Arah Kiblat

Pengertian Kiblat
Kiblat berasal dari bahasa arab yaitu arah yang merujuk ke suatu tempat di mana bangunan Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Ka’bah juga sering disebut dengan Baitullah. Menghadap arah Kiblat merupakan suatu masalah yang penting dalam syariat Islam. Menurut hukum syariat, menghadap ke arah kiblat diartikan sebagai seluruh tubuh atau badan seseorang menghadap ke arah Ka'bah yang terletak di Makkah yang merupakan pusat tumpuan umat Islam bagi menyempurnakan ibadah-ibadah tertentu. Pada awalnya, kiblat mengarah ke Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa Jerusalem di Palestina, namun pada tahun 624 M ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, arah Kiblat berpindah ke arah Ka’bah di Makkah hingga kini atas petunjuk wahyu dari Allah SWT. Beberapa ulama berpendapat bahwa turunnya wahyu perpindahan kiblat ini karena perselisihan Rasulullah SAW di Madinah. Menghadap ke arah kiblat menjadi syarat sah bagi umat Islam yang hendak menunaikan shalat baik shalat fardhu lima waktu sehari semalam atau shalat-shalat sunat yang lain. Kaidah dalam menentukan arah kiblat memerlukan suatu ilmu khusus yang harus dipelajari atau sekurang-kurangnya meyakini arah yang dibenarkan agar sesuai dengan syariat.

Hukum Arah Kiblat
Kiblat sebagai tumpuan umat islam dalam mengerjakan ibadah dalam konsep arah terdapat beberapa hukum yang berkaitan yang telah ditentukan secara syariat yaitu : • Hukum Wajib 1. 2. 3. Ketika shalat fardhu ataupun shalat sunah menghadap kiblat merupakan syarat sahnya shalat. Ketika melakukan tawaf di Baitullah. ketika menguburkan jenazah maka harus diletakkan miring bahu kanan menyentuh liang lahat dan muka menghadap kiblat.

• •

Hukum Sunah Bagi yang ingin membaca al-qur'an, berdoa, berzikir, tidur(bahu kanan di bawah) dan lainlain yang berkaitan. Hukum Haram Ketika membuang air besar atau kecil di tanah lapang tanpa ada dinding penghalang. Hukum Makruh Membelakangi arah kiblat dalam setiap perbuatan seperti membuang air besar atau kecil dalam keadaan berdinding, tidur menelentang sedang kaki selunjur ke arah kiblat dan sebagainya.

Konsep Ijtihad dalam Menentukan Arah Kiblat
Ke semua empat mazhab yaitu Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali telah bersepakat bahwa menghadap kiblat salah satu merupakan syarat sahnya shalat. Bagi mazhab Syafi'i telah menambah dan menetapkan tiga kaidah yang bisa digunakan untuk memenuhi syarat menghadap kiblat yaitu: 1. Menghadap Kiblat Yakin (Kiblat Yakin) Seseorang yang berada di dalam Masjidil Haram dan melihat langsung Ka'bah, wajib menghadapkan dirinya ke Kiblat dengan penuh yakin. Ini yang juga disebut sebagai “Ainul Ka’bah”. Kewajiban tersebut bisa dipastikan terlebih dahulu dengan melihat atau menyentuhnya bagi orang yang buta atau dengan cara lain yang bisa digunakan misalnya pendengaran. Sedangkan bagi seseorang yang berada dalam bangunan Ka’bah itu sendiri maka kiblatnya adalah dinding Ka’bah. Menghadap kiblat Perkiraan (Kiblat Dzan) Seseorang yang berada jauh dari Ka'bah yaitu berada di luar Masjidil Haram atau di sekitar tanah suci Mekkah sehingga tidak dapat melihat bangunan Ka’bah, mereka wajib menghadap ke arah Masjidil Haram sebagai maksud menghadap ke arah Kiblat secara dzan atau kiraan atau disebut sebagai “Jihadul Ka’bah”. Untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan bertanya kepada mereka yang mengetahui seperti penduduk Makkah atau melihat tanda-tanda kiblat atau “shaff” yang sudah dibuat di tempat–tempat tersebut. Menghadap kiblat Ijtihad (Kiblat Ijtihad) Ijtihad arah kiblat digunakan seseorang yang berada di luar tanah suci Makkah atau bahkan di luar negara Arab Saudi. Bagi yang tidak tahu arah dan ia tidak dapat mengira Kiblat Dzannya maka ia boleh menghadap kemanapun yang ia yakini sebagai Arah Kiblat. Namun bagi yang dapat mengira maka ia wajib ijtihad terhadap arah kiblatnya. Ijtihad dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat dari suatu tempat yang terletak jauh dari Masjidil Haram. Diantaranya adalah ijtihad menggunakan posisi rasi bintang, bayangan matahari, arah matahari terbenam dan perhitungan segitiga bola maupun pengukuran menggunakan peralatan modern.Bagi lokasi atau tempat yang jauh seperti Indonesia, ijtihad arah kiblat dapat ditentukan melalui perhitungan falak atau astronomi serta dibantu pengukurannya menggunakan peralatan modern seperti kompas, GPS, theodolit dan sebagainya. Penggunaan alat-alat modern ini akan menjadikan arah kiblat yang kita tuju semakin tepat dan akurat. Dengan bantuan alat dan keyakinan yang lebih tinggi maka hukum Kiblat Dzan akan semakin mendekati Kiblat Yakin. Dan sekarang kaidah-kaidah pengukuran arah kiblat menggunakan perhitungan astronomis dan pengukuran menggunakan alat-alat modern semakin banyak digunakan secara nasional di Indonesia dan juga di negara-negara lain. Bagi orang awam atau kalangan yang tidak tahu menggunakan kaidah tersebut, ia perlu taqlid atau percaya kepada orang yang berijtihad.

2.

3.

