P. 1
Gerbang Logika

Gerbang Logika

|Views: 589|Likes:
Published by sufi_futuris

More info:

Published by: sufi_futuris on Dec 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2015

pdf

Logic and Computer Design Fundamental

Overview
Bagian 1 – Rangkaian Gerbang dan Persamaan Boolean.
• Logika Biner dan Gerbang • Aljabar Boolean • Standard Forms

Chapter 2 h Rangkaian Logika Kombinasi Bagian 1 : Rangkaian Gerbang dan Persamaan Boolean P B l

Bagian 2 – Optimasi Rangkaian
• • • • Optimasi 2 – level Manipulasi Peta Optimasi Praktis (Espresso) Optimasi Rangkaian Multi-Level

M. M M Mano & Charles R. Kime Ch l R Ki , , 2008, Pearson Education, Inc
1

Bagian 3 – Gerbang2 tambahan dan rangkaian g g g
• Tipe2 gerbang yang lain • Operator Exclusive-OR dan Gerbang • Outputs High-Impedance High Impedance
Chapter 2 - Part 1 2

Logika Biner dan Gerbang
Variabel Biner : salah satu dari 2 nilai Operator Logika : Beroperasi pada nilai biner dan variabel biner. Dasar operator logika adalah merupakan fungsi logika AND, OR and NOT. Gerbang Logika mengimplementasikan fungsi logika Aljabar Boolean : Suatu sistem matematika yang sangat berguna untuk menspesifikasikan dan mentransformasikan fungsi Aljabar Boolean dipakai sebagai dasar untuk mendesain dan menganalisa sistem digital.

Variabel Biner.
Dua nilai biner disebut dengan beberapa nama berbeda: • True/False • On/Off • Yes/No • 1/0 Digunakan 1 d 0 untuk menyatakan 2 nilai. Di k dan t k t k il i ContohVariable identifier : • A, B, y, z, or X1 • RESET, START_IT, atau ADD1 (y.a.d)
3 Chapter 2 - Part 1 4

Chapter 2 - Part 1

Operasi Logikal
Tiga dasar operasi logikal adalah:
• AND • OR • NOT

Contoh:
Contoh:
• Y = A ⋅ B dibaca “Y adalah : A AND B.” • z = x + y dibaca “z adalah : x OR y.” i “ O ” • X = A dibaca “X adalah : NOT A.”

AND dinyatakan dengan titik (·). OR dinyatakan dengan tambah (+). (+) NOT dinyatakan dengan overbar ( ¯ ), single quote mark (') sesudah, atau (~) sebelum variabel.
Chapter 2 - Part 1 5

Catatan: Pernyataan:
1 + 1 = 2 (dibaca “ (dib “one plus one equals two”) l l t ”)

tidak sama dengan : g
1 + 1 = 1 (read “1 or 1 equals 1”).

Chapter 2 - Part 1

6

Definisi Operator e s Ope o
Operasi penerapan untuk nilai "0" and "1" untuk masing2 operator : AND OR NOT

Truth Tables/Tabel Kebenaran
Truth table − Suatu daftar tabular dari nilai suatu fungsi untuk semua kemungkinan kombinasi. Contoh: Truth tables untuk operasi dasar : AND Y Z = X·Y 0 0 1 0 0 0 1 1 OR Z = X+Y 0 1 1 1 NOT X 0 1

0·0=0 0·1=0 1·0=0 1·1=1

0+0=0 0+1=1 1+0=1 1+1=1

0=1 1=0

X 0 0 1 1
Chapter 2 - Part 1 7

X 0 0 1 1

Y 0 1 0 1

Z=X
1 0

Chapter 2 - Part 1

8

Implementasi Fungsi Logika.
MenggunakanSwitch gg
• Untuk inputs:
logic 1 is switch closed logic 0 is switch open Switches in parallel => OR

Implementasi Fungsi Logika. (Continued)
Contoh: Logic Using Switches
B A C

• Untuk outputs:
logic 1 is light on logic 0 is light off. g g

Switches in series => AND

D

• NOT menggunakan switch Normally-closed switch => NOT seperti:
logic 1 is switch open logic 0 is switch closed og c s sw tc c osed C

Lampu nyala (L = 1) untuk: L(A, B, C, D) = Dan bila tidak, mati (L = 0). Model yang berguna untuk rangk relay dan untuk rangk gerbang CMOS , merupakan dasar dari teknologi logika digital saat ini.
Chapter 2 - Part 1 10

Chapter 2 - Part 1

9

Gerbang Logika(Logic Gates)
X

Simbol Gerbang Logika dan perilakunya. perilakunya
Gerbang Logika mempunyai simbol khusus,
Y AND gate Z 5 X ·Y X Y OR gate (a) Graphic symbols X 0 0 Z5 X1 Y X NOT gate or inverter Z5 X

Pada awal komputer, switches terbuka dan tertutup gg g yang menggunakan medan magnit y g dihasilkan oleh energi dari koil pada relays. Switches secara bergantian membuka dan menutup jalan arus. Kemudian, vacuum tubes membuka dan menutup jalan arus secara elektronik, menggantikan relays. Saat i i transistors di k i sebagai electronic switches S ini, i dipakai b i l i i h yang membuka dan menutup jalannya arus. Optional: Chapter 6 – P t 1: The Design Space O ti l Ch t Part 1 Th D i S

And waveform behavior in time as follows:
1 1

Y

0

1

0

1

(AND)

X ·Y

0

0

0

1

(OR)

X1 Y

0

1

1

1

(NOT)

X

1

1

0

0

Chapter 2 - Part 1

11

(b) Timing diagram

Chapter 2 - Part 1

12

Delay pada Gerbang .
Secara aktual, physical gates, bila satu atau lebih input berubah menyebabkan output berubah, perubahan tersebut tidak terjadi secara instan. y perubahan input dan p p perubahan Delay antara p hasil output adalah gate delay dinyatakan : tG Input
1 0

Diagram Logika dan Ekspresi-nya.
Tabel Kebenaran
XYZ 000 001 010 011 100 101 110 111 F = X + Y ⋅Z 0 1 0 X 0 1 Y 1 1 Z 1

Persamaan:

F = X +Y Z
Diagram Logika

F

1 Output 0 0

tG

tG

tG = 0.3 ns

0.5

1

1.5

Time (ns)
Chapter 2 - Part 1 13

Persamaan Boolean tabel kebenaran dan Diagram Logika Boolean, mentayakan Fungsi yang sama! Tabel Kebenaran adalah unik; ekspresi dan diagram logika tidak. I i memberikan fleksibilitas dalam implementasi id k Ini b ik fl k ibili d l i l i fungsi.
Chapter 2 - Part 1

14

Aljabar Boolean
Struktur Aljabar didefinisikan pada satu set atau minimum 2 elemen, B, dengan tiga operator biner (denoted +, · and ) yang dirumuskan secara mendasar sbb: 1. 3. 5. 5 7. 9. 9
X+0= X X+1 =1 X+X =X X+X =1 X=X

Beberapa p p p properti dari identitas dan Aljabar. j
If the meaning is unambiguous, we leave out the symbol “·” The identities above are organized into pairs. These pairs have names as follows: 1-4 Existence of 0 and 1 5-6 Idempotence 7-8 Existence of complement 9 Involution 10-11 Commutative Laws 12-13 Associative Laws 14-15 Distributive Laws 16-17 DeMorgan’s Laws “Dual” dari ekspresi suatu ekspresi aljabar didapat de ga dengan menggantikan + and · dan menggantikan 0 s da e gga t a a d da e gga t a 0’s dan 1’s.

2. 4. 6. 6 8.

X .1 =X X .0 =0 X .X = X X .X = 0

10. X + Y = Y + X 12. (X + Y) + Z = X + (Y + Z) 14. X(Y + Z) = XY + XZ 16. X + Y = X . Y

11. XY = YX Commutative Associative 13. (XY) Z = X(YZ) ( ) ( ) Distributive 15. X + YZ = (X + Y) (X + Z) DeMorgan’s 17. X . Y = X + Y

Chapter 2 - Part 1

15

Chapter 2 - Part 1

16

Beberapa properti dari identitas dan Aljabar. (Continued)
Contoh : F = (A + C) · B + 0 dual F = (A · C + B) · 1 = A · C + B Contoh : G = X · Y + (W + Z) dual d lG= Contoh : H = A · B + A · C + B · C dual H = Are any of these functions self-dual? self dual?

Beberapa properti dari identitas dan Aljabar. (Continued)
Kemungkinan dapat lebih dari 2 elemen in B, yaitu elemen selain1 and 0. Umumnya disebut apa Aljabar Boolean dengan lebih dari 2 elemen? g Algebra of Sets Algebra of n-bit binary vectors Bika B terdiri hanya 1 dan 0, maka B disebut switching algebra yang merupakan aljabar yang sering digunakan.
17 Chapter 2 - Part 1 18

Chapter 2 - Part 1

Ope o oo e Operator Boolean
Urutan Evaluasi pada Ekspresi Boolean adalah : 1. Parentheses/kurung 1 P th /k 2. NOT 3. 3 AND 4. OR Akibatnya: Kurung muncul sekitar ekspresi OR Contoh : F = A(B + C)(C + D)
Chapter 2 - Part 1 19

Contoh 1: Pembuktian Aljabar Boolean j
A + A·B = A Proof Steps A + A·B = A·1+A·B = A · ( 1 + B) = A·1 = A (Absorption Theorem) Justification (identity or theorem)
X=X·1 X · Y + X · Z = X ·(Y + Z)(Distributive Law) 1+X=1 X·1=X

Alasan melakukan pembuktian untuk mempelajari:
• Ber hati2 dan secara efisien menggunakan rumus dan teorema Ber-hati2 Aljabar Boolean. • Bagaimana memilih identitas dan teorema yang cocok untuk diterapkan, diterapkan untuk melanjutkan penyelesaian berikutnya berikutnya.
Chapter 2 - Part 1 20

Contoh 2: Pembuktian Aljabar Boolean j
AB + AC + BC = AB + AC (Consensus Theorem) Proof Steps Justification (identity or theorem) AB + AC + BC = AB + AC + 1 · BC ? = AB +AC + (A + A) · BC ? = (lanjutkan!)

Contoh 3: Pembuktian Aljabar Boolean j
( X + Y ) Z + X Y = Y( X + Z ) Proof Steps Justification (identity or theorem) ( X + Y )Z + X Y = (lanjutkan!)

Chapter 2 - Part 1

21

Chapter 2 - Part 1

22

Teorema yang berguna. eo e y g be gu .
x ⋅ y + x ⋅ y = y (x + y )(x + y )= y x + x⋅y = x x ⋅ (x + y ) = x Mi i i ti n inimizatio Absorption

Pembuktian dengan p y g penyederhanaan.

x⋅y + x⋅y = y

(x + y )(x + y ) = y

x + x ⋅ y = x + y x ⋅ (x + y )= x ⋅ y Simplification x⋅y + x⋅z + y⋅z = x⋅y + x⋅z Consensus (x + y )⋅ (x + z )⋅ (y + z ) = (x + y )⋅ (x + z ) x + y = x⋅y x⋅y = x + y DeMorgan' s Laws

Chapter 2 - Part 1

23

Chapter 2 - Part 1

24

Proof of DeMorgan’s Laws oo o e o g s ws

Evaluasi Fungsi Boolean
F1 = xy z y F2 = x + yz F3 = x y z + x y z + x y F4 = x y + x z
x 0 0 0 0 1 1 1 1 y 0 0 1 1 0 0 1 1 z F1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 F2 0 1 0 0 1 1 1 1 F3 F4

x + y = x⋅y

x⋅y = x + y

Chapter 2 - Part 1

25

Chapter 2 - Part 1

26

Penyederhanan Ekspresi e yede sp es
Suatu Penerapan Aljabar Boolean p j Sederhanakan agar didapat jumlah literal terkecil (variabel complemen dan terkecil. tidak complemen):

Fungsi Complemen
Gunakan Teorema DeMorgan's untuk DeMorgan s mengkomplemen-kan fungsi:
1. Saling ditukar 1 S li dit k operators AND d OR t dan 2. Komplemen-kan masing2 nilai konstan dan literal. Contoh:Komplemen-kan Contoh:Komplemen kan F = xy z + x y z

A B + ACD + A BD + AC D + A BCD
= AB + ABCD + A C D + A C D + A B D = AB + AB(CD) + A C (D + D) + A B D = AB + A C + A B D = B(A + AD) +AC = B (A + D) + A C 5 literals
Chapter 2 - Part 1 27

F = (x + y + z)(x + y + z) ( )( )
Contoh:Komplemen-kan G = (a + bc)d + e

G=
Chapter 2 - Part 1 28

Overview Bentuk Fungsi Kanonik
Apa itu Bentuk Kanonik? A it B t k K ik? Minterms and Maxterms Index Merepresentasikan Minterms dan Maxterms Representasi Sum-of-Minterm (SOM) Representasi Product-of-Maxterm (POM) Representasi Fungsi Komplemen R t iF iK l p Konversi antar Representasi
Chapter 2 - Part 1 29

Bentuk Kanonik e u o
Sangat berg na untuk menspecif F ngsi berguna nt k menspecify Fungsi Boolean dalam bentuk seperti:
• Allows comparison for equality. • Has a correspondence to the truth tables

Bentuk Kanonik yang umum digunakan :
• S Sum of Minterms (SOM) = Sum of Product f i (SO ) S f (SOP) • Product of Maxterms (POM)= Product of Sum (POS)
Chapter 2 - Part 1 30

Minterms
Minterms adalah AND terms dengan adanya setiap variabel baik itu ‘true’ atau bentuk true komplemen form. Diketahui masing2 variabel biner adalah normal (e.g., x) atau komplemen (e.g.,x), maka ada 2n minterms untuk n variable. Contoh: Dua variable (X and Y) akan didapat 2 x 2 = 4 kombinasi:

Maxterms
Maxterms adalah OR terms dengan setiap g p variable ‘true’ atau bentuk complemen . g Diketahui masing2 variabel biner adalah normal (e.g., x) atau komplemen (e.g., x), maka ada 2n maxterms untuk n variable. Contoh: Dua variable (X and Y) menghasilkan 2 x 2 = 4 kombinasi: X + Y (both normal) ( p ) X + Y (x normal, y complemented) X + Y (x complemented, y normal) X + Y (both complemented)
31 Chapter 2 - Part 1 32

Berarti ada empat minterms dari dua variabel.
Chapter 2 - Part 1

XY XY XY XY

(both normal) (X normal, Y complemented) (X complemented, Y normal) ( (both complemented) p )

Maxterms and Minterms
Contoh: Dua variable minterms dan maxterms.
Index 0 1 2 3 Minterm xy xy xy xy Maxterm x+y x+y x+y x+y

Urutan Standard.
Minterms dan maxterms didisain dengan subscript Subscript d l h S b i t adalah angka , t k tergantung pada bi t d binary pattern-nya tt Bit pada pattern menyatakan komplemen atau kondisi normal untuk masing2 variable yang ditulis dalam urutan standard. Semua variabel akan ada dalam minterm atau maxterm dan akan ditulis dalam urutan yang sama (umumnya alphabetically) Contoh: Untuk variable a b c: a, b, • Maxterms: (a + b + c), (a + b + c) c) b • Terms: (b + a + c), a c b, dan (c + b + a) TIDAK dalam urutan standard. • Minterms: a b c, a b c, a b c • Terms: (a + c), b c, and (a + b) tidak terdiri dari semua variables Chapter 2 - Part 1 34

Indeks diatas sangat penting untuk menentukan variabel yang mana dalam terms tersebut ‘true’ dan yang mana komplemen.
Chapter 2 - Part 1 33

Tujuan dari Index
Index untuk minterm atau maxterm, , menyatakan sebagai bil biner, yang dipakai untuk menentukan apakah variable y g ada p yang bentuk ‘true’ atau bentuk komplemen. Untuk Minterms:
• “1” berarti var ini “Bukan komplemen” dan • “0” berarti var ini “Komplemen”. 0 Komplemen

Contoh Index untuk Tiga Variabel
Contoh: (Untuk tiga variabel) ( g ) Misalkan Variabel tersebut adalah : X, Y, and Z. Urutan standard-nya adalah : X then Y then Z standard nya X, Y, Z. Index 0 (basis 10) = 000 (basis 2) untuk tiga variables). Ketiga var tersebut adalah komplemen i ) i utk minterm 0 ( X , Y, Z ) dan tidak ada var yang komplemen untuk M k l k Maxterm 0 (X,Y,Z) ).
• • • •
35

Untuk Maxterms:
• “0” b berarti var ini “Bukan komplemen” dan i i i “B k k l ”d • “1” berarti var ini “Komplemen”.
Chapter 2 - Part 1

Minterm 0, disebut m0 = X Y Z . Maxterm 0, disebut M0 = (X + Y + Z). Minterm 6 ? Maxterm 6 ?
Chapter 2 - Part 1 36

Contoh Indeks– Empat Variable.
Index i 0 1 3 5 7 10 13 15 Binary Minterm Maxterm Pattern mi Mi 0000 abcd a + b + c + d 0001 ? abcd 0011 ? a+b+c+d 0101 abcd a + b + c + d 0111 ? a+b+c+d 1010 abcd a + b + c + d ? 1101 abcd 1111 abcd a + b + c + d
Chapter 2 - Part 1 37

Hubungan Minterm and Maxterm
Mengulangi: DeMorgan's Theorem g g g x · y = x + y and x + y = x ⋅ y Contoh Dua Variabel: M 2 = x + y dan m 2 = x·y Jadi M2 adalah komplemen dari m2 dan sebaliknya. Bila DeMorgan's Theorem terdiri dari n variabel, maka t k term di t j diatas juga t di i dari n variabel. terdiri d i i b l Bila :

Mi = mi

dan

mi = M i

Maka Mi adalah komplemen dari mi.
Chapter 2 - Part 1 38

Tabel Fungsi ke-dua2-nya.
Minterms dari 2 variabel
xy 00 01 10 11 m0 1 0 0 0 m1 m2 m3 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1

Observasi
Pada Tabel fungsi:
• Masing2 minterm mempunyai satu dan hanya satu, 1 berada satu pada 2n terms ( minimum dari 1s). Selain itu adalah 0. • Masing2 maxterm mempunyai satu dan hanya satu, 0 berada pada 2n terms ( maximum of 0s). Selain itu adalah 1 0s) 1.

Maxterms dari 2 variabel
x y M0 00 0 01 1 10 1 11 1 M1 1 0 1 1 M2 1 1 0 1 M3 1 1 1 0

Kita dapat mengimplementasikan dengan "ORing" g minterms dengan memasukkan "1" kedalam tabel fungsi. Ini disebut Fungsi dari minterm. Kita dapat mengimplementasikan dengan "ANDing" maxterms d t dengan memasukkan "0" k d l kk kedalam t b l tabel fungsi. Ini disebut Fungsi dari maxterm. Jadi ada dua bentuk kanonik:
• Sum of Minterms (SOM) – Jumlah sukumin • Product of Maxterms (POM) – Hasil kali sukumax

Masing2 kolom pada tabel fungsi maxterm adalah komplemen dari kolom tabel fungsi minterm, maka Mi adalah komplemen dari mi. k d l hk l d i
Chapter 2 - Part 1 39

untuk menyatakan Fungsi Boolean.
Chapter 2 - Part 1 40

Contoh Fungsi Minterm
Example: Find F1 = m1 + m4 + m7 F1 = x y z + x y z + x y z
xyz i d index m1 + m4 + m7 = F1 000 001 010 011 100 101 110 111 0 1 2 3 4 5 6 7 0 1 0 0 0 0 0 0 + + + + + + + + 0 0 0 0 1 0 0 0 + + + + + + + + 0 0 0 0 0 0 0 1 =0 =1 =0 =0 =1 =0 =0 =1
41

Contoh Fungsi Minterm
F(A, B, C, D, E) = m2 + m9 + m17 + m23 ( , , , , ) F(A, B, C, D, E) =

Chapter 2 - Part 1

Chapter 2 - Part 1

42

Contoh Fungsi Maxterm
Contoh: Implementasikan F1 dalam maxterms: F1 = M0 · M2 · M3 · M5 · M6 F1 = (x + y + z) ·(x + y + z)·(x + y + z ) ( ) ( )( ·( x + y + z )·( x + y + z)
xyz 000 001 010 011 100 101 110 111 i 0 1 2 3 4 5 6 7

Contoh Fungsi Maxterm g
F( A , B, C, D ) = M 3 ⋅ M8 ⋅ M11 ⋅ M14 F(A, B,C,D) =
= F1 =0 =1 =0 =0 =1 =0 =0 =1
43 Chapter 2 - Part 1 44

M0 ⋅ M2 ⋅ M3 ⋅ M5 ⋅ M6 0 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 1 ⋅ 0 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 1 ⋅ 1 ⋅ 0 ⋅ 1 ⋅ 1 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 0 ⋅ 1 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 0 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1

Chapter 2 - Part 1

Kanonikal Jumlah dari Minterms
Setiap fungsi Boolean dapat dinyatakan dalam : Sum of Minterms.
• For the function table, the minterms used are the terms corresponding to the 1' t di t th 1's • For expressions, expand all terms first to explicitly list all minterms Do this by “ANDing” any term minterms. ANDing missing a variable v with a term (v + v ).

Another SOM Example
Example: F = A + B C p There are three variables, A, B, and C which we take to be the standard order. Expanding the terms with missing variables:

Example: Implement f = x + x y as a sum of p p minterms. First expand terms: f = x ( y + y ) + x y Then distribute terms: f = xy + x y + x y
Express as sum of minterms: f = m3 + m2 + m0
Chapter 2 - Part 1 45

Collect t C ll t terms (removing all but one of duplicate ( i ll b t f d li t terms): Express as SOM E SOM:
Chapter 2 - Part 1 46

Shorthand SOM Form
From the previous example, we started with: p p , F=A+BC We ended up with: F = m1+m4+m5+m6+m7 This can be denoted in the formal shorthand: F( A , B, C) = Σm(1,4,5,6,7 ) Note that we explicitly show the standard variables in order and drop the “m” m designators.
Chapter 2 - Part 1 47

Canonical Product of Maxterms
Any Boolean Function can be expressed as a Product of Maxterms (POM). (POM)
• For the function table, the maxterms used are the terms corresponding to the 0's. • For an expression, expand all terms first to explicitly list all maxterms. Do this by first applying the second distributive law , “ORing” terms missing variable v with a term equal to and then applying the di ib i l again. d h l i h distributive law i

v⋅ v

Example: Convert to product of maxterms:

f ( x, y , z ) = x + x y
the distributive law:

Apply

x + x y = (x + x )(x + y ) = 1 ⋅ (x + y ) = x + y ( )( (

Add missing variable z:

x + y + z ⋅ z = ( x + y + z ) (x + y + z )
Chapter 2 - Part 1 48

Express as POM: f = M2 · M3

Another POM Example
Convert to Product of Maxterms: f(A, B, C) = A C + B C + A B Use x + y z = (x+y)·(x+z) with x = (A C + B C), y = A , ( y) ( ) ( ), and z = B to get: f = (A C + B C + A )(A C + B C + B) ( )( Then use x + x y = x + y to get: f = ( C + BC + A )(A C + C + B ) and a second time to get: f = ( C + B + A )(A + C + B ) Rearrange to standard order, to i f = ( A + B + C)(A + B + C) t give f = M5 · M2
Chapter 2 - Part 1 49

Function Complements
The complement of a function expressed as a p p sum of minterms is constructed by selecting the minterms missing in the sum-of-minterms g canonical forms. Alternatively, Alternatively the complement of a function expressed by a Sum of Minterms form is simply the Product of Maxterms with the same indices indices. Example: Given F ( x , y , z ) = Σm ( 1, 3 , 5 , 7 )

F( x, y , z ) = Σm( 0, 2,4,6) F( x, y , z ) = ΠM(1, 3,5,7 )

Chapter 2 - Part 1

50

Conversion Between Forms
To convert between sum-of-minterms and productp of-maxterms form (or vice-versa) we follow these p steps:
• Find the function complement by swapping terms in the list with terms not in the list. • Change from products to sums, or vice versa.

Standard Forms
Standard Sum-of-Products (SOP) form: ( ) equations are written as an OR of AND terms Standard Product-of-Sums (POS) form: equations are written as an AND of OR terms Examples: • SOP: A B C + A B C + B • POS (A + B) · (A+ B + C )· C POS: These “mixed” forms are neither SOP nor POS • (A B + C) (A + C) • A B C + A C (A + B)
Chapter 2 - Part 1 52

Example:Given F as before: F( x , y , z ) = Σm(1, 3,5,7 ) Form the Complement: F( x, y , z ) = Σm( 0, 2,4,6) Then Th use the other form with th same i di th th f ith the indices – thi this forms the complement again, giving the other form of th original function: F( x , y , z ) = ΠM ( 0, 2,4,6 ) f the i i l f ti
Chapter 2 - Part 1 51

Standard Sum-of-Products (SOP)
A sum of minterms form for n variables can be written down directly from a truth table.
• Implementation of this form is a two-level network of gates such that: • The first level consists of n-input AND gates, and • The second level is a single OR gate (with fewer than 2n inputs).

Standard Sum-of-Products (SOP) Sum of Products
A Simplification Example: p p

F( A , B, C) = Σm(1,4,5,6,7 )
Writing the minterm expression: F = A B C + A B C + A B C + ABC + ABC Simplifying: F=

This form often can be simplified so that the corresponding circuit is simpler simpler.
Chapter 2 - Part 1 53

Simplified F contains 3 literals compared to 15 in minterm F
Chapter 2 - Part 1 54

AND/OR Two-level Implementation of SOP Expression
The two implementations for F are shown p below – it is quite apparent which is simpler!
A B C A B C A B C A B C A B C
A B C F

SOP and POS Observations
The previous examples show that: p p
• Canonical Forms (Sum-of-minterms, Product-ofMaxterms), or other standard forms (SOP, POS) differ i diff in complexity l it • Boolean algebra can be used to manipulate equations into simpler forms. • Simpler equations lead to simpler two-level implementations

F

Questions:
• How can we attain a “simplest” expression? • Is there only one minimum cost circuit? • The next part will deal with these issues.
Chapter 2 - Part 1 55 Chapter 2 - Part 1 56

Terms o Use e s of
All (or portions) of this material © 2008 by Pearson Education, Inc. Permission is given to incorporate this material or adaptations thereof into classroom presentations and handouts to instructors in courses adopting the latest edition of Logic and Computer Design Fundamentals as the course textbook. These materials or adaptations thereof are not to be sold or otherwise offered for consideration consideration. This Terms of Use slide or page is to be included within g y p the original materials or any adaptations thereof.

Logic and Computer Design Fundamental

Chapter 2 h Rangkaian Logika Kombinasi Bagian 1 : Rangkaian Gerbang dan Persamaan Boolean P B l

M. M M Mano & Charles R. Kime Ch l R Ki , , 2008, Pearson Education, Inc
58 57

Chapter 2 - Part 1

Logic and Computer Design Fundamental

Chapter 1 Digital and Computer Information i i l d f i

M. Mano & Charles R. Kime 2008, 2008 Pearson Education, Inc Education

59

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->