ORGANISASI LEMBAGA PENDIDIKAN Tugas ini memenuhi Mata Kuliah Manajemen Pendidikan Dosen Pengampu : Suyantiningsih, M.

Ed

Oleh: Novan Ahmad Azlan 09105244002 Gunawan Rahmawan Melinda Hapsari 09105244034

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010

Dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia. sebagai pengganti Undang-undang Sisdiknas Nomor 2 Tahun 1989. dan sistem adaah fokus dan faktor yang menjadi pendorong kusuksesan organisasi. dan corak ketimuran ala pesantren sebagai penyeimbang. Belajar dari sejarah perkembanganya lembaga pendidikan yang ada di indonesia memiliki beragam corak dan tujuan yang berbedabeda sesuai dengan kondisi yang melingkupi. Kedua mengenali individu yang berbedabeda dalam peserta didik yang memiliki kepribadian dan disposisi kebutuhan. mengejar ketertinggalan di segala aspek kehidupan dan menyesuaikan dengan perubahan global serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa tahun terakhir orangbanyak beranggapan bahwa strategi. Namun menurut Ouchi . peran serta masyarakat. kesetaraan dan keseimbangan. Dalam hal ini lembaga pendidikan memiliki dua karakter secara umum. tradisi dan norma yang menjadi budaya organisasi. mulai dari zaman kerajaan dengan bentuknya yang sangat sederhana dan zaman penjajahan yang sebagian memiliki corak ala barat dan gereja. Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang terdiri dari 22 Bab dan 77 pasal tersebut juga merupakan pengejawantahan dari salah satu tuntutan reformasi yang marak sejak tahun 1998. melaksanakan peranan fungsi dan harapan untuk mencapai tujuan dari sebuah sitem.PENDAHULUAN Tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa lembaga pendidikan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap corak dan karakter masyarakat. tantangan globalisasi. dan ada di dalam sebuah organisasi. struktur. bangsa Indonesia melalui DPR dan Presiden pada tanggal 11 Juni 2003 telah mensahkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional yang baru. kurang memperhatikan sesuatu yang tidak kelihatan (intangible) seperti nilai. jalur pendidikan. dan peserta didik. lembaga pendidikan harus memiliki fungsi dan peran dalam perubahan masyarakat menuju ke arah perbaikan dalam segala lini. Kemudian sebagai agen perubahan lembaga pendidikan berfungsi sebagai alat: 1) 2) 3) 4) Pengembangan pribadi Pengembangan warga Pengembangan Budaya Pengembangan bangsa Orientasi studi manajemen pendidikan masih cenderung melihat sesuatu yang tampak di mata (tangible). Pertama. Perubahan mendasar yang dicanangkan dalam Undang-undang Sisdiknas yang baru tersebut antara lain adalah demokratisasi dan desentralisasi pendidikan. serta model dan corak kelembagaan yang berkembang saat ini tentunya tidak terlepas dari kebutuhan dan tujuantujuan tersebut. Sebagai sistem sosial.

misi organisasi. struktur. mampu merumuskan visi. tradisi. dan kriteria organisasi lemnbaga pendidikan BAB II PEMBAHASAN . memahami filosofi organisasi. norma. jalur. jenis. yang direkat oleh kepercayaan.(1983) dan Key (1999) menyatakan bahwa kesuksesan organisasi justru terletak pada budaya organisasi yang meliputi nilai. dan menerapkannya melalui proses perencanaan organisasi.Dalam tulisan ini akan diulas secara ringkas manajemen pendidikan terkait dengan pengertian. Sedangkan menurut Basri (2004) menyatakan bahwa budaya organisasi dapat dijadikan sebagai kekuatan organisasi apabila budaya organisasi tersebut dikelola dengan baik. jenjang. Untuk dapat mengelola budaya organisasi diperlukan pimpinan yang transformatif. keakraban dan tanggung jawab yang menentukan kesuksesan organisasi.

Oleh sebab itu lembaga pendidikan perlu menyadari adanya pergeseran dinamika internal (perkembangan dan perubahan peran) dan tuntutan eksternal yang semakin berkembang. Tujuannya antara lain adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan. kesenian. menunjukan ruang lingkup pekerjaan. Bidang Perencanaan dan Evaluasi. yang secara administratif bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri. Sebagai sebuah unit eselon II Pusdiklat memiliki 4 unit Eselon III yakni : a. Berikut merupakan salah satu contoh struktur organisasi. dan menentukan garis koordinasi. yaitu Pusdiklat dipimpin oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan. seorang Pejabat Diplomatik Senior. teknologi. memperkaya khanazah ilmu pengetahuan. maka dalam memberikan layanan pendidikan kepada siswa khususnya dan masyarakat pada umumnya organisasi perlu dikelola dengan baik. dipertanggungjawabkan. Demikian kompleksnya organisasi tersebut. Struktur organisasi Struktur Organisasi merupakan bentuk dari organisasi secara keseluruhan yang menggambarkan kesatuan dari berbagai segmen dan fungsi organisasi yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. ukuran. koordinasi penyusunan kurikulum. dan sasaran yang hendak dicapai. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan secara materi subtantif berada di bawah pengawasan pokok Menteri Luar Negeri. Struktur organisasi akan menjadi jelas dan tegas apabila digambar dalam bagan atau skema organisasi. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program.A. Organisasi Lembaga Pendidikan Organisasi lembaga pendidikan adalah suatu organisasi yang unik dan kompleks karena lembaga pendidikan tersebut merupakan suatu lembaga penyelenggara pendidikan. Skema Organisasi memeberikan penjelasan mengenai hubungan pelaporan yang dinyatakan dengan garis vertikal yang menandakan pada siapa suatu jabatan itu harus dilaporkan. serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Pengertian dan Struktur Organisasi Lembaga Pendidikan 1. jenis teknologi yang digunakan. 2. pemberian bimbingan teknis dan . mengembangkan.

c. keuangan. mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan struktural. UPT berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Departemen Luar Negeri. d. UPT tersebut terdiri dari : a. Skema . mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan non-Diplomatik dan teknis. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan dengan berbagai instansi pemerintah. Komunikasi dan Bahasa. organisasi internasional. negara sahabat dan lainnya. non-diplomatik. pelaporan kegiatan dan perpustakaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Tata Usaha. Bidang Pendidikan dan Pelatihan NonDiplomatik dan Teknis. teknis dan struktural. serta kerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan. b. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian. Termasuk dalam hal ini adalah pelatihan BPKRT. c. Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Dinas Luar Negeri yang disebut Sekolah Dinas Luar Negeri disingkat Sekdilu.evaluasi pelaksanaan dan pelatihan diplomatik berjenjang. tata usaha. Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Staf Dinas Luar Negeri yang disebut Sekolah Staf Dinas Luar Negeri disingkat Sesdilu. perguruan tinggi negeri dan swasta.Non-Diplomatik b. pengurusan tugas belajar serta penyiapan bahan pembinaan sekolah Indonesia di luar negeri. rumah tangga. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Kerjasama Lembaga Pendidikan dan Pelatihan. Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Staf dan Pimpinan Departemen Luar Negeri yang selanjutnya disebut Sekolah Staf dan Pimpinan Departemen Luar Negeri disingkat Sesparlu. Selain bidang dan bagian tersebut kinerja Pusdiklat juga dibantu oleh tiga unit pelaksana teknis (UPT) di bidang pendidikan dan pelatihan diplomatik berjenjang yang dipimpin oleh seorang Direktur.

pendidikan menengah. dan pendidikan tinggi. Jenjang. yakni Jenjang pendidikan formal yang terdiri dari pendidikan dasar. Jalur. atau bentuk lain yang sederajat. yang terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan.Dengan adanya skema ini. A.2 Tahun 1989. dan Jenis Lembaga Pendidikan Jalur pendidikan sekolah sebagaimana dikehendaki UUSPN No. maka garis koordinasi dapat terlihat dengan jelas strukturnya. yang menurut pasal 17 disebutkan bahwa Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Kemudian pada pasal 18 disebutkan bahwa Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar.Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs). Dan Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas . adalah tidak berbeda dengan yang dikehendaki pasal 14 UU Sisdiknas No 20 Tahin 2003.

dan doktor yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi. dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. dan majelis taklim. penelitian. atau bentuk lain yang sederajat. pendidikan pemberdayaan perempuan.Serta dapat juga menyelenggarakan program akademik. yakni diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti. atau universitas. politeknik. dengan satuan pendidikannya adalah terdiri atas lembaga kursus. Pendidikan in Formal. penambah. serta satuan pendidikan yang sejenis. dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. dan pengabdian kepada masyarakat. dll. : Jalur Sekolah Jalur Luar Sekolah . sekolah tinggi. Jenjang selanjutnya adalah Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma. pusat kegiatan belajar masyarakat. lembaga pelatihan. pendidikan kesetaraan. Dalam telaah kurikulum. sarjana. dapat dijelaskan sbb : Pendidikan Non Formal. Hasil pendidikan nonformal ini dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. spesialis. madrasah aliyah (MA). yakni yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. pendidikan kepemudaan. Sedangkan jalur pendidikan luar sekolah tidak berbeda dengan yang dikehendaki pasal 14 dan 16 UU Sisdiknas No 20 Tahin 2003 yakni nonformal dan informal. pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja. Pendidikan nonformal ini meliputi pendidikan kecakapan hidup. profesi. pendidikan anak usia dini.(SMA). dan/atau vokasi. serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. seperti pengajian. yang lembaganya Perguruan tinggi ini dapat berbentuk akademi. kelompok belajar. sekolah menengah kejuruan (SMK). magister. dan berkewajiban menyelenggarakan pendidikan. institut. kedua jalur pendidikan ini jelas memiliki perbedaan yang jika disimpulkan dapat digambarkan sbb. pendidikan keaksaraan.

dengan demikian sistem lainnya pun masingmasing berjalan sendiri-sendiri. : Jenjang pendidikan Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik. tujuan yang akan dicapai. Tidak ada akselarasi Peserta didik yang menerima muatan kurikulum sifatnya homogen Sistem manajemen kurikulum senantiasa dirancang sedemikian rupa bersama dengan sistem lain dalam sistem pendidikan dan pembelajaran yang diarahkan untuk tujuan jangka panjang Dalam struktur vertikal kurikulum ada akselerasi kelas dan program Tujuan kurikuler stationer pencapaian tujuan institusi. dan tujuan institusi stationer pencapaian tujuan di atasnya Peserta didik yang menerima muatan kurikulum sifatnya heterogen Sistem manajemen kurikulum senantiasa dirancang sedemikian rupa bersama dengan sistem lain dalam sistem pendidikan dan pembelajaran untuk tujuan jangka pendek atau sesuai kebutuhan masyarakat pasar Hanya ada akselarasi program Tujuan kurikuler stationer pencapaian tujuan program Tidak ada tujuan kurikuler Kalau kita klasifikasikan jenjang. dan terstruktur baik secara horisontal maupun vertikal Non Formal Desain Kurikulum sering tertuang dalam konsep. dan kemampuan yang dikembangkan. dan terstruktur hanya secara horisontal namun tidak secara vertikal In Formal Desain Kurikulum tidak tertuang secara konseptual. dengan demikian tidak ada struktur horisontal dan vertikalnya Peserta didik yang menerima muatan kurikulum sifatnya heterogen Sistem manajemen kurikulum tidak dirancang. Pendidikan anak usia dini . sbb. jalur dan jenis lembaga pendidikan secara detail dapat digambarkan.Desain Kurikulum tertuang dalam konsep.

diantaranya kursus musik. Jalur Pendidikan Luar Sekolah di dalamnya ada pendidikan non formal dan informal. ada juga berbagai kursus. Selain itu. . sarjana. bimbingan belajar dan sebagainya. mulai dari pendidikan dasar. Pendidikan tinggi Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma. Pendidikan dasar Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah. dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Pendidikan nonformal Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini. sampai pendidikan tinggi. Pendidikan menengah Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas. 1. adalah TPA. Jalur pendidikan Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Pendidikan informal Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.yang banyak terdapat di setiap mesjid dan Sekolah Minggu. 2. pendidikan menengah.Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. b. Jalur Pendidikan Sekolah atau yang dikenal dengan Pendidikan formal Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolahsekolah pada umumnya. a. yang terdapat di semua gereja. magister. atau Taman Pendidikan Al Quran. serta pendidikan dasar. doktor.

Bentuk satuan pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).Jenis pendidikan Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. menengah. Pendidikan umum Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 3. Sekolah Menengah Pertama (SMP). 7. Pendidikan keagamaan Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar. 5. Pendidikan kejuruan Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Pendidikan vokasi Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1). Bentuknya: Sekolah Dasar (SD). Pendidikan profesi Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional. 1. dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama. 2. dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pendidikan akademik Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu. 6. Pendidikan khusus Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau . 4.

Dengan penilaian ini dapat diketahui seberapa jauh kemampuan telah dimiliki oleh individu yang belajar. Perubahan itu bersifat aktif dan positif. Kriteria Keberhasilan Lembaga Pendidikan Keberhasilan belajar seseorang ditentukan oleh banyak faktor. digunakan suatu penilaian untuk mengetahui perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui belajar. B. Untuk menentukan suatu keberhasilan belajar. Penilaian merupakan usaha yang bertujuan untuk mengetahui keberhasilan belajar dalam peanguasaan kompetensi. Sejalan dengan pengertian tersebut makaa perubahan yang terjadi pada diri individu sebagai hasil belajar dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. Perubahan tersebut disadari oleh individu yang bersangkutan. ( Depdikbud. baik aktual manpun potensial. Penilaian hasil belajar dapat dilakukan karena belajar mempunyai ciri : a. 5. untuk mengetahui sejauh mana peruhahan atau kemampuan baru dimiliki oleh seorang peserta didik sebagai hasil belajar tentunya dilakukan evaluasi atau penilaian. b. Akta V Psikologi Pendidikan 1985/1986:10) Sehubungan dengan itu maka belajar merupakan usaha untuk memperoleh kemampuan baru yang dilakukan dengan sengaja. 2. Berdasarkan pada pengertian belajar yang dike mukakan di atas. Sehubungan dengan itu yang menjadi bahasan dalam topik ini adalah bagaimana untuk menentukan keberhasilan belajar. 4. c. Secara umum faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar tersebut ada yang berasal dari dalam diri peserta didik yang bersangkutan dan faktor yang berasal dari luar pesrta didik yang bersangkutan.berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk Sekolah Luar Biasa/SLB). Belajar adalah aktivitas yang menghasilkan perubahan pada diri individu yang belajar (dalam arti behavioral changes). Perubahan itu terjadi karena usaha. 3. Perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kemampuan baru. Perubahan dalam belajar bukan bersifat temporer dan bukan karena proses kematangan. Perubahan itu bertujuan dan terarah. yang berlaku dalam waktu yang relatif lama. Suatu hasil pengukuran atau penilaian untuk menentukan suatu . pertumbuhan dan perkembangan. Perubahan dalam belajar bersifat kontinyu dan fungsional.

Ilustrasi Organisasi Lembaga Pendidikan Indonesia Organisasi Lembaga Pendidikan Sesudah pemberlakuan UU.22/1999 Keterangan : . A.keberhasilan peserta didik. hasil penilaian atau pengukuran tersebut dibandingkat dengan patokan penilaian yang telah ditetapkan sebelumnya.

standar nasional dan kebutuhan lokal. sesuai dengan Struktru Organisasi dan Tetakerja pemerintah daerah setempat. . Walaupun dari beberapa undang-undang yang telah di tetapkan oleh pemerintah tidak luput dari kritik dari beberapa tokoh liberal karena negara telah memasukan pemahasanpembahasan agama kedalam undang-undang yang berpotensi menumbuhkan gesekan antar agama. Pemerintah Kabupaten/kota bertanggung jawab penuh didalam penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan arah kebijakan. kesenian. Diharapkan adanya agen-agen yang mampu merubah kondisi negeri ini dari keterpurukan nasional. 4. mengembangkan. teknologi.1. Bahwa tujuannya antara lain adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyaraat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Pembina dan penentu kebijakan nasional bidang pendidikan 2. serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional 2. PEmerintah Propinsi sebagai Pembina dan coordinator penyelenggara pendidikan lintas kabupaten / kota 3. Nama instansi tidak selalu sama. tentunya hal ini juga diperlukan adanya langkah nyata serta bantuan baik moril ataupun materil dari pemerintah maupun masyarakat terhadap semua undang-undang yang telah dicanagkan agar bisa terlaksan dengan sempurna. memperkya khanazah ilmu pengetahuan. PENUTUP Dari penulisan ringkas di atas dengan melihat latar belakang dan pembahasan masalah. Tentunya sebagai bangsa yang menjunjung tinggi agama haruslah mengangap bahwa hal itu hanya sebagai salah satu koreksi ke arah yang lebih baik atas peran lembaga pendidikan di masyarakat. Dapat dilihat dari struktur yang ada bahwa paradigma desentralisasi telah mewarnai system pendidikan nasional telah di undangkan. Pemerintah Pusat sebagai pengarah.

Studi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi “Abdi Bangsa Indonesia”.com pada 17 Oktober 2010 Key. Budaya Organisasi perguruan Tinggi.Universitas Negeri Malang.2005 jakarta Hasri. Desertasi. --------------.cet. Jakarta. 2002. 2002 jakarta. Ouchi. Jakarta.Rumka cipta. S. perencanaan pegajaran berdasarkan pendekatan sistem. 20: 217-225. W.com pada tanggal 19 Oktober 2010 Hamalik Oemar. Jakarta.blogspot.ilmu pendidikan. 1999.DAFTAR PUSTAKA Ahmadi Abu & Uhbiyati Nur.2 Depdikbud. Diakses dari http://lina-hidayati. --------------. Elrahma Iche.G.Akta V modul 16. Penilain Acuan Normatif dan Acuan Patokan. 1984/1985. 1984/1985. . Penilaian Acuan Normatif. Diakses dari http://icheelrahma. Penilaian Dalam Pendidikan.blogspot. 1981. 1985/1986.Theori Z. New York: Addison-Wesley. Organizational Ethical Culture: Real or Imagined? Jurnal of businnes ethics. S.Akta V Buku III D. Psikologi Pendidikan. Evaluasi hasil Belajar.Bumi aksara. Akta V Buku III A. Hidayati Lina.

Penil in Acuan Nor atif dan Acuan Pato an. 1984/1985. 1999. 2002. 1981. Penilaian Acuan Normatif. Organizational Ethical Culture: Real or Imagined? Jurnal of businnes ethics. New York: Addison-Wesley. Desertasi.2005 jakarta Hasri. perencanaan pegajaran berdasar an pendekatan sistem. W. Studi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ³Abdi Bangsa Indonesia´. Akta V Buku III A. Diakses dari http://lina-hidayati. Diakses dari    .Universitas Negeri Malang.DAFTAR PUSTAKA Ahmadi Abu & Uhbiyati Nur.cet. Hidayati Lina.blogspot. 1985/1986. S.Akta V Buku III D. Ouchi.    ¦  ¥  §© ¨ ¨§¦  ¤  §  §¦  il i i D l i i §© ¨ ¨§¦   ©   §© ¨ ¨§¦ ¥¤ p i i i olo i i i .com pada tanggal 19 Oktober 2010 Hamalik Oemar. il B l j r.com pada 17 Oktober 2010 Key.Bumi aksara. Ev l Elrahma Iche. --------------.G. Jakarta.blogspot.2 . Jakarta.Theori Z.Rumka cipta. .Akta V modul 16. http://icheelrahma. S.il Depdikbud. Budaya Organisasi perguruan Tinggi. 1984/1985. 2002 jakarta. --------------. Jakarta. 20: 217-225.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful