SIKLUS HIDUP PRODUK Sepanjang umur suatu produk, perusahaan biasanya memformulasikan kembali strategi pemasarannya beberapa kali

. Tidak hanya kondisi ekonomi berubah, dan pesaing melancarkan serangan baru namun, tambahan lagi produk itu melewati tahap baru dari minat dan persyaratan pembeli. Kosekuensinya, perusahaan harus merencanakan strategi pengganti yang tepat untuk tiap tahap dalam siklus hidup produk tersebut. Perusahaan berharap memperpanjang umur dan profitabilitas produk walaupun tahu bahwa produk tersebut tidak akan bertahan selamanya. PLC (Product life Cycle) atau siklus hidup produk merupakan konsep penting dalam pemasaran yang memberikan pemahaman tentang dinamika suatu produk yang kompetitif. Siklus hidup produk menggambarkan tahap-tahap yang berbeda dalam sejarah penjualan suatu produk. Tahap-tahap ini berhubungan dengan kesempatan dan masalah yang berbeda mengenai strategi pemasaran dan laba potensial. Dengan mengidentifikasitahap-tahap yang berbeda dengan tantangan yang berbeda tahap suatu produk berada, atau tahap yang akan dicapai , perusahaan dapat memformulasikan encana pemasaran dengan lebih baik. Mengatakan suatu produk memiliki siklus hidup adalah menegaskan empat hal : 1. Produk memiliki umur terbatas 2. Penjualan produk melewati tahap-tahap yang berbeda, dengan tantangan yang berbeda bagi penjual. 3. Laba naik turun pada tahap yang berbeda dalam siklus hidup produk 4. Produk membutuhkan strategi pemasaran, keuangan, produksi, pembelian dan personel yang berbeda dalam tiap tahap siklus hidup mereka. Tahap-tahap siklus produk : 1) Perkenalan : Suatu periode pertumbuhan penjualan yang lambat saat produk itu diperkenalkan ke pasar. Pada tahap ini tidak ada laba karena banyaknya biaya-biaya untuk memperkenalkan produk. 2) Pertumbuhan : Suatu periode penerimaan pasar yang cepat dan peningkatan laba yang mengesankan.

3) Kemapanan : Suatu periode penurunan dalam pertumbuhan penjualan karena produk itu telah mencapai penerimaan sebagian besar pembeli potensial. Laba stabil atau menurun karena peningkatan pengeluaran persaingan. 4) Kemunduran : Periode saat penjualan menunjukkan arah menurun dan laba menipis. Menandakan dimana tiap tahap awal dan berakhir bersifat Arbitrer. Biasanya tahap-tahap ini ditandai dimana kecepatan pertumbuhan penjualan atau penurunannya menjadi nyata. pemasaran untuk mempertahankan produk dalam

Sumber : Manajemen pemasaran di indonesia Oleh : Kotler, A.B Susanto http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=4&ved=0CCgQFjAD&url=http%3A%2F %2Frepository.binus.ac.id%2Fcontent%2FD0294%2FD029418871.doc&rct=j&q=siklus%20hidup %20produk&ei=clXzTPmcHc_XccjZhbMK&usg=AFQjCNEjsw1stvZehFHygBodNWoVnX17w&cad=rja

yaituintroduction. growth. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari introduction (pioneering). Tahap kedewasaan (maturity) Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. pada tahap ini. maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap. slow growth (turbulance). Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk. maturity dan decline. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan. rapid growth (market acceptance). maturity (saturation). Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah. laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Tahap perkenalan (introduction). Seperti halnya dengan manusia. Tahap pertumbuhan (growth). 3. maturity. Persaingan . barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Dalam tahap ini. yaitu : 1. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. dan decline (obsolescence). penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya. 2. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan. Menurut Basu Swastha (1984:127-132).Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya. suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar . biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. decline dan termination. Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap. Dalam tahap pertumbuhan ini. growth.

Dalam tahap ini. Pada tahap kedewasaan ini. Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih efisien. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun. Strategi Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) Bila Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) dianggap sebagai nilai strategik bagi suatu perusahaan. barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. b. 4. Tahap Perkenalan (Introduction) a. Tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk dapat ditentukan dengan mengidentifikasikan statusnya dalam market volume. maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas' Altematifalternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain: a. Menghilangkan ukuran. usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada.Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru.harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Identifikasi tahapan Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini dapat ditentukan dengan kombinasi tiga faktor yang menunjukan ciri status produk dan membandingkan hasilnya dengan pola yang umum. Perusahaan berusaha . maka manajernya harus dapat menentukan dimana posisi Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) produknya. Meninggalkan sama sekali barang tersebut. e. Tahap kemunduran (decline) Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya). c. warna. Dalam keempat tahap dari analisa Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini memiliki beberapa strategi (Kotler 1997) yaitu : 1. rate of change of market volume. d. dan model yang kurang baik. Strategi peluncuran cepat (rapid skimming strategy) Peluncuran produk baru pada harga tinggi dengan tingkat promosi yang tinggi.

Strategi penetrasi lambat (slow penetration strategy) Merupakan peluncuran produk baru dengan tingkat promosi rendah dan harga rendah. Tahap Kedewasaan (Maturity) a. d. Strategi ini menjanjikan penetrasi pasar yang paling cepat dan pangsa pasar yang paling besar. Menggunakan strategi peningkatan keistimewaan (feature improvement) yaitu bertujuan .menetapkan harga tinggi untuk memperoleh keuntungan yang mana akan digunakan untuk menutup biaya pengeluaran dari pemasaran. Perusahaan menurunkan harga untuk menarik pembeli yang sensitif terhadap harga dilapisan berikutnya. Strategi peluncuran lambat (slow skimming strategy) Merupakan peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Memodifikasi pasar dimana perusahaan berusaha untuk memperluas pasar untuk merek yang mapan. Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi yang baru. Perusahaan meninggalkan produk mereka yang kurang kuat dan lebih berkonsentrasi sumber daya pada produk yang lebih menguntungkan dan pada produk baru. d. Strategi penetrasi cepat (rapid penetration strategy) Merupakan peluncuran produk pada harga yang rendah dengan biaya promosi yang besar. b. Meningkatkan kualitas produk serta menambahkan keistimewaan produk baru dan gaya yang lebih baik. 3. b. Perusahaan mencoba menarik konsumen yang merupakan pemakai produknya. e. b. Perusahaan menambahkan model – model baru dan produk – produk penyerta (yaitu. produk dengan berbagai ukuran. Harga tinggi untuk memperoleh keuntungan sedangkan sedikit promosi untuk menekan biaya pemasaran. d. Perusahaan memasuki segmen pasar baru. Tahap Pertumbuhan (Growth) Selama tahap pertumbuhan perusahaan menggunakan beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat selama mungkin dengan cara: a. dan sebagainya yang melindungi produk utama) c. rasa. c. c. 2. Perusahaan beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product awareness advertising) ke iklan yang membuat orang memilih produk (product preference advertising) f. Harga rendah ini dapat mendorong penerimaan produk yang cepat dan biaya promosi yang rendah.

Mencari pasar baru d. kemasan dan lain – lain. Strategi perbaikan model yang bertujuan untuk menambah daya tarik estetika produk seperti model. kecepetan. Manambah investasi agar dapat mendominasi atau menempati posisi persaingan yang baik.blogspot. h.html . Meninggalkan bisnis tersebut dan menjual aset perusahaan http://jurnal-sdm. f. Mengurangi investasi perusahaan secara selesktif dengan cara meninggalkan konsumen yang kurang menguntungkan. warna.menambah keistimewaan baru yang memperluas keanekagunaan. Strategi defensif dimana perusahaan untuk mempertahankan pasar yang mana hasil dari strategi ini akan memodifikasi bauran pemasaran. Tetap pada tingkat investasi perusahaan saat ini sampai ketidakpastian dalam industri dapat diatasi e. dan kinerja produk. 4. Tahap Penurunan (Decline) a. strategi ini dapat memperbaharui pertumbuhan pada saat produk masuk dalam kematangan. f. Menggunakan take-off strategy yang mana marupakan salah satu strategi yang digunakan untuk mencapai fase penerimaan konsumen baru. b.com/2010/01/siklus-hidup-produk-product-life-cycle_28. misalnya daya tahan. Strategi peningkatkan mutu yang bertujuan meningkatkan kemampuan produk. keamanan atau kenyaman produk. Mengubah produk atau mencari penggunaan/manfaat baru pada produk c. Harvesting strategy untuk mewujudkan pengembalian uang tunai secara cepat g. e. g.

atau yang akan dituju. decline dan termination. Ada berbagai pendapat mengenai tahap-tahap yang ada dalam PLC suatu produk. Meskipun demikian. yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat suatu produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar. 1988) yang menyatakan bahwa produk dan merek individual tidak memiliki PLC. Di samping itu. maturity (saturation). dan decline. dan decline (obsolescence). pihak manajemen dapat merumuskan rencana dan strategi pemasaran yang tepat. tetapi juga meliputi product line life cycle. Argumen yang dikemukakannya adalah bahwa produk dan merek individual dapat diperkenalkan di tahap mana saja dalam PLC (kasus me-too product). industry product life cycle. saturation. maturity. maturity. Melengkapi kritiknya tersebut. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap-tahap PLC terdiri dari introduction (pioneering). slow growth (turbulance). Dalam buku ini istilah yang akan . diantaranya McCarthy dan Perreault (1990) serta Dhalla dan Yuspeh (dalam Weitz dan Wensley. Karakteristik Tahap-Tahap Dalam Siklus Hidup Produk Karakteristik dan tujuan pemasaran pada setiap tahap PLC dapat disajikan secara ringkas dalam gambar. Selain itu ada juga pendapat yang mengkategorikannya ke dalam tahap introduction. maturity. yaitu introduction. Daur hidup produk (PLC) merupakan konsep yang penting dalam business. rapid growth (market acceptance).. penjualan dari produk individual seringkali tidak mengikuti pola umum PLC. ada pula pakar yang tidak sependapat. suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. McCarthy dan Perreault menyarankan penggunaan istilah Market Life Cycle atau Product-market Life Cycle daripada Product Life Cycle. Perlu untuk diperhatikan bahwa aplikasi konsep PLC tidaklah terbatas pada product form life cycle saja. Pada tiap tahap tersebut terdapat peluang dan masalah yang berbeda-beda dalam kaitannya dengan strategi pemasaran dan potensi laba. Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap.cc”title=”" >pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. individual product life cycle. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction. Siklus Hidup Produk – Product Life Cycle Seperti halnya dengan manusia. Siklus hidup produk biasa dikenal dengan istilah Product Life Cycle (PLC). product category life cycle. growth. growth. bahkan brand life cycle. growth. Dengan mengenali tahap di mana suatu produk sedang berada. dan decline.

Dasar Pemikiran Siklus Hidup Produk Konsep Induk . Rinso Formula Plus. Sementara itu.digunakan adalah Product Life Cycle. product form cenderung mengikuti pola PLC standar (bentuk S). style life cycle mempunyai daur hidup yang panjang. Contohnya: produk-produk elektronik (walkman. misalnya Rinso yang berhasil memperpanjang PLC-nya dengan memperkenalkan Rinso Baru. * Panjang suatu tahap PLC untuk tiap produk sangat bervariasi. yakni nylon. PLC juga memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut : Tidak setiap produk melalui semua tahapan. komputer dan aksesorinya. Banyak contoh perusahaan-perusahaan yang berhasil memperpanjang PLC produknya sehingga penjualannya tidak menurun tetapi malahan terus meningkat. Jaket dan macam-macam variasi lainnya dari nylon berkembang di kalangan konsumen dan industri sampai sekarang. Product category memiliki PLC yang paling lama. sedangkan merek memiliki PLC yang paling pendek. serta Rinso Warna. Untuk contoh Indonesia. Umumnya produk yang gagal memasuki semua tahapan ini adalah produk-produk yang berkaitan dengan teknologi dan mode (fad). tape recorder. Sebelumnya nylon hanya dipergunakan untuk parasut pada waktu Perang Dunia II. Contoh klasik yang dapat kita lihat adalah keberhasilan Du Pont dalam memperpanjang PLC produknya. Beberapa produk bahkan ada yang tidak pernah melewati tahap perkenalan. * PLC dapat diperpanjang dengan inovasi dan repositioning. dan lain-lain). komponen-komponen tertentu (transistor. perangkat lunak komputer (baik application programming maupun language programming). Demikian pula halnya dengan Pepsodent yang memperkenalkan Pepsodent yang khusus memelihara kesehatan gusi. Tetapi kemudian perusahaan berhasil menunjukkan alternatif penggunaan nylon untuk industri pakaian. IC. karena istilah ini telah diterima secara umum dan dipakai secara luas. Kenyataan membuktikan tidak semua produk memiliki PLC yang berbentuk S. seperti yang disajikan di kebanyakan buku teks. dan masih banyak lagi. sedangkan fad life cycle hanya berlangsung singkat. Pakaian wanita dengan bermacam-macam tekstur dan warna yang terbuat dari nylon dipromosikan. Rinso Ultra. dan lain-lain). Selain karakteristik di atas.

Kebutuhan ini berkembang sepanjang waktu sesuai dengan berkembangnya kegiatan perdagangan. Dalam suatu DtLC tertentu akan terlihat berbagai bentuk produk yang secara silih berganti memenuhi kebutuhan tertentu pada suatu saat. Penilaian (evaluation). dan kemudian mereka menerimanya secara bertahap. Setiap teknologi baru biasanya akan dapat memenuhi kebutuhan dengan lebih baik. mulanya berukuran agak besar dengan fungsi penjumlahan. dan Decline. Kesadaran (awareness). yaitu konsumen mempertimbangk an dan menilai untung ruginya mencoba produk baru tersebut. Decelerating growth. Proses ini biasanya memerlukan waktu. manusia mempunyai kebutuhan akan alat bantu hitung. Maturity. yaitu: 1. 2. Perubahan tingkat kebutuhan dapat dijelaskan dengan Demand Life-cycle Curve (DLcC). 3. yaitu konsumen mengetahui tentang adanya produk baru. Kalkulator misalnya. yang melalui tahap-tahap Emergence. pengurangan. dan pembagian saja. tetapi tidak mempunyai informasi mengenai produk tersebut. Sebagai contoh. Kebutuhan akan alat bantu hitung pertama dipenuhi dengan alat sederhana seperti simpoa. di mana siklus ini juga memiliki tahap-tahap seperti DLcC. Accelerating growth. Perhatian (interest). Perubahanperubahan inilah yang menunjukkan adanya masa timbul dan tenggelamnya suatu produk dan yang kemudian menimbulkan konsep PLC. Kemudian berkembang dengan ukuran yang lebih kecil dengan fungsi perhitungan matematika yang lebih banyak dan kompleks dan akhirnya berkembang dengan kalkulator semi komputer. kemudian berkembang menjadi mesin penjumlah. perkalian. .Produk diciptakan sebagai salah satu dari sekian banyak alternatif pemecahan untuk memenuhi suatu kebutuhan. kalkulator. Rogers membagi tahapan-tahapan proses adopsi menjadi lima tahap. Masingmasing teknologi tersebut memperlihatkan Demand-technology Life Cycle (DtLC). kemudian untuk memuaskan kebutuhan tersebut diciptakanlah kalkulator dan komputer. Masyarakat umumnya mengetahui keberadaan suatu produk baru setelah produk tersebut ada di pasar selama beberapa waktu. dan akhirnya komputer. Suatu kebutuhan pada suatu saat akan dipenuhi oleh teknologi tertentu. Bagaimana Siklus Hidup Produk Bisa Terjadi Penjelasan yang banyak diterima adalah penjelasan yang didasari oleh konsep perilaku konsumen yang disebut Consumer Adoption Process. yaitu konsumen terdorong untuk mencari informasi mengenai produk baru tersebut.

Late Majority. Teori Adopsi ini memberikan implikasi yang jelas pada konsep PLC. Pencobaan (trial). perusahaan harus berusaha mempengaruhi konsumen agar berminat. merupakan cara yang lebih kompleks untuk menunjukkan tingkat pertumbuhan karena sebagian orang dapat memahami tingkat pertumbuhan yang negatif. mencoba. Namun akhirnya akan tiba waktunya penjualan menjadi menurun karena munculnya kelompok produk baru. dan akhirnya membeli. maka manajernya harus dapat menentukan di mana posisi PLC produknya pada saat ini. Early Adopter. Identifikasi tahapan PLC ini dapat ditentukan dengan kombinasi tiga faktor yang menunjukkan ciri status produk dan membandingkan hasilnya dengan pola yang umum. Early Majority. yaitu konsumen memutuskan untuk menggunakan produk baru tersebut secara teratur. lebih banyak pembeli lagi masuk ke pasar (Early majority).4. ditunjukkan dalam unit untuk menghindari distorsi akibat perubahan harga. Proses ini memerlukan waktu yang panjang. Adopsi. Masuknya pesaing semakin mempercepat proses adopsi Pada tahap berikutnya. 5. . sejumlah pembeli lainnya akan membeli juga (Early adopter). untuk memperkirakan kegunaannya. Teori adopsi kemudian memberikan pengertian yang lebih jauh tentang PLC dengan penjelasannya tentang proses difusi. atau merek baru yang mulai menyita perhatian konsumen dari produk yang sedang beredar. Penjualan menjadi mantap disebabkan oleh stabilnya tingkat pembelian ulang. Pada tahap perkenalan biasanya hanya beberapa orang saja yang membeli. Bila ternyata produk tersebut memuaskan kebutuhan. Rogers mengklasifikasikan pengadopsi inovasi menjadi lima kategori yaitu Innovator. dan Laggard. tertarik. Dengan penjelasan ini kiranya jelas pengertian daur hidup produk bila dihubungkan dengan proses normal dari proses difusi dan adopsi produk baru. yaitu konsumen mencoba produk baru secara kecil-kecilan. Pengukuran Siklus Hidup Produk Bila PLC dianggap sebagai nilai strategik bagi suatu perusahaan. * Market Volume. yaitu penyebaran ide baru sejak pengenalannya sampai penerimaan secara umum. Kemudian laju pertumbuhan mulai menurun pada saat jumlah pembeli baru yang potensial menyusut. Bila produk baru mulai diluncurkan. bentuk produk baru. Tahap PLC suatu produk dapat ditentukan dengan mengidentifikasi statusnya pada 3 kurva. * Rate of Change of Market Volume.

persaingan yang masih relatif kecil. maka konsumen seperti inilah yang dituju oleh produsen. Strategi Pemasaran Dalam Tahapan Siklus Hidup Produk Secara Umum Dalam setiap tahap PLC diperlukan strategi-strategi tersendiri. penurunan laba. Namun para manajer pemasaran dapat menggunakan berbagai indikator guna memproyeksikan kapan suatu produk memasuki tahap maturity. volume pasar berkembang lambat (karena tingginya market resistance). secara efisien. Produk baru juga biasanya . biaya produksi dan pemasaran sangat tinggi. peningkatan elastisitas harga. Permintaan dalam tahap ini datang dari core market. kinerja replacement products. Untuk itu diperlukan kemampuan khusus dari seorang manajer untuk dapat menciptakan dan menerapkan bauran pemasaran yang tepat pada saat yang tepat. Banyak ahli yang telah mengembangkan model-model untuk memproyeksikan tahap growth dan maturity suatu produk baru dengan dasar data uji pasar. tetapi sebagian besar model tersebut mengalami kesulitan dalam memproyeksikan tahap decline. dan perubahan-perubahan model. yaitu konsumen yang mempunyai dana berlebih dan mencari produk yang benar-benar diinginkannya. masih banyak dilakukan modifikasi produk dalam pengujian dan pengembangannya (karena problem yang timbul tidak seperti yang diramalkan dan mungkin pula disebabkan pemahaman yang keliru tentang pasar). tingkat kegagalan relatif tinggi. menggambarkan perbedaan antara pendapatan total dan biaya total pada setiap titik waktu. Laba masih sangat rendah (bahkan merugi) karena besarnya biaya pemasaran (terutama promosi) dan biaya lainnya. tingkat konsumsi para pemakai saat ini. Tahap Pengenalan – Introduction Tahap pertama dalam PLC adalah tahap perkenalan.10. dan untuk menutup biaya riset dan pengembangan serta biaya promosi). Oleh karena harga produk baru biasanya tinggi (karena belum diproduksi secara massal. serta distribusi yang masih terbatas. overcapacity dalam industri. sementara penjualan masih rendah.* Profit/Loss. Karakteristik tersebut dapat diringkaskan dalam tabel 6. Penentuan kapan suatu produk beralih dari suatu tahap ke tahap berikutnya sangat sulit. Kesuksesan dalam memanajemeni PLC suatu produk membutuhkan perencanaan dan pemahaman yang cermat dan mendalam mengenai karakteristik berbagai titik dalam kurva-kurva ini. bukan pada merek produk. Ciri-ciri umum tahap ini adalah penjualan yang masih rendah. Indikator tersebut meliputi proporsi new triers suatu produk versus replacement sales. Pada tahap ini promosi difokuskan pada usaha membangun permintaan awal (primary demand) yaitu permintaan pada kelas produk (product class).

Pertama. 2. di mana periklanan yang digunakan adalah jenis informing. Atau dengan kata lain adalah menciptakan primary demand (permintaan untuk produk baru). Untuk penetapan harga ada dua strategi yang dapat diterapkan. yaitu : 1. Cara ini biasanya dipakai untuk mempercepat laju penerobosan pasar. karena seringkali wholesaler dan retailer tidak bersedia menanggung risiko untuk menjual produk baru. dan publisitas merupakan cara-cara komunikasi yang banyak ditempuh pada tahap ini. Strategi yang umum pada tahap ini adalah mengkombinasi penetapan harga dan kegiatan promosi. pemberian sampel dan kupon. Strategi pemasaran pada tahap ini ditujukan untuk membangun kesadaran akan produk secara meluas dan mendorong konsumen untuk mencoba. sebagian besar . serta dengan melakukan promosi yang gencar untuk meyakinkan konsumen tentang kualitas produk walau harganya mahal. Kedua. Strategi ini akan berhasil jika besarnya pasar terbatas. juga untuk menarik minat distributor. Umumnya convenience product sangat membutuhkan sampel. Di sini kualitas produk tersebut akan menentukan pembelian ulang. konsumen bersedia membayar pada harga berapa pun. Diskon harga biasanya dipakai untuk memperoleh outlet distribusi. menetapkan harga yang rendah untuk memperoleh penerimaan pasar yang cepat. kupon dan voucher. Slow Skimming Strategy Strategi dijalankan dengan menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin dan promosi yang rendah agar biaya pemasaran tidak terlalu tinggi. dan perusahaan menghadapi pesaing potensial serta ingin membangun preferensi pada mereknya. sedangkan shopping dan specialty product lebih banyak memerlukan educational advertising dan personal selling kepada konsumen akhir. Strategi ini ada empat bentuk. dengan menetapkan harga tinggi untuk dapat menutup biaya dengan cepat dan membuat barrier to entry bagi produsen lain. Untuk kepentingan ini produk biasanya didesain dengan model yang terbatas guna menghindari terjadinya kebingungan pada calon pembeli dan memudahkan mereka mengenal ciri produk dengan cepat.menimbulkan masalah distribusi. Strategi ini akan berhasil jika sebagian besar pasar belum mengetahui keberadaan produk. Kegiatan promosi terutama diarahkan untuk membangun kesadaran. Dengan demikian. Personal selling yang ekstensif kepada distributor. biaya promosi menjadi sangat tinggi karena selain ditujukan untuk menginformasikan konsumen akhir tentang keberadaan produk. Rapid Skimming Strategy Strategi ini dilaksanakan dengan jalan menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin.

Rapid Penetration Strategy Strategi ini dilakukan dengan menetapkan harga yang rendah dan promosi yang agresif. Namun jika produk baru itu berhasil. konsumen sangat peka terhadap harga. sehingga pengaruh negatif terhadap penerimaan dan aliran kas dapat dikurangi. sesuai dengan kebutuhan konsumen. 3. konsumen peka terhadap harga. konsumen belum mengetahui keberadaan produk. Keberhasilan strategi ini biasanya harus didukung dengan pasar yang sangat luas. dan persaingan potensial sangat rendah. Lamanya tahap pengenalan ini sangat ditentukan oleh karakteristik produk seperti differential advantage dibandingkan produk produk lain yang eksis di pasar.konsumen mengetahui keberadaan produk. maka selanjutnya akan memasuki tahap pertumbuhan. bahkan tidak sedikit produk baru yang gagal di tahap awal. Slow Penetration Strategy Strategi ini dijalankan dengan menetapkan harga yang rendah untuk memperoleh penerimaan yang besar dari konsumen dan promosi yang rendah agar biaya pemasaran tidak membengkak. Tahap Pertumbuhan Bila suatu produk telah melewati tahap perkenalan dengan baik. Rapid Growth Tahap rapid growth ini ditandai dengan melonjaknya tingkat penjualan perusahaan dengan cepat karena produk telah diterima dan diminta oleh pasar. konsumen mengetahui keberadaan produk. dan komitmen sumber daya pihak manajemen terhadap item/aspek baru tersebut. . Tujuan dari strategi ini adalah untuk memperoleh penerimaan pasar yang cepat dan memperoleh pangsa pasar yang besar. Tahap ini sendiri dapat dibedakan menjadi dua kelompok. konsumen mau membeli dengan harga tinggi. Demikian pula halnya dengan ketidakpastian terhadap produk baru tersebut diharapkan dapat ditekan. yaitu rapid growth dan slow growth. Strategi ini akan berhasil jika pasar sangat luas. usaha-usaha edukasional yang dibutuhkan. dan terdapat indikasi persaingan potensial yang besar. dan pesaing potensial belum muncul. Tidak semua produk baru dapat mencapai tahap ini. 4. kadar sifat/corak baru suatu produk (degree of newness). Biasanya yang diharapkan adalah periode pengenalan yang singkat.

akan semakin banyak outlet yang diperlukan. penyesuaian produk seringkali dilakukan pertama kali di tahap ini Seiring dengan meningkatnya penjualan. Pada tahap ini outlet akan mudah didapat oleh perusahaan karena banyak retailer yang tertarik dengan keuntungan dari kesuksesan produk baru ini. Periklanan dititikberatkan pada media massa untuk memaksimumkan jangkauan penginformasian produk. pengembangan segmen pasar baru. Laba akan semakin sulit diperoleh perusahaan dan penyalur karena persaingan harga akan cenderung menyebabkan penurunan harga. sehingga penambahan retailer akan menjadi kebutuhan perusahaan. Semakin kuat intensitasnya. Sedangkan untuk distribusi. Mutu produk ditingkatkan dan lini produk diperluas untuk menarik segmen pasar baru. Sementara itu promosi ditekankan untuk membangun preferensi merek (selective demand). lini harga juga digunakan untuk memuaskan selera berbagai segmen. Situasi ini akan menyebabkan perusahaan mulai memperbarui produknya agar dapat mempertahankan penjualannya. Pesaing semakin banyak yang keluar dari pasar disebabkan oleh semakin berkurangnya keuntungan/daya tarik industri. karena produk perusahaan telah digunakan oleh mayoritas konsumen. laba juga meningkat karena biaya produk menjadi murah akibat efisiensi produksi dan kurva pengalaman (learning curve). Selain lini produk. . Pemasar juga harus terus mengumpulkan informasi tentang kegiatan persaingan dan mencari segmen pasar baru karena peluang di pasar yang ada sudah mulai berkurang dengan semakin banyaknya pesaing yang muncul. Slow Growth Pada tahap ini penjualan masih meningkat. Bentuk-bentuk strategi yang dapat dilakukan pada tahap ini antara lain meliputi penyempurnaan produk (penambahan karakteristik atau sifat tertentu dan pembuatan model baru).maka keadaan ini akan menarik pesaing untuk memasuki industri tersebut dengan produk tiruan. Oleh karena itu. mulai dari harga rendah sampai dengan harga premi. Namun situasi ini juga dipengaruhi oleh intensitas persaingan. maka para retailer tidak akan mampu menangani setiap lini produk yang ditawarkan kepada mereka. Strategi pemasaran pada tahap ini ditujukan terutama untuk membangun pasar yang kuat dan mengkhususkan distribusi. Pada umumnya dilakukan usaha modifikasi produk dengan menyempurnakan model (style improvement) guna memantapkan posisi produknya di pasar. Di samping itu biaya promosi juga dibebankan pada volume yang lebih besar. penambahan saluran distribusi baru. namun dengan pertumbuhan yang semakin menurun. Sebagian besar pasar telah dijangkau. selective demand stimulation. dan pengurangan harga untuk merebut konsumen baru.

Pasar semakin tersegmentasi. Umumnya tahap ini terdiri dari tiga tingkatan. stable maturity. penjualan menjadi mendatar yang disebabkan oleh jenuhnya pasar. Di samping itu usaha untuk memberikan pelayanan purna beli (servis dan suku cadang) juga semakin meningkat. Hal ini kemudian menyebabkan persaingan menjadi sangat ketat dan intensif. sehingga untuk masingmasing segmen diperlukan promosi yang berbeda dengan lainnya. memberikan diskon besar-besaran ataupun mengobral produknya. Penyalur menjadi semakin penting karena produk yang selalu tersedia pada tingkat eceran akan dapat memberikan penghasilan secara teratur. selain akibat semakin terdesaknya produk tiruan yang gagal. alasan harga kini menjadi alat untuk bersaing karena pasar sudah jenuh dan tidak tertarik lagi dengan promosi perusahaan. Harga akan semakin turun. Tidak ada lagi saluran distribusi baru yang bisa ditambah. Tingkat pertama disebut growth maturity. Hal ini disebabkan pada tahap ini pemenuhan inti kebutuhan oleh produk yang bersangkutan tetap ada. Penjualan dalam tahap ini sangat sensitif terhadap perubahan perekonomian. Para pesaing akan lebih sering menurunkan harga. Menurunnya laju pertumbuhan penjualan mengakibatkan kelebihan kapasitas dalam industri. decaying maturity. juga disebabkan oleh lini produk perusahaan yang menyusut karena produsen dan penyalur menghilangkan item yang prestasinya jelek. Intelijen pemasaran mulai memfokuskan pada peningkatan produk. Dengan demikian promosi akan bergeser dari konsumen ke penyalur. mencari peluang di pasar baru. Selain untuk rnempertahankan konsumen agar tetap membeli. Dalam tingkat kedua. karena itu sebagian besar strategi pemasaran ditujukan untuk produk-produk dalam tahap ini. Normalnya tahap ini merupakan tahap terlama dalam PLC. Strategi pemasaran kreatif yang digunakan untuk memperpanjang daur hidup suatu produk disebut innovative maturity. Sebagian besar produk yang ada saat ini berada dalam tahap ini. penjualan mulai menurun dan konsumen mulai bergerak ke produk tain atau produk substitusi.Strategi pemasaran pada tahap ini sebagian besar difokuskan untuk memperkuat dan mempertahankan posisi pasar serta membangun kesetiaan konsumen dan penyalui. Harga menjadi alat persaingan. Jumlah produk di pasar juga berkurang. yaitu pertumbuhan penjualan mulai berkurang yang disebabkan oleh dewasanya distribusi. Dengan semakin banyaknya pesaing yang keluar dari pasar maka intensitas persaingan menjadi berkurang. Sebagian konsumen potensial telah mencoba produk baru yang ditawarkan perusahaan. Tahap Kedewasaan – Maturity Tahap ini ditandai dengan tercapainya titik tertinggi dalam penjualan perusahaan. dan berbagai upaya dilakukan untuk . penjualan tukar tambah mulai mendominasi. serta perbaikan dan penyegaran tema promosi. Pada tingkat ketiga.

karena setiap tindakan yang dilakukan perusahaan akan mendapat reaksi dari pesaing. Keuntungan yang diperoleh pun tidak banyak. Semuanya ini akhirnya menyebabkan semakin menyusutnya laba. dan distribusi massal. yang bertujuan untuk mempertahankan pangsa pasar dari pesaing dan menjaga kelompok produk (product category) dari serangan produk substitusi. yang lebih menitikberatkan pada usaha perubahan untuk mencapai tingkat yang lebih baik. Di samping itu. Jumlah outlet yang menjual produk perusahaan juga bervariasi sehingga akan memakan waktu dan biaya untuk memastikan bahwa tiap outlet telah memiliki produk terbaru perusahaan. karena promosi berkurang keefektifannya. Pesaing yang lemah akan tersingkir dari pasar. yaitu dengan menggaet kelompok bukan pemakai (non-user). Distributor memainkan peranan penting untuk strategi ini. Distribusi fisik menjadi semakin kompleks dan mahal. Bentuk lain dari strategi ofensif adalah modifikasi produk. Bentuk strategi ini adalah berupa modifikasi bauran pemasaran untuk memperoleh tambahan penjualan. yaitu mengubah karakteristik produk sedemikian rupa sehingga semakin menarik konsumen saat ini untuk membeli. maka penentuan harga menjadi bentuk lain dari promosi. peningkatan aktivitas pelayanan. dan secara berangsur-angsur industri hanya akan terdiri dari perusahaan yang mapan. strategi ini mempunyai kelemahan pokok yaitu sangat mudah ditiru pesaing. dan merebut konsumen pesaing. Yang pertama adalah defensive strategy.mengikat pembeli dan penyalur. Strategi bertahan ini lebih menitikberatkan pada penekanan/pengurangan biaya produksi dan menghilangkan kelemahan produk. mempunyai suku cadang yang cukup untuk reparasi produk sekarang. sebab tingkat penjualan yang mereka peroleh dipengaruhi oleh usaha promosi perusahaan untuk mendorong distributor tetap setia pada perusahaan. Faktor ini mendorong usaha promosi diubah dari periklanan ke personal selling dan sales promotion yang ditujukan kepada distributor. Pada tahap ini tidak ada celah lagi yang bisa dimasuki pendatang baru. dengan cara menawarkan manfaat baru dari suatu produk kepada konsumen sekarang untuk mendorong pembelian yang lebih banyak dan . Bentuk strategi ini dapat berupa modifikasi pasar. Dana riset dan pengembangan ditambah untuk menemukan produk baru. Walaupun usaha promosi ditujukan untuk mempertahankan kesetiaan produk pada konsumen dan distributor. Ada dua strategi utama yang dapat diterapkan pada tahap kedewasaan. Strategi yang kedua adalah offensive strategy. Meskipun merupakan alternatif strategi yang baik pada tahap kedewasaan. terutama jika yang dilakukan adalah potongan harga. penekanannya akan lebih cenderung lebih berat pada distributor. mengintensifkan penawaran produk kepada non-user. dan melakukan penjualan tukar tambah untuk produk yang lama. Produk sangat banyak tersedia di pasar.

yaitu sulit mengetahui kelompok orang yang menyukai model baru dan biasanya model baru menghilangkan model lama yang sudah diterima (style loyalty) sehingga perusahaan dapat menghadapi risiko kehilangan konsumen yang terlanjur menyukai model lama. bahan pelengkap. Namun kelemahan terbesar dari strategi ini adalah mudah ditiru. dan perubahan teknologi. Perusahaan akan mengeksploitasi produknya sebelum memutuskan untuk menghapusnya dan jajaran lini produk yang ditawarkan. Tahap Penurunan – Decline Penjualan perusahaan yang semakin bergerak ke arah penurunan merupakan gejala tahap decline dalam PLC. Namun produk yang memasuki . mendorong antusiasme pada wiraniaga dan distributor. * Strategi perbaikan ciri (feature improvement). dapat merebut kesetiaan segmen pasar tertentu. kelebihan kapasitas. dan sebagainya. kemasan.pemakaian yang lebih sering (usaha seperti ini sering disebut dengan product relaunching). serta perubahan tersebut dapat dilakukan dengan fleksibel tanpa tambahan biaya. Kebaikan dari strategi ini adalah meningkatkan image perusahaan sebagai pemimpin pasar yang progresif. Alternatif yang digunakan ada beberapa cara. dan kinerja produk. Keuntungan dari strategi ini adalah terciptanya identitas yang khas di pasar serta kesetiaan konsumen pada merek. * Strategi perbaikan model. memberikan publisitas cuma-cuma bagi perusahaan. kecepatan. misalnya daya tahan. konsumen peka terhadap mutu produk. bertujuan untuk menambah daya tarik estetika produk seperti model. bertujuan untuk menambahkan ciri-ciri baru pada produk seperti ukuran. bahan pokok baru. produk substitusi diterima konsumen (baik dan dalam negeri maupun dan luar negeri). dan lain-lain. Namun strategi ini juga mempunyai masalah selain keuntungan di atas. dan konsumen percaya bahwa mutu yang lebih tinggi akan memberikan manfaat yang lebih tinggi. bertujuan untuk meningkatkan kemampuan produk. yaitu: * Strategi perbaikan mutu. terlebih lagi apabila perubahan tersebut tidak memberikan manfaat yang permanen. Semuanya ini mengakibatkan menghebatnya persaingan harga. berat. dan laba perusahaan menghilang. Penurunan penjualan ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti perubahan selera pasar. warna. Strategi ini efektif jika mutu produk memang masih bisa ditingkatkan.

Produk memiliki 5 tingkatan/level yang terdiri dari produk utama/inti (core benefit). sehingga konsumen cenderung spesialis. Namun perlu diperhatikan bahwa pilihan alternatif haruslah didasarkan pada kekuatan dan kelemahan perusahaan serta daya tarik industri bagi perusahaan. merek. Secara lebih rinci.tahap decline bukan berarti sudah tidak menguntungkan lagi. label. * Harvesting strategy untuk mewujudkan pengembalian uang tunai dengan cepat. * Meninggalkan bisnis tersebut dan menjual aset perusahaan. jasa. digunakan. dicari. Sejumlah alternatif dapat dilakukan pada tahap akhir PLC ini. pelayanan. konsep produk total meliputi barang. tempat. dan ide. Selain tingkatan/level. produk generik. dibeli. produk juga memiliki suatu hirarki yang meliputi need family. dan produk potensial. Alternatif-alternatif tersebut di antaranya adalah : * Menambah investasi agar dapat mendominasi atau menempati posisi persaingan yang baik. produk family. harapan (expected product). * Mengurangi investasi perusahaan secara selektif dengan cara meninggalkan konsumen yang kurang menguntungkan. tetapi menambah investasi untuk kelompok kecil konsumen yang masih setia dan menguntungkan. kemasan. * Mencari pasar baru. diminta. Produk yang ditawarkan tersebut meliputi barang fisik. organisasi. dan jaminan. atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Jadi. karena dapat memanfaatkan sisa-sisa konsurnen yang sudah ditinggalkan pesaing. Pada tahap ini produk hanya akan memenuhi kebutuhan pasar inti. . * Tetap pada tingkat investasi perusahaan saat ini sampai ketidakpastian industri dapat diatasi. Berikut ini adalah kesimpulannya: Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan. produk bisa berupa manfaat tangible maupun intangible yang dapat memuaskan pelanggan. * Mengubah produk atau mencari penggunaan/manfaat baru pada produk. produk pelengkap (augmented product). Ada kemungkinan justru menguntungkan bagi perusahaan yang masih bertahan di pasar. orang atau pribadi.

informasi (labelling). shopping goods. Berdasarkan berwujud tidaknya. produk umumnya juga diklasifikasikan berdasarkan siapa konsumennya dan untuk apa produk tersebut dikonsumsi. dan pembayaran. Jasa merupakan setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya . billing. kemasan. tipe produk (product type). pelayanan. Atribut produk meliputi merek. bermanfaat dalam pemakaian ulang (reusable). jaminan (garansi). Berdasarkan kriteria ini. order taking. hospitality. pertimbangan pendekatan kegunaan antar kategori atau sub-kategori dalam pengelompokan maupun dalam pemajangan dan pertimbangan kecenderungan intensitas konsumsi. dan unsought goods. memberikan daya tarik (promotion). Selain berdasarkan daya tahannya.kelas produk (product class). dan sebagai cermin inovasi produk. merek (brand). dan grade label. Suatu produk apapun tidak terlepas dari unsur jasa atau layanan. alat promosi. Tujuan dari merek adalah sebagai identitas. yaitu: barang yang terdiri dari barang tidak tahan lama dan barang tahan lama. specialty goods. caretaking. produk dapat dibedakan menjadi barang konsumen (consumer’s goods) yang meliputi convenience goods. baik itu jasa sebagai produk inti (jasa murni) maupun jasa sebagai pelengkap. untuk memberikan kemudahan dalam penggunaan (operating). produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama. yaitu klasifikasi dan identifikasi. capital items. Sedangkan dalam penggunaan kemasan mempunyai tujuan: sebagai pelindung isi (protection). Tahapan dalam menentukan batasan kategori barang meliputi penetapan kategori berdasarkan informasi dari manufaktur. Atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. exceptions. Layanan pelengkapan terdiri dari informasi. dan jasa. distribusi (shipping). yaitu: brand label. dan untuk mengendalikan pasar. konsultasi. dan sebagainya. Struktur kategori barang merupakan susunan kerangka hirarkis pengelompokan kategori barang yang tersusun atas kelompok kategori terbesar sampai dengan kelompok terkecil. untuk membina citra. dan barang industri (industrial’s goods) yang meliputi materials and parts. sebagai identitas (image) produk. lini produk (product line). dan item. descriptive label. dan supplies and services. Struktur kategori barang memiliki 2 fungsi penting dalam struktur kategori barang. Secara garis besar terdapat tiga macam label. Sebuah label bisa merupakan bagian dari kemasan. Klasifikasi produk bisa dilakukan atas berbagai macam sudut pandang. penetapan sub-kategori. atau bisa pula merupakan etiket (tanda pengenal) yang dicantelkan pada produk.

yaitu: kesadaran (awareness). yaitu penyebaran ide baru sejak pengenalannya sampai penerimaan secara umum. Teori adopsi kemudian memberikan pengertian yang lebih jauh tentang PLC dengan penjelasannya tentang proses difusi. pencobaan (trial). yaitu menyesuaikan tingkat kapasitas untuk memenuhi variasi permintaan dan mengelola tingkat permintaan. penilaian (evaluation). dan decline.google. dan berdasarkan metode penyampaian jasa. Ada dua pendekatan pokok untuk mengatasi masalah fluktuasi permintaan. permintaan dan penawaran seimbang pada tingkat kapasitas optimum. Terdapat empat tahap dalam PLC yaitu introduction. http://www. growth. berdasarkan hubungan dengan pelanggan. Rogers mengklasifikasikan pengadopsi inovasi menjadi lima kategori yaitu Innovator. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan perusahaan jasa untuk menyesuaikan kapasitasnya dengan tingkat permintaan yang berfluktuasi adalah menggunakan karyawan paruh waktu.id/translate?hl=id&langpair=en| id&u=http://www. mengelola kualitas jasa. jasa berkapasitas tetap akan menghadapi salah satu dari empat kondisi yang terdiri dari permintaan berlebihan. dan adopsi. Secara garis besar. dan perishability. strategi pemasaran jasa berkaitan dengan tiga hal berikut melakukan diferensiasi kompetitif. variability.co. Dalam setiap momen tertentu. dan Laggard. Late Majority. dan kapasitas berlebihan. Product Life Cycle (PLC).smakristencilacap. dan mengelola produktivitas. permintaan melampaui kapasitas optimum. Terdapat lima tahap dalam proses adopsi konsumen. perhatian (interest). yaitu intangibility. maturity.bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Early Majority.com/arti-pemasaran-dan-manajemen-pemasaran/siklus-hidupproduk-product-life-cycle/ http://translate. Early Adopter. inseparability. berdasarkan sifat permintaan dan penawaran jasa. yaitu berdasarkan sifat tindakan jasa. Jasa memiliki karakteristik tersendiri yang membedakan dengan barang. menyewa atau berbagi fasilitas dan peralatan tambahan.com/marketing/product/lifecycle/ . yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat suatu produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar. melakukan pelatihan silang (cross-training) terhadap karyawan. berdasarkan tingkat customization dan judgment dalam penyampaian jasa. Jasa dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria. menjadwalkan aktivitas downtime selama periode permintaan rendah.netmba. dan meningkatkan partisipasi para pelanggan.

id/translate?hl=id&langpair=en| id&u=http://en.quickmba.id/translate?hl=id&langpair=en| id&u=http://www.google.co.com/marketing/product/lifecycle/ http://translate.co.http://translate.google.wikipedia.org/wiki/Product_life_cycle_management_(marketing) .