P. 1
Bahasa Dan Berpikir Dalam Konteks Keragaman Bahasa Dan Universal Bahasa

Bahasa Dan Berpikir Dalam Konteks Keragaman Bahasa Dan Universal Bahasa

|Views: 286|Likes:

More info:

Published by: Burhan Iskandar Alam on Nov 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/07/2014

pdf

text

original

Bahasa dan Pikiran dalam Konteks Keragaman Bahasa dan Keuniversalan Bahasa

PENGANTAR Pada saat-saat ketika bahasa itu sendiri telah menarik perhatian kemungkinan bahasa telah berhubungan dengan beberapa aspek keragaman bahasa. Dalam bab ini penulis sekali lagi ingin membahas beberapa aspek keragaman bahasa dan keumuman bahasa. Namun, penulis memiliki lebih banyak informasi latar belakang untuk topik-topik tersebut. Penulis juga akan menggunakan pembahasan mengenai keragaman dan keumuman sebagai tumpuan untuk pembahasan tambahan mengenai hubungan antara bahasa dan berpikir. Walaupun penulis telah mengatakan sesuatu mengenai topik ini, dalam bab ini penulis akan membahasnya dari perspektif yang lebih bersifat historis, dan penulis juga akan menggambarkan beberapa penelitian baru yang membantu menjelaskannya. Penelitian ini memiliki dampak yang penting terhadap bagaimana kebanyakan ahli psikolinguistik memandang hubungan antara bahasa dan pikiran. Ketika membahas hubungan antara dua hal, maka penting untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai “hal-hal” tersebut. Akan menjadi sulit untuk membahas hubungan antara struktur sosial dan kejahatan, contohnya, jika kita tidak memiliki gagasan mengenai bentuk-bentuk struktur sosial yang ada. Para ahli teori yang telah membahas hubungan antara bahasa dan pikiran telah berada dalam posisi tidak memahami konsep-konsep yang mereka coba hubungkan. Di masa lalu bahkan konsep-konsep tersebut tidak dipahami dengan baik. Sekarang ini kita sedikitnya memiliki kesadaran struktur yang kita peroleh ketika kita menjadi kompeten dalam bahasa. Kita harus melihat secara seksama apakah kita memiliki pemahaman

mengenai “pikiran.”

1

kita akan membahas suatu bahasa yang berbeda dari bahasa Inggris Standar. Namun versi yang dibahas disini adalah versi yang umum. Yaitu akan menduduki posisi dalam Gbr.RINGKASAN ISI BAB Keragaman Bahasa: Bahasa Inggris Kulit Hitam/BE Beberapa tahun yang lalu secara umum diyakini bahwa keragaman bahasa menyiratkan keragaman kognitif. Kemungkinan ada beberapa variasi BE yang diucapkan dalam kota yang sama dan oleh orang-orang yang sama pada waktu-waktu yang beragam. Oleh karena itu. Dialek yang sedang kita bahas sekarang ini tidaklah diucapkan oleh semua penduduk kulit hitam Amerika Serikat. Pola-pola pikiran seseorang terbentuk oleh struktur bahasa dimana dia bertutur. Dalam konteks pembahasan kita pada Bab 1. BE adalah bahasa valid atau dialek.1B. 2 . Kita akan melihat pada apa yang disebut dengan bahasa Inggris Kulit Hitam (Black English/BE). Opini sekarang ini tidak sepenuhnya setuju dengan gagasan bahwa keragaman kognitif muncul setelah keragaman linguistik. dialek ini diucapkan oleh 80% populasi kulit hitam Amerika. Kita akan mengeksplorasi cara-cara dimana bahasa ini berbeda dari bahasa Inggris Standar kemudian melihat apakah sistem-sistem kognitif dari para penuturnya juga berbeda. BE adalah sistem bahasa dengan berbagai ungkapan yang diberikan sistem bahasa kepada para penuturnya. kita akan mengikuti apa yang disebut Dillard sebagai bahasa Inggris kulit hitam (BE). dan terkadang disebut bahasa Inggris bukan-standar Negro. Untuk memeriksa beberapa isu yang membantu membentuk opini tersebut. Menurut Dillard (1972). Terkadang sistem bahasa ini disebut dengan bahasa daerah bahasa Inggris kulit hitam. Dalam pembahasan ini. para penutur bahasa-bahasa yang divergen akan memiliki sistem-sistem kognitif yang divergen.

terutama ketika para penuturnya mulai mengalami lebih banyak kontak dengan orang-orang kulit putih. perbedaan-perbedaan dalam sintaks tidak menuntun pada perbedaan-perbedaan dalam kemampuan logis.Menurut teori rasisme. Siswa-siswa yang ke sekolah dengan berbicara bahasa Inggris kulit hitam ini terkadang dikategorikan sebagai siswa yang memiliki defisiensi/kekurangan secara intelektual. Bahasa Inggris pidgin menjadi bahasa asli anak-anak kulit hitam yang lahir di perkebunan. maka dikatakan menjadi creole. salah satunya adalah oleh Labov (1970. adalah suatu kesalahan untuk menganggap BE berasal dari SE. Bahasa tersebut mungkin berkembang ketika para penutur bahasa-bahasa yang berbeda terlibat dalam perdagangan dan perlu saling berkomunikasi. Disini kita memiliki kasus keragaman bahasa yang tidak menuntun pada kemampuankemampuan logis yang secara jelas berbeda. 3 . Teori “defisiensi” ini telah ditantang oleh sejumlah peneliti. BE adalah degen merasi dari bahasa Inggris Standar (SE). 1972). BE memiliki beberapa karakteristik karena hubungan sejarahnya dengan bahasa-bahasa Afrika Barat yang diucapkan oleh budak-budak pada abad 16. Untuk waktu yang lama banyak ahli teori telah menspekulasikan bahwa sistem kognitif terbentuk oleh bentuk bahasa yang diucapkan. Menurutnya. Bahasa ini telah lama berkembang dan dipengaruhi oleh bahasa Inggris Standar (SE). 17 dan 18. Menurut pandangan ini. Kemungkinan BE dahulunya merupakan pidgin yaitu suatu bahasa yang tidak memiliki penutur asli. Aturan-aturan untuk BE juga sangat berbeda dari SE. BE memiliki dasar sejarah yang terpisah. Ketika pidgin menjadi bahasa pertama anak. Ringkasnya. beberapa ahli yakin bahwa BE berasal dari creole yang diucapkan di perkebunan-perkebunan di daerah selatan. Menurutnya. Ini adalah tantangan untuk hipotesa bahwa keragaman bahasa menuntun pada keragaman kognitif. Teori yang lebih menarik mengenai sumber BE diajukan oleh Steward (1970).

Sebelum membahas beberapa titik pandang tersebut. pandangan tentang hubungan antara pikiran dan bahasa diungkapkan oleh ahli prilaku John Watson. Sebaliknya. Sebagai contoh. kita harus mencatat bahwa pertanyaan mengenai hubungan antara bahasa dan pikiran bukanlah pertanyaan tunggal. merupakan pertanyaan-pertanyaan yang berinterelasi. katakata adalah simbol untuk pengalaman mental. Ahli-ahli teori dalam aliran ini terbagi kedalam mereka yang berpikir bahwa bahasa sepenuhnya menentukan kategori-kategori kognitif dan mereka yang hanya mengatakan bahwa bahasa sangat mempengaruhi kategori-kategori kognitif. terdapat pertanyaan-pertanyaan perkembangan dan pemprosesan yang terlibat. Namun. Pandangan yang kurang radikal. tetapi ditentang juga oleh teori klasik adalah bahwa bahasa menentukan pikiran. Menurut pandangan ini. Menurut pandangan ini. Sederhananya.Keragaman Bahasa dan Kategori-Kategori Kognitif Kebanyakan ahli-ahli teori klasik (seperti Aristoteles) menganggap bahwa kategorikategori berpikir menentukan kategori-kategori bahasa. tetapi “kategori-kategori” pikiran ditentukan oleh kategori bahasa. para ahli teori “Bahasa-Menentukan-Pikiran” akan mengatakan bahwa kategori-kategori bahasa diperoleh terlebih dahulu dan menentukan kategori-kategori kognitif apakah yang diperoleh. Pertanyaan perkembangan terkait dengan rangkaian perolehan bahasa dan hubungannya dengan perolehan kategori-kategori konseptual. pikiran tidak diidentifikasikan dengan bahasa sub-vokal. Para ahli teori “Pikiran-Menentukan-Bahasa” akan mengatakan bahwa perkembangan kognitif muncul lebih dahulu dalam kehidupan seorang anak dan kategori-kategori kognitif yang dikembangkannya menentukan kategori-kategori 4 . berpikir adalah bahasa. Menurutnya. Berpikir dianggap sama dengan berbicara subvokal.

Whorf mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa perseptual yang kita alami dapat menjadi sangat berbeda dari yang dialami oleh penutur bahasa lain yang berdiri disamping kita. Menurut Whorf.bahasa yang akan diperolehnya. Menurut Whorf. maka sistem kognitif yang dihasilkan juga tidak sama. struktur-struktur linguistik tidaklah sama dalam bahasa yang berbeda-beda. hijau. Sedang ahli teori “Pikiran-Menentukan-Bahasa” akan menganggap bahwa gagasan-gagasan kita sedikitnya terbentuk dalam kode mental bukan-bahasa sebelum diberikan selubung bahasa. sistem tersebut mudah diatur dalam banyak cara berbeda. Sedang klaim kedua yang disebut dengan relatifitas bahasa mengatakan bahwa sistem-sistem kognitif yang dihasilkan sangatlah berbeda pada para penutur dari bahasa yang berbeda-beda. Orang yang mempopulerkan posisi “Bahasa-Menentukan-Pikiran” adalah Benyamin Lee Whorf (1897-1941). sistem kognitif anak bersifat sangat plastik. Penentu utama bagaimana sistem itu diatur adalah struktur bahasa yang diperoleh anak. Ketika anda melihat pelangi. Whorf 5 . Hipotesa ini mengatakan bahwa struktur bahasa menentukan struktur kognitif. biru dan ungu. Pertanyaan pemprosesan terkait dengan apakah pikiran-pikiran kita terbentuk sebelum kata-kata yang kita ucapkan atau apakah gagasan-gagasan kita terbentuk menyangkut kata-kata itu sendiri. berapa banyak warna yang anda lihat? Kebanyakan penutur bahasa Inggris melihat warna merah. Oleh karena itu. Tentu saja terdapat beberapa ahli teori “murni” dari salah satu jenis. Ahli teori “Bahasa-Menentukan-Pikiran” akan mengatakan bahwa pikiran-pikiran kita terdiri dari gambaran-gambaran mental katakata kita. Warna-warna yang baru saja dinamakan adalah warna-warna dasar. oranye. pandangan Whorf memiliki dua bagian. Klaim pertama biasanya disebut dengan hipotesa determinisme bahasa. kuning. yaitu.

Terdapat versi kuat dan lemah dari determinasi bahasa ini. Dia tidak memberikan bukti bukan-bahasa mengenai keadaan-keadaan kognitif penutur. Terdapat juga versi “lemah” hipotesa Worf. item-item leksik dan struktur-struktur linguistik yang diberikan oleh bahasa dapat memiliki pengaruh yang penting terhadap proses-proses berpikir walaupun tidak menentukan kesemua proses tersebut. bahwa Whorf tidak pernah memberikan beberapa bukti untuk versi kuat hipotesanya. bukti mengenai kognisi harus juga diberikan. Kategori-kategori pikiran berbeda dengan untuk para penutur dari bahasa-bahasa yang berbeda. Versi lemah hipotesa 6 . Terdapat beberapa bukti yang tampaknya konsisten dengan pandangannya. Oleh karena itu. Pandangan bahwa konsep-konsep kita terbentuk oleh kategori-kategori bahasa disebut dengan versi “kuat” hipotesa Whorf. Sebagai contoh. Telah ditunjukan oleh banyak orang terutama oleh Lenneberg (1953). Determinasi Bahasa: Versi Kuat.yang mengatakan bahwa warna-warna yang kita terima sebagai hasil dasar dari praktek penamaan warna yang kita peroleh ketika kita mempelajari bahasa Inggris. Beberapa bahasa tidak membagi warna-warna kedalam sejumlah kategori dasar yang sama sepertihalnya bahasa Inggris. Data satu-satunya yang disajikannya adalah observasi mengenai praktek-praktek bahasa dari orangorang. Agar teori ini didukung dengan tepat. penutur bahasa tersebut tidak akan menggambarkan pelangi dalam cara yang sama sepertihanya para penutur bahasa Inggris. Bagaimana kita tahu? Lihatlah pada cara-cara berbeda dimana bahasa mengkodekan dunia. Menurut versi ini. Determinisme Bahasa: Versi Lemah. Hipotesa dimulai dengan observasi mengenai praktek-praktek bahasa dan berakhir dengan observasi yang sama. yaitu lihatlah pada praktek-praktek bahasa yang berbeda-beda. salah satu bahasa mungkin tidak membedakan antara hijau dan biru.

Kita dapat mengujikan kemampuan mengingat warna-warna dengan pertama-tama memperlihatkan kepada subjek sebuah warna dan kemudian meminta mereka untuk menemukan warna tersebut diantara banyak warna berbeda.ini lebih mudah diterima dibanding versi kuat. dibahas diatas hanya berlaku untuk versi kuat. jika seseorang diperlihatkan sebuah warna yang memiliki nama dasar dalam bahasa. Tradisi penelitian ini dimulai oleh Brown dan Lenneberg (1954). Kebanyakan tes-tes terhadap hipotesa Worf telah menggunakan para penutur dari satu bahasa saja (biasanya bahasa Inggris). Ini adalah tes yang dilakukan oleh Brown dan Lenneberg. sejumlah ahli psikologi telah mencoba mendapatkan bukti mengenai sistem kognitif para penutur untuk warna-warna. maka warna tersebut haruslah lebih dapat diingat. Kebanyakan bukti negatif yang Tes-Tes Eksperimen Determinismen: Warna. maka para penutur bahasabahasa tersebut harus mengalami dunia warna secara berbeda. Mereka harus dapat mengambil warna semula dengan keakuratan yang lebih besar jika ini mengacu pada salah satu istilah warna dasar dalam bahasa. dikatakan berbeda untuk dua kelompok penutur. Konsep-konsep warna. Kenyataannya. Menurut hipotesa determinisme bahasa dan relatifitas bahasa. Para peneliti ini kira-kira berpikir sebagai berikut. Jika beberapa warna lebih “dapat dinamakan” dibanding yang lainnya. maka warnawarna yang mudah dinamai harus memiliki status khusus dalam sistem konseptual individu. Langkah pertama yang diambil Brown dan Lenneberg adalah mengetahui manakah warna dasar atau terbaik untuk para penutur bahasa Inggris. ketika dua bahasa berbeda dalam hal ini. Sebelumnya kita mengkritik Whorf karena hanya bergantung pada bukti linguistik untuk mendukung klaim ini. bukan saja nama-nama warna. Sejumlah istilah warna dasar dapat berbeda-beda antara dua bahasa. Untuk 7 . Secara khusus.

daripada mendukung hipotesa relatifitas bahasa. mendukung versi lemah dari hipotesa Whorf. Oleh karena itu jelas bahwa versi kuat dari hipotesa Whorf tidak dapat menjadi benar. Penelitian terhadap kemampuan mengingat warna dan pembelajaran memiliki hasil yang ironis. Sistem-sistem kognitif kita tidak sepenuhnya peka terhadap perbedaan apapun yang dibuat oleh bahasa. walaupun cara digambarkannya bervariasi antar bahasa. mungkin ada juga sesuatu untuk versi yang lebih lemah. maka mencerminkan keuniversalan yang telah kita nyatakan.melakukan hal ini mereka membuat skala yang disebut dengan “kemampuan mengode. Penelitian tersebut dimulai ketika gagasan relatifitas bahasa Hasil-hasil eksperimen ini ditafsirkan mendominasi. Namun. Namun. Tetapi sejauh istilah-istilah warna berada dalam bahasa. Akibatnya. Sesungguhnya. Mempelajari sebuah istilah umum untuk sekumpulan objek memungkinkan kumpulan tersebut untuk lebih mudah dimanipulasi dalam sistem kognitif kita. penelitian tersebut akhirnya mendukung hipotesa yang berlawanan. objek-objek dalam budaya yang diacu oleh istilah bahasa umum akan cenderung dimanipulasi bersama-sama dalam sistem kognitif penutur. Pikiran dan Bahasa Walaupun kita telah menentang versi kuat dari hipotesa Whorf. Versi ini kemungkinan begitu lemah sehingga Whorf tidak mengenalinya. bahasa-bahasa dunia tampaknya mencerminkan keuniversalan perseptual-kognitif. Tampaknya bahwa terdapat keuniversalan perseptual yang digambarkan dalam bahasa-bahasa dunia.” Brown dan Lenneberg mengujikan sejumlah warna dan memperoleh skor kemampuan mengode untuk setiap warna. dan studi-studi dibuat untuk mengujikan konsep tersebut. penting untuk dicatat bahwa bahasa tidak memiliki kebebasan 8 .

Sedang keuniversalan keempat yang paling penting adalah keterbukaan. Keuniversalan Kembali Kita mulai dengan keragaman yang tampak. Untuk dapat membuat jelas hubungan antara bahasa dan berpikir. Yang dimaksud dengan dualitas pemolaan adalah bahwa sistem bahasa dapat dibagi kedalam dua sub-sistem besar. yaitu kemampuan para pengguna bahasa untuk menghasilkan dan memahami sejumlah kalimat-kalimat baru tidak terbatas. Ketika kita mendapatkan lebih jauh dari objek-objek perseptual seperti bentuk dan warna. Ada empat keuniversalan dalam bahasa. tetapi kemungkinan selalu ada keterbatasan-keterbatasan kognitif mengenai apakah objek-objek konseptual dapat berkumpul bersama sebagai anggota-anggota dari kategori kognitif yang berguna. Dua lainnya adalah kearbiteran dan dualitas pemolaan. dan kita akhiri dengan keuniversalan. 9 . maka fleksibilitas kita dalam memilih apa yang dapat menjadi anggotaanggota kelas umum mungkin meningkat. Jika hubungan antara bunyi dan makna tidak bersifat arbiter. Kedua keuniversalan ini berhubungan. maka kita pertama-tama harus menjelaskan gambaran kita mengenai bahasa dan berpikir secara terpisah. Yang dimaksud dengan kearbiteran adalah bahwa tidak ada hubungan yang penting antara bunyi suatu kata dan maknanya. salah satu berhubungan dengan bunyi dan satunya lagi dengan makna. Yang pertama adalah kekhususan yang berhubungan dengan fakta bahwa pesan-pesan bahasa dibangun dari elemen-elemen yang khusus.penuh untuk menggolong-golongkan beberapa kumpulan objek bersama-sama. Kita perlu memiliki teori yang lebih baik mengenai proses-proses kognitif secara umum dan pemrosesan bahasa secara khusus. maka tidak akan ada dua subsistem tetapi hanya satu.

Secara khusus. aturan-aturan untuk tense dan jumlah berbeda diantara dua dialek tersebut. perbedaan-perbedan dalam bentuk sintaksis tidak menuntun pada kemampuan-kemampuan logis mendasar para penuturnya. suatu dialek yang berbeda dari bahasa Inggris Standar. Juga. yaitu bahasa Inggris Kulit Hitam digambarkan. Pandangan bahwa bahasa menentukan pikiran (determinisme bahasa) dipopulerkan oleh Whorf. Beberapa bukti awal memperlihatkan bahwa warna yang dapat sangat dikodekan dalam bahasa menuntun pada jawaban-jawaban yang lebih benar pada tes pengenalan dibanding warna-warna dengan kemampuan dikodekan yang rendah. Untuk membantu memeriksa isu-isu ini. Baru-baru ini telah 10 . kata-kata kerja bahasa Inggris kulit hitam menunjukan apakah aktifitas itu berlanjut atau bersifat sementara.KESIMPULAN Hubungan antara bahasa dan pikiran telah dibahas sejak zaman kuno. Tes-tes terhadap versi lemah telah dilakukan dengan menggunakan masalahmasalah berpikir dan yang lebih umum adalah ingatan untuk warna-warna. Dialek ini memiliki sumber sejarah yang terpisah dari bahasa Inggris Standar. yang mengatakan bahwa persepsi dan konsep itu terbentuk dari kategorikategori bahasa. Versi kuat. Ada sejumlah perbedaan struktural antara bahasa Inggris kulit hitam dan bahasa Inggris standar. Ahli-ahli teori klasik yakin bahwa pikiran menentukan bahasa sementara sejumlah ahli teori baru sebaliknya berpendapat bahwa bahasa menentukan pikiran. Namun. Kemungkinan dialek ini dimulai sebagai bahasa pasaran (pidgin) dan menjadi bahasa campuran (creole). memiliki sedikit bukti untuk mendukungnya. Ada versi kuat dan lemah dari determinisme bahasa. Versi lemah dari hipotesa menyatakan bahwa struktur-struktur bahasa dapat mempengaruhi proses dan kategori kognitif.

Warna-warna dasar atau fokal ditentukan oleh pertimbangan perseptual.terbukti bahwa para penutur bahasa-bahasa yang berbeda tidak bereaksi secara berbeda pada tes-tes ingatan warna. 11 . tampaknya bahwa terdapat sistem yang universal dari kategori-kategori warna yang dicerminkan dalam bahasa. bukan pertimbangan bahasa. Daripada bahasa yang menentukan kategorikategori-kategori warna yang disediakan untuk penutur.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->