Perubahan Arah Kiblat Dibahas
06 Jul 2010

• •

Koran Tempo

Nasional

JOMBANG - Kesimpangsiuran soal kabar melenceng-nya arah kiblat masjid di Indonesia gara-gara gempa besar beberapa waktu lalu membuat resah sebagian kalangan umat Islam. Untuk memperjelas masalah tersebut, perwakilan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah akan berkumpul di Pondok Pesantren Seb-lakTebuireng, Jombang, Jawa Timur. "Ini untuk menjawab keresahan umat," kata Imam Subkhi, Ketua Panitia Acara "Semiloka Nasional Pembahasan Arah Kiblat dan Jadwal Waktu Sholat" kemarin. Menurut Imam, acara seminar dan lokakarya itu akan berlangsung pada 12-14 Juli 2010. Selain menghadirkan para ahli dari Muhammadiyah dan NU, acara tersebut itu akan mengundang sejumlah akademisi dari perguruan tinggi Islam di Indonesia. Di luar para tokoh, masyarakat umum juga diperkenankan menghadiri acara tersebut. Sejumlah tokoh yang diundang untuk mengikuti kajian pelurusan arah kiblat dan ketepatan waktu salat antara lain Tolchah Hasan (mantan Menteri Agama), Ali Mustofa Yaqub (Majelis Ulama Indonesia), Muhyidin Khazin (Kepala Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama), dan Suziknan Azhari (Majelis Tarjih Muhammadiyah). Adapun ilmuwan yang diundang antara lain Thomas Djamaluddin (ahli riset Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Amin Haedari (Kepala Litbang dan Diklat Kementerian Agama), Mudjito Ra-harto (pakar astronomi Institut Teknologi Bandung), serta Hakim L. Malasan (Kepala Observatorium Boss-cha, Bandung). "Semiloka akan mempelajari teori dan praktek pengukuran arah kiblat dan waktu salat yang benar," kata Imam. Sejauh ini, menurut Imam, pihaknya telah mendapat penjelasan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, yang menganggap kabar melenceng-nya arah kiblat tidak berdasar karena belum melalui proses kajian ilmiah. Tapi penjelasan itu belum cukup membuat umat Islam yakin. muhuuud ijuri Entitas terkaitAdapun |Antariksa |Hakim |Imam |Indonesia |Islam |Jawa |JOMBANG | Kesimpangsiuran |Malasan |Menteri |Mudjito |Muhammadiyah |Sejauh |Semiloka |Amin Haedari |Diklat Kementerian |Institut Teknologi |Jadwal Waktu |Kepala Litbang |Kepala Observatorium | Lembaga Penerbangan |Majelis Tarjih |Majelis Ulama |Muhyidin Khazin |Nahdlatul Ulama | Pondok Pesantren |Rukyat Kementerian |Suziknan Azhari |Thomas Djamaluddin |Tolchah Hasan |Ali Mustofa Yaqub |Kepala Badan Hisab |Ketua Panitia Acara |Perubahan Arah Kiblat Dibahas | Semiloka Nasional Pembahasan Arah Kiblat |Ringkasan Artikel Ini

dan Suziknan Azhari (Majelis Tarjih Muhammadiyah). Mudji Raharto. Muhyidin Khazin (Kepala Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama). Jika pada saat itu ditancapkan sebatang tongkat di atas tanah datar terbuka. Kiblat Bayangan Arah ke Baitullah Sumber : Swaramuslim RABU pekan lalu merupakan hari baik untuk menggali fondasi masjid. garis bayangan ke pangkal tongkat itu merupakan arah lurus ke Ka'bah. Ali Mustofa Yaqub (Majelis Ulama Indonesia). . Metode sederhana ini dikenal dengan teori tongkat istiwa. Dengan begitu. Rabu tengah hari di Mekkah.Sejumlah tokoh yang diundang untuk mengikuti kajian pelurusan arah kiblat dan ketepatan waktu salat antara lain Tolchah Hasan (mantan Menteri Agama). "Semiloka akan mempelajari teori dan praktek pengukuran arah kiblat dan waktu salat yang benar.18 di Jakarta. matahari bertengger di atas Masjidil Haram. Nah. cukup berbekal sebatang tongkat. Uji keabsahan itu bisa dilakukan secara sederhana. Direktur Observatorium Boscha di Lembang. pukul 16. mimbar imam persis mengarah ke Ka'bah di Mekkah. image Metode ini. pancaran sinar matahari sore akan memberikan segaris bayangan. Bandung. Hari itu muncul kejadian alam yang bisa dipakai sebagai acuan keabsahan arah kiblat. menurut Dr." kata Imam.

Dibandingkan dengan rumus ilmu ukur sudut (trigonometri bola) dan kompas. Hal ini terjadi lantaran masa edar bumi mengelilingi matahari yang sesungguhnya berdurasi 365. matahari berada di belahan bumi utara dan selatan secara periodik. tentu tak ada bayangan tongkat. Teori tongkat itu berangkat dari kenyataan bahwa bumi mengitari matahari (berevolusi) selama satu tahun. jadwal matahari berada di atas Ka'bah selalu sama setiap tahun. Pemakaian kompas sering menyimpang lantaran sumbu magnetik bumi tak berimpit dengan arah mata . Ketika bergerak menuju (juga meninggalkan) titik 23.5 derajat. Jarak maksimal pergerakan matahari di utara dan selatan khatulistiwa itu 23. tapi cukup memenuhi kaidah ilmiah. matahari selalu melewati langit di atas Ka'bah. Direktur Pembinaan Peradilan Agama. cara ini cuma bisa dilakukan dua kali setahun. ''Kecuali pada tahun kabisat. Maka. poros rotasi ini tak berimpit dengan poros revolusi. itu. Sambil mengitari matahari. ''Arah kiblat bisa ditentukan pada waktu itu selama masih bisa melihat matahari. MA. Namun. Departemen Agama.5 derajat. kepada reporter GATRA Rini Sulistyowati. tongkat istiwa lebih akurat.'' kata ahli falak dan astronomi. Pada Desember hingga Juni. bumi juga berotasi sekali dalam 24 jam. Namun.5 derajat. Meski demikian. Koordinat Ka'bah sendiri ada di 21 derajat 25 menit lintang utara dan 39 derajat 50 menit bujur timur. Sedangkan Juni hingga Desember. dengan bentuk seperti telur (ekliptika). Jika matahari terhalang awan. image Menurut Mudji Raharto. melainkan membentuk sudut 23. Ini membuat musim dingin di belahan utara. ketepatan metode ini tetap bisa diandalkan. ''Itu cara tradisional ala pesantren. Selain 28 Mei. alumnus University of Tokyo. matahari kembali berada di atas Ka'bah pada 16 Juli pukul 16.25 hari.merupakan cara mudah dan paling akurat untuk menuntun ke arah kiblat. matahari agak bergeser namun masih dalam hitungan menit. Cara ini pun diakui kesahihannya oleh Departemen Agama RI.'' katanya. arah utara ekuator yang dilintasi matahari.27 waktu Jakarta.'' kata Wahyu Widiana. matahari seperti bergerak ke selatan ekuator.

Untuk menerapkan teori ini. lalu tekan hitung. matahari tepat berada di bawah Ka'bah. Tapi. tapi pepat di bagian kutub. Agak rumit.09 dan 17 Januari pukul 06.itb. Ironisnya. Ferry M. selain data magnetik bumi dan koreksi bentuk bumi. Di makalah di bawah ini juga dideskripsikan tentang teori mencari arah utara sebenarnya. utamanya diperuntukkan bagi mereka yang mempunyai kepedulian terhadap arah Kiblat. tidak semua orang Islam bisa dan mengetahui cara mengukur arah kiblatnya. memang. Sebab beberapa hari yang lalu saya browsing dan ternyata ada yang masih kesulitan menentukan arah Uatara yang sebanarnya (true nort). Tapi.Ag Penghulu Lowokwaru dan Achmad Shampton Penghulu Kedungkandang. Sebagaimana diketahui bahwa untuk melaksanakan sholat bagi umat Islam. Matahari di atas Ka'bah hanya bisa menyapu kawasan kurang dari 90 derajat. Simatupang juga menyediakan 16 kota besar di Indonesia. pada 29 November pukul 06. syarat pertama harus diketahui koordinat Ka'bah dan masjid setempat. Cukup memasukkan data koordinat masjid yang akan dibangun. Bayangan yang dihasilkan akan menunjukkan arah Baitullah. Trigonometri bola memiliki kelemahan karena bentuk bumi yang tak bulat sempurna. hadir dalam pertemuan terbatas MUI dengan Takmir Masjid Muhajirin Pondok Blimbing Indah (PBI). Dan teori ini juga untuk mengetahui arah yang benar. Di situsnya itu.ac. ada cara gampang dan disajikan gratis oleh dosen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Saat Mekkah tengah hari.as. jangan khawatir.angin. maka keluar arah kiblat. Meski akurat. mentari sudah tenggelam untuk warga Maluku dan Irian. Saat itulah waktu yang tepat untuk meletakkan tongkat. .id/ferry/Articles/Kiblat/Kiblat. Departemen Agama yang diwakili Achmad Hadiri S. Simatupang. Memenuhi undangan Majelis Ulama Indonesia cabang Malang. mengahadap Kiblat merupakan syarat sah shalat.29 (waktu Jayapura). yang tentu memerlukan peranti global positioning system. Ia juga sering meleset bila dipakai di daerah yang banyak mengandung unsur logamnya. metode tongkat itu tak bisa dipakai di kawasan Indonesia Timur pada Rabu lalu. di situs internet (http://www.html). Di bawah ini adalah makalah saya tentang teori menghitung arah Kiblat.

meliputi rentangan 20 derajat sampai 25 derajat dari titik barat ke utara (B-U). pertama masingmasing melakukan pengukuran secara individual dan tahap kedua team melakukan pengukuran secara bersama-sama. Shalat .Baidlowi Muslih menyarankan agar minimal ada penyesuaian shof tidak harus dalam bentuk pemugaran bangunan. dengan demikian mengalami deviasi (perbedaan) dengan arah kiblat sekitat 24 derajat. Murtadlo Amin menjelaskan bahwa batas toleransi arah jihat ka’bah untuk kota Malang dengan memperhatikan rekomendasi (teori) Imam Nawawi al Bantani dan teori Modern Cinus Cosinus. Dan hasil musyawarah takmir memutuskan untuk tetap dengan arah kiblat yang ada. Dari teori tersebut setidaknya arah kiblat yang bisa ditoleransi dengan menggunakan prinsipJihah (arah) dari Imam Abu Hanifah untuk Kota Malang adalah antara 24 hingga 22 derajat (B-U) atau 65 hingga 67 derajat (U-B).. Pada tahap pertama. Takmir Masjid. shaf menuju arah 24 derajat 13 menit titik utara ke timur (U-T). Sehingga arah kiblat Masjid harus disesuaikan.Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari keluhan sebagian warga PBI yang melihat arah kiblat Masjid Mujahidin melenceng dari yang semestinya. KH. masing-masing anggota team melakukan pengukuran arah kiblat secara individual. Pengukuran arah kiblat dilakukan dengan dua tahap. Susaf Al Aminullah dan KH. padahal seharusnya untuk daerah kota Malang. Murtadho Amin mengadakan pengecekan arah kiblat di lokasi Masjid Muhajirin. Dalam Tausiyah akhir. Pada tahap kedua. menjelaskan bahwa sebenarnya penentuan arah kiblat ini sudah atas rekomendasi seorang kyai. Shaf Masjid Muhajirin mengarah ke Utara Selatan. Dalam kesempatan tersebut KHM. dari hasil pengukuran itu ditemukan bahwa mihrab Masjid Muhajirin menuju arah 90 derajat dari titik utara ke barat.Moh. tanggal 10 Juni 2008 team MUI yang terdiri dari KH. Dalam pertemuan itu disampaikan bahwa sebelumnya. Hal ini berarti terdapat deviasi 15 derajat lebih selatan dari seharusnya. dilakukan pengukuran bersama yang menghasilkan kesimpulan bahwa arah kiblat Masjid Muhajirin menuju pada titik 0 derajat arah Barat. KH. Gatot Dardiri.

Acara ditutup dengan doa oleh KH. Achmad Hadiri Penghulu KUA Lowokwaru dengan menggunakan kompas magnetic dan Achmad Shampton menggunakan satelit google earth. namun kedepan perubahan arah kiblat menjadi kebutuhan utama. yang berarti arah kiblatnya mengambil arah barat sejati. Zainuddin Is.Si Kasi Urusan Agama Islam Departemen Agama dalam satu kesempatan. team dari Departemen Agama mencoba mengklarifikasi ulang dengan dua system. Chamzawi selaku ketua komisi fatwa MUI> Usai acara. yang hasilnya sama persis dengan temuan team MUI. Keterangan gambar : Perhatikan gambar masjid Muhajirin Pondok Blimbing Indah dibawah ini. M. dan Arah kiblat yang seharusnya. yang ditunjukkan garis kuning yang langsung bisa diarahkan ke pojok gambar hajar aswad Ka'bah dengan fasilitas satelit google earth (KUA Kedung Kandang/JTM) . searah dengan garis-garis utara selatan sejati.yang telah dilakukan selama ini sah tidak harus diulang. Mengantisipasi kekeliruan penentuan arah kiblat seperti ini. Drs. menawarkan layanan pengukuran arah kiblat kepada masyarakat se Malang Raya yang diverifikasi dengan satelit google earth.

Shaf Masjid Muhajirin mengarah ke Utara Selatan. Gatot Dardiri. KH. dilakukan pengukuran bersama yang menghasilkan kesimpulan bahwa arah kiblat Masjid Muhajirin menuju pada titik 0 derajat arah Barat.. tanggal 10 Juni 2008 team MUI yang terdiri dari KH. dari hasil pengukuran itu ditemukan bahwa mihrab Masjid Muhajirin menuju arah 90 derajat dari titik utara ke barat. Sehingga arah kiblat Masjid harus disesuaikan. dengan demikian mengalami deviasi (perbedaan) dengan arah kiblat sekitat 24 derajat. Pengukuran arah kiblat dilakukan dengan dua tahap. Susaf Al Aminullah dan KH. padahal seharusnya untuk daerah kota Malang. Hal ini berarti terdapat deviasi 15 derajat lebih selatan dari seharusnya. masing-masing anggota team melakukan pengukuran arah kiblat secara individual. Dalam pertemuan itu disampaikan bahwa sebelumnya. Murtadho Amin mengadakan pengecekan arah kiblat di lokasi Masjid Muhajirin. Pada tahap pertama.(BI-Net 16/06). Murtadlo Amin menjelaskan bahwa batas toleransi arah jihat ka’bah untuk kota Malang dengan memperhatikan rekomendasi (teori) Imam Nawawi al Bantani dan teori Modern Cinus Cosinus. Pada tahap kedua. shaf menuju arah 24 derajat 13 menit titik utara ke timur (U-T).Ag Penghulu Lowokwaru dan Achmad Shampton Penghulu Kedungkandang. Departemen Agama yang diwakili Achmad Hadiri S. Dalam kesempatan tersebut KHM. meliputi rentangan 20 derajat sampai 25 derajat dari titik barat ke utara (B-U). hadir dalam pertemuan terbatas MUI dengan Takmir Masjid Muhajirin Pondok Blimbing Indah (PBI). .Moh. Dari teori tersebut setidaknya arah kiblat yang bisa ditoleransi dengan menggunakan prinsipJihah (arah) dari Imam Abu Hanifah untuk Kota Malang adalah antara 24 hingga 22 derajat (B-U) atau 65 hingga 67 derajat (U-B). Memenuhi undangan Majelis Ulama Indonesia cabang Malang. pertama masingmasing melakukan pengukuran secara individual dan tahap kedua team melakukan pengukuran secara bersama-sama. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari keluhan sebagian warga PBI yang melihat arah kiblat Masjid Mujahidin melenceng dari yang semestinya.

Mengantisipasi kekeliruan penentuan arah kiblat seperti ini. yang hasilnya sama persis dengan temuan team MUI. Dalam Tausiyah akhir. menawarkan layanan pengukuran arah kiblat kepada masyarakat se Malang Raya yang diverifikasi dengan satelit google earth. Keterangan gambar : Perhatikan gambar masjid Muhajirin Pondok Blimbing Indah dibawah ini. team dari Departemen Agama mencoba mengklarifikasi ulang dengan dua system. Shalat yang telah dilakukan selama ini sah tidak harus diulang. Dan hasil musyawarah takmir memutuskan untuk tetap dengan arah kiblat yang ada. M. namun kedepan perubahan arah kiblat menjadi kebutuhan utama. Zainuddin Is. Chamzawi selaku ketua komisi fatwa MUI> Usai acara. dan Arah kiblat yang seharusnya. Achmad Hadiri Penghulu KUA Lowokwaru dengan menggunakan kompas magnetic dan Achmad Shampton menggunakan satelit google earth. yang ditunjukkan garis kuning yang langsung bisa diarahkan ke pojok gambar . KH. yang berarti arah kiblatnya mengambil arah barat sejati. searah dengan garis-garis utara selatan sejati.Si Kasi Urusan Agama Islam Departemen Agama dalam satu kesempatan. menjelaskan bahwa sebenarnya penentuan arah kiblat ini sudah atas rekomendasi seorang kyai. Acara ditutup dengan doa oleh KH. Drs.Takmir Masjid.Baidlowi Muslih menyarankan agar minimal ada penyesuaian shof tidak harus dalam bentuk pemugaran bangunan.

.blogspot.html --------- May 23.com/2008/05/rashdul-qiblat-2008. http://mutoha.hajar aswad Ka'bah dengan fasilitas satelit google earth (KUA Kedung Kandang/JTM) Join Multiply to get updates from mukhtar Abu Harits • Home • Blog • Photos • Video • Music • Calendar • Reviews [lagi] Meluruskan arah kiblat dari blognya Pak Mutoha. '08 7:03 PM for everyone abuhilya Rashdul Qiblat 2008 • • • • Photos of mukhtar Personal Message RSS Feed [?] Report Abuse ..

berdoa. theodolit." ( QS. Dan (ingatlah). rasi bintang serta fenomena posisi matahari serta transit utama matahari di atas kota Makkah yang dikenal dengan istilah Istiwa A'zam (Istiwa Utama). Di kalangan pesantren di Indonesia istilah yang cukup dikenal adalah "zawal" atau "rashdul qiblat". Al-Baqarah : 149 ) . Allah tidak sekali-kali lalai akan segala apa yang kamu lakukan. terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untukmeluruskan arah kiblat antaranya menggunakan kompas. berzikir. mengadap ke arah kiblat ( Masjidil Haram / Ka'bah ) adalah suatu tuntutan syariah di dalam melaksanakan ibadah tertentu. dan sesungguhnya perintah berkiblat ke Ka'bah itu adalah benar dari Tuhanmu. menyembelih binatang dan sebagainya. maka hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram (Ka'bah). "Dan dari mana saja engkau keluar (untuk mengerjakan shalat). membaca Al-Quran.. ia wajib dilakukan ketika hendak mengerjakan shalat dan menguburkan jenazah orang Islam. ia juga merupakan sunah ketika azan. “ Baitullah ( Ka'bah ) adalah kiblat bagi orang-orang di dalam Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Haram adalah kiblat bagi orang-orang yang tinggal di Tanah Haram ( Makkah ) dan Makkah adalah qiblat bagi seluruh penduduk bumi. . Timur danBarat dari umatKu” ( Hadith Riwayat Al-Baihaqi ) Dalam ajaran Islam.. . Berdasarkan tinjauan astronomis atau falak.Apakah arah kiblat bisa berubah? Tentu Tidak! Artinya pengukuran sebelumnya memang yang tidak tepat.

. _________________________________________________________ SELASA.27 Waktu Makkah pada tahun-tahun biasa.Di atas Ka'bah matahari tepat berada di titik Zenith saat Istiwa A'zam . .5˚ Lintang Utara dan 23.5˚ LU sampai 23.5˚ terhadap bidang edarnya sehingga selama setahun terlihat di bumi matahari mengalami pergeseran 23. Demikian halnya di Indonesia . Istiwa Utama yang terjadi di kota Makkah dapat dimanfaatkan oleh kaum Muslimin di negara-negara sekitar Arab khususnya yang berbeda waktu tidak lebih dari 5 (lima) jam untuk menentukan arah kiblat secara presisi menggunakan teknik bayangan matahari. Saat nilai azimuth matahari sama dengan nilai azimuth lintang geografis sebuah tempat maka di tempat tersebut terjadi Istiwa Utama yaitu melintasnya matahari melewati zenith lokasi setempat. Pada saat tertentu di sebuah daerah dapat terjadi peristiwa yang disebut Istiwa Utama atau 'Istiwa A'zam' yaitu saat posisi matahari berada tepat di titik Zenith (tepat di atas kepala) suatu lokasi dimana peristiwa ini hanya terjadi di daerah antara 23. Sedangkan untuk tahun-tahun Kabisat tanggal ini dapat maju 1 hari (27 Mei dan 15 Juli) seperti yang terjadi pada tahun 2008 ini. 27 MEI 2008 @ 16:18 WIB (Hari ke-1) SELASA.5˚ Lintang Selatan. Dalam penentuan waktu shalat. Istiwa adalah fenomena astronomis saat posisi matahari melintasi meridian langit.5˚ LS. Fenomena Istiwa Utama terjadi akibat gerakan semu matahari yang disebut gerak tahunan matahari (musim) sebab selama bumi beredar mengelilingi matahari sumbu bumi miring 66. 15 JULI 2008 @ 16:27 WIB (Hari ke-2) MATAHARI TEPAT DI ZENITH KOTA MAKKAH POSISI MATAHARI = ARAH KIBLAT BAYANGAN MATAHARI = ARAH KIBLAT _________________________________________________________ Teknik penentuan arah kiblat menggunakan Istiwa Utama sebenarnya sudah dipakai lama sejak ilmu falak berkembang di Timur Tengah.18 Waktu Makkah dan 16 Juli sekitar pukul 12. istiwa digunakan sebagai pertanda masuknya waktu shalat Zuhur. Istiwa A'zam di Makkah terjadi dua kali dalam setahun yaitu pada tanggal 28 Mei sekitar pukul 12.

sedangkan arah bayangan sebaliknya yaitu yang ke arah Barat agak serong ke Utara merupakan arah kiblat yang benar.dan beberapa negara Islam yang lain juga banyak menggunakan teknik ini. . Sebab teknik ini memang tidak memerlukan perhitungan yang rumit dan siapapun dapat melakukannya. Jika hari itu gagal karena matahari terhalang oleh mendung maka masih diberi roleransi penentuan dilakukan pada H+1 atau H+2. Salah satunya yang cukup popiler adalah teknik bayangan matahari (sundial) dengan data bayangan matahari dapat dicari DISINI. teknik bayangan muka dan bayangan belakang dan penggunaan theodolit dengan bantuan posisi matahari. Pada tanggal dan jam saat terjadinya peristiwa Istiwa Utama tersebut maka arah bayangan tongkat menunjukkan kiblat. Namun demikian masih ada teknik lain yang juga menggunakan bayangan matahari untuk menentukan arah kiblat misalnya teknik sudut azimuth. Sementara untuk daerah lain di mana saat itu matahari sudah terbenam misalnya wilayah Indonesia bagian Timur praktis tidak dapat menggunakan teknik ini. Cukup sederhana dan tidak memerlukan ketrampilan khusus serta perhitungan perhitungan rumus-rumus. teknik lingkaran. Saat matahari di atas Ka'bah semua bayangan matahari mengarah ke Ka'bah juga Penentuan arah kiblat menggunakan teknik seperti ini memang hanya berlaku untuk daerah-daerah yang pada saat peristiwa Istiwa Utama dapat melihat secara langsung matahari dan untuk penentuan waktunya menggunakan konversi waktu terhadap Waktu Makkah. Karena di negara kita peristiwanya terjadi pada sore hari maka arah bayangan tongkat adalah ke Timur. Yang diperlukan hanyalah sebatang tongkat lurus dengan panjang lebih kurang 1 meter dan diletakkan berdiri tegak di tempat yang datar dan mendapat sinar matahari. Sedangkan untuk sebagian wilayah Indonesia bagian Tengah barangkali masih dapat menggunakan teknik ini karena posisi matahari masih mungkin dapat terlihat.

lalu yang kedua terjadi pada tanggal 15 Juli 2008 pukul 09:26:50 GMT atau 12:26:50 Waktu Mekkah (GMT+3) atau 16:26:50 WIB (GMT+7) dengan posisi matahari berada di azimuth 294° 40. Tentukan lokasi masjid/mushalla/langgar atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya. Dari Yogyakarta Posisi matahari masih cukup tinggi untuk melakukan pengukuran. .32'.124' dan ketinggian (altitude) 14° 56. Seperti tertera pada gambar di bawah ini. Pertama.3 diperoleh posisi matahari secara presisi saat terjadinya Istiwa Utama di Makkah tahun 2008 ini. tanggal 27 Mei 2008 pukul 09:18:00 GMT atau 12:18:00 Waktu Makkah atau 16:18:00 WIB. Berdasarkan perhitungan astronomis menggunakan program Simulator Planetarium Starrynight Pro Plus 6. Sediakan tongkat lurus sepanjang 1 sampai 2 meter dan peralatan untuk 2.Tempat yang memungkinkan penentuan arah kiblat di daerah terang saja.. .Teknik Penentuan Arah Kiblat menggunakan Istiwa Utama : 1.2.

Sehingga saat peristiwa tersebut ada baiknya kita juga bisa melakukan pelurusan arah kiblat di rumah masing-masing. Gunakan tali. Siapkan juga jam/arloji yang sudah dicocokkan / dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio/televisi/internet. sisi selatan bangunan masjid.5 menit pada hari itu. benang kasur yang dipakukan. Lebih bagus menggunakan benang berbandul agar tegak benar. Hal ini dikarenakan pergeserannya hanya relatif sedikit yaitu sekitar 1/6 derajat setiap hari atau sekitar 3 menit setiap harinya. tiang listrik. Tunggu sampai saat istiwa utama terjadi amatilah bayangan matahari yang terjadi dan berilah tanda menggunakan spidol. . pada 27 Mei 2008 pukul 12:18 waktu Makkah (GMT + 3) Matahari mengalami transit (melintasi garis bujur kota Makkah) dimana posisi Matahari pada saat itu sangat berdekatan dengan titik zenith Makkah (koordinat 21° 25' LU 39° 50' BT) alias mempunyai tinggi mendekati 90°. penggaris atau alat lain yang dapat membuat tanda lurus. 6. Catatan : Untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi markas Rukyat Hilal Indonesia (RHI) di 0274-552630 atau 08122743082. UNTUK ORIENTASI LAKUKAN UJI COBA PADA 1 ATAU 2 HARI SEBELUMNYA ============================================================= 4. Persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya istiwa utama agar tidak terburu-buru.memasangnya. ============================================================= Sebaiknya bukan hanya masjid atau mushalla / langgar saja yang perlu diluruskan arah kiblatnya. 3. Menara. maka arah kiblat setempat bisa ditetapkan/dikalibr asikan karena setiap bayang-bayang benda yang tegak lurus terhadap permukaan Bumi tepat mengarah ke kiblat. Sedangakan bayangan yang menuju ke arah Barat agak serong ke Utara merupakan arah kiblat yang tepat. -----------tambahan dr milis. Dan juga melakukan penentuan arah kiblat menggunakan teknik ini tidak mutlak harus dilakukan pada saat tersebut bisa saja mundur atau maju 1-2 hari pada jam yang sama atau dalam rentang +/. atau pantulan sinar matahari menggunakan cermin untuk meluruskan arah kiblat ini ini ke dalam masjid / rumah dengan menyejajarkannya terhadap arah bayangan. tiang bendera atau benda-benda lain yang tegak. Sebagaimana diketahui. lakban. jika pada saat itu kita berada di kota Makkah maka kita akan melihat Matahari persis di atas kepala. Cari lokasi di samping Selatan atau di halaman depan masjid yang masih mendapatkan penyinaran matahari pada jam-jam tersebut serta memiliki permukaan tanah yang datar lalu pasang tongkat secara tegak dengan bantuan pelurus berupa tali dan bandul. Mungkin kiblat di rumah kita sendiri selama ini juga saat kita shalat belum tepat menghadap ke arah yang benar. Tidak hanya tongkat yang dapat digunakan untuk melihat bayangan. Sebelum hari H dikurangi (-) dan sesudah hari H ditambah (+) 3 menit setiap hari. Kondisi ini disebut rashdul qiblat istimewa dan dimanapun manusia berada di Bumi (asalkan masih tersinari cahaya Matahari). Atau dengan teknik lain misalnya bandul yang kita gantung menggunakan tali sepanjang beberapa meter maka bayangannya dapat kita gunakan untuk menentukan arah kiblat. susunan tegel lantai. 7. Di Indonesia peristiwa Istiwa Utama terjadi pada sore hari sehingga arah bayangan menuju ke Timur. ---Sekedar tambahan dari yang telah dijelaskan pak Mutoha. Dalam bahasa sederhananya.. 5.

Dan pada 28 Mei 2008 pukul 12:18 waktu Makkah juga mirip. Cara .Tetapkan tanggal pengukuran (26. . .5° dimana intensitas cahayanya homogen di setiap titik dalam cakram ini.Pada pukul 16:18:00 ± 00:00:30 WIB tandai bayang-bayang bangunan/sisi jendela/benang pada permukaan lantai/tanah pada dua titik sekaligus. Sehingga dengan demikian rashdul qiblat terjadi pada 26 . Di Nusa Tenggara dan pantai barat Sulawesi itu tinggi Matahari pada saat rashdul qiblat sudah cukup rendah (yakni di sekitar 10°) sehingga cahaya sudah redup ataupun sudah tertutup awan di dekat horizon. Kondisi yang sama juga kita jumpai bila pada ketiga tanggal tersebut jamnya divariasikan menjadi 12:18:00 ± 00:00:30 WIB. Sumatra dan Kalimantan hingga ke sebagian Nusa Tenggara dan pantai barat Sulawesi.5°. Matahari merupakan cakram bercahaya kuat (disk source) dengan apparent diameter 0.. 3. atau gunakan benang tebal yang diberi pemberat dan digantung sebagai media yang tegaklurus permukaan tanah setempat. Keberlakuan Per teori penetapan/kalibrasi arah kiblat dengan rashdul qiblat ini hanya berlaku untuk daerah dengan zona waktu GMT + 1 sampai GMT + 7 dengan perkecualian pada Asia Timur (karena Matahari di sini masih cukup tinggi meski zona waktunya sudah GMT + 8). dimana walaupun tinggi pusat cakram Matahari senilai 87. . meski tinggi pusat cakram Matahari baru senilai 87. Selamat mencoba. Itulah arah kiblat setempat. RRI ataupun dengan men-dial nomor 103 lewat telpon fixed line maupun Flexi). Demikian pula meskipun deklinasi pusat cakramnya saat itu sudah +21° 40' namun tepi cakram sebelah selatan masih menyentuh deklinasi +21° 25. Demikian pula meskipun deklinasi pusat cakramnya saat itu baru +21° 10' namun tepi cakram sebelah utara sudah menyentuh deklinasi +21° 25' (alias berimpit dengan lintang kota Makkah). Lantas tarik garis lurus melintasi kedua titik tersebut.Kalibrasikan petunjuk waktu (jam/HP) dengan standar waktu (misalnya dengan siaran BBC. Dengan diameternya yang besar.28 Mei 2008 pukul 12:18:00 ± 00:00:30 waktu Makkah atau 16:18:00 ± 00:00:30 WIB. Akurasi Berbeda dengan bintang-bintang lainnya yang berperanan sebagai sumber cahaya titik (point source) jika dilihat dari Bumi. maka pada 26 Mei 2008 pukul 12:18 waktu Makkah. Konsekuensinya pengukuran arah dengan menggunakan bayang-bayang Matahari pun selalu mengandung ketidakpastian sebesar 0.75° namun tepi cakram bagian barat telah menyentuh titik zenith.75° namun tepi cakram bagian timur masih menyentuh titik zenith. 2.Untuk itu ada catatan tambahan : 1. 27 atau 28 Mei 2008). Untuk Indonesia. metode ini bisa dilakukan pada kawasan Indonesia bagian barat khususnya Pulau Jawa.Gunakan sudut bangunan/sisi jendela. .

100% cotton out audio reply video reply Add a Comment Top of Form Submit Preview & Spell Check Bottom of Form © 2010 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Translate · API · Contact · Help .salam Ma'rufin Tags: ibadah Prev: Pengakuan terhadap prestasi Pak Nur Mahmudi Ismail Next: [PKS] Bersih Tak Hanya Sekedar Slogan replyshare Sponsored Links BINTANG LAUT PROMOSINDO menstrual pad menyediakan berbagai kebutuhan promosi Merupakan pembalut yang dapat dicuci ulang dan dipakai kembali. Menstrual Pad day & Night specification : 1. Suede Cloth 2. layer lite microfiber 3.

Berdasarkan tinjauan astronomis atau falak.Mengukur Kiblat dengan Matahari Rashdul Qiblat 2008 Apakah arah kiblat bisa berubah? Tentu Tidak! Artinya pengukuran sebelumnya memang yang tidak tepat. membaca Al-Quran. Al-Baqarah : 149 ) . berdoa. terdapat beberapa teknik yang dapat . "Dan dari mana saja engkau keluar (untuk mengerjakan shalat). menyembelih binatang dan sebagainya. Dan (ingatlah). “ Baitullah ( Ka’bah ) adalah kiblat bagi orang-orang di dalam Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Haram adalah kiblat bagi orang-orang yang tinggal di Tanah Haram ( Makkah ) dan Makkah adalah qiblat bagi seluruh penduduk bumi." ( QS. maka hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram (Ka’bah). mengadap ke arah kiblat ( Masjidil Haram / Ka’bah ) adalah suatu tuntutan syariah di dalam melaksanakan ibadah tertentu. Allah tidak sekali-kali lalai akan segala apa yang kamu lakukan. dan sesungguhnya perintah berkiblat ke Ka’bah itu adalah benar dari Tuhanmu. berzikir. Timur dan Barat dari umatKu” ( Hadith Riwayat Al-Baihaqi ) Dalam ajaran Islam. ia juga merupakan sunah ketika azan. ia wajib dilakukan ketika hendak mengerjakan shalat dan menguburkan jenazah orang Islam.

Dalam penentuan waktu shalat. Istiwa A’zam di Makkah terjadi dua kali dalam setahun yaitu pada tanggal 28 Mei sekitar pukul 12. Di kalangan pesantren di Indonesia istilah yang cukup dikenal adalah "zawal" atau "rashdul qiblat".18 Waktu Makkah dan 16 Juli sekitar pukul 12. Istiwa Utama yang terjadi di kota Makkah dapat dimanfaatkan oleh kaum Muslimin di negara-negara sekitar Arab khususnya yang berbeda waktu tidak lebih dari 5 (lima) jam untuk menentukan arah kiblat secara presisi menggunakan teknik bayangan matahari. rasi bintang serta fenomena posisi matahari serta transit utama matahari di atas kota Makkah yang dikenal dengan istilah Istiwa A’zam (Istiwa Utama). istiwa digunakan sebagai pertanda masuknya waktu shalat Zuhur. … Di atas Ka’bah matahari tepat berada di titik Zenith saat Istiwa A’zam.5˚ Lintang Selatan. Sedangkan untuk tahun-tahun Kabisat tanggal ini dapat maju 1 hari (27 Mei dan 15 Juli) seperti yang terjadi pada tahun 2008 ini. Pada saat tertentu di sebuah daerah dapat terjadi peristiwa yang disebut Istiwa Utama atau ‘Istiwa A’zam’ yaitu saat posisi matahari berada tepat di titik Zenith (tepat di atas kepala) suatu lokasi dimana peristiwa ini hanya terjadi di daerah antara 23. Istiwa adalah fenomena astronomis saat posisi matahari melintasi meridian langit.27 Waktu Makkah pada tahun-tahun biasa.5˚ Lintang Utara dan 23.digunakan untuk meluruskan arah kiblat antaranya menggunakan kompas. theodolit. .

. ________________________________________________________ SELASA.5˚ terhadap bidang edarnya sehingga selama setahun terlihat di bumi matahari mengalami pergeseran 23. Jika hari itu gagal karena matahari terhalang oleh mendung maka masih diberi roleransi penentuan dilakukan pada H+1 atau H+2. Sebab teknik ini memang tidak memerlukan perhitungan yang rumit dan siapapun dapat melakukannya. Karena di negara kita peristiwanya terjadi pada sore hari maka arah bayangan tongkat adalah ke Timur.5˚ LS.5˚ LU sampai 23. sedangkan arah bayangan sebaliknya yaitu yang ke arah Barat agak serong ke Utara merupakan arah kiblat yang benar. 27 MEI 2008 @ 16:18 WIB (Hari ke-1) SELASA. Demikian halnya di Indonesia dan beberapa negara Islam yang lain juga banyak menggunakan teknik ini. Cukup sederhana dan tidak memerlukan ketrampilan khusus serta perhitungan perhitungan rumus-rumus. 15 JULI 2008 @ 16:27 WIB (Hari ke-2) MATAHARI TEPAT DI ZENITH KOTA MAKKAH POSISI MATAHARI = ARAH KIBLAT BAYANGAN MATAHARI = ARAH KIBLAT _________________________________________________________ Teknik penentuan arah kiblat menggunakan Istiwa Utama sebenarnya sudah dipakai lama sejak ilmu falak berkembang di Timur Tengah. Pada tanggal dan jam saat terjadinya peristiwa Istiwa Utama tersebut maka arah bayangan tongkat menunjukkan kiblat. Yang diperlukan hanyalah sebatang tongkat lurus dengan panjang lebih kurang 1 meter dan diletakkan berdiri tegak di tempat yang datar dan mendapat sinar matahari. Saat nilai azimuth matahari sama dengan nilai azimuth lintang geografis sebuah tempat maka di tempat tersebut terjadi Istiwa Utama yaitu melintasnya matahari melewati zenith lokasi setempat.Fenomena Istiwa Utama terjadi akibat gerakan semu matahari yang disebut gerak tahunan matahari (musim) sebab selama bumi beredar mengelilingi matahari sumbu bumi miring 66.

3 diperoleh posisi matahari secara presisi saat terjadinya Istiwa Utama di Makkah tahun 2008 ini. Berdasarkan perhitungan astronomis menggunakan program Simulator Planetarium Starrynight Pro Plus 6.32′. lalu yang kedua terjadi pada tanggal 15 Juli 2008 pukul 09:26:50 GMT atau 12:26:50 Waktu Mekkah (GMT+3) atau 16:26:50 WIB (GMT+7) dengan posisi matahari berada di azimuth 294° 40. Namun demikian masih ada teknik lain yang juga menggunakan bayangan matahari untuk menentukan arah kiblat misalnya teknik sudut azimuth. teknik lingkaran. Salah satunya yang cukup popiler adalah teknik bayangan matahari (sundial) dengan data bayangan matahari dapat dicari DISINI. Seperti tertera pada gambar di bawah ini.124′ dan ketinggian (altitude) 14° 56. tanggal 27 Mei 2008 pukul 09:18:00 GMT atau 12:18:00 Waktu Makkah atau 16:18:00 WIB. teknik bayangan muka dan bayangan belakang dan penggunaan theodolit dengan bantuan posisi matahari. .2. Pertama. Sementara untuk daerah lain di mana saat itu matahari sudah terbenam misalnya wilayah Indonesia bagian Timur praktis tidak dapat menggunakan teknik ini. Sedangkan untuk sebagian wilayah Indonesia bagian Tengah barangkali masih dapat menggunakan teknik ini karena posisi matahari masih mungkin dapat terlihat.Saat matahari di atas Ka’bah semua bayangan matahari mengarah ke Ka’bah juga Penentuan arah kiblat menggunakan teknik seperti ini memang hanya berlaku untuk daerah-daerah yang pada saat peristiwa Istiwa Utama dapat melihat secara langsung matahari dan untuk penentuan waktunya menggunakan konversi waktu terhadap Waktu Makkah.

Lebih bagus menggunakan benang berbandul agar tegak benar. Di Indonesia peristiwa Istiwa Utama terjadi pada sore hari sehingga arah bayangan menuju ke Timur. 4. 3. benang kasur yang dipakukan. Sediakan tongkat lurus sepanjang 1 sampai 2 meter dan peralatan untuk memasangnya. 5. Tentukan lokasi masjid/mushalla/langgar atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya. penggaris atau alat lain yang dapat membuat tanda lurus. . Teknik Penentuan Arah Kiblat menggunakan Istiwa Utama : 1. lakban. 2. Cari lokasi di samping Selatan atau di halaman depan masjid yang masih mendapatkan penyinaran matahari pada jam-jam tersebut serta memiliki permukaan tanah yang datar lalu pasang tongkat secara tegak dengan bantuan pelurus berupa tali dan bandul. Sedangakan bayangan yang menuju ke arah Barat agak serong ke Utara merupakan arah kiblat yang tepat.Dari Yogyakarta Posisi matahari masih cukup tinggi untuk melakukan pengukuran. Persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya istiwa utama agar tidak terburu-buru. Tunggu sampai saat istiwa utama terjadi amatilah bayangan matahari yang terjadi dan berilah tanda menggunakan spidol. Siapkan juga jam/arloji yang sudah dicocokkan / dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio/televisi/internet.

Atau dengan teknik lain misalnya bandul yang kita gantung menggunakan tali sepanjang beberapa meter maka bayangannya dapat kita gunakan untuk menentukan arah kiblat. tiang listrik. Mungkin kiblat di rumah kita sendiri selama ini juga saat kita shalat belum tepat menghadap ke arah yang benar. Dalam bahasa sederhananya. Sehingga saat peristiwa tersebut ada baiknya kita juga bisa melakukan pelurusan arah kiblat di rumah masing-masing. tiang bendera atau benda-benda lain yang tegak. Gunakan tali. Sebagaimana diketahui. maka arah kiblat setempat bisaditetapkan/dikalibr asikan karena setiap bayang-bayang benda yang tegak lurusterhadap permukaan Bumi tepat mengarah ke kiblat. atau pantulan sinar matahari menggunakan cermin untuk meluruskan arah kiblat ini ini ke dalam masjid / rumah dengan menyejajarkannya terhadap arah bayangan.6. Tidak hanya tongkat yang dapat digunakan untuk melihat bayangan. Kondisi ini disebutrashdul qiblat istimewa dan dimanapun manusia berada di Bumi (asalkan masihtersinari cahaya Matahari). sisi selatan bangunan masjid. susunan tegel lantai. Hal ini dikarenakan pergeserannya hanya relatif sedikit yaitu sekitar 1/6 derajat setiap hari atau sekitar 3 menit setiap harinya. Menara.5 menit pada hari itu. pada 27 Mei 2008 pukul 12:18 waktu Makkah (GMT + 3) Matahari mengalami transit (melintasi garis bujur kota Makkah) dimana posisiMatahari pada saat itu sangat berdekatan dengan titik zenith Makkah(koordinat 21° 25′ LU 39° 50′ BT) alias mempunyai tinggi mendekati 90°. 7. jika pada saat itu kita berada di kota Makkahmaka kita akan melihat Matahari persis di atas kepala. Sebelum hari H dikurangi (-) dan sesudah hari H ditambah (+) 3 menit setiap hari. Untuk itu ada catatan tambahan : . Tambahan Sekedar tambahan dari yang telah dijelaskan pak Mutoha. Catatan : Untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi markas Rukyat Hilal Indonesia (RHI) di 0274-552630 atau 08122743082. Dan juga melakukan penentuan arah kiblat menggunakan teknik ini tidak mutlak harus dilakukan pada saat tersebut bisa saja mundur atau maju 1-2 hari pada jam yang sama atau dalam rentang +/. ============================================================= UNTUK ORIENTASI LAKUKAN UJI COBA PADA 1 ATAU 2 HARI SEBELUMNYA ============================================================= Sebaiknya bukan hanya masjid atau mushalla / langgar saja yang perlu diluruskan arah kiblatnya.

Cara Kalibrasikan petunjuk waktu (jam/HP) dengan standar waktu (misalnyadengan siaran BBC.5°. Dengan diameternya yang besar. meski tinggi pusat cakram Matahari baru senilai 87. Dan pada 28 Mei 2008 pukul 12:18 waktu Makkah juga mirip. Sumatra dan Kalimantan hingga ke sebagian NusaTenggara dan pantai barat Sulawesi.1.2.Untuk Indonesia. 3.5° dimana intensitascahayanya homogen di setiap titik dalam cakram ini. atau gunakan benang tebal yangdiberi pemberat dan digantung sebagai media yang tegaklurus permukaan tanahsetempat.75° namun tepicakram bagian barat telah menyentuh titik zenith. . Konsekuensinya pengukuran arah dengan menggunakan bayang-bayang Matahari pun selalumengandung ketidakpastian sebesar 0. Sehingga dengan demikian rashdul qiblat terjadi pada 26 . .Gunakan sudut bangunan/sisi jendela. Demikian pula meskipundeklinasi pusat cakramnya saat itu baru +21° 10′ namun tepi cakram sebelahutara sudah menyentuh deklinasi +21° 25′ (alias berimpit dengan lintang kotaMakkah). Di Nusa Tenggara dan pantai baratSulawesi itu tinggi Matahari pada saat rashdul qiblat sudah cukup rendah(yakni di sekitar 10°) sehingga cahaya sudah redup ataupun sudah tertutupawan di dekat horizon. RRI ataupun dengan men-dial nomor 103 lewat telpon fixedline maupun Flexi). maka pada 26 Mei 2008 pukul 12:18 waktuMakkah.28 Mei 2008 pukul12:18:00 ± 00:00:30 waktu Makkah atau 16:18:00 ± 00:00:30 WIB.75° namun tepi cakrambagian timur masih menyentuh titik zenith. Keberlakuan Per teori penetapan/kalibrasi arah kiblat dengan rashdul qiblat ini hanyaberlaku untuk daerah dengan zona waktu GMT + 1 sampai GMT + 7 denganperkecualian pada Asia Timur (karena Matahari di sini masih cukup tinggimeski zona waktunya sudah GMT + 8). dimanawalaupun tinggi pusat cakram Matahari senilai 87. Matahari merupakan cakrambercahaya kuat (disk source) dengan apparent diameter 0. 2.Kondisi yang sama juga kita jumpai bila pada ketiga tanggal tersebut jamnyadivariasikan menjadi 12:18:00 ± 00:00:30 WIB. metode ini bisa dilakukan pada kawasan Indonesia bagianbarat khususnya Pulau Jawa. Demikian pula meskipun deklinasipusat cakramnya saat itu sudah +21° 40′ namun tepi cakram sebelah selatanmasih menyentuh deklinasi +21° 25. Akurasi Berbeda dengan bintang-bintang lainnya yang berperanan sebagai sumber cahayatitik (point source) jika dilihat dari Bumi.

. Selamat mencoba.. 27 atau 28 Mei 2008). Pada pukul 16:18:00 ± 00:00:30 WIB tandai bayang-bayang bangunan/sisi jendela/benang pada permukaan lantai/tanah pada dua titik sekaligus. Lantastarik garis lurus melintasi kedua titik tersebut. Itulah arah kiblatsetempat.Tetapkan tanggal pengukuran (26.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful