ETIMOLOGI

Sunda berasal dari kata Su yang berarti segala sesuatu yang mengandung unsur kebaikan. Orang Sunda meyakini bahwa memiliki etos atau karakter Kasundaan, sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Karakter Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (cerdas). Karakter ini telah dijalankan oleh masyarakat yang bermukim di Jawa bagian barat sejak jaman Kerajaan Salakanagara. Nama Sunda mulai digunakan oleh raja Purnawarman pada tahun 397 untuk menyebut ibukota Kerajaan Tarumanagara yang didirikannya. Untuk mengembalikan pamor Tarumanagara yang semakin menurun, pada tahun 670, Tarusbawa, penguasa Tarumanagara yang ke-13, mengganti nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda. Kemudian peristiwa ini dijadikan alasan oleh Kerajaan Galuh untuk memisahkan negaranya dari kekuasaan Tarusbawa. Dalam posisi lemah dan ingin menghindarkan perang saudara, Tarusbawa menerima tuntutan raja Galuh. Akhirnya kawasan Tarumanagara dipecah menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan Sungai Citarum sebagai batasnya.

BAHASA
Bahasa Sunda dituturkan oleh sekitar 27 juta orang dan merupakan bahasa dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia setelah Bahasa Jawa. Sesuai dengan sejarah kebudayaannya, bahasa Sunda dituturkan di provinsi Banten khususnya di kawasan selatan provinsi tersebut, sebagian besar wilayah Jawa Barat (kecuali kawasan pantura yang merupakan daerah tujuan urbanisasi dimana penutur bahasa ini semakin berkurang), dan melebar hingga batas Kali Pemali (Cipamali) di wilayah Brebes, Jawa Tengah.  Variasi dalam bahasa Sunda

Peta linguistik Jawa Barat

Sedikitnya literatur berbahasa Sunda menyulitkan kajian linguistik varian bahasa ini. Mereka berpendapat bahwa nama ini merupakan nama Jawa yang "disundakan". sebab pada abad ke-19 nama ini seringkali ditulis sebagai "Clacap". Bahasa Sunda Kuna adalah bentuk bahasa Sunda yang ditemukan pada beberapa catatan tertulis. Namun demikian. baik di batu (prasasti) maupun lembaran daun kering (lontar ). Selain itu menurut beberapa pakar bahasa Sunda sampai sekitar abad ke-6 wilayah penuturannya sampai di sekitar Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah. Dan akhirnya dialek Tenggara adalah dialek sekitar Ciamis . Seiring mobilisasi warga suku Sunda. Dialek Utara mencakup daerah Sunda utara termasuk kota Bogor dan beberapa bagian Pantura . Para pakar bahasa biasanya membedakan enam dialek yang berbeda. warga Sunda menetap di daerah baru tersebut. penutur bahasa ini kian menyebar. di Lampung. hingga dialek Sunda-Jawa Tengahan yang mulai tercampur bahasa Jawa . Dialek-dialek ini adalah: • Dialek Barat • Dialek Utara • Dialek Selatan • Dialek Tengah Timur • Dialek Timur Laut • Dialek Tenggara Dialek Barat dipertuturkan di daerah Banten selatan [2] . Riau dan Kalimantan Selatan banyak sekali. Lalu dialek Selatan adalah dialek Priangan yang mencakup kota Bandung dan sekitarnya. Sementara itu dialek Tengah Timur adalah dialek di sekitar Majalengka. nama Cilacap banyak yang menentang bahwa ini merupakan nama Sunda. berdasarkan nama "Dieng" yang dianggap sebagai nama Sunda (asal kata dihyang yang merupakan kata bahasa Sunda Kuna ). bahasa Sunda juga dipertuturkan di bagian barat Jawa Tengah. di Jambi. Ironisnya. di daerah yang dijuluki Tatar Sunda .Dialek ( basa wewengkon ) bahasa Sunda beragam. khususnya di Kabupaten Brebes dan Cilacap . dan sebagainya. . Dialek Timur Laut adalah dialek di sekitar Kuningan . Misalnya. Cimanggu .  Sejarah dan penyebaran Bahasa Sunda terutama dipertuturkan di sebelah barat pulau Jawa. Tidak diketahui apakah bahasa ini adalah dialek tersendiri atau merupakan bentuk yang menjadi pendahulu bahasa Sunda modern. Banyak nama-nama tempat di Cilacap yang masih merupakan nama Sunda dan bukan nama Jawa seperti Kecamatan Dayeuhluhur . dialek ini juga dipertuturkan di beberapa bagian Brebes . mulai dari dialek Sunda-Banten. Jawa Tengah .

Degung merupakan salah-satu kesenian yang paling populer di JawaBarat.TRADISI TULISAN Bahasa Sunda memiliki catatan tulisan sejak milenium kedua. pada umumnya dimainkan oleh lebih dari empat orang yang telah mempunyai keahlian khusus dalam menabuh gendang. Rampak Gendang Rampak Gendang merupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Tulisan dengan huruf latin diperkenalkan pada awal abad ke20 dan sekarang mendominasi sastra tulisan berbahasa Sunda. Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Barat yaitu. dan merupakan bahasa Austronesia ketiga yang memiliki catatan tulisan tertua. tanah Sunda juga terkenal . SENI MUSIK a. Kacapi. Saron. Setelah masuknya pengaruh Kesultanan Mataram pada abad ke-16. setelah bahasa Melayu dan bahasa Jawa . selain itu musik degung juga digunakan sebgai musik pengiring hampir pada setiap pertunjukan seni tradisional Jawa Barat lainnya. Biasanya rampak gendang ini diadakan pada acara pesta atau pada acara ritual. dan sebagainya. Gendang. Bonang. Selain seni tari. Goong. Kempul. aksara hanacaraka (cacarakan) diperkenalkan dan terus dipakai dan diajarkan di sekolah-sekolah sampai abad ke-20. Tulisan pada masa awal menggunakan aksara Pallawa . Rebab. Rampak Gendang ini adalah pemainan menabuh gendang secara bersamasama dengan menggunakan irama tertentu serta menggunakan cara-cara tertentu untuk melakukannya. Pada periode Pajajaran . aksara yang digunakan adalah aksara Sunda Kaganga. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring/pengantar. Suling. karena iringan musik degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatan yang masih menganut adat tradisional. Degung Degung merupakan sebuah kesenian sunda yang biasanya dimainkan pada acara hajatan. Gambar 3 : Rampak Gendang b.

Cara menabuh calung adalah dengan memukul Batang (wilahan.Calung ini biasanya digunakan sebagai pengiring nyanyian sunda atau pengiring dalam lawakan. Es Lilin. Biasanya calung ini ditampilkan dengan dibawakan oleh 5 orang atau lebih. Warung Pojok. Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari Awi Wulung(bambu hitam). Tidak sembarangan orang dapat menyanyikan lagu yang dibawakan Sinden karena nada dan ritme-nyacukup sulit untuk ditiru dan dipelajari. Gambar 4 : Angklung . bilah) dari RuasRuas (tabung bambu) yang tersusun menurut Titi Laras (tangga nada) Pentatonik (da-mi-na-ti-la). ALAT MUSIK a. Tokecang. Angklung Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khusus yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Dalam memainkan Degung biasanya ada seorang penyanyi yangmembawakan lagu-lagu Sunda dengan nada dan alunan yang khas. namun ada pula yang dibuat dari Awi Temen (bambuyang berwarna putih). Manuk Dadali. Penyanyi ini biasanya seorang wanita yang dinamakan Sinden.dengan seni suaranya. Dibawah ini salah salah satu musik/lagu daerah Sunda : Bubuy Bulan. Calung Di daerah Jawa Baat terdapat kesenian yang disebut Calung. calung ini adalah kesenian yang dibawakan dengan cara memukul/mengetuk bambu yang telah dipotong dan dibentuk sedemikian rupa dengan pemukul/pentungan kecil sehingga menghasilkan nada-nada yang khas. b. penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian lokal atau tradisional.

