HIV AIDS HIV ada singkatan dari Human Immunodeficiency Virus.

Virus yang menyebabkan rusaknya/melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia. Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Secara alamiah sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti mesin fotocopy. Namun virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah mendapatkan hasil copy virus baru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis dan jumlah virus menjadi sangat banyak. HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain CD 4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. CD 4 pada orang dengan sistem kekebalan yang menurun menjadi sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang masuk ke tubuh manusia. Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai CD 4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada beberapa kasus bisa sampai nol) Sel yang mempunyai marker CD4 di permukaannya berfungsi untuk melawan berbagai macam infeksi. Di sekitar kita banyak sekali infeksi yang beredar, entah itu berada dalam udara, makanan ataupun minuman. Namun kita tidak setiap saat menjadi sakit, karena CD4 masih bisa berfungsi dengan baik untuk melawan infeksi ini. Jika CD4 berkurang, mikroorganisme yang patogen di sekitar kita tadi akan dengan mudah masuk ke tubuh kita dan menimbulkan penyakit pada tubuh manusia Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi): Gejala Mayor: - Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan - Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan - Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan - Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis - Demensia/ HIV ensefalopati Gejala MInor: - Batuk menetap lebih dari 1 bulan - Dermatitis generalisata - Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang - Kandidias orofaringeal

- Herpes simpleks kronis progresif - Limfadenopati generalisata - Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita - Retinitis virus sitomegalo Kasus Dewasa: Bila seorang dewasa (>12 tahun) dianggap AIDS apabila menunjukkan tes HIV positif dengan strategi pemeriksaan yang sesuai dengan sekurang-kurangnya 2 gejala mayor dan 1 gejala minor, dan gejala ini bukan disebabkan oleh keadaan lain yang tidak berkaitan dengan infeksi HIV. Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS: 1. Tahap 1: Periode Jendela - HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah - Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat - Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini - Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu - 6 bulan 2. Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun: - HIV berkembang biak dalam tubuh - Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat - Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV -Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek) 3. Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala) - Sistem kekebalan tubuh semakin turun - Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll - Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya 4. Tahap 4: AIDS - Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah - berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah

http://www.Aids.ina.com

System Integument (Jaringan kulit). Setelah kondisi membaik. henti nafas sejenak. 5. 4. Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau carar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. kondisi letih dan lemah kurang bertenaga. Adapun tanda dan gejala yang tampak pada penderita penyakit AIDS diantaranya adalah seperti dibawah ini : 1. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome. batuk. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki. Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC. Berat badan tubuh. reflek tendon yang kurang. Lainnya adalah mengalami . penderita hanya mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus HIV tersebut. sakit kepala. 2.Tanda dan Gejala Penyakit AIDSPenderita Seseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang khas. Penderita mengalami nafas pendek. orang yang terkena virus HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan perlahan kekebelan tubuhnya menurun/lemah hingga jatuh sakit karena serangan demam yang berulang. nyeri dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan. serta mengalami diarhea yang kronik. 3. Saluran Pencernaan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan. yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik. mual dan muntah. kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan. Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV. selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten. Saluran pernafasan. System Persyarafan. susah berkonsentrasi. sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat.

Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina.infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities).com .Scrib. Luka pada saluran kemih. kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis. hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah pelvic inflammatory disease (PID) dan mengalami masa haid yang http://www. menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. 6.

anal.AIDS Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak. dan lain-lain). atau menyusui. Perawatan antiretrovirus sesungguhnya dapat mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV. dengan cairan tubuh yang mengandung HIV. bersalin. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal. ataupun oral). Terkadang hukuman sosial tersebut juga turut tertimpakan kepada petugas kesehatan atau sukarelawan. . air mani. namun akses terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara Hukuman sosial bagi penderita HIV/AIDS. sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menghancurkan kekuatan sumber daya manusia di sana. cairan preseminal. HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah. penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. yang terlibat dalam merawat orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). jarum suntik yang terkontaminasi. namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan. UNAIDS bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981. seperti darah. Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2. dan lebih dari 570. antara ibu dan bayi selama kehamilan. cairan vagina. FIV. transfusi darah. dan air susu ibu. Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara. Dengan demikian. umumnya lebih berat bila dibandingkan dengan penderita penyakit mematikan lainnya. AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38. Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit.6 juta orang di seluruh dunia.3 juta jiwa pada tahun 2005 saja. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus.4 hingga 3.[5] Pada Januari 2006.

kedinginan. fungi dan parasit.Gejala dan komplikasi Gejala-gejala utama AIDS. juga tergantung pada tingkat kekerapan terjadinya infeksi tersebut di wilayah geografis tempat hidup pasien. Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS. Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik. Penderita AIDS juga berisiko lebih besar menderita kanker seperti sarkoma Kaposi. virus. yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri. . dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma. serta penurunan berat badan. HIV memengaruhi hampir semua organ tubuh. Infeksi oportunistik umum didapati pada penderita AIDS. merasa lemah. seperti demam. berkeringat (terutama pada malam hari). kanker leher rahim. pembengkakan kelenjar. Berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.

dan sistem syaraf pusat. hati.[12] Dengan demikian. penyakit ini masih merupakan indikasi pertama AIDS pada orang-orang yang belum dites. Pada stadium awal infeksi HIV (jumlah CD4 >300 sel per µL). disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii. tulang. perawatan. dapat muncul pada stadium awal HIV. karena dapat ditularkan kepada orang yang sehat (imunokompeten) melalui rute pernapasan (respirasi). gejala yang muncul mungkin lebih berkaitan dengan tempat munculnya penyakit ekstrapulmoner. .[sunting] Penyakit paru-paru utama Foto sinar-X pneumonia pada paru-paru.TBC yang menyertai infeksi HIV sering menyerang sumsum tulang. tetapi umumnya dijumpai pada orang yang terinfeksi HIV. Di negara-negara berkembang. kelenjar getah bening (nodus limfa regional). ia sering muncul sebagai penyakit sistemik yang menyerang bagian tubuh lainnya (tuberkulosis ekstrapulmoner). saluran kemih dan saluran pencernaan. Gejala-gejalanya biasanya bersifat tidak spesifik (konstitusional) dan tidak terbatasi pada satu tempat. serta dapat dicegah melalui terapi pengobatan. Meskipun munculnya penyakit ini di negara-negara Barat telah berkurang karena digunakannya terapi dengan pengamatan langsung dan metode terbaru lainnya. Namun demikian. namun tidaklah demikian yang terjadi di negara-negara berkembang tempat HIV paling banyak ditemukan. dan tindakan pencegahan rutin yang efektif di negara-negara Barat. Pada stadium lanjut infeksi HIV. Ia dapat dengan mudah ditangani bila telah diidentifikasi. Penyebab penyakit ini adalah fungi Pneumocystis jirovecii. walaupun umumnya indikasi tersebut tidak muncul kecuali jika jumlah CD4 kurang dari 200 per µL Tuberkulosis (TBC) merupakan infeksi unik di antara infeksi-infeksi lainnya yang terkait HIV. Pneumonia pneumocystis (PCP) jarang dijumpai pada orang sehat yang memiliki kekebalan tubuh yang baik. Sebelum adanya diagnosis. resistensi TBC terhadap berbagai obat merupakan masalah potensial pada penyakit ini. TBC muncul sebagai penyakit paru-paru. penyakit ini umumnya segera menyebabkan kematian.

