P. 1
skripsi.harahap

skripsi.harahap

|Views: 220|Likes:
Published by Daniel Sihotang

More info:

Published by: Daniel Sihotang on Dec 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/28/2014

pdf

text

original

DAFTAR ISI

Halaman KATA PENGANTAR................................................................. DAFTAR ISI................................................................................ DAFTAR TABEL........................................................................ DAFTAR LAMPIRAN................................................................ i iii v vi

BAB I PENDAHULUAN.............................................................. 1.1. Latar Belakang........................................................... 1.2. Identifikasi Masalah..................................................... 1.3. Maksud dan Tujuan..................................................... 1.4. Kegunaan Penelitian.................................................... 1.5. Kerangka Pemikiran.................................................... 1.6. Waktu dan Tempat Penelitian...................................... 1 1 3 4 4 4 7

II

BAHAN DAN METODOLOGI PENELITIAN.............. 2.1. Bahan Penelitian.......................................................... 2.1.1. Ternak Penelitian........................................... 2.1.2. Bangun- bangun............................................. 2.1.3. Kandang Penelitian........................................ 2.1.4. Peralatan........................................................ 2.1.5. Ransum Penelitian ........................................ 2.2. Peubah Yang Diamati.................................................. 2.3 Metode Penelitian........................................................ 2.4 Tahap Penelitian.......................................................... 2.5 Tata Letak Kandang.....................................................

8 8 8 8 10 10 10 12 12 14 15 18 16

DAFTAR PUSTAKA.................................................................. LAMPIRAN.................................................................................

.... 3..... Kandungan Zat makanan Marmot induk menyusui…………………11 Daftar Sidik Ragam..........DAFTAR TABEL Nomor 1....... 4 Halaman 11 11 Kandungan nutrien dan EM bahan pakan penyusun ransum…… Susunan ransum percobaan Marmot Induk menyusui........................ 2........…… 13 .......…................

................................ Gambar Bangun-bangun…………….................. .DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1................... Halaman 16 17 Rencana biaya penelitian.............. 2..........

lama bunting rata-rata 68 hari. didukung oleh kelebihan biologisnya seperti umur dewasa yang pendek rata-rata 62 hari. Latar Belakang Marmot merupakan rodensia jinak yang berasal dari Amerika Selatan seperti Peru. bertubuh kecil dan kuat. . selain sebagai penghasil daging marmot juga dijadikan sebagai hewan peliharaan.PENDAHULUAN 1. Argentina. Marmot adalah hewan yang mudah ditangani. telinga dan kaki pendek. tahan pada kondisi lingkungan yang terbatas. Brazil dan Uruguay. namun walau demikian jarang sekali menggigit. kawin sesudah beranak 6 sampai 20 jam. hewan percobaan dan penghasil pelt. sangat mudah gugup dengan gerakan mendadak dan suara bising.1. dan memiliki litter size 4-5 ekor. lama produksi ekonomis 1-2 tahun. Pemeliharaan marmot relative mudah. ekor sangat kecil dan ukuran tubuhnya dari kepala hingga badan 225355 mm. kepala besar. Marmot memiliki potensi sebagai penghasil daging yang baik.

bahkan sebagai anti tumor.Marmut laktasi harus mendapatkan ransum dengan kualitas baik. sembelit. dan hipotensif. mulas. Salah satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan dalam beternak marmot adalah pakan. Tanaman Bangun – bangun ini tumbuh liar didataran rendah dan tempat lain sampai pada ketinggian 1100 meter diatas permukaan laut. Upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan produksi susu salah satunya adalah pemberian aditif tepung Bangun. Untuk memenuhi kebutuhan anak marmot dibutuhkan produksi air susu yang tinggi mengingat jumlah anak perkelahiran banyak. Produksi air susu yang tinggi dapat dilihat dari bobot sapih dan moralitas anak marmut. batuk rejan. Manfaat lain adalah sebagai obat asthma dan bronchitis . perut kembung. anti kanker. influenza. anti vertigo. demam. Pakan yang diberikan harus mengandung zat-zat makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan ternak. hal ini diperlukan untuk menunjang kebutuhan anaknya. Daun ini bermanfaat sebagai obat sariawan. sebab semakin banyak anak akan semakin besar perangsang produksi susu induk. Kebutuhan zatzat makanan induk marmot masa laktasi lebih tinggi dari kebutuhan induk bunting.bangun dalam pakan. Kebutuhan Ransum selama laktasi tergantung dari banyaknya anak yang disusukan.

