P. 1
Definisi Hipotesis

Definisi Hipotesis

|Views: 3,151|Likes:
Published by Ade Maman Alamgir

More info:

Published by: Ade Maman Alamgir on Dec 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

Nama : Arif Gusmayadi Nim : 0705753

Nama : M. Bakhrudin Alfatah Nim : 0705462

Definisi Hipotesis Menurut Trealese (1960) memberikan definisi hipotesis sebagai suatu keterangan semnatara dari suatu fakta yang dapat diamati. Menurut Good dan scates (1954) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah selanjutnya. Menurut Kerlinger (1973) menyatakan hipotesis adalah pernyataan yang bersifat terkaan dari hubungan antara dua atau lebih variabel Jadi hipotesis Macam-macam hipotesis Secara umum hipotesis terbagi dua macam 1. Hipotesis riset, hipotesis yang dirumuskan oleh seorang peneliti ahli yang biasanya bukan seorang ahli statistika. Hipotesis penelitian merupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah yang sedang dikaji. Dalam Hipotesis ini peneliti mengaggap benar Hipotesisnya yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui pengujian Hipotesis dengan mempergunakan data yang diperolehnya selama melakukan penelitian 2. Hipotesis statistik, hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk notasi statistika. Hipotesis statistik terbagi dua macam. a. Hipotesis nol ( null hypothesis) yang dinotasikan dengan HO b. Hipotesis tandingan (alternative hypothesis) atau hipotesis alternatif yang dinotasikan H1 3. Hipotesis operasional, Hipotesis operasional merupakan Hipotesis yang bersifat obyektif. Artinya peneliti merumuskan Hipotesis tidak semata-mata berdasarkan anggapan dasarnya, tetapi juga berdasarkan obyektifitasnya, bahwa Hipotesis penelitian yang dibuat belum tentu benar setelah diuji dengan menggunakan data yang ada. Untuk itu

mencakup subtansi atau isi hipotesis tersebut.peneliti memerlukan Hipotesis pembanding yang bersifat obyektif dan netral atau secara teknis disebut Hipotesis nol (H0). 2. Hubungan hipotesis dengan pertanyaan penelitian Hipotesis merupakan dugaan awal seorang peneliti yang nantinya akan dirumuskan kedalam pertanyaan penelitian lebih spesifik Prinsipnya: 1. Formulasinya Subtansi ditentukan seberapa jauh dapat menjawab permasalahan penelitian yang diajukan dan seberapa lengkap informasi teoritik maupun fakta penelitian terdahulu digunakan dalam mengembangkan landasan teori bagi penyusunan hipotesis tersebut .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->