A. Resume para ahli 1. Pendapat Joseph M. Juran tentang Total Quality Management a. Biografi Joseph M.

Juran Nama Joseph M. Juran layak disejajarkan dengan nama -nama tokoh manajemen kualitas dunia lainnya seperti W. Edward Deming yang terkenal dengan Deming¶s 14 point, Philip B Crosby dengan Quality is free-nya, A.V. Feigenbaum yang mencetuskan konsep Three steps to quality¸ Walter A Shewart, Kaoru Ishikawa dan Genichi Taguchi, serta sederet nama populer dan para tokoh pionir manajemen kualitas yang dikenal dunia. Joseph lahir pada 24 Desember tahun 1904 di Braila-Moldova, Dr. Joseph M. Juran mengemukakan kerisauannya akan perkembangan manajemen kualitas dunia saat itu dengan pernyataannya bahwa ³telah terjadi krisis kualitas´. Anak dari Jakob (seorang pembuat sepatu desa ini), mempunyai pemahaman bahwa cara tradisional tidak akan mampu lagi menghadapi krisis kualitas yang terjadi. Pendapat ini tentu bisa diterima mengingat pada saat itu dunia industri masih banyak yang memakai sistem manajemen kualitas konvensional dan kondisi ini sangat mengusik pengalaman industri dan intelektualitas seorang Dr. Joseph M. Juran. Juran mengunjungi Jepang pada tahun 1945. Di Jepang Juran membantu pimpinan Jepang di dalam menstrukturisasi industri sehingga mampu mengekspor produk ke pasar dunia. Ia membantu Jepang untuk mempraktekkan konsep mutu dan alat-alat yang dirancang untuk pabrik ke dalam suatu seri konsep yang menjadi dasar bagi suatu ³management process´ yang terpadu .C. Total Quality Manajement menurut Joseph M. Juran Karakteristik TQM Adapun karakteristik Total Quality Manajement (TQM) menurut Joseph M. Juran adalah meliputi; 1. Kualitas menjadi bagian dari setiap agenda managemen 2. Sasaran kualitas dimasukkan dalam rencana bisnis. 3. Jangkauan sasaran diturunkan dari benchmarking: fokus adalah pada pelanggan dan pada kesesuaian kompetisi, di sana adalah sasaran untuk peningkatan kualitas tahunan. 4. Sasaran disebarkan ke tingkat yang mengambil tindakan. 5. Pelatihan dilaksanakan pada semua tingkat. 6. Pengukuran ditetapkan seluruhnya. 7. Manajer teratur meninjau kembali kemajuan dibandingkan dengan sasaran. 8. Penghargaan diberikan untuk performansi terbaik. 9. Sistem imbalan (reward system) diperbaiki Elemen pendukung dalam TQM 1. Kepemimpinan. Manajer senior harus mengarahkan upaya pencapaian tujuan dengan memberikan, menggunakan alat dan bahan yang komunikatif, menggunakan data dan

paling mampu dan paling hebat pendidikannya di dunia. Pengumpulan data pelanggan memberikan suatu tujuan dan penilaian kinerja yang realistis serta sangat berguna di dalam memotivasi setiap orang/karyawan untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya. Kita ketahui bahwa TQM terus mengalami evolusi. Pelatihan inti ini memastikan bahwa suatu bahasa dan suatu set alat y ang sama akan diperbaiki di seluruh perusahaan. memberikan baik informasi yang mereka butuhkan untuk menjamin perbaikan mutu dan memecahkan persoalan. Secara ideal manajer harus bertemu pribadi dengan para karyawan untuk menyampaikan informasi. Gagal mengenali seseorang mencapai sukses dengan menggunakan proses menejemen mutu terpadu akan memberikan kesan bahwa ini bukan arah menuju pekerjaan yang sukses. Suatu staf pendukung yang kecil dapat membantu tim manajemen senior untuk mengartikan konsep mengenai mutu. Ganjaran dan Pengakuan. Ajaran Deming dan Juran itu berkembang terus hingga kemudian dinamakan TQM oleh US Navy pada tahun 1985. harus diperebutkan melalui persaingan yang ketat. 4. Komunikasi. Pendidikan dan Pelatihan. Manajer senior mungkin memerlukan dukungan untuk melakukan perubahan yang dianggap perlu melaksanakan strategi pencapaian mutu. menjadi semakin matang dan mengalami diversifikasi untuk aplikasi di bidang manufactur. Pengukuran. memberikan pengarahan. Jadi pada dasarnya karyawan yang berhasil mencapai mutu tertentu harus diakui dan diberi ganjaran agar dapat menjadi panutan/contoh bagi karyawan lainnya. Mutu didasarkan pada ketrampilan setiap karyawan yang pengertiannya tentang apa yang dibutuhkan oleh pelanggan ini mencakup mendidik dan melatih semua karyawan.2. C. kesehatan. . Pimpinan bisnis harus mengerti bahwa MMT adalah suatu proses yang terdiri dari tiga prinsip dan elemen-elemen pendukung yang harus mereka kelola agar mencapai perbaikan mutu yang berkesinambungan sebagai kunci keunggulan bersaing. 6. dan menungkinkan promosi atau sukses individu secara menyeluruh. 3. Sintesis ketiga ahli Landasan TQM adalah statistical process control (SPC) yang merupakan model manajemen manufactur. dan dewasa ini juga di bidang pendidikan. dan menjawab pertanyaan dari setiap karyawan. Penggunaan data hasil pengukuran menjadi sangat penting di dalam menetapkan proses manajemen mutu. Tim individu yang berhasil menerapkan proses mutu harus diakui dan mungkin diberi ganjaran. sehingga karyawan lainnya sebagai anggota organisasi akan mengetahui apa yang diharapkan. Pimpinan Senior suatu organisasi harus sepenuhnya menghayati implikasi manajemen di dalam suatu ekonomi internasional di mana manajer yang paling berhasil. yang pertama-tama diperkenalkan oleh Edward Deming dan Joseph Juran sesudah PD II guna membantu bangsa Jepang membangun kembali infrastruktur negaranya. menggali siapa-siapa yang berhasil menerapkan konsep manajemen mutu terpadu. Dukungan semacam ini mungkin diperoleh dari luar melalui konsultan. industri jasa. membantu melalui ³network´ dengan manajer mutu di bagian lain dalam organisasi dan membantu sebagai narasumber mengenai topik-topik yang berhubungan dengan mutu bagi tim manajer senior. akan tetapi lebih baik kalau diperoleh dari dalam organisasi itu sendiri. Komunikasi dalam suatu lingkungan mutu mungkin perlu ditempuh dengan cara berbeda-beda agar dapat berkomunimasi kepada seluruh karyawan mengenai suatu komitmen yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan dalam usaha peningkatan mutu. Struktur Pendukung. 5.

segala aktivitas perusahaan harus dikoordinasikan untuk memuaskan para pelanggan. Edwards Deming. Deming melihat bahwa masalah mutu terletak pada masalah manjemen. Kedua ide tersebut sangat menarik jika diterapkan dalam dunia pendidikan. Kedua adalah ide bahwa kesalahan. karyawan merupakan sumber daya organisasi yang paling bernilai. Amerika. TQM yang dikenal sekarang ini banyak berbeda tekniknya dengan apa yang dikembangkan di Jepang pada tahun 1950-an dan yang pertama-tama dikembangkan di Amerika pada tahun 1980-an. dan ketepatan waktu. Sementara Joseph Juran juga pelopor lain revolusi mutu Jepang. Kualitas yang dihasilkan suatu perusahaan sama dengan nilai (value) yang diberikan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup para pelanggan. Sedangkan Philip Crosby selalu diasosiasikan dengan dua ide yang sangat menarik dan sangat kuat dalam mutu. 2. D. Prinsip dan Unsur Pokok Dalam TQM Total quality management merupakan suatu konsep yang berupaya melaksanakan sistem manajemen kualitas kelas dunia. pemborosan. Kontribusi bidang tersebut merupakan satu dimensi tersendiri yang dapat disebut sebagai akar TQM. Semakin tinggi nilai yang diberikan. kegagalan. Ketiganya berkonsentrasi pada mutu dalam industri produksi. Ia dikenal sebagai "guru" manajemen pertama dalam menghadapi isu-isu manajemen mutu yang lebih luas. yaitu: 1. Edwards Deming. Joseph Juran dan Philip B. setiap karyawan dipandang sebagai individu yang memiliki talenta dan kreativitas yang unik. terlalu banyak pemborosan dalam sistem saat mengupayakan peningkatan mutu. Respek Terhadap Setiap Orang Dalam perusahaan yang berkelas dunia. Dengan demikian. organization development (OD). Dia juga lebih diperhatikan di Jepang dari pada di tempat kelahirannya. Oleh karena itu. termasuk di dalamnya harga. semakin besar pula kepuasan pelanggan. Kepuasan Pelanggan Memberikan kepuasan kebutuhan pelanggan (internal dan eksternal) dalam segala aspek. Order of the Sacred Treasure. maka untuk menghayati state-of-the-art TQM perlu diketahui juga kontribusi bidang manajemen dan organizational effectiveness dalam membangun TQM sebagai dimensi yang lain. E. Yang pertama adalah ide bahwa mutu itu gratis. Sebab TQM terus mengalami evolusi. Karya terpenting W. Menurut Hensler dan Brunell. Juran dan Philip Crosby dalam mengimplementasikan TQM memang perlu. dan penundaan waktu ± serta semua hal yang "tidak bermutu" lainnya ± bisa dihilangkan jika institusi memiliki kemauan untuk itu. Tokoh-Tokoh Mutu Tiga tokoh penting tentang mutu adalah W. keamanan. Out of the Crisis. Untuk itu diperlukan perubahan besar dalam budaya dan sistem nilai suatu organisasi. ada empat prinsip utama dalam TQM. tetapi belumlah cukup. Menurutnya. Namun kontribusi mereka terhadap gerakan mutu begitu besar dan memang harus diakui bahwa eksplorasi mutu akan mengalami kesulitan tanpa merujuk pada pemikiran mereka. Ini adalah gagasan "tanpa cacat" (Zero Defects)-nya yang kontroversial. meskipun demikian ide-ide mereka juga dapat diterapkan dalam industri jasa. kaisar Jepang memberikan anugerah bergengsi. Pada tahun 1981.Oleh karen itu mengikuti ajaran Deming. Juran terkenal karena keberhasilannya menciptakan "kesesuaian dengan tujuan dan manfaat". setiap orang dalam organisasi . antara lain terdiri dari group dynamics. Penerapan TQM di berbagaii bidang membutuhkan kerangka sendiri dalam manajemen kualitas. Dia yakin (sebagaiman juga Deming) bahwa kebanyakan masalah mutu dapat dikembalikan pada masalah keputusan manajemen. dipublikasikan pada tahun 1982. Crosby. Memang tidak satupun dari mereka yang memberikan pertimbangan tentang isu-isu mutu dalam pendidikan. sosiotechnical system dan lain-lain. Oleh karena itu.

dengan mengacu pada konsep prioritisasi (prioritization) dan variasi (variation). 4. dan bukan sekedar pada perasaan (feeling). yang terdiri dari langkah-langkah perencanaan. setiap keputusan didasarkan pada data. Perbaikan Berkesinambungan Agar dapat sukses.diperlakukan dengan baik dan diberi kesempatan untuk terlibat dan berpartisipasi dalam tim pengambil keputusan. manfaat total quality management (TQM) dapat dijelaskan lewat bagan berikut ini: Manfaat Rute Pasar . pelaksanaan rencana. pemeriksaan hasil pelaksanaan rencana. Konsep yang berlaku di sini adalah siklus PDCA (plan-do-check-act). Manfaat Total Quality Mangement Secara sederhana. 3. Manajemen Berdasarkan Fakta Perusahaan kelas dunia berorientasi pada fakta. dan tindakan korektif terhadap hasil yang diperoleh. F. setiap perusahaan perlu melakukan proses secara sistematis dalam melaksanakan perbaikan berkesinambungan.