P. 1
Plc

Plc

|Views: 228|Likes:
Published by Amin Aja

More info:

Published by: Amin Aja on Nov 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2014

pdf

text

original

SIKLUS HIDUP PRODUK Sepanjang umur suatu produk, perusahaan biasanya memformulasikan kembali strategi pemasarannya beberapa kali

. Tidak hanya kondisi ekonomi berubah, dan pesaing melancarkan serangan baru namun, tambahan lagi produk itu melewati tahap baru dari minat dan persyaratan pembeli. Kosekuensinya, perusahaan harus merencanakan strategi pengganti yang tepat untuk tiap tahap dalam siklus hidup produk tersebut. Perusahaan berharap memperpanjang umur dan profitabilitas produk walaupun tahu bahwa produk tersebut tidak akan bertahan selamanya. PLC (Product life Cycle) atau siklus hidup produk merupakan konsep penting dalam pemasaran yang memberikan pemahaman tentang dinamika suatu produk yang kompetitif. Siklus hidup produk menggambarkan tahap-tahap yang berbeda dalam sejarah penjualan suatu produk. Tahap-tahap ini berhubungan dengan kesempatan dan masalah yang berbeda mengenai strategi pemasaran dan laba potensial. Dengan mengidentifikasitahap-tahap yang berbeda dengan tantangan yang berbeda tahap suatu produk berada, atau tahap yang akan dicapai , perusahaan dapat memformulasikan encana pemasaran dengan lebih baik. Mengatakan suatu produk memiliki siklus hidup adalah menegaskan empat hal : 1. Produk memiliki umur terbatas 2. Penjualan produk melewati tahap-tahap yang berbeda, dengan tantangan yang berbeda bagi penjual. 3. Laba naik turun pada tahap yang berbeda dalam siklus hidup produk 4. Produk membutuhkan strategi pemasaran, keuangan, produksi, pembelian dan personel yang berbeda dalam tiap tahap siklus hidup mereka. Tahap-tahap siklus produk : 1) Perkenalan : Suatu periode pertumbuhan penjualan yang lambat saat produk itu diperkenalkan ke pasar. Pada tahap ini tidak ada laba karena banyaknya biaya-biaya untuk memperkenalkan produk. 2) Pertumbuhan : Suatu periode penerimaan pasar yang cepat dan peningkatan laba yang mengesankan.

3) Kemapanan : Suatu periode penurunan dalam pertumbuhan penjualan karena produk itu telah mencapai penerimaan sebagian besar pembeli potensial. Laba stabil atau menurun karena peningkatan pengeluaran persaingan. 4) Kemunduran : Periode saat penjualan menunjukkan arah menurun dan laba menipis. Menandakan dimana tiap tahap awal dan berakhir bersifat Arbitrer. Biasanya tahap-tahap ini ditandai dimana kecepatan pertumbuhan penjualan atau penurunannya menjadi nyata. pemasaran untuk mempertahankan produk dalam

Sumber : Manajemen pemasaran di indonesia Oleh : Kotler, A.B Susanto http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=4&ved=0CCgQFjAD&url=http%3A%2F %2Frepository.binus.ac.id%2Fcontent%2FD0294%2FD029418871.doc&rct=j&q=siklus%20hidup %20produk&ei=clXzTPmcHc_XccjZhbMK&usg=AFQjCNEjsw1stvZehFHygBodNWoVnX17w&cad=rja

Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan. maturity. 2. Seperti halnya dengan manusia. Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap. yaitu : 1. rapid growth (market acceptance). pada tahap ini. dan decline (obsolescence). maturity dan decline. biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction. growth. maturity (saturation). Menurut Basu Swastha (1984:127-132). laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Dalam tahap pertumbuhan ini. suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. 3.Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. growth. daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar . yaituintroduction. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah. penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk. Dalam tahap ini. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari introduction (pioneering). Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya. Tahap perkenalan (introduction). Persaingan . Tahap kedewasaan (maturity) Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Tahap pertumbuhan (growth). slow growth (turbulance). Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. decline dan termination. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan.

b. dan model yang kurang baik. Dalam tahap ini. Strategi Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) Bila Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) dianggap sebagai nilai strategik bagi suatu perusahaan. warna. Meninggalkan sama sekali barang tersebut. barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada. Tahap kemunduran (decline) Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. c. Pada tahap kedewasaan ini. maka manajernya harus dapat menentukan dimana posisi Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) produknya. Strategi peluncuran cepat (rapid skimming strategy) Peluncuran produk baru pada harga tinggi dengan tingkat promosi yang tinggi. rate of change of market volume. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya). usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun. Tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk dapat ditentukan dengan mengidentifikasikan statusnya dalam market volume. maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas' Altematifalternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain: a. Menghilangkan ukuran. Perusahaan berusaha . Tahap Perkenalan (Introduction) a. d. e. Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih efisien.harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. 4. Dalam keempat tahap dari analisa Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini memiliki beberapa strategi (Kotler 1997) yaitu : 1.Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru. Identifikasi tahapan Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini dapat ditentukan dengan kombinasi tiga faktor yang menunjukan ciri status produk dan membandingkan hasilnya dengan pola yang umum.

Harga rendah ini dapat mendorong penerimaan produk yang cepat dan biaya promosi yang rendah. Perusahaan menambahkan model – model baru dan produk – produk penyerta (yaitu. produk dengan berbagai ukuran. Memodifikasi pasar dimana perusahaan berusaha untuk memperluas pasar untuk merek yang mapan. d. Strategi peluncuran lambat (slow skimming strategy) Merupakan peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. e. d. Perusahaan mencoba menarik konsumen yang merupakan pemakai produknya. Strategi ini menjanjikan penetrasi pasar yang paling cepat dan pangsa pasar yang paling besar. Perusahaan memasuki segmen pasar baru. rasa. c. d. Strategi penetrasi lambat (slow penetration strategy) Merupakan peluncuran produk baru dengan tingkat promosi rendah dan harga rendah.menetapkan harga tinggi untuk memperoleh keuntungan yang mana akan digunakan untuk menutup biaya pengeluaran dari pemasaran. c. Tahap Pertumbuhan (Growth) Selama tahap pertumbuhan perusahaan menggunakan beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat selama mungkin dengan cara: a. Perusahaan menurunkan harga untuk menarik pembeli yang sensitif terhadap harga dilapisan berikutnya. Perusahaan beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product awareness advertising) ke iklan yang membuat orang memilih produk (product preference advertising) f. Menggunakan strategi peningkatan keistimewaan (feature improvement) yaitu bertujuan . b. b. Meningkatkan kualitas produk serta menambahkan keistimewaan produk baru dan gaya yang lebih baik. 3. Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi yang baru. 2. Tahap Kedewasaan (Maturity) a. dan sebagainya yang melindungi produk utama) c. Strategi penetrasi cepat (rapid penetration strategy) Merupakan peluncuran produk pada harga yang rendah dengan biaya promosi yang besar. Perusahaan meninggalkan produk mereka yang kurang kuat dan lebih berkonsentrasi sumber daya pada produk yang lebih menguntungkan dan pada produk baru. b. Harga tinggi untuk memperoleh keuntungan sedangkan sedikit promosi untuk menekan biaya pemasaran.

Mengurangi investasi perusahaan secara selesktif dengan cara meninggalkan konsumen yang kurang menguntungkan.menambah keistimewaan baru yang memperluas keanekagunaan. Tahap Penurunan (Decline) a. Manambah investasi agar dapat mendominasi atau menempati posisi persaingan yang baik.blogspot. Mencari pasar baru d. kemasan dan lain – lain.com/2010/01/siklus-hidup-produk-product-life-cycle_28. dan kinerja produk. h. Strategi peningkatkan mutu yang bertujuan meningkatkan kemampuan produk. Menggunakan take-off strategy yang mana marupakan salah satu strategi yang digunakan untuk mencapai fase penerimaan konsumen baru. keamanan atau kenyaman produk. b. Tetap pada tingkat investasi perusahaan saat ini sampai ketidakpastian dalam industri dapat diatasi e. f. strategi ini dapat memperbaharui pertumbuhan pada saat produk masuk dalam kematangan. g. warna. 4. f. misalnya daya tahan. Strategi perbaikan model yang bertujuan untuk menambah daya tarik estetika produk seperti model. Strategi defensif dimana perusahaan untuk mempertahankan pasar yang mana hasil dari strategi ini akan memodifikasi bauran pemasaran. Mengubah produk atau mencari penggunaan/manfaat baru pada produk c.html . Meninggalkan bisnis tersebut dan menjual aset perusahaan http://jurnal-sdm. Harvesting strategy untuk mewujudkan pengembalian uang tunai secara cepat g. e. kecepetan.

Ada yang menggolongkannya menjadi introduction. ada pula pakar yang tidak sependapat. pihak manajemen dapat merumuskan rencana dan strategi pemasaran yang tepat. Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap. McCarthy dan Perreault menyarankan penggunaan istilah Market Life Cycle atau Product-market Life Cycle daripada Product Life Cycle. tetapi juga meliputi product line life cycle. dan decline. penjualan dari produk individual seringkali tidak mengikuti pola umum PLC. Karakteristik Tahap-Tahap Dalam Siklus Hidup Produk Karakteristik dan tujuan pemasaran pada setiap tahap PLC dapat disajikan secara ringkas dalam gambar. Dalam buku ini istilah yang akan . Argumen yang dikemukakannya adalah bahwa produk dan merek individual dapat diperkenalkan di tahap mana saja dalam PLC (kasus me-too product). Perlu untuk diperhatikan bahwa aplikasi konsep PLC tidaklah terbatas pada product form life cycle saja. suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. growth. Meskipun demikian. Dengan mengenali tahap di mana suatu produk sedang berada. Selain itu ada juga pendapat yang mengkategorikannya ke dalam tahap introduction.cc”title=”" >pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. yaitu introduction. dan decline. Siklus hidup produk biasa dikenal dengan istilah Product Life Cycle (PLC). Melengkapi kritiknya tersebut. individual product life cycle. bahkan brand life cycle. Di samping itu. product category life cycle. atau yang akan dituju. Daur hidup produk (PLC) merupakan konsep yang penting dalam business. yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat suatu produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar. Pada tiap tahap tersebut terdapat peluang dan masalah yang berbeda-beda dalam kaitannya dengan strategi pemasaran dan potensi laba. diantaranya McCarthy dan Perreault (1990) serta Dhalla dan Yuspeh (dalam Weitz dan Wensley. maturity. maturity. growth.. decline dan termination. rapid growth (market acceptance). maturity (saturation). dan decline (obsolescence). saturation. industry product life cycle. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap-tahap PLC terdiri dari introduction (pioneering). maturity. Ada berbagai pendapat mengenai tahap-tahap yang ada dalam PLC suatu produk. growth. 1988) yang menyatakan bahwa produk dan merek individual tidak memiliki PLC. slow growth (turbulance). Siklus Hidup Produk – Product Life Cycle Seperti halnya dengan manusia.

dan lain-lain). misalnya Rinso yang berhasil memperpanjang PLC-nya dengan memperkenalkan Rinso Baru. * PLC dapat diperpanjang dengan inovasi dan repositioning. komponen-komponen tertentu (transistor. Untuk contoh Indonesia. komputer dan aksesorinya. Tetapi kemudian perusahaan berhasil menunjukkan alternatif penggunaan nylon untuk industri pakaian. sedangkan fad life cycle hanya berlangsung singkat. tape recorder. Demikian pula halnya dengan Pepsodent yang memperkenalkan Pepsodent yang khusus memelihara kesehatan gusi. sedangkan merek memiliki PLC yang paling pendek. Contoh klasik yang dapat kita lihat adalah keberhasilan Du Pont dalam memperpanjang PLC produknya. Pakaian wanita dengan bermacam-macam tekstur dan warna yang terbuat dari nylon dipromosikan. Banyak contoh perusahaan-perusahaan yang berhasil memperpanjang PLC produknya sehingga penjualannya tidak menurun tetapi malahan terus meningkat. yakni nylon. Rinso Formula Plus. PLC juga memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut : Tidak setiap produk melalui semua tahapan. Kenyataan membuktikan tidak semua produk memiliki PLC yang berbentuk S. Dasar Pemikiran Siklus Hidup Produk Konsep Induk . IC. seperti yang disajikan di kebanyakan buku teks. Jaket dan macam-macam variasi lainnya dari nylon berkembang di kalangan konsumen dan industri sampai sekarang. karena istilah ini telah diterima secara umum dan dipakai secara luas. dan masih banyak lagi. Product category memiliki PLC yang paling lama. Beberapa produk bahkan ada yang tidak pernah melewati tahap perkenalan. * Panjang suatu tahap PLC untuk tiap produk sangat bervariasi. style life cycle mempunyai daur hidup yang panjang. product form cenderung mengikuti pola PLC standar (bentuk S). Sebelumnya nylon hanya dipergunakan untuk parasut pada waktu Perang Dunia II. serta Rinso Warna. perangkat lunak komputer (baik application programming maupun language programming). Sementara itu. Contohnya: produk-produk elektronik (walkman. dan lain-lain).digunakan adalah Product Life Cycle. Selain karakteristik di atas. Rinso Ultra. Umumnya produk yang gagal memasuki semua tahapan ini adalah produk-produk yang berkaitan dengan teknologi dan mode (fad).

Perubahan tingkat kebutuhan dapat dijelaskan dengan Demand Life-cycle Curve (DLcC). kemudian berkembang menjadi mesin penjumlah. Bagaimana Siklus Hidup Produk Bisa Terjadi Penjelasan yang banyak diterima adalah penjelasan yang didasari oleh konsep perilaku konsumen yang disebut Consumer Adoption Process. Sebagai contoh.Produk diciptakan sebagai salah satu dari sekian banyak alternatif pemecahan untuk memenuhi suatu kebutuhan. perkalian. Rogers membagi tahapan-tahapan proses adopsi menjadi lima tahap. 3. Kesadaran (awareness). dan pembagian saja. Masingmasing teknologi tersebut memperlihatkan Demand-technology Life Cycle (DtLC). . yaitu: 1. Penilaian (evaluation). Dalam suatu DtLC tertentu akan terlihat berbagai bentuk produk yang secara silih berganti memenuhi kebutuhan tertentu pada suatu saat. Kemudian berkembang dengan ukuran yang lebih kecil dengan fungsi perhitungan matematika yang lebih banyak dan kompleks dan akhirnya berkembang dengan kalkulator semi komputer. di mana siklus ini juga memiliki tahap-tahap seperti DLcC. Maturity. dan akhirnya komputer. Suatu kebutuhan pada suatu saat akan dipenuhi oleh teknologi tertentu. kalkulator. yang melalui tahap-tahap Emergence. Kalkulator misalnya. mulanya berukuran agak besar dengan fungsi penjumlahan. Perubahanperubahan inilah yang menunjukkan adanya masa timbul dan tenggelamnya suatu produk dan yang kemudian menimbulkan konsep PLC. Accelerating growth. Kebutuhan ini berkembang sepanjang waktu sesuai dengan berkembangnya kegiatan perdagangan. Decelerating growth. yaitu konsumen terdorong untuk mencari informasi mengenai produk baru tersebut. Proses ini biasanya memerlukan waktu. Masyarakat umumnya mengetahui keberadaan suatu produk baru setelah produk tersebut ada di pasar selama beberapa waktu. Setiap teknologi baru biasanya akan dapat memenuhi kebutuhan dengan lebih baik. tetapi tidak mempunyai informasi mengenai produk tersebut. yaitu konsumen mengetahui tentang adanya produk baru. kemudian untuk memuaskan kebutuhan tersebut diciptakanlah kalkulator dan komputer. 2. manusia mempunyai kebutuhan akan alat bantu hitung. pengurangan. dan kemudian mereka menerimanya secara bertahap. Perhatian (interest). yaitu konsumen mempertimbangk an dan menilai untung ruginya mencoba produk baru tersebut. Kebutuhan akan alat bantu hitung pertama dipenuhi dengan alat sederhana seperti simpoa. dan Decline.

yaitu penyebaran ide baru sejak pengenalannya sampai penerimaan secara umum. Early Majority. Bila ternyata produk tersebut memuaskan kebutuhan. . merupakan cara yang lebih kompleks untuk menunjukkan tingkat pertumbuhan karena sebagian orang dapat memahami tingkat pertumbuhan yang negatif.4. Late Majority. tertarik. * Rate of Change of Market Volume. Identifikasi tahapan PLC ini dapat ditentukan dengan kombinasi tiga faktor yang menunjukkan ciri status produk dan membandingkan hasilnya dengan pola yang umum. Kemudian laju pertumbuhan mulai menurun pada saat jumlah pembeli baru yang potensial menyusut. lebih banyak pembeli lagi masuk ke pasar (Early majority). bentuk produk baru. untuk memperkirakan kegunaannya. 5. Bila produk baru mulai diluncurkan. Teori Adopsi ini memberikan implikasi yang jelas pada konsep PLC. Namun akhirnya akan tiba waktunya penjualan menjadi menurun karena munculnya kelompok produk baru. perusahaan harus berusaha mempengaruhi konsumen agar berminat. Proses ini memerlukan waktu yang panjang. atau merek baru yang mulai menyita perhatian konsumen dari produk yang sedang beredar. Pengukuran Siklus Hidup Produk Bila PLC dianggap sebagai nilai strategik bagi suatu perusahaan. Adopsi. Pencobaan (trial). * Market Volume. sejumlah pembeli lainnya akan membeli juga (Early adopter). dan Laggard. maka manajernya harus dapat menentukan di mana posisi PLC produknya pada saat ini. Teori adopsi kemudian memberikan pengertian yang lebih jauh tentang PLC dengan penjelasannya tentang proses difusi. Masuknya pesaing semakin mempercepat proses adopsi Pada tahap berikutnya. yaitu konsumen memutuskan untuk menggunakan produk baru tersebut secara teratur. mencoba. dan akhirnya membeli. Rogers mengklasifikasikan pengadopsi inovasi menjadi lima kategori yaitu Innovator. Tahap PLC suatu produk dapat ditentukan dengan mengidentifikasi statusnya pada 3 kurva. Dengan penjelasan ini kiranya jelas pengertian daur hidup produk bila dihubungkan dengan proses normal dari proses difusi dan adopsi produk baru. Penjualan menjadi mantap disebabkan oleh stabilnya tingkat pembelian ulang. Pada tahap perkenalan biasanya hanya beberapa orang saja yang membeli. ditunjukkan dalam unit untuk menghindari distorsi akibat perubahan harga. Early Adopter. yaitu konsumen mencoba produk baru secara kecil-kecilan.

persaingan yang masih relatif kecil. bukan pada merek produk. Kesuksesan dalam memanajemeni PLC suatu produk membutuhkan perencanaan dan pemahaman yang cermat dan mendalam mengenai karakteristik berbagai titik dalam kurva-kurva ini. volume pasar berkembang lambat (karena tingginya market resistance). tetapi sebagian besar model tersebut mengalami kesulitan dalam memproyeksikan tahap decline. Strategi Pemasaran Dalam Tahapan Siklus Hidup Produk Secara Umum Dalam setiap tahap PLC diperlukan strategi-strategi tersendiri. Tahap Pengenalan – Introduction Tahap pertama dalam PLC adalah tahap perkenalan.10. Namun para manajer pemasaran dapat menggunakan berbagai indikator guna memproyeksikan kapan suatu produk memasuki tahap maturity. serta distribusi yang masih terbatas. tingkat konsumsi para pemakai saat ini. overcapacity dalam industri. Ciri-ciri umum tahap ini adalah penjualan yang masih rendah.* Profit/Loss. dan untuk menutup biaya riset dan pengembangan serta biaya promosi). Produk baru juga biasanya . Penentuan kapan suatu produk beralih dari suatu tahap ke tahap berikutnya sangat sulit. biaya produksi dan pemasaran sangat tinggi. dan perubahan-perubahan model. Untuk itu diperlukan kemampuan khusus dari seorang manajer untuk dapat menciptakan dan menerapkan bauran pemasaran yang tepat pada saat yang tepat. sementara penjualan masih rendah. Indikator tersebut meliputi proporsi new triers suatu produk versus replacement sales. secara efisien. Oleh karena harga produk baru biasanya tinggi (karena belum diproduksi secara massal. maka konsumen seperti inilah yang dituju oleh produsen. masih banyak dilakukan modifikasi produk dalam pengujian dan pengembangannya (karena problem yang timbul tidak seperti yang diramalkan dan mungkin pula disebabkan pemahaman yang keliru tentang pasar). penurunan laba. kinerja replacement products. Karakteristik tersebut dapat diringkaskan dalam tabel 6. Laba masih sangat rendah (bahkan merugi) karena besarnya biaya pemasaran (terutama promosi) dan biaya lainnya. Pada tahap ini promosi difokuskan pada usaha membangun permintaan awal (primary demand) yaitu permintaan pada kelas produk (product class). peningkatan elastisitas harga. yaitu konsumen yang mempunyai dana berlebih dan mencari produk yang benar-benar diinginkannya. Banyak ahli yang telah mengembangkan model-model untuk memproyeksikan tahap growth dan maturity suatu produk baru dengan dasar data uji pasar. tingkat kegagalan relatif tinggi. menggambarkan perbedaan antara pendapatan total dan biaya total pada setiap titik waktu. Permintaan dalam tahap ini datang dari core market.

sebagian besar . Dengan demikian. menetapkan harga yang rendah untuk memperoleh penerimaan pasar yang cepat. Untuk kepentingan ini produk biasanya didesain dengan model yang terbatas guna menghindari terjadinya kebingungan pada calon pembeli dan memudahkan mereka mengenal ciri produk dengan cepat. Untuk penetapan harga ada dua strategi yang dapat diterapkan. serta dengan melakukan promosi yang gencar untuk meyakinkan konsumen tentang kualitas produk walau harganya mahal. Rapid Skimming Strategy Strategi ini dilaksanakan dengan jalan menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin. dan publisitas merupakan cara-cara komunikasi yang banyak ditempuh pada tahap ini. di mana periklanan yang digunakan adalah jenis informing. Cara ini biasanya dipakai untuk mempercepat laju penerobosan pasar. konsumen bersedia membayar pada harga berapa pun. sedangkan shopping dan specialty product lebih banyak memerlukan educational advertising dan personal selling kepada konsumen akhir. Kegiatan promosi terutama diarahkan untuk membangun kesadaran. Slow Skimming Strategy Strategi dijalankan dengan menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin dan promosi yang rendah agar biaya pemasaran tidak terlalu tinggi. pemberian sampel dan kupon. Di sini kualitas produk tersebut akan menentukan pembelian ulang. dengan menetapkan harga tinggi untuk dapat menutup biaya dengan cepat dan membuat barrier to entry bagi produsen lain. Strategi ini akan berhasil jika sebagian besar pasar belum mengetahui keberadaan produk. Strategi yang umum pada tahap ini adalah mengkombinasi penetapan harga dan kegiatan promosi. kupon dan voucher. yaitu : 1. Kedua. dan perusahaan menghadapi pesaing potensial serta ingin membangun preferensi pada mereknya. biaya promosi menjadi sangat tinggi karena selain ditujukan untuk menginformasikan konsumen akhir tentang keberadaan produk. Atau dengan kata lain adalah menciptakan primary demand (permintaan untuk produk baru). Personal selling yang ekstensif kepada distributor. Diskon harga biasanya dipakai untuk memperoleh outlet distribusi. Strategi ini akan berhasil jika besarnya pasar terbatas. 2. juga untuk menarik minat distributor. Umumnya convenience product sangat membutuhkan sampel. Pertama. Strategi ini ada empat bentuk. Strategi pemasaran pada tahap ini ditujukan untuk membangun kesadaran akan produk secara meluas dan mendorong konsumen untuk mencoba.menimbulkan masalah distribusi. karena seringkali wholesaler dan retailer tidak bersedia menanggung risiko untuk menjual produk baru.

. Rapid Growth Tahap rapid growth ini ditandai dengan melonjaknya tingkat penjualan perusahaan dengan cepat karena produk telah diterima dan diminta oleh pasar. Rapid Penetration Strategy Strategi ini dilakukan dengan menetapkan harga yang rendah dan promosi yang agresif. konsumen peka terhadap harga. konsumen mau membeli dengan harga tinggi. yaitu rapid growth dan slow growth. dan pesaing potensial belum muncul. Tahap ini sendiri dapat dibedakan menjadi dua kelompok. Tahap Pertumbuhan Bila suatu produk telah melewati tahap perkenalan dengan baik. maka selanjutnya akan memasuki tahap pertumbuhan. usaha-usaha edukasional yang dibutuhkan. Tujuan dari strategi ini adalah untuk memperoleh penerimaan pasar yang cepat dan memperoleh pangsa pasar yang besar. Keberhasilan strategi ini biasanya harus didukung dengan pasar yang sangat luas. dan terdapat indikasi persaingan potensial yang besar. Lamanya tahap pengenalan ini sangat ditentukan oleh karakteristik produk seperti differential advantage dibandingkan produk produk lain yang eksis di pasar. Tidak semua produk baru dapat mencapai tahap ini. Demikian pula halnya dengan ketidakpastian terhadap produk baru tersebut diharapkan dapat ditekan. Strategi ini akan berhasil jika pasar sangat luas. kadar sifat/corak baru suatu produk (degree of newness). Slow Penetration Strategy Strategi ini dijalankan dengan menetapkan harga yang rendah untuk memperoleh penerimaan yang besar dari konsumen dan promosi yang rendah agar biaya pemasaran tidak membengkak. Biasanya yang diharapkan adalah periode pengenalan yang singkat. 3. dan persaingan potensial sangat rendah. konsumen belum mengetahui keberadaan produk. 4. bahkan tidak sedikit produk baru yang gagal di tahap awal. konsumen mengetahui keberadaan produk.konsumen mengetahui keberadaan produk. sesuai dengan kebutuhan konsumen. konsumen sangat peka terhadap harga. dan komitmen sumber daya pihak manajemen terhadap item/aspek baru tersebut. Namun jika produk baru itu berhasil. sehingga pengaruh negatif terhadap penerimaan dan aliran kas dapat dikurangi.

maka keadaan ini akan menarik pesaing untuk memasuki industri tersebut dengan produk tiruan. Laba akan semakin sulit diperoleh perusahaan dan penyalur karena persaingan harga akan cenderung menyebabkan penurunan harga. penambahan saluran distribusi baru. lini harga juga digunakan untuk memuaskan selera berbagai segmen. dan pengurangan harga untuk merebut konsumen baru. selective demand stimulation. Pada umumnya dilakukan usaha modifikasi produk dengan menyempurnakan model (style improvement) guna memantapkan posisi produknya di pasar. Pada tahap ini outlet akan mudah didapat oleh perusahaan karena banyak retailer yang tertarik dengan keuntungan dari kesuksesan produk baru ini. Sedangkan untuk distribusi. karena produk perusahaan telah digunakan oleh mayoritas konsumen. Sebagian besar pasar telah dijangkau. Pemasar juga harus terus mengumpulkan informasi tentang kegiatan persaingan dan mencari segmen pasar baru karena peluang di pasar yang ada sudah mulai berkurang dengan semakin banyaknya pesaing yang muncul. Di samping itu biaya promosi juga dibebankan pada volume yang lebih besar. Mutu produk ditingkatkan dan lini produk diperluas untuk menarik segmen pasar baru. Semakin kuat intensitasnya. Strategi pemasaran pada tahap ini ditujukan terutama untuk membangun pasar yang kuat dan mengkhususkan distribusi. Namun situasi ini juga dipengaruhi oleh intensitas persaingan. Selain lini produk. penyesuaian produk seringkali dilakukan pertama kali di tahap ini Seiring dengan meningkatnya penjualan. sehingga penambahan retailer akan menjadi kebutuhan perusahaan. akan semakin banyak outlet yang diperlukan. mulai dari harga rendah sampai dengan harga premi. Situasi ini akan menyebabkan perusahaan mulai memperbarui produknya agar dapat mempertahankan penjualannya. Bentuk-bentuk strategi yang dapat dilakukan pada tahap ini antara lain meliputi penyempurnaan produk (penambahan karakteristik atau sifat tertentu dan pembuatan model baru). Pesaing semakin banyak yang keluar dari pasar disebabkan oleh semakin berkurangnya keuntungan/daya tarik industri. . Sementara itu promosi ditekankan untuk membangun preferensi merek (selective demand). Slow Growth Pada tahap ini penjualan masih meningkat. Periklanan dititikberatkan pada media massa untuk memaksimumkan jangkauan penginformasian produk. namun dengan pertumbuhan yang semakin menurun. pengembangan segmen pasar baru. maka para retailer tidak akan mampu menangani setiap lini produk yang ditawarkan kepada mereka. laba juga meningkat karena biaya produk menjadi murah akibat efisiensi produksi dan kurva pengalaman (learning curve). Oleh karena itu.

yaitu pertumbuhan penjualan mulai berkurang yang disebabkan oleh dewasanya distribusi. karena itu sebagian besar strategi pemasaran ditujukan untuk produk-produk dalam tahap ini. Selain untuk rnempertahankan konsumen agar tetap membeli. Di samping itu usaha untuk memberikan pelayanan purna beli (servis dan suku cadang) juga semakin meningkat.Strategi pemasaran pada tahap ini sebagian besar difokuskan untuk memperkuat dan mempertahankan posisi pasar serta membangun kesetiaan konsumen dan penyalui. sehingga untuk masingmasing segmen diperlukan promosi yang berbeda dengan lainnya. Harga akan semakin turun. penjualan menjadi mendatar yang disebabkan oleh jenuhnya pasar. stable maturity. alasan harga kini menjadi alat untuk bersaing karena pasar sudah jenuh dan tidak tertarik lagi dengan promosi perusahaan. Penyalur menjadi semakin penting karena produk yang selalu tersedia pada tingkat eceran akan dapat memberikan penghasilan secara teratur. dan berbagai upaya dilakukan untuk . mencari peluang di pasar baru. Hal ini kemudian menyebabkan persaingan menjadi sangat ketat dan intensif. Pasar semakin tersegmentasi. Normalnya tahap ini merupakan tahap terlama dalam PLC. Harga menjadi alat persaingan. Pada tingkat ketiga. Strategi pemasaran kreatif yang digunakan untuk memperpanjang daur hidup suatu produk disebut innovative maturity. Para pesaing akan lebih sering menurunkan harga. juga disebabkan oleh lini produk perusahaan yang menyusut karena produsen dan penyalur menghilangkan item yang prestasinya jelek. Sebagian besar produk yang ada saat ini berada dalam tahap ini. penjualan mulai menurun dan konsumen mulai bergerak ke produk tain atau produk substitusi. Dalam tingkat kedua. Jumlah produk di pasar juga berkurang. selain akibat semakin terdesaknya produk tiruan yang gagal. Tingkat pertama disebut growth maturity. Intelijen pemasaran mulai memfokuskan pada peningkatan produk. Sebagian konsumen potensial telah mencoba produk baru yang ditawarkan perusahaan. penjualan tukar tambah mulai mendominasi. Tahap Kedewasaan – Maturity Tahap ini ditandai dengan tercapainya titik tertinggi dalam penjualan perusahaan. memberikan diskon besar-besaran ataupun mengobral produknya. Tidak ada lagi saluran distribusi baru yang bisa ditambah. Penjualan dalam tahap ini sangat sensitif terhadap perubahan perekonomian. Dengan demikian promosi akan bergeser dari konsumen ke penyalur. decaying maturity. Umumnya tahap ini terdiri dari tiga tingkatan. Menurunnya laju pertumbuhan penjualan mengakibatkan kelebihan kapasitas dalam industri. Hal ini disebabkan pada tahap ini pemenuhan inti kebutuhan oleh produk yang bersangkutan tetap ada. Dengan semakin banyaknya pesaing yang keluar dari pasar maka intensitas persaingan menjadi berkurang. serta perbaikan dan penyegaran tema promosi.

Bentuk lain dari strategi ofensif adalah modifikasi produk. Strategi yang kedua adalah offensive strategy. Keuntungan yang diperoleh pun tidak banyak. dan merebut konsumen pesaing. maka penentuan harga menjadi bentuk lain dari promosi. Bentuk strategi ini adalah berupa modifikasi bauran pemasaran untuk memperoleh tambahan penjualan. dan melakukan penjualan tukar tambah untuk produk yang lama. dengan cara menawarkan manfaat baru dari suatu produk kepada konsumen sekarang untuk mendorong pembelian yang lebih banyak dan . Pada tahap ini tidak ada celah lagi yang bisa dimasuki pendatang baru. Ada dua strategi utama yang dapat diterapkan pada tahap kedewasaan. Distribusi fisik menjadi semakin kompleks dan mahal. yang bertujuan untuk mempertahankan pangsa pasar dari pesaing dan menjaga kelompok produk (product category) dari serangan produk substitusi. dan distribusi massal. Faktor ini mendorong usaha promosi diubah dari periklanan ke personal selling dan sales promotion yang ditujukan kepada distributor. Meskipun merupakan alternatif strategi yang baik pada tahap kedewasaan.mengikat pembeli dan penyalur. yaitu mengubah karakteristik produk sedemikian rupa sehingga semakin menarik konsumen saat ini untuk membeli. Pesaing yang lemah akan tersingkir dari pasar. terutama jika yang dilakukan adalah potongan harga. mempunyai suku cadang yang cukup untuk reparasi produk sekarang. karena promosi berkurang keefektifannya. Semuanya ini akhirnya menyebabkan semakin menyusutnya laba. Yang pertama adalah defensive strategy. yang lebih menitikberatkan pada usaha perubahan untuk mencapai tingkat yang lebih baik. Distributor memainkan peranan penting untuk strategi ini. Bentuk strategi ini dapat berupa modifikasi pasar. yaitu dengan menggaet kelompok bukan pemakai (non-user). penekanannya akan lebih cenderung lebih berat pada distributor. mengintensifkan penawaran produk kepada non-user. dan secara berangsur-angsur industri hanya akan terdiri dari perusahaan yang mapan. Di samping itu. sebab tingkat penjualan yang mereka peroleh dipengaruhi oleh usaha promosi perusahaan untuk mendorong distributor tetap setia pada perusahaan. Strategi bertahan ini lebih menitikberatkan pada penekanan/pengurangan biaya produksi dan menghilangkan kelemahan produk. Jumlah outlet yang menjual produk perusahaan juga bervariasi sehingga akan memakan waktu dan biaya untuk memastikan bahwa tiap outlet telah memiliki produk terbaru perusahaan. Walaupun usaha promosi ditujukan untuk mempertahankan kesetiaan produk pada konsumen dan distributor. Dana riset dan pengembangan ditambah untuk menemukan produk baru. karena setiap tindakan yang dilakukan perusahaan akan mendapat reaksi dari pesaing. strategi ini mempunyai kelemahan pokok yaitu sangat mudah ditiru pesaing. peningkatan aktivitas pelayanan. Produk sangat banyak tersedia di pasar.

dan kinerja produk. * Strategi perbaikan ciri (feature improvement). Kebaikan dari strategi ini adalah meningkatkan image perusahaan sebagai pemimpin pasar yang progresif. kecepatan. konsumen peka terhadap mutu produk. Keuntungan dari strategi ini adalah terciptanya identitas yang khas di pasar serta kesetiaan konsumen pada merek. dan sebagainya. memberikan publisitas cuma-cuma bagi perusahaan. misalnya daya tahan. bertujuan untuk meningkatkan kemampuan produk. dapat merebut kesetiaan segmen pasar tertentu.pemakaian yang lebih sering (usaha seperti ini sering disebut dengan product relaunching). produk substitusi diterima konsumen (baik dan dalam negeri maupun dan luar negeri). dan perubahan teknologi. kemasan. Namun strategi ini juga mempunyai masalah selain keuntungan di atas. yaitu sulit mengetahui kelompok orang yang menyukai model baru dan biasanya model baru menghilangkan model lama yang sudah diterima (style loyalty) sehingga perusahaan dapat menghadapi risiko kehilangan konsumen yang terlanjur menyukai model lama. bahan pelengkap. dan lain-lain. Namun kelemahan terbesar dari strategi ini adalah mudah ditiru. Semuanya ini mengakibatkan menghebatnya persaingan harga. dan laba perusahaan menghilang. Penurunan penjualan ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti perubahan selera pasar. Tahap Penurunan – Decline Penjualan perusahaan yang semakin bergerak ke arah penurunan merupakan gejala tahap decline dalam PLC. yaitu: * Strategi perbaikan mutu. warna. * Strategi perbaikan model. Alternatif yang digunakan ada beberapa cara. mendorong antusiasme pada wiraniaga dan distributor. kelebihan kapasitas. Strategi ini efektif jika mutu produk memang masih bisa ditingkatkan. Perusahaan akan mengeksploitasi produknya sebelum memutuskan untuk menghapusnya dan jajaran lini produk yang ditawarkan. bertujuan untuk menambah daya tarik estetika produk seperti model. terlebih lagi apabila perubahan tersebut tidak memberikan manfaat yang permanen. Namun produk yang memasuki . berat. bertujuan untuk menambahkan ciri-ciri baru pada produk seperti ukuran. dan konsumen percaya bahwa mutu yang lebih tinggi akan memberikan manfaat yang lebih tinggi. bahan pokok baru. serta perubahan tersebut dapat dilakukan dengan fleksibel tanpa tambahan biaya.

tahap decline bukan berarti sudah tidak menguntungkan lagi. . atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Ada kemungkinan justru menguntungkan bagi perusahaan yang masih bertahan di pasar. tetapi menambah investasi untuk kelompok kecil konsumen yang masih setia dan menguntungkan. Namun perlu diperhatikan bahwa pilihan alternatif haruslah didasarkan pada kekuatan dan kelemahan perusahaan serta daya tarik industri bagi perusahaan. Produk memiliki 5 tingkatan/level yang terdiri dari produk utama/inti (core benefit). produk pelengkap (augmented product). jasa. konsep produk total meliputi barang. kemasan. karena dapat memanfaatkan sisa-sisa konsurnen yang sudah ditinggalkan pesaing. tempat. * Tetap pada tingkat investasi perusahaan saat ini sampai ketidakpastian industri dapat diatasi. Alternatif-alternatif tersebut di antaranya adalah : * Menambah investasi agar dapat mendominasi atau menempati posisi persaingan yang baik. merek. produk family. dan jaminan. * Meninggalkan bisnis tersebut dan menjual aset perusahaan. digunakan. * Mengubah produk atau mencari penggunaan/manfaat baru pada produk. Sejumlah alternatif dapat dilakukan pada tahap akhir PLC ini. Pada tahap ini produk hanya akan memenuhi kebutuhan pasar inti. orang atau pribadi. pelayanan. * Mengurangi investasi perusahaan secara selektif dengan cara meninggalkan konsumen yang kurang menguntungkan. organisasi. produk bisa berupa manfaat tangible maupun intangible yang dapat memuaskan pelanggan. Berikut ini adalah kesimpulannya: Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan. * Mencari pasar baru. produk juga memiliki suatu hirarki yang meliputi need family. produk generik. Secara lebih rinci. diminta. Selain tingkatan/level. dan ide. dicari. * Harvesting strategy untuk mewujudkan pengembalian uang tunai dengan cepat. harapan (expected product). dibeli. label. Jadi. Produk yang ditawarkan tersebut meliputi barang fisik. sehingga konsumen cenderung spesialis. dan produk potensial.

Struktur kategori barang memiliki 2 fungsi penting dalam struktur kategori barang. produk umumnya juga diklasifikasikan berdasarkan siapa konsumennya dan untuk apa produk tersebut dikonsumsi. penetapan sub-kategori. yaitu: barang yang terdiri dari barang tidak tahan lama dan barang tahan lama. untuk memberikan kemudahan dalam penggunaan (operating). merek (brand). dan supplies and services. dan grade label. Tujuan dari merek adalah sebagai identitas. produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama. dan barang industri (industrial’s goods) yang meliputi materials and parts. kemasan. baik itu jasa sebagai produk inti (jasa murni) maupun jasa sebagai pelengkap.kelas produk (product class). shopping goods. untuk membina citra. Berdasarkan berwujud tidaknya. atau bisa pula merupakan etiket (tanda pengenal) yang dicantelkan pada produk. pertimbangan pendekatan kegunaan antar kategori atau sub-kategori dalam pengelompokan maupun dalam pemajangan dan pertimbangan kecenderungan intensitas konsumsi. dan sebagainya. Suatu produk apapun tidak terlepas dari unsur jasa atau layanan. lini produk (product line). informasi (labelling). dan sebagai cermin inovasi produk. capital items. pelayanan. billing. Sedangkan dalam penggunaan kemasan mempunyai tujuan: sebagai pelindung isi (protection). dan item. sebagai identitas (image) produk. Atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. hospitality. alat promosi. Layanan pelengkapan terdiri dari informasi. memberikan daya tarik (promotion). Jasa merupakan setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya . jaminan (garansi). caretaking. dan pembayaran. Struktur kategori barang merupakan susunan kerangka hirarkis pengelompokan kategori barang yang tersusun atas kelompok kategori terbesar sampai dengan kelompok terkecil. Secara garis besar terdapat tiga macam label. bermanfaat dalam pemakaian ulang (reusable). order taking. tipe produk (product type). konsultasi. Klasifikasi produk bisa dilakukan atas berbagai macam sudut pandang. dan untuk mengendalikan pasar. exceptions. descriptive label. Selain berdasarkan daya tahannya. distribusi (shipping). produk dapat dibedakan menjadi barang konsumen (consumer’s goods) yang meliputi convenience goods. Atribut produk meliputi merek. dan jasa. Berdasarkan kriteria ini. Sebuah label bisa merupakan bagian dari kemasan. yaitu klasifikasi dan identifikasi. Tahapan dalam menentukan batasan kategori barang meliputi penetapan kategori berdasarkan informasi dari manufaktur. yaitu: brand label. specialty goods. dan unsought goods.

dan decline. yaitu penyebaran ide baru sejak pengenalannya sampai penerimaan secara umum. dan mengelola produktivitas. menjadwalkan aktivitas downtime selama periode permintaan rendah. Terdapat lima tahap dalam proses adopsi konsumen. Dalam setiap momen tertentu. dan perishability. Early Majority.id/translate?hl=id&langpair=en| id&u=http://www. maturity. yaitu intangibility. inseparability. yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat suatu produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar. Late Majority. melakukan pelatihan silang (cross-training) terhadap karyawan. strategi pemasaran jasa berkaitan dengan tiga hal berikut melakukan diferensiasi kompetitif. dan adopsi. perhatian (interest). yaitu: kesadaran (awareness). mengelola kualitas jasa. dan meningkatkan partisipasi para pelanggan. Jasa dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria. growth.co.com/marketing/product/lifecycle/ . dan kapasitas berlebihan. Ada dua pendekatan pokok untuk mengatasi masalah fluktuasi permintaan. http://www. permintaan dan penawaran seimbang pada tingkat kapasitas optimum. jasa berkapasitas tetap akan menghadapi salah satu dari empat kondisi yang terdiri dari permintaan berlebihan. Teori adopsi kemudian memberikan pengertian yang lebih jauh tentang PLC dengan penjelasannya tentang proses difusi.smakristencilacap. dan berdasarkan metode penyampaian jasa.bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Rogers mengklasifikasikan pengadopsi inovasi menjadi lima kategori yaitu Innovator. Product Life Cycle (PLC). menyewa atau berbagi fasilitas dan peralatan tambahan. penilaian (evaluation). variability. yaitu menyesuaikan tingkat kapasitas untuk memenuhi variasi permintaan dan mengelola tingkat permintaan. yaitu berdasarkan sifat tindakan jasa. berdasarkan tingkat customization dan judgment dalam penyampaian jasa. Jasa memiliki karakteristik tersendiri yang membedakan dengan barang. berdasarkan sifat permintaan dan penawaran jasa. pencobaan (trial). dan Laggard.netmba. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan perusahaan jasa untuk menyesuaikan kapasitasnya dengan tingkat permintaan yang berfluktuasi adalah menggunakan karyawan paruh waktu.google. berdasarkan hubungan dengan pelanggan. permintaan melampaui kapasitas optimum. Secara garis besar. Terdapat empat tahap dalam PLC yaitu introduction.com/arti-pemasaran-dan-manajemen-pemasaran/siklus-hidupproduk-product-life-cycle/ http://translate. Early Adopter.

quickmba.http://translate.co.org/wiki/Product_life_cycle_management_(marketing) .wikipedia.co.id/translate?hl=id&langpair=en| id&u=http://www.id/translate?hl=id&langpair=en| id&u=http://en.google.com/marketing/product/lifecycle/ http://translate.google.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->