P. 1
PERENCANAAN KEUANGAN SEKOLAH

PERENCANAAN KEUANGAN SEKOLAH

|Views: 958|Likes:
Published by dorauwa

More info:

Published by: dorauwa on Nov 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2014

pdf

text

original

http://www.khusnuridlo.com/2010/07/proses-perencanaan-keuangansekolah.

html

Proses Perencanaan Keuangan Sekolah
Kamis, 15 Juli 2010 Label: KEUANGAN, Workshop

Secara umum proses manajemen keuangan sekolah meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pelaporan dan pertanggung-jawaban. Perencanaan merupakan langkah awal dalam proses manajemen keuangan. Perencanaan adalah suatu proses yang rasional dan sistematis dalam menetapkan langkah-langkah kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengertian tersebut mengandung unsur-unsur bahwa di dalam perencanaan ada proses, ada kegiatan yang rasional dan sistematis serta adanya tujuan yang akan dicapai. Perencanaan sebagai proses, artinya suatu kejadian membutuhkan waktu, tidak dapat terjadi secara mendadak. Perencanaan sebagai kegiatan rasional, artinya melalui proses pemikiran yang didasarkan pada data yang riil dan analisis yang logis, yang dapat dipertanggungjawabkan, dan tidak didasarkan pada ramalan yang intuitif. Perencanaan sebagai kegiatan yang sistematis, berarti perencanaan meliputi tahap-tahap kegiatan. Kegiatan yang satu menjadi landasan tahapan berikutnya. Tahapan kegiatan tersebut dapat dijadikan panduan sehingga penyimpangan dapat segera diketahui dan diatasi. Sedangkan tujuan perencanaan itu sendiri arahnya agar kegiatan yang dilaksanakan tidak menyimpang dari arah yang ditentukan. Yang perlu diperhatikan di dalam perencanaan keuangan sekolah antara lain menganalisis program kegiatan dan prioritasnya, menganalisis dana yang ada dan yang mungkin bisa diadakan dari berbagai sumber pendapatan dan dari berbagai kegiatan.

Selanjutnya rumusan tujuan jangka panjang dan jangka pendek dan target pencapaiannya diselaraskan dengan visi dan misi sekolah. dan disusunlah anggaran sehingga jadilah perencanaan keuangan yang strategis sesuai dengan kondisi sekolah. Visi sekolah digunakan untuk memandu perumusan misi sekolah dan perumusan tujuan sekolah.Perencanaan keuangan strategis sudah dirumuskan. Pengembangan jangka pendek berupa pengembangan satu tahunan. visi.Perencanaan keuangan sekolah disesuaikan dengan rencana pengembangan sekolah secara keseluruhan. dan target yang ingin dicapai berdasarkan kondisi riil sekolah perlu dipahami oleh seluruh warga sekolah. layanan. aktivitas(programs. Garner( 2004) merumuskan sikuensi perencanaan keuangan yang strategis sebagai berikut: 1) misi (mission). tujuan jangka pendek. Pengembangan jangka panjang berupa pengembangan lima tahunan. Berdasarkan rencana pengembangan sekolah. sepuluh tahunan. perencanaan keuangan sekolah juga mengacu pada penyelenggaraan pendidikan di sekolah secara keseluruhan. terciptanya hubungan yang harmonis antar personil di sekolah. yaitu terlaksananya kegiatan belajar mengajar yang kondusif dalam lingkungan sekolah yang aman. Visi adalah wawasan yang menjadi sumber arahan bagi sekolah. tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek perlu dirumuskan pimpinan sekolah 2.Tujuan jangka panjang. tujuan jangka pendek berdasarkan kondisi riil unit sekolah(site-based unit goals & objectives). nasional dan internasional. Kalau dianalisis pembuatan perencanaan keuangan. yaitu terwujudnya siswa yang berkualitas dan lulusan yang unggul sehingga mampu bersaing di tingkat daerah. 2) tujuan jangka panjang(goals). disiplin. maka dirumuskan perencanaan keuangan yang strategis. 4. Visi sekolah menjadi pedoman dalam pengembangan program sekolah. 5) target: baik outcomes maupun outputs. Contoh perumusan misi sekolah. memerlukan kajian secara cermat tentang evaluasi diri lembaga pendidikan yang bersangkutan. maka dibuatlah perencanaan keuangan sekolah baik perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang. bersih yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. 3) tujuan jangka pendek(objectives). baik pengembangan jangka pendek maupun jangka panjang. tujuan jangka panjang. . 6) anggaran(budget). dan 7) perencanaan keuangan yang strategis (strategic financial plan). misi. menjadi bahan masukan pada pengembangan misi dan tujuan sekolah pada periode berikutnya. Contoh rumusan visi sekolah.Berdasarkan kondisi riil sekolah. Misi merupakan kegiatan yang harus diemban untuk menjawab pencapaian visi yang ditetapkan. tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek lembaga pendidikan. Proses perumusan perencanaan keuangan yang strategis. Bertolak dari rumusan visi sekolah selanjutnya dirumuskan misi sekolah. tertib. pandangan jauh kedepan kemana sekolah akan dibawa. 4) program. baik jangka pendek maupun jangka panjang. Disamping memperhatikan program pengembangan sekolah. services. 3.Misi. Kemudian ditetapkan program kegiatan dan berbagai layanan yang dilaksanakan lembaga pendidikan yang sesuai dengan tujuan jangka panjang dan pendek serta target yang akan dicapai baik output maupun outcomes-nya. bahkan dua puluh lima tahunan. Siklus tersebut menunjukkan bahwa pembuatan rencana strategis memerlukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. activities).

perpustakaan dan peralatan praktik keterampilan serta bahan praktik laboratorium dan keterampilan. staf sekolah dan pengurus komite sekolah. honorarium. ragam pembelanjaan dan jumlah nominalnya dalam satu tahun anggaran. Hal ini terkait dengan tersedianya waktu. lima tahun. lembur. guru. (4) pengadaan dan perawatan sarana kegiatan penunjang seperti sarana administrasi. peralatan laboratorium. yaitu Rencana Kerja Tahunan hendaknya memuat rencana anggaran pendapatan dan belanja satuan pendidikan untuk masa kerja satu tahun. peralatan pendidikan. (5) penyediaan daya dan jasa seperti listrik. tunjangan. Kebutuhan dalam satu tahun anggaran. Berdasarkan analisis ini diperoleh banyak kegiatan yang perlu dilakukan sekolah dalam satu tahun. keberadaan tenaga dan jumlah dana yang tersedia atau yang bisa diupayakan ketersediaannya. insentif dan lainnya yang menunjang pendidikan. Setiap sekolah wajib menyusun RAPBS sebagaimana diamanatkan di dalam pasal 53 Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. lima tahun. (9) pelayanan habis pakai untuk keperluan sekolah seperti surat kabar. (8) penyelenggaraan lomba yang diikuti siswa dan atau guru. transportasi. ruang kelas. Mereka mengadakan pertemuan untuk menentukan kebutuhan dan menentukan kegiatan sekolah dalam waktu tertentu. baik dalam hal penjumlahan. Perpaduan analisis kegiatan dan sumber dana serta menyangkut waktu pelaksaannya ini seringkali menghasilkan apa yang dinamakan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). telepon. Penyusunan RAPBS perlu memperhatikan asas anggaran antara lain: 1. . sepuluh tahun. atau bahkan dua puluh lima tahun. pengurangan.Kepmendiknas Nomor 056/U/2001 menyebutkan penyelenggaraan pendidikan di sekolah meliputi (1) pelayanan yang bersifat teknis edukatif untuk proses belajar mengajar baik teori maupun praktek untuk seluruh mata pelajaran dan penilaian hasil belajar. analisis kebutuhan pengembangan sekolah dalam kurun waktu tertentu menjadi fokus utama yang perlu diperhatikan. dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan hasil analisis yang dilakukan. sepuluh tahun. kemudian dijadikan program kegiatan yang perlu mendapatkan dana. kegiatan sosial. (10) penyediaan gaji guru dan non-guru. gas dan air. RAPBS merupakan rencana perolehan pembiayaan pendidikan dari berbagai sumber pendapatan serta susunan program kerja tahunan yang terdiri dari sejumlah kegiatan rutin serta beberapa kegiatan lainnya disertai rincian rencana pembiayaannya dalam satu tahun anggaran. (7) pelayanan kemasyarakatan. Perencanaan dibuat oleh kepala sekolah. bahkan dua puluh lima tahunan.Asas kecermatan Anggaran harus diperkirakan secara cermat. alat pelajaran. pemberdayaan Komite Sekolah. fasilitas sekolah dan lingkungan. Analisis sumber-sumber dana dan jumlah nominal yang mungkin diperoleh. Untuk itu perlu diurutkan tingkat kebutuhan kegiatan dari yang paling penting sampai kegiatan pendukung yang mungkin bisa ditunda pelaksanaannya. (3) pengadaan dan perawatan buku pelajaran. (2) pelayanan yang bersifat penunjang untuk operasionalisasi ruang belajar dan kegiatan ekstra kurikuler. Dengan demikian RAPBS berisi tentang ragam sumber pendapatan dan jumlah nominalnya baik rutin maupun pembangunan. tiap kepala sekolah menentukan program prioritas yang perlu dilaksanakan dalam satu tahun anggaran. Pada tahap perencanaan. (6) perjalanan dinas kepala sekolah dan guru. gedung sekolah. Berdasarkan komponen penyelenggaraan pendidikan tersebut.

6. 2. Setelah tim dan Kepala Sekolah menyelesaikan tugas. Dasar pembukuan terhadap pengeluaran dan penerimaan anggaran perlu diperhatikan. BKM(Bantuan Khusus Murid). 2. kepala sekolah dan pengurus komite sekolah merasa bertanggung jawab terhadap pelaksanaan rencana tersebut.Asas Terinci Penyusunan anggaran dirinci secara baik sehingga dapat dilihat rencana kerja yang jelas serta dapat membantu unsur pengawasan. 3. dan pembagian sehingga dapat efektif dan terhindar dari kekeliruan dalam penghitungan. Setiap program dan penganggarannya perlu memperhatikan kedua hal tersebut.Asas Keseluruhan Anggaran yang disusun mencakup semua aktivitas keuangan dari suatu organisasi secara menyeluruh dari awal tahun sampai akhir tahun anggaran. analisis kebutuhan tahun berikutnya. dua hal yang perlu diperhatikan yaitu unit cost (satuan biaya) dan volume kegiatan. kolom-kolom perincian dana dari berbagai sumber. dan masukan dari seluruh warga sekolah maupun Komite Sekolah. Kepala Sekolah menyetujuinya. 4.Asas Periodik Pelaksanaan anggaran mempunyai batas waktu yang jelas. baik kegiatan rutin maupun kegiatan pembangunan/ pengembangan berdasarkan evaluasi pelaksanaan kegiatan pada tahun sebelumnya. Secara rinci langkah penyusunan RAPBS.Inventarisasi kegiatan untuk tahun yang akan datang. kepala sekolah sebaiknya membentuk tim yang terdiri dari dewan guru dan pengurus komite sekolah.Inventarisasi sumber pembiayaan baik dari rutin maupun pengembangan.Asas Pembebanan. Pelibatan para guru dan pengurus komite sekolah ini akan diperoleh rencana yang mantap.Penyusunan Rencana Kegiatan Sekolah(RKS) yang lengkap berdasarkan Langkah poin (1) dan (2). Dalam menetapkan jumlah anggaran. dan kolom jumlah. 5. Kepala Sekolah membuat tabel RKS yang terdiri dari kolom-kolom nomor urut.perkalian. Kepala Sekolah bersama guru dan pihak lain yang terlibat langsung misalnya komite sekolah diharapkan menyusun prioritas penggunaan dana per-mata anggaran secara cermat. merinci semua anggaran pendapatan dan belanja sekolah. Tabel . Kapan suatu anggaran pengeluaran dibebankan kepada anggaran ataupun suatu penerimaan menguntungkan anggaran perlu diperhitungkan secara baik. SBP (Sumbangan Biaya Pendidikan). sasaran. 3. yaitu: 1. Misalnya untuk anggaran rutin. dan secara moral semua guru.Asas Keterbukaan Semua pihak yang telah ditentukan oleh peraturan atau pihak yang terkait dengan sumber pembiayaan sekolah dapat memonitor aktivitas yang tertuang dalam penyusunan anggaran maupun dalam pelaksanaannya. jenis kegiatan dan satuan biayanya sudah ditentukan. Dalam penyusunan RAPBS. uraian kegiatan.

kolom rencana pengeluaran dan jumlahnya. . yaitu kolom rencana penerimaan dan jumlahnya.tersebut diisi sesuai kolom yang ada.Penyusunan RAPBS. Tabel tersebut diisi kemudian ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan Ketua Komite Sekolah dan diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan setempat. 4. Kepala Sekolah membuat tabel RAPBS yang terdiri dari kolom-kolom.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->