komsumsi daun bangun – bangun membantu .pada ibu melahirkan. Penelitian lain yang dilakukan Santosa(2001) mendapatkan bahwa 4 jam setelah pemberian daun bangun – bangun volume air susu ibu menyusui meningkat sebesar 14.(2006) melaporkan bahwa ibu – ibu yang mengkomsumsi daun bangun – bangun berada dalam keadaan segar.0%.(Jain dan Lata. 1996). Damanik et al. daun Bangun-bangun (Coleus amboinicus Lour) dipercaya mampu meningkatkan produksi susu ibu yang sedang menyusui (Damanik dkk. Bangun-bangun juga dapat berfungsi sebagai vitamin C . Vitamin C sangat dibutuhkan dalam pakan marmot dikarenakan marmot secara genetik memiliki sedikit enzim L-gulanolactone oksidase. Selain itu. 2001). suatu enzim yang berfungsi untuk mensintesis asam askorbat dari glukosa. Secara ilmiah. Apabila kekurangan vitamin C terus berlanjut dapat menyebabkan kematian pada marmot. Menurut tradisi masyarakat Batak di Propinsi Sumetera Utara. khasiat daun bangun – bangun telah dikemukakan beberapa peneliti. tidak merasa lelah dan lebih sehat. Silitonga (1993) melaporkan bahwa penggunaan daun bangun – bangun dapat meningkatkan produksi susu induk tikus putih laktasi sampai 30%. Demikian halnya. scurvy dan dapat menyebabkan kematian.3% dan 8. Seekor marmot yang kekurangan vitamin C akan menghasilkan performa yang buruk seperti bobot badan turun.

2 . Berapa besar pengaruh pemberian tepung bangun-bangun (Coleus amboinicus L) terhadap bobot sapih dan mortalitas anak marmot. Manfaat lain daun bangun – bangun telah diteliti oleh Sihombing (2000) yang melaporkan bahwa penggunaan daun bangun – bangun dikombinasikan dengan hati ikan dan vitamin C. Berdasarkan uraian di atas. komsumsi daun bangun – bangun meningkatkan produksi ASI sebesar 65% dan lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol maupun ibu menyusui yang mengkomsumsi fenugreek capsule. maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut : 1. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian di atas. . 1. dapat meningkatkan ketersediaan Fe. antara peranan tepung bangun-bangun dan sifat marmot laktasi penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian tepung bangun-bangun pada ransum marmot laktasi terhadap bobot sapih dan mortalitas anak marmot . yang direfleksikan dengan peningkatan kadar Hb dan Ferritin darah. yang hanya meningkatkan produksi ASI sebesar 20%.mengontrol postpartum bleeding dan berperan sebagai uterine cleansing agent. Pada ibu menyusui.

2. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pemanfaatan tepung bangun-bangun (Coleus amboinicus. Untuk megetahui tingkat pemberian tepung bangun-bangun (Coleus amboinicus L) sehingga dapat menghasilkan bobot sapih dan mortalitas anak marmot yang paling baik. Pada tingkat berapa pemberian tepung bangun-bangun (Coleus amboinicus L) sehingga dapat menghasilkan bobot sapih dan mortalitas anak marmot yang paling baik. 1.3. Kerangka Pemikiran Secara teoritis pakan yang sempurna untuk induk yang sedang bunting harus menyediakan zat-zat makanan untuk secara simultan dapat digunakan . Maksud dan Tujuan 1.4. Untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung bangun-bangun (Coleus amboinicus L) terhadap bobot sapih dan mortalitas anak marmot. 2.marmot 4. L) pada ransum marmot laktasi terhadap bobot sapih dan mortalitas anak.1. 1.

2 % pada daun kering). untuk perkembangan anak-anak yang sedang dikandung. 2000). menyatakan bahwa pada daun ini terkandung minyak atsiri (0. . Minyak atsiri dari daun Bangun-bangun selain berdaya antiseptika ternyata mempunyai aktivitas tinggi melawan infeksi cacing (Vasquez et al.bangun. Selain minyak atsiri phythocemical database Duke (2000).. Salah satu aditif alami yang mengandung kalsium cukup tinggi adalah Bangun. Produksi susu induk untuk kebutuhan anak-anaknya dapat disintesis dari pakan yang dikonsumsi yang memiliki kandungan zat gizi yang memadai seperti kalsium yang merupakan precursor pembentukan air susu dalam ambing. melaporkan bahwa dalam daun ini terdapat juga kandungan vitamin C.untuk hidup pokok. Heyne (1987) menemukan bahwa dari 120 kg daun segar kurang lebih terdapat 25 ml minyak atsiri yang mengandung fenol (isoprofyl-o-tresol) dan atas dasar itu ia menyatakan sebagai antisepticum yang bernilai tinggi. 043 % pada daun segar atau 0. mensuplai energy untuk proses-proses hidup. Menurut Mardisiswojo Rajakmangunsudarso (1985). membuat atau menyimpan suatu cadangan zat-zat makanan untuk digunakan dalam waktu menyusukan anak-anak setelah partus dan mensuplai zat-zat makanan yang dapat menjamin pertambahan berat badan induk yang bersangkutan.

B12. peningkatan metabolism yang ditandai dengan menurunnya konsentrasi T4 dan glukosa serum (Silitonga. asam oksalat dan serat. carvarol. kalsium. Menurut Damanik et al (2006). tulang rawan. daun Bangun – bangun dapat memberikan manfaat kesehatan dan pertumbuhan bayi yang ibunya mengkomsumsi daun Bangun – bangun karena daun ini dapat meningkatkan produksi air susu ibu. anti hipotensif. betacaroten. anti tumor. mencegah kanker. 1993). diuretic analgesic. patah tulang. kulit. Peningkatan volume air susu terjadi karena adanya penigkatan aktivitas sel epitel yang ditandai dengan meningkatnya DNA dan RNA kelenjer mammae. asam-asam lemak. niacin. Menurut phythocemical database Duke (2000). senyawa – senyawa kimia yang terkandung dalm daun Bangun – bangun berpotensi terhadap bermacam – macam aktivasi biologi misalnya antioksidan. Tanda-tandanya adalah . Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan luka. dan jaringan lain di tubuh. pendarahan kecil dan luka ringan. sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut. Vitamin C dibutuhkan juga untuk menjaga struktur kolagen.B1. Hewan yang memerlukan vitamin C dalam makanannya apabila kekurangan vitamin C akan menderita luka-luka dalam selaput lendir mulutnya. urat. memar.

prolaktin. mudah pecahnya kapiler darah yang berakibat pendarahan yang mungkin dapat meluas ke seluruh tubuh. 1994). tulang lemah. berdarah. 1994). kemudian progesteron bertanggungjawab terhadap pertumbuhan alveoli dan akhirnya laktogen.selaput lendir mulut membengkak. Seekor marmot yang kekurangan vitamin C akan menghasilkan performa yang buruk seperti bobot badan turun. scurvy dan dapat menyebabkan kematian. Hormon merupakan satu-satunya perangsang laktasi yang laju sekresinya mempengaruhi pertumbuhan kelenjar susu dan laktasi (Anggorodi. Estradiol menyebabkan perkembangan kelenjar air susu. Jaringan kelenjar susu dirangsang untuk berkembang lebih cepat pada saat estrus yang kejadiannya berulang dan fisiologis kelenjar susu erat hubungannya dengan mekanisme hormonal dan neurohormonal. luka-luka. estradiol dan progesteron berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan fetus dan juga berperan dalam perkembangan kelenjar susu selama masa kebuntingan. Menurut Adelien (1996). galaktin. gigi lepas. luteotropin. Apabila kekurangan vitamin C terus berlanjut dapat menyebabkan kematian pada marmot. Fungsi prolaktin adalah merangsang aktivitas enzim dan enzim tersebut selanjutnya menggertak sekresi susu (Anggorodi. .

9% protein. Air susu mencit mengandung 12.2.2% laktosa (Malole dan Pramono.1% lemak. Kab. Sumedang. 1983). 3. Induk yang memiliki produksi susu tinggi akan menghasilkan anak dengan bobot sapih yang tinggi pula. Kiara Payung. Jawa Barat. Berdasarkan uraian diatas maka didapat hipotesis bahwa pemberian tepung bangun-bangun 5 % pada ransum induk marmot dapat meningkatkan bobot sapih dan menurunkan mortalitas anak marmot. . Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2010 di Kebun Muncang. Jatinangor. 1989).Semakin banyak anak menyusu cenderung menaikkan produksi air susu induk walaupun tidak harus menjamin kebutuhan optimum dari anak-anak tersebut (Parakkasi. Kec. 4.

2700 kkal/Kg energi dapat dicerna.1. 2. bungkil kelapa.1. lebar 30 cm. Fakultas Peternakan. Ransum Penelitian Bahan pakan yang digunakan untuk menyusun ransum penelitian antara lain: rumput gajah.1. dedak padi.2. 0. 2. 16% serat kasar.2. 2. Bahan Penelitian 2. tepung jagung. Ransum yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan marmot yaitu 18% protein. Peralatan Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 2. Tepung bangun – bangun Proses pengolahan tepung bangun-bangun dilakukan di Laboratorium Industri Makanan Ternak. 4% lemak.3. premix.1. tepung bangun-bangun.4% pospor (P) (Herman. Universitas Padjadjaran.2.II BAHAN DAN METODE PENELITIAN 2. Kandang Penelitian Kandang yang digunakan untuk penelitian ini adalah kandang induk individu yang berukuran panjang 30 cm.1. tinggi 25 cm dengan . Ternak Penelitian Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah marmot periode induk sebanyak 18 ekor pada partus ke 2-3 dengan berat badan relative sama yaitu rata-rata 800 gram dengan umur yang relatif sama. 2002).1.8% kalsium (Ca) dan 0.

Prosedur Penelitian 2. yaitu: a. Komposisi zat makanan yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1. . Jumlah kandang yang digunakan sebanyak 18 unit. Timbangan santurius dengan kapasitas 100 gram dengan tingkat ketelitian 0. 2. b. Pembuatan ransum Ransum yang diberikan merupakan ransum komplit berbentuk pellet.2.1.2.2 gram untuk menimbang tepung bangun-bangun.3. dan sekop. 2.3. Timbangan biasa dengan kapasitas 5 kg dengan tingkat ketelitian 0. ember. Kandang juga dilengkapi dengan lampu pijar untuk penerangan serta peralatan kebersihan berupa sapu.05 kg untuk menimbang bobot tubuh marmot dan pakan. Setiap unit kandang dilengkapi dengan tempat pakan dan tempat minum yang terbuat dari plastik serta dilengkapi dengan tempat anak (nest box). Timbangan Penelitian ini menggunakan dua macam timbangan.lantai bambu dan beratap paralon.

.09 0 0 0 22 PK 8. Komposisi Zat-zat Makanan Marmot Bahan Pakan Rumput Gajah Jagung Kuning Dedak Halus Bungkil Kedelai Ampas Tahu Tepung Ikan Dikalsium phosphat Kandungan Zat Makanan LK SK Abu Ca ..34 4.5 32.39 1.. 3..1 0...20 17.02 9.32 7.33 0.6 0.51 3..27 5.69 0.05 1.77 19 Sumber : Skerman (1990) Untuk mengetahui jumlah masing-masing bahan pakan yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 2.03 8.2 10..9 11.04 21. Tabel 2.9 2 1.52 45.16 0.32 0 P 0. Komposisi Bahan Pakan dalam Ransum Bahan Pakan Rumput Gajah Jagung Kuning Dedak Halus Bungkil Kedelai Ampas Tahu Tepung Ikan Dikalsium phosphat Keterangan : Perhitungan berdasarkan Tabel 1 Proporsi ……%…… 40 25 4 19 9 3 0.005 ..5 0.9 1. % ...71 6.Tabel 1..11 3.65 3...8 8.29 0.5 6...6 12 48.53 11.9 0.

76) = 2794.2.3.57 3.92 0. Pengandangan Marmot .6 (16.32 6.4 ( % Abu ) = 4253 – 32. DE (Kkal/Kg) = 4253 – 32.50 2794.6 (% SK ) – 144.4 (6.17 Kebutuhan energi marmot dihitung dengan cara perhitungan energi kelinci.39 0.96 16.34) – 144.17 Penambahan tepung Bangun-bangun yang akan diberikan pada setiap perlakuan ransum adalah sebagai berikut : R0 = Ransum kontrol R1 = R0 + 3 % tepung Bangun-bangun R2 = R0 + 5 % tepung Bangun-bangun 2.Tabel 3. Komposisi Zat Makanan Ransum Marmot Zat Makanan Protein Kasar (%) Lemak Kasar (%) Serat kasar (%) Abu (%) Calsium (%) Phospor (%) Energi (kkal/kg) Keterangan : Hasil perhitungan berdasarkan Tabel 1 dan 2 Ransum 18. menggunakan rumus Fekette (1984).

Sampel feses diambil sebanyak 10 % dari berat segar kemudian dimasukkan ke dalam kotak kertas yang telah disiapkan sebelumnya dan dikeringkan dengan sinar matahari. feses yang dihasilkan dialat penampung feses tersebut disemprot terlebih dahulu dengan asam borak 5 %. Hal ini dilakukan untuk mengikat nitrogen agar tidak terurai menjadi gas NH3.Marmot yang digunakan dalam penelitian merupakan marmot lokal indukan periode laktasi. Tahap Pengumpulan dan Pencatatan Data • Mengumpulkan dan menimbang feses segar setiap hari sebanyak satu kali. Pemberian Ransum dan Air Minum Pemberian ransum diberikan 2 kali sehari.3. 2. • Feses yang dikoleksi dalam keadaan kering tersebut diambil sebesar 100 gram sebagai sampel untuk dianalisa di laboratarium. perlakuan. 2. Jumlah ransum yang diberikan sebanyak 50 gram/ekor/hari dan air minum diberikan secara ad libitum.00 WIB dan pukul 18.3. Ternak ditimbang kemudian ditempatkan secara acak pada kandang. Kegiatan tersebut dilakukan selam 7 hari. yaitu sebelum jam 07. Untuk adaptasi pakan dilakukan dengan cara memberikan pakan sebelumnya ditambah dengan pakan penelitian hingga marmot sudah dapat beradaptasi terhadap pakan penelitian selama 1 minggu. dan lingkungan yang baru berlangsung selama satu minggu.3. pada pukul 07.00 WIB selama 7 hari. Sebelum diambil sampel. Masing-masing kandang berisi 1 ekor marmot.4. Proses adaptasi marmot terhadap kandang. .00 WIB.

2.4. sehingga penelitian ini menggunakan 18 ekor ternak marmot induk. 1989) dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Yij Keterangan : Yij = Nilai harapan dari perlakuan ke-i pada ulangan ke-j = µ + αi + єij . Rancangan Percobaan dan Analisis Statistik Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan dan lima ulangan.laktasi Model matematik yang digunakan (Steel dan Torrie. Metode Penelitian 2. Peubah Yang Diamati 1.4. Mortalitas = Jumlah sapih x 100% 2.4.1. Jumlah lahir marmot – jumlah sapih marmot 2.2. Bobot sapih Berat sapih ditimbang pada saat ternak disapih umur 1 bulan.

Kaidah Keputusan : . Nilai harapan єij = 0 atau Σ (єij) = 0 Ragam dari єij = δ2 atau Σ (єij) = δ2 єij ~ NID (0.µ = Nilai rataan umum αi = Pengaruh ke i=1.5.2. H1 : R0≠R1≠R2 : Paling sedikit ada sepasang perlakuan yang tidak sama.4.2. δ2) Tabel 4. H0 : R0=R1=R2 : Perlakuan tidak berpengaruh terhadap respon.3 Єij = Galat perlakuan ke-i pada ulangan ke-j=1. 2. 2.3.6 Asumsi : 1. Daftar sidik ragam Sumber keragaman Perlakuan Galat Total Hipotesis dB 3 15 17 JK JKP JKG JKT KT KTP KTG - Fhit KTP/KTG - 1.

05: perlakuan tidak berbeda nyata (terima H0/tolak H1) 2. maka dilanjutkan dengan uji Duncan dengan rumus : Sx = KT galat r LSRx = SSRxSx Keterangan : Sx R KTG LSR SSR : Simpangan Baku : Jumlah Ulangan : Kuadrat Tengah Galat : Least Significant Range : Studenttized Significant Range Kaidah keputusan : .1. Bila Fhit > F 0.05: perlakuan berbeda nyata (tolak H0/terima H1) Apabila terdapat perbedaan yang nyata (Fhit > F α 0.05) dan perberbedaan sangat nyata (Fhit > F α 0. Bila Fhit < F 0.01) antar perlakuan.

tidak berbeda nyata > LSR.Bila d Bila d ≤ LSR. berbeda nyata d = Selisih antara dua rata-rata perlakuan .

G1. P1. : Perlakuan selama penelitian.Tabel 5. N18 2. P2. Tata Letak Kandang Penelitian G 10N6P1 G18N2P2 G11N3P2 G7N17P2 G6N1P2 G1N13P2 G16N16P2 G12N5P3 G13N11P3 G5N4P3 G8N12P3 G2N9P3 G4N7P3 G15N8P1 G9N14P1 G14N10P1 G17N15P1 G3N18P1 Keterangan : 1. ….G 3 : Marmot yang digunakan untuk penelitian. P3 3. G2. N1. :Pakan yang digunakan .

K. and B.K and S. W. A. Bandung. Unique indigenous Amazonian uses of same plants growing in india. Jilid I. 2006.. and molluscicidal constituents of Philippine plant.faoorg/ x2230e/x2230e8. Tesis. 1980. Ilmu Makanan Ternak Umum. Bogor. Saragih S. antibhacterial. Comsumption of bangunbangun leaves (Coleus ambonicius lour) to increase breast milk production among bataknesse women in North Sumatra Island. PT.DAFTAR PUSTAKA Anggorodi.M. N. 2001. Damanik. IK Manitor. Lata 1996. 4 (3) Article 1996. R. APJCN. anthelmintic. 1993. R. Rejesus. http://www. Wahlgvist ML and Wattanapenpaibon. Damanik. D. Jakarta.nutffic. 1994. Tumbuhan Berguna Indonesia. 1987. Silitonga. APJCN. N. Penerbit Angkasa. Jakarta. Institut Pertanian Bogor./ciran/ ikdm Parakkasi. Efek laktakogum daun jinten (Coleus amboinicuc L. 10 (4): S67. Program pascasarjana. .) pada tikus laktasi. Wattanapenpaibon. Damanik. Cetakan ke-4. Yayasan Sarana Jaya. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak Monogastrik. Solsoloy. Kraus. 2000. Diterjemahkan oleh Badan Litbang Kehutanan Jakarta. Damanik. a Bataknese traditional cuisine. Wahlgvist ML. Gramedia. M. A. http: //www. S. R. Indonesia. Hal 300 dan 302. Heyne. 15 (2): 267 – 274. Jain. Daulay Z. Premier. Lasctogogue effects of Bangun – bangun. R. A. The uses of species and medicinal: antifungal. Vasquez E.

Usulan penelitian Oleh Fazrin Harahap 200110060174 FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2010 .PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG BANGUN-BANGUN (COLEUS AMBOINICUS LOUR) PADA MARMOT LAKTASI TERHADAP BOBOT SAPIH DAN MORTALITAS ANAK MARMOT.

S.. 19490606 1980032 001 Mengesahkan Pembantu Dekan I Pembimbing Anggota Dr. NIP. Iwan Setyawan.. DEA.. 19690125 199512 1 001 .PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG BANGUN-BANGUN (COLEUS AMBOINICUS LOUR) PADA MARMOT LAKTASI TERHADAP BOBOT SAPIH DAN MORTALITAS ANAK MARMOT.Pt. M. Sri Martini..Si NIP. Msi NIP.19600501 198603 1 005 Sauland Sinaga. Oleh : FAZRIN HARAHAP 20011006010174 Menyetujui: Pembimbing Utama Dr. Ir. Ir.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->