1

IV. Hak dan Kewajiban Guru Sebagai Pendidik A. Penjabara Hak dan Kewajiban Guru Dalam UU Hak dan Kewajiban Guru sebagai pendidik diatur di semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pendidikan. Sebelum kita menginjak ke materi hak dan kewajiban Guru sebagai pendidik, tidak ada salahnya kita memahami dahulu pengertian dari hak dan kewajiban itu sendiri. Hak adalah kewenangan yang diberikan oleh hukum obyektif kepada subyek hukum. Kewengangan dimaksud adalah kewenangan untuk menguasai, menjual, menggadaikan, menggarap dll. Hak dibedakan menjadi dua: a. hak mutlak, pemegang hak dapat mempertahankan terhadap siapapun (hak asasi, hak public, hak keperdataan). b. Hak relative/ nisbi , hak yang memberikan kewenangan kepada seseorang atau beberapa orang untuk menuntut agar orang lain melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu Sedangkan kewajiban adalah beban yang diberikan oleh hukum kepada orang atau badan hukum. Kewajiban sebagai guru adalah kewajiban yang diberikan kepada orang pribadi sebagai individual sekaligus subyek hukum. Bisa diartikan dengan sebutan tugas bila melihat kewajiban dari yang bersifat absolute dan disebut peran bila bersifat relatif. Kita akan mencermati satu-persatu hak dan kewajiban guru dalam peraturan perundang-undangan yang terkait. 1. Undang-Undang Sisdiknas Dalam UU Sisdiknas, hak dan kewajiban guru diatur dalam Pasal 39 sampai dengan Pasal 44. Dapat dipisahkan dan dijabarkan sebagai berikut. a. Hak pendidik (disini adalah guru) antara lain : (1) penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai; (2) penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja; (3) Promosi dan penghargaan bagi pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman, kemampuan, dan prestasi kerja dalam bidang pendidikan.pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas; (4) Berhak mendapatkan sertifikasi pendidik. (5) perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual; dan (6) kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. b. Kewajiban guru sebagai pendidk antara lain : (1) Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, dan melakukan pembimbingan dan pelatihan, (2) harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (3) menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis; (4) mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan (5) memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. 2. Undang-Undang Guru dan Dosen Dalam UU Guru dan Dosen, hak dan kewajiban guru lebih diatur dengan sangat lengkap, terperinci dan jelas. Yaitu dalam Pasal 7, Pasal 8, Pasal 12, Pasal 14 s/d Pasal 21 ayat (1), Pasal 26 ayat (1), Pasal 28 ayat (2), pasal 29, Pasal 32, Pasal 35 s/d Pasal 41. Dapat dipisahkan dan dijabarkan sebagai berikut. a. Hak guru antara lain : (1) Dalam pasal 7 terdapat beberapa hak yaitu - memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja; - memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat; - memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; dan - memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru (2) Pasal 14 antara lain berisi : - memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial; Penghasilan itu meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta

kompetensi kepribadian. memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi. meningkatkan kompetensi. memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas. dan memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. guru berkewajiban:5 merencanakan pembelajaran. dan pengabdian kepada masyarakat. bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin. memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. hukum. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. ras. Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat. 5 Diatur dalam Pasal 20 UU Guru dan Dosen . memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan. memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. minat. sehat jasmani dan rohani. juga diatur dan dijabarkan dalam Pasal 2 s/d Pasal 5. dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.3 memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan. dan kode etik guru. atau latar belakang keluarga. dan akhlak mulia. dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi1 mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja. 74 Tahun 2008. memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan. Guru membentuk organisasi profesi yang bersifat independen. perlindungan profesi. Sedangkan kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik.2 penghasilan lain berupa tunjangan profesi. tunjangan fungsional. melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu. serta nilai-nilai agama dan etika. memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. teknologi.2 memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. 1 2 Lihat pasal 12 UU Guru dan Dosen Dijelaskan secara terperinci dalam Pasal 39 UU Guru dan Dosen 3 Tercantum dalam Pasal 42 UU Guru dan Dosen 4 Tercantum dalam Pasal 8 s/d Pasal 11 UU Guru dan Dosen. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. suku. menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan. tunjangan khusus. memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual. - - - b. kode etik guru. karier. dan kondisi fisik tertentu. memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi. ketakwaan. sertifikat pendidik. dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan. dan/atau memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya. perlindungan ini meliputi perlindungan hukum. keimanan. dan peraturan perundang-undangan. penghargaan. Kewajiban guru dalam UU ini antara lain : (1) Dalam pasal 7 terdapat beberapa kewajiban guru yaitu memiliki bakat. wawasan kependidikan. (2) Guru wajib memiliki kualifikasi akademik.4 (3) Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. kompetensi sosial. panggilan jiwa. PP No. Organisasi profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi untuk memajukan profesi. kesejahteraan. agama. serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. dan seni. serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. perlindungan profesi. kompetensi. meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dan idealisme.

e. Dengan Pokok Bahasan Bagaimana Aplikasinya Untuk Para Guru yang Mengajar di Sekolah Swasta” 7 . guru-guru tidak mempunyai payung hukum yang jelas.” Dari isi Pasal tersebut terkandung maksud. khususnya mengenai hak dan kewajiban yang dapat memberikan kekuatan hukum dan perlindungan hukum yang dapat mengayomi semua guru. Kemudian hak guru. Hal ini tercantum dalam Pasal 42 UU Guru dan Dosen 8 Perhatikan isi dari Pasal 12 UU Guru dan Dosen yang menjadi dasar seseorang bisa diangkat menjadi guru. 8 Khusus posisi guru swasta selama ini memang seolah-olah tidak dipayungi oleh UU yang ada meskipun secara eksplisit sudah tercantum dalam UU No. kemudian Pasal 8 s/d Pasal 12 tentang sertifikasi guru. Enam indikator diatas telah diatur secara rinci. 24 Desember 2005 Thema : ”UU Guru dan Dosen tahun 2005.7 B. PP No. kompetensi dll. Organisasi profesi dan kode etik. khususnya untuk masalah tunjangan tunjangan yang menjadi hak guru untuk diterima. b. Pasal 39 s/d Pasal 41 tentang Perlindungan hukum terhadap guru. Organisasi profesi ini sebagai wadah bagi guru. memiliki kewenangan yang di dalamnya mencakup hak dan kewajiban guru. yaitu : a. kompetensi. kedudukan. Ada beberapa hal dalam UU Guru dan Dosen dalam pelaksanaan hak dan kewajiban guru dalam memberikan payung hukum. dan sertifikasi. bahwa semua orang yang memperoleh sertifikat pendidik dalam hal ini adalah guru (tanpa menyantumkan pns. UU Guru dan Dosen mendapatkan sambutan yang hangat. (3) memberikan perlindungan profesi guru. Bila kita telaah baik hak maupun kewajiban yang diatur dalam UU Guru dan Dosen lebih lengkap dan terperinci. hak dan kewajiban guru. 6 Tercantum dalam Pasal 35 UU Guru dan Dosen. serta melaksanakan tugas tambahan. Enam indikator tersebut telah diatur dengan sangat jelas dan terperinci dalam PP No. Beban kerja guru 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan sebanyak-banyaknya 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.9 Bila kita cermati. Hakam Naja. Yang memang mengatur segala sesuatu secara khusus yang menyangkut guru. membimbing dan melatih peserta didik. maupun guru swasta memiliki hak yang mendasar untuk menjadi guru dalam arti melaksankan tugas-tugasnya di bidang pendidikan di lingkungan sekolah pada satuan pendidikan tertentu. Standardisasi. Bisa dikatakan sebelum UU Guru dan Dosen disahkan. terutama dari kalangan pendidik. yaitu : “Setiap orang yang telah memperoleh sertifikat pendidik memiliki kesempatan yang sama untuk diangkat menjadi guru pada satuan pendidikan tertentu. Standardisasi penyelenggaraan pendidikan. dan masih banyak lagi. c. Semisal. 74 Tahun 2008. dalam UU Guru dan Dosen tercakup hal-hal yang bisa dikatakan telah memberikan payung hukum yang kuat bagi guru dalam : a. UU Guru dan Dosen secara gamblang dan jelas mengatur secara detail aspekaspek yang selama ini belum diatur secara rinci. Pembinaan dan pengembangan. Penghargaan. (4) melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru.3 (4) Beban kerja guru sebagai salah satu kewajiban guru. non pns. Perlindungan f. melaksanakan pembelajaran. yaitu (1) menetapkan dan menegakkan kode etik guru. Meskipun di beberapa bagian masih sangat hangat diperbincangkan dan menjadi perdebatan yang sangat seru. Disampaikan pada SEMINAR IKATAN ALUMNI YAPI (IKAYAPI) Jakarta. serta lebih dijabarkan dalam Pasal 6.6 (5) Guru wajib menjadi anggota organisasi profesi. mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran. fungsi dan tujuan dari guru. UU ini dianggap bisa menjadi payung hukum unuk guru dan dosen tanpa adanya perlakuan yang berbeda antara guru negeri dan swasta. (2) memberikan bantuan hukum kepada guru. Telaah dari Hak dan Kewajiban Dalam UU Sisdiknas dan UU Guru dan Dosen Hak dan kewajiban yang tercantum dalam kedua UU tersebut di atas dapat ditelaah bahwa kehadiran UU Guru dan Dosen merupakan perluasan dari UU Sisdiknas. dan (5) memajukan pendidikan nasional. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). d. maupun guru swasta. 9 A. Serta dalam UU Guru dan Dosen lebih mencakup semua guru baik pns. sehingga bila penerapannya sungguh-sungguh maka akan tercapai profesionalitas guru-guru di Indonesia. Hak dan kewajiban. menilai hasil pembelajaran. diatur dalam Pasal 15 s/d Pasal 23. non pns (guru bantu/honorer). yaitu diatur dalam Pasal 2 s/d Pasal 7 tentang kualifikasi dan kompetensi Guru. Kualifikasi. 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Bentuk kesejahteraan lain. Hal ini disebabkan yayasan-yayasan tersebut terkesan memaksakan diri untuk mendirikan lembaga pendidikan. Organisasi profesi dan dewan kehormatan. Sedang semangat dari pasal ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pendidik itu sendiri. Maslahat Tambahan tersebut meliputi : 1. Hal ini dilakukan sebagai langkah menjadikan guru sebagai tenaga profesional. Kode etik guru yang tercipta diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme guru. Beasiswa. Asuransi pendidikan. 10 Hal ini akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan makalah ini . ancaman. Tiga jenis tunjangan diatas diatur dalam pasal 16. Kesejahteraan atau Tunjangan. Tunjangan profesi diberikan kepada guru baik guru PNS ataupun guru swasta yang telah memiliki sertifikat pendidik. 5. Penghargaan bagi guru. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional”. guru yang tidak kompeten. Perlindungan untuk guru meliputi : 1. Pasal 8 menyebutkan : ”Guru wajib memiliki kualifikasi akademik. Dengan sertifikasi diharapkan lebih menghargai profesi guru. yaitu : 1. Dalam pelaksanaanya banyak lembaga pendidikan yang belum memenuhi standar mutu pelayanan pendidikan dan standart mutu pendidikan yang diharapkan. Perlindungan hukum mencakup perlindungan atas tindak kekerasan.17 dan 18 UU Guru dan Dosen. Perlindungan profesi. 3.4 Sampai saat ini cukup banyak penyelenggara pendidikan (yayasan-yayasan) yang tidak jelas keberadaannya. Banyak pihak mengkhawatirkan program sertifikasi ini (yang diselenggarakan oleh LPTK) nantinya akan menimbulkan masalah baru di dunia pendidikan. Setiap guru berhak mendapatkan perlindungan dalam melaksanakan tugasnya. Guru berhak untuk mendapatkan tunjangan. c. sertifikat pendidik. khususnya dalam proses belajar-mengajar. kompetensi. 7. b.10 2. Demikian pula dengan dewan kehormatan yang tercipta dari organisasi profesi yang independent diharapkan menjadi pengawal pelaksanaan kode etik guru. serta berusaha lebih menghargai profesi pendidik. Tunjangan pendidikan. Tunjangan Fungsional. Perlindungan hukum. perlakuan diskriminatif. guru juga berhak untuk memperoleh ”maslahat tambahan” yang tercantum dalam pasal 19 UU Guru dan Dosen. 6. Penyelenggara pendidikan seperti diatas jumlahnya cukup besar di indonesia. sehat jasmani dan rohani. Kemudahan bagi putra-putri guru untuk memperoleh pendidikan. sehingga banyak lembaga pendidikan yang tidak layak. intimidasi. Tunjangan profesi. dan meningkatkan mutu guru di Indonesia. Perlindungan. 2. 2. Standardisasi kompetensi guru. karena sarana dan prasarana pendidikan yang jauh dari memadai. organisasi yang tidak dikelola dengan baik dll. Hal ini akan tercantum pada pasal 8 UU Guru dan Dosen yang menjelaskan tentang Sertifikat Profesi Pendidik. 3. Tunjangan Khusus. Untuk indikator penghasilan guru PNS sudah diatur Pasal 15 ayat 1. d. Hal ini seharusnya mencakup pula perlindungan saat guru melaksanakan tugas belajar-mengajar di kelas. 11 item Hak Guru yang tercantum pada pasal 14 UU Guru dan Dosen adalah bentuk penghargaan pemerintah dan masyarakat kepada guru. 4. Pelayangan kesehatan. atau perlakuan tidak adil. Dengan lahirnya UU Guru dan Dosen ini diharapkan bida didirikan organisasi profesi yang dapat mewadahi (terutama) guru yang dapat menjalankan fungsinya sebagai orgnisasi profesi yang independen dan diharapkan dapat menjadi lembaga yang benar-benar memperjuangkan nasib guru. Dengan lahirnya UU Guru dan Dosen diharapkan dapat menjadi acuan untuk memperbaiki kualitas mutu pelayanan pendidikan di masyarakat baik itu negeri maupun swasta. terutama yang mengarah pada terciptanya lembaga yang menjadi sarang kolusi dan korupsi baru. Yang pada akhirnya akan memperburuk kondisi pendidikan bangsa. Disamping tunjangan diatas.

norma kesopanan. dan peraturan perundang-undangan. kecelakaan kerja. atau saat kita berhadapan dengan peserta didik (anak didik). kecelakaan kerja. (2) Rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh Guru melalui perlindungan: a. Sehingga pada saat anggaran pendidikan belum mencapai 20% dari APBN maka akan sangat sulit dilaksanakan. (4) Pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang dilakukan oleh peserta didik. pemberian imbalan yang tidak wajar. atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik. bencana alam. Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. orang tua peserta didik. Masyarakat. Pemerintah Daerah. peraturan tingkat satuan pendidikan. kesehatan lingkungan kerja atau resiko lain. pelecehan terhadap profesi serta pembatasan lain yang dapat menghambat guru dalam melaksanakan tugas. perlakuan diskriminatif. Organisasi Profesi Guru. dan/atau Masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing. satuan pendidikan. atau pihak lain. serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaedah pendidikan. norma kesusilaan. Pasal 40 (1) Guru berhak mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari Pemerintah. Pasal 41 (1) Guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan. UU Guru dan Dosen mungkin masih harus di perdebatkan dalam rangka memperbaikinya di masa yang akan datang. Organisasi Profesi Guru. pelecehan terhadap profesi. intimidasi. keselamatan dan kesehatan kerja. dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya. Tujuan kita di sini adalah untuk menyusun suatu . birokrasi. kode etik Guru. pembatasan dalam menyampaikan pandangan. Pemberian tunjangan kepada seluruh guru. dan pembatasan atau pelarangan lain yang dapat menghambat Guru dalam melaksanakan tugas. telah dijabarkan dengan sangat runtut dan terperinci serta bila ada kekurangannya. dilaporkan Guru kepada pemimpin satuan pendidikan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. baik lisan maupun tulisan. kebakaran pada waktu kerja. (2) Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa teguran dan/atau peringatan. b. dan c. kesehatan lingkungan kerja dan/atau resiko lain. khususnya guru pada waktu di sekolah. peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang ditetapkan Guru. 74 Tahun 2008 yaitu Pasal 39 s/d Pasal 41 sebagai perluasan dan pelaksanaan dari UU Guru dan DosenYaitu : Pasal 39 (1) Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama. (2) Guru berhak mendapatkan perlindungan profesi terhadap pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. sebagai pelaksana dari UU Guru dan Dosen dan UU Sisdiknas. hukum. Perlindungan ini mencakup perlindungan terhadap risiko gangguan keamanan kerja. ancaman. dilaporkan Guru kepada pemimpin satuan pendidikan. Demikian pula dengan program sertifikasi dll.5 Perlindungan profesi mencakup perlindungan terhadap pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. maka segala yang masih kabur dalam UU. patut kita hargai jerih payah pemerintah dalam menyusun segala peraturan. (3) Pelanggaran terhadap peraturan satuan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik yang pemberian sanksinya berada di luar kewenangan Guru. kebakaran pada waktu kerja. Dengan dikeluarkannya PP No. bencana alam. 74 Tahun 2008. profesi. akan sangat terganturng anggaran pemerintah. masih memerlukan proses untuk pelaksanaan dan mencapai tujuan yang diharapkan. Sekarang tinggal di tangan kita bagaimana kedua undang-undang tersebut beserta PP-nya bisa dilaksanakan dan diterapkan dengan baik oleh kita sebagai pendidik. (3) Guru berhak mendapatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja dari satuan pendidikan dan penyelenggara satuan pendidikan terhadap resiko gangguan keamanan kerja. Sedangkan perlindungan terhadap hak-hak guru telah diatur lebih lanjut dan terperinci dalam PP No. khususnya di bidang pendidikan. 3. (3) Masyarakat. Pemerintah atau Pemerintah Daerah dapat saling membantu dalam memberikan perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Apalagi ada beberapa hal memang tidak serta merta dapat dilaksanakan. pemberian imbalan yang tidak wajar.

serta berbudaya dan bermartabat. UU Guru dan Dosen dan dengan dikeluarkannya PP no. . 74 Tahun 2008 sebagai pelaksana kedua UU tersebut diharapkan akan memperbaiki mutu pendidikan nasional secara keseluruhan. Oleh sebab itu istilah ”guru kencing berdiri murid kencing berlari” adalah cermin kita sebagai pendidik bagaimana kita memberi contoh yang baik pada anak didik kita sehingga akan membentuk citra yang akan terus mereka ingat selama hidipnya. Namun diharapkan dengan adanya 2 (dua) undang-undang yaitu Undang-Undang No. menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.6 draf bentuk perlindungan hukum baik guru maupun anak didik waktu di sekolah dalam bentuk tata tertib yang tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan tersebut. Selain itu juga tercapai cita-cita kita sebagai pendidik untuk menghasilkan anak didik yang berkualitas. mampu bersaing dengan perkembangan jaman yang serba modern dan bertehnologi tinggi. memiliki akhlak yang mulia. dengan memperhatikan pula UU Perlindungan Anak. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful