P. 1
PENELITIAN PASAR

PENELITIAN PASAR

|Views: 62|Likes:
Published by Fuul Zet

More info:

Published by: Fuul Zet on Nov 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2010

pdf

text

original

PENELITIAN PASAR Penelitian pasar adalah suatu proses sistematis yang dilakukan untuk mengumpulkan data, mencatat, mengolah

, dan menganalisis data/informasi yang berkaitan dengan pemasaran produk/jasa. Penelitian pasar dilakukan, seperti prosedur proses penelitian ilmiah lainya, yaitu mulai mengumpulkan data, mengolah data, menganalisis, dan menarik kesimpulan. Tujuan penelitian pasar adalah mengumpulkan informasi untuk pengambilan keputusan. Wirausaha selalu membutuhkan informasi dan pengetahuan tentang pasar mereka. Penelitian pasar dapat membuat keputusan pemasaran yang lebih baik. Penelitian pasar dapat membantu kita untuk menemukan pasar yang menguntungkan, memilih produk yang dapat dijual, menentukan perubahan dalam perilaku konsumen, meningkatkan teknik-teknik pemasaran, dan merencanakan sasaran-sasaran yang realistis. Perusahaan yang sudah besar mungkin dapat mengangkat tenaga ahli pemasaran untuk melakukan penelitian pasar atau menyewa konsultan penelitian pasar. Tetapi, untuk usaha perorangan yang masih relatif kecil, wirausaha mungkin tidak dapat menggaji seorang ahli pemasaran. Meskipun demikian, wirausaha tetap harus dapat mengetahui pelanggan dan mampu mempelajari apa yang disukai dan tidak disukai serta pola konsumsi mereka yang selalu berubah-ubah . Penelitian pasar menyediakan data dan informasi pasar yang dibutuhkan wirausaha untuk mengurangi resiko, mengurangi persoalan dan masalah potensial pada usaha anda saat ini, mengenal peluang pasar yang baru, memperoleh informasi, dan fakta tentang usaha untuk dimanfaatkan dalam membuat keputusan serta rencana tindak yang lebih nyata. Penelitian pasar termasuk jenis penelitian deskriptif, dimana tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran kondisi pasar untuk jenis produk barang atau layanan tertentu. Dengan penelitian pasar seorang pimpinan dapat mengambil keputusan tentang strategi dan takti yang digunakan untuk memasarkan produk tertentu. Jenis penelitian deskriptif sendiri dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu (1) apabila hanya mendeskripsikan data apa adanya dan menjelaskan data atau kejadian dengan kalimat-kalimat penjelasan secara kualitatif maka disebut penelitian deskriptif kualitatif; (2) Apabila dilakukan analisis data dengan menghubungkan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka disebut deskriptif asosiatif; dan (3) apabila dalam analisis data dilakukan pembandingan maka disebut deskriptif komparatif. A. Persiapan Penelitian Sebuah penelitian beranjak dari masalah yang ditemukan atau dirasakan. Yang dimaksud masalah adalah setiap hambatan atau kesulitan yang membuat seseorang ingin memecahkannya. Jadi sebuah masalah harus dapat dirasakan sebagai satu hambatan yang harus diatasi apabila kita ingin melakukan sesuatu. Dalam arti lain sebuah masalah terjadi karena adanya kesenjangan (gap) antara kenyataan dengan yang seharusnya. Penelitian diharapkan dapat memecahkan masalah itu, atau dengan kata lain dapat menutup atau setidak-tidaknya memperkecil kesenjangan itu. Setelah masalah diidentifikasi, dipilih, maka lalu perlu dirumuskan. Perumusan ini penting, karena berdasarkan rumusan tersebut akan ditentukan metode pengumpulan data, pengolahan data maupun analisis dan peyimpulan hasil penelitian. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan masalah, yaitu: Sebaiknya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, padat dan jelas, memberi petunjuk tentang memungkinkannya pengumpulan data, dan cara menganalisisnya.

yang dilakukan oleh pengamatan dengan menggunakan pedoman dalam melakukan pengamatan. yang diantaranya meliputi metode wawancara. Untuk seorang peneliti perusahaan. Jadi dalam menggunakan metode angket berarti instrumen yang digunakan adalah angket. maka pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan angket. standar deviasi atau lainnya. konsep-konsep yang dapat dijadikan landasan teoritis penelitian yang akan dilakukan itu. maka selanjutnya dilakukan pengumpulan data. maka setelah disajikan data hasil wawancara. dan lain-lain agar memudahkan dalam pengolahan serta analisis selanjutnya. dan kemudian dihitung mean. Analisis Data hasil olahan tersebut kemudian harus dianalisis. digunakan metode dokumentasi. maka langkah selanjutnya adalah mencari teori-teori. wawancara dan pengamatan. angket. Pengamatan dapat dilakukan dengan dua cara. karena kita sadari bahwa semua informasi yang berkaitan dengan keilmuan dalam hal ini teori ataupun hasil penelitian para ahli semua sudah tertuang dalam kepustakaan. Misalnya uji statistik yang dilakukan adalah uji hubungan. digunakan angket atau kuesioner. modus. diagram. median. Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data. Istilah angket digunakan untuk menyebutkan metode maupun instrumen. Dalam hal rancangan penelitian deskriptif aplikatif. Pelaksanaan Pengumpulan dan Pengolahan Data Setelah peneliti melakukan persiapan seperti dijelaskan di atas. pewawancara menggunakan alat bantu. C. Apabila kita katakan bahwa untuk memperoleh data kita gunakan metode wawancara. Selanjutnya data dapat diambil melalui proses pengamatan atau observasi. data deskriptif kualitatif sering hanya dianalisis menurut isinya dan karenanya analisis seperti ini juga disebut analisis isi (content analysis). Hal lain yang lebih penting makna dari penelaahan kepustakaan adalah untuk memperluas wawasan keilmuan bagi para calon peneliti. maka akan diperoleh hasil uji dalam dua kemungkinan. B. angket. Selanjutnya ditentukan metode pengumpulan data.Setelah masalah dirumuskan. maka di dalam melaksanakan pekerjaan wawancara ini. yaitu pengamatan non sistematis yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrumen pengamatan dan pengamatan sistematis. data disajikan dalam bentuk tabel data yang berisi frekuensi. persentase. Untuk analisis statistik. atau hal-hal yang ia ketahui. yaitu hubungan antar variabel-variabel . pengamatan atau dokumentasi. Secara minimal alat bantu tersebut berupa rambu-rambu pertanyaan yang akan ditanyakan dan biasanya disebut pedoman wawancara. Tetapi apabila penelitian juga dimaksudkan untuk mengetahui tingkat hubungan maka harus dilakukan pengujian hipotesis sebagaimana hipotesis yang telah ditetapkan untuk diuji. Selanjutnya data yang telah diolah tersebut disajikan dalam bentuk tabel. Dalam analisis deskriptif. Apabila penelitian yang dilakukan hanya berhenti pada penjelasan masalah dan upaya pemecahan masalah yang telah dilakukan (untuk meningkatkan mutu pembelajaran). perlu segera dilakukan pengolahan data. Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memproleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. pengumpulan data dilakukan di lingkungan pasar atau masyarakat yang menjadi sasaran produknya. pengamatan dan dokumentasi. Saat melakukan penelitian di mana sumber datanya berupa tulisan atau dokumen. Untuk memperoleh jawaban secara tertulis dari responden. model analisis yang digunakan harus sesuai dengan rancangan penelitiannya. maka selanjutnya dianalisis atau dibahas dan diberi makna atas data yang disajikan tersebut.

Tetapi jika hipotesis penelitian itu ternyata tidak tahan uji. karena peneliti harus mengekplorasi dan mengidentifikasi sumber masalah yang mungkin menjadi penyebab tidak terbuktinya hipotesis penelitian. dengan taraf signifikansi tertentu. . atau dapat terjadi hubungan antar variabel penelitian atau perbedaan antara sampel yang diteliti tidak signifikan.penelitian atau perbedaan antara sampel-sampel yang diteliti. karena hasil keputusan tersebut masih harus diberi interprestasi atau pemaknaan. Apabila ternyata dari hasil pengujian diketahui bahwa hipotesis alternatif diterima (hipotesis nol ditolak) berarti menyatakan bahwa dugaan tentang adanya saling hubungan atau adanya perbedaan diterima sebagai hal yang benar. untuk itu selanjutnya perlu diberi arti atau makna oleh peneliti. Dalam pemaknaan sering kali hasil pengujian hipotesis penelitian didiskusikan atau dibahas dan kemudian ditarik kesimpulan. maka peranan pembahasan menjadi sangat penting. PENARIKAN KESIMPULAN Akhirnya dalam kesimpulan harus mencerminkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan. data. maka berati hipotesis nol yang diterima. Jangan sampai antara masalah penelitian. tetapi perlu diingat bahwa pelaksanaan penelitian masih belum selesai. karena telah terbukti demikian. Apabila penelitian mengikuti alur atau sistematika berpikir yang runut seperti itu maka penelitian akan dapat dikatakan telah memiliki konsistensi dalam alur penelitiannya. misalnya 5% atau 10%. tujuan peneltian. D. Dengan telah diambilnya hasil pengujian mengenai penerimaan atau penolakan hipotesis maka berati analisis statistik telah selesai. Dalam penelitian dipastikan seorang peneliti mengharapkan hipotesis penelitiannya akan terbukti kebenarannya. maka kemungkinan pembahasan menjadi tidak terlalu berperan walaupun tetap harus dijelaskan arti atau maknanya. landasan teori. analisis data dan kesimpulan tidak ada runtutan yang jelas. yaitu ditolak. Jika memang demikian yang terjadi.. Hasil analisis dari pengujian hipotesis dapat dikatakan masih bersifat faktual. Sebaliknya dalam kemungkinan hasil yang kedua dinyatakan hipotesis alternatif tidak terbukti kebenarannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->