Teknik Radiografi Os.

Pedis
Posted on February 19, 2010 by Ajunk 1. Anatomi Os. Pedis

Terdiri atas 26 tulang, yaitu :14 phalanges, 5 os metatarsal dan 7 os Tarsi. Os tarsi terdiri atas os calcaneus,os talus, os navicular,3 os cuneiform, dan os cuboid. Berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi 3 yaitu :
y y y

Forefoot (metatarsal dan toes), Midfoot (cuneiform, navicular, dan cuboid), Hindfoot (talus/astragalus, dan calcaneus(os calcis).

Tulang kaki dibentuk dan bersatu untuk membentuk kesatuan longitudinal dan arcus transversal. Bagian permukaan anterior (superior) kaki disebut dengan dorsum atau permukaan Dorsal, dan inferior(posterior) aspek dari kaki disebut permukaan plantar. Karena ketebalan yang beragam pada anatomi kaki, maka harus kita perhatikan pemberian faktor eksposi untuk dapat menunjukkan densitas keseluruhan bagian tulang kaki. 2. Definisi Merupakan ilmu yang mempelajari tata cara pemeriksaan os. pedis (tulang kaki) dengan menggunakan sinar-x untuk menegakkan diagnosa. 3. Klinis
y y y

Fracture Kelainan Patologis Dislokasi

4. Persiapan Pemeriksaan 1. Persiapan Pasien o Daerah yang diperiksa bebas dari benda logam

o Posisi obyek : Telapak kaki menempel pada kaset. Marker Proteksi Radiasi 0.2. Batasi lapangan penyinaran 5. CP: Metatarsal ke-3 o Kriteria gambar : Tampak gambaran AP dari ossa metatarsal. Pesawat sinar-x 2. ossa tarsal. Kaki difleksikan. y Proyeksi AP Oblique (lateral rotation) o Posisi pasien : Pasien supine. o FFD : 90 ± 100 cm o CR :  1) 10º (ke arah os calcaneus). Apron 2. o Posisi obyek : Kaki diendorotasikan membentuk sudut 30º terhadap kaset pada sisi lateral. Kaset horizontal diatas meja pemeriksaan. Kaki difleksikan dan telapak kaki menghadap meja pemeriksaan. CP: Metatarsal ke-3  2) vertikal / tegak lurus kaset. Load pembagi 4. telapak kaki menghadap meja pemeriksaan. Kaset dan film 24 x 30 cm 3. Persiapan Alat/Bahan 1. Teknik Pemeriksaan y Proyeksi AP/AP Axial o Posisi pasien : Pasien supine. . ossa phalanx. Gonad shield 1.

telapak kaki menghadap meja pemeriksaan. y Proyeksi PA Oblique (Medial Rotation) . y Proyeksi AP Oblique (median rotation) o Posisi pasien : Pasien supine. o FFD : 90 ± 100 cm o CR : Vertikal / tegak lurus kaset o CP : Metatarsal ke-3 o Kriteria gambar : Tampak gambaran AP oblique pada daerah ossa phalanx. Kaki difleksikan. ossa metatarsal. ossa metatarsal.o o o o FFD : 90 ± 100 cm CR : Vertikal / tegak lurus kaset CP : Metatarsal ke-3 Kriteria gambar : Tampak gambaran AP oblique pada daerah ossa phalanx. Tampak persendian os cuboideum dan os calcaneus serta daerah persendian os cuneiform lateral. Tampak persendian os cuneiform medial dan intermedial. o Posisi obyek : Kaki diendorotasikan membentuk sudut 30º terhadap kaset pada sisi medial.

