BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Membangun peradaban sebuah bangsa pada hakikatnya adalah

pengembangan watak dan karakter manusia unggul dari sisi intelektual, spiritual, emosional, dan fisikal yang dilandasi oleh fitrah kemanusiaan. Fitrah adalah titik tolak kemuliaan manusia, baik sebagai bawaan seseorang sejak lahir atau sebagai hasil proses pendidikan. Pada hakikatnya, pendidikan merupakan upaya membangun budaya dan peradaban bangsa. Oleh karena itu, UUD 1945 secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Menyadari akan hal tersebut, pemerintah sangat serius menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan adalah salah satu unsur paling penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan merupakan proses pendewasaan diri manusia itu sendiri serta selain itu pendidikan juga merupakan proses pembentukan pribadi dan karakter manusia. Kemudian, pada satu fokus yang lebih khusus yaitu pendidikan formal, manusia diberikan dasar-dasar pengetahuan sebagai pegangan dalam menjalani hidup dan menghadapi kenyataan hidup dimana didalam pendidikan formal dalam hal ini adalah sekolah menjadi suatu jenjang yang mungkin memang sudah selayaknya dilalui dalam proses kehidupan manusia. Kemudian dalam pendidikan sekolah itu, manusia juga selain melatih kedewasaan juga mengasah intelektualitasnya dan kompetensinya dalam tanggung jawab dan kesadaran. Seperti telah dituliskan sebelumnya, pada dunia sekolah, manusia dilatih intelektualitasnya dengan pengetahuan dan ilmu-ilmu yang diajarkan dalam proses pendidikannya pada jenjang-jenjang yang telah ada dan diatur. Untuk itu,

1

pada pendidikan sekolah sangat diperlukan adanya perencanaan dalam pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan tersebut. Perencanaan yang dimaksud adalah kurikulum pendidikan atau sekolah yang di dalamnya terdapat standar-standar pembelajaran dan pengembangan intelektualitas manusia. Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise. Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. Oleh karena itu, supervise haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Setelah kita mengetahui realita yang terjadi seperti yang sudah tersebut di atas,maka diperlukan sebuah penjelasa secara rinci dan mendetail tentang supervisi pendidikan agar para pendidik dapat memahami betapa perlu dan pentingnya supervisi pendidikan itu. B. Tujuan Penulisan Secara umum tujuan penulisan makalah tentang supervisi ini ialah untuk memenuhi tugas kelompok yang di bebankan oleh dosen pengasuh mata kuliah yang bersangkutan. Adapun tujuan khususnya ialah sebagai bahan pembelajran di kelas tentang, Pengertian Supervisi, Tujuan Supervisi, Kriteria Supervisi, Fungsi Supervisi, Tipe Supervisi, Prinsip Supervisi, Sasaran Supervisi, Jenis Supervisi. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, adapum rumusan masalah yang ada adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. Seperti apa suvirvisi itu? Apa tujuan dari supervisi itu? Apa pungsi dari supervisi itu?

2

BAB II PEMBAHASAN SUPERVISI PENDIDIKAN A. b. Directing : pengarahan. yang isi kegiatannya mirip dengan supervisi. c. Didalam bahasa inggris dikenal dengan inspection. Controlling : memeriksa apakah semuanya dijalankan sebagaimana mestinya. yang terbatas kepada pengertian pengawasan apakah bawahan (dalam hal ini guru) menjalankan apa yang telah diinstruksikan oleh atasan. Istilah-istilah dimaksud adalah: Inspeksi. d. Beberapa istilah yang dijumpai dalam praktek. Kedua kata tersebut berarti pengawasan. Seringkali kedatangan inspektur kesekolah lebih banyak dirasakan oleh guru sebagai kedatangan petugas yang ingin mencari kesalahan. pemilikan. Judging : mengandili dalam arti memberikan penilaian atau keputusan sepihak. kemudian dikemukakan pengertian supervisi. e. 2. Arti morfologis Kata Supervision berasal dari bahasa Inggris yaitu: Super : atas. Inspeksi berasal dari istilah bahasa belanda inspevtie. Pelakunya disebut inspektur. pengawasan. 3 . Jadi supervise artinya : lihat dari atas. Correcting : memeriksa apakah semuanya sesuai dengan apa yang telah ditetapkan/digariskan. Demonstration : memperlihatkan bagaimana mengajar yang baik. Inspektur dalam hal ini mengadakan : a. Arti semantik Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya. monitoring dan penilaian evaluasi. Pengertian Supervisi 1. Sesudah istilah tersebut dikaji. vision : visi. menentukan ketetapan/garis.

