KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU

Diposkan oleh Mohamad Yasin Yusuf

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi merupakan era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah menimbulkan persaingan dalam berbagai bidang, yang menuntut masyarakat Indonesia untuk memantabkan diri dalam peningkatan kualitas dan sumber daya manusia yang unggul, mampu berdaya saing, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi serta mempunyai etos kerja yang tinggi. Perwujudan manusia yang berkualitas tersebut menjadi tanggung jawab pendidikan terutama dalam mempersiapkan peserta didik menjadi subyek yang makin berperan, menampilkan keunggulan yang tangguh, kreatif, mandiri, dan professional dalam bidangnya masing-masing. Di Indonesia sekolah/madrasah harus dengan kesungguhannya melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan tujuan nasional sebagaimana yang tercantum dalam Undangundang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta penjelasannya Bab II Pasal 3 bahwa: Pendidikan Naional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Keberhasilan untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut kepala madrasah mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menselaraskan sumber daya pendidikan yang tersedia, kepemimpinan kepala madrasah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong madrasah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran melalui program madrasah yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Dalam persaingan global ini, diakui atau tidak lembaga pendidikan atau sistem persekolahan dituntut untuk mengemuka dengan kinerja kelembagaan yang efektif dan produktif. Kepala madrasah sebagai penanggung jawab pendidikan dan pembelajaran di madrasah hendaknya dapat meyakinkan kepada masyarakat bahwa segala sesuatunya telah berjalan dengan baik, termasuk perencanaan dan implementasi kurikulum, penyediaan dan pemanfaatan sumber daya guru, rekrutmen sumber daya murid, kerjasama madrasah dan orang tua, serta sosok outcome madrasah yang prospektif. Kepala madrasah merupakan unsur vital bagi efektifitas lembaga pendidikan. Kepala madrasah yang baik akan bersikap dinamis untuk menyiapkan berbagai macam program pendidikan,´ keberhasilan madrasah adalah keberhasilan kepala madrasah, kepala madrasah yang berhasil apabila memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks, serta mampu melaksanakan peranan dan tanggung jawab untuk memimpin madrasah´. Kepemimpinan yang berkaitan dengan masalah kepala madrasah dalam meningkatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalam situasi kondusif, perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat dan penuh pertimbangan terhadap para guru, baik sebagai

individu maupun sebagai kelompok.³ Perilaku pemimpin yang positif dapat mendorong kelompok dalam mengarahkan dan memotifasi individu untuk bekerja sama dengan kelompok dalam rangka mewujudkan tujuan lembaga pendidikan´. Kepala madrasah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki andil besar dalam menciptakan suasana kondusif yang ada dalam lingkungan kerjanya. Suasana kondusif tersebut merupakan faktor yang terpenting dalam menciptakan guru yang berprestasi. Guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat penting terhadap kemajuan bangsa Indonesia, guru juga sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan.³Tenaga pendidikan terutama guru merupakan jiwa dari madrasah´ . Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, evaluasi kinerja, hubungan kerja sampai pada imbal jasa, merupakan garapan penting bagi seorang kepala madrasah. Guru sangat berperan dalam menentukan kualitas lulusan madrasah. Artinya untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas diperlukan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal. Sedangkan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal dapat diperoleh bila ditunjang oleh kepemimpinan yang baik. Prestasi kerja guru yang berkualitas ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya adalah bagaimana atasan dalam memimpin bawahan, yang demikian ini disebut dengan kepemimpinan seorang pemimpin (kepala madrasah). Peran pemimpin sangat penting dalam organisasi, tanpa adanya pemimpin suatu organisasi hanya merupakan pergaulan orang-orang dan mesin. ³ Kepemimpinan adalah kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mangajak, mamantau dan kalau perlu memaksa orang lain agar menerima pengaruh itu. Selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatau maksud dan tujuan tertentu´. Seorang kepala madrasah mempunyai tugas untuk mengatur dan menggerakkan sejumlah besar orang-orang (guru) yang mempunyai berbagai sikap, tingkah laku dan latar belakang yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan guru yang dapat membantu tugas pimpinan secara optimal, maka diperlukan seorang pemimpin yang mampu mengarahkan dan merubah tingkah laku bawahannya kepada tercapainya tujuan organisasi secara maksimal. Pemimpin yang efektif selalu menyadari bahwa anggota organisasinya merupakan sumber daya manusia yang sangat berharga karena dikaruniai atau memiliki otak dan akal fikiran, sehingga pemimpin selalu berupaya menggali, memanfaatkan dan meningkatkan kreatifitas anggotanya untuk mencapai prestasi yang tinggi. Prestasi kerja guru yang tinggi merupakan perwujudan dari kualitas guru. Hal ini cukup penting dalam rangka mencapai tujuan madrasah. Dengan prestasi kerja yang tinggi berarti para guru benar-benar dapat berfungsi sebagai pendidik yang tepat guna dan berhasil guna sesuai dengan sasaran-sasaran organisasi yang hendak dicapainya. Apabila tujuan peningkatan prestasi kerja para guru dapat terpenuhi, maka tujuan pembangunan yang sesuai dengan pancasila, UUD 1945 beserta tujuan Pendidikan Nasional akan segera tercapai, begitu juga dengan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tuntutan perkembangan zaman. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar merupakan lembaga pendidikan yang ikut berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa demi mensukseskan tujuan pembangunan nasional Indonesia. Madrasah tersebut merupakan lembaga pendidikan negeri yang berada dibawah naungan Departemen Pendidikan Agama. Sebelumnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan merupakan madrasah swasta dengan nama

MI. Al-Qodiriyah dalam naungan yayasan Al-Qodiriyah. Karena dari tahun ketahun mengalami kemajuan, Departemen Pendidikan Agama Kabupaten Blitar merubah status dari Swasta menjadi Negeri. Selain itu Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga dijadikan center oleh lembaga-lembaga madrasah ibtidaiyah di Udanawu Blitar. Bahkan sering mendapatkan kejuaraan pada bidang mata pelajaran, olah raga dan seni ditingkat Kecamatan ataupun tingkat Kabupaten. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa para guru telah berhasil dalam usaha mencapai tujuan madrasah. Keberhasilan para guru dalam mencapai tujuan madrasah tersebut merupakan salah satu prestasi kerja yang ditunjukkan oleh guru yang berasal dari kemampuan dan motivasi yang dimilikinya. Prestasi kerja yang dihasilkan para guru tersebut merupakan hasil dari kepemimpinan kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan yang selalu menggerakkan, mengarahkan, dan memberikan motivasi kepada para guru untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan bersama. Atas dasar latar belakang masalah tersebut, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tema ³Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru (Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar)´. B. Fokus Masalah Berkaitan dengan study kepemimpinan Kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerga guru pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar maka yang menajdi fokus masalah dalam studi ini adalah bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang berpengaruh terhadap peningkatan mutu kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Kemudian fokus masalah tersebut dirumuskan sebagaimana rumusan masalah. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, fokus penelitian dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 2. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 3. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? D. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 2. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 3. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. E. Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai berikut : 1. Secara teoritis a. Memberikan kontribusi akademis dalam upaya peningkatan dan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang kepemimpinan lembaga pendidikan. 2. Secara praktis a. Sebagai bahan masukan bagi pengelola lembaga pendidikan khususnya Madrasah Ibtidaiyah

Negeri Slemanan Udanawu Blitar sehingga lembaga tersebut dapat lebih maju dari sebelumya dan tetap eksis serta bisa menjadi lembaga pendidikan alternatif. b. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi imput bagi para praktisi dan peneliti pendidikan dalam rangka kontribusi kajian ilmiah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan untuk meningkatkan mutu kependidikan. F. Metodologi Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan mutu kependidikan yang peneliti lakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar ini menggunakan pendekatan kualitatif sebab jenis penelitian ini tidak bisa berambisi mengumpulan data dari segi kualitasnya tetapi ingin juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dari data yang hasil direkam. Penulis tidak menemukan sumber datanya atau nara sumber secara kuantitatif menggunakan purvose sampling. Pola tersebut lazim disebut dengan Creation baset sampling artinya bahwa penggunaan sumber data atau nara sumber dianggap cukup mana kala informasi yang diperlukan sudah cukup memadai sehingga sering kali jumlah nara sumber atau sumber data memungkinkan untuk selalu berkembang dan bertambah. Tesis ini menggunakan rancangan studi kasus penelitian yang berupaya mencari kebenaran ilmiah dengan cara mempelajari secara mendalam perkembangan dari satu individu, kelompok orang. Lembaga dan tidak mustahil perkembangan suatu kejadian khusus. Studi kasus ini dimaksudkan untuk mencoba mengamati perkembangan dan fonemena yang terjadi pada sebuah organisasi dalam hal ini organisasi yang menjadi obyek penelitian adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Sifat penelitian ini adalah berupa penelitian deskriptif kualitatif. Oleh sebab itu pendekatan yang dilakukan adalah melalu pendekatan kualitatif dengan memakai bentuk study kasus (case study). Maksudnya adalah dalam penelitian deskriftif kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainya sehingga yang menjadi tujuan dalam penelitian deskriftif kualitatif ini adalah ingin menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya. 2. Kehadiran Peneliti. Insrumen utama dalam penelitian ini adalah manusia . Karena itu untuk menyimpulkan data secara koprehensif maka kehadiran peneliti di lapangan sangat diutamakan karena mengumpulkan data dilakuakn yang sebenarnya tanpa dimanipulasi dibuat dan dipanjang lebarkan Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus mengumpul data sehingga dapat dikatakan peneliti dalam penelitian ini bertindak sebagai instrumen kunci. Penelitian dalam hal ini akan melakuakn observasi. Wawancara dan mengambil dokumen. 3. Lokasi Penelitian Peneliti sengaja memilih lokasi penelitian di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dengan pertimbangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah yang favorit dan menjadi central madrasah-madrasah lain. Dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar memiliki guru guru yang variatif dengan latar belakang pendidikan yang beragam Dengan demikian sesuai dengan fokus masalah penelitia yang telah dikemukakan diatas, yang menjadi objek dalam tesis ini adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mengenai kepemimpinan Kepala madrasah dalam meningkatkan

prestasi kinerja guru 4. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´. Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person, place paper. 1. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. Dalam penelitian ini personnnya adalah Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 2. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak, meliputi fasilitas gedung, kondisi lokasi, kegiatan belajar-mengajar, kinerja, aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 3. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar, simbol-simbol dan lain-lain. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip, catatan-catatan, dokumen yang ada di Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 5.Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap. Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera. Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama, merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis, keadaan madrasah, sarana dan prasarana, kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah negeri Slemanan Udanawu Blitar . Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran. 2. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. b. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih, jika ternyata responden mengalami kesulitan

dan satuan uraian dasar. Informasi tersebut misalnya. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan. pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. kategori. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. c. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian. bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu. Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip. dan dokumentasi yang diperoleh dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data. peneliti membuat ringkasan. membuat gugus-gugus dan mambuat memo. setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran. kata-kata yang berhubungan dengan . Dalam kaitannya dengan penelitian ini. Analisis Data Dalam suatu penelitian. partisipan dan informan. mengkode. tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif. dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. menafsirkan serta meramalkan´. paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian. Dengan demikian reduksi data ini akan berlangsung secara terus menerus selama penelitian berlangsung. d. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. 6. wawancara mendalam. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara. jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. menelusuri tema. yaitu berupa data yang ditemukan dari observasi partisipan. surat bukti. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. didengar. dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. 3. Pada penelitian. maka langkah selanjutnya menganalisa dan kemudian menyajikannya secara tertulis dalam laporan tersebut. ³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya.menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. Data yang di dapat dalam penelitian ini berupa kalimat. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting. dimulai pada awal kegiatan sampai dilanjutkan selama kegiatan pengumpulan data dilaksanakan. Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder.

definisi kepemimpinan secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. pendahuluan. Kajian teori. memuat daftar rujukan. lampiran-lampiran dan biodata penulis. Dengan kata lain penyajian data ini merupakan proses penyusunan informasi secara sistematis dalam rangka memperoleh kesimpulan sebagai temuan penelitian. Pada saat kegiatan analisis data yang berlangsung secara terus menerus selesai dikerjakan. maka langkah selanjutnya adalah melakukan penarikan kesimpulan. Pengertian Kepemimpinan Kepala Madrasah Definisi tentang kepemimpinan sangat bervariasi sebanyak orang yang mencoba mendefinisikan konsep kepemimpinan. fokus penelitian yang dikaji dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. Dalam bab ini dipaparkan latar belakang masalah. G. persetujuan pembimbing. obervasi partisipan. dokumentasi yang didapat saat melakukan kegiatan di lapangan. maka diambil langkah-langkah sebagaimana dalam sistematika pembahasan sebagai berikut: Bagian awal. dalam hal ini membahas proses penelitian yang digunakan dalam penelitian. Bab IV. meliputi perangkat legalitas tesis. Paparan data dan temuan hasil penelitian. .fokus penelitian. persembahan. Metodologi Penelitian. pengorganisasian dan aktifitas-aktifitas untuk mencapai sasaran. Pembahasan hasil Penelitian Bab VI. pengesahan. Hadari Nawawi berpendapat bahwa kepemimpinan adalah kemampuan menggerakkan. memotivasi pengikut untuk mencapai tujuan. penegasan istilah. memuat tentang apa saja yang diperoleh dari penelitian yang meliputi gambaran obyek dan hasil penelitian dari fokus penelitian. mempengaruhi kelompok dan budayanya. Dalam hal ini membahas tentang pengertian kepemimpinan kepala madrasah. sehingga sajian data merupakan sekumpulan informasi yang tersusun secara sistematis yang memberikan kemungkinan untuk ditarik kesimpulan. serta mempengaruhi interpretasi mengenai peristiwa-peristiwa para pengikutnya. . Bab V. Penutup. Sistematika Pembahasan Untuk dapat melakukan pembahasan secara sistematik. wawancara mendalam. Bab II. judul. BAB II KAJIAN TEORI A. daftar gambar. daftar isi. kata pengantar. hakekat prestasi kerja guru. motto. dan abstrak. Untuk mengarah pada hasil kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data baik yang berasal dari catatan lapangan. pendekatan-pendekatan dalam kepemimpinan. Bagian akhir. tujuan dan kegunaan penelitian dirumuskan secara jelas. kepemimpinan sebagai kunci keberhasilan kepala madrasah. terdiri dari enam bab yaitu: Bab I. Bab III. fungsi dan tipe kepemimpinan. kepala madrasah dalam peningkatan prestasi kerja guru. peningkatan prestasi kerja guru. Bagian utama. Kepemimpinan Kepala Madrasah 1. halaman. berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran-saran. halaman sampul. studi pendahuluan dan diakhiri dengan sistematika pembahasan. Menurut Suharsimi Arikunto kepemimpinan adalah usaha yang dilakukan untuk mempengaruhi anggota kelompok agar mereka dengan suka rela menyumbangkan kemampuannya secara maksimal demi pencapaian tujuan kelompok yang telah ditetapkan.

Seseorang yang menduduki posisi pimpinan dalam suatu organisasi mengemban tugas melaksanakan kepemimpinan. pada hakekatnya merupakan usaha untuk menjawab atau memberikan pemecahan persoalan-persoalan dalam bidang . Apapun bentuk suatu organisasi. Paul Harsey dan Ken Blanchard menyebutkan pengertian lain dari para ahli lainnya mengenai kepemimpinan antara lain: ‡ Menurut George R. menggerakkan. adanya tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. dalam kenyataannya pasti memerlukan seorang dengan atau tanpa dibantu orang lain untuk menduduki posisi pimpinan/pemimpin. yang mana pemimpin dalam organisasi ini adalah kepala sekolah/madrasah. antara lain: adanya orang yang mempengaruhi. Weschler dan fred Mescarik mendefinisikan kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang dilakuakn dalam suatu situasi dan diarahkan melalui proses kominikasi pada pencapaian tujuan atau tujuan-tujuan tertentu. Dengan demikian pengertian kepemimpinan tersebut dapat timbul dari mana saja asalkan unsurunsur dalam kepemimpinan itu terpenuhi. adanya orang yang dipengaruhi. atau perilaku yang satu sama lain dijadikan sasaran studi tanpa mengaitkan satu sama lain yang sebenarnya merupakan satu rangkaian persoalan di bidang kepemimpinan. ‡ Harold Konntz dan Cyril O¶Donnel mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi orang-orang untuk ikut dalam pencapaian tujuan bersama. namun demikian pada dasarnya definisi-definisi tersebut memiliki kesamaan konseptual. atau mempengaruhi para guru dan segala sumber daya yang ada di madrasah sehinga dapat di daya gunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendekatan-Pendekatan Dalam Kepemimpinan Pada dasarnya. Tery kepemimpinan adalah aktifitas mempengaruhi orang-orang untuk berusaha mencapai tujuan kelompok secara sukarela. Melihat beberapa unsur tersebut. kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk beraktifitas. Melihat penjelasan mengenai pengertian kepemimpinan dan kepala madrasah tersebut. Meskipun masih banyak definisi atau pengertian tentang kepemimpinan yang dikemukakan para ahli lainnya. bahwa kepemimpinan merupakan suatu tindakan atau aktifitas kegiatan untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi. Kepala madrasah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu madrasah dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.memberikan motivasi dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakantindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang dilakukan. maka dapat ditarik suatu maksud bahwa kepemimpinan kepala madrasah adalah kemampuan kepala madrasah untuk memimpin. ‡ Robert Tannen Baun. tinjauan menyeluruh mengenai jenis-jenis pendekatan kepemimpinan sangat bermacam-macam. atau mempengaruhi bawahan. interaksi dan otoritas. 2. Studi kepemimpinan yang terdiri dari berbagai macam pendekatan. melakukan koordinasi. karena kepemimpinan telah dipelajari melalui berbagai cara yang berbedabeda tergantung pada konsepsi kepemimpinan dan pilihan metodologi para penelitinya. termasuk dalam hal ini adalah organisasi pendidikan. Irving R. memimpin. melakukan koordinasi serta megambil keputusan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. adanya aktifitas. meggerakkan. Sehingga studi kepemimpinan hanya memperlakukan atau dihadapkan pada satu aspek yang sempit seperti pengaruh bawahan atau sifat-sifat pribadi.

pendekatan perilaku. Pendekatan sifat Pendekatan ini menekankan pada kualitas pemimpin. Pendekatan Perilaku Pendekatan perilaku ini merupakan pendekatan yang mendasarkan pada pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh sikap dan gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin yang bersangkutan. 8) memiliki kecerdasan. Dengan demikian dari pendekatan sifat ini masih terdapat kelemahan-kelemahan antara lain: pertama. kepemimpinan dipandang sebagai sesuatu yang mengandung banyak unsur individu. dan pendekatan situasional´. 5) mempunyai keteguhan hati. 6) unggul dalam teknik kerja. 3) selalu bergairah. Pada dasarnya terdapat tiga pendekatan utama dalam kepemimpinan yaitu: ³pendekatan sifat. keluasan hubungan sosial. Kedua. Keith Davis seperti yang dikutib Miftah Toha merumuskan empat sifat yang tampaknya mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi antara lain: kecerdasan dan kedewasaan. dan imajinasi. ketekunan. daya ingat. 1). cara memberi bimbingan. ketrampilan. Penganut pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan sifat-sifat kepribadian yang dimiliki oleh pemimpin yang berhasil dan yang tidak berhasil. mengemukakan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin antara lain: 1) berbadan sehat. . dalam hal bagaimana seorang pemimpin memberi perintah. hal ini menunjukkan hanya dengan menggunakan pendekatan sifat saja masalah kepemimpinan tidak akan dapat difahami dan dipecahkan dengan baik. membagi tugas dan wewenangnya. Pendekatan sifat berpendapat bahwa keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin dipengaruhi oleh sifat-sifat yang dimiliki oleh pribadi seorang pemimpin. sifat-sifat tersebut ada pada seseorang karena pembawaan atau keturunan. cara berkomunikasi. Banyak ahli yang telah berusaha meneliti dan mengemukakan pendapatnya mengenai sifat-sifat baik manakah yang diperlukan bagi seorang pemimpin agar dapat dan sukses dalam kepemimpinannya. Sifat-sifat pribadi mencakup kondisi fisik. 10) percaya pada diri sendiri. Sikap dan gaya kepemimpinan itu tampak dalam kegiatan sehari-hari. 4) bersifat ramah-tamah. cara mendorong semangat kerja bawahan. sampai kini para peneliti belum berhasil menemukan satu atau sejumlah sifat yang dapat dipakai sebagai ukuran untuk membedakan pemimpin dan bukan pemimpin. 2) yakin akan maksud dan tujuan organisasi. tidak adanya kesesuaian atau pendapat diantara para pakar tentang rincian sifat atau ciri-ciri kepemimpinan. motifasi dan dorongan berprestasi. terlalu sulit untuk menetapkan sifat-sifat yang harus dimiliki pemimpin karena setiap orang yang menjadi pemimpin memiliki keunikan masing-masing. Pendekatan ini bertolak dari asumsi bahwa individu merupakan pusat kepemimpinan. dalam pendekatan sifat mencoba menerangkan sifat-sifat yang membuat seseorang berhasil. 7) sanggup bertindak tegas. Meskipun telah banyak penelitian tentang sifat kepemimpinan.kepemimpinan. Chester L. Sedangkan keunggulan subyektif menyangkut keyakinan. cara mengambil keputusan dan lain sebagainya. 9) pandai mengajari bawahan. Sehingga seseorang menjadi pemimpin karena sifat-sifatnya yang dibawa sejak lahir bukan dibuat atau dilatih. penguasaan teknologi. situasi tertentu dan kondisi tertentu memerlukan kepemimpinan yang memiliki sifat dan ciri tertentu sesuai tuntutan situasi dan kondisi tertentu. Barnad dalam ³ The function of the executive´ mengemukakan dua sifat pemimpin yaitu sifat-sifat pribadi dan keunggulan subyektif. 2). Orway Tead seperti yang dikutip Purwanto. daya tahan. dan keberanian. Ketiga. daya tanggap pengetahuan. sikap-sikap hubungan sosial. kuat dan penuh energi. kesopanan.

mementingkan batas waktu pelaksanaan tugas kepada bawahan.Menekankan kepada hasil dan tujuan organisasi .Mempercayai orang lain dengan pendelegasian tanggung jawab .Melaksanakan pendelegasian yang jelas dan menentukan kepada anggota. antara lain: a. selalu memberi petunjuk kepada bawahan tentang cara melaksanakan tugas. Kepemimpinan Suportif .Memberikan dorongan dan penghargaan atas usaha orang lain .Menetapkan dan memperkuat kembali kebijakan organisasi . Harsey dan Blanchard sebagaimana dikutip Sujana menjelaskan bahwa perilaku atau perbuatan seseorang pemimpin cenderung mengarah pada dua hal yaitu konsiderasi dan struktur inisiasi. dan memperlakukan bawahan sebagaimana pemimpin memperlakukan dirinya sendiri.Memberikan ganjaran atas nama perseorangan 4. Kepemimpinan partisipatif dengan tanda-tanda: . Sedangkan struktur inisiasi adalah perilaku pemimpin cenderung mementingkan tujuan organisasi.Menunjukkan keramahan dan kemampuan untuk melaksanakan pendekatan .Menembangkan suatu pandangan organisasi yang kohesif sebagai dasar penngambilan keputusan .Membuat jadwal kegiatan .Mengusahakan dan menyediakan sumber-sumber yang diperlukan . Masing-masing dimensi ditandai dengan berbagai ciri sebagai berikut: 1. fasilitatif.Mencari masukan dan nasehat yang menentukan . Konsiderasi adalah perilaku pemimpin untuk memperhatikan bawahan. 2. para ahli mengembangkan teori kepemimpinan kedalam berbagai macam klasifikasi.Cepat mengambil tindakan dalam keputusan yang mendesak . teori kepemimpinan empat faktor meliputi dimensi-dimensi: stuktural. b.Membantu perkembangan kepemimpinan yang posisional dan kepemimpinan yang sedang .Membantu pekerjaan agar dilaksanakan 3. Kepemimpinan Fasilitatif .Pendekatan akan berbagai persoalan dengan fikiran terbuka . mau berkonsultasi. Ciri-ciri perilaku konsiderasi adalah ramah-tamah. Teori Dua faktor Berdasarkan teori ini. suportif. dan selalu mengawasi optimasi kemampuan bawahan dalam melaksanakan tugas.Dengan menggunakan pendekatan perilaku.Menekan atau memperkecil kertas kerja yang birokratis . menetapkan standar tertentu tentang tugas pekerjaan. mendukung dan membela bawahan. dan partisipatif.Memberikan saran atas masalah kerja yang terkait . menerima usul bawahan. .Mau dan bersedia memperbaiki posisi-posisi yang telah terbentuk .Meningkatkan moral / semangat staf . teori empat faktor sangat mempunyai peranan yang penting.Memperkuat relasi yang positif dengan pemerintah ataupun masyarakat. Ciri-ciri perilaku struktur inisiasi adalah memberikan kritik terhadap pelaksanaan tugas yang tidak tepat. Teori Empat Faktor Dalam usaha meningkatkan kualitas kepemimpinan. Kepemimpinan Struktural .Memantau penerapan keputusan .

Orientasi kepada atasan (superior orientation). pemimpin dengan jelas mendefinisikan peranan kepemimpinan dan memberikan kesempatan bawahan mengetahui apa yang diharapkan dari mereka. l.Bekerja secara aktif dengan perseorangan atau kelompok . j. d. 3). tetapi juga berbagai faktor situasi dan saling berhubungan antara situasi dengan . terlibat dalam keputusan dan berbuat. i.tumbuh . b. Teori kepemimpinan kontingensi Teori ini dikembangkan oleh Fiedler dan Chemers. Tuntutan perdamaian (reconciliation). Integrasi (integration). Ketepatan yang bersifat prediktif (predictive accuracy). g. Pendekatan ini menitik beratkan pada berbagai gaya kepemimpinan yang paling efektif diterapkan dalam sitiasi tertentu. pemimpin memelihara hubungan ramah-tamah dengan atasan yang mempunyai pengaruh terhadap pemimpin. disimpulkan bahwa seseorang menjadi pemimpin bukan saja karena faktor kepribadian yang dimiliki. pemimpin memperlihatkan wawasan ke depan dan kecakapan untuk memperkirakan hasil yang akan datang secara akurat. pemimpin memperhatikan ketenangan. c. Asumsi peranan (Role Assumption). dengan mengkaji kepemimpinan dari beberapa variabel yang mempengaruhi perilaku akan memudahkan menentukan gaya kepemimpinan yang paling cocok. pemimpin secara aktif menggunakan peranan kepemimpinannya daripada menyerahkan kepemimpinan kepada yang lain. pemimpin membiarkan bawahan berkesempatan untuk berinisiatif. pemimpin mementingkan atau menekankan kepada hal-hal yang bersifat produktif. dan berjuang untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi. Konsiderasi (concideration). pemimpin mendamaikan tuntutan konflik dan mengurangi ketidakteraturan dari sistem yang ada. Perwakilan (representation). pemimpin berbicara dan bertindak sebagai wakil kelompok. Toleran terhadap ketidakpastian (tolerance of uncertainty). Keyakinan (persuasiveness). kesejahteraan. Stogdill juga mengemukakan bahwa untuk menilai perilaku kepemimpinan ada 12 faktor yang perlu diperhatikan. pemimpin mampu menggunakan persuasi dan organisasi secara efektif serta memperlihatkan keyakinan yang kuat . berdasarkan hasil penelitianya pada tahun 1950. pemimpin mampu memberikan toleransi terhadap ketidakpastian dan penundaan tanpa kekhawatiran atau gangguan. Struktur inisiasi (inisiation of structure). Pendekatan situasional Pendekatan situasional hampir sama dengan pendekatan perilaku. Dalam hal ini kepemimpinan lebih merupakan fungsi situasi dari pada sebagai kualitas pribadi. h. k. Menurut pandangan perilaku. f. e. Kedua belas faktor tersebut sangat membantu dalam menganalisa dan memperbaiki perilaku pemimpin dalam organisasi apapun. dan kontribusi (bantuan) bawahan. Toleransi kebebasan (tolerance of freedom). dan merupakan kualitas yang timbul karena interaksi orang-orang dalam situasi tertentu. pemimpin memelihara secara akrab jaringan organisasi dan mengatasi konflik antar anggota.Melibatkan orang lain secara tepat dalam pengambilan keputusan. Penekanan pada hal-hal yang produktuif (productive emphasis). Yaitu: a. keduanya menyoroti perilaku kepemimpinan dalam situasi tertentu. Terdapat beberapa studi kepemimpinan yang menggunakan pendekatan ini antara lain: a.

Menurut teori ini gaya kepemimpinan akan efektif jika disesuaikan dengan tingkat kematangan anak buah. Adapun kematangan adalah kemampuan dan kemauan anak buah dalam mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas. perilaku hubungan dan kematangan. Mereka telah memiliki kemauan untuk melakukan tugas. apa yang harus diperbuat. sedangkan hubungan hanya dilakukan sekedarnya saja. yaitu gaya ketika pemimpin merasa puas jika tugas bisa dilaksanakan. serta ada 3 faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu: hubungan antara pemimpin dan bawahan. Dari ketiga faktor tersebut. Gaya ini menekankan pada tugas. b. dan bagaimana mengerjakannya. dan decicated. Gaya Menjual (Selling) Gaya ini diterapkan apabila kondisi anak buah dalam taraf rendah sampai moderat. karena itu tekanan utama dari teori ini terletak pada perilaku pemimpin dalam hubungannya dengan anak buah. Gaya kepemimpinan yang tepat untuk diterapkan dalam keempat tingkat kematangan anak buah dan kombinasi yang tepat antara perilaku tugas dan perilaku hubungan adalah: 1. Kedua. serta mengawasi mereka secara ketat. kapan. tingkat kematangan anak buah merupakan faktor yang paling dominan. c. Keberhasilan pemimpin bergantung baik pada diri pemimpin maupun kepada keadaan organisasi. Gaya mendikte (Telling) Gaya ini diterapkan jika kematangan anak buah rendah. dan memerlukan petunjuk serta pengawasan yang jelas.kepemimpinan. Selanjutnya pada saat anak buah mencapai tingkat kematangan penuh dan sudah dapat mandiri. Teori kepemimpinan situasional Teori ini merupakan pengembangan dari model kepemimpinan tiga dimensi yang didasarkan pada hubungan antara tiga faktor yaitu perilaku tugas. gaya kepemimpinan yang mengutamakan tugas. bagaimana. Makin matang anak buah. perhatian pada orang dan dimensi efektifitas. Teori kepemimpinan tiga dimensi Teori ini dikemukakan oleh Reddin guru besar Universitas New Brunswick Canada. Berdasarkan ketiga dimensi tersebut Fiedler menentukan dua jenis gaya kepemimpinan dan dua tingkat yang menyenangkan. Perilaku hubungan merupakan ajakan yang disampaikan oleh pimpinan melalui komunikasi dua arah yang meliputi mendengar dan melibatkan anak buah dalam pemecahan masalah. Reddin menyatakan bahwa keempat gaya tersebut menjadi efektif atau tidak efektif tergantung pada situasi. yaitu Integred. Gaya ini disebut menjual karena pemimpin selalu memberikan petunjuk yang banyak. kapan. serta kekuasaan yang berasal dari organisasi. struktur tugas. Pertama. pemimpin sudah dapat mendelegasikan wewenang kepada anak buah. hal tersebut menunjukkan bahwa efektifitas kepemimpinan bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat kondisi yang menyenangkan dalam situasi tertentu. . separated. pemimpin harus mengurangi perilaku tugas dan perilaku hubungan. Gaya kepemimpinan Reddin sama dengan jaringan manajemen yangn dimiliki empat gaya dasar kepemimpinann. tetapi belum didukung oleh kemampuan yang memadai. 2. dan dimana tugas dilakukan. related. gaya kepemimpinan yang mengutamakan hubungan kemanusiaan. Gaya ini disebut mendikte karena pemimpin dituntut untuk mengatakan apa. Menurut Fiedler tidak ada gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua situasi. Perilaku tugas merupakan pemberian petunjuk oleh pimpinan terhadap anak buah melalui penjelasan tertentu. menurutnya ada tiga dimensi yang dapat dipakai untuk menentukan gaya kepemimpinan yaitu: perhatian pada produksi atau tugas.

maka proses kepemimpinan tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan rutin yang diulang-ulang. Tidak satupun cara bertindak/berbuat yang dapat digunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama. Gaya ini disebut mengikut sertakan karena pemimpin dengan anak buah bersama-sama berperan dalam proses pengambilan keputusan. fungsi kepemimpinaan adalah sebagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. maka situasi dan kondisi organisasilah yang mendorong seseorang berperan sebagai pemimpin. yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada di dalam dan bukan di luar situasi itu. maka seorang pemimpin bukanlah sekedar seorang tukang atau juru. Proses kepemimpinan pada dasarnya merupakan interaksi antara manusia dengan makhluk sosial. Oleh sebab itu. Dari uraian tersebut diatas. yang jelas bahwa pemimpin itu harus memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan anggota-anggota biasa lainnya. kepemimpinan yang efektif adalah keberhasilan pemimpin dalam memerankan fungsifungsi kepemimpinan dengan baik yang sekaligus mampu membawa para bawahan untuk melakukan tugas-tugasnya dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. Dalam kematangan semacam ini. . Mereka mempunyai kemampuan. melalui pengawasan umum. Kepemimpinan tidak dapat dilepaskan hubungannya dengan situasi sosial yang terbentuk dan sedang berlangsung di lingkungan suatu organisasi. Sedangkan berdasarkan situasinya. Berdasarkan pendekatan dan teori kepemimpinan tersebut. diperlukan tugas serta hubungan yang tinggi agar dapat memelihara dan meningkatkan kemauan yang telah dimiliki. Hal ini dilakukan jika anak buah berada pada tingkat kedewasaan yang tinggi. 4. tampak adanya dua konsepsi tentang bagaimana seseorang dapat dikatakan memegang peranan sebagai pemimpin. Gaya ini disebut mendelegasikan karena anak buah dibiarkan melaksanakan kegiatannya sendiri. masalah-masalah yang dihadapi. 3. tetapi kurang memiliki kemauan kerja dan kepercayaan diri. upaya tugas tidak diperlukan. Terlepas dari adanya teori yang seakan-akan kontradiktif tersebut. apalagi berbeda di lingkungan suatu organisasi oleh seorang pemimpin. seseorang melaksanakan kepemimpinannya karena memiliki sifat pribadi dan kemampuan sebagai pemimpin. demikian upaya hubungan. Berdasarkan pandangan tentang sifat seorang pemimpin. Gaya melibatkan diri Gaya ini diterapkan apabila tingkat kematangan anak buah berada dalam taraf kematangan moderat sampai tinggi. melainkan seseorang dengan sifat-sifat unggulnya harus mampu menempatkan posisinya secara efektif terhadap segala hubungan yang terjadi diantara sesama anggota atau antar kelompok. Fungsi Kepemimpinan Dalam kehidupan organisasi. namun upaya hubungan perlu ditingkatkan dengan membuka komunikasi dua arah. Sedangkan fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok/organisasi masing-masing. Gaya mendelegasikan Gaya ini diterapkan jika kemampuan dan kemauan anak buah telah tinggi. Sebab dengan kelebihan-kelebihan tersebut.Dalam tingkat kematanga anak buah yang seperti ini. 3. Oleh karena situasi itu selalu berkembang dan dapat berubah-ubah. pemimpin bisa berwibawa dan dipatuhi bawahannya. Fungsi artinya jabatan (pekerjaan) yang dilakukan atau kegunaan suatu hal atau kerja suatu bagian tubuh. serta situasi dan kondisi organisasi yang dipimpinnya. Dalam tingkat kematangan seperti ini upaya tugas hanya diperlukan sekedarnya saja.

Pada tahap pertama dalam usaha menetapkan keputusan. bagaimana. baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya. 2) Fungsi konsultatif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Berkaitan dengan fungsi kepemimpinan. kapan. sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Orang-orang penerima delegasi itu harus diyakini merupakan pembantu pimpinan yang memiliki persamaan prinsip. Cara bertindak dari seorang pemimpin didasari oleh keputusan yang ditetapkannya. pemimpin sebagai komunikator merupakan pihak yang menentukan apa. dan dimana perintah itu dikerjakan agar keputusan dapat dilaksanakan secara efektif. Fungsi pengendalaian ini dapat diwujudkan melalui kegiatan bimbingan. persepsi dan aspirasi. koordinasi. Tahap berikutnya konsultasi dari pimpinan pada orang-orang yang dipimpin dapat dilakukan setelah keputusan ditetapkan dan sedang dalam pelaksanaan. Cara bertindak sama di lingkungan organisasi yang berbeda dengan situasi sosial yang tidak sama. pemimpin kerapkali memerlukan bahan pertimbangan yang mengharuskannya berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya yang dinilai mempunyai berbagai bahan informasi yang diperlukan dalam menetapkan putusan. 5) Fungsi pengendalian Fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang sukses mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif. Keikutsertaan pemimpin harus tetap dalam fungsi sebagai pemimpin dan bukan pelaksana. 4) Fungsi delegasi Fungsi ini dilaksanakan dengan memberikan pelimpahan wewenang membuat dan menetapkan keputusan. yang sangat dipengaruhi oleh kemampuan menganalisa situasi sosial organisasinya. Partisipasi tidak berarti bebas berbuat semaunya. karena harus diwujudkan dalam interaksi antar individu dalam situasi sosial suatu kelompok/organisasi. Fungsi kepemimpinan tersebut memiliki dua dimensi utama yaitu kemampuan pemimpin dalam mengarahkan (direction) dan tingkat dukungan (support) dari anggota organisasi.Dengan demikian berarti juga suatu cara bertindak yang efektif dari seorang pemimpin tidak dapat ditiru secara tepat dengan mengharapkan hasil yang sama efektifnya oleh pemimpin yang lain. Seorang pemimpin bertugas memberikan struktur yang jelas dari situasi-situasi yang rumit . Kepemimpinan yang efektif memerlukan kemampuan menggerakkan dan memotifasi orang lain agar mau melaksanakan perintah. yang secara operasional dibedakan menjadi lima pokok fungsi kepemimpinan antara lain: 1) Fungsi Instruktif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. maka hasilnya juga akan berbeda. Konsultasi itu dilaksanakan dengan maksud untuk memperoleh umpan balik untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan. ³Pemimpin yang efektif akan selalu berusaha mengembangkan situasi sosial yang bersifat kebersamaan yang mampu memberikan dukungan positif terhadap keputusan yang ditetapkannya´ Fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial. tetapi dilaksanakan secara terkendali dan terarah berupa kerja sama dengan tidak mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain. 3) Fungsi partisipatif Dalam menjalankan fungsi ini pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya. pengarahan. Fungsi delegasi pada dasarnya berarti kepercayaan. baik melalui persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pimpinan. Gerungan sebagaimana mengutip pendapat Ruch bahwa ada tiga fungsi utama dari pemimpin antara lain: 1. dan pengawasan.

Krech dan Crutchfield mengemukakan pendapat mengenai fungsi pemimpin. 14. Seorang eksekutif. Seorang idealis. yaitu ikut berkiprah dalam mencapai tujuan kelompok. Seorang pengambil alih tanggung jawab. 5. yaitu pemimpin menentukan kebijakan kelompok yang dipimpinnya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. pencurahan isi hati dari para anggota kelompoknya. Seorang penengah atau pelerai. Ini juga berarti bahwa seorang pemimpin bertugas mengendalikan perilaku anggota kelompok dan kelompok itu sendiri. Seorang pemimpin harus dapat merasakan dan menerangkan kebutuhan-kebutuhan kelompok yang dipimpinnya ke dunia luar. 6. 8. 7. yaitu pemimpin mewakili kelompoknya ke dunia luar kelompoknya. dan pemimpin juga berkewajiban untuk memulihkan kembali hubungan yang kurang baik itu. yaitu seorang pemimpin bertugas sebagai pelerai atau sebagai penengah bila dalam kelompok terdapat perselisihan diantara para anggota. Seorang pemimpin bertugas mengawasi dan menyalurkan perilaku kelompok yang dipimpinnya (controlling group behavior). Apa yang semestinya dikerjakan oleh kelompok perlu direncanakan. juga bertanggung jawab atas pelaksanaan hal-hal yang telah digariskan dalam kelompok yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus mempunyai pendirian kuat agar tidak mudah terobangambing oleh pengaruh dari luar kelompoknya. keadaan ini terutama akan terjadi bila kelompok yang dipimpinnya membuat kesalahan. bahwa seorang pemimpin perlu benar-benar memahami ideologi kelompoknya. bahwa pemimpin itu sebagai: 1. sehingga dalam kepemimpinannya akan sesuai dengan aspirasi yang ada dalam kelompoknya. tujuan. Figur seorang ayah. 13. Seorang pengontrol perilaku atau hubungan para anggotanya. yaitu bahwa seorang pemimpin berkewajiban mengambil alih tangguing jawab atas tindakan anggotanya. 3. digariskan oleh pemimpin. menjadi teladan baik dalam ucapan maupun dalam perilaku dari yang dipimpinnya. 2. harapanharapan atau hal-hal yang lain. yaitu seorang pemimpin harus bersedia menjadi kambing hitam.yang dihadapi oleh kelompoknya ( Structuring the situation). 11. 3. Seorang yang mewakili kelompok keluar. Seorang pemberi hadiah atau hukuman. Seorang pembuat kebijakan. Pemimpin sebagai cerminan sifat-sifat atau kepribadian kelompok yang dipimpinnya. Seorang panutan. Seorang pemimpin dalam keadaan yang diperlukan perlu memberikan hukuman atau hadiah. Seorang pemimpin bertugas sebagai juru bicara kelompok yang dipimpinnya (spokesman of the group). yaitu sebagai tempat identifikasi. yaitu pemimpin sebagai sumber informasi dari anggota kelompok yang dipimpinnya. 9. yaitu seorang pemimpin harus mampu menjadi panutan. baik mengenai sikap kelompok. Karena itu seorang pemimpin harus peka terhadap keadaan atau situasi dalam kelompoknya. hal tersebut biasanya . Seorang Ahli. Seorang simbol dari kelompok. disadari atau tidak seorang pemimpin ikut memikul tanggung jawab segala tindakan dari yang dipimpinnya. 2. yaitu pemimpin bertugas membuat rencana kegiatan dari yang dipimpinnya. 12. bahwa seorang pemimpin merupakan lambang dari yang dipimpinnya. Sehingga diharapkan seorang pemimpin adalah seorang yang ahli dalam bidang yang dipimpinnya. Seorang perencana. 10. 4. Kambing hitam.

sehingga melahirkan penelitian kepemimpinan yang berbeda-beda. berusaha mengembangkan kebebasan berfikir dan mengeluarkan pendapat. Dalam proses kepemimpinan selalu terlihat titik berat yang berbeda dalam mewujudkan fungsifungsi kepemimpinan. mendayagunakan pengawasan sebagai alat pengendali. cara-cara yang digunakan merupakan pencerminan sikap dan pandangan pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya. Setiap perbedaan pendapat diantara para anggotanya diartikan . sedang yang lainnya menerapkan fungsi delegasi. Tipe Kepemimpinan Dalam menggerakkan atau memotivasi orang lain agar melakukan tindakan-tindakan yang selalu terarah pada pencapaian tujuan organisasi.akan dilemparkan kepada pemimpin. Seluruh fungsi tersebut diselenggarakan dalam aktifitas kepemimpinan secara integral. Kewajiban bawahan adalah hanya mengikuti dan menjalankan. Laizes faire. hampir sebanyak para ahli yang melakukan penelitian. Adapun dalam pelaksanaannya pemimpin berkewajiban menjabarkan program kerja. Dalam kepemimpinan yang otokratis. Demokratis. Fungsi kepemimpinan dalam kehidupan organisasi adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. Melihat fungsi-fungsi tersebut tidaklah ringan beban yang diemban oleh seorang pemimpin. Baginya. Tetapi untuk merumuskan apa yang menjadi fungsi kepemimpinan adalah sulit. memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. sama sulitnya memberikan definisi kepemimpinan itu sendiri. Kekuasaan pemimpin yang otokratis hanya dibatasi oleh undang-undang. yang memberikan gambaran pula tentang bentuk (tipe) kepemimpinan yang dijalankan. Pemimpin yang otokratis tidak menghendaki musyawarah. sehingga sudah barang tentu untuk menjadi pemimpin dituntut persyaratan-persayaratan tertentu agar dalam melaksanakan kepemimpinannnya dapat berlangsung dengan baik. Masing-masing penelitian berdiri sendiri tidak saling terkait sesuai dengan latar belakang konsep yang dimiliki oleh pakar. antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya. Disamping itu mungkin pula ada yang melaksanakannya dalam bentuk kombinasi. Kesulitan ini terjadi sebab kepemimpinan menarik perhatian para ahli untuk menelitinya. seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan atau kecakapan dan keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan kepemimpinannya. 1) Kepemimpinan Otokratis Tipe kepemimpinan ini otokratis merupakan tipe kepemimpinan yang paling tua dikenal manusia. rapat hanyalah sebagai sarana untuk menyampaikan instruksi-instruksi. yang berikutnya partipasi dan lain-lain. mengembangkan kerjasama yang harmonis. penafsirannya sebagai pemimpin tidak lain adalah menunjukkan dan memberi perintah. 4. Diantaranya ada yang lebih mengutamakan fungsi instruktif. Secara teoritis tipe kepemimpinan yang pokok dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: Otokratis. berbagai cara ditempuh oleh seorang pemimpin. mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan batas tanggung jawab masing-masing. Perbedaan-perbedaan tersebut mengakibatkan terjadinya berbagai tipe kepemimpinan. Pengetahuan dan keterampilan tersebut diperoleh dari pengalaman belajar secara teori maupun dari pengalamannnya dalam praktek selama menjadi pemimpin. pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap angota-anggotanya. tidak boleh membantah ataupun mengajukan saran. mampu memberikan petunjuk yamg jelas. berusaha menumbuh-kembangkan kemampuan memikul tanggung jawab. oleh karena itu tipe ini juga merupakan yang paling banyak dikenal. Dalam melaksanakan kepemimpinannnya.

3) organisasi menjadi statis. Pemberian tugas dan kerjasama diserahkan kepada anggotanya tanpa ada petujuk atau saran dari pimpinan. Tipe ini diartikan sebagai membiarkan orang-orang berbuat sekehendaknya. karena pimpinan tidak menyukai perubahan. Pemimpin yang demokratis selalu memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan. 2) Kepemimpinan Laizes Faire Sebenarnya pemimpin dalam kepemimpinan Laises faire tidak memberikan pimpinan. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha menstimulasi anggotanya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama. Kekuasaan dan tanggung jawab bersimpang-siur. antara lain: 1) anggota akan menjadi pengekor yang tidak mampu dan tidak mau berinisiatif. Pemimpin yang temasuk tipe ini sama sekali tidak memberikan kontrol dan koreksi terhadap pekerjaan anggotanya. terutama . apakah segala perintah yang telah diberikan itu ditaati atau dijalankan dengan baik oleh para anggotanya. Tingkat keberhasilan organisasi dengan kepemimpinan laizes faire ini disebabkan karena kesadaran dan dedikasi beberapa anggota kelompok. dengan demikian mudah terjadi kekacauan. 2) kesediaan anggota dalam melaksanakan tugas didasari oleh perasaan takut dan tertekan. dalam tipe kepemimpinan laizes faire ini struktur organisasinya tidak jelas dan kabur. dan mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya. Pemimpin tidak dapat diganggu gugat. dari beberapa tipe kepemimpinan tersebut dapat saling mengisi. dan bukan karena pengaruh dari pemimpinnya. 3) Kepemimpinan Demokratis Pemimpin yang bertipe demokratis menafsirkan kepemimpinannnya bukan sebagai diktator. Segala kegiatan dilakukan tanpa rencana yang terarah dan tanpa pangawasan dari pimpinan. pembangkangan atau pelanggaran disiplin terhadap instruksi yang telah ditetapkan. hal ini berarti bukan supervisi yang dilakukan akan tetapi sebagai inspeksi. sehingga ucapan raja berlaku sebagai undang-undang atau ketentuan hukum yang mengikat. Kepemimpinan otoriter tersebut mempunyai dampak negatif dalam kehidupan organisasi. dan mematikan kreatifitas. Supervisi bagi pemimpin yang otokratis hanyalah berarti mengontrol. Dalam tindakan dan usaha-usahanya selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya. berserakan diantara anggota kelompok. Kepemimpinan dengan tipe otokratis. selalu membangun semangat anggota kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya. perkembangan biasanya datang dari para anggota. takut mengambil keputusan. baik balam tindakan maupun perbuatan. Pemimpin demokratis mempunyai kepercayaan diri sendiri dan menaruh perhatian dan kepercayaan pada anggota bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. yaitu mencari kesalahan dari para anggotanya. Biasanya. melainkan sebagai pemimpin di tengah-tengah anggota kelompoknya. Jika ada angota yang tidak taat akan diberi hukuman dan jika ada yang taat dan patuh akan diberi penghargaan bahkan dianak emaskan. Juga kritik-kritik yang membangun dari para anggota sebagai umpan balik dan dijadikan bahan pertimbangan dalam tindakan-tindakan berikutnya. Dalam prakteknya.sebagai kepicikan. banyak ditemui dalam pemerintahan absolut. Disamping itu kepemimpinan ini sering pula terlihat pada kepemimpinan diktator sebagaimana terjadi di masa Nazi Jerman dengan Hitler sebagai pemimpin yang otoriter. Pemimpin demokratis dalam melaksanakan tugasnya mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari kelompoknya.

Sifat otoriter tersebut diperlukan sebagai perwujudan kesatuan perintah agar tidak membingungkan. misalnya pemimpin dalam lingkungan partai politik. serta tipe agiator. maka dapatlah disimpulkan bahwa agar seseorang dapat tampil sebagai pemimpin yang baik dan sukses dalam melaksanakan kepemimpinannya. Disamping itu dalam batas-batas tertentu kepemimpinan otoriter masih sangat diperlukan dalam kegiatan mengontrol dan pengawasan. organisatoris dan administrator. Pemimpin menyenangi hubungan yang harmonis dengan orang-orang yang dipimpinnya. Berpijak dari teori dan tipe kepemimpinan tersebut. Tipe ini menunjukkan gejala bahwa seorang pemimpin selalu bersedia melakukan segala sesuatu untuk kepentingan orang banyak. sedia berkorban. simbol. maka semua kualitas kepemimpinan haruslah memenuhi persyaratan dan tuntunan yang diajukan oleh situasi. Pemimpin tipe ini bekerja secra terencana. Misalnya guru diangkat sebagai kepala sekolah. dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan memanfaatkan masukan dari orang lain dari dalam dan luar organisasinya. sistematis. 2) Tipe kepemimpinan simbol Pemimpin yang secara tradisional ini diakui sebagai simbol kebesaran kelompok/organisasi. Pemimpin seperti ini sering kali mampu memanfaatkan pertentangan yang ditimbulkannya untuk memperoleh dukungan dari kedua belah pihak yang bertentangan. 4) Tipe kepemimpinan ahli Dalam tipe ini seorang yang mempunyai keterampilan atau keahlian profesional dalam bidang tertentu. pengayom. seorang dokter diangkat sebagai kepala rumah sakit. 3) Tipe kepemimpinan pengayom Pemimpin yang ditempatkan sebagai kehormatan karena pengalaman dan posisinya dalam masyarakat. tipe kepemimpinan ahli. dihormati. menjalankan kepemimpinan di lingkungan organisasi yang bergerak di bidang yang sesuai dengan keahlian tersebut. 1) Tipe kepemimpinan karismatik Pemimpin diterima karena kepribadiannya yang berpengaruh. penuh pengabdian dan kesungguhan dalam menghadapi masalah dalam menjalankan kepemimpinannya. dan dipatuhi secara rela dan ikhlas sehingga diikuti pendapat dan keputusannya. 6) Tipe kepemimpinan agiator Tipe kepemimpinan agiator ini dilakukan dengan memberikan tekanan-tekanan. disegani. Dari beberapa tipe kepemimpinan yang utama tersebut. dipercaya. khususnya anggota organisasinya. menimbulkan dan mempertajam perselisihan. walaupun tidak berfungsi dan kepemimpinannnya diselenggarakan oleh orang lain yang menjadi pembantunya. . Walaupun masing-masing memiliki alasan yang berbeda.antara kepemimpinan otoriter dan kepemimpinan demokratis. 5) Tipe kepemimpinan organisatoris dan administrator Tipe kepemimpinan ini berupa kemampuan membina dan mengelola kerjasama yang efektif dalam melaksanakan kegiatannya yang terarah pada tujuan yang jelas. Terjadinya perbedaan-perbedaan mengenai tipe kepemimpina tersebut adalah atas dasar hubungan antara pemimpin dan kelompok yang dipimpinnya. Dengan kata lain dalam kepemimpinan masih diperlukan kepemimpinan otoriter walaupun sifatnya yang lebih lunak. Pemimpin selalu bertindak sebagai pelopor. mengadu domba. terdapat beberapa tipe kepemimpinan yang sifatnya sebagai pelengkap antara lain: tipe kepemimpinan Karismatik. memecah belah dan menghasut anggota organisasi dengan maksud untuk memperoleh keuntungan bagi pimpinan dengan atau tanpa kelompoknya. dan tertib.

Kemampuan untuk membangkitkan dan memupuk kepercayaan pada diri sendiri dan para guru serta staf sekolah. Koordinasi yang baik diantara para anggota organisasi madrasah khususnya kepala madrasah sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan. tempat terselenggaranya pembudayaan kehidupan umat manuisia. Keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan kepemimpinan kepala madrasah.5. Bersifat kompleks karena madrasah sebagai organisasi yang di dalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menentukan. Karena sifatnya yang komplek dan unik. Robert C. Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksankan fungsi-fungsi kepemimpinan. Kepemimpinan Kunci Keberhasilan Kepala Madrasah Madrasah adalah lembaga pendidikan yang bersifat kompleks dan unik. Kemampuan mengorganisasikan dan memantau staf dalam merumuskan perbaikan pengajaran di sekolah dalam bentuk program yang lengkap. Sebagai pemimpin pendidikan. Pertama. serta mampu melaksanakan peranan kepala madrasah sebagai seorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin madrasah. Sedang sifat unik menunjukkan bahwa madrasah sebagai organisasi memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lainnya. c. kepala madrasah bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pendidikan melalui upaya menggerakkan para bawahan kearah pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. madrasah memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. Dalam satuan pendidikan. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secar efektif dan efisien. Ciri-ciri yang menempatkan madrasah memiliki karakteristik tersendiri. Kepala madrasah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan madrasah sebagai organisasi yang kompleks dan unik. Oleh karena itu sebagai pengelola. Sebagai pengelola pendidikan. antara lain: a. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan administrasi madrasah dengan seluruh substansinya. d. kepala madrasah memiliki tugas untuk mengembangkan kinerja para personil terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan. Kemampuan untuk mendorong dan mambimbing para guru serta staf agar dengan penuh kerelaan dan tanggung jawab berpartisipasi secara aktif pada setiap usaha sekolah untuk mencapai tujuan madrasah dengan sebaik-baiknya. Kedua. kepala madrasah perlu memiliki kompetensi dasar yang . Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada. kepala madrasah sebagai pemimpin formal pendidikan di lingkungannya. Kemampuan untuk membina dan memupuk kerja sama dalam mengajukan dan melaksanakan program supervisi. Kualitas kepemimpinan kepala madrasah dalam rangka melaksanakan tugas sangatlah penting. dimana terjadi proses belajar-mengajar. kepala madrasah menduduki dua jabatan penting untuk bisa menjamin kelangsungan proses pendidikan. bimbingan serta visi dan misi yang ingin dicapai oleh kepala madrasah. oleh karena laju perkembangan kegiatan/program pendidikan yang ada di setiap madrasah ditentukan oleh arahan. b. Sebagai pemimpin formal. sebagaimana dinyatakan oleh Wahjosumidjo bahwa ³keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah´. Bog sebagaimana dikutip Idhochi Anwar mengemukakan empat kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin pendidikan. kepala madrasah adalah pengelola pendidikan secara keseluruhan.

Ketika menunjukkan kekuatan ini kepala madrasah memainkan peranan sebagai kepala dan memberikan model bagi tujuan-tujuan dan tingkah laku yang baik. pengalaman. Sedangkan prinsip pengaturan manusia meliputi pemberian dukungan dan kesempatan oleh kepala madrasah kepada para guru dan pegawai lainya. usia. Kekuatankekuatan tersebut adalah: kekuatan teknikal. Persyaratan itu adalah ketentuan untuk menduduki suatu jabatan tertentu yang mengharuskan seseorang yang mendudukinya menjalakan fungsi kepemimpinan. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini kepala madrasah bertindak sebagai seorang yang mendefinisikan. Prinsip kekuatan teknikal ini bisa dikatakan sama dengan prinsip perencanaan dan manajemen. memberi penyuluhan pada guru. dan kekuatan budaya. 4) Kekuatan simbolik Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek simbolik kepemimpinan. Ngalim Purwanto menjelaskan bahwa syarat minimal bagi seorang kepala sekolah antara lain: 1. Persyaratan-persyaratan formal tersebut bukanlah yang dimaksudkan sebagai persyaratan kepemimpinan. 3) Kekuatan pendidikan Kekuatan pendidikan merupakan kekuatan kepemimpinan yanng berasal dari pengetahuan mengenai permasalahan pendidikan dan persekolahan. kekuatan manusia. Prinsip kekuatan pendidikan adalah menemukan masalah pendidikan.disyaratkan. memperkuat serta mengartikulasikan nilai-nilai. kekuatan simbolik. kecakapan antar pribadi. Menpunyai pengalaman bekerja yang cukup. 2. Kepala sekolah/madrasah adalah jabatan pemimpin yang tidak bisa diisi oleh orang-orang tanpa didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan. Prinsip kekuatan manusia ini bisa dianggap merupakan pengaturan manusia meliputi hubungan antar manusia. kekuatan pendidikan. serta memberi tanda pada yang lain mengenai apa yang penting dan berharga bagi kegiatan persekolahan. pengembangan program pendidikan dan supervisi. pangkat dan integritas. Memiliki ijasah yang sesuai dengan ketentuan/peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 5) Kekuatan budaya Kekuatan budaya merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan madrasah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu madrasah. M. Siapapun yang diagkat menjadi kepala madrasah harus ditentukan melalui prosedur serta persyaratan-persyaratan tertentu seperti: latar belakang pendidikan. 2) Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi sosial dan antar pribadi suatu madrasah yaitu unsur manusianya. 1) Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen dan berhubungan dengan aspekaspek teknis kepemimpinan. terutama di sekolah yang sejenis dengan sekolah . serta teknik-teknik pemberian motifasi dengan berbagai instrumen. mengadakan supervisi dan evaluasi serta pengembangan staf dan kurikulum. Prinsip-prinsip kekuatan pendidikan ini mengandunng unsur-unsur pengajaran. kepercayaan dan segi-segi budaya yang memberikan identitas yang unik pada madrasahnya. yaitu berupa kekuatan-kekuatan kepemimpinan yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. Kekuatan teknikal ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya pengaturan kegiatan persekolahan yang baik.

Pengalaman semasa menjadi . memberikan nasehat kepada warga madrasah. terutama sikap dan sifat-sifat kepribadian yang diperlukan bagi kepentingan pendidikan. kepala madrasah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. terutama mengenai bidang-bidang penngetahuan dan pekerjaan yang diperlukan bagi sekolah yang dipimpinya. Kepala madrasah sebagai edukator Dalam melaksanakan fungsinya sebagai edukator. Menciptakan iklim yang konduktif. namun tidak dengan sendirinya membuat kepala madrasah menjadi profesional dalam melaksanakan tugas. Dalam hal ini faktor pengalaman akan sangat mempengaruhi profesionalisme kepala madrasah. Dalam peranan sebagai pendidik. b) Pembinaan moral yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ajaran baik-buruk mengenai suatu perbuatan. fisik dan artistik bagi para guru dan staf di lingkungan kepemimpinanya. a) Pembinaan mental yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan sikap batin dan watak. Berbagai kasus menunjukkan masih banyak kepala madrasah yang terpaku dengan urusan-urusan administrasi yang sebenarnya bisa dilimpahkan kepada tenaga administrasi. kepala sekolah/madrasah sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai edukator. dan motivator. Mempunyai keahlian dan berpengetahuan luas. moral. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan. 3. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan dimadrasahnya. innovator. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugas masing-masing tenaga kependidikan. 4. Dalam pelaksanaanya pekerjaan kepala madrasah merupakan pekerjaan berat yang menuntut kemampuan ekstra. dan meningkatkan sedikitnya empat macam nilai yaitu: pembinaan mental. terutama dalam mendukung terbentuknya pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanaan tuganya. memajukan. a. c) Pembinaan fisik yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yanng berkaitan dengan kondisi jasmani atau badan. baik yang diprogramkan di sekolah maupun yang diselenggarakan oleh masyarakat sekitar. Sebagai edukator. leader. d) Pembinaan artistik yaitu membina tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni keindahan. bahkan diangkat dari guru yang sudah berpengalaman atau mungkin sudah lama menjabat sebagai wakil kepala madrasah. Meskipun pengangkatan kepala madrasah tidak dilakukan secara sembarangan. manajer. Dalam hal ini kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas secara proporsional dan profesional.yang dipimpinya. kepala madrasah harus berusaha menanamkan. serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik. Kepala madrasah profesional harus mampu memberikan dorongan agar para tenaga kependidikan terlibat secara aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olahraga. supervisor. Mempunyai ide dan inisiatif yanng baik untuk kemajuan dan pengembangan sekolahnya. memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan. administrator. 5. kesehatan dan penampilan mereka secara lahiriah. Memiliki kepribadian yang baik. Kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat kepada seluruh warga madrasah. Pihak madrasah dalam menggapai visi dan misi pendidikan perlu ditunjang oleh kemampuan kepala madrasah dalam menjalankan roda kepemimpinanya.

pengorganisasian. yaitu: 1. Oleh karena itu salah satu tugas kepala madrasah adalah sebagai . Adalah juru penengah 6. d. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama yang kooperatif. karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. mengorganisasi. ada delapan macam fungsi seorang manajer yang perlu dilaksanakan dalam organisasi. kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk menngelola kurikulum. mengelola administrasi peserta didik. yang diwujudkan dalam kemampuan menyusun program sekolah. menjadi wakil kepala madrasah. komunikasi. b. mengelola administrasi personalia. Dalam ranngka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. penyusunan dan pendokumenan seluruh program pengajaran. Adapun fungsi pokok dari administrasi pendidikan seperti diungkap oleh Purwanto adalah perencanaan. Dengan waktu dan sumber yang terbatas mampu menghadapi berbagai persoalan 4. kepala madrasah harus memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinanya dengan baik. c. memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya. Dikatakan suatu proses. Kepala madrasah sebagai administrator Kepala madrasah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktifitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan. dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program madrasah. Bekerja dengan dan melalui orang lain 2. kepegawaian. dan mengelola administrasi keuangan. demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. pengkoordinasian. Sesuai dengan yang ditetapkan dalam penilaian kinerja kepala madrasah. Pengambil keputusan. berfikir secara realistik dan konseptual 5. Kepala madrasah sebagai supervisor Kegiatan utama pendidikan di madrasah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. pembiayaan dan evaluasi. Kepala madrasah sebagai manajer Manajemen pada hakekatnya merupakan suatu proses merencana. Secara spesifik.guru. Seorang politisi 7. mengelola administrasi kearsipan. dan mendayagunakan sumberdaya madrasah secara optimal. memberdayakan tenaga kependidikan. Seorang diplomat 8. Menurut Stoner sebagaimana dikutip Wahjosumidjo. supervisi. organisasi personalia. mengelola administrasi sarana dan prasarana. atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala madrasah dalam melaksanakan pekerjaanya. sehingga seluruh aktifitas organisasi madrasah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektifitas pembelajaran. Bertanggunng jawab dan mempertanggung jawabkan 3.

membuka komunikasi dua arah dan mendelegasikan tugas. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. maka kepala madrasah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru senior untuk melaksanakan supervisi. pengawasan. staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing-masing. termasuk menstimulasi. Kepala madrasah sebagai seorang pemimpin harus mampu mendorong timbulnya kemauan yang kuat dengan penuh semangat dan percaya diri para guru. keahlian dasar. 4. dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku. pengalaman. dikemukakan bahwa supervisi adalah: Segala usaha pejabat sekolah dalam memimpin guru-guru dan tenaga kependidikan lainya. Pengawasan dan pengendalian ini merupakan kontrol agar kegiatan pendidikan di madrasah terarah pada tujjuan yang telah ditetapkan. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. Membangkitkan dan meranngsang para guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya. menyeleksi. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. dan atau menngirim mereka untuk mengikuti penataran-penataran. e. bahan pengajaran dan metodemetode mengajar serta evaluasi pengajaran. mencari. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media insruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar. 5. meyeleksi pertumbuhan dan perkembangan guru-guru. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. Kepala madrasah sebagai leader Kepala madrasah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk. 2. Pengawasan dan pengendalianjuga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar para tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya. Keberhasilan kepala madrasah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh: meningkatnya kesadaran tenaga kependidikan untuk meningkatkan kinerjanya dan meningkatnya keterampilan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya. pengetahuan profesional. Jika jumlah guru cukup banyak. Membina kerjasama yang baik dan harmonis diantara para guru dan pegawai sekolah lainya. Selain itu juga harus memberikan bimbingan dan mengarahkan para guru. sesuai dengan bidangnya masing-masing. untuk memperbaiki pengajaran. Mulyasa dari Carter Good¶s Dictionary of education. 3. arahan. Kepemimpinan adalah satu kekuatan penting dalam rangka pengelolaan. Sebagaimana kutipan E. Secara umum kegiatan atau usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sesuai dengan fungsinya sebagai supervisor antara lain: 1. Kepala madrasah dalam menjalankan tugasnya sebagai supervisor harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan.supervisor. menyediakan perpustakaan sekolah. seminar. Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan para guru dan pegawai sekolah. oleh sebab itu kemampuan memimpin secara efektif merupakan kunci keberhasilan kepala madrasah. staf . 6. antara lain dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok. Bersama para guru berusaha mengembangkan. Membina hubungan kerja sama anatara sekolah dengan masyarakat dan instansi-instansi lain dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Wahjosumidjo mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang mencakup kepribadian. dan merefisi tujuan-tujuan pendidikan.

namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan. seleksi. Peningkatan profesionalisme kepala madrasah harus merupakan proses keseluruhan dalam suatu . penghargaan secara efektif. Pemberian hadiah lebih baik daripada hukuman. Para tenaga kependidikan akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di madrasah. Bahkan telah berkembang menjadi tuntutan yang meluas dari masyarakat. 5. pengangkatan. 3. pengaturan suasana kerja. dorongan. serta adaptabel dan fleksibel. Antara lain. menemukan. evaluasi terhadap kepala sekolah. rekruitmen. mencari gagasan baru. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada para tenaga kependidikan dan para tenaga kependidikan dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. disiplin. sebagai keberhasilan madrasah diperlukan adanya kepemimpinan kepala madrasah yang profesional. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya. dan melaksanakan berbagai pembaharuan di madrasah. dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. dan menyenangkan. f. 4. Kunci keberhasilan suatu madrasah pada hakekatnya terletak pada efektifitas dan efisiensi penampilan kepala madrasah. menunjukkan bahwa kepala madrasah memperhatikan mereka. Motivasi dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. memberikan rasa aman. 1. disiplin. terdapat cara yang perlu dilaksanakan. Segala bentuk kegiatan sekolah perlu diarahkan kepada peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan agar dapat berkembang dan maju sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan zaman. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. 2. Para tenaga kependidikan harus selalu diberitahu tentang hasil dari setiap pekerjaanya. rasional dan obyektif. keteladanan. Peningkatan kualitas dan profesionalisme kepala madrasah perlu dilaksanakan secara terus menerus dan terencana dengan melihat permasalahan-permasalahan dan keterbatasan yang ada.dan siswa serta memberikan dorongan memacu dan berdiri di depan demi kemajuan dan memberikan inspirasi sekolah dalam mencapai tujuan. g. pemempatan. Dalam usaha melakukan pembinaan kepala madrasah. pembinaan. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. Kepala madrasah sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara melakukan pekerjaanya secara konstruktif. mengintegrasikan setiap kegiatan. kreatif. pragmatis. Pada saat ini masalah ke-kepala sekolahan merupakan suatu peran yang menuntut persyaratan kualitas kepemimpinan yang kuat. Kepala madrasah sebagai inovator Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator. yaitu memberikan perhatian secara sistematik dan terus menerus terhadap siklus kegiatan antara lain. mengatur pengalaman sedemikian rupa sehingga setiap pegawai pernah memperoleh kepuasan dan penghargaan. Kepala madrasah sebagai motivator Sebagai motivator. dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar. Mulyasa mengungkapkan beberapa prinsip yang dapat diterapkan kepala madrasah untuk mendorong tenaga kependidikan agar mau dan mampu meningkatkan profesionalismenya. sekaligus mampu mencari.

Setiap tenaga kependidikan. kepemimpinan madrasah yang kuat. Jadi prestasi kerja/kinerja merupakan hasil dari perbuatan seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya. Hal ini penting. 2. maupun peserta didik dituntut untuk memiliki kepedulian yang muncul secara integral. yang bersama kepala madrasah memilikki tanggung jawab terhadap perkembangan madrasah. Memberikan perhatian dan jalan keluar atas segala permasalahan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. Prestasi kerja sebagaimana dijelaskan oleh Sudarmayanti. kerjasama yang kompak. Menciptakan suatu iklim yang kondusif sehingga memungkinkan kepala sekolah berdiskusi dengan kepala sekolah lain untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kaitanya dengan peningkatan kualitas pendidikan. berarti juga kinerja. Dampak tersebut meliputi efektifitas pendidikan. sedangkan August W. atau hasil kerja/ unjuk kerja/ penampilan kerja. kemauan untuk berubah serta evaluasi dan perbaikan yang berkelanjutan demi sukses dan lancarnya program madrasah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. human or otherwise´ Maksudnya bahwa kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. karena pengawas sekolah dalam melaksanakan upaya peningkatan profesionalisme cnderung kuranng memperhatikan ideide baru yang berkembang di masyarakat. bermutu dan tepat sasaran. Sehingga prestasi kerja guru lebih merupakan kesanggupan guru dalam melaksanakan tugas pekerjaannya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Siagian memberikan definisi prestasi adalah kemampuan memperoleh out put yang sebesarbesarnya dari sarana dan prasarana yang ada dengan menghasilkan luaran (out put) yang optimal. Usaha-usaha yang dilakukan pengawas sekolah/madrasah dalam mengembangkan profesional kepala madrasah. Smit menyatakan bahwa kinerja adalah ³ «out drive from processes. Hakekat Prestasi Kerja Guru Prestasi adalah hasil karya yang telah dicapai seseorang dalam melaksanakan pekerjaanya yang dengan adanya usaha untuk meningkatkan mutu dari pada hasil pekerjaanya. berjalan dengan nyata. yaitu hasil yang lebih baik. para guru. B. Mengadakan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah dan memberikan masukan kepada kepala sekolah mengenai penyelenggaraan sekolah. baik kepala sekolah. Dengan demikian prestasi kerja guru adalah hasil yang telah dicapai guru dalam menjalankan pekerjaannya. seharusnya dilakukan dengan melihat berbagai segi. 3. bahwa apa yang dilakukan adalah dalam rangka peninngkatan profesionalisme kepala madrasah serta pencapaian mutu dan prestasi belajar. dan pegawai lainya. jangka panjang. . Dalam penilaian prestasi kerja.P. membudaya baik dari personil maupun bagi peserta didik. Prestasi Kerja Guru 1. Kepala madrasah profesional dalam pelaksanaan fungsinya akan memberikan dampak posotif dan perubahan yang cukup mendasar dalam pembaharuan sistem pendidikan di madrasah. kesatuan waktu. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para kepala sekolah untuk melanjutkan pendidikanya dalam rangka menunjang karier dan meninngkatkan kemampuanya. sebagaimana dikemukakan oleh E. Lebih lanjut S. sehingga sistem penilaian tersebut akan menjadikan suatu alat untuk lebih meningkatkan prestasi kerja . Upaya peningkatan mutu sekolah dan profesionalisme kepala madrasah tidak terlepas dari peran pengawas sekolah selaku pimpinan pendidikan. Mulyasa sebagai berikut: 1. pencapaian kerja. Dari pengertian tersebut pada dasarnya terdapat tiga prinsip utama prestasi kerja. pelaksanaan kerja. pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif.organisasi madrasah. dan ukuran waktu. 4.

Karyawan akan mempunyai taraf kehidupan yang lebih tinggi apabila melihat bahwa organisasi mereka bersedia menginvestasi waktu dan sumber daya yang lain untuk pengembangan-pengembangan orang-orangnya. Dalam mengadakan penilaian terhadap pekerjaan seseorang perlu ditetapkan standar kinerja atau standar performance. Mitchell juga mengatakan bahwa untuk mengadakan pengukuran terhadap kinerja seseorang dapat berdasarkan formula ³Performance = Ability X Motivation´. penilaian prestasi kerja guru pada dasarnya merupakan penilaian yang sistematik terhadap penampilan guru sendiri dan terhadap taraf potensi guru dalam upayanya mengembangkan diri untuk kepentingan madrasah. Mitchell menyatakan bahwa kinrja meliputi beberapa aspek. 4. dan bena-benar dapat membantu meningkatkan prestasi kerja sekaligus juga meningkatkan loyalitas organisasi dari para anggota organisasi tersebut. . 3. Apabila hal ini dilakukan di sekolah. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka dipercaya dan diperlakukan dengan hormat. Karyawan akan bekerja keras apabila mereka merasa diperlukan dalam organisasi. 2. Oleh sebab itu upaya untuk mengadakan penilaian terhadap kinerja/ prestasi kerja suatu lembaga atau organisasi merupakan hal yang sangat penting. Standar kerja perlu dirumuskan sebagai tolok ukur dalam mengadakan perbandingan antara apa yang telah dilakukan dengan yang diharapkan. Kelima aspek tersebut dapat dijadikan ukuran dalam mengkaji tingkat kerja seseorang. 7. Sedangkan pokok-pokok atau hal-hal yang diperlukan dalam suatu sistem penilaian prestasi kerja menurut TV Rao adalah sebagai berikut: 1. efisiensi serta kualitas kerja guru. 6. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka merasa bahwa organisasi menyediakan peluang bagi prestasi mereka untuk dihargai dan diberi ganjaran. paling tidak akan memberikan keuntungan bagi sekolah pada umumnya. karena kinerja merupakan indikator dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai tingkat produktifitas yang lebih tinggi dalam suatu organisasi.yang dihasilkan. Hasil kerja guru pada gilirannya dipengaruhi oleh kinerja guru. dan sejauh mungkin mempergunakan kemampuan mereka. pada penerapannya kinerja guru merupakan hubungan antara kemampuan yang dimiliki guru dengan motivasi yang ada pada guru tersebut. proptness. Kelebihan dan kekurangan yang ada dapat merupakan cambuk bagi kemajuan-kemajuan para guru mendatang. karyawan bekerja lebih baik apabila mereka merasa jelas mengerti apa yang diharapkan dari mereka dan apabila sesekali mereka berwenang mengubah harapan-harapan itu. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mengetahui bahwa organisasi mereka berkembang. yaitu quality of work. kaitannnya dengan pekerjaan atau jabatan yang telah dipercayakan kepada seseorang. initiative. sebab apabila penilaian prestasi kerja tersebut dilakukan dengan baik. maka prestasi kerja guru merupakan hasil yang telah dicapai guru dengan menunjukkan efektifitas. capability. Disamping kelima aspek tersebut. tertib. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mulai mengalami keberhasilan dalam tugastugas yang mereka laksanakan. Kinerja sangat terkait dengan produktifitas. dan bagi guru khususnya akan mengetahui sampai dimana dan bagaimana prestasi kerjanya dinilai oleh atasan atau tim penilai. orang yang tinggi abilitynya tetapi rendah motivasinya akan menghasilkan kinerja yang rendah. Standar dapat pula dipandang dan dijadikan ukuran dalam mengadakan pertanggung jawaban terhadap sesuatu yang telah dilakukan. demikian halnya orang yang bermotivasi tinggi tetapi abilitynya rendah. Jika dikaitkan dengan tenaga kependidikan. and comunication. Dari pernyataan tersebut jelas bahwa kinerja merupakan hasil interaksi antara motivasi dengan ability (kemampuan). 5.

Dan masih banyak pengertian lain dari kompetensi guru. Kebutuhan berprestasi adalah salah satu faktor yang menimbulkan motivasi yang merupakan unsur terpenting dalam menentukan prestasi seseorang atau produktifitas kerja. Mengacu pada pendapat tersebut bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu aktifitas. Tanggung jawab tersebut pada gilirannya akan memberikan kepuasan dan merupakan faktor motivasi untuk berprestasi. dirumuskan 10 ciri suatu profesi yaitu: a. alat dan media pembelajaran serta evaluasi pembelajaran. Sebagai pendidik profesional. terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sempat dirasakan atau mendesak. mempunyai perhatian. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. Pengertian kompetensi guru menurut Moh. metode pembelajaran. Kompetensi pada dasarnya menunjuk pada kecakapan atau kemampuan untuk mengerajakan suatu pekerjaan. Tingginya motivasi kerja guru dipengaruhi oleh persepsi mereka atas kemampuan melaksanakan tugas. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. Kebutuhan berprestasi merupakan kebutuhan manusia untuk melakukan sesuatu karya yang berprestasi atau yang lebih baik dari karya orang lain. karena prestasi kerja guru dihargai dalam bentuk angka kredit. Memiliki fungsi dan signifikansi sosial. . Dengan kata lain para guru akan melakukan semua pekerjaannya dengan baik apabila ada faktor pendorong atau motivasi. Dengan sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. yang diselenggarakan oleh PPs IKIP Bandung tahun 1990. antara lain tujuan pembelajaran. Faktor yang berpengaruh terhadap motivasi kerja sebagaimana dikemukakan oleh Herzberg adalah ³ sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. Untuk dapat mengembangkan semua komponen tersebut secara baik. Callahan and Clark mengemukakan bahwa motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah tujuan tertentu. Kebutuhan manusia menurut Mc Celland adalah terpusat pada satu kebutuhan yakni kebutuhan berprestasi. . Memiliki keahlian/keterampilan teretentu.2. guru juga diberi tanggung jawab atas profesi yang disandangnya. Uzer Usman adalah kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh seorang guru melalui pendidikan dan latihan. Motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif. b. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara profesional. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. pengertian-pengertian tersebut mengandung maksud yang sama yaitu merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Peningkatan Prestasi Kerja Guru Peningkatan prestasi kerja guru identik dengan kemampuan melaksanakan tugas guru serta meningkatnya motivasi kerja. yang nantinya dapat dipergunakan dalam kenaikan pangkat´. Motivasi merupakan unsur penentu yang mempengaruhi perilaku yang terdapat dalam setiap individu. yang terjadi pada saat tertentu. Dengan demikian. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan prestasi kerja. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Dalam proses pembelajaran terkandung beberapa komponen. c. Apabila guru memiliki motivasi positif maka ia akan memperlihatrkan minat. para guru akan berprestasi dan melakukan pekerjaannya dengan baik apabila ada motivasi dalam dirinya yang berupa kebutuhan untuk meningkatkan prestasinya. seorang guru dituntut untuk mempunyai berbagai kemampuan dan kompetensi profesional.

e. h. j. Pada sisi lain. Pengelolaan kelas. guru yang terampil mengajar harus pula memiliki pribadi yang baik dan mampu melakukan pengembangan dalam masyarakat. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. 3. Ciri-ciri tersebut ditunjukkan untuk profesi pada umumnya. Lebih lanjut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan merinci kemampuan atau kompetensi yang harus dimiliki guru dalam 10 kemampuan yaitu: 1. ciri tersebut belum dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para guru.d. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. mengingat banyaknya jenis pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. Kebebasan untuk memberikan keputusan dalam memecahkan masalah dalam lingkungan kerjanya. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keilmuannya. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. 10. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga non profesional pendidikan yang melaksanakan tugas-tugas pendidikan. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. 5. kompetensi profesional. Ia benar-benar seorang ahli dalam bidang ilmu yang diajarkan. 4. Berkenaan dengan kemampuan atau kompetensi yang perlu dimiliki oleh seorang guru. i. Secara teoritis ketiga kompetensi tersebut dapat dipisah-pisahkan. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. Seorang guru yang profesional harus memiliki kemampuan menyampaikan atau mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada para siswa secar efektif dan efisien. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas profesinya. Penilaian prestasi siswa. akan tetapi secara praktis sesungguhnya ketiga kompetensi tersebut tidak mungkin dapat dipisahkan. sebab masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. Aplikasi dan sosialisasi niai-nilai profesional. Pengelolaan program belajar-mengajar. kompetensi sosial/ kemasyarakatan. Nana Sudjana mengemukakan kompetensi yang harus dimiliki guru antara lain: kompetensi pribadi. 6. c. Memiliki kode etik. g. atau setiap orang bisa mendidik. Seluruh operasionalnya. atau antara pendidikan profesional dengan non profesional. Seorang guru yang profesional harus berpegang teguh kepada kode etik profesional. f. Pengelolaan interaksi sumber belajar-mengajar. Memang dalam ini sukar dihindari. 7. Seorang guru yang profesional harus menguasai bidang ilmu pengetahuan yang akan diajarkan dengan baik. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. b. 8. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. 2. 9. Diantara ketiga jenis kompetensi tersebut saling menjalin secara terpadu dalam diri guru. khusus untuk profesi seorang guru dalam garis besarnya ada tiga yaitu: a. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi tersebut dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas-tugas pendidikan formal profesional dan menganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. maka dengan melihat ciri-ciri tersebut. Memiliki tanggung jawab profesional. untuk itu seorang guru harus memiliki ilmu keguruan. .

penentu arah kebijakan madrasah yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan madrasah dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. sehingga kepala madrasah dituntut untuk mempunyai taktik atau kiat yang tepat dan senantiasa meningkatkan efektifitas kinerjanya. Prestasi kerja guru yang rendah merupakan hasil dari kemampuan yang rendah dan motivasi yang rendah. terutama disiplin diri. Dengan demikian. Mempu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif. Dalam kaitan ini. a.Penerapan kompetensi tersebut menekankan penting adanya kinerja terpadu oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya. penyesuaian diri tehadap suasana kerja dan kepribadian. d. Jika guru rendah pada salah satu komponen. Upaya atau kiat-kiat yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru antara lain melalui. Mampu memberdayakan guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. e. Bekerja dengan tim manajemen. lancar. Perilaku instrumental merupakan tugas-tugas yang diorientasikan dan secara langsung diklarifikasikan dalam peranan dan tugas-tugas para guru. Perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat. Keterpaduan itu tercermin dari adanya integritas antar penguasaan bahan ajar. Sehingga dalam peningkatan prestasi guru harus diikuti pula peningkatan dalam kemampuan dan peningkatan motivasi. dan produktif. baik sebagai individu maupun kelompok. proses. Sejalan dengan hal tersebut. serta menggunakan pelaksanaan aturan sebagai alat untuk menegakkan . penghargaan dan persepsi. Seorang pemimpin harus mampu menumbuhkan displin. C. Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru Kepala madrasah merupakan motor penggerak. fondasi profesional kependidikan. kompetensi adalah mutlak dimiliki dan dikuasai oleh setiap guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. kepala madrasah harus mampu membantu para guru mengembangkan pola dan meningkatkan standar perilakunya. Prestasi kerja guru merupakan perkalian antara kemampuan guru dalam mengajar dan motivasi. sebagai individu dan sebagai kelompok. f. b. Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif. Kepemimpinan kepala madrasah yang efektif dapat dilihat berdasarkan kriteria-kriteria berikut ini: a. Pembinaan disiplin. c. Kompetensi profesional merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menunjang fungsi dan peranan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. pemberian motivasi. Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lainnya. dekat. pembinaan disiplin tenaga kependidikan. maka prestasi kerjanya akan rendah pula. dan penuh pertimbangan terhadap para guru. Perilaku kepala madrasah yang positif dapat mendorong dan memotivasi guru untuk bekerja sama dan meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan. maka semakin jelas bahwa faktor kompetensi dan faktor motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan prestasi kerja guru. Dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

Memberikan informasi yang lengkap terhadap bawahan tentang peraturan dan hukuman bagi yang melanggar. Lebih lanjut Lazaruth mengatakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja seseorang dalam organisasi adalah perasaan puas.D. ia akan memperlihatkan minat. spesifik. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya. bersikap adil. tepat waktu. Motivasi dapat merupakan upaya pemimpin untuk memberikan dorongan kepada pihak yang dipimpin atau pelaksana kegiatan supaya pihak yang dipimpin mengarahkan perbuatannya dengan menggunakan potensi yang ada pada dirinya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. b. Oleh karena itu dalam membina disiplin perlu berpedoman pada sikap tersebut. 2. yakni dari. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. konsisten.. Wahjosumidjo memberikan beberapa petunjuk yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan disiplin antara lain: 1. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. Pemberian motivasi Keberhasilan suatu organisasi atau lembaga dipengaruhi oleh berbagai faktor. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu mendisiplinkan seseorang.displin. Menggunakan segala macam hukuman secara tepat. karena merasa kesejahteraan material dan spiritual terpenuhi. 3. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan kerja. jangan menyerang pribadi. Oleh sebab . Sedangkan kepala sekolah sebagai pengemban ketertiban. H. tetapi tidak diharapkan sikap yang otoriter. Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik. misalnya motivasi. yang satu sama lainnya berbeda. tetapi juga dalam psykisnya. Secara pribadi memberikan peringatan tertentu pada bawahan. Sudjana menyatakan bahwa motivasi adalah upaya membangkitkan keinginan seseoran atau kelompok sehingga ia atau mereka berbuat sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Paul Harsey mengemukakan bahwa pemimpin dalam mendisiplinkan seseorang hendaknya jangan terlalu emosi. 7. oleh dan untuk guru. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif. baik yang datang dari dalam maupun dari lingkungan. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong. Memberikan peringatan yang cukup sebelum memberikan hukuman. dan ingat bahwa pendisiplinan tidak untuk memperkuat perilaku yang jelek. Dengan diperolehnya kepuasaan dalam memenuhi keinginan dan cita-cita hidupnya. Motivasi merupakan salah faktor yang cukup dominan dan dapat mengerakkan faktor-faktor yang lain kearah efektifitas kerja. Mengelola disiplin secara tepat dan konsisten. 5. 6. mempunyai perhatian. Selalu memelihara harga diri kepala sekolah. 4. para guru akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat. Peningkatan profesionalisme guru perlu dimulai dengan sikap demokratis. Mengacu pada pendapat tersebut. jangan mengancam. Oleh karena itu. yang patut diteladani. dapat dikatakan bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga/organisasi. Mencari bukti sebelum menjatuhkan teguran dan hukuman. Setiap guru memiliki karakteristik khusus.

di belakang menjadi pendorong)´ BAB III METODE PENELITIAN B. Persepsi yang baik akan menumbuhkan iklim kerja yang kondusif serta sekaligus akan meningkatkan produktifitas kerja. 2. Menghindari resiko. Langkah-langkah tersebut dilakukan oleh penggerak yaitu kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan secara bertahap dan berangkai. dalam kaitan ini kepala madrasah dituntut untuk berusaha mamahami keinginan-keinginan dan cita-cita para guru atau bawahan serta berusaha memenuhinya. penelitian ini termasuk kelompok penelitian kancah atau lapangan. dan kebutuhan-kebutuhan anggota kelompok. Mengatasi suatu konflik. Menjelaskan alasan motivasi. Persepsi Persepsi adalah kecakapan untuk cepat melihat dan memahami perasaan-perasaan. Penggunaan penghargaan ini perlu dilakukan secara tepat dan efektif. Tut Wuri Handayani (di depan menjadi teladan. 4. Kepala madrasah harus menjadi contoh. dalam kaitannya dengan peningkatan prestasi kerja guru. di tengah membina kemauan. Kepala madrasah perlu menciptakan persepsi yang baik bagi setiap tenaga kependidikan terhadap kepemimpinan dan lingkungan madrasah. sikap-sikap. Penghargaan ini akan bermakna apabila dikaitkan dengan prestasi guru secara terbuka sehingga setiap guru memiliki peluang untuk meraihnya. sabar dan penuh pengertian. Mendengarkan informasi dari yang dimotivasi. 3. Latar penelitian yang dipilih adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan . agar para guru beserta pegawai lainnya akan meningkatkan kinerjanya. c. 7.itu. Dalam usaha mendorong para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan atau pekerjannya dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. d. kepala madrasah dapat menggunakan langkahlangkah sebagaimana disarankan oleh Douglas Dunn berikut ini: 1. dimulai dari langkah pertama sampai dengan langkah terakhir. agar tidak menimbulkan dampak negatif. Ing Madya Mangun Karsa. Melihat keadaan diri sendiri. 5. Menjelaska dan mengkomunikasikan tujuan motivasi. Dengan penghargaan guru akan terangsang untuk meningkatkan kinerja yang positif dan produktif. Kepala madrasah merupakan komponen yang sangat penting dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan. Pendekatan Dan Jenis Penelitian. kepala madrasah bertanggung jawab mengarahkan apa yang baik untuk anggotanya sedangkan dia sendiri harus berbuat baik. Menyelenggarakan pertemuan untuk merangsang pihak yang dimotivasi. 6. Penghargaan Penghargaan sangat penting untuk meningkatkan kegiatan yang produktif dan mengurangi kegiatan yang kurang produktif. Memberikan pengakuan terhadap kegiatan dan orang yang dimotivasi. Memberikan penghargaan melalui komunikasi. 8. Fungsi kepala madrasah hendaknya diartikan seperti motto Ki Hajar Dewantara yaitu ³ Ing Ngarsa Sung Tulada. 9. Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madarasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan kinerja guru dan berdasarkan tempat penelitiannya.

³dalam pendekatan kualitatif. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiayah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotifasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada unit tersebut. penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. 5) lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori substantif yang berasal dari data. peneliti realisasikan dengan meneliti Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar secara langsung. 9) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data. 7) lebih mementingkan proses dari pada hasil. dimulai jam 07. dan memeriksa suatu gejala tertentu. Sedangkan pendekatan yang digunakan menurut jenisnya datanya. Peran instrumen sekaligus pengumpul data. Penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor sebagaimana dikutip Moleong adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati.00 Wib. sampai selesai dengan mencari celah-celah kesibukan dari subyek yang dikehendaki tanpa menganggu aktivitas formal mereka. Adapun studi kasus merupakan kajian dari suatu penelitian yang terdiri dari suatu unit secara mendalam. 6) data yang dikumpulkan berupa kata-kata. Penelitian ini berusaha mengungkap secara mendalam dan menjawab dari fokus penelitian yaitu tentang bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. Penulis menyerahkan . 2) peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data. Berdasarkan dari taraf pembahasan masalah. 8) adanya batas yang ditentukan oleh fokus. selama pengumpulan data dari subyek penelitian di lapangan peneliti menempatkan diri sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Sejalan dengan pandangan tersebut. Kehadiran Peneliti Untuk memperoleh data sebanyak mungkin dan mendalam selama kegiatan di lapangan. 11) hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama. 4) analisis data dilakukan secara induktif. penelitian yang dilakukan ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. 3) menggunakan metode kualitatif. Dalam menggunakan studi kasus ini terdapat manfaat yang dapat diambil yaitu: 1) peneliti dapat melakukan penelitian secara mendalam dengan memperhatikan keadaan sekarang. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dilakukan. Semua karakteristik dari variabel yang diteliti dalam penelitian ini dideskripsikan sebagaimana adanya tanpa ada perlakuan atau pengendalian secara khusus. Penulis secara resmi memberikan izin penelitian dari INSURI Ponorogo kepada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada tanggal 4 Mei 2009. gambar dan bukan angka-angka. juga mempertahankan keutuhan dalam rangka mempelajari tentang obyek dan subyek sebagai suatu keseluruhan yang terintegrasi. 2) kesempatan untuk memperoleh wawasan mengenai konsep-konsep dasar dan tingkah laku manusia. Kehadiran peneliti berlangsung beberapa bulan yang dilaksanakan dua sampai tiga kali dalam seminggu menyesuaikan dengan kesibukan peneliti. penulis sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. C. Selain itu Moleong mengungkapkan karakteristik pokok dari penelitian kualitatif antara lain: 1) penelitian dengan latar alamiah.Udanawu Blitar. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. 10) desain tidak disusun secara ketat namun disesuaikan di lapangan dan bersifat sementara.. latar belakang dan lingkungannya. masa lampau.

. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´. gambar. pada tahun 2006 dan 2007 Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dapat meraih juara umum pada PORSENI tingkat kecamatan. karena madrasah ini merupakan madrasah negeri yang berada dibawah naungan Departemen Agama Kabupaten Blitar dan bekerja sama dengan Yayasan Al-Qodiriyah. dokumen yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar F. catatan-catatan. 4. 5. E. pendengaran. senantiasa menghindari segala sesuatu yang dipandang bisa merugikan subyek dan mengganggu lingkungan pembelajaran. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. place paper. Dan tidak sedikit yang dikirim ke tingkat kabupaten bahkan ke tingkat proponsi . Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera. kondisi lokasi. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak.Ag selaku Kepala madrasah. kegiatan belajar-mengajar. diantara prestasi yang dimiliki adalah sudah bertahun tahun para siswa selalu lulus 100 %. penciuman. peraba. dan pada mulai tahun 2008 dipercaya oleh DEPAG dan diberi piagam penghargaan untuk merintis madrasah bersetandar nasional. meliputi fasilitas gedung. D. guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan. peneliti berperan sebagai pengamat partisipasi. merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 4. Dalam penelitian ini personnnya adalah kepala madrasah. simbol-simbol dan lain-lain. dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai prestasi yang membanggakan. angka. Lokasi Penelitian Dipilihnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagai latar penelitian pada penelitian ini. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. kinerja. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. dan pengecap.surat izin tersebut kepada Bapak Darmaji S. Hal ini dilakukan supaya peneliti bisa diterima dengan sepenuh hati dan bisa menyatu dengan subyek yang diteliti. Selama dilapangan. Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan. aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 6.

Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran. Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih. 5. Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. didengar. c. jika ternyata responden mengalami kesulitan menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. Analisis Data Dalam suatu penelitian. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. 6. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting. surat bukti. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. sarana dan prasarana. G. jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. b. Pada penelitian. dan satuan uraian dasar. kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. keadaan madrasah. Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder.Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis. tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif. kategori. partisipan dan informan. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Aliyah Ma¶arif Bakung Udanawu Blitar. bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. . yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu. Informasi tersebut misalnya. menafsirkan serta meramalkan´. d. ³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya. Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara.

a. Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu Reduksi Data. maka pola tersebut menjadi pola yang baku yang selanjutnya akan disajikan pada lporan akhir penelitian. b. grafik dan matrik. bagan. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. maka untuk membahas analisa data yang bersifat kualitatif. mengfokuskan pada hal-hal yang penting. c. Bila pola-pola yang ditemukan telah didukung oleh data selamaa penelitian berlangsung. Analisis diskriptif Analisis diskriptif yaitu penyajian data dengan menganalisa data yang diperoleh itu guna mencapai pada suatu maksud. Hal ini data yang telah dikumpulkan. membuat kategori. pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. sehingga data yang sanagat banyak dan meragukan dapat diverivikasi.Reduksi data Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan. secepatnya peneliti berusaha mengambil kesimpulan mulai dari awal pengumpulan data. Mereduksi data dalam konteks penelitian yang dimaksud adalah merangkum. Untuk lebih jelasnya. Penyajian data Setelah data direduksi maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data atau menyajikan data kedalam pola yang dilakukan dalam bentuk uraia singkat. Informasi diskriptif Informasi diskriptif adalah penyajian data dengan memberikan keterangan semestinya sesuai data yang terkumpul. setelah data dikumpulkan kemudian diolah dan disajikan dengan menggunakan pola sebagai berikut : a. paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian.Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian. Penarikan kesimpulan Menurut chasan bisri dlam bukunya ³ metodologi penelitian´ dijelaskan bahwa menarik kesimpulan bahwa menarik kesimpulan penelitian selalu mendasarkan dari atas semua data yang diperoleh dalam kegiatan penelitian. Sehingga penelitian bisa berkembang GAMBAR I LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA . Dengan demikian data yang telah direduksikan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya. b. penulis menggunakan Metode induktif Metode induktif digunakan untuk mengolah data dengan cara mengumpulkan data yang dibutuhkan kemudian akhirnya ditarik suatu kesimpulan dan diperoleh suatu kebenaran. memilih hal-hal yang pokok.

Pengecekan Keabsahan Temuan Untuk memperoleh keabsahan terhadap data-data yang sudah didapat dari lokasi penelitian lapangan. kehadiran peneliti dalam lokasi tidak bisa hanya dalam waktu singkat. Perpanjangan kehadiran penelitian Dalam penelitian ini peneliti menjadi instrumen utama dalam pengumpulan data. Sebagaimana dinyatakan oleh Moleong bahwa maksud dari perpanjangan kehadiran adalah untuk membangun kepercayaan pada subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. Perpanjangan penelitian ini peneliti lakukan dengan memperpanjang waktu penelitian yang pada awalnya penelitian dilakukan hanya sampai tanggal 25 Mei . Perpanjangan waktu dalam penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan situasi dan kondisi di lapangan serta data yang telah terkumpul. b. untuk membuat peneliti mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran. Dalam pengumpulan data kualitatif. bahwa perpanjangan waktu didalam penelitian amat sangat dibutuhkan guna untuk mendapatkan data-data yang valit dan lengkap. peneliti memperpanjang penelitian sampai pada awal bulan Juli. Dengan perpanjangan waktu tersebut peneliti dapat mempertajam fokus penelitian dan diperoleh data yang lengkap. Pemeriksaan teman sejawat Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat. Selain itu peneliti menerapkan triangulasi dengan mengadakan pengecekan derajat kepercayaan beberapa subyek penelitian selaku sumber data yaitu membandingkan data hasil wawancara mendalam dari kepala madrasah dengan data hasil wawancara dengan guru dengan metode yang sama. Triangulasi menurut Moleong adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. diskusi sejawat ini memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk memulai menjajaki dan menguji hipotesis . c. Perpanjangan volume dan waktu kehadiran peneliti pada penelitian ini sangat diperlukan agar terjadi peningkatan derajat kepercayaan atas data yang dikumpulkan. Triangulasi Triangulasi dilakukan untuk mengecek kebenaran data tertentu dan membandingkannya dengan data yang diperoleh dari sumber lain.H. maka cara yang diusahakan oleh peneliti adalah: a. Dalam penelitian ini peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan dengan data hasil wawancara mendalam. Teknik ini mengandung beberapa maksud sebagai salah satu teknik pemeriksaan keabsahan data diantaranya: ³ Pertama. Kedua. yaitu peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan yang dilakukan peneliti dengan data hasil wawancara mendalam yang diperoleh dari kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. sebab kehadiran peneliti sangat menentukan keberhasilan dalam pengumpulan data. Dari pengalaman yang peneliti lakukan.

akhirnya Madrasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah selalu dijadikan rujukan dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan. metodologi penelitian yang bisa diajak bersama-sama membahas data yang ditemukan peneliti. sebelum menjadi sekolah yang negeri. Visi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yaitu : terwujudnya generasi islami serta unggul dalam prestasi B. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berprestai dalam pendidikan agama dan umum 4. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk terampil dan berdikari untuk masa depan yang lebih baik. 2. hal ini sangat bermanfaat terhadap proses belajar mengajar siswa. Setelah sekian lama berjalan. maka mulai tahun 2008. . prestasi demi prestasi dapat terlihat. Sehingga pada 17 Maret 1997 Madrasah Al-Qodiriyah atas persetujuan pengurus yayasan secara resmi berubah setatus menjadi negeri. jumlah siswa maupun jumlah guru dan karyawan yang sesuai dengan bidangnya. Itu merupakan bukti kemampuan lembaga dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan. Bahkan hampir setiap ujian Negara berlangsung selalu diselenggarakan di madrasah tersebut. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk selalu beriman bertaqwa kepada Allah SWT. maka madrasah ibtidaiyah Al-Qodiriyah mendapat tawaran untuk dijadikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga berdekatan dengan SDN Slemanan II .yang muncul dari pemikiran peneliti´ Dalam penelitian ini. 3. Namun. peneliti memanfaatkan kolega yang memiliki pengetahuan dalam bidang kepemimpinan kepala madrasah. A. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tentunya juga mempunyai visi dan misi dalam melaksanakan proses pendidikannya antara lain: . Berawal dari prestasi yang diperoleh. Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dipercaya oleh Depag Pusat untuk mengadakan Kontrak Prestasi Peningkatan Mutu. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jauh dari keramaian. Misi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah : 1. Lokasi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar kira-kira 700 m sebelah timur dari jalur Jalan Raya Kediri Blitar. karena pada awalnya Madrasah Ibtidaiyah Al. Mengenai perkembangan-perkembangan madrasah. BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN HASIL PENELITIAN Latar Objek Penelitian Pada mulanya. Dalam pembahasan atau diskusi ini juga dapat dipandang sebagai usaha untuk mengenal persamaan dan perbedaan teman terhadap data yang diperoleh. Nama Madarasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah berubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berbudi pekerti luhur. tetapi harus dimusyawarahkan oleh pihak pengurus yayasan. hal itu tidaklah hasil dari keputusan kepala madrasah sendiri. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Agma RI yang pada waktu itu dijabat oleh Tarmidzi Taher dengan SK 107. Berawal dari prestasi yang diraih. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tepatnya di Jalan Raya Wonorejo.Qodiriyah milik yayasan. bapak Darmaji juga menyatakan bahwa: Dengan adaya perkembangan madrasah di segala aspek baik sarana dan prasarana. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah swasta yang didirikan sekitar pada tahun1970-an.

Drumband 2. dan dapat di peroleh data tentang kegiatan ekstra kurikuler antara lain: 1. 4. Baca Tulis Al-Qur¶an. Pelajaran tentang ketrampilan menjahit. Kegiatan kurikuler sebagaimana yang dilaksanakan di dalam kelas setiap hari oleh bapak dan ibu guru. yaitu kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler. Sebagai pelaksana program mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jumlah tenaga pengajar sebanyak 16 orang dan 1 satpam 2 tenaga kebersihan. 6. 5. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstra kurikuler tidak mengganggu aktivitas pokok siswa yaitu kegiatan kurikuler karena semua kegiatan ektra kurikuler berada di luar jam pelajaran. harus dinyatakan dengan suat izin. 4. Keluar masuk kelas tepat waktu sesuai dengan jadwal pelajarannya. Harus hadir di madrasah 5 menit sebelum waktu dijadwalkan. antaralain : 1. Hafalan Juz µAmma. 3. kecuali sangat terpaksa. Olah Raga prestasi yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Tennis Meja Catur Bulu tangkis Volli 4. dan harus mengirimkan tugas atau pekerjaan untuk mengisi jam kosong yang ditinggalkan. 2. Ayat-ayat pilih Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler sebagaimana dokumentasi yang penulis peroleh dari bapak Samsuri selaku kepala Tata Usaha Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Pembiasaan do¶a sehari-hari 6. Apabila terpaksa tidak dapat melaksanakan tugas mengajar. Komputer. akan tetapi sebagaimana pengamatan peneliti dalam lapangan. Memulai dan mengalkiri kegiatan di kelas selalu dengan ucapan salam ³Assalamuµalaikum Wr. Guru merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam mencapai keberhasilan pendidikan dan bertanggung jawab pula dalam pembentukan kepribadian siswa. guru juga harus mematuhi tata tertib guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Pramuka. Dalam menjalankan tugas sehari-hari. Wb. 3. 2. antara lain: 1. Tilawatil Qur¶an. Khitobah yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Khitobah Bahasa Arab Khitobah Bahasa Inggris Khitobah Bahasa Indonesia Lebih lanjut bapak Samsuri menjelaskan bahwa semua kegiatan ektra kurikuler dilaksanakan pada Jum¶at sore dan Minggu pagi. Harus mengutamakan mengajar dari pada kepentingan lainya sehingga harus masuk sesuai dengan jadwal pelajaran.´ . dikarnakan selain hari dan waktu itu anak-anak sekolah TPA.Adapun kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar terbagi menjadi dua. 3. Yang masuk jam pertama memerintahkan kepada siswa untuk membaca do¶a sebelum pelajaran dimulai. ditemukan bermacam-macam pelajaran yang mana mata pelajaran tersebut jarang diajarkan pada madrasah-madrasah ibtidaiyah pada umumnya. 5.

. serta mengkonsultasikan atau melaporkan kepada pimpinan madrasah atau petugas piket apabila mendapatkan kejanggalan. antara lain: ‡ Tidak merokok di dalam kelas atau waktu mengajar. Tidak diperkenankan memulangkan siswa sebelum waktunya kecuali ada perintah dari pimpinan atau petugas piket apabila pimpinan tidak ada. Untuk mengetahui keadaan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini : TABEL I KEADAAN SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR TAHUN AJARAN 2008/2009 No Asal murid Murid baru Murid mengulang Murid pindahan Jumlah murid Kelas Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk/Pr 1 I 10 10 3 .. diharapkan ikut aktif memantau dan membimbing ketertiban. 8. Tidak diperkenankan mengenakan pungutan apapun kepada siswa kecuali telah mendapat persetujuan dari pimpinan madrasah. Harus berpakaian sesuai dengan ketentuan madrasah.59 64 123 Untuk menunjang tercapainya tujuan pengajaran.... Mengenai jumlah siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagaimana data yang duberikan bapak Thoat fauzi pada kami selaku kesiswaan. Ruang Kelas 6 Baik ... ‡ Tidak mengeluarkan kata-kata kotor. antara lain: teratur. ‡ Tidak duduk di atas bangku.. baik di luar maupun di dalam kelas.9 10 19 6 VI 5 6 ...10 14 24 5 V 9 10 .7.12 11 23 4 IV 10 14 . Dalam berpenampilan harus memperhatikan etika dan estetika.. rapi dan bersih. jumlah siswa selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun sehingga pada tahun ajaran 2008/2009 jumlah siswa mencapai 125 siswa. ‡ Tidak emosional dalam menangani persoalan dengan siswa. Harus bersikap baik. Selain mengajar. 9.. 10.. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai sarana dan prasarana sebagaimana yang dapat penulis sajikan dalam tabel berikut : TABEL II SARANA DAN PRASARANA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR No Jenis sarana prasarana Jumlah Keterangan 1.5 6 11 7 Jumlah 54 63 5 1 .. 11. 12..10 13 23 Lanjutan tabel I 3 III 11 11 1 . kedisiplinan dan tingkah laku siswa.13 10 23 2 II 9 12 1 1 .

Ruang koperasi Menjadi satun dengan UKS. Sanggar Pramuka 1 Baik 8. Ruang tamu 1 Baik 5.Jadi satu dengan gudang Organisasi sekolah merupakan bagian yang sangat berperan dalam pelancaran proses pendidikan.2. 10. Ruang Kantor 1 Baik 3. Susunan kepengurusan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah sebagai berikut: GAMBAR II STRUKTUR ORGANISASI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR Ket: . Gudang I Baik 16. Ruang tata usaha 1 Baik 7. Ruang Kepala Sekolah 1 Baik 4. Lapangan Voli 3 Baik Lanjutan table II 15. Komputer 3 unit Baik 11. Ruang UKS 1 Baik 9. Masjid Menggabung dengan yayasan 13. laptop 2 unit Baik 12. Alat marching band 1 set Baik 14. Dapur . Ruang perpustakaan 1 Baik 6.

Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. selain itu sesuai dengan ungkapan Jawa bahwa ³guru harus digugu dan ditiru´. beliau menyebutkan bahwa: Dalam setiap kali rapat/pertemuan. artinya untuk melakukan kegiatan pendidikan secara efektif dan efisien. Langkah selanjutnya adalah melakukan pembinaan-pembinaan yang berkaitan dengan kompetensi profesional dan kemampuan yang dimiliki guru. . sehingga apabila guru telah benar-benar disiplin diharapkan para siswa juga akan meniru kedisiplinan yang telah diterapkan para guru. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru. pada hari Senin tanggal 11 Mei 2009 peneliti datang ke Ruang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar bermaksud untuk menemui bapak kepala madrasah. maka program pembelajaran yang direncanakan akan tidak berjalan sesuai dengan harapan dan yang lebih dikhawatirkan para siswa juga akan tidak disiplin. saya selalu mengingatkan akan pentingnya disiplin guru dan pentingnya mentaati tata tertib guru yang telah dibuat bersama. kepala madrasah menjelaskan bahwa: . Apabila guru telah benar-benar disiplin dalam segala hal. kepala madrasah harus memiliki kiat-kiat yang tepat untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. Kepala Madrasah menjelaskan bahwa: Disiplin guru dalam berbagai bidang adalah suatu hal yang sangat penting karena disiplin guru merupakan salah satu faktor yang menentukan efektitas kelancaran pembelajaran di madrasah. Peneliti juga menanyakan tentang langkah-langkah yang di tempuh Kepala Madrasah dalam membina dan meningkatkan disiplin guru. Dalam rangka melakukan pengawasan terhadap disiplin guru saya juga membentuk staf khusus bidang kedisiplinan guru. Peneliti juga menanyakan tentang sejauh mana pentingnya disiplin guru dalam peningkatan prestasi kerja. maka segenap tenaga kependidikan harus mempunyai disiplin yang tinggi dalam segala bidang. begitu juga sebaliknya apabila guru tidak disiplin. Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk nyata dari keteladanan yang telah dilakukan dan diberikan oleh kepala madrasah terhadap kedisiplinan para guru. dalam kegiatan sehari-hari sebagai kepala madrasah saya berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan disiplin diri dengan harapan dapat dicontoh dan diteladani oleh para guru. maka guru harus bisa menjadi teladan bagi para siswa.___________ : Garis Komando ---------------. selanjutnya peneliti menanyakan tentang Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru. Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru. dengan maksud untuk mensukseskan dan mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bersama. beliau menyatakan bahwa: Sebagai kepala madrasah. maka segala program yang direncanakan akan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan dan waktu yang ditetapkan. pembinaan-pembinaan terhadap guru yang telah saya lakukan yang pertama kali adalah pembinaan disiplin. kemudian peneliti menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya.: Garis Koordinasi Paparan Data Hasil Penelitian 1. adapun koordinatornya saya percayakan kepada bapak Supriadi.

Ketika sampai di madrasah sekitar pukul 06. beliau mengatakan: ³Staf khusus bidang kedisiplinan guru dibentuk dengan maksud untuk meningkatkan disiplin . saya mengirim para guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. Dan mengadakan rapat guru setiap satu semester yang dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja guru sekaligus memberikan pengarahan-pengarahan terhadap kekurangan-kekurangan. Apabila saya punya jam mengajar pukul 10. kemudian peneliti dipersilahkan masuk ke ruang tamu. beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan profesionalisme guru. Wahid Hasyim Bakung dengan saling mengadakan studi banding mengenai konsep. mendatangkan para ahli. misalnya setiap hari saya selalu berusaha untuk datang di madrasah sebelum pukul 06. Waktu itu. Untuk memperoleh data lebih mendalam mengenai pembinaan guru. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan madrasah yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk kerjasama dengan lembaga pendidikan lain yang dilakukan oleh kepala madrasah. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. karna madrasah MIN Slemanan jam pembelajaran dimulai pukul 06. kemudian peneliti menanyakan tentang tugas-tugas staf khusus bidang kedisiplinan guru. Selain menanyakan tentang pembinaan disiplin guru peneliti juga menanyakan tentang bagaimana Kepemimpinan Kepala MIN Slemanan dalam pembinaan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah. MI Roudlotut Tholibin Ringin Anom.20. pada hari sabtu 16 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mewawancarai bapak Supriadi sebagai koordinator bidang kedisiplinan guru. strategi dalam pembelajaran. saya berusaha untuk selalu tepat waktu. artiya dalam melaksanakan program yang ditetapkan saya selalu berusaha untuk menepati waktu yang telah dijadwalkan. ternyata peneliti mendapati bahwa kepala madrasah juga sudah datang dan Sambil meneliti pembelajaran di madrasah.50 Wib. maka pada jam itu pula pelajaran saya harus sudah dimulai. Pada kesempatan yang sama peneliti juga menanyakan tentang tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru. Kesemuanya itu saya lakukan dengan harapan agar para guru dengan sendirinya akan meningkatkan kedisiplinan.30 Wib. MI. beliau menjelaskan bahwa: Tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru ini adalah untuk membantu dalam mengamati dan mengawasi kedisiplinan guru. yaitu pada hari Selasa 15 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mengamati tentang kedisiplinan yang benar-benar diterapkan oleh kepala sekolah. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. pengembangan guru dan pengembangan mutu madrasah. peneliti datang ke Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada siang hari sekitar pukul 09. beliau mengatakan bahwa: Kerjasama dengan lembaga pendidikan sekitar antara lain dengan MI Roudlotun Nasi¶in Slemanan. Dalam kesempatan lain..Dalam kegiatan sehari-hari di madrasah. peneliti diterima oleh bapak Supriadi yang kebetulan pada hari itu bertugas sebagai guru piket.00. yang diharapkan supaya para guru selalu disiplin dan tepat waktu dalam melaksanakan tugasnya.30 pada hari tertentu saya punya jam mengajar. peneliti hadir di Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada pagi hari bersamaan dengan siswa berangkat ke madrasah.

Kepemimpinan kepala Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Sebagai motivator. Pada tanggal 5 maret 2008 mengirim beberapa guru untuk mengikuti Workshop KTSP di MAN Tlogo Blitar. dan memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi KBM dari tiap-tiap guru. menghubungi guru yang tidak disiplin. memberikan penghargaan dan hukuman . pada saat itu bapak kepala madrasah sedang membaca sebuah dokumen. sehingga setiap guru dapat saling memberi masukan dan saling menyempurnakan terhadap kekurangan dan kelemahan guru dalam menjalankan tugasnya´. Pada saat peneliti mengadakan wawancara dengan bapak Supriadi. beliau meminta izin untuk mengajar dahulu. Peneliti menanyakan tentang pembinaan yang telah dilakukan kepala madrasah kepada para guru dalam meningkatkan prestasi kerja guru. diantara tugas pokok yang dilaksanakan adalah mengkondisikan jam masuk guru ke kelas sesuai dengan jadwal. Jika ada guru yang tidak disiplin maka saya akan berkoordinasi dan melaporkan kepada kepala madrasah. menunjukkan bahwa pembinaan terhadap guru sangat penting dilakukan oleh kepala madrasah dengan maksud untuk membantu mengembangkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja demi tercapai kelancaran proses pembelajaran dan tercapainya tujuan pendidikan. Kemudian bapak kepala madrasah mengajak peneliti untuk masuk ke ruang kepala madrasah. peneliti juga berusaha mewawancarai lebih detail kepada beliau bapak Supriadi. Berkaitan dengan pembinaan kemampuan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah. .00 Wib. karena waktu menagajar beliau sudah tiba. Blitar dan seminar kompetensi keguruan yang diadakan di MIN Pojok Kab Blitar. beliau menjelaskan bahwa Upaya yang saya lakukan dalam memotivasi guru adalah dengan menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. berusaha memenuhi perlengkapan yang diperlukan guru dalam melaksanakan tugasnya. peneliti datang ke madrasah pada jam 09. selanjutnya peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan tentang bagaimana upaya dalam kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru. Berdasarkan dari beberapa data diatas. kemudian peneliti ditemani oleh bapak Tho¶at Fauzi. Waktu itu merupakan jam istirahat yang. pada hari kamis 18 Mei 2009 peneliti berusaha untuk menemui bapak kepala madrasah. Adapun untuk memperoleh data tentang kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru. diantaranya pada tahun kemarin saya dan beberapa guru dikirim untuk mengikuti pelatihan tentang pengelolaan pembelajaran di MAN tlogo Kab. 2. Yang selanjutnya merupakan wewenang kepala madrasah untuk mengatasinya. beliau mengatakan bahwa: ³Pembinaan kemampuan profesionalisme guru selalu dilakukan oleh kepala madrasah secara terus menerus dan berkesinambungan. Mengadakan seminar dengan mendatangkan seorang pakar dari DEPAG Blitar. beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan-pembinaan terhadap guru bapak kepala madrasah menyuruh guru untuk mengikuti MGMP (musyawarah guru mata pelajaran).guru. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. setelah itu peneliti juga bertanya kepada bapak Thoat Fauzi mengenai pembinaan yang telah dilakukan kapala madrasah tehadap para guru.

bentuk penghargaan yang saya berikan bukan berupa materi akan tetapi berupa dukungan mental untuk terus mengembangkan potensi yang dimilikinya. kepala madrasah menjelaskan bahwa: Saya tidak memberikan penghargaan dengan bentuk materi dengan harapan para guru dalam melaksanakan tugasnya benar-benar tulus dari dalam hatinya bukan semata-mata hanya untuk memperoleh dan mengejar penghargaan. dan juga melibatkan guru untuk berbagai kegiatan. karena pencapaian tujuan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. dan apabila diperingatkan tidak bisa maka langkah selanjutnya adalah memberi hukuman dengan mengurangi jam mengajar. dalam penerapannya saya menciptakan suasana terbuka maksudnya setiap guru diberi hak untuk menyatakan pendapat dan keinginan-keinginan terhadap perkembangan madrasah dan apabila ada masalah maka akan dipecahkan bersama. Dalam kaitannya dengan pemberian penghargaan. pada saat itu kepala madrasah memotivasi guru dengan memberikan penghargaan berupa pujian terhadap guru yaitu kepada bapak Supriadi selaku wali kelas VI sekaligus sebagai ketua UASBN . kepala madrasah menjelaskan bahwa: Penjelasan tentang tujuan-tujuan dan target yang harus dicapai madrasah kepada para guru sangat penting dilakukan. Peneliti juga menanyakan mengapa bentuk penghargaan yang diberikan kepada para guru tidak berupa materi. bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Situasi dan hubungan kerjasama yang harmonis di suatu madrasah memang sangat penting. yang selanjutnya diharapkan dengan pemahaman tentang tujuan dan target yang harus dicapai dapat menumbuhkan motivasi dalam diri para guru sendiri untuk berusaha semaksimal mungkin melakukan pengembanganpengembangan madrasah dan meningkatkatkan kerjanya. Pada hari yang sama peneliti juga mengamati Kepala Madrasah dalam memotivasi guru. Sehingga dengan penjelasan tersebut para guru merasa memiliki dan bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan-perkembangan madrasah ini. dan langkah yang paling akhir adalah mengeluarkan guru tersebut. Kemudian peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk hukuman yang diterapkan kepala madrasah terhadap para guru. Selain itu juga memberikan penjelasan tentang tujuan yang harus dicapai madrasah. peneliti juga bertanya tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru. berupa pujian dan kesempatan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. adapun langkah yang saya terapkan adalah memberi peringatan. bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Penghargaan diberikan kepada para guru yang telah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. dan yang dikhawatirkan dengan penghargaan bentuk materi. apabila nanti tidak ada lagi penghargaan yang berupa materi para guru akan bekerja semaunya sendiri dan tidak mau untuk melakukan peningkatan-peningkatan. Kemudian peneliti juga menanyakan sejauh mana pentingnya pemberian pemahaman terhadap guru tentang tujuan madrasah dalam rangka peningkatan motivasi. beliau mengatakan bahwa: Hukuman berlaku bagi para guru yang tidak disiplin dan tidak mentaati tata tertip guru.Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah menciptakan situasi dan hubungan yang harmonis antar guru.

pada saat itu peneliti berhasil menemui ibu Akrim hidayati. dan yang paling utama adalah dengan adanya motivasi para guru akan mempunyai kesadaran diri dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kerjanya. pengabdian dan ikhlas dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. kemudian peneliti menanyakan bentuk motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. kepala madrasah menanyai guru tersebut ada masalah apa sehingga ia tidak bersemangat dan tidak bergairah. Begitu juga beliau selalu memberikan penghargaan. lalu beliau meminta kepada saya untuk mengungkapkan problem tersebut. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. pada hari Senin tanggal 1 Juni 2009 peneliti peneliti mengadakan penelitian lagi kelapangan sekitar pukul 09. Itulah yang membuat saya sadar dan semangat bahwa semua problem itu tidak lain hanyalah suatu cobaan. beliau mengatakan bahwa: Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru. pada waktu itu saya sedang banyak problem pribadi. kemudian peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan bagaimana kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja. . menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. beliau meminta apabila ada masalah supaya diungkapkan baik mengenai masalah pribadi atau yang berkaitan dengan madrasah. Untuk mempertajam data penelitian mengenai motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. yaitu berupa penciptaan iklim madrasah yang aman. ketika itu beliau sedang berada diruang guru. dan yang paling berkesan bagi saya dalam setiap kesempatan atau pertemuan beliau selalu memperhatikan dan menanyakan tentang kelengkapan kebutuhan guru dalam mengajar. sehingga apabila guru mempunyai keinginan-keinginan diharapkan supaya diungkapkan. alhamdulillah setelah curhat bersama beliau.30 Wib untuk menemui bapak kepala madrasah. motivasi sangat penting diberikan kepala madrasah kepada para guru untuk meningkatkan kerjanya.Kecamatan Udanawu. pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2009 peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari guru. kesejahteraan guru juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhinya. beliau menyatakan bahwa: Apabila ada guru yang tidak bersemangat dan tidak bergairah dalam melaksanakan tugasnya. 3. apabila ada yang kurang beliau berusaha untuk memenuhinya. beliau menemukan jalan keluar bagi saya sehingga problem saya dapat teratasi dan saya kembali semangat dalam mengajar dan beliau menyatakan dan berpesan bahwa sebenarnya sekenario kehidupan kita berada didalam lingkaran taqdir Alla. saya juga pernah mengalami hal tersebut. damai. Memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang dihitung dari jumlah jam mengajar guru. Dari beberapa data tersebut diatas. Dikarnakan anak didiknya berhasil memperoleh nilai rata-rata terbaik. Pada saat itu kepala madrasah sedang berada di ruang kerjanya. saya lebih menekankan pada kesejahteraan mental. beliau menyatakan bahwa: Kepala madrasah dalam memberikan motivasi kepada guru dengan cara memberikan kebebasan kepada guru mengeluarkan pendapat untuk perkembangan madrasah. Pada kesempatan yang sama peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari bapak Samsuri mengenai kepala madrasah dalam memotivasi guru.

sehingga tidak mungkin menaikkan gaji guru kalau honorarium dari DEPAG tidak naik. akan tetapi pada saat sekarang dengan melihat kebutuhan ekonomi dan harga barangbarang yang semakin meningkat. beliau mengatakan bahwa: Mengenai kesejahteraan terutama gaji yang saya terima. karena apabila dilihat dari gaji yang diterima guru tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. maka saya berusaha mengusulkan kepada bendahara madrasah untuk memberikan uang transportasi kepada guru dan alhamdulillah disetujui dan uang transportasi tersebut diberikan bersamaan pada saat pemberian gaji guru. Sehingga setiap awal bulan guru menerima gaji yang dihitung dari jumlah jam mengajar ditambah dengan uang transportasi. pada hari yang sama.Kemudian peneliti menanyakan mengapa peningkatan kesejahteraan guru lebih difokuskan pada kesejahteraan mental. Peneliti juga menanyakan bentuk nyata upaya peningkatan kesejahteraan guru yang telah dilakukan kepala madrasah. pada saat itu kepala madrasah menyuruh semua guru berkumpul di ruang guru. kalau hal ini dipaksakan maka madrasah akan mengalami defisit keuangan karena harus mengambil jalur alternatif lain sehingga terjadi pengalihan dana. hal ini bisa dilihat bahwa kalau dahulu gaji yang diberikan kepada guru hanya berupa gaji dari mengajar. pengorbanan. yang kemudian di kembangkan menjadi doktrin pilar guru yaitu pengabdian. kemudian kepada beliau peneliti menanyakan tentang kesejahteraan para guru. saya tidak terlalu memikirkan. akan tetapi saya juga selalu berusaha untuk mengadakan peningkatan kesejahteraan dari segi materi. beliau mengatakan bahwa: Meskipun bentuk kesejahteraan yang saya tekankan lebih pada kesejahteraan mental. hal ini dilakukan peneliti pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2009 tepatnya pada pukul 09. loyalitas dan tanggung jawab Peneliti juga menanyakan mengapa kepala madrasah tidak menaikkan gaji guru. Dalam kesempatan lain. dengan suasana santai dan penuh kekeluargaan pada saat itu para guru diberi gaji atas pekerjaan yang telah dilakukan selama bulan Juni 2009.20 Wib yang merupakan jam istirahat pertama. peneliti juga mewawancarai bapak Nanang imam syafi¶i yang sudah 13 tahun menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar . sarana-prasarana atau perlengkapan madrasah dan semua perlengkapan guru dalam mengajar telah terpenuhi serta tercapainya tujuan-tujuan madrasah. kegiatan ibadah dan keikhlasan. dedikasi. pada saat itu beliau sedang berada di kantor guru. Peneliti juga berusaha mengamati tentang kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. kepala madrasah juga . karena menjadi guru di madrasah ini adalah pengabdian. beliau mengatakan bahwa: Kegiatan mengajar di madrasah ini intinya adalah pengabdian. sehingga berapa jumlah gaji yang diberikan. beliau mengatakan bahwa: Karena dalam honorarium untuk guru sudah diatur oleh DEPAG. Dan alhamdulillah sekarang ini semua guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sudah mendapatkan bantuan dari program pemerintah yaitu Insetif dari DIKNAS dan Fungsional dari DEPAG. saya terima dengan senang hati. akan tetapi bagi saya kebahagiaan dan kesejahteraan selama menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang utama adalah jika semua kebutuhan-kebutuhan. sehingga kepada para guru perasaan untuk memiliki madrasah inilah yang saya tingkatkan.

Dalam melakukan pembinaan disiplin guru. Apabila kedisiplinan guru sudah tercapai maka kelancaran proses pengajaran akan berjalan dengan baik dan lancar juga prestasi kerja yang dihasilkan akan sesuai dengan yang diharapkan. Temuan Hasil Penelitian. Kepala madrasah harus mencurahkan segala energi dan waktunya untuk meningkatkan prestasi kerja para guru secara maksimal di madrasahnya. damai sejahtera. sehingga para guru dituntut untuk mempunyai kemampuan profesional dalam menjalankan tugasnya dan selalu meningkatkan prestasi kerjanya. Guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan program pengajaran dan tujuan madrasah. para guru diharapkan untuk tetap menjaga kekompakan dalam menjalankan tugasnya dan selalu berusaha meningkatkan kinerjanya demi peningkatan dan pengembangan mutu madrasah. Berkaitan dengan fokus pertama. memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. Dengan demikian. mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. akan tetapi bisa dilakukan dengan peningkatan kesejahteraan psykologis antara lain penciptaan suasana madrasah yang aman. Pembinaan terhadap guru merupakan tanggung jawab penting bagi kepala madrasah. kepala madrasah berusaha untuk memberikan pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. menjadi contoh atau teladan dengan menerapkan disiplin pada diri kepala madrasah sendiri. menyediakan. kepala madrasah harus berupaya untuk mengadakan pembinaan terhadap kemampuan profesional guru. Untuk meningkatkan prestasi kerja guru.menyampaikan pesan kepada guru bahwa meskipun gaji yang diterima sangat kecil. dari data tersebut diatas menunjukkan bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru tidak harus bersifat materi. melakukan komunikasi yang baik dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. GAMBAR III SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PEMBINAAN GURU . Prestasi guru merupakan cermin prestasi kepala madrasah. 1. dan mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. dalam pembinaan disiplin kepala madrasah juga membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan. dengan menerapkan disiplin diri diharapkan para guru akan mengikuti sebagaimana disiplin yang diterapkan kepala madrasah dengan penuh kesadaran diri dan tanpa adanya paksanaan. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam melakukan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. Selain itu. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja antara lain difokuskan pada pembinaan disiplin guru dan pembinaan kemampuan profesional guru. tim khusus ini bertugas sebagai pemantau terhadap kedisiplinan guru dalam menjalankan tugasnya. mendatangkan para ahli.

memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. memberikan penghargaan. agar para guru dapat menjalankan dan meningkatkan prestasi kerjanya. Adapun kepemimpinan yang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru yaitu menekankan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. maka kepala madrasah harus berupaya memotivasi guru. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. Motivasi merupakan faktor pendorong untuk melakukan sesuatu.2. GAMBAR IV SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MEMOTIVASI GURU . Berkaitan dengan fokus kedua.

menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. Apabila kesejahteraan guru terpenuhi maka para akan dapat melaksanakan dan meningkatkan kinerjanya dengan baik sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Adapun kiat-kiat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru yaitu berusaha meningkatkan kesejahteraan mental dan materi dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. damai. Dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan kesejahteraan secara psikologis dan materi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. GAMBAR V SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN GURU Berdasarkan skema temuan-temuan hasil penelitian tersebut diatas. pengabdian dan ikhlas. memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi.3. Berkaitan dengan fokus ketiga Kesejahteraan merupakan salah satu faktor penentu produktifitas atau prestasi kerja. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. maka skema temuan akhir kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dalam meningkatkan prestasi kerja guru sebagai berikut: GAMBAR VI SKEMA TEMUAN AKHIR KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA GURU .

kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. menjadi teladan. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secara efektif dan efisien.BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berakaitan dengan sikap batin dan watak. pembinaan moral. Kepala madrasah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Untuk itu. . dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. sehingga kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar para dapat melaksanakan tugasnya secara proporsional dan profesional. kepala madrasah harus berusaha melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Pertama. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. pembinaan fisik. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan. pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. mendatangkan para ahli. Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang ajaran baik dan buruk terhadap suatu . Dalam rangka melaksanakan pembinaan-pembinaan terhadap guru. Sedangkan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. dan pembinaan artistik. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan upaya peningkatan kinerja para anggotanya. Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru yang juga merupakan bagian integral dari keberadaan sumber daya manusia yang mempunyai peranan strategis dalam kehidupan suatu madrasah. Wahjosumidjo menyatakan bahwa setidaknya terdapat empat macam nilai yang harus diperhatikan yaitu: pembinaan mental. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada dalam melakukan pembinaan guru ditekankan pada pembinaan kedisiplinan guru dan pembinaan kompetensi profesionalisme guru. mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan. memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan dengan baik. Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan.

baik yang obyektif maupun yang subyektif. Demikian pula sebaliknya orang lain yang tidak didorong oleh motif yang kuat akan . Lebih lanjut Nur kholis menyatakan bahwa program pelatihan apapun harus tidak hanya sebatas pada pelatihan. Pembinaan fisik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan jasmani. hampir semua perilaku sadar mempunyai motivasi. dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut. Dengan demikian. habis pelatihan urusan selesai. Untuk mencapai tujuan organisasi. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus kedua.perbuatan. memberikan penghargaan dan hukuman. dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam melakukan pembinaan guru untuk meningkatkan prestasinya. Pembinaan artistik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni dan keindahan. dan penampilan mereka secara lahiriah. Davis dan Newtron sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa. B. Mulyasa juga menyatakan bahwa upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam melaksanakan pembinaan guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja antara lain: mengikutsertakan para guru dalam penataran dan pelatihan-pelatihan. Seseorang bersedia melakukan sesuatu pekerjaan apabila motif yang mendorongnya cukup kuat yang pada dasarnya tidak mendapat saingan atau tantangan dari motif lain yang berlawanan. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugasnya masing-masing. dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. Dalam melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan seseorang selalu didorong oleh motif tertentu. E. sarana dan hubungan kerja sama yang baik dan seimbang. kesehatan. Kepala madrasah harus dapat mendorong para guru untuk aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olah raga. upaya yang telah diterapkan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru adalah sebagai usaha dalam menjalankan fungsi dan peranannya sebagai pemimpin sebuah lembaga pendidikan untuk meningkatkan prestasi kerja guru dan meraih keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan bersama. Tetapi pelatihan itu hendaknya diikuti dengan aktifitas-aktifitas lanjutan. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. dan menjadi contoh teladan bagi para guru. indah sejuk dan menyenangkan. mendorong guru untuk menggunakan waktu pembelajaran secara efektif dan efisien. Motif atau dorongan dalam melakukan sesuatu pekerjaan sangat besar pengaruhnya terhadap kinerja. sehingga kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat. misalnya senantiasa memperhatikan bagaimana guru menerapkan cara-cara baru yang diperoleh dalam pelatihan. maka tugas manajer adalah mengidentifikasi dan menggerakkan motivasi pegawai agar bersemangat dan berprestasi baik dalam melaksanakan tugasnya. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. menggerakkan tim evaluasi. prestasi dan semangat kerja dibutuhkan motivasi. dan terkandung makna bahwa upaya yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mencakup pembinaan sumber daya manusia. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru di fokuskan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik. sehingga kepala madrasah harus berusaha menjadikan lingkungan madrasah yang rapi.

damai. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Ketiga Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. misalnya motivasi. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para guru dalam melaksanakan berbagai tugas dan fungsinya. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong (motivasi). harapan dan cita-cita serta insentif yang dibutuhkan guru agar para guru mempunyai semangat kerja yang tinggi dan pada akhirnya mereka mau dan mampu meningkatkan kinerjanya. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru ditekankan pada peningkatan kesejahteraan mental dam materi. dapat meningkatkan nama baik. bakat. disiplin. C. Oleh karena itu. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai motivator. Setiap guru memiliki karakteristik khusus. Motivasi instrinsik timbul dari setiap individu seperti kebutuhan. Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut diatas dan dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru dapat difamahi bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam meningkatkan motivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerjanya. atau belum merasa puas bagi kebutuhan untuk tingkat diatasnya. hal ini terbukti kepala madrasah telah berupaya untuk selalu memotivasi para guru baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. yang satu sama lainnya berbeda. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. dorongan. penghargaan yang efektif. mempunyai perhatian. dan 10-20 % bergantung pada kemampuannya. pengaturan suasana kerja (hubungan kerja yang harmonis). Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. Sudjana menyatakan bahwa motivasi terdiri atas motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya.. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif. ia akan memperlihatkan minat. Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik.meninggalkan atau sekurang-kurangnya tidak bergairah dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Sedangkan motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul dari luar diri seseorang. dan penyediaan sumber pembelajaran´. Dengan demikian kepala madrasah dituntut untuk memiliki kemampuan dan strategi untuk memotivasi para guru dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan guru. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari . minat dan harapan pada diri sendiri. timbul karena ada rangsangan dari luar lingkungannnya misalnya karena ada hadiah. Lebih lanjut Palmer mengatakan bahwa orang-orang yang menginginkan atau bermotivasi tinggi untuk memperoleh pengembangan adalah orang-orang yang belum mencapai kepuasan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. tetapi juga dalam psykisnya. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya. dengan cara: Menciptakan iklim madrasah yang aman. ³Sutermeister sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa prestasi kerja untuk 80-90 % bergantung pada motivasinya untuk bekerja. kemauan. Mulyasa mengungkapkan bahwa: ³motivasi dapat ditumbuh-kembangkan oleh kepala madrasah melalui: pengaturan lingkungan fisik (ruang kerja dan ruang belajar yang kondusif serta mengatur lingkungan madrasah yang nyaman dan menyenangkan). Motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga atau organisasi untuk meningkatkan kinerja anggotanya.

dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan rasa aman. akan tetapi sudah dikaitkan dengan harkat dan martabat manusia. keamanan. kesempatan memperoleh liburan. kepala madrasah juga berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan materi. Dengan demikian. dapat juga berupa tunjangan-tunjangan. Lazaruth menyatakan bahwa kesejahteraan material dan spiritual merupakan faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja. dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai upaya yang kuat dalam meningkatkan kesejahteraan guru. dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru kepala madrasah harus memperhatikan kesejahteraan mental dan spiritual guru serta harus mempunyai strategi untuk memberikan penghargaan dan imbalan jasa kepada guru dengan memperhatikan standar kebutuhan guru dan berupaya memberikan sistem kompensasi yang lebih baik dan menarik. dengan terpenuhinya kesejahteraan material dan spiritual. dan dengan melihat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. dan sebagainya sejalan dengan insentif yang diberikan. Upah atau gaji yang layak sehinga dapat memenuhi kebutuhan seperti sandang. Masalah kompensasi adalah salah satu bentuk imbalan yang harus dipenuhi karena imbalan oleh pekerja tidak lagi dipandang sebagai alat pemuas kebutuhan materialnya. Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja . kesehatan. meskipun dalam memenuhi kesejahteraan materi belum maksimal dan belum memenuhi standar kebutuhan para guru. tentram dan sejahtera secara psykologis melalui kepastian karier dan insentif sebagai imbalan atas pekerjaannnya. Wujud insentif bisa berupa kenaikan pangkat. Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut. fasilitas perumahan. Kompensasi merupakan imbal jasa yang diberikan yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. kendaraan dan lain-lain. hal ini terbukti bahwa selain melakukan peningkatan kesejahteraan mental guru. perumahaan. Finch menyatakan bahwa berhasil tidaknya peningkatan prestasi kerja apabila orang-orang yang terlibat di dalam peningkatan prestasi kerja juga diberi kompensasi atau sekedar insentif. hal ini disebabkan karena disesuaikan dengan kemampuan madrasah dalam memberi gaji kepada guru. maupun psikologis yang secara langsung berpengaruh pada prestasi kerjanya. Dalam peningkatan prestasi kerja. merupakan faktor yang tidak boleh ditinggalkan dalam peningkatan prestasi kerja.niat ibadah. Kesimpulan 1. Dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia memiliki berbagai kebutuhan baik fisik. Peningkatan prestasi guru dapat dilakukan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan guru. Mulyasa juga menyatakan bahwa dalam peningkatan kesejahteraan guru perlu diupayakan: gaji guru senantiasa disesuaikan agar mencapai standar yang wajar bagi kehidupan guru dan keluarganya. memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi. pengabdian dan ikhlas. BAB VI PENUTUP A. memenuhi kebutuhan guru dengan sistem imbalan yang lebih baik dan menarik. Pemberian kompensasi selain dalam bentuk gaji. maka seseorang akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat. Guru merupakan pemeran utama proses pendidikan. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya.

peningkatan motivasi ekstinsik dengan cara: memberikan penghargaan 3. pembinaan kemampuan profesionalisme guru yaitu dengan cara: mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar dan pelatihan. pelatihan-pelatihan. Kedua. Kepala madrasah disarankan untuk selalu berusaha untuk meningkatkan strategi dalam membina. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. berusaha untuk memenuhi keinginankeinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. 3. 2. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. memberi kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikan. Kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada peningkatan motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada: Pertama peningkatan kesejahteraan mental dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. pengabdian dan ikhlas. 2. mengetahui kelemahan atau hambatan yang ada serta berusaha mengatasi hambatan yang ada. bekerja sama dengan lembaga pendidikan lain. untuk dikaji lebih mendalam dengan berbagai metode penelitian yang lain agar . memotivasi. menempatkan guru pada proporsi yang tepat. mendatangkan para ahli. memberi kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. Kepada kepala madrasah Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja guru. dan berusaha untuk membangkitkan motivasi terutama motivasi yang berasal dari diri guru sendiri. seminar-seminar baik yang diadakan di madrasah maupun di luar madrasah. peningkatan kesejahteraan yang berupa materi dengan cara: mengatur pemberian gaji guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji ditambah uang transportasi serta bantuan tunjangan fungsional dan insentif dari pemerintah. B. pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan. Pertama. Kepada para guru Dalam rangka meningkatkan prestasi kerja. mengevaluasi kerja guru. guru disarankan untuk selalu berusaha meningkatkan kompetensi profesionalnya dengan cara: mengikuti pembinaan-pembinaan. damai. kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan disarankan untuk benar-benar memahami sekaligus menerapkan fungsi dan peranannya. Peningkatan motivasi instrinsik dengan cara: menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan.guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan difokuskan pada dua macam pembinaan yaitu: Pertama. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. Kepada peneliti yang akan datang Kepada peneliti yang akan datang diharapkan penelitian mengenai kepemimpinan kepala madrasah pada umumnya dan upaya kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru pada khusunya. Kedua. menjadi teladan. dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. Kedua. dan meningkatkan kesejahteraan guru. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. Saran-saran 1.

dan kepada Ulil Amri yang beriman dan menjalankan syari¶at Allah dan Sunnah Rasul.´ (QS. . Label: KARYA ILMIAH Kepemimpinan dalam Alquran (4) Kamis. ³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. dan pada gilirannya dampaknya yang pasti pun tidak mengikuti.diperoleh penemuan-penemuan baru sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak lembaga pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. satu ras. kelemahan. Manhaj yang terbebas dari kebodohan. juga lebih baik di akhirat. Lebih baik di dunia. Mahabijaksana. Maha Melihat. Allah yang Maha Menciptakan. Jadi. Maha Mengenal. Jadi. Setelah nash ini meletakkan masalah pada posisi kondisionalnya. satu kelompok. tidak ada iman sama sekali manakala syarat ini tidak terpenuhi. dan lebih baik akibatnya. Manhaj yang tidak mengandung nepotisme kepada satu individu. Lalu perkara-perkara yang diperselisihkan itu dikembalikan kepada Allah dan Rasul. maka sekali lagi nash menghadirkannya dalam bentuk ³nasihat´ dan motivasi. tetapi mengikuti manhaj itu juga dapat mewujudkan kebaikan dunia dan akibat yang baik bagi individu dan jama¶ah di kehidupan yang dekat ini. Lebih baik akibatnya di dunia. Maha Mengetahui. seperti yang dilakukannya terhadap perintah menunaikan amanah dan berlaku adil. dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. satu generasi. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Sesungguhnya manhaj ini berarti ³seseorang´ menikmati kelebihan-kelebihan manhaj yang diletakkan Allah baginya. 07/05/2009 11:04 WIB | email | print | share (58) (59) ³Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. satu bangsa.´ Itulah ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul. Semua ini adalah syarat iman kepada Allah dan Hari Akhir. juga lebih baik akibatnya di akhirat. An-Nisa: 58-59) ³Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Karena Allah adalah Rabb bagi semua orang. yang kemudian disusul dengan nasihat dan motivasi. dan syahwat manusia. Sebagaimana ia merupakan tuntutan iman kepada Allah dan Hari Akhir. hawa nafsu. Tidak ada iman. bukan hanya menggapai ridha Allah dan pahala akhirat²dan itu merupakan berkara yang sangat. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.´ Yang demikian itu lebih baik bagi Anda.

atau satu bangsa. Sehingga manusia tidak terjebak dalam kebingunan saat mencari manhaj yang sesuai. padahal mereka diperintahkan untuk mengingkarinya. juga dalam aturan pokok umat Islam. tetapi justeru berdampingan dengannya dan memanfaatkannya. Rasulullah saw . Dan selain itu ada ruang yang orisinil bagi akal manusia. Juga untuk mengingatkan mereka dan orang-orang seperti mereka tentang keinginan setan untuk menyesatkan mereka. sarana-sarana untuk berbicara kepadanya dan memperbaikinya. dan mengetahui letak-letak analogi dan ijtihad mengenai halhal yang diperselisihkan akal. disusul dengan ijtihad untuk mengembalikan masalah yang tidak diredaksikan kepada nash-nash atau kepada prinsip-prinsip umum agama ini. Yaitu ruang ijtihad untuk memahami nash-nash yang ada. Sebagaimana konteks menjelaskan alasan-alasan mereka yang lemah dan palsu untuk mengikuti langkah yang aneh ini. maka konteks beralih kepada orang-orang yang menyimpang dari kaidah ini.Allah Subhanah tidak terkontaminasi oleh keinginan memihak kepada satu individu. Sebagaimana Dia mengetahui seluk-beluk jiwanya. Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah dibuat oleh yang menciptakan manusia. yaitu kepada Thaghut. Sehingga manusia tidak perlu berkonflik dengan hukum alam. ³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. karena bidang tersebut sangat luas bagi akal manusia. Dan cukuplah bagi akal mereka untuk berusaha menerapkan manhaj ini. Manhaj memberinya petunjuk tentang semua ini dan melindunginya. Penolakan ini dianggap sebagai sikap hipokrit. dan manhaj penetapan syari¶at dan prinsip-prinsipnya. karena mereka ingin bermahkamah kepada selain syari¶at Allah. yang mengetahui hakikat fitrahnya dan kebutuhan-kebutuhan yang hakiki bagi fitrah ini. Sebagaimana konteks menganggap keinginan mereka untuk bermahkamah kepada thaghut sebagai tindakan keluar dari iman²bahkan sejak awal dianggap tidak masuk ke dalamnya. Inilah manhaj yang di antara keistimewaan adalah dibuat oleh Pencipta alam semesta tempat manusia tinggal. atau satu strata sosial. yaitu ruang penelitian ilmiah terhadap alam semesta dan ruang kreasi dan inovasi material. Konteks mendeskripsikan kondisi mereka ketika diajak mengikuti Allah dan Rasul-Nya lalu mereka menolak. tidak membebani manusia dengan harga dari uji coba-uji coba yang keras. Dia menjamin untuk manusia manhaj yang kaidah-kaidahnya sesuai dengan hukum alam. Meski demikian.´ Sehabis menetapkan kaidah universal ini dalam syarat iman dan batasan Islam. dan Allah swt. Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah²selain memberinya petunjuk dan melindunginya²manhaj ini juga memuliakannya dan memberi ruang bagi akalnya untuk bekerja di dalam manhaj. ketika bencana dan musibah ditimpakan pada mereka. Jadi. atau satu ras. Sementara mereka terjebak dalam kebingunan tanpa petunjuk! Cukuplah bagi mereka melakukan uji coba dalam bidang kreasi dan inovasi material sesuka hari. Konteks beralih kepada mereka untuk memandang aneh sikap mereka. kemudian sesudah itu mereka mengklaim sebagai orang yang beriman! Padahal mereka melanggar syarat iman dan batasan Islam. atau satu generasi.

diinstruksikan untuk menasihati mereka. Dan penggal ini ditutup dengan penjelasan tentang tujuan Allah mengutus para Rasul. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful