tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. penindasan. Dalam agama apapun juga tidak menghendaki dan melarang adanya tindak kekerasan. bahkan terhadap mahluk lain dan alam. Undang-undang Dasar 1945 (amandemen kedua) dalam Pasal (28 A) menyebutkan bahwa. dikembangkan sesuai dengan fitrahnya. kemuliaan harkat dan martabatnya dilindungi oleh undang-undang maupun aturan agamanya.1 SEBUAH PENGANTAR TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (TRAFFICKING IN PERSON) DI INDONESIA Oleh : TRI HERMINTADI1 A. kesetaraan dan penghargaan manusia terhadap manusia yang lain. karena bertentangan dengan prinsip-prinsip Tuhid yang mensejajarkan makna kebebasan. perbudakan. dan Kami angkut dia di darat dan di laut. . Selanjutnya Pasal(28 B) setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. dan salah satu dari ayat Al-Qur’an menyebutkan antara lain ”Wa laqad karramna bani adama wa hamalnahum fil-barri wal-bahri wa razaqnahum minat-tayyibati wa faddalnahum ala kasirim mimman khalaqna tafdila” yang artinya ”Dan sungguh. Kami telah memuliakan anak cucu Adam. kemerdekaan. pelacuran dan semacamnya. Teks Al-Qur’an dan Al-Hadits telah banyak yang menyatakan tentang kewajiban manusia untuk menjaga prinsip-prinsip kemanusiaan. Tuhan Yang Maha Esa telah memiliki hak-hak asasi yang melekat dan senantiasa di jaga. dan Kami 1 adalah Peneliti pada Mahkamah Agung RI. setiap orang berhak untuk hidup dan kehidupannya. PENDAHULUAN Setiap orang sebagai hamba Allah. Di dalam filosofi Islam telah diletakan dasar bagi kebebasan serta penghapusan perbudakan.

sepeda. Fenomena Trafiking Manusia dan Konteks Hukum Internasional. Al-Isra’ ayat 70). dikonstatir 237 kasus perdagangan perempuan yang terjadi di Propinsi Kepulauan Riau. Tindak pidana Perdagangan Orang dilakukan oleh berbagai kelompok besar dan kecil. 4 IOM Indonesia.2 Dalam era globalisasi saat ini. hal. kereta kuda/sapi. Kejahatan ini mencari mangsa pada mereka yang lemah secara pisik. Terorgnisasinya perdagangan orang ini merupakan bentuk sindikat yang memiliki jaringan yang sangat luas. tanggal 2 juli 2007.570 3 Nugroho. Sinar Baru Algensindo. Adi. di pulau Batam 162 kasus. Bandung. menyebabkan timbulnya roda perekonomian suatu negara mempunyai variable dan memungkinkan bermunculan berbagai industri barang maupun industri jasa. Gambaran Umum Tentang Manusia/Trafficking In Person. 2006. bukan hanya antar daerah atau wilayah tetapi juga antar negara (trans nasional). terorganisasi atau tidak. di Batam dan Tanjung balai karimun selama ini ditengarai (di samping beberapa daerah lainnya) sebagai jalur dan tempat perdangan perempuan ke luar negeri.2 beri dia rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak mahluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna” ( QS. Pada tahun 2006 misalnya. H. dijual dan diperlakukan secara kejam dan berulang-ulang untuk meningkatkan margin keuntungan. Ceramah di Hotel Quality Makassar. PSK (Pekerja Seks Komersial) di Propinsi Kepulauan Riau mengalami trend naik sam pai mencapai 2 Abu Bakar. Perdagangan manusia memanfaatkan kemajuan industri jasa sebagai salah satu cara untuk mengeruk keuntungan secara terus menerus. bahkan oleh anggota keluarga sekalipun4. dalam situasi ini maka tidak akan terjadi kekurangan calon korban3. komoditi manusia dapat dibeli. emosional atau ekonomi. Berbeda halnya dengan kejahatan untuk komoditi barang yang habis sekali dipakai sebagaimana narkoba.Terjemahan Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al Qur’an. Jakarta. Susanti. dan lain-lain) maupun dengan alat transportasi dengan peralatan canggih (pesawat terbang. Anwar. di Tanjung Balai karimun 49 kasus dan di pulau bintan 26 kasus . mengekploitasi aspirasi dan mimpi-mimpi mereka yang tidak berdosa. transportasi baik di dalam negeri suatu negara maupun lintas negara baik transportasi dengan peralatan sederhana (perahu. kapal bermesin modern dan lain-lain). hal 11 . dan merupakan industri yang paling menguntungkan diantara berbagai kejahatan trans nasional lainnya termasuk trafficking of drugs and arms.

penampungan atau penerimaan melalui ancaman. Surabaya. Medan. Entikong dan Nunukan dan daerah lain6. hal. Edisi no. 30 tanggal 7-13 Juni 2007. berarti perekrutan. hal. Perdagangan orang yang dilakukan oleh orang lain. 2006. Hal itu bukan saja akan berbahaya untuk diri sendiri (pelaku dan korban). Eksploitasi setidaknya mencakup eksploitasi melalui pelacuran. 2006. Protokol ini merupakan sebuah perjanjian yang merupakan perangkat hukum yang mengikat dan menciptakan kewajiban bagi semua negara yang meratifikasinya atau menyetujuinya.3 6. dan melihat fenomena perdagangan orang di Indonesia yang saat ini sudah sangat memprehatinkan dan menimbulkan kesedihan yang mendalam. penjualan. Tindak Pidana Perdangan Orang Definisi perdangan orang pertama kali dikemukakan pada tahun 2000. IOM dan Koalisi Perempuan Indonesia. Jakarta. Definisi perdagangan orang menurut Protokol Palermo tertuang di dalam Pasal (3)7 yang berbunyi : a. Makassar. atau tindakan penyewaan untuk mendapat keuntungan atau pembayaran tertentu untuk tujuan eksploitasi. menekan dan menghukum perdagangan atas manusia. ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (MU PBB). Jakarta. melalui perbudakan. Trafficking Manusia. 15 7 IOM. melalui bentuk lain eksploitasi seksual.288 orang dan 25 % nya PSK tersebut di bawah umur5 Disamping propinsi lain di Indonesia beberapa daerah di tengarai sebagai jalur transit seperti. praktek5 6 GATRA. pemindahan. Jakarta. atau pemaksaan dengan kekerasan lain. Combating Trafficking in Person in Indonesia. penipuan. menggunakan protokol untuk mencegah. Denpasar. PEMBAHASAN 1. Berdasarkan hal yang telah diuraikan di atas. khususnya kaum perempuan dan anak-anak yang akhirnya terkenal dengan sebutan ”Protocol Palermo”. Solo. penculikan. pengiriman kesuatu tempat. akan tetapi juga bisa membahayakan kelangsungan hidup bangsa di masa datang. 4 . dengan apa yang dimaksud Tindak Pidana Perdangan Orang dan upaya pencegahannya secara yuridis ? B. Dalam tulisan ini penulis membatasi masalah atau ruang lingkup Tindak Pidana Perdagangan Orang. melalui. penganiayaan.

penyiksaan/penganiayaan. b. melalui perbudakan. hal. melalui penghambaan atau melalui pemindahan organ tubuh)8. d. pemindahan. 8 9 IOM. melalui praktek-praktek serupa perbudakan. penipuan. Menggariskan dan menyarankan upaya-upaya kooperasi antar negara guna memerangi perdagangan orang dan melindungi serta melayani korban9. Menjabarkan suatu pendekatam yang komprehensif untuk menunjukan kejahatan perdagangan orang. atau paksaan dengan kekerasan atau dengan cara-cara kekerasan lain. pengangkutan. Selanjutnya dasar pemikiran dikeluarkannya ”Protokol Palermo” adalah : Untuk mmperkenalkan definisi internasional pertama tentang perdagangan orang. Ibid. 5 IOM. melalui penghambaan atau melalui pemindahan organ tubuhnya . Ibid . maka dapat di lihat unsur pokoknya. 2) Cara : ancaman. c. pemberian atau penerimaan pembayaran tertentu untuk persetujuan atau mengendalikan orang lain. pengangkutan. yaitu : 1) Proses : terdiri dari perekrutan. ”Anak” berarti seseorang yang masih dibawah umur 18 (delapan belas) tahun. penculikan. hal. penampungan atau penerimaan seorang anak untuk maksud eksploitasi di anggap sebagai ”perdagangan orang” meskipun apabila hal ini tidak mencakup salah satu sarana yang termaktub pada sub (a) ppasal ini. penampungan atau penerimaan orang. Berpokok pangkal dari definisi tersebut diatas dalam Pasal (3) sub (a). pasal ini menjadi tidak relevan apabila digunakan sarana yang dimaksud pada sub (a). melalui kerja paksa atau memberikan pelayanan paksa. Persetujuan korban perdagangan orang atas eksploitasi yang dimaksud pada Pasal (3) sub (a). Perekrutan. 6 . pemindahan. melalui bentuk lain eksploitasi seksual.4 praktek serupa perbudakan. 3) Tujuan : Eksploitasi (setidaknya melalui eksploitasi melalui pelacuran.

kerja atau pelayanan paksa. maka definisi perdagangan orang menurut Pasal (1) ayat (1) Undang-undang nomor 21 Tahun 2007 adalah ”Tindakan perekrutan. pemanfaatan fisik. seksual. Pengiriman. penculikan. Pengangkutan. Undang-undang ini merupakan perwujudan dari komitmen Indonesia untuk melaksanakan Protokol PBB tahun 2000 tersebut dan telah diundangkan pada tanggal 19 April 2007. penyalah gunaan kekuasaan atau posisi rentan. organ reproduksi. . penampungan. penjeratan hutang atau memberi bayaran atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut. Penampungan. Sebagai perbandingan dengan protokol palermo. pemalsuan. penipuan. yaitu : Perekrutan. atau secara melawan hukum memindahkan atau mentransplantasi organ/ atau jaringan tubuh atau memenfaatkan tenaga atau kemampuan seseorang oleh pihak lain untuk mendapatkan keuntungan baik materiil maupun immateriil”. Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4720. pemerasan. pemindahan atau penerimaan seseorang denganancaman kekerasan. penggunaan kekerasan. Bertolak dari pengertian tersebut diatas. penindasan. Pemindahan atau penerimaan seseorang. perbudakan atau praktik berupa perbudakan.5 Di Indonesia Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam Rapat Paripurna Terbuka tanggal 20 maret 2007 telah menyetujui Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) untuk disahkan menjadi Undang-undang dengan Nomor 21 tahun 2007. untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang terekploitasi” Selanjutnya di dalam Pasal (1) ayat (7) Undang-undang nomor 21 tahun 2007 di sebutkan bahwa ”Eksploitasi adalah tindakan dengan atau tanpa persetujuan korban yang meliputi tidak terbatas pada pelacuran. pengiriman. pengangkutan. maka dapat dikembangkan beberapa unsur tindak pidana perdagangan orang. penyekapan. baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara.

11. Penculikan. Peralihan organ (removal organ) dengan atau tanpa persetujuan orang Sarana pengangkutan tindak pidana perdagangan orang ini bisa menggunakan metode : Overt (terang-terangan). Bagian terbesar korban perdagangan orang digunakan untuk tujuan eksploitasi seksual (pelacuran dan phedophilia) serta bekerja pada tempat-tempat kasar degan upah rendah seperti (di pelabuhan. Pemalsuan. Penipuan. identitas atau dokumen perjalanan asli atau dipalsukan atau visa palsu. Penjeratan hutang atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain. 10 Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat 2004. dan lain sebagainya)10. Selanjutnya tujuan dan akibat eksploitasi manusia : Eksploitasi prostitusi. buruh. maka dapat dirinci sebagai berikut : Ancaman kekerasan.6 Untuk modus yang digunakan. Kerja paksa atau pelayanan paksa. Eksploitasi seksual. Perbudakan. Praktek serupa perbudakan. perbatasan tanpa penjagaan (melalui jalan tikus. pelabuhan kecil. Perhambaan. Jakarta. Penggunaan kekerasan. kereta. . pembantu rumah tangga dan sebagainya). 2004. hal. Penyekapan. Penghapusan Perdagangan orang/trafficking in person di Indonesia tahun 2003-2004. Penyalah gunaan kekuasaan (a buse of power). Covert (sembunyi) : kendaran.

Adi. Ketentuan mengenai larangan perdagangan manusia pada dasarnya telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal (297) yang menyatakan :”Perdagangan wanita dan perdagangan anak laki-laki yang belum dewasa. pada akhir abad 19 dan awal abad 20. bekerja atau membantu orang tua menyelesaikan berbagai pekerjaan domistik dirumah. pilihan yang acapkali dihadapi anak perempuan relatif tidak banyak. juga didalam Pasal (324) KUHP dinyatakan ”Barang siapa dengan biaya sendiri atau dengan biaya orang lain menjalankan perniagaan budak atau dengan sengaja turut serta secara 11 12 Nugroho. anak korban perceraian. Korban perdagangan manusia biasanya anak-anak. Sebagian anak perempuan pada akhirnya lebih memilih keluar rumah. maka korban perdagangan orang dapat menimpa. 2004. Melihat uraian di atas. seorang laki-laki dan anak-anak (laki-laki/perempuan). Tata. op cit. keluar dari tekanan psikologis dirumah. 13 IOM. juga didaerah Indramayu di kenal adanya istilah ”luruh duit” yaitu untuk mencari ”kesugihan” (kekayaan) dengan cara pelacuran12. menjadi migran.id/berita baru/berita. halaman 2.co.asp?id=197. “Luruh Duit”. anak perempuan yang sudah menginjak usia belasan tahun. disamping dikuasai secara phisik tetapi juga ada yang dimanfaatkan organ tubuhnya. seorang perempuan. perempuan berusia muda dan belum menikah. Pemulihan dan Reintegrasi Korban Trafiking. akan tetapi korban perdagangan orang tidak hanya kaum perempuan saja tetapi juga laki-laki dan anak laki-laki13. serta mereka yang pernah bekerja di kota-kota besar atau di luar negeri.http:// anak. Manual Pemulangan. terjadi anak berusia 14-16 tahun dinikahkan dengan lelaki pilihan orang tuanya11. Di Jawa Timur. 2) Upaya Hukum. mengadu nasib ke kota besar untuk mencari pekerjaan. atau karena ingin mencari penghasilan sendiri layaknya orang dewasa. di ancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun”. mereka akan didesak orang tuanya untuk segera menikah. Susanti. Sudrajat. .7 Di Pedasaan. bisa melanjutkan sekolah karena ditopang kondisi ekonomi orang tuanya yang cukup mapan. baik dalam rangka sekedar mencari pengalaman.12. Tetapi dalam banyak kasus. beberapa daerah seputar kawasan tapal kuda dan pulau Madura. sbagian anak perempuan di pedesaan mungkin beruntung.

serta dari berbagai bentuk penyalahgunaan.000. Upaya penuntutan kepada germo yang sering berlaku sebagai pelaku perdagangan orang menggunakan Pasal 333 KUHP tentang ”merampas kemerdekaan seseorang” . Selain itu juga didalam Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak telah mengatur tentang perdagangan anak dan eksploitasi seksual terhadap anak sebagaimana diatur dalam Pasal (83) dan Pasal (88). termasuk anak yang masih dalam kandungan”.00 (dua ratus juta rupiah). atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual.000. Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. sedangkan Pasal (88) Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyatakan : ”Setiap orang yang mengekploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. 60.000. perdagangan anak. Di dalam praktek pasal-pasal pemidanaan tersebut sulit untuk diterapkan. narkotika. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.000.300.200. dan zat adiktif lainnya”. yang dalam Pasal (1) ayat (1) menyebutkan. di ancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun” Disamping di dalam KUHP.00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp. Undang-undang tersebut tidak bisa diterapkan kepada pelaku perdagangan orang yang korbannya bukan anak-anak. bahwa yang dimaksud dengan anak adalah ”seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun.8 langsung atau tidak langsung dalam salah satu perbuatan tersebut diatas. psikotropika. bahwa pelaku perdagangan orang seringkali terdiri dari orang-orang yang berbeda pada tahapan perdangan orang seperti misalnya Orang yang merekrut berbeda dengan orang yang mengantar atau membawa korban. sebagaimana prediksi pihak kepolisian. yang menyatakan ”Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kegiatan eksploitasi dan pelecehan seksual. disebutkan bahwa ”Setiap orang yang memeperdagangkan. penculikan.000.00 (enam puluh juta rupiah). dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. menjual. perdagangan orang juga telah diatur dalam Pasal (65) Undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang Hak-hak Asasi Manusia.000. Di dalam Pasal (83) Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. terganggu jiwanya.000. Pasal (2) ayat (1) Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang PTPPO menyebutkan ”Jika menyebabkan korban eksploitasi tersebut menderita luka berat.000. hilangnya fungsi reproduksi.00 (enam ratus juta rupiah). di dalam Pasal (45) KUHP disebut bahwa ”Dalam hal penuntutan pidana terhadap orang yang belum dewasa.00 (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama penjara seumur hidup dan dipidana denda paling sedikit Rp. dan apabila mengakibatkan matinya korban.000. termasuk anak yang masih dalam kandungan”. sedangkan pada Undangundang nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) dipidana paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. yang bisa berpengaruh terhadap penindakan hukum bagi pelaku perdagangan orang.200. Op Cit.5. 14 Kementrian Koordinator Bidang Kesra. yakni dengan di pidana penjara paling lama enam tahun.000.00 (lima milyar rupiah). karena ”anak asuhnya” bersedia ”memberikan” pernyataan tertulis bahwa mereka datang atas kemauan sendiri dan seijin orang tua14 Kerancuan penafsiran mengenai ”anak” di bawah umur.000. . sedangkan menurut Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam Pasal (1) ayat (1) dinyatakan ”Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun. karena melakukan sesuatu tindak pidana sebelum umur 16 (enam) belas tahun.000.600.000. hal. Anak adalah orang yang dalam masalah anak nakal telah mencapai 8 (delapan) tahun tetapi belum mencapai 18 (delapan belas) tahun dan belum pernah kawin.120. Selanjutnya dalam Pasal (297) KUHP mengenai larangan perdagangan wanita dan perdagangan anak laki-laki belum dewasa dan mengkualifikasikan tindakan tersebut sebagai suatu kejahatan yang sanksinya di nilai terlalu ringan yang tidak sebanding dengan dampak yang di derita korban akibat perdagangan orang. kehamilan maka ancaman pidananya ditambah 1/3 dari ancaman pidana seperti tersebut di atas. dalam hal ini masih belum ada persamaan antara Undang-undang yang satu dan Undang-undang yang lainnya.000.000.9 juga sulit dilakukan. 3.

Undang-undang Dasar 1945 ( Pasal 26. UU RI tahun 2000 tentang Ratifikasi Konvensi ILO RI 172 tentang Pelanggaran dan Tindakan segera penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terbuka untuk anak-anak.10 Dalam hal tindak pidana perdagangan orang di lakukan suatu korperasi (korperasi adalah kumpulan orang dan/atau kekayaan yang teroorganisasi baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum). Undang-undang RI nomor 1/2000 tentang HAM. 5. Tap MPR nomor 4/1997 tentang Kesejahteraan Anak.5 dan 6) Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang PTPPO.POL. UU RI nomor 25/2000 tentang PROPERNAS. tugas. undang-undang RI nomor 22/1999 tentang Otonomi Daerah. 2. 13. Tap MPR nomor 4/1999 tentang GBHN tahun 1999.:5 PRIN/935/V/2003 Kekuasaan terhadap Perempuan dan Anak berpedoman kepada : . Keppres RI Nomor 101/2001 tentang kedudukan. 4.28 dan 29 ayat(2) ). Keppres RI nomor 36/1990 tentang Pengesahan Konvensi Hak Anak-anak (Convention the Right of Child). 7. susunan organisasi dan tata kerja Menteri Negara (Pasal 5). Undang-undang RI nomor 20/1999 tentang Ratifikasi Konvensi Nomor 138/1973 tentang usia minimum di perbolehkan bekerja. Keppres RI nomor 87/2002 tentang RAN Pengahpusan Perdagangan (Trafficking) Perempuan dan Anak. 6. perampasan kekayaan hasil tinda pidana pencabutan status badan hukum (Pasal (15) ayat (2) Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang PTPPO).4. Keppres RI nomor 87/2002 tentang RAN RESKA.3. PRIN Kapolri No. Undang-undang RI nomor 3/1997 tentang Pengadilan Anak. Di samping Undang-undang tersebut diatas.selain pidana penjara dan denda terhadap pengurusnya juga dipidana denda dan pemberatan 3 (tiga) kali lipat dari pidana denda sebagaimana di atur dalam Pasal (2. dapat diperinci sebagai berikut : 1. 11. dan pencabutan ijin usaha. 3. 9. fungsi kewenangan. sebagai dasar hukum Nasional untuk menindak pelaku perdagangan orang. 8. 12. 10. 14.

Jawa Timur. Kalamantan Barat Perda tentang PJA. Sumatera Utara. menyusun Draft Perda Hubungan pekerja antara pekerja rumah tangga dengan majikan.5/2004 tentang Anti Trafficking. Riau tahap penyusunan Rencana Aksi Daerah tentang Anti Trafficking. DI Yogyakarta. SK Gubernur No. 12.1/2004 tentang Anti Trafficking dan SK Gubernur nomor 130/2004 tentang Pembentukan Gugus Tugas. Perda No. 8. 3. 9. 10.173/2005 tentang Pembentukan gugus tugas Rencana Aksi Nasional (RAN) penghapusan perdagangan perempuan dan anak (P3A). 11. perdagangan dan ESKA. kota Surakarta menyusun Rencana Aksi tentang P3A. 6. Perda No. Jawa Tengah. Pemda Kota Damai. Perda No.11/2003 tentang Perlindungan dan Pembinaan Tenaga Kerja asal Indonesia.UU nomor 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI. . Perda No. PESKA dan bentuk untuk pekerjaan terburuk bagi anak. . SK No. Jawa Barat SK Gubernur No.UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.188/2003 tentang Pembentukan Gugus Tugas P3A . Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Timur.43/2004 membentuk komite penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terbentuk bagi anak. 5. SK Gubernur No.350/2004 membentuk Koalisi Anti Trafficking. dengan mengeluarkan Perturan Daerah (Perda) adalan\h : 1. Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Cilacap menyusun Draft Perda tentang penempatan dan perlindungan pekerja migran ke luar negeri. Sulawesi Utara. . 2.6/2004 tentang Ketenagakerjaan. maka yang telah merespon tentang Perdagangan Orang. Selanjutnya sistem Pemerintahan dengan sistem Otonomi daerah. Pemda DKI Jakarta. 4.11 . 7.UU Nomor 23/2004 tentang Penghapusan KDRT.

Rangking/peringkat tempat terjadinya trafiking manusia: Jakarta.5 sampai 3 (tiga) juta perempuan dan anak bekerja pada sectorsektor yang rentan trafficking manusia termasuk diantarannya kira-kira 250 (dua ratus lima puluh) ribu sampai 400 (empat ratus) ribu anak-anak korban trafficking manusia di Indonesia. pemindahan atau penerimaan seseorang. maka mestinya bisa meminimalisir Pelaku ataupun Korban dari Traficking manusia di Indonesia. Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan. Kalimantan Barat. maka dapat disimpulkan bahwa meskipun telah ada ketentuan dan sanksinya. 125 kasus tahun 2003. penculikan. C. penampungan. namun kejahatan trafiking manusia masih terus berlangsung. Kesimpulan Perdagangan orang dapat dilihat dari beberapa unsur pokoknya yaitu melalui : Proses.341/2005 tentang Pembentukan TIM Gugus Tugas P3A dan PESKA. pengangkutan. Perekrutan. meskipun tiap tahun menunjukan penurunan kasus . Sekitar 2. Sumatera Selatan. PENUTUP 1. . masih marak dan sulit untuk diberantas. ancaman kekerasan. 43 kasus tahun 2004 dan 30 kasus tahun 2005 (data mingguan konstan). 155 kasus tahun 2002. pengiriman. Untuk itu dapat dilihat tentang data korban trafficking manusia di Indonesia (data harian kompas). penggunaan kekerasan. Data perdagangan orang di Indonesia dari tahun 2001 sampai 2005 apa sedikit penurunan dari 179 kasus pada tahun 2001. Surabaya. 53 kasus telah divonis bebas. Melihat uraian diatas.12 13. Data tahun 2004/2005. hukuman penjara minimal 6 bulan terberat 13 tahun. (Sumber IOM/International Organization Migration di Indonesia) Melihat ketentuan-ketentuan dan peraturan daerah yang ada tersebut diatas. namun kenyataannya kejahatan trafficking manusia. dan modus yang di gunakan untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan cara. Bali. Sk Bupati Buleleng No.

13 enyekapan. pelaku maupun memberantas perdagangan orang yaitu dengan telah di sah kan dan di undangkannya Undang-undang nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Dalam hal ini tidak hanya manusia yang bisa menjadi korban perdagangan orang. praktek serupa perbudakan. perbudakan. diharapkan pada para Penegak hukum khususnya Hakim dapat menerapkan hukuman yang maksimal terhadap pelaku tindak pidana perdagangan orang. Selanjutnya upaya hukum yang digunakan untuk mencegah. penipuan. Di samping Undang-undang nomor 21 tahun 2007. akan tetapi juga organ tubuh dari manusia itu sendiri. disamping anak-anak dan perempuan juga bisa seorang laki-laki dewasa. juga undang-undang terkait. didalam KUHP Pasal 45 menyebut orang belum dewasa adalah anak sebelum umur 16 tahun. Selanjutnya tujuan dan akibat eksploitasi seksual. pemalsuan. selanjutnya yang dapat menjadi korban. . penyalah gunaan kekuasaan (a buse of power). Pelaku tindak pidana perdagangan orang bisa secara sendiri atau perseorangan. peralihan organ (removal organ) atau tanpa sersetujuan orang. perhambaan. undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang menyebutkan bahwa yang disebut anak adalah seseorang yang belum mencapai umur 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan. juga bisa suatu badan hukum dan dilakukan antar lintas kota suatu negara. Mengenai umur korban untuk pengertian anak-anak belum ada kesamaan antara Undang-undang yang berlaku yang berkaitan dengan peraturan tentang perdagangan orang. juga antar lintas negara. melindungi dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada korban. sedangkan dalam Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. penjeratan hutang atau memberi bayaran atau manfaat waupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain. menghukum. yaitu undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang Hak hasasi manusia. kerja paksa atau pelayanan paksa.

dan dengan telah berlakunya sistem otonomi daerah.14 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. maka pemerintah daerah di harapkan merespon secara positip setiap gerakan untuk memberantas perdagangan orang. agar gerak para pelaku tindak pidana perdagangan orang semakin sempit dan meminimalisir korban. Disamping dengan adanya Otonomi daerah. karena jumlah masalah yang dihadapi sangat kompleks dan multi demensional. Saran Penghapusan perdagangan orang terutama perempuan dan anak-anak tidaklah mudah. 2. . maka diharapkan daerah merespon Undang-undang tersebut diatas dengan membuat Perda-perda tentang Pemberantasan Perdagangan Orang. Pemangku kepentingan/pejabat yang berwenang harus membangun kerja sama dan komitmen yang berat. peraturan perundangan yang memadai dan para penegak hukum yang tegas dan copable dalam menjalankan penegakan hukum. hal itu merupakan modal pokok yang harus di ciptakan untuk melawan para pelaku tindak pidana perdagangan orang. lugas dan tegas guna melindungi warganya dari bahaya perdagangan orang.

”Penghapusan Perdagangan Orang (Trafficking in Person) di Indonesia. “Waspadai Trafiking di Sekitar Kita’ Jakarta. Jakarta..15 Daftar kepustakaan Abu Bakar.”Pemberdayaan Perempuan Indonesia Dalam Pembangunan di Abad 21 Dalam Rangka Hari Kependudukan Dunia”. Terjemahan oleh Agustina Hendriati. Irwanto. ”Ringkasan Analisa Situasi Anak Yang Membutuhkan Perlindungan Khusus”. tanggal 2 Juli 2007. 1978. Fentiny Nugroho. 2003. Terjemahan Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al Qur’an. Koalisi Perempuan Indonesia dan IOM. IOM dan di dukung oleh The People Of Japan. Moeljatno. H. Anwar. ”Perdagangan Anak di Indonesia” Kantor Perburuhan International dan Jurusan kesejahteraan Sosial FISIP-UI. Irwanto. Sinar baru Algensindo. Pemulihan dan Reintegrasi Korban Trafficking”. Mohammad. Dep. Jakarta. Adi. Al Qur’an Dan Terjemahannya.H. Jakarta. Kementrian Koordinator Bidang Kesra (2003). ”Training Manual Law Enforcement Seminars Combatting Trafficking in Person in Indonesia” Jakarta. PKPM Atma Jaya. -------------. Malang. ”Manual Pemulangan. Johanes Debora Imelda. 2001 Parawansa. . Semarang. Jeffry Anwar. Mohammad farid. 2004. Sudrajat. Tata. International Organization For Migration (IOM). ”KUHP”. 2005. Kantor Kementrian negara Transmigrasi dan Kependudukan. ”Perdagangan Anak di Indonesia”. Irwanto. ”Fiqih Islam Lengkap” Karya Toha Putra. Khofifah Indar. 2005. Gambaran Umum Tentang Perdagangan Manusia (Trafficking In Person). Jakarta.Sosial dan Unicef. 2000.id/berita baru/berita. Rifa’i. ”Panduan Motivator Waspada Trafficking Manusia”. Jakarta. Susanti. Ceramah di Hotel Quality Makassar. Jakarta. Bumi Aksara. 2001. Saving Women Lives. Jakarta. ”Luruh Duit” http ://anak. 2007.12 co. 2001.asp? id=197. Nugroho. 1998. Cetakan Ke Dua Puluh satu. Kerjasama Pucuk Pimpinan fatayat NU. dalam Progressia Vol !V Juni 2001.

2004 -------------. Undang-undang RI nomor 39 Tahun 2004 tentang ”Hak asasi manusia” Indonesia Legal center Publishing. Undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang “Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. ------------. Indonesia. Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang ”Perlindungan Anak” Departemen Sosial. 2007.undang Dasar 1945 dan Perubahannya. 2003. Gatra. Undang. 2004. Kawan Pustaka. .16 Indonesia. Citra Umbara. Edisi nomor 30 tanggal 7-13 Juni 2007. bandung.

500056235 (III/d) Peneliti pada Mahkamah Agung RI Mahkamah Agung RI “Tindak Pidana Perdagangan Orang (Trafficking in Person) di Indonesia” .. SH.17 BIODATA PENULIS Nama NIP Pangkat/Gol Jabatan Satker Judul Penelitian : : : : : : Tri Hermintadi. MH.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful