P. 1
Informed Consent

Informed Consent

|Views: 2,103|Likes:
Published by famie_zz

More info:

Published by: famie_zz on Nov 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN Dengan mengingat bahwa ilmu kedokteran atau kedokteran gigi bukanlah ilmu pasti, maka keberhasilan

tindakan kedokteran atau kedokteran gigi bukan pula suatu kepastian, melainkan dipengaruhi oleh banyak faktor yang dapat berbedabeda dari satu kasus ke kasus lainnya.Sebagai masyarakat yang beragama, perlu juga disadari bahwa keberhasilan tersebut ditentukan oleh izin Tuhan Yang Maha Esa. Adanya asas bahwa ilmu kedokteran adalah bukan ilmu pasti maka, dasarpenerapan dari ilmu kedokteran bukanlah menjanjikan hasil, tetapi menjajikan usaha yang sebaikbaiknya.Usaha sebaik-baiknya ini, kemudian didasarkan pada pertimbangan ilmiah dan diwujudkan dengan adanya standart pelayanan. Informed artinya sudah mendapat informasi, sudah memperoleh informasi, sudah diberi informasi. Consent artinya persetujuan. Sehingga arti informed consent adalah persetujuan yang sudah didasari adanya informasi, sudah didasari pengertian dan pemahaman akan tindakan yang akan disetujui. Jadi, jika pasien menandatangani blanko informed

consent akan sebuat tindakan yang akan dilakukan pada dirinya, berarti pasien memberikan persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan pada dirinya, dan sudah mendapat informasi tentang tindakan yang akan dilakukan oleh dokter pada dirin tersebut, untung ya ruginya dilakukannya tindakan itu, resikonya, biaya dan lain sebagainya.

YM 00. Pedoman Persetujuan Tindakan Medik.00.5. y y y . Pernyataan setuju terhadap tindakan diagnostik / terapetik. sudah didasari pengertian dan pemahaman akan tindakan yang akan disetujui. tanpa paksaan (voluntary) tentang tindakan kedokteran yang akan dilakukan terhadapnya sesudah mendapatkan informasi cukup tentang tindakan kedokteran yang dimaksud. y y Pada Bab I butir Id.6.2.063. No. Dokter Dan Rumah Sakit. SK. disebutkan bahwa : Informed Consent terdiri dari kata informed yang berarti telah mendapat informasi dan Consent berarti persetujuan (ijin). alternatif tindakan yang akan dilakukan. setelah mendapat penjelasan tentang tujuan. 2. Definisi Definisi informed consent adalah y Persetujuan yang sudah didasari adanya informasi. Pasal 45 (1) UUPRADOK.3.04. Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI. Nomor : YM. Dasar Hukum Informed Consent y Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 585 / MENKES 1 PER / IX / 1989 Tentang Persetujuan Tindakan Medik. rasional. Informed Consent dalam profesi kedokteran (juga tenaga kesehatanan lainnya) adalah pernyataan setuju (consent) atau ijin dari pasien yang diberikan dengan bebas.2504 tanggal 10 Juni 1997 Tentang Pedoman Hak Dan Kewajiban Pasien.03. yang pedoman pelaksanaannya diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik Nomor: HK. Ada perbedaan penekanan antara informed consent ini dengan persetujuan dalam kontrak terapetik (sesuai pasal 1320 KUH perdata).02.1866 Tentang Pedoman Persetujuan Tindakan Medik ( Informed Consent ) tanggal 21 April 1999. resiko. serta prognosis penyakit jika tindakan itu dilakukan / tidak dilakukan.BAB II PEMBAHASAN 1. Dirjen YANMED.956 Tentang Hak dan Kewajiban Pasien Dan Perawat.5.

06. dimulai dari pemberian informasi kepada pasien tentang segala sesuatu mengenai penyakit dan tindakan medis yang akan dilakukan. disitu pasien bertanda. Adalah persetujuan pasien atau yang sah mewakilinya atas rencana tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang diajukan oleh dokter atau dokter gigi.1866.3.(SK dirjen pelayanan medik no HK 00. tentang Persetujuan Tindakan Medik). Hanya saja istilah tersebut hanya merupakan nama lain dari informed consent. Persetujuan tindakan kedokteran Konsil Kedokteran Indonesia tahun 2006 menerbitkan istilah persetujuan tindakan kedokteran atau kedokteran gigi. setelah menerima informasi yang cukup untuk dapat membuat persetujuan atau penolakan. hal ini dapat dilihat di Buku Kemitraan yang juga telah diterbitkan oleh KKI. Persetujuan tindakan medik Persetujuan tindakan medik (PERTINDIK) wujud formalnya merupakan lembaran. sebenarnya kurang lengkap karena tidak tuntas mencerminkan isi informasi yang harus diberikan oleh dokter. 4.5. Pertindik sebagai pengganti istilah informed consent. setelah menerima informasi yang cukup untuk dapat membuat persetujuan. Persetujuan tindakan kedokteran atau kedokteran gigi adalah pernyataan sepihak dari pasien dan bukan perjanjian antara pasien dengan dokter atau dokter gigi. c. persetujuan tindakan kedokteran (Informed consent) adalah proses komunikasi antara pasien dan dokter. Persetujuan tindakan kedokteran atau kedokteran gigi merupakan proses sekaligus hasil dari suatu komunikasi yang efektif antara pasien dengan dokter atau dokter gigi. b. . dan bukan sekedar penandatanganan formulir persetujuan. sehingga dapat ditarik kembali setiap saat. Disebutkan di dalam Manual Persetujuan Tiindakan Kedokteran: Persetujuan Tindakan Kedokteran atau Kedokteran Gigi: a. dan kemudian memutuskan persetujuannya. pasien memahaminya.3. Disebutkan dalam manual persetujuan tindakan kedokteran tersebut bahwa persetujuan tindakan kedokteran adalah pernyataan sepihak pasien atau yang sah mewakilinya yang isinya berupa persetujuan atas rencana tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang diajukan oleh dokter atau dokter gigi.tangan sebagai bukti persetujuan. Sebagai tambahan juga di dalam Buku Kemitraan KKI menyebutkan.

y Informasi dan penjelasan tentang tentang risiko (risk inherent in such medical prosedures) dan komplikasi yang mungkin terjadi. Bentuk dari infoermed consent yang tersembunyi. yaitu : y Informasi dan penjelasan tentang tujuan dan prospek keberhasilan tindakan medik yang akan dilakukan (purpose of medical procedures). karena di dalam hubungan dokter pasien proses pelayanan dokter kepada pasien berupa anamnesa. merupakan bentuk yang paling sering terjadi. Bahkan dengan tersembunyinya bentuk informed consent tersebut menunjukkan adanya kedalaman dari masing-masing pihak akan pemahaman dari tugas dan tanggungjawab masing -masing pihak. dan tindakan-tindakan medis yang sering terjadi sudah dianggap sebagai kebiasaan oleh pasien dan dokter sehingga perwujudan informed consent merupakan hal yang tidak umum. b. y Diagnosis. Bentuk informed consent yang tersembunyi tersebut tidak menghilangkan hakekat dari adanya saling setuju antara dokter dengan pasien. Isi informed consent Menurut Bab II butir 4 Pedoman di atas informasi dan penjelasan dianggap cukup (adekuat) jika paling sedikit enam hal pokok di bawah ini disampaikan dalam memberikan informasi dan penjelasan. y Informasi dan penjelasan tentang alternatif tindakan medis lain yang tersedia dan serta risikonya masing-masing (alternative medical prosedure and risk). pemeriksaan. y informasi dan penjelasan tentang prognosis penyakit apabila tindakan medis tersebut dilakukan (prognosis with and without medical procedure). pada perkembangannya seiring dengan semakin berkembangnya ilmu dan teknolgi kedokteran mengakibatkan beberapa kondisi yang menuntut semakin seringnya mewujudkan informed consent tersebut. Penatalaksanaan informed consent a.5. y lnformasi dan penjelasan tentang tata cara tindakan medis yang akan dilakukan (contemplated medical prosedures). Bentuk Informed Consent Bentuk informed consent dapat tersembunyi (implied conset) dan yang terwujud (express consent). . Hanya saja.

c.Untuk kepentingan rekam medik ada baiknya untuk selalu mencatat persetujuan dari pasien yang berupa kata 'setuju' ke dalam lembaran rekam medik saat dokter visite.Informed consent yang terwujud dapat berupa oral consent (terucap) dan written consent (tertulis). dan tindakan dengan biaya mahal dan lain sebagainya. Pasien atau yang sah mewakilinya dalam keadaan cakap (kompeten) untuk memberikan keputusan/persetujuan. d. informasi dapat diberikan oleh dokter lain atau perawat dengan sepengetahuan atau petunjuk dokter yang bertanggung jawab. Pasal 6 PERMENKES TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK menyebutkan: (1) Dalam hal tindakan bedah (operasi) atau tindakan invasif lainnya. informasi harus diberikan oleh dokter yang akan melakukan operasi itu sendiri (2) Datam keadaan tertentu dimana tidak ada dokter sebag aimana dimaksud ayat informasi harus diberikan oleh dokter lain dengan sepengetahuan atau petunjuk dokter yang bertanggung jawab. Persetujuan harus diberikan secara sukarela (tidak ada unsur paksaan) . Sahnya Suatu Informed Consent Suatu persetujuan dianggap sah apabila: a. tindakan diagnostik (foto dengan kontras).Bentuk yang tertulis ini banyak dipakai untuk tidakan yang bersifat infasiv. (3) Dalam hal tindakan yang bukan bedah (operasi) dan tindakan yang tidak invasif lainnya. Apabila berhalangan. Bentuk oral consent ini lebih sering terdapat jika dibanding dengan yang writen consent. informasi dan penjelasan yang harus diberikan dapat diwakilkan kepada dokter lain dengan sepengetahuan dokter yang bersangkutan. Kewajiban Memberi Penjelasan Bab II butir 5 Kep Dirjen Yanmed Pedoman Pertindik menyebutkan bahwa : Dokter yang akan melakukan tindakan medik mempunyai tanggung jawab utama memberikan informasi dan penjelasan yang diperlukan. seperti tindakan operasi. Pasien telah diberi penjelasan/ informasi b. Bentuk oral consent ini terwujud dengan kata-kata persetujuan dari pasien terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh dokter. c.

Maka untuk sahnya informed consent itu juga mengacu pada ketentuan yang samadengan konsep saling setuju seperti yang terdapat dalam kontrak terapetik. Tidak boleh ada unsur penipuan. Persetujuan harus diberikan secara bebas. dan perusahaan asuransi. saudara. polisi. hal mana di dalamnya disebutkan salah satu unsur untuk sahnya suatu kontrak yaitu adanya saling setuju. dokter harus memastikan bahwa mereka mengetahui bahwa mereka dapat menolak tindakan bila mereka mau. Untuk itu sangat penting diupayakan agar persetujuan juga mencakup apa yang harus dilakukan jika terjadi peristiwa yang tidak diharapkan dalam pelaksanaan tindakan kedokteran tersebut. Bahkan dokter dapat saja terbawa oleh susana formalitas dari pekerjaannya itu. Cara memberi informasi Bab II butir 6 Pedoman Persetujuan Tindakan Medik menyebutkan : Informasi dan penjelasan disampaikan secara lisan.Pasien yang berada dalam status tahanan polisi. e. Seperti pada syarat sahnya suatu kontrak. Kemudian juga harus disampaikan resiko-resiko yang mungkin dapat terjadi dari tindakan yang akan dilakukan dokter.d. .Bila persetujuan diberikan atas dasar tekanan maka persetujuan tersebut tidak sah.Pada situasi demikian. teman. tanpa adanya tekanan dari manapun. Perhatian dokter terhadap masalah informed consent ini harus proporsional. termasuk dari staf medis. dokter hanya berusaha denga iptek yang saat ini ada. Padahal yang terpenting adalah munculnya kesadaran dari pasien tindakan dokter itu tidak menjanjikan hasil. LP atau berada di bawah peraturan perundangundangan di bidang kesehatan jiwa/mental dapat berada pada posisi yang rentan. imigrasi. pemberi kerja. Pada pasal 4 dan 5 PERMENKES TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK disebutkan dalam pasal 4 dan 5 bahwa : Pasal 4. Menekankan hanya pada adanya tanda-tangan persetujuan tindakan kedokteran akan menjebak dokter hanya bekerja secara formal tanpa ada beban moral dari pekerjaannya. petugas rumah tahanan/Lembaga Pemasyarakatan. Informasi dan penjelasan secara tulisan dilakukan hanya sebagai pelengkap penjelasan yang telah disampaikan secara lisan.

(3) Dalam hal sebagaimana dimaksud aya (2) dokter dengan persetujuan pasien dapat memberikan informasi kepada keluarga terdekat dengan didampingi olehperawat sebagai saksi.tengkapnya. kecuali biIa dokter menilai bahwa informasi tersebut dapat merugikan kesehatan pasien atau pasien menolak diberi informasi. f. Informasi harus diberikan sesuai dengan tingkat pendidikan. Pihak yang wajib memberikan informasi adalah dokter atau tenaga kesehatan lain yang akan langsung memberikan tindakan tersebut kepada pasien. (4) Dalam hal-hal sebagaimana dimaksud ayat (3) dokter dengan persetujuan pasien dapat memberikan informasi tersebut kepada keluarga terdekat pasien. balk diagnostik maupun terapeutik. namun tanggung jawab tetap berada pada dokter pemberi delegasi untuk memastikan bahwa persetujuan diperoleh secara benar . (2) Informasi diberikan secara lisan_ (3) Informasi harus diberikan secara jujur dan benar kecuali bila dokter menilai bahwa hal itu dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien. Adalah tanggung jawab dokter pemberi perawatan atau pelaku pemeriksaan/tindakan untuk memastikan bahwa persetujuan tersebut diperoleh secara benar dan layak. Pihak yang memberikan informasi.(1) Informasi tentang tindakan medik harus diberikan kepada pasien. (1) Informasi yang diberikan mencakup keuntungan dan kerugian dari tindakan medik yang akan dilakukan. Pasal 5. (2) Dokter harus memberikan informasi seiengkap. Dokter memang dapat mendelegasikan proses pemberian informasi dan penerimaan persetujuan. kondisi dan situasi pasien. baik diminta maupun tidak diminta. Istilah kedokteran tidak boleh dipakai dalam memberikan informasi dan penjelasan karena mungkin tidak dimengerti oleh orang awam agar supaya tidak terjadi salah pengertian sehingga mengakibatkan masalah yang serius.

maka dokter tersebut harus yakin bahwa dirinya mampu menjawab secara penuh pertanyaan apapun yang diajukan pasien berkenaan dengan tindakan yang akan dilakukan terhadapnya untuk memastikan bahwa persetujuan tersebut dibuat secara benar dan layak. ( 2 ) Wali yang sah. Bagi yang dibawah umur 21 tahun dan tidak mempunyai orang tua atau orang tuanya berhalangan hadir. e. d.yaitu : a. ( 3 ) Saudara-saudara kandung. (2) Saudara-saudara kandung. Pasien sendiri. Bagi pasien dewasa dengan gangguan mental. Pihak Yang Berhak Menyatakan Persetujuan. c. g. Dalam Pedoman Persetujuan Tindakan medik hal ini diatur dalam pasal 7. Bagi pasien dewasa yang berada dibawah pengampuan (curatelle). Jika seseorang dokter akan memberikan informasi dan menerima persetujuan pasien atas nama dokter lain. Persetujuan (informed consent) atau Penolakan Tindakan Medik diberikan oleh mereka menurut hak sebagai berikut: (1) Ayah / ibu kandung.dan layak. b. Bagi pasien dibawah umur 21 tahun. Persetujuan (informed consent) atau Penolakan Tindakan Medis diberikan oleh mereka menurut urutan hak sebagai berikut : ( 1 ) Ayah/ibu kandung. (3) Induk semang. Persetujuan (informed consent) atau Penolakan Tindakan Medis diberikan oleh mereka menurut urutan hak sebagai berikut : (l) Ayah/ibu adopsi. Persetujuan . yaitu apabila pasien telah berumur 21 tahun atau telah menikah. (2) Saudara-saudara kandung.

Lebih lanjut KKI dalam buku petunjuknya menjelaskan memberikan petunjuk bahwa persetujuan tertulis diperlukan pada keadaan-keadaan sbb: . persetujuan atau penolakan tindakan medis diberikan oleh mereka menurut urutan hak sebagai berikut : a. 2.Bila tindakan kedokteran tersebut bukan dalam rangka terapi. Saudara-saudara kandung. Persetujuan tertulis mutlak diperlukan pada tindakan medis yang mengandung risiko tinggi.atau Penolakan Tindakan Medik di berikan menurut urutan hak sebagai berikut: (1) Wali.Bila tindakan terapetik bersifat kompleks atau menyangkut risiko atau efek samping yang bermakna.juan Tindakan Medik menyebutkan bahwa cara pasien menyatakan persetujuan dapat secara : 1. Bagi pasien dewasa yang telah menikah / orang tua. . c. (2) Curator. . d. Ayah/ibu kandung. Cara Memberikan Persetujuan Bab II butir 8 Pedoman Persetu. h. lisan (implied). tertulis (express) maupun. Suami/istri. f. b. sedangkan persetujuan secara lisan diperlukan pada tindakan medis yang tidak mengandung risiko tinggi. Anak-anak kandung.

Format Isian Informed Consent Formad isian Persetujuan Tindakan Medik (Informed Consent) atau Penolakan Tindakan Medik. Materai tidak diperlukan . Pasal 45 UU No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran ayat (5) menyatakan bahwa " Setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang mengandung risiko tinggi harus diberikan dengan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yangberhak memberikan persetujuan. Jadi setelahpasien menerima informasi dari dokter atau yang bertugas untuk memberikan keterangan. j. dengan ketentuan sebagai berikut : Diketahui dan ditanda tangani oleh dua orang saksi." i. pasien atau keluarganya yang buta huruf harus membubuhkan cap jempol ibu jari tangan kanan. Dokter harus ikut membubuhkan tanda tangan sebagai bukti bahwa telah diberikan informasi dan penjelasan secukupnya. menerima atau menolak.Bila tindakan kedokteran tersebut memiliki dampak yang bermakna bagi kedudukan kepegawaian atau kehidupan pribadi dan sosial pasien . digunakan seperti contoh formulir terlampir.Bila tindakan yang dilakukan adalah bagian dari suatu penelitian. Dalam setiap masalah seperti ini rincian setiap diskusi harus secara jelas didokumentasikan dengan baik. Penolakan Tindakan Kedokteran (Informed Refusal) Persetujuan akan tindakan yang sedang direncanakan mutlak ada ditangan pasien. maka selanjutnya psien akan bersikap.. Formulir asli harus disimpan dalam berkas rekam medis pasien . . Sebagai ganti tanda tangan. Formulir harus sudah diisi dan ditandatangani 24 jam sebelum tindakan medis dilakukan. Perawat bertindak sebagai salah satu saksi .

maka MKDKI akan menyidangkannya dan dapat memberikan sanksi disiplin kedokteran. meskipun kasus semacam ini sangat jarang terjadi. 3. maka pasien harus dapat menunjukkan bahwa dia tidak diperingatkan sebelumnya mengenai hasil akhir tertentu dari tindakan dimaksud .k.Hal tersebut dapat menjadi alasan pasien untuk mengadukan dokter ke penyidik polisi. Pendisiplinan oleh MKDKI Bila MKDKI menerima pengaduan tentang seorang dokter atau dokter gigi yang melakukan hal tersebut. l. Di dalam pedoman persetujuan tindakan kedokteran disebutkan juga sanksi yang akan dapat menimpa dokter jika tidak melakukan informed consent dalam praktiknya. atau menunjukkan bahwa dokter telah melakukan tindakan tanpa persetujuan (perbuatan melanggar hukum).padahal apabila dia telah diperingatkan sebelumnya maka dia tentu tidak akan mau menjalaninya. Informasi yang disampaikan kepada pasien . Sanksi Hukum Sarana kesehatan dan tenaga kesehatan yang tidak melaksanakan ketentuan yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan-peraturan tersebut diatas dapat dijatuhi sanksi hukum maupun sanksi administratif apabila pasien dirugikan oleh kelalaian tersebut. maka dampaknya adalah bahwa dokter tersebut akan dapat mengalami masalah : 1. yang dapat berupa teguran hingga rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi. Hukum Pidana Menyentuh atau melakukan tindakan terhadap pasien tanpa persetujuan dapat dikategorikan sebagai "penyerangan" (assault). Hukum Perdata Untuk mengajukan tuntutan atau klaim ganti rugi terhadap dokter. 2. Jika seorang dokter tidak memperoleh persetujuan tindakan kedokteran yang sah.

Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan Dengan mengacu kepada KKI melalui buku Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran. memberikan 12 kunci informasi yang sebaiknya diberikan kepada pasien : a. Diagnosis dan prognosis secara rinci dan juga prognosis apabila tidak diobati b. rincian apa yang akan dialami pasien selama dan sesudah tindakan. termasuk efek samping yang biasa terjadi dan yang serius e. Untuk setiap pilihan tindakan. Tujuan tindakan medis yang dilakukan c. Ketidakpastian tentang diagnosis (diagnosis kerja dan diagnosis banding) termasuk pilihan pemeriksaan lanjutan sebelum dilakukan pengobatan c. termasuk tindakan subsider seperti penanganan nyeri. dan perubahan gayahidup sebagai akibat dari tindakan tersebut f.Di dalam Undang-undang Praktik Kedoteran. Nyatakan bila rencana pengobatan tersebut adalah upaya yang masih eksperimental g. Tujuan dari rencana pemeriksaan atau pengobatan. dan diskusi tentang kemungkinan risiko yang serius atau sering terjadi. Pilihan pengobatan atau penatalaksanaan terhadap kondisi kesehatannya. Diagnosis dan tata cara tindakan medis b. Pasal 45 ayat (3) Undang Undang Praktik Kedokteran memberikan batasan minimal informasi yang selayaknya diberikan kepada pasien. diperlukan keterangan tentang kelebihan/keuntungan dan tingkat kemungkinan keberhasilannya. rincian dari prosedur ataupengobatan yang dilaksanakan. memberikan gambaran informasi apasaja yang minimal diberikan kepada pasien dalam upaya untuk membentuk informed consent. dan e. Bagaimana dan kapan kondisi pasien dan akibat sampingannya akan dimonitor atau dinilai kembali . bagaimana pasien seharusnya mempersiapkan diri. Alternatif tindakan lain dan risikonya d. yaitu: a. termasuk pilihan untuk tidak diobati d.

Komunikasi dalam hal ini adalah berupa pemberian informasi tentang segala sesuatu mengenai tindakan dan berisi hal-hal yang sesuai dengan keperluan maupun penapisan yang akandilakukan. Juga subyek tidak boleh diintervensi keputusannya dengan pemberian imbalan atau janji. k.Persetujuan harus diperoleh dengan suatu proses. hal mana dapat dikatakan subyek calon sampel penelitian akan terarah memberi persetujuannya. makanan. dan sosial (mengisolasi subyek dari tempat tinggalnya). Nama dokter yang bertanggungjawab secara keseluruhan untuk pengobatan tersebut. mental (pemberian pertanyaan. Sedang informasi yang diberikan. dan lain sebagainya). Mengingatkan kembali bahwa pasien dapat mengubah pendapatnya setiap waktu. serta bila mungkin nama-nama anggota tim lainnya i. pakaian. dalam proses penelitian. juga informasi tentang kompensasi yang akan diterima pasien jika terjadi halhal yang tidak diinginkan. Bila memungkinkan. kuesner yg dibagikan. dan lain sebagainya). Pada prinsipnya dokter dan dokter gigi dalam melakukan penelitian dengan menggunakan manusia sebagai subjek harus memperoleh persetujuan dari mereka yang menjadi subjek dalam penelitian tersebut secara bebas dan sukarela.h. Bila hal itu dilakukan maka pasien bertanggungjawab penuh atas konsekuensi pembatalan tersebut. maka sebaiknya dijelaskan peranannya di dalam rangkaian tindakan yang akandilakukan j. Mengingatkan bahwa pasien berhak memperoleh pendapat kedua dari dokterlain l. maka wajib memberi tahu dahulu kepada sampel subyek penelitian dari maksud dan tujuan dari penelitian itu. kecuali lisan sebaiknya juga tertulis agar bukti yang ada dapat didokumentasikan Code of Nuremberg . yaitu proses komunikasi antara pihak peneliti dan calon subjek penelitian (informed). Informed Consent Untuk Penelitian Segala bentuk kegiatan apapun yang menggunakan manusia sebagai subyek penelitian dan melakukan interfensi pada subyeknya baik berbentuk fisik (pemberian material: obatobatan. juga diberitahu tentang perincian biaya. m. Bila melibatkan dokter yang sedang mengikuti pelatihan atau pendidikan. Dari informasi yang telah diberikan tersebut maka subyek penelitian itu akanmemutuskan bersedia atau tidak menjadi sampel penelitian.

Tidak jauh berbeda dengan kegiatan penelitian. tujuan penelitian atau penapisan 2. dan bahwa subyek penelitian tahu bahwa ia sedang mengikuti penelitian. sehingga persetujuan dari subyek tetap diperlukan. serta tindakan penapisan (skrining) untuk memilih subjek yang akan digunakan dalam penelitian. manfaat penelitian dan penapisan 3. informasi seharusnya berisi: 1. .hal yang seharusnya diinformasikan pada subyek penelitian. maka jika akan memberikan perlakuan pada subyek penelitian diharuskan adanya persetujuan. telah menyatakan hal tersebut. hasil yang diharapkan untuk masyarakat umum dan bidang kesehatan 7. Baik itu tindakan medik. diperbaiki dalam World Medical Assembly dan terakhir di Afrika Selatan tahun 1996. Kaidah dasar moral yang mendasari keharusan adanya informed consent pada penelitian adalah otonomi. protokol penelitian dan penapisan. Konsil Kedokteran Indoneia dalam Buku Pedoman Persetujuan Tindakan Kedokteran merinci hal. bahwa persetujuan tidak mengikat dan subyek dapat sewaktu-waktu mengundurkan diri.serta Declaration of Helsinki yang sejak 1964. bahwa penelitian tersebut telah disetujui oleh Panitia Etika Penelitian. termasuk risiko yang mungkin terjadi 6. maupun tindakan yang hanya mencari data dengan suatu kuesioner. dan keterlibatansubyek penelitian adalah secara sukarela. yaitu. kemungkinan ketidaknyamanan yang akan dijumpai. Semua penelitian yang menggunakan manusia sebagai subyek penelitiannya maka diharuskan untuk lolos uji dari Tim Etika Penelitian. Pastikan bahwa penelitian tersebut tidak bertentangan dengan kepentingan terbaik pasien. serta tindakan medis 4. kegiatan skrining atau penapisan dapat merupakan upaya yang penting untuk dapat memberikan informasi tindakan yang efektif. keuntungan penelitian dan penapisan 5. 8.

.

sudah diberi informasi. Sepanjang hal itu terjadi dalam batas-batas tertentu. Sebagai salah satu pelaksana jasa tindakan medis dokter harus menyadari bahwa ³informed consent´ benar-benar dapat menjamin terlaksananya hubungan hukum antara pihak pasien dengan dokter. Consent artinya persetujuan. sudah memperoleh informasi. tindakan malpraktek yang bertentangan dengan hak asasi pasien dan standar profesi medi .BAB III KESIMPULAN Informed artinya sudah mendapat informasi. Memberikan perlindungan hukum terhadap pelaksana tindakan medis dari tuntutan tuntutan pihak pasien yang tidak wajar. Sehingga arti informed consent adalah persetujuan yang sudah didasari adanya informasi. serta penyalahgunaan alat s canggih yang memerlukan biaya tinggi atau ³over utilization´ yang sebenarnya tidak perlu dan tidak ada alasan medisnya. serta akibat tindakan medis yang tak terduga dan bersifat negatif. atas dasar saling memenuhi hak dan kewajiban masing -masing pihak yang seimbang dan dapat dipertanggungjawabkan. . misalnya tidak mudah untuk menentukan apakah suatu inforamsi sudah atau belum cukup diberikan oleh dokter. kecuali jika melakukan kesalahan besar karena kelalaian (negligence) atau karena ketidaktahuan (ignorancy) yang sebenarnya tidak akan dilakukan demikian oleh teman sejawat lainnya. misalnya terhadap ³risk of treatment´ yang tak mungkin dihindarkan walaupun dokter telah bertindak hati-hati dan teliti serta sesuai dengan standar profesi medik. sudah didasari pengertian dan pemahaman akan tindakan yang akan disetujui Informed consent bertujuan melindungi pengguna jasa tindakan medis (pasien) secara hukum dari segala tindakan medis yang dilakukan tanpa sepengetahuannya. maka tidak dapat dipersalahkan. Masih banyak seluk beluk dari informed consent ini sifatnya relative. maupun tindakan pelaksana jasa tindakan medis yang sewenang-wenang.

Solichin S.id/url?sa=t&source=web&cd=7&ved=0CEEQFjAG&url=http %3A%2F%2Frepository.com/2008/03/15/persetujuan-tindakan-medik/ .co.org/wiki/Informed_consent 4. Wikipedia.id/url?sa=t&source=web&cd=5&ved=0CCsQFjAE&url=http% 3A%2F%2Fwww. Persetujuan tindakan Medis.htm 2. Informed Consent ( persetujuan tindakan kedokteran ).google.ac. available at http://www.fk. Githafas. available at http://www.pdf&rct=j&q=infor med%20consent%20adalah&ei=Tt_zTOOmC4OWvAOys5WMDg&usg=AFQjCNH UOxOIX9CG8dNMvZ_NMJKuUp4V7g&cad=rja 3.co. Departemen ilmu kedokteran forensic dan medikolegal FK UNAIR. Informed Consent.google.DAFTAR PUSTAKA 1.uwks.id%2Fdokumen%2Flihat%2F2512.ilunifk83.wikipedia.com/peraturan-danperijinan-f16/informed-consent-t143. available at http://en. available at http://www.pdf&rct=j&q=Persetuju an%20Tindakan%20Medis&ei=muDzTNibH4egvQOq6bHhDQ&usg=AFQjCNGgA wmulNqPzUgryWlooKHGLxLtsA&cad=rja 5. Available at http://hukumkes.wordpress.id%2Felib%2FArsip%2FDepartemen%2FForensik%2F PERSETUJUAN%2520TINDAKAN%2520KEDOKTERAN. Wila CH. Aspek Hukum Rekam Medis dan Informed Consent.ac.ui. Informed Consent. Universitas Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->