kepala sekolah maupun guru cenderung merasa takut karena merasa akan dicari kesalahannya. Didalam monitoring seseorang hanya mengumpulkan data tanpa membandingkan data tersebut dengan kriteria tertentu. Inspektur pendidikan bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan sekolah. dalam buku ini pengertian supervisi dirumuskan secara sederhana. Untuk memudahkan kita dalam mengetahui supervisi pengajaran. dengan memperhatikan suatu komponen sistem sekolah dan peristiwa yang terjadi disekolah. Berbeda dengan infeksi.Dengan kesan seperti itu. keuangan dan sebagainya sampai kepada proses belajar mengajar. Dalam perkembangan supervisi selanjutnya dikenal istilah penilikan dan pengawasan. yaitu semua usaha yang dilakukan oleh supervisor untuk memberikan bantuan kepada guru dalam memperbaiki pengajaran. untuk dikembangakan lebih lanjut. mulai dari keberhasilan sekolah. tetapi juga mencari hal-hal yang sudah baik. penyempurnaan. sedang untuk hal-hal yang sudah baik perlu dipertahankan atau dingat lebih lanjut. masalah kemudian. masalah ketatausahaan. 4 . apabila ada seseorang inspektur datang. Monitoring berarti kegiatan pengumpulan data tentang suatu kegiatan sebagai bahan yang melaksanakan penilaian. monitoring merupakan kegiatan yang dtunjukkan untuk mengetahui apa adanya tentang suatu kegiatan. merupakan suatu proses membandingkan keadaan kuantitaif atau kualitatif suatu objek dengan kriteria tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya. penilikan dan pengawasan mempunyai pengertian suatu kegiatan yang bukan hanya mencari hal-hal kesalahan objek pengawasan itu semata. Monitoring seringkali diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan pemantauan. Kegiatan penilaian. Dengan kalimat lain. Pengawasan bertugas melakukan pengawasan. Evaluasi dimaksudkan untuk melihat apakah dengan sumber daya yang tersedia. suatu kegiatan telah mengikuti proses yang ditetapkan serta mencapai hasil yang dinginkan. yang juga disebut evaluasi. Hal-hal yang kurang baik dicatat dan disampaikan kepada kepala sekolah atau guru untuk mendapatkan perhatian.

bila misalnya diserahi tugas untuk mengetuai kelas atau kelompoknya. Supervisi bercirikan : a. B. Yang disebut supervisor pendidikan bukan hanya para pejabat/petugas dari kantor pembinaan.Orang yang melakukan supervise disebut supervisor. Assiatance :memberikan bantuan dan bimbingan. Evalution : penilaian. Kepengawasan pendidikan di Indonesia dewasa ini mengalami masa transisi dari inspeksi ke arah supervise yang dicita-citakan. Prinsip-prinsip praktis a. c. kepala sekolah. guru-guru dan bahkan murid pun dapat disebut sebagai supervisor. 2. Positif 1) Konstruktif dan kreatif 2) Sumber secara kolektif bukan supervisor sendiri 3) Propessional 4) Sanggup mengembangkan potensi guru dkk 5 . Dibidang pendidikan disebut supervisor pendidikan. Bahwa seorang supervisor haruslah seorang pancasilais sejati. Negatif 1) Tidak otoriter 2) Tidak berasas kekuasaan 3) Tidak lepas dari tujuan pendidikan 4) Bukan mencari kesalahan 5) Tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil b. e. Research :meneliti situasi sebenarnya disekolah. b. Prinsip-Prinsip Supervisi Pendidikan 1. Cooperation :kerjasama antara supervisor dan supervised ke arah perbaikan situasi. Prinsip-Prinsip Fundamental Pancasila merupakan dasar atau prinsip fundamental bagi setiap supervisor pendidikan Indonesia. Improvement :mengadakan perbaikan. d.

Tujuan Supervisi Pendidikan 1.5) Memperhatikan kesejahteraanguru dkk 6) Progresif 7) Memperhitungkan kesanggupan supervised 8) Sederhana dan informal 9) Obyektif dan sanggup mengevaluasi diri sendiri. 2. b. Membantu guru-guru untuk dapat lebih memahami dan menolong murid c. Fungsi Supervisi Pendidikan 1. Perbaikan situasi pendidikan dan pengajaran pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar pada khususnya. Membantu guru-guru untuk memanfaatkan pengalaman yang dimiliki g. Melindungi guru daru tuntutan tak wajar dari masyarakat i. Mngembangkan professional guru. Membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia dewasa yang sanggup berdiri sendiri. Memperbesar kesadaran guru terhadap kerja yang demokratis dan kooperatif e. Tujuan khusus a. Membantu guru-guru lebih memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya b. c. Pengumpulan data c. Memperkenalkan karyawan baru kepada sekolah h. Memperbesar kesnggupan guru mendidik murid untuk terjun ke msyarakat d. D. Tujuan umum a. Membesar ambisi guru untuk berkembang f. Pengolahan data 6 . Membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia pembangunan dewasa yang berpancasila. Penelitian (research) → untuk memperoleh gambaran yang jelas dan objektif tentang suatu situasi pendidikan a. Perumusan topiK b. C.

Merumuskan tujuan c. Working for : pembantu bagi orang yang di supervisi c.d. Keterampilan-Keterampilan Supervisor Pendidikan 1. Menciptakan tanggung jawab bersama f. Keterampilan Dalam Hubungan Insani (Human Relation) Supervisor tidak semata-mata berurusan dengan aspek meteril tetapi berhadapan dengan manusia-manusia yang berbeda perilaku. 4. Keterampilan Dalam Proses Kelompok Supervisor harus terampil : a. Membangkitkan semangat kerjasama b. 2. Hubungan instrumental : didasarkan atas pandangan memperalat bawahan d. Merencanakan bersama d. Pembinaan → berupa bimbingan (guidance) kea rah pembinaan diri yang disupervisi E. Hubungan fungsionil : fungsi yang dijalankan seseorang c. Working mithin : bersama-sama. Konlusi hasil penelitian 2. Menilai dan merevisi bersama 3. Hubungan konsensionil : didsarkan atas kebiasaan atau kelaziman yang berlaku. Working on : wibawa (power on) b. Keterampilan Dalam Administrasi Personal 7 . Perbaikan (improvement) → dapat mengatahui bagaimana situasi pendidikan/pengajaran pada umumnya dan situasi belajar mengajarnya. Mengambil keputusan bersama e. 4. Keterampilan Dalam Kepemimpinan (Leadership) Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan yang dipimpin a. a. Hubungan pribadi : pribadi orang yang bersangkutan b. Penilaian (evaluation) → lebih menekankan pada aspek daripada negative 3.

Merumuskan tujuan dan norma-norma b. Jenis – Jenis Supervisi Pendidikan Berdasarkan Prosesnya 1. Menterapkan criteria dan menyusun pertimbangan d. Kreatif : menekankan inisiatif dan kebebasan berfikir H. Merevisi rencana yang disusun F. Menyeleksi anggota/karyawan baru b. Menempatkan dan menugaskan sesuai kecakapan d. Preventif : mencegah hal-hal yang tidak diinginkan 3. Koraktif : lebih mencari kesalahan 2.Supervisor harus terampil : a. Otokratis : supervisor penentu segalanya 2. G. Membina 5. manipulasi diplomatis : mengarahkan orang yang disupervisi untuk melaksanakan apa yang dikehendaki supervisor dengan cara musulihat 4. Demokratis : mementingkan musyawarah mufakat dan bekerjasama atau gontong royong secara kekeluargaan. Tipe-Tipe Supervisor Pendidikan 1. Metode langsung : alat yang digunakan mengenai sasaran supervise 2. Mengorientasi anggota/karyawan baru c. 3. laissez-faire : memberikan kebebasan dan keleluasan kepada orang yang disupervisi untuk melakukan apa yang dianggap mereka baik. Metode Supervisi 1. Keterampilan Dalam Evaluasi (Evaluation) a. Konstruktif : membangun (dapat memperbiki jika terjadi kesalahan) 4. Metode tak langsung : mempergunakan berbagai alat perantara (media) 8 . Mengumpukan fakta-fakta perubahan c.