y Proyeksi PA Oblique (Methode Grashey) o Posisi pasien : Pasien prone. Diendorotasikan sehingga sisi medial membentuk sudut 30º terhadap kaset. Tampak tuberositas metatarsal V dan os cuboideum. o Posisi obyek : Bagian dorsal pedis menghadap kaset.o o o o o o Posisi Pasien : Pasien lateral recumbent dengan lutut difleksikan. Posisi Obyek : Atur dorsal pedis pada pertengahan kaset horizontal. 2. Tampak persendian didaerah ossa tarsalia. 2. kaset horizontal diatas meja pemeriksaan. Tampak corpus dari metatarsal III s/d V bebas dari superposisi. punggung/dorsal pedis menghadap meja pemeriksaan. Tampak gambaran PA oblique pedis. o o o o o 1. FFD : 90 ± 100 cm CR : Vertikal / tegak lurus kaset CP : Pada The base of metatarsal III Kriteria gambar : 1. Tampak gambaran PA oblique pedis. . Dieksorotasikan sehingga sisi lateral membentuk sudut 20º terhadap kaset. os cuneiform medialis bebas dari superposisi dan tampak os navicular. Rotasikan kearah medial sehingga sisi lateral pedis membentuk sudut 45º terhadap kaset. FFD : 90 ± 100 cm CR : Vertikal / tegak lurus kaset CP : Pertengahan kaki pada The base of Metatarsal V Kriteria gambar : Tampak gambaran PA Oblique pedis. Tampak persendian metatarsal I & II bebas dari superposisi.

y Proyeksi Lateral (medio lateral) o Catatan : *proyeksi ini sering dilakukan karena relatif lebih nyaman untuk pasien o Posisi Pasien : Pasien supine / duduk diatas meja pemeriksaan. o Posisi obyek : Atur pedis true lateral. sisi lateral pedis menempel pada kaset horizontal. Fleksikan pedis sehingga membentuk sudut 90º terhadap ossa cruris. . o FFD : 90 ± 100 cm o CR : Vertikal / tegak lurus kaset o CP : Pada The base of Metatarsal III o Kriteria gambar : Tampak gambaran lateral pedis dan daerah distal os tibia dan fibula. Kaki yang tidak diperiksa ditekuk ke belakang.

tegak lurus terhadap kaset o CP : Pada titik di atas the base of metatarsal III o Kriteria gambar : tampak gambaran lateromedial pedis dengan posisi weightbearing. tubuh pasien diposiskan oblique (LPO/RPO). o Posisi obyek : Atur os pedis true lateral. Fleksikan os pedis sehingga membentuk sudut 90º terhadap ossa cruris.y Proyeksi Lateral (latero medial) o Posisi Pasien : Pasien supine / duduk diatas meja pemeriksaan. . o Posisi pasien : pasien diposisikan standing upright / berdiri tegak (erect pada bidang yang datar) o Posisi objek : kaset diletakkan diantara os.pedis yang akan difoto. tampak struktur gambaran longitudinal arch os. o FFD : 90 ± 100 cm o CR : Vertikal / tegak lurus kaset o CP : Pada The base of Metatarsal III o Kriteria gambar : Tampak gambaran lateral (lateromedial) os pedis dan daerah distal os tibia dan fibula. sisi medial pedis menempel pada kaset horizontal. Kemudian untuk kenyamanan pasien. y Proyeksi Lateral ± (Lateromedial Methode Weight ± Bearing) o Catatan : * Kaset diletakkan ditempat khusus untuk proyeksi metode weight bearing agar daerah longitudinal arch terproyeksi dalam film.cruris dengan sisi depan kaset menghadap os. o FFD : 90 -100 cm o CR : Horizontal.pedis.

Letakkan marker sesuai dengan posisi kaki. o Posisi Obyek : Letakkan kaset diatas lantai. Letakkan penggaris pengukur (skala) untuk mempermudah memposisikan kaki agar simetris. y Proyeksi AP Axial (Weight Bearing Composite Methode) .y Proyeksi AP Axial (Methode Weight-Bearing) o Posisi Pasien : Pasien diposisikan standing-upright/berdiri tegak/erect. o FFD : 90 ± 100 cm o CR : 10º / 15º kearah tumit o CP : pada The level of the base of Metatarsal III o Kriteria gambar : Tampak gambaran AP Axial os pedis kanan dan kiri. Pasien berdiri diatas kaset.

Anterior Angulation 25° kearah phalanx. CR : 15° kearah tumit. Posisi obyek : Salah satu pedis pasien diletakkan diatas kaset horisontal. Kriteria gambar: Tampak gambaran pedis AP Axial pada bagian posterior. CP : The Base of Metatarsal III Kriteria gambar : Tampak gambaran pedis AP Axial. y o o o o o Posisi pasien : Pasien standing-upright /erect. Posisi obyek : Salah satu pedis pasien diletakkan diatas kaset horisontal. y o o o o o Posisi pasien : Pasien standing-upright/erect. CP : Permukaan posterior ankle. CR : 25° kearah phalanx.Posterior Angulation 15° kearah tumit. .