P. 1
Cara Memperoleh Ilmu Pengetahuan

Cara Memperoleh Ilmu Pengetahuan

|Views: 2,043|Likes:

More info:

Published by: Abu Hidah Al-Qornain on Nov 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/27/2013

pdf

text

original

1

CARA MEMPEROLEH MEMPEROLEH ILML
(Tinjauan Filosofis)
*

Oleh: MH. Iulkarnain Mubhar. $.Th.I
*

Pendahuluan
Manusia merupakan ciptaan Tuhan vang paling sempurna lagi paripurna.
kesempurnaannva tampak pada kecakapan dalam menghadapi pelbagai bentuk
permasalahan hidup vang merupakan manitestasi dari kesucian /:troi :rsor:·oi vang
dianugrahkan oleh Allah kepadanva. dan keparipurnaannva tampak pada
kemampuannva menganalisa setiap permasalahan guna mendapatkan jalan keluar
vang akurat tanpa menimbulkan problematika vang lebih parah dari sebelumnva.
keparipurnaan ini merupkan bentuk manitestasi i:i¬oi 'ooi:··oi vang menjadi
bagian utama terbentuknva makhluk Tuhan vang teristimewa diantara seluruh
makhluk vang tercipta di bumi.
Diantara masa terputusnva ke·Rasul·an Musa A.s dan diutusnva Isa A.s
sebagai Rasul Allah. manusia berada pada kebimbangan ilmiah dan terombang·
abing akibat kehilangan bimbingan ditambah dengan kesewenang·wenangan
sebahagian ahli Kitab dalam melakukan perubahan dan perombakan Torah serta
kesewenang·wenangan para penguasa dalam melakukan pendoktirinan sesat kepada
umat manusia vang hidup pada masa transisi ke·Rasul·an tersebut. maka
sekolompok manusia vang mavoritasnva berkebangsaan Yunani melakukan
penentangan terhadap indoktrinisasi para penguasa vang dianggap sesat lagi
menvesatkan dengan menggunakan dava nalar·kritis mereka terhadap doktrin·
doktrin penguasa vang merupakan hasil penalaran akal terhadap kebenaran vang
terdapat dibalik tisik alamivah dan metatisis. Kelompok manusia ini kemudian
dikenal dengan istilah F:iusu/ vang diartikan sebagai para pencari atau pecinta
hikmah. Penggunaan istilah ini merupakan bentuk perlawanan terhadap para

Makalah dipresentasikan pada seminar kelas khusus beasiswa Magister $2 Konsentrasi $tudi Hadis
Program Pascasarjana IAIN $unan Ampel $urabava untuk mata kuliah F:iso/ot Ii¬u dibawah
bimbingan dosen mata kuliah ibu Dr. Hj. Muzavvanah Mu'tashim H. MA.. pada Hari Kamis. 25
November 2010

Alumni Fakultas Lshuluddin dan Filsatat lurusan Program Khusus Tatsir Hadis LIN Alauddin
Makassar 2009. dan Mahasiswa Magister ($2) Program Pascasarjana IAIN $unan Ampel $urabava
dengan konsentrasi $tudi Hadis. angkatan 2010.
2

retorik·retorik sesat vang dikenal dengan istilah $ioti:s vang menggunakan cara
bertikir sesat (sioti:str·) atau dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah so/ostoi.
1

Pernavataan di atas memebrikan ketegasan konseptual·taktual bahwasanva
tilsatat pertama kali dirumuskan dan diperkenalkan dalam Bahasa Yunani
kemudian diterjemahkan kedalam Bahasa $urvani lalu ke dalam Bahasa Arab. Al·
Ahwaniv mengungkap penuturan al·Farabiv tentang asal muasal tilsatat sejak
bangsa·bangsa kuno sampai pada orang Arab sebagai berikut.
Koror :i¬u t.rs.out toco :o¬or coiuiu ¬:i:i oror.·oror. Koicor. t.rcucui
Iroo. Lortos o.rt:rcoi toco oror. M.s:r ioiu o.rt:rcoi io.: toco oror. Yuror:.
o.o.roto iurur uoitu i.¬uc:or. :i¬u t.rs.out o.rt:rcoi io.: toco oror.·oror.
Aroo. $.¬uo ·or. t.rcoiut coio¬ :i¬u :tu c:ru¬usior coio¬ ooioso Yuror:.
i.¬uc:or c:t.ri.¬oiior i.coio¬ ooioso $ur·or: ioiu i.coio¬ ooioso Aroo.
Ii¬u ·or. ¬.r.io t.roi.i cor: oror.·oror. Yuror: :tu toco u¬u¬r·o ¬.r.io
o.r: ro¬o H:i¬oi cor H:i¬oi T.ro.sor.
2

lika kita memperhatikan dan memahami dengan baik tentang perjalanan
tilsatat sebagaimana vang tampak dalam ungkapan al·Farabiv. maka kita akan
berkesimpulan bahwa Filsatat (hikmah atau hikmah terbesar) adalah milik orang·
orang Persia vang pada akhirnva masuk kedunia Islam pada zaman Abbasivah. Hal
ini sejalan dengan sebuah hadith sebagaimana vang direkam dan didokumentasikan
dengan baik oleh At·Tirmidzv dalam $uror·nva.
´ Ɗ ~ ¹ ´¹' ' + Ƈ ´ · = ſ ·´ + · ' - ~ = · ´ -- = · . ~Ƃ´ ~¹' ´ Ɗŝ ¹' - ´ Ɗ ~´ =¹'
Koi:¬ot t.rui i:i¬oi ocoioi t.r¬oto ¬u'¬:r ·or. i:ior.. ¬oio c:¬orotur
i:i¬oi :tu c:t.¬uior. ¬oio i.rcoiioi ¬.r.o¬o:ir·o

Penegasan hadith di atas menunjukkan bahwa Islam mengakomodasi
proses pencarian ilmu vang mengantarkan seorang muslim dapat menjadi ahli ilmu
vang jujur secara ilmiah baik dalam bentuk konseputal maupun kontekstual

1
Murtada Mutahhariv. Furco¬.rtois o/ Isio¬:c Tio.it. diterj. A. Rita'i Hasan dan Yuliani. T.¬o·
T.¬o P.rt:r. F:iso/ot Isio¬. (Bandung. Yavasan Muthahharv. 199). 11·12.
2
Ahmad Fuad al·Ahwaniv. oi·Foiso/oi oi·Isio¬:··oi. (Kairo. al·Maktabah al·Thaoativvah. 1962). +.

Hadith ini o':/. menurut at·Tirmidzv hadith ini merupakan hadith .ior:o dari sisi sanad dan
matannva sebab tidak ditemukan kecuali dari sisi ini. dan didalmnva terdapat Ibrahim bin al·Fadl
al·Madiniv al·Makhzumiv vang di da'itkan akibat kelemahan hatalnva. Lihat. $uror ot·T:r¬:c:·.
K:too: Ii¬u. Boo: K.uto¬or F:o:i cor: Ioocoi·:oocoi Lo:rr·o ($emarang. Toha Putra. T.Th). lld. IV.
155.


dimana proses perkembangan pengetahuan manusia dari pengetahuan biasa ke
arah pengetahuan ilmiah vang melibatkan cara dan sistem·sistem tertentu. termasuk
di dalamnva pengetahuan vang dihasilkan dengan jalan tilsatat.
+
Penegasan ini
secara implisit menjelaskan bahwa cara dalam memperoleh pengetahuan vang
bersitat ilmiah dibutuhkan sebuah pengkajian metodologis sebagai sebuah
gambaran umum tentang proses atau cara untuk menghasilkan pengetahuan ilmiah
vang kemudian akan dipaparkan lebih lanjut dalam tulisan ini.
Berdasar pada uraian di atas. maka permasalahan vang akan dibahas dalam
tulisan ini dibatasi pada oro M.¬t.roi.i Ii¬u. T:riouor F:ioso/:sº dalam usaha
untuk menjawab dua perkara vaitu. Bagaimana konsepsi teori Ilmu pengetehuan
dan Bagaimana cara memperoleh Ilmu pengetahuan.
Tulisan ini bermaksud untuk mengetahui cara perolehan ilmu
pengetahuan secara tilosotis vang bertujuan untuk mendapatkan pencerahan
ilmiah. Pada sisi lain konsep teori Ilmu dan cara memperoleh Ilmu pengetahuan
dapat dijadikan sebagai landasan dalam melakukan proses pencarian ilmu
pengetahuan guna menemukan kebenaran ilmu pengetahuan secara ilmiah.
Adapun Hirarki pembahasan dalam tulisan ini adalah dengan
mendahulukan pembahasan tentang keterangan·keterangan epistemik·tilosotis akan
konsepsi teori ilmu pengetahuan berdasarkan perdebatan·perdebatan tilosotis para
tilusut ditinjau dari aspek epistemologinva vang bertujuan untuk menampakkan
perbedaan dan pertentangan teori -untuk tidak mengatakan kekacauan epistemik·
tentang cara atau cara memperoleh ilmu pengetahuan untuk mencapai sebua
i.o.rororº ilmiah. $elanjutnva pembahasan ditokuskan pada uaraian tentang cara·
cara memperoleh ilmu pengetahuan secara epistemic·tolosotis.
Pembahasan
A. Konsepsi Teori Ilmu Pengetahuan

+
Eko Marhaendv. P.r..toiuor Morus:o $.coro L¬u¬ (Makalah. dipersentasekan pada Mata Kuliah
Pendekatan dalam Pengkajian Islam (PDPI) Program Pasca $arjana IAIN $umut. Naskah tersebut
diakses di www.ekomarhaendv.wordpress.com dikunjungi pada 15·Oktober·2010). .
+

Berbicara tentangan cara atau cara memperoleh ilmu pengetahuan. maka
kita berbicara tentang epistemologv dalam tilsatat ilmu vang disebut juga dengan
istilah teori pengetahuan. Epistemologv memiliki obvek telaah vang bersitat
penjelas atas proses terbentuknva ilmu pengetahuan vang memunculkan pertanvaa·
pertanvaan utama seperti. bagaimana sesuatu itu datang.. bagaimana kita
mengetahuinva.. bagaimana membedakannva dengan vang lain. Dan sebagainva.
Pertanvaan·pertanvaan semacam ini adalah bentuk penegasan tentang hubungan
sesuatu dengan situasi dan kondisi ruang serta watu.
5
ketika berbicara tentang
epistemologv ilmu. maka harus dikaitkan dengan ontologv ilmu dan aksiologinva
misalnva. ketika hendak membicarakan tentang ilmu alam vang apa adanva vang
terbatas pada lingkup pengalaman kita dimana pengetahuan dikumpulkan oleh
ilmu untuk menjawab permasalahan kehidupan vang dihadapi sehari·hari oleh
manusia. dan untuk digunakan dalam menawarkan pelbagai kemudahan
kepadanva. Pemecahan tersebut pada dasarnva adalah dengan ¬.r.osu¬s:ior.
¬.ro¬oiior dan ¬.r.ortroi gejala·gejala alam. Berdasaran landasan ontologv dan
aksiologi seperti itu. maka dibutuhkan bangunan landasan epistemologv vang
sesuai. sebab pada dasarnva persoalan utama vang sering dihadapi oleh setiap
epistemologv pengetahuan adalah bagaimana mendapatkan pengetahuan vang
benar dengan memperhitungkan aspek ontologv dan aksiologi masing·masing.
6
ladi
dalam pandangan ini kekokohan epistemic dalam bangunan ilmu pengetahuan
terletak pada kebenaran cara tanpa memishkannva dengan ontologv dan aksiologi
dari sautu bangunan ilmu. sebagaimana vang dapat diilustrasikan secara hirarki
sebagai berikut.





5
Inu Kencana $vatiie. P.r.ortor F:iso/ot (Bandung . Ratika Aditama. 2007). 10.
6
lujun $ $uriasumantri. F:iso/ot Ii¬u. $.ouoi P.r.ortor Potui.r (lakarta. $inar Harapan. 2001). 105·
106. Yang selanjutnva ditulis lujun. F:iso/ot Ii¬u.
1ku1n Ol kNOwL£u6£
AkICLCGI
kNCWING
8LING
5



Hirarki illustrasi bangunan ilmu pengetahuan di atas menunjukkan bahwa
ontologv ilmu ditempatkan sebelum epistemologv dengan cara mengasumsikan
¨ada" realitas kemudian ditambahkan epistemologv untuk menjelaskan bagaimana
kita mengetahui realitas tersebut. Hirarki dari bangunan ilmu pengetahuan tersebut
- vang dalam istilah Keith Lethrer - adalah teori co.¬ot:c .t:st.¬oio.·.
7
Konsepsi
dari teori ini adalah dengan menempatkan ontologv sebelum epistemologv.
$elain dari teori co.¬ot:c .t:st.¬oio.· terdapat pula teori cr:t:coi .t:st.¬oio.·
dimana teori ini merupakan bentuk revolusi dari teori co.¬ot:c .t:st.¬oio.· vang
dalam prosesnva adalah menanvakan apa vang telah diketahui sebelum
menjelaskannva. artinva bahwa teori ini berada pada wilavah mempertanvakan
suatu pengetahuan awal secara kritis kemudian divakini. meragukan sesutu vang
telah ¨ada" terlebih dahulu sebelum kemudian menjelaskannva setelah terbukti
keber"ada"annva. dan berpikir dahulu sebelum mevakini dan atau tidak mevakini
kebenarannva.
8
Konsepsi dari teori ini menempatkan wilavah epistemic sebelum
ontal sebagaimana vang dapat dillustrasikan secara hirarki sebagai berikut.





$ubvektititas dan obvetititas kebenaran ilmu merupakan hasil dari suatu
bangunan ilmu vang memiliki ketergantungan pada kebenaran teori. cara dan cara
memperolehnva. teori ilmu vang diterapkan oleh Para tilusut kuno tergolong masih

7
Muhammad Adib. F:iso/ot Ii¬u. Ortoio.:. Et:st.¬oio.:. Ais:oio.:. cor Lo.:io Ii¬u P.r..toiuor
(Yogvakarta . Pustaka Pelajar. 2010). 76. $elanjutnva ditulis Adib. F:iso/ot Ii¬u.
8
Io:c.. 77.
1ku1n Ol kNOwL£u6£
AkICLCGI
8LING
kNCWING
6

sangat tr.¬otur. dimana mereka mencari unsur·unsur atau entitas·entitas vang
dikandung oleh semua benda dengan menggunakan pertimbagan·pertimbangan
empiris atau hasil·hasil pengamatan vang mendalam terhadap entitas·entitas
tersebut vang dapat mendukung penjelasan vang satu atau vang lainnva. Mereka
mendasaran jawaban mereka sedapat mungkin pada landasan·landasan epistemic
dengan mempertimbangkan jenis·jenis apa vang dapat dimengerti secara sungguh·
sungguh. sebagaimana halnva vang berdasar pada empiris dengan
mempertimbangkan jenis·jenis entitas abadi vang mungkin dapat diperoleh dari
dan atau dalam pengalaman.
9

$ecara umum dapat dinvatakan bahwa prematurisme konsep teori ilmu
pengetahuan vang diperoleh oleh para tilusut klasik kuno didasarkan pada lima
kemampuan vaitu. (1) Pengetahuan vang didasarkan pada pengalaman. (2)
pengetahuan dari hasil pengalaman tersebut diterima sebagai suatu takta dengan
sikap r.c.tt::. ¬:rc. dan jika terdapat keterangan·keterang epistemic tentang takta·
takta tersebut. maka keterangan·keterangan tersebut adalah mitologi (mistis. magis
dan religious). () kemampuan menemukan abjad dan bilangan alam vang
menunjukkan terjadinva tingkat abstraksi pemikiran. (+) kemampuan menulis.
menghitung dan menvusun kalender merupakan bentuk sintesis dari hasil
abstraksi. (5) kemampuan meramalkan peristiwa·peristiwa tisis atas dasar o tr:or:
seperti hujan. gerhana dan sebagainva.
10

Perbedaan·perbedaan para tilusut klasik Yunani pra·$okratik tentang
konsepsi teori ilmu pengetahuan terletak pada pendalam pengamatan empirisme
mereka terhadap entitas·entitas dari benda·benda vang ada tidak dapat diilekkan.
dalam pandangan Parmenidas misalanva bahwa s..oio o.rtui t.ruooior ¬.rutoior
t.ro¬toior s.¬.rtoro ·or. o.roco c:ooi:i iuour.or t:¬ooi·ooi:i cor: r.oi:tos·r.oi:tos
·or. i.o:i coio¬ cor t:coi o.ruooiº. semantara Hiraklitus berada pada kutub vang

9
lerome R Ravertz. Ti. Pi:iosoti· o/ $c:.rc. (Oxtord Lniversitv Press. 1982) diterj. $aut Pasaribu.
F:iso/ot Ii¬u $.ioroi c Ruor. L:r.ut Boiosor (Yogvakarta. Pustaka Pelajar. 2009). 92·9. Yang
selanjutnva ditulis lerome. Ti. Pi:iosoti· o/ $c:.rc..
10
A. Fuad Ihsan. F:iso/ot Ii¬u (lakarta. Rineka Cipta. 2010). 19+. Yang selanjutnva ditulis A.Fuad.
F:iso/ot Ii¬u.
7

lebih ekstrim vang menvatakan bahwa s.ioui t.r..toiuor ¬orus:o s.¬uo o.rs:/ot
¬:toio.: s.ooo s.coro .¬t:r:s t.r..toiuor :tu o.ruooi t.rus ¬.r.rus.
11
cor oto tur ·or.
o.roco coio¬ uoitu s.ioiu /oro cor i.oooc:or ouiorioi s.suotu ·or. t:coi o.ruooi
c:s.torior. uoitu ·or. t.rootos. oior t.tot: c:o ocoioi .is:st.rs: ·or. o.roco c:iuor
s.iurui tros.s t.¬toroiº.
12

Para tilusust pra·$okratik memtokuskan diri pada pencarian secara empiric
tentang orci. (unsure induk)
1
vang dianggap sebagai asal kejadian segala sesuatu
dengan melakukan pengamatan empiris secara medalam terhadap tenomena·
tenomena alam sehingga menghasilkan beberapa konsep tentang asal·usul alam
dalam segala bentuk jenis. entitas dan geraknva. Konsep·konsep vang mereka
hasilkan dari hasil pengamatan empiris tersebut pun berbeda anatara satu dengan
lainnva dimana dalam pandangan Thales sebagaimana vang diungkapan oleh
Aristotales bahwa o:r ocoioi suostors: cosor ·or. ¬.¬o.tui s..oio s.suotu cor :o
¬.r.otoior ooiuo ou¬: t.rotur. c: otos o:r. cor ooiuo ¬o.r.t ¬.¬:i:i: r·ouo ior.ro
cotot ¬.r...roior o.s:º.
1+
Russell memandang bahwa pendapat ini - tentang air
sebagai asal dari segala sesuatu - dapat dianggap sebagai bentuk hipotesis ilmiah
vang tidak dapat dianggap sebagai pendapat tolol sebab dua pulu tahun vang lalu
15

telah ditemuan bahwa segala sesuatu terbuta dari i·cro..r dimana dua pertiganva
adalah air.
16
Pada bagian lain Anaximanders berpendapat bahwa ¨orci :tu ocoioi
$uostors: ·or. t:coi t.rootos. oooc:. cor toi ¬.r..roi us:o. suostors: osoi: :tu c:o.rtui
¬.rioc: t.ioo.o: suotors: ·or. i:to i.roi cor i.¬uc:or suostors:·suostors: t.rs.out
c:trors/or¬os:ior ortoro sotu c.r.or io:rr·o ¬.rioc: suostors: io:rº. sehingga dalam

11
lerome. Ti. Pi:iosoti· o/ $c:.rc..9+.
12
Bernard Russell. H:stor· o/ V.st.rr Pi:iosoti· orc :ts orr.ct:or u:ti Poi:t:coi orc $oc:oi :rcu¬storc.s
Fro¬ ti. Eori:.st T:¬. to Pr.s.rt o· (London. Oeorge Allen and LNWIN. 19+6). Diterj. $igit
latmiko dkk.. $.ioroi F:iso/ot Borot. cor Ko:torr·o c.r.or Korc:s: $os:oi·Poi:t:i cor: 7o¬or Kuro H:r..o
$.ioror. (Yogvakarta. Pustaka Pelajar. 2007). 61. Yang selanjutnva ditulis Bernard. H:stor· o/ V.st.rr
Pi:iosoti·...
1
A. Fuad. F:iso/ot Ii¬u. 195.
1+
Bernard. H:stor· o/ V.st.rr Pi:iosoti·.... .
15
Yaitu dua puluh tahun dari tahun dimana Bernarnd Russell hidup dan menvusun karvanva vang
berjudul H:stor· o/ V.st.rr Pi:iosoti·.
16
Bernard. H:stor· o/ V.st.rr Pi:iosoti·..
8

kesimpulannva bahwa cur:o i:to :r: ocoioi soioi sotu c:ortoro cur:o·cur:o ·or. oco
cor cur:o t:coi c:c:ttoior ro¬ur ioi:r cor: .:oius: ·or. ¬.rutoior o.rtui trors/or¬os:
cor: t.ioo.o: suostors: cor: suostors: toi t.rootos t.rs.outº.
17
$ementara itu Phvtagoras
memandang bahwa suostors: osoi cor: s..oio s.suotu ocoioi o:ior.orº. pandangan
Phvtagora ini disandarkan pada music dan hubungan vang dibangun anatara music
dan matematika.
18

$ecara umum dapat dinvatakan bahwa konsep teori ilmu pengetahuan
pada periode ini dapat dibagi kedalam empat tahapan vaitu. (1) Pengamatan atas
pengalaman dan benda·benda vang mengitari ruang dan waktu dimana sang tilusut
tersebut berada. (2) memantatkan kemampuan penalaran terhadap hubungan·
hubungan antar substansi secara abstraktit. () melakukan hipotesis atas dasar
hubungan·hubungan abstrak antar substansi. (+) memberikan kesimpulan
spekulatit berdasarkan tiga tahapan sebelumnva secara deduktit.
Teori ilmu pengetahuan dan cara memperolehnva dalam perkembangan
berikutnva tidak begitu signitikan dari periode sebelumnva dimana pertimbangan·
pertimbangan ontologis. epistemologis dan empiris masih sangat mendominasi.
$ekalipun konstruksi mengenai teori·tori tundamental ilmu di seputar konsep. dan
pola vang dilakukan oleh Plato dengan meminjam teori geometri begitu tampak
pada periode ini dan bahkan memberikan pengaruh pada teori ilmu pengetahuan
modern. pada logika dan metematik jerman dan sesudahnva.
19
artinva bahwa tori
ilmu pengetahuan dari masa tilusut klasik hingga modern memiliki bangunan
kesinambungan vang saling memeberi pengaruh antara satu dengan vang lain. dan
atau saling menghapus antara satu dengan vang lain. dan atau saling
menvempurnakan anatara satu dengan vang lain. sekalipun dalam
kesempurnaannva masih terdapat pertentangan·pertentangan vang sangat mencolok
antara kelompok empirisme. rasionalisme. skeptisisme. kritisisme. analitisme.
strukturalisme dan lain·lain.

17
Io:c.. +·5.
18
Io:c.. +6.
19
lerome. Ti. Pi:iosoti· o/ $c:.rc..9+.
9

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang vang ingin
menemukan pengetahuan. maka sebagai langka awal dia terlebih dahulu harus
mempelajari teori·teori pengetahuan dalam perkembangan pengetahuan. Karena
itu. usaha vang harus dia lakukan pertama kali adalah menegaskan tujuan
pengetahuan. sebab pengetahauan tidak akan mengalami perkembangan dan
perubahan apabila tujuan dari pengetahuan tersebut tidak diketahui dan dipahami.
Karena pada prinsipnva ilmu adalah usaha untuk menginterpretasikan gejala·gejala
dengan mencoba mencari penjelasan tentang berbagai kejadian.
20
artinva tenomena
ini baik berupa pengamatan empiric maupun penalaran rasio memerlukan teori
sebagai landasan keterpahaman sesuatu vang dapat disebut sebagai ilmu
pengetahuan.


. Cara Memperoleh Ilmu Pengetahuan
Pada pembahasan terdahulu telah ditegaskan bahwa untuk menemukan
sesuatu vang bernama ilmu pengetahuan. maka tujuan dari ilmu pengetahuan
tersebut harus ditentukan terlebih dahulu dengan menggunakan berbagai cara
dalam memperolehnva. Adapun cara untuk dapat memperoleh ilmu pengetahuan
dan menentukan kebenaran ilmu pengetahuan secara tilosotis terdiri dari.
1. oro E¬t:r:i
Yang dimaksud dengan cara empirik vaitu pengetahuan vang didapatkan
melalui pengalaman inderawi dan akal mengolah bahan·bahan vang diperoleh dari
pengalaman dengan cara induksi.
21

Dalam cara ini terdapat beberapa unusur vaitu subvek. obvek dan
hubungan antara subvek dan obvek.
22
$ubvek adalah vang menegatahui atau

20
lujun. F:iso/ot Ii¬u...11
21
$urajivo. F:iso/ot Ii¬u. $uotu P.r.ortor (lakarta. Bumi Aksara. 2008). 66. Induksi atau induktit
adalah cara kerja ilmu·ilmu empiris vang mendasarkan diri pada pengamatan atau eksperimen untuk
sampai kepada pengetahuan vang umum tak terbantahkan. pengetahuan semacam ini adalah
pengetahuan o tost.r:or:. Lihat. A. $oni Kerat dan Mikhael Dua. Ii¬u P.r..toiuor. $.ouoi T:riouor
F:ioso/:s (Yogvakarta . Kanisus. 2001). 55. $elanjutnav ditulis Kerat. Ii¬u P.r..toiuor.
10

manusi itu sendiri sebab manusia sejatinva adalah irou.r dimana dalam diri setiap
manusia terdapat kampuan untuk dapat mengetahui (dalam arti luas). kemampuan·
kemampuan tersebut adalah. (a) Kemampuan kognitit. vaitu. kemampuan untuk
menegtahu -dalam artinva secara luas dan lebih mendalam seperti. mengerti.
memahami dan menghavati - dan mengingat apa vang diketahui. Landasan
kognitititas manusia adalah rasio atau akal. Kemampuan kognitit manusia bersitat
netral. (b) kemampuan atektit vaitu kemampuan untuk merasakan tentang apa vang
diketahuinva seperti rasa cinta. indah dan sebagainva. kemampuan atektit berlandas
pada rasa tau ooiou dan disebut pula dengan hati nurani. kemampuan ini bersitat
tidak netral. (c) kemampuan konatit vaitu kemampuan untuk mencapai apa vang
dirasakan. kemampuan ini menjadi dava dorong untuk mencapai (atau menjauhi)
segala apa vang diditekan oleh rasa.
2
Adapun obvek adalah vang diketahui baik
bersitat o tr:or: maupun o tost.r:or: dan terakhir adalah proses terjadinva hubungan
anatara subvek dan obvek.
2+

Cara ini memberikan arti bahwa seluruh konsep dan idea vang kita anggap
benar sesungguhnva bersumber dari pengalaman dengan obvek vang ditangkap oleh
panca indera khususnva vang bersitat spontan dan langsung. sehingga dengan cara
ini panca indera memiliki peranan penting dalam tiga hal. (a) bahwa seluruh
preposisi vang kita ucapkan merupakan bentu manitestasi laporan dari pengalaman
atau vang disimpulan pengalaman. (b) bahwa konsep atau idea tentang sesuatu
tidak dapat diperoleh kecuali didasarkan pada apa vang diperoleh dari pengalaman.
(c) akal budi atau rasio hanva dapat bertungsi jika memiliki acuan realitas.
25
Artinva

22
Adib. F:iso/ot Ii¬u.... 75.
2
$oetriono dan Rita Hanati. F:iso/ot Ii¬u cor M.tocoio.: P.r.i:t:or (Yogvakarta. ANDI. 2007). 101·
102.
2+
$uparlan $uhartono. F:iso/ot Ii¬u P.r..toiuor. P.rsooior Eis:st.rs: cor Hoi:iot Ii¬u P.r..toiuor
(logjakarta. Ar·Ruzz Media. 2008). 61. Cara ini dapat berubah menjadi lebih ekstrim apabila
dipahami bahwa satu·satunva vang dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan jika kebenarannva dapat
dilacak dan diklaritikasi secara empiric. Pemahaman semacam ini dapat mengarah kepada bentuk
E¬t:r:s¬. Roc:ioiº.
25
Kerat. Ii¬u P.r..toiuor.. +9·50.
11

dengan cara ini dapat dinvatakan bahwa cr.c.rt:oi (keterpercavaan) konsep ilmiah
atau teori apapun bergantung pada suatu tingkat substansi berbasis empiris.
26

2. oro Ros:oroi
Cara Rasional adalah cara vang menjelaskan hubungan·hubungan rasional
vang memberi penjelasan ilmiah ciri·khas keterpahaman (:rt.i..:o:i:t·) vang khas.
27

penggunaan rasio dalam menperoleh pengetahuan menjadi sandaran cara ini
dimana akal atau rasio vang memenuhi savarat vang dituntut oleh sitat umum dan
vang perlu mutlak. vaitu svarat vang digunakan dalam seluruh cara ilmiah.
28

Cara ini menjadikan matematika dan ilmu ukur sebagai model bagi
pengetahuan manusia. cara ini menunjukkan sebuah penjelasan bahwa dalam diri
manusia terdapat idea·idea bawaan tertentu vang telah ada sejak awal vang
diperoleh bukan dari pengalaman. artinva bahwa manusia berpikir dalam rangka
prinsip·prinsip pertama vang terbukti dengan sendirinva.
29
sebab panca indera dan
pengalaman hanva dapat memberi intormasi tentang obvek khusus vang terbatas
dan tidak tetap sehingga tidak dapat memberi pengetahuan vang bersitat
universal.
0

ladi. pengetahuan hanva dapat ditemukan dalam dan dengan bantuan
akal budi (rasio). Dengan cara ini. maka proses pengetahuan manusia adalah
dengan mendeduksikan. menurunkan. pengetahuan·pengetahuan particular dari
prinsip·prinsip umum. atau dengan kata lain bahwa pengetahuan manusia harus
mulai dari aksioma·aksioma vang telah terbukti dengan sendirinva. dan dari situ
ditarik teorema·teorema sedemikian rupa sehingga kebenaran aksioma menjadi
kebenaran teorma.
1

Penjelasan ini memberikan gambaran bahwa kemampuan akal budi (rasio)
manusialah vang dapat digunakan untuk dapat menarik kesimpulan dari prinsip·

26
lerome. Ti. Pi:iosoti· o/ $c:.rc..15.
27
Io:c.. 16.
28
$urajivo. Ii¬u F:iso/ot.. 66.
29
Kerat. Ii¬u P.r..toiuor .. +7.
0
Io:c.
1
Io:c.. +8
12

prinsip umum tertentu dalam benaknva. Oleh karenanva logika silogisme menjadi
sangat penting dalam menggunakan cara ini.
Fungsi dari kemampuan rasio manusia dalam memperoleh ilmu
pengetahuan dapat dibagi kedalam dua bagian vaitu. i:.i.r r.osor (rasio tertinggi)
dan iou.r r.osor (rasio terendah). hasil ilmu pengetahuan vang dapat diperoleh dari
keduanva berbeda dimana i:.i.r r.osor menghasilkan ilmu pengetahuan akan suatu
kebenaran vang berkaitan dengan kekalan vang disebut juga dengan sapientia atau
u:sco¬ sementara iou.r r.osor menghasilkan ilmu pengetahuan akan suatu
kebenaran vang bersitat temporal vang disebut juga dengan scientia atau iroui.c...
32


. oro Kort.¬tiot:/
Cara ini memandang bahwa cara empiris dan rasional memiliki
keterbatasan. sehingga pengetahuan vang dihasilkan pun berbeda dan masing·
masing bersitat temporal. maka untuk menajamkan hasil dari kedua cara tersebut
dibutuhkan penajaman kemampuan akal vang disebut intuisi. pengetahuan vang
diperoleh lewat intuisi dapat diperoleh secara kontemplatit.

Cara kontemplatit dalam memperoleh pengetahuan bersitat sangat
indivdualistik sebab pengetahuan vang dihasilkannva tersebut adalah pengetahuan
vang tercerahkan dari percikan sinar pengetahuan Tuhan (oi·i:i¬oi oi·Iioi:··oi).
+

Hariri $hrazi menerangkan bahwa intusi (titrah) bukan semata·mata kolam atau
waduk vang menerima penegtahuan. akan tetapi pengetahuan ini murni muncul
dari dalam diri manusia itu sendiri dan bukan dari luar. maka mata titrahlah vang
melihat pengetahuan itu dan kemudian lidahnva mengucapkan atau menjelaskan
pengetahuan tersebut.
5


2
Andre Winoto. Au.:st:r.'s Ti.or· o/ Kroui.c.. (www.buletinpillar.org. 0·0+·2010). 1.

Amsal Bakhtiar. F:iso/ot Ii¬u (lakarta . Rajawali Press. 2010). 155.
+
Al·Oazali. oi·Muro::! ¬:r oi·oio>i. diterj. Masvhur Abadi. $.t:t:i oio·o coio¬ K...iotor
($urabava. Progressit. 2002). 2.
5
Muhviddin Hairi $hirazi. Mors uoi Irci:rot:or. Ar Isio¬:c Attrooci. Diterj. Eti Triana dan Ali
Yahva. T:io: E.o cor F:troi (lakarata. Al·Huda. 2010). 71.
1

Cara ini tidak hanva dipahami bahwa ilmu pengetahuan vang
dihasilkannva bersitat ¬:toio.:·st.iuiot:/ . tetapi dalam arti vang lebih luas dimana
cara kontemplatit menuju kebenaran pengetahuan secara epistemic dapat melalui
beberapa tahapan vang didalmnva menjadikan kesadaran .¬t:r:c·roi:t· dan co.r:t::.·
r.os:or sebagai tahapan awal dengan cara kerjanva vang khas vaitu. (a) empiris
inderawi adalah sebagai jalan masuknva s.rsot:or dengan merasakan setiap bentuk
realitas vang dirasakan dan diamatinva. selanjutnva (b) s.rsot:or vang masuk melalui
pengamatan dan pengalaman tersebut dikumpulkan. digabungkan. dipilah. dinalar
dengan menggunakan kemampuan rasio melalui proses penilaian terhadap obvek
tisis vng diketahui melalui penginderaan dan atau pengalaman. tahapan ini
selanjutnva disebut dengan tahapan co.r:t:or. selanjutnva (c) tahapan vang
diberlakukan atas realitas vang telah dikognisikan dalam rasio tersebut kemudian
dikontemplasikan dengan .t.rroi truti pada tahapan ini kemudian apa vang dilihat.
dirasa dan dipikirkan menjadi sebuah ilmu pengetahuan vang disebut dengan
:rt.ii.ct:or.
36
Pada tahapan vang terakhir ini ti. truti :r/or¬ot:or (oi·Kiooor oi·$ioc:o)
dan otor:tot::. :r/or¬ot:or (intormasi otoritas) memiliki peranan penting untuk
kemudian dilakukan c:oi.it:io baik itu persitat tekstual. intertekstual. kontektual
maupun interkontekstual vang dapat membatu menghasilkan kesimpulan pada
ranah truti iroui.c.. (Kebenaran Ilmu).
+. oro Ii¬:oi
Cara ilmiah merupakan salah satu acara atau prosedur dalam mendapatkan
pengetahuan vang disebut ilmu. dimana ilmu merupakan pengetahuan vang
diperoleh lewat cara ilmiah. Cara ilmiah merupakan ekspresi tentang cara bekerja
pikiran vang diharapkan mempunvai karakteristik tertentu berupa sitat rasional dan
teruji sehingga ilmu vang dihasilkan bisa diandalkan. Dalam hal ini cara ilmiah
mencoba menggabungkan cara berpikir deduktit (rasional) dan induktit (empiris)
dalam membangun pengetahuan. Teori ilmu merupakan suatu penjelasan rasional
vang berkesuaian dengan objek vang dijelaskannva. dengan didukung oleh takta

6
Andre Winoto. Au.:st:r.'s Ti.or· o/ Kroui.c.. (www.buletinpillar.org. 0·0+·2010). 2.
1+

empiris untuk dapat dinvatakan benar. Cara rasional vang digabungkan dengan
cara empiris dalam langkah menuju dan dapat menghasilkan pengetahuan inilah
vang disebut cara ilmiah. ladi. cara ilmiah dianggap sebagai cara terbaik untuk
mendapatkan pengetahuan karena cara ini menggunakan pendekatan vang
sistematis. obvetit. terkontrol. dan dapat diuji. vang dilakukan melalui cara empiris
maupun rasional atau dengan kata lain dilakukan berdasarkan prinsip·prinsip
induktit dan dedutit.
Penggabungan anatara cara rasional dan empiris dilakukan dengan
menggunkan langkah·langkah oprasional vang disebut cara ilmiah dimana dalam
cara ini rasionalitas menvusun pengetahuannva secara konsisten dan kumulatit.
sementara empiris memisahkan anatara takta vang sesuai dengan vang tidak. $ecara
sederhana dapat dinvatakan bahwa seluruh bentuk teori vang dapat diterima secara
ilmiah harus memenuhi dua svarat utama vaitu. (a) memiliki konsistensi o tr:or:ot::.
vang memungkinkan tidak terjadinva kontaradiksi dalam teori keilmuan secara
umum. (b) harus sesuai dan sejalan dengan takta·takta empiris.
7
artinva bahwa teori
dalam sc:.rt:/:c iroui.c.. (ilmu pengetahuan ilmiah) merupakan sekumpulan
preposisi vang saling berkaitan secara logis untuk memberikan penjelasan tentang
sejumlah takta dan tenomena
8
dimana hubungan·hubungan antar preposisi
tersebut dapat diperiksa kebenarannva diantara tenomena agar dapat diberlakukan
secara universal pada tenomena lain vang sejenis dengan proses vang demikian
dapat menghasilkan sebuah prinsip ilmiah dimana sebuah preposisi vang
mengandung kebenaran umum didasarkan pada takta dan tenomena vang telah
diamati.
9

Dalam pandangan Ahmad Tatsir bahwa cara ilmiah tidak datang dengan
sesuatu vang baru. tetapi hanva mengulangi ajaran positivisme secara lebih
oprasional. dimana dalam ajaran positivisme menvatakan bahwa kebenaran sesuatu
harus bersitat logis. terbukti secara empiris. dan terukur secara oprasional.

7
lujun. F:iso/ot Ii¬u .. 12+.
8
The Liang Oie. P.r.ortor F:iso/ot Ii¬u (Yogvakarta. Libertv. 2010). 1+5.
9
Io:c.. 1++.
15

kuantitatit dan tidak mengundang perbedaan pendapat. Dengan demikian cara
ilmiah harus melalui langkah vang disebut io.:co·i·toti.t:co·:.r:::cort::. dengan mula·
mula membuktikan bahwa hal tersebut logis. kemudian mengajukan hipotesis
terhadap logika tersebut. kemudian melakukan pembuktian hipotesis tersebut
secara empiris.
+0

Berdasarkan uraian·uraian di atas. maka dapat dinvatakan bahwa cara dalam
memperoleh ilmu pengetahuan secara ilmiah harus melalui prosedur·prosedur
khusus. Adapun kata kunci dari prosedur·prosedur tersebut adalah. (a) Logis. (b)
Empirik. (c) kejelasan teori atau epistemik. (d) oprasional dan spesitik. (e)
hvpotethik. (e) verivikative. (t) sistematis. (g) memperhatikan validitas dan
realibilitas. (h) obvektit. (i) skeptik. (j) kritis. (k) analitik. (l) kontemplatit.
Kesimpulan
Dari seluruh uraian terdahulu merupakan hasil pembacaan dari berbagai
literature untuk menemukan titik temu atas pelbagai konsep dan teori tentang cara
memperoleh ilmu pengetahuan vang ditawarkan oleh berbagai penulis dan
penvusun vang berasal dari pelbagai latar belakang keilmuan vang dijalani secara
empiric. rasional. kontemplatit untuk mendapatkan sebuah hasil pembahasan vang
bersitat ilmiah melalui pelbagai diskusi vang bersitat verivikatit.
Konsepsi tentang tori ilmu pengetahuan dari masa tilusut klasik hingga
modern memiliki bangunan kesinambungan vang saling memeberi pengaruh
anatara satu dengan vang lain dan atau saling menghapus antara satu dengan vang
dan atau saling menvempurnakan anatra satu dengan vang lain. sekalipun dalam
kesempurnaannva masih terdapat pertentangan·pertentangan vang sangat mencolok
antara kelompok dan mazhab tilsatat. Dengan demikian. Maka seseorang vang
ingin menemukan pengetahuan terlebih dahulu ia harus mempelajari teori·teri
pengetahuan sebagai langka awal dalam perkembangan pengetahuan. Karena itu.
usaha vang harus dia lakukan pertama kali adalah menegaskan tujuan

+0
Ahmad Tatsir. F:iso/ot Ii¬u. M.r.uro: Ortoio.:. Et:st.¬oio.:. cor Ais:oio.: P.r..toiuor (Bandung.
Remaja Rosdakarva. 2010). 2·.
16

pengetahuan. sebab pengetahauan tidak akan mengalami perkembangan dan
perubahan apabila tujuan dari pengetahuan tersebut tidak diketahui dan dipahami.
karena pada prinsipnva ilmu adalah usaha untuk menginterpretasikan gejala·gejala
dengan mencoba mencari penjelasan tentang berbagai kejadian baik secara
pengamatan empiric maupun rasional vang memerlukan teori sebagai landasan
keterpahaman sesuatu vang dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan.
Diantara cara·cara vang dapat digunakan dalam memperoleh pengetahuan
adalah. (a) Cara Empiris. (b) Cara Rasional. (c) Cara Kontemplatit. (d) Cara Ilmiah.
Dari keempat cara ini. maka cara ilmiah dianggap sebagai cara vang paling
komprehensit sebab dapat menvatukan keseluruhan cara dalam bingkai oprasional
sistematik dengan menggunakan kata kunci. (a) Logis. (b) Empirik. (c) kejelasan
teori. (d) oprasional dan spesitik. (e) hvpotethik. (e) verivikative. (t) sistematis. (g)
memperhatikan validitas dan realibilitas. (h) obvektit. (i) skeptik. (j) kritis. (k)
analitik. (l) kontemplatit.
ibliografi
Adib. Muhammad. F:iso/ot Ii¬u. Ortoio.:. Et:st.¬oio.:. Ais:oio.:. cor Lo.:io Ii¬u
P.r..toiuor. Yogvakarta . Pustaka Pelajar. 2010.
al·Ahwaniv. Ahmad Fuad. oi·Foiso/oi oi·Isio¬:··oi. Kairo. al·Maktabah al·
Thaoativvah. 1962.
Bakhtiar. Amsal. F:iso/ot Ii¬u. lakarta . Rajawali Press. 2010.
Oie. The Liang. P.r.ortor F:iso/ot Ii¬u. Yogvakarta. Liberti. 2010.
Al·Oazali. oi·Muro:: ¬:r oi·oioi. Diterj. Masvhur Abadi. $.t:t:i oio·o coio¬
K...iotor. $urabava. Progressit. 2002.
Hanati. $oetriono dan Rita. F:iso/ot Ii¬u cor M.tocoio.: P.r.i:t:or. Yogvakarta.
ANDI. 2007.
Ihsan. A. Fuad. F:iso/ot Ii¬u. lakarta. Rineka Cipta. 2010.
Kerat. A. $oni dan Mikhael Dua. Ii¬u P.r..toiuor. $.ouoi T:riouor F:ioso/:s.
Yogvakarta . Kanisus. 2001.
Marhaendv. Eko. P.r..toiuor Morus:o $.coro L¬u¬. Makalah. dipersentasekan
pada Mata Kuliah Pendekatan dalam Pengkajian Islam (PDPI) Program
Pasca $arjana IAIN $umut. Naskah tersebut diakses di
www.ekomarhaendv.wordpress.com dikunjungi pada 15·Oktober·2010.
Mutahhariv. Murtada. Furco¬.rtois o/ Isio¬:c Tio.it. Diterj. A. Rita'i Hasan dan
Yuliani. T.¬o·T.¬o P.rt:r. F:iso/ot Isio¬. Bandung. Yavasan Muthahharv.
199.
17

Ravertz. lerome R. Ti. Pi:iosoti· o/ $c:.rc. (Oxtord Lniversitv Press. 1982). Diterj.
$aut Pasaribu. F:iso/ot Ii¬u $.ioroi c Ruor. L:r.ut Boiosor. Yogvakarta.
Pustaka Pelajar. 2009.
Russell. Bernard. H:stor· o/ V.st.rr Pi:iosoti· orc :ts orr.ct:or u:ti Poi:t:coi orc
$oc:oi :rcu¬storc.s Fro¬ ti. Eori:.st T:¬. to Pr.s.rt o· (London. Oeorge
Allen and LNWIN. 19+6). Diterj. $igit latmiko dkk.. $.ioroi F:iso/ot Borot.
cor Ko:torr·o c.r.or Korc:s: $os:oi·Poi:t:i cor: 7o¬or Kuro H:r..o $.ioror..
Yogvakarta. Pustaka Pelajar. 2007.
$hirazi. Muhviddin Hairi. Mors uoi Irci:rot:or. Ar Isio¬:c Attrooci. Diterj. Eti
Triana dan Ali Yahva. T:io: E.o cor F:troi. lakarata. Al·Huda. 2010.
$uhartono. $uparlan. F:iso/ot Ii¬u P.r..toiuor. P.rsooior Eis:st.rs: cor Hoi:iot Ii¬u
P.r..toiuor. logjakarta. Ar·Ruzz Media. 2008.
$urajivo. F:iso/ot Ii¬u. $uotu P.r.ortor. lakarta. Bumi Aksara. 2008.
$uriasumantri. lujun $. F:iso/ot Ii¬u. $.ouoi P.r.ortor Potui.r. lakarta. $inar
Harapan. 2001.
$vatiie. Inu Kencana. P.r.ortor F:iso/ot. Bandung . Ratika Aditama. 2007.
Tatsir. Ahmad. F:iso/ot Ii¬u. M.r.uro: Ortoio.:. Et:st.¬oio.:. cor Ais:oio.:
P.r..toiuor. Bandung. Remaja Rosdakarva. 2010.
al·Tirmidhiv. Muhammad bin 'Isa. Ai·ío¬:' oi·T:r¬:ci:·. $emarang. Toha Putra.
T.Th. lld. IV.
Winoto. Andre. Au.:st:r.'s Ti.or· o/ Kroui.c... www.buletinpillar.org. 0·0+·2010.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->