Hikayat

Hikayat adalah salah satu bentuk sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah

, cerita, dan dongeng. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama. Hikayat adalah karya sastra lamaMelayu yang berbentuk prosa yangberisi cerita, undangundang, dansilsilah bersifat rekaan, keagamaan,historis, biografis, atau gabungansifat-sifat itu, dibaca untuk pelipurlara, pembangkit semangat juang,atau sekadar untuk meramaikanpesta. Misalnya: Hikayat Hang Tuah,Hikayat Seribu Satu Mala Ciri khas sebuah hikayat: A menimba bahannya dari kehidupan raja-raja dan dewa-dewi, B isinya dongeng yang serba indah yang membawa pikiranpembaca ke alam khayal, dan C melukiskan peperangan yang hebat, dahsyat, tempat para raja/dewa mempertunjukkan kesaktiannya untuk merebut kerajaanatau seorang puter Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti "sebuah kisah, sepotong berita". Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut. Novel dalam bahasa Indonesia dibedakan dari roman. Sebuah roman alur ceritanya lebih kompleks dan jumlah pemeran atau tokoh cerita juga lebih banyak.

ciri-ciri novel Novel adalah salah satu karya fiksi berbentuk prosa. Ciri-ciri novel antara lain: (a) ditulis dengan gaya narasi, yang terkadang dicampur deskripsi untuk menggambarkan suasana; (b) bersifat realistis, artinya merupakan tanggapan pengarang terhadap situasi lingkungannya; (c) bentuknya lebih panjang, biasanya lebih dari 10.000 kata; dan (d) alur ceritanya cukup kompleks.

2.1.1. Unsur-Unsur Novel Novel mempunyai unsure-unsur yang terkandung di dalam unsure-unsur tersebut adalah : 1. Unsur Intrinsik Unsure Intrinsik ini terdiri dari : a. Tema Tema merupakan ide pokok atau permasalahan utama yang mendasari jalan cerita novel (Drs. Rustamaji, M.Pd, Agus priantoro, S.Pd) b. Setting Setting merupakan latar belakang yang membantu kejelasan jalan cerita, setting ini meliputi waktu, tempat, social budaya (Drs, Rustamaji, M.Pd, Agus Priantoro, S.Pd) c. Sudut Pandang Sudut pandang dijelaskan perry Lubback dalam bukunya The Craft Of Fiction (Lubbock, 1968). Menurut Harry Show (1972 : 293) sudut pandang dibagi menjadi 3 yaitu : 1. Pengarang menggunakan sudut pandang took dan kata ganti orang pertama, mengisahkan apa yang terjadi dengan dirinya dan mengungkapkan perasaannya sendiri dengan kata-katanya sendiri. 2. Pengarang mengunakan sudut pandang tokoh bawahan, ia lebih banyak mengamati dari luar daripada terlihat di dalam cerita pengarang biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga. 3. Pengarang menggunakan sudut pandang impersonal, ia sama sekali berdiri di luar cerita, ia serba melihat, serba mendengar, serba tahu. Ia melihat sampai ke dalam pikiran tokoh dan mampu mengisahkan rahasia batin yang paling dalam dari tokoh. d. Alur / Plot Alur / plot merupakan rangkaian peristiwa dalam novel. Alur dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu alur maju (progresif) yaitu apabila peristwa bergerak secara bertahap berdasarkan urutan kronologis menuju alur cerita. Sedangkan alur mundur (flash back

progresif) yaitu terjadi ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung (Paulus Tukan, S.Pd) e. Penokohan Penokohan menggambarkan karakter untuk pelaku. Pelaku bisa diketahu karakternya dari cara bertindak, ciri fisik, lingkungan tempat tinggal. (Drs. Rustamaji, M,Pd, Agus Priantoro, S.Pd) f. Gaya Bahasa Merupakan gaya yang dominant dalam sebuah novel (Drs. Rustamaji, M,Pd, Agus Priantoro, S.Pd) 2. Unsur Ekstinsik Unsure ini meliputi latar belakang penciptaan, sejarah, biografi pengarang, dan lain – lain, di luar unsure intrinsic. Unsur – unsur yang ada di luar tubuh karya sastra. Perhatian terhadap unsur – unsur ini akan membantu keakuratan penafsiran isi suatu karya sastra (Drs. Rustamaji, M,Pd, Agus Priantoro, S.Pd). 2.2. Unsur – unsur Novel Sastra Novel sastra serius dan novel sastra hiburan mempunyai beberapa unsur yang membedakan keduanya. Unsure – unsure novel sastra serius adalah sebagai berikut : - Dalam teman : Karya sastra tidak hanya berputar – putra dalam masalah cinta asmara muda – mudi belaka, ia membuka diri terhadap semua masalah yang penting untuk menyempurnakan hidup manusia. Masalah cinta dalam sastra kadangan hanya penting untuk sekedar menyusun plot cerita belaka, sedang masalah yang sebenarnya berkembang diluar itu. - Karya sastra : Tidak berhenti pada gejala permukaan saja, tetapi selalu mencoba memahami secara mendalam dan mendasar suatu masalah, hal ini dengan sendirinya berhubungan dengan kematangan pribadi si sastrawan sebagai seorang intelektual. - Kejadian atau pengalaman yang diceritakan dalam karya sastra bisa dialami atau sudah dialami oleh manusia mana saja dan kapan saja karya sastra membicarakan hal – hal yang universal dan nyata. Tidak membicarakan kejadian yang artificial (yang dibikin – bikin) dan bersifat kebetulan. - Sastra selalu bergerak, selalu segar dan baru. Ia tidak mau berhenti pada konvensialisme. Penuh inovasi. - Bahasa yang dipakai adalah bahasa standard an bukan silang atau mode sesaat. Sedangkan novel sastra hiburan juga mempunya unsure – unsure sebagai berikut : - Tema yang selalu hanya menceritakan kisah asmara belaka, hanya itu tanpa masalah lain yang lebih serius. - Novel terlalu menekankan pada plot cerita, dengan mengabaikan karakterisasi, problem kehidupan dan unsur-unsur novel lain. - Biasanya cerita disampaikan dengan gaya emosional cerita disusun dengan tujuan meruntuhkan air mata pembaca, akibatnya novel demikian hanya mengungkapkan permukaan kehidupan, dangkal, tanpa pendalaman. - Masalah yang dibahas kadang-kadang juga artificial, tidak hanya dalam kehidupan ini. Isi cerita hanya mungkin terjadi dalam cerita itu sendiri, tidak dalam kehidupan nyata. - Karena cerita ditulis untuk konsumsi massa, maka pengarang rata-ratatunduk pada hokum cerita konvensional, jarang kita jumpai usaha pembaharuan dalam jenis bacaan ini, sebab demikian itu akan meninggalkan masa pembacanya. - Bahasa yang dipakai adalah bahasa yang actual, yang hidup dikalangan pergaulan muda-mudi kontenpores di Indonesia pengaruh gayaberbicara serta bahasa seharihariamat berpengaruh dalam novel jenis ini. 2.3. Nilai-nilai yang terkandung dalam novel sastra. 2.3.1. Nilai Sosial Nilai sosial ini akan membuat orang lebih tahu dan memahami kehidupan manusia lain. 2.3.2. Nilai Ethik Novel yang baik dibaca untuk penyempurnaan diri yaitu novel yang isinya dapat memausiakan para pembacanya, Novel-novel demikian yang dicari dan dihargai oleh para pembaca yang selalu ingin belajar sesuatu dari seorang pengarang untuk menyempurnakan dirinya sebagai manusia. 2.3.3. Nilai Hedorik

Hikayat me-rupakan peninggalan sastra Melayu. sementara novelmerupakan bagian dari perkembangan hasil karyasastra Indonesia.6. menyimpan dan diabadikan. 2. Novel roman c.4.3. Novel detektif b. Bedanya adalahhikayat merupakan bagian dari prosa lama. Nilai Kultural Novel juga memberikan dan melestarikan budaya dan peradaban masyarakat. Novel science fiction(sf) Novel hiburan ini merupakan bacaan ringan yang menghibur dan novel hiburan ini jauh lebih banyak ditulis dan diterbitkan serta lebih banyak dibaca orang sebagai pembaca untuk jenis novel hiburan ini jumlahnya amat banyak karena sifatnya yang personal dan isinya hanya kenyataan semua dan gambaran fantasi pengarang saja. sedang-kan novel adalah bagian dari prosa baru. Novel criminal f. 2. Jenis Novel Hiburan Jenis dari novel hiburan bermacam-macam menurut upaya.3. Novel hiburan ini juga diperhatikan oleh para kritisi yang menyangkut masalah komersialnya. Nilai Spirit Nialai sastra yang mempunyai nilai spirit isinya dapat menantang sikap hidup dan kepercayaan pembacanya. sehingga pembaca sangat menyukainya. Novel ini gemari oleh semua golongan masyarakat mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. 2. Sehingga pembaca mendapatkan kepribadian yang tangguh percaya akan dirinya sendiri. Novel hiburan juga menceritakan hal-hal yang indah seperti cerita percintaan yang sentimentil.Kegiatan diskusi pada prinsipnya bertujuan untu . Nilai Koleksi Novel yang bisa dibaca berkali-kali yang berakibat bahwa orang harus membelinya sendiri.Nilai hedonik ini yang bisa memberikan kesenangan kepada pembacanya sehingga pembaca ikut terbawa ke dalam cerita novel yang diberikan 2. Hikayat dan novel sama-sama merupakan ben-tuk karya sastra yang berupa prosa. seperti : a.4.5. sehingga pembaca dapat mengetahui kebudayaan masyarakat lain daerah. Novel Gothis e. Novel mistery d.3. baik laki-laki maupun dewasa.

Secara metode penyampaian sastra Indonesia terbagi atas 2 bagian besar.) Sebelum tahun 20-an. dan Syair lain Sastra Melayu LamaKarya sastra di Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870 – 1942. Dia membagi periodisasi sejarah sastra Indonesia menjadi 4 yaitu (1) Periode Pertama sejak masa abad 20 sampai 1942. Sedangkan Nugroho Notosusanto membagi PSI menjadi 2: (a) Sastra Melayu Lama. Karya sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair. Pada masa ini karya satra di Indonesia di dominasi oleh syair. dan (c). (2). gurindam dan hikayat. dan (3) Periode Keempat 1950 – skrg (1964). pantun. (b) Sastra Indonesia Modern. hikayat dan terjemahan novel barat. Periode 1961 – 1969. dan (2) Masa Perkembangan (1945 – 1969).Karya Sastra “Melayu Lama” • • Robinson Crusoe (terjemahan) Lawan-lawan Merah . dll) mengumumkan sajak-sajak mereka yang bercorak kebangsaan. Hikayat. misalnya. dan sastra lainnya yang lebih tua. orang Tionghoa dan masyarakat Indo-Eropa. HB. (3) Periode Ketiga 1945 – 1950. menunjuk angkatan tahun 1920 sebagai lahirnya kesusastraan Indonesia modern. Hatta. lain lagi dengan Bakri Siregar. 1933 – Mei 1942. Sastra modern ini dibagi menjadi 2: (1) masa Kebangkitan (1920-1945): yang dibagi lagi menjadi: periode 1920. dan (c). yang meliputi (a) Periode 1945 – 1953. dan (4).Tsahibul Hikayat • • Syair Bidasari – Syair Ken Tambuhan – Syair Raja Mambang Jauhari – Syair Raja Siak dan berbagai Sejarah. Jassin.Pemetaan Beragam tentang Periodisasi Sastra Indonesia Periodisasi Sastra Indonesia selama ini telah dipetakan sangat beragam oleh ahli sastra Indonesia. Periode 1933. Periode 1933 – 1942. Periode 1942 – 1945. yakni (a) Sastra Melayu Lama. Teeuw. Sedangkan A. Ajip Rosidi membagi periosisasi sejarah Indonesia menjadi 2 kelopok besar. yang meliputi (1) Angkatan 20. Sementara Ajip Rosidi menunjuk tahun tersebut karena pada saat itu para pemuda Indonesia (Yamin. dan (3) Angkatan 45. Padang dan daerah sumatera lainnya”. yang meliputi: periode ’45 dan periode ’50. membagi periodisasi sastra menjadi dua. (b) Periode 1953 – 1961. yaitu (1) Masa Kelahiran dan Masa Penjadian (1900 – 1945). dan Periode 1942 dan (2) Masa Perkembangan (1945-sampai tahun 60-an). • • Sejarah Melayu Hikayat Abdullah – Hikayat Andaken Penurat – Hikayat Bayan Budiman – Hikayat Djahidin– Hikayat Hang Tuah – Hikayat Kadirun – Hikayat Kalila dan Damina – Hikayat Masydulhak– Hikayat Pandja Tanderan – Hikayat Putri Djohar Manikam – Hikayat Tjendera Hasan – . Menurut Teeuw para pemuda saat itu untuk pertama kalinya menyatakan perasaan dan ide yang pada pokoknya menyimpang dari bentuk-bentuk sastra Melayu. Tapanuli. (b). Antara tahun 1920 – 1933. Periode awal 1933. Sementara itu Boejoeng Saleh membagi periodisasi sejarah sastra Indonesia menjadi 4: (1. yang meliputi (a). (2) Periode Kedua 1942 – 1945. dan (b) Sastra Indonesia Modern. yaitu: * lisan * tulisan Secara urutan waktu maka sastra Indonesia terbagi atas beberapa angkatan: Karya Sastra Pujangga Lama Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. (2) Angkatan 33 atau Pujangga Baru. (3). Mei 1942 hingga kini (1956). yang berkembang dilingkungan masyarakat Sumatera seperti “Langkat. Jawa.

Francis (Indo) Bunga Rampai oleh A.J Cerita Si Conat oleh F. Pangemanan Cerita Rossina Nyai Isah oleh F.R Kommer (Indo) Cerita Nyi Paina Cerita Nyai Sarikem Cerita Nyonya Kong Hong Nio Nona Leonie Warna Sari Melayu oleh Kat S. cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair. bahasa Batak dan bahasa Madura. gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini.Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Pengarang dan karya sastra Angkatan Balai Pustaka • Merari Siregar o o o • o o o • o o o o • o o Azab dan Sengsara: kisah kehidoepan seorang gadis (1921) Binasa kerna gadis Priangan! (1931) Tjinta dan Hawa Nafsu Marah Roesli Siti Nurbaya La Hami Anak dan Kemenakan Nur Sutan Iskandar Apa Dayaku Karena Aku Seorang Perempuan Hulubalang Raja (1961) Karena Mentua (1978) Katak Hendak Menjadi Lembu (1935) Abdul Muis Pertemuan Djodoh (1964) Salah Asuhan .F van Dewall Kisah Perjalanan Nakhoda Bontekoe Kisah Pelayaran ke Pulau Kalimantan Kisah Pelayaran ke Makassar dan lain-lainnya Cerita Siti Aisyah oleh H. yang dipelopori oleh penerbit Balai Pustaka.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Mengelilingi Bumi dalam 80 hari (terjemahan) Graaf de Monte Cristo (terjemahan) Kapten Flamberger (terjemahan) Rocambole (terjemahan) Nyai Dasima oleh G. Wiggers Drama Raden Bei Surioretno Syair Java Bank Dirampok Lo Fen Kui oleh Gouw Peng Liang Cerita Oey See oleh Thio Tjin Boen Tambahsia Busono oleh R.Tirto Adhi Soerjo Nyai Permana Hikayat Siti Mariah oleh Hadji Moekti (indo) dan masih ada sekitar 3000 judul karya sastra Melayu-Lama lainnya Angkatan Balai PustakaKarya sastra di Indonesia sejak tahun 1920 – 1950.F.M. Prosa (roman. Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi. novel. pantun.D.J. bahasa Jawa dan bahasa Sunda. dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali.

Masa ini ada dua kelompok sastrawan Pujangga baru yaitu 1.Pujangga BaruPujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut. Kasih Ta’ Terlarai (1961) Mentjari Pentjuri Anak Perawan (1957) Pertjobaan Setia (1940) Adinegoro Darah Muda Asmara Jaya Sutan Takdir Alisjahbana Tak Putus Dirundung Malang Dian jang Tak Kundjung Padam (1948) Anak Perawan Di Sarang Penjamun (1963) o o o o • o o o • o o • o o Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938) Tenggelamnya Kapal van der Wijck (1957) Tuan Direktur (1950) Didalam Lembah Kehidoepan (1940) Anak Agung Pandji Tisna Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1975) Sukreni Gadis Bali (1965) I Swasta Setahun di Bedahulu (1966) Said Daeng Muntu Pembalasan Karena Kerendahan Boedi (1941) Marius Ramis Dayoh Pahlawan Minahasa (1957) Putra Budiman: Tjeritera Minahasa (1951) Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai Raja Pengarang Bali Pustaka oleh sebab banyaknya karya tulisnya pada masa tersebut. Sastra Pujangga Baru adalah sastra intelektual. dipelopori oleh Sutan Takdir Alisyahbana dkk. Karya sastra di Indonesia setelah zaman Balai Pustaka (tahun 1930 – 1942). Amir Hamzah dan Armijn Pane.Pada masa itu. terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan. Armijn Pane dan Rustam Effendi. nasionalistik dan elitis menjadi “bapak” sastra modern Indonesia.o • o o o o • o o o • o o o • o o • o o o • Hamka Surapati (1950) Tulis Sutan Sati Sengsara Membawa Nikmat (1928) Tak Disangka Tak Membalas Guna Memutuskan Pertalian (1978) Aman Datuk Madjoindo Menebus Dosa (1964) Si Tjebol Rindoekan Boelan (1934) Sampaikan Salamku Kepadanya Suman Hs. 2.Penulis dan karya sastra Pujangga Baru • Sutan Takdir Alisjahbana o o • o Layar Terkembang (1948) Tebaran Mega (1963) Armijn Pane Belenggu (1954) . Kelompok “Seni untuk Seni” yang dimotori oleh Sanusi Pane dan Tengku Amir Hamzah dan. Kelompok “Seni untuk Pembangunan Masyarakat” yang dimotori oleh Sutan Takdir Alisjahbana. terbit pula majalah “Poedjangga Baroe” yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana.

Penulis dan karya sastra Angkatan ‘45 • Chairil Anwar o o • • o Idrus Kerikil Tadjam (1949) Deru Tjampur Debu (1949) Asrul Sani. Karya sastra angkatan ini lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga baru yang romantik – idealistik.E. Toempah Darahkoe! (1928) Kalau Dewi Tara Sudah Berkata Ken Arok dan Ken Dedes (1951) Tanah Air Roestam Effendi Bebasari: toneel dalam 3 pertundjukan (1953) Pertjikan Permenungan (1953) o o • o Kalau Ta’ Oentoeng (1933) Pengaruh Keadaan (1957) J.o o o o • o o o • o o o o o • o o o o • o o • Selasih Jiwa Berjiwa Gamelan Djiwa – kumpulan sajak (1960) Djinak-djinak Merpati – sandiwara (1950) Kisah Antara Manusia – kumpulan cerpen (1953) Tengku Amir Hamzah Nyanyi Sunyi (1954) Buah Rindu (1950) Setanggi Timur (1939) Sanusi Pane Pancaran Cinta (1926) Puspa Mega (1971) Madah Kelana (1931/1978) Sandhyakala ning Majapahit (1971) Kertadjaja (1971) Muhammad Yamin Indonesia.Tatengkeng Rindoe Dendam (1934) Angkatan ‘45Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya telah mewarnai karya sastrawan Angkatan ‘45. Rivai Apin Chairil Anwar Tiga Menguak Takdir (1950) o o o • o o o o o o o • o o Dari Ave Maria ke Djalan Lain ke Roma (1948) Aki (1949) Perempuan dan Kebangsaan Pramoedya Ananta Toer Bukan Pasar Malam (1951) Ditepi Kali Bekasi (1951) Gadis Pantai Keluarga Gerilja (1951) Mereka jang Dilumpuhkan (1951) Perburuan (1950) Tjerita dari Blora (1963) Mochtar Lubis Tidak Ada Esok (1982) Djalan Tak Ada Udjung (1958) .

B. Namaku Hiroko. dll. • Ajip Rosidi o o o o o • o o o • • • o o Nh. Shakespeare: Hamlet. La Barka. o o o o Lingkaran-lingkaran Retak.H Api dan Si Rangka Priangan si Djelita (1956) Sitor Situmorang Dalam Sadjak (1950) . Dini (Nurhayati Dini) adalah sastrawan wanita Indonesia lain yang menonjol pada akhir dekade 80-an dengan beberapa karyanya antara lain: Pada Sebuah Kapal. Jassin. yang bergabung dalam Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang berkonsep sastra realisme-sosialis. Raja Lear.Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan. Dini Cari Muatan Ditengah Keluarga (1956) Pertemuan Kembali (1960 Sebuah Rumah Buat Hari Tua Tahun-tahun Kematian (1955) Ali Akbar Navis Bianglala: kumpulan tjerita pendek (1963) Hudjan Panas (1963) Robohnja Surau Kami: 8 tjerita pendek pilihan (1950) Bokor Hutasuhut Datang Malam (1963) Enday Rasidin Surat Cinta o o • o o o • o o • o Dua Dunia (1950) Hati jang Damai (1960) Nugroho Notosusanto Hujan Kepagian (1958) Rasa Sajangé (1961) Tiga Kota (1959) Ramadhan K. danHati Yang Damai. Timbullah perpecahan dan polemik yang berkepanjangan diantara kalangan sastrawan di Indonesia pada awal tahun 1960. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi dengan cerita pendek dan kumpulan puisi. menyebabkan mandegnya perkembangan sastra karena masuk kedalam politik praktis dan berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30S di Indonesia.o o • • o o o • • M.Penulis dan karya sastra Angkatan 50-60-anNh. Mihardja Atheis – 1958 Trisno Sumardjo Katahati dan Perbuatan (1952) Terjemahan karya W. Sastra. Salah satu ciri khas yang menonjol pada novel-novel yang ditulisnya adalah kuatnya pengaruh dari budaya barat. Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya. Pertemuan Dua Hati. Saudagar Venezia. kumpulan cerpen (1978) Utuy Tatang Sontani Suling (1948) Tambera (1952) Awal dan Mira – drama satu babak (1962) Angkatan 50-anAngkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H. Romeo dan Julia. Macbeth. Impian di tengah Musim.Balfas Si Djamal (1964) Harimau-Harimau! (1977) Achdiat K. di mana tokoh utama biasanya mempunyai konflik dengan pemikiran timur.

Welas Asih Merengkuh Tajali (1997). dan Tanah (1998) Rumah Kaki Seribu (1998) Tangan-Tangan Kehidupan (1999) Bila Binatang Buas Pindah Habitat (1999) Mawar Hitam Milik Laras (1999) Toto Sudarto Bachtiar Suara : kumpulan sadjak 1950-1955 (1962) Etsa. Arief Budiman. Angin. Api. absurd.Menyucikan Perselingkuhan (1998) Aku Supiah Istri Wardian (1998) Tersenyumpun Tidak Untukku Lagi (1998) Terjalnya Gunung Batu (1998) Aku Kendalikan Air. Sastrawan pada akhir angkatan yang lalu termasuk juga dalam kelompok ini seperti Motinggo Busye. Purnawan Tjondronegoro. dll pada masa angkatan ini di Indonesia.Beberapa satrawan pada angkatan ini antara lain: Umar Kayam.B. Goenawan Mohamad. Bur Rasuanto. Hotel. Putu Wijaya. Rendra Balada Orang-Orang Tertjinta (1957) Empat Kumpulan Sajak (1961) Ia Sudah Bertualang dan tjerita-tjerita pendek lainnja (1963) dan banyak lagi karya sastra lainnya Angkatan 66-70-anAngkatan ini ditandai dengan terbitnya majalah sastra Horison. Akhudiat. Hamsad Rangkuti. Leon Agusta. Wisran Hadi. Wing Kardjo. Penerbit Pustaka Jayasangat banyak membantu dalam menerbitkan karya karya sastra pada masa angkatan ini. Surat Keputusan (cerpen) (1963) Lesbian (1976) Bukan Rumahku (1976) Pelabuhan Hati (1978) Di Bumi Aku Bersua di Langit Aku Bertemu (1983) Trilogi: Dari Lembah Ke Coolibah (1997). Budi Darma. Ikranegara.S. Arifin C. Taufik Ismail dan banyak lagi yang lainnya. arus kesadaran. Noer. munculnya karya sastra beraliran surrealistik.Seorang sastrawan pada angkatan 50-60an yang mendapat tempat pada angkatan ini adalah Iwan Simatupang. cerpen dan drama kurang mendapat perhatian bahkan sering menimbulkan kesalahpahaman. Darmanto Jatman. Banyak karya sastra pada angkatan ini yang sangat beragam dalam aliran sastra. Jassin. Djamil Suherman.H.o o o o • • o o o o o o o o o o o o o o o o • o o • o o o • o o o • Djalan Mutiara: kumpulan tiga sandiwara (1954) Pertempuran dan Saldju di Paris (1956) Surat Kertas Hidjau: kumpulan sadjak (1953) Wadjah Tak Bernama: kumpulan sadjak (1955) Subagio Sastrowardojo Simphoni (1957) Titis Basino Pelabuhan Hati (1978) Dia. ia lahir mendahului jamannya. sadjak-sadjak (1958) Trisnojuwono Angin Laut (1958) Dimedan Perang (1962) Laki-laki dan Mesiu (1951) W. Pada masanya. karya sastranya berupa novel.Karya Sastra Angkatan ‘66 • Sutardji Calzoum Bachri o o o O Amuk Kapak . Semangat avant-garde sangat menonjol pada angkatan ini. arketip.Sapardi Djoko Damono dan Satyagraha Hoerip Soeprobo dan termasuk paus sastra Indonesia. Goenawan Mohamad.

• Abdul Hadi WM o o o o o • o o o o o o o • o o o o o • o o o o o o o • Danarto Laut Belum Pasang – (kumpulan puisi) Meditasi – (kumpulan puisi) Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur – (kumpulan puisi) Tergantung Pada Angin – (kumpulan puisi) Anak Laut Anak Angin – (kumpulan puisi) Sapardi Djoko Damono Dukamu Abadi – (kumpulan puisi) Mata Pisau dan Akuarium – (kumpulan puisi) Perahu Kertas – (kumpulan puisi) Sihir Hujan – (kumpulan puisi) Hujan Bulan Juni – (kumpulan puisi) Arloji – (kumpulan puisi) Ayat-ayat Api – (kumpulan puisi) Goenawan Mohamad Interlude Parikesit Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang – (kumpulan esai) Asmaradana Misalkan Kita di Sarajevo Umar Kayam Seribu Kunang-kunang di Manhattan Sri Sumarah dan Bawuk – (kumpulan cerita pendek) Lebaran di Karet. Noer Tengul – (drama) . di Karet – (kumpulan cerita pendek) Pada Suatu Saat di Bandar Sangging Kelir Tanpa Batas Para Priyayi Jalan Menikung o o o • o o o o o o o o • o o o o o o • o Godlob Adam Makrifat Berhala Putu Wijaya Telegram Stasiun Pabrik Gres – Putu Wijaya Bom Aduh – (drama) Edan – (drama) Dag Dig Dug – (drama) Iwan Simatupang Ziarah Kering Merahnya Merah Koong RT Nol / RW Nol – (drama) Tegak Lurus Dengan Langit Arifin C.

juga ikut meramaikan suasana dengan sajak-sajak sosial-politik mereka. termasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an. cerpenis.Novel paling mutakhir adalah Saman. • • • • • Abidah el Khalieqy Afrizal Malna Ahmad Nurullah Ahmad Syubanuddin Alwy Ahmadun Yosi Herfanda adalah salah seorang penyair yang dimasukkan oleh Korrie Layun Rampan ke dalam Angkatan 2000. seperti Sutardji Calzoum Bachri. seperti Ayu Utami. Dasawarsa 80-anKarya sastra di Indonesia pada kurun waktu setelah tahun 1980. penyair-penyair yang semula jauh dari tema-tema sosial politik. Ayu Utami. Bertolak belakang dengan novel-novel Balai Pustaka yang masih dipengaruhi oleh sastra Eropa abad 19 dimana tokoh utama selalu dimatikan untuk menonjolkan rasa romantisme dan idealisme.Sastrawan Angkatan Reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir tahun 1990-an. dengan sastrawan wanita yang menonjol pada masa tersebut yaitu Marga T. ditandai dengan banyaknya roman percintaan. tokoh utama dalam novel mereka adalah wanita. Tarman Effendi Tarsyad. Ironis. Seno Gumira Ajidarma. pada era 80-an ini juga tumbuh sastra yang beraliran pop (tetapi tetap sah disebut sastra. Seratus lebih penyair. Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia. sesuatu yang di Indonesia dianggap kurang sopan untuk diungkap.Beberapa sastrawan yang dapat mewakili Angkatan dekade 80-an ini antara lain adalah:Remy Sylado. Ayu Utami tidak sungkan-sungkan membahas masalah seks. jika sastra dianggap sebagai salah satu alat komunikasi). dan kritikus sastra dimasukkan Korrie ke dalam Angkatan 2000. bahwa yang mengungkap secara detail dan sedikit jorok dalam nobvel ini adalah justru seorang wanita. serta yang muncul pada akhir 1990-an. Noorca Mahendra. 1998. Kurniawan Junaidi. Arifin Noor Hasby. kini masalah sesks sudah bukan merupakan hal yang tabu untuk diungkapkan. Bahkan. Pada umumnya. khususnya seputar Reformasi. Majalah Horison tidak ada lagi. yang bertema sosial-politik. Di rubrik sastra Harian Republika. seperti Afrizal Malna. dan Tajuddin Noor Ganie. tahun 2002. karya sastra Indonesia pada masa angkatan ini tersebar luas diberbagai majalah dan penerbitan umum. Korrie Layun Rampan pada tahun 2002 melempar wacana tentang lahirnya Sastrawan Angkatan 2000. .Namun yang tak boleh dilupakan. Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma. cerpen. selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi.o o • o o o o Sumur Tanpa Dasar – (drama) Kapai Kapai – (drama) Djamil Suherman Sarip Tambak-Oso Umi Kulsum – (kumpulan cerita pendek) Perjalanan ke Akhirat Sakerah dan masih banyak lagi yang lainnya. karya-karya pada era 80-an biasanya selalu mengalahkan peran antagonisnya. Noor Aini Cahya Khairani alm. Sastrawan Angkatan Reformasi (2000)Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke BJ Habibie lalu KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) danMegawati Sukarnoputri. Dalam Saman. cerpen. misalnya. seiring dengan jatuhnyaOrde Baru. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra. tapi ia sebenarnya telah banyak menulis sajak sejak awal 1980-an. dan novel — pada saat itu. maupun novel. muncul wacana tentang Sastrawan Angkatan Reformasi. Jakarta. karya Ayu Utami. eseis. novelis. Karya Sastra Angkatan Dasawarsa 80-anAntara lain adalah: • Badai Pasti Berlalu – Cintaku di Kampus Biru – Sajak Sikat Gigi – Arjuna Mencari Cinta –Manusia Kamar – Karmila Mira W dan Marga T adalah dua sastrawan wanita Indonesia yang menonjol dengan fiksi romantis yang menjadi ciri-ciri novel mereka. Ahmad Fahrawie alm. Yudistira Ardinugraha.Ahmadun Yosi Herfanda dan Acep Zamzam Noer. dan Dorothea Rosa Herliany.Sastrawan Angkatan 2000-anSetelah wacana tentang lahirnyaSastrawan Angkatan Reformasi muncul. Ayu Utami termasuk novelis yang membawa pembaharuan dalam perkembangan novel Indonesia. Berbagai pentas pembacaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik. puisi. namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki ‘juru bicara’. Micky HIdayat. Proses reformasi politik yang dimulai pada tahun 1998 banyak melatar belakangi kelahiran karya-karya sastra — puisi.Budaya barat dan konflik-konfliknya sebagai tema utama cerita terus mempengaruhi sastra Indonesia sampai tahun 2000. Justru dari kemasan yang ngepop inilah diyakini tumbuh generasi gemar baca yang kemudian tertarik membaca karya-karya yang lebih “berat”. yaitu lahirnya sejumlah novel populer yang dipelopori oleh Hilman dengan Serial Lupus-nya. Tapi mungkin zamannya sudah berubah.

yaitu: * lisan * tulisan Secara urutan waktu maka sastra Indonesia terbagi atas beberapa angkatan: * Pujangga Lama * Sastra "Melayu Lama" * Angkatan Balai Pustaka * Pujangga Baru * Angkatan '45 * Angkatan 50-an * Angkatan 66-70-an * Dasawarsa 80-an * Angkatan Reformasi Pujangga Lama Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. pantun.Hikayat Hang Tuah Hikayat Kadirun . • • • Dorothea Rosa Herliany Seno Gumira Ajidarma Fathur ER Pembagian Waktu Sastra Indonesia Secara metode penyampaian sastra Indonesia terbagi atas 2 bagian besar.Hikayat Pandja Tanderan . lanjutan dari cerita Saman. sebuah fragmen dari cerita Laila Tak Mampir di New York. gurindam dan hikayat.Tsahibul Hikayat .Hikayat Masydulhak .Hikayat Bayan Budiman .Hikayat Putri Djohar Manikam . Pada masa ini karya satra di Indonesia di dominasi oleh syair.Hikayat Djahidin . Novel lain yang ditulisnya adalah Larung. itulah yang membuatnya menonjol dari pengarang-pengarang yang lain.Hikayat Kalila dan Damina .• Ayu Utami dengan karyanya Saman. bahkan vulgar. Gaya penulisan Ayu Utami yang terbuka.Hikayat Andaken Penurat .. Karya Sastra Pujangga Lama • Sejarah Melayu • Hikayat Abdullah .Hikayat Tjendera Hasan . Karya ini menandai awal bangkitnya kembali sastra Indonesia setelah hampir 20 tahun.

M.J.Tirto Adhi Soerjo • Nyai Permana • Hikayat Siti Mariah oleh Hadji Moekti (indo) • dan masih ada sekitar 3000 judul karya sastra Melayu-Lama lainnya Angkatan Balai Pustaka Karya sastra di Indonesia sejak tahun 1920 . yang dipelopori oleh penerbit Balai Pustaka. Hikayat. Pengarang dan karya sastra Angkatan Balai Pustaka • Merari Siregar o Azab dan Sengsara: kissah kehidoepan seorang gadis (1921) .F. Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi. dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali. bahasa Jawa dan bahasa Sunda.R Kommer (Indo) • Cerita Nyi Paina • Cerita Nyai Sarikem • Cerita Nyonya Kong Hong Nio • Nona Leonie • Warna Sari Melayu oleh Kat S. Karya Sastra "Melayu Lama" • Robinson Crusoe (terjemahan) • Lawan-lawan Merah • Mengelilingi Bumi dalam 80 hari (terjemahan) • Graaf de Monte Cristo (terjemahan) • Kapten Flamberger (terjemahan) • Rocambole (terjemahan) • Nyai Dasima oleh G.J • Cerita Si Conat oleh F. pantun.1942. Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Francis (Indo) • Bunga Rampai oleh A.D. dan Syair lainnya Sastra "Melayu Lama" Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870 . Prosa (roman. bahasa Batak dan bahasa Madura. orang Tionghoa dan masyarakat IndoEropa.Syair Raja Mambang Jauhari .• Syair Bidasari .1950. Padang dan daerah sumatera lainnya". cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair.F van Dewall • Kisah Perjalanan Nakhoda Bontekoe • Kisah Pelayaran ke Pulau Kalimantan • Kisah Pelayaran ke Makassar dan lain-lainnya • Cerita Siti Aisyah oleh H.Syair Ken Tambuhan . novel. Tapanuli. hikayat dan terjemahan novel barat. Wiggers • Drama Raden Bei Surioretno • Syair Java Bank Dirampok • Lo Fen Kui oleh Gouw Peng Liang • Cerita Oey See oleh Thio Tjin Boen • Tambahsia • Busono oleh R. yang berkembang dilingkungan masyarakat Sumatera seperti "Langkat. Karya sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair. Pangemanan • Cerita Rossina • Nyai Isah oleh F.Syair Raja Siak • dan berbagai Sejarah. gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini.

o Binasa kerna gadis Priangan! (1931) o Tjinta dan Hawa Nafsu • Marah Roesli o Siti Nurbaya o La Hami o Anak dan Kemenakan • Nur Sutan Iskandar o Apa Dayaku Karena Aku Seorang Perempuan o Hulubalang Raja (1961) o Karena Mentua (1978) o Katak Hendak Menjadi Lembu (1935) • Abdul Muis o Pertemuan Djodoh (1964) o Salah Asuhan o Surapati (1950) • Tulis Sutan Sati o Sengsara Membawa Nikmat (1928) o Tak Disangka o Tak Membalas Guna o Memutuskan Pertalian (1978) • Aman Datuk Madjoindo o Menebus Dosa (1964) o Si Tjebol Rindoekan Boelan (1934) o Sampaikan Salamku Kepadanya • Suman Hs. o Kasih Ta' Terlarai (1961) o Mentjari Pentjuri Anak Perawan (1957) o Pertjobaan Setia (1940) • Adinegoro o Darah Muda o Asmara Jaya • Sutan Takdir Alisjahbana o Tak Putus Dirundung Malang o Dian jang Tak Kundjung Padam (1948) o Anak Perawan Di Sarang Penjamun (1963) • Hamka o Di Bawah Lindungan Ka'bah (1938) o Tenggelamnya Kapal van der Wijck (1957) o Tuan Direktur (1950) o Didalam Lembah Kehidoepan (1940) • Anak Agung Pandji Tisna o Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1975) o Sukreni Gadis Bali (1965) o I Swasta Setahun di Bedahulu (1966) • Said Daeng Muntu o Pembalasan o Karena Kerendahan Boedi (1941) • Marius Ramis Dayoh o Pahlawan Minahasa (1957) o Putra Budiman: Tjeritera Minahasa (1951) .

Kelompok "Seni untuk Pembangunan Masyarakat" yang dimotori oleh Sutan Takdir Alisjahbana.idealistik. Toempah Darahkoe! (1928) o Kalau Dewi Tara Sudah Berkata o Ken Arok dan Ken Dedes (1951) o Tanah Air • Roestam Effendi o Bebasari: toneel dalam 3 pertundjukan (1953) o Pertjikan Permenungan (1953) • Selasih o Kalau Ta' Oentoeng (1933) o Pengaruh Keadaan (1957) • J. 2. Kelompok "Seni untuk Seni" yang dimotori oleh Sanusi Pane dan Tengku Amir Hamzah dan. Pujangga Baru Pujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut. Masa ini ada dua kelompok sastrawan Pujangga baru yaitu 1. Armijn Pane dan Rustam Effendi. dipelopori oleh Sutan Takdir Alisyahbana dkk. Sastra Pujangga Baru adalah sastra intelektual.Tatengkeng o Rindoe Dendam (1934) Angkatan '45 Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya telah mewarnai karya sastrawan Angkatan '45.Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai Raja Pengarang Bali Pustaka oleh sebab banyaknya karya tulisnya pada masa tersebut. Amir Hamzah dan Armijn Pane. . terbit pula majalah "Poedjangga Baroe" yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana. nasionalistik dan elitis menjadi "bapak" sastra modern Indonesia.E. terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan. Penulis dan karya sastra Pujangga Baru • Sutan Takdir Alisjahbana o Layar Terkembang (1948) o Tebaran Mega (1963) • Armijn Pane o Belenggu (1954) o Jiwa Berjiwa o Gamelan Djiwa . Pada masa itu.sandiwara (1950) o Kisah Antara Manusia .1942). Karya sastra di Indonesia setelah zaman Balai Pustaka (tahun 1930 .kumpulan cerpen (1953) • Tengku Amir Hamzah o Nyanyi Sunyi (1954) o Buah Rindu (1950) o Setanggi Timur (1939) • Sanusi Pane o Pancaran Cinta (1926) o Puspa Mega (1971) o Madah Kelana (1931/1978) o Sandhyakala ning Majapahit (1971) o Kertadjaja (1971) • Muhammad Yamin o Indonesia. Karya sastra angkatan ini lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga baru yang romantik .kumpulan sajak (1960) o Djinak-djinak Merpati .

La Barka. Mihardja o Atheis .1958 • Trisno Sumardjo o Katahati dan Perbuatan (1952) o Terjemahan karya W. Timbullah perpecahan dan polemik yang berkepanjangan diantara kalangan sastrawan di Indonesia pada awal tahun 1960. Romeo dan Julia.drama satu babak (1962) Angkatan 50-an Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H.B. Penulis dan karya sastra Angkatan 50-60-an Nh. Sastra. Shakespeare: Hamlet. menyebabkan mandegnya perkembangan sastra karena masuk kedalam politik praktis dan berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30S di Indonesia. Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya. Namaku Hiroko. Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan. Jassin. Saudagar Venezia. Rivai Apin Chairil Anwar o Tiga Menguak Takdir (1950) • Idrus o Dari Ave Maria ke Djalan Lain ke Roma (1948) o Aki (1949) o Perempuan dan Kebangsaan • Pramoedya Ananta Toer o Bukan Pasar Malam (1951) o Ditepi Kali Bekasi (1951) o Gadis Pantai o Keluarga Gerilja (1951) o Mereka jang Dilumpuhkan (1951) o Perburuan (1950) o Tjerita dari Blora (1963) • Mochtar Lubis o Tidak Ada Esok (1982) o Djalan Tak Ada Udjung (1958) o Si Djamal (1964) • Achdiat K. di mana tokoh utama biasanya mempunyai konflik dengan pemikiran timur.[sunting] Penulis dan karya sastra Angkatan '45 • Chairil Anwar o Kerikil Tadjam (1949) o Deru Tjampur Debu (1949) • Asrul Sani. Dini (Nurhayati Dini) adalah sastrawan wanita Indonesia lain yang menonjol pada akhir dekade 80-an dengan beberapa karyanya antara lain: Pada Sebuah Kapal. Impian di tengah Musim. Salah satu ciri khas yang menonjol pada novel-novel yang ditulisnya adalah kuatnya pengaruh dari budaya barat.Balfas o Lingkaran-lingkaran Retak. kumpulan cerpen (1978) • Utuy Tatang Sontani o Suling (1948) o Tambera (1952) o Awal dan Mira . Pertemuan Dua Hati. Macbeth. yang bergabung dalam Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang berkonsep sastra realisme-sosialis. • Ajip Rosidi o Cari Muatan . dan Hati Yang Damai. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi dengan cerita pendek dan kumpulan puisi. Raja Lear. dll. • M.

Hotel. Surat Keputusan (cerpen) (1963) o Lesbian (1976) o Bukan Rumahku (1976) o Pelabuhan Hati (1978) o Di Bumi Aku Bersua di Langit Aku Bertemu (1983) o Trilogi: Dari Lembah Ke Coolibah (1997). Dini o Dua Dunia (1950) o Hati jang Damai (1960) • Nugroho Notosusanto o Hujan Kepagian (1958) o Rasa Sajangé (1961) o Tiga Kota (1959) • Ramadhan K. Welas Asih Merengkuh Tajali (1997).H o Api dan Si Rangka o Priangan si Djelita (1956) • Sitor Situmorang o Dalam Sadjak (1950) o Djalan Mutiara: kumpulan tiga sandiwara (1954) o Pertempuran dan Saldju di Paris (1956) o Surat Kertas Hidjau: kumpulan sadjak (1953) o Wadjah Tak Bernama: kumpulan sadjak (1955) • Subagio Sastrowardojo o Simphoni (1957) • Titis Basino o Pelabuhan Hati (1978) o Dia. Angin.o Ditengah Keluarga (1956) o Pertemuan Kembali (1960 o Sebuah Rumah Buat Hari Tua o Tahun-tahun Kematian (1955) • Ali Akbar Navis o Bianglala: kumpulan tjerita pendek (1963) o Hudjan Panas (1963) o Robohnja Surau Kami: 8 tjerita pendek pilihan (1950) • Bokor Hutasuhut o Datang Malam (1963) • Enday Rasidin o Surat Cinta • Nh. dan Tanah (1998) o Rumah Kaki Seribu (1998) o Tangan-Tangan Kehidupan (1999) o Bila Binatang Buas Pindah Habitat (1999) o Mawar Hitam Milik Laras (1999) • Toto Sudarto Bachtiar o Suara : kumpulan sadjak 1950-1955 (1962) o Etsa. Menyucikan Perselingkuhan (1998) o Aku Supiah Istri Wardian (1998) o Tersenyumpun Tidak Untukku Lagi (1998) o Terjalnya Gunung Batu (1998) o Aku Kendalikan Air. sadjak-sadjak (1958) • Trisnojuwono . Api.

Rendra o Balada Orang² Tertjinta (1957) o Empat Kumpulan Sajak (1961) o Ia Sudah Bertualang dan tjerita-tjerita pendek lainnja (1963) • dan banyak lagi karya sastra lainnya Angkatan 66-70-an Angkatan ini ditandai dengan terbitnya majalah sastra Horison. Leon Agusta. Taufik Ismail dan banyak lagi yang lainnya. karya sastranya berupa novel. Arief Budiman. Wing Kardjo. Beberapa satrawan pada angkatan ini antara lain: Umar Kayam. arus kesadaran. Darmanto Jatman. Purnawan Tjondronegoro.S. absurd. Sastrawan pada akhir angkatan yang lalu termasuk juga dalam kelompok ini seperti Motinggo Busye. Pada masanya. Penerbit Pustaka Jaya sangat banyak membantu dalam menerbitkan karya karya sastra pada masa angkatan ini. Noer. Bur Rasuanto. Hamsad Rangkuti. Goenawan Mohamad. Banyak karya sastra pada angkatan ini yang sangat beragam dalam aliran sastra. munculnya karya sastra beraliran surrealistik. Goenawan Mohamad. Budi Darma. Ikranegara. Seorang sastrawan pada angkatan 50-60-an yang mendapat tempat pada angkatan ini adalah Iwan Simatupang. H. Akhudiat. Jassin. Sapardi Djoko Damono dan Satyagraha Hoerip Soeprobo dan termasuk paus sastra Indonesia. Wisran Hadi. Djamil Suherman. Semangat avant-garde sangat menonjol pada angkatan ini. arketip. Arifin C. cerpen dan drama kurang mendapat perhatian bahkan sering menimbulkan kesalah-pahaman. Putu Wijaya. dll pada masa angkatan ini di Indonesia.B. Karya Sastra Angkatan '66 • Sutardji Calzoum Bachri oO o Amuk o Kapak • Abdul Hadi WM o Laut Belum Pasang – (kumpulan puisi) o Meditasi – (kumpulan puisi) o Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur – (kumpulan puisi) o Tergantung Pada Angin – (kumpulan puisi) o Anak Laut Anak Angin – (kumpulan puisi) • Sapardi Djoko Damono o Dukamu Abadi – (kumpulan puisi) o Mata Pisau dan Akuarium – (kumpulan puisi) o Perahu Kertas – (kumpulan puisi) o Sihir Hujan – (kumpulan puisi) o Hujan Bulan Juni – (kumpulan puisi) o Arloji – (kumpulan puisi) o Ayat-ayat Api – (kumpulan puisi) • Goenawan Mohamad o Interlude o Parikesit o Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang – (kumpulan esai) o Asmaradana o Misalkan Kita di Sarajevo • Umar Kayam o Seribu Kunang-kunang di Manhattan .o Angin Laut (1958) o Dimedan Perang (1962) o Laki-laki dan Mesiu (1951) • W. ia lahir mendahului jamannya.

Beberapa sastrawan yang dapat mewakili Angkatan dekade 80-an ini antara lain adalah: Remy Sylado.Manusia Kamar . karya sastra Indonesia pada masa angkatan ini tersebar luas diberbagai majalah dan penerbitan umum.Arjuna Mencari Cinta . Dasawarsa 80-an Karya sastra di Indonesia pada kurun waktu setelah tahun 1980. Kurniawan Junaidi.Cintaku di Kampus Biru . Pada umumnya. Karya Sastra Angkatan Dasawarsa 80-an Antara lain adalah: • Badai Pasti Berlalu . dengan sastrawan wanita yang menonjol pada masa tersebut yaitu Marga T. Bertolak belakang dengan novelnovel Balai Pustaka yang masih dipengaruhi oleh sastra Eropa abad 19 dimana tokoh utama selalu dimatikan untuk . Noorca Mahendra. Yudistira Ardinugraha. Noer o Tengul – (drama) o Sumur Tanpa Dasar – (drama) o Kapai Kapai – (drama) • Djamil Suherman o Sarip Tambak-Oso o Umi Kulsum – (kumpulan cerita pendek) o Perjalanan ke Akhirat o Sakerah dan masih banyak lagi yang lainnya. ditandai dengan banyaknya roman percintaan. tokoh utama dalam novel mereka adalah wanita.(kumpulan cerita pendek) o Pada Suatu Saat di Bandar Sangging o Kelir Tanpa Batas o Para Priyayi o Jalan Menikung • Danarto o Godlob o Adam Makrifat o Berhala • Putu Wijaya o Telegram o Stasiun o Pabrik o Gres – Putu Wijaya o Bom o Aduh – (drama) o Edan – (drama) o Dag Dig Dug – (drama) • Iwan Simatupang o Ziarah o Kering o Merahnya Merah o Koong o RT Nol / RW Nol – (drama) o Tegak Lurus Dengan Langit • Arifin C. Seno Gumira Ajidarma. Majalah Horison tidak ada lagi.o Sri Sumarah dan Bawuk – (kumpulan cerita pendek) o Lebaran di Karet.Karmila Mira W dan Marga T adalah dua sastrawan wanita Indonesia yang menonjol dengan fiksi romantis yang menjadi ciriciri novel mereka. di Karet .Sajak Sikat Gigi .

namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki 'juru bicara'. Gaya penulisan Ayu Utami yang terbuka. karya-karya pada era 80-an biasanya selalu mengalahkan peran antagonisnya. Proses reformasi politik yang dimulai pada tahun 1998 banyak melatar belakangi kelahiran karya-karya sastra -. yaitu lahirnya sejumlah novel populer yang dipelopori oleh Hilman dengan Serial Lupus-nya. Namun yang tak boleh dilupakan. Bahkan. Korrie Layun Rampan pada tahun 2002 melempar wacana tentang lahirnya Sastrawan Angkatan 2000. Banyak karya sastra Indonesia yang tidak dipublikasi berupa buku namun termaktub di dunia maya (internet)baik yang dikelola resmi oleh pemerintah. eseis. Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma. Justru dari kemasan yang ngepop inilah diyakini tumbuh generasi gemar baca yang kemudian tertarik membaca karya-karya yang lebih "berat". Sastrawan Angkatan 2000-an Setelah wacana tentang lahirnya Sastrawan Angkatan Reformasi muncul. dan kritikus sastra dimasukkan Korrie ke dalam Angkatan 2000. cerpen. novelis. itulah yang membuatnya menonjol dari pengarang-pengarang yang lain.menonjolkan rasa romantisme dan idealisme. • Dorothea Rosa Herliany • Seno Gumira Ajidarma • Fathur ER Cybersastra Era internet memasuki komunitas sastra di Indonesia. puisi. pada era 80-an ini juga tumbuh sastra yang beraliran pop (tetapi tetap sah disebut sastra. organisasi non-profit maupun situs pribadi. Budaya barat dan konflik-konfliknya sebagai tema utama cerita terus mempengaruhi sastra Indonesia sampai tahun 2000. lanjutan dari cerita Saman. seperti Sutardji Calzoum Bachri. Novel lain yang ditulisnya adalah Larung. serta yang muncul pada akhir 1990-an. penyair-penyair yang semula jauh dari tema-tema sosial politik. tahun 2002. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra. • Abidah el Khalieqy • Afrizal Malna • Ahmad Nurullah • Ahmad Syubanuddin Alwy • Ahmadun Yosi Herfanda adalah salah seorang penyair yang dimasukkan oleh Korrie Layun Rampan ke dalam Angkatan 2000. jika sastra dianggap sebagai salah satu alat komunikasi). Di rubrik sastra Harian Republika. Ahmadun Yosi Herfanda dan Acep Zamzam Noer. Karya ini menandai awal bangkitnya kembali sastra Indonesia setelah hampir 20 tahun. tapi ia sebenarnya telah banyak menulis sajak sejak awal 1980-an. Sastrawan Angkatan Reformasi Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke BJ Habibie lalu KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Sukarnoputri.puisi. dan Dorothea Rosa Herliany. maupun novel. cerpenis. Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia. Sastrawan Angkatan Reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir tahun 1990-an. seperti Afrizal Malna. seiring dengan jatuhnya Orde Baru. dan novel -. Seratus lebih penyair. Berbagai pentas pembacaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik. bahkan vulgar. misalnya. termasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an.pada saat itu. • Ayu Utami dengan karyanya Saman. muncul wacana tentang Sastrawan Angkatan Reformasi. selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi. Ada beberapa situs Sastra Indonesia di dunia maya . yang bertema sosial-politik. juga ikut meramaikan suasana dengan sajak-sajak sosial-politik mereka. Jakarta. sebuah fragmen dari cerita Laila Tak Mampir di New York. khususnya seputar Reformasi. seperti Ayu Utami. cerpen.

Moderator (Pemandu Diskusi) 2. Pengunjung Pemandu Diskusi Dalam sebuah diskusi perlu dipimpin oleh seorang pemandu diskusi. Membuka Diskusi 2. Kemungkinan pemecahan masalah dalam diskusi . Menutup Diskusi Sifat Pemandu Diskusi : 1. Tujuan Diskusi Adalah untuk mencari pemecahan masalah. Pelaksanaan diskusi dipimpin oleh Pemandu Diskusi 4.dengan beradu argumen antar peserta diskusi. Menyimpulkan hasil diskusi 5. Pihak-pihak yang terlibat dalam diskusi : 1 . Untuk mencari solusi dalam sebuah diskusi. Demokratis Tata cara dalam pelaksanaan Diskusi 1. Pembicara (Penyampai makalah diskusi) 4. Kreatif dalam memancing pembicaraan dan mengatasi kebekuan 4. saran dari para peserta diskusi. menampung pendapat. Notulis 3. Pemandu mengemukakan masalah yang akan dibicarakan dalam diskusi 3. Mengendalikan jalannya diskusi agar tidak terjadi debat kusir dalam diskusi 3.BERDISKUSI Konsep Dasar Diskusi Pengertian Diskusi adalah suatu kegiatan yang dilakukan Antara dua orang atau lebih bahkan bisa dikatakan berkelompok sebagai sarana bertukar pikiran dalam musyawarah yang direncanakan atau dipersiapkan sebelumnya. dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab . Peserta Diskusi (audience) 5. Peninjau 6. yang bertugas antara lain: 1. Tegas dan berwibawa 2. Memahami topik diskusi 3. peserta diskusi hendaknya secara bijaksana dapat mempertimbangkan. menilai dan menentukan kemungkinan keputusan yang akan diterima oleh para peserta atau sebagian peserta diskusi. pandangan. Mengatur lalu lintas komunikasi diantara peserta diskusi 4. Pemandu diskusi membuka diskusi 2.

Menurut saya. Diskusikanlah dengan tata cara berdiskusi yang benar . d. Saya merasa kurang sependapat dengan Anda. Sebutkan nama-nama tokoh penting dalam novel “SALAH PILIH” b. soal soal berikut dan jawablah dengan menggunakan kalimat lengkap : a. Memahami dan menghormati pendapat orang lain Cara mengemukakan pendapat dalam diskusi adalah sebagaii berikut: 1. 3. pendapat Anda kurang dapat diterima. Diantara tokoh itu . Bagaimanakah karakter dari tiap-tiap tokoh tersebut. Jangan memaksakan pendapatnya harus diterima dan jauhkan dari sikap emosional. Presentasikanlah hasil diskusimu didepan kelas. Menurut saya. 4. Adapun kata-kata yang dapat digunakan jika ingin menyanggah pendapat orang lain secara sopan antara lain : 1. jangan keluar dari permasalahan yang sedang dibahas. Berbicara jika sudah dipersilahkan oleh pemimpin diskusi 2. Mengemukakan pendapat dengan bahasa yang baik. pendapat Anda belum sesuai dengan pokok masalah. 2. Mempertimbangkan baik buruk argumen yang disampaikan peserta diskusi. contoh dan pendapat para ahli 3. Bentuklah kelompok diskusi dengan anggota sebanyak 3 hingga 5 siswa. Sebutkan beberapa karakter yang sangat menonjol dan berilah bukti dengan cara mengutip teks. Mengikuti jalannya diskusi dengan penuh perhatian 4. Pemandu menutup diskusi dengan mengemukakan hasil diskusi. Jangan mengejekkan pendapat orang lain. Menurut saya. pendapat Anda perlu ditinjau kembali 4. Siapakah diantara tokoh itu yang menjadi tokoh utama c. dan masuk akal. siapakah yang dapat disebut tokoh protagonis. 2. 6.5. 3. dan tritagonis. 3. antagonis. menyampaikan harapan-harapan dan diakhiri dengan salam penutup Tata cara mengajukan pertanyaan pada diskusi Peserta diskusi yang baik adalah peserta yang aktif mengajukan pertanyaan maupun sanggahan yang berkaitan dengan pembicaraan. logis. Pendapat harus langsung mengena pada pokok masalah. Latihan : 1. Dalam bertanya harus disertai dengan fakta-fakta. Dibawah ini ada beberapa syarat untuk menjadi peserta diskusi yang baik adalah : 1. 2. usahakan agar dapat mencapai kata mufakat tetapi apabila tidak gunakan pengambilan suara terbanyak. dalam sebuah diskusi panel .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful