REKAYASA GENETIK (TEKNOLOGI DNA

)
Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia. Perkembangan bioteknologi : 1. Era bioteknologi generasi pertama = bioteknologi sederhana. Penggunaan mikroba masih secara tradisional, dalam produksi makanan dan tanaman serta pengawetan makanan. Contoh: pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain. 2. Era bioteknologi generasi kedua. Proses berlangsung dalam keadaan tidak steril. Contoh: a. produksi bahan kimia: aseton, asam sitrat b. pengolahan air limbah c. pembuatan kompos 3. Era bioteknologi generasi ketiga. Proses dalam kondisi steril. Contoh: produksi antibiotik dan hormon 4. Era bioteknologi generasi baru=bioteknologi baru=bioteknologi modern. Contoh : produk insulin, interferon, antibodi monoklonal. Bioteknologi berkembang sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan dan kemajuan yang dicapai dalam bidang biologi molekular telah

melahirkan teknologi rekombinan DNA atau yang dikenal dengan sebutan rekayasa genetik. Bioteknologi dengan menggunakan rekayasa genetik digolongkan dalam bioteknologi modern.

Pengertian Rekayasa Genetik Rekayasa genetik atau DNA rekombinan atau pencangkokan gen adalah suatu kumpulan teknik-teknik eksperimental yang memungkinkan peneliti untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan melipatgandakan suatu fragmen DNA dalam bentuk murninya manipulasi-manipulasi tersebut dilakukan secara in vitro dengan menggunakan material-material biologi. Pada dasarnya rekayasa genetik memanipulasi DNA (asam deoksiribosenuklat). Gen atau pembawa sifat yang bisa diturunkan dalam mahkluk hidup terdiri dari rantai DNA. Rekayasa genetik menyeleksi gen DNA dari suatu organisme ke organisme lainnya. Pada awalnya, perkembangan tersebut hanya antara satu jenis mahkluk hidup, tetapi kini perkembangan sudah sedemikian maju sehingga bisa dimungkinkan untuk memindahkan gen dari satu jenis mahkluk hidup ke mahkluk hidup lainnya yang berbeda jenisnya, sebagai contohnya adalah gen ikan yang hidup di daerah dingin dipindahkan kedalam tomat untuk mengurangi kerusakan akibat dari pembekuan. Saat ini teknologi ³gunting tempel´ gen untuk menciptakan mahkluk sama, bahkan telah mencoba untuk menciptakan bentuk yang belum pernah ada sebelumnya.

dan usaha sekelompok peneliti lainnya. serta Dr. Herbert Boyer dan Dr. Mekanisme seksual pada bakteri ini menyebabkan terbentuknya kombinasi pada gen-gen yang berasal dari dua sel yang berbeda. Robert Helling dari University of California di San Fransisco. yaitu dapat mengenal dan kemudian memotong secara kimiawi tempat-tempat khusus di . Pada awalnya rekayasa genetik dimulai kira-kira pada tahun 1953 melalui penelitian Dr. Konjugasi merupakan perpindahan DNA dari satu sel ke dalam sel bakteri lainnya melalui kontak fisik antara kedua sel. Annie Chang dari Stanford University. USA. Transformasi merupakan pengambilan DNA oleh bakteri dari lingkungan di sekelilingnya. Transfer DNA atau perpindahan DNA ke dalam bakteri dapat melalui tiga cara. Paul Berg dari Stanford University di California. Transduksi merupakan pemindahan DNA dari satu sel ke dalam sel lainnya melalui perantaraan fage. 2. Jadi mekanisme seksual pada bakteri ini tidak reproduktif (tidak menghasilkan anak). Mereka menemukan bahwa bahan-bahan kimia tertentu yang disebut enzim restriksi endonuklease mampu berfungsi sebagai ³gunting molekular´. Stanley Cohen dan Dr. yaitu : 1. yaitu Dr. Hasi percobaan Lederberg dan Tatum (1946) menunjukkan bahwa bakteri mempunyai mekanisme seksual. 3.Tahapan Dasar Rekayasa Genetik Teknologi DNA atau rekayasa genetik berdasarkan pada mekanisme yang terdapat dalam bekteri.

Selanjutnya.sepanjang sebuah molekul DNA. Oleh karenanya. Sebuah gen harus diangkut oleh suatu materi genetik khusus yang disebut vektor. dapat menggabungkan potongan DNAyang digunting dari suatu gen dengan potongan DNA gen lain dari makhluk yang tidak berkaitan. hewan. . virus. Penemuan penting lainnya adalah bahwa suatu enzim yang disebut ligase. kemudian fragmen DNA baru disisipkan ke dalamnya. Namun pekerjaan tersebut bukanlah sekedar memotong dan menempel. plasmid rekombinan tersebut juga membelah diri. Hibrid yang terbentuk dengan cara ini disebut DNA rekombinan. setiap kali bakteri tersebut membelah diri menjadi dua. Para ahli genetika kini dapat membongkar sel-sel bakteri. Sebuah plasmid berasal dari bakteri. lebih dari 200 enzim restriksi endonuklease telah ditemukan. Plasmid adalah molekul DNA sirkuler kecil yang terdapat di luar kromosom sel bakteri. Untaian DNA plasmid yang sirkuler dipotong dengan enzim restriksi. Salah satu jenis vektor yang bermanfaat adalah plasmid. Dengan demikian tersedialah beraneka ragam gunting mulekular untuk memotong gen-gen yang diinginkan dan mencangkokkannya di tempat yang diinginkan. Enzim-enzim yang mampu menggunting gen dari DNA suatu makhluk tersebutternyata mempu memotong tempat-tempat serupa dalam molekul DNA dari makhluk yang berkaitan. dan tanaman guna mengambil DNA-nya dan memasukkannya ke dalam makhluk lain. dan plasmid dikembalikan ke dalam bakteri. Selama ini. DNA rekombinan terus membuat klon (duplikasi) DNA dari dirinya.

Gbr. berperan dalam perbanyakan plasmid melalui perbanyakan bakteri. Vektor. Pembuatan plasmid dan mekanisme penyisipan gen 2. Gbr. Bakteri.1. Pemisahan DNA oleh enzim restriksi . berupa plasmid bakteri atau viral DNA virus.

3. kultur jaringan dan organisme transgenik. baik dari segi hereditas maupun penampakannya. Enzim. . 1. Beberapa contoh dari revolusi gen antara lain adalah kloning. Kloning Kloning merupakan teknik penggandaan gen yang menghasilkan turunan yang sifatnya sama. terdiri dari enzim RESTRIKSI (pemotong plasmid/DNA) dan enzim LIGASE (penyambung ptongan-potongan DNA) Gbr. yang dikenal sebagai revolusi gen. Proses produksi insulin manusia dengan rekayasa genetika Pemanfaatan Teknologi DNA Rekombinan Teknologi DNA rekombinan atau rekayasa genetika telah melahirkan revolusi baru dalam berbagai bidang kehidupan manusia. bayi tabung.

y Vektor bertindak sebagai wahana yang membawa gen masuk kedalam sel tuan rumah (host) yang biasanya berupa bakteri. walau pun sel-sel jenis lain dapat digunakan. Gregor Mandel merumuskan aturan-aturan menerangkan pewarisan sifat-sifat biologis. serta proses transkripsi dan translasi dapat dijabarkan. Suatu penelitian yang merupakan revolusi dalam biologi modern adalah setelah munculnya metode teknologi DNA rekombinasi atau rekayasa genetika yang inti prosesnya adalah kloning gen. yaitu suatu partikel yang berada di suatu di dalam sel. tepatnya di dalam kromosom.Sekitar satu abad lalu. . menganalisis posisi gen pada kromosom. yaitu suatu prosedur untuk memperoleh replika yang dapat sama dari sel atau organisme tunggal. baik vektornya sendiri maupun gen yang dibawanya. Gen menjadi dasar dalam pengembangan penelitian genetika meliputi pemetaan gen. vektor mengadakan replikasi menghasilkan banyak turunan identik. Sifat-sifat organisme yang dapat diwariskan diatur oleh suatu faktor yang disebut gen. y Elemen di dalam sel host. Hasil penelitian telah berkembang baik diketahuinya DNA sebagai material genetik beserta strukturnya. Ada beberapa langkah dasar dalam kloning gen yaitu sebagai berikut: y Suatu fragmen DNA yang mengandung gen yang akan di-klon diinsersikan pada molekul DNA sirkular yang disebut sektor untuk menghasilkan chimoera atau molekul DNA rekombiner. kode-kode genetik.

duplikasi molekul DNA rekombinasi diwariskan pada progeni dan terjadi replikasi vektor selanjutnya. Tiap-tiap sel dalam klon mengandung satu duplikat atau lebih molekul DNA rekombinasi dengan demikian dikatakan bahwa gen yang dibawa oleh molekul rekombinasi telah diklon. Dua jenis molekul DNA alamiah yang memenuhi persyaratan tersebut adalah: y Plasmid. dan kemudian DNA ini mengalami replikasi. Plasmid dapat melakukan replikasi dengan tidak tergantung pada kromosom sel tuan rumah. merupakan molekul DNA sirkuler yang terdapat dalam bakteri dan berbagai organisme lain. y Krimosom virus. namun sifat ini tidak berguna tanpa adanya tehnik-tehnik eksperimen untuk manipulasi molekul DNA di dalam laboratorium.y Elemen ketika sel host membelah. Komponen penting dalam eksperimen kloning gen adalah wahana yang membawa gen masuk sel tuan rumah dan bertanggung jawab atas replikasinya. Untuk dapat bertindak sebagai wahana suatu molekul DNA harus mampu memasuki sel tuan rumah serta dapat mengadakan replikasi untuk menghasilkan kopi dalam jumlah besar. y Elemen setelah terjadi sejumlah besar pembelahan sel. yaitu virus yang harus menginfeksi bakteri pada waktu infeksi molekul DNA bakteriofog diinfeksikan ke dalam sel tuan rumah. . Molekul DNA plasmid dan bakteriofog mempunyai sifat-sifat dasar yang ditentukan sebagai wahana kloning. maka dihasilkan koloni atau klonsel host yang identik. terutama bakteriofog.

Bayi Tabung Bayi tabung atau pembuahan in vitro (bahasa Inggris: in vitro fertilisation) adalah sebuah teknik pembuahan dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita. Bayi tabung merupakan bayi hasil konsepsinya (dari pertemuan antara sel telur dan sperma) yang dilakukan dalam sebuah tabung yang dipersiapkan sedemikian rupa di laboratorium.Ketrampilan dasar untuk melakukan kloning secara sederhana adalah: y y y y y y Preperasi sampel DNA murni Pemotongan DNA murni Analisis ukuran fragmen DNA Penggolongan molekul DNA Memasukan molekul DNA ke dalam sel tuan rumah Identifikasi sel yang mengandung molekul DNA rekombinasi. 2. Prosesnya terdiri dari mengendalikan proses ovulasi secara hormonal. Dibuat sedemikian rupa sehingga temperatur dan situasinya persis sama dengan aslinya. Bayi tabung adalah salah satu metode untuk mengatasi masalah kesuburan ketika metode lainnya tidak berhasil. . Didalam laboratorium tabung tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai dengan tempat pembuahannya yang asli yaitu rahim ibu atau wanita. pemindahan sel telur dari ovarium dan pembuahan oleh sel sperma dalam sebuah medium cair.

Setelah pembuahan hasil konsepsi tersebut dipelihara beberapa saat dalam tabung tadi sampai pada suatu saat tertentu akan dicangkokan ke dalam rahim wanita tersebut. Kultur jaringan secara teoretis dapat dilakukan untuk semua jaringan. Selanjutnya diharapkan embrio itu akan tumbuh sebagaimana layaknya di dalam rahim wanita dan wanita tersebut akan mengalami kehamilan. Kemudian sel telur yang diambil tadi dibuahi dengan sperma yang sudah dipersiapkan dalam tabung yang suasananya dibuat persis seperti dalam rahim.G Edwards pada tahun 1977. Kultur Jaringan Kultur jaringan atau biakan jaringan merupakan teknik pemeliharaan jaringan atau bagian dari individu secara buatan (artifisial). Teknologi ini dirintis oleh P. berarti "di dalam kaca") karena jaringan dibiakkan di dalam tabung inkubasi atau cawan Petri dari kaca atau material tembus pandang lainnya. Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro. perkembangan selama kehamilan seperti wanita hamil pada umumnya. Dikatakan in vitro (bahasa Latin. baik dari tumbuhan maupun hewan (termasuk manusia) namun masing-masing jaringan memerlukan komposisi media tertentu. . sebagai lawan dari in vivo.C Steptoe dan R. Yang dimaksud secara buatan adalah dilakukan di luar individu yang bersangkutan. 3.Prosesnya mula-mula dengan suatu alat khusus semacam alat untuk laparoskopi dilakukan pengambilan sel telur dari wanita yang baru saja mengalami ovulasi.

Ada dua penggolongan media tumbuh: media padat dan media cair. Yang paling esensial adalah wadah dan media tumbuh yang steril.jaringan hidup. melainkan produk yang dihasilkan oleh organisme transgenik. Beberapa di antaranya bahkan telah digunakan . Namun. Media padat pada umumnya berupa padatan gel. Media tumbuh menyediakan berbagai bahan yang diperlukan jaringan untuk hidup dan memperbanyak dirinya.Pelaksanaan teknik ini memerlukan berbagai prasyarat untuk mendukung kehidupan jaringan yang dibiakkan. Media adalah tempat bagi jaringan untuk tumbuh dan mengambil nutrisi yang mendukung kehidupan jaringan. tergantung kebutuhan. Media cair dapat bersifat tenang atau dalam kondisi selalu bergerak. sering kali pula aplikasi teknologi DNA rekombinan bukan berupa pemanfaatan langsung organisme transgeniknya. 4.karena seluruh bagian tanaman terdiri atas jaringan . Organisme Transgenik Teknologi DNA rekombinan dapat menghasilkan organisme transgenik atau organisme hasil modifikasi genetik (OHMG). Media cair adalah nutrisi yang dilarutkan di air. Dewasa ini cukup banyak organisme transgenik atau pun produknya yang dikenal oleh kalangan masyarakat luas.Teori ini mempercayai bahwa setiap bagian tanaman dapat berkebang biak. seperti agar. Teori dasar dari kultur in vitro ini adalah Totipotensi. yang dalam bahasa Inggris disebut dengan genetically modified organism (GMO). Nutrisi dicampurkan pada agar.

Cina (0. Kanada (4 juta ha).negara yang melakukan penanaman tersebut antara lain Amerika Serikat (28. kakao. . dan padi (Jawa Tengah). dan tiga tahun kemudian meningkat menjadi hampir 40 juta ha. dan ubi jalar. Melalui cara ini telah berhasil diperoleh sejumlah tanaman transgenik seperti tomat dan tembakau dengan sifat-sifat yang diinginkan. kedelai. Negara. Indonesia sendiri pada tahun 1999 telah mengimpor produk pertanian tanaman pangan transgenik berupa kedelai sebanyak 1. tanaman transgenik lainnya yang masih dalam tahap penelitian di Indonesia adalah kacang tanah.1 juta ha). Australia (0. kapas (Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan). misalnya perlambatan kematangan buah dan resistensi terhadap hama dan penyakit tertentu.7 juta ha).1 juta ha). Argentina (6. tembakau.untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pertanian dan Peternakan Aplikasi teknologi DNA rekombinan di bidang pertanian berkembang pesat dengan dimungkinkannya transfer gen asing ke dalam tanaman dengan bantuan bakteri Agrobacterium tumefaciens.7 ha.7 juta ha). Sementara itu. dan jagung 687. dan Afrika Selatan (0.000 ton. Berikut ini akan dikemukakan beberapa contoh pemanfaatan organisme transgenik dan produk yang dihasilkannya dalam berbagai bidang kehidupan manusia. 1.3 juta ha). bungkil kedelai 780. Pengembangan tanaman transgenik di Indonesia meliputi jagung (Jawa Tengah). Pada tahun 1996 luas areal untuk tanaman transgenik di seluruh dunia telah mencapai 1.000 ton. kentang. tebu.09 juta ton.

blue tongue pada domba. Di samping itu. babi (recombinant porcine somatotropine atau rPST). Perkebunan. Peningkatkan produksi pangan melalui revolusi gen ini ternyata memperlihatkan hasil yang jauh melampaui produksi pangan yang dicapai dalam era revolusi hijau. Begitu pula. Penemuan ternak transgenik yang paling menggegerkan dunia adalah ketika keberhasilan kloning domba Dolly diumumkan pada tanggal 23 Februari 1997. kualitas. Vaksin-vaksin untuk penyakit mulut dan kuku pada sapi. Adapun dampak positif yang sebenarnya diharapkan akan menyertai penemuan produk pangan hasil rekayasa genetika adalah terciptanya keanekaragaman hayati yang lebih tinggi. dan ayam (chicken growth hormone). dan fish-fibrosis pada ikan telah diproduksi menggunakan teknologi DNA rekombinan. . misalnya penurunan morbiditas penyakit ternak serta perbaikan kualitas pakan dan bibit. dan Florikultur Perkebunan kelapa sawit transgenik dengan minyak sawit yang kadar karotennya lebih tinggi saat ini mulai dirintis pengembangannya. kualitas gizi serta daya simpan produk pertanian juga dapat ditingkatkan sehingga secara ekonomi memberikan keuntungan yang cukup nyata. juga telah dihasilkan hormon pertumbuhan untuk sapi (recombinant bovine somatotropine atau rBST).Di bidang peternakan hampir seluruh faktor produksi telah tersentuh oleh teknologi DNA rekombinan. Kehutanan. white-diarrhea pada babi. rabies pada anjing. Pada dasarnya rekayasa genetika di bidang pertanian bertujuan untuk menciptakan ketahanan pangan suatu negara dengan cara meningkatkan produksi. Di samping itu. dan upaya penanganan pascapanen serta prosesing hasil pertanian. 2.

Di Amerika Serikat dan Eropa bibit violet carnation akan diproduksi melalui teknik rekayasa genetika. Kesehatan Di bidang kesehatan. dan bahkan sesudah dipotong bunga tidak mempunyai benang sari lagi sehingga kemungkinan perpindahan gen ke tanaman lain dapat dicegah. Sentuhan teknologi DNA rekombinan pada florikultur antara lain dilakukan dengan mengisolasi dan memanipulasi gen biru dan gen etilen biru sesuai dengan tujuan yang dikehendaki.telah dikembangkan perkebunan karet transgenik dengan kadar protein lateks yang lebih tinggi dan perkebunan kapas transgenik yang mampu menghasilkan serat kapas berwarna yang lebih kuat. di bidang florikultur antara lain telah diperoleh tanaman anggrek transgenik dengan masa kesegaran bunga yang lama. Sementara itu. yang memiliki struktur kayu lebih baik. Bibit violet carnation transgenik ini disebut dengan moonshadow. Bahan-bahan untuk mendiagnosis berbagai macam penyakit dengan lebih akurat juga telah dapat dihasilkan. 3. Bunga moonshadow memiliki sangat sedikit benang sari. rekayasa genetika terbukti mampu menghasilkan berbagai jenis obat dengan kualitas yang lebih baik sehingga memberikan harapan dalam upaya penyembuhan sejumlah penyakit di masa mendatang. Di bidang kehutanan telah dikembangkan tanaman jati transgenik. . telah dapat dihasilkan beberapa jenis tanaman bunga transgenik lainnya dengan warna bunga yang diinginkan dan masa kesegaran bunga yang lebih panjang. Demikian pula.

berkembangnya resistensi bakteri patogen terhadap antibiotik masih membuka peluang penelitian rekayasa genetika di bidang kesehatan. Dewasa ini berbagai strain bakteri yang .Teknik rekayasa genetika memungkinkan diperolehnya berbagai produk industri farmasi penting seperti insulin. Lingkungan Rekayasa genetika ternyata sangat berpotensi untuk diaplikasikan dalam upaya penyelamatan keanekaragaman hayati. bahkan dalam bioremidiasi lingkungan yang sudah terlanjur rusak. dan beberapa hormon pertumbuhan dengan cara yang lebih efisien. vaksin-vaksin tersebut dapat diproduksi dengan lebih efisien dan dalam jumlah yang lebih besar daripada produksi secara konvensional. Contoh lain kontribusi potensial rekayasa genetika di bidang kesehatan yang hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi para peneliti dari kalangan kedokteran dan ahli biologi molekuler adalah upaya terapi gen untuk mengatasi penyakit-penyakit seperti kanker dan sindrom hilangnya kekebalan bawaan atau acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Hal ini karena gen yang bertanggung jawab atas sintesis produk-produk tersebut diklon ke dalam sel inang bakteri tertentu yang sangat cepat pertumbuhannya dan hanya memerlukan cara kultivasi biasa. misalnya vaksin herpes. Berbagai macam vaksin juga telah diproduksi menggunakan teknik rekayasa genetika. Kecuali vaksin kolera. interferon. vaksin hepatitis B. Begitu juga. vaksin lepra. Penggunaan vaksin malaria sangat diperlukan karena banyak nyamuk malaria yang saat ini sudah resisten terhadap DDT. dan vaksin kolera. vaksin malaria. 4.

dan sebagainya saat ini banyak menggunakan produk organisme transgenik. Industri Pada industri pengolahan pangan. pengawet makanan. Permasalahan dalam Pemanfaatan Produk Teknologi DNA Rekombinan Meskipun terlihat begitu besar memberikan manfaat dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Sebagai contoh. pengental pangan. sejumlah pantai di salah satu negara industri dilaporkan telah tercemari oleh metilmerkuri yang bersifat racun keras baik bagi hewan maupun manusia meskipun dalam konsentrasi yang kecil sekali. Demikian pula. . bahan-bahan food additive seperti penambah cita rasa makanan.dapat digunakan untuk membersihkan lingkungan dari bermacam-macam faktor pencemaran telah ditemukan dan diproduksi dalam skala industri. pewarna pangan. produk teknologi DNA rekombinan (organisme transgenik beserta produk yang dihasilkannya) telah memicu sejumlah perdebatan yang menarik sekaligus kontroversial apabila ditinjau dari berbagai sudut pandang. 5. Hampir 40% keju keras (hard cheese) yang diproduksi di Amerika Serikat menggunakan enzim yang berasal dari organisme transgenik. enzim renet yang digunakan juga merupakan produk organisme transgenik. Detoksifikasi logam air raksa (merkuri) organik ini dilakukan menggunakan tanaman Arabidopsis thaliana transgenik yang membawa gen bakteri tertentu yang dapat menghasilkan produk untuk mendetoksifikasi air raksa organik. misalnya pada pembuatan keju.

penggunaan gen dari hewan dalam rangka meningkatkan produksi bahan makanan akan menimbulkan kekhawatiran bagi kaum vegetarian. misalnya industri pangan. baik dari segi agama maupun nilai-nilai moral kemanusiaan universal. dan lingkungan. ekonomi. Demikian pula. kloning manusia. Aspek sosial 1. Demikian juga. Aspek etika dan estetika Penggunaan bakteri E coli sebagai sel inang bagi gen tertentu yang akan diekspresikan produknya dalam skala industri. Sementara itu. Aspek agama Penggunaan gen yang berasal dari babi untuk memproduksi bahan makanan dengan sendirinya akan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemeluk agama Islam.Kontroversi pemanfaatan produk rekayasa genetika antara lain dapat dilihat dari aspek sosial. kesehatan. apabila telah berhasil menjadi kenyataan akan mengundang kontroversi. xenotransplantasi (transplantasi organ hewan ke tubuh manusia) serta kloning stem cell dari embrio manusia untuk kepentingan medis juga dapat dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap norma agama. 2. akan terasa menjijikkan bagi sebagian masyarakat yang hendak mengonsumsi pangan tersebut. Hal ini karena E coli merupakan bakteri yang secara alami menghuni kolon manusia sehingga pada umumnya diisolasi dari tinja manusia. yang mempunyai keyakinan tidak boleh mengonsumsi produk hewani. baik parsial (hanya organ-organ tertentu) maupun seutuhnya. .

tepung daging. Hal ini jelas menimbulkan kekhawatiran bagi masa depan pabrik-pabrik gula yang menggunakan bahan alami. yang tidak pernah berlangsung secara alami. transfer gen tertentu dari ikan ke dalam tomat. enzim yang dihasilkan oleh organisme transgenik dapat memberikan kandungan protein hewani yang lebih tinggi pada pakan ternak sehingga mengancam keberadaan pabrik-pabrik tepung ikan. Di bidang peternakan. produksi minyak goreng canola dari tanaman rapeseeds transgenik dapat berpuluh kali lipat bila dibandingkan dengan produksi dari kelapa atau kelapa sawit sehingga mengancam eksistensi industri minyak goreng konvensional. Rekayasa genetika bahan pangan dikhawatirkan dapat mengintroduksi alergen atau toksin baru yang semula tidak pernah dijumpai pada bahan pangan konvensional. berpotensi menimbulkan risiko toksisitas yang membahayakan kesehatan. Potensi toksisitas bahan pangan Dengan terjadinya transfer genetik di dalam tubuh organisme transgenik akan muncul bahan kimia baru yang berpotensi menimbulkan pengaruh toksisitas pada bahan pangan.Aspek ekonomi Berbagai komoditas pertanian hasil rekayasa genetika telah memberikan ancaman persaingan serius terhadap komoditas serupa yang dihasilkan secara konvensional. Penggunaan tebu transgenik mampu menghasilkan gula dengan derajad kemanisan jauh lebih tinggi daripada gula dari tebu atau bit biasa. Di antara kedelai transgenik. . Aspek kesehatan 1. Begitu juga. dan tepung tulang. Sebagai contoh.

2. selama ini hanya dua macam antibiotik itulah yang dapat mematikan bakteri tersebut. . pernah dilaporkan adanya kasus reaksi alergi yang serius. Akibatnya. tanaman seleri transgenik (Amerika Serikat) yang resisten terhadap serangga ternyata memiliki kadar psoralen. Potensi menimbulkan penyakit/gangguan kesehatan WHO pada tahun 1996 menyatakan bahwa munculnya berbagai jenis bahan kimia baru. berpotensi menimbulkan penyakit baru atau pun menjadi faktor pemicu bagi penyakit lain. yang tinggi. alergen.misalnya. baik yang terdapat di dalam organisme transgenik maupun produknya. hewan. Begitu pula. gen aad yang terdapat di dalam kapas transgenik dapat berpindah ke bakteri penyebab kencing nanah (GO). Demikian pula. Neisseria gonorrhoeae. atau mikroorganisme yang dapat memberikan kontribusi toksin. Sebagai contoh. Beberapa organisme transgenik telah ditarik dari peredaran karena terjadinya peningkatan kadar bahan toksik. dan bahaya genetik lainnya di dalam pangan manusia. pernah ditemukan kontaminan toksik dari bakteri transgenik yang digunakan untuk menghasilkan pelengkap makanan (food supplement) triptofan. bakteri ini menjadi kebal terhadap antibiotik streptomisin dan spektinomisin. suatu karsinogen. Oleh karena itu. penyakit GO dikhawatirkan tidak dapat diobati lagi dengan adanya kapas transgenik. Kentang Lenape (Amerika Serikat dan Kanada) dan kentang Magnum Bonum (Swedia) diketahui mempunyai kadar glikoalkaloid yang tinggi di dalam umbinya. Kemungkinan timbulnya risiko yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan terkait dengan akumulasi hasil metabolisme tanaman. Padahal.

Jagung dan bungkil kedelai tersebut diimpor dari negaranegara yang telah mengembangkan berbagai tanaman transgenik sehingga diduga kuat bahwa kedua tanaman tersebut merupakan tanaman transgenik. plasma nutfah hewan pun mengalami ancaman erosi serupa. Namun. A. Aspek lingkungan 1. dikembangkannya tanaman transgenik yang mempunyai gen dengan efek pestisida. Contoh lainnya adalah karet transgenik yang diketahui menghasilkan lateks dengan kadar protein tinggi sehingga apabila digunakan dalam pembuatan sarung tangan dan kondom. Fenomena yang serupa dijumpai pada ternak unggas di Indonesia. Selain pada manusia. Sebagai contoh. dapat diperoleh kualitas yang sangat baik. organisme transgenik juga diketahui dapat menimbulkan penyakit pada hewan. misalnya jagung Bt. Tidak hanya plasma nutfah tanaman. di Amerika Serikat pada tahun 1999 dilaporkan ada sekitar 20 juta penderita alergi akibat pemakaian sarung tangan dan kondom dari bahan karet transgenik. ternyata dapat menyebabkan kematian . Putzai di Inggris pada tahun 1998 melaporkan bahwa tikus percobaan yang diberi pakan kentang transgenik memperlihatkan gejala kekerdilan dan imunodepresi.Dianjurkan pada wanita penderita GO untuk tidak memakai pembalut dari bahan kapas transgenik. yang diberi pakan jagung pipil dan bungkil kedelai impor. Potensi erosi plasma nutfah Penggunaan tembakau transgenik telah memupus kebanggaan Indonesia akan tembakau Deli yang telah ditanam sejak tahun 1864.

3. 2. yang cepat atau lambat dapat memberikan ancaman bagi eksistensi plasma nutfahnya. asam atau garam. Daun gulma ini merupakan pakan bagi larva kupu-kupu raja sehingga larva kupu-kupu raja yang memakan daun gulma milkweed yang telah kemasukan gen resisten pestisida tersebut akan mengalami kematian.larva spesies kupu-kupu raja (Danaus plexippus) sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan keseimbangan ekosistem akibat musnahnya plasma nutfah kupu-kupu tersebut. Potensi pergeseran gen Daun tanaman tomat transgenik yang resisten terhadap serangga Lepidoptera setelah 10 tahun ternyata mempunyai akar yang dapat mematikan mikroorganisme dan organisme tanah. misalnya cacing tanah. telah terjadi kematian organisme nontarget. setelah direkayasa berubah menjadi tahan . Dengan demikian. Potensi pergeseran ekologi Organisme transgenik dapat pula mengalami pergeseran ekologi. Hal ini terjadi karena gen resisten pestisida yang terdapat di dalam jagung Bt dapat dipindahkan kepada gulma milkweed (Asclepia curassavica) yang berada pada jarak hingga 60 m darinya. Organisme yang pada mulanya tidak tahan terhadap suhu tinggi. Pergeseran gen pada tanaman tomat transgenik semacam ini dapat mengakibatkan perubahan struktur dan tekstur tanah di areal pertanamannya. Tanaman tomat transgenik ini dikatakan telah mengalami pergeseran gen karena semula hanya mematikan Lepidoptera tetapi kemudian dapat juga mematikan organisme lainnya. serta tidak dapat memecah selulosa atau lignin.

4. terjadi peningkatan jumlah dan jenis mikroorganisme yang menyerang tanaman transgenik tahan herbisida. Dengan perkataan lain. Hal ini akan mengakibatkan gangguan ekosistem lebah madu di samping juga terjadi gangguan terhadap madu yang diproduksi. Sebagai contoh.terhadap faktor-faktor lingkungan tersebut. Potensi mudah diserang penyakit Tanaman transgenik di alam pada umumnya mengalami kekalahan kompetisi dengan gulma liar yang memang telah lama beradaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan yang buruk. Pergeseran ekologi organisme transgenik dapat menimbulkan gangguan lingkungan yang dikenal sebagai gangguan adaptasi. Potensi terbentuknya barrier species Adanya mutasi pada mikroorganisme transgenik menyebabkan terbentuknya barrier species yang memiliki kekhususan tersendiri. Salah satu akibat yang dapat ditimbulkan adalah terbentuknya superpatogenitas pada mikroorganisme. Jadi. Hal ini mengakibatkan tanaman transgenik berpotensi mudah diserang penyakit dan lebih disukai oleh serangga. tanaman transgenik tahan herbisida justru memerlukan penggunaan pestisida yang . Akibatnya. 5. akan makin banyak cendawan dan bakteri yang datang menyerang akar tanaman tersebut. Tanaman transgenik dapat menghasilkan protease inhibitor di dalam sari bunga sehingga lebah madu tidak dapat membedakan bau berbagai sari bunga. penggunaan tanaman transgenik yang resisten terhadap herbisida akan mengakibatkan peningkatan kadar gula di dalam akar.

.lebih banyak. yang dengan sendirinya akan menimbulkan masalah tersendiri bagi lingkungan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful