Materi Pokok : STRUKTUR BAJA I / 3 SKS / MODUL 3

Drs. Nathanael Sitanggang, S.T., M.Pd.

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2007

PENGANTAR

Selamat bertemu kembali dalam perkuliahan Struktur Baja I. Modul ajar ini menjelaskan tentang Perencanaan Sambungan Profil Baja. Sambungan yang dimaksudkan adalah sambungan dengan menggunakan baut, sambungan dengan menggunakan paku keling, dan sambungan dengan menggunakan las. Mempelajari modul ajar ini disediakan waktu dalam 2 pertemuan, yaitu pertemuan 4 dan 5 (Tatap muka = 300 menit dan Praktek = 600 menit). Modul ajar ini dilengkapi dengan Rencana Kegiatan Perkuliahan (RKP), aktivitas mahasiswa, contoh, latihan, dan kunci jawaban. Demikianlah disampaikan kepada anda yang tetap berkeinginan untuk maju. Selamat belajar dan semoga sukses.

Penulis,

Drs. Nathanael Sitanggang, S.T., M.Pd.

Modul 3

1

Rencana Kegiatan Perkuliahan (RKP) :

PERENCANAAN SAMBUNGAN BAJA

Mata kuliah Semester / SKS Materi Pokok Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

: Struktur Baja I : III / 3 SKS : Perencanaan Sambungan Baja : 2 pertemuan (pertemuan 4 dan 5) : Mampu menghitung komponen sambungan baja :

1) Mampu menghitung jumlah baut pada sambungan baja 2) Mampu menghitung jumlah paku keling pada sambungan baja 3) Mampu menentukan tebal las pada sambungan baja Tujuan Pembelajaran : Mahasiswa mampu menghitung komponen sambungan baja Tahap Pembelajaran Fase I. Prakondisi : 1) Metode Pembelajaran yang digunakan ialah : a. Ceramah b. Diskusi dan Tanya jawab c. Aktivitas (penyelesaian masalah) d. Latihan 2) Sumber belajar a. Modul Ajar 3 b. Tabel Profil Konstruksi Baja c. PPBBI Fase II. Prosedur Pembelajaran 1) Menjelaskan alat penambung baut 2) Menyelesaikan masalah (aktivitas mhs) 3) Menjelaskan alat penyambung paku keling 4) Menyelesaikan masalah (aktivitas mhs) 5) Menjelaskan las sebagai alat penyambung :

Modul 3

2

Proses Evaluasi 1) Domain kognitif 2) Instrument yang digunakan ialah tes esay 3) Standar : menguasai materi perkuliahan minimum 70 %. dan PPBBI. Fase III. Fase IV. Tabel Profil Konstruksi Baja. Materi Pembelajaran Materi pokok : Perencanaan Sambungan Baja Materi pokok ini akan dibahas dengan menggunakan modul ajar 3.6) Menyelesaikan masalah (aktivitas mhs) 7) Latihan 8) Formatif 3 dilaksanakan pada akhir Pertemuan 5. Modul 3 3 .

dengan menggunakan pelat buhul.Selamat datang bagi anda yang ingin mempelajari modul ini. tetapi selain itu ada juga kemungkinan diadakan sambungan karena pertemuan suatu batang dengan batang yang lain pada satu titik buhul. yaitu : Kegiatan belajar 1 Kegiatan belajar 2 Kegiatan belajar 3 : Sambungan dengan menggunakan Baut : Sambungan dengan menggunakan Paku Keling : Sambungan dengan menggunakan Las Standar Kompetensi : Setelah tuntas mempelajari modul ini. Tetapi antara alat penyambung baut dan paku keling. Modul 3 4 . alat penyambung paku keling menghasilkan sambungan yang lebih kaku jika dibandingkan dengan alat penyambung baut. Di dalam struktur rangka sambungan pelat ataupun sambungan profil baja tidak dapat dihindari karena ada kemungkinan suatu profil baja kurang panjangnya. Modul ini akan menjelaskan sambungan pelat atau profil baja. Alat penyambung yang lazim digunakan untuk profil baja ialah baut. Kalau dibandingkan ketiga alat penyambung ini. paku keling dan Las. alat penyambung las merupakan alat penyambung yang menghasilkan sambungan yang lebih kaku. anda dapat merencanakan sambungan profil baja sesuai dengan peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia. Di dalam modul ini terdapat 3 sub topik yang akan dibahas secara beruntun dalam setiap kegiatan belajar.

Dalam kegiatan belajar 1 ini. Pendahuluan Baut adalah salah satu alat penyambung profil baja. selain paku keling dan las. tetapi masih banyak digunakan karena pemasangan baut relatif lebih praktis. anda dapat mempelajari lebih mendalam mengenai : Perencanaan sambungan profil baja dengan menggunakan alat penyambung baut. sedangkan baut berkekuatan tinggi umumnya terdiri dari 3 type yaitu : Tipe 1 : Baut baja karbon sedang. Baut yang lazim digunakan sebagai alat penyambung profil baja adalah baut hitam dan baut berkekuatan tinggi. Baut hitam terdiri dari 2 jenis. yaitu : Baut yang diulir penuh dan baut yang tidak diulir penuh. Tipe 2 : Baut baja karbon rendah. Tipe 3 : Baut baja tahan karat. Walaupun baut ini kurang kaku bila dibandingkan dengan paku keling dan las.1. Modul 3 5 . anda akan dapat merencanakan sambungan profil baja dengan menggunakan baut sesuai dengan PPBBI. Kompetensi Dasar : Setelah selesai kegiatan belajar 1 ini.

40 Tinggi Mur (mm) 13 16 19 25 Diameter Inti ( d k ) (mm) 9. Untuk lebih jelasnya.70 15. Uraian Pada umumnya baut yang digunakan untuk menyambung profil baja ada 2 jenis. perhatikan Gambar 1 berikut.80 21.05 25. misalnya : Diameter Nominal ( dn ) Inchi ½ 5/8 ¾ 1 mm 12.87 19.2. yaitu : Baut yang diulir penuh Baut yang tidak diulir penuh Baut Yang Diulir Penuh Baut yang diulir penuh berarti mulai dari pangkal baut sampai ujung baut diulir.92 15. Baut yang Diulir Penuh Diameter baut yang diulir penuh disebut Diameter Kern (inti) yang ditulis dengan notasi d k atau d1 pada Tabel Baja tentang Baut. M12 M16 M20 M25 Modul 3 6 . Gambar 1.99 12.34 Ket.

Gambar 2.92) = 13.46 cm2 Kalau baut yang diulir penuh digunakan sebagai alat penyambung.87 + (3 × 12. perhatikan gambar 2 berikut.Diameter yang dipergunakan untuk menghitung luas penampang ( Abaut ) ialah : 1 2 Abaut = π ⋅ d s 4 Dimana : Abaut ds = = Luas Penampang baut dn + 3⋅ dk 4 Jadi kalau ada ingin mengetahui luas penampang baut M16 diulir penuh. yaitu : ds = 15. 3. Ulir Baut Berada pada Bidang Geser Modul 3 7 .366)2 = 1. maka anda harus menghitung dengan rumus dari tabel di atas.66 mm = 1.14 (1. maka ulir baut akan berada pada bidang geser. Untuk lebih jelasnya.366 cm 4 = 1 π ⋅ ds2 4 maka Abaut = ¼ .

1 1. ada tertulis di kepala baut A325 atau A490. Kalau baut hitam. berikut ini diuraikan kekuatan baut masing-masing dari baut hitam dan baut berkekuatan tinggi. Hitunglah luas penampang baut M20 yang diulir penuh 2. Hitunglah luas penampang baut M20 yang tidak diulir penuh Modul 3 8 . Untuk menghitung luas penampang baut tidak diulir penuh digunakan 1 2 rumus : Abaut = π ⋅ d s 4 Aktivitas 1. misalnya baut M16 berarti diameter nominal baut tersebut = 16 mm. Mengenai kekuatan tarik baut. Baut yang tidak Diulir Penuh Diameter nominal baut yang tidak diulir penuh ialah diameter terluar dari batang baut. untuk baut A325 dengan diameter 16 mm. anda dapat melihat pada tabel konstruksi baja. untuk baut berkekuatan tinggi. maka kekuatan tarik baut = 10700 kg. ada tertulis di kepala baut 4. perhatikan Gambar 3 berikut ini.6 ini berarti tegangan leleh minimum baut = 4 x 6 x 100 = 2400 kg/cm2. sedangkan.Baut Yang Tidak Diulir Penuh Baut yang tidak diulir penuh ialah baut yang hanya bagian ujungnya diulir. Sebagai contoh. Diameter nominal ialah diameter yang tercantum pada nama perdagangan. Gambar 3. Untuk lebih jelasnya.

Modul 3 9 J e n i s - j e n i s S a m b u n g a n Y a n g M e n g g u n a k a n B a u t .

5 ⋅ σ : σ ttumpu = 1. St = Jarak sumbu baut paling luar ke tepi pelat yang disambung) Tetapi perlu diperhatikan. 8. maka lubang baut pada pelat akan berubah bentuk dari bulat akan berubah menjadi oval. apabila pelat tidak kuat bila dibandingkan dengan baut.2 ⋅ σ untuk St ≥ 2d untuk 1.7 ⋅ σ Tegangan idiil (akibat geser dan tarik) izin : σ = σ 2 + 1. Karena itu harus dihitung kekuatan tumpuan dengan rumus : N tp = d ⋅ s ⋅ σ tp dimana : N tp = Kekuatan tumpuan d = diameter lubang Modul 3 10 .4) Baut yang dibebani sejajar sumbu dan tegak lurus sumbu Gambar 7.56τ 2 ≤ σ Tegangan tumpuan izin : σ ttumpu = 1.2 yaitu : Tegangan geser izin : τ = 0.6 ⋅ σ Tegangan Tarik izin : σ tarik = 0.5 ≤ St ≤ 2d (Ket. Baut yang dibebani sejajar sumbu dan tegak lurus sumbu Besarnya tegangan izin baut pada sambungan yang menggunakan baut telah diatur pada PPBBI pasal.

Jika sambungan terdiri dari lebih satu baris baut yang tidak berseling.2 d dan tidak boleh lebih besar dari 3d atau 6 t (t adalah tebal terkecil bagian yang disambungkan).s = tebal pelat terkecil di antara planet yang disambung dan pelat penyambung. tidak boleh kurang dari 1. jarak dari sumbu ke sumbu dari 2 baut yang berurutan tidak boleh kurang dari 2. Jarak antara sumbu buat paling luar ke tepi atau ke ujung bagian yang disambung. tetap harus berdasarkan PPBBI pasal 8.5 d dan tidak boleh lebih besar dari 7 d atau 14 t. Untuk Irisan 1 : S1 < S2 . Pada sambungan yang terdiri dari satu baris baut. maka S = S1 Untuk Irisan 2 : harga S pilih terkecil antara 2 S1 dan S2 Mengenai jarak baut pada suatu sambungan.5 d < s1 < 3 d atau 6 t Jika sambungan terdiri dari lebih dari satu baris baut yang dipasang berseling. tidak boleh lebih dari 5 buah.5 d dan tidak boleh lebih besar dari 7 d atau 14 t. yaitu : Banyaknya baut yang dipasang pada satu baris yang sejajar arah gaya.5 d dan Modul 3 11 .5 d < u < 7 d atau 14 t 1.2. maka jarak antara kedua baris baut itu dan jarak sumbu ke sumbu dari 2 baut yang berurutan pada satu baris tidak boleh kurang dari 2. jarak antara baris-baris buat (u) tidak bole kurang dari 2. σ tp = tegangan tumpuan izin. 2.5 d < s < 7 d atau 14 t 2.

5 u atau 14 t – 0.0 + 0.5 u atau 14 t – 0.5 d < u < 7 d atau 14 t s2 > 7 d – 0.5 u. Mutu baja BJ 37. 2. sedangkan jarak antara satu baut dengan baut terdekat pada baris lainnya (s2) tidak boleh lebih besar dari 7 d – 0.tidak boleh lebih besar dari 7 d atau 14 t.92 cm2 Modul 3 12 .1 mm) 3 lubang (30 x 1.5 u Contoh : Diketahui suatu sambungan tergambar. dan tabel pelat adalah 12 mm dan 16 mm. Jawab : 1) Besarnya tegangan yang timbul a.6) – 1. gaya yang bekerja = 25 ton dan diameter baut = 20 mm.6 (2.1) 3 37. Tegangan tarik : σ= Fn P Fn = = = Fbr – t (d + 0. Ditanya : 1) Hitunglah besarnya tegangan yang timbul 2) Periksa tegangan yang timbul terhadap tegangan izin 3) Hitunglah besarnya gaya yang dapat didukung sambungan tersebut. Lebar pelat = 300 mm.

0 cm x 1. 28 kg/cm2 < 0.6 σ 1326.28 1326.96 kg/cm2 > 960 kg/cm2 tp = 1.20 σ tp = = = P / nFtp 2500 kg / 3 x 3.6 x 1600 kg/cm2 ternyata c. Tegangan tumpu : σ = Ftp = = = Maka : P / nFtp dxt 2.92 cm2 659.96 kg / cm2 c.6 cm 3. Tegangan Geser : τ = Fs = = = Maka : P / nFs 2 (1/4 π d2) 2 (1/4 x 3.28 kg/cm2 b.14 x 2. Tegangan geser : τ < 0.5 x 1600 kg/cm2 ternyata 2604.02) 6.16 kg / cm2 2) Periksa terhadap tegangan yang dizinkan a.20 cm2 2604.7 x 1600 kg/cm2 659.28 kg/cm2 < 1120 kg/cm2 ternyata b. Tegangan tarik : σ trk < 0.7 σ 659. 16 kg/cm2 > 1.28 cm2 τ = = = P / nFs 25000 / 3 x 6.5 σ 2604. 16 kg/cm2 > 2400 kg/cm2 Modul 3 13 .96 kg/cm2 > 0. Tegangan tumpu : σ 1326.Maka σ = = 25000 kg / 37.

3. Kekuatan tumpu : Ptp = = = = tp 2 3 x 3.2.3) Besarnya gaya yang dapat didukung sambungan adalah : a.7 x 1600 kg/cm2 42470. Demikian juga halnya mengenai jarak baut harus tetap sesuai dengan aturan PPBBI Pasal 8. Gaya geser : Pgr = = = = Fn x 0.28 cm2 x 0.4 kg 42.040 ton Aktivitas 1. Besarnya tegangan izin baut pada sambungan yang menggunakan baut harus sesuai dengan PPBBI pasal 8.4 kg 18. Modul 3 14 .7 σ 37.2 1 2 Jelaskan perbedaan jenis sambungan baut 1 irisan dan 2 irisan Mengapa lubang baut yang bulat pada suatu pelat yang disambung berubah bentuk menjadi oval.086 ton n x Ftp x σ c.470 ton n x Fs x 0. Kesimpulan Didalam sambungan yang menggunakan baut dapat digunakan baut yang diulir penuh dan baut yang tidak diulir penuh.2.92 cm2 x 0. Gaya Tarik : Ptrk = = = = b.2 cm x 2400 kg/cm2 23040 kg 23.6 x 1600 kg/cm2 18086.6 σ 3 x 6.

2500 kg/cm2 c. Lebar pelat = 300 mm dan tebal pelat adalah 12 mm dan 16 mm.. Latihan Kegiatan Belajar 1 Pilihlah salah satu jawaban yang benar di antara a. 1020 kg/cm2 b... 1020 kg/cm2 Modul 3 15 ... a. 845 kg/cm2 c.. 845 kg/cm2 d. b. 985 kg/cm2 2. 1. Anda dapat memeriksa jawaban yang anda pilih. 985 kg/cm2 b.. c atau d setelah anda menghitungnya... a. 2500 kg/cm2 d. apakah benar atau tidak pada bagian F diakhir modul ini. Tegangan tarik yang timbul adalah. dimana gaya yang bekerja = 30 ton dan diameter baut = 25 mm.. Tegangan geser yang timbul adalah. Soal : Diketahui suatu sambungan seperti tergambar.4.

845 kg/cm2 b. 48400 kg/cm2 Periksalah Jawaban Anda Dengan Kunci Jawaban yang tersedia di bagian F Periksalah Jawaban Anda Dengan Kunci Jawaban yang tersedia di bagian D Yang berada dibagian belakang modul ini.. a... 32900 kg/cm2 b. Modul 3 16 . 33600 kg/cm2 d. 2500 kg/cm2 d. 1020 kg/cm2 c. Besarnya gaya maksimum yang mungkin didukung adalah.... 49700 kg/cm2 c. 985 kg/cm2 4. a.3.. Tegangan tumpu adalah... Yang berada dibagian belakang modul ini..

paku keling akan mengembang sehingga mengisi seluruh lubang. Paku keling terdiri dari sebuah baja yang pendek yang mudah ditempa dan berbentuk mangkuk setengah bulatan.1. selain baut dalam las. anda dapat mempelajari lebih mendalam mengenai : Perencanaan sambungan profil baja dengan menggunakan alat penyambung Paku Keling. anda akan dapat merencanakan sambungan profil baja dengan menggunakan Paku Keling sesuai dengan PPBBI. Modul 3 17 . Penggunaan paku keling sebagai alat penyambung lebih kaku bila dibandingkan dengan penggunaan baut. Dan biasanya. Pada saat paku keling dalam keadaan plastis. Dalam kegiatan belajar 2 ini. Kompetensi Dasar : Setelah selesai kegiatan belajar 2 ini. paku keling dipukul dengan palu sehingga akan terbentuk sebuah kepala lagi pada sisi yang lainnya. Pendahuluan Paku keling (rivet) adalah salah satu alat penyambung atau profil baja.

2. mudah ditempa dan berbentuk mangkuk setengah bulatan. Tetapi bisa juga kepala paku keling tersebut berbentuk bonggolan. Didalam perhitungan. prinsip sambungan dengan menggunakan paku keling sama saja dengan prinsip sambungan dengan menggunakan baut. Alat Penyambung dengan Paku Keling Selama proses penempaan. yaitu : σ = σ 2 + 1.56τ 2 ≤ σ Modul 3 18 . Yang membedakannya hanyalah tegangan izin. paku keling kemudian menjadi angin dingin dan pendek. dan paku keling tersebut mengembang serta mengisi seluruh lubang. Sebagaimana telah dijelaskan pada pendahuluan. paku keling terdiri secara sederhana dari sebuah baja yang pendek. untuk memegang paku keling supaya tidak bergerak dan berfungsi sebagai landasan. Untuk mengetahui tegangan izinnya dapat dilihat PPBBI pasal 8. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar 8 berikut ini. paku keling dipukul dengan palu sehingga akan terbentuk sebuah kepala lagi pada sisi yang lainnya. Uraian Pada umumnya paku keling yang dipakai pada struktur baja adalah paku keling yang dipasang di bengkel dan paku keling yang dipasang di lapangan. Pada saat paku keling berada dalam keadaan plastis. Kecuali kombinasi tegangan geser dan tegangan tarik yang diizinkan sama dengan kombinasi tegangan geser dan tegangan tarik pada sambungan baut. Gambar 8. proses pemendekkan ini akan memberikan tekanan pada pelat-pelat yang disambung. sebuah alat bucking di tempatkan dibawah kepala paku keling di sisi belakang sambungan. Setelah ditempa.3. ayat (1).

2). Besarnya tegangan gizi dalam menghitung kekuatan paku keling adalah : Tegangan geser yang diizinkan : τ = 0. Mutu baja BJ 37. Lebar pelat = 300 mm. = Tegangan dasar menurut tabel 1 (pasal 2.8 σ Tegangan tarik yang diizinkan : σ tr = 0. kecuali untuk tumpuan menggunakan tegangan dasar bahan yang disambung.5 d ≤ S1 ≤ 2 d Dimana : S1 d = Jarak dari paku keling yang paling luar ke tepi bagian yang disambung = Diameter pake keling.8 σ Tegangan tumpuan yang diizinkan : σ tr = 2 σ untuk S1 > 2 d σ tr = 1.Hal ini didasarkan kepada pendapat Gunawan dan Margaret (1991) yang menyatakan bahwa pada PPBBI rumus tersebut ditulis salah. dan tebal pelat = 12 mm dan 16 mm.6 σ untuk1. σ Contoh : Diketahui suatu sambungan seperti tergambar. gaya yang bekerja = 25 ton dan diameter pake keling = 20 mm. Modul 3 19 .

14 x 2.0 cm x 1.28 cm2 = P / nFs Maka : τ = = 25000 .20 P / nFtp 2500 kg / 3 x 3.0 + 0.16 kg / cm2 σ tp = = = Kalau anda perhatikan dengan contoh di depan dengan menggunakan baut. Tegangan tarik : σ Fn = = P / Fn Fbr – t (d + 0.1) 3 37.Ditanya : 1) Hitung besarnya tegangan yang timbul 2) Periksa tegangan yang timbul terhadap tegangan izin 3) Hitunglah besarnya gaya yang dapat didukung sambung tersebut.02) 6. Tegangan tumpu : σ Ftp = P / nFtp = = = dxt 2. 3 x 6.6) – 1. Modul 3 20 .6 (2.96 kg / cm2 c.20 cm2 2604. angka ini persis sama bukan. Tegangan Geser : Fs τ = = = = P / nFs 2 (1/4 π d2) 2 (1/4 x 3. Jawab : 1) Besarnya tegangan yang timbul a.6 cm 3.28 1326.1 mm) 3 lubang = = (30 x 1.28 kg/cm2 b.92 cm2 = P / Fn Maka σ = = 25000 kg / 37.92 cm 659.

Gaya geser : Pgr = = = = c.537 ton n x Fs x 0. 16 kg/cm2 > 3200 kg/cm2 Kalau anda perhatikan.28 cm2 x 0. gaya maksimum juga berbeda dan ternyata daya dukung paku keling lebih besar bila dibandingkan dengan baut.28 kg/cm2 < 1280 kg/cm2 b.96 kg/cm2 > 1280 kg/cm2 tp c.115 ton (Hasil perhitungan yang paling kecil) Kalau anda perhatikan.2 kg 24.8 x 1600 kg/cm2 ternyata 659.8 x 1600 kg/cm2 48537.8 x 1600 kg/cm2 ternyata 1326.8 σ 659.720 ton Jadi gaya maksimum yang mungkin diadakan adalah Pmax = 24.2 cm x 3200 kg/cm2 30720 kg 30.92 cm2 x 0. Modul 3 21 . 28 kg/cm2 < 0. Tegangan tumpu : σ =2 σ 2604.8 σ 37.96 kg/cm2 > 0. Gaya Tarik : Ptrk = = = = b. Kekuatan tumpu : Ptp Fn x 0. Tegangan geser : τ < 0.6 σ 3 x 6. 16 kg/cm2 > 2 x 1600 kg/cm2 ternyata 2604.115ton = = = = n x Ftp x σ tp 2 3 x 3. tegangan izin inilah yang membedakan baut dengan paku keling 3) Besarnya gaya yang dapat didukung sambungan adalah : a. Tegangan tarik : σ trk < 0.8 σ 1326.6 kg 48.2) Periksa terhadap tegangan yang dizinkan a.8 x 1600 kg/cm2 24115.

3.2. Besarnya tegangan yang diizinkan pada sambungan yang menggunakan paku keling harus sesuai dengan PPBBI pasal 8. atau d setelah anda menghitungnya. sedangkan mengenai jarak paku keling dapat dipakai aturan PPBBI pasal 8.2 1. c. Soal : Diketahui sebuah batang tarik yang terdiri dari pelat yang disambungkan seperti tergambar Modul 3 22 . 4. Latihan Kegiatan Belajar 2 Pilihlah salah satu jawaban yang benar di antara a.3. Kesimpulan Di dalam sambungan yang menggunakan paku keling sama prinsip perhitungannya dengan sambungan yang menggunakan baut. 2. Jelaskan cara pemasangan paku keling di dalam suatu sambungan baja. b. Perbedaannya hanyalah tegangan yang diizinkan. Jelaskan perbedaan antara sambungan paku keling dan sambungan baut di dalam perhitungannya.Aktivitas 2.

Modul 3 23 . 8960 kg/cm2 c... 9860 kg/cm2 d... a.. 7637 kg/cm2 Periksalah Jawaban Anda Dengan Kunci Jawaban yang tersedia di bagian F Yang berada dibagian belakang modul ini. 1. Kekuatan paku keling terhadap geser adalah. 8960 kg/cm2 b.. Diameter lubang paku keling = 20 mm.. 9860 kg/cm2 c. 7037 kg/cm2 2. 7037 kg/cm2 b..... a. Kekuatan paku keling terhadap tumpuan..Tebal pelat penyambung dan tebal pelat yang disambung = 20 mm... 7637 kg/cm2 d.. Mutu baja Bj 34.

Selain itu ada juga proses pengelasan dengan menggunakan gas acetylin yang disebut las antogen.1. sebagian besar sambungan yang dikerjakan di bengkel menggunakan las. Kalau diperhatikan sekarang ini. Modul 3 24 . bahasa pasarannya disebut las karbit. pernahkah anda dengar? Kompetensi Dasar : Setelah selesai kegiatan belajar 3 ini. anda akan dapat merencanakan sambungan pelat atau profil baja dengan menggunakan las sesuai dengan PPBBI. pembuatan tangga besi ataupun jerejak. Pendahuluan Pengelasan adalah salah satu cara menyambung pelat atau profil baja. di pasaran biasanya disebut las listrik. Batang elektroda berbeda-beda tipenya tergantung kepada jenis baja yang akan dilas. misalnya pembuatan pagar besi. Proses pengelasan biasanya dikerjakan secara manual dengan menggunakan batang las (batang elektroda). selain menggunakan baut dan paku keling.

Gambar 11. Gambar 9. yaitu las tumpul dan las sudut. Gambar 10. Las Tumpul V Ganda Modul 3 25 . Las Tumpul Persegi Panjang Las tumpul V tunggal : Sambungan jenis ini tidak ekonomis bila logam dasar tebalnya melebihi 15 mm. Las Tumpul V Tunggal Las tumpul V ganda : sambungan jenis ini lebih cocok untuk seluruh kondisi. Las Tumpul : Untuk menyambung pelat atau profil baja dengan las tumpul ada 4 jenis yaitu : Las tumpul persegi panjang : Sambungan jenis ini hanya dipakai bila tebal logam dasar tidak lebih dari 5 mm.2. Uraian Pada Konstruksi baja biasanya terdapat 2 macam las.

Las Sudut Cekung Modul 3 26 . Las Tumpul U Tunggal Las Sudut Untuk menyambung pelat atau profil baja dengan las sudut ada 3 jenis yaitu : Las sudut datar : Sambungan jenis ini adalah sambungan las yang paling umum digunakan karena memberikan kekuatan yang sama dengan pemakaian elektroda yang lebih sedikit. Gambar 14. Las Sudut Datar Las sudut cekung : Pemakaian elektroda lebih banyak dibandingkan dengan las sudut datar.Las tumpul U tunggal : Sambungan jenis ini cocok untuk logam dasar yang tebalnya tidak lebih dari 30 mm Gambar 12. Gambar 13.

2 1. dan las ditinjau dari segi kekakuan ! 2. Las Sudut Cembung Aktivitas 1. Gambar 15. pasal 8. Jelaskan tiga perbedaan antara las tumpul dan las sudut ! Peraturan Sambungan Dengan Menggunakan Las Untuk menyambung pelat atau profil baja dengan menggunakan las harus berpedoman kepada Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI) tahun 1983. Modul 3 27 . antara lain : 1) Panjang netto las adalah : Ln = Lbruto – 3a Dimana : a = tebal las Untuk lebih jelasnya.Las sudut cembung : Pemakaian elektroda lebih banyak sama seperti las sudut cekung. paku keling. Jelaskan perbedaan sambungan pelat atau profil baja antara yang menggunakan baut.5. perhatikan gambar 16 pada halaman berikut ini.

3) Panjang netto las tidak boleh lebih dari 40 kali tebal las. 4) Untuk las terputus pada batang tekan. dimana t adalah tebal terkecil dari elemen yang dilas. Kalau diperlukan panjang netto las yang lebih dari 40 kali tebal las. maka tegangan miring diizinkan adalah : σa= 1 sin 2 α + 3 cos 2 α Modul 3 28 . jarak itu tidak boleh melebihi 24 t atau 30 cm. jarak bagian-bagian las itu tidak boleh melebihi 16 t atau 30 cm. Panjang Las dan Tebal Las 2) Panjang netto las tidak boleh kurang dari 40 mm atau 8 a 10 kali tebal las. 5) Tebal las sudut tidak boleh lebih dari ½ t 2 6) Gaya P yang ditahan oleh las membentuk sudut α dengan bidang retak las.Gambar 16. Sedangkan pada batang tarik. sebaiknya dibuat las yang terputus-putus.

P = 0.58 σ A(untuk α =00) Modul 3 29 . P = σ A(untuk α =900) b. P = σ A(untuk α =900) c.Tegangan miring yang terjadi dihitung dengan : σ= P σ A a dimana : P = Gaya yang ditahan oleh las A = Luas Bidang retak las Tegangan idiil pada las dapat dihitung dengan : σa= αa c c= 1 sin α + 3 cos 2 α 2 7) Gaya yang diizinkan untuk beberapa macam sambungan las a.

P = σ A(untuk α =900) Modul 3 30 .71 σ A(untuk α =450) g.91 σ A(untuk α =790) f. P = 0.58 σ A(untuk α =00) e.d. P = 0.58 σ A(untuk α =00) h. P = 0. P = 0.

P = 1. Berapakah panjang minimum las pada suatu sambungan ? Upaya apa yang anda lakukan apabila pada suatu sambungan memerlukan panjang netto las lebih dari 40 kali tebal las ? 3. 2.2 σ A j.i. P = 0.2 1. Berapakah besarnya gaya yang diizinkan untuk sambungan las tumpul yang mengalami gaya tekan ? Modul 3 31 .89 σ A(untuk α =770) Aktivitas 3.

11648 ton d. 8. seperti tergambar mutu pelat Bj 37.. atau d setelah anda menghitungnya.. 12800 ton b.5 4. 1. Soal : Diketahui suatu pelat yang berukuran 80 mm x 10 mm dihubungkan dengan las pada suatu pelat yang lain. 11. dimana penggunaannya tergantung kepada konstruksi yang akan disambungkan. 12. a. Gaya Tarik yang dapat diizinkan adalah ... Kesimpulan Di dalam sambungan pelat atau profil baja yang menggunakan las akan diperoleh sambungan yang sangat kaku apabila dibandingkan dengan baut atau paku keling. Latihan Kegiatan Belajar 3 Pilihlah salah satu jawaban yang benar di antara a.3. Untuk menyambung pelat atau profil baja dengan menggunakan las harus berpedoman kepada PPBBI pasal.. c. b.80 ton c. Pada konstruksi baja biasanya ada 2 macam las yaitu las tumpul dan las sudut..648 ton Modul 3 32 .

00 mm c. a. Tabel las sudut adalah. 140 cm c. 50 mm d.0 mm b... 280 cm b. 5 mm 3.. a.. Panjang Netto las maksimum adalah.. 28 cm d..... 70. 14 cm Periksalah Jawaban Anda Dengan Kunci Jawaban yang tersedia di bagian F Yang berada dibagian belakang modul ini. Modul 3 33 . 7.2.

Anda sekarang telah dapat menentukan ukuran profil baja yang digunakan sebagai batang tarik. Merencanakan penampang batang tarik. Selain itu. anda juga telah dapat menentukan kelangsingan batang tarik yang digunakan yang memenuhi persyaratan PPBBI yaitu harus lebih kecil dari 240 untuk konstruksi utama dan harus lebih kecil dari 360 untuk konstruksi sekunder. Anda telah dapat mengenal dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang : Sambungan Dengan Menggunakan Baut. Anda sekarang telah dapat merencanakan sambungan pelat atau profil baja dengan menggunakan baut sesuai dengan PPBBI 1983. Anda juga telah mengenal jenis – jenis sambungan yang menggunakan baut. Anda sudah dapat menggunakan baut yang diulir penuh ataupun baut yang tidak diulir penuh.Anda telah mempelajari modul ini dengan tuntas. Modul 3 34 .

Teori Soal Dan Penyelesaian Konstruksi Baja I Jilid I.. (1987). Bandung : Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. Pasaribu. T. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.. S. Rudy Gunawan. Tabel Profil Konstruksi Baja. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI) 1983.Konstruksi Baja. (1996). Patar M.. (1991). ! Gunawan. Modul 3 35 . Jakarta : Delta Teknik Group. Dan Margaret. Medan: Percetakan Bin Harun.Lihat di Buku Induk ya .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful