P. 1
asal usul Pancasila

asal usul Pancasila

|Views: 989|Likes:
Published by IchaArrifiantyFauzi

More info:

Published by: IchaArrifiantyFauzi on Nov 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

Bab 8 ASAL USUL PANCASILA RUMUSAN SOEKARNO http://www.geocities.com/sabiluna/Zionisme/Bab08.

html ENDANG Saifuddin Anshari, dalam bukunya berjudul: Piagam Jakarta 22 Juni 1945, mengemuka-kan pertanyaan sebagai berikut : “Apakah Soekarno benar-benar perumus yang pertama sekali Lima Sila itu?” Jawabnya adalah negasi. Tiga hari sebelum Soekarno menyampaikan pidatonya yang terkenal itu, Muhammad Yamin telah menyampaikan, pada tanggal 29 Mei 1945, di depan sidang Badan Penyelidik tentang Lima Asas sebagai dasar bagi Indonesia Merdeka, sebagai berikut: PeriKebangsaan, Peri-Kemanusiaan, Peri-Ketuhanan, Peri Kerakyatan dan Kesejahteraan Rakyat. Tidak terdapat perbedaan fundamental antara Lima Asas Yamin dan Lima Sila Soekarno itu. Perbedaan hanya dalam istilah yang digunakan untuk “demokrasi” dan dalam susunan atau urutan asas-asas tersebut. Mohammad Roem, seorang pemimpin terkenal Masyumi memandang : “Tema dari kedua pidato itu sama, jumlah prinsip atau dasar sama-sama lima, malah sama juga panjangnya pidato, yaitu dua puluh halaman dalam “Naskah” tersebut. 17) B.J. Boland mencatat bahwa atas dasar kesamaan ini maka orang sampai kepada kesim-pulan bahwa “The Pancasila was in fact creation of Yamin’s, and not Soekaro’s. 18) (Pancasila itu ternyata karya Yamin, dan bukan karya Soekarno). (Dalam beberapa tahun terakhir hidupnya, dalam beberapa

Bagaimanapun. 22) Sosionasionalisme terdiri atas (1) Internasionalisme dan (2) Nasionalisme. Ketika Yamin dipecat dari Gerindo pada tahun 1939. 23) Oleh karena itu jelaslah baik “Pancasila” Soekarno maupun Lima Asas Yamin bukanlah lain melainkan pernya-taan kembali (Restatement) empat segi Marhaenisme Soekarno yang dirumuskan pada tahun 1933 ditambah Ke-Tuhanan. kemudian dia dan kawan-kawannya mendirikan Partai Persatuan Indonesia (Parpindo) berasaskan Sosial-nasionalisme dan Sosial-demokrasi. bahwa Soekarnolah perumus pertama “Pancasila”. Di dalam ayat 1 putusan konferensi tersebut ditegaskan bahwa Marhaaenisme itu bukanlah lain melainkan Sosio-nasionalisme dan Sosio-demokrasi. dan tidak akan diuraikan disini . sedangkan Sosio-Demokrasi mencakup (3) Demokrasi dan (4)Keadilan Sosial. Soekarno menya-takan bahwa bagi kaum Marhaen asas itu ialah Kebangsaan atau Kemarhaenan (Marhaenisme). Mohammad Hatta membantah anggapan bahwa Yamin perumus pertama ”Panca-sila”. sekurang-kurang-nya menimbulkan beberapa pertanyaan Mengenai masalah ini diperlukan pembahasan khusus. Keterangan-keterangan Soekarno sendiri me-ngenai prinsip-prinsip ini dalam Badan Penyelidik menunjukkan dengan jelas bahwa dia . Enam tahun sebelumnya. dalam konferensi Partindo (Partai Indonesia) di Mataram pada bulan Juli 1933. Bantahan Hatta tersebut meragukan. ini semua bukanlah rumusan pertama prinsip-prinsip ini. Hatta memperkuat anggapan.kesempatan baik secara implisit maupun eksplisit.

