P. 1
DASAR pengukuran

DASAR pengukuran

|Views: 420|Likes:
Published by Annisa Trisfalia

More info:

Published by: Annisa Trisfalia on Nov 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/11/2013

pdf

text

original

DASAR-DASAR PENGUKURAN DALAM FISIKA

Ketepatan pengukuran merupakan hal yang sangat penting didalam fisika untuk memperoleh hasil/data dari suatu pegukuran yang akurat dan dapat dipercaya. Suatu pengukuran selalu disertai oleh ketidakpastian. Beberapa penyebab ketidakpastian tersebut antara lain adanya nilai skala terkecil (NST), kesalahan kalibrasi, kesalahan titik nol, kesalahan pegas, adanya gesekan, kesalahan paralaks, fluktuasi parameter pengukuran dan lingkungan yang saling mempengaruhi serta ketrampilan pengamat. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengukuran : 1. Nilai Skala Terkecil Alat Ukur Pada setiap alat ukur terdapat suatu nilai skala yang tidak dapat lagi dibagi-bagi, inilah yang disebut nilai skala terkecil (NST). 2. Ketidakpastian pada Pengukuran Tunggal Pada pengukuran tunggal ketidakpastian umumnya digunakan bernilai setengan dari NST. Untuk suatu besaran X maka ketidakpastian mutlaknya adalah : ¨X = 1/2 NST dengan hasil pengukurannya dituliskan sebagai : X = X ± ¨X Sedangkan yang dikenal sebagai ketidakpastian relatif adalah: KTP relatif = ¨X /X Apabila menggunakan KTP relatif maka hasil pengukuran dilaporkan sebagai X = X ± KTP relatif x 100 %

3. Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang Menggunakan Kesalahan 1/2 ± Rentang Pada pengukuran berulang, ketidakpastian dituliskan tidak lagi seperti pada pengukuran tunggal. Kesalahan 1/2 ± Rentang merupakan salah satu cara untuk menyatakan ketidakpastian pada pengukuran berulang. Cara untuk melakukannya adalah sebagai berikut : a. Kumpulkan sejumlah hasil pengukuran variabel x, misalnya n buah, yaitu X1, X2, ..., Xn b. Cari nilai rata-ratanya yaitu Xrata-rata = X1 + X2 + X3 +.........../ n c. Tentukan Xmax dan Xmin dari kumpulan data X tersebut dan ketidakpastiannya dapat dituliskan : ¨X =( Xmax - Xmin)/2 d. Tuliskan hasilnya sebagai : X = Xrata-rata ± ¨X

....... Perambatan ketidakpastian dapat dilihat pada Daftar berikut : Variabel .................... Hubungan antara KTP relatif dan AB adalah sebagai berikut : AB = 1 log (KTP relatif) 5........¨r/r = ¨a/a + ¨b/b .............................q = a .......r = a x b ..........Ketidakpastian .¨s/s = ¨a/a + ¨b/b .....Hasil.......................... Angka Berarti (Significant Figures) Angka berarti (AB) menunjukkan jumlah digit angka yang akan dilaporkan pada hasil akhir pengukuran....Pembagian.¨t/t = n¨a/a ... p = a + b......4....................... t = a^n ..¨p = ¨a + ¨b a ¨ a.......... s = a/b ...... maka variabel ini akan disertai pula oleh ketidakpastian....... Hal ini disebut sebagai perambatan ketidakpastian...........Pengurangan .. Semakin kecil KTP relatif maka semakin tinggi mutu pengukuran atau semakin tinggi ketelitian hasil pengukuran yang dilakukan..b .......................Operasi...Perkalian ..............¨q = ¨a + ¨b b ¨b ...... Ketidakpastian pada Fungsi Variabel (Perambatan Ketidakpastian) Jika suatu variabel merupakan fungsi dari variabel lain yang disertai oleh ketidakpastian.................. Pangkat..... AB berkaitan dengan KTP relatif ( dalam % )..Penjumlahan...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->