P. 1
Tugas Jurnal Retardasi mental Qonita

Tugas Jurnal Retardasi mental Qonita

|Views: 519|Likes:
Published by Qonita Nahdiyah

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Qonita Nahdiyah on Nov 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

06/18/2013

$4.99

USD

pdf

text

original

Persepsi Stress dan Strategi Penyelesaian pada Orang Dewasa dengan Retardasi Mental Ringan:Pengetahuan dalam Distress

Psikologi Sigan L. Hartley dan William E MacLean, Jr. University of Wyoming Abstrak Tekanan, penyelesaian, kontrol strategi, dan distress psikologi pada 88 orang dewasa dengan retardasi mental ringan dinilai. Interaksi interpersonal penuh tekanan dan perhatian pada kompetensi personal terjadi sangat sering. Frekuensi dan pengaruh yang kuat tekanan dihubungkan secara positif dengan skor gabungan dari distress psikologi. Penyelesaian yang aktif dihubungkan dengan distress psikologi yang rendah dibandingkan dengan gangguan atau penghindaran mengopi. Kontrol persepsi secara positif berhubungan dengan mengopi aktif dan secara negatif dengan penghindaran mengopi. Aktif mengopi dihubungkan dengan distress psikologi yang rendah ketika menggunakan kontrol persepsi yang tinggi daripada dengan kontrol persepsi yang rendah. Penurunan kesempatan terhadap tekanan dan peningkatan akurat kontrol persepsi dan kemudian mengopi aktif mungkin dapat menurunkan distress psikologi pada penderita retardasi mental ringan. Pengalaman stress pada populasi umum sangat mendapat perhatian; tetapi, persepsi stress pada penderita retardasi mental baru-baru ini saja didokumentasikan. Penderita retardasi mental ringan secara keseluruhan memiliki angka stress yang sama dan menerima stress dari tipe kejadian seperti yang dialami oleh populsi umum. Tapi, peneliti menemukan bahwa mereka memiliki prevalensi yang lebih besar dan pengaruh stress yang lebih besar terhadap pengalaman interpersonal yang negatif, memberi kesan sebuah sifat yang peka terhadap stressor interpersonal. Dalam populasi umum, hubungan positif antara persepsi stress dan psikopatologi telah ditetapkan dalam penelitian longitudinal dan cross-. Kejadian hidup yang besar sebaik pengaruh keseluruhan dari pertengkaran harian telah ditunjukkan untuk dihubungkan terhadap peningkatan problem psikologi. Persepsi stress juga dihubungkan dengan distress psikologi pada penderita retardasi mental.
1

Lunsky dan Havercamp (1999) menemukan perilaku dihubungkan dengan ketegangan sosial tingkat tinggi. Lebih jauh lagi. Meskipun sangat sedikit diketahui mengenai bagaimana orang dewasa dengan retardasi mental mengatasi stress. Penelitian menyarankan bahwa strategi penyelesaian aktif dihubungkan dengan kecilnya distress psikologi daripada startegi penyelesaian pengalihan dan penghindaran. peneliti menemukan hubungan antara pengalaman masa lalu dari kejadian yang besar dalam hidup dan problem psikiatri pada beberapa orang dewasa. secara positif dihubungkan dengan gejala depresif partisipan. pada penderita retardasi mental (IQ 40-70). ada bagian dari penelitian terhadap strategi penyelesaian dari perkembangan anak dan remaja. Lunsky (2003) melaporkan bahwa persepsi stress dihubungkan dengan gejala depresi pada orang dewasa dengan disabilitas intelektual sedang dan borderline. tapi. Mereka menemukan bahwa ketegangan sosial. secara umum disebut ‘penyelesaian pengalihan’. beberapa peneliti memiliki mengesahkan tiga dimensi kunci pada penyelesaian anak-anak: (a) usaha bertujuan pada memperoleh kontrol terhadap situasi stress atau terhadap salah satu emosi. Secara keseluruhan tidak ada yang diterima konseptual dari strategi penanggulangan.seperti dirasakan oleh partisipan. secara khas diartikan sebagai ‘penyelesaian penghindaran’. strategi penyelesaian pengalihan dan penyelesaian penghindaran memiliki bermacam hubungan dengan distress psikologi. memprediksi gejala depresi dan keluhan somatik yang dibuktikan 6 bulan sebelumnya. (c) usaha bertujuan pada penghindaran atau pelepasan terhadap situasi stress atau salah satu pengalaman emosional. Level perkembangan yang sama pada orang dewasa dengan retardasi mental ringan dan secara tipikal berkembang anak dan remaja. bagian penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan terhadap strategi menitu pada orang dewasa dengan retardasi mental ringan.Selain itu. Meskipun penyelesaian aktif secara umum ditemukan berkorelasi negatif problem psikologi 2 . Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang dengan disabilitas intelektual bertingkat dari retardasi mental ringan hingga borderline dapat mengidentifikasi dan menyebutkan usaha penyelesaian mereka. Secara khas dalam perkembangan penelitian penyelesaian anak dan remaja. (b) usaha bertujuan untuk mengalihkan situasi stress melalui pemikiran positif dan aktivitas positif. didasarkan oleh staf. diartikan sebagai ‘stress interpersonal’. ketegangan sosial.Dalam studi retrospektif. seringkali kembali sebagai ‘penyelesaian aktif’.

& Fodacaro. Malcarne. Salah satu faktor yang mempengaruhi pilihan strategi penyelesaian adalah kontrol persepsi. dan kenakalan. Ketika kondisi penuh stress dirasa kuat dapat dikendalikan. Pada penelitian kali ini kami menyampaikan pengetahuan stress dan penyelesaian pada orang-orang dengan retardasi mental ringan melalui (a) menentukan kejadian hidup dan harian 3 . strategi penyelesaian pengalihan dan penghindaran ditemukan berhubungan dengan rendahnya distress psikologi ketika kejadian penuh stress dirasa tidak dapat dikendalikan daripada mereka yang merasa dapat mengendalikan. Kemungkinan lain. dan masalah tingkah laku. 1988. menyarankan bawa efek ini mungkin tidak seluruhnya. Tapi penelitian lain tidak secara konsisten menunjukkan efek kontrol persepsi ini terhadap keefektifan strategi penyelesaian. Anak dan remaja yang merasa kejadian penuh stress sebagai dapat dikendalikan seringkali memilih strategi penyelesaian aktif dalam usaha untuk mengubah stressor atau emosi mereka terhadap stressor.eksternal dan internal (contohnya Compas. imatur/ hiperaktif. seperti depresi. kecemasan. Penelitian juga mendapatkan bahwa kontrol persepsi mempengaruhi hubungan antara strategi penyelesaian dan distress psikologi. 1994) penyelesaian pengalihan ditemukan berkorelasi positif dengan agresi. dan penyelesaian penghindaran ditemukan berkorelasi positif dengan kondisi klinis. tetapi seringkali memilih strategi pengalihan atau penghindaran dengan menggunakan aktivitas positif atau ide untuk mengalihkan stressor atau menghindari situasi dan emosi mereka terhadap stressor. depresi. Sandler et al. Tapi peneliti lain tidak menemukan penyelesaian aktif selalu lebih menguntungkan daripada penyelesaian pengalihan atau penghindaran. anak dan remaja yang merasa tidak dapat mengendalikan situasi yang penuh stress tidak mencoba mengubah stressor.. Kemungkinan lain. strategi penyelesaian aktif seringkali berhubungan dengan rendahnya distress psikologi daripada ketika kontrol persepsi rendah.

(c) menguji hubungan antara strategi penyelesaian dan stress psikologi.yang diterima sebagai kejadian penuh stress dan frekuensi dan pengaruh stress pada kejadian tersebut.4. Metode Partisipan Partisipan adalah 99 orang dewasa dengan retardasi mental ringan (IQ 55 sampai 70 dan kelemahan yang sama dalam tingkah laku beradaptasi). 2 partisipan adalah Asia. Delapan partisipan dikeluarakan karena mereka tidak dapat menemukan kondisi pretest secara garis besar pada sesi prosedur. (b) penyelesaian aktif akan berhubungan dengan rendahnya distress psikologi daripada penyelesaian pengalihan atau penghindaran. 4 partisipan adalah Hispanik. (c) penyelesaian aktif akan digunakan lebih pada kontrol persepsi yang tinggi. 1 partisipan adalah Amerika Afrika. standar deviasi 9SD) = 12. dan (d) menentukan apakah kontrol persepsi mempengaruhi pilihan strategi penyelesaian dan kaitan antara penyelesaian dan distress psikologi untuk orang dengan retardasi mental ringan. sd = 5. dengan etiologi terbesar adalah tidak diketahui. dan kemampuan komunikasi oral yang adekuat (termasuk komunikasi oral tanpa bantuan orang lain).1). (b) menentukan penelitian yang lalu dengan mencari hubungan antara stress dan distress psikologi dalam kategori berbeda terhadap kejadian penuh stress.2. (e) penyelesaian pengalihan dan penghindaran akan berhubungan dengan rendahnya distress psikologi ketika digunakan dengan kontrol persepsi yang rendah. 52 orang adalah laki-laki dan 36 orang adalah perempuan. Mereka memiliki bermacam etiologi yang dilaporkan. Kami memprediksi (a) persepsi stress akan berhubungan positif dengan stress psikologi. Mereka berusia 22 sampai 71 tahun (M = 39. (d) kontrol persepsi akan cukup berhubungan antara distress psikologi dan penyelesaian. Dari sisa 88 orang partisipan. Delapan puluh partisipan adalah Kaukasian. dan IQ masuk ke dalam retardasi mental ringan yaitu 55 sampai 73 (M = 61. Mereka direkrut dari 13 penyelenggara pelayanan disabilitas di Amerika Serikat bagian barat. Empat 4 . seperti bahwa penyelesaian aktif akan berhubungan dengan rendahnya distress psikologi ketika digunakan dengan kontrol persepsi yang tinggi. dan etnis dari 1 partisipan tidak dilaporkan. Tiga partisipan yang lain tidak dimasukkan karena mereka tidak dapat membedakan tingkat pengaruh stress (termasuk melaporkan pengaruh stress yang sama untuk semua pengalaman stressor) pada inventarisasi stress hidup.7).

1. menyebabkan beberapa kelemahan dalam fungsi sehari-hari.1 % gangguan kasih sayang reaktif. 6.pulu persen partisipan memiliki satu atau lebih diagnosis psikiatri (26. Tujuh puluh sembilan partisipan adalah singel. dan 1.0 % penyalahgunaan zat. 11. 5. dan kejang). Konfirmasi analisis yang lalu mengindikasikan skala reliabilitas yang menilai tiga dimensi stree: Kecemasan Umum. gastrointestinal.3 % skizofrenia.4 % gangguan eksplosif intermiten. Empat puluh enam partisipan tinggal di asrama. jenis kelamin. Kejadian penuh stress dinilai melalui laporan sendiri retrospektif pada Inventarisasi Stress hidup.7 % gangguan kognitif. seluruh strategi dimasukkan. 25 partisipan sendiri atau dengan seorang teman rumah. dan penyelesaian. 3 dengan keluarganya. dan kesehatan fisik partisipan bulan sebelumnya didapatkan dari penyelenggara pelayanan disabilitas partisipan. 3. 8. Pengukuran Demografi.4 % gangguan penyesuaian diri. 3.8 % gangguan bipolar. dan delapan bercerai. IQ. Usia. a = 73. kelemahan dalam tingkah laku adaptasi.4 % gangguan kecemasan. 4. endokrin.7 % gangguan psikotik. a = 80. Jika strategi multipel dilaporkan untuk kejadian penuh stress. 5 . 1. 2. Penyelesaian penghindaran termasuk semua usaha untuk menghindari atau melepaskan diri dari stressor atau suatu emosi.1 % enuresis. Stress.8 % gangguan kepribadian. Hubungan Interpersonal Negatif. 1 % ADHD. Tujuh puluh delapan persen partisipan memiliki satu atau lebih kondisi fisik (muskuloskeletal. 2 menikah. Penyelesaian pengalihan termasuk semua usaha untuk menyesuaikan terhadap situasi penuh stress melalui pengetahuan atau aktivitas positif. dan 14 dengan keluarga angkat. a = 78.6 % pedofilia.1 % enkopresis) disamping retardasi mental ringan. 6. Strategi Penyelesaian. Skala ini terdiri 30 kejadian harian atau situasi hidup yang dilaporkan orag dengan disabilitas intelektual pada berbagai waktu dalam hidupnya.1 % gangguan depresi. Penyelesaian aktif termasuk semua usaha untuk mencapai kontrol personal terhadap stressor atau suatu pengalaman emosional. dan tiga struktur faktor tersebut berjumlah 27 % dari total varian. status kesehatan mental (diagnosis DSM-IV pada Aksis I atau II). 5.

1 = non-kaukasian). tujuan. umur (years). berharap kamu dapat melakukan sesuatu lebih baik atau lebih cepat. Prosedur Berdasarkan inform consent dari wali. orang membuat kamu merasa bahwa kamu berbeda dari yang lain. dan kepentingan studi ini. Frekuensi dan Pengaruh Stress pada Kejadian Penuh Stress Tabel 1 menunjukkan persentase partisipan yang melaporkan pengalaman kejadian penuh stress dalam inventarisasai stress hidup dan rata-rata pengaruh stress terhadap kejadian ini. IQ (skor standar). Kontrol Persepsi. dan kesehatan fisik (jumlah penyakit fisik) dan distress psikologi (skor gabungan) dijumlahkan. untuk mengevaluasi gejala depresi. Kami menggunakan bermacam instrumen untuk menilai distress psikologi salah satunya Birleson Depressive Short Form Self-Rating. kami mewawancarai asal individu. status perkawinan (0 = tidak menikah. Variabel demografi yang secara signifikan berhubungan dengan distress psikologi adalah hanya umur. 1 = perempuan). Partisipan Hasil Hubungan Demografi Distress Psikologi Hubungan variabel demografi (gender (0 = laki-laki. Partisipan menggunakan 4 poin skala Likert untuk menjawab pertanyaan”Situasi seperti apa yang dapat kamu kendalikan atau melakukan sesuatu?” untuk setiap kejadian penuh stress yang terdapat pada inventarisasi stress kehidupan. mendengarkan pendapat orang lain.Distress Psikologi. ethnis (0 = kaukasian. hanya mereka yang setuju untuk berpartisipasi yang dimasukkan. Tiga kejadian penuh stres yang tersering. Untuk menilai indeks ansietas kami menggunakan The Glasgow Anxiety Scale for People with Intellectual Disability. Empat puluh empat % partisipan melaporkan pengalaman kejadian penuh stress yang lain yang tidak berasal dari inventarisasai 6 . 1 = menikah). dialami oleh lebih dari separuh sampel.

Hubungan interpersonal negatif. dan penghindaran. Pengaruh Stress terhadap Kategori Kejadian penuh stress dan Distress Psikologi Pengaruh stress terhadap stressor Kecemasan umum. dan membutuhkan bantuan. dan Penyelesaian pada kejadian penuh stress. stressor hubungan interpersonal negatif. penyakit kronik atau temporal. pegalihan. Penyelesaian aktif secara signifikan lebih tinggi pada Kecemasan umum daripada stressor hubungan interpersonal negatif. Hubungan interpersonal negatif. Pengaruh Stress dan Distress Psikologi Pengaruh stress berhubungan positif dengan distress psikologi. Penemuan yang bermakna hanyalah tendensi pada perempuan untuk melaporkan pengaruh stress yang lebih besar pada Hubungan interpersonal negatif daripada lakilaki.stress hidup. Pengalihan. Penggunaan relatif penyelesaian penghindaran secara signifikan berbeda antara Kecemasan Umum. Penyelesaian aktif juga secara signifikan lebih tinggi untuk stressor penyelesaian daripada untuk stressor hubungan interpersonal negatif. Tidak ada perbedaan yang bermakna pada frekuensi antara stressor Penyelesaian dan Hubungan interpersonal negatif. dan stressor penyelesaian kejadian penuh stress. dan memilih yang harus dilakukan pada waktu senggang. berbagi dengan yang lain. Tabel 2 menunjukkan rata-rata frekuensi dan pengaruh stress terhadap Kecemasan umum. Tidak ada perbedaan signifikan pada penggunaan relatif penyelesaian aktif terhadap Kecemasan umum dan penyelesaian terhadap kejadian penuh stress. dan Penghindaran Tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel demografi dan penggunaan relatif pnyelesaian aktif. Pengaruh stress tetap secara signifikan pada distress psikologi tergantung pada usia. Penggunaan Relatif Penyelesaian Aktif. Penyelesaian penghindaran secara signifikan lebih besar untuk hubungan interpersonal negatif daripada untuk stressor Kecemasan 7 . dan stressor penyelesaian secara positif berhubungan dengan distress psikologi. Kejadian penuh stress dengan rata-rata pengaruh stress didapat dengan supervisor/ staff. Kejadian tersebut yang menjadi stressor tambahan termasuk kunjungan dokter. liburan. hubungan dengan keluarga.

dan stressor Penyelesaian.Umum. Penggunaan relatif penyelesaian penghindaran dan pengalihan tidak secara signifikan berhubungan dengan distress psikologi. Ini mendukung hipotesis bahwa penyelesaian aktif adalah lebih optimal ketika digunakan dengan kontrol persepsi yang tinggi daripada dengan kontrol persepsi yang rendah. Tidak ada hubungan signifikan antara kontrol persepsi dengan penyelesaian pengalihan. penyelesaian aktif adalah prediktor yang signifikan pada distress psikologi. Hubungan Interpersonal Negatif. Kontrol Persepsi Tidak ada perbedaan signifikan dalam kontrol persepsi antara Kecemasan Umum. dan pengalihan. Terdapat perbedaan yang tidak bermakna dalam penggunaan penyelesaian penghindaran antara Kecemasan Umum dan stressor Penyelesian Kejadian penuh stress. Tidak ada hubungan yang signifikan antara kontrol persepsi secara keseluruhan dan penggunaan relatif penyelesaian penghindaran dan pengalihan pada distress psikologi. Penggunaan relatif penyelesaian aktif berhubungan dengan distress psikologi tergantung pada umur. Ada hubungan positif antara kontrol persepsi dengan penggunaan relatif penyelesaian aktif. ketika kontrol persepsi tinggi. penyelesaian aktif bukan prediktor yang signifikan pada distress psikologi.Secara keseluruhan kontrol persepsi tidak secara signifikan berhubungan dengan penggunaan penyelesaian aktif. penghindaran. dan stressor penyelesaian. Hubungan antara Strategi Penyelesaian dan Distress Psikologi Penggunaan relatif penyelesaian aktif berhubungan negatif dengan distress psikologi. Diskusi 8 . Ketika kontrol persepsi rendah. Tapi. Hubungan Interpoersonal Negatif. TIdak ada perbedaan signifikan pada penggunaan relatif penyelesaian pengalihan terhadap Kecemasan Umum. dan stressor Penyelesaian. dan secara signifikan berhubungan negatif dengan penggunaan relatif penyelesaian penghindaran untuk kejadian penuh stress dengan pengaruh stress terbesar. Kontrol Persepsi sebagai moderator dari efek penyelesaian pada distress psikologi.

Pengalaman stress orang dengan retardasi mental ringan dalam berbagai kejadian harian dan kehidupan. dan kesempatan terbatas untuk membatasi situasi interpersonal penuh stress. yang mungkin berarti privasi kecil. Selain itu. intelektual. setelah mengontrol variabel demografi yang relevan. Kejadian penuh stress melaporkan terjadi sangat sering adalah stressor hubungan interpersonal negatif dan stressor penyelesaian. dan perbedaan ini dapat menyebabkan tingginya perhatian terhadap kompetensi persoanl. Penemuan ini paralel dengan penelitian sebelumnya yang mengindikasikan bahwa orang dengan kelemahan intelektual memiliki kepekaan terhadap stress dalam interaksi negatif dengan yang lain. kami menyampaikan penelitian sebelumnya dengan menunjukkan bahwa kejadian penuh stress lain disamping interaksi negatif dengan yang lain. dan kemampuan komunikasi membutuhkan bantuan di tempat kerja dan/ atau di masyarakat. otonomi terbatas. Mereka mungkin juga kurang sosialnya. seperti kekhawatiran umum dan perhatian mengenai kompetensi personal. Pengalaman kejadian penuh stress dalam kehidupan dihubungkan dengan distress psikologi pada orang dengan retardasi mental ringan. Hasil penelitian saat ini memperlihatkan bahwa kepekaan dapat menunjukkan frekuensi peningkatan dengan yang kejadian yang terjadi tersebut. orang dengan retardasi mental ringan yang dilaporkan menggunakan lebih banyak penyelesaian aktif memiliki distress 9 . Pada penelitian kali ini. Interaksi negatif dengan yang lain tidak merasa memiliki pengaruh stress yang lebih besar daripada kejadian penuh stress kategori yang lain. dan kelemahan fisik orang dengan retardasi mental ringan membedakan mereka secara khas dari populasi berkembang. sosial. adalah juga berhubungan dengan meningkatnya distress psikologi. Hasil juga memperlihatkan bahwa perhatian mengenai kompetensi personal mungkin problematika yang sama dalam hubungan frekuensi dengan kejadian yang dialami tersebut. mereka yang merasa intensitas stress yang lebih besar memiliki gejala depresi dan kecemasan daripada individu yang menerima pengaruh stress yang lebih kecil. emosional. Pendekatan penyelesaian berperan penting dalam pemahaman pengaruh stress terhadap distress psikologi pada orang dengan retardasi mental ringan. Diprediksi. Kepekaan ini terhadap hubungan interpersonal negatif dan stressor penyelesaian mungkin membersihkan fakta bahwa orang dengan retardasi mental ringan seringkali tetap di bawah perawatan keluarga/ staf perawat kesehatan. Diprediksi.

Nilai tertinggi penyelesaian penghindaran dan nilai terendah penyelesaian aktif mengindikasikan bahwa srategi penyelesaian adaptif (termasuk strategi berhubungan secara negatif terhadap ansietas dan depresi) digunakan paling tidak sering dengan stressor kategori ini. Tapi. Peneliti masa depan seharusnya mengalamatkan pada kemungkinan ini. Ini dapat berarti bahwa usaha untuk membantu 10 . orang dengan retardasi mental ringan dilaporkan menggunakan strategi penyelesaian aktif lebih sering daripada strategi penyelesaian pengalihan dan penghindaran. selain untuk mendukung penemuan sebelumnya bahwa stressor ‘hubungan negatif interpersonal’ seringkali dialami. penggunaan relatif penyelesaian berbeda tergantung pada kategori kejadian penuh stress. tidak juga mempunyai pilihan terhadap keterbatasan situasi interpersonal negatif. Meskipun penyelesaian aktif adalah terbesar untuk kecemasan umum dan penyelesaian kejadian penuh stress. sebuah strategi penyelesaian aktif yang mungkin dapat menjadi efektif meskipun di dalam situasi yang tidak dapat dikendalikan. Dari seluruh stressor. dan penyelesaian penghindaran lebih banyak pada kejadian penuh stress yang tidak dapat dikendalikan. hasil kami mengemukakan bahwa orang dengan retardasi mental ringan juga peka terhadap interaksi negatif dengan yang lain karena mereka sangat sedikit menggunakan strategi penyesuaian adaptif. Sebagai hipotesis. nilai tinggi pada penyelesaian penghindaran juga menunjukkan kecilnya sebuah usaha untuk mengatur emosi secara aktif. Tapi.psikologi lebih rendah daripada yang dilaporkan menggunakan lebih sedikit strategi penyelesaian aktif. Nilai yang tinggi pada penyelesaian penghindaran mungkin menggambarkan keputusan yang bijaksana untuk tidak berusaha untuk memodifikasi sebuah situasi yang tidak dapat dikendalikan. penyelesaian aktif sepertinya lebih banyak pada kejadian penuh stress yang dapat dikendalikan. Hasil ini mengemukakan bahwa individu dengan retardasi mental ringan memiliki kesulitan penyelesaian yang khusus secara adaptif dengan stressor ‘hubungan interpersonal negatif’. Tapi. Derngan demikian. Hubungan ini tetap meskipun kami mengendalikan variabel demografi yang relevan. penyelesaian pengalihan tidak secara signifikan berhubungan dengan kontrol persepsi. Individu dengan retardasi mental ringan mungkin tidak diberi kesempatan untuk memilih dengan siapa mereka berinteraksi. penyelesaian penghindaran adalah terbesar untuk kejadian penuh stress’hubungan interpersonal negatif’.

hasil studi kali ini konsisten dengan penemuan sebuah sampel Australian pada orang dewasa dengan disabilitas intelektual ringan. mungkin tidak menunjukkan orang dewasa dengan retardasi mental ringan di bagian lain. Akhirnya. Tetapi strategi ini hanya akan efektif untuk situasi yang secara nyata dapat dimodifikasi. Selain itu. Pertama. Pengukuran lain distress psikologi dapat digunakan untuk mengkalarifikasi emosional spesifik dan masalah tingkah laku yang berhubungan dengan stress dan penyelesaian. dalam studi kali ini kami membatasi penilaian kami pada distress psikologi untuk pengukuran gabungan pada laporan sendiri terhadap depresi dan kecemasan. Banyak variabel lain (misalnya dukungan sosial) juga mempengaruhi pilihan strategi penyelesaian dan hubungan antara penyelesaian dan distress psikologi. Ada beberapa bukti memperlihatkan bahwa kontrol persepsi cukup berhubungan antara penyelesaian dan distress psikologi. Hasil kami memiliki beberapa implikasi untuk penyelenggara pelayanan disabilitas. usaha untuk mendidik orang dengan retardasi mental ringan dan perawat mereka mengenai situasi penuh stress yang umum dapat menurunkan kesempatan mengalami stress. mengajarkan strategi penyelesaian aktif yang secara efektif mengubah situasi penuh 11 . Ada beberapa batasan metodologi pada penelitian kali ini. Kedua. studi kali ini representatif pada orang dewasa dengan retardasi mental ringan yang berada di Amerika Serikat bagian barat dan. Di masa yang akan datang para peneliti akan butuh untuk menetapkan seberapa akurat orang dengan retardasi mental ringan menilai kemampuan mengendalikan lingkungan mereka dan mengindentifikasi situasi perasaan salah sebagai tidak dapat dikendalikan. memperlihatkan bahwa penyelesaian aktif berkaitan dengan rendahnya distress psikologi ketika digunakan dengan kontrol penilaian yang tinggi. Partisipan kami dan sampel Australian pada orang dewasa dengan disabilitas ringan tersebut melaporkan kejadian penuh stress yang sama seperti yang sering dialami dan sama-sama memiliki pengaruh stress yang terbesar. Tapi. Kontrol persepsi hanya salah satu faktor termasuk dalam proses stress dan penyelesaian.perkembangan penyelesaian efektif pada orang dengan retardasi mental ringan adalah berbarengan dengan meningkatnya kontrol persepsi. sehingga. Penyelesaian aktif memiliki hbungan negatif dengan distress psikologi ketika digunakan dengan kontrol persepsi yang tinggi tapi bukan dengan kontrol persepsi yang rendah.

penyedia mungkin dapat menurunkan distress psikologi pada orang dengan retardasi mental ringan.stress atau emosi terhadap stressor sekitar akan memperkuat kemampuan orang dengan retardasi mental ringan untuk secara adaptif menyelesaikan stress. Ketiga. yang berhubungan dengan rendahnya distress psikologi. kontrol persepsi dihubungkan dengan penggunaan penyelesaian aktif. 12 . Membantu orang dengan retardasi mental ringan untuk secara akurat menilai kontrol terhadap kejadian yang berubah dapat meningkatkan penggunaan penyelesaian aktif mereka. Selain itu. mendorong penggunaan strategi penyelesaian aktif yang mengubah emosi terhadap kejadian penuh stress ketika kejadian yang mereka alami tidak dapat diubah mungkin bermanfaat. Melalui keduanya dapat menurunkan frekuensi kejadian penuh stress dan meningkatkan penggunaan penyelesaian adaptif.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->