LAPORAN ILMIAH ´SEJARAH PENDIDIKANµ

Disusun Oleh: 1. Arini Kamalia (04) 2. Nadhifatul Hidayah (27) 3. OktaViasari (28) 4. Ratna Sulistya Ningrum (29)
PEMBIMBING : Dra.WARTININGSIH

SMA NEGERI 2 PEKALONGAN TAHUN AJARAN 2010 - 2011

tidak sedikit hambatan yang penyusun hadapi. Dalam kesempatan ini penyusun menyampaikan rasa terima kasih kepada Ibu Wartiningsih selaku guru mata pelajaran sejarh yang telah membantu mengarahkan dan memberi batasan penyusunan materi tugas. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan dapat memberikan manfaat bagi pembaca pada umumnya. serta terima kasih pula rekan-rekan pelajar kelas x Angkatan 2010 Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Pekalongan. Laporan Ilmiah ini disusun untuk memenuhi tugas dalam mata pelajaran sejarah tentang sejarah pendidikan. penyusun dapat menyelesaikan penyusunan tugsa ini.Wb. KUSUMA BANGSA KATA PENGANTAR Assalamu`alaikum Wr. Dalam penyusunan tugas ini. namun dengan semangat dan kerja sama antara tim penyusun dan dibantu semua pihak akhirnya penyusunan tugas ini terselesaikan.Jl. Penyusun sangat menyadari bahwa penyusunan tugas ini masih jauh dari sempurna. November 2010 Penyusun . Dengan Mengucap Syukur Alhamdulillah Berkat Rahmat AllAh SWT.Wb. sehingga kritik dan sarannya yang membangun sangat penyusun harapkan agar dapat berbuat lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Pekalongan. Wassalamu¶alaikum Wr.

.............LATAR BELAKANG MASALAH B......................................................... SIMPULAN B...RUMUSAN MASALAH C. SARAN-SARAN 6.................KATA PENGANTAR........B 3......... ......................DAFTAR PUSTAKA.D A........BAB 3 PENUTUP..............................................TUJUAN PENELITIAN 4....A 2................HASIL PENELITIAN 5.........F ......BAB 1 PENDAHULUAN..............................................................................................................................DAFTAR ISI.........E A..........DAFTAR ISI 1...........C A.BAB 2 ISI...

atau untuk kebanggaan terhadap lembaga-lembaga dan tipe-tipe pendidikan tertentu. termasuk keagamaan.teknologi.Oleh sebab itu .sejarah pendidikan mempunyai sejarah yang sama tuanya dengan masyarakat pelakunya sendiri.BAB 1 PENDAHULUAN 1. mulai tradisi pemikiran dan para pemikir besar dalam pendidikan. Substansi dan tekanan dalam sejarah pendidikan bermacam -macam tergantung kepada maksud dan kajian.dan gerakan-gerakan sosial.ide-ide dan nilai-nilai spritual (serta estetika) dari generasi tua kepada generasi muda dalam setiap masyarakat ataubangsa. sampai kepada pendidikan dalam hubungannya dengan sejumlah elemen probblematis dalam perubahan sosial atau kestabilan.1 LATAR BELAKANG MASALAH Di negara-negara Eropa(dan Amerika)perhatian kepada sejarah pendidikan mulai ada sejak abad ke 19 dan digunakan untuk bermacam macam tujuan. Esensi dari pendidikan itu sendiri sebenarnya ialah pengalihan (transmisi)kebudayaan (ilmu pengetahuan).pengembangan profesi guru-guru . Kebutuhan yang mendesak dan persaingan kemajuan teknologi semakin membuat orang-orang tidak mampu atau kaum buruh semakin tersingkir dari lembaga pendidikan Sejarah Belanda sampai Jepang dipahami sebagai alur penjelasan kalau pendidikan digunakan sebagai alat komoditas oleh penguasa.terutama untuk membangkitkan kesadaran bangsa dan kesatuan kebudayaan . . lembaga pendidikan dapat dimasuki berdasarkan pada kelas sosial Anak-anak dari keluarga menengah ke bawah sulit untuk sekolah. Pendidikan di beberapa negara Eropa pada jaman pertengahan ditentukan oleh otoritas mutlak Sebelum pertengahan abad 19.ilmu pengetahuan (sains).ekonomi. Pendidikan dapat dikembangkan berdasarkan adanya tuntutan penyediaan tenaga kerja untuk berbagai kebutuhan negara pendidikan di beberapa negara barat merupakan wujud dari permintaan akan tenaga kerja yang murah. karena masalah ketidakmampuan memenuhi biaya pendidikan. Pendidikan berkembang melalui bermacam proses yang terjadi pada masyarakat sesuai dengan sejarah berbagai negara di dunia barat. sampai dengan pendidikan formal dan nonformal dalam masyarakat agraris maupun indrustri. sistem pendidikan beserta komponen-komponennya . sejak dari pendidikan informal dan keluarga batih . tradisi nasional .

Runtutan penjajahan Belanda dan Jepang menjadikan pendidikan sebagai senjata ampuh untuk menempatkan penduduk sebagai pendukung biaya untuk perang melalui berbagai sumber pendapatan pihak penjajah. nilai spiritual serta nilai estrtika dari genarasi tua.teknologi. dan hampir tidak bisa beradaptasi aktif sedangkan golongan atas hidup dalam kemewahan. Pendidikan sebagai alat penguasa untuk mengembangkan program yang dianggap dapat mendukung peningkatan pemasukan pemerintah.2 RUMUSAN MASALAH Dari uraian latar belakang masalah sebagaimana disebutkan diatas timbullah permasalahan yang jika dirumuskan berkisar pada pertanyaan sebagai berikut : 1. ide-ide .Apakah pengaruh pendidikan barat di Indonesia ? 4. Pendidikan pula yang akan dikembangkan untuk membangun negara Indonesia setelah merdeka. Setelah jaman kemerdekaan. Jepang dan setelah kemerdekaan sulit dicapai oleh orangorang dari rumah tangga kurang mampu. Mereka dijadikan tenaga kerja yang diandalkan untuk mencapai keuntungan yang maksimal.Bagaimanakah sejarah pendidikan dinegara indonesia ? 3. Pendidikan pada masa Belanda. Mereka diajarkan dan diberi pengetahuan untuk kepentingan pihak penguasa.Pendidikan dibuat dan diajarkan untuk melatih orang-orang menjadi tenaga kerja yang murah. Dari esensi pendidikan itu sendiri sebenarnya ialah sebuah pengalihan atau transmisi kebudayaan atau ilmu pengetahuan . Di Indonesia sebagaian besar masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan.Apakah yang menjadi latar belakang pendidikan Indonesia . 1. rakyat dari rumah tangga kurang mampu terus menjadi sumber pemaksaan secara halus untuk pengembangan bibit padi unggul.Bagaimanakah sejarah pendidikan didunia barat ? 2. paling-paling hanya bisa memenuhi kebutuhan hidup yang paling minim.

Untuk memberikan gambaran tentang latar belakang pendidikan negara Indonesia BAB 2 ISI 2. Sebelum pertengahan abad 19. Pada awalnya. Untuk mengetahui sejarah pendidikan sejarah pendidikan di dunia barat dan di negara Indonesia 3.1 HASIL PENELITIAN Sejarah Pendidikan di Dunia Barat Pendidikan berkembang melalui bermacam proses yang terjadi pada masyarakat sesuai dengan sejarah berbagai negara di dunia barat. . Memberikan gambaran tentang sejarah pendidikan secara umum dan sejarah pehdidikan di Indonesia 2. Untuk mengetahui pengaruh pendidikan dunia barat di indonesia 5. Pendidikan di beberapa negara Eropa pada jaman pertengahan ditentukan oleh otoritas mutlak melalui lisensi dari paus atau kaisar untuk mengajarkan misteri dari hukum pengobatan dan teologi di universitas beraliran kristen (Vaizey. Jadi. Sekolah umum merupakan sekolah privat dengan biaya yang mahal (Miflen dan Mifflen.1. karena masalah ketidakmampuan memenuhi biaya pendidikan. 1974:59). Untuk mengetahui bagaimana sejarah pendidikan itu di mulai 4. pendidikan terkesan dipaksakan dan tidak boleh dijalankan tanpa petunjuk dari gereja dan sebagai perpanjangan tangan untuk mengontrol masyarakat. Anak-anak dari keluarga menengah ke bawah sulit untuk sekolah. Pendidikan ber hubungan dengan kepercayaan bahwa seseorang akan mencapai kebenaran dengan membaca kitab injil.3 Tujuan Penelitian 1. lembaga pendidikan menggantikan lembaga keluarga dan gereja sebagai penyalur sosialisasi kepada anak-anak. Lalu. lembaga yang memiliki tanggung jawab sebagai penyalur sosialisasi adalah gereja dan keluarga. 1986: 12). lembaga pendidikan dapat dimasuki berdasarkan pada kelas sosial.

Anak-anak kaum borjuis dididik untuk menjadi pemimpin dan juga diberikan pendidikan berdasarkan buku. yaitu ketika factory act (peraturan kepabrikan) seolah-olah memberikan larangan mengenai tenaga kerja anak (buruh anak). Pemerintah Inggris membuat aturan tentang pendidikan untuk anak-anak dari keluarga miskin pada tahun 1833. Ketidakadilan pada lembaga pendidikan juga terjadi di Kanada.Pendidikan dapat dikembangkan berdasarkan adanya tuntutan penyediaan tenaga kerja untuk berbagai kebutuhan negara. Negara Jerman dan Amerika Serikat mempunyai sistem pendidikan yang lebih maju dibandingkan Inggris (Mifflen dan Mifflen. orang kulit hitam. 1986:14). Kenyataan tersebut terjadi tidak lepas karena anak-anak tidak mampu dibentuk menjadi buruh. Kemajuan teknologi di Jerman dan di Amerika Serikat membuat Inggris menempati posisi yang imperior. Ketidak adilan pendidikan semakin berkembang seiring kemajuan teknologi. Pendidikan tidak adil bagi anak-anak miskin tidak hanya terjadi di Inggris. anak-anak kaum buruh. Blyth (1972) melaporkan sampai pertengahan tahun duapuluhan. karena tuntutan kebutuhan tenaga kerja murah. Siswa pada lembaga-lembaga pendidikan menjadi semakin berkurang. atau mengembangkan suatu sistem pertanian. 1974:36). 1986:13). Inggris mencoba ikut bersaing dengan mengembangkan jurusan teknik dan ketrampilan disebabkan ingin menyamai kedudukan perdagangan Negara Jerman dan Amerika. Amerika dan Jerman. hanya 12% dari mereka yang menikmati sekolah-sekolah dasar dan empat dari seribu orang siswa yang melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya (dikutif oleh Mifflen dan Mifflen. Pendidikan bagi anak-anak kaum buruh dibentuk dengan status dan cara hidup tingkat buruh. Pendidikan di ketiga negera tersebut diperluas dengan cepat untuk memberikan keterampilan praktis yang akan digunakan untuk para pekerja di berbagai bidang pekerjaan. Katz (1973. membangun tentara. terjadi diskriminasi terhadap pribumi. . dan para imigran. Pendidikan yang diajarkan dengan cara berbeda antara kaum borjuis dan kaum pekerja. Peraturan tersebut sulit dijalankan. Pendidikan dikembangkan demi mendapatkan tenaga kerja murah. Pada perkembangannya. Pendidikan dapat dimasuki berdasarkan pengkotakan yang diatur sesuai dengan penempatan kelas sosial. sedangkan anak-anak kaum pekerja dilatih untuik bekerja di dalam industri produksi (Vaizey. Vaizey (1974:18) menyatakan bahwa pendidikan akan dianggap sukses apabila rakyat berhasil dilatih untuk menjalankan sebuah pabrik.

Jadi. Ketidakaadilan akan pendidikan juga dibawa oleh beberapa negara Eropa ke negara jajahannya. dan sekolah berasrama khusus untuk anak-anak kaum bangsawan.dikutip oleh Mifflen dan Mifflen. Pendidikan bagi pribumi berfungsi untuk menyediakan tenaga kerja murah yang sangat dibutuhkan oleh penguasa. Sarana pendidikan dibuat dengan biaya yang rendah dengan pertimbangan kas yang terus habis karena berbagai masalah peperangan. Pendidikan ditentukan oleh suatu struktur yang mempunyai persamaan besar dengan model pendidikan dari Negara penjajah (Vaizey. Anak-anak kurang mampu dibentuk menjadi tenaga terampil. yang terpusat dikota-kota besar negera sedang berkembang. sedangkan untuk anak-anak Indonesia dibuat dengan kualitas yang lebih rendah. dan berdasarkan tingkat kelas. tidak berlaku untuk semua kalangan. 1974: 62). kaum buruh menempati kelas bawah dan kaum borjuis menempati tingkat atas sebagai golongan yang mampu memasuki lembaga pendidikan. Kaum buruh mengalami kesulitan untuk memasuki lembaga pendidikan. 1987:3). mereka kesulitan menikmati pendidikan dan tidak bisa keluar dari pengkotakan. Kaum buruh juga terkendala oleh biaya pendidikan yang tidak murah. Pendidikan dibuat berjenjang. pendidikan di beberapa negara barat merupakan wujud dari permintaan akan tenaga kerja yang murah. Kebutuhan yang mendesak dan persaingan kemajuan teknologi semakin membuat orang-orang tidak mampu atau kaum buruh semakin tersingkir dari lembaga pendidikan. Brugmans menyatakan pendidikan ditentukan oleh pertimbangan ekonomi dan politik Belanda di Indonesia (Nasution. 1986:56) mencatat bahwa diperkenalkannya sekolah yang bebas dan wajib di Kanada bukan suatu reformasi yang ditujukan untuk keuntungan pekerja golongan miskin. karena tidak sanggup untuk membayar biaya sekolah. contohnya Negara India dan Pakistan ditemukan sekolah dasar siang yang besar seperti model sekolah di Inggris untuk anak-anak dari pegawai negeri dan masyarakat pengusaha. Sejarah Pendidikan di Indonesia Sejarah pendidikan yang akan diulas adalah sejak kekuasaan Belanda yang menggantikan Portugis di Indonesia. Pada sektor ekonomi modern dan kaya. Belanda juga mengembangkan model pendidikan berdasarkan kepentingan sebagai negara penjajah di Indonesia. . Pendidikan lebih diutamakan untuk anak-anak Belanda.

Pegawai sedapat mungkin dipilih dari anak-anak kaum ningrat yang telah mempunyai kekuasaan tradisional dan berpendidikan untuk menjamin keberhasilan perusahaan (Nasution. Petani menduduki posisi sosial yang selalu dimanfaatkan. kehidupan terdiri dari lapisan-lapisan sosial yaitu golongan yang dipertuan (orang Belanda) dan golongan pribumi sendiri terdapat golongan bangsawan dan orang kebanyakan. Mubyarto. Kerja paksa dianggap cara yang paling ampuh untuk memperoleh keuntungan yang maksimal yang dikenal dengan cultuurstelsel atau tanam paksa (Nasution. 1987:11). lahan pertanian merupakan tempat untuk menggantungkan pendapatan dan hidup petani. Lalu. anak dari kaum ningrat dianggap dapat membantu menjamin hasil tanam paksa lebih efektif. karena masyarakat biasa mengukuti perintah para ningrat.Kesulitan keuangan dari Belanda akibat Perang Dipenogoro pada tahun 1825 sampai 1830 (Mestoko dkk. 1987:7). terutama petani gurem. bahasa Belanda menjadi syarat Klein Ambtenaarsexamen atau ujian pegawai rendah pemerintah pada tahun 1864. 1987:12). Kerja paksa dapat dijalankan sebagai cara yang praktis untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Syarat tersebut harus dipenuhi para calon pegawai yang akan digaji murah. Untuk melancarkan misi pendidikan demi pemenuhan tenaga kerja murah. Politik etis terutama sebagai alat perusahaan raksasa yang bermotif ekonomis agar upah kerja . (Nasution. timbulnya Jepang sebagai Negara modern yang mampu menaklukkan Rusia. 1987:24). Politik etis dijalankan berdasarkan faktor ekonomi di dalam maupun di luar Indonesia. seperti kebangkitan Asia.1985:11. Pemerintah Belanda lambat laun seolah-olah bertanggung jawab atas pendidikan anak Indonesia melalui politik etis. Suatu keadaan yang sangat ironis. Petani menjadi sapi perahan yang harus membayar pungutan resmi untuk membantu jalannya pemerintahan dan penyuplai kebutuhan pejabat daerah (Mubyarto. Praktek tanam paksa sekitar tahun 1830-1870 (di Yogyakarta. pemerintah mengusahakan agar bahasa Belanda bisa diujarkan oleh masyarakat untuk mempermudah komunikasi antara pribumi dan Belanda. Kehidupan petani yang selalu ditekan bukan masalah yang baru. Jadi. Rakyat miskin yang sebagian bekerja sebagai petani juga dimanfaatkan untuk menambah kas negara penguasa. Rakyat miskin selalu menjadi bagian yang dirugikan karena digunakan sebagai tenaga kerja murah. dan perang dunia pertama (Nasution. Belanda membuat siasat agar pengeluaran untuk peperangan dapat ditutupi dari negara jajahan. 1987:17). dan Priangan sampai 1918) merupakan kesengsaraan yang tiada taranya dan memiliki kesan yang paling hitam bagi petani dari masa penjajahan Belanda.1987:26) serta perang Belanda dan Belgia (1830 -1839) mengeluarkan biaya yang mahal dan menelan banyak korban. Solo.

Keenam. Lalu. pengadilan dari hukum tersendiri bagi golongan penduduk. prinsip konkordasi yang menjaga agar sekolah di Hindia Belanda mempunyai kurikulum dan standar yang sama dengan sekolah di negeri Belanda. Pemerintah Belanda lebih mementingkan keuntungan ekonomi daripada perkembangan pengetahuan anak-anak Indonesia. Belanda membiarkan penduduk Indonesia dalam keadaan yang hampir sama sewaktu mereka menginjakkan kaki. kontrol yang sangat kuat. Ketiga. gradualisme yang luar biasa untuk penyediaan pendidikan bagi anak-anak Indonesia. . Irigasi. bahkan lulusan sekolah kelas dua dianggap layak menjadi guru. Pendidikan dengan ciri-cri tersebut diatas hanya merugikan anak-anak kurang mampu. pendidikan semakin sulit dijangkau oleh orang kebanyakan. Keempat. pendidikan tidak begitu diperhatikan. Irigasi dibuat agar panen padi tidak terancam gagal dan memperoleh hasil yang lebih memuaskan. Kedua. Pendidikan dibuat oleh Belanda memiliki ciri-ciri tertentu. Pendidikan bertujuan untuk mendidik anak-anak menjadi pegawai perkebunan sebagai tenaga kerja yang murah. tidak terkecuali menerpa Hindia Belanda yang disebut mangalami malaise (Mestoko dkk. Kelima. dualisme diartikan berlaku dua sistem pemerintahan. Pendidikan dibuat terpisah. Jadi. Politik etis menjadi program yang merugikan rakyat. Pemerintah Belanda berada dibawah kontrol Gubernur Jenderal yang menjalankan pemerintahan atas nama raja Belanda. Pendidikan dibuat untuk alat penguasa. dan pendidikan yang dicanagkan sebagai kedok untuk siasat meraup keuntungan. orang kebanyakan menjadi target yang empuk diberi pengetahuan untuk dijadikan tenaga kerja yang murah. Pendidikan dasar berkembang sampai tahun 1930 dan terhambat karena krisis dunia. pendidikan anak Indonesia berada pada tingkat bawah. lembaga pendidikan dibuat dengan biaya yang lebih murah. Transmigrasi berfungsi untuk penyebaran tenaga kerja. Pendidikan dikontrol secara sentral. 1985 :123). transmigrasi. anak Indonesia tidak berhak sekolah di pendidikan Belanda.serendah mungkin untuk mencapai keuntungan yang maksimal. guru dan orang tua tidak mempunyai pengeruh langsung politik pendidikan. salah satunya untuk pekerja perkebunan. 1985:158). Masalah lain yang paling mendasar adalah penduduk sulit mendapatkan uang sehingga pendidikan bagi orang kurang mampu merupakan beban yang berat. Kebijakan yang dibuat termasuk penyediaan tenaga pengajar yang terdiri dari tenaga guru untuk sekolah dasar yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan guru (Mestoko. Masa krisis ekonomi merintangi perkembangan lembaga pendidikan. Pertama. Pendidikan beguna untuk merekrut pegawai. tidak adanya organisasi yang sistematis.

Sistem penggolongan dihapuskan oleh Jepang. 1987:78). dan indoktrinasi yang ketat.Pemerintah Belanda juga membuat sekolah desa. Sekolah juga dibuat dengan biaya yang murah. Pesantren diubah menjadi madrasah yang memiliki kurikulum bersifat umum. pemerintah takut penduduk tidak bekerja lagi di sawah. Sekolah desa dibuat dengan biaya serendah mungkin. Penduduk diupayakan tetap menjadi tenaga kerja demi pengamankan hasil panen. Rakyat menjadi alat kekuasaan Jepang untuk kepentingan perang. Pendidikan pada masa kekuasaan Jepang memiliki landasan idiil hakko Iciu yang mengajak bangsa Indonesia berkerjasama untuk mencapai kemakmuran bersama Asia raya. Sekolah desa diciptakan pada tahun 1907. Pendidikan semakin menyedihkan dan dibuat untuk menyediakan tenaga cuma-cuma (romusha) dan kebutuhan prajurit demi kepentingan perang Jepang (Mestoko. Kebangkitan Asia menjadi slogan omong kosong pada kenyataannya. kepentingan biaya perang yang sangat mendesak dan berbagai masalah lain menjadi kenyataan yang tercatat dalam sejarah pendidikan masa Belanda. 1985 dkk:138). agar tidak membebani kas pemerintah. Mubyarto (1987:36) menjelaskan pertanian Indonesia diusahakan dapat mendukung usaha peperangan. Pelajar harus mengikuti latihan fisik. latihan kemiliteran. Pesatren dibumbui dengan pengetahuan umum. Guru sekolah diambil dari lulusan sekolah kelas dua. Cara tersebut dianggap efektif. Sekolah desa sebagai siasat untuk mengeluarkan biaya yang murah. sehingga pemerintah tidak usah membangun sekolah dan mengeluarkan biaya (Nasution. dianggap sanggup menjadi guru sekolah desa. Penjajah membuat pendidikan sebagai alat untuk meraup keuntungan melalui tenaga kerja murah. Tipe sekolah desa yang dianggap paling cocok oleh Gubernur Jendral Van Heutz sebagai sekolah murah dan tidak mengasingkan dari kehidupan agraris (Nasution. Guru yang lebih baik akan digaji lebih mahal dan tidak bersedia untuk mengajar di lingkungan desa. 1987:80). Kalau lembaga pendidikan disamakan dengan sekolah kelas dua. Jepang membawa ide kebangkitan Asia yang tidak kalah liciknya dari Belanda. Masa penjajahan Belanda berkaitan dengan pendidikan merupakan catatan sejarah yang kelam. Politik etis menjadi tidak etis dalam pelaksanaannya. Bibit baru dari Taiwan memang berumur lebih pendek dengan hasil per hektar lebih tinggi dipaksakan untuk ditanam dengan sistem larikan (dalam garis lurus) dan dengan menggunakan pupuk . Belanda digantikan oleh kekuasaan Jepang.

Kementrian PP dan K juga mengadakan usaha menambah guru melalui kursus selama dua tahun. Pemaksaan atau perintah halus gampang muncul kembali. pengajaran. Pendidikan pula yang akan dikembangkan untuk membangun negara Indonesia setelah merdeka. petani dibuat sebagai sumber pendapatan yang terus dipaksa untuk manambah hasil panen. Badan pekerja KNIP mengusulkan kepada kementrian pendidikan. jaman Jepang sebagai jaman penyiksaan yang kejam. Pendidikan dibuat dan diajarkan untuk melatih orang-orang menjadi tenaga kerja yang murah. tetapi pendidikan kurang lebih tidak berdampak pada rumah tangga kurang mampu. kegiatan pemberantasan buta huruf di pedesaan yang diprogramkan oleh pemerintah untuk menanggulangi angka buta aksara di Indonesia dan buta pengetahuan dasar. Lalu. Buta huruf yang dimaksud adalah buta huruf latin (Mestoko dkk. perubahan bersifat sangat mendasar yaitu menyangkut penyesuaian bidang pendidikan. Program buta huruf tidak mudah dilaksanakan dengan berbagai keterbatasan sumber daya. kendala gedung sekolah dan guru. Petani menjadi membenci sistem baru tersebut. Kemerdekaan Indonesia tidak membuat nasib orang tidak mampu terutama dari sektor pertanian menjadi lebih baik. ilmu bumi. Sejarah Belanda sampai Jepang dipahami sebagai alur penjelasan kalau pendidikan digunakan sebagai alat komoditas oleh penguasa. Penduduk sebagai alat komoditas yang terus diperas. dan ilmu pasti(Mestoko dkk. 2002:277. Jadi. buta huruf pada tahun 1971. Mubyarto. Jadi. contoh yang paling terkenal dengan akibat yang hampir serupa seperti cara-cara dan praktek pada jaman Jepang. Kursus bahasa jawa. Runtutan penjajahan Belanda dan Jepang menjadikan pendidikan sebagai senjata ampuh untuk menempatkan penduduk sebagai pendukung biaya untuk perang melalui berbagai sumber pendapatan pihak penjajah. Setelah kemerdekaan. bahasa Inggris. 1985:145).hijau dan kompos. 1985:161). dan kebudayaan supaya cepat untuk menyediakan dan mengusahakan pembaharuan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan rencana pokok usaha pendidikan (Mestoko. Program tersebut menunjukkan jumlah orang yang buta huruf seluruh Indonesia sekitar 32.21 juta (kurang lebih 40%). 1985:327). 1987:37). pemerintah mengadakan program pemberantasan buta huruf. Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi beras dalam waktu sesingkat mungkin dengan mengenalkan bibit . bimas gotong royong yang diadakan pada tahun 1968-1969 disebut bimas gotong royong karena merupakan usaha gotong royong antara pemerintah dan swasta (asing dan nasional) untuk meyelenggarakan intensifikasi pertanian dengan menggunakan metode Bimas (Fakih.

Pendidikan sebagai alat penguasa untuk mengembangkan program yang dianggap dapat mendukung peningkatan pemasukan pemerintah.37.padi unggul baru yaitu Peta Baru (PB) 5 dan PB 8. PENGARUH PENDIDIKAN BARAT DI INDONESIA Pendidikan pada masa Belanda. Mereka dijadikan tenaga kerja yang diandalkan untuk mencapai keuntungan yang maksimal. dan hampir tidak bisa beradaptasi aktif sedangkan golongan atas hidup dalam kemewahan. Muller (1979:73) menyatakan berdasarkan penelitian yang dilakukan di Indonesia bahwa sebagaian besar masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan. Kritikan itu ditulis dan dimuat dalam jurnal Belanda. Jepang dan setelah kemerdekaan sulit dicapai oleh orang orang dari rumah tangga kurang mampu. Belanda telah berhutang budi kepada rakyat Indonesia. Apakah kalian masih ingat dengan isi Trilogi van Deventer? Politik yang diperjuangkan dalam rangka mengadakan kesejahteraan rakyat dikenal dengan nama politik etis. Dalam tulisan tersebut dijelaskan bahwa kekosongan kas negeri Belanda telah dapat diisi kembali berkat pengorbanan orang-orang Indonesia. Courad Theodore van Deventer melancarkan kritikan-kritikan yang tajam terhadap pemerintah penjajahan Belanda. Jadi. Jepang memaksakan penanaman bibit dari Taiwan. Cara tersebut kurang lebih sama dengan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia sebagai cara untuk menghasilkan panen yang lebih maksimal. de Gids dengan judul Een eereschuld yang berarti hutang budi atau hutang kehormatan. Oleh karena itu. Untuk mendukung pelaksanaan politik etis. rakyat dari rumah tangga kurang mampu terus menjadi sumber pemaksaan secara halus untuk pengembangan bibit padi unggul. Setelah jaman kemerdekaan. Untuk itu harus dibayar dengan peningkatan kesejahteraan melalui gagasannya yang dikenal dengan Trilogi van Deventer. Mr. pemerintah Belanda mencanangkan Politik Asosiasi dengan semboyan unifikasi. Pada tahun 1899. Mereka diajarkan dan diberi pengetahuan untuk kepentingan pihak penguasa. Perkembangan sistem pendidikan pada masa Hindia Belanda tidak dapat dipisahkan dari politik etis. Pada jaman penjajahan Belanda juga pernah dilakukan cultuurstelsel. rakyat dipaksakan mengikuti kemauan dari pihak penguasa. palingpaling hanya bisa memenuhi kebutuhan hidup yang paling minim. Politik Asosiasi berkaitan dengan sikap damai dan menciptakan hubungan harmonis antara Barat . Tekanan datang dari Partai Sosial Demokrat yang di dalamnya ada van Deventer. Ini berarti bahwa terjadinya perubahan di negeri jajahan (Indonesia) banyak dipengaruhi oleh keadaan yang terjadi di negeri Belanda.

Berikut ini contoh-contoh sekolah yang didirikan pada zaman kolonial Belanda. jelaslah bahwa pelaksanaan politik etis tidak terlepas dari kepentingan pemerintah Belanda. 1) Adanya perbedaan warna kulit (color line division). atau bumi putera). Pendidikan yang Berkembang Pada Masa Kolonial Munculnya sistem pendidikan kolonial ketika itu tidaklah berbanding lurus dengan kepentingan mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. b) Sekolah Kelas dua. 2) Pendidikan Tingkat Menengah a) HBS (Hogere Burger School) . Merupakan sekolah kelas satu. Setelah dilaksanakan politik etis. Timur Asing. seperti berikut. 3) Bagi kelompok bumi putera masih dibedakan oleh status keturunan (bangsawan. Pendidikan kolonial pada awal abad ke-20 tumbuh cukup banyak terdiri atas beberapa tingkatan berikut. tujuan Belanda semula adalah untuk mendapatkan tenaga kerja atau pegawai murahan dan mandormandor yang dapat membaca dengan gaji yang murah. priyayi. Orientasi hasil pendidikan dirancang untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga bagi Hindia Belanda. b) Sekolah Kejuruan. untuk keturunan Indonesia asli golongan atas. MULO (Meer Uitegbreit Ondewijs) dan AMS (AlgemeneMiddelbare school). Namun. banyak lembaga pendidikan mulai berdiri. ada beberapa hambatan masuk sekolah. seperti Kweekschoolen (guru pribumi) dan Normaal School. Untuk kepentingan tersebut Belanda mendirikan sekolah-sekolah untuk rakyat pribumi. .(Belanda) dan Timur (rakyat pribumi). 1) Pendidikan Dasar a) ELS (Europese Legerschool) dan HIS (Holandsch Inlandschool). rakyat jelata). 2) Sistem pendidikan yang dikembangkan disesuaikan dengan status sosial masyarakat (Eropa. Sistem pengajaran kolonial dibagi dalam dua jenis yaitu pengajaran pendidikan umum dan pengajaran kejuruan. Dengan demikian. Dalam bidang pendidikan. Keduanya diselenggarakan untuk tingkat menengah ke atas. untuk golongan Indonesia asli kelas bawah.

berkembang sejak dari nama Sekolah Dokter Jawa. c) Sekolah Tinggi Kedokteran. dan penghasilan per kepala yang menunjukkan. Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. kesehatan. Memasuki abad ke. dunia terbuka sehingga orang bebas membandingkan kehidupan dengan negara lain. Di antara 174 negara di dunia. bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. ke-99 (1997). Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang baru.21 dunia pendidikan di Indonesia menjadi heboh. Indonesia memiliki daya saing yang rendah. Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC). Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index). yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. STOVIA. ke-105 (1998). yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan.3) Pendidikan Tinggi a) Pendidikan Tinggi Teknik (Koninklijk Instituut voor Hoger Technisch Ondewijs Nederlandsch Indie). Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. . Hoofdenscholen. Perasan ini disebabkan karena beberapa hal yang mendasar. Indonesia menempati urutan ke-102 (1996).21 gelombang globalisasi dirasakan kuat dan terbuka. Kemajaun teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. dan ke-109 (1999). d) Sekolah pelatihan untuk kepala atau pejabat pribumi. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000). NIAS dan GHS (Geeneeskundige Hoogeschool). Kehebohan tersebut bukan disebabkan oleh kehebatan mutu pendidikan nasional tetapi lebih banyak disebabkan karena kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia. b) Sekolah Tinggi Hukum (Rechtschool). OSVIA (Opleidingsscholen voor Inlansche Ambtenaren) Latar Belakang Masalah Pendidikan Indonesia Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Salah satunya adalah memasuki abad ke.

Setelah kita amati. Rendahnya kesejahteraan guru. (4). Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu: (1). Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. (3). Dan hasil itu diperoleh setelah kita membandingkannya dengan negara lain. Baik pendidikan formal maupun informal.918 SMP di Indonesia ternyata juga hanya delapan sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program (MYP) dan dari 8.036 SMA ternyata hanya tujuh sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Diploma Program (DP). kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. Kualitas pendidikan Indonesia yang rendah itu juga ditunjukkan data Balitbang (2003) bahwa dari 146.Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas. Rendahnya kualitas guru. efisiensi dan standardisasi pengajaran. Oleh karena itu. Rendahnya prestasi siswa. nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan.052 SD di Indonesia ternyata hanya delapan sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP). Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Rendahnya sarana fisik. Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan. (5). . (2). Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang. Dari 20. baik pendidikan formal maupun informal.

(7). Mahalnya biaya pendidikan.Agar bapak dan ibu guru dapat menjelaskan secara detail tentang sejarah pendidikan itu sendiri. 3. Permasalahan-permasalahan yang tersebut di atas akan menjadi bahan bahasan dalam makalah yang berjudul ³ Rendahnya Kualitas Pendidikan di Indonesia´ ini BAB 3 PENUTUP D i dalam tugas ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan. . sistem pendidikan beserta komponenkomponennya . Substansi dan tekanan dalam sejarah pendidikan bermacam-macam tergantung kepada maksud dan kajian. Dan sebelum pertengahan abad 19.dan gerakan-gerakan sosial. sampai kepada pendidikan dalam hubungannya dengan sejumlah elemen probblematis dalam perubahan sosial atau kestabilan. mulai tradisi pemikiran dan para pemikir besar dalam pendidikan.(6).2 Saran-Saran 1. tradisi nasional .oleh karena itu saran dan kritik kami tunggu agar tugas ini menjadi lebih baik.1 Simpulan Dari data diatas kita dapat menyimpulkan bahwa sejarah pendidikan yaitu dimulai sejak sebelum abad ke -19 di negara Eropa dan Amerika yang digunakan untuk beracam-macam tujuan. Dan sejarah pendidikan di Indonesia sendiri dimulai sejak masa penjajahan Belanda. termasuk keagamaan.Saya sebagai penulis menyarankan agar semua masyarakat betapa pentingnya pendidikan di negeri kita. 3. 2. lembaga pendidikan dapat dimasuki berdasarkan pada kelas sosial. Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan.ekonomi.ilmu pengetahuan (sains).

199 .BAB 4 DAFTAR PUSTAKA Dwi Ari Listiyani (2010) Buku paket sejarah SMA/MA kelas x www.500 ± 1900.google.c om Sumber: Pengantar Sejarah Indonesia Baru 1.