S di Surabaya. Ketika membicarakan prinsip keadilan sosial. Tetapi pada tahun 1918.B. Maka oleh karena itu.ialah Dr. Min chuan.sendiri mengakui ketergantungannya pada orang-orang lain. Saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmo-politanisme yang diajarkan A.. Yat Sen ! Di dalam tulisannya “San Min Chu I” atau “The Three People Principles”. jangan mempunyai rasa kebangsaan sedikitpun. duduk di bangku sekolah H. tetapi berfahamlah rasa kemanusiaan sedunia. Saya katakan tadi : prinsipnya San Min Chu I ialah Mintsu. Dalam hati saya sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan. Sun Yat Sen : “Prinsip nomor 4 sekarang saya usulkan. yang memberi pelajaran kepada saya. yaitu prinsip kesejahteraan. Itu terjadi pada tahun 17. Min Sheng : . bahwa bung Karno juga seorang Indonesia yang dengan perasaan sehormat-hormatnya merasa berterima kasih kepada Dr Sun Yat Sen. . Sun. Baars. prinsip : tidak akan ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka. Baars itu. ada orang lain yang memperingatkan saya. saya dipengaruhi oleh seorang sosialis yang bernama A. Ketika membahas hubungan antara Nasional-isme dan Internasionalisme dan menyatakan : “Saya mengaku. Saya di dalam tiga hari belum mendengarkan prinsip itu. jikalau seluruh bangsa Tionghoa mengharap Dr Sun Yat Sen sebagai penganjurnya.-katanya : jangan berfaham kebangsaan.sampai masuk lobang kubur. oleh pengaruh “The Thrre People Principles” itu. pada waktu saya berumur 16 tahun. yakinlah. alham-dulillah. Soekarno sekali lagi menyebutkan pengaruh San Min Chu I karya Dr.

demokrasi dan Sosialis ini dapat ditelusuri kembali kepada tahun 1885. timbullah pertanyaan : apakah “Weltans-chauuung” kita. Maka prinsip kita harus ……. dan mengenai masalah ini tidak perlulah kita perbincangkan lebih lanjut. Di dalam buku “The Three People’s Principles” San Min Chu I. tetapi “Welants-chauuung”nya telah dalam tahun 1885. keduanya menemukan prinsip ke-Tuhanan ini dari alam fikiran dan cita-cita yang diungkapkan oleh pemimpin Islam di dalam .jika kita hendak mendi-rikan Negara Indonesia Merdeka. sosialism. sebagai dikatakan oleh doktor Sun Yat Sen ? Di dalam tahun 1912 Sun Yat Sen mendirikan negara Tiongkok mereka. demokrasi.” Ketiga prinsip Nasionalisme. Kesejahte-raan sosial. . Ming Sheng. ……. Sociale rechtvaardigbeid. democracy. Menurut Soekarno : “Maka demikian pula. Min chuan.nationalism. tetapi baru dalam tahun 1912 beliau mendirikan negara baru di atas “Weltanschauuung” San Min Chu I itu. Prinsip Soekarno yang terakhir ini jelas diilhami oleh Kosmopolitanisme A. dirancangkan.” Marhaenisme Soekarno pada 1913 nampak jelas merupakan kembali The Three People’s daripada San Min Chu I ditambah Internasionalime. kalau saya tidak salah. difikirkan. Tiada keraguan. -Nasionalisme. untuk mendirikan negara Indo-nesia Merdeka diatasnya? Apakah nasionalis-sosialism? Apakah San Min Chu I. Paduka tuan ketua. Hal ini bukti dari pernyataan Soekarno sendiri.telah digambarkan oleh Dr Sun Yat Sen Weltanschauung itu.. sosialisme. Perta-nyaan yang penting ialah dari sumber manakah Soekarno dan Yamin mengambil prinsip Ke-tuhanan. yang telah disediakan terdahulu berpuluh-puluh tahun. Baars yang dikritik dan dikoreksinya” kemudian diubahnya menjadi Internasionalime.Mintsu.

mengakui bahwa cita dan pengertian Ke-Tuhanan ini “has basically a Muslim background”. walaupun “it is not always necessarily unacceptable to non-Muslim” (pada dasarnya berlatar belakang muslim.M. Dengan kata-kata Departeman Agama : It is just obvious that there is a relationship between the Pancasila’s principle of Belief in God the One with the Isamic Tawhid of Theology (the tawhid of Islamic theology ? . 112. atau fihak Hindu-kah atau dari fihak “Timur Asing” (seorang keturunan Cina)-kah. These teachings are also accepted by other religions in Indonesia. yakni sebagai penerjemah pengertian yang terhim-pun dalam “Allahu al-wahidu al-ahad” yang disalurkan dari QS. Vis. It is obvious that the first principle of Pancasila.E. yang ikut bermusyawarah dalam panitia yang bertugas menyusun UUD 1945 itu ? Tidak mungkin ! Istilah “ketuhanan Yang Maha Esa” itu hanya sanggup diciptakan oleh otak. Jelaslah pula . which is “prima causa” or most primary. yang menolak kebangsaan dan mengajukan Islam sebagai dasar negara.Badan Penyelidik.” itu? Dari fihak Nasrani-kah.ESA). in the sense that God is One in His deeds. 2:163 dan QS. Lebih tegas lagi jawaban Profesor Hazairin mengenai masalah ini : “Dari manakah datangnya sebutan “Ketuhanan Y. kebijaksanaan dan iman orang Indonesia Islam. dan dizikir-kan dalam doa Kanzu ‘Arsy baris 17. Van Nieuwenhuijse .dan juga yang lainnya . “Tawhidushifat” (Tawhid as-sifat) and “Tawhid-I f’aal” (tauhid Af-al). walaupun tidak usah selalu tidak dapat di terima oleh golongan bukan (Muslim). is in line with some of the teaching of Islamic Tawhid. Jelaslah bahwa ada hubungan antara sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila dengan ajaran tauhid dalam teologi Islam.

maka dibentuk-lah Panitia Pancasila yang terdiri atas lima orang. Penting untuk dicatat bahwa Soekarno sendiri secara tegas menolak anggapan bahwa dia “pencip-ta” pancasila.bahwa sila pertama Pancasila yang merupakan “prima causa” atau sebab pertama itu. “pidato penutup yang bersifat menghimpun pidato-pidato yang telah diucapkan sebelumnya”. komentar Roem.atau sekurang-kurangnya diilhami oleh uraian-uraian dari para pemimpin Islam yang berbicara mendahului Soekarno dalam Badan Penyelidik itu. Bahwa prinsip ke-Tuhanan Soekarno itu didapat dari . Ajaran ini juga diterima oleh agama-agama lain di Indonesia. yakni : Mohammad Hatta. dia menyatakan : “janganlah dikatakan saya ini pembentuk ajaran Pancasila. Pringgodigdo. Pemimpin Masyumi yang terkenal ini menerangkan bahwa dalam Badan Penyelidik itu Soekarno merupakan pembicara terakhir. dan membaca pidatonya orang mendapat kesan bahwa fikiran-fikiran para para anggota yang berbicara sebelumnya telah tercakup di dalam pidatonya itu. Maramis. yang dianggap dapat memberikan . dikuatkan dengan keterangan Mohamad Roem.A. Ahmad Subardjo. dalam pengertian bahwa Tuhan itu Esa dalam sifat-Nya dan perbuatan-Nya. sejalan dengan beberapa ajaran tauhid Islam. Sunario dan A.G. dalam hal ini ajaran tentang tauhidu’s shifat dan Tauhidu ‘l-Af’al. Dalam pidato inaugurasi penerimaan gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gadjah Mada. A. dan dengan sendirinya perhatian tertuju kepada (pidato) yang terpenting”. Atas anjuran Presiden Soeharto. Saya hanya seorang penggali daripada ajaran Pancasila itu”.