[16] Kompleks demensia AIDS adalah penyakit penurunan kemampuan mental (demensia) yang terjadi karena menurunnya metabolisme sel otak (ensefalopati metabolik) yang disebabkan oleh infeksi HIV. Kampilobakter. dan Escherichia coli). diare terjadi sebagai efek samping dari obat-obatan yang digunakan untuk menangani HIV. Selain itu. yang 70% populasinya terdapat di tubuh manusia dalam kondisi laten. dan muntah.[15] Meningitis kriptokokal adalah infeksi meninges (membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang) oleh jamur Cryptococcus neoformans. Pasien juga mungkin mengalami sawan dan kebingungan. Listeria. diare diperkirakan merupakan petunjuk terjadinya perubahan cara saluran pencernaan menyerap nutrisi. Pada stadium akhir infeksi HIV. diare dapat juga merupakan efek samping dari antibiotik yang digunakan untuk menangani bakteri diare (misalnya pada Clostridium difficile). sehingga merusak penghantaran impuls syaraf. meskipun kasusnya langka. yang disebut Toxoplasma gondii. penyakit ini terjadi karena infeksi jamur (jamur kandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo).Penyakit saluran pencernaan utama Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan (esofagus). sehingga biasanya menyebabkan kematian dalam waktu sebulan setelah diagnosis. serta mungkin merupakan komponen penting dalam sistem pembuangan yang berhubungan dengan HIV.[13] Diare kronis yang tidak dapat dijelaskan pada infeksi HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab. namun ia juga dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada mata dan paru-paru. Pada beberapa kasus. Shigella. Pada individu yang terinfeksi HIV. mual. sebagaimana yang terjadi pada pasien AIDS. yang disebabkan oleh infeksi organisma atas sistem syaraf yang telah menjadi rentan. dan didorong pula oleh terjadinya pengaktifan imun oleh makrofag dan mikroglia . lelah. atau sebagai akibat langsung dari penyakit itu sendiri. atau efek samping dari infeksi utama (primer) dari HIV itu sendiri. yaitu penyakit yang menghancurkan selubung syaraf (mielin) yang menutupi serabut sel syaraf (akson). sakit kepala. mikrosporidiosis. Hal ini dapat menyebabkan demam. yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung. Parasit ini biasanya menginfeksi otak dan menyebabkan radang otak akut (toksoplasma ensefalitis). yang jika tidak ditangani dapat mematikan. dan menyebabkan penyakit hanya ketika sistem kekebalan sangat lemah. Leukoensefalopati multifokal progresif adalah penyakit demielinasi. Ia disebabkan oleh virus JC. Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bersel-satu. antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti Salmonella.[14] Penyakit syaraf dan kejiwaan utama Infeksi HIV dapat menimbulkan beragam kelainan tingkah laku karena gangguan pada syaraf (neuropsychiatric sequelae). dan virus sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis). serta infeksi oportunistik yang tidak umum dan virus (seperti kriptosporidiosis. Mycobacterium avium complex. Penyakit ini berkembang cepat (progresif) dan menyebar (multilokal). Ia pun dapat disebabkan oleh mikobakteria.

tampak dalam bentuk ketidaknormalan kognitif. Kanker ini disebabkan oleh virus papiloma manusia. seperti limfoma Hodgkin. perilaku. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari subfamili gammaherpesvirinae. yang muncul bertahun-tahun setelah infeksi HIV terjadi. Penyakit ini sering muncul di kulit dalam bentuk bintik keungu-unguan.[18] namun di India hanya terjadi pada 1-2% pengidap infeksi HIV. lebih sering muncul pada pasien yang terinfeksi HIV. Kanker ini seringkali merupakan perkiraan kondisi (prognosis) yang buruk. Kanker leher rahim pada wanita yang terkena HIV dianggap tanda utama AIDS. misalnya seperti limfoma Burkitt (Burkitt's lymphoma) atau sejenisnya (Burkitt's-like lymphoma). yang tidak meningkat kejadiannya pada pasien terinfeksi HIV. Pasien yang terinfeksi HIV juga dapat terkena tumor lainnya. Namun demikian. Hal ini berhubungan dengan keadaan rendahnya jumlah sel T CD4+ dan tingginya muatan virus pada plasma darah. Di tempat-tempat dilakukannya terapi antiretrovirus yang sangat aktif . dan paru-paru. tetapi dapat menyerang organ lain. dan virus papiloma manusia (HPV). yaitu virus herpes manusia-8 yang juga disebut virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV). sehingga mengeluarkan neurotoksin. Angka kemunculannya (prevalensi) di negara-negara Barat adalah sekitar 10-20%. Hal ini karena infeksi oleh virus DNA penyebab mutasi genetik. diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL). Kanker getah bening tingkat tinggi (limfoma sel B) adalah kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. banyak tumor-tumor yang umum seperti kanker payudara dan kanker usus besar (colon).pada otak yang mengalami infeksi HIV. virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV). dan limfoma sistem syaraf pusat primer.[17] Kerusakan syaraf yang spesifik. limfoma adalah tanda utama AIDS. kanker usus besar bawah (rectum).[21][22] Sarkoma Kaposi adalah tumor yang paling umum menyerang pasien yang terinfeksi HIV. Limfoma ini sebagian besar disebabkan oleh virus EpsteinBarr atau virus herpes Sarkoma Kaposi. dan kanker anus. Pada beberapa kasus.[19][20] Perbedaan ini mungkin terjadi karena adanya perbedaan subtipe HIV di India. Kanker dan tumor ganas (malignan) Sarkoma Kaposi Pasien dengan infeksi HIV pada dasarnya memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya beberapa kanker. saluran pencernaan. terutama mulut. yaitu terutama virus Epstein-Barr (EBV). dan motorik. Kemunculan tumor ini pada sejumlah pemuda homoseksual tahun 1981 adalah salah satu pertanda pertama wabah AIDS.

seperti sel T CD4+ (sejenis sel T). namun pada saat yang sama kanker kemudian menjadi penyebab kematian yang paling umum pada pasien yang terinfeksi HIV. Infeksi oportunistik ini termasuk infeksi Mycobacterium avium-intracellulare dan virus sitomegalo. terutama demam ringan dan kehilangan berat badan. Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis. Infeksi yang disebabkan oleh jamur Penicillium marneffei. Bila HIV telah membunuh sel T CD4+ hingga jumlahnya menyusut hingga kurang dari 200 per mikroliter (µL) darah.(HAART) dalam menangani AIDS. HIV yang baru memperbanyak diri tampak bermunculan sebagai bulatan-bulatan kecil (diwarnai hijau) pada permukaan limfosit setelah menyerang sel tersebut. dan gangguan radang pada retina mata (retinitis sitomegalovirus). kini adalah infeksi oportunistik ketiga yang paling umum (setelah tuberkulosis dan kriptokokosis) pada orang yang positif HIV di daerah endemik Asia Tenggara. . padahal sel T CD4+ dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS. kemudian timbul gejala infeksi HIV awal. HIV merusak sel T CD4+ secara langsung dan tidak langsung. atau disebut Penisiliosis.[24] Penyebab Untuk detail lebih lanjut tentang topik ini. dan sel dendritik. maka kekebalan di tingkat sel akan hilang. dilihat dengan mikroskop elektron. yang dapat menyebabkan kebutaan. dan akhirnya AIDS. yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah sel T CD4+ di dalam darah serta adanya infeksi tertentu.[23] Infeksi oportunistik lainnya Pasien AIDS biasanya menderita infeksi oportunistik dengan gejala tidak spesifik. makrofaga. lihat HIV. AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. kemunculan berbagai kanker yang berhubungan dengan AIDS menurun. HIV adalah retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia. Virus sitomegalo dapat menyebabkan gangguan radang pada usus besar (kolitis) seperti yang dijelaskan di atas.

infeksi chlamydia. Resiko tersebut juga meningkat secara nyata.[34] Kekerasan seksual secara umum meningkatkan risiko penularan HIV karena pelindung umumnya tidak digunakan dan sering terjadi trauma fisik terhadap rongga vagina yang memudahkan transmisi HIV.[35] Penyakit menular seksual meningkatkan risiko penularan HIV karena dapat menyebabkan gangguan pertahanan jaringan epitel normal akibat adanya borok alat kelamin. alat kelamin. rata-rata lamanya perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS ialah sembilan sampai sepuluh tahun. walaupun lebih kecil. Penularan seksual Penularan (transmisi) HIV secara seksual terjadi ketika ada kontak antara sekresi cairan vagina atau cairan preseminal seseorang dengan rektum. oleh adanya penyakit menular seksual seperti kencing nanah. . Penelitian epidemiologis dari Afrika Sub-Sahara. Hubungan seksual reseptif tanpa pelindung lebih berisiko daripada hubungan seksual insertif tanpa pelindung. serta rata-rata waktu kemampuan penderita bertahan hidup. Banyak faktor yang mempengaruhinya.Tanpa terapi antiretrovirus.[25][28][29] Warisan genetik orang yang terinfeksi juga memainkan peran penting. dan kerentanan yang lebih besar terhadap penyakit seksual. dan rata-rata waktu hidup setelah mengalami AIDS hanya sekitar 9. yang akan menyebabkan laju perkembangan penyakit klinis yang berbeda-beda pula. yaitu dari dua minggu sampai 20 tahun. dan trikomoniasis yang menyebabkan pengumpulan lokal limfosit dan makrofaga. Akses yang kurang terhadap perawatan kesehatan dan adanya infeksi lainnya seperti tuberkulosis. [30] HIV memiliki beberapa variasi genetik dan berbagai bentuk yang berbeda. Sejumlah orang kebal secara alami terhadap beberapa varian HIV. dan Amerika Utara menunjukkan bahwa terdapat sekitar empat kali lebih besar risiko terinfeksi AIDS akibat adanya borok alat kelamin seperti yang disebabkan oleh sifilis dan/atau chancroid. diantaranya ialah kekuatan tubuh untuk bertahan melawan HIV (seperti fungsi kekebalan tubuh) dari orang yang terinfeksi. Beban virus plasma yang tidak dapat dideteksi tidak selalu berarti bahwa beban virus kecil pada air mani atau sekresi alat kelamin.[38][39] Orang yang terinfeksi dengan HIV masih dapat terinfeksi jenis virus lain yang lebih mematikan.2 bulan.[26][27] Orang tua umumnya memiliki kekebalan yang lebih lemah daripada orang yang lebih muda. Eropa.[31][32][33] Terapi antiretrovirus yang sangat aktif akan dapat memperpanjang rata-rata waktu berkembangannya AIDS. laju perkembangan penyakit ini pada setiap orang sangat bervariasi. sehingga lebih berisiko mengalami perkembangan penyakit yang pesat. atau membran mukosa mulut pasangannya. Setiap 10 kali penambahan jumlah RNA HIV plasma darah sebanding dengan 81% peningkatan laju transmisi HIV. Kemudahan penularan bervariasi pada berbagai tahap penyakit ini dan tidak konstan antarorang. dan juga karena adanya penumpukan sel yang terinfeksi HIV (limfosit dan makrofaga) pada semen dan sekresi vaginal.[36][37] Wanita lebih rentan terhadap infeksi HIV-1 karena perubahan hormon.[25] Namun demikian. dan risiko hubungan seks anal lebih besar daripada risiko hubungan seks biasa dan seks oral.[36] Transmisi HIV bergantung pada tingkat kemudahan penularan dari pengidap dan kerentanan pasangan seksual yang belum terinfeksi. ekologi serta fisiologi mikroba vaginal. Seks oral tidak berarti tak berisiko karena HIV dapat masuk melalui seks oral reseptif maupun insertif. juga dapat mempercepat perkembangan penyakit ini.

Di negara maju. didukung oleh opini medis umum dalam masalah ini. mendorong negara-negara di dunia menerapkan kewaspadaan universal untuk mencegah penularan HIV melalui fasilitas kesehatan. dan lain-lain) juga dikhawatirkan walaupun lebih jarang.[40] Pekerja fasilitas kesehatan (perawat. penderita hemofilia. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. dan resipien transfusi darah dan produk darah. tidak hanya merupakan risiko utama atas infeksi HIV. menurut WHO.[42] Resiko penularan HIV pada penerima transfusi darah sangat kecil di negara maju. Berbagi dan menggunakan kembali jarum suntik (syringe) yang mengandung darah yang terkontaminasi oleh organisme biologis penyebab penyakit (patogen). pekerja laboratorium. Jalur penularan ini terutama berhubungan dengan pengguna obat suntik. pemilihan donor bertambah baik dan pengamatan HIV dilakukan.5% dari semua infeksi HIV di Afrika Sub Sahara ditransmisikan melalui suntikan pada fasilitas kesehatan yang tidak aman.Kontaminasi patogen melalui darah Poster CDC tahun 1989. WHO memperkirakan 2. dokter. Republik Rakyat Cina.[41] Oleh sebab itu. Post-exposure prophylaxis dengan obat anti-HIV dapat lebih jauh mengurangi risiko itu. dan Eropa Timur. yang mengetengahkan bahaya AIDS sehubungan dengan pemakaian narkoba. mayoritas populasi dunia tidak memiliki akses terhadap darah yang aman dan "antara 5% dan 10% infeksi HIV dunia terjadi melalui transfusi darah yang terinfeksi". tetapi juga hepatitis B dan hepatitis C. Resiko terinfeksi dengan HIV dari satu tusukan dengan jarum yang digunakan orang yang terinfeksi HIV diduga sekitar 1 banding 150. Jalur penularan ini dapat juga terjadi pada orang yang memberi dan menerima rajah dan tindik tubuh. Kewaspadaan universal sering kali tidak dipatuhi baik di Afrika Sub Sahara maupun Asia karena sedikitnya sumber daya dan pelatihan yang tidak mencukupi. Berbagi penggunaan jarum suntik merupakan penyebab sepertiga dari semua infeksi baru HIV dan 50% infeksi hepatitis C di Amerika Utara. Namun demikian.[43] .

Sistem tahapan infeksi WHO Grafik hubungan antara jumlah HIV dan jumlah CD4+ pada rata-rata infeksi HIV yang tidak ditangani. jika sang ibu memiliki akses terhadap terapi antiretrovirus dan melahirkan dengan cara bedah caesar. y Stadium I: infeksi HIV asimtomatik dan tidak dikategorikan sebagai AIDS . Menyusui meningkatkan risiko penularan sebesar 4%. yaitu minggu-minggu terakhir kehamilan dan saat persalinan. sementara di negara-negara maju digunakan sistem klasifikasi Centers for Disease Control (CDC) Amerika Serikat. Namun demikian. karena definisi yang digunakan tidak sensitif ataupun spesifik. Namun demikian. tingkat penularan dari ibu ke anak selama kehamilan dan persalinan adalah sebesar 25%.[45] Diagnosis Sejak tanggal 5 Juni 1981. seperti definisi Bangui dan definisi World Health Organization tentang AIDS tahun 1994. Kebanyakan kondisi ini adalah infeksi oportunistik yang dengan mudah ditangani pada orang sehat. jumlah limfosit T CD4+ (sel/mm³) jumlah RNA HIV per mL plasma Pada tahun 1990. World Health Organization (WHO) mengelompokkan berbagai infeksi dan kondisi AIDS dengan memperkenalkan sistem tahapan untuk pasien yang terinfeksi dengan HIV-1.[46] Sistem ini diperbarui pada bulan September tahun 2005. terutama beban virus pada ibu saat persalinan (semakin tinggi beban virus. tingkat penularannya hanya sebesar 1%. semakin tinggi risikonya). Keadaan penyakit dapat bervariasi tiap orang. sistem World Health Organization untuk infeksi HIV digunakan dengan memakai data klinis dan laboratorium.[44] Sejumlah faktor dapat memengaruhi risiko infeksi. Di negara-negara berkembang. banyak definisi yang muncul untuk pengawasan epidemiologi AIDS. Bila tidak ditangani. kedua sistem tersebut sebenarnya ditujukan untuk pemantauan epidemi dan bukan untuk penentuan tahapan klinis pasien.Penularan masa perinatal Transmisi HIV dari ibu ke anak dapat terjadi melalui rahim (in utero) selama masa perinatal.

Sistem klasifikasi CDC Terdapat dua definisi tentang AIDS. Meskipun metode-metode tersebut tidak disetujui secara khusus untuk diagnosis infeksi HIV. HIV-RNA. darah dari para pendonor dan produk darah yang digunakan untuk pengobatan dan penelitian medis. yang keduanya dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC).[49] Tahun 1993. dan mendefinisikan penyakit ini. Inilah sebabnya mengapa dibutuhkan waktu 3-6 bulan untuk mengetahui serokonversi dan hasil positif tes. Namun demikian. periode antara infeksi dan berkembangnya antibodi pelawan infeksi yang dapat dideteksi (window period) bagi setiap orang dapat bervariasi. harus selalu diperiksa kontaminasi HIVnya.[47][48] CDC mulai menggunakan kata AIDS pada bulan September tahun 1982. tetapi telah digunakan secara rutin di negara-negara maju. atau menerima hasil tes mereka. Pencegahan Perkiraan risiko masuknya [52] menurut rute paparan HIV per aksi. dan HIV-DNA. Angka ini bahkan lebih kecil lagi di fasilitas kesehatan umum pedesaan. dan sarkoma kaposi. . Tes HIV umum. atau urin pasien. bronkus atau paruparu.y y y Stadium II: termasuk manifestasi membran mukosa kecil dan radang saluran pernafasan atas yang berulang Stadium III: termasuk diare kronik yang tidak dapat dijelaskan selama lebih dari sebulan.5% wanita mengandung di perkotaan yang mendatangi fasilitas kesehatan umum memperoleh bimbingan tentang AIDS. plasma.[51] Dengan demikian. Semua penyakit ini adalah indikator AIDS. CDC memperluas definisi AIDS mereka dengan memasukkan semua orang yang jumlah sel T CD4+ di bawah 200 per µL darah atau 14% dari seluruh limfositnya sebagai pengidap positif HIV. darah kering. Selain itu. dilakukan untuk mendeteksi antibodi HIV pada serum. Stadium IV: termasuk toksoplasmosis otak. infeksi bakteri parah. dan tuberkulosis. kandidiasis esofagus. Awalnya CDC tidak memiliki nama resmi untuk penyakit ini. Diagnosis terhadap AIDS tetap dipertahankan. yang dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi HIV meskipun perkembangan antibodinya belum dapat terdeteksi. termasuk imunoasai enzim HIV dan pengujian Western blot. sehingga AIDS dirujuk dengan nama penyakit yang berhubungan dengannya. Terdapat pula tes-tes komersial untuk mendeteksi antigen HIV lainnya. cairan mulut. Para penemu HIV bahkan pada mulanya menamai AIDS dengan nama virus tersebut. walaupun jumlah sel T CD4+ meningkat di atas 200 per µL darah setelah perawatan ataupun penyakit-penyakit tanda AIDS yang ada telah sembuh. Tes HIV Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi virus HIV. dan persentasenya bahkan lebih sedikit lagi di pedesaan. menjalani pemeriksaan. trakea. contohnya ialah limfadenopati.[50] Mayoritas kasus AIDS di negara maju menggunakan kedua definisi tersebut.[51] Kurang dari 1% penduduk perkotaan di Afrika yang aktif secara seksual telah menjalani tes HIV. baik definisi CDC terakhir maupun pra-1993. hanya 0.

Walaupun HIV dapat ditemukan pada air liur. Bukti terbaik saat ini menunjukan bahwa penggunaan kondom yang lazim mengurangi risiko penularan HIV sampai kira-kira 80% dalam jangka panjang. adalah satu-satunya teknologi .[61] Kondom laki-laki berbahan lateks.5 5 [55][56] [55][56] 1[56]§ 0.[60] Selama hubungan seksual.000[53] 2.000 paparan dengan sumber yang terinfeksi 9. walaupun manfaat ini lebih besar jika kondom digunakan dengan benar dalam setiap kesempatan. dengan demikian risiko infeksinya secara umum dapat diabaikan. hanya kondom pria atau kondom wanita yang dapat mengurangi kemungkinan terinfeksi HIV dan penyakit seksual lainnya serta kemungkinan hamil. persentuhan (paparan) dengan cairan atau jaringan tubuh yang terinfeksi. Hubungan heteroseksual adalah modus utama infeksi HIV di dunia. namun tidak terdapat catatan kasus infeksi dikarenakan cairan-cairan tersebut.500[44] [54] Transfusi darah Persalinan Penggunaan jarum suntik bersama-sama 67 Hubungan seks anal reseptif* Jarum pada kulit Hubungan seksual reseptif * 50[55][56] 30 10 [57] [55][56][58] Hubungan seks anal insertif Hubungan seksual insertif Seks oral reseptif* Seks oral insertif * § * * * 6.5 [56]§ tanpa penggunaan sumber merujuk kepada yang dilakukan kepada laki-laki kondom seks oral Tiga jalur utama (rute) masuknya virus HIV ke dalam tubuh ialah melalui hubungan seksual. air mata dan urin orang yang terinfeksi.[59] Hubungan seksual Mayoritas infeksi HIV berasal dari hubungan seksual tanpa pelindung antarindividu yang salah satunya terkena HIV.Rute paparan Perkiraan infeksi per 10. serta dari ibu ke janin atau bayi selama periode sekitar kelahiran (periode perinatal). jika digunakan dengan benar tanpa pelumas berbahan dasar minyak.

[65] Namun demikian.yang paling efektif saat ini untuk mengurangi transmisi HIV secara seksual dan penyakit menular seksual lainnya. Jika diperlukan. pihak produsen menyarankan menggunakan pelumas berbahan dasar air. laju infeksi HIV terhadap pasangan yang belum terinfeksi adalah di bawah 1% per tahun. Kondom wanita lebih besar daripada kondom laki-laki dan memiliki sebuah ujung terbuka keras berbentuk cincin. Kondom wanita memiliki cincin bagian dalam yang membuat kondom tetap di dalam vagina ² untuk memasukkan kondom wanita. .[66] Pemerintah Amerika Serikat dan berbagai organisasi kesehatan menganjurkan Pendekatan ABC untuk menurunkan risiko terkena HIV melalui hubungan seksual. budaya. Penelitian awal menunjukkan bahwa dengan tersedianya kondom wanita.[63] Penelitian terhadap pasangan yang salah satunya terinfeksi menunjukkan bahwa dengan penggunaan kondom yang konsisten.[67] Adapun rumusannya dalam bahasa Indonesia:[68] Anda jauhi seks. Pihak produsen kondom menganjurkan bahwa pelumas berbahan minyak seperti vaselin. Kendalanya ialah bahwa kini kondom wanita masih jarang tersedia dan harganya tidak terjangkau untuk sejumlah besar wanita. Beberapa ahli mengkhawatirkan bahwa persepsi kurangnya kerentanan HIV pada laki-laki bersunat. penelitian yang menggunakan uji acak terkendali mengkonfirmasi bahwa sunat laki-laki menurunkan risiko infeksi HIV pada pria heteroseksual Afrika sampai sekitar 50%. Pada bulan Desember tahun 2006. hubungan seksual dengan pelindung secara keseluruhan meningkat relatif terhadap hubungan seksual tanpa pelindung sehingga kondom wanita merupakan strategi pencegahan HIV yang penting.[64] Strategi pencegahan telah dikenal dengan baik di negaranegara maju. dan transmisi HIV oleh transfusi darah menjadi cukup langka di negaranegara maju. Pelumas berbahan dasar minyak digunakan dengan kondom poliuretan. dapat meningkatkan perilaku seksual berisiko sehingga mengurangi dampak dari usaha pencegahan ini. Namun. sehingga mengabaikan risiko yang mereka hadapi atas infeksi HIV. yang memungkinkannya untuk digunakan dengan pelumas berbahan dasar minyak. cincin ini harus ditekan. transmisi HIV antarpengguna narkoba telah menurun. dan perilaku masyarakat.[62] Kondom wanita adalah alternatif selain kondom laki-laki dan terbuat dari poliuretan. dan lemak babi tidak digunakan dengan kondom lateks karena bahan-bahan tersebut dapat melarutkan lateks dan membuat kondom berlubang. dan didesain untuk dimasukkan ke dalam vagina. Bersikap saling setia dengan pasangan. mentega. Cegah dengan kondom. walaupun penerapannya akan berhadapan dengan sejumlah isu sehubungan masalah kepraktisan. Diharapkan pendekatan ini akan digalakkan di banyak negara yang terinfeksi HIV paling parah. penelitian atas perilaku dan epidemiologis di Eropa dan Amerika Utara menunjukkan keberadaan kelompok minoritas anak muda yang tetap melakukan kegiatan berisiko tinggi meskipun telah mengetahui tentang HIV/AIDS.

[5] Pada tahun 2005. air pengencer obat. . Semua organisasi pencegahan AIDS menyarankan pengguna narkoba untuk tidak berbagi jarum dan bahan lainnya yang diperlukan untuk mempersiapkan dan mengambil narkoba (termasuk alat suntik. sedotan. sendok.000 anak di bawah umur 15 tahun terkena HIV. Orang perlu menggunakan jarum yang baru dan disterilisasi untuk tiap suntikan. berkelanjutan.[70] Dari semua anak yang diduga kini hidup dengan HIV. dan aman. bedah caesar. 630. Penularan dari ibu ke anak Penelitian menunjukkan bahwa obat antiretrovirus. dapat membantu mencegah infeksi HIV. dan pemberian makanan formula mengurangi peluang penularan HIV dari ibu ke anak (mother-to-child transmission. terutama melalui penularan ibu ke anak.000 infeksi di antaranya terjadi di Afrika. jarum bersih terdapat gratis di sejumlah kota. ibu yang terinfeksi HIV disarankan tidak menyusui anak mereka. MTCT). Namun demikian. terjangkau.[69] Jika pemberian makanan pengganti dapat diterima. Pekerja kedokteran yang mengikuti kewaspadaan universal. sekitar 700. Banyak negara telah melegalkan kepemilikan jarum dan mengijinkan pembelian perlengkapan penyuntikan dari apotek tanpa perlu resep dokter. jika hal-hal tersebut tidak dapat terpenuhi. seperti mengenakan sarung tangan lateks ketika menyuntik dan selalu mencuci tangan. dapat dikerjakan dengan mudah. pemberian ASI eksklusif disarankan dilakukan selama bulan-bulan pertama dan selanjutnya dihentikan sesegera mungkin. dan lain-lain). kapas bola. Di sejumlah negara maju. di penukaran jarum atau tempat penyuntikan yang aman.Kontaminasi cairan tubuh terinfeksi Wabah AIDS di Afrika Sub-Sahara tahun 1985-2003.[5] Penanganan . 2 juta anak (hampir 90%) tinggal di Afrika Sub Sahara. Informasi tentang membersihkan jarum menggunakan pemutih disediakan oleh fasilitas kesehatan dan program penukaran jarum.

seorang dokter akan mempertimbangkan kuantitas beban virus. perawatan antiretrovirus secara langsung setelah kontak dengan virus secara signifikan. PEP juga memiliki efek samping yang tidak menyenangkan seperti diare.[72] Terapi ini telah sangat bermanfaat bagi orang-orang yang terinfeksi HIV sejak tahun 1996. Karena penyakit HIV lebih cepat perkembangannya pada anak-anak daripada pada orang dewasa. disingkat HAART). atau dengan non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI).Abacavir Nucleoside analog reverse transcriptase inhibitor (NARTI atau NRTI) Struktur kimia Abacavir Sampai saat ini tidak ada vaksin atau obat untuk HIV atau AIDS.[74] Perawatan HAART memungkinkan stabilnya gejala dan viremia (banyaknya jumlah virus dalam darah) pada pasien. berupa kombinasi dari setidaknya tiga obat (disebut "koktail) yang terdiri dari paling sedikit dua macam (atau "kelas") bahan antiretrovirus.[75][76] Lagi pula.[6] Pilihan terbaik HAART saat ini. Kombinasi yang umum digunakan adalah nucleoside analogue reverse transcriptase inhibitor (atau NRTI) dengan protease inhibitor. HIV-1 dalam tingkat yang tinggi sering resisten terhadap HAART dan gejalanya kembali setelah perawatan dihentikan. saat memilih waktu memulai perawatan awal. jika gagal.[73] Di negara-negara berkembang yang menyediakan perawatan HAART. tetapi ia tidak menyembuhkannya dari HIV ataupun menghilangkan gejalanya. serta kesiapan mental pasien. maka rekomendasi perawatannya pun lebih agresif untuk anak-anak daripada untuk orang dewasa. kecepatan berkurangnya CD4. dan lelah. disebut post-exposure prophylaxis (PEP).[40] PEP memiliki jadwal empat minggu takaran yang menuntut banyak waktu. Metode satu-satunya yang diketahui untuk pencegahan didasarkan pada penghindaran kontak dengan virus atau. yaitu setelah ditemukannya HAART yang menggunakan protease inhibitor. mual. dibutuhkan waktu lebih dari seumur . tidak enak badan.[71] Terapi antivirus Penanganan infeksi HIV terkini adalah terapi antiretrovirus yang sangat aktif (highly active antiretroviral therapy.

penolakan insulin.[25] Penerapan HAART dianggap meningkatkan waktu bertahan pasien selama 4 sampai 12 tahun. Hal ini karena adanya efek samping/dampak pengobatan tidak bisa ditolerir.2 bulan. terapi antiretrovirus sebelumnya yang tidak efektif. HIV-1 tetap merupakan target yang sulit bagi vaksin. dan penentuan urutan kombinasi pengobatan terbaik untuk menghadapi adanya resistensi obat. banyak pengidap HIV mengalami perbaikan yang hebat pada kesehatan umum dan kualitas hidup mereka. Vaksinasi atas hepatitis A dan B disarankan untuk pasien yang belum terinfeksi virus ini dan dalam berisiko terinfeksi. pembatasan makan. berubahnya infeksi HIV menjadi AIDS terjadi dengan kecepatan rata-rata (median) antara sembilan sampai sepuluh tahun. Ketidaktaatan dan ketidakteraturan dalam menerapkan terapi antiretrovirus adalah alasan utama mengapa kebanyakan individu gagal memperoleh manfaat dari penerapan HAART. dislipidaemia. penyakit kejiwaan.[83] Terdapat bermacam-macam alasan atas sikap tidak taat dan tidak teratur untuk penerapan HAART tersebut. yang jumlahnya mungkin lebih dari lima puluh persen. dan lain-lain yang harus dijalankan secara rutin . peningkatan risiko sistem kardiovaskular. antara lain lipodistrofi. Isyu-isyu psikososial yang utama ialah kurangnya akses atas fasilitas kesehatan. frekuensi dosis.hidup seseorang untuk membersihkan infeksi HIV dengan menggunakan HAART.[87][88] Obat anti-retrovirus berharga mahal. dan selanjutnya waktu bertahan setelah terjangkit AIDS hanyalah 9. sehingga terjadi adanya penurunan drastis atas tingkat kesakitan (morbiditas) dan tingkat kematian (mortalitas) karena HIV.[89] Namun setelah lebih dari 20 tahun penelitian.[78][79][80] Tanpa perawatan HAART. dan kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkan.[81][82] Bagi beberapa pasien lainnya. Perawatan HAART juga kompleks.[90] Pasien yang mengalami penekanan daya tahan tubuh yang besar juga disarankan mendapatkan terapi pencegahan (propilaktik) untuk pneumonia pneumosistis. penyederhanaan kombinasi obat-obatan untuk memudahkan pemakaian.[71] .[89] Penanganan eksperimental dan saran Telah terdapat pendapat bahwa hanya vaksin lah yang sesuai untuk menahan epidemik global (pandemik) karena biaya vaksin lebih murah dari biaya pengobatan lainnya. dan infeksi HIV tertentu yang resisten obat. kurangnya dukungan sosial.[84][85][86] Berbagai efek samping yang juga menimbulkan keengganan untuk teratur dalam penerapan HAART. karena adanya beragam kombinasi jumlah pil. serta penyalahgunaan obat. perawatan HAART memberikan hasil jauh dari optimal. demikian juga pasien toksoplasmosis dan kriptokokus meningitis yang akan banyak pula mendapatkan manfaat dari terapi propilaktik tersebut. dan mayoritas individu terinfeksi di dunia tidaklah memiliki akses terhadap pengobatan dan perawatan untuk HIV dan AIDS tersebut.[77] Meskipun demikian.[89] Beragam penelitian untuk meningkatkan perawatan termasuk usaha mengurangi efek samping obat. sehingga negaranegara berkembang mampu mengadakannya dan pasien tidak membutuhkan perawatan harian. Beberapa penelitian menunjukan bahwa langkah-langkah pencegahan infeksi oportunistik dapat menjadi bermanfaat ketika menangani pasien dengan infeksi HIV atau AIDS.

1% tidak ada data .Pengobatan alternatif Berbagai bentuk pengobatan alternatif digunakan untuk menangani gejala atau mengubah arah perkembangan penyakit.[95] Penyelidikan terakhir menunjukkan bahwa terapi pengobatan alteratif memiliki hanya sedikit efek terhadap mortalitas dan morbiditas penyakit ini.0% 0.5 1. 15 50% 5% 5 15% 1 0. beberapa pakar menyarankan terapi dengan asupan hormon tiroksin. meskipun tidak ada bukti yang menyakinkan bahwa tingkat kematian (mortalitas) akan berkurang pada orang-orang yang memiliki status nutrisi yang baik. tetapi malah kemungkinan memberi beragam efek samping negatif yang serius.[94] Pemakaian selenium dengan dosis rutin harian dapat menurunkan beban tekanan virus HIV melalui terjadinya peningkatan pada jumlah CD4.[94] Suplemen vitamin A pada anak-anak kemungkinan juga memiliki beberapa manfaat.[99] Epidemiologi Meratanya HIV diantara orang dewasa per negara pada akhir tahun 2005. tetapi tidak dapat digunakan sendiri untuk menurunkan mortalitas dan morbiditas.[93] Beberapa data memperlihatkan bahwa suplemen multivitamin dan mineral kemungkinan mengurangi perkembangan penyakit HIV pada orang dewasa.[96] Namun oleh penelitian yang mengungkapkan adanya simtoma hipotiroksinemia pada penderita AIDS yang terjangkit virus HIV-1.[92] Tes-tes uji acak klinis terhadap efek obat-obatan jamu menunjukkan bahwa tidak terdapat bukti bahwa tanaman-tanaman obat tersebut memiliki dampak pada perkembangan penyakit ini. Selenium dapat digunakan sebagai terapi pendamping terhadap berbagai penanganan antivirus yang standar. misalnya kelainan syaraf tepi (peripheral neuropathy) seperti kaki kram. namun tidak menyembuhkan infeksi HIV.1 0. kesemutan atau nyeri. Manfaat-manfaat psikologis dari beragam terapi alternatif tersebut sesungguhnya adalah manfaat paling penting dari pemakaiannya.5% <0.[97] Hormon tiroksin dikenal dapat meningkatkan laju metabolisme basal sel eukariota[98] dan memperbaiki gradien pH pada mitokondria. namun dapat meningkatkan kualitas hidup individu yang mengidap AIDS.[91] Akupunktur telah digunakan untuk mengatasi beberapa gejala.

dengawn perkiraan 5. 500. lebih dari tiga per empat (76%) dari semua wanita hidup dengan HIV.4 juta) (0.6 juta] anak yatim/piatu AIDS hidup di Afrika Sub Sahara. harapan hidup normal sebesar 48.6. Asal HIV-1 berasal dari simpanse Pan troglodytes troglodytes yang ditemukan di Kamerun selatan. menyatakan bahwa epidemik AIDS dimulai pada akhir tahun 1950-an di Kongo Belgia sebagai akibat dari penelitian Hilary Koprowski terhadap vaksin polio.[101] Sejarah AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981.0 juta] dari mereka adalah anakanak yang usianya lebih rendah dari 15 tahun.5 juta (4.[104] HIV-2 berasal dari Sooty Mangabey (Cercocebus atys).9.[106][107] Namun demikian.[108][109][110] . Banyak ahli berpendapat bahwa HIV masuk ke dalam tubuh manusia akibat kontak dengan primata lainnya. melewati perkiraan di Afrika Selatan yang sebesar 5. Dua juta [1.4 dan 46 juta orang kini hidup dengan HIV. komunitas ilmiah umumnya berpendapat bahwa skenario tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang ada.[5] Afrika Sub-Sahara tetap merupakan wilayah terburuk yang terinfeksi. contohnya selama berburu atau pemotongan daging. antara 33.[5] Secara global.1 juta) (11. Meskipun baru saja. membuat AIDS sebagai salah satu epidemik paling menghancurkan pada sejarah.6-13. epidemik AIDS diklaim bahwa diperkirakan 2.[105] Teori yang lebih kontroversial yang dikenal dengan nama hipotesis OPV AIDS. Pada tahun 2005.000 anak-anak mati di region ini karena AIDS.4 dan 3.4 dan 3. Gabon. monyet dari Guinea Bissau.0 juta [10.3 juta orang dengan AIDS meninggal dunia. peningkatan dari 2003 dan jumlah terbesar sejak tahun 1981.6 sampai 27.[5] Asia Selatan dan Asia Tenggara adalah terburuk kedua yang terinfeksi dengan besar 15%. Dua-tiga infeksi HIV/AIDS di Asia muncul di India.2 juta orang terinfeksi dan antara 2.4 dan 6.7 juta infeksi (perkiraan 3.[5] Pada tahun 2005. sementara HIV-2 sulit dimasukan dan kebanyakan berada di Afrika Barat. HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh.UNAIDS dan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta jiwa sejak pertama kali diakui tahun 1981.4 juta jiwa kini hidup dengan HIV.5&-3.5 tahun sedikit daripada akan menjadi tanpa penyakit.4 . ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia pneumosistis (sekarang masih diklasifikasikan sebagai PCP tetapi diketahui disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles. akses perawatan antiretrovirus bertambah baik di banyak region di dunia.[103] Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dari primata.9% dari populasi) infeksi. dan Kamerun. dengan perkiraan 21. Lebih dari 64% dari semua orang yang hidup dengan HIV ada di Afrika Sub Sahara.3 tahun .[100] Di 35 negara di Afrika dengan perataan terbesar. terdapat 12. membuat negara ini dengan jumlah terbesar infeksi HIV di dunia.[102] Dua spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia adalah HIV-1 dan HIV-2.9% dari populasi).3 juta) hidup di tahun 2005 dan lebih dari setengah juta (570. antara 3.8 juta (antara 2. HIV-1 adalah sumber dari mayoritas infeksi HIV di dunia.9-6.000) merupakan anak-anak.

[114] Stigma AIDS sering diekspresikan dalam satu atau lebih stigma. Hukuman sosial atau stigma oleh masyarakat di berbagai belahan dunia terhadap pengidap AIDS terdapat dalam berbagai cara. penolakan.[113] Stigma kesopanan AIDS . terdapat penghubungan antara AIDS dengan homoseksualitas atau biseksualitas. Di banyak negara maju. biseksualitas. pelacuran. dan penerapan karantina terhadap orang-orang yang terinfeksi HIV. Ia dikeluarkan dari sekolah dengan alasan terinfeksi HIV.Sosial dan budaya Stigma Ryan White sebagai model poster HIV.yaitu hukuman sosial atas orang yang berhubungan dengan isu HIV/AIDS atau orang yang positif HIV. diskriminasi.yaitu penggunaan HIV/AIDS untuk mengekspresikan sikap terhadap kelompok sosial atau gaya hidup tertentu yang dianggap berhubungan dengan penyakit tersebut.[113] Stigma simbolis AIDS . memeriksa bagaimana hasil tes mereka. yang berkorelasi dengan tingkat prasangka seksual yang lebih tinggi. dan penggunaan narkoba melalui suntikan. diwajibkannya uji coba HIV tanpa mendapat persetujuan terlebih dahulu atau perlindungan kerahasiaannya. telah mencegah banyak orang untuk melakukan tes HIV.yaitu refleksi ketakutan dan keprihatinan atas hal-hal yang berhubungan dengan penyakit mematikan dan menular. misalnya sikap-sikap anti homoseksual.[115] Demikian pula terdapat anggapan adanya hubungan antara . dan penghindaran atas orang yang diduga terinfeksi HIV. antara lain tindakan-tindakan pengasingan. terutama yang berhubungan dengan homoseksualitas. atau berusaha untuk memperoleh perawatan. sehingga mungkin mengubah suatu sakit kronis yang dapat dikendalikan menjadi "hukuman mati" dan menjadikan meluasnya penyebaran HIV.[111] Kekerasan atau ketakutan atas kekerasan.[112] Stigma AIDS lebih jauh dapat dibagi menjadi tiga kategori: y y y Stigma instrumental AIDS .

orang di negara-negara tersebut menjadi korban AIDS. tetapi juga akan membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai. termasuk bila hubungan terjadi antara pasangan yang belum terinfeksi. Ramalan bahwa hal ini akan menyebabkan runtuhnya ekonomi dan hubungan di daerah. Efek melambatnya pertumbuhan jumlah wajib pajak akan semakin terasakan bila terjadi peningkatan pengeluaran untuk penanganan orang sakit. Di daerah yang terinfeksi berat. penggantian biaya sakit. dari keluarga kepada pemerintah. epidemik telah meninggalkan banyak anak yatim piatu yang dirawat oleh kakek dan neneknya yang telah tua.[116] . Kenya Afrika Selatan Uganda Botswana Zimbabwe HIV dan AIDS memperlambat pertumbuhan ekonomi dengan menghancurkan jumlah manusia dengan kemampuan produksi (human capital). Karena AIDS menyebabkan meninggalnya banyak orang dewasa muda. Mortalitas yang meningkat juga akan melemahkan mekanisme produksi dan investasi sumberdaya manusia (human capital) pada masyarakat. yaitu akibat hilangnya pendapatan dan meninggalnya para orang tua.AIDS dengan hubungan seksual antar laki-laki. ia melemahkan populasi pembayar pajak. Para pekerja yang lebih sedikit ini akan didominasi anak muda. Meningkatnya cuti pekerja untuk melihat anggota keluarga yang sakit atau cuti karena sakit juga akan mengurangi produktivitas. dengan pengetahuan dan pengalaman kerja yang lebih sedikit sehingga produktivitas akan berkurang. Ini memberikan tekanan pada keuangan negara dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Mereka tidak hanya tidak dapat bekerja. untuk menangani para anak yatim piatu tersebut. pelatihan (untuk menggantikan pekerja yang sakit). serta perawatan yatim piatu korban AIDS. mengurangi dana publik seperti pendidikan dan fasilitas kesehatan lain yang tidak berhubungan dengan AIDS.[5] Tanpa nutrisi yang baik.[116] Semakin tingginya tingkat kematian (mortalitas) di suatu daerah akan menyebabkan mengecilnya populasi pekerja dan mereka yang berketerampilan. Hal ini terutama mungkin sekali terjadi jika peningkatan tajam mortalitas orang dewasa menyebabkan berpindahnya tanggung-jawab dan penyalahan.[113] Dampak ekonomi Perubahan angka harapan hidup di beberapa negara di Afrika. fasilitas kesehatan dan obat yang ada di negara-negara berkembang.

AIDS menyebabkan hilangnya pendapatan dan meningkatkan pengeluaran kesehatan oleh suatu rumah tangga.[119] serta kebenaran atas percobaan dan metode perawatan yang digunakan untuk menanganinya. diantaranya termasuk beberapa ilmuwan yang tidak meneliti AIDS.[118] keberadaan HIV itu sendiri.wikipedia. dan terdapat juga efek pengalihan dari pengeluaran pendidikan menuju pengeluaran kesehatan dan penguburan.com . yang menyebabkan pemerintahnya disalahkan atas respon yang tidak efektif terhadap epidemik AIDS di negara tersebut.[117] Penyangkalan atas AIDS Sekelompok kecil aktivis. mempertanyakan tentang adanya hubungan antara HIV dan AIDS. Penelitian di Pantai Gading menunjukkan bahwa rumah tanggal dengan pasien HIV/AIDS mengeluarkan biaya dua kali lebih banyak untuk perawatan medis daripada untuk pengeluaran rumah tangga lainnya.Pada tingkat rumah tangga.[121][122][123] Http://www. Klaim mereka telah diperiksa dan secara luas ditolak oleh komunitas ilmiah.[120] walaupun terus saja disebarkan melalui Internet dan sempat memiliki pengaruh politik di Afrika Selatan melalui mantan presiden Thabo Mbeki. Berkurangnya pendapatan menyebabkan berkurangnya pengeluaran.

kolam renanng. berat badan turun tampa sebab.htm . demam yang terus menerus mencapai 39 derajat Celcius atau berkeringat pada malam hari. Sampai saat ini belum dapat diketahui dengan pasti dari mana mulai berjangkitnya penyakit AIDS.. Penderita merasa lelah yang berkepanjangan dan tanpa sebab. Pada awal permulaan terdapat gejala-gejala seperti terkena flu. batuk-batuk yang berkepanjangan dan dalam kerongkongan. pangkal paha membengkak selama berbulan bulan. kontak dengan darah yang tercemar HIV dan melalui jarum suntik atau alat kedokteran lainnya yang tercemar HIV. ketiak. kandiasis oesophagus. Manifestasi AIDS dirongga mulut Sekitar 95% penderita AIDS . Penyakit AIDS tidak ditularkan melalui kontak biasa.. browse-preview. atau kontak biasa dalam keluarga. sarcoma kaposi. Gejala Klinis AIDS AIDS mempunyai spectrum yang luas pada gambaran klinis. Sebaliknya AIDS tidak dapat ditularkan melalui gigitan serangga. Bila keadaan penyakit ini meningkat.CIRI-CIRI AIDS DAPAT DILIHAT DARI MULUT Aids merupakan salah saru penyakit yang sangat menular dan pembunuh masal. Gejala-gejala awal ini sering disebut AIDS Related Complex (ARC). diarrhea. minuman. luka-luka hitam pada kulit atau selaput lendir yang tidak bias ssembuh. kelenjar-kelenjar getah bening dileher. AIDS disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit yang ditandai dengan rusaknya system kekebalan tubuh sehingga mudah diserang berbagai macam infeksi. WC umum atau tempat kerja dengan penderita AIDS. nafsu makan menurun/hilang. namun ditularkan melalui hubungan seksual.php. tumor ganas pembuluh darah. Berikut saya jelaskan ciri-ciri orang yang terinfeksi AIDS pada rongga mulut. sebagian dari kita kadang tidak mengetahui AIDS secaara pasti. sekolah. penyakit ganas lain berkembang seperti: radang paru (penumocytis carinii). cytomegalovirus atau herpes. mudah memar atau pendarahan tanpa sebab.

radang saluran pencernaan. ditemui dalam darah. dapat menimbulkan kematian bagi oarng yang terinfeksi HIV AIDS. berat badan menurun drastis. muda. PERBEDAAN ANTARA PENGIDAP HIV DAN PENDERITA AIDS . Gejala tahap awal dimulai dengan flu biasa yang akan sembuh dalam beberapa hari kemudian. bahkan bayi pun dapat terinfeksi HIV AIDS. Penderita AIDS adalah pengidap HIV yang telah menunjukan gejala AIDS. Cairan Vagina dan sperma.laki laki.H I V AIDS PENGERTIAN : AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah gejala menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia yang diakibatkan oleh virus HIV HIV : HIV ( Human Immunodeficiency Virus) adalah sekumpulan mikro organisme yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. miskin. Tes darah masih belum dapat menunjukan adanya HIV ( negatif ). BAGAIMANA HIV BISA MENYERANG : HIV merusak sel darah putih yang berperan penting dalam menjaga kekebalan tubuh. bercak bercak merah dikulit. kaya. diare terus menerus tanpa sebab yang jelas. GEJALA HIV AIDS : Ada beberapa tahap yang akan dialami oleh seseorang bila terinfeksi HIV AIDS . air mata dan air seni. Penyebaran HIV AIDS bisa menyerang semua orang. penyakit yang ringan untuk orang lain. DIMANA HIV BISA DITEMUKAN : HIV terdapat pada tubuh manusia. pengidap HIV berkembang menjadi penderita AIDS. radang karena jamur di mulut dan kerongkongan. gangguan syaraf. PENULARAN HIV AIDS: HIV AIDS dapat ditularkan oleh seseorang yang terinfeksi HIV dan penderita AIDS. Dalam jumlah kecil. selera makan menurun. air liur. tua. Gejala tahap ahir sistem kekebalan tubuh menurun. Pada tahap lanjutan setelah melewati masa inkubasi 2 ± 10 tahun seseorang yang terinfeksi HIV akan mengalami demam berkepanjangan. perempuan. Dalam jumlah besar. terdapat pada air susuibu. Dengan berkurangnya jumlah sel darah putih yang sehat. Dengan menurunnya tubuh. kekebalan tubuh akan menurun. Gejala AIDS yang muncul berupa radang paru paru. Pengidap HIV adalah orang yang telah terinfeksi HIV tapi masih terlihat sehat. Umumnya sekitar 1-2 tahun setelah gejala AIDS muncul penderita meninggal dunia. Ada beberapa cara penularan HIV AIDS diantaranya : . kanker kulit. TBC. Kemungkinan terbesar penularan berasal dari pengidap HIV masih terlihat sehat.

Penularan bisa juga terjadi melalui pelukaan pada saat persalinan. 1. Bila salah satu dari pasangan yang melakukan hubungan seksual itu terinfeksi HIV. seperti WTS. fatal akibatnya. Pencegahan HIV AIDS . y . maka hanya upaya pencegahanlah yang bisa kita lakukan agar tidak terinfeksi HIV. sebaikny transfusi darah dilakukan hanya bila benar benar diperlukan. Menusuk /menggores tubuh dengan alat yang tercemar HIV. Darah yang mengandung HIV secara otomatis akan mencamari darah pasien /penerima. menularkan virus melalui ari ari / plasenta selama masa kehamilan. Mengingat bahwa sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan AIDS. 1. Hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi HIV. Darah yang akan ditransfusi harus selalu ditest dulu. jarum tato. y y Sebaiknya hubungan seksual hanya dilakukan dengan pasangan kita. memudahkan masuknya HIV kedalam tubuh. Gigolo dsb. bila sebelumnya digunakan oleh pengidap HIV. o Pecandu narkoba yang sering mengkonsumsi narkotika dengan cara menyuntik. Namun untuk menghindarai kemungkinan terburuk. darah yang akan diberikan kepada seseorang pasien. alat tindik. atau pisau cukur menjadi media penularan HIV. Dari ibu yang terinfeksi HIV kepada janin yang dikandungnya. o Orang orang dengan perilaku seks menyimpang. Virus yang tertinggal pada alat alat tersebut akan masuk ke aliran darah yang memakainya. Terbukanya pembuluh darah. jarum tato atau pisau cukur sekali pakai. atau alat cuckur bekas pakai. atau waria. Umumnya HIV terdapat pada darah. Ibu yang mengidap HIV. atau dengan orang berperilaku resiko tinggi sepert : o Perempuan / laki laki yang dipastikan sering berganti ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual. serta berusaha untuk selalu setia kepadanya. Hubungan seksual yang dilakukan pada masa menstruasi memperbesar kemungkinan seseorang terinfeksi HIV. o Hindari pengunaan peralatan suntik.1. anda berhubungan seksual dengan orang lain. pasien secara langsung terinfeksi HIV. maka virus mematikan ini akan menular melalui luka kecil yang terjadi saat bersenggama. Lakukan hubungan seksual dengan cara aman. Karenanya. Transfusi darah yang telah tercemar HIV. 1. lesbian. Berhubungan seksual satu kali saja dengan orang terinfeksi HIV. Bila hal ini terjadi. seperti kaum gay. Laki laki atau perempuan. Jarum suntik. biasakan memekai jarum suntik. alat tindik. sperma dan cairan vagina. selalu di test HIV. Gunakan kondom bila karena sesuatu dan lain hal. o Sejak beberapa tahun lalu. sama resikonya.

Jangan sekali kali mamakai peralatan tersebut bersama orang lain. sebaiknya tidak hamil dari pada harus melahirkan seorang bayi yang juga mengidap HIV.  Hamil adalah hak azasi seorang ibu. gunakan pisau cukur sekali pakai. gunakan selalu jarum yang masih steril. sebaiknya tidak hamil. Ibu yang terinfeksi HIV. ditindik.  Berbagai cara diatas dapat mencegah penularan HIV. Yang jelas demi kehidupan yang lebih baik. ditato. Namun berhasil atau tidaknya. . sangat tergantung pada seberapa besar kesadaran anda dalam penerapannya sehari hari. Ingat tampak diluar sehat bukan berarti bebas HIV. Demikian pula kalau anda bercukur. Tapi bila darah si ibu telah terinfeksi HIV.o Bila anda disuntik.