P. 1
undang-undang kesehatan

undang-undang kesehatan

|Views: 107|Likes:
Published by jyen90smileagain

More info:

Published by: jyen90smileagain on Nov 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2010

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pada tanggal 17 September 1992 UU 23 tahun 1992 tentang

kesehatan disahkan oleh anggota Dewan (legislative) RI. UndangUndang yang berisikan 15 upaya kesehatan guna mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat dengan pendekatan: pemeliharaan (Health Services), peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit ( preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan ( rehabilitatif), Dalam Undang-Undang Kesehatan ini dinyatakan dengan

tegas Kesehatan adalah ³Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social yang memungkinkan setipa orang hidup produktif secara social dan ekonomis´ sebagai upaya kesehatan yang harus dilakukan, dan selanjutnya upaya kesehatan ini harus didukung oleh sumber daya kesehatan ( tenaga, sarana, perbekalan, pembiayaan, pengelolaan dan penelitian dan pengembangan kesehatan). Terlepas dari berbagai kontroversinya, Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang

Kesehatan dalam sidang paripurna, Senin (14/9), atau sehari lebih cepat dari rencana. UU Kesehatan yang baru ini merupakan pengganti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Menurut Ketua Komisi IX dr Ribka Tjiptaning, yang juga Ketua Panitia Khusus Komisi IX untuk pembahasan RUU Kesehatan, kalau RUU Kesehatan sebagai payung hukum sudah diselesaikan, DPR bisa menyelesaikan perundangan lain yang terkait, seperti RUU Rumah Sakit.

1

2 Tujuan Makalah ini disusun dengan tujuan mengaji Rancangan Undang-Undang yang disahkan dalam rapat paripurna DPR.1. 14 September 2009. Senin. 2 . Setelah mengaji semua informasi-informasi terkini dengan teliti. saya juga memberi tanggapan saya sendiri terhadap Rancangan Undang-Undang yang baru disahkan dan diumumkan ini. Saya juga berusaha mengumpul tanggapantanggapan dan komentar-komentar dari semua pihak dengan pelbagai cara setelah Rancangan Undang-Undang yang baru ini disahkan dan diumumkan.

3 . pemda. yang juga Ketua Panitia Khusus Komisi IX untuk pembahasan Rancangan Undang-Undang Kesehatan. DPR bisa menyelesaikan perundangan lain yang terkait. kalau Rancangan Undang-Undang Kesehatan sebagai payung hukum sudah diselesaikan. Undang-Undang Kesehatan mengatur sejumlah poin penting untuk peningkatan pelayanan kesehatan. dan swasta yang besarnya 5% APBN/D. Ripka Tjiptaning. mengatakan penyelesaian Undang-Undang Kesehatan ini untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat miskin. sumber pembiayaan kesehatan berasal dari pemerintah pusat. Rancangan Undang-Undang Kesehatan ini merupakan inisiatif dari DPR yang diajukan sejak tahun 2003. Selain itu. dan seminar. Undang-Undang Kesehatan yang baru ini merupakan pengganti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang Kesehatan dalam sidang paripurna. Menurut Ketua Komisi IX dr Ribka Tjiptaning. masyarakat. ada beberapa substansi baru yang dinilainya tidak ada dalam UndangUndang Kesehatan yang lama. Pertama. Rancangan Undang-Undang ini diajukan karena substansi undang-undang yang lama dinilai sudah tidak pas dengan perkembangan zaman yang makin canggih teknologinya. Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Kesehatan. seperti Rancangan Undang-Undang rumah sakit.BAB II ISI Terlepas dari berbagai kontroversinya. Hal itu dilakukan setelah pembahasan melalui rapat kerja.

Selama ini banyak rumah sakit yang meminta uang kepada pasien sebelum memberikan layanan kesehatan. mengenai harga obat. 4 . Rumah sakit yang melanggar bisa di pidana 15 bulan dan denda Rp 5 Miliar. Kelima. Keempat.Kedua. akibatnya banyak masyarakat miskin yang tidak dilayani dengan baik. ketentuan aborsi diatur lebih jelas. Rancangan UndangUndang Kesehatan langsung menyebutkan istilah 'aborsi'. Undang-Undang Kesehatan memperjelas definisi zat adiktif yang masih rancu dalam Undang-Undang Kesehatan sebelumnya. kecuali dalam keadaan darurat medis. Rumah sakit tidak bisa lagi menolak pasien yang tidak bisa membayar uang muka dan tidak mampu membayar. tidak lagi 'tindakan medis'. ASI dapat digabung dengan makanan lain dan susu formula. Ketiga. Pemerintah dan rumah sakit tidak bisa lagi melepaskan diri dari kewajibannya memenuhi jaminan kesehatan. rumah sakit dilarang menolak pasiennya dengan alasan tidak ada biaya. Ketentuan zat adiktif diatur tersendiri dalam Undang-Undang Narkotika dan psikotropika. Undang-Undang Kesehatan melarang rumah sakit pemerintah maupun swasta untuk meminta lebih dulu jaminan uang muka bagi pasien. Dalam Undang-Undang ini. Setiap orang yang datang ke rumah sakit adalah orang yang sakit yang harus dilayani kebutuhan medisnya bukan dilihat dari masalah dana. Undang-Undang ini memberikan kewenangan pada pemerintah untuk mengendalikan harga obat esensi dan obat generik agar harganya dapat terjangkau. Undang-Undang Kesehatan menegaskan hak bayi untuk memperoleh ASI eksklusif selama 6 bulan.

Undang-Undang kesehatan ini memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Dengan adanya badan pengawas ini. agamawan. pengaduan masyarakat mengenai keluhan terhadap layanan rumah sakit diharapkan dapat diserap. Bukan untuk turut campur pada dunia usaha. Dalam Undang-Undang ini juga akan ada pembentukan badan pengawas rumah sakit independen yang anggotanya dari kalangan masyarakat. Sebab. Undang-Undang ini membertikan jaminan pengendalian harga obat oleh pemerintah agar tetap terjangkau. Undang-Undang Kesehatan yang baru juga mengatur pemanfaatan teknologi pelayanan dalam pengobatan dan pemulihan kesehatan. Salah satunya dicantumkannya ketentuan mengenai aborsi. Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalata menyatakan. Tidak cuma bujet kesehatan. Badan-badan inilah yang akan melaporkan pelanggaran rumah sakit terkait Undang-Undang Kesehatan. yang pembentukannya sepengetahuan DPR. untuk memenuhi bujet kesehatan sebesar 5 persen bukan tanggung jawab Pemerintah saja tapi juga masyarakat dan pihak swasta. Rumah Sakit juga tidak diperbolehkan mengkomersialisasi segala hal kecuali untuk kepentingan donor. dokter. Kesehatan merupakan hak asasi setiap warga negara. ini untuk melindungi masyarakat miskin. Hal itu dengan aturan yang mengharuskan pemerintah pusat mengalokasikan anggaran 5 persen untuk kesehatan dan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran 10 persen. 5 . Kenaikan anggaran kesehatan juga diyakininya dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Undang-Undang ini juga memberikan jaminan keterjangkauan biaya kesehatan. Undang-Undang Kesehatan juga memberikan kewenangan pada Pemerintah untuk mengendalikan harga obat esensial dan obat generic. Cuma. Sehingga tidak ada lagi alasan bagi rumah sakit untuk menolak pasien. tapi memberikan jaminan harga terjangkau.

Sehingga semuanya tidak bisa diperbaiki lagi hanya dengan mengorbankan salah satu di antaranya. Selain itu. Ia menjelaskan. kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan. dan ketersediaan pelayanan kesehatan. Sementara. persetujuan ibu hamil. sebelum melakukan aborsi. Aborsi diizinkan setelah adanya konsultasi dan dilaksanakan konseling pasca tindakan. Itu pun dengan mempertimbangkan usia keha milan. Aborsi juga bisa dilakukan dengan persetujuan dari si ibu hamil. dengan meliputi izin suami bagi yang punya dan telah memenuhi syarat kesehatannya yang telah ditetapkan oleh menteri yang bersangkutan. jika usia kehamilan belum berumur enam minggu terhitung dari hari pertama haid terakhir.Undang-Undang Kesehatan juga memuat ketentuan mengenai aborsi. Kedaruratan ini juga mengancam nyawa ibu dan janin atau menderita penyakit genetik berat dan cacat bawaan. dalam undang-undang ini ada dua kondisi dimana seseorang dapat melakukan aborsi. Aborsi dilarang dan hanya diperbolehkan dengan persyaratan indikasi kedaruratan medis dan kehamilan akibat perkosaan. ketersediaan tenaga kesehatan. aborsi dalam hal kedaruratan medis boleh lebih dari enam minggu usia kehamilannya. Kedua. izin suami (kecuali bagi korban perkosaan). aborsi karena diperkosa ini dapat dilakukan. Namun. 6 . nyawa ibu atau si cabang bayi. Ukurang berkompeten dan berwenang ini terlihat bahwa orang tersebut telah memiliki sertifikat sebagai konselor melalui pendidikan dan pelatihan. Pertama. karena adanya indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan. korban perkosaan yang telah hamil tersebut harus melalui konseling pra tindakan dan pasca tindakan yang dilakukan oleh konselor berkompeten dan berwenang.

Inilah awal hidup setiap kita sebagai pribadi unik. Ia adalah manusia sejak pembuahan. Biologi juga menjelaskan. hidup manusia dimulai sejak pembuahan. Sejak pembuahan. Pertanyaannya. pada prinsipnya aborsi dilarang. kehidupan manusia baru sudah dimulai. Untuk mengantisipasi. dan mempunyai hak asasi paling dasar yaitu hak untuk hidup? Mengacu embriologi. 7 . manusia berkembang dari tahap embrionik hingga saat kematian alamiahnya. sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah. sejak sperma dan ovum bertemu. tidak serupa dengan kita.Ketentuan lebih lanjut mengenai indikasi kedaruratan medis dan perkosaan. janin tidak perlu menanti berminggu. substansi aborsi yang dikecualikan tersebut usia kehamilan harus sekurang-kurangnya enam minggu. karena dapat membahayakan ibu hamil dan janin. Pasal 84-85 berlogika. Persoalan muncul pada klausul aborsi. apakah sebelum enam minggu pertama janin (embrio) itu bukan manusia? Apakah dia memiliki martabat seperti kita manusia. Jadi. Aborsi adalah tindakan medik tertentu yang harus dipikirkan lebih jauh sebelum seseorang melakukannya. Ihwal perkecualian ini juga perlu dikritisi lagi. tetapi ada perkecualian. Dan janin sudah merupakan manusia dalam proses bertumbuh kembang. terutama Pasal 85 tentang sahnya aborsi sebelum kehamilan berusia enam minggu. sehingga dengan ´aman´ kita melegitimasi aborsi selagi janin masih muda.minggu untuk ´menjadi manusia´. dari sudut ilmiah. Memang saat melihat penampilan janin muda kita akan terkejut karena yang tampak ´hanya´ seperti sel. dihitung dari hari pertama setelah menstruasi terakhir.

Yayasan Kesehatan Perempuan bersama sejumlah elemen masyarakat akan kembali mengkaji pasal-pasal yang potensial diuji material ke Mahkamah Konstitusi dan mengawal perumusan peraturan pemerintah turunan perundangan itu. Pasal 75 (1) Setiap orang dilarang melakukan aborsi (2) Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikecualikan berdasarkan: a.Perundangan tersebut juga dianggap diskriminasi terhadap perempuan. sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah. yaitu korban pemerkosaan dan kondisi kedaruratan medis. Kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai indikasi kedaruratan medis dan perkosaan. atau b. yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan. tidak semua perempuan terlayani. Pilihan aborsi yang aman bagi seluruh perempuan tidak akan terfasilitasi. Pengaturan tentang aborsi dalam Undang-Undang Kesehatan menegaskan posisi Indonesia yang melarang aborsi aman dengan pengecualian kasuskasus tertentu. Dalam praktiknya nanti. maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan. (3) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya dapat dilakukan setelah melalui konseling dan/atau penasehatan pra tindakan dan diakhiri dengan konseling pasca tindakan yang dilakukan oleh konselor yang kompeten dan berwenang. 8 . Indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan. baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin.

Aborsi hanya dapat dibenarkan jika dalam kondisi kedaruratan medis. maka ia memiliki martabat dan mengemban hak-hak asasi yang sama dengan kita. terutama terkait reproduksi manusia. kita semua berupa sama seperti janin. Bagaimanapun juga aborsi adalah pembunuhan manusia tidak berdaya. Jadi. Mengingat janin adalah manusia. dan perdamaian di dunia. Manusia menurunkan manusia. Perumusan klausul ini diakibatkan ketidakkritisan akan perkembangan teknologi. sesama kita. apakah kita sedang mendefinisi ulang eksistensi kita sebagai manusia? Like begets like. Spesies yang satu tidak mungkin menurunkan spesies lain. seperti terjadinya incest. terabaikan. Padahal penghentian kehamilan yang tak diinginkan sudah terjadi mulai yang dilakukan sendiri oleh perempuan ataupun di tempat aborsi tidak aman. Dengan demikian. Realitas dalam masyarakat. terutama hak untuk hidup.Bagi saya sendiri "kurban pemerkosaan" (juga incest) tidaklah cukup untuk menjadi alasan aborsi. Martabat yang tertera dalam pribadi manusia dan hak-hak yang sama dan mutlak dari semua anggota keluarga manusia menjadi dasar kemerdekaan. meski berbeda rupa. Awalnya. prinsip ini yang akan selalu valid. janin adalah manusia. Klausul ini mengandung pemikiran yang amat materialistis akan hakikat manusia. Janin dianggap sebagai sekumpulan molekul tak bermartabat. Dari pada menyediakan dana untuk aborsi. keadilan. Menyerang janin dengan aborsi berarti menyerang martabat yang 9 . dan keterpaksaan aborsi karena tekanan ekonomi. remaja hamil di luar nikah. Nilai kehidupan ini tidak bisa diganggu-gugat. saya lebih setuju kalau negara memelihara atau mengatur anak-anak yang dilahirkan bermasalah demikian. Apa yang bukan manusia tidak bisa menjadi manusia dalam perkembangannya.

Ini merupakan serangan kemanusiaan karena manusia membunuh sesamanya yang lemah. Keraguan itu bertambah besar terutama mengingat Sistem Jaminan Sosial Nasional. Jika kita melegitimasi serangan ini. Jika gagal menghormati martabat manusia dalam rupa janin. Undang-Undang Kesehatan diragukan dapat melindungi dan menjamin pemenuhan hak kesehatan seluruh masyarakat. Karena itu. 10 . Dilaporkan. dan pensiun. yang termasuk di dalamnya jaminan kesehatan. kita juga pasti akan gagal menghormati martabat orang lain. penindasan. kematian. pembunuhan. tidak berjalan baik. terjadi 30-50 juta praktik aborsi per tahun di 56 negara yang melegalisasi. Kita tidak bisa tinggal diam saat martabat sesame dirampas orang lain. Masyarakat miskin tentu kesulitan untuk mengupayakan sendiri asuransi kesehatan. dan masalah etika sosial lainnya. Padahal Undang-Undang Kesehatan mewajibkan semua orang ikut serta dalam program asuransi kesehatan. Pemenuhan kesehatan masyarakat pada akhirnya dianggap masih sangat bergantung pada upaya individu dan tetap minimnya peran pemerintah. tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menolak perang. hari tua.melekat pada kemanusiaan sesama. Kita harus menjadi suara bagi janin yang belum dapat bersuara. kehidupan manusia baru dalam rupa janin dalam rahim ibu patut disambut dengan hormat. perbudakan. kecelakaan kerja. soal asuransi kesehatan masih merupakan tanggung jawab individu. Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional terdapat lima program jaminan sosial antara lain jaminan kesehatan. Semoga tidak. Besar kemungkinan dalam praktiknya nanti.

BAB III PENUTUP 3. 11 . Karena merujuk pada Undang-Undang D 45. Ada penekanan hak dan kewajiban tiap orang dan ada hak dan kewajiban negara (pemerintah). maka seharusnya untuk pemerintah juga ada hak dan kewajiban.1 Kesimpulan Dari penjelasan yang ada di Bab 2 dapat ditarik kesimpulan bahwa dibanding dengan Undang-Undang 23/1992. Rancangan Undang-Undang Kesehatan inisiatif DPR ini jauh lebih maju. Ada beberapa point krusial dalam Rancangan Undang-Undang Kesehatan masih menjadi catatan. Padahal Undang-Undang Kesehatan baru diharapkan dapat menghadapi masalah dan tantangan kesehatan Indonesia kedepan guna meningkat kualitas kesehatan rakyat Indonesia. Hanya kata ³kewajiban pemerintah´ diganti ³tanggung jawab´. yang dianggap oleh beberapa LSM kurang kuat. maka penekanan kesehatan sebagai hak terasa sangat kuat. Kalau rakyat ada hak dan kewajiban.

lintasberita.id/ http://hukum.id/men/menkes_1407_2002.adil.com/read/xml/2009/09/18/09194276/uu.co.co.perempuan.theprakarsa.google.untuk.ti dak.com/read/xml/2009/09/16/2134444/uu.id/read/artikel/22978/dilema-aborsi-dalam-uukesehatan http://www. http://www.BAB IV DAFTAR PUSTAKA http://www.kompas.org/?act=dtl&id=20090904032548 http://www.kesehatan.ac.kesehatan.banjarmasinpost.com/Nasional/Berita-Lokal/masalah-aborsi-pada-uukesehatan 12 .perawatindonesia.pdf http://kesehatan.co. diragukan.pelaksanaannya http://kesehatan.html http://www.kompas.unsrat.cc/2009/09/uu-kesehatan-disyahkan_18.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->