P. 1
Komunikasi Terapeutik Pada Lansia

Komunikasi Terapeutik Pada Lansia

|Views: 1,814|Likes:
Published by Anik Priyani

More info:

Published by: Anik Priyani on Dec 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2012

pdf

text

original

Komunikasi y Komunikasi adalah proses interpersonal yang melibatkan perubahan verbal dan non verbal dari informasi dan ide. . 301 ). Komunikasi mengacu tidak hanya pada isi tetapi juga pada perasaan dan emosi dimana individu menyampaikan hubungan ( Potter-Perry.

emosi. Perawat harus waspada terhadap perubahan fisik. psikologi. dan sosial yang memperngaruhi pola komunikasi. Perubahan yang berhubungan dengan umur dalam sistem auditoris dapat mengakibatkan kerusakan pada pendengaran. . Perubahan pada telinga bagian dalam dan telinga mengalangi proses pendengaran pada lansia sehingga tidak toleran teradap suara.Komunikasi y Komunikasi pada lansia membutuhkan perhatian khusus.

(Potter & Perry. perasaan. pikiran dan pengalaman dan hubungan intim yang terapeutik. dan meningkatkan kontak dengan orang lain. 2005 : 301) y Komunikasi yang biasa dilakukan pada lansia bukan hanya sebatas tukar-menukar perilaku. mempertahankan. . (Widjaja.KOMUNIKASI PADA LANSIA y Komunikasi merupakan suatau hubungan atau kegiatankegiatan yang berkaitan dengan masalah hubungan atau dapat diartikan sebaagai saling tukar-menukar pendapat serta dapat diartikan hubungan kontak antara manusia baik individu maupun kelompok. 1986 : 13) y Komunikasi adalah elemen dasar dari interaksi manusia yang memungkinkan seseorang untuk menetapkan.

opini dan komentar.Agar dapat dimengerti dan bereaksi secara jelas terhadap kondisi lingkungan dan orang lain. gambar. pesan. fakta. Informasi. fakta. data. penyimpanan dan pemprosesan. . penyebaran berita. dan ide maka fungsinya dalam setiap sistem sosial adalah sebagai berikut : 1.Fungsi Komunikasi Apabila komunikasi dipandang dari arti yang lebih luas tidak hanya diartikan sebagai pertukaran berita dan pesan. pengumpulan. tetapi sebagai kegiatan individu dan kelompok mengenai tukarmenukar data.

. Motivasi. 3. Tujuannya yaitu mendorong orang untuk mementukan pilihan dan keinginanya. Sosialisasi dan penyediaan sumber ilmu pengetahuan.Fungsi Komunikasi 2.Agar orang bersikap dan bertindak sebagai anggota masyarakat yangefektif mengerti akan fungsi sosialnya di dalam masyarakat.

pembentukan watak. . Mengembangan kebudayaan maksudnya yaitu mengembangkan kebudayaan serta imajinasi dan mendorong kreatifitas dan kebutuhan estetikanya. 5. Perdebatan dan diskusi. 6.Fungsi Komunikasi 4. Dapat mendorong perkembangan intelektual. Menyediakan dan saling menukar fakta yang diperlukan untuk menyelesaikan perbedaan pendapat mengenai masalah publik yang menyangkut kepentingan umum. Pendidikan dan ilmu pengetahuan. Memajukan kehidupan dan menyebarkan hasil kebudayaan dan seni. serta membentuk ketrampilan dan kemandirian dalam berbagai bidang.

Berikan waktu yang cukup kepada pasien untuk menjawab. duduk dan menyentuh pasien . Gunakan kata-kata yang tidak asing bagi klien sesuai dengan latar belakang sosiokulturalnya. berkaitan dengan pemunduran kemampuan untuk merespon verbal. 2. 4. Perawat membuka wawancara dengan memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan dan lama wawancara. 5. Gunakan pertanyaan yang pendek dan jelas karena pasien lansia kesulitan dalam berfikir abstrak. 3.Keterampilan Komunikasi Terapeutik Pada Lansia 1. Perawat dapat memperlihatkan dukungan dan perhatian dengan memberikan respon nonverbal seperti kontak mata secara langsung.

8. .Keterampilan Komunikasi Terapeutik Pada Lansia 6. Tempat mewawancarai diharuskan tidak pada tempat yang baru dan asing bagi pasien. Perawat harus cermat dalam mengidentifikasi tandatanda kepribadian pasien dan distress yang ada. 9. Perawat tidak boleh berasumsi bahwa pasien memahami tujuan dari wawancara pengkajian. Perawat harus memperhatikan respon pasien dengan mendengarkan dengan cermat dan tetap mengobservasi. 7.

Lingkungan harus dibuat nyaman dan kursi harus dibuat senyaman mungkin. . Memperhatikan kondisi fisik pasien pada waktu wawancara. 12. Perawat harus mengkonsultasikan hasil wawancara kepada keluarga pasien atau orang lain yang sangat mengenal pasien. 11. 13. suara berfrekuensi tinggi atau perubahan kemampuan penglihatan.Keterampilan Komunikasi Terapeutik Pada Lansia 10. Lingkungan harus dimodifikasi sesuai dengan kondisi lansia yang sensitif terhadap.

Komunikasi pd lansia Respon Perilaku juga harus diperhatikan. karena Pengkajian perilaku merupakan dasar yang paling penting dalam perencanaan keperawatan pada lansia. Jika mungkin. . pengkajian harus dilengkapi dengan kondisi lingkungan rumah. Perubahan perilaku merupakan gejala pertama dalam beberapa gangguan fisik dan mental. ini menjadi modal pada faktor lingkungan yang dapat mengurangi kecemasan pada lansia.

. dan faktor presipitasi .Lanjutan Pengkajian tingkah laku termasuk mendefinisikan tingkah laku. durasi. Ketika terjadi perubahan perilaku ini sangat penting untuk dianalisis. frekuensinya.

y Menjadi pendengar yang setia. bicara langsung dengan telinga yang dapat mendengar dengan lebih baik. y Menjamin alat bantu dengar yang berfungsi dengan baik. sediakan waktu untuk mengobrol. . y Jangan berbicara dengan keras/berteriak.Prinsip Gerontologis utk Komunikasi y Menjaga agar tingkat kebisingan minimum.

terutama ketika mengajarkan suatu tugas atau keahlian. y Selalu menanyakan respons. .Lanjutan y Pertahankan penggunaan kalimat yang pendek dan sederhana y Beri kesempatan bagi klien untuk berfikir. y Mendorong keikutsertaan dalam aktivitas sosial seperti perkumpulan orang tua. kegiatan rohani. y Berbicara pada tingkat pemahaman klien.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->