P. 1
Psikososial Dewasa Awal

Psikososial Dewasa Awal

|Views: 1,222|Likes:

More info:

Published by: Rahmaturrizqi Ibrahim on Dec 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2013

pdf

text

original

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN II Dosen pengampu : Faizah, M.

Psi Oleh : Kelompok 3

Psikososial Dewasa Awal Ada empat pendekatan perkembangan psikososial orang dewasa diwakili oleh model tahapan normative, model timing of event, model trait, model typological. a. Model tahapan Normatif Model teoretis yang mendeskripsikan perkembangan psikososial dalam bingkai urutan tertentu perubahan yang terkait dengan usia. Erikson: Intimacy vs Isolasi, merupakan tahapan keenam perkembangan psikososial yaitu pada usia 20-30 tahun , dimana orang dewasa awal membuat komitmen dengan orang lain atau menghadapi kemungkinan rasa terisolasi dan keterpakuan pada kegiatan sendiri( self-absorb). Seseorang butuh isolasi untuk merefleksikan kehidupan mereka. Intimacy pencapaian utama masa dewasa awal dalam teori perkembangan kepribadian Erikson tampak dalam komitment terhadap hubungan yang mungkin menuntut pengorbanan dan kompromi. Merujuk kepada Erikson, intimacy hanya mungkin muncul pada pria setelah dia mendapatkan identitasnya sendiri, tetapi wanita mencapai identitasnya melalui intimacy. b. Model Timing Of Event Istilah ini biasa digunakan bagi pengalaman hidup yang terjadi pada waktu tertentu Misalnya pernikahan, pension dan lain sebagainya. Waktu social adalah waktu yang menentukan norma atau harapan cultural bagi suatu waktu. c. Model Lima Faktor Model yang dikembangkan oleh Cosa dan McCrae, didasarkan kepada lima faktor besar yang mendasari sekumpulan sifat kepribadianyang terkait neuroticism (neurosisme) yaitu kumpulan enam sifat negative yang mengindikasikan ketidakstabilan emosional: kepenikan, sikap bermusuhan,depresi, kesadaran diri, impulsive, dan

beberapa pertemanan terbaik lebih stabil ketimbang keterikatan kepada lain jenis atau pasangan. Conscientious( teliti) adalah mereka yang berprestasi. aktif. mengalah rendah hati. Seorang dewasa awal yang masi lajang amat bergantung kepada pertemanan untuk memenuhi kebutuhan sosial mereka dibanding orang dewasa awal yang telah menikah atau . masa dewasa awal merupakan waktu perubahan dramatis dalam hubungan personal. Pertemanan wanita lebih intim dari pada pria. Modal Tipologis Block (1971) merupakan pelopor pendekatan tipologis. Pertemanan memiliki kualitas dan karakteristik yang beragam sebagian pertemanan berlangsung seumur hidup sedangkan yang lain cepat beralalu. bersahabat. Dasar-dasar Hubungan yang Intim Menurut Erikson. open to experience( terbuka terhadap pengalaman) yaitu ingin mencoba hal-hal yang baru. perilaku dan interaksi social. Dewasa awal mencari keintiman emosional dan fisik dalam hubungan dengan teman sebaya atau pasangan romantic.rapuh. Merujuk kepada teori segitiga cinta(Stanberg). cinta memiliki tiga aspek yaitu intimacy. Intimasi adalah element emosional yang mencakup pengungkapan diri yang mengarahkan kepada keterhubungan seperti kehangatan dan kepercayaan. Pendekatan ini memandang kepribadian sebagai pelaksanaan fungsi yang mempengaruhi dan merefleksikan sikap.komitment adalah element kognitif yaitu keputusan untuk mencintai dan untuk terus dicintai.Hasrat element motivasional didasarkan kepada dorongan batin yang menerjemahkan gejolak fisiologis kedalam hasrat seksual. Pertemanan Pertemanan pada masa dewasa awal cenderung berpusat pada pekerjaan dan aktivitas parenting serta berbagi kepercayaan diri masukan.pembukaan diri dan rasa memiliki merupakan aspek penting intimacy. dan yang terakhir adalah agreeable(menyenangkan) adalah mereka yang dapat dipercaya.Extraversion(terbuka) juga memiliki enam sisi : hangat.hubungan yang intim dapat diasosiasikan dengan kesehatan fisik dan mental. komitmen dan hasrat. pencari kegembiraan dan emosi positif. nilai. terus terang. asertif. Mayoritas orang dewasa awal memiliki teman tapi memilki waktu yang terbatas untuk dihabiskan bersama mereka yang terus meningkat. dan mudah dipengaruhi. d.

dan gaya hidup. Seksualitas Orang-orang cenderung mencari pasangan yang mirip dengan diri mereka. Bagi para homoseksual proses pengungkapan diri mereka mungkin baru berjalan dengan baik pada masa dewasa dan keterbukaan total akan orientasi seksual mereka mungkin tidak akan pernah tercapai. kecakapan diri lebih besar bagi seorang wanita. Gaya hidup menikah dan tidak menikah Dibandingkan masa lalu saat ini lebih banyak orang dewasa yang menunda pernikahan atau tidak menikah sama sekali. Ketiga elemen itu akan mempresentasikan penentuan jenis cinta apa yang dimiliki oleh seseorang. Cinta Menurut teori cinta triangular ada 3 elemen cinta yaitu intimacy. Ketidaksetujuan terhadap homoseksual mulai menurun tetapi masih tetap kuat. Akan tetapi pria dan wanita memiliki tingkat berhubungan seks yang lebih rendah ketimbang yang dipercayai.menjadi orang tua. Sikap terhadap hubungan seks pranikah telah makin liberal. hasrat akan kepuasan diri. Hasrat yaitu elemen motivasional didasarkan kepada dorongan batin yang menerjemahkan gejolak fisiologis ke dalam hasrat seksual. bepergian. Komitmen. Baik pria gay dan wanita lesbian membentuk hubungan seksual dan romantis yang bertahan lama. Alasan terus melajang diantaranya adalah peluang karier. . Seorang dewasa awal yang membangun karier dan mengasuh bayi memiliki waktu lebih sedikit untuk bersama dengan teman mereka. elemen kognitif yang merupakn keputusan untuk mencintai dan untuk terus dicintai. hasrat dan komitmen. ketakutan akan perceraian dan kesulitan menemukan pasangan yang pas. menurunkan tekanan sosial untuk menikah. Dimana intimacy adalah elemen emosional mencakup pengungkapan diri yang mengarah pada keterhubungan kehangatan dan kepercayaan. Penolakan terhadap perselingkuhan seksual semakin besar. kebebasan seksual.

Kelenturan dalam menghadapi kesulitan ekonomi. pemuasan seksual. kasih sayang. Frekuensi relasi seksual dalam pernikahan menurun seiring usia dan hilangnya kemudaan. Orang ± orang yang berada di negara industri menikah di waktu yang lebih lama dibandingkan generasi yang sebelumnya. Idealnya pernikahan menawarkan intimacy. dan pengasuhan anak. Pernikahan dianggap cara terbaik menjamin keteraturan dalam membesarkan anak juga memungkinkan pembagian dalam hal konsumsi dan pekerjaan. hidup bersama (kumpul kebo) sudah menjadi semakin jamak dan menjadi norma di banyak negara. Kesuksesan dalam pernikahan bisa jadi tergantung pada kekuatan komitmen dan pola interaksi yang ditetapkan pada masa dewasa awal. dan perbedaan harapan antara pria dan wanita bisa jadi merupakan faktor penting. Pernikahan adalah sesuatu yang universal dan memenuhi kebutuhan dasar ekonomis. dukungan emosional. Usia pada pernikahan merupakan prediktor utama apakah sebuah pernikahan akan langgeng. Lebih sedikit orang yang melakukan perselingkuhan seksual dibandingkan masa lalu. Hidup bersama dapat menjadi percobaan pernikahan atau pengganti pernikahan. seksual. kompabilitas.Hubungan tanpa ikatan pernikahan. Pemilihan pasangan dan waktu menikah bervariasi dari satu kultur ke kultur yang lain. dan peluang terhadap pertumbuhan emosional serta sumber identitas dan kepercayaan diri yang baru. Pasangan yang hidup bersama sebelum menikah cenderung memiliki pernikahan yang lebih rapuh. komitmen. emosional. persahabatan. . pendampingan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->