Sunda.Kesenian ini menampilkan nyanyian yang dibawakan oleh sinden. seperti: gendang. Bajidoran Bajidoran merupakan sebuah kesenian yang dalam memainkannya hampir sama dengan permainan musik modern. d. Kacapi Suling berkembang pesat di daerah Cianjur dan kemudian menyebar kepenjuru Parahiangan Jawa Barat dan seluruh dunia. lagu yang dibawakannya pun lagu sunda. Rengkong Rengkong adalah salah satu kesenian tradisional yang diwariskan oleh leluhur masyarakat Sunda.yaitu semacam rebana tetapi besarnya tiga kali dari alat rebana. . kacapi rebab. yang dalam bahasa sunda disebut Sinden. f.c. Kacapi Suling Kacapi Sulingadalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat. iramanya sangat merdu yang biasanya diiringi oleh Mamaos(tembang) Sunda yang memerlukan cengkok/ alunan tingkat tinggi khas Sunda.yang pada umumnya nyanyian atau lagunya dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan. Masyarakat Jawa Barat memberikan nama lain untuk cianjuran dengan nama mamaos yang artinya bernyanyi. bonang. Bangreng Seni Bangreng adalah pengembangan dari seni "Terbang" dan "Ronggeng". Kacapi suling ini biasanya digunakan untuk mengiringi nyanyian sunda. Cianjuran Cianjuran merupakan kesenian khas Jawa Barat. yaitu permainan alat musik tradisional yang memadukan suara alunan Suling dengan Kacapi (kecapi). e. Muncul sekitar tahun 1964 di daerah Kabupaten Cianjur dan orang yang pertama kali memunculkan dan mempopulerkannya adalah H. saron.goong. jenglong dan tarompet. cuma lagu yang dialunkan merupakan lagu tradisional atau lagu daerah Jawa Barat serta alat-alat musik yang digunakan adalah alat musik tradisional Jawa Barat. g.Sopjan. Seni terbang itu sendiri merupakan kesenian yang menggunakan "Terbang". Dimainkan oleh lima pemain dan dua orang penabu gendang besar dan kecil. Bentuk kesenian ini sudah diambil dari tata cara masyarakat sunda dahulu ketika menanam padi sampai dengan menuainya.

Sebagai tarian yang menarik. Ciri khas dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak. seperti Ramayana atau Perang Baratayudha. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang. pesta pernikahan atau acara lainnya. yaitu pada malam hari (biasanya semalam suntuk) dimulai sekitar pukul 20. hampir seluruh perguruan pencak silat melengkapi teknik perguruannya dengan aliran ini. Ceritanya banyak diilhami oleh budaya Hindu dari India. Wayang Golek adalah pementasan sandiwara boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan oleh seorang sutradara merangkap pengisi suara yang disebut Dalang. Degung bisa diibaratkan 'Orkestra' dalam musik Eropa/Amerika.Dalam Wayang Golek. dimana alat musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian.Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula. ada .00 pagi. PENCAK SILAT CIKALONG Pencak silat Cikalong tumbuh dikenal dan menyebar. Daerah Cianjur sudah sejak dahulu terkenal sebagai daerah pengembangan kebudayaan Sunda seperti. Saron. Seorang Dalang memiliki keahlian dalam menirukan berbagai suara manusia. WAYANG GOLEK Tanah Sunda terkenal dengan kesenian Wayang Golek-nya. Khususnya di Jawa Barat dan diseluruh Nusantara pada umumnya. berpasangan atau berkelompok. musik kecapi suling Cianjuran.21. Wayang Golek biasanya dipentaskan pada acara hiburan. selamatan atau pesta pernikahan. yaitu Degung.00 hingga pukul 04. Jaipongan atau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah moderen karena merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu. Kacapi. klompen cianjuran. Go'ong. Jaipong sering dipentaskan pada acara-acara hiburan. Tokoh-tokoh dalam cerita mengambil nama-nama dari tanah India. Cerita yang dibawakan berkisar pada pergulatan antara kebaikan dan kejahatan (tokoh baik melawan tokoh jahat). Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. pementasan Wayang Golek diiringi musik Degung lengkap dengan Sindennya. Seperti halnya Jaipong. Musik ini merupakan kumpulan beragam alat musik seperti Kendang. dsb. penduduk tempatan menyebutnya "Maempo Cikalong". pakaian moda Cianjuran yang sampai kini dipergunakan dll.00 . Waktu pementasannya pun unik.SENI TARI JAIPONGAN Tanah Sunda (Priangan) dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik.

Adapun rangkaian acaranya dapat dilihat berikut ini. Dilaksanakan orang tua calon pengantin beserta keluarga dekat. yaitu pembicaraan orang tua atau utusan pihak pria yang berminat mempersunting seorang gadis. ke bawah. Yaitu anak. Tunangan. ayah yang bertindak sebagai kepala keluarga. kaitsiwur atau gantungsiwur. uang. melambangkan kemantapan dan keabadian. Dalam keluarga Sunda. Ikatan kekeluargaan yang kuat dan peranan agama Islam yang sangat mempengaruhi adat istiadat mewarnai seluruh sendi kehidupan suku Sunda. garis keturunan ditarik dari pihak ayah dan ibu bersama. Nendeun Omong. Ketiga. canggahwareng atau janggawareng.'tokoh' yang sangat dinantikan pementasannya yaitu kelompok yang dinamakan Purnakawan. Jika dibawa. anak saudara piut. pertama. Disertai seseorang berusia lanjut sebagai pemimpin upacara. bibi. dan seterusnya. Lamaran. • . Dalam bahasa Sunda dikenal pula kosa kata sajarah dan sarsilah (salsilah. saudara yang berhubungan tidak langsung dan horizontal seperti anak paman. anak saudara kakek atau nenek. Tokoh-tokoh ini digemari karena mereka merupakan tokoh yang selalu memerankan peran lucu (seperti pelawak) dan sering memancing gelak tawa penonton. keponakan anak adik. Dilakukan ‘patuker beubeur tameuh’. saudara yang berhubungan tidak langsung dan langsung serta vertikal seperti keponakan anak kakak. Cincin tidak mutlak harus dibawa. seperangkat pakaian wanita sebagai pameungkeut (pengikat). Dicontohkannya. yaitu penyerahan ikat pinggang warna pelangi atau polos kepada si gadis. seperti Dawala dan Cepot. bisanya berupa cincing meneng. atau uwak. Seorang Dalang yang pintar akan memainkan tokoh tersebut dengan variasi yang sangat menarik. Bawa lamareun atau sirih pinang komplit. dan vertikal. silsilah) yang maknanya kurang lebih sama dengan kosa kata sejarah dan silsilah dalam bahasa Indonesia. Kedua. SISTEM KEKERABATAN Sistem keluarga dalam suku Sunda bersifat parental. Khususnya mempelai yang berasal dari Sunda. udeg-udeg. saudara yang berhubungan langsung. bao. Makna sajarah adalah susun galur/garis keturunan. buyut (piut). incu (cucu).Dalam suku Sunda dikenal adanya pancakaki yaitu sebagai istilah-istilah untuk menunjukkan hubungan kekerabatan. UPACARA ADAT PERKAWINAN SUKU SUNDA Adat Sunda merupakan salah satu pilihan calon mempelai yang ingin merayakan pesta pernikahannya.

agar kelak rejeki yang diperoleh bila berlebihan dapat dibagikan kepada saudara dan handai taulan. • Akad nikah. Disawer beras. dan lain-lain. Melambangkan rumah tangga yang akan dibina masih bersih dan belum ternoda. petugas KUA. Diiringi lagu kidung oleh pangeuyeuk. Membuat lungkun. Membelah mayang jambe dan buah pinang (oleh calon pengantin pria). para saksi. oleh ayah pengantin wanita atau keluarganya. kedua pengantin didudukkan di kursi. Digulung menjadi satu memanjang. makanan. Dua lembar sirih bertangkai saling dihadapkan. Bermakna agar keduanya saling mengasihi dan dapat menyesuaikan diri. Melambangkan berlomba mencari rejeki dan disayang keluarga. • Saweran. Sungkeman. ibu calon pengantin wanita menyambut dengan pengalungan bunga melati kepada calon pengantin pria. oleh utusan dari pihak wanita. • Ngabageakeun. •  Upacara Prosesi Pernikahan • Penjemputan calon pengantin pria.7 hari sebelum pernikahan). Membuka kain putih penutup pengeuyeuk.) Dipimpin pengeuyeuk.Seserahan (3 . perabot rumah tangga. Ngeuyeuk seureuh (opsional. pantun sawer dinyanyikan. Diikat dengan benang kanteh. Calon pengantin pria membawa uang. pengantin pria sudah berada di tempat nikah. Kerudung baru dibuka saat kedua mempelai akan menandatangani surat nikah. Pantun berisi petuah utusan orang tua pengantin wanita. Berebut uang di bawah tikar sambil disawer. yang berarti penyatuan dua insane yang masih murni. maka seserahan dilaksanakan sesaat sebelum akad nikah. Kedua pengantin dipayungi payung besar diselingi taburan beras kuning atau kunyit ke atas payung. Pengeuyek mewejang kedua calon pengantin agar meminta ijin dan do’a restu kepada kedua orang tua serta memberikan nasehat melalui lambang-lambang atau benda yang disediakan berupa parawanten. Dikeprak dengan sapu lidi disertai nasehat agar memupuk kasih sayang dan giat bekerja. • Menumbukkan alu ke dalam lumpang sebanyak tiga kali (oleh calon pengantin pria). agar hidup sejahtera. perabot dapur. kemudian diapit oleh kedua orang tua calon pengantin wanita untuk masuk menuju pelaminan. Wejangan. Maknanya. Diikuti kedua orang tua dan para tamu yang hadir. lalu didudukkan di sebelah kiri pengantin pria dan dikerudungi dengan tiung panjang. Jika ngeuyeuk seureuh tidak dilakukan. Kedua orang tua menjemput pengantin wanita dari kamar. pakaian. Sambil penyaweran. . pangradinan dan sebagainya.

Paul Hiebert dan Eugene Nida. masih ada golongan lain yang dapat dikatakan sebagai kelompok elite. prestige sosial dan kuasa. yaitu mereka yang tidak mempunyai jabatan resmi di desanya sangat berpengaruh di desa tersebut. guru. ekonomi. yaitu masyarakat Sunda. Informal leaders. Setelah kalimat syahadat dibacakan. menggambarkan struktur masyarakat yang demikian sebagai masyarakat suku atau agraris. Diawali mengetuk pintu tiga kali. berikut perkaraperkara adat dan keagamaan. Dengan demikian. dan diakui sebagai pemimpin kelompok khusus atau seluruh desa. serta pedagang kecil termasuk pada kelompok massa. buruh tani. Nilai individu sangat tergantung pada penilaian masyarakat. yang telah meneliti masyarakat Jawa Barat mengatakan bahwa ada kelompok “in group” dan “out group” dalam struktur masyarakat. Selain pamong desa ini. W. Dalam masyarakat yang lebih luas. Harupat disiram pengantin wanita dengan kendi air. dll. dalam pengambilan keputusan. pekerjaan. pintu dibuka. Pak Lurah dalam suatu desa merupakan “top leader” yang mengelola pemerintahan setempat. pengantin pria menginjak telur dan elekan sampai pecah. . misalnya dalam suatu desa.M. Mereka ini turut selalu di dalam proses pengambilan keputusankeputusan bagi kepentingan kehidupan dan perkembangan desa yang bersangkutan. tokoh-tokoh politik. Pengantin masuk menuju pelaminan. pegawai-pegawai daerah dan pusat. pendidikan. seperti terhadap perkawinan. dalam disertasinya Decision–making Process in Four West Java Villages (1971) juga menyimpulkan bahwa ada stratifikasi masyarakat ke dalam kelompok elite dan massa. • Buka pintu. seseorang tidak dapat lepas dari keputusan yang ditentukan oleh kaum keluarganya. kehidupan masyarakatnya sangat banyak dikontrol oleh pamong desa.. Selanjutnya. Elite setempat terdiri dari lurah. Lantas kakinya dicuci dengan air bunga dan dilap pengantin wanita. Hofsteede. yaitu tokoh-tokoh agama. Kaum memandang sesamanya sebagai “in group” sedang di luar status mereka dipandang sebagai “out group.Meuleum harupat. Robert Wessing. • STRATIFIKASI SUKU SUNDA Masyarakat Jawa Barat. pengantin wanita menyalakan harupat dengan lilin. Diadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. petani menengah. Lantas harupat dipatahkan pengantin pria. • Nincak endog. agama dan petani-petani kaya. Perbedaan status di antara kelompok elite dengan masyarakat umum dapat terjadi berdasarkan status kedudukan.F. mempunyai ikatan keluarga yang sangat erat.

ua lebih tinggi dari paman/bibi. menentukan bentuk hormat menghormati. buyut. bao menempati kedudukan lebih tinggi dalam struktur hubungan kekerabatan (pancakaki) daripada anak. besan). dulur misan. serta menentukan kemungkinan terjadi-tidaknya pernikahan di antara anggota-anggotanya guna membentuk keluarga inti baru. melainkan juga berdampak kepada masalah ketertiban dan kerukunan sosial. incu) maupun yang tidak langsung dan horisontal (dulur. Dan ini adalah beberapa lagu-lagu daerah Jawa Barat :: “Tokecang” Tokecang tokecang bala gendir tosblong Angeun kacang sapependil kosong Aya listrik di masigit meuni caang katingalna Aya istri jangkung alit karangan dina pipina Tokecang tokecang bala gendir tosblong Angeun kacang angeun kacang sapependil kosong “Manuk Dadali” Mesat ngapung luhur jauh di awang awang Meber keunjanjangna bangun taya karingrang Kukuna ranggaos reujeungpamatukna ngeluk Ngepak mega bari hiberna tarik nyuruwuk Saha anu bisa nyusul kana tandangna Gadang jeung partentang taya badingan nana Dipikagimir dipikaserab ku sasama Taya karempan ka sieun leber wawanenna Manuk dadali manuk panggagahna Perlambang sakti Indonesia jaya Manuk dadali pang kakoncarana Resep ngahiji rukun sakabehna Hirup sauyunan tara pahirihiri Silih pikanyaah teu inggis bela pati . kerjasama. Soalnya. Pancakaki dapat pula digunakan sebagai media pendekatan oleh seseorang untuk mengatasi kesulitan yang sedang dihadapinya. bapa. buyut. Bapa/indung. anak. aki. alo.Hubungan seseorang dengan orang lain dalam lingkungan kerabat atau keluarga dalam masyarakat Sunda menempati kedudukan yang sangat penting. suan. Dalam hubungan ini yang lebih tinggi derajat pancakaki-nya hendaknya dihormati oleh yang lebih rendah. melebihi dari yang sama dan lebih rendah derajat pancakaki-nya. aki/nini. Begitu pula lanceuk (kakak) lebih tinggi dari adi (adik). hubungan kekerabatan seseorang dengan orang lain akan menentukan kedudukan seseorang dalam struktur kekerabatan keluarga besarnya. incu. dan saling menolong di antara sesamanya. harga menghargai. Hal itu bukan hanya tercermin dari adanya istilah atau sebutan bagi setiap tingkat hubungan itu yang langsung dan vertikal (bao.

Manuk dadali gadung siloka sinatria Keur sukamna bangsa di nagara Indonesia .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful