Bab 8 ASAL USUL PANCASILA RUMUSAN SOEKARNO http://www.geocities.com/sabiluna/Zionisme/Bab08.

html ENDANG Saifuddin Anshari, dalam bukunya berjudul: Piagam Jakarta 22 Juni 1945, mengemuka-kan pertanyaan sebagai berikut : “Apakah Soekarno benar-benar perumus yang pertama sekali Lima Sila itu?” Jawabnya adalah negasi. Tiga hari sebelum Soekarno menyampaikan pidatonya yang terkenal itu, Muhammad Yamin telah menyampaikan, pada tanggal 29 Mei 1945, di depan sidang Badan Penyelidik tentang Lima Asas sebagai dasar bagi Indonesia Merdeka, sebagai berikut: PeriKebangsaan, Peri-Kemanusiaan, Peri-Ketuhanan, Peri Kerakyatan dan Kesejahteraan Rakyat. Tidak terdapat perbedaan fundamental antara Lima Asas Yamin dan Lima Sila Soekarno itu. Perbedaan hanya dalam istilah yang digunakan untuk “demokrasi” dan dalam susunan atau urutan asas-asas tersebut. Mohammad Roem, seorang pemimpin terkenal Masyumi memandang : “Tema dari kedua pidato itu sama, jumlah prinsip atau dasar sama-sama lima, malah sama juga panjangnya pidato, yaitu dua puluh halaman dalam “Naskah” tersebut. 17) B.J. Boland mencatat bahwa atas dasar kesamaan ini maka orang sampai kepada kesim-pulan bahwa “The Pancasila was in fact creation of Yamin’s, and not Soekaro’s. 18) (Pancasila itu ternyata karya Yamin, dan bukan karya Soekarno). (Dalam beberapa tahun terakhir hidupnya, dalam beberapa

23) Oleh karena itu jelaslah baik “Pancasila” Soekarno maupun Lima Asas Yamin bukanlah lain melainkan pernya-taan kembali (Restatement) empat segi Marhaenisme Soekarno yang dirumuskan pada tahun 1933 ditambah Ke-Tuhanan. 22) Sosionasionalisme terdiri atas (1) Internasionalisme dan (2) Nasionalisme. Ketika Yamin dipecat dari Gerindo pada tahun 1939. ini semua bukanlah rumusan pertama prinsip-prinsip ini. Bantahan Hatta tersebut meragukan. bahwa Soekarnolah perumus pertama “Pancasila”. Di dalam ayat 1 putusan konferensi tersebut ditegaskan bahwa Marhaaenisme itu bukanlah lain melainkan Sosio-nasionalisme dan Sosio-demokrasi. dan tidak akan diuraikan disini . sedangkan Sosio-Demokrasi mencakup (3) Demokrasi dan (4)Keadilan Sosial. Bagaimanapun. kemudian dia dan kawan-kawannya mendirikan Partai Persatuan Indonesia (Parpindo) berasaskan Sosial-nasionalisme dan Sosial-demokrasi. sekurang-kurang-nya menimbulkan beberapa pertanyaan Mengenai masalah ini diperlukan pembahasan khusus. Mohammad Hatta membantah anggapan bahwa Yamin perumus pertama ”Panca-sila”. Hatta memperkuat anggapan.kesempatan baik secara implisit maupun eksplisit. Keterangan-keterangan Soekarno sendiri me-ngenai prinsip-prinsip ini dalam Badan Penyelidik menunjukkan dengan jelas bahwa dia . Enam tahun sebelumnya. dalam konferensi Partindo (Partai Indonesia) di Mataram pada bulan Juli 1933. Soekarno menya-takan bahwa bagi kaum Marhaen asas itu ialah Kebangsaan atau Kemarhaenan (Marhaenisme).

Tetapi pada tahun 1918.sampai masuk lobang kubur. Min chuan. Saya di dalam tiga hari belum mendengarkan prinsip itu.S di Surabaya.B. oleh pengaruh “The Thrre People Principles” itu. Maka oleh karena itu. jangan mempunyai rasa kebangsaan sedikitpun. duduk di bangku sekolah H. . Baars. jikalau seluruh bangsa Tionghoa mengharap Dr Sun Yat Sen sebagai penganjurnya. Min Sheng : . ada orang lain yang memperingatkan saya.-katanya : jangan berfaham kebangsaan. Itu terjadi pada tahun 17. Soekarno sekali lagi menyebutkan pengaruh San Min Chu I karya Dr. yang memberi pelajaran kepada saya. Ketika membahas hubungan antara Nasional-isme dan Internasionalisme dan menyatakan : “Saya mengaku. Yat Sen ! Di dalam tulisannya “San Min Chu I” atau “The Three People Principles”. bahwa bung Karno juga seorang Indonesia yang dengan perasaan sehormat-hormatnya merasa berterima kasih kepada Dr Sun Yat Sen. Baars itu.. Sun. prinsip : tidak akan ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka. pada waktu saya berumur 16 tahun. tetapi berfahamlah rasa kemanusiaan sedunia. Dalam hati saya sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan.ialah Dr. yakinlah. alham-dulillah. Saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmo-politanisme yang diajarkan A. Saya katakan tadi : prinsipnya San Min Chu I ialah Mintsu. Sun Yat Sen : “Prinsip nomor 4 sekarang saya usulkan.sendiri mengakui ketergantungannya pada orang-orang lain. Ketika membicarakan prinsip keadilan sosial. saya dipengaruhi oleh seorang sosialis yang bernama A. yaitu prinsip kesejahteraan.

demokrasi dan Sosialis ini dapat ditelusuri kembali kepada tahun 1885. Tiada keraguan.” Marhaenisme Soekarno pada 1913 nampak jelas merupakan kembali The Three People’s daripada San Min Chu I ditambah Internasionalime. demokrasi.” Ketiga prinsip Nasionalisme. sebagai dikatakan oleh doktor Sun Yat Sen ? Di dalam tahun 1912 Sun Yat Sen mendirikan negara Tiongkok mereka. Prinsip Soekarno yang terakhir ini jelas diilhami oleh Kosmopolitanisme A. …….telah digambarkan oleh Dr Sun Yat Sen Weltanschauung itu. . untuk mendirikan negara Indo-nesia Merdeka diatasnya? Apakah nasionalis-sosialism? Apakah San Min Chu I. Kesejahte-raan sosial. Ming Sheng. Sociale rechtvaardigbeid. Baars yang dikritik dan dikoreksinya” kemudian diubahnya menjadi Internasionalime. Di dalam buku “The Three People’s Principles” San Min Chu I. Menurut Soekarno : “Maka demikian pula. keduanya menemukan prinsip ke-Tuhanan ini dari alam fikiran dan cita-cita yang diungkapkan oleh pemimpin Islam di dalam . kalau saya tidak salah. tetapi “Welants-chauuung”nya telah dalam tahun 1885. -Nasionalisme. sosialisme. yang telah disediakan terdahulu berpuluh-puluh tahun.. difikirkan.nationalism. Maka prinsip kita harus ……. sosialism. timbullah pertanyaan : apakah “Weltans-chauuung” kita. tetapi baru dalam tahun 1912 beliau mendirikan negara baru di atas “Weltanschauuung” San Min Chu I itu.Mintsu. Hal ini bukti dari pernyataan Soekarno sendiri. dan mengenai masalah ini tidak perlulah kita perbincangkan lebih lanjut. Perta-nyaan yang penting ialah dari sumber manakah Soekarno dan Yamin mengambil prinsip Ke-tuhanan. Min chuan. democracy. Paduka tuan ketua. dirancangkan.jika kita hendak mendi-rikan Negara Indonesia Merdeka.

dan juga yang lainnya .ESA). walaupun “it is not always necessarily unacceptable to non-Muslim” (pada dasarnya berlatar belakang muslim. walaupun tidak usah selalu tidak dapat di terima oleh golongan bukan (Muslim). Jelaslah pula .mengakui bahwa cita dan pengertian Ke-Tuhanan ini “has basically a Muslim background”. yakni sebagai penerjemah pengertian yang terhim-pun dalam “Allahu al-wahidu al-ahad” yang disalurkan dari QS. which is “prima causa” or most primary. 112. yang ikut bermusyawarah dalam panitia yang bertugas menyusun UUD 1945 itu ? Tidak mungkin ! Istilah “ketuhanan Yang Maha Esa” itu hanya sanggup diciptakan oleh otak. Lebih tegas lagi jawaban Profesor Hazairin mengenai masalah ini : “Dari manakah datangnya sebutan “Ketuhanan Y. These teachings are also accepted by other religions in Indonesia. dan dizikir-kan dalam doa Kanzu ‘Arsy baris 17. Vis. in the sense that God is One in His deeds. 2:163 dan QS. kebijaksanaan dan iman orang Indonesia Islam. Van Nieuwenhuijse .E. yang menolak kebangsaan dan mengajukan Islam sebagai dasar negara.M. Jelaslah bahwa ada hubungan antara sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila dengan ajaran tauhid dalam teologi Islam.” itu? Dari fihak Nasrani-kah. “Tawhidushifat” (Tawhid as-sifat) and “Tawhid-I f’aal” (tauhid Af-al). Dengan kata-kata Departeman Agama : It is just obvious that there is a relationship between the Pancasila’s principle of Belief in God the One with the Isamic Tawhid of Theology (the tawhid of Islamic theology ? . atau fihak Hindu-kah atau dari fihak “Timur Asing” (seorang keturunan Cina)-kah. is in line with some of the teaching of Islamic Tawhid. It is obvious that the first principle of Pancasila.Badan Penyelidik.

dia menyatakan : “janganlah dikatakan saya ini pembentuk ajaran Pancasila. dalam hal ini ajaran tentang tauhidu’s shifat dan Tauhidu ‘l-Af’al. Saya hanya seorang penggali daripada ajaran Pancasila itu”. Ajaran ini juga diterima oleh agama-agama lain di Indonesia. yakni : Mohammad Hatta. dan dengan sendirinya perhatian tertuju kepada (pidato) yang terpenting”. Sunario dan A. komentar Roem. Atas anjuran Presiden Soeharto. Penting untuk dicatat bahwa Soekarno sendiri secara tegas menolak anggapan bahwa dia “pencip-ta” pancasila. “pidato penutup yang bersifat menghimpun pidato-pidato yang telah diucapkan sebelumnya”. Pemimpin Masyumi yang terkenal ini menerangkan bahwa dalam Badan Penyelidik itu Soekarno merupakan pembicara terakhir. Pringgodigdo.A. sejalan dengan beberapa ajaran tauhid Islam. Ahmad Subardjo. Bahwa prinsip ke-Tuhanan Soekarno itu didapat dari . A.atau sekurang-kurangnya diilhami oleh uraian-uraian dari para pemimpin Islam yang berbicara mendahului Soekarno dalam Badan Penyelidik itu. Dalam pidato inaugurasi penerimaan gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gadjah Mada. dikuatkan dengan keterangan Mohamad Roem. maka dibentuk-lah Panitia Pancasila yang terdiri atas lima orang. dan membaca pidatonya orang mendapat kesan bahwa fikiran-fikiran para para anggota yang berbicara sebelumnya telah tercakup di dalam pidatonya itu. yang dianggap dapat memberikan . dalam pengertian bahwa Tuhan itu Esa dalam sifat-Nya dan perbuatan-Nya.bahwa sila pertama Pancasila yang merupakan “prima causa” atau sebab pertama itu. Maramis.G.

Prof. dan semangat lahir batin para penyusun UUD 1945 dengan Pancasilanya. Masyarakat ini boleh saya gambarkan dengan saf-safan. di atas saf itu ada saf lagi. Saf ini di atas saf itu.tetapi saya menolak perkataan bahwa pada waktu saya menggali di dalam jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia kurang dalam menggalinya …………… Sebaliknya saya berkata : Penggalian saya itu sampai zaman sebelum ada agama Islam. Saya melihat macam-macam saf. Sunario.15. Hatta langsung menyambut : “Mungkin saja. Saya gali sampai zaman Hindhu dan pra-Hindu. dia menjawab : “Dan saya tegaskan. Ya. Dalam pelbagai kesempatan Soekarno sering mengungkapkan bahwa dia menggali “Pancasila”-nya itu langsung dari Indonesia sendiri. . terjadilah diskusi yang menarik kita catat sehubungan dengan masalah sumber peng-ambilan sila ketuhanan. ajaran itu “dari zaman dahulu sampai dengan sekarang ini yang nyata selalu menjadi isi daripada jiwa bangsa Indonesia”. pukul 09. tetapi yang jelas Bung Karno banyak mendapat ilham. Saf pra-Hindu. memang demikian halnya. bahwa Soekarno menggali kurang dalam. Ketika ada orang yang berkata. seorang tokoh penting PNI berkata : “Bung Karno mengatakan bahwa beliau adalah merupakan salah satu penggali Pancasila : saya kira ini benar”. Di dalam sidangnya pada tangal 10 januari 1979. karena katanya.pengertian sesuai dengan alam fikiran. saya ini orang Islam. misalnya saja asas Ketuhanan dari pihak PSII merupakan asas perjuangan partai.

Soekarno sendiri ialah nama lima dasar itu. Akan tetapi di dalam soal penamaan itu pun kita berkesimpulan. karena dia sendiri mengakui : Namanya bukan Panca Dharma. yaitu “Pancasila”. bahwa “kalau ada yang harus kita akui dari Ir. ialah . Roem menyatakan pendapat. Pertama. Tinjauan Hukum dan Sejarah (21 Juli 2007). bukanlah dari bumi Indonesia Soekarno terutama menggali “Pancasila”-nya itu : idea-idea dan sumber-sumber luar memegang peranan penting dalam pelahirannya. Bang Ridwan Saidi (RS) yang berjudul Status Piagam Jakarta. Sila artinya asas atau dasar. tetapi .yang pada waktu itu telah menjadi bangsa yang berkultur dan bercita-cita. 01 Nopember 2007 Perjalanan Dasar Negara Salahuddin Wahid Pengasuh Pesantren Tebuireng Apa yang disampaikan dalam tulisan ini adalah masalah lama yang menghangat kembali dalam beberapa bulan terakhir.namanya Pancasila. bahwa hal itu bukanlah asli dari Soekarno. ialah peluncuran buku karya sohib saya di SMA.” Seperti yang telah dipaparkan di atas.saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa . penemuan Soekarno yang asli sekurangkurangnya ialah pena-maan “Pancasila” itu. terkait dengan dua peristiwa. ? REFLEKSI: Bersediakah Anda untuk Piagam Jakarta dijadikan dasar NKRI? Apakah lebih baik NKRI dibubarkan sebelum Piagam Jakarta diterapkan? ----REPUBLIKA Kamis. Seperti telah disinggung di atas. Kedua. dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia kekal abadi.

Pasang surut Piagam Jakarta (PJ) mengalami perjalanan panjang didalam kehidupan bangsa Indonesia. Saya tidak tahu apakah pihak yang tidak setuju terhadap isi buku itu tidak mengetahui adanya buku itu.penyelenggaraan Konferensi Khilafah Internasional di Jakarta. Bung Karno (BK) mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959 yang memberlakukan kembali UUD 1945 yang mengangkat kembali Piagam Jakarta. menganggap buku itu tidak penting. Pemungutan suara soal dasar negara menghasilkan jalan buntu. atau merasa tidak ada gunanya menanggapi buku itu. apalagi dari pihak yang menentang isi buku tersebut. yang dialami lebih banyak surutnya. Pada 22 Juni 1945 PJ disetujui oleh Badan Penyelidik Usaha Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Buku RS itu menampilkan materi dan analisis yang amat menarik. selanjutnya PJ tidak lagi menjadi wacana. tetapi pada 18 Agustus 1945 tujuh kata "dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya". pada akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an. lepas dari setuju atau tidak. khususnya warga NU yang jumlahnya cukup besar. dicoret atas dasar kesepakatan sejumlah tokoh Islam dengan Bung Hatta. Setelah itu substansi PJ diperjuangkan lagi dalam persidangan Majelis Konstituante. Perlu diingatkan kembali sebagian dari perjalanan sejarah bangsa yang cukup penting agar kita. Dalam perjalanan kesejarahan itu. 1956 sampai 1959. Pada SU MPR 2001 menunjukkan fakta bahwa pendukung PJ dalam MPR . Sayangnya. Dalam perjalanan itu. pada 12 Agustus 2007. mempunyai gambaran menyeluruh. PB (Partai) NU mempertanyakan posisi Piagam Jakarta? Setelah berlangsung perdebatan antara tokoh pendukung PJ (termasuk tokoh NU) dan penentangnya tentang posisi PJ pascaDekrit 5 Juli 1959. Padahal UUD menentukan bahwa keputusan harus didukung oleh 2/3 suara. Saat dimintai pendapat oleh Jenderal Nasution sebelum BK mengeluarkan dekrit itu. Wacana itu muncul lagi setelah partai-partai Islam diizinkan berdiri pada era reformasi. Sekitar 43 persen mendukung dasar negara Islam dan sekitar 56 persen mendukung dasar negara Pancasila. sedikit sekali tulisan yang menanggapi buku itu. tokoh dan organisasi NU memainkan peranan penting.

Tetapi. .jauh di bawah pendukungnya dalam Konstituante. tetapi menempatkan 'PJ' sebagai konsiderans yuridis pemberlakuan kembali UUD 1945. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah koreksi terhadap kesalahan itu tanpa mengubah UUD 1945. Kalau dulu tidak menerima Pancasila. Secara de facto. maka kini kebanyakan dari mereka sudah menerima Pancasila. UUD 1945 yang ditetapkan BPUPK 18 Agustus 1945 dengan mencoret 'tujuh kata PJ' adalah kesalahan UUD. lepas dari setuju atau tidak terhadap pendapat RS itu. wacana PJ baru muncul lagi dengan peluncuran buku RS dan ternyata tidak mendapat perhatian memadai. Dalam bukunya. menuliskan draf dan memberikan kedudukan hukum kepada PJ. Kekuatan hukum Islam terletak pada kemampuan menjadikan dirinya sebagai hukum yang hidup. PKS yang berbasis massa Muhammadiyah mendukung gagasan Piagam Madinah yang mewajibkan untuk menjalankan syariah agama bagi pemeluk semua agama. karena itu keberadaan hukum Islam tidak bergantung pada pranata negara. BK adalah tokoh yang memprakarsai. Setelah mengendap sekian tahun. Realitas politik lainnya ialah fakta bahwa ormas Islam terbesar (Muhammadiyah dan NU) sudah tidak mendukung gagasan itu. Tapi dengan keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. PPP yang berbasis massa NU masih mendukung PJ. Demikian pula parpol yang berbasis massa NU (PKB) dan yang berbasis massa Muhammadiyah (PAN) tidak mendukung gagasan menghidupkan kembali substansi PJ itu. maka PJ menjadi sumber hukum dan bukan lagi dokumen hukum. realitas politik menunjukkan bahwa parpol pendukung PJ tidak menganggap bahwa pengertian pasal 29 UUD adalah ditambah 'tujuh kata PJ itu'. RS menyatakan bahwa PJ ditilik dari sudut riwayat hukum adalah sebuah dokumen hukum. Indikatornya ialah perjuangan sejumlah parpol Islam untuk memasukkan 'tujuh kata PJ' dalam Pasal 29 UUD pada SU MPR 2001. dalam realitas politik orientasi para tokoh parpol dan ormas Islam sudah berubah dibanding orientasi mereka pada tahun 1945. 1959 dan 1970-an.

1 persen dan NU 71.Tetapi sikap itu bertentangan dengan sikap banyak anggota DPRD di sejumlah daerah. walaupun kebanyakan dari mereka menentang hukum potong tangan. Majelis Mujahidin 11 persen.6 persen (2006).2 persen).3 persen. Tetapi indikasi dukungan tersebut tidak sejalan dengan hasil survei lain yang menunjukkan kecilnya dukungan terhadap organisasi yang selama ini memperjuangkan penegakan syariat Islam. HTI hanya memperoleh dukungan 3. dan pada 2006 (72. dan 82. Menurut saya. Tentang negara harus mewajibkan pelaksanaan syariah Islam bagi Muslimin dan Muslimah. Pada 2001. pada 2004 (72.1 persen). termasuk dari Partai Golkar. 57.2 persen). dukungan 61.8 persen responden mendukung pemerintahan atas dasar ajaran Alquran dan Sunnah di bawah kepemimpnan ulama dan kiai. dan makalahnya setebal 34 .9 persen. Tetapi kita sadar bahwa tidak mudah untuk menghapuskan UU itu. Rumusan Deklarasi itu didasarkan pada presentasi KH Achmad Siddiq. Mendorong konvergensi Perubahan sikap para tokoh dan ulama dalam NU terjadi berkat diluncurkannya 'Deklarasi Hubungan Antara Islam dan Pancasila' pada Munas Alim Ulama NU (1983) di Asembagus. Banyak pihak menyayangkan terbitnya UU tersebut. Rais Aam Syuriyah PBNU 1984-1991. dengan adanya UU tersebut Aceh bisa menjadi laboratorium hidup untuk eksperimen penerapan syariah Islam dalam suatu negara-bangsa. dan FPI 16. Apakah sikap para tokoh parpol dan ormas Islam itu juga merupakan sikap dari umat Islam? Survei PPIM IAIN Ciputat tahun 2001-2006 menunjukkan bahwa masih banyak umat Islam yang menghendaki berlakunya syariah Islam. Persentase itu meningkat pada 2002 (67.6 persen (2002).7 persen. yang menginginkan berlakunya perda syariah Islam.4 persen (2001) naik menjadi 70. Sedangkan Muhammadiyah memperoleh dukungan 54. lalu 75. Sementara itu di Aceh terdapat ketentuan di dalam UU NAD yang mengizinkan penerapan syariat Islam di Aceh.5 persen (2004). Tentu laboratorium semacam itu memerlukan waktu puluhan tahun sebelum kita memperoleh kesimpulan.

3) bagi NU. Munculnya PKB sebagai partai kebangsaan yang religius jelas adalah dampak langsung dari deklarasi tersebut. Saya sampaikan kepada Tri Chandra Aprianto. perlu disadari jasa besar KH Achmad Siddiq terhadap bangsa dan negara Indonesia. lintasan pikiran itu untuk bisa diteruskan kepada tokoh NU setempat. Rumusan deklarasi yang disetujui oleh Munas singkatannya adalah sebagai berikut: 1) pancasila bukanlah agama dan tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan sebagai pengganti agama.halaman. terlintas dalam pikiran saya bahwa beliau amat layak untuk diangkat menjadi pahlawan nasional. meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antarmanusia. Saat sowan ke rumah Nyai Achmad di Jember (Mei 2007). NU Jember diharapkan bisa memulai proses dari bawah tentang usulan menjadikan KH Achmad Siddiq sebagai Pahlawan Nasional kepada pemerintah. Islam adalah akidah dan syariah. NU berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekuen oleh semua pihak. sejarawan muda di Universitas Jember. 5) Sebagai konsekuensi dari sikap di atas. yang menjiwai sila-sila lainnya. Langkah itu diikuti oleh sebagian besar ormas Islam lainnya. Dalam penjelasannya. KH Ahmad Siddik secara bergurau mengatakan bahwa ibarat makanan. Perubahan sikap NU itu akhirnya mendorong konvergensi keislaman dan keindonesiaan. Muktamar NU (1984) menerima Pancasila sebagai asasnya. diakui atau tidak. Pancasila sudah kita kunyah selama 38 tahun. 4) penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya. 2) sila Ketuhanan Yang Maha Esa menurut pasal 29 UUD. secara tidak langsung terpengaruh oleh perkembangan yang terjadi sebagai dampak dari pemikiran KH Achmad Siddiq. namun baru sekarang dipersoalkan halal dan haramnya. mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam. Ikhtisar . Demikian pula halnya dengan PAN. Melihat kenyataan tersebut.

wacana mengenai Piagam Jakarta kembali dibincangkan di kalangan politisi. . . ..Dalam beberapa waktu mendatang. .Dalam beberapa bulan terakhir. Aceh bisa menjadi laboratorium hudup pemberlakuan syariah Islam di sebuah negara-bangsa.Kenyataan menunjukkan bahwa peta dukungan terhadap Piagam Jakarta pada Sidang Umum MPR 2001 lalu tidak sebesar di Konstituante.Di balik dukungan terhadap Piagam Jakarta itu adalah keinginan untuk menjalankan syariah Islam sebagai dasar negara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful