Bab 8 ASAL USUL PANCASILA RUMUSAN SOEKARNO http://www.geocities.com/sabiluna/Zionisme/Bab08.

html ENDANG Saifuddin Anshari, dalam bukunya berjudul: Piagam Jakarta 22 Juni 1945, mengemuka-kan pertanyaan sebagai berikut : “Apakah Soekarno benar-benar perumus yang pertama sekali Lima Sila itu?” Jawabnya adalah negasi. Tiga hari sebelum Soekarno menyampaikan pidatonya yang terkenal itu, Muhammad Yamin telah menyampaikan, pada tanggal 29 Mei 1945, di depan sidang Badan Penyelidik tentang Lima Asas sebagai dasar bagi Indonesia Merdeka, sebagai berikut: PeriKebangsaan, Peri-Kemanusiaan, Peri-Ketuhanan, Peri Kerakyatan dan Kesejahteraan Rakyat. Tidak terdapat perbedaan fundamental antara Lima Asas Yamin dan Lima Sila Soekarno itu. Perbedaan hanya dalam istilah yang digunakan untuk “demokrasi” dan dalam susunan atau urutan asas-asas tersebut. Mohammad Roem, seorang pemimpin terkenal Masyumi memandang : “Tema dari kedua pidato itu sama, jumlah prinsip atau dasar sama-sama lima, malah sama juga panjangnya pidato, yaitu dua puluh halaman dalam “Naskah” tersebut. 17) B.J. Boland mencatat bahwa atas dasar kesamaan ini maka orang sampai kepada kesim-pulan bahwa “The Pancasila was in fact creation of Yamin’s, and not Soekaro’s. 18) (Pancasila itu ternyata karya Yamin, dan bukan karya Soekarno). (Dalam beberapa tahun terakhir hidupnya, dalam beberapa

Keterangan-keterangan Soekarno sendiri me-ngenai prinsip-prinsip ini dalam Badan Penyelidik menunjukkan dengan jelas bahwa dia . bahwa Soekarnolah perumus pertama “Pancasila”. Enam tahun sebelumnya. sedangkan Sosio-Demokrasi mencakup (3) Demokrasi dan (4)Keadilan Sosial. Hatta memperkuat anggapan.kesempatan baik secara implisit maupun eksplisit. Mohammad Hatta membantah anggapan bahwa Yamin perumus pertama ”Panca-sila”. sekurang-kurang-nya menimbulkan beberapa pertanyaan Mengenai masalah ini diperlukan pembahasan khusus. Soekarno menya-takan bahwa bagi kaum Marhaen asas itu ialah Kebangsaan atau Kemarhaenan (Marhaenisme). dalam konferensi Partindo (Partai Indonesia) di Mataram pada bulan Juli 1933. kemudian dia dan kawan-kawannya mendirikan Partai Persatuan Indonesia (Parpindo) berasaskan Sosial-nasionalisme dan Sosial-demokrasi. Ketika Yamin dipecat dari Gerindo pada tahun 1939. Bagaimanapun. 23) Oleh karena itu jelaslah baik “Pancasila” Soekarno maupun Lima Asas Yamin bukanlah lain melainkan pernya-taan kembali (Restatement) empat segi Marhaenisme Soekarno yang dirumuskan pada tahun 1933 ditambah Ke-Tuhanan. Di dalam ayat 1 putusan konferensi tersebut ditegaskan bahwa Marhaaenisme itu bukanlah lain melainkan Sosio-nasionalisme dan Sosio-demokrasi. ini semua bukanlah rumusan pertama prinsip-prinsip ini. 22) Sosionasionalisme terdiri atas (1) Internasionalisme dan (2) Nasionalisme. dan tidak akan diuraikan disini . Bantahan Hatta tersebut meragukan.

prinsip : tidak akan ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka. alham-dulillah. ada orang lain yang memperingatkan saya. Saya katakan tadi : prinsipnya San Min Chu I ialah Mintsu. yaitu prinsip kesejahteraan. Yat Sen ! Di dalam tulisannya “San Min Chu I” atau “The Three People Principles”. Sun. oleh pengaruh “The Thrre People Principles” itu. Ketika membahas hubungan antara Nasional-isme dan Internasionalisme dan menyatakan : “Saya mengaku.S di Surabaya. Baars. Maka oleh karena itu. duduk di bangku sekolah H. Baars itu. jikalau seluruh bangsa Tionghoa mengharap Dr Sun Yat Sen sebagai penganjurnya. Dalam hati saya sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan.-katanya : jangan berfaham kebangsaan. Min Sheng : . Sun Yat Sen : “Prinsip nomor 4 sekarang saya usulkan. Min chuan. Soekarno sekali lagi menyebutkan pengaruh San Min Chu I karya Dr. yakinlah.ialah Dr.sendiri mengakui ketergantungannya pada orang-orang lain. Saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmo-politanisme yang diajarkan A. bahwa bung Karno juga seorang Indonesia yang dengan perasaan sehormat-hormatnya merasa berterima kasih kepada Dr Sun Yat Sen. .. saya dipengaruhi oleh seorang sosialis yang bernama A. tetapi berfahamlah rasa kemanusiaan sedunia. Saya di dalam tiga hari belum mendengarkan prinsip itu.sampai masuk lobang kubur. yang memberi pelajaran kepada saya. Ketika membicarakan prinsip keadilan sosial. jangan mempunyai rasa kebangsaan sedikitpun. Tetapi pada tahun 1918. Itu terjadi pada tahun 17.B. pada waktu saya berumur 16 tahun.

Baars yang dikritik dan dikoreksinya” kemudian diubahnya menjadi Internasionalime. demokrasi dan Sosialis ini dapat ditelusuri kembali kepada tahun 1885. democracy. demokrasi. yang telah disediakan terdahulu berpuluh-puluh tahun. Sociale rechtvaardigbeid. sebagai dikatakan oleh doktor Sun Yat Sen ? Di dalam tahun 1912 Sun Yat Sen mendirikan negara Tiongkok mereka. Prinsip Soekarno yang terakhir ini jelas diilhami oleh Kosmopolitanisme A. -Nasionalisme. dirancangkan.Mintsu.nationalism. Kesejahte-raan sosial. sosialism. tetapi “Welants-chauuung”nya telah dalam tahun 1885.” Ketiga prinsip Nasionalisme. Perta-nyaan yang penting ialah dari sumber manakah Soekarno dan Yamin mengambil prinsip Ke-tuhanan. sosialisme. Ming Sheng.jika kita hendak mendi-rikan Negara Indonesia Merdeka. Min chuan. Hal ini bukti dari pernyataan Soekarno sendiri. . Paduka tuan ketua. Menurut Soekarno : “Maka demikian pula. difikirkan. tetapi baru dalam tahun 1912 beliau mendirikan negara baru di atas “Weltanschauuung” San Min Chu I itu. Tiada keraguan. kalau saya tidak salah. Di dalam buku “The Three People’s Principles” San Min Chu I. ……. keduanya menemukan prinsip ke-Tuhanan ini dari alam fikiran dan cita-cita yang diungkapkan oleh pemimpin Islam di dalam .” Marhaenisme Soekarno pada 1913 nampak jelas merupakan kembali The Three People’s daripada San Min Chu I ditambah Internasionalime. untuk mendirikan negara Indo-nesia Merdeka diatasnya? Apakah nasionalis-sosialism? Apakah San Min Chu I.telah digambarkan oleh Dr Sun Yat Sen Weltanschauung itu.. timbullah pertanyaan : apakah “Weltans-chauuung” kita. dan mengenai masalah ini tidak perlulah kita perbincangkan lebih lanjut. Maka prinsip kita harus …….

Jelaslah bahwa ada hubungan antara sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila dengan ajaran tauhid dalam teologi Islam. which is “prima causa” or most primary. kebijaksanaan dan iman orang Indonesia Islam. atau fihak Hindu-kah atau dari fihak “Timur Asing” (seorang keturunan Cina)-kah. dan dizikir-kan dalam doa Kanzu ‘Arsy baris 17. walaupun tidak usah selalu tidak dapat di terima oleh golongan bukan (Muslim).Badan Penyelidik. It is obvious that the first principle of Pancasila.M. Dengan kata-kata Departeman Agama : It is just obvious that there is a relationship between the Pancasila’s principle of Belief in God the One with the Isamic Tawhid of Theology (the tawhid of Islamic theology ? .ESA).dan juga yang lainnya .E. walaupun “it is not always necessarily unacceptable to non-Muslim” (pada dasarnya berlatar belakang muslim. 112. These teachings are also accepted by other religions in Indonesia.” itu? Dari fihak Nasrani-kah. yang menolak kebangsaan dan mengajukan Islam sebagai dasar negara. Vis. Lebih tegas lagi jawaban Profesor Hazairin mengenai masalah ini : “Dari manakah datangnya sebutan “Ketuhanan Y. “Tawhidushifat” (Tawhid as-sifat) and “Tawhid-I f’aal” (tauhid Af-al). is in line with some of the teaching of Islamic Tawhid. 2:163 dan QS. Jelaslah pula . Van Nieuwenhuijse . yakni sebagai penerjemah pengertian yang terhim-pun dalam “Allahu al-wahidu al-ahad” yang disalurkan dari QS. yang ikut bermusyawarah dalam panitia yang bertugas menyusun UUD 1945 itu ? Tidak mungkin ! Istilah “ketuhanan Yang Maha Esa” itu hanya sanggup diciptakan oleh otak. in the sense that God is One in His deeds.mengakui bahwa cita dan pengertian Ke-Tuhanan ini “has basically a Muslim background”.

sejalan dengan beberapa ajaran tauhid Islam. Dalam pidato inaugurasi penerimaan gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gadjah Mada. A. maka dibentuk-lah Panitia Pancasila yang terdiri atas lima orang. dalam hal ini ajaran tentang tauhidu’s shifat dan Tauhidu ‘l-Af’al. yang dianggap dapat memberikan . “pidato penutup yang bersifat menghimpun pidato-pidato yang telah diucapkan sebelumnya”. dan membaca pidatonya orang mendapat kesan bahwa fikiran-fikiran para para anggota yang berbicara sebelumnya telah tercakup di dalam pidatonya itu. Sunario dan A. dikuatkan dengan keterangan Mohamad Roem. Maramis.G. dalam pengertian bahwa Tuhan itu Esa dalam sifat-Nya dan perbuatan-Nya. dia menyatakan : “janganlah dikatakan saya ini pembentuk ajaran Pancasila. Atas anjuran Presiden Soeharto. Ahmad Subardjo. yakni : Mohammad Hatta. Bahwa prinsip ke-Tuhanan Soekarno itu didapat dari . dan dengan sendirinya perhatian tertuju kepada (pidato) yang terpenting”. komentar Roem. Pringgodigdo. Penting untuk dicatat bahwa Soekarno sendiri secara tegas menolak anggapan bahwa dia “pencip-ta” pancasila.A. Pemimpin Masyumi yang terkenal ini menerangkan bahwa dalam Badan Penyelidik itu Soekarno merupakan pembicara terakhir. Saya hanya seorang penggali daripada ajaran Pancasila itu”.atau sekurang-kurangnya diilhami oleh uraian-uraian dari para pemimpin Islam yang berbicara mendahului Soekarno dalam Badan Penyelidik itu. Ajaran ini juga diterima oleh agama-agama lain di Indonesia.bahwa sila pertama Pancasila yang merupakan “prima causa” atau sebab pertama itu.

Saya melihat macam-macam saf.tetapi saya menolak perkataan bahwa pada waktu saya menggali di dalam jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia kurang dalam menggalinya …………… Sebaliknya saya berkata : Penggalian saya itu sampai zaman sebelum ada agama Islam. Prof. Ya. di atas saf itu ada saf lagi. dia menjawab : “Dan saya tegaskan. Di dalam sidangnya pada tangal 10 januari 1979. Hatta langsung menyambut : “Mungkin saja. saya ini orang Islam. pukul 09. memang demikian halnya. Saf ini di atas saf itu. terjadilah diskusi yang menarik kita catat sehubungan dengan masalah sumber peng-ambilan sila ketuhanan.15. Saya gali sampai zaman Hindhu dan pra-Hindu.pengertian sesuai dengan alam fikiran. tetapi yang jelas Bung Karno banyak mendapat ilham. misalnya saja asas Ketuhanan dari pihak PSII merupakan asas perjuangan partai. Dalam pelbagai kesempatan Soekarno sering mengungkapkan bahwa dia menggali “Pancasila”-nya itu langsung dari Indonesia sendiri. Saf pra-Hindu. ajaran itu “dari zaman dahulu sampai dengan sekarang ini yang nyata selalu menjadi isi daripada jiwa bangsa Indonesia”. Masyarakat ini boleh saya gambarkan dengan saf-safan. Ketika ada orang yang berkata. seorang tokoh penting PNI berkata : “Bung Karno mengatakan bahwa beliau adalah merupakan salah satu penggali Pancasila : saya kira ini benar”. dan semangat lahir batin para penyusun UUD 1945 dengan Pancasilanya. Sunario. . karena katanya. bahwa Soekarno menggali kurang dalam.

dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia kekal abadi. terkait dengan dua peristiwa. karena dia sendiri mengakui : Namanya bukan Panca Dharma.saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa . tetapi . Seperti telah disinggung di atas. yaitu “Pancasila”. bukanlah dari bumi Indonesia Soekarno terutama menggali “Pancasila”-nya itu : idea-idea dan sumber-sumber luar memegang peranan penting dalam pelahirannya.namanya Pancasila. ? REFLEKSI: Bersediakah Anda untuk Piagam Jakarta dijadikan dasar NKRI? Apakah lebih baik NKRI dibubarkan sebelum Piagam Jakarta diterapkan? ----REPUBLIKA Kamis. Bang Ridwan Saidi (RS) yang berjudul Status Piagam Jakarta. Pertama. penemuan Soekarno yang asli sekurangkurangnya ialah pena-maan “Pancasila” itu. Tinjauan Hukum dan Sejarah (21 Juli 2007).yang pada waktu itu telah menjadi bangsa yang berkultur dan bercita-cita. ialah . Sila artinya asas atau dasar. bahwa “kalau ada yang harus kita akui dari Ir. Kedua. 01 Nopember 2007 Perjalanan Dasar Negara Salahuddin Wahid Pengasuh Pesantren Tebuireng Apa yang disampaikan dalam tulisan ini adalah masalah lama yang menghangat kembali dalam beberapa bulan terakhir. Roem menyatakan pendapat.” Seperti yang telah dipaparkan di atas. ialah peluncuran buku karya sohib saya di SMA. Akan tetapi di dalam soal penamaan itu pun kita berkesimpulan. bahwa hal itu bukanlah asli dari Soekarno. Soekarno sendiri ialah nama lima dasar itu.

menganggap buku itu tidak penting. atau merasa tidak ada gunanya menanggapi buku itu. Setelah itu substansi PJ diperjuangkan lagi dalam persidangan Majelis Konstituante. Perlu diingatkan kembali sebagian dari perjalanan sejarah bangsa yang cukup penting agar kita. khususnya warga NU yang jumlahnya cukup besar. tetapi pada 18 Agustus 1945 tujuh kata "dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya". Wacana itu muncul lagi setelah partai-partai Islam diizinkan berdiri pada era reformasi. pada 12 Agustus 2007. mempunyai gambaran menyeluruh. Saya tidak tahu apakah pihak yang tidak setuju terhadap isi buku itu tidak mengetahui adanya buku itu. Dalam perjalanan kesejarahan itu. Buku RS itu menampilkan materi dan analisis yang amat menarik.penyelenggaraan Konferensi Khilafah Internasional di Jakarta. apalagi dari pihak yang menentang isi buku tersebut. Padahal UUD menentukan bahwa keputusan harus didukung oleh 2/3 suara. Dalam perjalanan itu. Pada 22 Juni 1945 PJ disetujui oleh Badan Penyelidik Usaha Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). sedikit sekali tulisan yang menanggapi buku itu. Pasang surut Piagam Jakarta (PJ) mengalami perjalanan panjang didalam kehidupan bangsa Indonesia. Sekitar 43 persen mendukung dasar negara Islam dan sekitar 56 persen mendukung dasar negara Pancasila. Bung Karno (BK) mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959 yang memberlakukan kembali UUD 1945 yang mengangkat kembali Piagam Jakarta. Saat dimintai pendapat oleh Jenderal Nasution sebelum BK mengeluarkan dekrit itu. lepas dari setuju atau tidak. PB (Partai) NU mempertanyakan posisi Piagam Jakarta? Setelah berlangsung perdebatan antara tokoh pendukung PJ (termasuk tokoh NU) dan penentangnya tentang posisi PJ pascaDekrit 5 Juli 1959. Sayangnya. tokoh dan organisasi NU memainkan peranan penting. 1956 sampai 1959. pada akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an. dicoret atas dasar kesepakatan sejumlah tokoh Islam dengan Bung Hatta. yang dialami lebih banyak surutnya. Pada SU MPR 2001 menunjukkan fakta bahwa pendukung PJ dalam MPR . Pemungutan suara soal dasar negara menghasilkan jalan buntu. selanjutnya PJ tidak lagi menjadi wacana.

dalam realitas politik orientasi para tokoh parpol dan ormas Islam sudah berubah dibanding orientasi mereka pada tahun 1945. PPP yang berbasis massa NU masih mendukung PJ. wacana PJ baru muncul lagi dengan peluncuran buku RS dan ternyata tidak mendapat perhatian memadai. Setelah mengendap sekian tahun. lepas dari setuju atau tidak terhadap pendapat RS itu. Kalau dulu tidak menerima Pancasila.jauh di bawah pendukungnya dalam Konstituante. Kekuatan hukum Islam terletak pada kemampuan menjadikan dirinya sebagai hukum yang hidup. Dalam bukunya. Secara de facto. realitas politik menunjukkan bahwa parpol pendukung PJ tidak menganggap bahwa pengertian pasal 29 UUD adalah ditambah 'tujuh kata PJ itu'. menuliskan draf dan memberikan kedudukan hukum kepada PJ. 1959 dan 1970-an. . maka PJ menjadi sumber hukum dan bukan lagi dokumen hukum. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah koreksi terhadap kesalahan itu tanpa mengubah UUD 1945. Tapi dengan keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. RS menyatakan bahwa PJ ditilik dari sudut riwayat hukum adalah sebuah dokumen hukum. Tetapi. maka kini kebanyakan dari mereka sudah menerima Pancasila. BK adalah tokoh yang memprakarsai. PKS yang berbasis massa Muhammadiyah mendukung gagasan Piagam Madinah yang mewajibkan untuk menjalankan syariah agama bagi pemeluk semua agama. Demikian pula parpol yang berbasis massa NU (PKB) dan yang berbasis massa Muhammadiyah (PAN) tidak mendukung gagasan menghidupkan kembali substansi PJ itu. tetapi menempatkan 'PJ' sebagai konsiderans yuridis pemberlakuan kembali UUD 1945. Indikatornya ialah perjuangan sejumlah parpol Islam untuk memasukkan 'tujuh kata PJ' dalam Pasal 29 UUD pada SU MPR 2001. UUD 1945 yang ditetapkan BPUPK 18 Agustus 1945 dengan mencoret 'tujuh kata PJ' adalah kesalahan UUD. Realitas politik lainnya ialah fakta bahwa ormas Islam terbesar (Muhammadiyah dan NU) sudah tidak mendukung gagasan itu. karena itu keberadaan hukum Islam tidak bergantung pada pranata negara.

dan pada 2006 (72. Rais Aam Syuriyah PBNU 1984-1991. pada 2004 (72. Tetapi indikasi dukungan tersebut tidak sejalan dengan hasil survei lain yang menunjukkan kecilnya dukungan terhadap organisasi yang selama ini memperjuangkan penegakan syariat Islam.3 persen. termasuk dari Partai Golkar. lalu 75. Menurut saya.9 persen. Rumusan Deklarasi itu didasarkan pada presentasi KH Achmad Siddiq. Apakah sikap para tokoh parpol dan ormas Islam itu juga merupakan sikap dari umat Islam? Survei PPIM IAIN Ciputat tahun 2001-2006 menunjukkan bahwa masih banyak umat Islam yang menghendaki berlakunya syariah Islam. dan makalahnya setebal 34 . Tentu laboratorium semacam itu memerlukan waktu puluhan tahun sebelum kita memperoleh kesimpulan.8 persen responden mendukung pemerintahan atas dasar ajaran Alquran dan Sunnah di bawah kepemimpnan ulama dan kiai. yang menginginkan berlakunya perda syariah Islam. Mendorong konvergensi Perubahan sikap para tokoh dan ulama dalam NU terjadi berkat diluncurkannya 'Deklarasi Hubungan Antara Islam dan Pancasila' pada Munas Alim Ulama NU (1983) di Asembagus.4 persen (2001) naik menjadi 70. Banyak pihak menyayangkan terbitnya UU tersebut.1 persen). 57. HTI hanya memperoleh dukungan 3. dukungan 61.2 persen). dengan adanya UU tersebut Aceh bisa menjadi laboratorium hidup untuk eksperimen penerapan syariah Islam dalam suatu negara-bangsa. Tetapi kita sadar bahwa tidak mudah untuk menghapuskan UU itu. Sedangkan Muhammadiyah memperoleh dukungan 54. walaupun kebanyakan dari mereka menentang hukum potong tangan.5 persen (2004).Tetapi sikap itu bertentangan dengan sikap banyak anggota DPRD di sejumlah daerah. Majelis Mujahidin 11 persen. dan FPI 16.6 persen (2006). Tentang negara harus mewajibkan pelaksanaan syariah Islam bagi Muslimin dan Muslimah. Pada 2001.6 persen (2002).2 persen).7 persen. Persentase itu meningkat pada 2002 (67. dan 82. Sementara itu di Aceh terdapat ketentuan di dalam UU NAD yang mengizinkan penerapan syariat Islam di Aceh.1 persen dan NU 71.

NU berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekuen oleh semua pihak.halaman. 4) penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya. Dalam penjelasannya. NU Jember diharapkan bisa memulai proses dari bawah tentang usulan menjadikan KH Achmad Siddiq sebagai Pahlawan Nasional kepada pemerintah. yang menjiwai sila-sila lainnya. diakui atau tidak. terlintas dalam pikiran saya bahwa beliau amat layak untuk diangkat menjadi pahlawan nasional. Perubahan sikap NU itu akhirnya mendorong konvergensi keislaman dan keindonesiaan. Pancasila sudah kita kunyah selama 38 tahun. Melihat kenyataan tersebut. Rumusan deklarasi yang disetujui oleh Munas singkatannya adalah sebagai berikut: 1) pancasila bukanlah agama dan tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan sebagai pengganti agama. Demikian pula halnya dengan PAN. KH Ahmad Siddik secara bergurau mengatakan bahwa ibarat makanan. 3) bagi NU. lintasan pikiran itu untuk bisa diteruskan kepada tokoh NU setempat. 5) Sebagai konsekuensi dari sikap di atas. Saya sampaikan kepada Tri Chandra Aprianto. perlu disadari jasa besar KH Achmad Siddiq terhadap bangsa dan negara Indonesia. secara tidak langsung terpengaruh oleh perkembangan yang terjadi sebagai dampak dari pemikiran KH Achmad Siddiq. meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antarmanusia. Ikhtisar . Muktamar NU (1984) menerima Pancasila sebagai asasnya. Munculnya PKB sebagai partai kebangsaan yang religius jelas adalah dampak langsung dari deklarasi tersebut. sejarawan muda di Universitas Jember. Islam adalah akidah dan syariah. Saat sowan ke rumah Nyai Achmad di Jember (Mei 2007). namun baru sekarang dipersoalkan halal dan haramnya. mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam. Langkah itu diikuti oleh sebagian besar ormas Islam lainnya. 2) sila Ketuhanan Yang Maha Esa menurut pasal 29 UUD.

. . .Dalam beberapa waktu mendatang.Dalam beberapa bulan terakhir. wacana mengenai Piagam Jakarta kembali dibincangkan di kalangan politisi. Aceh bisa menjadi laboratorium hudup pemberlakuan syariah Islam di sebuah negara-bangsa..Kenyataan menunjukkan bahwa peta dukungan terhadap Piagam Jakarta pada Sidang Umum MPR 2001 lalu tidak sebesar di Konstituante. .Di balik dukungan terhadap Piagam Jakarta itu adalah keinginan untuk menjalankan syariah Islam sebagai dasar negara.