P. 1
Strategi Komunikasi Bahasa Asing

Strategi Komunikasi Bahasa Asing

|Views: 300|Likes:
Published by jeffiferdi

More info:

Published by: jeffiferdi on Dec 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2012

pdf

text

original

STRATEGI KOMUNIKASI BAHASA ASING

Oleh: Jeffi Ferdianto

1. Pengertian strategi komunikasi Strategi komunikasi merupakan bagian dari strategi merupakan bagian dari trategi belajar bahasa. Corder(1983) menjelaskan bahwa strategi komunikasi adalah suatu teknikk sistematis yang digunakan oleh pelajar bahasa untuk mengungkapkan gagasannya, ketika dihadapkan pada kesulitan. Sejalan deengan pendapat tersebut, Faerch dan Kasper (1983) mengemukakan bahwa strategi komunikasi adalah rencana sadar secara potensial digun akan oleh pelajar bahasa untuk mengatasi kesulitan dalam mencapai tujuan komunikasi khusus. Berdasarkan pendapat dari para ahli diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi komunikasi lebih menekankan pada stategi penggunaan bahasa daripada pengetahuan bahasa. Strategi tersebut dilaksanakan dengan memberikan kesempatan bagi pelajar untuk mengomunikasikan makna dan mengungkapakan gagasan dengan bantuan alat-alat linguistik, misalnya: bertanya atu munta penegasan. Pada saat berkomunikasi dimungkinkan adanya masukan untuk pelajar palajar sehingga meningkatkan kemahiran berbahasa. Misalnya, pelajar mengucapakan kata kurang tepat lalu ditanggapi oleh lawan tutur (dengan mengulang kata itu secara tepat) sehingga pelajar sadar akan kesalahannya dan kemudian memperbaikinya secara lebih baik. Diskusi dapat dilakukan setelah mengadakan komunikasi. Hal yang didiskusikan masalah memilih strategi, memilih gaya, tatabahasa, pengucapan, dan kosakata( Di Picuro, 1987: 1-2). Ellis (1985) menyebutkan dua konsep kunci tentang strategi komukasi, yaitu adanya kesngajaan dan adanya masalah. Yang dimaksud dengan adanya kesengajaan adalah bahwa pada saat berlangsungnya komunikasi palajar dengan sadar menggunakan pola-pola bahasa dalam komukasi yang mungkin benar atau salah. Tujuannya adalah mengharapkan tnggapan dari lawan tutur jika kaidah yang digunakannya salah dan membirkannya jika kaidah yang digunakannya benar. Yang dimaksud dengan adanya masalah dalah bahwa strategi tersebut muncul karena adanya ketidakmampuan atau kurangnya pengetahuan pelajar dalam berbahasa asing. Akibatnya, dalam berkomunikasi si pelajar menggunakan pertnyaan atau penjedahan yang tujuannya adalah agar bahasanya dibenahi oleh lawan tuturnya. Strategi ini yang paling banyak digunakan oleh pelajar pada tingkat pemula dalam belajar behasa asing. Tentu saja lawan tutur yang diajak berkomunikasi harus mempunyai tingkat kemampuan yng setingkat lebih tinggi dari pelajar.

Pada mulanya strategi komunikasi ini dikaji dalam psikolinguistik, karena ia merupakan gejala mental yang mendasari perilaku berbahasa. Kemudian berkembang menjadi suatu perspektif interaksi antara pelajar dengan lawan tuturnya yang bertujuan menjadi jembatan antara pelajar dengan bahasa asing yang dipelajarinya dan pengetahuan lawan tutur dengan bahasa yang sudah dikuasainya (bahasa sasaran). Interaksi ini dilakukan secara baik dalam analisis wacana, yaitu terjadi hhubungan antara pelajar dengan lawan tutur yang bersifat alami. Pengembngan strategi komukasi ini juga didasari atas mulai berkurangnya kepercayaan orang terhadap metode Audiolingual yanng tidak mampu mewadahi kreatifitas bahasa dan keunikan kalimat dalam komunikasi (Huda, 1987). Sementara itu, ditemukan suatu metode yang memungkinkan untuk mencapai keterampilan tersebut, yitu metode komunikatif. Metode ini mendapat dukungan dari kaum transformas yang menyatakan bahwa bahasa itu tidak hanya dilihat dari struktur yang tampak, tetapi juga harus memperhatikan struktur batinnya (makna dan hubungan sosialnya). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa orang yang mampu berkomuniksi adalah orang yang telah memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan bahasa dalam konteks komunikasi seutuhnya(Hymes, 1972). Sejalan dngan itu, strategi komunikasi sangat berperan dalam mempelajarii bahasa asing, karena kesempatan berinteraksi terjadi dan situasi yang sebenarnya dapat memberi makna kata atau kalimat dengan tepat. 2. Fungsi Kompetensi Komukatif Dalam kegiatan interaksi dan komunikasi, kompetensi komuniktif memegang peranan yang sangat penting. Tanpa adanya kompetensi komunikatif, seseorang akan banyak mengalami kesulitan dalam komunikasi. Kompetensi komunikatif ini memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah (a) fungsi intrumental, yaitu fungsi untuk mendapatkan sesuatu dalam kegiatan komunikasi; (b) fungsi aturan, yitu fungsi untuk mengendalikan sesuatu dalam komunikasi; (c) fungsi interaksi, yaitu fungsi untuk menghubungkan antar-individu partisipan komunikasi; (d) fungsi untuk menyatakan perasaan dan makna; (e) fungsi penggalian pribadi; dan (f) fungsi imajinatif, yang berfungsi untuk menyatakan informasi (halliday,1975:11). Fungsi-fungsi tersebut di atas dapat diwujudkan secara efektif melalui strategi komunikasi yang cenderung pda situasi informal daripada situasi formal. Dalam situasi informal, pelajar memperoleh kesempatan menciptakan hubungan antar individu, menyatakan makna dan perasaan, dan menggunakan majinasi secara wajar yang tidak dibuat-buat. Pelajar merasa bebas mengungkapkan tanpa dihantui rasa takut salah. Jika dihubungkan dengan teori monitor Krashen, bahwa semakin banyak menggunakan monitor, pelajr semakin berhati-hati

dalam berbicara. Akibatnya, pelajar tidak berani berbicara. Namun, apabila penggunaan monitor tersebut diminimalkan, maka pelajar akan lebih merasa tidak tertekan untuk berbicara. Berbicara dalam situasi terkendali lebih berat daripada berbicara situasi yang lebih santai atau informal. 3. Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan Penggunaan strategi komunkasi dalam belajar bahasa asing harus memperhatikan (1) tingkat penguasaan bahasa pelajar, (2) msalah bahasa sumber, (3) kepribadian, dan (4) situasi beljar. (Ellis, 1986:183). Faktor-faktor tersebut mempengaruhi hasil belajar. Hal ini terbukti dari beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli. Tingkat penguasaan bahasa pelajar mempengaruhi bentuk dan cara komunikasi. Pada tingkat pemula, peljar sering menggunakan potongan-potongan kalimat sederhana, sedangkan pada tingkat yang lebih tinggi, pelajar sudah menggunakan bentuk-bentuk yang telah dimoditifikasi. Oleh karena itu, lawan tutur harus dapat mengidentifikasi sampai seberapa jauh tingkat penguasaan bahasa pelajar, agar dalam berkomunikasi mereka dapat menyesuaikan bentuk-bentuk ujaran yang akan digunakannya. Faktor kedua yang juga berpengaruh terhadap komunikasi ialah faktor kepribadian. Ada dua tipe kepribadian, yaitu kepribadian terbuka dan kepribadian tertutup. Orang yang memiliki kepribadian terbuka, dalam berkomunikasi dapat menggunakan behasanya secara bebas tanpa takut salah dan tanpa rasa malu. Ia dengan senang hati menerima masukan dari lawan tuturnya apabila bahasa yang digunakannya salah. Adapun orang yang memiliki kepribadian tertutup, ia akan cept merasa malu jika bahasanya dikritik oleh orang lain. Ia sulit menerima masukan bahasa dar orang lain. Karena itu, ia tidak akan banyak mengungkapkan gagasannya. Situasi belajar tidak kalah pentingnya dalam memberikan andil keberhasilan komunikasi. Situas resmi dan tak resmi mempengaruhi kelancaran berkomunikasi. Misalnya, komunikasi di luar kelas akan lebih lancar dan mudah daripada komunkasi di dalam kelas secara formal. Dalam komunikasi di kelas, pelajar merasa terlalu diamati, sehingga ujarannya menjadi tidak wajar. 4. Penerapan Strategi Komunikasi Persiapan pelaksaan Strategi Komunikasi Sebelum melaksanakan komukasi perlu dipersiapkan secara pasti sasaran yang ingin dicapai, partisipan yang terlibat, dan tempat terjadinya komunikasi. Perencanaan yang mantap tentang sasaran, pertisipan, dan lokasi komuniksi memungkinkan program dapat berjalan dengan lancar dan memudahkn pencapian tujuan. Jka perlu bisa memnfaatkan

sumber informasi lain yang erat kaitannya dengan komunikasi yang diinginkan. Sangat penting dalam persiapan ini ialah penentuan sasaran capai dalam berkomunikasi. Ada lima dasar sasaran yang dalam berkomunikasi lisan , yaitu: a. Memiliki kemampuan dalam percakapan dengan satu orang atau lebih yang berbicara dengan bahasa asing, b. memiliki kemampuan memahami percakapan, c. Memiliki kemampuan memahami informasi yang ada ditempat umum, d. Memiliki kemampuan untuk memohon informasi di tempat-tempat umum, dan e. Memiliki kemampuan mendengarkan radio, televisi, filem serta mampu menghayati syair dalam lagu. (Krashen, 1983: 66). Bahn komunikasi yang akan diberikan didasarkan atas kebutuhan pelajar. Analisis kebutuhan ini didasarkan pada latar belakang mereka (pendidikan,, status sosial, dan latar budaya). Bahan yang diberikan untuk kelas pemula berbedaa dengan bahan yang diberikan untuk tingkat yang lebih tinggi. Bhn untuk kelompok sosial berbeda dengan bahan unutk kelompok teknik. Demikian pula, faktor budaya pelajar ini juga harus mendapatkan perhatian dari pengajar, jika pengajar hendak menentukan behan ajar di kelas. Penentuan prtisipan dalam berkomunikasi dimaksudkan sebagai upay untuk

menggolongkan kelompok-kelompok yang mempunyai tingkat kemampuan yang seimbang supya tidak terjadi ketimpangan komunikasi. Dari penggolongan itu, setidak-tidaknya ada tiga tingkatan, yaitu (1) tingkat identifikasi personal, (2) tingkat komunikasi pengalaman, dan (3) tingkt komunikasi opini. Tingkat yang pertama adalah memberikan dirinya sendiri, keluarganya, benda-benda yang ada disekitarnya, warna, pakaian, dan sebagainya. Tingkat kedua adalah menceritakan pengalamannya. Misalnya, cerita perjalanan hidupnya, kejadiankejadian yang sudah berlalu, liburan akhir minggu, dan pengalaman yang paling dikenang baik yang menyenangkan ataupun yang kurang menyenangkan. Pada tingkat yang ketiga, mereka menceritakan sesuatu menurut pendapat mereka sendiri-sendiri. Misalnya, persoalan politik, hk-hak warga negara, perkawinan, kebudayaan dan sebagainya. (Krashen, 1983:73). Penentuan situasi pada dasarnya mengikuti ssaran dan partisipan. Secara umum terdapat dua bagian besar, yaitu stuasi formal dan situasi informal. Jika komunikasi itu derancanakan di dalam kelas, mka topik yang dipilih disesuaikan dengan situsi kelas yang formal. Waktunya juga sangat terbatas, sehingga kesempatan bekomunikasi sangat sedikit. Dalam komunikasi semacam itu, pengajar perlu mempertimbangkan secara matang aturan minnya. Setiap pelajar diharpkan secar secara aktif dan merata memiliki kesempatan berbicara dan menanggapi pembicaraan orang lain. Namun, apabila komunikasi tersebut dilaksnakan secara

informal, peljar akan mendapat kesempatan secara leluasa untuk berbicara atau menanggapi pembicaraan orang lain. Situasi demikian ini dapat diciptakan oleh guru melalui kegiatan belajar di luar kelas sambil ³rujakan´, dan sebagainya.

Langkah-langkah Penerapan Strategi Komunikasi dalam Pembelajaran Bahasa Asing a. Tentukan kelompok-kelompok yang terdiri atas 4-5 pelajar. Penentuan kelompok tersebut didasarkan atas kemampuan serta kebutuhan tiap-tiap pelajar. Hal ini dapat diketahui dari hasil kegiatan analisis keebutukan sebelum kegiatan dimulai. b. Berikan aturn-aturannya serta petunjuk cara seharusnya diperankan setiap pelajar termassuk juga penentuan waktu yng disediakan serta lokasi yang bisa digunakan. Dalam penginformasian aturan-aturan ini hendaknya sejelas mungin supaya tujuan bis dicapai. c. Beriakan secarik kertas tiap pelajar yang berisi pesan yang harus disampaikan serta apa yang harus dimainkan. Hal ini dilakukan bukn semata-mata agar pelajar mampu membacakan isi pesan, tetapi harus mampu memberikan ujaran-ujaran yang dimaksudkan dengan isi pesan yang akan disampaikan melalui kalimat-kalimat yang lugas dan wajar berdasarkan hasil kreasinya sendiri. d. Tentukan seorang pengamat dalam setiap kelompok. Pengamat tersebut juga terlibat dalam komunikasi yang sekaligus sebagai pengarah jalannya komunikasi agar tercapai masukan yang bermakna. e. Ciptakan situasi komunikasi yamg hangat. Pengamat komunikasi dalam tiap kelompok hendaknya mampu membangkitkan susana komunikasi yang kondusif, yang terhindar dari adanya kemacetan komunikasi. Jika perlu pengamat komunikasi ini dapat mengalihkan topik pembicaraan sesuai dengan yang diminati oleh kelompoknya. f. Catatlah kejadian-kejadian yang luar biasa. Hal-hal yang terjadi dalam kejadian komunikasi tersebut perlu dicatat, terutama hal-hal baru yang dapat mendorong atau menhambat proses pencapaian tujuan. g. Beriakan hasil observasi pada seluruh kelas dan didiskusikan dengan mereka. Dalam kesempatan tersebut dapat juga digunakan untuk memberikan pengarahan secara umum yang menyababkan kesulitan bagi rata-rata pelajar. (Di Pieto,1987:23)

Kompetensi komunikatif dapat dikembangkan melalui kegiatan yang bervariasi. Kegiatan berdiskusi tentang suatu hal, bermain-main dengan menggunakan bahasa, serta kegiatan bercerita pengalam masing-masing termasuk kegiatan yang mampu meningkatkan kualitas komunikasi. Littlewood(1981) membedakan kegiatan komunikatif dalam dua kelompok ,

yaitu komunikasi fungsional dan interksi sosial. Komunikasi fungsional berupa kegiatan verbal yang bertujuan memperoleh sesuatu baik berupa informasi, gagasan baru, atau pengalamn baru. Interaksi sosial dapat berupa kegiatan verbal yang bertujuan memahami makna sosial suatu bahasa.

Penutup Berdasarkan pembahasan dapat di tarik kesimpulan bahwa strategi komunukasi memungkinkan pelajar menggunakan bahasa secara wajar dan situasional. Hal ini dimungkinkan, karena pelajar memiliki kesempatan yang sangat luas dan dalam situasi yang beragam untuk berkomuniksi. Dengan demkian, dengan menggunakan strategi komunikatif, pelajar akan dapat menguasai fungsi komunikatif.

DAFTAR RUJUKAN

Suyitno, Iman. 2008. Dimensi Teoretis dan Metodologis Belajar Bahasa Asing: Landasan Teori Pembelajaran Bahasa Indonesia Untuk Penutur Asing. Cakrawala Indonesia. http://kampuskomunikasi.blogspot.com/2008/06/strategi-komunikasi.html http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/02/pembelajaran-bahasa-indonesia-bagi.html

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->