PADI (Oriza sativa).

Filed under: PEMULIAAN TANAMAN by bibirmemble — Tinggalkan komentar 23 Maret 2010 Padi adalah salah satu tanaman pangan yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Padi merupakan sumber karbohidrat yang tinggi selain jagung dan gandum. Indonesia merupakan salah satu pengkonsumsi beras yang merupakan produk dari tanaman padi ini. Padi merupakan tanaman yang identik dengan hidup secara tergenang oleh air. Tanaman padi merupakan tanaman semusim yang berakar serabut, berbatang pendek, struktur yang serupa dengan batang terdiri dari pelepah daun yang saling menopang. Daun pada tanaman padi merupakan daun yang sempurna dengan pelepah yang tegak, daun ini berbentuk lanset dan berwarna hhijau muda hingga hijau tua, urat daunnya sejajar dan tertutup oleh rambut daun yang pendek serta jarang. Tanaman padi memiliki buah dengan tipe bulir yang tidak dapat dibedakan mana buah dan mana yang bijinya. Bentuk dari buahnya yaitu bulat lonjong dengan ukuran 3 mm sampai 15 mm yang ditutupi oleh palea dan lemma atau yang kita kenal dengan sekam. A. KLASIFIKASI Padi merupakan tanaman serealia yang tergolong suku padi-padian atau poaceae atau sinonim dari graminae. Adapun secara ilmiah klasifikasi dari tanaman padi adalah sebagai berikut : Kerajaan Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Poales : Poaceae : Oriza : O. sativa

Nama binomialnya yaitu Oriza sativa. B. SEJARAH Menurut sejarah budidayanya padi berasal dari daerah di sekitar sungai Gangga dan sungai Brahmaputra dan dari sungai Yangtse yang kemudian barulah tersebar ke seluruh dunia. Tanaman padi memiliki ciri khas yaitu tumbuh dengan keadaan tergenang dengan air, maka para ahli menduga padi merupakan evolusi dari tanaman moyang yang hidup di rawa. Terdapat dua spesies padi yang di budidayakan manusia, Oriza sativa dan Oriza glaberimma. Oriza sativa berasal dari dari daerah hulu sungai di kaki pegunungan Himalaya di India dan Tibet/Tiongkok sedangkan Oriza glaberimma berasal dari Afrika Barat tepatnya hulu sungai Niger. Sebenarnya terdapat juga jenis padi lain yang tidak di budidayakan oleh manusia yang mana disebut juga dengan padi liar. Pada awalnya padi jenis Oriza sativa ini terdiri dari dua subspesies yaitu indica dan japonica. Padi japonica memiliki ciri berumur panjang dan memiliki postur tubuh yang tinggi namun mudah rebah dan paleanya memiliki bulu. Bijinya cendrung panjang dan kualitas dari nasinya sedikit melekat atau menempel. Sedangkan pada padi indica, sebaliknya umurnya pendek dan tubuhnya lebih kecil dari padi japonica, paleanya tidak memiliki bulu dan bijinya cendrung berbentuk ovale. Para ahli budidaya atau pemulia tanaman padi mencoba menyilangkan padi

tersebut sehingga didapatlah tanaman padi yang cukup terkenal yaitu kultivar IR8 selain itu juga dikenal varietas minor javanica yang hanya ditemukan di Indonesia tepatnya di pulau Jawa. Selain dua subspesies O.sativa yang utama, indica ddan japonica, terdapat juga subspesies minor tetapi bersifat adaptif tempatan, seperti aus (padi gogo dari Bangladesh), royada (padi pasangsurut/rawa dari Bangladesh), ashina (padi pasang-surut dari India), dan aromatic (padi wangi dari asia selatan dan Iran, termasuk padi basmati yang terkenal). Japonica juga terbagi lagi menjadi tiga subspesies besar yaitu temperate japonica yang berasal dari China, Korea dan Jepang, tropic japonica yang berasal dari Nusantara dan aromatic. C. MANFAAT Padi merupakan tanaman yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang baik di konsumsi manusia. Padi ini merupakan salah satu penghasil karbohidrat tterbesar selain gandum dan jagung. Padi yang dikonsumsi oleh manusia dalam bentuk beras yang di tanak menjadi nasi. Hal tersebutlah menjadikan padi sebagai tanaman bididaya yang selalu di usahakan kualitas dan kuantitasnya. Padi meruupakan tanaman semusim yang memiliki ciri hidup di tanah yang tergenang oleh air. Padi juga merupakan salah satu penghasil karbohidrat yang tinggi dan baik dikonsumsi oleh manusia. Padi berasal dari suku poaceae atau graminae dan yang sering dikonsumsi oleh manusia adalah jenis Oriza sativa dan Oriza glaberimma. Sejarahnya padi pertama kali di budidayakan oleh masyarakat di sekitar daerah hulu sungai Gangga dan Brahmaputra dan lanjut ke sungai Yangtse yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Manfaat darei padi ini yang tinggi membuat padi menjadi tanaman atau komoditi penting untuk di budidayakan. D. REPRODUKSI PADI Padi merupakan tanaman yang menyerbuk sendiri karena lebih dari 95% serbuk sari tanaman padi membuahi sel telur membuahi tanaman yang sama. Setiap bunga pada padi memiliki enam kepala sari dan kepala putik yang bercabang. Umumnya kedua organ ini matang pada waktu yang bersamaan. Kepala sari kadang-kadang keluar dari palea dan lemma nya ketika ia siap untuk melakukan proses reproduksi. Reproduksi pada padi prosesnya yaitu ketika telah terjadi pembuahan zigot dan inti polar yang telah dibuahi tersebut membelah diri. Zigot tersebut berubah menjadi embrio dan inti polar menjadi endospermia yang mana di akhir perkembangannya sebagian besar bulir padi menagndung pati pada bagian endospermanya yang pada tanaman muda hal ini berfungsi sebagai cadangan makanan, sedangkan bagi manusia bulir inilah yang menjadi bahan makanan yang mengandung gizi yang banyak. Dari segi genetika, satu set genom pada padi terdiri dari 12 kromosom yang diploid kecuali sel seksualnya. Pemulian pada padi telah lama dilakukan sejak padi di budidayakan. Hasil dari pemulian yang dikenal yaitu seperti rajalele dan pandanwangi yang merupakan salah satu ras lokal. Namun, secara sistematis pemuliaan baru-baru ini dilakukan sejak didirikannya IRRI di Filiphina. E. PERSILANGAN PADI Untuk memenuhi kebutuhan manusia akan karbohidrat yang tinggi dari padi maka dilakukanlah perbaikan kualitas dan kuantitas dari tanaman padi dengan cara persilangan. Bioteknologi dan rekayasa genetika sangatlah membantu perbaikan kualitas dan kuantitas dari tanaman padi. Sejak penghujung abad ke-20 dikembangkan pula tanaman padi hibrida. Padi hibrida adalah tanaman padi hasil persilangan antara dua tetua padi yang berbeda secara genetik. Apabila tetua-

Manis-5. Hipa 3. Hibrido R-1. Long Ping Pusaka II. Silang balik (backcross) merupakan persilangan F1 dengan salah satu tetuanya. Intani II. Persilangan padi secara alami dilakukan dengan bantuan angin sedangkan buatan dibantu oleh manusia. Walaupun begitu terdapat juga kekuarangan dari budidaya padi hibrida ini yaitu harganya yang relatif mahal serta petani harus membeli bibit yang baru lagi karena padi hasil panen sebelumnya tidak dapat dijadikan bibit. Proses ini sebaiknya dilakukan pada 03. 3. Hipa 4. Batang samo. PP1. Kastrasi biasanya dilakukan sehari sebelum proses persilangan dilakukan agar putik menjadi masak sempurna saat penyerbukan. Mapan 4. . Long Ping Pusaka I. anakan produktif relatif sedikit serta hasil sedikit.00 sore. Silang puncak (top cross) merupakan persilangan antara F1 dan tetua lainnya. Bunga yang telah bersih dari benang sari itu di tutup dengan glacine bag atau sungkup agar tidak dimasuki oleh benang sari yang tidak dikehendaki.tetua diseleksi secara tepat maka hibrida turunannya akan memiliki vigor dan daya hasil yang lebih tinggi dari pada tetua tersebut. Menurut Harahap (1982) terdapat banyak cara atau metode untuk menyilangkan padi secara buatan diantaranya : • • • • Silang tunggal (single cross) merupakan persilangan padi yang hanya melibatkan dua tetua saja. Tetua jantan yaitu varietas padi dengan fungsi reproduksi normal yang dianggap sebagai jantan untuk menyediakan serbuk sari bagi tetua betina di lahan produksi benih yang sama. Hibrido R-2. Beberapa padi hibrida yang telah diluncurkan yaitu diantaranya Intani I. Adirasa. TEKNIK PERSILANGAN PADI Persilangan pada padi dapat terjadi secara alami maupun buatan. Silang ganda (double cross) merupakan persilangan antara F1 dan F1 dari persilangan tunggal. Miki II. Miki III. Bernas super dan bernas prima. Hal yang perlu diiperhatikan dalam mengkastrasi yaitu setiap bunga memiliki enam benang sari dan dua kepala putik yang tidak boleh rusak. Maro. Hal yang perlu diperhatikan untuk memproduksi benih hibrida yaitu : 1. 2. Miki I. Rokan. Galur mandul jantan yaitu varietas padi tanpa serbuk sari yang hidup dan berfungsi yang kemudian dianggap sebagai tetua betina dan menerima serbuk sari dari tetua jantan untuk menghasilkan benih hibrida. Galur pelestari yaitu varietas atau galur yang berfungsi untuk memperbanyak galur mandul jantan. Sedangkan pada padi persilangan sendiri hasil yang didapat relatif berumur panjang dan tanamannya tinggi. Persilangan padi secara buatan biasanya menghasilkan padi yang umur ganjah dan batang pendek anakan produktif banyak dan hasil yang relatif tinggi. F. Kastrasi yaitu membuang bagian-bagian dari tanaman yang dapat mengganggu proses persilangan. 2. Adapun teknik persilangan pada padi ini yaitu: 1. Emaskulasi yaitu mengambil benang sari dari bunga dengan cara menyedot atau mengambilnya dengan pinset kecil.

hibridisasi yang dilanjutkan dengan seleksi. Heterosis didefinisikan sebagai meningkatnya ketegaran (vigor) dan besaran f1 melebihi kedua tetuanya. Pada metode pemuliaan melalui hibridisasi pada tanaman menyerbuk sendiri dikenal beberapa cara yaitu seleksi pedigree. Intinya persilangan padi merupakan penggabungan sifat melalui pertemuan tepung sari dengan kepala putik yang kemudian menjadi embrio dan tumbuh menjadi benih. Pada dsm kita menggunakan berbagai variasi metode seleksi dalam usulan mengkombinasikan berbagai karakter yang diinginkan. kemudian dilakukan seleksi. Proses ini baiknya dilakukan pada pagi hari.3. Fenomena lain yang dimanfaatkan dalam tanaman menyerbuk silang adalah ketegaran hibrida atau heterosis. Pada seleksi pedigree. seleksi ditunda sampai generasi lanjut (f5 atau f6) setelah hibridisasi. dan dilanjutkan dengan pembentukan varietas bersari bebas atau varietas sintetik. turunan selanjutnya diseleksi lagi pada generasigenerasi berikutnya sampai mencapai kemurnian genetik. Sedangkan pada seleksi bulk. . metode silang balik dan metode diallel selective mating system (dsm). Metode pemuliaan tanaman menyerbuk silang sedikit berbeda dengan tanaman menyerbuk sendiri karena pada tanaman menyerbuk silang. Padi yang telah kita emaskulasi tersebut dibuka sungkupnya kemudian oleskan benag sari yang kita kehendaki ke dalamnya kemudia sungkup kembali. Hal lain yang mesti diperhatikan juga yaitu memberi label pada sungkup yang kita lakukan persilangan. Secara genotipe juga berbeda dari satu individu ke individu lainnya. dalam populasi alami terdapat individu-individu yang secara genetik heterozigot untuk kebanyakan lokus. seleksi massa. Sebaliknya bila diserbuk sendiri akan terjadi tekanan inbreeding. Pollinasi adalah proses penyerbukan. tanaman dengan kombinasi karakter yang dikehendaki diseleksi pada generasi f2. seleksi massa atau seleksi galur murni. Selanjutnya metode silang balik dilaksanakan dengan cara melakukan silang balik secara berulang-ulang dari suatu varietas yang ingin diperoleh sifat baiknya (misal ketahanan terhadap penyakit) kepada varietas lain yang sudah cukup beradaptasi. sehingga keragaman genetik dalam populasi sangat besar. Beberapa metode yang populer pada tanaman menyerbuk silang misalnya pembentukan varietas hibrida. Metode Hibridisasi Buatan Metode pemuliaan tanaman menyerbuk sendiri dapat dilakukan melalui introduksi. seleksi bulk population. seleksi daur ulang.

Tanaman cabai termasuk tanaman berbunga ( Angiospermae).2003). bt-2 (brittle) ataupun sh-2 (shrunken). dan C. Jagung manis (Zea mays saccharata Surt) termasuk dalam famili Graminae sub famili Panicoidae serta tergolong dalam suku Maydae (Sudanardi dalam Nugroho. busuk buah. annum) dan cabai kecil ( C. dan penyakit mosaik yang disebabkan oleh virus (Siregar dalam Riana 2003). smut (Ustilago maydis). antraknosa. Menurut Adisarwanto (2002). Peningkatan kualitas sangat penting didalam program pemuliaan tanaman jagung manis.) dan karat daun (Puccinia sorghi).Tanaman cabai merupakan salah satu komoditi tanaman hortikultura yang cukup penting. lalat buah (Diptera: Tephritidae). sedangkan penyakit penting yang menyerang jagung adalah bulai yang disebabkan oleh cendawan Perenosclerospora maydis.) (Lepidoptera: Noctuidae). frutescens ) (Santika dalam Riana. layu bakteri. pada mulanya jagung manis berkembang dari jagung tipe dent (jagung gigi kuda) yang memiliki lekukan di puncak bijinya dan flint (jagung mutiara) yang memiliki biji agak bulat dengan bagian luar yang keras dan licin. Dalam genus Capsicum terdapat lima spesies tanaman yang telah didomestikasi yaitu C. Selain itu tongkol jagung manis mepunyai dua atau tiga daun yang tumbuh di sisi kanan kiri. serta umur jagung manis biasanya lebih genjah daripada jagung biasa (Anonim dalam Nugroho 2002). kutu daun (Homoptera: Aphididae). Beberapa jenis hama penting yang sering ditemukan pada tanaman cabai adalah Thrips ( Thysanoptera: Tripidae). C. pubescens. Penyakit-penyakit penting yang umum terdapat pada pertanaman cabai adalah bercak daun cabai. 2002). Menurut MacGillivray (dalam Nugroho 2002) Hama yang paling merusak tanaman jagung manis adalah ulat tongkol (Heliothis armigera). frutescens. Menurut Koswara (dalam Adisarwanto 2002) sifat manis pada jagung manis disebabkan oleh adanya gen su-1 (sugary). hawar daun (Helminthosporium sp. baccatum. C. rasa dan aroma (Alexander dalam Nugroho 2002). C. chinense. Jagung manis memiliki malai berwarna putih dan rambut berwarna putih sampai kuning keemasan. ordo Solanales. digolongkan ke dalam kelas Magnoliopsida. annum. Di dalam budidayanya yang memiliki potensi ekonomi adalah cabai besar (C. tingkat kemanisan. Rubatzky dan Yamaguchi (dalam Nugroho 2002) menyatakan bahwa tujuan penting dalam pemuliaan jagung manis adalah memanfaatkan gen mutan tanpa disertai sifat yang . famili Solanaceae. dan Genus Capsicum. dan ulat grayak (Spodoptera spp. yang meliputi kelembutan pericarp.

Madura. sehingga dapat ditentukan genotipe-genotipe yang dapat dijadikan varietas budidaya. Lemo. dan stabilitas. genotipe yang perlu diseleksi lebih lanjut. tunas liar yang lebih sedikit. Jenis padi yang ditanam di Indonesia adalah dari subspesies Indica atau padi cere. serta kelobot yang menutupi penuh hingga ujung tongkol untuk mengurangi masuknya hama. Cempo. Persilangan buatan atau hibridisasi adalah penyerbukan buatan antara tetua-tetua yang yang berbeda sesuai genotifnya. Bali.tidak diinginkan. Markoti. dengan pusat penanaman atau sentra produksinya adalah Pulau Jawa (Karawang dan Cianjur ). Persilangan padi secara alami berlangsung dengan bantuan angin. yaitu padi sawah. yaitu : (1) Penentuan perbedaan. dengan Kemajuan ilmu pengetahuan unggul dan teknologi persilangan memungkinkan membuat kombinasi persilangan untuk menghasilkan tanaman keinginan. diantara spesies-spesies tersebut yang telah dikenal adalah spesies Oryza sativa dangan dua subspesies yaitu Indica atau spesies bulu dan Sinica atau padi cere. Sementara itu persilangan secara alami menghasilkan tanaman yang relatif tinggi. Persilangan padi secara buatan pada umumnya menghasilkan tanaman yang relatif pendek. Van Der Have (dalam Nugroho 2002) menambahkan evaluasi dari varietas terdiri dari dua tingkat. Persilangan tanaman padi dapat berlangsung secara alami dan buatan (Soedyanto et al. anakan produktif banyak. Hawarabunar. misalnya perkecambahan dan pertumbuhan yang jelek. dan genotipe yang dapat dijadikan sebagai tetua dalam hibridisasi selanjutnya. Untuk . Tujuan lain meliputi perbaikan sifat tanaman dan tongkol. Sampai saat ini telah di ketahui 250 spesies padi ( Oryza ). dan Siam. dan Kalimantan. Padi termasuk tanaman pangan kuno yang berasal dari Benua Asia dan Afrika Barat Tropis dan Subtropis. berumur panjang. Menurut Allard (dalam Nugroho 2002). Mentik. Varietas padi hasil dikelompokkan berdasarkan tipologi lahan budidayanya. serta (2) Penentuan sifat agronomi. berumur genjah. tongkol yang lebih panjang dengan jumlah biji yang lebih banyak. anakan produktif sedikit. padi gogo. Adanya varietas padi lokal di berbagai daerah menunjukkan telah terjadi persilangan secara alami. Contoh varietas padi lokal yang banyak ditanam petani adalah Rojolele. dan produktivitas rendah. 1978). Persilangan padi secara buatan dilakukan dengan campur tangan manusia. misalnya batang yang lebih kuat . dan hasil tinggi. dan padi rawa. evaluasi diperlukan untuk mengetahui manfaat suatu genotipe. Pandan Wangi. homogenisitas. Kuwatik. Sulawesi.

silang puncak atau top cross (TC). Vigna sinensis unguiculata atau sering disebut sebagai Vigna unguiculata. Pada tahun 2025 kebutuhan padi nasional diprediksikan sebesar 70 juta ton gabah kering giling (GKG). dan akhir-akhir ini dikembangkan pula metode persilangan multi cross (MC). Famili Leguminoceae. Silang tunggal hanya melibatkan dua tetua saja. Khusus di Asia tenggara. Pendahuluan Padi merupakan bahan makanan pokok bagi sekitar setengah penduduk dunia. adalah kacang tunggak atau kacang dadap. (sunarjono 2003) I. Sekitar 90% produksi dan konsumsi padi berada di Asia. setelah tua menjadi liat karena banyak seratnya dan menjadi lemas jika kering. Ada dua subspecies penting dari Vigna sinensis. Panjangnya ada yang mencapai 10-80 cm yang disebut polong. silang ganda atau double cross (DC). Hal itu berarti 20 juta ton lebih besar daripada produksi tahun 2001 yaitu sebesar 50 juta ton. dengan asumsi pertambahan penduduk 1. Di Indonesia padi merupakan makanan pokok utama. Sementara buahnya bulat panjang dan ramping. yaitu silang tunggal atau single cross (SC). Silang puncak merupakan persilangan antara F1 dari silang tunggal dengan tetua lain. silang balik atau back cross (BC). Produksi tersebut . disusul jagung dan ketela pohon. Adapun Vigna sinensis sesquipedalis adalah kacang panjang biasa. Ordonya Vabales. Kacang panjang yang mempunyai nama latin Vigna sinensis. terdapat beberapa metode persilangan buatan yang dapat dilakukan untuk mendapatkan varietas unggul padi. Saat muda buahnya berwarna hijau keputih-putihan. padi merupakan penyumbang 70-80% kalori dan 40-70% protein bagi kebutuhan penduduknya.menghasilkan varietas padi baru melalui persilangan diperlukan waktu 5-10 tahun. Peningkatan produksi padi tetap merupakan tantangan utama di masa depan. Silang banyak merupakan persilangan yang melibatkan lebih dari empat tetua. Bunga kacang panjang seperti kupu-kupu. Akan tetapi. Silang balik adalah persilangan F1 dengan salah satu tetuanya. Buah yang masih muda mudah dipatahkan. setelah tua berwarna putih kekuning-kuningan dan kering. Silang ganda merupakan persilangan antara F1 dengan F1 hasil dari dua persilangan tunggal. Menurut Harahap (1982). yaitu unguiculata dan sesquipedalis.35% per tahun dan tingkat konsumsi 133 kg/kapita/th. Kacang panjang berasal dari Afrika Tengah kemudian menyebar ke Asia Selatan. termasuk dalam Divisi dan Kelas Magnoliophyta.

Tinjauan sejarah dan perspektif kedepan pemuliaan padi sawah khususnya di Indonesia. diharapkan dapat mengungkap dinamika dan perannya dalam penyediaan pangan di Indonesia dulu. atau berarti memakan waktu 32 tahun untuk memenuhi kebutuhan pangan 21 tahun yang akan datang. sementara lebih dari 80% total areal pertanaman padi sawah ditanami varietas unggul (BPS. konversi lahan pertanian. kini. sulitnya membuka lahan pertanian yang baru. dkk. Disisi lain. Menurut Las (2002) peningkatan produksi padi didominasi peranan peningkatan produktivitas (teknologi) sebesar 56. 2001). Varietas unggul sebagai hasil kegiatan pemuliaan tanaman merupakan salah satu teknologi kunci dalam peningkatan hasil padi. Perkembangan Pemuliaan Padi Sawah di Indoenesia Upaya perakitan varietas padi di Indonesia ditujukan untuk menciptakan varietas yang berdaya hasil tinggi dan sesuai dengan kondisi ekosistem. perluasan areal 26. II.4 t/ha. varietas unggul khususnya padi sawah merupakan kunci keberhasilan peningkatan produksi padi di Indonesia. Sementara itu dalam teknologi. jika rata-rata nasional hasil tanaman padi mencapai 6 t/ha atau 1. serta preferensi masyarakat. budaya.5 t/ha. Menurut Poehlman and Sleper (1995). memperberat tantangan yang sudah ada. Tanpa upaya yang serius. yaitu 4. dikutip Daradjat.dapat dicapai pada luas lahan dan intensitas tanam seperti saat ini. Lahan sawah sangat berperan dalam produksi padi di Indonesia. dan 17..6% interaksi antara keduanya. serta dinamika nasional dan global yang kompleks. Sejalan dengan berkembangnya kondisi sosial ekonomi masyarakat. dan esok. Pemuliaan tanaman merupakan suatu metoda yang secara sistematik merakit keragaman genetik mennjadi suatu bentuk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia (Makmur. dalam pemuliaan tanaman berperan ilmu (science) dan seni (art) yang ada pada diri pemulia dalam melakukan pemuliaan tanaman. varietas yang .1%. Data menunjukkan bahwa dengan aktivitas penelitian (termasuk pemuliaan tanaman) seperti saat ini. Informasi tersebut memberikan indikasi bahwa. permasalahan tersebut tidak akan teratasi. 2000. dalam waktu 15 tahun peningkatan hasil yang berhasil diraih hanya 0. 2001). Lebih dari 90% produksi beras nasional di Indonesia dihasilkan dari lahan sawah (BPS. 1985).3%. penurunan kualitas lahan.6 t/ha lebih tinggi daripada yang telah dicapai saat ini. peran varietas bersama pupuk dan air terhadap peningkatan produktivitas padi adalah 75%. sosial.

atau tanaman kurang responsif terhadap pemupukan. et al. persilangan padi di Indonesia dimulai pada tahun 1920-an. (1972). (2001b) adalah: .1. Perkembangan rata-rata produktivitas padi sawah di Indonesia pada kurun waktu tersebut ditampilkan pada Gambar 1. (1993) malaporkan bahwa pelepasan varietas pertama kali dilakukan pada tahun 1943. 1996. Varietas unggul padi umur genjah memungkinkan penanaman dua bahkan tiga kali dalam satu tahun. dkk. agar berumur lebih genjah. Perkembangan tipe varietas setiap kurun waktu tersebut berpengaruh pula terhadap produktivitas padi sawah secara nasional seperti dilaporkan BPS (1978. Musaddad. dan 2000). dengan memanfaatkan gene pool yang dibangun melalui introduksi tanaman. 1991.dirakit pun terus berkembang. dkk. Pemuliaan Padi Sawah Sebelum Revolusi Hijau Menurut Harahap. yaitu Varietas Bengawan. Sampai dengan tahun 1960-an. Produktivitas padi di Indonesia (1972-2000) 2. pemuliaan padi diarahkan pada lahan dengan pemupukan yang rendah. Selanjutnya pemuliaan padi terus berkembang dengan tujuan memperbaiki sifat padi lokal. Karakteristik padi sawah yang selanjutnya dikenal dengan “tipe varietas bengawan” menurut Daradjat. Gambar 1. 1981. 1986.

1979). Pemuliaan Padi Sawah dalam Revolusi Hijau Revolusi hijau khususnya pada tanaman padi diawali dengan ditemukannya varietas IR5 dan IR8 oleh IRRI (Inetrnational Rice Research Institute) yang dapat melipatgandakan hasil karena memiliki daya hasil yang jauh lebih tinggi daripada padi varietas lokal dan berumur genjah.2. dkk. Menurut Daradjat. tidak responsif terhadap pemupukan. Latisail dari India. . Sintha (1963). dkk (1993) sekitar 3. Varietas PB5 selanjutnya disilangkan dengan Sintha menghasilkan Pelita I-1 dan Pelita I-2. (1999). tinggi Tanaman 145-165 cm. Bathara (1965). panjang malai sedang (75-125 butir/malai). rasa nasi pada umumnya enak. Kedua varietas tersebut memberikan hasil yang tinggi yaitu 4. Sunihardi. dan Dewi Ratih (1969). (1993). Hal tersebut menyebabkan berlipatgandanya produksi padi dunia. sementara varietas lokal hanya sekitar 2 t/ha.5 . dkk. Musaddad. bentuk tanaman tegak.5 t/ha. dan Harahap et al. sehingga dapat ditanam dua sampai tiga kali dalam setahun. postur tanaman pendek-sedang (100-130 cm). serta rasa nasi antara pera sampai pulen Selain dimanfaatkan langsung sebagai varietas unggul baru. (1972) antara lain adalah: Jelita (1955).4 t/ha Contoh varietas “tipe varietas Bengawan” menurut deskripsi varietas yang dilaporkan oleh Djunainah. dkk. tahan rebah. Hal tersebut menyebabkan berlipatgandanya produksi karena peningkatan produktivitas dan jumlah musim panen tiap tahunnya.5 .umur 140-155 Hari Setelah Sebar (HSS). Dari kedua varietas yang disebut terakhir berkembang lagi sejumlah varietas baru seperti Cisadane dan Sintanur. responsif terhadap pemupukan. dkk. posisi daun tegak. dan daya hasil menurut Musaddad. (1993). yaitu umur sedang (135-145 HSS). jumlah anakan sedang (15-20). Varietas “tipe bengawan” memiliki latar belakang genetik yang merupakan perbaikan dari Varietas Cina yang berasal dari Cina. Varietas IR8 diintrodusi pada tahun 1967 dan diberi nama PB8.5. dan Benong dari Indonesia (Hargrove et al. varietas- varietas tersebut juga dijadikan sebagai sumber gen untuk memperbaiki sifat-sifat varietas yang sudah ada. varietas PB5 atau yang setipe dengan PB5 memiliki beberapa karakteristik. 2. (2001b). Dara (1960). daya hasil rata-rata sedang (4-5 t/ha). sementara IR5 pada tahun 1968 sebagai PB5.

Code (2001). tahan rebah. Ada beberapa teknologi yang dikembangkan untuk mengatasi sulitnya meningkatkan potensi hasil tanaman padi. . dan rasa nasi enak. potensi hasil tanaman padi tidak banyak meningkat. dan Cisadane (195 768 ha). dianaranya adalah perakitan padi hibrida dan padi tipe baru. daya adaptasi luas. panjang malai sedang. mutu giling baik. Menurut Direktorat Bina Perbenihan (2000). (2001b) antara lain adalah umur sedang (100-125 HSS). Konawe (2001). Widas (1999). 2003).. Kunci kemampuan hibrida untuk memecahkan kemandekan peningkatan potensi hasil adalah potensi heterosisnya (hybrid vigor). posisi daun tegak. Varietas-varietas baru yang dihasilkan memiliki potensi hasil dibawah 10 t/ha. Pengembangan varietas banyak diarahkan untuk meningkatkan daya adaptasi dan toleransi terhadap cekaman biotik maupun abiotik pada agroekosistem yang dihadapi. Selanjutnya Varietas IR64 ini banyak dijadikan sebagai tetua dalam program pemuliaan dan banyak sekali varietas unggul baru yang merupakan keturunan dari IR64 tersebut. Cigeulis (2003). Angke (2001). terutama karena rasa nasi yang enak. Tukad Unda (2000).3. Varietas tersebut sangat digemari oleh petani dan konsumen.1. dapat dibudidayakan sebagai padi gogo maupun padi rawa. disusul Memberamo (271 557 ha). daya hasil agak tinggi (5-6 t/ha). dkk. responsif terhadap pemupukan. dan produktivitasnya tinggi. tahan hama dan penyakit utama. sehingga mampu menciptakan stabilitas hasil tanaman yang baik. umur genjah. Diantaranya adalah: Way apo buru (1988). 2. Rekayasa Genetika dengan memanfaatkan bioteknologi modern pun turut dimanfaatkan misalnya dalam peningkatan ketahanan terhadap hama/penyakit serta peningkatan mutu rasa dan nilai gizi beras. IR66 (216 020 ha). Ciherang (2000).3. Varietas IR64 memiliki daya adaptasi yang sangat luas. Perakitan Padi Hibrida Padi hibrida merupakan salah satu terobosan untuk mengatasi terjadinya stagnasi peningkatan potensi hasil varietas-varietas tipe sebelumnya. postur tanaman pendek – sedang (95-115 cm). IR64 merupakan varietas yang paling luas ditanam di Indonesia (2 118 000 ha). dan Cibogo (2003) (Balai Penelitian Tanaman Padi. Varietas unggul yang paling populer kemudian adalah IR64 diintroduksi dan dilepas sebagai varietas unggul di Indonesia pada tahun 1986. yaitu superioritas F1 hibrida atas tetuanya (Virmani et al. Karakteristik dari varietas “tipe varietas IR64” menurut Daradjat.2. Way apo buru (285 985 ha). bentuk tanaman tegak. Pemuliaan Padi Sawah Pasca Revolusi Hijau Setelah penemuan IR5 dan IR8. jumlah anakan sedang (20-25 anakan/rumpun. dengan anakan produktif 15-16 anakan/rumpun). 1997).

. sehingga nilai heterosis tinggi 3. Indonesia memulai penelitian padi hibrida pada tahun 1983 (Suprihatno and Satoto. Standart heterosis yang tidak stabil pada lingkungan yang berbeda (Adiyono. setelah sebelumnya mengintroduksi padi hibrida dari Cina pada tahun 1979 (Danakusuma. Korea. dkk.30%. 2000). Hibrida terus berkembang pesat dan pada tahun 1994 lebih dari 50 % areal pertanaman padi di Cina ditanami padi hibrida (Yuan. et al (1997) melaporkan bahwa persilangan indica/japonica tropic prospektif menghasilkan hibrida yang unggul.. Vietnam. Galur pemulih kesuburan (restorer = galur R) yang tinggi daya pemulihan kesuburannya. 1998). Selain keunggulan potensi hasil tersebut. Galur pelestari kemandulan tepung sari (galur B) yang murni Negara yang pertama meneliti padi hibrida adalah Cina. Satu galur yang lain adalah tetua jantan. Perakitan dan pengujian padi hibrida yang dilaksanakan di Indonesia telah menghasilkan tiga kombinasi hibrida harapan yang telah diuji multi lokasi (Adijono. teknik tiga galur memerlukan dukungan komponenkomponen berikut : 1. Saat ini telah berhasil dilepas dua varietas hibrida. Teknologi padi hibrida dalam hal ini memerlukan pemanfaatan tiga galur. Virmani (1994) melaporkan bahwa berdasarkan penelitian MK 1986 sampai MH 1992. 1998). sehingga pada masa datang diharapkan hibrida yang dihasilkan sudah beradaptasi terhadap kondisi agroekosistem di Indonesia. Galur mandul jantan (CMS = galur A) yang 100% mandul dan stabil kemandulannya 2. 2000) 2. serta daya gabung khususnya. dan beberapa perusahaan swasta internasional. Peluang untuk memperoleh padi hibrida yang demikian cukup besar karena Virmani. 2000 dan Yuniati. Namun demikian. Produksi benih hibrida yang masih rendah. yaitu Maro dan Rokan. Padi hibrida yang dihasilkan saat ini banyak memiliki latar belakang genetik galurgalur yang berasal dari IRRI. pada penelitian terakhir di lapangan dilaporkan bahwa sinkronisasi pembungaan . 1985). Pada tahun 1986 IRRI meneliti TGMS dan memanfaatan bioteknologi dalam perakitan varietas padi hibrida (Rothschild. Pada tahun 1976 disebar luaskan kepada petani dan memberikan nilai standart heterosis sebesar 20% . 1989). IRRI mulai meneliti kembali padi hibrida pada tahun 1979 yang diikuti oleh 17 negara seperti India. Galur EGMS dapat menjadi steril pada kondisi tertentu sehingga digunakan sebagai mandul jantan. Brazil. Varietas padi hibrida diharapkan memiliki karakteristik daya hasil lebih tinggi daripada varietas yang umum ditanam petani saat ini. tetapi dapat menjadi fertil pada kondisi yang lain sehingga digunakan untuk memperbanyak galur EGMS tersebut. Amerika Serikat. pengembangan padi hibrida saat ini masih menghadapi beberapa kendala seperti : 1. Menurut Virmani et al (1997).. pemanfaatan galur-galur yang beradaptasi baik di Indonesia mulai dilaksanakan. sehingga biasa disebut dengan teknik tiga galur Selanjutnya berkembang teknik hibrida dua galur yang memanfaatkan galur EGMS = Environment Genic Male Sterility. Walaupun demikian. yaitu CMS. dkk. diketahui bahwa padi hibrida dapat meningkatkan hasil 15% 20% daripada varietas nonhibrida (inbrida). Namun demikian.Pengembangan padi hibrida diawali dengan penemuan CMS (cytoplasmic male sterile) dan paket teknologi produksi benih padi hibrida. Jepang. 1994). dkk. Selanjutnya. Pada tahun 1960 telah ditemukan CMS yang pertama dan pada tahun 1973 diperoleh hibrida padi yang pertama. dan Maintainer. karena tidak sinkronnya pembungaan galur CMS dengan restorer (R) dan maintainer (B) (Suprihatno dan Satoto. Restorer. padi hibrida harus disertai dengan berbagai sifat unggul yang terdapat pada varietas pembanding yang saat ini umum ditanam petani.

serta meningkatkan masa pengisian gabah.45-0. antara lain dengan penundaan senescence kanopi. 2000). tanaman pendek (± 90 cm). 1986). dengan pemanfaatan Restorer yang tahan kelemahan tersebut diharapkan dapat tertutupi. IP tersebut diupayakan untuk ditingkatkan menjadi 0. Padi yang akan dibentuk tersebut kemudian dikenal dengan padi tipe baru.50. Berbagai penelitian dan percobaan terus dilakukan dengan melibatkan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu. IRRI mulai mengembangkan padi tipe baru pada tahun 1989 dan pada tahun 2000 hasil-hasilnya telah didistribusikan ke berbagai negara untuk dikembangkan lebih lanjut. Namun demikian. sehingga diharapkan kendala-kendala tersebut dapat teratasi. Namun. Menurut Khush (1996). jumlah anakan produktif lebih dari 10 buah dengan pertumbuhan yang serempak. Galur-galur CMS sangat peka terhadap hama dan penyakit daerah tropis (Suprihatno. malai lebat (± 250 butir gabah per malai). landasan pemikiran dalam pembentukan padi “tipe baru” adalah meningkatkan Indeks Panen (IP) dan produksi biomassa tanaman. Adapun cara untuk meningkatkan biomassa tanaman adalah memodifikasi kanopi sehingga pembentukan kanopi dan penyerapan hara cepat serta mengurangi konsumsi karbon Karakteristik arsitektur tanaman yang diperkirakan dapat meningkatkan indeks panen menurut Peng et al. dkk.. (1994) dan Khush (1996) adalah berpotensi hasil tinggi. ..3. Cara untuk meningkatkan IP tersebut adalah dengan meningkatkan proporsi distribusi fotosintat ke sink daripada ke source yang akan diperoleh dengan cara meningkatkan sink size yang meliputi : peningkatan jumlah gabah per malai dan peningkatan translokasi asimilat ke gabah.6. sejak tahun 1980-an produktivitas padi sawah tidak banyak Upaya meningkat. 3. memperpanjang masa pengisian biji. dan peningkatan ketahanan terhadap rebah. dkk. Indeks panen adalah perbandingan bobot kering gabah dengan total biomassa tanaman.2 Perakitan Padi Tipe Baru Sejak varietas IR8 yang sangat respon terhadap pemupukan tersebar luas di berbagai negara. 2. revolusi hijau dimulai dan produksi padi meningkat luar biasa.antara galur CMS dan Restorer cukup baik dan tidak ada interaksi yang nyata antara galur dengan lingkungan (Sutaryo. terobosan dilakukan untuk membentuk arsitektur tanaman yang memungkinkan peningkatan produktivitas tanaman. IP varietas padi sebelumnya (semi dwarft) berkisar antara 0. hal itu diduga karena diversitas genetik yang sempit.

2001 melaporkan bahwa IRRI banyak sekali memanfaatkan varietas lokal Indonesia sebagai tetua dalam pembentukan NPT. Hidayat. beradaptasi tinggi pada kondisi musim yang berbeda. Upaya persilangan pemecahan yang dilakukan untuk antara lain adalah melakukan dengan sebanyak-banyaknya membentuk populasi memanfatkan tetua tropical japonica dengan sterilitas malai yang rendah (Daradjat. 2001). tegak. Gunang. Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan salah satu dari galur tersebut dapat dilepas sebagai varietas padi “tipe baru”. dan Sirah Bareh. BP68. dan Umbuk putih. serta tingkat sterilitas yang masih tinggi. Ketan Gubat. 1998 adalah produksi biomassa yang masih rendah. Sumber gen sifat batang kuat antara lain : Putih Dayen. 2001). et al. Varietas tahan tungro : Bali Ontjer. Jimbrug. 2001). Memberamo. Weshang II. Kendala dalam program NPT menurut Peng et al. dan senescence lambat. dan melakukan kultur embrio untuk persilangan yang sulit menghasilkan benih (Abdullah. Genjah gempol. . et al. sehingga terjadi ketidak teraturan meiosis dan tidak samanya distribusi kromosom pada keturunannya (Abdullah. tahan rebah. responsif terhadap pemupukan berat. Varietas-varietas yang dapat membentuk sifat malai lebat antara lain: Djawa. Kegiatan tersebut telah menghasilkan galurgalur yang sedang diuji daya hasilnya seperti : BP138E-KN-36-2-2. BP364B-MR-332-PN-5-1. efektif dalam translokasi fotosintat dari source ke sink (biji). Varietas yang dijadikan sebagai donor untuk sifat anakan sedikit antara lain : Gaok. batang lurus. indeks panen mencapai 0. dan Genjah wangkal. 2001). dan berwarna hijau gelap.. diduga karena populasi awalnya dibuat dengan menyilangkan padi yang berbeda sub spesies (indica x japonica tropic).bentuk daun lebih efisien. dan IR66160-121-4-5-3-MR-3-PN-1-2-1-1 (Balai Penelitian Tanaman Padi. berumur genjah ( 100-130 hari). besar. dan Pare Bogor. Pada awalnya pembentukan populasi tanaman padi NPT di Indonesia telah digunakan varietas-varietas. hijau tua. Populasi dasar padi NPT banyak dibentuk dengan memanfaatkan tetua dari sub spesies Indica dan Japonica tropik sehingga latar belakang genetiknya cukup luas dan diharapkan dapat memecahkan stagnasi yang terjadi pada varietasvarietas yang sudah ada. sterilitas gabah rendah. perakaran vigorous. dan tahan terhadap hama dan penyakit. IR65600 sebagai tetua persilangan. Maros.6. IRBB5. TB154. Gundil Kuning.

Teknik kultur jaringan memegang peranan penting dalam bioteknologi tanaman. dan akhirnya DNA. Pada kondisi demikian. Sementaraa. Isolasi dan modisikasi DNA dilakukan pada taraf sel. yang membawa informasi genetik dalam sel. atau persilangan Oryza sativa dengan Oryza glaberima atau spesies lain kadang-kadang tidak dapat diperoleh biji. Contoh lain adalah pada persilangan Lycopersicum esculentum x L.2. melalui teknik kultur jaringan sel tersebut ditumbuhkan menjadi kalus. Penemuan DNA tersebut yaitu suatu teknologi pemanfaatan organisme sebagai agen pengubah senyawa untuk menghasilkan barang atau jasa.3. Individu tersebut ternyata berasal dari tepung saari yang haploid (n). Beberapa kegiatan kultur jaringan yang mendukung kegiatan pemuliaan tanaman diantaranya adalah : 1. Peruvianum tidak dapat dihasilkan F1 karena ketidaksesuaian antara pertumbuhan embrio dengan endosperma dalam biji. maka embrio yang dihasilkan tersebut dapat ditumbuhkan pada media kultur yang tepat. karena ketidak sesuaian genetik diantara tetuanya. melandasi berkembangnya bioteknologi (modern). Pemisahan embrio sejak dini dari endosperm. plant let atau tanaman dewasa untuk pengujian lebih lanjut. Jumlah kromosom tersebut dapat digandakan menggunakan senyawa colchicine. . Kultur anther (kotak sari) Kotak sari dapat dikulturkan pada media yang tepat menjadi individu baru. jika ternyata mampu dihasilkan embrio dari hasil persilangan namun tidak dapaat tumbuh lebih lanjut. Pemanfaatan Bioteknologi Kemajuan teknologi instrumentasi mendorong kepada penelitian molekuler sel. pembentukan galur murni pada pemuliaan konvensional memerlukan waktu lebih dari 5 generasi. sehingga terbentuklah individu diploid yang homosigot pada semua lokusnya (galur murni) dalam waktu satu generasi. sehingga e\individu yang terbentuk juga haploid. inti sel. 2. Embrio Rescue Pada persilangan kerabat jauh misalnya varietas padi modern dengan varietas liar. sehingga ditemukan susunan mikroskopis dalam sel.3.

padi merupakan komoditi strategis yang dapat memberikan dampak yang serius pada bidang sosial. 2000). 3. 1990). pengadaan padi nasional harus betul-betul diperhatikan agar tidak terjadi gejolak yang tidak diinginkan. 2001).. isolasi dan modifikasi gen. Sejalan dengan hal tersebut.. fungi. Teknologi padi hibrida potensial untuk memenuhi kebutuhan pangan di Asia Selatan dan Asia Tenggara pada tahun 2020 sebesar 800 juta ton. Berdasarkan pengalaman di Cina. et al. Proses tersebut dinamakan transformasi gen dan tanaman yang telah dimasuki gen asing disebut dengan tanaman transgenik. dari hewan. maupun politik di Indonesia. Rekayasa genetik pada tanaman padi telah banyak dan dilakukan dan telah berhasil dirakit beberapa varietas padi transgenik. maka Gen yang pada dasarnya merupakan segmen DNA dari spesies manapun. . III. Padi transgenik yang telah ada antara lain adalah Bt rice yang tahan terhadap hama penggerek batang (Wu. Di Indonesia. maupun tumbuhan dapat disisipkan pada segmen DNA tanaman.. Upaya yang telah dilakukan mislnya untuk memasukkan gen ketahanan terhadap bakteri.. Balai Penelitian Tanaman Padi (2001).kemudianmemeliharanya pada media kultur yang sesuai dapaaat menghasilkan tanaman F1. hal serupa diiharapkan dapat terjadi. 2002). ekonomi. melaporkan bahwa padi hibrida memberikan hasil 7 – 8 t/ha atau 15 % lebih tingi daripada IR64 pada lokasi-lokasi yang dicoba. varietas dengan kandungan Fe pada beras yang tinggi (Lucca et al. Peranan Pemuliaan bagi kesejahteraan hidup manusia Padi adalah sumber makanan pokok bagi hampir seluruh rakyat Indonesia. et al. serta upaya memodifikikasi fotosintesis dari C3 menjadi C4 (Matsuoke. serangga. bakteri. Karena setiap makhluk hidup pada dasarnya memiliki struktur DNA yang sama. Rekayasa Genetik Tanaman Padi Penemuan DNA memungkinkan dilakukannya identifikasi. Golden rice yang merupakan padi transgenik dengan kandungan beta karoten (provitamin A) yang tinggi (Dawe. penggunaan varietas hibrida dapat memberikan lonjakan peningkatan produktivitas yang memberikan harapan terpenuhinya kebutuhan padi dimasa yang akan datang.et al 2002). Oleh karena itu. IRRI (2001) mengutip bahwa teknologi padi hibrida potensial untuk memenuhi kebutuhan pangan di Asia Selatan dan Asia Tenggara sebesar 800 juta ton. 1999). Ketahanan terhadap bakteri Xanthomonas oryzae dirakit dengan memanfaatkan gen Xa yang berasal dari spesies Oryza longistaminata (Khus et al. Kegiatan besar yang saat ini tengah dilakukan adalah pemetaan genetik genom padi secara molekuler (Sasaki. serta perbaikan kualitas nutrisi tanaman.

Segala sarana dan prasarana. pada kondisi lingkungan yang ideal. (1994) melaporkan bahwa diduga potensi hasil varietas padi tipe baru mencapai 30 – 50% lebih tinggi daripada varietas unggul yang telah ada. Revolusi hiijau merupakan sumbangan nyata pemuliaan tanaman bagi kesejahteraan umat manusia. Berdasarkan informasi-informasi di atas. Penurunan kualitas lahan sebenarnya juga dapat diminimalisir. perangkat lunak maupun keras untuk kepentingan koleksi plasma nutfah tersebut selayaknya disediadakan. Balai Penelitian Tanaman Padi (2001). dapat diketahui bahwa upaya pemuliaan tanaman padi telah secara nyata meningkatkan produksi padi dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya.Padi Tipe Baru (New Plant Type. NPT). dalam jangka panjang memprogramkan padi tipe baru dapat mencapai potensi hasil 12 – 15 ton/ha.bukan disebabkan oleh varietas unggul padi yang relatif baru. Hal tersebut menjaga varietas-varietas yang pernah ada dari kepunahan dan tetap memungkinkan dilakukannya penelitian agar dapat memanfaatkannya untuk mengatasi permasalahan dimasa yang akan datang. Penghasilan petani yang minim. Varietas hibrida yang dihasilkan diharapkan memiliki produktivitas 15% lebih tinggi daripada NPT asalnya. Namun. tools tersebut tentunya memerlukan penerapan yang bijaksana. lebih disebabkan oleh tidak berlakunya hukum pasar dan kondisi kompleks yang menempatkan petani pada pihak yang tidak berdaya. Disinilah disadari perlunya lembaga publik yang membuat koleksi plasma nutfah atas semua keragaman genetik khususnya tanaman padi yang ada di seluruh Indonesia. Punahnya varietas-varietas lokal. Keunggulan tersebut dapat ditingkatkan dengan memanfaatkannya sebagai bahan dalam perakitan varietas hibrida. Dosis pupuk dan pestisida berlebih sering kali dilakukan karena belum sadar pentingnya dosis optmal bukan maksimal. dewasa ini dapat teratasi. jika manusia secara bijaksana dalammenggunakan bahan-bahan kimia. juga diharapkan dapat memacu peningkatan produksi padi di Indonesia. tetapi lebih disebabkan oleh faktor manusia yang menerapkan penanaman yang homogen dan monoton pada hampir seluruh areal persawahan yang ada. Keunggulan tersebut memberi harapan bahwa pelandaian peningkatan produktivitas padi nasional . Peng et al.

namun penerapannya secara bijaksana harus diperhatikan. padi tipe baru. Tipe varietas yang dihasilkan maupun teknologi yang digunakan terus mengalami perkembangan. Dalam rekayasa genetik tanaman padi. Upaya di atas sangat membantu masyarakat miskin.baik secara kuantitas maupunkualitas. dapat diatasi dengan merakit padi dengan kandungan Fe yang tinggi. maupun padi hasil rekayasa genetik diharapkan dapat menjawab permasalahan pangan dimasa yang akan datang. 3. memungkinkan untuk mengatasi hal-hal yang tidak dapat dilakukan melalui pemuliaan konvensional. diharapkan muncul gene revolution yang mampu mengatasi permasalahan pangan ke depan tersebut. telah ada protokol pengujian tersendiri yang menjamin kemanan pangan tersebut. Rekayasa genetik tanaman padi diharapkan dapat mengatasi permasalahan ke depan yang ada. dan akhirnya bermuara pada meningkatnya kualitas hidup dan kesejahteraan manusia. Varietas yang dilepas telah melewati pengujianpengujian tersebut sehingga diyakini aman bagimanusia dan lingkungan. KESIMPULAN 1. Padi hibrida. Pemuliaan tanaman diharapkan dapat memberikan peran nyatanya dalam setiap tahap perkembangan peradaban manusia. Upaya pemuliaan tanaman telahmemberikan sumbangan nyata bagi kesejahteraan umat manusia. Hal yang sama terjadi dalam perakitan padi dengan kandungan β -karoten yang tinggi untuk mengatasi defisiensi A. diterapkan pengujian-pengujian yang sangat ketat. Setelah green revolution. . Khusus produk bahan konsumsi manusia. Pemuliaan Padi di Indonesia terus berkembang sesuai dengan semakin kompleksnya kebutuhan.Pemanfaatan bioteknologi. 2. meliputi berbagai hal secara komprehensif dan pada standar periode waktu tertentu. meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. IV. Hal tersebut sangat membantu para penderita defisiensi besi yang pada umumnya merupakan penduduk miskin dunia ketiga yang sangat menggantungkan sumber gizinya dari nasi. Kekurangan gizi besi yang melanda sekitar sepertiga penduduk dunia.

Miki III. Silang ganda (double cross) . Intani II. TEKNIK PERSILANGAN PADI Persilangan pada padi dapat terjadi secara alami maupun buatan. Hipa 3. Sejak penghujung abad ke-20 dikembangkan pula tanaman padi hibrida. b. Adirasa. c. Miki II. Persilangan padi secara buatan biasanya menghasilkan padi yang umur ganjah dan batang pendek anakan produktif banyak dan hasil yang relatif tinggi. PP1. Hipa 4. Padi hibrida adalah tanaman padi hasil persilangan antara dua tetua padi yang berbeda secara genetik. Manis-5. anakan produktif relatif sedikit serta hasil sedikit. Beberapa padi hibrida yang telah diluncurkan yaitu diantaranya Intani I. PERSILANGAN PADI Untuk memenuhi kebutuhan manusia akan karbohidrat yang tinggi dari padi maka dilakukanlah perbaikan kualitas dan kuantitas dari tanaman padi dengan cara persilangan. Batang samo. Galur mandul jantan yaitu varietas padi tanpa serbuk sari yang hidup dan berfungsi yang kemudian dianggap sebagai tetua betina dan menerima serbuk sari dari tetua jantan untuk menghasilkan benih hibrida. Persilangan padi secara alami dilakukan dengan bantuan angin sedangkan buatan dibantu oleh manusia. Apabila tetua-tetua diseleksi secara tepat maka hibrida turunannya akan memiliki vigor dan daya hasil yang lebih tinggi dari pada tetua tersebut. Long Ping Pusaka I. VII. Hibrido R-1. Silang tunggal (single cross) Persilangan padi yang hanya melibatkan dua tetua saja. Miki I. Mapan 4. b. Menurut Harahap (1982) terdapat banyak cara atau metode untuk menyilangkan padi secara buatan diantaranya : a. Silang puncak (top cross) Merupakan persilangan antara F1 dan tetua lainnya. Rokan. c.VI. Hibrido R-2. Hal yang perlu diperhatikan untuk memproduksi benih hibrida yaitu : a. Walaupun begitu terdapat juga kekuarangan dari budidaya padi hibrida ini yaitu harganya yang relatif mahal serta petani harus membeli bibit yang baru lagi karena padi hasil panen sebelumnya tidak dapat dijadikan bibit. Maro. Galur pelestari yaitu varietas atau galur yang berfungsi untuk memperbanyak galur mandul jantan. Tetua jantan yaitu varietas padi dengan fungsi reproduksi normal yang dianggap sebagai jantan untuk menyediakan serbuk sari bagi tetua betina di lahan produksi benih yang sama. Bioteknologi dan rekayasa genetika sangatlah membantu perbaikan kualitas dan kuantitas dari tanaman padi. Sedangkan pada padi persilangan sendiri hasil yang didapat relatif berumur panjang dan tanamannya tinggi. Long Ping Pusaka II. Bernas super dan bernas prima.

d. . Polinasi Proses ini baiknya dilakukan pada pagi hari. Proses ini sebaiknya dilakukan pada 03. Emaskulasi Emaskulasi yaitu mengambil benang sari dari bunga dengan cara menyedot atau mengambilnya dengan pinset kecil. Hal yang perlu diiperhatikan dalam mengkastrasi yaitu setiap bunga memiliki enam benang sari dan dua kepala putik yang tidak boleh rusak. Hal lain yang mesti diperhatikan juga yaitu memberi label pada sungkup yang kita lakukan persilangan. Padi yang telah kita emaskulasi tersebut dibuka sungkupnya kemudian oleskan benag sari yang kita kehendaki ke dalamnya kemudia sungkup kembali.Merupakan persilangan antara F1 dan F1 dari persilangan tunggal. Kastrasi Kastrasi yaitu membuang bagian-bagian dari tanaman yang dapat mengganggu proses persilangan. b. Kastrasi biasanya dilakukan sehari sebelum proses persilangan dilakukan agar putik menjadi masak sempurna saat penyerbukan.00 sore. Silang balik (backcross) Merupakan persilangan F1 dengan salah satu tetuanya. Adapun teknik persilangan pada padi ini yaitu: a. c. Bunga yang telah bersih dari benang sari itu di tutup dengan glacine bag atau sungkup agar tidak dimasuki oleh benang sari yang tidak dikehendaki. Intinya persilangan padi merupakan penggabungan sifat melalui pertemuan tepung sari dengan kepala putik yang kemudian menjadi embrio dan tumbuh menjadi benih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful