BUKU KERJA GURU SMK NEGERI 42 JAKARTA

2009/2010

User Microso 2007/2008 ft Corporation

NURHALIM, S.Kom NIP. 470064302

Ketapang Rt. kreatif.Tangerang Telp. GOLONGAN DARAH :O . Kamal Raya. 021-6190365 Fax. terampil. Cengkareng Jakarta Barat 11730 Telp. MM.BIODATA VISI Menghasilkan tamatan yang bertaqwa berahlak mulia dan 1. Meningkatkan mutu dan relevansi program pendidikan 6. 12 Nopember 63 4. NOMOR KTP/SIM : 8.13 Cipondoh . berjiwa wiraswasta dan memiliki daya kompetisi global MISI 1. S. Wahidin Ganef. AGAMA : Islam berbudi pekerti luhur. 3. Meningkatkan pemerataan dan kesempatan pendidikan . professional. Meningkatkan penguasaan Bahasa Inggris 7. meningkatkan kwalitas manajemen pendidikan . ALAMAT RUMAH : Jl. 021-5441053 5. Meningkatkan kerja sama SMK dengan Dunia Usaha / Industri dan Asosiasi Profesi 5. 2.Kom Drs. NAMA : NURHALIM. Meningkatkan pembinaaan ahlak penyelenggara dan masyarakat sekolah 4. NIP : 470064302 131 791 307 3. Meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan tenaga kependidikan 8.003/05 No. 08568100642 6. Meningkatkan kwantitas dan kwalitas sarana prasarana pendidikan 9. Meningkatkan pembinaan kesiswaan dan ektrakulikuler 7. TEMPAT/TGL LAHIR : Tangerang/18-021978Jakarta. 2. ALAMAT SEKOLAH : Jl.

Tujuan Prosedur ini disusun untuk menguraikan perencanaan.5 % lulusan bersertifikat kompetensi standar Nasional dan Internasional 6. pelaksanaan.2. serta standar lain yang diakui secara nasional maupun internasional dengan berdasarkan kepada profesionalisme. Perkantoran 400 4. dan pengendalian proses pendidikan dan pelatihan di SMK Negeri 42 Jakarta 2. Mengembangkan budi daya kewirausahaan dilingkungan SMK TUJUAN JANGKA PANJANG Mengupayakan seluruh lulusan terserap oleh dunia usaha dan industri KEBIJAKAN MUTU (PM-ISO-D) SMK Negeri 42 Jakarta senantiasa berupaya untuk memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan yang memuaskan pelanggan. 4. Republik Indonesia No.50 Lulusan mencapai nilai rata-rata Matematika 7. Devinisi KBM dengan kurikulum SMK 2004 adalah proses pendidikan dan pelatihan yang berpatokan pada kurikulum SMK 2004 KBM dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah proses pendidikan dan pelatihan yang berpatokan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan .3. Manajemen SMK Negeri 42 Jakarta bertekad untuk mencapai tujuan tersebut dengan melibatkan seluruh jajaran dan tingkatan organisasi sekolah melalui penerapan system manajemen mutu ISO 9001:2000. Minimal 12. Terwujud satu tambahan MOU dengan DU/DI dari 2 menjadi 3 PROSES KBM (SOP-ISO-08) 1.4. Minimal 50 % lulusan terserap di DU/DI 7. Untuk iti manajemen SMK Negeri 42 Jakarta menetapkan kebijakan mutu sebagai berikut :  Meningkatkan kepuasan pelanggan/customer satisfaction  Meningkatkan kualitas sumber daya  Meningkatkan system manajemen mutu 1. Ruang lingkup Prosedur ini berlaku untuk setiap bentuk kegiatan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan diseluruh program keahlian SMK Negeri 42 Jakarta 3. 3. dengan mengacu kepada UU. Akuntansi 500 4.1. tepat waktu dan tepat guna. Adm. Broadcasting 400 5. Perbaikan terus menerus akan dilaksanakan untuk mencapai pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan yang bermutu tinggi. SASARAN DAN TARGET MUTU SMK NEGERI 42 JAKARTA TAHUN 2006 / 2007 (PM-ISO-E) Lulusan mencapai nilai rata-rata Bahasa Indonesia 7. Penjualan 400 4.50 Lulusan mencapai nilai rata-rata Bahasa Inggris 7. 20/2003 tentang system pendidikan nasional.10.50 Minimal 50 % Tamatan memperoleh scor TOEIC : 4. 2.

Work sheet (LKS).Paket Kompetensi adalah pengelompokan kompetensi (adaptif. lengkap dengan guru pengajar dan ruang yang digunakan  Kepala sekolah mengesahkan kalender pndidikan dan jadual KBM Wakil kepala sekolah bidang kurikulum berkoordinasi dengan bidang sarana dan prasarana. diterbitkan setiap akhir semester oleh sekolah atau kapanpun orang tua siswa / sekolah menginginkannya Ledger adalah kumpulan pencapaian kopetensi siswa kelompok / rombongan belajar Skill Pasport Adalah buku yang berisi daftar kompetensi yang akan diparaf dan distempel setiap siswa telah lulus/menyelesaikan satu kompetensi Transkip Nilai adalah kartu yang berisi daftar kompetensi yang diterbitkan oleh sekolah setelah siswa menyelesaikan seluruh paket kompetensi Verifikasi Internal Pengujian kompetensi secara acak atas kelompok siswa yang dinyatakan telah menyelesaikan satu kompetensi oleh guru lain Verifikasi Eksternal pengujian secara acak atas kelompok siswa yang telah dinyatakan menyelesaikan satu kompetensi bila sample lolos maka kelompok siswa lainnya memperoleh pengakuan kompeten 4. II dan III berdasarkan masing-masing program keahlian yang dipelajari siswa selama belajar di SMK Negeri 42 Jakarta Test Teori adalah pengujian yang dilaksanakan setelah siswa memahami materi teori dari satu sub kompetensi Remedial adalah perbaikan terhadap sub kompetensi dan kompetensi yang belum dikuasai dalam bentuk KBM ulang atau tidak. Job Sheet. Prosedur Perencanaan proses diklat : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum membuat :  Kalender Pendidikan  Jadual kegiatan kegiatan belajar mengajar. yang dilanjutkan dengan tes ulang khusus hanya pada poin-poin yang gagal/belum lulus Test Praktik PAN (Penilaian Acuan Norma) adalah pendekatan penilaian yang digunakan untuk program normative dan sebagian adaptif PAP (Penilaian Acuan Patokan) adalah pendekatan penilaian yang digunakan untuk program produktif dan sebagian adaptif Uji Kompetensi adalah pengujian yang dilaksanakan oleh assessor setelah peserta didik menyelesaikan seluruh/satu kompetensi dari suatu mata diklat US adalah Ujian komprehensif terhadap kompetensi normativeadaptif yang dilaksanakan serentak dalan satu pecan terjadual untuk menentukan keberhasilan siswa menyelesaikan seluruh diklat Adaptif dan Normatif UN adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah Kartu Hasil Studi (KHS) adalah kartu yang berisi daftar kompetensi yang telah dicapai/lulus. Manual Book. Job Sheet. Ketua Program Keahlian menyiapkan seluruh sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan proses diklat disetujui oleh Kepala sekolah Ketua Program Keahlian menyusun :  Pemetaan kompetensi dan sub kompetensi untuk tiap bulan  Rekapitulasi kompetensi yang diajarkan pada tiap tahun  Daftar nama guru yang mengajar kompetensi pada tiap tahun Guru mempersiapkan. . Pelaksanaan Proses Diklat :  Guru program diklat memfasilitasi proses belajar dengan menggunakan SAP. LKS. Manual Book. merevisi (bila diperlukan) :  Program semester dan tahunan  Satuan Acara Pemelajaran (SAP)  Modul. Hand Out. Modul. normative dan produktif) tahun I. menyusun/membuat.

Urutan proses pembelajaran disekolah  Guru memberikan gambaran umum. adalah pengujian untuk mengukur pemahaman siswa terhadap dasar teori/aspek pengetahuan sub kompetensi setelah siswa membaca modul dan memperoleh penjelasan tambahan dari guru  Test Praktk adalah pengujian untuk mengukur penguasaan sub kompetensi pada aspek ketrampilan dan sikap setelah siswa melalui tahapan latihan praktik  Uji Kompetensi adalah pengujian oleh assessor untuk mengesahkan “pengakuan Kompeten” yang telah diberikan oleh guru pengajar  Ujian sekolah  Ujian Nasional Pengolahan Nilai  Guru menginput nilai yang telah memperoleh pengesahan dari penjamin mutu/assessor ke dalam program nilai Pelaporan hasil belajar  Guru pembimbing/wali kelas mencetak print out Kartu Hasil Studi Siswa untuk dibagikan kepada siswa/orang tua siswa setiap akhir semester  Waka. ruang yang digunakan. absensi kelas serta format-format penilaian  kepala Sekolah melakukan pemantauan/ pengamatan persiapan dan pelaksanaan KBM dalam rangka supervise KBM  Sistem komputerisasi data nilai Ketidaksesuaian . jumlah jam mengajar  Setiap guru memperoleh kelengkapan administrasi KBM antara lain kurikulum. format program mengajar. Kurikulum mencetak print out data nilai atau arsip dan penulisan ledger Pengendalian Proses Diklat :  Setiap guru memperoleh surat tugas mengajar yang berisikan hari mengajar.Hand Out serta alat Bantu lainnya sesuai jadual yang telah ditetapkan. tujuan serta tahapan penguasaan materi yang akan dilalui siswa  Siswa membaca/memahami modul  Guru menjelaskan bagian-bagian materi teori yang kurang/tidak dipahami siswa  Siswa melaksanakan latihan/menjawab pertanyaan atas materi teori yang telah dibaca dan dipahaminya  Siswa melaksanakan test teori Bila siswa mampu memperoleh nilai 80 siswa dapat melanjutkan ketahapan praktek namun bila belum tercapai siswa harus melaksanakan tahapan remedial dan kembali melaksanakan test dengan focus kepada pertanyaan/soal yang sebelumnya dijawab tidak benar  Siswa membaca/memahami job sheet/ manual book  Guru memberi pengarahan tentang langkah-langkah. sikap kerja keselamatan kerja serta mendemonstrasikan pelaksanaan pekerjaan  Siswa melaksanakan praktik dibimbing oleh guru  Siswa melaksanakan praktik secara mandiri  Siswa melaksanakan test praktik Proses Belajar di Industri  Siswa mengikuti orientasi  Siswa melaksanakan test teori  Siswa melaksanakan praktik kerja sesuai pengaturan di industri  Siswa melaksanakan uji kompetensi di industri sebelum berakhir praktik kerja Penilaian dan Pengujian  Test Teori. format SAP. mata diklat yang diajar .

Catatan Mutu . peserta didik. meliputi guru. Lampiran Format program mengajar Format SAP/RPP Absen kelas Format-format penilaian 7. Referensi Kurikulum 2004 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) Kurikulum Implementasi dari DU/DI Juknis Dinas Dikmenti DKI Jakarta Tahun 2007/2008 klausal 7. Bila terjadi ketidaksesuaian dalam perencanaan. Kartu hasil studi pelaksanaan dan pengendalian proses diklat yang sifatnya mempengaruhi mutu. materi sarana dan sebagainya maka dilaporkan kepada Wakil kepala Sekolah bidang Kurikulum untuk ditinjau dan ditindaklanjuti.1 ISO 9001 : 2000 6.  Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan sehubungan terjadinya ketidaksesuaian dijelaskan dalam prosedur SOP-ISO-06 Skill pasport Ledger Raport Daftar Nilai Hasil Ujian Nasional (DNHUN) Transkip Nilai 5.

Waka Kesiswaan bertanggung jawab dalam pengawasan tindakan perbaikan dan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya ketidaksesuaian dan pelanggaran tata tertib siswa.1. Untuk meminimalkan kecenderungan perilaku negative yang mungkin dapat terjadi pada siswa SMK Negeri 42 Jakarta.1. sedangkan pelaksanaanya dilakukan oleh petugas yang ditunjuk.1.1. sedangkan pelaksanaanya dilakukan oleh petugas yang ditunjuk Waka Kurikulum bertanggung jawab atas tindakan perbaikan dan pencegahan terhadap kemungkinan .2. dan system manajemen mutu untuk menjamin efektifitas penerapannya di SMK Negeri 42 Jakarta • • 3.persyaratan yang ada dalam dokumen mutu Ketidaksesuaian (KTS) Proses KBM : adalah penyimpangan atau tidak dipenuhinya persyaratan dalam prosedur KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) Ketidaksesuaian (KTS) Proses Tata tertib Siswa : adalah penyimpangan atau tidak dipenuhinya persyaratan dalam Tata Tertib Siswa • • 4. disusun Satuan Acara Pemelajaran (SAP)/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) oleh masing-masing guru 4. Atau pembinaan kerokhanian 4. disusun jadual diklat dan pembagian tugas mengajar 4. Tujuan : untuk memastikan diterapkannya tindakan perbaikandan pencegahan terhadap ketidak sesuaian yang terjadi. sedang pelaksanaanya dilakukan oleh petugas yang ditunjuk 4. WMM bertanggung jawab atas tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya ketidak sesuaian dalam system manajemen mutu.2. Bentuk-bentuk bimbingan yang dilakukan antara lain bimbingan oleh Wali Kelas/Kaprog/BP.2. maka dibuat peta kerawanan kelas 4. maka dilakukan bimbingan dan pembinaan oleh wali kelas dan atau BK 4. Prosedur 4. Apabila dari peta kerawanan kelas ditemukan adanya siswa yang memiliki kecenderungan berperilaku negative. Untuk mencegah ketidaksesuaian pelaksanaan KBM.TINDAKAN PERBAIKAN DAN PENCEGAHAN (SOP-ISO-07) 1. pelaksanaan KBM.2.3. Untuk mencegah ketidaksesuaian materi pembelajaran. ditunjuk guru piket untuk memastikan pelaksanaan KBM harian dalam keadaan terkendali 2. Definisi : Ketidaksesuaian (KTS) Produk : adalah siswa tidak naik di kelas 1 atau 2 atau tidak tamat (lulus) dikelas 3 Ketidaksesuaian (KTS) system : adalah penyimpangan atau tidak dipenuhinya ketentuan atau persyaratan. Tindakan perbaikan dan pencegahan ketidaksesuaian dan pelanggaran tata tertib siswa 4.3.1. terjadinya ketidaksesuaian pelaksanaan KBM. Tindakan perbaikan dan pencegahan ketidaksesuaian dalam proses KBM 4.1. Bentuk tindakan lain sebagai perbaikan dan pencegahan ketidak sesuaian siswa dilakukan bimbingan.1. Untuk melakukan perbaikan dan pencegahan ketidaksesuaian pelaksanaan KBM harian.2. Ruang Lingkup : Prosedur ini berlaku bagi penyebab ketidak sesuaian potensial yang mungkin terjadi pada siswa.2.

4. 4.3.6. 4.4.4. Tindakan perbaikan dan pencegahan ketidaksesuaian system manajemen mutu dilakukan audit internal dan tinjauan manajemen Rekaman hasil tindakan perbaikan dan pencegahan yang dilakukan disimpan dan dipelihara oleh Waka / Kaprog / KTU / BP Tinjauan terhadap tindakan perbaikan dan pencegahan yang telah dilakukan merupakan salah satu bagian dari tinjauan manajemen Tanggung jawab terhadap perbaikan dan pencegahan keefektifan system manajemen mutu terletak pada WMM .5.

Bila nilai yang dicapai tiga siswa mendekati nilai yang telah diberikan oleh guru pengajar maka Form 3 dapat disahkan. Nilai test teori Diisi nilai yang dicapai oleh siswa untuk teori/pengetahuan dengan nilai lulus minimal. Kode Kompetensi Cukup jelas Kompetensi Cukup jelas. …) untuk (normative dan adaptif) sedangkan untuk produktif cukup ditulis dengan produktif saja. 2. setidaknya s. Untuk keseragaman pelaksanaan test teori/praktek wajib menggunakan lembar jawaban yang telah ditentukan dan siswa dapat membelinya di koperasi sekolah . secara acak pada tiga orang siswa dimasing-masing kelas. bila tidak maka pengujian dilakukan ulang trhadap seluruh siswa pada kelas yang bersangkutan. Sub kompetensi 1. setiap guru diharapkan tetap menyimpan arsip Form 2 dan 3. Latihan teori 1 dan 2 Disi dengan chek list (√) sebagai pernyataan bahwa siswa telah melaksanakan dan mengerjakan/menjawab soal latihan 1 dan latihan 2 dengan benar. dst. 3 dst … Diisi dengan nilai masing-masing sub kompetensi yang telah mencapai nilai lulus minimal Nilai Diisi dengan nilai sub kompetensi terendah bila seluruh rangkaian sub kompetensi telah diselesaikan Pengesahan dan assessor / penjamin mutu Dilakukan oleh guru yang ditunjuk. Kode Kompetensi Cukup jelas Kompetensi Cukup jelas. Kurikulum . malalui pengujian ulang dengan menggunakan soal yang sama. Siswa yang gagal diharuskan untuk melaksanakan remedial Catatan : 1. Form 3 yang telah diisi dan ditandatangani lengkap. dst. Nilai test praktek Diisi nilai yang dicapai oleh siswa untuk materi teori/pengetahuan dengan nilai lulus minimal Nilai test praktek remedial Diisi nilai perbaikan (minimal 8) bila saat test praktek sebelumnya tidak mencapai nilai lulus minimal Tanggal Diisi tanggal saat siswa mencapai nilai lulus minimal PROSEDUR PENGGUNAAN FORMAT KURIKULUM 05 (FK : 05) Mata Diklat Diisi nama mata pelajaran (agama. 2. diserahkan kepada Waka. Nilai test teori remedial Diisi nilai perbaikan bila saat test teori belum mencapai nilai minimal 8 Latihan Praktek 1 dan 2 Disi dengan chek list (√) sebagai pernyataan bahwa siswa telah melaksanakan dan mengerjakan/menjawab tugas praktek 1 dan 2 dengan benar.PROSEDUR PENGGUNAAN FORMAT KURIKULUM 04 (FK : 04) Mata Diklat Diisi nama mata pelajaran (agama.d awal tahun ajaran berikutnya.…) untuk (normative dan adaptif) sedangkan untuk produktif cukup ditulis dengan produktif saja.

STRUKTUR ORGANISASI / URAIAN TUGAS (PM-ISO-B) Nama Jabatan Berkoordinasi Dengan Sekolah/Wakasek : Guru : Kepala 6. Sehat jasmani dan rohani 4. Memiliki kompetensi sesuai dengan bidang keahliannya 3. Menyajikan program pengajaran teori dan praktek 3. Melaksanakan administrasi kelas meliputi : a. Melakukan kunjungan kerumah siswa bermasalah (Home Visit) 6. Kalender pendidikan b. Merencanakan program pengajaran teori atau praktek serta memiliki kelengkapan mengajar sebagai berikut : a. Memberikan sanksi kepada siswa yang melanggar tata tertib sekolah 2. Rekap siswa berprestasi dan bermasalah c. Mengadakan pembinaan dan bimbingan terhadap siswa yang diasuhnya 2. Berwawasan luas Nama Jabatan Berkoordinasi Dengan : Wali Kelas : Waka Kurikulum dan Kesiswaan Uraian tugas dan tanggung jawab : 1. Memberikan sanksi kepada siswa yang melanggar tata tertib sekolah 3. Buku agenda kegiatan i. Mngisi data kepribadian siswa pada buku kelas 4. Membina kelas yang menjadi tanggung jawabnya 2. Melaksanakan analisis hasil belajar 5. Program satuan acara pemelajaran f. Buku nilai g. Memotivasi siswa perwaliannya dalam melaksanakan hak dan kewajiban sebagai siswa 3. Melakukan pemanggilan orang tua siswa dalam upaya pemecahan masalah 7. Berijazah minimal S-1 dan memiliki akta IV 2. memiliki etos kerja yang tinggi Uraian tugas dan tanggung jawab : 1. Melaksanakan evaluasi belajar teori dan praktek 4. Program perbaikan dan pengayaan 2. Melaksanakan tugas dan mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikan dan ijasah yang dimiliki. membagi tugas siswa dalam kaitan 7 K Wewenang : 1. Memahami visi dan misi sekolah 5. Mengisi kartu hasil studi 5. Membawahi : Persyaratan : Guru 1. Program tahunan d. Program semester e. Buku daftar hadir peserta didik h. Rekap nilai siswa dalam format kumpulan nilai (Ledger) d. Mengusulkan kepada Kepala Sekolah melalui Waka Kesiswaan untuk mengembalikan siswa yang bermasalah kepada orang tuanya . Penghitungan minggu efektif c. Rekap presensi kehadiran siswa b. Melaksanakan program perbaikan dan pengayaan Wewenang 1. Bertanggung jawab 7.

12. Menindaklanjuti/mengatasi permasalahan yang terjadi pada hari pengawasan 9. 2. 9. Memahami Visi dan Misi Sekolah 4. Mengisi buku berita acara pengawasan harian 6. Guru SMK Negeri 42 Jakarta 2. Memberikan ijin masuk/keluar bagi siswa 3. Memiliki etos kerja yang tinggi 5. 10. 8. Persyaratan : Wali Kelas Guru SMK Negeri 42 Jakarta Berijazah minimal S-1 dan memiliki akta IV Mengajar di SMK Negeri 42 Jakarta minimal 2 tahun Memiliki nilai DP3 minimal baik Sehat jasmani dan rohani Memahami Visi dan Misi sekolah Memiliki etos kerja yang tinggi Bertanggung jawab berjiwa kepemimpinan Berwawasan luas memiliki sikap dan penampilan yang baik mampu menggunakan teknik informasi / computer Membawahi : Peserta didik Nama Jabatan Berkoordinasi Dengan : Piket : Waka Kurikulum dan Kesiswaan Wewenang : Membawahi : Persyaratan : Guru Piket 1. Bertanggung jawab Uraian tugas dan tanggung jawab : 1. Menerima tamu serta mengantar kepada yang berkepentingan 10. Mengadakan control pelaksanaan KBM 4. 7. Merekap Prosentasi Buku Harian 7. 5. Memberi jalan keluar atas kekosongan guru kelas 8. ruang praktek dan laboratorium mengenai kebersihan serta buku presensi dan lain yang dianggap perrlu 5. Mengadakan control pada kelas-kelas. Membunyikan bel pada jam masuk dan pulang serta pergantian jam pelajaran dalam proses KBM sesuai jadwal 2. 6. 4. Sehat Jasmani dan Rohani 3. 3. 11. Bertanggung jawab kepada kepala sekolah melalui Waka Kurikulum .1.

JADUAL MENGAJAR Hari Senin Jam Ke 1-2 3-4 5-6 7-8 Kelas Diklat Kompetensi Profil SDM ABAD 21 (Millenium ke 3) .

Mengelola Kelas 5. Menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 5. Menguasai Bahan Ajar 3.1. Menggunakan Media dan Sumber Belajar 6.Mengenal dan menyelenggarakan Administrasi Pendidikan 11. Mengelola Interaksi Belajar Mengajar 8. Minimal menguasai 2 Bahasa Asing secara Aktif 8. Memiliki Visi tentang Etika perilaku manusia. Mengembangkan Kepribadian 2. Memiliki kematangan emosional 4.Interaksi dengan teman Sejawat dan Masyarakat SEBUAH RENUNGAN (Dorothy Law Nolte) PENDEKATAN 10 Tantangan ABAD 21 Bila anak hidup disalahkan Dia akan belajar mencemoohkan Bila dia hidup dalam permasalahan Dia akan belajar berkelahi Bila dia hidup dalam hinaan Dia akan menjadi penakut Bila dia hidup selalu dipermalukan Dia akan selalu merasa bersalah Bila dia hidup dalam toleransi Dia akan belajar sabar Bila dia hidup dalam dorongan Dia akan belajar percaya diri Bila dia hidup dalam penghargaan Dia akan belajar menghargai dan bersyukur Bila dia hidup dalam keadilan Dia akan belajar adil Bila dia hidup dalam restu Dia akan belajar menyukai dirinya Bila dia hidup diterima dan dalam kesetiakawanan Dia akan menemukan kasih sayang di dunia . Mengelola Program Belajar Mengajar 4. baik sebagai Indifidu maupun Anggota Masyarakat 6. Memiliki Kepribadian yang mantap 3. Memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME 2. Mengembangkan diri sepanjang hayat Speed (Kecepatan) Convinience (Kenyamanan) Quality Controle (Jaminan Mutu) Tecno Age (Teknologi Sebagai Andalan) Age Wave (Gelombang Generasi) Customer Service (Pelayanan Pelanggan) Choice (Pilihan) Value Added (Pertambahan Nilai) Discounting (Kompetisi Harga) Life Style (Gaya Hidup) 12 Kompetensi Dasar Guru 1. Mampu memberikan pelayanan prima 7. Menguasai Landasan Kepribadian 7. Mengenal Fungsi dan Program Pelayanan BP/BK 10.Memahami Prinsip dan Penafsiran Hasil Penelitian 12. Menilai Prestasi peserta Didik 9. Bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan 9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful