PERTUMBUHAN EKONOMI

KELOMPOK 1 HENDRIK KUDUS A31107086 ERMAN A31107616 M. FUAD RANDY A21106637

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2010

Ada dua tipe GDP. yaitu nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam suatu tahun dinilai menurut harga yang berlaku pada tahun tersebut. ARTI PERTUMBUHAN EKONOMI Pengertian Pertumbuhan ekonomi secara sederhana adalah proses kenaikan output suatu negara yang terus-menerus dalam jangka panjang. yaitu : 1) GDP dengan harga berlaku atau GDP nominal. Yang dimaksud dengan PDB adalah Total nilai barang dan jasa akhir yang diproduksi oleh sumber daya yang berada dalam suatu negara selama jangka waktu tertentu. biasanya satu tahun. Pengertian ini menekankan pada 3 hal. Perkembangan pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara Riil lebih tepat diamati dengan menggunakan angka PDB atas Dasar Harga Konstan dari suatu periode tertentu. yaitu: 1. 2) GDP dengan harga tetap atau GDP riil. Jangka panjang. Proses Proses menggambarkan perkembangan perekonomian dari waktu ke waktu yang lebih bersifat dinamis. 3. yaitu nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam suatu tahun dinilai menurut harga yang berlaku pada suatu tahun tertentu yang seterusnya digunakan untuk menilai barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun-tahun lain . 2. Jangka panjang menunjukkan kecenderungan perubahan perekonomian dalam jangka tertentu yang didorong oleh proses intern perekonomian (self generating). Output suatu negara Output suatu negara mengaitkan aspek output total (GDP) dan aspek jumlah penduduk.

. & Perikanan 2. Sektor Perdagangan dan Reparasi. Hotel & Restoran 7. Sektor Listrik. Sektor Konstruksi 6. Sektor Perumahan. Sektor Industri 4. Gas. Rumus: keterangan: r (rent) = sewa (profit) = laba PDB= r + w + i + PDB= ™ NOi w (wage) = upah I (interest) = bunga Ke-9 sektor yang dimaksud adalah: 1. pengusaha (laba). Sektor Pertambangan 3.. modal (bunga). Pergudangan. Kehutanan. Sektor Transportasi.9 2. yaitu: 1.2. dan Komunikasi¶ 8. Kawasan Industru dan Perkantoran 9. Pendekatan Pendapatan PDB adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi..Ada 3 pendekatan yang digunakan dalam menghitung PDB. Pendekatan Produksi Menurut pendekatan produksi. Sektor Pertanian. Faktor-faktor produksi tersebut adalah Tenaga kerja (gaji. dan Air 5. tanah (sewa).upah). PDB adalah jumlah nilai output (NO) dari semua sektor ekonomi (9 sektor). Rumus: ket: NOi = Pi × Qi i = 1. Sektor Jasa Lainnya .

19% . sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp.M) Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut : g = {(PDBt-PDBt-1)/PDBt-1} x 100% keterangan: g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBt = PDB riil tahun sekarang PDBt-1 = PDB riil tahun dasar Contoh soal : PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. Rumus : ket: C I G X M = konsumsi = investasi = pemerintah =ekspor = impor C + I + G + (X . Rumah Tangga Pemerintah dan Rumah Tangga Masyarakat Luar Negeri) di dalam suatu negara selama periode tertentu biasanya setahun. Pendekatan Pengeluaran PDB adalah penjumlahan seluruh pengeluaran yang dilakukan seluruh rumah tangga pelaku ekonomi (Rumah Tangga Konsumen. Rumah Tangga Produsen. Rumah Tangga Pemerintah dan Rumah Tangga Masyarakat Luar Negeri) di dalam suatu negara selama periode tertentu biasanya setahun. Rumah Tangga Produsen. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ? jawab : g = {(467-420)/420}x100% = 11. 420 triliun. penjumlahan seluruh pengeluaran yang dilakukan seluruh rumah tangga pelaku ekonomi (Rumah Tangga Konsumen.3. 467 triliun.

sumber pertumbuhan ekonomi: Pertumbuhan ekonomi bisa bersumber dari pertumbuhan pada sisi PERMINTAAN AGREGAT (AD) maupun pada sisi PENAWARAN AGREGAT (AS). Melalui analisis gambar ini dapat dilihat bahwa pertumbuhan ekonomi bias disebabkan oleh pergeseran kurva penawaran (AS1) sepanjang kurva permintaan (bagian A) atau pergeseran kurva penawaran (AD1). yang mana Y1 > Y0. . Apabila pada periode awal (t = 0) output adalah Y0 maka yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah apabila pada periode berikutnya output = Y1 . Output agregat yang dihasilkan di dalam suatu ekonomi selanjutnya membentuk PENDAPATAN NASIONAL (PN). Titik perpotongan antara kurva AS dan kurva AD adalah titik keseimbangan ekonomi yang menghasilkan suatu jumlah output agregat (PDB) tertentu dengan tingkat harga umum tertentu. sepanjang kurva penawaran (bagian B). Sumber.

03 5.79 Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 % 4.13 0.92 3.2 7.48 6.14 6.62 5.82 4.79 7.44 4.Berikut ini terdapat data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tahun 1990-2009 Tahun 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 % 7.38 4.68 5.06 4.3 7.72 5.5 .5 8.28 6.7 -13.

dari para menteri di bidang ekonomi maupun masyarakat perbankan sendiri menghadapi besarnya serta persyaratan hutang swasta tersebut. Terkait erat dengan masalah di atas. Dengan kelemahan sistemik perbankan . Hal ini diperburuk oleh rasa percaya diri yang berlebihan. adalah banyaknya kelemahan dalam sistem perbankan di Indonesia. terutama sejak jatuhnya pasar minyak dunia pada awal tahun 1880-an. telah menuaikan hasil. Rupiah masih belum stabil dalam jangka waktu yang cukup lama.J Habibie. dan dengan sekuat tenaga memajukan sektor nonmigas. Berikut ini 4 Penyebab Krisis Ekonomi Indonesia tahun 1997-1998: 1. Bank Dunia pun menunjuk Indonesia sebagai suatu ³ekonomi Asia Timur yang berkinerja tinggi´ dan meramalkan bahwa Indonesia akan memasuki jajaran bangsa-bangsa dengan pendapatan per-kapita menengah menjelang peralihan abad. Pada Oktober 1997. telah menciptakan kondisi bagi ³ketidakstabilan´. yang melibatkan anggota keluarga Presiden Soeharto. membebaskan sektor perbankan. dan memperketat kebijakan fiskalnya. Presiden Gus Dur yang terpilih sebagai presiden pada Oktober 1999 kemudian memperpanjang program tersebut. Indonesia dan International Monetary Fund (IMF) mencapai kesepakatan tentang program reformasi ekonomi yang diarahkan pada penstabilan ekonomi makro dan penghapusan beberapa kebijakan ekonomi yang dinilai merusak. Kebijakan-kebijakan ekonomi. Indonesia telah menderagulasi perekonomiannya. bahkan cenderung mengabaikan. Stok hutang luar negeri swasta yang sangat besar dan umumnya berjangka pendek. 2. Indonesia dan IMF menyetujui program pinjaman dana di bawah Presiden B.Kehidupan Politik Indonesia pada tahun 1990-an dilatarbelakangi pertumbuhan ekonomi yang mengesankan. antara lain Program Permobilan Nasional dan monopoli. Krisis finansial Asia Tenggara yang melanda Indonesia pada akhir 1997 dengan cepat berubah menjadi sebuah krisis ekonomi dan politik. Respon pertama Indonesia terhadap masalah ini adalah menaikkan tingkat suku bunga domestik untuk mengendalikan naiknya inflasi dan melemahnya nilai tukar rupiah. Di bulan Agustus 1998. hingga pada akhirnya Presiden Suharto terpaksa mengundurkan diri pada Mei 1998.

Sementara itu. Di sisi permintaan. Perkembangan situasi politik telah makin menghangat akibat krisis ekonomi. serta mengurangi dampak negatif krisis terutama terhadap golongan masyarakat miskin. penurunan investasi swasta yang cukup besar disebabkan oleh beberapa masalah yang dihadapi dunia usaha terutama dalam mengatasi ketidakseimbangan neraca sebagai akibat terjadinya mis. y Di sisi permintaan. pemerintah telah menempuh beberapa langkah kebijakan baik di sisi permintaan maupun penawaran. Konsumsi rumah tangga menurun disebabkan oleh melemahnya tingkat pendapatan riil dan menurunnya nilai kekayaan (wealth effect) sebagai akibat krisis yang berkepanjangan. Di sisi penawaran. dan pada gilirannya memberbesar dampak krisis ekonomi itu sendiri. kebijakan yang ditempuh diarahkan untuk memulihkan kegiatan investasi. Upaya untuk meredam tekanan inflasi dilakukan melalui kebijakan moneter yang ketat dan pemulihan sisi pasokan terutama melalui penyediaan dan perluasan kredit program serta perbaikan sistem distribusi. pemerintah telah menempuh berbagai upaya. 4. y Untuk memulihkan kegiatan investasi. kontraksi perekonomian yang tajam disebabkan oleh merosotnya permintaan domestik. Kebijakan yang Ditempuh Dalam upaya stabilisasi dan pemulihan kegiatan perekonomian. untuk mempertahankan daya beli masyarakat . khususnya konsumsi rumah tangga dan investasi swasta. kebijakan yang ditempuh lebih bersifat struktural untuk membantu pemulihan kinerja sektor perbankan dan dunia usaha. Sektor usaha yang mengalami kontraksi paling dalam adalah sektor bangunan dan keuangan terutama sebagai dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah. Sejalan dengan makin tidak jelasnya arah perubahan politik. perdagangan. masalah hutang swasta eksternal langsung beralih menjadi masalah perbankan dalam negeri. antara lain dengan menghapuskan tarif bea masuk beberapa jenis barang modal dan tetap mempertahankan kebijakan tax holiday. 3. maka isu tentang pemerintahan otomatis berkembang menjadi persoalan ekonomi pula.tersebut. y Di sisi penawaran. kontraksi perekonomian terjadi hampir di seluruh sektor usaha kecuali sektor pertanian.match baik dari segi jangka waktu maupun mata uang. Selanjutnya. khususnya yang menghasilkan komoditas ekspor.

4. cadangan devisa MENGUAT. Neraca pembayaran SURPLUS. 5. 2. pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2007 berada di atas 6% yaitu 6. UNTUK PERTAMA KALI sejak tahun 1997/1998. Sektor Industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi nasional dalam lima tahun terakhir. mengingat sektor industri pengolahan yang memberikan kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi ternyata lebih banyak menggunakan kandungan impor dalam proses produksinya. Meskipun mendapat tekanan terutama dari sisi eksternal.Berikut beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2000-2004 adalah: 1. 6. Pertumbuhan ekonomi Indonesia ternyata juga didorong oleh faktor eksternal. Ekspor memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang didominasi produk-produk industri pengolahan. Pertumbuhan investasi masih bertumpu di sektor industri pengolahan walaupun pertumbuhannya relatif menurun. Hal yang cukup merisaukan mengingat Indonesia adalah Negara agraris. nilai tukar MENGUAT. perekonomian Indonesia mencatat pada tahun tersebut memperlihatkan kinerja yang membaik dan berhasil mencatat beberapa pencapaian yang menggembirakan. 3. sedangkan sumber-sumber keuangan berupa portofolio investment semakin meningkat. . pertumbuhan kredit melampaui target dan laju inflasi terkendali. Investasi yang bersumber dari luar negeri (foreign direct investment) porsinya semakin menurun. dan industri ini sebagian besar menggunakan padat modal serta teknologi tinggi dalam proses produksinya. Belanja konsumsi swasta (baik rumah tangga maupun perusahaan) juga memberikan kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi daripada pembentukan modal tetap domestic (investasi). namun peranan sektor pertanian semakin menurun. Hal ini menunjukkan semakin pentingnya peran swasta. namun pertumbuhan investasi di sektor pertanian cenderung naik.28%. sedangkan peran pemerintah relatif sangat kecil.

Dampaknya masih mewarnai perekonomian Indonesia pada tahun 2009. akan tetapi pada semester ke-2 mengalami gejolak sejalan dengan meningkatnya dampak krisis finansial di Amerika Serikat terhadap perekonomian global termasuk Indonesia. Penumpukan hutang nasional hingga mencapai 8. Subprime Mortgage: Kerugian surat berharga property sehingga membangkrutkan Merryl Lynch.98 trilyun dollar AS sedangkan PDB hanya 13 trilyun dollar AS 2.Kemudian di tengah gejolak yang mewarnai perekonomian global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2009 digerakkan oleh peningkatan konsumsi/belanja rumah tangga dan belanja pemerintah terutama di semester pertama di mana Indonesia melaksanakan PEMILU. .UBS. Kinerja ekonomi dunia yang melambat mendorong perlambatan kinerja ekspor Indonesia dibandingkan tahun sebelumnya.1% di tengah tingginya tekanan eksternal dan tingginya harga komoditas internasional bersamaan dengan resiko anjloknya pertumbuhan ekonomi dunia memberi tekanan pada laju inflasi. akibatnya inflasi melampaui target. (mengurangi pendapatan negara) 3.Dimana ECE juga turut berperan mendongkrak harga minyak hingga lebih dari USD 100/barel 5. Goldman Sachs.35 trilyun dollar. Terdapat progam pengurangan pajak korporasi sebesar 1. CFTC (Commodity Futures Trading Commision) sebuah lembaga pengawas keuangan tidak mengawasi ICE (Inter Continental Exchange) sebuah badan yang melakukan aktifitas perdagangan berjangka. Dampak dari gejolak eksternal juga terlihat pada gejolak menurunnya surplus transaksi berjalan dan keseluruhan neraca pembayaran. perekonomian Indonesia pada tahun 2008 mampu tumbuh ± 6. Penyebab krisis ekonomi AS tahun 2008: 1. Northern Rock. Nilai tukar rupiah relatif stabil pada awal tahun 2008. Mitsubishi UFJ. 4. Pembengkakan biaya Perang Irak dan Afganistan (hasilnya Irak tidak aman dan Osama Bin Laden tidak tertangkap juga) setelah membiayai perang Korea dan Vietnam.