1. dan diarsipkan. dianalisis. Bersipat Kekerabat Pada pelaksaan petugas supervisi akademik hendaklah menciptakan suasana kekerabatan dengan guru yang akan disupervisi. ditindaklanjuti.Pengadministrasian Baik perencanaan. dilaporkan. Aspek yang perlu dibina Pada bagian dua telah menyangkut aspek-aspek yang perlu menjadi perhatian dalam supervisi akademik. pemerosesannya maupun hasil pelaksaan supervisi akademik perlu diadministrasikan. Identifikasi Kesukaran guru Sejak awal pertemuan hingga observasi kelas petugas supervisi akademik telah membuat beberapa catatan penting untuk menjadi bahan identifikasi. berbeda dengan seseorang yang akan menginspeksi. J. Sebelum. Semuanya itu dapat digolongkan menjadi dua hal pokok. 2. KBM Sebelum melakukan observasi dikelas. yaitu: pertama penguasaan materi atau bahan pembelajaran pada KBM. 5. bagaimana keadaan para siswa dan sikap mereka terhadap mata pelajaran tersebut. 3.I. Etika Jabatan Supervisor Pendidikan Etika suatu jabatan (professional ethics) yang dirumuskan dalam kode etika jabatan (profesi) tersebut memuat nilai-nilai atau norma yang merupakan pedoman bagi sikap dan tingka laku para pejabat yang berkeahlian dibidang yang bersangkutan. dan sesudah. kedua penguasaan didaktik metodik. petugas supervisi berdialog keakrapan dengan guru yang akan disupervisi atau observasi menyakan materi / bahan apa yang akan diajarkan. Teknik Pelaksaan Supervisi Akademik Petugas supervisi akademik hendaklah menyusun perencanaan atau program dan mempersiapkan penguasaan bahan yang di perlukan. sewaktu. 9 .

a. professional b. Kode etika supervisi pendidikan : 1. Pancasila dapat merupakan pula prinsip pokok yang bersifat nasionalistik yang hendak menjiwai setiap etika jabatan bangsa Indonesia. Hubungan Dengan Rekan Seprofesi supervisor mengembangkan rasa solidaritas supervisor hendaklah jujur dan toleran hendakalah memelihara dan Hubungan Dengan Orang Tua Dan Masyarakat Supervisor hendaklah memelihara hubungan Supervisor hendaklah memberi kesempatan dan Hubungan Dengan Orang Yang Disupervisi: Guru Dan Murid Supervisor hendaklah jujur dan adil Supervisor hendaklah membina perkembangan 4. Supervisor hendaklah mengindahkan moral dan adapt istiadat dalam masyarakat 3. potensialitas c. Hubungan Dengan Profesi Supervise Pendidikan a. kerjasama yang baik b. a. Supervisor hendaklah berusaha mewujudkan dan mengembangkan karya supervisi Supervisor hendaklah selalu bersikap dan bertindak 10 . b.Prinsip-prinsip : 1. b. Cinta kasih sebagai prinsip pokok setiap etika jabatan (lebih universalistic sifatnya). bantuan] 2. 2. a.

Inspeksi dilaksanakan berdasarkan prinsip otokrasi/inspector. Tuhan YME K. sehingga bukan hanya sulit. atau pengawas Supersvisi dilaksanakan berdasarkan prinsip demokrasi yang dijiwai oleh fasafah pancasila 3. Pebedaan interpretasi terminologis 4. Masalah dan proporsinya administrator berfungsi mengatur agar segala sesuatu berjalan dengan Supervisor mempasrahkan diri kepada Tuhan YME Setia melakukan kewjiban-kewjibannya terhadap 11 . Perbedaan konsepsional tentang kepemimpinan dan kekuasaan Kekuatan (mendapat yang diberikan tidak disertai wewenang bertindak. Pebedaan fungsi a. Inspeksi merupakan suatu jabatan (position) dalam suatu jawatan Supervise merupakan suatu fungsi (funcition) untuk membina perbaikan suatu situasi 2. b. L.5. supervisor berfungsi membina agar sesuatu itu berjalan secara lebih baik dan lebih lancar lagi (meningkatkan mutu) dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan 5. b. Perbedaan konsep inspeksi dan supervise pendidikan 1. Hubungan Dengan Tuhan a. ia juga tidak tau apa yang menjadi wewenangnya. Masalah-Masalah Yang Dihadapi Supervisi Pendidikan a.Masalah-Masalah Yang Dihadapi Supervisor 1. Perbedaan prinsip a. baik b. Pebedaan aktualisasi fungsi sebagai administrator dan supervisor pendidikan a. b.

c. Berkepribadian Kepribadian yang telah terintegrasi yan sanggup mengambil keputusan dengan penuh rasa tanggung jawab. akan lebih memudahkan dan mengefektifkan pemecahan-pemecahan masalah hidup. 2. b. Mengumpulkan data yang merupakan masalah Mengumpulkan sebab Memilih dan mengklasifikasikan sebab-sebab yang kiranya dapat dianggap berlaku pada persoalan itu Mampertimbangkan dan membandingkan sebab Manyimpulkan dan meninjau segala kemungkinan yang dapat meniadakan sebab timbulnya masalah Menyusun tahap-tahap penyelesaian data 3. Bekerja sistematis a.Kadang-kadang sesuatu hal tidak dianggap suatu problem. Masalah praktis a. e. f. Masalah-masalah penilaian (evaluation) M. Fungsi Dan Peran Guru. Masalah-masalah administrasi personal (personnel administration) e. karena hanya merupakan sebab timbulnya suatu problem. Berpedomankan prinsip Yaitu prinsip pendidikan dan prinsip-prinsip supervise pendidikan. d. Responsi Terhadap Masalah-Masalah Supervisi 1. 2. N. Masalah-masalah hubungan insani (human relation) d. Masalah-masalah kepemimpinan (leadership) b. Masalah-masalah proses kelompok (group proses) c. baik yang fundamental maupun yang praktis. 12 .

e. Supervisi harus dapat menjamin kontinuitas perbaikan dan perubahan program pengajaran. Pecahan masalah supervisi harus dilandaskan kepada pendekatan ilmiah dan dilakukan secara kreatif. b. kegiatan supervisi tersebut perlu dlandasi oleh hal-hal sebagai berikut: a. Proses belajarmengajar yang efektif dan efisien hanya akan terjadi jika lingkungan proses itu mendukung. Tugas seseorang supervisor bukanlah untuk mengadili tetapi untuk membantu. Oleh karena itu. Kegiatan supervisi dilaksanakan melalui berbagai proses pemecahan masalah pengajaran. c. supervisor harus dijiwai oleh penghayatan terhadap nilai-nilai pancasila. mendorong. d. Keberhasilan supervisi harus dinilai dari sejauh mana kegiatan tersebut menunjang program prestasi belajar siswa dalam proses belajar-mengajar. berdasarkan data yang dapat diferivikasi. Peran pengembangan berbagai pengalaman pengetahuan. sikap dan keterampilan guru harus dibantu secara profesional sehingga guru tersebut dapat berkembang dalam pekerjaannya.Tidak semua orang dapat melakukan supervisi pengajaran. dan terbuka terhadap kritik. Untuk terjadinya proses belajar mengajar yang efektif. Jika supervisi dilaksanakan. maka hasilnya harus merupakan suatu peningkatan proses dan mengajar. dan memberikan keyakinan kepada guru. Pelaksanaan Supervisi Dalam usaha mempertinggi efisiensi dan efektivitas proses melaksanakan supervisi pendidikan. dikatakan bahwa supervisi pengajaran merupakan pekerjaan profesional. objektif. Ini berarti bahwa dalam melaksanakan bantuan untuk perbaikan proses belajar-mengajar. O. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar-mengajar secara terus menerus. bahwa proses belajarmengajar dapat dan harus diperbaiki. Ini berarti bahwa ilmiah dalam memecahkan masalah harus digunakan kaidah ilmiah seperti berpikir logis. 13 . Kegiatan supervisi pendidikan harus atas filsafat pancasila.

