LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA KOLOID

Oleh: NADYA GAMA WENNANDA Bp. 0811122045

Kelompok I FATRHONI DIANSYAH MELZI AFDAHLIA MUHAMMAD IHSAN JUPRIANTO FEBRIADE SALTIA AUFARI DEVI OSMAN DENY ARMANDO FEBY IRIANTI 04117025 0811121007 0811122021 0811122033 0811122056 0811122071 0811123087 0811123103 0811122097

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2010

BAB I PENDAHULUAN

Kimia Fisik adalah ilmu yang mempelajari fenomena makroskopik, mikroskopik, atom, subatom dan partikel dalam sistem dan proses kimia berdasarkan prinsip-prinsip dan konsep-konsep fisika, dengan bidang khusus a.l. termodinamika kimia, kimia kuantum, dan kinetika. Kimia Fisik banyak menggunakan konsep-konsep dan prinsip Fisika Klasik (seperti energi, entropi, suhu, tekanan, tegangan permukaan, viskositas, hukum Coulomb, interaksi dipol), Fisika Kuantum (seperti foton, bilangan kuantum, spin, kebolehjadian, prinsip ketakpastian), maupun Mekanika Statistik (seperti fungsi partisi, distribusi Boltzmann). Bagian penting dari ilmu ini termasuk termodinamika kimia, kinetika kimia, kimia kuantum, elektrokimia, kimia permukaan dan kimia padatan, dan spektroskopi. Kimia fisik juga penting bagi ilmu material modern. Istilah "kimia fisik" mungkin pertama kali digunakan oleh Mikhail Lomonosov pada tahun 1752, ketika ia menyampaikan kuliah berjudul "Pelajaran Kimia Fisika yang Benar" kepada mahasiswa Universitas Petersburg. Landasan Kimia Fisik modern diletakkan pertama kali pada tahun 1876 oleh Josiah Willard Gibbs dalam makalahnya, On the Equilibrium of Heterogeneous Substances, yang memuat beberapa konsep dan prinsip penting kimia fisik, seperti energi Gibbs, potensial kimia, aturan fasa Gibbs, (Wikipedia Indonesia). Dalam praktikum kimia fisika koloid ini ada Sembilan objek yang dilakukan percobaan pratikumnya, yaitu : Larutan elektrolit, Hubungan pH dengan warna, waktu gelatinisasi, pengukuran fiskositas larutan, ketetapan calorimeter, titrasi asam basa, kenaikan titik didih dan konduktifitas. Adanya dilakukan praktikum kimia fisika koloid ini bertujuan untuk lebih memahami satiap materi yang dipelajari teorinya. Supaya dapat melaksanakan dan menggunakannya dalam kehidupan sehari ± hari.

Dalam mempelajari kimia fisika koloid yang terpenting pemahaman dan mengerti dengan apa yang dipraktikumkan. Fisika Kimia pada dasarnya mempelajari dan properti prinsip suatu ke sistem Kimia fisika kimia. kuantum, Biasanya dibelakang fisika kimia sifat kita

berkonsentrasi

Thermodynamika,

Statistical

Mechnanics dan reaksi kinetik.

tarikan antarpartikel komponen murni terpecah dan tergantikan dengan tarikan antara pelarut dengan zat terlarut. sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi. Pada proses pelarutan. Gas juga dapat pula dilarutkan dalam cairan.1 LARUTAN ELEKTROLIT Dalam kimia. pada suatu titik komponen yang ditambahkan tidak akan dapat larut lagi.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Selain itu. jika zat terlarutnya berupa padatan dan pelarutnya berupa cairan. hal ini memungkinkan interaksi antara zat terlarut dan pelarut tetap stabil. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan. misalnya aloi (campuran logam) dan mineral tertentu. Contoh larutan yang umum dijumpai adalah padatan yang dilarutkan dalam cairan. Misalnya. Titik tercapainya keadaan jenuh larutan sangat . Terutama jika pelarut dan zat terlarut sama-sama polar. cairan dapat pula larut dalam cairan lain. seperti garam atau gula dilarutkan dalam air. dan larutannya disebut sebagai larutan jenuh. misalnya karbon dioksida atau oksigen dalam air. akan terbentuk suatu sruktur zat pelarut mengelilingi zat terlarut. sementara gas larut dalam gas lain. Molekul komponen-komponen larutan berinteraksi langsung dalam keadaan tercampur. pada suatu titik padatan tersebut tidak dapat larut lagi dan terbentuklah endapan. sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven. larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Terdapat pula larutan padat. Jumlah zat terlarut dalam larutan tersebut adalah maksimal. Bila komponen zat terlarut ditambahkan terus-menerus ke dalam pelarut.

b. Kelarutan gas dalam air umumnya berbanding terbalik terhadap suhu.Ciri lain larutan ideal adalah bahwa volumenya merupakan penjumlahan tepat volume komponen-komponen penyusunnya Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya). seperti: NaOH. c.Larutan ini dibedakan atas : 1. Asam-asam kuat. karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air). kelarutan suatu zat (yaitu jumlah suatu zat yang dapat terlarut dalam pelarut tertentu) sebanding terhadap suhu. Larutan ideal mematuhi hukum Raoult. larutan dibedakan dalam dua macam. Kelarutan zat cair dalam zat cair lainnya secara umum kurang peka terhadap suhu daripada kelarutan padatan atau gas dalam zat cair. tekanan. Hal ini terutama berlaku pada zat padat.dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan. walaupun ada perkecualian. seperti suhu. . dan kontaminasi. yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. seluruhnya berubah menjadi ion-ion (alpha = 1). Ba(OH)2 dan lain-lain.Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Garam-garam yang mudah larut. KI. Ca(OH)2. H2SO4.Yang tergolong elektrolit kuat adalah: a. HNO3 dan lain-lain. yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah. Secara umum. KOH. namun beberapa larutan memenuhi hukum Raoult sampai batas-batas tertentu. Larutan yang benar-benar ideal tidak terdapat di alam. terbentuklah suatu idealisasi yang disebut larutan ideal. Bila interaksi antarmolekul komponen-komponen larutan sama besar dengan interaksi antarmolekul komponen-komponen tersebut pada keadaan murni. yaitu bahwa tekanan uap pelarut (cair) berbanding tepat lurus dengan fraksi mol pelarut dalam larutan. Elektrolit Kuat Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang kuat. Contoh larutan yang dapat dianggap ideal adalah campuran benzena dan toluena. seperti: NaCl. seperti : HCl. HCl03. Al2(SO4)3 dan lain-lain. Basa-basa kuat.

Ion yang bemuatan positif disebut kation. HCN.Tergolong ke dalam jenis ini misalnya:. HI. Contoh larutan elektrolit kuat : HCl.Larutan sukrosa. Asam-asam lemah. HBr. seperti : CH3COOH. a). Zat-zat yang tergolong elektrolit yaitu asam. basa.Larutan glukosaLarutan alkohol dan lain-lain Konsentrasi merupakan cara untuk menyatakan hubungan kuantitatif antara zat terlarut dan pelarut Larutan elektolit dan non elektrolit dapat dibedakan dengan jelas dari sifatnya yaitu penghantaran Listrik. seperti : AgCl. Arrhenius menemukan bahwa zat elektrolit dalam air akan terurai menjadi partikel-partikel berupa atom atau gugus atom yang bermuatan listrik. HNO3. Pembuktian sifat larutan elektrolit yang dapat menghantarkan listrik ini dapat diperlihatkan melalui eksperimen. Ni(OH)2 dan lain-lainc. dan lain-lain Contoh larutan elektrolit lemah :CH3COOH.2. Basa-basa lemah seperti : NH4OH. Elektrolit Lemah Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar: O < alpha < 1. Garam-garam yang sukar larut. PbI2 dan lain-lain Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.Yang tergolong elektrolit lemah:a.Larutan urea. dan garam. seorang ilmuwan dari Swedia. Larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik. Hal ini untuk pertama kalinya diterangkan oleh Svante August Arrhenius(1859-1927). maka jumlah muatan positif dalam larutan harus sama dengan muatan negatif. Al(OH)3 dan Na2CO3 . H2S dan lainlainb. Karena secara total larutan tidak bermuatan. H2CO3. Atom atau gugus atom yang bermuatan listrik itu dinamai ion. CaCrO4. sedangkan ion yang bermuatan negatif disebut anion. karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion).

dan lain-lain Kekuatan Elektrolit Kekuatan suatu elektrolit ditandai dengan suatu besaran yang disebut derajat ionisasi ( ) Keterangan : Elektrolit kuat memiliki harga menjadi ion. Etanol (C2H5OH). Dalam proses ionisasinya. gelembung gasnya banyak. . elektrolit kuat = 1 (terurai senyawa). Pembuktian sifat larutan non elektrolit yang tidak dapat menghantarkan listrik ini dapat diperlihatkan melalui eksperimen. Umumnya elektrolit kuat adalah larutan garam. Adapun non elektrolit memiliki harga ion. Urea (CO(NH)2). mereka tetap berupa molekul yang tidak bermuatan listrik. sebab semua zat yang dilarutkan terurai Non Elektrolit : = 0 (tidak terionisasi) Reaksi Ionisasi Elektrolit Kuat Larutan yang dapat memberikan lampu terang. sebab hanya sebagian yang terurai menjadi ion. Larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik. sebab tidak ada yang terurai menjadi = 1. Itulah sebabnya larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik. Elektrolit kuat : = 1(terionisasi sempurna) Elektrolit lemah : 0 < < 1 (terionisasi sebagian) = 0. Elektrolit lemah memiliki harga <1. Dalam larutan.b). maka laurtan ini merupakan elektrolit kuat. Contoh larutan non elektrolit : Larutan Gula (C12H22O11). Adapun larutan non elektrolit terdiri atas zat-zat non elektrolit yang tidak dilarutkan ke dalam air tidak terurai menjadi ion ( tidak terionisasi ). Glukosa (C6H12O6).

Sr2+. makin lemah elektrolit tersebut. Ca2+. Contoh : NaCl (aq) KI (aq) Ca(NO3)2(g) Na+(aq) + Cl-(aq) K+(aq) + I-(aq) Ca2+(aq) + NO3-(aq) Di bawah ini diberikan kation dan anion yang dapat membentuk elektrolit kuat. Mg2+. Contoh: CH3COOH(aq) NH4OH(g) CH3COO-(aq) + H+(aq) NH4+(aq) + OH-(aq) . HSO4-. Daya hantarnya buruh dan memiliki á (derajat ionisasi) kecil.pada persamaan menghasilkan banyak ion maka reaksi ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan anak panah satu arah ke kanan. ClO4-. Dalam persamaan reaksi ionisasi elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah (bolak-balik) artinya tidak semua molekul terurai (ionisasi tidak sempurna). CO32-. SO42-. karena sedikit larutan yang terurai (terionisasi). tetapi masih terdapat gelembung gas pada elektrodanya maka larutan ini merupakan elekrtolit lemah. NO3-. K+. Ba2+. Perlu diketahui pula elektrolit kuat ada beberapa dari asam dan basa. Br-. Reaksi Ionisasi Elektrolit Lemah Larutan yang dapat memberikan nyala redup ataupun tidak menyala. Kation : Na+. L+. HCO32. Makin sed ikit yang terionisasi. NH4+ Anion : Cl-. I-.

Tidaklah diketahui dengan pasti makna singkatan "p" pada "pH". dan oseanografi. sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. pertanian. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Jens Norby mempublikasikan sebuah karya ilmiah pada tahun 2000 yang berargumen bahwa p adalah sebuah tetapan yang berarti "logaritma negatif". Alasan penggunaan definisi ini adalah bahwa aH dapat diukur secara eksperimental menggunakan elektroda ion selektif yang merespon terhadap aktivitas ion hidrogen ion. pH merupakan kuantitas tak berdimensi. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional. pH didefinisikan sebagai minus logaritma dari aktivitas ion hidrogen dalam larutan berpelarut air. rekayasa (keteknikan). Tentu saja bidang -bidang sains dan teknologi lainnya juga memakai meskipun dalam frekuensi yang lebih rendah. Beberapa rujukan mengisyaratkan bahwa p berasal dari singkatan untuk powerp[2] (pangkat). dan ada pula yang merujuk pada kata potential. Larutan dengan pH kurang daripada tujuh disebut bersifat asam. ilmu pangan. Pengukuran pH sangatlah penting dalam bidang yang terkait dengan kehidupan atau industri pengolahan kimia seperti kimia.dengan aH adalah aktivitas ion hidrogen.2. pH umumnya diukur menggunakan elektroda gelas yang mengukur perbedaan potensial E antara elektroda yang sensitif dengan aktivitas ion hidrogen dengan elektroda referensi.2 HUBUNGAN pH DENGAN WARNA Konsep pH pertama kali diperkenalkan oleh kimiawan Denmark Søren Peder Lauritz Sørensen pada tahun 1909. biologi. yang lainnya merujuk kata bahasa Jerman Potenz (yang juga berarti pangkat)[3]. Perbedaan energi pada elektroda gelas ini idealnya mengikuti persamaan Nernst: dengan E . dan larutan dengan pH lebih daripada tujuh dikatakan bersifat basa atau alkali. dengan pH-nya pada suhu 25 °C ditetapkan sebagai 7. Skala pH bukanlah skala absolut.0. pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental. Air murni bersifat netral. kedokteran.

Koefisien aktivitas ion hidrogen tunggal tidak dapat dihitung secara eksperimen. dan n adalah jumlah elektron yang ditransfer. misalnya pada air tambang yang sangat asam. F tetapan Faraday. Kalibrasi elektroda pada kasus ini dapat digunakan menggunakan larutan standar asam sulfat pekat yang nilai pH nya dihitung menggunakan parameter Pitzer untuk menghitung koefisien aktivitas. Oleh karena variabel temperatur muncul pada persamaan di atas. pH suatu larutan bergantung juga pada temperaturnya. E0 potensial elektroda standar. Nilai pH(S) untuk berbagai larutan standar S diberikan oleh rekomendasi IUPAC.adalah potensial terukur. Dalam prakteknya. T temperatur dalam kelvin. Definisi operasional pH secara resmi didefinisikan oleh Standar Internasional ISO 31-8 sebagai berikut: Untuk suatu larutan X. memerlukan prosedure khusus. Larutan standar yang digunakan sering kali merupakan larutan penyangga standar. pH merupakan salah satu contoh fungsi keasaman. elektroda dikalibrasi dengan larutan yang aktivitasnya diketahui. pertama-tama ukur gaya elektromotif EX sel galvani elektroda referensi | konsentrasi larutan KCl || larutan X | H2 | Pt dan kemudian ukur gaya elektromotif ES sel galvani yang berbeda hanya pada penggantian larutan X yang pHnya tidak diketahui dengan larutan S yang pH-nya (standar) diketahui pH(S). adalah lebih baik untuk menggunakan dua atau lebih larutan penyangga standar untuk mengijinkan adanya penyimpangan kecil dari hukum Nerst ideal pada elektroda sebenarnya. Pengukuran nilai pH yang sangat rendah. R tetapan gas. Definisi ini pada dasarnya tidak praktis karena aktivitas ion hidrogen merupakan hasil kali dari konsentrasi dengan koefisien aktivitas. Suatu pH meter diatur sedemikiannya pembacaan meteran untuk suatu larutan standar adalah sama dengan nilai pH(S). Konsentrasi ion hidrogen dapat . Untuk mengatasinya. Sehingga. pH larutan X oleh karenanya Perbedaan antara pH larutan X dengan pH larutan standar bergantung hanya pada perbedaan dua potensial yang terukur. pH didapatkan dari pengukuran potensial dengan elektroda yang dikalibrasikan terhadap satu atau lebih pH standar. Potensial elektroda E berbanding lurus dengan logartima aktivitas ion hidrogen.

dan faktor gradien. Adalah mungkin untuk mengukur konsentrasi ion hidrogen secara langsung apabila elektroda yang digunakan dikalibrasi sesuai dengan konsentrasi ion hidrogen. Dinyatakan bahwa pH = p[H] + 0.04. pH superasam biasanya dihitung menggunakan fungsi keasaman Hammett. Menurut definisi asli Sørensen. Kalibrasi ini biasanya dilakukan menggunakan plot Gran. Untuk faktor gradien kurang dari 0.Kalibrasi ini akan menghasilkan nilai potensial elektroda standar.Umumnya indikator sederhana yang digunakan adalah kertas lakmus yang berubah menjadi merah bila keasamannya tinggi dan biru bila keasamannya rendah. adalah mudah untuk menghitung ion hidrogen sehingga potensial yang terukur dapat dikorelasikan dengan kosentrasi ion. . maka nilainya dapat ditentukan sebagai satu dengan menentukan keadaan standarnya sebagai larutan yang mengandung elektrolit latar. Salah satu caranya adalah dengan mentitrasi larutan asam kuat yang konsentrasinya diketahui dengan larutan alkali kuat yang konsentrasinya juga diketahui pada keberadaan konsentrasi elektrolit latar yang relatif tinggi. E0. Dengan menggunakan prosedur ini. namun perhitungannya akan menggunakan fungsi keasaman yang berbeda. Oleh karena ia konstan. p[H] didefinisikan sebagai minus logaritma konsentrasi ion hidrogen. indikator asam basa dapat diukur dengan pH meter yang bekerja berdasarkan prinsip elektrolit / konduktivitas suatu larutan. Keberadaan elektrolit latar menjamin bahwa koefisien aktivitas ion hidrogen secara efektif konstan selama titrasi. Perbedaan antara p[H] dengan pH biasanya cukup kecil. H0.95.Selain menggunakan kertas lakmus. Faktor gradien biasanya lebih kecil sedikit dari satu. Oleh karena konsentrasi asam dan alkali diketahui. ini mengindikasikan bahwa elektroda tidak berfungsi dengan baik. Persamaan ini dapat digunakan untuk menurunkan konsentrasi ion hidrogen dari pengukuran eksperimental E. Definisi ini telah lama ditinggalkan dan diganti dengan definisi pH.diukur dalam larutan non-akuatik. f. Pada prakteknya terminologi p[H] dan pH sering dicampuradukkan dan menyebabkan kerancuan. aktivitas ion akan sama dengan nilai konsentrasi. sehingga persamaan Nerstnya berbentuk.

Pertama adalah sifat yang berkait dengan gelatinisasi yaitu: kekuatan gel. Penggunaan gelatin untuk pangan dimualai di Perancis ketika diblokade Inggris. Kurang lebih 8000 tahun yang lalu masyarakat Timur Tengh telah memproduksi sebagai lem dari jaringan binatang.Hidrokoloid digunakan dalam industry pangan bukan karena nilai nutrisinya namun karena multifungsinya. Kedua yang berkait dengan sifat . Sejarah lengkap gelatin dapat dibaca pada buku ³Gelatine Handbook ± Reinhard Schrieber and Herbert Gareis ± 2007 WILEY-VCH Verlag GmbH & Co. Gelatin dihasilkan melalui hidrolisis parsial dari kolagen. Gelatin membentuk larutan koloid dengan air. Struktur yang pecah ini disebut sebagai kolagen yang larut air dan dikenal sebagai gelatin.3 WAKTU GELATINISASI Gelatin sebenarnya telah lama dikenal masyarakat sebagai adesif biologis. Namun demikian. karaginan. xanthan. Sekarang gelatin juga digunakan dalm bidang farmasi dan fotografi. hidrokoloid tunggal tidak mampu memenuhi semua keinginan termasuk juga gelatin sehingga sering dipakai lebih dari satu hidrokoloid. glatin adalah hidrokolid.2. gum arab. Kandungan protein berkisar antara 85 dan 92%. Weinheim Komponen utama dari gelatin adalah protein. Yang termasuk dalam hidrolkoloid selain gelatin adalah pectin. sehingga secara teknologi. Sifat fungsional dari gelatin dapat dibagi dalam dua kelompok. guar gum. Hidrolisis kimia ini dapat dilengkapi atau diganti dengan penggunaan enzim yaitu enzim kolagenase. KGaA. Kolagen protein yang terdapat pada binatang dan manusia. waktu gelatinisasi. perlakuan terhadap bahan baku adalah d engan melarutkan pada larutan asam atau alkali sehingga terjadi pemecahan parsial pada ikatan silangnya. locust bean gum dan sebagainya. suhu didih dan viskositas. Berbeda dengan protein yang umumnya sperikal maka kolagen memiliki struktur linier seperti serat. Dalam pembuatan gelatin. 3000 tahun kemudian Bangsa Arab menggunakan untuk lem kayu yang dihasilkan dari kolagen dan digunakan untuk perabotan.

Pada keadaan dingin. sifat adesif dan ketidaklarutannya. Sifat dapat balik ini disebut proses gelatinisasi dan merupakan teknologi yang paling penting dari gelatin. ukuran molekul dan suhu system. Gelatin adalah campuran polimer dengan panjang rantai yang berbedabeda. jelasnya adalah sebagai larutan koloidal atau bentuk sol. viskositas dan tekstur adalah yang paling berkait dengan struktur. Proses ini ditemukan oleh Oscar T Bloom yang kemudian dikembangkan oleh ³Machine for Testing the Jelly Strength of Glues. Sifat-sifat yang penting bagi gelatin adalah:  Sifat yang berkait dengan gelatinisasi: y y y y Gel formation Texturizing Thickening Water binding  Pengaruh-pengaruh permukaan : y y y y y Emulsion formation and stabilization Protective colloid function Foam formation and stabilization Film formation Adhesion/cohesion Pembentukan gel. Analisis untuk mengukur kekuatan gelatinisasi adalah Nilai Bloom.permukaan gelatin misalnya pembentukan dan stabilitas buih dan emulsi. Jadi. Gelatines and the Like´ yang dipatenkan pada tanggal 9 Juni 1925 (US Patent No. Nilai Bloom untuk gelatin komersial . 1 540 979). larutan yang sejati tidak terbentuk. Nilai Bloom adalah berat dalam gram yang dibutuhkan untuk penghisapan spesifik terhadap tekanan pemukaan standar. sol akan berubah menjadi gel dan dalam keadaan hangat akan kembali menjadi sol.

memiliki gugus yang bermuatan dan bagian tertentu dari rangkaian kolagen mengandung asam amino hidrofobik dan hidrofilik. 0 . Secara umum. Dalam larutan gelatin pH berkisar 5. jika dkondisikan alkali.0. Sifat multifungsi dari gelatin ini digunakan dalam produksi dan stabilisasi buih dan emulsi. Titik isoelektrik adalah dasar yang penting dalam mempengaruhi aktivitas permukaan gelatin. Bagian hidrofobik dan hidrofilik dapat berpindah di permukaan. pH di bawah 5. Pada saat yang sama. gelatin bermuatan negatif dan jika dikondiskan asam bermuatan positif.5 dan 50% (tergantung pada kualitas gelatin). Jika pH sekitar gelatin berkaitan dengan titik isoelektrik. dan konsentrasi gelatin dapat bervariasi antara 0. jika pH lebih tinggimaka akan bermuatan negative dan jika lebih rendah bermuatan positif. transisi sol/gel dapat dievaluasi dengan kisaran suhu 5 ± 60 C.0 semua tipe gelatin akan bermuatan positif dan di atas 9.adalah 50 ± 300 Bloom. gelatin menjadi tidak bermuatan.0 semuanya negative. gelatin memeliki beberapa sifat melindungi stabilitas permukaan yang dibentuk. seperti halnya protein yang lain. sehingga mengurangi tegangan muka larutan. Sifat permukaan gelatin didasarkan pada kenyataan bahwa rantai samping gelatin. Gelatin dengan nilai Bloon tinggi dikarakteristikkan oleh melting point dan gelling point yang lebih tinggi dan waktu gelatinisasi yang lebih pendek pada produk akhir dan warna lebih cerah serta baud an tastenya lebih alami.0 ± 9. Gelling power yang lebih kuat juga menunjukkan jumlah gelatin yang dibutuhkan lebih sedikit untuk mencapai produk akhir yang diharapkan.

dimana t 8LL ! L = viskositas cairan V= total volume cairan t=waktu yang dibutuhkan cairan dengan volume V untuk mengalir melalui viskometer P = tekanan yang bekerja pada cairan L = panjang pipa (Bird. Viskositas dapat diukur dengan mengukur laju aliran cairan yang melalui tabung berbentuk silinder. Viskositas suatu cairan murni atau larutan merupakan indeks hambatan alir cairan. sedangkan minyak sayur memiliki viskositas tinggi (Anonim. V TPR 4 = .2. Cara ini merupakan salah satu cara yang paling mudah dan dapat digunakan baik untuk cairan maupun gas. atau penolakan terhadap penuangan. 1993). Viskositas menggambarkan penolakan dalam fluid kepada aliran dan dapat dipikir sebagai sebuah cara untuk mengukur gesekan fluid. Tanpa menurunkannya. Biasanya diterima sebagai "kekentalan". . Air memiliki viskositas rendah. suatu persamaan yang menghubungkan laju aliran cairan melalui pipa silinder berjari-jari R dan dengan viskositas cairan adalah : Jumlah volume cairan yang mengalir melalui pipa per satuan waktu.4 PENGUKURAN VISKOSITAS LARUTAN Viskositas adalah sebuah ukuran penolakan sebuah fluid terhadap perubahan bentuk di bawah tekanan shear. 2008).

. gaya ke bawah (m ± mo)g sama dengan frictional resistance sehingga.Pada viskometer Ostwald yang menggunakan pipa yang diukur adalah waktu yang dibutuhkan oleh sejumlah tertentu cairan untuk mengalir melalui pipa kapiler dengan gaya yan disebabkan oleh berat cairan itu sendiri. dimana 6Trv m = massa bola logam mo = massa cairan yang dipindahkan oleh bola logam g = konstanta gravitasi L = viskositas (Bird. L = viskositas dimana : r = jari-jari bola v = kecepatan yaitu jarak yang ditempuh per satuan waktu. Pada viskometer ini yang diukur adalah waktu yang dibutuhkan oleh sebuah bola logam untuk melewati cairan setinggi tertentu. Pada percobaan sebenarnya. Viskometer lain yang dapat digunakan untuk mengukur viskositas adalah viskometer Hoppler. bergantung pada ukuran viskometer) dipipet kedalam viskometer (Bird. 1993). 1993). Kecepatan maksimum akan dicapai bila gaya gravitasi sama dengan frictional resistance medium. L! (m  m0 ) g . Besarnya frictional resistance untuk benda berbentuk bola dapat dihitung dengan menggunakan hukum stokes yaitu : f ! 6TLrv . sejumlah tertentu cairan (misalkan 10 cm3. Suatu benda karena adanya gravitasi akan jatuh melalui medium yang berviskositas (seperti cairan misalnya) dengan kecepatan yang semakin besar sampai mencapai kecepatan maksimum. Pada keseimbangan.

Koefisien kekentalan suatu fluida (cairan) dapat diperoleh dengan menggunakan percobaaan bola jatuh di dalam fluida tersebut.89 0.1 N det m-2 (satuan SI).0091 0. gaya gesek tersebut memenuhi hukum Stokes sebagai berikut : F = -6 TL r v (2) dimana : L= viskositas fluida.0044 0.0185 0.0147 3.013 34. 1993 0 0. Setiap benda yang bergerak relatif terhadap benda lain selalu mengalami gesekan (gaya esek).0076 0.0083 - 50 0.4 6. Gaya gesek yang bekerja pada suatu benda yang bergerak relatif terhadap suatu fluida akan sebanding dengan kecepatan relatif benda terhadap fluida : F = -b .007 - * 1 poise (P) = 1 dyne det cm-2 | 0.9 0. (Anonim.63 0.0179 105. v (1) dimana : F = gaya gesek yang dialami benda.29 0. 2008).0080 13.0044 0. r = radius bola.0065 0.065 0.0237 0.0055 1. Hal ini disebabkan oleh sifat kekentalan (viskositas) fluida tersebut.0065 2. Khusus untuk benda yang berbentuk bola dan bergerak dalam fluida yang sifat-sifatnya tetap. v = kecepatan benda. b = konstanta gesekan.0101 0.41 0.96 40 0.0056 0.4 0.102 0.0316 0. Sebuah benda yang bergerak di dalam fluida juga mengalami gesekan. .0177 25.85 Suhu oC 20 30 0.012 0.Viskositas cairan pada berbagai suhu (dalam satuan poise*) Cairan Air Gliserin Anilin Bensin Etanol Minyak lobak Sumber : Bird.3 10 0.0100 1.0050 0.

Hukum Stokes di atas berlaku bila : 1. Fluida tidak berolak (tidak terjadi turbulensi). 2. Luas penampang tabung tempat fluida cukup besar dibanding ukuran bola (Anonim, 2008). Bila sebuah benda padat berbentuk bola dengan jari-jari r dimasukkan ke dalam zat cair tanpa kecepatan awal bola tersebut akan begerak ke bawah mulamula dengan percepatan sehingga kecepatannya bertambah. Dengan

bertambahnya kecepatan maka gaya gesek fluida akan membesar, sehingga suatu saat bola akan bergerak dengan kecepatan tetap. Kecepatan tetap ini disebut kecepatan terminal yang terjadi pada saat gaya berat bola sama dengan jumlahan antara gaya angkat ke atas (Archimedes) dan gaya gesek Stokes seperti tampak pada gambar. Besarnya kecepatan terminal adalah bila jarak yang ditempuh bola dengan kecepatan terminal tersebut dalam selang waktu t adalah s makan berlaku persamaan gerak lurus beraturan vT = s/T (4) (Anonim, 2008). Benda yang dijatuhkan pas zat cair tanpa kecepatan awal akan mendapatkan perepatan dengan gaya-gaya yang bekerja :
7F = W - FA - Fr = m.a

Dengan W adalah gaya berat, FA gaya angkat keatas dan Fr gaya gesek fluida.

Fr FA

W

Gambar 1. Sistem gaya pada benda dalam zat cair

Gaya gesek fluida (disebut juga gaya gesek Newton) yang dialami oleh benda berbanding lurus dengan kecepatan. Cairan dalam hal ini disebut cairan Newton. Apabila benda berbentuk bola, menurut stokes, gaya ini dapat dirumuskan sebagai berikut : F = 6T.L.R.r Dengan L adalah viskositas fluida, r jari-jari bola, dan R kecepatan gerak bola. Karena kecepatan semakin membesar, maka gaya gesek juga akan makin besar sehingga suatu saat terjadi kesetimbangan dinamis (benda bergerak tanpa percepatan) : Fr = W - FA Dengan memasukkan harga gaya-gaya ini dapat diperoleh :
2.r 2 . g

V bola  V cairan L! 9.V

(Anonim, 2008). Kekentalan adalah suatu sifat cairan yang berhubungan erat dengan hambatan untuk mengalir, dimana makin tinggi kekentalan maka makin besar hambatannya. Kekentalan didefenisikan sebagai gaya yang diperlukan untuk menggerakkan secara berkesinambungan suatu permukaan datar melewati permukaan datar lain dalam kondisi mapan tertentu bila ruang diantara permukaan tersebut diisi dengan cairan yang akan ditentukan kekentalannya (Anonim, 2008). Satuan dasar yang digunakan adalah poise ( 1 poise = 100 sentipoise ) Pada penetapan viskositas, penentuan suhu adalah penting karena viskositas dapat berubah sesuai suhu. Secara umum viskositas akan menurun dengan naiknya suhu. Viskositas dapat diukur secara langsung jika dimensi alat pengukur diketahui dengan tepat. Tetapi umumnya pengukuran lebih praktis dilakukan dengan mengkalibrasi alat menggunakan cairan yang sudah diketahui

t2 1 = 1 . L2 2 . Jika L1 dan L2 masing-masing adalah viskositas dari cairan yang tidak diketahui dan cairan standar . 2008). Ada beberapa prinsip penetapan viskositas yaitu : 1. t2 2 dan 2 dapat diketahui dari literatur. t1 2L 2 . Viskosimeter kapiler ( contoh : viskometer Ostwald ) Pada metode ini viskositas ditentukan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan bagi cairan uji untuk lewat antara dua tanda ketika ia mengalir karena gravitasi . Maka viskositas cairan yang tidak diketahui adalah : 1L = 1 . t1 . Waktu alir dari cairan yang diuji dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan bagi suatu cairan yang viskositasnya sudah diketahui ( biasanya air ) untuk lewat antara dua tanda tersebut. melalui suatu tabung kapiler vertikal. V1 dan V2 adalah kerapatan dari masing-masing cairan. mengandung cairan . 1 diperoleh dari pengukuran kerapatan (berat jenis) dengan metode piknometer.viskositasnya kemudian kekentalan cairan uji ditetapkan dengan membandingkan terhadap viskositas cairan yang telah diketahui (Anonim. t1 dan t2 adalah waktu alir dalam detik. 2. t1 dan t2 masing-masing diketahui dengan cara mengukur waktu yang diperlukan oleh zat uji maupun air untuk mengalir melalui dua garis tanda pada tabung kapiler viscometer ostwald. suatu bola gelas atau bola besi jatuh kebawah dalam suatu tabung gelas yang hampir vertikal. Viskometer bola jatuh ( viscometer Hoeppler ) Pada viskometer tipe ini.

.(Sb ± Sf ) . 4. Sb adalah gravitasi jenis dari bola dan Sf adalah gravitasi jenis dari cairan. Berbagai alat yang tersedia berbeda dalam hal bagian yang berputar. Terdapat dua tipe yaitu viscotester VT-03 F dan VT. Viskositas cairan dihitung dengan rumus : = t . keduanya pada temperatur dimana percobaan dilakukan. 3. rotor dipasang . Viskometer Cone and Plate ( Viskometer Ferranti-Shirley ) (Anonim. Viscotester) Dalam viskometer ini sampel dimasukkan dalam ruang antara dinding luar bob/rotor dan dinding dalam mangkuk (cup) yang pas dengan rotor tersebut. Viskositas zat cair dapat langsung dibaca pada skala . Viskometer ³Cup dan Bob´ ( Brookfield. ada juga bagian mangkuknya yang berputar.BL dimana t adalah waktu lamanya bola jatuh antara kedua titik dalam detik. 2008). VT -04 F digunakan untuk mengukur zat cair dengan viskositas tinggi.yang diuji pada temperatur konstan. Waktu bagi bola tersebut untuk jatuh antara dua tanda diukur dengan teliti dan diulangi beberapa kali. Prinsip pengukuran viskositas dengan alat ini adalah cairan uji dimasukkan kedalam mangkuk.04 F. Laju jatuhnya bola yang mempunyai kerapatan dan diameter tertentu adalah kebalikan fungsi viskositas sample tersebut.kemudian alat dihidupkan. Alat viscotester adalah contoh viskometer dimana yang berputar adalah bagian rotor. ada alat dimana yang berputar adalah rotornya. VT03F untuk mengukur zat cair yang viskositasnya rendah. B adalah konstanta untuk bola tertentu yang besarnya sudah ada pada pedoman penggunaan alat tersebut.

jadi prinsipnya adalah prinsip kekekalan energi. jumlah aljabar dari setiap kuantitas panas yang dipindahkan pada semua benda harus sama dengan nol. Ketika aliran panas terjadi antara dua benda yang terisolasi dari lingkungannya. ¨T Dimana : Q = kalor yang dilepaskan atau diterima ( Joule ) m = massa bahan ( kg ) c = kapasitas panas spesifik bahan ( J/kgoC ) ¨T = perubahan suhu ( oC ) Proses perubahan wujud zat. Lv Dengan : Q = kalor yang dilepaskan atau diterima ( Joule ) m = massa bahan ( kg ) Lv = kalor laten peleburan/pembekuan ( J/kg). jumlah panas yang hilang dari satu benda harus setara dengan jumlah benda lainnya. Kalorimeter berarti ³mengukur panas´.Kuantitas panas yang ditambahkan pada suatu benda sebagai positif dan pada kuantitas yang meninggalkan benda sebagai negative.Proses pemanasan dan pendinginan digunakan persamaan : Q = m . c . .2. Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat dalam suatu perubahan atau reaksi kimia. digunakan persamaan : Q = m . Kalor selalu berkaitan dengan dua hal yaitu proses pemanasan atau proses pendinginan yang melibatkan perubahan suhu dan proses perubahan wujud zat yang terjadi pada suhu yang tetap.5 TETAPAN KALORIMETER Panas adalah yang berpindah.Ketika sejumlah benda berinteraksi.Ini adalah Azas Black yang dasarnya adalah kekekalan energi.

. pengaduk. Mantel/jaket tersebut berguna untuk mengurangi hilangnya kalor karena konveksi dan konduksi.Kalor yang hilang dari sampel tersebut akan diterima oleh air dan kalorimeter (bejana dan pengaduk ). sample bejana calorimeter. satu sampel zat dipanaskan sampai temperature tinggi yang diukur dengan akurat dan dengan cepat ditempatkan pada air dingin dalam kalorimeter. Bentuk calorimeter ‡ Beker aluminium dan gelas plastik jenis polistirin (busa) dapat digunakan sebagai kalorimeter sederhana dengan termometer sebagai pengaduk. Thermometer digunakan untuk mengukur temperature awal air dan calorimeter serta temperature akhir campuran. dan pengaduk. Pada teknik yang dikenal dengan teknik pencampuran. suhu akhir diukur setelah dicapai keseimbangan termal antara air. Keuntungan menggunakan gelas plastik sebagai kalorimeter adalah murah harganya dan setelah dipakai dapat dibuang. Bejana ini dilengkapi dengan alat pengaduk dan diletakkan di dalam bejana yang lebih besar yang disebut mantel/jaket.Di dalam kalorimeter terdapat pengaduk yang terbuat dari bahan yang sama dengan bejana kalori eter ( P ). ‡ Kalorimeter yang biasa digunakan di laboratorium fisika sekolah berbentuk bejana biasanya silinder dan terbuat dari logam misalnya tembaga atau aluminium dengan ukuran 75 mm x 50 mm (garis tengah). Temperatur awal bejana.Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk menentukan kapasitas kalor suatu benda kapasitas kalor spesifik suatu bahan.Setelah dicamapur. m Tutup kalorimeter ( T ) terbuat dari bahan isolator yang berlubang di tengah untuk memasang termometer. dan air diukur setelah seluruh bagian calorimeter dan air tersebut berada dalam keseimbangan termal yang berarti memiliki suhu yang sama.

Penyungkup ini disumbat dengan sebuah sumbat karet yang yang berlubang di bagian tengah. Di dalam tabung kaca itu terdapat sebuah pengaduk. bahan bakar. y Kalorimeter makanan. atau lemak. dan sampel akan terbakar oleh api listrik dari kawat logam terpasang dalam tabung. Keping itu berbentuk bujur sangkar yang sisinya kurang lebih 9. Kalorimeter makanan adalah alat untuk menentukan nilai kalor zat makanan karbohidrat. Bagian atas tabung kaca ini ditutup dengan lempeng ebonit yang bundar. Di atas cawan itu tergantung sebuah kawat nikelin yang berhubungan dengan kabel listrik di bawah keping asbes.Tipe kalorimeter y Kalorimeter bom Kalorimeter bom adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (nilai kalori) yang dibebaskan pada pembakaran sempurna (dalam O2 berlebih) suatu senyawa.5 cm. Alat ini terdiri dari sebuah tabung kaca yang tingginya kurang lebih 19 cm dan garis menengahnya kurang lebih 7. bahan makanan. Pada tutup ebonit itu masih terdapat lagi sebuah lubang. Di atas keping asbes itu terdapat sebuah cawan aluminium. Di bawah keping asbes itu terdapat kabel listrik yang akan dihubungkan dengan sumber listrik bila digunakan. protein. yang tangkainya menembus tutup ebonit.5 cm. Ujung bawah pipa spiral itu menembus lubang sumbat karet pada penyungkup dan ujung atasnya menembus tutup ebonit bagian tengah. tempat untuk memasukkan sebuah termometer ke dalam tabung kaca. Contoh kalorimeter bom adalah kalorimeter makanan. juga terdapat sebuah pipa spiral dari tembaga. . Tabung kaca itu diletakkan di atas sebuah keping asbes dan ditahan oleh 3 buah keping. Sejumlah sampel ditempatkan pada tabung beroksigen yang tercelup dalam medium penyerap kalor (kalorimeter). Bagian dasarnya melengkung ke atas membentuk sebuah penyungkup.

kalor yang dibebaskan/diserap menyebabkan perubahan suhu pada kalorimeter. Pada dasarny a. Kini kalorimeter larutan dengan ketelitian cukup tinggi dapat diperoleh dipasaran. y Kalorimeter larutan Kalorimeter larutan adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat pada reaksi kimia dalam sistem larutan. .Kawat nikelin itulah yang akan menyalakan makanan dalam cawan bila berpijar oleh arus listrik. Berdasarkan perubahan suhu per kuantitas pereaksi kemudian dihitung kalor reaksi dari reaksi sistem larutan tersebut. Dekat cawan terdapat pipa logam untuk mengalirkan oksigen.

Teori J. 1993). sedangkan basa adalah senyawa yang dapat menerima proton dari spesis lain. Berdasarkan defenisi yang diberikan oleh Lewis. asam dan basa sering membentuk system keseimbangan yang penting.6 TITRASI ASAM BASA Asam dan basa merupakan larutan elektrolit yang paling umum dan paling pemting. secara sederhana dapat dituliskan sebagai reaksi antara ion hydrogen dan hidroksida : H+ + OHH2O Tetapi kelemahan teori Arrhenius adalah bahwa teori ini hanya terbatas pada larutan dengan pelarut air. Bronsted dan M. Sedangkan basa adalah senyawa yang apabila dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidroksida (OH-). .N. (Bird. Khususnya dengan larutan dengan pelarut air. sedangkan basa adalah suatu senyawa yang dapat memberikan sepasang electron. Kedua-duanya cendrung untuk menarik electron dari spesis lain. Teori Lewis Leis mendefinisikan suatu asam sebagai senyawa yang dapat menerima sepasang electron. walaupun asam dan basa sebenarnya juga terdapat pada larutan dengan pelarut bukan air. 3.2. jelas bahwa terdapat keasaman antara asam dengan pengoksidasi. Lowry Bronsted dan Lowry mendefinisikan asam sebagai senyawa yang dapat memberikan proton pada sepsis lain. 2. Jadi reaksi netralisasi yang merupakan reaksi antara asam dan basa membentuk garam dan air.  Teori Asam Basa 1. Teori Arrhenius Arrhenius mendefinisikan asam sebagai suatu senyawa yang apabila dilarutkan dalam air akan membebaskan ion hydrogen (H+).

Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai ³titrant´ dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer. Asam kuat .Basa kuat : NaOH Persamaan Reaksi : HCl + NaOH Reaksi ionnya : H+ + OHH2O NaCl + H2 O .Basa kuat 2.Basa kuat 4.Basa Kuat Contoh : . 15:40. Asam kuat . Stoikiometri Reaksi & Titrasi Asam Basa. Jika larutan bakunya asam disebut asidimetri dan jika larutan bakunya basa disebut alkalimetri. sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai ³titer´ dan biasanya diletakkan di dalam ³buret´. ( Tagged with: rumus titrasi. titrasi Monday.) Titrasi adalah pengukuran suatu larutan dari suatu reaktan yang dibutuhkan untuk bereaksi sempurna dengan sejumlah reaktan tertentu lainnya. Titrasi asam basa adalah reaksi penetralan. Asam kuat . 2008.Asam kuat : HCl . April 7.Garam dari basa lemah Titrasi Asam Kuat . Basa kuat . Titrasi asam basa terbagi menjadi 5 jenis yaitu : 1.Garam dari asam lemah 5. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan.Basa lemah 3. Asam lemah .

Basa Lemah contoh : .Basa lemah : NH4OH Persamaan Reaksi : HCl + NH4OH Reaksi ionnya : H+ + NH4 OH H2O + NH4 + NH4Cl + H2 O Kurva Titrasi Asam kuat ± Basa Lemah .Kurva Titrasi Asam Kuat Basa Kuat Titrasi Asam Kuat .Asam kuat : HCl .

Basa Kuat contoh : .Asam lemah : CH3COOH .Titrasi Asam Lemah .Basa kuat : NaOH Persamaan Reaksi : CH3COOH + NaOH Reaksi ionnya : H+ + OHH2O NaCH3COO + H2O Kurva Titrasi Asam Lemah ± Basa Kuat .

Tambahkan indikator yang sesuai pada titrat. dan tempatkan sehelai kertas putih atau tissu putih di bawah wadah titrat . indikator fenoftalien d.Ditempatkan tepat dibawah buret berisi titran c.Asam kuat : HCl . Zat penitrasi (titran) yang merupakan larutan baku dimasukkan ke dalam buret yang telah ditera b.Titrasi Asam Kuat .Garam dari basa lemah : CH3COONH4 Persamaan Reaksi : NaOH + CH3COONH4 Reaksi ionnya : OH.Garam dari Asam Lemah contoh : .Basa kuat : NaOH . misalnya. wadah titrat tepat dibawah ujung buret. Rangkai alat titrasi dengan baik.Garam dari Basa Lemah contoh : . Zat yang dititrasi (titrat) ditempatkan pada wadah (gelas kimia atau erlenmeyer).+ NH4NH4OH CH3COONa + NH4 OH Cara Melakukan Titrasi Asam Basa a. Buret harus berdiri tegak.Garam dari asam lemah : NH4 BO2 Persamaan Reaksi : HCl + NH4 BO2 Reaksi ionnya : H+ + BO2HBO2 HBO2 + NH4Cl Titrasi Basa Kuat .

Titrasi asam basa berdasarkan reaksi penetralan. Pada saat titik ekuivalent ini maka proses titrasi dihentikan. Keadaan ini disebut sebagai ³titik ekuivalen´. Titrant ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan ekuivalen ( artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat habis bereaksi). Hentikan titrasi ! set alat titrasi Prinsip Titrasi Asam basa Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titrant. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya. kemudian kita mencatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Atur titran yang keluar dari buret (titran dikeluarkan sedikit demi sedikit) sampai larutan di dalam gelas kimia menunjukkan perubahan warna dan diperoleh titik akhir titrasi. Dengan menggunakan data volume titrant. volume dan konsentrasi titer maka kita bisa menghitung kadar titrant. .e.

sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. 1. XB dimana: p = tekanan uap jenuh larutan po=tekanan uap jenuh pelarut murni XB = fraksi mol pelarut . zat cair selalu mempunyai tekanan tertentu. walaupun konsentrasi keduanya sama. Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut. 2008). Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit. Menurut RAOULT: p = po .2. Sifat Koligatif Larutan Non Elektrolit Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut). Tekanan osmotik Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya. Penurunan tekanan uap jenuh 2. sehingga kecepatan penguapanberkurang.7 KENAIKAN TITIK DIDIH 1. Kenaikan titik didih 3. Penurunan titik beku 4. Penurunan Tekanan Uap Jenuh Dan Kenaikan Titik Didih a. Tekanan ini adalah tekanan uap jenuhnya pada suhu tertentu. Penurunan tekanan uap Pada setiap suhu. Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit (Anonim. Sifat koligatif meliputi: 1.

(1000/p) .Karena XA + XB = 1. XA sehingga: ¨P = po . titik didih juga berubah. b. 2008). maka titik didih larutan dinyatakan sebagai: Tb = (100 + ¨Tb) oC (Anonim. .P = Po . dimana: ¨Tb=kenaikan titik didih (oC) m = molalitas larutan Kb = tetapan kenaikan titik didih molal Karena : m = (W/Mr) . K b Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm. XA dimana: ¨P= penurunan tekanan uap pelarut murni po= tekanan uap pelarut murni XA = fraksi mol zat terlarut (Anonim. 2008). Bila tekanan luar diubah. (1000/p) . Titik didih normal ialah temperatur pada saat tekanan uap cairan sama dengan 760 mm Hg.Po . (W menyatakan massa zat terlarut)maka kenaikan titik didih larutan dapat dinyatakan sebagai: ¨Tb = (W/Mr) . maka persamaan di atas dapat diperluas menjadi: P = P o (1 . Kenaikan titik didih Adanya penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murni. jadi titik didih cairan adalah temperatur pada saat tekanan uap sama dengan tekanan luar terhadap permukaan cairan (Sukardjo. 1989). Kb . XAPo .Untuk larutan non elektrolit kenaikan titik didih dinyatakan dengan: ¨Tb = m .XA)P = P o .

dapat ditentukan dengan Hukum Trouton. Menurut VAN¶T HOFF tekanan osmotik mengikuti hukum gas ideal: . Penurunan Titik Beku Dan Tekanan Osmotik a. 2. maka titik beku larutannya dinyatakan sebagai: Tf = (O .¨Tf)oC (Anonim. 1989). b. Kf = W/Mr . Kf dimana: ¨Tf m Kf W Mr p = penurunan titik beku = molalitas larutan = tetapan penurunan titik beku molal = massa zat terlarut = massa molekul relatif zat terlarut = massa pelarutApabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm. Tekanan osmotik Tekanan osmotik adalah tekanan yang di erikan pada larutan yang dapat b menghentikan perpindahan molekul-molekul pelarut ke dalam larutan melalui membran semi permeabel (proses osmosis). 2008). 1000/p . ( v ! tetap ~ 21 Tb Ini untuk hidrogen dan asam-asam lebih mudah sedangkan untuk alkohol dan air lebih tinggi. Bila ¨Hv tidak diketahui. Penurunan titik beku Untuk penurunan titik beku persamaannya dinyatakan sebagai : ¨Tf = m . oksigen. hal tersebut memenuhi syarat-syarat (Sukardjo. Untuk nitrogen. amoniak dan sebagainya.Perubahaan titik didih terhadap tekanan dapat dicari dengan persamaan Clausius-Clapeyron bila ¨Hv diketahui.

0 molal.(aq) karena terurai menjadi 2 ion. 2. Untuk larutan garam dapur: NaCl(aq) ±> Na+ (aq) + Cl. harganya berada di antara 0 dan 1 (0 < < = jumlah mol zat yang 1). sedangkan untuk elektrolit lemah. Untuk larutan elektrolit kuat.5 molal. Kf [1+ E (n-1)] . 1000/p . Untuk Kenaikan Titik Didih Dinyatakan sebagai: ¨Tb = m . 2. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa larutan elektrolit di dalam pelarutnya mempunyai kemampuan untuk mengion. harga derajat ionisasinya mendekati 1. Larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmotik sama disebut Isotonis. Hal ini mengakibatkan larutan elektrolit mempunyai jumlah partikel yang lebih banyak daripada larutan non elektrolit pada konsentrasi yang sama. 2008).Atas dasar kemampuan ini. Besarnya derajat ionisasi ini dinyatakan sebagai: terionisasi/jumlah mol zat mula-mula (Anonim. 1000/p . Kb [1 + E (n-1)] = W/Mr . 1. maka larutan elektrolit mempunyai pengembangan di dalam perumusan sifat koligatifnya (Anonim. Untuk Penurunan Titik Beku Dinyatakan sebagai: ¨Tf = m . maka konsentrasi partikelnya menjadi 2 kali semula = 1. Untuk larutan glukosa dalam air jumlah partikel (konsentrasinya) tetap. Larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih tinggi dari yang lain disebut larutan Hipertonis. yaitu 0. Kb [1+ E (n-1)] n menyatakan jumlah ion dari larutan elektrolitnya. Kf [1 + (n-1)] = W/Mr .PV = nRT Larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih rendah dari yang lain disebut larutan Hipotonis. 2008). Yang menjadi ukuran langsung dari keadaan (kemampuannya) untuk mengion adalah derajat ionisasi.

5 x 1000/250 x 0.52 dan Kf= 1.52 [1+1(2-1)] = 0.85 gram garam dapur (Mr = 58.85/58. Kb= 0.5 x 1000/250 x 0.488oC .85/58. NaCl(aq) ±> NaF+ (aq) + Cl(aq) Jumlah ion = n = 2.744 x 2 = 1. ¨Tb = 5. Untuk Tekanan Osmotik Dinyatakan sebagai TE= C R T [1+ E (n-1)] Contoh: Hitunglah kenaikan titik didih dan penurunan titik beku dari larutan 5.416 oC ¨Tf = 5.208 x 2 = 0.5) dalam 250 gram air ! (bagi air.86 [1+1(2-1)] = 0.86) Jawab: Larutan garam dapur.3.

8 KONDUKTIFITAS Konduktivitas atau keterhantaran termal. 2008). Secara matematik dapat dituliskan sebagai berikut : I= V R Tahanan suatu larutan bergantung pada dimensi larutan lainnya berdasarkan rumus : R = l = tahanan spesifik aau resistivitas l = panjang A= luas penampang lintang Konduktivitas atau keterhantaran termal. menghasilkan arus listrik (http: //id. org/wiki/ Konduktivitas_listrik. wikipedia. adalah suatu besaran intensif bahan yang menunjukkan kemampuannya untuk menghantarkan panas. Jika suatu beda potensial listrik ditempatkan pada ujung-ujung sebuah konduktor. 1993).2. muatan-muatan bergeraknya akan berpindah. adalah suatu besaran intensif bahan yang menunjukkan kemampuannya untuk menghantarkan panas. Aliran listrik dalam suatu elektrolit akan memmenuhi hokum Ohm yang menyatakan bahwa besarnya arus listrik (I) yang mengalir melalui larutan sama dengan perbedaan potensial (V) dibagi dengan tahanan (R) (Bird. k. k.konduktivitas termal = laju aliran panas × jara/(luas × perbedaan suhu )Konduktivitas listrik adalah ukuran dari kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan arus listrik. .

. sangat diperlukan. dan pembekuan.kondukti it t l l ju ali an panas × jarak / ( luas × perbedaan suhu ) Besaran ini didefinisikan sebagai panas. Q. menghasilkan arus listrik. konduksi atau radiasi. muatan-muatan bergeraknya akan berpindah. yaitu atau biasa : didefinsikan sebagai ratio dari . dengan arah normal ke permukaan dengan luas A yang disebabkan oleh perbedaan suhu T dalam kondisi tunak dan jika perpindahan panas hanya tergantung dengan perbedaan suhu tersebut Kondukti itas listrik adalah ukuran dari kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan arus listrik. Jika suatu beda potensial listrik ditempatkan pada ujung-ujung sebuah konduktor. koefisien difusi. Tujuan perlakuan panas pada umumnya adalah pengawetan atau pencegahan terhadap pengecambahan. pengetahuan tentang sifat panas seperti: panas spesifik. Untuk menghitung proses-proses tersebut. Lawan dari kondukti itas litrik adalah resi ti itas listrik disebut sebagai resisti itas saja. Pada beberapa jenis bahan dimungkinkan terdapat kondukti itas listrik yang s anisotropik. Pemanasan dan pendinginan bahan dapat dilakukan dengan konveksi. koefisien absopsi atau emisi. tidak lepas dari perlakuan panas. yang dihantarkan selama waktu t melaui ketebalan L. koefisien konduksi panas. pendinginan. Kondukti itas listrik rapat arus terhadap kuat medan listrik . Bahan-bahan pertanian. Proses-proses utama adalah pemanasan. baik tanaman maupun hewan beserta produknya.

.Dalam pemanasan dan pengeringan produk pertanian. Sebagai contoh. kapasitas perkecambahan suatu benih turun dengan drastis apabila terkena panas yang berlebihan. adalah sangat penting untuk mengetahui berapa suhu harus diberikan dan untuk waktu berapa lama supaya tidak terjadi kerusakan. sementara kualitas bahan-bahan lain mungkin memburuk.

Buahnya menjadi masak 5. Panenan harus dilaksanakan pada saat yang tepat akan menentukan kuantitas dan kualitas buah kelapa sawit. Panenan sesudah proses pembentukan minyak selesai. kandungan minyaknya akan berubah menjadi asam lemak bebas (free fatty acid). Beberapa tenera unggul persentase daging per buahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing-masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. tetapi juga turut membantu memecahkan masalah energi dunia. yaitu pada saat buah mulai masak. Dalam memanen perlu diperhatikan beberapa ketentuan umum agar buah yang dihasilkan baik mutunya sehingga minyak yang dihasilkan juga bermutu baik. Pisifera.5 bulan setelah penyerbukan. Panenan yang dilakukan sebelum proses pembentukan minyak selesai akan mengakibatkan hasil minyak yang kurang dari semestinya.2. digunakan teknik kultur jaringan.5 tahun. Kelapa sawit memiliki banyak jenis. Masa Panen Kelapa sawit biasanya berbuah setelah berumur 2. akan merugikan karena banyak buah yang lepas dari tandannya dan jatuh ke tanah. berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dibagi menjadi beberapa jenis yaitu : Dura. usaha yang kami lakukan saat ini. Buah yang terlalu masak. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besarbesar dan kandungan minyak pertandannya berkisar 18%. Dalam pembentukan minyak di dalam buah berlangsung selama 24 hari. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan Pisifera.9 PEMURNIAN MINYAK Kelapa sawit yang mulanya berasal dari Afrika tropis memiliki produktivitas yang jauh lebih tinggi daripada tumbuhan sejenis yang juga memproduksi minyak lemak. tidak hanya bermakna membantu dunia industri utama Indonesia di masa depan. . Kelapa sawit mengkonversi energi cahaya menjadi minyak dengan efisiensi transformasi yang amat tinggi.Untuk pembibitan massal. Karena itu.Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Tenera.

Tahapan dari pengolahan buah kelapa sawit adalah sebagai berikut: 1. .Hasil terpenting dari tanaman kelapa sawit adalah minyak sawit yang dari ekstraksi daging buah (pericarp). Sedangkan buah yang telah dirontokkan selanjutnya dibawa kemesin pelumatan. Buah direbus dengan tekanan 2. minyakl dan kernel yang terbuang sekitar 0.03% 3. Suhu didalam steam jacket sekitar 85-90oC. Tujuan perebusan TBS adalah: y Menonaktifkan enzim lipase yang dapat menstimulir pembekuan freefatty acid y y y Membekukan protein globulin sehingga minyak mudah dipisahkan dari air Mempermudah perontokan buah Melunakkan buah sehuingga mudah diekstraksi 2. Tandan kosong disalurkan ke temapat pembakaran atau digunakan sebagai bahan pupuk organic. Hasil lain yang tidak kalah penting adalah minyak inti sawit atau kernel yang juga diperoleh dengan cara ekstraksi. Pelumatan buah Proses pelumatan buah adalah dengan memotong dan mencacah buah di dalam steam jacket yang dilengkapi dengan pisau berputar. Perebusan (sterilisasi) TBS TBS yang masuk kedalam pabrik selanjutnya direbus di dalam sterilizaer.5-3 atm dan suhu 130o C selama 50-60 menit. Periontokan buah Dalam tahap ini buah selanjutnya dipisahkan dengan menggunakan mesin tresher. Selama proses perontokan buah.

b. Proses pengempaan dilakukan dengan melakukan penekanan dan pemerasan pulp yang dicampur dengan air yang bersuhu 95oC. Untuk itu perlu dilakukan pemurnian minyak kelapa sawit.01% . Pemurnian (klarifikasi minyak ) Minyak kelapa sawit yang dihasilkan dari mesin ekstraksi minyak sawit umumnya masih mengandung kotoran berupa tempurung. Selain itu proses ekstraksi minyak kelapa sawit dapat dilakukan dengan cara sentrifugasi. pemurnian minyak di dalam tangki pemisah (clarification tank) prinsip dari proses pemurnian minyak di dalam tangki pemisah adalah melakukan pemisahan bahan berdasarkan berat jenis bahan sehingga campuran minyak kasar dapat terpisah dari air.Tujuan dari pelumatan buah adalah: y y y Menurunkan kekentalan minyak Membebaskan sel-sel yang mengandungb minyak dari serat buah Menghancurkan dinding sel buah sampai terbentuk pulp 4. Proses pengempaanb bertujuan untuk membantu mengeluarkan minyak dan melarutkan sisa-sisa minyak yang terdapat didalam ampas. serabut dan air ekitar 40-45% air. Pengempaan (ekstraksi minyak sawit). Proses pemurnian minyak kelap sawit terdiri dari beberapa tahapan yaitu : a. bahan pelarut dan tekanan hidrolis. 5. Presentase minyak sawit yang dihasilkan dalam oproses pemurnian sekitar 21%. Hasil akhir dari proses sentrifugasi ini adalah minyak dengan kadar kotoran kurang dari0. Sentrifugasi minyak dalam tahap ini minyak dimurnikan dari berbagai macam kotoran yang lebih halus lagi.

e. Sentrifugasi lumpur Dalam tahap ini minyak dimurnikan kembali dari air dan kotoran. precleaner proses precleaner bertujuan untuk memisahkan pasir pasir harus dari sludge. Strainer Dalam tahap ini minyak dimurnikan dari sampah halus f. Pemurnian minyak dengan tangki lumpur Proses pemurnian didalam tangki lumpur bertujuan untuk memisahkan minyak dari lumpur. Proses penngeringan hampa dilakukan dalam kondisi suhu 95oC dan tekanan-75cmHg. kadar air yang terkandung di dalam minyak diturunkan.c. hanya putaran sentrifugasi lebih cepat. Pengeringan hampa Dalam tahap ini kadar air diturunkan sampai 0. i. d.1%. Proses ini berlangsung dalkam teklanan -75cmhHg dan suhu 95oC . Setrifugasi pemurnian minyak Tahap ini hampir sama dengan sentrifugasi lumpur. Pengeringan minyak Dalam proses pengeringan minyak. h. g. Prinsip yang digunakan adalah dengan memisahkan bahan berdasarkan berat jenis masingmasing bahan.

Pengerinagn dan pemisahan inti sawit Setelah dipisahkan dari serabut. Setelah terpisah dari tempurungnya inti sawit selanjutnya dicuci sampai bersih. pengambilan sampel. .. Serabut selanjutnya di bawa ke boiler. sedangkan biji disalurkan ke dalam nit cleaning atau polishing drum . Proses pengeringan dilakukan dalam suhu di atas 90oC. Proses pengeringan menyebabkan inti sawit menyusut sehingga mudah untuk dipisahkan. selanjutya biji dikeringkan dalam silo dengan suhu 56 oC selama 12-16 jam. Proses slanjutnya inti dikeringkan sehingga kadar airnya tinggal 7. Pemisahan biji dengan Serabut (Depeicarping) Ampas buah yang masih mengandung serabut dan biji diaduk dan dipananskan sampai keduanya terpisah. dan cara pengemasan.5%. Tujuannya agar biji bersih dan seragam. Selanjutnya dilakukan pemisahan secara pneumatic. Kadar air biji diturunkan sampai 16%. car pengujian. Standar Produksi Standar produksi ini meliputi : klasifikasi dan standar mutu. Untuk memisahkan inti sawit dari tempurungnya digunakan alat hydrocyclone separator. 7.6.

dan 5%. Hitung jumlah tetes NaOH 50% / ml untuk setiap pengaturan Ph larutan gambir.HUBUNGAN PH DENGAN WARNA a) Bahan yang digunakan : y y Larutan gambir 5% / ml. 10%. 8 . NaOH 50%. 9. 9 . 2. 7.5. 10%. b) Alat yang digunakan : Ph meter c) Metode ( prosedur kerja ) : y y Buat larutan gambir 5%. Metode ( prosedur ) : y Buat larutan NaOH berbeda konsentrasi. Buat persamaan regresi dan hitung r. 15%.1 LARUTAN ELEKTROLIT 1. alat yang digunakan : y y pH meter Voltase 3.BAB II BAHAN DAN METODE 3. yaitu larutan 20%. 8. Buat hubungan antara Ph dan konsentrasi NaOH serta hubungan antara voltase dengan konsentrasi NaOH.2. 3.5 .5 . 15%. Bahan : Larutan NaOH dengan konsentrasi 20% . . dan 5%. y y y Atur pH dan voltase masing ± masing konsentrasi larutan NaOH. hitung Ph awal larutan. yaitu ph 7 .

2.5 . paraformadehid .WAKTU GELATINISASI a. 9. 800 . 8 . Cari penyebab perubahan warna yang terjadi. 3.5 . 10. y y Cari komponen kimia gambir. kemudian amati waktu y Buat hubungan antara pH dengan waktu gelatinisasi. Prosedur kerja 1. Pengaruh ph terhadap waktu gelatinisasi y y y y Buat larutan ganbir 45 % Atur ph menjadi 7. kemudian amati waktu gelatinisasi pada suhu yang berbeda. Bahan gambir b. 1000 C.5 . y Buat hubungan antara suhu dengan waktu gelatinisasi. 600 . Pengaruh suhu terhadap waktu gelatinisasi y y Buat larutan gambir 45 % dan atur ph sampai 9. Tambahkan paraformal dehid. 9 . 8. Tambahkan gelatinisasi. Alat Ph meter c. yaitu 400 . Amati kelarutan gambir. .3.y Lihat perubahan warna yang terjadi dan beri tanda ( + ) sesuai dengan kekuatan warna.

Lakukan sebanyak 3 kali. dengan bola jatuh y y y y y Susun alat sebagaimana mestinya. Ukur jari ± jari dan massa jenis bola jatuh. 50 %. Tentukan massa jenis dari zat alir. Ambil masing 50 ml larutan air. Ulangi beberapa kali untuk memperoleh v.4 PENGUKURAN VISKOSITAS LARUTAN a. Setelah kira ± kira 5 cm diatas permukaan zat alir dalam tabung. 2. Tekanlah tombol stopwch. . bahan y y y Kelereng minyak jelantah minyak murni b. 100 %. gliserol 10 %. alat viskometer c. Pakai rumus diatas untuk menghitung kekentalan zat alir setiap harga v yang diperoleh. Catat waktu jatuhnya dan ukur jarak yang ditempuh bola sejak awal penekanan tombol stopwatch sampai dasr tabung. lakukan 5 x pengujian. Tentukan masing ± masing waktu alir zat cair.3.prosedur kerja 1. y y y Tentukan v dari langkah diatas. dengan viscometer y y y Susun alat viscometer sebagaimana mestinya. 25 %. Jatuhkan bola jatuh pelan ± pelan diatas permukaan zat alir dalam tabung.

5. ukur 50 ml air dengan gelas ukur. y Tepat pada menit keempat. masukkan air panas yang suhunya telah diketahui ( 35 ± 450 C ).3. alat y y y y y calorimeter termometer gelas piala gelas ukur pembakar gas c. . y Catat suhu air dalam calorimeter tiap 30 detik dengan tak lupa mengaduknya sampai menit ke 8. bahan air b. aduk dan catat suku air dalam calorimeter setiap 30 detik hingga menit ke empat. Sebanyak 50 ml.TETAPAN KALORIMETER a.prosedur kerja y y pasang alat seperti terlihat pada gambar . y Buat hubungan kurva antara waktu dengan suhu. Masukkan air kedalam calorimeter.

6 TITRASI ASAM BASA a. 0. 50 % b.prosedur kerja y Celupkan elektroda ± elektroda ( yang telah dicuci air suling ) kedalam 25 ml. y Tambahkan 5 ml sampai NaOH 0. Alat y y Erlenmeyer stpwach . bahan y y y larutan elektroda air suling NaOH.1 M pH akan berubah secara cepat. 25 %.1 M dengan memakai buret dan ukurlah pH pada setiap penambahan NaOH 0. b.3. 3.1 M HCL. alat y y y y y ph meter pipet 25 ml gelas piala buret pengaduk gelas c. Jangan mengaduk setiap kali penambahan. Bahan y y larutan aquades larutan garam 10 %.7 KENAIKAN TITIK DIDIH a. Ukurlah ph larutan.

25 %. Alat Drum/kaleng c. 3.8 KONDUKTIFITAS a. y y Diamkan selama 10 menit larutan. b. Bahan Cangkang kelapa sawit b. Hitung perubahan voltase larutan berdasarkan voltase air tidak terikat. air 25 ml. alat multitester c.Prosedur Kerja y y y Siapakan Erlenmeyer 250 ml masing ± masing 4 buah.c. 3.9 BLANCHING (PEMURNIAN MINYAK) a. Bahan Gypsum ( CuSO4 ½ H2O ) 50 gr. . Panaskan larutan tersebut laulu hitung waktu didih dan suhu didih larutan. Isi Erlenmeyer dengan larutan aquades. hitung voltase air. 50 %. larutan garm 10 % . Prosedur Kerja y Cangkang kelapa sawit yang sudah kering dimasukkan kedalam drum/kaleng yang telah dibuang tutup bagian atasnya dan diberi lubang sebanyak 4 buah dengan jarak yang sama pada tutup bagian bawahnya. campur larutan tersebut secara cepat ( 2 menit ) hitung segera volt dengan multitester. Siapkan gypsum 50 gr dan air 25 ml. hitung voltnya kembali. Prosedur kerja y y Sediakan multitester.

y Ukuran lubang harus cukup besar agar memungkinkan udara masuk y y Drum ditempatkan pada 2 pipa di atas tanah dan dibakar Selama api menyala ditambahkan cangkang kelapa sawit sedikit demi sedikit sampai setinggi permukaan kaleng y y Penambahan dilakukan dengan api menyala kecil Selain itu drum/kaleng ditutup dengan pelepah pisang/karung basah dan dilapisi dengan penutup dari logam yang ditutup rapat y Biarkan sampai menjadi dingin selama semalam .

01 b 4 = 4 + 4.01 b 3 = 3b b=1 substitusi b = 1 = a + 7.01 = 11.93 b.01 = 11.25 20% : 11.01 nilai r untuk masing 5% : 11.01 = 11. a = 7.37 11.1 LARUTAN ELEKTROLIT a.01.92 15% : 11.93 ± 0.01 + x sehingga r = y ± 0.01 (b). Pembahasan y Persamaan Regresi Y = a + bx pH standar = 4 ± 7 pH buffer = 4.2 ml -295.01 ± 7.01 maka y = a + bx y = 0.37 ± 0.26 11.6 ml pH NaOH 11.01 ± 7 konsentrasi : a = 0.36. Hasil Konsentrasi NaOH 20 % 15% 5% Voltase NaOH -272.26 ± 0.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. . 9 ml -275. y Hitung r y = a + bx 7 = a + 7.

Grafik hubugan antara pH dengan konsentrasi NaOh . Sedangkan hubungan antara konsentrasi NaOH dengan voltase adalah berbanding terbalik dimana semakin tinggi konsentrasi NaOH maka jumlah voltase yang dihasilkan semakin rendah begitu juga sebaliknya semakin rendah konsenyrasi NaOH maka jumlah voltase yang dihasilkan semakin tinggi.x=r Hubungan antara PH dengan konsentrasi NaOH adalah semakintinggi ph maka jumlah konsentrasi NaOH juga semakin tinggi. begitu juga sebaliknya semakin kecil konsentrasi NaOH maka ph yang dihasilkan juga semakin rendah.

01 ± 0.1 =4 .4.9 pH = 4.1 = 4.1 = 6. pembahasan komponen kimia gambir : y y y y y y y y Catchin Asam catech tannat Guerstein Floursein Abu Asam lemak Lilin Alkaloid pH = 7 r = y ± 0.2 HUBUNGAN PH DENGAN WARNA a.1 = 7 ± 0.01 r = y ± 0. hasil Pengamatan 5 gr Gambir + 100 ml air Gambir + 6 tetes NaOH Gambir + 18 tetes NaOH Gambir + 49 tetes NaOH pH 4 7 8 9 Warna Coklat muda Coklat tua Coklat tua Coklat kehitaman b.

Perubahan warna ini terjadi karena penambahan konsentrasi NaOH yang kemudian akan terlihat kedalam pengukuran pH dan prubahan warnanya. pada akhir tetea tersebut terjadi perubahan warna menjadi coklat (+). pada awalnya gambir sebanyak 5 gr ditambah dengan 100 ml air memiliki pH awal yaitu 4. coklat tua (++). dan 49. Kemudian setelah penetesan NaOH 50% / ml kedalam larutan gambir terjadi perubahan warna dan pH-nya naik. semakin besar perubahan warnanya. 8.Pada praktikum hubungan pH dengan warna. . Semakin tinggi nilai pH. Setelah tetes ke 6. dan yang terakhir coklat kehitaman (+++).

larutan kental Waktu gelatinisasi = 1. larutan lebih kental Waktu gelatinisasi = 1.3 WAKTU GELATINISASI a. hasil y Pengaruh pH terhadap wktu gelatinisasi pH awal  = 6. larutan sangat kental Waktu gelatinisasi = 2.40 Untuk mencapai pH 8 + 44 tetes NaOH Larutan tidak terlalu kental Waktu gelatinisasi = 20.72 detik y Pengaruh suhu terhadap waktu gelatinisasi    Suhu 40OC.06 menit Grafik hubungan antara suhu dengan waktu gelatinisasi .30 menit Suhu 60OC.4.16 detik  Untuk mencapai pH 9 + 96 tetes NaOH Larutan kental Waktu gelatinisasi = 16.45 menit Suhu 80OC.03 detik  Untuk mencapai pH 10 + 300 tetes NaOH Larutan sangat kental Waktu gelatinisasi = 13.

dan setelah ditambahkan 96 tetes NaOH larutan menjadi ambah kental dari sbelumnya. Pencapaian pH 10 pada penambahan NaOH sebanyak 300 tetes. waktu gelatinisai semakin lama.Grafik hubungan antara pH dengan waktu gelatinisasi b. Sedangkan semakin tingi suhu. Pengaruh pH terhadap waktu gelatinisasi sangat berpengaruh terhadap larutannya. semakin tinggi pH. . waktu gelatinisasi semakin singkat. pembahasan pada uji praktikum waktu gelatinisasi. larutannya tidak terlalu kental. Pada pencapaian pH 8 + 44 tetes NaOH. dan larutan sagat kental.

minyak jelantah dan minyak murni m tabung berat tabung + air m air = (119.04 25.4.31 gr = 119.32 0.0 7.24 gr y berat tabung dan minyak jelantah m minyak jelantah = 114.31 = 44.51 gr .69 25.51 ± 70.5 1.45 0.4 7.14 y y y y y r kelereng h air.21 24.86 26.6 Minyak murni 25.54 0.72 Minyak jelantah 24.8 8.29 gr = 114.24 ± 70.22 Minyak murni 1.4 7. hasil y Dengan bola jatuh Waktu jatuh kelereng ( detik) Percobaan 1 2 3 4 5 Air 0.69 0.96 Minyak jelantah 1 0.28 25.310 = 48.2 1.1 cm = 70.2 y Dengan Viskositas Waktu jatuh kelereng (detik) Percobaan Air 1 2 3 4 5 7.04 26.79 26.4 PENGUKURAN VISKOSITAS LARUTAN a.8 1 1.96 25.8 cm = 13.93 gr = 0.41 1 1 0.

14 (0.64 gr berat kelereng pada air = 4.y y y berat tabung dan minyak murni = 115.15 gr untuk air = m v air = = m kaleng v kelereng 48.98 gr/ml = 4.73 gr berat kelereng pada minyak murni dan minyak jelantah = 5.226 gr/ml 4/3.75 = 2.93 50 percobaan 1 dengan bola jatuh ( t = 0.95 ± 70.95 gr m minyak murni = 115.3.8)3     percobaan dengan viscometer    untuk minyak       .31 = 45.69 detik) = 0.

atau penolakan terhadap penuangan.5 detik)  untuk minyak jelantah              b. pembahasan Viskositas adalah sebuah ukuran penolakan sebuah fluida terhadap perubahan bentuk di bawah tekanan shear.884 untuk sawit dan jelantah serta 0. kecepatan gravitasi dan jenis komponen zat. sedangkan minyak sayur memiliki viskositas tinggi (Anonim. Dengan melihat literatur diatas dan ditunjang oleh perhitungan maka dapat diketahui bahwa berat jenis minyak sawit dan minyak jelantah lebih kecil dibandingkan berat jenis air yaitu 0. . 2008). Viskositas menggambarkan penolakan dalam fluida kepada aliran dan dapat dipikir sebagai sebuah cara untuk mengukur gesekan fluida. Faktor yang menyebabkan lambatnya proses pengosongan cairan dalam viskometer dan jatuhnya bola kedasar gelas ukur adalah rapat atau tidaknya komponen suatu larutan.91 dan 0. Air memiliki viskositas rendah.98 untuk air. Zat yang memiliki kerapatan tinggi (viskositas tinggi) akan memerlukan wak tu yang lama dalam proses pengosongan cairan dalam viskometer dan menyebabkan bola jatuh lebih lambat ke dasar gelas ukur. Berat jenis dapat digunakan untuk menentukan kerapatan dari suatu zat. Biasanya diterima sebagai "kekentalan".        percobaan I dengan bola jatuh ( t=1.

Dari perhitungan.Selain itu.5 2.0 5.5 27 27 27.0 3. 0.0 2.513 poise dan 0.5 5.545 poise.18J/g/oC .5 4.0 Suhu (oC) 37 36. maka didapatkan viskositas minyak jelantah.5 7.5 37 37 36.768 poise.5 TETAPAM KALORIMETER a.5 1.0 7. lambatnya bola jatuh kedasar gelas ukur juga disebabkan karena bola yang digunakan dalam praktikum secara berulang ± ulang berat nya telah bertambah karena bola tersebut tidak dibersihkan setiap melakukan pengulangan. sawit dan air secara berurutan adalah 0.0 Suhu (oC) 27 27 27. Viskositas suatu cairan murni atau larutan merupakan indeks hambatan alir cairan.0 1. hasil Waktu (menit) 0 0.5 36 36 36 Suhu air panas awal = 45oC Perubahan suhu ( T) Suhu pencampuran air panas dengan air dingin = 37oC Kapasitas panas air = 4.5 8.5 27 28 28 Waktu (menit) 4. Viskositas dapat diukur dengan mengukur laju aliran cairan yang melalui tabung berbentuk silinder 4.0 6.5 6.5 3.

energi panas yang diserap air dingin = ¨T x kapasitas panas air x berat air dingin = (28 ± 27) x 4.18 J/g/ oC x 50 ml = 209 J 2. didapatkan pada suhu air panas awal adalah 45oC. . 1463 J dan 146. energi panas yang dilepaskan oleh air panas = ¨T x kapasitas panas air x berat air dingin = (45 ± 37oC) x 4. pada perhitungan energi panas yang diserap oleh air dingin.y perhitungan 1. energi panas yang dilepaskan oleh air panas. Sedangkan kapasitas panas air 4. jumlah panas yang hilang dari satu benda harus setara dengan jumlah benda lainnya.18 J/g/oC. 1672 J. Ketika aliran panas terjadi antara dua benda yang terisolasi dari lingkungannya. Kalorimeter berarti ³mengukur panas´.3 J b. energi panas yang diserap kalori untuk setiap kenaikan suhu 1oC = energi panas yang diserap kalori meter ¨T (pencampuran ± suhu air dingin) = 1463 J (37 ± 27) = 146. dan energi panas yang diserap kalori untuk setiap kenaikan suhu 1 oC didapatkan hasil yaitu sebesar 207 J.3 J. Pada hasil praktikum ketetapan kalori meter. pembahasan Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat dalam suatu perubahan atau reaksi kimia. energi panas yang diserap oleh kalorimeter = panas yang diserap oleh air panas ± panas yang diserap air dingin = 1672 J ± 209 J = 1463 J 4. energi yang diserap oleh kalorimeter.18 J/g/oC x 50 ml = 1672 J 3.

Hasil pH awal = 6.0 ( seharusnya naik) y Grafik hubungan antara pH dengan konsentrasi y Grafik hubungan voltasse dengan konsentrasi b. titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi . pH = 7.4.6 TITRASI ASAM BASA a. sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa.0 penambahan II 20 ml NaOH. pH = 7.8 penambahan I 10 ml NaOH. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi. Pembahasan Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya.

Selanjutnya pada penambahan 20 ml NaOH besar pH yang diperoleh sama dengan penambahan 10 ml NaOH. Hasil % gram 6 10 25 50 Suhu (oC) 95 99 100 103 waktu 9:53:16 4:54:19 4:12 5:18 Pemanasan dilakukan dengan menggunakan kompor listrik. pada awalnya mempunyai pH sebesar 6.7 KENAIKAN TITIK DIDIH a. 4. dengan daya (p) = 600 W . Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai ³titrant´ dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan. Seharusnya pada penambahan 20 ml NaOH didapatkan pH besar daripada penambahan I. Setelah dilakukan penambahan 10 ml NaOH pH menjadi 7. (disini hanya dibahas tentang titrasi asam basa).0. Hal ini disebabkan karena kurang teliti dan berhati ± hati dalam mengerjakan praktikum.8. sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai ³titer´ dan biasanya diletakkan di dalam ³buret´. titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya.reduksi oksidasi. Pada hasil pengamatan titrasi asam basa.

Pembahasan Perubahan voltase larutan berdasarkan voltase air terikat adalah jika larutan gypsum yang telah dicampurkan dengan air 25 ml selama 2 menit volt menjadi naik. Praktikum yang melakukan pengujian konduktifitas pada tiap kelompok mendapatkan hasil yang berbeda. sehingga kecepatan penguapan berkurang (Anonim. Pembahasan Dari praktikum yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi larutan garam maka semakin tinggi kenaikan titik didih.8 KONDUKTIFITAS a. Hasil Kelompok I & IV Air 1.2 V 1.5 V 6V 10 menit 1V 4V 1V II & IV III & V b.b. Sifat khas dari peristiwa berikut : Penurunan tekanan uap Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya. 2008). Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut.5 V 4. Pada hasil yang didapatkan semakin tinggi konsentrasi. 4.7 V Gipsun+air 4. Dari praktikum yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu pendiaman gipsum yang dicampur air maka tipa .7 V 1. Dan setelah didiamkan selama 10 menit voltase menjadi turun. namun berbanding terbalik dengan waktu yang digunakan untuk mencapai titik didih. maka tinggi suhu dan waktu semakin cepat.

warna sebelum dan sesudah penyaringan tidak jauh berbeda. yaitu berwarna coklat teh.5 ml Warna awal dan setelah pemurnian sama. b. Tapi hasil dari penyarinagn minyak jelantah. sebelum dilakukan pemurnian pada minyak didapatkan volume sebesar 50 ml.9 BLANCHING a. Hal ini disebabkab sisa ± sisa dari hasil penggorengan yang telah disaring. Hasil Volume sebelum pemurnian : 50 ml Volume setelah pemurnian : 18. dengan cara penyaringan dengan menggunakan kertas saring. yaitu berwarna coklat teh. 4. setelah dilakukan pemurnian. Pembahahan Dalam melakukan pemurnian/menjernihan pada minyak jelantah. .5 ml. maka volumenya berkurang menjadi 18. perbedaannya sangat jauh sekali.didapatkan voltase/konduktivitasnya semakin rendah. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya air bebas yang terdapat dalam campuran gipsum tersebut.

. Air memiliki viskositas rendah. sedangkan minyak sayur memiliki viskositas tinggi. Selain teliti dalam hal waktu dan menghitung besarnya perubahan suhu.2 SARAN Disarankan untuk praktikan dalam pengerjaannya diperhatikan suhu dan waktu dengan sangat teliti karena hal yang sedikkit ini sangat menentukan dari besarnya kapasitas panas dan besarnya perubahan suhu begitu juga dalam pemabndinagnnya dengan literature yang telah ada.1 KESIMPULAN Dari praktikum Kimia Fisika Koloid pada Objek Termodinamika ini maka praktikan dapat mangambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : j Viskositas menggambarkan penolakan dalam fluida kepada aliran dan dapat dipikir sebagai sebuah cara untuk mengukur gesekan fluida. j Dari praktikum yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu pendiaman gipsum yang dicampur air maka didapatkan voltase/konduktivitasnya semakin rendah. diperhatiakan juga keberlanjutandari proses pengadukan yang mana pada tahap ini juga sangat mempengaruhi dari besarnya perubahan suhu yang dilihat dan berakibat sampai jumlah energy panas yang diserap. j Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. j Adanya penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murni. 5.

zat A dan zat terlarut yang bersifat non volatif B. Energy yang diterima oleh air dingin tidak sama dengan energy yang dilepaskan oleh air panas karena energy panas yang dilepaskan oleh air panas tidak hanya diserap oleh air dingin saja tetapi juga diserap oleh calorimeter. Sifat khusus dari peristiwa ± peristiwa : y Penurunan tekanan uap Perhatikan suatu larutan yang terdiri dari pelarut A. Objek VI a. y Kenaikan titik didih Pelarut murni akan mendidih bila tekanan uap jenuh pada permukaan cairan sama dengan tekanan udara luar. misalnya saja urea dalam air. . Maka dapat diharapkan akan terjadi peningkatan titik didih apabila kedalam pelarut murni dimasukkan zar terlalur non volatif tadi. campuran demikian. Sehingga berlaku persamaan : Q lepas = Q air dingin + Q calorimeter b. tekanan udara luar yang dimaksud adalah tekanan atsmosfir /750 mmHg karena zat terlarut non volatif mengulangi tekanan uap. Dengan penambahan sedikit zat non volatif kedalam air mempengaruhi tekanan uap air. Untuk menghitung kapasitas panas calorimeter kita dapat melakukannya dengan melakukan perhitungan menggunakan rumus perbandingan antara kapasitas panas yang diserap oleh calorimeter dengan perubahan suhu. Objek XI a. sesuai dengan rumus :        2. y Penurunan titik beku Penurunan titik beku sebanding dengan konsentrasi zat terlarut (molalitas) selain peralatan yang digunakan lebih sederhana. Tekanan uap zat terlarut dapat diabaikan karena sangat kecil. thermometer. Untuk system terbuka. dan pengaduknya.JAWABAN PERTANYAAN 1. Setelah itu kita juga dapat menggunakan harga air calorimeter.

sebagai contoh larutan garam yang didiamkan selama 10 menit.y nilai penurunan titik beku biasanya lebih besar sehingga pengukuran lebih mudah dan lebih cepat. b. Hal ini terjadi karna air bebaas pada saat gypsum di biarkan 2 menit lebih lama pada saat setelah 10 menit karema air bebas untuk mengkristalisasi gipsum . Tekanan osmosis suatu tekanan didefenisikan sebagai tekanan yang harus dikenanakan pada larutan untuk mencegah mengakirnya molekul pelarut murni apabila larutan pelarut dipisahkan oelh membrane semi permiabel. Tekanan osmosis Osmosis adlah suatu proses spontan dimana pelarut dari suatu larutan (bisa juga disebut pelarut murni). 3. Semakin besar konduktifitas. Titik didih Adalah suatu titik di mana pelarut murni mendidih dengan tekanan uap jenuh pada permukaan cairan sama dengan tekanan udara luar (760mmHg). Objek XII Berdasarkan gerak hubungan antara waktu dan voltase pada hasil pengamatan maka dapat dismpulkan bahwa besarnya konduktifitas sebanding atau berbanding lurus dengan jumlah air bebas. mengalir melalui membrane semi permiabel ke dalam larutan lain yang elbih pekat sampai kedua larutan tidak sama konsentrasinya.

1059 ± 1070 Massey. http: // free. (http://id. B S. 2008. 1983. G.vlsm. Praweda/Kimia. Fuel Processing Technology. Jakarta: PT Gramedia. Termokomia. fifth edition. 86. 1993.DAFTAR PUSTAKA Anonym.wikipedia.2000 (http://id.wikipedia.2008).2008).org/Pendamping/Praweda/Kimia/.org/wiki/Titik_didih. 2005 Dependence of Biodiesel Fuel Properties on the Structure of Fatty Acid Alkyl Esters. org/ Pendamping/ Bird. ISBN 0-442-30552-4 . Mechanics of Fluids. Knothe. Kimia Fisik Untuk Universitas. vlsm. http://free. Tony.org/wiki/Konduktivitas_listrik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful