan kesabaran
dari pihak guru maupun orangtua. Walau demikian kondisinya, masih banyak orangtua menyerahkan
sepenuhnya pendidikan anaknya kepada guru di sekolah. Kurang banyaknya peran orangtua
bukanlah alasan bagi guru untuk tidak mencari upaya menolong anak agar cepat bisa membaca
dengan lancar. Tentu menjadi suatu kewajiban bagi seorang guru tetap belajardan menambah
wawasannya dengan berbagai cara.
Orangtua pun sebaiknya ikut belajar bagaimana caranya agar anak cepat bisa membaca dengan
baik. Kalau sudah bisa membaca, hendaknya juga bisa menjadikan buku sebagai kebutuhan rutin
yang diberikan kepada anak. Harus disadari, pertama-tama yang bertanggung jawab soal pendidikan
anak (apalagi balita) adalah orangtua atau keluarga.
Buku-buku yang memuat hasil temuan, teori-teori, atau teknik-teknik pembelajaran sepantasnyalah
menjadi ´santapanµ bagi guru. Kalau tidak, mutu pendidikan kita akan terus merosot sebagai akibat
dari kurangnya minat baca para guru. Bagi guru, membaca buku-buku itu tentu bisa dijadikan ajang
untuk mengembangkan wawasan, pengetahuan, dan kompetensinya dalam kegiatan belajar-
mengajar. Bagi orangtua, tampaknya pengetahuan ini sangat bermanfaat dalam menumbuhkan
minat-baca anak pada usia dini. Kalau minat baca anak sudah tumbuh dengan baik tinggal
mengarahkan sesuai dengan bakat dan minatnya.
Bukan Mengeja
Sehubungan dengan itu, ada teori yang layak diketahui oleh guru dan orangtua. Glenn Doman
(199 mendapatkan teori dari banyaknya ia berkecimpung membantu anak-anak yang mengalami
kerusakan otak. Hasil penelitiannya ternyata juga dapat diterapkan untuk membuat anak normal
menjadi lebih cerdas. Salah satunya, mengajarkan keterampilan membaca untuk anak balita atau
anak di bawah 5 tahun.
Menurut Glenn, membaca sudah dapat diajarkan pada balita, bahkan lebih efektif daripada sudah
memasuki usia sekolah (6 tahun). Dalam penelitiannya dikemukakan bahwa anak umur 4 tahun lebih
efektif daripada umur 5 tahun. Umur 3 tahun lebih mudah daripada 4 tahun. Jelasnya, makin kecil
makin mudah untuk diajar ³ tentu dalam batas anak mulai bisa bicara.
Glenn juga berpendapat, balita bisa menyerap informasi secara luar biasa. Semakin muda umur
anak, semakin besar daya serapnya terhadap informasi baru. Belajar bagi anak adalah sesuatu yang
mengasyikkan. Karena belajar mengasyikkan, maka ia bisa menguasai lebih cepat.
Menurut Glenn, mengajar balita membaca bukan dengan mengeja seperti cara konvensional di
sekolah ³ dimulai pengenalan nama huruf, kemudian mengenal suku kata, barulah mengenal kata,
akhirnya kalimat. Glenn berteori, mengajar balita membaca adalah dengan cara mengenalkan satu
kata yang bermakna dan kata itu sudah akrab pada pikiran anak atau sudah sering didengar dalam
keseharian.
Misalnya, anak sudah biasa makan pisang. Tentunya anak balita itu sudah biasa mendengar kata
´pisangµ. Kemudian kita ingin mengajar anak agar ia bisa membaca kata ´pisangµ. MenurutGlenn,
anak tak perlu lagi menghapal huruf p, i, s, a, ng, atau suku kata pi dan sang yang masing-masing
tidak bermakna. Jadi, bayi langsung diajar membaca kata ´pisangµ pada kartu yang sudah
disiapkan.
Untuk mengajar anak balita membaca, diperlukan kartu-kartu kata yang tercetak cukup besar dan
ditunjukkan secara cepat kepada anak, sekaligus dengan pisang yang biasa dimakan. Anak akan
menangkap apa yang dikatakan orangtuanya dan menghubungkannya dengan tulisan yang
ditunjukkan kepadanya. Demikian juga kata yang lain, kata-kata yang sudah akrab dengan si anak
beserta benda yang diacu. Semuanya dibuatkan kartu-kartunya.
Teori Glenn ini diterapkan dengan pemikiran bahwa membaca adalah fungsi otak, sedangkan
mengajar membaca dengan mengeja huruf (cara konvensional di sekolah) diikat oleh kaidah atau
aturan bahasa. Aturan-aturan bahasa ini malah memperlambat keterampilan anak membaca.
Dengan teori Glenn, anak diajar melihat tulisan seperti halnya melihat gambar. Rangkaian kata bagi
si anak adalah suatu simbol dari benda yang diucapkan si ibu atau si ayah yang membacakannya.
Selanjutnya, karena makin hari jumlah kata dan benda yang dikuasai makin banyak, maka tulisan
kata dalam kartu makin ditambah pula.
Glenn memberi catatan, mengajar bukan menjadi suatu beban, melainkan hak istimewa bagi
orangtua. Anak adalah prioritas yang penting dalam keluarga. Kegiatan belajar membaca perlu
diulang-ulang beberapa kali (15 hingga 25 kali), lalu kartu yang lama diganti dengan kartu yang
baru. Saat mengajar, anak maupun orangtua harus dalam kondisi mood yang baik dan suasana yang
menyenangkan. Durasi membacanya juga harus sangat cepat, hanya sekilas-sekilas saja dan harus
segera berhenti sebelum anak ingin berhenti. Jangan mencoba untuk memberi tes karena anak
tidak suka dites. Suasana pembelajaran membaca pun mesti penuh dengan keramahan dan
kehangatan.
Guru Keliru
Bagaimana dengan pembelajaran bahasa di sekolah? Belajar membaca adalah bagian dari
pembelajaran bahasa. Bertitik tolak dari teori Glenn, tampaknya kekeliruan guru bahasa di sekolah
menyebabkan anak kurang menguasai dengan baik bahasa yang dipelajari. Dalam pembelajaran
bahasa, guru sering menekankan kaidah bahasa daripada perolehan bahasa, belajar menggunakan
bahasa. Jika terjadi kesalahan dalam penerapan kaidah, sepertinya anak itu berbuat dosa. Terlebih
jika ditambah wajah guru yang kurang toleran, bertambahlah rasa takut anak. Suasana pun jadi
menakutkan.
Pada tahap anak sudah mampu membaca dengan lancar (pada kelas 4 ke atas), ternyata dalam
pembelajaran bahasa bukannya anak diajak belajar menggunakan bahasa, melainkan belajar
pengetahuan bahasa. Dari PR anak SD (padahal kurikulum berbasis kompetensi) dalam pelajaran
bahasa tampak dengan jelas anak belajar pengetahuan bahasa, misalnya menyebutkan nama-nama
jenis kalimat.
Kalau demikian, kapan anak mampu menggunakan bahasa? Kalau saja guru mau memperluas
wawasannya, misalnya membaca teori Glenn atau teori yang lain, tampaknya kondisi pembelajaran
bahasa akan lebih menarik dan bermanfaat. Dalam pembelajaran bahasa,sesungguhnya anak
belajar berbahasa lisan dan tertulis, bukan tentang bahasa.
Aktivitas membaca merupakan alternatif yang kita anggap paling baik meningkatkan mutu SDM,
mungkin lebih baik daripada selembar ijazah yang pemiliknya kurang melakoni aktivitas membaca.
Aktivitas membaca bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja secara rutin. Sedangkan lewat
pendidikan formal ada batas waktunya, misalnya anak memasuki usia sekolah, kemudian tamat
perguruan tinggi sudah selesai.
Menurut para pakar, sejak balita anak sudah bisa dibentuk agar bisa membaca. Setelah anak
mampu membaca sendiri, hendaknya terus dibina dengan cara memberikan buku yang bermanfaat
baik untuk menguasai Iptek maupun mengapresiasi nilai-nilai kehidupan manusia. Makin dini usia,
melakukan aktivitas membaca makin baik.

Mengajar Bayi Anda Membaca (Metode Glenn Doman)
Rabu, 9 Juli 2008 02:08:30 ± oleh : admin
Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia dari semua makhluk hidup di dunia ini,
cuma manusia yang dapat membaca. Membaca merupakan fungsi yang paling penting dalam hidup dan
dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Anak-anak dapat
membaca sebuah kata ketika usia mereka satu tahun, sebuah kalimat ketika berusia dua tahun, dan
sebuah buku ketika berusia tiga tahun dan mereka menyukainya.
Tahun 1961 satu tim ahli dunia yang terdiri atas, dokter, spesialis membaca, ahli bedah otak dan
psikolog mengadakan penelitian ³Bagaimana otak anak-anak berkembang?´. Hal ini kemudian
berkembang menjadi satu informasi yang mengejutkan mengenai bagaimana anak-anak belajar, apa
yang dipelajari anak-anak, dan apa yang bisa dipelajari anak-anak.
Hasil penelitian juga mendapatkan, ternyata anak yang cedera otak-pun dapat membaca dengan baik
pada usia tiga tahun atau lebih muda lagi. Jelaslah bahwa ada sesuatu yang salah pada apa yang
sedang terjadi, pada anak-anak sehat, jika di usia ini belum bisa membaca.
Penelitian tentang Otak Anak
Bagi otak tidak ada bedanya apakah dia µmelihat¶ atau µmendengar¶ sesuatu. Otak dapat mengerti
keduanya dengan baik. Yang dibutuhkan adalah suara itu cukup kuat dan cukup jelas untuk didengar
telinga, dan perkataan itu cukup besar dan cukup jelas untuk dilihat mata sehingga otak dapat
menafsirkan. Kalau telinga menerima rangsang suara, baik sepatah kata atau pesan lisan, maka pesan
pendengaran ini diuraikan menjadi serentetan impuls-impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang
bisa melihat untuk disusun dan diartikan menjadi kata-kata yang dapat dipahami.
Begitu pula kalau mata melihat sebuah kata atau pesan tertulis. Pesan visual ini diuraikan menjadi
serentetan impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang tidak dapat melihat, untuk disusun kembali
dan dipahami. Baik jalur penglihatan maupun jalur pendengaran sama-sama menuju ke otak dimana
kedua pesan ditafsirkan otak dengan proses yang sama.
Dua faktor yang sangat penting dalam mengajar anak:
1. Sikap dan pendekatan orang tua
Syarat terpenting adalah, bahwa diantara orang tua dan anak harus ada pendekatan yang
menyenangkan, karena belajar membaca merupakan permainan yang bagus sekali.
Belajar adalah:
- Hadiah, bukan hukuman
- Permainan yang paling menggairahkan, bukan bekerja
- Bersenang-senang, bukan bersusah payah
- Suatu kehormatan, bukan kehinaan
2. Membatasi waktu untuk melakukan permainan ini sehingga betul-betul singkat. Hentikan permainan
ini sebelum anak itu sendiri ingin menghentikannya.
Bahan yang sesuai:
a. bahan-bahan dibuat dari kertas putih yang agak kaku (karton poster)
b. kata-kata yang dipakai ditulis dengan spidol besar
c. tulisannya harus rapi dan jelas, model hurufnya sederhana dan konsisten
Tahap-tahap mengajar:
TAHAP PERTAMA : (perbedaan penglihatan)
Mengajarkan anak anda membaca dimulai menggunakan hanya lima belas kata saja. Jika anak anda
sudah mempelajari 15 kata ini, dia sudah siap untuk melangkah ke perbendaharaan kata-kata lain.
1. Ukuran karton : tinggi 15 cm, panjang 60 cm
2. Ukuran huruf, tinggi 12,5 cm dan lebar 10 cm, serta setiap huruf berjarak kira-kira 1,25 cm
3. Huruf berwarna merah
4. Gunakan huruf kecil (bukan huruf kapital)
5. Buatlah hanya 15 kata, misal : IBU (UMMI/MAMA/BUNDA), BAPAK (ABI/PAPA/AYAH)
6. Ke-15 kata-kata pertama harus terdiri dari kata-kata yang paling dikenal dan paling dekat dengan
lingkungannya yaitu nama-nama anggota keluarga, binatang peliharaan, makanan kesukaan, atau
sesuatu yang dianggap penting untuk diketahui oleh sang anak.
Hari Pertama
Gunakan tempat bagian rumah yang paling sedikit terdapat benda-benda yang dapat mengalihkan
perhatian, baik pendengarannya maupun penglihatannya. Misalnya, jangan ada radio yang dibunyikan.
1. Tunjukkan kartu bertuliskan IBU/AYAH atau yang lainnya
2. Jangan sampai ia dapat menjangkaunya
3. Katakan dengan jelas µini bacaannya IBU/AYAH¶
4. Jangan jelaskan apa-apa
5. Biarkan dia melihatnya tidak lebih dari 1 detik
6. Tunjukkan 4 kartu lainnya dengan cara yang sama
7. Jangan meminta anak mengulang apa yang anda ucapkan
8. Setelah kata ke-5, peluk, cium dengan hangat dan tunjukkan kasih sayang dengan cara yang
menyolok
9. Ulangi 3 kali dengan jarak paling sedikit 1,5 jam
Hari Kedua
1. Ulangi pelajaran dasar hari pertama 3 kali
2. Tambahkan lima kata baru yang harus diperlihatkan 3 kali sepanjang hari kedua. Jadi ada 6 pelajaran
3. Jangan lupa menunjukkan rasa bangga anda
4. Jangan lakukan test, belum waktunya !
Hari Ketiga
1. Lakukan seperti hari ke-2
2. Tambahkan lima kata baru seperti hari kedua sehingga menjadi 9 pelajaran
Hari keempat, kelima, keenam ulangi seperti hari ketiga tanpa menambah kata-kata baru.
Hari Ketujuh
Beri kesempatan pada anak untuk memperlihatkan kemajuannya:
1. Pilih kata kesukaannya
2. Tunjukkan kepadanya dan ucapkan denga jelas µini apa?¶
3. Hitung dalam hati sampai sepuluh, Jika anak anda mengucapkan, pastikan anda gembira dan
tunjukkan kegembiraan anda Jika anak anda tidak memberikan jawaban atau salah, katakan dengan
gembira apa bunyi kata itu dan teruskan pelajarannya.
Ancaman
Kebosanan adalah satu-satunya ancaman. Jangan sampai anak menjadi bosan. ³Mengajarnya terlalu
lambat akan lebih cepat membuatnya bosan daripada mengajarnya terlalu cepat´
Pada tahap pertama ini, dua hal luar biasa telah anda lakukan:
1. Dia sudah melatih indera penglihatan, dan yang lebih penting: dia telah melatih otaknya cukup baik
untuk dapat membedakan bentuk tulisan yang satu dengan yang lainnya.
2. Dia sudah menguasai salah satu bentuk abstraksi yang paling luar biasa dalam hidupnya: dia dapat
membaca kata-kata. Hanya ada satu lagi abstraksi besar harus dikuasainya, yaitu huruf-huruf dalam
abjad.
TAHAP KEDUA : (kata-kata diri)
Kita mulai mengajarkan anak membaca dengan menggunakan kata-kata µdiri¶ karena anak memang
mula-mula mempelajari badannya sendiri.
1. Ukuran karton 12,5 tinggi dan 60 cm panjang
2. Ukuran huruf 10 cm tinggi dan 7,5 cm lebar dengan jarak 1 cm
3. Huruf dan warna seperti tahap pertama
4. Buat 20 kata-kata tentang dirinya, misalnya: tangan kaki gigi jari kuku lutut mata perut
lidah pipi kuping dagu dada leher paha siku hidung jempol rambut bibir
5. Dari 3 kelompok kata masing-masing 5 kata di tahap awal, ambil masing-masing 1 kata lama dan
tambahkan dengan 1 kata baru di tahap kedua
6. Dari 20 kata baru pada tahap kedua, ambil 10 kata dan jadikan 2 kelompok kata masing-masing 5
kata
7. Jadi sekarang anda memiliki:
- 3 kelompok kata dari tahap pertama yang sudah ditambah kata-kata baru
- 2 kelompok kata baru dari tahap kedua
- total 5 kelompok kata = 25 kata
8. Lakukan seperti tahap pertama
9. Setelah 5 hari ganti 1 kata dari masing-masing kelompok dengan kata baru, sehingga anak
mempelajari 5 kata baru.
10. Setelah itu setiap hari ganti 1 kata lama dari masing-masing kelompok data dengan 1 kata baru.
Dengan demikian setiap hari anak belajar 5 kata baru masing-masing satu dalam setiap
kelompok kata, dan 5 kata lama diambil setiap harinya.
TIPS:
1. Usahakan jangan ada 2 kata yang dimulai dengan yang sama secara berurutan, misalnya µlidah¶
dengan µlutut¶
2. Anak-anak usia 6 bulan sudah bisa diajarkan. Lakukan dengan cara yang persis sama kalau anda
mengajarnya berbicara
3. Ingat, membaca bukan berbicara
4. Usaha mengajar bayi membaca dapat membaca dapat mempercepat berbicara dan memperluas
perbendaharaan kata.
TAHAP KETIGA : (kata-kata µrumah¶)
Sampai tahap ini, baik orang tua maupun anak harus melakukan permainan membaca ini dengan
kesenangan dan minat besar. Ingatlah bahwa anda sedang menanamkan cinta belajar dalam diri anak
anda, dan kecintaan ini akan berkembang terus sepanjang hidupnya. Lakukan permainan ini dengan
gembira dan penuh semangat.
1. Ukuran karton 7,5 cm tinggi dan 30 cm panjang
2. Ukuran huruf 5 cm tinggi dan 3,5 cm lebar dengan jarak lebih dekat
3. Huruf dan warna seperti tahap tahap kedua
4. Terdiri dari nama-nama benda di sekeliling anak serta lebih dari 2
suku kata, misalnya: kursi, meja, dinding, lampu, pintu, tangga,
jendela, dll
5. Gunakan cara pada tahap kedua dengan setiap hari menambah
5 kata baru dari tahap ke tiga
6. Setelah kata benda, masukkan kata milik, misalnya: piring, gelas,
topi, baju, jeruk, celana,sepatu, dll.
7. Setelah itu masukkan kata perbuatan, misalnya: duduk,
berdiri, tertawa, melompat, membaca, dll
8. Pada tahap kata perbuatan , agar lebih menarik, sambil
menunjukkan kata tersebut, anda praktekkan sambil katakana µIbu
melompat¶, µkakak melompat¶, dsb
TAHAP KEEMPAT :
1. Ukuran kartu 4 cm tinggi dan 20 cm panjang
2. Ukuran huruf 5 cm
3. Huruf kecil, warna hitam
4. Tunjukkan kata demi kata seperti tahap sebelumnya lalu gabungkan misalnya
µini¶ dan kata µbola¶ menjadi µini bola¶.
5. Lakukan beberapa kata beberapa kali setiap hari.
TAHAP KELIMA : (susunan kata dalam kalimat)
1. Pilihkan buku sederhana dengan syarat :
Perbendaharaan kata tidak lebih dari 150 kata Jumlah kata dalam 1 halaman tidak lebih dari 15-20 kata
Tinggi huruf tidak kurang dari 5 mm
Sedapat mungkin teks dan gambar terpisah.
Carilah yang mendekati persyaratan tersebut
2. Salinlah kata-kata yang ada setiap halaman tersebut ke dalam satu kartu kira-kira ukuran 1 kertas
A4. Huruf hitam, ukuran tinggi huruf 2,5 cm. Jumlah kartu µsusunan kata-kata¶ sama dengan jumlah
halaman buku. Ukuran kartu harus sama walaupun jumlah kata tidak sama. Sekarang anda sudah
mempunyai kartu-kartu dengan kata-kata yang ada dalam setiap halaman buku yang akan dibaca anak.
Lubangi sisi kartu-kartu untuk dijilid menjadi sebuah buku yang isinya sama namun ukurannya lebih
besar.
3. Bacakan kartu demi kartu pelan-pelan, sehingga anak belajar kalimat demi kalimat.
4. Bacakan dengan ekspresi sesuai dengan kalimat bacaan.
5. Lakukan secara rutin, minimal 5 kartu sebanyak 3 kali selama 5 hari.
6. Ketika membaca kartu pada hari lainnya, kartu yang lama sebaiknya diulang. Setelah selesai kartu-
kartu dibaca, simpanlah beurutan di dalam sebuah map atau dibinding deperti buku.
7. Pada saat selesai 1 buku, berilah ijazah yg ditandatangani ibu, yg menyatakan bahwa pada hari ini,
tanggal ini, pada usia anak sekian, telah selesai dibaca buku ini.
TAHAP KEENAM : (susunan kata dalam kalimat)
Pada tahap ini, anak sudah siap membaca buku yg sebenarnya, karena dia sudah 2 kali melakukan hal
itu. Perbedaan ukuran huruf dari 5 cm (Tahap 4), 2,5 cm (Tahap 5) dan 5 mm (Tahap 6 ini) adalah
sangat berarti khususnya bagi anak yang masih sangat muda, karena itu juga berarti anda membantu
mendewasakan dan memperbaiki indera penglihatannya.

Kunci Keberhasilan
1. Jangan membosankan anak
2. Jangan memaksa anak
3. Jangan tegang
4. Jangan mengajarkan abjad terlebih dahulu
5. Bergembiralah
6. Ciptakan cara baru
7. Jawablah semua pertanyaan anak
8. Berilah buku bacaan yang bermutu
Penutup
Pada dasarnya anak memiliki kemampuan yang luar biasa, khususnya pada usia yg semakin kecil.
Hanya diperlukan perhatian, kemauan,ketekunan serta yang utama kasih sayang orangtua untuk
membuatnya mampu mengeluarkan potensinya yg luar biasa tsb.
Keinginan orangtua pada umumnya adalah :
1. Menginginkan anak mereka bahagia di dalam hidupnya dengan
menjadikan anak mereka tangguh dan siap bersaing.
2. Untuk itu dibutuhkan anak yg cerdas baik rasional maupun
emosional serta rasa ingin tahu yang besar.
3. Anak dapat diketahui rasa ingin tahunya yang besar dari banyaknya
pertanyaan yg diajukannya.
4. Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, anak harus dibimbing supaya
suka membaca.
5. Agar anak suka membaca, dibutuhkan kemampuan membaca dan sarana
untuk membaca yang tidak lepas dari buku.
Jadi, dengan buku yg merupakan ³JENDELA ILMU´, anak akan mampu membuka cakrawala kehidupan
masa depannya dengan keceriaan.
³Selamat berkarya untuk anak-anak tercinta !´
Sumber: Buku ³Mengajar Bayi Membaca´ ± Glenn Doman



Teknik mengajar bayi membaca Glenn Doman 3
Kebosanan adalah satu-satunya ancaman. Jangan sampai anak menjadi bosan.
"Mengajarnya terlalu lambat akan lebih cepat membuatnya bosan daripada
mengajarnya terlalu cepat"

Pada tahap pertama ini, dua hal luar biasa telah anda lakukan:
1. Dia sudah melatih indera penglihatan, dan yang lebih penting: dia telah
melatih otaknya cukup baik untuk dapat membedakan bentuk tulisan yang satu
dengan yang lainnya.
2. Dia sudah menguasai salah satu bentuk abstraksi yang paling luar biasa
dalam hidupnya: dia dapat membaca kata-kata. Hanya ada satu lagi abstraksi
besar harus dikuasainya, yaitu huruf-huruf dalam abjad

Tahap kedua (kata-kata diri)
Kita mulai mengajarkan anak membaca dengan menggunakan kata-kata 'diri'
karena anak memang mula-mula mempelajari badanya sendiri.

1. Ukuran karton 12,5 tinggi dan 60 cm panjang
2. Ukuran huruf 10 cm tinggi dan 7,5 cm lebar dengan jarak 1 cm
3. Huruf dan warna seperti tahap pertama
4. Buat 20 kata-kata tentang dirinya:

tangan kaki gigi jari Kuku
lutut mata perut lidah pipi
kuping dagu dada leher paha
siku hidung jempol rambut bibir

5. Dari 3 kelompok kata masing-masing 5 kata di tahap awal, ambil
masing-masing 1 kata lama dan tambahkan dengan 1 kata baru di tahap kedua
6. Dari 20 kata baru pada tahap kedua, ambil 10 kata dan jadikan 2 kelompok
kata masing-masing 5 kata

7. Jadi sekarang anda memiliki:
· 3 kelompok kata dari tahap pertama yang sudah ditambah kata-kata baru
· 2 kelompok kata baru dari tahap kedua
· total 5 kelompok kata = 25 kata
8. Lakukan seperti tahap pertama
9. Setelah 5 hari ganti 1 kata dari masing-masing kelompok dengan kata baru,
sehingga anak mempelajari 5 kata baru
10. Setelah itu setiap hari ganti 1 kata lama dari masing-masing kelompok
data dengan 1 kata baru. Dengan demikian setiap hari anak belajar 5 kata
baru masing-masing datu dalam setiap kelompok kata, dan 5 kata lama diambil
setiap harinya.

TIPS:
1. Usahakan jangan ada 2 kata yang dimulai dengan yang sama secara
berurutan, misalnya 'lidah' dengan 'lutut'
2. Anak-anak usia 6 bulan sudah bisa diajarkan. Lakukan dengan cara yang
persis sama kalau anda mengajarnya berbicara
3. Ingat, membaca bukan berbicara
4. Usaha mengajar bayi membaca dapat membaca dapat mempercepat berbicara dan
memperluas perbendaharaan kata.

Tahap ketiga (kata-kata 'rumah')
Sampai tahap ini, baik orang tua maupun anak harus melakukan permainan
membaca ini dengan kesenangan dan minat besar. Ingatlah bahwa anda sedang
menanamkan cinta belajar dalam diri anak anda, dan kecintaan ini akan
berkembang terus sepanjang hidupnya. Lakukan permainan ini dengan gembira
dan penuh semangat.

1. Ukuran karton 7,5 cm tinggi dan 30 cm panjang
2. Ukuran huruf 5 cm tinggi dan 3,5 cm lebar dengan jarak lebih dekat
3. Huruf dan warna seperti tahap tahap kedua
4. Terdiri dari nama-nama benda di sekeliling anak serta lebih dari 2 suku
kata, misalnya: kursi, meja, dinding, lampu, pintu, tangga, jendela, dll
5. Gunakan cara pada tahap kedua dengan setiap hari menambah 5 kata baru
dari tahap ke tiga
6. Setelah kata benda, masukkan kata milik, misalnya: piring, gelas, topi,
baju, jeruk, celana,sepatu, dll
7. Setelah itu masukkan kata perbuatan, misalnya: duduk, berdiri, tertawa,
melompat, membaca, dll
8. Pada tahap kata perbuatan , agar lebih menarik, sambil menunjukkan kata
tersebut, anda praktekkan sambil katakan 'Ibu melompat', 'kakak melompat',
dsb

Tahap keempat (susunan kata dalam kalimat)

1. Ukuran kartu 4 cm tinggi dan 20 cm panjang
2. Ukuran huruf 2.5 cm
3. Huruf kecil, warna hitam
4. Tunjukkan kata demi kata seperti tahap sebelumnya lalu gabungkan misalnya
'ini' dan kata 'bola'
5. Setelah itu pilihkan buku sederhana dengan syarat :
· Perbendaharaan kata tidak lebih dari 150 kata
· Jumlah kata dalam 1 halaman tidak lebih dari 15-20 kata
· Tinggi huruf tidak kurang dari 6,25 cm
· Sedapat mungkin teks dan gambar terpisah Carilah yang mendekati
persyaratan tersebut

6. Pilih salah satu halaman yang ada di buku
7. Pindahkan kata-kata yang ada di halaman tersebut ke dalam satu kartu.
Jadikan kartu-kartu ini 'susunan kata-kata' yang akan digunakan pada tahap
kelima.
Jumlah kartu 'susunan kata-kata' sama dengan jumlah halaman buku. Ukuran
kartu harus sama walaupun jumlah kata tidak sama.
8. Buat kartu ukuran 7,5 cm tinggi dengan tinggi huruf
5 cm, warna hitam.

Tahap kelima (susunan kata-kata dan kalimat)
1. Sekarang anda sudah mempunyai kartu-kartu dengan kata-kata yang ada dalam
setiap halaman buku yang akan dibaca anak. Lubangi sisi kartu-kartu untuk
dijilid menjadi sebuah buku yang isinya sama namun ukurannya lebih besar
2. Tunjukkan kartu pertama dan ucapkan perkataannya lambat-lambat. Setiap
hari harus diselesaikan 5 kartu
3. Setiap kartu sudah diperintahkan tiga kali sehari selama lima hari.

Bandung, 8 september 1999

Semoga bermanfaat

(ditulis ulang dari materi Study Group Pembina Parismu
Menghubungkan teori belajar dari Glen Doman dengan Piaget.
{ Jull 20, 2009 @ 11:52 pm } · { psychology }
7Horl pslkologl pHrkHmbungun JHun PlugHW sHlumu lnl WHluh mHn|udl ru|ukun uWumu kurlkulum 7. dun buhkun
pHndldlkun sHcuru umum. PHlu|urun mHmbucu, mHnulls, dun bHrhlWung sHcuru Wlduk lungsung dllurung unWuk
dlpHrkHnulkun pudu unuk-unuk dl buwuh uslu 7 Wuhun. PlugHW bHrunggupun buhwu pudu uslu dl buwuh 7 Wuhun unuk
bHlum mHncupul fusH opHruslonul konkrHW. FusH lWu uduluh fusH, dl munu unuk -unuk dlunggup suduh blsu bHrplklr
WHrsWrukWur. SHmHnWuru lWu, kHgluWun bHlu|ur cullsWung sHndlrl dldHflnlslkun sHbugul kHgluWun yung mHmHrlukun curu
bHrplklr WHrsWrukWur, sHhlnggu Wlduk cocok dlu|urkun kHpudu unuk-unuk 7. yung muslh bHruslu bullWu.PlugHW khuwuWlr
oWuk unuk-unuk ukun WHrbHbunl |lku pHlu|urun cullsWung dlu|urkun pudu unuk-unuk dl buwuh 7 Wuhun. Allh-ullh lngln
mHncHrduskun unuk, ukhlrnyu unuk-unuk muluh mHmlllkl pHrsHpsl yung buruk WHnWung bHlu|ur dun mHn|udl bHncl
dHngun kHgluWun bHlu|ur sHWHluh mHrHku bHrun|uk bHsur. BHlu| ur mHmbucu, mHnulls, bHrhlWung, dun buhkun sulns klnl
Wldukluh pHrlu dlunggup Wubu bugl unuk uslu dlnl. PHrsoulun WHrpHnWlng uduluh mHrHkonsWruksl curu unWuk
mHmpHlu|urlnyu sHhlnggu unuk-unuk mHngunggup kHgluWun bHlu|ur mHrHku Wuk ubuhnyu sHpHrWl bHrmuln dun buhkun
mHmung bHrbHnWuk sHbuuh pHrmulnun.
Murlu MonWHssorl dun GlHnn Domun mHn|udl pHlopor dulum pHngHmbungun mHWodH bHlu|ur mHmbucu dun muWHmuWlku
bugl unuk-unuk uslu dlnl. Murlu MonWHssorl, sHorung dokWHr wunlWu pHrWumu durl IWullu, WHluh mHmprukWlkku n
pHmbHlu|urun mulWllndruwl lHwuW kHgluWun sHhurl -hurl. PHngulumun WHrsHbuW dlpHrolHhnyu sHWHluh mHnungunl unuk-
unuk bHrmHnWul WHrbHlukung. LHwuW kHgluWun-kHgluWun sHdHrhunu yung dlulung sHWlup hurl, sHbuglun bHsur unuk-unuk
lWu mHnguluml kHmu|uun yung pHsuW. MHrHku buhkun blsu mHmbucu dun mHnulls pudu uslu yung rHluWlf mudu, sHklWur 4
dun 5 Wuhun Wunpu hurus mHrusu WHrbHbunl. MonWHssorl mHnclpWukun uluW -uluW bHlu|ur durl bHndu-bHndu yung ukrub dl
sHkHllllng klWu. Iu mHmbuuW uluW bHlu|ur sHpHrWl pHrlHngkupu n bHrmuln. UnWuk mHngu|ur unuk-unuk mHmbucu, lu
mHmbuuW bHrbugul mucum kurWu huruf durl pupun kuyu uWuu kHrWus WHbul. SHWlup huruf dlcHWuk durl kHrWus umpHlus yung
cukup kusur. SHluln unuk-unuk mHmbunylkun huruf-huruf WHrsHbuW, mHrHku |ugu mHrubunyu unWuk mHmbHnWuk
kHpHkuun WHrhudup WHksWur huruf. .urWu-kurWu bHrlsl kuWu bHrgumbur yung dlkHlompokkun kH dulum |Hnls-|Hnls kuWu
|ugu mHn|udl uluW bHlu|ur yung mHnurlk bugl unuk-unuk. GlHnn Domun uduluh conWoh luln pHndobruk WHorl
pHrkHmbungun PlugHW. Domun uduluh sHorung dokWHr bHduh oWuk. Iu bHrhusll mHmbunWu mHnyHmbuhkun orung-orung
yung mHnguluml cHdHru oWuk lHwuW flush curd. Iu mHmbuuW kurWu -kurWu kuWu yung dlWulls dHngun WlnWu bHrwurnu mHruh
pudu kurWon WHbul, dHngun ukurun huruf yung cukup bHsur. .urWu-kurWu lWu dlWumpllkun dl hudupun sl puslHn dulum
wukWu cHpuW, hunyu suWu dHWlk pHr kuWu. Adunyu pHrkHmbungun pudu oWuk puslHnnyu mHmbuuW lu lngln mHncobunyu
kHpudu unuk-unuk buhkun buyl. MHWodH flush curds bugl sHbuglun bHsur orung uduluh musWuhll. .urHnu, bls u su|u
unuk-unuk mHnghuful kuWu-kuWu yung suduh dlpHrkHnulkun numun ukun kHblngungun kHWlku dlbHrlkun kuWu-kuWu buru
yung bHlum pHrnuh dlbucunyu. .rlWlk WHrhudup flush curds mHmung sHrlng dllonWurkun orung, WHrmusuk sHbuglun uhll
pslkologl. Hul lWu dlsHbubkun flush curds dlunggup sHbugul curu yung kurung ruslonul, mHrusuk pHmbHlu|urun nulur
dun loglku. Flush curds bHrbusls hufulun, sHdungkun kHmumpuun mHmbucu mHnuruW puru pslkolog dun orung pudu
umumnyu hurus dlprosHs mHlulul Wuhupun-Wuhupun fonHmlk dun fonHWlk. Anuk-unuk hurus WHrlHblh duhulu mHngHnul
huruf dun mumpu mHmbHdukun bunyl, sumpul ukhlrnyu blsu mHnggubungkun huruf-huruf WHrsHbuW mHn|udl sHbuuh
kuWu.
IWuluh lHWuk pHrbHduun Domun dun puru pHngkrlWlknyu. Domun hunyu mHrHkomHnduslkun pHmbHlu|urun mHmbucu dun
muWHmuWlku sHklWur 45 dHWlk pHr hurl. Blsu klWu buyungkun, bHWupu sHbHnWurnyu, dun kHmungklnun unuk -unuk mHrusu
WHrbHbunl kurHnu mHWodH lWu sunguWluh kHcll. 7uk hHrun |lku unuk-unuk uslu 2 uWuu 3 Wuhun pun suduh muhlr mHmbucu
dun |ugu mHn|udl sunguW suku sHrWu WHnWu su|u Wlduk mHnoluk unWuk bHlu|ur mHmbucu dHngun pHndHkuWun WHrsHbuW.
.Hslmpulun :
Durl bHbHrupu kullmuW dluWus dupuW dlslmpulun dHngun WHorl bHlu|ur Gulldford yulWu bHlu|ur uduluh pHubuhun pHrlluku
yung bHrusul durl sWlmulus luur. SWlmulus luur yung dlllhuW olHh muWu, dldHngur olHh WHllngu dun luln dlWumpung dulum
sHbuuh prosHs. ProsHs lnlluh yung WHr|udl dldulum oWuk. Suruf dun sHl գ sHl oWuk ukun mHngumpulkun sHmuu sWlmulus
durl luur WHrsHbuW. PHrubuhun pHrlluku lWuluh yung dlsHbuW sHbugul husll bHlu|ur. BHlu|ur uduluh prosHs kognlWlf. Muku
orung Wlduk blsu bHlu|ur upubllu fungsl oWuknyu WHrgunggu. MHWodH GlHnn Domun mHngu|uk unuk bHlu|ur dulum
suusunu yung sunguW nyumun sHoluh oluh slunuk dlu|uk bukun bHlu|ur ukun WHWupl dlu|uk bHrmuln dHngun rlung.
Suusunu lnlluh yung mHnlmbulkun kHlnglnWuhuun unuk mHnlngkuW. dun kHgluWun lnl dlluksunukun dHngun pHnuh kuslh
orung Wuu WHrhudup unuk dulum urWlun orung Wuu Wlduk dll|lnkun unWuk mHngu|l slunuk. .HgluWun hurus dlhHnWlkun kHWlku
sl unuk kHllhuWun suduh bosun. Numun hul lnl mungkln Wlduk ukun bHrlungsung lumu. DlkurHnukun unuk yung muslh
bHrumur 2-7 Wuhun pudu musu pru-OpHruslounul (WHorl PlugHW hunyu ukun mHlukukun suuWu coplng. Mungkln bllu
bHrun|uk dHwusu sl unuk lnl Wuhu upu yung dlplu|ur l numun Wlduk ukun mHngHrWl muksudnyu dun mungkln unuk WHrsHbuW
ukun lupu yung suduh dlpHlu|urlnyu pudu umur 2 Wuhun.

Misalnya. Glenn juga berpendapat. bahkan lebih efektif daripada sudah memasuki usia sekolah (6 tahun). atau suku kata pi dan sang yang masing-masing tidak bermakna. mengajarkan keterampilan membaca untuk anak balita atau anak di bawah 5 tahun. Semuanya dibuatkan kartu -kartunya. Tentunya anak balita itu sudah biasa mendengar kata ´pisangµ. barulah mengenal kata. Bagi guru. mengajar bukan menjadi suatu beban. Untuk mengajar anak balita membaca. Kalau minat baca anak sudah tumbuh dengan baik tinggal mengarahkan sesuai dengan bakat dan minatnya. Kalau tidak. anak diajar melihat tulisan seperti halnya melihat gambar. Bagi orangtua. Glenn Doman (199 mendapatkan teori dari banyaknya ia berkecimpung membantu anak -anak yang mengalami kerusakan otak. Rangkaian kata bagi si anak adalah suatu simbol dari benda yang diucapkan si ibu atau si ayah yang membacakannya. Anak akan menangkap apa yang dikatakan orangtuanya dan menghubungkannya dengan tulisan yang ditunjukkan kepadanya. sedangkan mengajar membaca dengan mengeja huruf (cara kon vensional di sekolah) diikat oleh kaidah atau aturan bahasa. ada teori yang layak diketahui oleh guru dan orangtua. maka ia bisa menguasai lebih cepat. Anak adalah prioritas yang penting dalam keluarga. Bukan Mengeja Sehubungan dengan itu. i. mutu pendidikan kita akan terus merosot sebagai akibat dari kurangnya minat baca para guru. Menurut Glenn. Demikian juga kata yang lain. Menurut Glenn. Belajar bagi anak adalah sesuatu yang mengasyikkan. maka tulisan kata dalam kartu makin ditambah pula. sekaligus dengan pisang yang biasa dimakan. Glenn memberi catatan. anak tak perlu lagi menghapal huruf p. karena makin hari jumlah kata dan benda yang dikuasai makin banyak. kata-kata yang sudah akrab dengan si anak beserta benda yang diacu. Jelasnya. bayi langsung diajar membaca kata ´pisangµ pada kartu yang sudah disiapkan. s. Kegiatan belajar membaca perlu diulang-ulang beberapa kali (15 hingga 25 kali). dan kompetensinya dalam kegiatan belajar mengajar. ng. teori-teori. lalu kartu yang lama diganti dengan kartu yang . semakin besar daya serapnya terhadap informasi baru. kemudian mengenal suku kata. Aturan-aturan bahasa ini malah memperlambat keterampilan anak membaca. balita bisa menyerap informasi secara luar biasa.Buku-buku yang memuat hasil temuan. akhirnya kalimat. melainkan hak istimewa bagi orangtua. Teori Glenn ini diterapkan dengan pemikiran bahwa membaca adalah fungsi otak. Glenn berteori. diperlukan kartu-kartu kata yang tercetak cukup besar dan ditunjukkan secara cepat kepada anak. Dalam penelitiannya dikemukakan bahwa anak umur 4 tahun lebih efektif daripada umur 5 tahun. atau teknik-teknik pembelajaran sepantasnyalah menjadi ´santapanµ bagi guru. membaca buku -buku itu tentu bisa dijadikan ajang untuk mengembangkan wawasan. membaca sudah dapat diajarkan pada balita. mengajar balita membaca bukan dengan mengeja seperti cara konvensional di sekolah ³ dimulai pengenalan nama huruf. pengetahuan. Umur 3 tahun lebih mudah daripada 4 tahun. Kemudian kita ingin mengajar anak agar ia bisa membaca kata ´pisangµ. Dengan teori Glenn. a. anak sudah biasa makan pisang. Jadi. Selanjutnya. makin kecil makin mudah untuk diajar ³ tentu dalam batas anak mulai bisa bicara. Hasil penelitiannya ternyata juga dapat diterapkan untuk membuat anak normal menjadi lebih cerdas. Menurut Glenn. Semakin muda umur anak. tampaknya pengetahuan ini sangat bermanfaat dalam menumbuhkan minat-baca anak pada usia dini. Karena belajar mengasyikkan. mengajar balita membaca adalah dengan cara mengenalkan satu kata yang bermakna dan kata itu sudah akrab pada pikiran anak atau sudah sering didengar dalam keseharian. Salah satunya.

Dari PR anak SD (padahal kurikulum berbasis kompetensi) dalam pelajaran bahasa tampak dengan jelas anak belajar pengetahuan bahasa. Terlebih jika ditambah wajah guru yang kurang toleran. Durasi membacanya juga harus sangat cepat. Jika terjadi kesalahan dalam penerapan kaidah. guru sering menekankan kaidah bahasa daripada perolehan bahasa. Pada tahap anak sudah mampu membaca dengan lancar (pada kelas 4 ke atas). kemudian tamat perguruan tinggi sudah selesai. Bertitik tolak dari teori Glenn. Sedangkan lewat pendidikan formal ada batas waktunya. sejak balita anak sudah bisa dibentuk agar bisa membaca. misalnya anak memasuki usia sekolah. ahli bedah otak dan psikolog mengadakan penelitian ³Bagaimana otak anak-anak berkembang?´. 9 Juli 2008 02:08:30 ± oleh : admin Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia dari semua makhluk hidup di dunia ini. bertambahlah rasa takut anak. Hal ini kemudian berkembang menjadi satu informasi yang mengejutkan mengenai bagaimana anak-anak belajar. sebuah kalimat ketika berusia dua tahun.baru. ternyata dalam pembelajaran bahasa bukannya anak diajak belajar menggunakan bahasa. Makin dini usia. melakukan aktivitas membaca makin baik. Kalau demikian. misalnya menyebutkan nama -nama jenis kalimat. tampaknya kondisi pembelajaran bahasa akan lebih menarik dan bermanfaat. Jangan mencoba untuk memberi tes karena anak tidak suka dites. Dalam pembelajaran bahasa. Aktivitas membaca bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja secara rutin. apa yang dipelajari anak-anak. hanya sekilas -sekilas saja dan harus segera berhenti sebelum anak ingin berhenti. sesungguhnya anak belajar berbahasa lisan dan tertulis. Suasana pun jadi menakutkan. Membaca merupakan fungsi yang paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. spesialis membaca. misalnya membaca teori Glenn atau teori yang lain. hendaknya terus dibina dengan cara memberikan buku yang bermanfaat baik untuk menguasai Iptek maupun mengapresiasi nilai-nilai kehidupan manusia. Tahun 1961 satu tim ahli dunia yang terdiri atas. Aktivitas membaca merupakan alternatif yang kita anggap paling baik meningkatkan mutu SDM. Suasana pembelajaran membaca pun mesti penuh dengan keramahan dan kehangatan. Dalam pembelajaran bahasa. dan sebuah buku ketika berusia tiga tahun dan mereka menyukainya. anak maupun orangtua harus dalam kondisi mood yang baik dan suasana yang menyenangkan. . Saat mengajar. cuma manusia yang dapat membaca. Menurut para pakar. dokter. bukan tentang bahasa. dan apa yang bisa dipelajari anak-anak. Guru Keliru Bagaimana dengan pembelajaran bahasa di sekolah? Belajar membaca adalah bagian dari pembelajaran bahasa. mungkin lebih baik daripada selembar ijazah yang pemiliknya kurang melakoni aktivitas membaca. Mengajar Bayi Anda Membaca (Metode Glenn Doman) Rabu. Anak -anak dapat membaca sebuah kata ketika usia mereka satu tahun. melainkan belajar pengetahuan bahasa. Setelah anak mampu membaca sendiri. tampaknya kekeliruan gur bahasa di sekolah u menyebabkan anak kurang menguasai dengan baik bahasa yang dipelajari. kapan anak mampu menggunakan bahasa? Kalau saja guru mau memperluas wawasannya. sepertinya anak itu berbuat dosa. belajar menggunakan bahasa.

binatang peliharaan.Suatu kehormatan.Permainan yang paling menggairahkan. kata-kata yang dipakai ditulis dengan spidol besar c. Begitu pula kalau mata melihat sebuah kata atau pesan tertulis. Yang dibutuhkan adalah suara itu cukup kuat dan cukup jelas untuk didengar telinga. Jika anak anda sudah mempelajari 15 kata ini. Hari Pertama Gunakan tempat bagian rumah yang paling sedikit terdapat benda-benda yang dapat mengalihkan perhatian. untuk disusun kembali dan dipahami. tinggi 12. Otak dapat mengerti keduanya dengan baik. Membatasi waktu untuk melakukan permainan ini sehingga betul-betul singkat. misal : IBU (UMMI/MAMA/BUNDA).Bersenang-senang. Ukuran karton : tinggi 15 cm.25 cm 3. Misalnya. dia sudah siap untuk melangkah ke perbendaharaan kata -kata lain. baik sepatah kata atau pesan lisan. bukan bersusah payah . bahan-bahan dibuat dari kertas putih yang agak kaku (karton poster) b.5 cm dan lebar 10 cm. pada anak-anak sehat. Jangan meminta anak mengulang apa yang anda ucapkan . BAPAK (ABI/PAPA/AYAH) 6. model hurufnya sederhana dan konsisten Tahap-tahap mengajar: TAHAP PERTAMA : (perbedaan penglihatan) Mengajarkan anak anda membaca dimulai menggunakan hanya lima belas kata saja. jika di usia ini belum bisa membaca. Ukuran huruf. Penelitian tentang Otak Anak Bagi otak tidak ada bedanya apakah dia µmelihat¶ atau µmendengar¶ sesuatu. 1. Ke-15 kata-kata pertama harus terdiri dari kata-kata yang paling dikenal dan paling dekat dengan lingkungannya yaitu nama-nama anggota keluarga. dan perkataan itu cukup besar dan cukup jelas untuk dilihat mata sehingga otak dapat menafsirkan. Sikap dan pendekatan orang tua Syarat terpenting adalah. bahwa diantara orang tua dan anak harus ada pendekatan yang menyenangkan. Jelaslah bahwa ada sesuatu yang salah pada apa yang sedang terjadi. Jangan sampai ia dapat menjangkaunya 3. Bahan yang sesuai: a. Buatlah hanya 15 kata. jangan ada radio yang dibunyikan. panjang 60 cm 2. Belajar adalah: . atau sesuatu yang dianggap penting untuk diketahui oleh sang anak. Tunjukkan kartu bertuliskan IBU/AYAH atau yang lainnya 2. Tunjukkan 4 kartu lainnya dengan cara yang sama 7. serta setiap huruf berjarak kira-kira 1. Hentikan permainan ini sebelum anak itu sendiri ingin menghentikannya.Hasil penelitian juga mendapatkan. Kalau telinga menerima rangsang suara. tulisannya harus rapi dan jelas. bukan hukuman . Huruf berwarna merah 4. Gunakan huruf kecil (bukan huruf kapital) 5. Biarkan dia melihatnya tidak lebih dari 1 detik 6. Pesan visual ini diuraikan menjadi serentetan impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang tidak dapat melihat. maka pesan pendengaran ini diuraikan menjadi serentetan impuls-impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang bisa melihat untuk disusun dan diartikan menjadi kata-kata yang dapat dipahami. Jangan jelaskan apa-apa 5. baik pendengarannya maupun penglihatannya. 1. Baik jalur penglihatan maupun jalur pendengaran sama-sama menuju ke otak dimana kedua pesan ditafsirkan otak dengan proses yang sama. bukan bekerja . makanan kesukaan. ternyata anak yang cedera otak-pun dapat membaca dengan baik pada usia tiga tahun atau lebih muda lagi. Dua faktor yang sangat penting dalam mengajar anak: 1. karena belajar membaca merupakan permainan yang bagus sekali. bukan kehinaan 2. Katakan dengan jelas µini bacaannya IBU/AYAH¶ 4.Hadiah.

Jangan lakukan test.8. 10. Jika anak anda mengucapkan. TAHAP KEDUA : (kata-kata diri) Kita mulai mengajarkan anak membaca dengan menggunakan kata -kata µdiri¶ karena anak memang mula-mula mempelajari badannya sendiri. Lakukan seperti tahap pertama 9. Dari 20 kata baru pada tahap kedua. Jangan sampai anak menjadi bosan. Ukuran huruf 10 cm tinggi dan 7. Setelah kata ke-5. misalnya: tangan kaki gigi jari kuku lutut mata perut lidah pipi kuping dagu dada leher paha siku hidung jempol rambut bibir 5. Huruf dan warna seperti tahap pertama 4. keenam ulangi seperti hari ketiga tanpa menambah kata-kata baru.5 tinggi dan 60 cm panjang 2. Setelah itu setiap hari ganti 1 kata lama dari masing-masing kelompok data dengan 1 kata baru. kelima. peluk. Jadi ada 6 pelajaran 3. Tunjukkan kepadanya dan ucapkan denga jelas µini apa?¶ 3. belum waktunya ! Hari Ketiga 1. Dari 3 kelompok kata masing-masing 5 kata di tahap awal. Pilih kata kesukaannya 2. Hanya ada satu lagi abstraksi besar harus dikuasainya. 1. Ancaman Kebosanan adalah satu-satunya ancaman. Tambahkan lima kata baru seperti hari kedua sehingga menjadi 9 pelajaran Hari keempat. Jangan lupa menunjukkan rasa bangga anda 4. dan 5 kata lama diambil setiap harinya. Ulangi pelajaran dasar hari pertama 3 kali 2. . ambil masing-masing 1 kata lama dan tambahkan dengan 1 kata baru di tahap kedua 6. Ulangi 3 kali dengan jarak paling sedikit 1. Hitung dalam hati sampai sepuluh.5 cm lebar dengan jarak 1 cm 3. 2. Dengan demikian setiap hari anak belajar 5 kata baru masing-masing satu dalam setiap kelompok kata. dua hal luar biasa telah anda lakukan: 1. sehingga anak mempelajari 5 kata baru.total 5 kelompok kata = 25 kata 8. katakan dengan gembira apa bunyi kata itu dan teruskan pelajarannya. Dia sudah melatih indera penglihatan. Setelah 5 hari ganti 1 kata dari masing-masing kelompok dengan kata baru. pastikan anda gembira dan tunjukkan kegembiraan anda Jika anak anda tidak memberikan jawaban atau salah. Tambahkan lima kata baru yang harus diperlihatkan 3 kali sepanjang hari kedua.5 jam Hari Kedua 1. dan yang lebih penting: dia telah melatih otaknya cukup baik untuk dapat membedakan bentuk tulisan yang satu dengan yang lainnya. Jadi sekarang anda memiliki: . yaitu huruf-huruf dalam abjad. cium dengan hangat dan tunjukkan kasih sayang dengan cara yang menyolok 9.3 kelompok kata dari tahap pertama yang sudah ditambah kata-kata baru . Hari Ketujuh Beri kesempatan pada anak untuk memperlihatkan kemajuannya: 1. Dia sudah menguasai salah satu bentuk abstraksi yang paling luar biasa dalam hidupnya: dia dapat membaca kata-kata. ambil 10 kata dan jadikan 2 kelompok kata masing -masing 5 kata 7. ³Mengajarnya terlalu lambat akan lebih cepat membuatnya bosan daripada mengajarnya terlalu cepat´ Pada tahap pertama ini. Ukuran karton 12.2 kelompok kata baru dari tahap kedua . Buat 20 kata-kata tentang dirinya. Lakukan seperti hari ke-2 2.

Salinlah kata-kata yang ada setiap halaman tersebut ke dalam satu kartu kira-kira ukuran 1 kertas A4. misalnya µlidah¶ dengan µlutut¶ 2. 5. Anak-anak usia 6 bulan sudah bisa diajarkan. TAHAP KETIGA : (kata-kata µrumah¶) Sampai tahap ini. gelas. . dsb TAHAP KEEMPAT : 1. membaca bukan berbicara 4. membaca. meja. topi. Lubangi sisi kartu-kartu untuk dijilid menjadi sebuah buku yang isinya sama namun ukurannya lebih besar. baju. dll 8. 5. Bacakan dengan ekspresi sesuai dengan kalimat bacaan. 7. µkakak melompat¶. 7. Ukuran huruf 5 cm tinggi dan 3. dan kecintaan ini akan berkembang terus sepanjang hidupnya. Carilah yang mendekati persyaratan tersebut 2. Usahakan jangan ada 2 kata yang dimulai dengan yang sama secara berurutan.TIPS: 1. masukkan kata milik. dll. 6. Bacakan kartu demi kartu pelan-pelan. pada usia anak sekian. celana. berdiri. simpanlah beurutan di dalam sebuah map atau dibinding deperti buku. jendela.5 cm lebar dengan jarak lebih dekat 3. Setelah kata benda. agar lebih menarik. Tunjukkan kata demi kata seperti tahap sebelumnya lalu gabungkan misalnya µini¶ dan kata µbola¶ menjadi µini bola¶. baik orang tua maupun anak harus melakukan permainan membaca ini dengan kesenangan dan minat besar. Lakukan secara rutin. Lakukan permainan ini dengan gembira dan penuh semangat. tanggal ini. Pilihkan buku sederhana dengan syarat : Perbendaharaan kata tidak lebih dari 150 kata Jumlah kata dalam 1 halaman tidak lebih dari 15-20 kata Tinggi huruf tidak kurang dari 5 mm Sedapat mungkin teks dan gambar terpisah.sepatu. Huruf hitam. sambil menunjukkan kata tersebut. ukuran tinggi huruf 2. Huruf kecil. Gunakan cara pada tahap kedua dengan setiap hari menambah 5 kata baru dari tahap ke tiga 6. Ingat. 1. dll 5. jeruk. Ukuran huruf 5 cm 3.5 cm tinggi dan 30 cm panjang 2. pintu. TAHAP KELIMA : (susunan kata dalam kalimat) 1. Huruf dan warna seperti tahap tahap kedua 4. 4. misalnya: piring. lampu.5 cm. 3. anda praktekkan sambil katakana µIbu melompat¶. Sekarang anda sudah mempunyai kartu-kartu dengan kata-kata yang ada dalam setiap halaman buku yang akan dibaca anak. berilah ijazah yg ditandatangani ibu. Lakukan beberapa kata beberapa kali setiap hari. warna hitam 4. misalnya: duduk. Lakukan dengan cara yang persis sama kalau anda mengajarnya berbicara 3. telah selesai dibaca buku ini. Setelah selesai kartukartu dibaca. kartu yang lama sebaiknya diulang. Pada tahap kata perbuatan . sehingga anak belajar kalimat demi kalimat. Pada saat selesai 1 buku. Ukuran kartu 4 cm tinggi dan 20 cm panjang 2. tertawa. Ukuran karton 7. Jumlah kartu µsusunan kata-kata¶ sama dengan jumlah halaman buku. Ingatlah bahwa anda sedang menanamkan cinta belajar dalam diri anak anda. Ketika membaca kartu pada hari lainnya. Ukuran kartu harus sama walaupun jumlah kata tidak sama. dinding. tangga. Usaha mengajar bayi membaca dapat membaca dapat mempercepat berbicara dan memperluas perbendaharaan kata. misalnya: kursi. Setelah itu masukkan kata perbuatan. yg menyatakan bahwa pada hari ini. minimal 5 kartu sebanyak 3 kali selama 5 hari. melompat. Terdiri dari nama-nama benda di sekeliling anak serta lebih dari 2 suku kata.

Berilah buku bacaan yang bermutu Penutup Pada dasarnya anak memiliki kemampuan yang luar biasa. Untuk itu dibutuhkan anak yg cerdas baik rasional maupun emosional serta rasa ingin tahu yang besar.TAHAP KEENAM : (susunan kata dalam kalimat) Pada tahap ini. anak harus dibimbing supaya suka membaca.5 cm (Tahap 5) dan 5 mm (Tahap 6 ini) adalah sangat berarti khususnya bagi anak yang masih sangat muda. khususnya pada usia yg semakin ke cil. Ciptakan cara baru 7. Jangan tegang 4. kemauan. Kunci Keberhasilan 1. anak sudah siap membaca buku yg sebenarnya.ketekunan serta yang utama kasih sayang orangtua untuk membuatnya mampu mengeluarkan potensinya yg luar biasa tsb. Untuk memuaskan rasa ingin tahunya. 4. dibutuhkan kemampuan membaca dan sarana untuk membaca yang tidak lepas dari buku. Perbedaan ukuran huruf dari 5 cm (Tahap 4). karena itu juga berarti anda membantu mendewasakan dan memperbaiki indera penglihatannya. ³Selamat berkarya untuk anak-anak tercinta !´ Sumber: Buku ³Mengajar Bayi Membaca´ ± Glenn Doman Teknik mengajar bayi membaca Glenn Doman 3 Kebosanan adalah satu-satunya ancaman. Anak dapat diketahui rasa ingin tahunya yang besar dari banyaknya pertanyaan yg diajukannya. Keinginan orangtua pada umumnya adalah : 1. 5. Agar anak suka membaca. 3. Jawablah semua pertanyaan anak 8. 2. Jangan sampai anak menjadi bosan. Menginginkan anak mereka bahagia di dalam hidupnya dengan menjadikan anak mereka tangguh dan siap bersaing. Jangan memaksa anak 3. "Mengajarnya terlalu lambat akan lebih cepat membuatnya bosan daripada mengajarnya terlalu cepat" . 2. dengan buku yg merupakan ³JENDELA ILMU´. Bergembiralah 6. Jangan mengajarkan abjad terlebih dahulu 5. Jangan membosankan anak 2. anak akan mampu membuka cakrawala kehidupan masa depannya dengan keceriaan. Hanya diperlukan perhatian. Jadi. karena dia sudah 2 kali melakukan hal itu.

Dari 20 kata baru pada tahap kedua. Dia sudah menguasai salah satu bentuk abstraksi yang paling luar biasa dalam hidupnya: dia dapat membaca kata-kata. ambil 10 kata dan jadikan 2 kelompok kata masing-masing 5 kata . Dia sudah melatih indera penglihatan. dan yang lebih penting: dia telah melatih otaknya cukup baik untuk dapat membedakan bentuk tulisan yang satu dengan yang lainnya. Dari 3 kelompok kata masing-masing 5 kata di tahap awal. 1.5 cm lebar dengan jarak 1 cm 3. Ukuran huruf 10 cm tinggi dan 7. 2. ambil masing-masing 1 kata lama dan tambahkan dengan 1 kata baru di tahap kedua 6. dua hal luar biasa telah anda lakukan: 1. yaitu huruf-huruf dalam abjad Tahap kedua (kata-kata diri) Kita mulai mengajarkan anak membaca dengan menggunakan kata-kata 'diri' karena anak memang mula-mula mempelajari badanya sendiri. Buat 20 kata-kata tentang dirinya: tangan kaki gigi jari Kuku lutut mata perut lidah pipi kuping dagu dada leher paha siku hidung jempol rambut bibir 5. Huruf dan warna seperti tahap pertama 4. Hanya ada satu lagi abstraksi besar harus dikuasainya. Ukuran karton 12.Pada tahap pertama ini.5 tinggi dan 60 cm panjang 2.

Tahap ketiga (kata-kata 'rumah') Sampai tahap ini. Lakukan dengan cara yang persis sama kalau anda mengajarnya berbicara 3. Ingat. membaca bukan berbicara 4. misalnya 'lidah' dengan 'lutut' 2. Lakukan seperti tahap pertama 9. . Setelah 5 hari ganti 1 kata dari masing-masing kelompok dengan kata baru. Lakukan permainan ini dengan gembira dan penuh semangat. dan 5 kata lama diambil setiap harinya. baik orang tua maupun anak harus melakukan permainan membaca ini dengan kesenangan dan minat besar. TIPS: 1. Ingatlah bahwa anda sedang menanamkan cinta belajar dalam diri anak anda. Jadi sekarang anda memiliki: · 3 kelompok kata dari tahap pertama yang sudah ditambah kata-kata baru · 2 kelompok kata baru dari tahap kedua · total 5 kelompok kata = 25 kata 8. dan kecintaan ini akan berkembang terus sepanjang hidupnya. Setelah itu setiap hari ganti 1 kata lama dari masing-masing kelompok data dengan 1 kata baru. Dengan demikian setiap hari anak belajar 5 kata baru masing-masing datu dalam setiap kelompok kata. Anak-anak usia 6 bulan sudah bisa diajarkan.7. Usahakan jangan ada 2 kata yang dimulai dengan yang sama secara berurutan. sehingga anak mempelajari 5 kata baru 10. Usaha mengajar bayi membaca dapat membaca dapat mempercepat berbicara dan memperluas perbendaharaan kata.

celana.5 cm lebar dengan jarak lebih dekat 3. Ukuran huruf 2. agar lebih menarik. dll 8. topi. dll 7. anda praktekkan sambil katakan 'Ibu melompat'. sambil menunjukkan kata tersebut. Ukuran karton 7. Huruf dan warna seperti tahap tahap kedua 4. Ukuran huruf 5 cm tinggi dan 3. berdiri. tertawa. masukkan kata milik. misalnya: duduk. dinding. Huruf kecil. warna hitam 4.sepatu. baju.1. misalnya: piring. Setelah itu pilihkan buku sederhana dengan syarat : · Perbendaharaan kata tidak lebih dari 150 kata · Jumlah kata dalam 1 halaman tidak lebih dari 15-20 kata · Tinggi huruf tidak kurang dari 6. Ukuran kartu 4 cm tinggi dan 20 cm panjang 2. tangga.25 cm . misalnya: kursi. jendela. Setelah itu masukkan kata perbuatan. dll 5. Setelah kata benda. gelas. Terdiri dari nama-nama benda di sekeliling anak serta lebih dari 2 suku kata. lampu. melompat. dsb Tahap keempat (susunan kata dalam kalimat) 1. Pada tahap kata perbuatan .5 cm 3. pintu. Gunakan cara pada tahap kedua dengan setiap hari menambah 5 kata baru dari tahap ke tiga 6. meja. membaca.5 cm tinggi dan 30 cm panjang 2. Tunjukkan kata demi kata seperti tahap sebelumnya lalu gabungkan misalnya 'ini' dan kata 'bola' 5. 'kakak melompat'. jeruk.

Pilih salah satu halaman yang ada di buku 7. ^-XOL#SP`x^SV\FKRORJ\` . warna hitam. Sekarang anda sudah mempunyai kartu-kartu dengan kata-kata yang ada dalam setiap halaman buku yang akan dibaca anak. Setiap hari harus diselesaikan 5 kartu 3. 8 september 1999 Semoga bermanfaat (ditulis ulang dari materi Study Group Pembina Parismu Menghubungkan teori belajar dari Glen Doman dengan Piaget. Tunjukkan kartu pertama dan ucapkan perkataannya lambat-lambat. Lubangi sisi kartu-kartu untuk dijilid menjadi sebuah buku yang isinya sama namun ukurannya lebih besar 2. Tahap kelima (susunan kata-kata dan kalimat) 1. 8. Bandung.· Sedapat mungkin teks dan gambar terpisah Carilah yang mendekati persyaratan tersebut 6. Ukuran kartu harus sama walaupun jumlah kata tidak sama. Buat kartu ukuran 7. Pindahkan kata-kata yang ada di halaman tersebut ke dalam satu kartu. Jumlah kartu 'susunan kata-kata' sama dengan jumlah halaman buku. Jadikan kartu-kartu ini 'susunan kata-kata' yang akan digunakan pada tahap kelima. Setiap kartu sudah diperintahkan tiga kali sehari selama lima hari.5 cm tinggi dengan tinggi huruf 5 cm.

GDQEDKNDQ SHQGLGLNDQVHFDUDXPXP3HODMDUDQPHPEDFDPHQXOLVGDQEHUKLWXQJ VHFDUDWLGDNODQJVXQJGLODUDQJXQWXN GLSHUNHQDONDQSDGDDQDNDQDNGLEDZDKXVLDWDKXQ3LDJHWEHUDQJJDSDQEDKZDSDGDXVLDGLEDZDKWDKXQDQDN EHOXPPHQFDSDLIDVHRSHUDVLRQDONRQNUHW)DVHLWXDGDODKIDVHGLPDQDDQDN DQDNGLDQJJDSVXGDKELVDEHUSLNLU WHUVWUXNWXU6HPHQWDUDLWXNHJLDWDQEHODMDUFDOLVWXQJVHQGLULGLGHILQLVLNDQVHEDJDLNHJLDWDQ\DQJPHPHUOXNDQFDUD EHUSLNLUWHUVWUXNWXUVHKLQJJDWLGDNFRFRNGLDMDUNDQNHSDGDDQDN DQDN7.\DQJPDVLKEHUXVLDEDOLWD3LDJHWNKDZDWLU RWDNDQDNDQDNDNDQWHUEHEDQLMLNDSHODMDUDQFDOLVWXQJGLDMDUNDQSDGDDQDN DQDNGLEDZDKWDKXQ$OLKDOLKLQJLQ PHQFHUGDVNDQDQDNDNKLUQ\DDQDNDQDNPDODKPHPLOLNLSHUVHSVL\DQJEXUXNWHQWDQJEHODMDUGDQPHQMDGLEHQFL GHQJDQNHJLDWDQEHODMDUVHWHODKPHUHNDEHUDQMDNEHVDU%HODM DUPHPEDFDPHQXOLVEHUKLWXQJGDQEDKNDQVDLQVNLQL WLGDNODKSHUOXGLDQJJDSWDEXEDJLDQDNXVLDGLQL3HUVRDODQWHUSHQWLQJDGDODKPHUHNRQVWUXNVLFDUDXQWXN PHPSHODMDULQ\DVHKLQJJDDQDNDQDNPHQJDQJJDSNHJLDWDQEHODMDUPHUHNDWDNXEDKQ\DVHSHUWLEHUPDLQGDQEDKNDQ PHPDQJEHUEHQWXNVHEXDKSHUPDLQDQ 0DULD0RQWHVVRULGDQ*OHQQ'RPDQPHQMDGLSHORSRUGDODPSHQJHPEDQJDQPHWRGHEHODMDUPHPEDFDGDQPDWHPDWLND EDJLDQDNDQDNXVLDGLQL0DULD0RQWHVVRULVHRUDQJGRNWHUZDQLWDSHUWDPDGDUL.WXODKOHWDNSHUEHGDDQ'RPDQGDQSDUDSHQJNULWLNQ\D'RPDQKDQ\DPHUHNRPHQGDVLNDQSHPEHODMDUDQPHP EDFDGDQ PDWHPDWLNDVHNLWDUGHWLNSHUKDUL%LVDNLWDED\DQJNDQEHWDSDVHEHQWDUQ\DGDQNHPXQJNLQDQDQDN DQDNPHUDVD WHUEHEDQLNDUHQDPHWRGHLWXVDQJDWODKNHFLO7DNKHUDQMLNDDQDN DQDNXVLDDWDXWDKXQSXQVXGDKPDKLUPHPEDFD GDQMXJDPHQMDGLVDQJDWVXNDVHUWDWHQWXVDMDWLGDNPHQRODNXQWXNEHODMDUPHPEDFDGHQJDQSHQGHNDWDQWHUVHEXW  .HVLPSXODQ 'DULEHEHUDSDNDOLPDWGLDWDVGDSDWGLVLPSXODQGHQJDQWHRULEHODMDU*XLOGIRUG\DLWXEHODMDUDGDODKSHXEDKDQSHULODNX \DQJEHUDVDOGDULVWLPXOXVOXDU6WLPX OXVOXDU\DQJGLOLKDWROHKPDWDGLGHQJDUROHKWHOLQJDGDQODLQGLWDPSXQJGDODP VHEXDKSURVHV3URVHVLQLODK\DQJWHUMDGLGLGDODPRWDN6DUDIGDQVHO VHORWDNDNDQPHQJXPSXONDQVHPXDVWLPXOXV GDULOXDUWHUVHEXW3HUXEDKDQSHULODNXLWXODK\DQJGLVHEXWVHE DJDLKDVLOEHODMDU%HODMDUDGDODKSURVHVNRJQLWLI0DND RUDQJWLGDNELVDEHODMDUDSDELODIXQJVLRWDNQ\DWHUJDQJJX0HWRGH*OHQQ'RPDQPHQJDMDNDQDNEHODMDUGDODP VXDVDQD\DQJVDQJDWQ\DPDQVHRODKRODKVLDQDNGLDMDNEXNDQEHODMDUDNDQWHWDSLGLDMDNEHUPDLQ GHQJDQULDQJ 6XDVDQDLQLODK\DQJPHQLPEXONDQNHLQJLQWDKXDQDQDNPHQLQJNDWGDQNHJLDWDQLQLGLODNVDQDNDQGHQJDQSHQXKNDVLK RUDQJWXDWHUKDGDSDQDNGDODPDUWLDQRUDQJWXDWLGDNGLLMLQNDQXQWXNPHQJXMLVLDQDN.DPHPEXDWNDUWX NDUWXNDWD\DQJGLWXOLVGHQJDQWLQWDEHUZDUQDPHUDK SDGDNDUWRQWHEDOGHQJDQXNXUDQKXUXI\DQJFXNXSEHVDU.DUHQDELV DVDMD DQDNDQDNPHQJKDIDONDWDNDWD\DQJVXGDKGLSHUNHQDONDQQDPXQDNDQNHELQJXQJDQNHWLNDGLEHULNDQNDWDNDWDEDUX \DQJEHOXPSHUQDKGLEDFDQ\D.WDOLDWHODKPHPSUDNWLNND Q SHPEHODMDUDQPXOWLLQGUDZLOHZDWNHJLDWDQVHKDUL KDUL3HQJDODPDQWHUVHEXWGLSHUROHKQ\DVHWHODKPHQDQJDQLDQDN DQDNEHUPHQWDOWHUEHODNDQJ/HZDWNHJLDWDQNHJLDWDQVHGHUKDQD\DQJGLXODQJVHWLDSKDULVHEDJLDQEHVDUDQDNDQDN LWXPHQJDODPLNHPDMXDQ\DQJSHVDW0HUHNDEDKNDQELVDPHPEDFDGDQPHQXOLVSDGDXVLD\DQJUHODWLIPXGDVHNLWDU GDQWDKXQWDQSDKDUXVPHUDVDWHUEHEDQL0RQWHVVRULPHQFLSWDNDQDODW DODWEHODMDUGDULEHQGDEHQGD\DQJDNUDEGL VHNHOLOLQJNLWD.ULWLNWHUKDGDSIODVKFDUGVPHPDQJVHULQJGLORQWDUNDQRUDQJWHUPDVXNVHEDJLDQDKOL SVLNRORJL+DOLWXGLVHEDE NDQIODVKFDUGVGLDQJJDSVHEDJDLFDUD\DQJNXUDQJUDVLRQDOPHUXVDNSHPEHODMDUDQQDODU GDQORJLND)ODVKFDUGVEHUEDVLVKDIDODQVHGDQJNDQNHPDPSXDQPHPEDFDPHQXUXWSDUDSVLNRORJGDQRUDQJSDGD XPXPQ\DKDUXVGLSURVHVPHODOXLWDKDSDQWDKDSDQIRQHPLNGDQIRQHWLN$QDNDQDNKDUXVWHUOHELKGDKXOXPHQJHQDO KXUXIGDQPDPSXPHPEHGDNDQEXQ\LVDPSDLDNKLUQ\DELVDPHQJJDEXQJNDQKXUXIKXUXIWHUVHEXWPHQMDGLVHEXDK NDWD .DUWXNDUWXEHULVLNDWDEHUJDPEDU\DQJGLNHORPSRNNDQNHGDODPMHQLV MHQLVNDWD MXJDPHQMDGLDODWEHODMDU\DQJPHQDULNEDJLDQDN DQDN*OHQQ'RPDQDGDODKFRQWRKODLQSHQGREUDNWHRUL SHUNHPEDQJDQ3LDJHW'RPDQDGDODKVHRUDQJGRNWHUEHGDKRWDN.7HRULSVLNRORJLSHUNHPEDQJDQ-HDQ3LDJHWVHODPDLQLWHODKPHQMDGLUXMXNDQXWDPDNXULNXOXP7.DUWXNDUWXLWXGLWDPSLONDQGLKDGDSDQVLSDVLHQGDODP ZDNWXFHSDWKDQ\DVDWXGHWLNSHUNDWD$GDQ\DSHUNHPEDQJDQSDGDRWDNSDVLHQQ\DPHPEXDWLDLQJLQPHQFREDQ\D NHSDGDDQDNDQDNEDKNDQED\L0HWRGHIODVKFDUGVEDJLVHEDJLDQEHVDURUDQJDGDODKPXVWDKLO.HJLDWDQKDUXVGLKHQWLNDQNHWLND VLDQDNNHOLKDWDQVXGDKERVDQ1DPXQKDOLQLPXQJNLQWLGDNDNDQEHUODQJVXQJODPD'LNDUHQDNDQDQDN\DQJPDVLK EHUXPXUWDKXQSDGDPDVDSUD2SHUDVLRDQDO WHRUL3LDJHW.DEHUKDVLOPHPEDQWXPHQ\HPEXKNDQRUDQJRUDQJ \DQJPHQJDODPLFHGHUDRWDNOHZDWIODVKFDUG.DPHPEXDWDODWEHODMDUVHSHUWLSHUOHQJNDSD QEHUPDLQ8QWXNPHQJDMDUDQDNDQDNPHPEDFDLD PHPEXDWEHUEDJDLPDFDPNDUWXKXUXIGDULSDSDQND\XDWDXNHUWDVWHEDO6HWLDSKXUXIGLFHWDNGDULNHUWDVDPSHODV\DQJ FXNXSNDVDU6HODLQDQDNDQDNPHPEXQ\LNDQKXUXIKXUXIWHUVHEXWPHUHNDMXJDPHUDEDQ\DXQWXNPHPEHQWXN NHSHNDDQWHUKDGDSWHNVWXUKXUXI.

KDQ\DDNDQPHODNXNDQVXDWXFRSLQJ0XQJNLQELOD EHUDQMDNGHZDVDVLDQDNLQLWDKXDSD\DQJGLSODMDU LQDPXQWLGDNDNDQPHQJHUWLPDNVXGQ\DGDQPXQJNLQDQDNWHUVHEXW DNDQOXSD\DQJVXGDKGLSHODMDULQ\DSDGDXPXUWDKXQ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful