P. 1
PENGERTIAN NEGARA HUKUM

PENGERTIAN NEGARA HUKUM

|Views: 5,082|Likes:
Published by Ervides Samosir

More info:

Published by: Ervides Samosir on Nov 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

. PENGERTIAN NEGARA HUKUM Pengertian negara hukum secara sederhana adalah negara yang penyelenggaraan kekuasaan pemerintahannya didasarkan

atas hukum. Dalam negara hukum, kekuasaan menjalankan pemerintahan berdasarkan kedaulatan hukum (supremasi hukum) dan bertujuan untuk menjalankan ketertiban hukum (Mustafa Kamal Pasha, dalam Dwi Winarno, 2006). Ada pendapat lain yang menyebutkan bahwa dalam negara hukum, hukum sebagai dasar diwujudkan dalam peraturan perundang-undangan yang berpuncak pada konstitusi atau hukum dasar negara. Konstitusi negara juga harus berisi gagasan atau ide tentang konstitusionalisme, yaitu adanya pembatasan atas kekuasaan dan jaminan hak dasar warga negara. Dengan demikian dalam negara hukum, kekuasaan negara berdasar atas hukum, bukan kekuasaan belaka serta pemerintahan negara berdasar pada konstitusi yang berpaham konstitusionalisme, tanpa hal tersebut sulit disebut sebagai negara hukum. PENGERTIAN Di dalam negara hukum, setiap aspek tindakan pemerintahan baik dalam lapangan pengaturan maupun dalam lapangan pelayanan harus didasarkan pada peraturan perundang-undangan atau berdasarkan pada legalitas. Artinya pemerintah tidak dapat melakukan tindakan pemerintahan tanapa dasar kewenangan. Unsur-unsur yang berlaku umum bagi setiap negara hukum, yakni sebagai berikut : • Adanya suatu sistem pemerintahan negara yang didasarkan atas kedaulatan rakyat. • Bahwa pemerintah dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya harus berdasar atas hukum atau peraturan perundang-undangan. • Adanya jaminan terhadap hak-hak asasi manusia (warga negara). • Adanya pembagian kekuasaan dalam negara. • Adanya pengawasan dari badan-badan peradilan (rechterlijke controle) yang bebas dan mandiri, dalam arti lembaga peradilan tersebut benar-benar tidak memihak dan tidak berada di bawah pengaruh eksekutif. • Adanya peran yang nyata dari anggota-anggota masyarakat atau warga negara untuk turut serta mengawasi perbuatan dan pelaksanaan kebijaksanaan yang dilakukan oleh pemerintah. • Adanya sistem perekonomian yang dapat menjamin pembagian yang merata sumberdaya yang diperlukan bagi kemakmuran warga negara. Unsur-unsur negara hukum ini biasanya terdapat dalam konstitusi. Oleh karena itu, keberadaan konstitusi dalam suatu negara hukum merupakan kemestian. Menurut Sri Soemantri, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang tidak mempunyai konstitusi atau undang-undang dasar. Negara dan konstitusi merupakan dua lembaga yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Apabila kita meneliti UUD 1945 (sebelum amademen), kita akan menemukan unsurunsur negara hukum tersebut di dalamnya, yaitu sebagai berikut; pertama, prinsip kedaulatan rakyat (pasal 1 ayat 2), kedua, pemerintahan berdasarkan konstitusi (penjelasan UUD 1945), ketiga, jaminan terhadap hak-hak asasi manusia (pasal 27, 28, 29, 31), keempat, pembagian kekuasaan (pasal 2, 4, 16, 19), kelima, pengawasan peradilan (pasal 24), keenam, partisipasi warga negara (pasal 28), ketujuh, sistem perekonomian (pasal 33).

• Kebebasan beragama dalam arti positip. menengah. dan melaksanakan ketertiban dunia”. Hadjon. “Indonesia ialah negara yang berdasar atas hukum (rechtsstaat)”. • Hubungan fungsional yang proporsional antara kekuasaan-kekuasaan negara. Posted on 9 November 2010 by Accher Falafah Pancasila sebagi Dasar Negara merupakan nilai dasar spiritual keagamaan. sesuai dengan muatan lokal. ideologi negara. dan konsep negara hukum Pancasila. karakteristik negara hukum Pancasila tampak pada unsurunsur yang ada dalam negara Indonesia. negara hukum Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berkut : • Ada hubungan yang erat antara agama dan negara. • Prinsip penyelesaian sengketa secara musyawarah dan peradilan merupakan sarana terakhir. konsep socialist legality. falsafah bangsa. yaitu sebagai berikut : • Keserasian hubungan antara pemerintah dan rakyat berdasarkan asas kerukunan. yaitu. • Keseimbangan antara hak dan kewajiban. • Ateisme tidak dibenarkan dan komunisme dilarang. dan panjang. “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Pancasila Sebagai Landasan Hukum Negara. sebagaimana yang termuat dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. mencerdaskan kehidupan bangsa. • Bertumpu pada Ketuhanan Yang Maha Esa. dan kesatuan bangsa yang menjadi landasan dasar dalam pembangunan bangsa baik pembangunan sumber daya manusia maupun pembangunan fisik. Berdasarkan penelitian Tahir Azhary. Oleh karena itu. . Menurut Philipus M. dan latar belakang historis masing-masing negara. secara historis dan praktis. • Asas kekeluargaan dan kerukunan. Tujuan-tujuan ini diupayakan perwujudannya melalui pembangunan yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan dalam program jangka pendek. Indikasi bahwa Indonesia menganut konsepsi welfare state terdapat pada kewajiban pemerintah untuk mewujudkan tujuan-tujuan negara. negara hukum menurut konsep Anglo-Saxon (rule of law).Eksistensi Indonesia sebagai negara hukum secara tegas disebutkan dalam Penjelasan UUD 1945 (setelah amandemen) yaitu pasal 1 ayat (3). memajukan kesejahteraan umum. kemanusiaan. negara hukum menurut konsep Eropa Kontinental yang dinamakan rechtsstaat. konsep negara hukum muncul dalam berbagai model seperti negara hukum menurut Qur’an dan Sunnah atau nomokrasi Islam. Idealitas negara berdasarkan hukum ini pada dataran implementasi memiliki karakteristik yang beragam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->