Kurikulum perlu diperbaiki dan dikembangkan secara terus menerus. Pelaksanaan orientasi tentang suatu tugas atau cara baru dalam proses belajarmengajar. dan perancangan pengalaman belajar dengan keadaan lingkungan dan siswa. merencanakan tim pengajar merupakan contoh-contoh tugas dalam mengorganisasikan pengajaran ini. supervisor juga membantu dalam menyusun panduan dalam melaksanakan kurikulum. wisata karya. mengalokasikan waktu pengajaran.Dalam kaitannya dengan perbaikan situasi belajar mengajar ini. c. Guru harus selalu melakukan titik ulang. Pemenuhan fasilitas sesuai dengan rancangan proses belajar-mengajar. Guru perlu melengkapi dengan informasi yang relevan dengan tugas serta tanggung jawabnya. Pengembangan ruang serta peralatan. d. guru. Perancangan dan perolehan bahan pengajaran sesuai dengan rancangan kurikulum. tempat dan bahan pengajaran sesuai dengan waktu yang disediakan serta tujuan isntruksional yang ditetapkan. perencanaan dan implementasi dalam meningkatkan pengalaman belajar dan unjuk kerja guru dalam melaksanakan pengajaran. 1975) adalah membantu guru dalam hal: a. evaluasi dan perubahan tentang bahan pengajaran agar lebih besar sumbangnya terhadap tercapainya tujaun pengajaran f. Pengorganisasian pengajaran. merancang muatan lokal. serta berbagai macam latihan dalam jabatan. Kegiatan ini meliputi bantuan dalam menyelenggarakan workshop. Mengelompokkan siswa. e. tugas seorang supervisor (Harris. dan merancang ko serta ekstra kurikulum. merencanakan jadwal pertemuan. konsultasi. Pengembangan kurikulum. 14 . menentukan satuan pelajaran. g. Dalam hal kurikulum dirancang secara terpusat seperti sekarang maka tugas supervisor adalah membantu guru dalam melaksanakan penyesuaian b. Disamping itu. misalnya harus didasarkan atas pertimbangan sampai seberapa jauh sumbangnya terhadap tercapainya tujuan pengajaran. Supervisor bertugas membantu melaksanakan pengajaran sehingga siswa.

Pengembangan hubungan dengan masyarakat dengan mengusahakan lalu lintas informasi yang bebas tentang hal yang berhubungan dengan kegiatan pengajaran.h. Pelaksanaan evaluasi pengajaran. yang memberikan i. j. pembuatan instrument-instrumen. Teknik supervise yang digunakan yang sering digunakan oleh para supervisor yang menggunakan pendekatan humanistik tidak mempunyai format yang standar. analis dan interpretasi hasil pengumpulan data. pendekatan klinis. Pendekatan itu antara lain adalah (1) Pendekatan humanistik. serta pembuatan keputusan untuk memperbaiki proses pengajaran. Pendekatan humanistik Salah satu pendekatan yang sering dipakai dalam melaksanakan supervisi adalah pendekatan humanistik. mungkin dia hanya mendengar tanpa membuat observasi atau mengatur penataran dengan atau tanpa memberi sumber dan bahan belajar yang diminta guru. Teknik Supervisi Mempelajari berbagai pendekatan dalam supervisi memungkinkan guru untuk mempunyai wawasan yang lebih luas tentang kegiatan supervisi. Hal ini antara lain meliputi kegiatan mengembangkan kebijaksanaan serta menetapkan tata aliran kerja antara berbagai bagian layanan untuk mencapai tujuan instruksional. terutama dalam perencanaan. (3). P. Jika supervisi dibagi menjadi lima bagian 15 . pengorganisasian dan penetapan prosedur untuk pengumpulan data. dan (4)pendekatan professional. Dengan demikian. (2) pendekatan kompetensi. tetapi tergantung pada kebutuhan guru. Mungkin ia hanya melakukan observasi tanpa melakukan analis dan interpretasi. Pengkoordinasian antar kegiatan belajar-mengajar dengan kegiatan layanan lainnya yang diberikan sekolah/lembaga pendidikan kepada siswa. 1. pada gilirannya nanti guru dapat berperan serta dalam melakukan pilihan tentang cara bagaimana supervisor itu akan membantunya.

(pembicaraan awal). Pembicaraan awal. supervisor memancing apakah dalam mengajar guru menemui kesulitan. laporan ini ditulis untuk guru. observasi. maka supervisi dilakukansebagai berikut: 1. untuk bahan perbaikan selanjutnya. 6. kepala sekolah atau atas kepala sekolah (Kakandep). 5. Pembicaraan ini dilakukan secara formal. guru telah menemukan jawaban maka supervisor nasehat oleh guru. Kalau diminta sarannya. analisis dan interpretasi serta (pembicaraan akhir). jika guru perlu bantuan. Ini yang dsebut dengan titik lanjutan atau berhenti (go-or-no-point). Dalam observasi. supervisor hanya melukiskan keadaan kelas tanpa memberikan penilaian. Jika dalam pembicaraan ini guru tidak minta dibantu. dan menjawab kalau ada pertanyaa dan menanyakan kalau-kalau guru perlu bantuan lagi. Dalam pembicaraan akhir ini. Dalam penbicaraan awal. Kemudian menanyakan apakah yang dilakukan oleh guru tersebut untuk memperbaiki situasi itu. maka prose supervise akan berhenti. Jika perbaikan telah di lakukan . Obeservasi. 3. Pendekatan Kompetensi 16 . Pembicaraan akhir. 4. supervisor berusaha membicarakan apa yang sudah dicapai oleh guru. Jika menurut supervisor. laporan. Analisis dan interpretasi. laporan disampaikan secara deskriptif dengan interpretasi berdasarkan judgment supervisor. Ia mengamati kegiatan kelas. supervisor kembali kekantor memikirkan kekeliruan guru dalam melaksanakan proses belajarmengajar. Supervisor mengadakan observasi kelas. Sesudah melakukan observasi. 2. supervisor masuk kelas dan duduk dibelakang mengambil catatan. supervisor akan memberikan kesempatan kepada guru untuk mencoba cara lain yang sekiranya tepat dalam upaya mengatasi kesulitannya. 2. pada periode tertentu guru dan supervisor mengadakan pembicaraan akhir.

1. Tahap Pra-Observasi Tahap ini disebut pula dengan pembicaraan pendahuluan. Pendekatan Klinis Asumsi dasar pendekatan ini adalah bahwa proses belajar agar untuk berkembang dalam jabatannya tidak dipisahkan dari proses belajar yang dilakukan guru. supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana keterampilan yang akan di observasi atau dicatat. 3. (b) melaksanakan observasi. Terdapat lima langkah dalam melaksanakan supervisi klinis. Kesepakatan ini dilakukan melalui pembicaraan akhir. Pendekatan kompetensi didasarkan atas asumsi. (d) melakukan pembicaraan tentang hasil supervisi serta (e) melakukan analisis setelah pembicaraan. Pendekatan ini mempunyai makna bahwa guru harus mempunyai kompetensi tertentu untuk melaksanakan tugasnya. pelaksanaan.Sasaran supervisi klinis adalah perbaikan pengajaran dan bukan perbaikan kepribadian guru. 2. Analisis dilakukan secara bersama-sama (kolaboratif) antara supervisor dengan guru. serta percobaannya. bahwa tujuan supervisi adalah membentuk kompetensi minimal yang harus dikuasai guru. sehingga dicapai kesepakatan tentang status kompetensi guru setelah pelaksanaan supervisi. c) keterampilan pembaharuan kurikulum.Pada tahap ini guru melakukan latihan dalam tingkah laku mengajar yang dipilih dan disepakati dalam pertemuan pendahuluan. yaitu: (a) pembicaraan pra-observasi. Untuk hal ini supervisor diharapkan untuk mengajarkan berbagai keterampilan kepada guru yang meliputi antara lain: a) keterampilan mengamati dan memahami (mempersepsi) proses pengajaran secara analitis. Tahap Analisis dan Penetapan Strategi 17 . (c) melakukan analisis dan menentukan strategi. Dalam tahap ini. b) keterampilan menganalisis proses pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatan yang jelas dan tepat. dan d) keterampilan dalam mengajar.Pendekatan kedua yang dapat dipakai dalam melaksanakan supervisi adalah pendekatan kompetensi.

Oleh karena itu pengalaman supervisor dalam melaksanakan supervisi harus dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan jabatannya sendiri. Kata profesional menunjuk pada fungsi utama guru yang melaksanakan pengajaran secara profesional. 3. Pembicaraan Tentang Hasil Tujuan pertemuan atau pembicaraan ini adalah untuk memberikan balikan kepada guru dalam memperbaiki perilaku mengajarnya. seperti juga 18 . 4. data mana yang akan dipakai dalam penbicaraan. apa tujuan pembicaraan. Analisis Sesudah Pembicaraan (Post-Conference) Supervisi merupakan pekerjaan porfesional. tujuan tahapan ini adalah mengartikan data yang diperoleh dan merencanakan manajemen pertemuan yang akan diadakan dengan guru. 5. Strategi manajemen pertemuan yang akan mendapatkan perhatian. supervisor harus menilik ulang tentang apa yang telah dilakukan dalam menetapkan kriteria perilaku mengajar yang ditetapkan dalam pro-observasi dan kriteria yang dipakai supervisor dalam melakukan observasi.Supevisor mengadakan analisis tentang hasil rekaman observasi. maka sasaran supervisi juga harus mengarah pada hal-hal yang menyangkut tugas mengajar itu dan bukan tugas guru sifatnya administratif. Dalam analisis sesudah pembicaraan ini. dari mana mulainya. 4. Peranan Guru Dalam Supervisi Seperti telah dikemukakan. Pendekatan Profesional Pendekatan keempat dalam supervisi adalah pendekatan professional. supervisi pendidikan bertujuan untuk membantu guru dalam memperbaiki proses belajar mengajar melalui peningkatan kompetensi guru itu sendiri dalam melaksanakan tugas profesional mengajarnya. dan siapa yang harus menggunakan kategorisasi perilaku mengajar dan melihat data yang dikumpulkan itu atas kategori yang ditetapkan. Asumsi dasar pendekatan ini adalah bahwa karena tugas utama profesi guru itu adalah mengajar.

sehingga dapat dicari cara pemecahan yang tepat. Seperti halnya pasien kepada dokternya. 19 . usaha. Peranan guru dalam supervisi secara lebih rinci dapat di telusuri dari proses pelaksanaan supervisi ini. Guru hendaknya secara aktif memberikan masukan kepada supervisor tentang masalah yang dihadapi dalam mengajar.berlaku untuk segala kegiatan. bantuan ini tidak akan berhasil apabila tidak ada keinginan untuk bekerja sama dan tidak ada kooperatif baik dari yang dibantu. peranan guru terhadap berhasil tidak program supervisi ini adalah sangat besar. yaitu guru sendiri maupun supervisor. Dengan demikian. guru harus berterus terang tentang masalah yang dihadapinya.

serta perbaikan dan perkembangan proses belajar. B. Kesimpulan Supervisi pendidikan ialah upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran di sekolah. 20 . bahwa tujuan supervisi tidak hanya untuk memperbaiki mutu mengajar guru tapi juga pembina pertumbuhan fasilitas-fasilitas pelajaran yang baik kepada semua siswa-siswi.BAB III PENUTUP A. Supervisi pendidikan berasal dari bahasa Inggris supervision yang terdiri atas dua kata. yaitu super dan vision yang mengandung pengertian melihat dengan sangat teliti dalam pekerjaan secara keseluruhan. dengan tujuan agar perjalanan hidup di dunia dapat di tempuh setepat-tepatnya sesuai dengan kedudukan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang akan kembali kepada-Nya. Saran-saran Melalui penulisan karya ilmiah ini. penulis menyarankan kepada seluruh pembaca hendaknya kita sebagai manusia menggunakan akal untuk berfikir. mengajar secara total. Diharapkan karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa dan pembaca dan dijadikan sebagai ilmu acuan dasar.

hardja-sapoetra. 21 .cc/2010/03/supervisi-pendidikan-administrasi-dan.cc/2009/11/supervisi-pendidikan.com/ http://www.html http://constitutionlaw.co.DAFTAR PUSTAKA http://www.blogspot.co.cantiknya-ilmu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful