P. 1
Masalah Dualisme

Masalah Dualisme

|Views: 3,451|Likes:
Published by prayusb8397
Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan
Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan

More info:

Published by: prayusb8397 on Nov 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2014

pdf

text

original

BAB 10 MASALAH DUALISME

Pokok bahasan tentang masalah dualisme yaitu : 1. Konsep Dualisme 2. Macam-macam Dualisme yaitu: - Dualisme Sosial - Dualisme Ekologis - Dualisme Teknologi - Dualisme Regional 3. Dampak Dualisme terhadap Pembangunan

Dualisme adalah : Dua keadaan yang berbeda di mana satu keadaan bersifat Superior dan keadaan lainnya bersifat inferior yang hidup berdampingan pada ruang dan waktu yang sama.

Konsep Dualisme
Konsep Dualisme Mempunyai Empat Karakteristik Pokok yaitu : 1. Dua keadaan yang berberda di maana satu keadaan bersifat Superior dan keadaan bersifat inferior yang hidup berdampingan pada ruang dan waktu yang sama. Contohnya: produksi modern di kota dan produksi tardisional di desadesa. 2. Kenyataan hidup berdampingannya dua keadaan yang berbeda tersebut bersifat kronis dan bukan transisional. Perbedaan tersebut merupakan fenomenal yang sementara, yang akan hilang dengan sendirinya sejalan dengan berjalannya waktu. Contohnya: kemakmuran dan kemiskinan secara internasional bukanlah suatu fenomena yang sederhana yang bisa hilang seiring berjalannya waktu. 3. Derajat superioritas atau inferioritas tidak cenderung menurun, tapi terus meningkat. Contohnya: perbedaan produktivitas antara industri di negara maju dengan di NSB (Negara Sedang Berkembang) nampak semakin besar dari tahun ke tahun. 4. Keterkaitan antara unsur superior dan unsur inferior tersebut menunjukkan bahwa adanya unsur superior hanya berpengaruh kecil sekali atau bahkan tidak berpengaruh sama sekali dalam mengangkat derajat unsur inferior. Bahkan pada kenyataannya, unsur superior justru sering menyebabkan timbulnya kondisi keterbelakangan (underdeveloper).

Dualisme Sosial
Pada tahun 1910, J.H. Boeke dalam tesis doktornya menyatakan bahwa pemikiran ekonomi barat tidak bisa diterapkan dalam memahami permasalahan perekonomian negara-negara jajahan (tropis) tanpa suatu modifikasi teori. Yakni jika ada pembagian secara tajam, mendalam, dan luas yang membedakan masyarakat menjadi dua kelompok, maka banyak persoalan sosial dan ekonomi yang bentuk dan polanya sangat berbeda dengan teori ekonomi barat sehingga pada akhirnya teori tersebut akan kehilangan hubungannya dengan realitas bahkan kehilangan nilainya. Oleh karena itu, Boeke menganggap bahwa prakondisi dari dualismenya adalah hidup berdampingannya dua sistem sosial yang berinteraksi hanya secara marjinal hubungan yang sangat terbatas antara pasar produk dan pasar tenaga kerja.

Prinsip pokok tesis Boeke adalah perbedaan antara tujuan kegiatan ekonomi di Barat dan Timur secara mendasar sehingga kegiatan ekonomi di Barat lebih didasarkan pada rangsangan kebutuhan ekonomi, sedangkan di Indonesia lebih disebabkan oleh kebutuhankebutuhan sosial. Dalam teorinya tentang dualisme dualisme sosial yang menjelaskan bahwa dalam perspektif ekonomi, masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut yang mendominasi yaitu:  Adanya semangat Sosial  Adanya bentuk organisasi  Adanya Teknologi Perkembangan ekonomi di bidang pertanian ternyata tidak merubah aspek lain dalam kehidupan masyarkat tradisional. Misalnya : organisasi produksi dan bercocok tanam. Karena adat istiadat dan faktor-faktor sosia lainnya tidak mengalami perubahan pasar. Akibatnya terdapat perbedaan masyarakat yang sangat mencolok antara kegiatan dan organisasi ekonomi yang dikembangkan menurut cara-cara modern dengan menggunakan teknologi modern. Disinilah timbul dualisme sosial, di mana masyarakat terdapat dua sistem sosial yang sangat berbeda dan keduanya eksis secara berdampingan. Oleh karena itu, teori Dr. Boeke banyak dikritik tetapi banyak juga yang mendukug. Secara khusus, Mackie (1981) menegaskan bahwa dualisme (teori Boeke) tidak banyak membantu, bahkan cendrung menghambat usaha mempelajari perekonomian Indonesia. Dan juga beberapa penulis dari Belanda juga mengkritik teori Dr. Boeke.

Dualisme Ekologis
Pada tahun 1963, Clifford Geertz mengenalkan dualisme ekologis. Menurut Geertz, dualisme ditandai oleh perbedaan-perbedaan dalam sistem ekologis. Setiap sistem ekologis tersebut menggambarkan pola-pola sosial dan ekonomi tertentu yang menyatu di dalamnya dan membentuk suatu keseimbangan internal. Geertz menggambarkan adanya stabilitas dualisme ekologis tersebut dengan menunjukkan bahwa dualisme prakolonial di Indonesia semakin menguat dengan adanya intervensi kolonial, bukannya semakin menurun atau berkurang. Geertz menjelaskan konsepnya tentang dualisme ekologis ini dengan menggunakan kasus Indonesia yakni Indonesia Dalam dan Indonesia Luar. Indonesia Dalam artinya sistem ekologis padat karya yang memfokuskan pada pertanian yang membutuhkan kondisi iklim tropis dan semi tropis sedangkan Indonesia Luar ditandai oleh pertanian yang padat tanah dan padat modal, dan sebagainya. (lih. Hal. 321)

Dualisme Teknologi
Dualisme teknologi adalah suatu keadaan di mana di dalam suatu kegiatan ekonomi tertentu digunakan teknik produksi dan organisasi produksi yang modern yang sangat berbeda dengan kegiatan ekonomi lainnya dan pada akhirnya akan mengakibatkan timbulnya perbedaan tingkat produktifitas yang sangat besar. Dualisme ini dikemukakan oleh Benjamin Higgins pada tahun 1956. menurut Higgins, sektor modern terpusat pada produksi komoditas primer dalam pertambangan dan perkebunan. Dengan menggunakan teknologi modern akan menghemat tenaga kerja dan modalpun relatif lebih besar dibandingkan dengan sektor tradisional. Faktor-faktor lain, selain penggunaan modal yang lebih banyak, yang menyebabkan timbulnya perbedaan tingkat prduktifitas antara sektor modern da sektor tradisional menjadi sangat tinggi adalah : tingkat pendidikan para pekerja, teknik produksi, dan organisasi produksi.

Dualisme Finansial
Pada tahun 1967, Hla Myint meneruskan studi Higgins tentang peranan pasar modal dalam proses terjadinya dualisme. Myint membuat analisis mengenai pasar uang yang terdapat di NSB dan menunjukkan adanya dualisme finansial. Pengertian dualisme ini menunjukkan bahwa pasar uang di NSB dapat dipisahkan ke dalam dua kelompok yaitu: pasar uang yang dikelolah dengan baik (organized money market) dan pasar uang yang tidak dikelolah (unorganized money market).

Dualisme Regional
Dualisme Regional adalah ketidakseimbangan tingkat pembangunan antar berbagai daerah dalam negara maju dan NSB. Dualisme regional dapat mengakibatkan bertambah lebarnya kesenjangan (gap) tingkat kesejahteraan antar berbagai daerah. Dan juga, dualisme regional yang semakin buruk jug dapat menimbulkan masalah-masalah sosial-politik yang dapat menghambat usaha untuk mempercepat lajunya pertumbuhan ekonomi di NSB. Pada dasarnya, dualisme regional dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :  Dualisme antar daerah perkotaan dan pedesaan  Dulisme antar pusat negara, pusat industri dan perdagangan dengan daerah daerah lain dalam negara tersebut. Kedua jenis dualisme ini timbul terutama sebagai akibat dari investasi yang tidak seimbang antara daerah industri (perkotaan) dengan daerah pertanian (pedesaan). Ketidakseimbangan ini pada akhirnya memicu timbulnya kesenjangan antara pusat negara dengan daerah-daerah lainnya, atau antara daerah perkotaan dengan pedesaan.

Pengaruh Dualisme Terhadap Pembangunan
Pada dasarnya pengaruh dualisme terhadap pembangunan sering terjadi pada negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia sendiri sehingga menyebabkan mekanisme pasar tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan ketidaksempuraan mekanisme pasar ini akan mengakibatkan sumberdaya yang tersedia tidak dapat digunakan secara efisien. Dan juga analisa-analisa mengenai setiap dualisme menunjukkan bahwa penggunaan teknologi yang amat tinggi di sektor modern cenderung mempersulit proses perkembangan kesempatan kerja di sektor modern tersebut, hal ini menambah kerumitan masalah pengangguran yang dihadapi.

Hambatan yang timbul dari adanya sifat dualisme dalam perekonomian yang pengembangannya masih belum begitu tinggi bersumber dari adanya pengaruh yang masih sangat kuat dari sektor tradisional terhadap seluruh masyarakat dna kegiatan ekonomi. Ciri-ciri kehidupan masyarakat tradisional yang menyebabkan ketidaksempurnaan pasar adalah : 1. Taraf pendidikan sebagian besar masyarakatnya masih sangat rendah. 2. Cara hidup dan pola pikir masyarakat masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai agama, adat istiadat, dan pasrah kepada kekuasaan alam dan Tuhan. 3. Sisa-sisa feodalisme masih sangat dirasakan dalam hubungan sosial di antara golongan masyarakat. Ketidaksempurnaan pasar juga ditimbulkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai keadaan pasar.

Pengaruh ketidaksempurnaan pasar terhadap produksi dalam suatu masyarakat juga dapat ditunjukkan dengan menggunakan kurva kemungkinan produksi (production possibilities curve) yaitu :
Barang Industri
P N1 A

M 0 B

N2
Q

Barang Pertanian

Lihat di Buku hal. 329

Negara miskin, selain kemampuannya dalam memproduksi produk pertanian dan produk industri yang masih relatif terbatas, jug seringkali tidak mampu mencapai batas produksi yang makasimal. Salah satu penyebabnya adalah karena adanya ketidaksempurnaan pasar. Di samping adanya beberapa pengaruh negatif dari adanya dualisme sosial terhadap pembangunan, selajutnya sering dinyatakan pula bahwa adanya dulisme dalam tingkat teknologi yang digunakan dapat menimbulkan dua keadaan yang mungkin mempengaruhi lajunya tingkat pembangunan ekonomi. Pertama, dualisme teknologi terlahir sebagai akibat dari perusahaan modal asing atas sektor modern, sebagian besar dari keuntungan yang diperoleh dari modal asing akan dibawah ke luar negeri. Kedua, dualisme teknologiakan membawa tiga dampak negatif, yaitu: membatasi kemampuan sektor modern dalam menciptakan kesempatan kerja, membatasi kemampuan sektor pertanian untuk berkemb ang, memperburuk maslah pengangguran.

Jika hambatan hambatan-hambatan yang ditimbulkannya terhadap perkembangan kesempatan kerja dan perkembangan sektor pertanian, dan terdapatnya kemungkinan untuk mempercepat perkembangan produksi diposisikan sederajat, kemudian perbandingan efek positif dan negatif yang ditimbulkan, maka dualisme teknologi tidaklah salah dan tidak memperkukuh kemiskinan yang ada di NSB. Tanpa adanya sektor modern, NSB mungkin akan mengelami pertumbuhan yang lebih lambat daripada yang telah dicapainya pada masa lalu.

-S E K I A N-

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->