ajaran itu “dari zaman dahulu sampai dengan sekarang ini yang nyata selalu menjadi isi daripada jiwa bangsa Indonesia”. memang demikian halnya. dia menjawab : “Dan saya tegaskan.15. Ketika ada orang yang berkata. Prof. . Saya melihat macam-macam saf. Saf ini di atas saf itu. misalnya saja asas Ketuhanan dari pihak PSII merupakan asas perjuangan partai. terjadilah diskusi yang menarik kita catat sehubungan dengan masalah sumber peng-ambilan sila ketuhanan.tetapi saya menolak perkataan bahwa pada waktu saya menggali di dalam jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia kurang dalam menggalinya …………… Sebaliknya saya berkata : Penggalian saya itu sampai zaman sebelum ada agama Islam. Di dalam sidangnya pada tangal 10 januari 1979.pengertian sesuai dengan alam fikiran. seorang tokoh penting PNI berkata : “Bung Karno mengatakan bahwa beliau adalah merupakan salah satu penggali Pancasila : saya kira ini benar”. saya ini orang Islam. Saf pra-Hindu. di atas saf itu ada saf lagi. karena katanya. bahwa Soekarno menggali kurang dalam. pukul 09. dan semangat lahir batin para penyusun UUD 1945 dengan Pancasilanya. Dalam pelbagai kesempatan Soekarno sering mengungkapkan bahwa dia menggali “Pancasila”-nya itu langsung dari Indonesia sendiri. Saya gali sampai zaman Hindhu dan pra-Hindu. Ya. Hatta langsung menyambut : “Mungkin saja. tetapi yang jelas Bung Karno banyak mendapat ilham. Sunario. Masyarakat ini boleh saya gambarkan dengan saf-safan.

dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia kekal abadi. terkait dengan dua peristiwa. bukanlah dari bumi Indonesia Soekarno terutama menggali “Pancasila”-nya itu : idea-idea dan sumber-sumber luar memegang peranan penting dalam pelahirannya. bahwa hal itu bukanlah asli dari Soekarno.saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa . Tinjauan Hukum dan Sejarah (21 Juli 2007). 01 Nopember 2007 Perjalanan Dasar Negara Salahuddin Wahid Pengasuh Pesantren Tebuireng Apa yang disampaikan dalam tulisan ini adalah masalah lama yang menghangat kembali dalam beberapa bulan terakhir.namanya Pancasila. ? REFLEKSI: Bersediakah Anda untuk Piagam Jakarta dijadikan dasar NKRI? Apakah lebih baik NKRI dibubarkan sebelum Piagam Jakarta diterapkan? ----REPUBLIKA Kamis.yang pada waktu itu telah menjadi bangsa yang berkultur dan bercita-cita. Pertama. penemuan Soekarno yang asli sekurangkurangnya ialah pena-maan “Pancasila” itu. Roem menyatakan pendapat. Akan tetapi di dalam soal penamaan itu pun kita berkesimpulan. Sila artinya asas atau dasar. Seperti telah disinggung di atas. yaitu “Pancasila”. ialah peluncuran buku karya sohib saya di SMA. Kedua. tetapi . Bang Ridwan Saidi (RS) yang berjudul Status Piagam Jakarta. karena dia sendiri mengakui : Namanya bukan Panca Dharma.” Seperti yang telah dipaparkan di atas. bahwa “kalau ada yang harus kita akui dari Ir. ialah . Soekarno sendiri ialah nama lima dasar itu.

selanjutnya PJ tidak lagi menjadi wacana. Setelah itu substansi PJ diperjuangkan lagi dalam persidangan Majelis Konstituante. tokoh dan organisasi NU memainkan peranan penting. pada akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an. menganggap buku itu tidak penting. 1956 sampai 1959. atau merasa tidak ada gunanya menanggapi buku itu. Buku RS itu menampilkan materi dan analisis yang amat menarik. PB (Partai) NU mempertanyakan posisi Piagam Jakarta? Setelah berlangsung perdebatan antara tokoh pendukung PJ (termasuk tokoh NU) dan penentangnya tentang posisi PJ pascaDekrit 5 Juli 1959. dicoret atas dasar kesepakatan sejumlah tokoh Islam dengan Bung Hatta. yang dialami lebih banyak surutnya. Saya tidak tahu apakah pihak yang tidak setuju terhadap isi buku itu tidak mengetahui adanya buku itu. Dalam perjalanan itu. Pasang surut Piagam Jakarta (PJ) mengalami perjalanan panjang didalam kehidupan bangsa Indonesia. mempunyai gambaran menyeluruh. Pemungutan suara soal dasar negara menghasilkan jalan buntu. Pada SU MPR 2001 menunjukkan fakta bahwa pendukung PJ dalam MPR . Saat dimintai pendapat oleh Jenderal Nasution sebelum BK mengeluarkan dekrit itu. Wacana itu muncul lagi setelah partai-partai Islam diizinkan berdiri pada era reformasi. khususnya warga NU yang jumlahnya cukup besar. Pada 22 Juni 1945 PJ disetujui oleh Badan Penyelidik Usaha Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). tetapi pada 18 Agustus 1945 tujuh kata "dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya". lepas dari setuju atau tidak. Sekitar 43 persen mendukung dasar negara Islam dan sekitar 56 persen mendukung dasar negara Pancasila. Sayangnya. Padahal UUD menentukan bahwa keputusan harus didukung oleh 2/3 suara. Bung Karno (BK) mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959 yang memberlakukan kembali UUD 1945 yang mengangkat kembali Piagam Jakarta. Perlu diingatkan kembali sebagian dari perjalanan sejarah bangsa yang cukup penting agar kita.penyelenggaraan Konferensi Khilafah Internasional di Jakarta. Dalam perjalanan kesejarahan itu. apalagi dari pihak yang menentang isi buku tersebut. pada 12 Agustus 2007. sedikit sekali tulisan yang menanggapi buku itu.

Setelah mengendap sekian tahun. realitas politik menunjukkan bahwa parpol pendukung PJ tidak menganggap bahwa pengertian pasal 29 UUD adalah ditambah 'tujuh kata PJ itu'.jauh di bawah pendukungnya dalam Konstituante. Secara de facto. UUD 1945 yang ditetapkan BPUPK 18 Agustus 1945 dengan mencoret 'tujuh kata PJ' adalah kesalahan UUD. . wacana PJ baru muncul lagi dengan peluncuran buku RS dan ternyata tidak mendapat perhatian memadai. Dalam bukunya. BK adalah tokoh yang memprakarsai. maka kini kebanyakan dari mereka sudah menerima Pancasila. Demikian pula parpol yang berbasis massa NU (PKB) dan yang berbasis massa Muhammadiyah (PAN) tidak mendukung gagasan menghidupkan kembali substansi PJ itu. Indikatornya ialah perjuangan sejumlah parpol Islam untuk memasukkan 'tujuh kata PJ' dalam Pasal 29 UUD pada SU MPR 2001. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah koreksi terhadap kesalahan itu tanpa mengubah UUD 1945. RS menyatakan bahwa PJ ditilik dari sudut riwayat hukum adalah sebuah dokumen hukum. Kalau dulu tidak menerima Pancasila. karena itu keberadaan hukum Islam tidak bergantung pada pranata negara. dalam realitas politik orientasi para tokoh parpol dan ormas Islam sudah berubah dibanding orientasi mereka pada tahun 1945. Kekuatan hukum Islam terletak pada kemampuan menjadikan dirinya sebagai hukum yang hidup. menuliskan draf dan memberikan kedudukan hukum kepada PJ. lepas dari setuju atau tidak terhadap pendapat RS itu. PKS yang berbasis massa Muhammadiyah mendukung gagasan Piagam Madinah yang mewajibkan untuk menjalankan syariah agama bagi pemeluk semua agama. 1959 dan 1970-an. tetapi menempatkan 'PJ' sebagai konsiderans yuridis pemberlakuan kembali UUD 1945. Realitas politik lainnya ialah fakta bahwa ormas Islam terbesar (Muhammadiyah dan NU) sudah tidak mendukung gagasan itu. Tapi dengan keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. PPP yang berbasis massa NU masih mendukung PJ. maka PJ menjadi sumber hukum dan bukan lagi dokumen hukum. Tetapi.

termasuk dari Partai Golkar. Pada 2001. dan makalahnya setebal 34 .1 persen dan NU 71. dengan adanya UU tersebut Aceh bisa menjadi laboratorium hidup untuk eksperimen penerapan syariah Islam dalam suatu negara-bangsa. dukungan 61.5 persen (2004).6 persen (2006).2 persen). Persentase itu meningkat pada 2002 (67.7 persen. Rais Aam Syuriyah PBNU 1984-1991. HTI hanya memperoleh dukungan 3.3 persen. Majelis Mujahidin 11 persen.2 persen). Mendorong konvergensi Perubahan sikap para tokoh dan ulama dalam NU terjadi berkat diluncurkannya 'Deklarasi Hubungan Antara Islam dan Pancasila' pada Munas Alim Ulama NU (1983) di Asembagus. lalu 75.9 persen.8 persen responden mendukung pemerintahan atas dasar ajaran Alquran dan Sunnah di bawah kepemimpnan ulama dan kiai. dan FPI 16. Sedangkan Muhammadiyah memperoleh dukungan 54. Menurut saya. Apakah sikap para tokoh parpol dan ormas Islam itu juga merupakan sikap dari umat Islam? Survei PPIM IAIN Ciputat tahun 2001-2006 menunjukkan bahwa masih banyak umat Islam yang menghendaki berlakunya syariah Islam. dan 82. yang menginginkan berlakunya perda syariah Islam.4 persen (2001) naik menjadi 70. Tentu laboratorium semacam itu memerlukan waktu puluhan tahun sebelum kita memperoleh kesimpulan. Rumusan Deklarasi itu didasarkan pada presentasi KH Achmad Siddiq. pada 2004 (72. Tentang negara harus mewajibkan pelaksanaan syariah Islam bagi Muslimin dan Muslimah. Banyak pihak menyayangkan terbitnya UU tersebut. Tetapi indikasi dukungan tersebut tidak sejalan dengan hasil survei lain yang menunjukkan kecilnya dukungan terhadap organisasi yang selama ini memperjuangkan penegakan syariat Islam. Tetapi kita sadar bahwa tidak mudah untuk menghapuskan UU itu.6 persen (2002).1 persen). 57. walaupun kebanyakan dari mereka menentang hukum potong tangan. Sementara itu di Aceh terdapat ketentuan di dalam UU NAD yang mengizinkan penerapan syariat Islam di Aceh.Tetapi sikap itu bertentangan dengan sikap banyak anggota DPRD di sejumlah daerah. dan pada 2006 (72.

NU berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekuen oleh semua pihak. 4) penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya.halaman. lintasan pikiran itu untuk bisa diteruskan kepada tokoh NU setempat. yang menjiwai sila-sila lainnya. Rumusan deklarasi yang disetujui oleh Munas singkatannya adalah sebagai berikut: 1) pancasila bukanlah agama dan tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan sebagai pengganti agama. Pancasila sudah kita kunyah selama 38 tahun. Demikian pula halnya dengan PAN. sejarawan muda di Universitas Jember. terlintas dalam pikiran saya bahwa beliau amat layak untuk diangkat menjadi pahlawan nasional. NU Jember diharapkan bisa memulai proses dari bawah tentang usulan menjadikan KH Achmad Siddiq sebagai Pahlawan Nasional kepada pemerintah. 5) Sebagai konsekuensi dari sikap di atas. 3) bagi NU. namun baru sekarang dipersoalkan halal dan haramnya. Dalam penjelasannya. Langkah itu diikuti oleh sebagian besar ormas Islam lainnya. Saya sampaikan kepada Tri Chandra Aprianto. Islam adalah akidah dan syariah. meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antarmanusia. diakui atau tidak. Ikhtisar . Perubahan sikap NU itu akhirnya mendorong konvergensi keislaman dan keindonesiaan. Munculnya PKB sebagai partai kebangsaan yang religius jelas adalah dampak langsung dari deklarasi tersebut. mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam. Melihat kenyataan tersebut. KH Ahmad Siddik secara bergurau mengatakan bahwa ibarat makanan. secara tidak langsung terpengaruh oleh perkembangan yang terjadi sebagai dampak dari pemikiran KH Achmad Siddiq. perlu disadari jasa besar KH Achmad Siddiq terhadap bangsa dan negara Indonesia. Saat sowan ke rumah Nyai Achmad di Jember (Mei 2007). 2) sila Ketuhanan Yang Maha Esa menurut pasal 29 UUD. Muktamar NU (1984) menerima Pancasila sebagai asasnya.

Dalam beberapa bulan terakhir. . .Di balik dukungan terhadap Piagam Jakarta itu adalah keinginan untuk menjalankan syariah Islam sebagai dasar negara.Kenyataan menunjukkan bahwa peta dukungan terhadap Piagam Jakarta pada Sidang Umum MPR 2001 lalu tidak sebesar di Konstituante. .Dalam beberapa waktu mendatang. wacana mengenai Piagam Jakarta kembali dibincangkan di kalangan politisi.. . Aceh bisa menjadi laboratorium hudup pemberlakuan syariah Islam di sebuah negara-bangsa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->