P. 1
Hak Dan Kewajiban Guru Dlm Uu

Hak Dan Kewajiban Guru Dlm Uu

|Views: 3,497|Likes:

More info:

Published by: Luthfi Hadi Aminuddin on Dec 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2013

pdf

text

original

1

IV. Hak dan Kewajiban Guru Sebagai Pendidik A. Penjabara Hak dan Kewajiban Guru Dalam UU Hak dan Kewajiban Guru sebagai pendidik diatur di semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pendidikan. Sebelum kita menginjak ke materi hak dan kewajiban Guru sebagai pendidik, tidak ada salahnya kita memahami dahulu pengertian dari hak dan kewajiban itu sendiri. Hak adalah kewenangan yang diberikan oleh hukum obyektif kepada subyek hukum. Kewengangan dimaksud adalah kewenangan untuk menguasai, menjual, menggadaikan, menggarap dll. Hak dibedakan menjadi dua: a. hak mutlak, pemegang hak dapat mempertahankan terhadap siapapun (hak asasi, hak public, hak keperdataan). b. Hak relative/ nisbi , hak yang memberikan kewenangan kepada seseorang atau beberapa orang untuk menuntut agar orang lain melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu Sedangkan kewajiban adalah beban yang diberikan oleh hukum kepada orang atau badan hukum. Kewajiban sebagai guru adalah kewajiban yang diberikan kepada orang pribadi sebagai individual sekaligus subyek hukum. Bisa diartikan dengan sebutan tugas bila melihat kewajiban dari yang bersifat absolute dan disebut peran bila bersifat relatif. Kita akan mencermati satu-persatu hak dan kewajiban guru dalam peraturan perundang-undangan yang terkait. 1. Undang-Undang Sisdiknas Dalam UU Sisdiknas, hak dan kewajiban guru diatur dalam Pasal 39 sampai dengan Pasal 44. Dapat dipisahkan dan dijabarkan sebagai berikut. a. Hak pendidik (disini adalah guru) antara lain : (1) penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai; (2) penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja; (3) Promosi dan penghargaan bagi pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman, kemampuan, dan prestasi kerja dalam bidang pendidikan.pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas; (4) Berhak mendapatkan sertifikasi pendidik. (5) perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual; dan (6) kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. b. Kewajiban guru sebagai pendidk antara lain : (1) Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, dan melakukan pembimbingan dan pelatihan, (2) harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (3) menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis; (4) mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan (5) memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. 2. Undang-Undang Guru dan Dosen Dalam UU Guru dan Dosen, hak dan kewajiban guru lebih diatur dengan sangat lengkap, terperinci dan jelas. Yaitu dalam Pasal 7, Pasal 8, Pasal 12, Pasal 14 s/d Pasal 21 ayat (1), Pasal 26 ayat (1), Pasal 28 ayat (2), pasal 29, Pasal 32, Pasal 35 s/d Pasal 41. Dapat dipisahkan dan dijabarkan sebagai berikut. a. Hak guru antara lain : (1) Dalam pasal 7 terdapat beberapa hak yaitu - memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja; - memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat; - memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; dan - memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru (2) Pasal 14 antara lain berisi : - memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial; Penghasilan itu meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta

dan pengabdian kepada masyarakat. perlindungan profesi. memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi. perlindungan profesi. hukum. - - - b. ras. sehat jasmani dan rohani. sertifikat pendidik. dan memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. kompetensi. 5 Diatur dalam Pasal 20 UU Guru dan Dosen . minat. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.2 memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. PP No. menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan. dan kondisi fisik tertentu. serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin. tunjangan fungsional. kode etik guru. Kewajiban guru dalam UU ini antara lain : (1) Dalam pasal 7 terdapat beberapa kewajiban guru yaitu memiliki bakat. dan peraturan perundang-undangan. dan akhlak mulia. dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan. melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu. Organisasi profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi untuk memajukan profesi. wawasan kependidikan. kesejahteraan. meningkatkan kompetensi. Guru membentuk organisasi profesi yang bersifat independen. kompetensi sosial. karier. keimanan. agama. memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi. memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. juga diatur dan dijabarkan dalam Pasal 2 s/d Pasal 5. perlindungan ini meliputi perlindungan hukum. memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. tunjangan khusus. serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. penghargaan. Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat. memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas.3 memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan. Sedangkan kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik.4 (3) Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. guru berkewajiban:5 merencanakan pembelajaran. dan idealisme. kompetensi kepribadian. serta nilai-nilai agama dan etika. memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan. dan kode etik guru. teknologi. panggilan jiwa. suku. memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan. ketakwaan. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (2) Guru wajib memiliki kualifikasi akademik. dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi1 mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja. memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual. dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran. 74 Tahun 2008. meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dan/atau memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya. dan seni. 1 2 Lihat pasal 12 UU Guru dan Dosen Dijelaskan secara terperinci dalam Pasal 39 UU Guru dan Dosen 3 Tercantum dalam Pasal 42 UU Guru dan Dosen 4 Tercantum dalam Pasal 8 s/d Pasal 11 UU Guru dan Dosen. atau latar belakang keluarga.2 penghasilan lain berupa tunjangan profesi.

Telaah dari Hak dan Kewajiban Dalam UU Sisdiknas dan UU Guru dan Dosen Hak dan kewajiban yang tercantum dalam kedua UU tersebut di atas dapat ditelaah bahwa kehadiran UU Guru dan Dosen merupakan perluasan dari UU Sisdiknas. non pns (guru bantu/honorer). Meskipun di beberapa bagian masih sangat hangat diperbincangkan dan menjadi perdebatan yang sangat seru. kemudian Pasal 8 s/d Pasal 12 tentang sertifikasi guru. Kualifikasi. 74 Tahun 2008. Kemudian hak guru. memiliki kewenangan yang di dalamnya mencakup hak dan kewajiban guru. Yang memang mengatur segala sesuatu secara khusus yang menyangkut guru. Beban kerja guru 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan sebanyak-banyaknya 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. Standardisasi. UU Guru dan Dosen mendapatkan sambutan yang hangat. yaitu (1) menetapkan dan menegakkan kode etik guru. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Disampaikan pada SEMINAR IKATAN ALUMNI YAPI (IKAYAPI) Jakarta. membimbing dan melatih peserta didik. maupun guru swasta memiliki hak yang mendasar untuk menjadi guru dalam arti melaksankan tugas-tugasnya di bidang pendidikan di lingkungan sekolah pada satuan pendidikan tertentu. Dengan Pokok Bahasan Bagaimana Aplikasinya Untuk Para Guru yang Mengajar di Sekolah Swasta” 7 . kompetensi. bahwa semua orang yang memperoleh sertifikat pendidik dalam hal ini adalah guru (tanpa menyantumkan pns. Pembinaan dan pengembangan. (3) memberikan perlindungan profesi guru. 6 Tercantum dalam Pasal 35 UU Guru dan Dosen.7 B. Organisasi profesi dan kode etik. Semisal. guru-guru tidak mempunyai payung hukum yang jelas. Bila kita telaah baik hak maupun kewajiban yang diatur dalam UU Guru dan Dosen lebih lengkap dan terperinci. Hal ini tercantum dalam Pasal 42 UU Guru dan Dosen 8 Perhatikan isi dari Pasal 12 UU Guru dan Dosen yang menjadi dasar seseorang bisa diangkat menjadi guru. Penghargaan.6 (5) Guru wajib menjadi anggota organisasi profesi. maupun guru swasta. PP No. serta lebih dijabarkan dalam Pasal 6. (2) memberikan bantuan hukum kepada guru. yaitu diatur dalam Pasal 2 s/d Pasal 7 tentang kualifikasi dan kompetensi Guru. Perlindungan f. 8 Khusus posisi guru swasta selama ini memang seolah-olah tidak dipayungi oleh UU yang ada meskipun secara eksplisit sudah tercantum dalam UU No. khususnya mengenai hak dan kewajiban yang dapat memberikan kekuatan hukum dan perlindungan hukum yang dapat mengayomi semua guru. kedudukan. fungsi dan tujuan dari guru. Bisa dikatakan sebelum UU Guru dan Dosen disahkan. yaitu : “Setiap orang yang telah memperoleh sertifikat pendidik memiliki kesempatan yang sama untuk diangkat menjadi guru pada satuan pendidikan tertentu. 74 Tahun 2008 tentang Guru. Hakam Naja. serta melaksanakan tugas tambahan. diatur dalam Pasal 15 s/d Pasal 23. non pns. melaksanakan pembelajaran. UU ini dianggap bisa menjadi payung hukum unuk guru dan dosen tanpa adanya perlakuan yang berbeda antara guru negeri dan swasta. dan masih banyak lagi. Ada beberapa hal dalam UU Guru dan Dosen dalam pelaksanaan hak dan kewajiban guru dalam memberikan payung hukum. Enam indikator tersebut telah diatur dengan sangat jelas dan terperinci dalam PP No. menilai hasil pembelajaran. c. hak dan kewajiban guru. dan sertifikasi. e. terutama dari kalangan pendidik.3 (4) Beban kerja guru sebagai salah satu kewajiban guru. (4) melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru. mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran.” Dari isi Pasal tersebut terkandung maksud. 9 A. b. yaitu : a. sehingga bila penerapannya sungguh-sungguh maka akan tercapai profesionalitas guru-guru di Indonesia. d. Organisasi profesi ini sebagai wadah bagi guru. 24 Desember 2005 Thema : ”UU Guru dan Dosen tahun 2005. Standardisasi penyelenggaraan pendidikan. Pasal 39 s/d Pasal 41 tentang Perlindungan hukum terhadap guru.9 Bila kita cermati. dan (5) memajukan pendidikan nasional. Hak dan kewajiban. Serta dalam UU Guru dan Dosen lebih mencakup semua guru baik pns. kompetensi dll. Enam indikator diatas telah diatur secara rinci. khususnya untuk masalah tunjangan tunjangan yang menjadi hak guru untuk diterima. UU Guru dan Dosen secara gamblang dan jelas mengatur secara detail aspekaspek yang selama ini belum diatur secara rinci. dalam UU Guru dan Dosen tercakup hal-hal yang bisa dikatakan telah memberikan payung hukum yang kuat bagi guru dalam : a.

Tunjangan Khusus. Beasiswa. karena sarana dan prasarana pendidikan yang jauh dari memadai. Dengan lahirnya UU Guru dan Dosen ini diharapkan bida didirikan organisasi profesi yang dapat mewadahi (terutama) guru yang dapat menjalankan fungsinya sebagai orgnisasi profesi yang independen dan diharapkan dapat menjadi lembaga yang benar-benar memperjuangkan nasib guru. Dengan sertifikasi diharapkan lebih menghargai profesi guru.17 dan 18 UU Guru dan Dosen. Demikian pula dengan dewan kehormatan yang tercipta dari organisasi profesi yang independent diharapkan menjadi pengawal pelaksanaan kode etik guru. Kode etik guru yang tercipta diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme guru. Pelayangan kesehatan. Perlindungan profesi. sehat jasmani dan rohani. guru yang tidak kompeten. dan meningkatkan mutu guru di Indonesia. 3. Hal ini akan tercantum pada pasal 8 UU Guru dan Dosen yang menjelaskan tentang Sertifikat Profesi Pendidik. Disamping tunjangan diatas. Hal ini disebabkan yayasan-yayasan tersebut terkesan memaksakan diri untuk mendirikan lembaga pendidikan. sehingga banyak lembaga pendidikan yang tidak layak. Perlindungan. Maslahat Tambahan tersebut meliputi : 1. 7. Sedang semangat dari pasal ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pendidik itu sendiri. 10 Hal ini akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan makalah ini . organisasi yang tidak dikelola dengan baik dll. c. sertifikat pendidik. Penyelenggara pendidikan seperti diatas jumlahnya cukup besar di indonesia. khususnya dalam proses belajar-mengajar. perlakuan diskriminatif. Standardisasi kompetensi guru. Yang pada akhirnya akan memperburuk kondisi pendidikan bangsa. Pasal 8 menyebutkan : ”Guru wajib memiliki kualifikasi akademik. d. Organisasi profesi dan dewan kehormatan. Setiap guru berhak mendapatkan perlindungan dalam melaksanakan tugasnya. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional”. Tiga jenis tunjangan diatas diatur dalam pasal 16. Perlindungan hukum. intimidasi. yaitu : 1. 5. Perlindungan hukum mencakup perlindungan atas tindak kekerasan.4 Sampai saat ini cukup banyak penyelenggara pendidikan (yayasan-yayasan) yang tidak jelas keberadaannya. Hal ini seharusnya mencakup pula perlindungan saat guru melaksanakan tugas belajar-mengajar di kelas. terutama yang mengarah pada terciptanya lembaga yang menjadi sarang kolusi dan korupsi baru. b. 3. Guru berhak untuk mendapatkan tunjangan. Tunjangan Fungsional. kompetensi. Bentuk kesejahteraan lain. guru juga berhak untuk memperoleh ”maslahat tambahan” yang tercantum dalam pasal 19 UU Guru dan Dosen. Banyak pihak mengkhawatirkan program sertifikasi ini (yang diselenggarakan oleh LPTK) nantinya akan menimbulkan masalah baru di dunia pendidikan. Penghargaan bagi guru. Dalam pelaksanaanya banyak lembaga pendidikan yang belum memenuhi standar mutu pelayanan pendidikan dan standart mutu pendidikan yang diharapkan. Kesejahteraan atau Tunjangan. Asuransi pendidikan. serta berusaha lebih menghargai profesi pendidik. atau perlakuan tidak adil. 2. 4. Untuk indikator penghasilan guru PNS sudah diatur Pasal 15 ayat 1. Hal ini dilakukan sebagai langkah menjadikan guru sebagai tenaga profesional.10 2. Kemudahan bagi putra-putri guru untuk memperoleh pendidikan. 6. Dengan lahirnya UU Guru dan Dosen diharapkan dapat menjadi acuan untuk memperbaiki kualitas mutu pelayanan pendidikan di masyarakat baik itu negeri maupun swasta. Tunjangan profesi. Tunjangan profesi diberikan kepada guru baik guru PNS ataupun guru swasta yang telah memiliki sertifikat pendidik. 11 item Hak Guru yang tercantum pada pasal 14 UU Guru dan Dosen adalah bentuk penghargaan pemerintah dan masyarakat kepada guru. Tunjangan pendidikan. Perlindungan untuk guru meliputi : 1. ancaman. 2.

masih memerlukan proses untuk pelaksanaan dan mencapai tujuan yang diharapkan. sebagai pelaksana dari UU Guru dan Dosen dan UU Sisdiknas. hukum.5 Perlindungan profesi mencakup perlindungan terhadap pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sehingga pada saat anggaran pendidikan belum mencapai 20% dari APBN maka akan sangat sulit dilaksanakan. atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik. Apalagi ada beberapa hal memang tidak serta merta dapat dilaksanakan. b. dilaporkan Guru kepada pemimpin satuan pendidikan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. atau pihak lain. pelecehan terhadap profesi serta pembatasan lain yang dapat menghambat guru dalam melaksanakan tugas. orang tua peserta didik. Sedangkan perlindungan terhadap hak-hak guru telah diatur lebih lanjut dan terperinci dalam PP No. satuan pendidikan. Sekarang tinggal di tangan kita bagaimana kedua undang-undang tersebut beserta PP-nya bisa dilaksanakan dan diterapkan dengan baik oleh kita sebagai pendidik. Perlindungan ini mencakup perlindungan terhadap risiko gangguan keamanan kerja. dan pembatasan atau pelarangan lain yang dapat menghambat Guru dalam melaksanakan tugas. khususnya guru pada waktu di sekolah. bencana alam. peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang ditetapkan Guru. pelecehan terhadap profesi. Organisasi Profesi Guru. intimidasi. Pemerintah Daerah. 74 Tahun 2008 yaitu Pasal 39 s/d Pasal 41 sebagai perluasan dan pelaksanaan dari UU Guru dan DosenYaitu : Pasal 39 (1) Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama. baik lisan maupun tulisan. kebakaran pada waktu kerja. Pemerintah atau Pemerintah Daerah dapat saling membantu dalam memberikan perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Dengan dikeluarkannya PP No. (3) Guru berhak mendapatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja dari satuan pendidikan dan penyelenggara satuan pendidikan terhadap resiko gangguan keamanan kerja. (2) Rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh Guru melalui perlindungan: a. birokrasi. serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaedah pendidikan. pemberian imbalan yang tidak wajar. Demikian pula dengan program sertifikasi dll. Pasal 40 (1) Guru berhak mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari Pemerintah. patut kita hargai jerih payah pemerintah dalam menyusun segala peraturan. peraturan tingkat satuan pendidikan. bencana alam. pembatasan dalam menyampaikan pandangan. khususnya di bidang pendidikan. dan peraturan perundang-undangan. UU Guru dan Dosen mungkin masih harus di perdebatkan dalam rangka memperbaikinya di masa yang akan datang. Pemberian tunjangan kepada seluruh guru. (3) Pelanggaran terhadap peraturan satuan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik yang pemberian sanksinya berada di luar kewenangan Guru. atau saat kita berhadapan dengan peserta didik (anak didik). Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya. ancaman. (3) Masyarakat. (2) Guru berhak mendapatkan perlindungan profesi terhadap pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. kecelakaan kerja. Tujuan kita di sini adalah untuk menyusun suatu . kebakaran pada waktu kerja. dan/atau Masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing. akan sangat terganturng anggaran pemerintah. dan c. norma kesopanan. 3. (4) Pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang dilakukan oleh peserta didik. 74 Tahun 2008. dilaporkan Guru kepada pemimpin satuan pendidikan. Masyarakat. keselamatan dan kesehatan kerja. telah dijabarkan dengan sangat runtut dan terperinci serta bila ada kekurangannya. pemberian imbalan yang tidak wajar. kesehatan lingkungan kerja atau resiko lain. Pasal 41 (1) Guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan. Organisasi Profesi Guru. perlakuan diskriminatif. (2) Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa teguran dan/atau peringatan. kecelakaan kerja. maka segala yang masih kabur dalam UU. kode etik Guru. kesehatan lingkungan kerja dan/atau resiko lain. profesi. norma kesusilaan.

UU Guru dan Dosen dan dengan dikeluarkannya PP no. menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa. . Oleh sebab itu istilah ”guru kencing berdiri murid kencing berlari” adalah cermin kita sebagai pendidik bagaimana kita memberi contoh yang baik pada anak didik kita sehingga akan membentuk citra yang akan terus mereka ingat selama hidipnya.6 draf bentuk perlindungan hukum baik guru maupun anak didik waktu di sekolah dalam bentuk tata tertib yang tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan tersebut. memiliki akhlak yang mulia. dengan memperhatikan pula UU Perlindungan Anak. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Namun diharapkan dengan adanya 2 (dua) undang-undang yaitu Undang-Undang No. serta berbudaya dan bermartabat. Selain itu juga tercapai cita-cita kita sebagai pendidik untuk menghasilkan anak didik yang berkualitas. mampu bersaing dengan perkembangan jaman yang serba modern dan bertehnologi tinggi. 74 Tahun 2008 sebagai pelaksana kedua UU tersebut diharapkan akan memperbaiki mutu pendidikan nasional secara keseluruhan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->