LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

Menghitung Sel Darah Merah dan Sel Darah Putih Pada Ikan Lele (Clarias gariepinus)
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah praktikum Fisiologi Hewan Air

Oleh : KELOMPOK 20 Farid Fadhil Darmadi Cuncun Hendrayana 230210080045 230210080069 230210080070

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2009

1

Berbagai proses metabolism menghasilkan sisa (sampah) yang harus dikeluarkan oleh tubuh. Eritrosit mengandung hemoglobin yang memungkinkannya mampu mengangkut oksigen lebih banyak dari pada oksigen tersebut bergerak sendiri dalam plasma darah. organism senantiasa berusaha mempertahankan kelangsungan hidupnya tak terkecuali pada ikan.BAB I PENDAHULUAN 1. Eritrosit merupakan salah satu sel darah yang sangat berperan dalam proses pengangkutan materi-materi di dalam tubuh. Sistem peredaran darah semua hewan vertebrata mempunyai pola yang sama. Darah pada ikan mempunyai dua komponen utama yaitu sel-sel dan plasma darah. Salah satu mekanisme dalam menjaga kelangsungan hidup adalah dengan melakukan proses metabolism yang didapat dari asupan makanan. 1. Organism memerlukan makanan dan oksigen untuk melakukan metabolisme di seluruh tubuhnya. Hemoglobin juga menyebabkan warna merah pada darah. mengatur jaringan tubuh.2 TUJUAN Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui jumlah sel darah merah dan sel darah putih yang terdapat pada ikan lele (Clarias gariepinus) 2 .1 LATAR BELAKANG Dalam proses kehidupan organism. namun tiap-tiap kelompok mempunyai peredaran darah tertentu yang mempunyai anatomi organ peredaran darah. alat pertahanan tubuh terhadap ancaman dari luar dan menjaga kestabilan suhu tubuh. sehingga eritrosit disebut dengan sel darah merah. Darah dalam tubuh memiliki fungsi sebagai pengangkut bagi berbagai macam senyawa dan zat-zat yang diperlukan tubuh. baik berupa bahan-bahan yang diperlukan oleh tubuh seperti oksigen maupun hasil metabolism dan sisa-sisanya dilakukan oleh system peredaran darah. Peredaran materi. Sedangkan leukosit merupakan salah satu sel darah lainnya yang sangat berperan sebagai benteng tubuh dari berbagai ancaman.

). Dari ekor berjalan vena caudalis yang tunggal. darah akan membeku disebabkan oleh kerja ensim trhombokinase yang bereaksi dengan garam kalsium menjadi trombin yang aktif. seolah-olah darah berfungsi seperti sistem saraf tambahan. Jantung mengeluarkan darah yang relatif kurang oksigen dan berkadar CO2 tinggi.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Darah berupa cairan yang dibangunkan oleh plasma darah. sel darah dan substansi lain yang terlarut di dalamnya. kemudian bercabang dua menjadi vena portae renalis menuju ke ginjal. mengantarkan bahan pertumbuhan. memperbaiki bahan jaringan yang rusak. Ikan memiliki kadar protein plasma berupa albumin (pengontrol tekanan osmotik). atau yang tidak diperlukan dibawa ke organ pembuangan. mineral terlarut. Jaring kapiler darah ini kemudian bersatu kembali menjadi beberapa vena renalis revehentis yang mengalir ke permukaan tengah dari ginjal dan bermuara pada vena kardinalis posterior. Plasma darah berupa cairan zat putih telur yang mengandung bagianbagian dari sel darh. dan masing-masing cabang ini pecah menjadi kapiler darah. ceruloplasmin (pengikat Cu). fibrinogen (bahan pembeku darah). Di luar pembuluh darah . Pertukaran oksigen dari air dengan CO2 terjadi pada bagian semipermiable yaitu pembuluh yang terdapat di daerah insang. Dengan adanya hormon dalam aliran peredaran darah. Selain dari itu. Sistem peredaran vena pada ikan teleostei 3 . globulin (pengikat heme). membawa darah dari bagian kepala berjalan berdampingan dengan sepasang vena jugularis yang letaknya lebih ke tengah. vena utama yang membawa darah kembali ke jantung ialah sepasang vena kardinalis anterior-dan posterior (Gambar. Fungsi utama darah yaitu transportasi bahan materi yang dibutuhkan bagian tubuh. Di dalam ginjal vena potae renalis mempercabangkan banyak vena renalis advehentes. di daerah insang terjadi pengeluaran kotoran yang bernitrogen dan insang juga mengeleminir mineral yang berdifusi. dan membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh. Ikan pada umumnya. dan iodurophorine (sebagai yudium anorganik). lipoprotein (pembawa lemak). Vena yang pertama. Darah. juga menjaga masuknya bahan penyakit.

kura dan kelenjar limpa. Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura. Darah terbentuk dari beberapa unsur. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibodi. Plasma darah Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah. Sel darah putih dibuat di sumsum merah. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. hati dan sumsum merah pada tulang pipih.Volume darah yang beredar dalam tubuh ikan Teleostei berkisar antara 1.5 ± 3 % dari bobot tubuhnya. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati. sel darah merah. agak kental dan lengket. karena lebih dari separuh darah mengandung plasma darah. Darah berwarna merah sebab haemoglobin berwarna merah tua. Sel darah merah (Eritrosit) Sel darah merah mengandung banyak haemoglobin. Fungsinya untuk memberantas kuman-kuman penyakit. Darah mengalir di seluruh tubuh kita. 3.1 KOMPOSISI DARAH Darah berbentuk cairan yang berwarna merah. 2. Pada Squlus acanthias volume darah bisa mencapai 5% dari bobot tubuhnya. Sel darah putih (Leukosit) Sel darah putih bentuknya tidak tetap. dan berhubungan langsung dengan sel-sel di dalam tubuh kita. 1. yaitu plasma darah. sel darah putih dam keping darah. 2. 4 .

Darah yang dipompa dari bilik kanan jantung menuju paru-paru melepaskan CO2 dan mengambil O2 dibawa menuju serambi kiri. 2.2 FUNGSI DARAH Fungsi darah dalam metabolisme tubuh kita antara lain sebagai alat pengangkut (pengedar). Diproduksi pada sumsum merah. Yang hemocytometer diciptakan oleh Louis-Charles Malassez dan terdiri dari tebal kaca mikroskop slide dengan lekukan persegi panjang yang menciptakan ruang. 3. Ruangan ini diukir dengan menggunakan laser-tergores grid dari garis tegak lurus. Perangkat ini disusun dengan hati-hati sehingga daerah yang dibatasi oleh garis yang diketahui. Oleh karena itu mungkin untuk menghitung jumlah sel-sel atau partikel dalam volume tertentu cairan. pengatur suhu tubuh dan pertahanan tubuh.3 HEMASITOMETER Haemocytometer adalah perangkat awalnya dirancang untuk penghitungan sel darah. dan dengan demikian menghitung konsentrasi dalam cairan sel-sel secara keseluruhan. 6. fungsi darah adalah :     Mengedarkan sari-sari makanan ke seluruh tubuh Mengedarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh Mengangkut karbondioksida ke paru-paru Mengedarkan hormon 2. dan kedalaman ruang juga dikenal. Peredaran darah besar yaitu peredaran darah yang berasal dari jantung membawa oksigem dan sari makanan ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung membawa karbondioksida. Dari bilik kiri O2 dibawa ke seluruh tubuh oleh sel darah merah untuk pembakaran (oksidasi) 5. Jadi kesimpulannya. 5 . serta berperan penting pada proses pembekuan darah. Peredaran darah kecil yaitu peredaran darah dari jantung membawa karbondioksida menuju paru-paru untuk dilepas dan mengambil oksigen dibawa ke jantung. Peredaran Oksigen pada tubuh : 1.4. Sekarang juga digunakan untuk menghitung jenis sel serta partikel mikroskopis lainnya. Oksigen diedarkan ke seluruh tubuh oleh sel darah merah. 2. Keping darah (Trombosit) Bentuk keping darah tidak teratur dan tidak mempunyai inti. O2 dari serambi kiri disalurkan ke bilik kiri 4.

The choice of methods depends upon the cell concentration .20 mm 0. jumlah sel per ml dapat ditemukan hanya dengan mengalikan jumlah total sel ditemukan dalam kotak hemocytometer (daerah sama dengan kotak merah pada gambar di sebelah kanan) oleh 10 4 (10000 ). 1 x 1 mm (1 mm kuadrat.the accuracy of the procedure depends upon the number of cells counted.ketepatan prosedur tergantung pada jumlah sel dihitung. 1 x 1 mm persegi dibagi lagi menjadi 0. Dalam peningkatan Neubauer hemocytometer (menengah umum).4. When cell concentration is low.25 nl 0. Yang mengangkat tepi hemocytometer memegang coverslip 0.1 mm 2 1 x 1 mm 1 mm 100 nl 2 0. Berikut adalah dua metode sederhana untuk menghitung sel berdasarkan luas permukaan hemacytometer digunakan untuk menentukan jumlah sel. 0.0025 mm 2 0. besar.25 x 0. 2) Dimensi Area Volume pada kedalaman 0.25 mm 0. 0. Other counting schemes are accetable also.25 mm (0.0625 mm 6.20 mm (0.0625 mm 2). Ketika sel konsentrasi rendah.20 mm 0.20 x 0.04 mm 2 4 nl 0.20 mm ditandai.0025 mm 2) kuadrat.05 mm 2) dan 0.05 mm 2 5 nl 0.25 x 0. one should count more grids.05 x 0.20 x 0. 0. orang harus menghitung lebih grid. Ini dibagi dalam 3 cara. Pusat.25 nl Ukuran sel-struktur yang akan dihitung adalah yang terletak di antara tengah-tengah tiga baris di bagian atas dan kanan atas kuadrat dan batin dari tiga baris di bagian bawah dan kiri alun-alun. Lain skema accetable menghitung juga.20 mm (0.25 x 0.05 mm (0. Ini memberikan setiap persegi volume yang ditetapkan.20 x 0.Haemacytometer 2.25 x 0.1 GELAS OBJEK KAMAR HITUNG Daerah yang diperintah dari hemocytometer terdiri dari beberapa.04 mm 2 ). 6 .1 mm dari grid ditandai.05 mm 0.05 x 0. Pemilihan metode tergantung pada konsentrasi sel .

0 pada sel 7 .000 x 10 = 22. Konsentrasi sel dihitung sebagai berikut: Sel konsentrasi per mililiter = Total jumlah sel dalam 5 kuadrat x 50. Di atas batang adalah bola lampu pencampuran yang berisi manikmanik kecil.000 / ml Metode B Perkiraan sel 5 konsentrasi dengan menghitung kuadrat di tengah alun-alun besar (lihat panel sebelah kanan pada Gambar 2). Ia tidak mengukur menipiskan darah atau cairan dalam jumlah tertentu (misalnya. Menghitung prosedur untuk Metode A (panel kiri) dan B (kanan panel). konsentrasi sel asli = 450 x 2500 x 10 = 11.500.2 PIPET THOMMA Pipet Thomma adalah jenis pipet yang digunakan untuk pengenceran sel darah.000 / ml Gambar 2. 2. Alat ini membantu dalam pencampuran darah dan pengencer.5. Tanda pertama menunjukkan unit 0.250.Metode A Menghitung jumlah sel-sel di luar kotak 4 (lihat panel sebelah kiri Gambar 2). Konsentrasi sel dihitung sebagai berikut: Sel konsentrasi per mililiter = Total jumlah sel dalam 4 kuadrat x 2500 x faktor pengenceran Contoh: Jika salah satu sel 450 dihitung setelah menipiskan suatu alikuot suspensi sel 1:10.4. konsentrasi sel asli = 45 x 50. melainkan dalam hal bagian dari volume total volume pipet. dan yang kedua menunjukkan tanda 1.0 unit.0 di sel putih pipet dan 101. Lampu di atas pencampuran kapiler pendek lain dengan tanda berukir (11.000 x faktor pengenceran Contoh: Jika salah satu sel setelah 45 dihitung menipiskan suatu alikuot suspensi sel 1:10. dalam mililiter). Yang pipet terdiri dari sebuah batang yang ditandai dengan 2 divisi.

ikan keling (Makassar). mudfish dan walking catfish. secara ilmiah. Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish. Clarias. ikan sibakut (Karo). ikan pintet (Kalimantan Selatan). plamond (Thailand). siluroid. Batang setiap pipet berisi 1 unit volume dan bola lampu berisi bagian sisanya. terdiri dari banyak spesies. µkuat¶.5 IKAN LELE (Clarias gariepinus) Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Kelas: Ordo: Famili: Genus: Chordata Actinopterygii Siluriformes Clariidae Clarias Scopoli. yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. serta memiliki "kumis" yang panjang. agak pipih memanjang. 8 . ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia). Lele. adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar.merah pipet). Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Nama ilmiahnya. merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air. Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika). ikan maut (Gayo dan Aceh). Antara lain: ikan kalang (Sumatra Barat). Sel merah pipet volume 101 unit. (Jepang) dan (Tiongkok). 2. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin. yang berarti µlincah¶. gura magura (Srilangka). ikan cepi (Sulawesi Selatan). 1777 Lele atau ikan keli. berasal dari bahasa Yunani chlaros.

1 WAKTU DAN TEMPAT Waktu kegiatan praktikum fisiologi perhitungan jumlah sel darah merah yaitu pada hari rabu. Mikroskop.2 ALAT DAN BAHAN 3.30-14. b. e. Pipet Thomma. Talenan. d. c. Sedangkan perhitungan jumlah sel darah putih yaitu pada hari rabu tanggal 25 november 2009 jam 12. sekaligus tempat pengenceran sel darah. Hand counter. 9 .1 Alat-alat yang digunakan dalam praktikum fisiologi perhitungan jumlah sel darah merah dan sel darah putih adalah sebagai berikut : a. untuk melihat seldarah merah dan sel darah putih. sebagai tempat memotong organ ikan. untuk menyimpan darah agar darah tidak beku. 3. Tempat pelaksanaan praktikum adalah di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan gedung dekanat baru. untuk perhitungan sel darah merah dan sel darah putih. untuk alat hitung sel darah.00 WIB.30-14. Counting Chamber.BAB III PROSEDUR KEGIATAN 3. tanggal 18 november 2009 jam 12.2.00 WIB.

untuk memotong ikan lele yang akan diuji cobakan.f. Larutan Hayem¶s.2 Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum fisiologi penentuan nilai hematokrit adalah sebagai berikut : a.3 PROSEDUR KERJA Langkah-langkah pengambilan sampel darah untuk ikan lele adalah sebagai berikut: 1. Larutan akuades. sebagai larutan yang diteteskan pada ikan. b. Pisau. 2. d.2. sebagai larutan pengencer sel darah merah. Sampel darah ikan lele (Clarias gariepinus). sebagai objek pengamatan. 3. 3. e. 3. Menimbang berat ikan dengan menggunakan neraca yang telah disediakan.5 dan dihentikan penghisapan tersebut dengan cara menekan ujung lidah ke ujung karet 10 . c. sebagai larutan yang diteteskan pada ikan. Setelah darah yang keluar dari pangkal ekor dihisap dengan pipet thomma sebatas skala 0. Larutan Turk. Alkohol 70%. sebagai larutan pengencer sel darah putih. Tempatkan ikan lele diatas talenan dan bagian pangkal ekornya dipegangi agar tidak bergerak dan memudah kan pemotongan pangkal ekor dengan pisau bedah.

5. kemudian baru dilakukan penghitungan sel darah merah maupun sel darah putih dengan hand counter. Kemudian karet penghisap dilepaskan dari pipet dan kedua ujung pipet ditekan dengan ujung ibu jari dan ujung telunjuk agar cairan tidak keluar selanjutnya digerakan dengan arah memutar selama 3 menit agar merata. Sebelum dilakukan penghitungan terlebih dahulu dilakukan pemunculan kamar hitung dibawah mikroskop sampai terlihat kotak-kotak kecil baik untuk tempat penghitungan sel darah merah dan sel darah putih. 6. 4. 11 . Setelah terlihat kamar hitung segera ditetesi celah dalam parit hemasitometer dengan beberapa tetes sampel darah dan dibiarkan beberapa saat setelah darah.penghisap. kemudian segera masukan kedalam larutan Hayem¶s (bila menghitung sel darah merah) sampai skala 101 atau larutan Turk (bila menghitung sel darah putih) sampai skala 11.

12 . Faktor pengali adalah 50. Sedangkan untuk sel darah putih menghitung keempat kotak dibagian sudut pada gambar dan dihitung jumlah sel per kotak dibagian sudut kemudian dijumlahkan dan dibagi 4 untuk rata-ratanya.7. Jumlah kotak untuk menghitung sel darah merah seperti pada gambar yaitu sebanyak 5 kotak yang berada ditengah kamar hitung dan dihitung jumlah sel darah merah untuk masing-masing kotak. Faktor pengali adalah 3200 yang harus dikalikan dengan jumlah rata-rata tersebut untuk menyatakan jumlah sel darah putih per ml darah. kemudian dijumlahkan dan dibagi 5 untuk rata-ratanya.000 yang harus dikalikan dengan rata-rata jumlah untuk menyatakan jumlah sel darah merah per ml darah.

Perhitungan sel darah putih (sdp) : sdp 1 : 115 sdp 2 : 120 sdp 3 : 135 sdp 4 : 127 ™ sdp : 497 Rata-rata (x) : ™ sdp = 124.6 × 50. Perhitungan sel darah merah (sdm) : sdm 1 : 54 sdm 2 : 69 sdm 3 : 77 sdm 4 : 65 sdm 5 : 78 ™ sdm : 343 Rata-rata (x): ™ sdm = 68.000 sel per ml darah 2.BAB IV HASIL PENGAMATAN Perhitungan sel darah dengan menggunakan hemasitometer.5 4 Sel darah putih = x × factor pengali = 124. di dapat sebagai berikut : 1.5 × 3200 = 397600 sel per ml darah 13 .430.000 = 3.8 6 Sel darah merah = x × factor pengali = 68.

Hal tersebut disebabkan karena adanya adaptasi fisiologi antara ikan lele dengan lingkungan tempat hidupnya. hasil praktikum diperoleh jumlah sel darah merah ikan lele sebanyak 3. Selain itu kesalahan dalam penghitungan sel darah merah dan sel darah putih kemungkinan dapat terjadi. seperti : kesalahan praktikan ketika menghitung sel darah. ikan kehabisan darah terlebih dulu sebelum sempat dihisap dengan pipet thomma.000 sel/ml. Alat yang digunakan untuk menghitung sel darah merah dan sel darah putih adalah hemasitometer. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuhnya pada kondisi lingkungan yang rendah kadar oksigen dan rentan akan serangan pada tubuhnya. di lumpur.000 sel/ml.000-150.000. pada saat menyayat darah ikan terlalu banyak yang terbuang. maka ikan lele dilengkapi dengan jumlah sel darah yang tergolong banyak.000 sel per ml darah dan diperoleh sel darah putih ikan lele sebanyak 397600 sel per ml darah. sedangkan sel darah putih sekitar 20. Dari hasil pengamatan dan perhitungan didapatkan bahwa ikan lele berada pada kisaran jumlah yang banyak untuk sel darahnya.0003. 14 .430.BAB V KESIMPULAN Jumlah kisaran ikan dalam keadaan normal adalah untuk sel darah merah adalah 20.

shvoong.unhas.sdstate.html http://www.htm 15 .usu.htm http://www.ufl.anneahira.ac.org/wiki/Lele http://library.wikipedia.wikipedia.smallcrab.edu/hansen/Protocols/hemacytometer.org/wiki/Darah http://www.com/judul-skripsi-tugas-makalah/tugas-kuliah-lainnya/sistem-peredarandarah-pada-vertebrata http://akademik.ac.DAFTAR PUSTAKA http://id.asp http://id.indoskripsi.pdf http://www.id/lms/inherent/Ikhtiologi/bab06.htm http://en.e-smartschool.com/pnu/003/PNU0030011.com/pencegahan-penyakit/darah.org/wiki/Hemocytometer http://learn.edu/Deb_Pravecek/Chem382/Hemoglobin.id/download/ft/tkimia-salmah.animal.wikipedia.com/kesehatan/25-healthy/655-mengenal-secara-singkat-fungsi-danbagian-bagian-darah http://id.com/exact-sciences/biology/1836318-komposisi-darah/ http://one.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful