Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU

Diposkan oleh Mohamad Yasin Yusuf

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi merupakan era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah menimbulkan persaingan dalam berbagai bidang, yang menuntut masyarakat Indonesia untuk memantabkan diri dalam peningkatan kualitas dan sumber daya manusia yang unggul, mampu berdaya saing, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi serta mempunyai etos kerja yang tinggi. Perwujudan manusia yang berkualitas tersebut menjadi tanggung jawab pendidikan terutama dalam mempersiapkan peserta didik menjadi subyek yang makin berperan, menampilkan keunggulan yang tangguh, kreatif, mandiri, dan professional dalam bidangnya masing-masing. Di Indonesia sekolah/madrasah harus dengan kesungguhannya melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan tujuan nasional sebagaimana yang tercantum dalam Undangundang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta penjelasannya Bab II Pasal 3 bahwa: Pendidikan Naional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Keberhasilan untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut kepala madrasah mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menselaraskan sumber daya pendidikan yang tersedia, kepemimpinan kepala madrasah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong madrasah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran melalui program madrasah yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Dalam persaingan global ini, diakui atau tidak lembaga pendidikan atau sistem persekolahan dituntut untuk mengemuka dengan kinerja kelembagaan yang efektif dan produktif. Kepala madrasah sebagai penanggung jawab pendidikan dan pembelajaran di madrasah hendaknya dapat meyakinkan kepada masyarakat bahwa segala sesuatunya telah berjalan dengan baik, termasuk perencanaan dan implementasi kurikulum, penyediaan dan pemanfaatan sumber daya guru, rekrutmen sumber daya murid, kerjasama madrasah dan orang tua, serta sosok outcome madrasah yang prospektif. Kepala madrasah merupakan unsur vital bagi efektifitas lembaga pendidikan. Kepala madrasah yang baik akan bersikap dinamis untuk menyiapkan berbagai macam program pendidikan,´ keberhasilan madrasah adalah keberhasilan kepala madrasah, kepala madrasah yang berhasil apabila memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks, serta mampu melaksanakan peranan dan tanggung jawab untuk memimpin madrasah´. Kepemimpinan yang berkaitan dengan masalah kepala madrasah dalam meningkatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalam situasi kondusif, perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat dan penuh pertimbangan terhadap para guru, baik sebagai

individu maupun sebagai kelompok.³ Perilaku pemimpin yang positif dapat mendorong kelompok dalam mengarahkan dan memotifasi individu untuk bekerja sama dengan kelompok dalam rangka mewujudkan tujuan lembaga pendidikan´. Kepala madrasah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki andil besar dalam menciptakan suasana kondusif yang ada dalam lingkungan kerjanya. Suasana kondusif tersebut merupakan faktor yang terpenting dalam menciptakan guru yang berprestasi. Guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat penting terhadap kemajuan bangsa Indonesia, guru juga sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan.³Tenaga pendidikan terutama guru merupakan jiwa dari madrasah´ . Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, evaluasi kinerja, hubungan kerja sampai pada imbal jasa, merupakan garapan penting bagi seorang kepala madrasah. Guru sangat berperan dalam menentukan kualitas lulusan madrasah. Artinya untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas diperlukan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal. Sedangkan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal dapat diperoleh bila ditunjang oleh kepemimpinan yang baik. Prestasi kerja guru yang berkualitas ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya adalah bagaimana atasan dalam memimpin bawahan, yang demikian ini disebut dengan kepemimpinan seorang pemimpin (kepala madrasah). Peran pemimpin sangat penting dalam organisasi, tanpa adanya pemimpin suatu organisasi hanya merupakan pergaulan orang-orang dan mesin. ³ Kepemimpinan adalah kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mangajak, mamantau dan kalau perlu memaksa orang lain agar menerima pengaruh itu. Selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatau maksud dan tujuan tertentu´. Seorang kepala madrasah mempunyai tugas untuk mengatur dan menggerakkan sejumlah besar orang-orang (guru) yang mempunyai berbagai sikap, tingkah laku dan latar belakang yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan guru yang dapat membantu tugas pimpinan secara optimal, maka diperlukan seorang pemimpin yang mampu mengarahkan dan merubah tingkah laku bawahannya kepada tercapainya tujuan organisasi secara maksimal. Pemimpin yang efektif selalu menyadari bahwa anggota organisasinya merupakan sumber daya manusia yang sangat berharga karena dikaruniai atau memiliki otak dan akal fikiran, sehingga pemimpin selalu berupaya menggali, memanfaatkan dan meningkatkan kreatifitas anggotanya untuk mencapai prestasi yang tinggi. Prestasi kerja guru yang tinggi merupakan perwujudan dari kualitas guru. Hal ini cukup penting dalam rangka mencapai tujuan madrasah. Dengan prestasi kerja yang tinggi berarti para guru benar-benar dapat berfungsi sebagai pendidik yang tepat guna dan berhasil guna sesuai dengan sasaran-sasaran organisasi yang hendak dicapainya. Apabila tujuan peningkatan prestasi kerja para guru dapat terpenuhi, maka tujuan pembangunan yang sesuai dengan pancasila, UUD 1945 beserta tujuan Pendidikan Nasional akan segera tercapai, begitu juga dengan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tuntutan perkembangan zaman. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar merupakan lembaga pendidikan yang ikut berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa demi mensukseskan tujuan pembangunan nasional Indonesia. Madrasah tersebut merupakan lembaga pendidikan negeri yang berada dibawah naungan Departemen Pendidikan Agama. Sebelumnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan merupakan madrasah swasta dengan nama

MI. Al-Qodiriyah dalam naungan yayasan Al-Qodiriyah. Karena dari tahun ketahun mengalami kemajuan, Departemen Pendidikan Agama Kabupaten Blitar merubah status dari Swasta menjadi Negeri. Selain itu Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga dijadikan center oleh lembaga-lembaga madrasah ibtidaiyah di Udanawu Blitar. Bahkan sering mendapatkan kejuaraan pada bidang mata pelajaran, olah raga dan seni ditingkat Kecamatan ataupun tingkat Kabupaten. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa para guru telah berhasil dalam usaha mencapai tujuan madrasah. Keberhasilan para guru dalam mencapai tujuan madrasah tersebut merupakan salah satu prestasi kerja yang ditunjukkan oleh guru yang berasal dari kemampuan dan motivasi yang dimilikinya. Prestasi kerja yang dihasilkan para guru tersebut merupakan hasil dari kepemimpinan kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan yang selalu menggerakkan, mengarahkan, dan memberikan motivasi kepada para guru untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan bersama. Atas dasar latar belakang masalah tersebut, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tema ³Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru (Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar)´. B. Fokus Masalah Berkaitan dengan study kepemimpinan Kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerga guru pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar maka yang menajdi fokus masalah dalam studi ini adalah bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang berpengaruh terhadap peningkatan mutu kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Kemudian fokus masalah tersebut dirumuskan sebagaimana rumusan masalah. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, fokus penelitian dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 2. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 3. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? D. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 2. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 3. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. E. Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai berikut : 1. Secara teoritis a. Memberikan kontribusi akademis dalam upaya peningkatan dan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang kepemimpinan lembaga pendidikan. 2. Secara praktis a. Sebagai bahan masukan bagi pengelola lembaga pendidikan khususnya Madrasah Ibtidaiyah

Negeri Slemanan Udanawu Blitar sehingga lembaga tersebut dapat lebih maju dari sebelumya dan tetap eksis serta bisa menjadi lembaga pendidikan alternatif. b. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi imput bagi para praktisi dan peneliti pendidikan dalam rangka kontribusi kajian ilmiah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan untuk meningkatkan mutu kependidikan. F. Metodologi Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan mutu kependidikan yang peneliti lakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar ini menggunakan pendekatan kualitatif sebab jenis penelitian ini tidak bisa berambisi mengumpulan data dari segi kualitasnya tetapi ingin juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dari data yang hasil direkam. Penulis tidak menemukan sumber datanya atau nara sumber secara kuantitatif menggunakan purvose sampling. Pola tersebut lazim disebut dengan Creation baset sampling artinya bahwa penggunaan sumber data atau nara sumber dianggap cukup mana kala informasi yang diperlukan sudah cukup memadai sehingga sering kali jumlah nara sumber atau sumber data memungkinkan untuk selalu berkembang dan bertambah. Tesis ini menggunakan rancangan studi kasus penelitian yang berupaya mencari kebenaran ilmiah dengan cara mempelajari secara mendalam perkembangan dari satu individu, kelompok orang. Lembaga dan tidak mustahil perkembangan suatu kejadian khusus. Studi kasus ini dimaksudkan untuk mencoba mengamati perkembangan dan fonemena yang terjadi pada sebuah organisasi dalam hal ini organisasi yang menjadi obyek penelitian adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Sifat penelitian ini adalah berupa penelitian deskriptif kualitatif. Oleh sebab itu pendekatan yang dilakukan adalah melalu pendekatan kualitatif dengan memakai bentuk study kasus (case study). Maksudnya adalah dalam penelitian deskriftif kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainya sehingga yang menjadi tujuan dalam penelitian deskriftif kualitatif ini adalah ingin menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya. 2. Kehadiran Peneliti. Insrumen utama dalam penelitian ini adalah manusia . Karena itu untuk menyimpulkan data secara koprehensif maka kehadiran peneliti di lapangan sangat diutamakan karena mengumpulkan data dilakuakn yang sebenarnya tanpa dimanipulasi dibuat dan dipanjang lebarkan Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus mengumpul data sehingga dapat dikatakan peneliti dalam penelitian ini bertindak sebagai instrumen kunci. Penelitian dalam hal ini akan melakuakn observasi. Wawancara dan mengambil dokumen. 3. Lokasi Penelitian Peneliti sengaja memilih lokasi penelitian di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dengan pertimbangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah yang favorit dan menjadi central madrasah-madrasah lain. Dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar memiliki guru guru yang variatif dengan latar belakang pendidikan yang beragam Dengan demikian sesuai dengan fokus masalah penelitia yang telah dikemukakan diatas, yang menjadi objek dalam tesis ini adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mengenai kepemimpinan Kepala madrasah dalam meningkatkan

prestasi kinerja guru 4. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´. Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person, place paper. 1. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. Dalam penelitian ini personnnya adalah Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 2. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak, meliputi fasilitas gedung, kondisi lokasi, kegiatan belajar-mengajar, kinerja, aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 3. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar, simbol-simbol dan lain-lain. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip, catatan-catatan, dokumen yang ada di Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 5.Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap. Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera. Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama, merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis, keadaan madrasah, sarana dan prasarana, kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah negeri Slemanan Udanawu Blitar . Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran. 2. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. b. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih, jika ternyata responden mengalami kesulitan

tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif. pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran. dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. dan dokumentasi yang diperoleh dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data. didengar. 6. Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder. Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan. Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip. paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian. peneliti membuat ringkasan. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. yaitu berupa data yang ditemukan dari observasi partisipan. surat bukti. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. dimulai pada awal kegiatan sampai dilanjutkan selama kegiatan pengumpulan data dilaksanakan. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara. c. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. menafsirkan serta meramalkan´. Data yang di dapat dalam penelitian ini berupa kalimat. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. menelusuri tema. Pada penelitian. Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian. wawancara mendalam. mengkode. Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya.menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. Informasi tersebut misalnya. d. setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data. Analisis Data Dalam suatu penelitian. kata-kata yang berhubungan dengan . 3. dan satuan uraian dasar. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu. Dengan demikian reduksi data ini akan berlangsung secara terus menerus selama penelitian berlangsung. membuat gugus-gugus dan mambuat memo. kategori. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian. dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. maka langkah selanjutnya menganalisa dan kemudian menyajikannya secara tertulis dalam laporan tersebut. ³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. partisipan dan informan.

judul. dalam hal ini membahas proses penelitian yang digunakan dalam penelitian. pengesahan. Bab II. Metodologi Penelitian. Pengertian Kepemimpinan Kepala Madrasah Definisi tentang kepemimpinan sangat bervariasi sebanyak orang yang mencoba mendefinisikan konsep kepemimpinan. terdiri dari enam bab yaitu: Bab I. definisi kepemimpinan secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. studi pendahuluan dan diakhiri dengan sistematika pembahasan. sehingga sajian data merupakan sekumpulan informasi yang tersusun secara sistematis yang memberikan kemungkinan untuk ditarik kesimpulan. BAB II KAJIAN TEORI A. . Dalam bab ini dipaparkan latar belakang masalah. berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran-saran. kepemimpinan sebagai kunci keberhasilan kepala madrasah. penegasan istilah. Hadari Nawawi berpendapat bahwa kepemimpinan adalah kemampuan menggerakkan. Dalam hal ini membahas tentang pengertian kepemimpinan kepala madrasah. maka langkah selanjutnya adalah melakukan penarikan kesimpulan. fungsi dan tipe kepemimpinan. dan abstrak. pendahuluan. tujuan dan kegunaan penelitian dirumuskan secara jelas. lampiran-lampiran dan biodata penulis. Sistematika Pembahasan Untuk dapat melakukan pembahasan secara sistematik. persembahan. dokumentasi yang didapat saat melakukan kegiatan di lapangan. . G. memuat tentang apa saja yang diperoleh dari penelitian yang meliputi gambaran obyek dan hasil penelitian dari fokus penelitian. Pada saat kegiatan analisis data yang berlangsung secara terus menerus selesai dikerjakan. halaman sampul.fokus penelitian. obervasi partisipan. persetujuan pembimbing. fokus penelitian yang dikaji dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. wawancara mendalam. serta mempengaruhi interpretasi mengenai peristiwa-peristiwa para pengikutnya. peningkatan prestasi kerja guru. daftar gambar. Kajian teori. kata pengantar. pendekatan-pendekatan dalam kepemimpinan. Dengan kata lain penyajian data ini merupakan proses penyusunan informasi secara sistematis dalam rangka memperoleh kesimpulan sebagai temuan penelitian. meliputi perangkat legalitas tesis. daftar isi. Bab V. maka diambil langkah-langkah sebagaimana dalam sistematika pembahasan sebagai berikut: Bagian awal. halaman. pengorganisasian dan aktifitas-aktifitas untuk mencapai sasaran. Bab IV. hakekat prestasi kerja guru. Pembahasan hasil Penelitian Bab VI. memuat daftar rujukan. Untuk mengarah pada hasil kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data baik yang berasal dari catatan lapangan. motto. memotivasi pengikut untuk mencapai tujuan. mempengaruhi kelompok dan budayanya. Bagian utama. Paparan data dan temuan hasil penelitian. Bab III. Penutup. Bagian akhir. Kepemimpinan Kepala Madrasah 1. Menurut Suharsimi Arikunto kepemimpinan adalah usaha yang dilakukan untuk mempengaruhi anggota kelompok agar mereka dengan suka rela menyumbangkan kemampuannya secara maksimal demi pencapaian tujuan kelompok yang telah ditetapkan. kepala madrasah dalam peningkatan prestasi kerja guru.

bahwa kepemimpinan merupakan suatu tindakan atau aktifitas kegiatan untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi. 2. Melihat beberapa unsur tersebut. termasuk dalam hal ini adalah organisasi pendidikan. menggerakkan. maka dapat ditarik suatu maksud bahwa kepemimpinan kepala madrasah adalah kemampuan kepala madrasah untuk memimpin. melakukan koordinasi. adanya tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. dalam kenyataannya pasti memerlukan seorang dengan atau tanpa dibantu orang lain untuk menduduki posisi pimpinan/pemimpin. Kepala madrasah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu madrasah dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. namun demikian pada dasarnya definisi-definisi tersebut memiliki kesamaan konseptual. Meskipun masih banyak definisi atau pengertian tentang kepemimpinan yang dikemukakan para ahli lainnya. Tery kepemimpinan adalah aktifitas mempengaruhi orang-orang untuk berusaha mencapai tujuan kelompok secara sukarela.memberikan motivasi dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakantindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang dilakukan. Irving R. Weschler dan fred Mescarik mendefinisikan kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang dilakuakn dalam suatu situasi dan diarahkan melalui proses kominikasi pada pencapaian tujuan atau tujuan-tujuan tertentu. atau mempengaruhi para guru dan segala sumber daya yang ada di madrasah sehinga dapat di daya gunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. memimpin. kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk beraktifitas. Melihat penjelasan mengenai pengertian kepemimpinan dan kepala madrasah tersebut. adanya aktifitas. tinjauan menyeluruh mengenai jenis-jenis pendekatan kepemimpinan sangat bermacam-macam. Dengan demikian pengertian kepemimpinan tersebut dapat timbul dari mana saja asalkan unsurunsur dalam kepemimpinan itu terpenuhi. Studi kepemimpinan yang terdiri dari berbagai macam pendekatan. Paul Harsey dan Ken Blanchard menyebutkan pengertian lain dari para ahli lainnya mengenai kepemimpinan antara lain: ‡ Menurut George R. atau perilaku yang satu sama lain dijadikan sasaran studi tanpa mengaitkan satu sama lain yang sebenarnya merupakan satu rangkaian persoalan di bidang kepemimpinan. pada hakekatnya merupakan usaha untuk menjawab atau memberikan pemecahan persoalan-persoalan dalam bidang . meggerakkan. interaksi dan otoritas. Apapun bentuk suatu organisasi. karena kepemimpinan telah dipelajari melalui berbagai cara yang berbedabeda tergantung pada konsepsi kepemimpinan dan pilihan metodologi para penelitinya. Pendekatan-Pendekatan Dalam Kepemimpinan Pada dasarnya. atau mempengaruhi bawahan. antara lain: adanya orang yang mempengaruhi. melakukan koordinasi serta megambil keputusan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. ‡ Harold Konntz dan Cyril O¶Donnel mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi orang-orang untuk ikut dalam pencapaian tujuan bersama. ‡ Robert Tannen Baun. Sehingga studi kepemimpinan hanya memperlakukan atau dihadapkan pada satu aspek yang sempit seperti pengaruh bawahan atau sifat-sifat pribadi. yang mana pemimpin dalam organisasi ini adalah kepala sekolah/madrasah. Seseorang yang menduduki posisi pimpinan dalam suatu organisasi mengemban tugas melaksanakan kepemimpinan. adanya orang yang dipengaruhi.

2). hal ini menunjukkan hanya dengan menggunakan pendekatan sifat saja masalah kepemimpinan tidak akan dapat difahami dan dipecahkan dengan baik. Barnad dalam ³ The function of the executive´ mengemukakan dua sifat pemimpin yaitu sifat-sifat pribadi dan keunggulan subyektif. 2) yakin akan maksud dan tujuan organisasi. pendekatan perilaku. kepemimpinan dipandang sebagai sesuatu yang mengandung banyak unsur individu. ketrampilan. 8) memiliki kecerdasan. Orway Tead seperti yang dikutip Purwanto. sikap-sikap hubungan sosial.kepemimpinan. Dengan demikian dari pendekatan sifat ini masih terdapat kelemahan-kelemahan antara lain: pertama. dalam hal bagaimana seorang pemimpin memberi perintah. cara mengambil keputusan dan lain sebagainya. keluasan hubungan sosial. Sikap dan gaya kepemimpinan itu tampak dalam kegiatan sehari-hari. penguasaan teknologi. Chester L. Sifat-sifat pribadi mencakup kondisi fisik. situasi tertentu dan kondisi tertentu memerlukan kepemimpinan yang memiliki sifat dan ciri tertentu sesuai tuntutan situasi dan kondisi tertentu. Meskipun telah banyak penelitian tentang sifat kepemimpinan. dalam pendekatan sifat mencoba menerangkan sifat-sifat yang membuat seseorang berhasil. cara berkomunikasi. 5) mempunyai keteguhan hati. daya ingat. 9) pandai mengajari bawahan. kesopanan. cara mendorong semangat kerja bawahan. Pendekatan ini bertolak dari asumsi bahwa individu merupakan pusat kepemimpinan. daya tanggap pengetahuan. dan pendekatan situasional´. motifasi dan dorongan berprestasi. Ketiga. sifat-sifat tersebut ada pada seseorang karena pembawaan atau keturunan. tidak adanya kesesuaian atau pendapat diantara para pakar tentang rincian sifat atau ciri-ciri kepemimpinan. daya tahan. dan imajinasi. Banyak ahli yang telah berusaha meneliti dan mengemukakan pendapatnya mengenai sifat-sifat baik manakah yang diperlukan bagi seorang pemimpin agar dapat dan sukses dalam kepemimpinannya. 10) percaya pada diri sendiri. ketekunan. 7) sanggup bertindak tegas. dan keberanian. Pendekatan sifat berpendapat bahwa keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin dipengaruhi oleh sifat-sifat yang dimiliki oleh pribadi seorang pemimpin. . Kedua. cara memberi bimbingan. 3) selalu bergairah. kuat dan penuh energi. Sedangkan keunggulan subyektif menyangkut keyakinan. 4) bersifat ramah-tamah. membagi tugas dan wewenangnya. terlalu sulit untuk menetapkan sifat-sifat yang harus dimiliki pemimpin karena setiap orang yang menjadi pemimpin memiliki keunikan masing-masing. 1). sampai kini para peneliti belum berhasil menemukan satu atau sejumlah sifat yang dapat dipakai sebagai ukuran untuk membedakan pemimpin dan bukan pemimpin. Penganut pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan sifat-sifat kepribadian yang dimiliki oleh pemimpin yang berhasil dan yang tidak berhasil. Pendekatan Perilaku Pendekatan perilaku ini merupakan pendekatan yang mendasarkan pada pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh sikap dan gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin yang bersangkutan. Sehingga seseorang menjadi pemimpin karena sifat-sifatnya yang dibawa sejak lahir bukan dibuat atau dilatih. Pada dasarnya terdapat tiga pendekatan utama dalam kepemimpinan yaitu: ³pendekatan sifat. Keith Davis seperti yang dikutib Miftah Toha merumuskan empat sifat yang tampaknya mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi antara lain: kecerdasan dan kedewasaan. 6) unggul dalam teknik kerja. mengemukakan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin antara lain: 1) berbadan sehat. Pendekatan sifat Pendekatan ini menekankan pada kualitas pemimpin.

selalu memberi petunjuk kepada bawahan tentang cara melaksanakan tugas. 2. . Kepemimpinan Fasilitatif .Membuat jadwal kegiatan .Membantu pekerjaan agar dilaksanakan 3. Sedangkan struktur inisiasi adalah perilaku pemimpin cenderung mementingkan tujuan organisasi.Menekankan kepada hasil dan tujuan organisasi . Teori Empat Faktor Dalam usaha meningkatkan kualitas kepemimpinan. antara lain: a. Harsey dan Blanchard sebagaimana dikutip Sujana menjelaskan bahwa perilaku atau perbuatan seseorang pemimpin cenderung mengarah pada dua hal yaitu konsiderasi dan struktur inisiasi.Menunjukkan keramahan dan kemampuan untuk melaksanakan pendekatan . fasilitatif.Menembangkan suatu pandangan organisasi yang kohesif sebagai dasar penngambilan keputusan .Membantu perkembangan kepemimpinan yang posisional dan kepemimpinan yang sedang . teori kepemimpinan empat faktor meliputi dimensi-dimensi: stuktural.Memberikan ganjaran atas nama perseorangan 4.Memberikan dorongan dan penghargaan atas usaha orang lain .Meningkatkan moral / semangat staf .Dengan menggunakan pendekatan perilaku. Kepemimpinan Suportif . b.Melaksanakan pendelegasian yang jelas dan menentukan kepada anggota. teori empat faktor sangat mempunyai peranan yang penting.Mau dan bersedia memperbaiki posisi-posisi yang telah terbentuk . Teori Dua faktor Berdasarkan teori ini. Kepemimpinan Struktural . menetapkan standar tertentu tentang tugas pekerjaan. mau berkonsultasi. suportif.Memperkuat relasi yang positif dengan pemerintah ataupun masyarakat.Pendekatan akan berbagai persoalan dengan fikiran terbuka .Memberikan saran atas masalah kerja yang terkait . dan partisipatif. Ciri-ciri perilaku konsiderasi adalah ramah-tamah. Ciri-ciri perilaku struktur inisiasi adalah memberikan kritik terhadap pelaksanaan tugas yang tidak tepat. dan selalu mengawasi optimasi kemampuan bawahan dalam melaksanakan tugas.Mempercayai orang lain dengan pendelegasian tanggung jawab . Konsiderasi adalah perilaku pemimpin untuk memperhatikan bawahan.Cepat mengambil tindakan dalam keputusan yang mendesak . dan memperlakukan bawahan sebagaimana pemimpin memperlakukan dirinya sendiri.Menetapkan dan memperkuat kembali kebijakan organisasi . para ahli mengembangkan teori kepemimpinan kedalam berbagai macam klasifikasi.Memantau penerapan keputusan .Mengusahakan dan menyediakan sumber-sumber yang diperlukan .Mencari masukan dan nasehat yang menentukan .Menekan atau memperkecil kertas kerja yang birokratis . mendukung dan membela bawahan. Kepemimpinan partisipatif dengan tanda-tanda: . Masing-masing dimensi ditandai dengan berbagai ciri sebagai berikut: 1. menerima usul bawahan. mementingkan batas waktu pelaksanaan tugas kepada bawahan.

Pendekatan ini menitik beratkan pada berbagai gaya kepemimpinan yang paling efektif diterapkan dalam sitiasi tertentu. f. tetapi juga berbagai faktor situasi dan saling berhubungan antara situasi dengan . pemimpin mampu memberikan toleransi terhadap ketidakpastian dan penundaan tanpa kekhawatiran atau gangguan. Struktur inisiasi (inisiation of structure). pemimpin memelihara hubungan ramah-tamah dengan atasan yang mempunyai pengaruh terhadap pemimpin. Stogdill juga mengemukakan bahwa untuk menilai perilaku kepemimpinan ada 12 faktor yang perlu diperhatikan. pemimpin memperlihatkan wawasan ke depan dan kecakapan untuk memperkirakan hasil yang akan datang secara akurat. terlibat dalam keputusan dan berbuat. pemimpin memelihara secara akrab jaringan organisasi dan mengatasi konflik antar anggota. d. kesejahteraan. pemimpin mampu menggunakan persuasi dan organisasi secara efektif serta memperlihatkan keyakinan yang kuat . Orientasi kepada atasan (superior orientation).Melibatkan orang lain secara tepat dalam pengambilan keputusan. j. Menurut pandangan perilaku. berdasarkan hasil penelitianya pada tahun 1950. k. Terdapat beberapa studi kepemimpinan yang menggunakan pendekatan ini antara lain: a. Konsiderasi (concideration). h.Bekerja secara aktif dengan perseorangan atau kelompok . Tuntutan perdamaian (reconciliation). Penekanan pada hal-hal yang produktuif (productive emphasis). Integrasi (integration). Keyakinan (persuasiveness). Kedua belas faktor tersebut sangat membantu dalam menganalisa dan memperbaiki perilaku pemimpin dalam organisasi apapun. pemimpin dengan jelas mendefinisikan peranan kepemimpinan dan memberikan kesempatan bawahan mengetahui apa yang diharapkan dari mereka. e. dan berjuang untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi. Asumsi peranan (Role Assumption). i. pemimpin membiarkan bawahan berkesempatan untuk berinisiatif. pemimpin mendamaikan tuntutan konflik dan mengurangi ketidakteraturan dari sistem yang ada. disimpulkan bahwa seseorang menjadi pemimpin bukan saja karena faktor kepribadian yang dimiliki. 3). pemimpin mementingkan atau menekankan kepada hal-hal yang bersifat produktif. dan merupakan kualitas yang timbul karena interaksi orang-orang dalam situasi tertentu. Toleransi kebebasan (tolerance of freedom). pemimpin secara aktif menggunakan peranan kepemimpinannya daripada menyerahkan kepemimpinan kepada yang lain. l. Toleran terhadap ketidakpastian (tolerance of uncertainty). pemimpin memperhatikan ketenangan. Ketepatan yang bersifat prediktif (predictive accuracy). Perwakilan (representation).tumbuh . keduanya menyoroti perilaku kepemimpinan dalam situasi tertentu. Teori kepemimpinan kontingensi Teori ini dikembangkan oleh Fiedler dan Chemers. pemimpin berbicara dan bertindak sebagai wakil kelompok. Dalam hal ini kepemimpinan lebih merupakan fungsi situasi dari pada sebagai kualitas pribadi. c. Yaitu: a. g. Pendekatan situasional Pendekatan situasional hampir sama dengan pendekatan perilaku. b. dengan mengkaji kepemimpinan dari beberapa variabel yang mempengaruhi perilaku akan memudahkan menentukan gaya kepemimpinan yang paling cocok. dan kontribusi (bantuan) bawahan.

Gaya ini disebut menjual karena pemimpin selalu memberikan petunjuk yang banyak. separated. dan bagaimana mengerjakannya. Gaya Menjual (Selling) Gaya ini diterapkan apabila kondisi anak buah dalam taraf rendah sampai moderat. serta kekuasaan yang berasal dari organisasi. . karena itu tekanan utama dari teori ini terletak pada perilaku pemimpin dalam hubungannya dengan anak buah. Pertama. Gaya ini menekankan pada tugas. apa yang harus diperbuat. menurutnya ada tiga dimensi yang dapat dipakai untuk menentukan gaya kepemimpinan yaitu: perhatian pada produksi atau tugas.kepemimpinan. Perilaku hubungan merupakan ajakan yang disampaikan oleh pimpinan melalui komunikasi dua arah yang meliputi mendengar dan melibatkan anak buah dalam pemecahan masalah. sedangkan hubungan hanya dilakukan sekedarnya saja. perilaku hubungan dan kematangan. gaya kepemimpinan yang mengutamakan tugas. Gaya ini disebut mendikte karena pemimpin dituntut untuk mengatakan apa. pemimpin sudah dapat mendelegasikan wewenang kepada anak buah. Gaya kepemimpinan yang tepat untuk diterapkan dalam keempat tingkat kematangan anak buah dan kombinasi yang tepat antara perilaku tugas dan perilaku hubungan adalah: 1. dan dimana tugas dilakukan. Gaya mendikte (Telling) Gaya ini diterapkan jika kematangan anak buah rendah. Berdasarkan ketiga dimensi tersebut Fiedler menentukan dua jenis gaya kepemimpinan dan dua tingkat yang menyenangkan. c. Adapun kematangan adalah kemampuan dan kemauan anak buah dalam mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas. kapan. Menurut Fiedler tidak ada gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua situasi. Gaya kepemimpinan Reddin sama dengan jaringan manajemen yangn dimiliki empat gaya dasar kepemimpinann. Reddin menyatakan bahwa keempat gaya tersebut menjadi efektif atau tidak efektif tergantung pada situasi. kapan. yaitu gaya ketika pemimpin merasa puas jika tugas bisa dilaksanakan. tingkat kematangan anak buah merupakan faktor yang paling dominan. perhatian pada orang dan dimensi efektifitas. related. struktur tugas. Perilaku tugas merupakan pemberian petunjuk oleh pimpinan terhadap anak buah melalui penjelasan tertentu. dan decicated. Mereka telah memiliki kemauan untuk melakukan tugas. Selanjutnya pada saat anak buah mencapai tingkat kematangan penuh dan sudah dapat mandiri. b. Menurut teori ini gaya kepemimpinan akan efektif jika disesuaikan dengan tingkat kematangan anak buah. serta ada 3 faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu: hubungan antara pemimpin dan bawahan. Dari ketiga faktor tersebut. Makin matang anak buah. bagaimana. gaya kepemimpinan yang mengutamakan hubungan kemanusiaan. pemimpin harus mengurangi perilaku tugas dan perilaku hubungan. 2. serta mengawasi mereka secara ketat. hal tersebut menunjukkan bahwa efektifitas kepemimpinan bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat kondisi yang menyenangkan dalam situasi tertentu. Kedua. Teori kepemimpinan situasional Teori ini merupakan pengembangan dari model kepemimpinan tiga dimensi yang didasarkan pada hubungan antara tiga faktor yaitu perilaku tugas. dan memerlukan petunjuk serta pengawasan yang jelas. Keberhasilan pemimpin bergantung baik pada diri pemimpin maupun kepada keadaan organisasi. tetapi belum didukung oleh kemampuan yang memadai. yaitu Integred. Teori kepemimpinan tiga dimensi Teori ini dikemukakan oleh Reddin guru besar Universitas New Brunswick Canada.

Fungsi Kepemimpinan Dalam kehidupan organisasi. Mereka mempunyai kemampuan. 3. upaya tugas tidak diperlukan. fungsi kepemimpinaan adalah sebagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. tetapi kurang memiliki kemauan kerja dan kepercayaan diri. Dari uraian tersebut diatas. masalah-masalah yang dihadapi. serta situasi dan kondisi organisasi yang dipimpinnya. Berdasarkan pendekatan dan teori kepemimpinan tersebut. tampak adanya dua konsepsi tentang bagaimana seseorang dapat dikatakan memegang peranan sebagai pemimpin. . melainkan seseorang dengan sifat-sifat unggulnya harus mampu menempatkan posisinya secara efektif terhadap segala hubungan yang terjadi diantara sesama anggota atau antar kelompok. Gaya melibatkan diri Gaya ini diterapkan apabila tingkat kematangan anak buah berada dalam taraf kematangan moderat sampai tinggi. Sebab dengan kelebihan-kelebihan tersebut. Gaya mendelegasikan Gaya ini diterapkan jika kemampuan dan kemauan anak buah telah tinggi. Oleh sebab itu. kepemimpinan yang efektif adalah keberhasilan pemimpin dalam memerankan fungsifungsi kepemimpinan dengan baik yang sekaligus mampu membawa para bawahan untuk melakukan tugas-tugasnya dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. namun upaya hubungan perlu ditingkatkan dengan membuka komunikasi dua arah. Proses kepemimpinan pada dasarnya merupakan interaksi antara manusia dengan makhluk sosial. pemimpin bisa berwibawa dan dipatuhi bawahannya. Sedangkan berdasarkan situasinya. Sedangkan fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok/organisasi masing-masing. Hal ini dilakukan jika anak buah berada pada tingkat kedewasaan yang tinggi. seseorang melaksanakan kepemimpinannya karena memiliki sifat pribadi dan kemampuan sebagai pemimpin.Dalam tingkat kematanga anak buah yang seperti ini. maka situasi dan kondisi organisasilah yang mendorong seseorang berperan sebagai pemimpin. 3. Tidak satupun cara bertindak/berbuat yang dapat digunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama. Gaya ini disebut mengikut sertakan karena pemimpin dengan anak buah bersama-sama berperan dalam proses pengambilan keputusan. Dalam kematangan semacam ini. maka proses kepemimpinan tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan rutin yang diulang-ulang. Terlepas dari adanya teori yang seakan-akan kontradiktif tersebut. Oleh karena situasi itu selalu berkembang dan dapat berubah-ubah. diperlukan tugas serta hubungan yang tinggi agar dapat memelihara dan meningkatkan kemauan yang telah dimiliki. 4. yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada di dalam dan bukan di luar situasi itu. yang jelas bahwa pemimpin itu harus memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan anggota-anggota biasa lainnya. Fungsi artinya jabatan (pekerjaan) yang dilakukan atau kegunaan suatu hal atau kerja suatu bagian tubuh. apalagi berbeda di lingkungan suatu organisasi oleh seorang pemimpin. Gaya ini disebut mendelegasikan karena anak buah dibiarkan melaksanakan kegiatannya sendiri. Berdasarkan pandangan tentang sifat seorang pemimpin. maka seorang pemimpin bukanlah sekedar seorang tukang atau juru. Dalam tingkat kematangan seperti ini upaya tugas hanya diperlukan sekedarnya saja. demikian upaya hubungan. melalui pengawasan umum. Kepemimpinan tidak dapat dilepaskan hubungannya dengan situasi sosial yang terbentuk dan sedang berlangsung di lingkungan suatu organisasi.

koordinasi. ³Pemimpin yang efektif akan selalu berusaha mengembangkan situasi sosial yang bersifat kebersamaan yang mampu memberikan dukungan positif terhadap keputusan yang ditetapkannya´ Fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial. Cara bertindak dari seorang pemimpin didasari oleh keputusan yang ditetapkannya. Partisipasi tidak berarti bebas berbuat semaunya. 5) Fungsi pengendalian Fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang sukses mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif. persepsi dan aspirasi. Fungsi delegasi pada dasarnya berarti kepercayaan. tetapi dilaksanakan secara terkendali dan terarah berupa kerja sama dengan tidak mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain. Tahap berikutnya konsultasi dari pimpinan pada orang-orang yang dipimpin dapat dilakukan setelah keputusan ditetapkan dan sedang dalam pelaksanaan. kapan.Dengan demikian berarti juga suatu cara bertindak yang efektif dari seorang pemimpin tidak dapat ditiru secara tepat dengan mengharapkan hasil yang sama efektifnya oleh pemimpin yang lain. Cara bertindak sama di lingkungan organisasi yang berbeda dengan situasi sosial yang tidak sama. bagaimana. pemimpin kerapkali memerlukan bahan pertimbangan yang mengharuskannya berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya yang dinilai mempunyai berbagai bahan informasi yang diperlukan dalam menetapkan putusan. Fungsi kepemimpinan tersebut memiliki dua dimensi utama yaitu kemampuan pemimpin dalam mengarahkan (direction) dan tingkat dukungan (support) dari anggota organisasi. 4) Fungsi delegasi Fungsi ini dilaksanakan dengan memberikan pelimpahan wewenang membuat dan menetapkan keputusan. Kepemimpinan yang efektif memerlukan kemampuan menggerakkan dan memotifasi orang lain agar mau melaksanakan perintah. Orang-orang penerima delegasi itu harus diyakini merupakan pembantu pimpinan yang memiliki persamaan prinsip. Konsultasi itu dilaksanakan dengan maksud untuk memperoleh umpan balik untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan. pengarahan. dan pengawasan. Berkaitan dengan fungsi kepemimpinan. baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya. Pada tahap pertama dalam usaha menetapkan keputusan. Fungsi pengendalaian ini dapat diwujudkan melalui kegiatan bimbingan. yang sangat dipengaruhi oleh kemampuan menganalisa situasi sosial organisasinya. Seorang pemimpin bertugas memberikan struktur yang jelas dari situasi-situasi yang rumit . Keikutsertaan pemimpin harus tetap dalam fungsi sebagai pemimpin dan bukan pelaksana. pemimpin sebagai komunikator merupakan pihak yang menentukan apa. baik melalui persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pimpinan. 3) Fungsi partisipatif Dalam menjalankan fungsi ini pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya. 2) Fungsi konsultatif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Gerungan sebagaimana mengutip pendapat Ruch bahwa ada tiga fungsi utama dari pemimpin antara lain: 1. karena harus diwujudkan dalam interaksi antar individu dalam situasi sosial suatu kelompok/organisasi. dan dimana perintah itu dikerjakan agar keputusan dapat dilaksanakan secara efektif. maka hasilnya juga akan berbeda. sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. yang secara operasional dibedakan menjadi lima pokok fungsi kepemimpinan antara lain: 1) Fungsi Instruktif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah.

harapanharapan atau hal-hal yang lain. 9. bahwa seorang pemimpin perlu benar-benar memahami ideologi kelompoknya. Seorang eksekutif. Seorang perencana. Seorang pemberi hadiah atau hukuman. Seorang pembuat kebijakan. yaitu bahwa seorang pemimpin berkewajiban mengambil alih tangguing jawab atas tindakan anggotanya. 5. Apa yang semestinya dikerjakan oleh kelompok perlu direncanakan. juga bertanggung jawab atas pelaksanaan hal-hal yang telah digariskan dalam kelompok yang dipimpinnya. keadaan ini terutama akan terjadi bila kelompok yang dipimpinnya membuat kesalahan. Seorang pemimpin bertugas sebagai juru bicara kelompok yang dipimpinnya (spokesman of the group). Sehingga diharapkan seorang pemimpin adalah seorang yang ahli dalam bidang yang dipimpinnya. yaitu seorang pemimpin harus bersedia menjadi kambing hitam. Seorang pengambil alih tanggung jawab. 2. 4. Krech dan Crutchfield mengemukakan pendapat mengenai fungsi pemimpin. dan pemimpin juga berkewajiban untuk memulihkan kembali hubungan yang kurang baik itu. 13. hal tersebut biasanya . yaitu pemimpin menentukan kebijakan kelompok yang dipimpinnya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. 8. Seorang yang mewakili kelompok keluar. 10. 12. yaitu pemimpin mewakili kelompoknya ke dunia luar kelompoknya. 3. 2. 14. yaitu pemimpin bertugas membuat rencana kegiatan dari yang dipimpinnya. Seorang panutan. yaitu sebagai tempat identifikasi. 3. pencurahan isi hati dari para anggota kelompoknya. Seorang Ahli. 7. disadari atau tidak seorang pemimpin ikut memikul tanggung jawab segala tindakan dari yang dipimpinnya. 6. Seorang pemimpin harus mempunyai pendirian kuat agar tidak mudah terobangambing oleh pengaruh dari luar kelompoknya. Kambing hitam. Seorang pemimpin harus dapat merasakan dan menerangkan kebutuhan-kebutuhan kelompok yang dipimpinnya ke dunia luar. Figur seorang ayah. Seorang pemimpin dalam keadaan yang diperlukan perlu memberikan hukuman atau hadiah. yaitu pemimpin sebagai sumber informasi dari anggota kelompok yang dipimpinnya. bahwa pemimpin itu sebagai: 1. Seorang pengontrol perilaku atau hubungan para anggotanya. digariskan oleh pemimpin. 11. Seorang penengah atau pelerai. yaitu ikut berkiprah dalam mencapai tujuan kelompok. yaitu seorang pemimpin bertugas sebagai pelerai atau sebagai penengah bila dalam kelompok terdapat perselisihan diantara para anggota. baik mengenai sikap kelompok. Pemimpin sebagai cerminan sifat-sifat atau kepribadian kelompok yang dipimpinnya. sehingga dalam kepemimpinannya akan sesuai dengan aspirasi yang ada dalam kelompoknya. Seorang idealis.yang dihadapi oleh kelompoknya ( Structuring the situation). Seorang simbol dari kelompok. Seorang pemimpin bertugas mengawasi dan menyalurkan perilaku kelompok yang dipimpinnya (controlling group behavior). Karena itu seorang pemimpin harus peka terhadap keadaan atau situasi dalam kelompoknya. tujuan. menjadi teladan baik dalam ucapan maupun dalam perilaku dari yang dipimpinnya. Ini juga berarti bahwa seorang pemimpin bertugas mengendalikan perilaku anggota kelompok dan kelompok itu sendiri. yaitu seorang pemimpin harus mampu menjadi panutan. bahwa seorang pemimpin merupakan lambang dari yang dipimpinnya.

Tetapi untuk merumuskan apa yang menjadi fungsi kepemimpinan adalah sulit. Fungsi kepemimpinan dalam kehidupan organisasi adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. hampir sebanyak para ahli yang melakukan penelitian. Perbedaan-perbedaan tersebut mengakibatkan terjadinya berbagai tipe kepemimpinan. Pemimpin yang otokratis tidak menghendaki musyawarah. Demokratis. Masing-masing penelitian berdiri sendiri tidak saling terkait sesuai dengan latar belakang konsep yang dimiliki oleh pakar. berusaha mengembangkan kebebasan berfikir dan mengeluarkan pendapat. memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya. Pengetahuan dan keterampilan tersebut diperoleh dari pengalaman belajar secara teori maupun dari pengalamannnya dalam praktek selama menjadi pemimpin. seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan atau kecakapan dan keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan kepemimpinannya. Tipe Kepemimpinan Dalam menggerakkan atau memotivasi orang lain agar melakukan tindakan-tindakan yang selalu terarah pada pencapaian tujuan organisasi. mendayagunakan pengawasan sebagai alat pengendali. Dalam melaksanakan kepemimpinannnya. Kekuasaan pemimpin yang otokratis hanya dibatasi oleh undang-undang. Secara teoritis tipe kepemimpinan yang pokok dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: Otokratis. yang berikutnya partipasi dan lain-lain. penafsirannya sebagai pemimpin tidak lain adalah menunjukkan dan memberi perintah. tidak boleh membantah ataupun mengajukan saran. sedang yang lainnya menerapkan fungsi delegasi. sama sulitnya memberikan definisi kepemimpinan itu sendiri. Baginya. berbagai cara ditempuh oleh seorang pemimpin. Melihat fungsi-fungsi tersebut tidaklah ringan beban yang diemban oleh seorang pemimpin. mampu memberikan petunjuk yamg jelas. Setiap perbedaan pendapat diantara para anggotanya diartikan . 1) Kepemimpinan Otokratis Tipe kepemimpinan ini otokratis merupakan tipe kepemimpinan yang paling tua dikenal manusia.akan dilemparkan kepada pemimpin. mengembangkan kerjasama yang harmonis. Kewajiban bawahan adalah hanya mengikuti dan menjalankan. 4. cara-cara yang digunakan merupakan pencerminan sikap dan pandangan pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya. Dalam kepemimpinan yang otokratis. yang memberikan gambaran pula tentang bentuk (tipe) kepemimpinan yang dijalankan. berusaha menumbuh-kembangkan kemampuan memikul tanggung jawab. sehingga melahirkan penelitian kepemimpinan yang berbeda-beda. Seluruh fungsi tersebut diselenggarakan dalam aktifitas kepemimpinan secara integral. Dalam proses kepemimpinan selalu terlihat titik berat yang berbeda dalam mewujudkan fungsifungsi kepemimpinan. pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap angota-anggotanya. oleh karena itu tipe ini juga merupakan yang paling banyak dikenal. Disamping itu mungkin pula ada yang melaksanakannya dalam bentuk kombinasi. Diantaranya ada yang lebih mengutamakan fungsi instruktif. rapat hanyalah sebagai sarana untuk menyampaikan instruksi-instruksi. mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan batas tanggung jawab masing-masing. Laizes faire. sehingga sudah barang tentu untuk menjadi pemimpin dituntut persyaratan-persayaratan tertentu agar dalam melaksanakan kepemimpinannnya dapat berlangsung dengan baik. Adapun dalam pelaksanaannya pemimpin berkewajiban menjabarkan program kerja. Kesulitan ini terjadi sebab kepemimpinan menarik perhatian para ahli untuk menelitinya.

sehingga ucapan raja berlaku sebagai undang-undang atau ketentuan hukum yang mengikat. Kepemimpinan dengan tipe otokratis. 2) kesediaan anggota dalam melaksanakan tugas didasari oleh perasaan takut dan tertekan. 3) Kepemimpinan Demokratis Pemimpin yang bertipe demokratis menafsirkan kepemimpinannnya bukan sebagai diktator. Biasanya. perkembangan biasanya datang dari para anggota. Kepemimpinan otoriter tersebut mempunyai dampak negatif dalam kehidupan organisasi. apakah segala perintah yang telah diberikan itu ditaati atau dijalankan dengan baik oleh para anggotanya. dalam tipe kepemimpinan laizes faire ini struktur organisasinya tidak jelas dan kabur. Tipe ini diartikan sebagai membiarkan orang-orang berbuat sekehendaknya. takut mengambil keputusan. berserakan diantara anggota kelompok. banyak ditemui dalam pemerintahan absolut. Dalam prakteknya. Supervisi bagi pemimpin yang otokratis hanyalah berarti mengontrol. Jika ada angota yang tidak taat akan diberi hukuman dan jika ada yang taat dan patuh akan diberi penghargaan bahkan dianak emaskan. hal ini berarti bukan supervisi yang dilakukan akan tetapi sebagai inspeksi. Kekuasaan dan tanggung jawab bersimpang-siur. dan mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya.sebagai kepicikan. selalu membangun semangat anggota kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya. karena pimpinan tidak menyukai perubahan. Pemberian tugas dan kerjasama diserahkan kepada anggotanya tanpa ada petujuk atau saran dari pimpinan. Tingkat keberhasilan organisasi dengan kepemimpinan laizes faire ini disebabkan karena kesadaran dan dedikasi beberapa anggota kelompok. dan bukan karena pengaruh dari pemimpinnya. 2) Kepemimpinan Laizes Faire Sebenarnya pemimpin dalam kepemimpinan Laises faire tidak memberikan pimpinan. antara lain: 1) anggota akan menjadi pengekor yang tidak mampu dan tidak mau berinisiatif. Pemimpin tidak dapat diganggu gugat. dengan demikian mudah terjadi kekacauan. terutama . baik balam tindakan maupun perbuatan. Pemimpin yang temasuk tipe ini sama sekali tidak memberikan kontrol dan koreksi terhadap pekerjaan anggotanya. Disamping itu kepemimpinan ini sering pula terlihat pada kepemimpinan diktator sebagaimana terjadi di masa Nazi Jerman dengan Hitler sebagai pemimpin yang otoriter. yaitu mencari kesalahan dari para anggotanya. Juga kritik-kritik yang membangun dari para anggota sebagai umpan balik dan dijadikan bahan pertimbangan dalam tindakan-tindakan berikutnya. Pemimpin yang demokratis selalu memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan. Segala kegiatan dilakukan tanpa rencana yang terarah dan tanpa pangawasan dari pimpinan. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha menstimulasi anggotanya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama. Pemimpin demokratis mempunyai kepercayaan diri sendiri dan menaruh perhatian dan kepercayaan pada anggota bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. Pemimpin demokratis dalam melaksanakan tugasnya mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari kelompoknya. dan mematikan kreatifitas. dari beberapa tipe kepemimpinan tersebut dapat saling mengisi. Dalam tindakan dan usaha-usahanya selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya. melainkan sebagai pemimpin di tengah-tengah anggota kelompoknya. 3) organisasi menjadi statis. pembangkangan atau pelanggaran disiplin terhadap instruksi yang telah ditetapkan.

dipercaya. Disamping itu dalam batas-batas tertentu kepemimpinan otoriter masih sangat diperlukan dalam kegiatan mengontrol dan pengawasan. menimbulkan dan mempertajam perselisihan. Pemimpin seperti ini sering kali mampu memanfaatkan pertentangan yang ditimbulkannya untuk memperoleh dukungan dari kedua belah pihak yang bertentangan. organisatoris dan administrator. serta tipe agiator. Sifat otoriter tersebut diperlukan sebagai perwujudan kesatuan perintah agar tidak membingungkan. Dari beberapa tipe kepemimpinan yang utama tersebut. maka dapatlah disimpulkan bahwa agar seseorang dapat tampil sebagai pemimpin yang baik dan sukses dalam melaksanakan kepemimpinannya. . Berpijak dari teori dan tipe kepemimpinan tersebut. maka semua kualitas kepemimpinan haruslah memenuhi persyaratan dan tuntunan yang diajukan oleh situasi. penuh pengabdian dan kesungguhan dalam menghadapi masalah dalam menjalankan kepemimpinannya. 6) Tipe kepemimpinan agiator Tipe kepemimpinan agiator ini dilakukan dengan memberikan tekanan-tekanan. pengayom. 1) Tipe kepemimpinan karismatik Pemimpin diterima karena kepribadiannya yang berpengaruh. 4) Tipe kepemimpinan ahli Dalam tipe ini seorang yang mempunyai keterampilan atau keahlian profesional dalam bidang tertentu. Misalnya guru diangkat sebagai kepala sekolah. memecah belah dan menghasut anggota organisasi dengan maksud untuk memperoleh keuntungan bagi pimpinan dengan atau tanpa kelompoknya. simbol. sistematis. Terjadinya perbedaan-perbedaan mengenai tipe kepemimpina tersebut adalah atas dasar hubungan antara pemimpin dan kelompok yang dipimpinnya. mengadu domba. terdapat beberapa tipe kepemimpinan yang sifatnya sebagai pelengkap antara lain: tipe kepemimpinan Karismatik. Walaupun masing-masing memiliki alasan yang berbeda.antara kepemimpinan otoriter dan kepemimpinan demokratis. khususnya anggota organisasinya. Dengan kata lain dalam kepemimpinan masih diperlukan kepemimpinan otoriter walaupun sifatnya yang lebih lunak. Pemimpin menyenangi hubungan yang harmonis dengan orang-orang yang dipimpinnya. misalnya pemimpin dalam lingkungan partai politik. walaupun tidak berfungsi dan kepemimpinannnya diselenggarakan oleh orang lain yang menjadi pembantunya. Pemimpin selalu bertindak sebagai pelopor. dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan memanfaatkan masukan dari orang lain dari dalam dan luar organisasinya. dan tertib. 2) Tipe kepemimpinan simbol Pemimpin yang secara tradisional ini diakui sebagai simbol kebesaran kelompok/organisasi. tipe kepemimpinan ahli. 5) Tipe kepemimpinan organisatoris dan administrator Tipe kepemimpinan ini berupa kemampuan membina dan mengelola kerjasama yang efektif dalam melaksanakan kegiatannya yang terarah pada tujuan yang jelas. Pemimpin tipe ini bekerja secra terencana. dan dipatuhi secara rela dan ikhlas sehingga diikuti pendapat dan keputusannya. dihormati. disegani. Tipe ini menunjukkan gejala bahwa seorang pemimpin selalu bersedia melakukan segala sesuatu untuk kepentingan orang banyak. 3) Tipe kepemimpinan pengayom Pemimpin yang ditempatkan sebagai kehormatan karena pengalaman dan posisinya dalam masyarakat. menjalankan kepemimpinan di lingkungan organisasi yang bergerak di bidang yang sesuai dengan keahlian tersebut. seorang dokter diangkat sebagai kepala rumah sakit. sedia berkorban.

Sedang sifat unik menunjukkan bahwa madrasah sebagai organisasi memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lainnya.5. Dalam satuan pendidikan. Keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan kepemimpinan kepala madrasah. serta mampu melaksanakan peranan kepala madrasah sebagai seorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin madrasah. Sebagai pemimpin pendidikan. Robert C. Karena sifatnya yang komplek dan unik. bimbingan serta visi dan misi yang ingin dicapai oleh kepala madrasah. Koordinasi yang baik diantara para anggota organisasi madrasah khususnya kepala madrasah sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan. dimana terjadi proses belajar-mengajar. Kemampuan mengorganisasikan dan memantau staf dalam merumuskan perbaikan pengajaran di sekolah dalam bentuk program yang lengkap. sebagaimana dinyatakan oleh Wahjosumidjo bahwa ³keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah´. Kepala madrasah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan madrasah sebagai organisasi yang kompleks dan unik. b. Kepemimpinan Kunci Keberhasilan Kepala Madrasah Madrasah adalah lembaga pendidikan yang bersifat kompleks dan unik. kepala madrasah sebagai pemimpin formal pendidikan di lingkungannya. Kemampuan untuk membangkitkan dan memupuk kepercayaan pada diri sendiri dan para guru serta staf sekolah. Sebagai pemimpin formal. Kemampuan untuk mendorong dan mambimbing para guru serta staf agar dengan penuh kerelaan dan tanggung jawab berpartisipasi secara aktif pada setiap usaha sekolah untuk mencapai tujuan madrasah dengan sebaik-baiknya. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secar efektif dan efisien. Bog sebagaimana dikutip Idhochi Anwar mengemukakan empat kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin pendidikan. kepala madrasah perlu memiliki kompetensi dasar yang . Bersifat kompleks karena madrasah sebagai organisasi yang di dalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menentukan. kepala madrasah bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pendidikan melalui upaya menggerakkan para bawahan kearah pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan administrasi madrasah dengan seluruh substansinya. antara lain: a. oleh karena laju perkembangan kegiatan/program pendidikan yang ada di setiap madrasah ditentukan oleh arahan. madrasah memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. kepala madrasah adalah pengelola pendidikan secara keseluruhan. Pertama. Kedua. d. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan. tempat terselenggaranya pembudayaan kehidupan umat manuisia. c. Ciri-ciri yang menempatkan madrasah memiliki karakteristik tersendiri. Kualitas kepemimpinan kepala madrasah dalam rangka melaksanakan tugas sangatlah penting. Oleh karena itu sebagai pengelola. Kemampuan untuk membina dan memupuk kerja sama dalam mengajukan dan melaksanakan program supervisi. kepala madrasah menduduki dua jabatan penting untuk bisa menjamin kelangsungan proses pendidikan. Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada. Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksankan fungsi-fungsi kepemimpinan. kepala madrasah memiliki tugas untuk mengembangkan kinerja para personil terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan. Sebagai pengelola pendidikan.

mengadakan supervisi dan evaluasi serta pengembangan staf dan kurikulum. terutama di sekolah yang sejenis dengan sekolah . 4) Kekuatan simbolik Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek simbolik kepemimpinan. Kekuatan teknikal ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya pengaturan kegiatan persekolahan yang baik. Kekuatankekuatan tersebut adalah: kekuatan teknikal. kekuatan simbolik. Prinsip kekuatan teknikal ini bisa dikatakan sama dengan prinsip perencanaan dan manajemen. 1) Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen dan berhubungan dengan aspekaspek teknis kepemimpinan. kekuatan pendidikan. 2. 2) Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi sosial dan antar pribadi suatu madrasah yaitu unsur manusianya. Siapapun yang diagkat menjadi kepala madrasah harus ditentukan melalui prosedur serta persyaratan-persyaratan tertentu seperti: latar belakang pendidikan. Prinsip kekuatan manusia ini bisa dianggap merupakan pengaturan manusia meliputi hubungan antar manusia.disyaratkan. kekuatan manusia. Persyaratan-persyaratan formal tersebut bukanlah yang dimaksudkan sebagai persyaratan kepemimpinan. 5) Kekuatan budaya Kekuatan budaya merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan madrasah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu madrasah. pangkat dan integritas. Sedangkan prinsip pengaturan manusia meliputi pemberian dukungan dan kesempatan oleh kepala madrasah kepada para guru dan pegawai lainya. pengembangan program pendidikan dan supervisi. M. usia. memperkuat serta mengartikulasikan nilai-nilai. Ketika menunjukkan kekuatan ini kepala madrasah memainkan peranan sebagai kepala dan memberikan model bagi tujuan-tujuan dan tingkah laku yang baik. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini kepala madrasah bertindak sebagai seorang yang mendefinisikan. Prinsip-prinsip kekuatan pendidikan ini mengandunng unsur-unsur pengajaran. yaitu berupa kekuatan-kekuatan kepemimpinan yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. kecakapan antar pribadi. kepercayaan dan segi-segi budaya yang memberikan identitas yang unik pada madrasahnya. memberi penyuluhan pada guru. Kepala sekolah/madrasah adalah jabatan pemimpin yang tidak bisa diisi oleh orang-orang tanpa didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan. Prinsip kekuatan pendidikan adalah menemukan masalah pendidikan. Ngalim Purwanto menjelaskan bahwa syarat minimal bagi seorang kepala sekolah antara lain: 1. Persyaratan itu adalah ketentuan untuk menduduki suatu jabatan tertentu yang mengharuskan seseorang yang mendudukinya menjalakan fungsi kepemimpinan. serta teknik-teknik pemberian motifasi dengan berbagai instrumen. 3) Kekuatan pendidikan Kekuatan pendidikan merupakan kekuatan kepemimpinan yanng berasal dari pengetahuan mengenai permasalahan pendidikan dan persekolahan. pengalaman. serta memberi tanda pada yang lain mengenai apa yang penting dan berharga bagi kegiatan persekolahan. dan kekuatan budaya. Memiliki ijasah yang sesuai dengan ketentuan/peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Menpunyai pengalaman bekerja yang cukup.

memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan. innovator. serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik. Pihak madrasah dalam menggapai visi dan misi pendidikan perlu ditunjang oleh kemampuan kepala madrasah dalam menjalankan roda kepemimpinanya. Sebagai edukator. fisik dan artistik bagi para guru dan staf di lingkungan kepemimpinanya. 4. leader. Kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat kepada seluruh warga madrasah. baik yang diprogramkan di sekolah maupun yang diselenggarakan oleh masyarakat sekitar. Mempunyai ide dan inisiatif yanng baik untuk kemajuan dan pengembangan sekolahnya. terutama dalam mendukung terbentuknya pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanaan tuganya. memberikan nasehat kepada warga madrasah. c) Pembinaan fisik yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yanng berkaitan dengan kondisi jasmani atau badan. memajukan. kepala madrasah harus berusaha menanamkan. Dalam hal ini faktor pengalaman akan sangat mempengaruhi profesionalisme kepala madrasah. Mempunyai keahlian dan berpengetahuan luas. namun tidak dengan sendirinya membuat kepala madrasah menjadi profesional dalam melaksanakan tugas. Dalam hal ini kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas secara proporsional dan profesional. b) Pembinaan moral yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ajaran baik-buruk mengenai suatu perbuatan. terutama mengenai bidang-bidang penngetahuan dan pekerjaan yang diperlukan bagi sekolah yang dipimpinya. administrator. kesehatan dan penampilan mereka secara lahiriah. Dalam pelaksanaanya pekerjaan kepala madrasah merupakan pekerjaan berat yang menuntut kemampuan ekstra. moral. kepala sekolah/madrasah sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai edukator. supervisor. dan meningkatkan sedikitnya empat macam nilai yaitu: pembinaan mental. a) Pembinaan mental yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan sikap batin dan watak. Dalam peranan sebagai pendidik. manajer. Kepala madrasah profesional harus mampu memberikan dorongan agar para tenaga kependidikan terlibat secara aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olahraga. kepala madrasah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Memiliki kepribadian yang baik. 5. Menciptakan iklim yang konduktif. dan motivator. terutama sikap dan sifat-sifat kepribadian yang diperlukan bagi kepentingan pendidikan. Berbagai kasus menunjukkan masih banyak kepala madrasah yang terpaku dengan urusan-urusan administrasi yang sebenarnya bisa dilimpahkan kepada tenaga administrasi. bahkan diangkat dari guru yang sudah berpengalaman atau mungkin sudah lama menjabat sebagai wakil kepala madrasah.yang dipimpinya. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugas masing-masing tenaga kependidikan. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan. Meskipun pengangkatan kepala madrasah tidak dilakukan secara sembarangan. Kepala madrasah sebagai edukator Dalam melaksanakan fungsinya sebagai edukator. a. Pengalaman semasa menjadi . 3. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan dimadrasahnya. d) Pembinaan artistik yaitu membina tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni keindahan.

berfikir secara realistik dan konseptual 5. Dikatakan suatu proses. memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Adalah juru penengah 6. b. organisasi personalia. Adapun fungsi pokok dari administrasi pendidikan seperti diungkap oleh Purwanto adalah perencanaan. Dalam ranngka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. kepala madrasah harus memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinanya dengan baik. ada delapan macam fungsi seorang manajer yang perlu dilaksanakan dalam organisasi. komunikasi. memberdayakan tenaga kependidikan. Kepala madrasah sebagai supervisor Kegiatan utama pendidikan di madrasah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. d. memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya. Kepala madrasah sebagai manajer Manajemen pada hakekatnya merupakan suatu proses merencana. Bekerja dengan dan melalui orang lain 2. kepegawaian. demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Seorang diplomat 8. pembiayaan dan evaluasi. pengkoordinasian. mengelola administrasi peserta didik. sehingga seluruh aktifitas organisasi madrasah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektifitas pembelajaran. yaitu: 1. supervisi. Bertanggunng jawab dan mempertanggung jawabkan 3. karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. penyusunan dan pendokumenan seluruh program pengajaran. Kepala madrasah sebagai administrator Kepala madrasah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktifitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan. Secara spesifik. dan mendayagunakan sumberdaya madrasah secara optimal. mengelola administrasi personalia. Dengan waktu dan sumber yang terbatas mampu menghadapi berbagai persoalan 4.guru. c. mengelola administrasi sarana dan prasarana. dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program madrasah. mengorganisasi. Sesuai dengan yang ditetapkan dalam penilaian kinerja kepala madrasah. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama yang kooperatif. kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk menngelola kurikulum. atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala madrasah dalam melaksanakan pekerjaanya. Pengambil keputusan. menjadi wakil kepala madrasah. yang diwujudkan dalam kemampuan menyusun program sekolah. pengorganisasian. Menurut Stoner sebagaimana dikutip Wahjosumidjo. Oleh karena itu salah satu tugas kepala madrasah adalah sebagai . Seorang politisi 7. dan mengelola administrasi keuangan. mengelola administrasi kearsipan.

Secara umum kegiatan atau usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sesuai dengan fungsinya sebagai supervisor antara lain: 1. mencari. keahlian dasar. menyediakan perpustakaan sekolah. 3. dan merefisi tujuan-tujuan pendidikan. sesuai dengan bidangnya masing-masing. 5. staf . Kepala madrasah sebagai seorang pemimpin harus mampu mendorong timbulnya kemauan yang kuat dengan penuh semangat dan percaya diri para guru. termasuk menstimulasi. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media insruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. Pengawasan dan pengendalian ini merupakan kontrol agar kegiatan pendidikan di madrasah terarah pada tujjuan yang telah ditetapkan. antara lain dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok. dan atau menngirim mereka untuk mengikuti penataran-penataran. Jika jumlah guru cukup banyak. dikemukakan bahwa supervisi adalah: Segala usaha pejabat sekolah dalam memimpin guru-guru dan tenaga kependidikan lainya. Kepala madrasah dalam menjalankan tugasnya sebagai supervisor harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan. meyeleksi pertumbuhan dan perkembangan guru-guru. maka kepala madrasah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru senior untuk melaksanakan supervisi. Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan para guru dan pegawai sekolah. untuk memperbaiki pengajaran. Pengawasan dan pengendalianjuga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar para tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. arahan. Mulyasa dari Carter Good¶s Dictionary of education. Selain itu juga harus memberikan bimbingan dan mengarahkan para guru. Sebagaimana kutipan E. membuka komunikasi dua arah dan mendelegasikan tugas. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. menyeleksi. staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing-masing. 2. bahan pengajaran dan metodemetode mengajar serta evaluasi pengajaran. Wahjosumidjo mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang mencakup kepribadian. pengetahuan profesional. Membangkitkan dan meranngsang para guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya. e. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Keberhasilan kepala madrasah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh: meningkatnya kesadaran tenaga kependidikan untuk meningkatkan kinerjanya dan meningkatnya keterampilan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya. Bersama para guru berusaha mengembangkan. 6. Kepemimpinan adalah satu kekuatan penting dalam rangka pengelolaan. seminar. pengawasan. oleh sebab itu kemampuan memimpin secara efektif merupakan kunci keberhasilan kepala madrasah. Membina kerjasama yang baik dan harmonis diantara para guru dan pegawai sekolah lainya. 4. Kepala madrasah sebagai leader Kepala madrasah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk. dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku. Membina hubungan kerja sama anatara sekolah dengan masyarakat dan instansi-instansi lain dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. pengalaman.supervisor.

disiplin. 4. Motivasi dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik.dan siswa serta memberikan dorongan memacu dan berdiri di depan demi kemajuan dan memberikan inspirasi sekolah dalam mencapai tujuan. pembinaan. Bahkan telah berkembang menjadi tuntutan yang meluas dari masyarakat. pengaturan suasana kerja. memberikan rasa aman. dorongan. penghargaan secara efektif. rasional dan obyektif. 1. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. serta adaptabel dan fleksibel. keteladanan. Peningkatan kualitas dan profesionalisme kepala madrasah perlu dilaksanakan secara terus menerus dan terencana dengan melihat permasalahan-permasalahan dan keterbatasan yang ada. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada para tenaga kependidikan dan para tenaga kependidikan dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. 2. dan menyenangkan. yaitu memberikan perhatian secara sistematik dan terus menerus terhadap siklus kegiatan antara lain. Kunci keberhasilan suatu madrasah pada hakekatnya terletak pada efektifitas dan efisiensi penampilan kepala madrasah. pemempatan. menemukan. Para tenaga kependidikan akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik. Segala bentuk kegiatan sekolah perlu diarahkan kepada peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan agar dapat berkembang dan maju sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan zaman. 5. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya. dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. rekruitmen. g. dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar. Kepala madrasah sebagai inovator Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator. kreatif. Mulyasa mengungkapkan beberapa prinsip yang dapat diterapkan kepala madrasah untuk mendorong tenaga kependidikan agar mau dan mampu meningkatkan profesionalismenya. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di madrasah. f. Para tenaga kependidikan harus selalu diberitahu tentang hasil dari setiap pekerjaanya. dan melaksanakan berbagai pembaharuan di madrasah. sebagai keberhasilan madrasah diperlukan adanya kepemimpinan kepala madrasah yang profesional. pengangkatan. terdapat cara yang perlu dilaksanakan. Kepala madrasah sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara melakukan pekerjaanya secara konstruktif. evaluasi terhadap kepala sekolah. disiplin. Dalam usaha melakukan pembinaan kepala madrasah. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan. menunjukkan bahwa kepala madrasah memperhatikan mereka. mencari gagasan baru. mengintegrasikan setiap kegiatan. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. pragmatis. Antara lain. Pada saat ini masalah ke-kepala sekolahan merupakan suatu peran yang menuntut persyaratan kualitas kepemimpinan yang kuat. mengatur pengalaman sedemikian rupa sehingga setiap pegawai pernah memperoleh kepuasan dan penghargaan. sekaligus mampu mencari. Kepala madrasah sebagai motivator Sebagai motivator. 3. seleksi. Peningkatan profesionalisme kepala madrasah harus merupakan proses keseluruhan dalam suatu . Pemberian hadiah lebih baik daripada hukuman.

Sehingga prestasi kerja guru lebih merupakan kesanggupan guru dalam melaksanakan tugas pekerjaannya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. yang bersama kepala madrasah memilikki tanggung jawab terhadap perkembangan madrasah. kepemimpinan madrasah yang kuat.organisasi madrasah. Memberikan perhatian dan jalan keluar atas segala permasalahan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. Dari pengertian tersebut pada dasarnya terdapat tiga prinsip utama prestasi kerja. Dengan demikian prestasi kerja guru adalah hasil yang telah dicapai guru dalam menjalankan pekerjaannya. jangka panjang. maupun peserta didik dituntut untuk memiliki kepedulian yang muncul secara integral. human or otherwise´ Maksudnya bahwa kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. Prestasi kerja sebagaimana dijelaskan oleh Sudarmayanti. dan ukuran waktu. Mengadakan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah dan memberikan masukan kepada kepala sekolah mengenai penyelenggaraan sekolah. 3. berjalan dengan nyata.P. 2. Smit menyatakan bahwa kinerja adalah ³ «out drive from processes. sedangkan August W. Hal ini penting. yaitu hasil yang lebih baik. seharusnya dilakukan dengan melihat berbagai segi. pencapaian kerja. . Usaha-usaha yang dilakukan pengawas sekolah/madrasah dalam mengembangkan profesional kepala madrasah. Dalam penilaian prestasi kerja. sehingga sistem penilaian tersebut akan menjadikan suatu alat untuk lebih meningkatkan prestasi kerja . B. Dampak tersebut meliputi efektifitas pendidikan. kemauan untuk berubah serta evaluasi dan perbaikan yang berkelanjutan demi sukses dan lancarnya program madrasah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. atau hasil kerja/ unjuk kerja/ penampilan kerja. bermutu dan tepat sasaran. Menciptakan suatu iklim yang kondusif sehingga memungkinkan kepala sekolah berdiskusi dengan kepala sekolah lain untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kaitanya dengan peningkatan kualitas pendidikan. membudaya baik dari personil maupun bagi peserta didik. Setiap tenaga kependidikan. para guru. Hakekat Prestasi Kerja Guru Prestasi adalah hasil karya yang telah dicapai seseorang dalam melaksanakan pekerjaanya yang dengan adanya usaha untuk meningkatkan mutu dari pada hasil pekerjaanya. Jadi prestasi kerja/kinerja merupakan hasil dari perbuatan seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya. dan pegawai lainya. Lebih lanjut S. kerjasama yang kompak. bahwa apa yang dilakukan adalah dalam rangka peninngkatan profesionalisme kepala madrasah serta pencapaian mutu dan prestasi belajar. sebagaimana dikemukakan oleh E. kesatuan waktu. 4. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para kepala sekolah untuk melanjutkan pendidikanya dalam rangka menunjang karier dan meninngkatkan kemampuanya. pelaksanaan kerja. karena pengawas sekolah dalam melaksanakan upaya peningkatan profesionalisme cnderung kuranng memperhatikan ideide baru yang berkembang di masyarakat. Mulyasa sebagai berikut: 1. Kepala madrasah profesional dalam pelaksanaan fungsinya akan memberikan dampak posotif dan perubahan yang cukup mendasar dalam pembaharuan sistem pendidikan di madrasah. pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif. baik kepala sekolah. Siagian memberikan definisi prestasi adalah kemampuan memperoleh out put yang sebesarbesarnya dari sarana dan prasarana yang ada dengan menghasilkan luaran (out put) yang optimal. Upaya peningkatan mutu sekolah dan profesionalisme kepala madrasah tidak terlepas dari peran pengawas sekolah selaku pimpinan pendidikan. Prestasi Kerja Guru 1. berarti juga kinerja.

Disamping kelima aspek tersebut. kaitannnya dengan pekerjaan atau jabatan yang telah dipercayakan kepada seseorang. paling tidak akan memberikan keuntungan bagi sekolah pada umumnya. maka prestasi kerja guru merupakan hasil yang telah dicapai guru dengan menunjukkan efektifitas. Standar kerja perlu dirumuskan sebagai tolok ukur dalam mengadakan perbandingan antara apa yang telah dilakukan dengan yang diharapkan. Dari pernyataan tersebut jelas bahwa kinerja merupakan hasil interaksi antara motivasi dengan ability (kemampuan). initiative. Mitchell juga mengatakan bahwa untuk mengadakan pengukuran terhadap kinerja seseorang dapat berdasarkan formula ³Performance = Ability X Motivation´. tertib. and comunication. . Apabila hal ini dilakukan di sekolah. dan sejauh mungkin mempergunakan kemampuan mereka. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka merasa bahwa organisasi menyediakan peluang bagi prestasi mereka untuk dihargai dan diberi ganjaran. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mengetahui bahwa organisasi mereka berkembang. karyawan bekerja lebih baik apabila mereka merasa jelas mengerti apa yang diharapkan dari mereka dan apabila sesekali mereka berwenang mengubah harapan-harapan itu. 7. 5. 2. 4. Karyawan akan bekerja keras apabila mereka merasa diperlukan dalam organisasi. Sedangkan pokok-pokok atau hal-hal yang diperlukan dalam suatu sistem penilaian prestasi kerja menurut TV Rao adalah sebagai berikut: 1. Mitchell menyatakan bahwa kinrja meliputi beberapa aspek. 3. 6. efisiensi serta kualitas kerja guru. Oleh sebab itu upaya untuk mengadakan penilaian terhadap kinerja/ prestasi kerja suatu lembaga atau organisasi merupakan hal yang sangat penting. Standar dapat pula dipandang dan dijadikan ukuran dalam mengadakan pertanggung jawaban terhadap sesuatu yang telah dilakukan. yaitu quality of work. Hasil kerja guru pada gilirannya dipengaruhi oleh kinerja guru. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mulai mengalami keberhasilan dalam tugastugas yang mereka laksanakan. penilaian prestasi kerja guru pada dasarnya merupakan penilaian yang sistematik terhadap penampilan guru sendiri dan terhadap taraf potensi guru dalam upayanya mengembangkan diri untuk kepentingan madrasah. dan bena-benar dapat membantu meningkatkan prestasi kerja sekaligus juga meningkatkan loyalitas organisasi dari para anggota organisasi tersebut. Kelima aspek tersebut dapat dijadikan ukuran dalam mengkaji tingkat kerja seseorang. Kelebihan dan kekurangan yang ada dapat merupakan cambuk bagi kemajuan-kemajuan para guru mendatang. capability. karena kinerja merupakan indikator dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai tingkat produktifitas yang lebih tinggi dalam suatu organisasi. pada penerapannya kinerja guru merupakan hubungan antara kemampuan yang dimiliki guru dengan motivasi yang ada pada guru tersebut. Jika dikaitkan dengan tenaga kependidikan. sebab apabila penilaian prestasi kerja tersebut dilakukan dengan baik. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka dipercaya dan diperlakukan dengan hormat. Karyawan akan mempunyai taraf kehidupan yang lebih tinggi apabila melihat bahwa organisasi mereka bersedia menginvestasi waktu dan sumber daya yang lain untuk pengembangan-pengembangan orang-orangnya.yang dihasilkan. demikian halnya orang yang bermotivasi tinggi tetapi abilitynya rendah. orang yang tinggi abilitynya tetapi rendah motivasinya akan menghasilkan kinerja yang rendah. Kinerja sangat terkait dengan produktifitas. proptness. dan bagi guru khususnya akan mengetahui sampai dimana dan bagaimana prestasi kerjanya dinilai oleh atasan atau tim penilai. Dalam mengadakan penilaian terhadap pekerjaan seseorang perlu ditetapkan standar kinerja atau standar performance.

dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sempat dirasakan atau mendesak. yang diselenggarakan oleh PPs IKIP Bandung tahun 1990. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan prestasi kerja. Memiliki fungsi dan signifikansi sosial. Motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. antara lain tujuan pembelajaran. Motivasi merupakan unsur penentu yang mempengaruhi perilaku yang terdapat dalam setiap individu. Untuk dapat mengembangkan semua komponen tersebut secara baik. Uzer Usman adalah kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh seorang guru melalui pendidikan dan latihan. Faktor yang berpengaruh terhadap motivasi kerja sebagaimana dikemukakan oleh Herzberg adalah ³ sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. para guru akan berprestasi dan melakukan pekerjaannya dengan baik apabila ada motivasi dalam dirinya yang berupa kebutuhan untuk meningkatkan prestasinya. mempunyai perhatian. Mengacu pada pendapat tersebut bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu aktifitas. pengertian-pengertian tersebut mengandung maksud yang sama yaitu merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. karena prestasi kerja guru dihargai dalam bentuk angka kredit. . Kebutuhan berprestasi merupakan kebutuhan manusia untuk melakukan sesuatu karya yang berprestasi atau yang lebih baik dari karya orang lain. Callahan and Clark mengemukakan bahwa motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah tujuan tertentu. Dengan sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. Dengan demikian. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. yang nantinya dapat dipergunakan dalam kenaikan pangkat´. b. . Dengan kata lain para guru akan melakukan semua pekerjaannya dengan baik apabila ada faktor pendorong atau motivasi. Kompetensi pada dasarnya menunjuk pada kecakapan atau kemampuan untuk mengerajakan suatu pekerjaan. Sebagai pendidik profesional. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara profesional. Tanggung jawab tersebut pada gilirannya akan memberikan kepuasan dan merupakan faktor motivasi untuk berprestasi. Peningkatan Prestasi Kerja Guru Peningkatan prestasi kerja guru identik dengan kemampuan melaksanakan tugas guru serta meningkatnya motivasi kerja. Dalam proses pembelajaran terkandung beberapa komponen. guru juga diberi tanggung jawab atas profesi yang disandangnya. seorang guru dituntut untuk mempunyai berbagai kemampuan dan kompetensi profesional. yang terjadi pada saat tertentu. Kebutuhan berprestasi adalah salah satu faktor yang menimbulkan motivasi yang merupakan unsur terpenting dalam menentukan prestasi seseorang atau produktifitas kerja.2. Tingginya motivasi kerja guru dipengaruhi oleh persepsi mereka atas kemampuan melaksanakan tugas. Kebutuhan manusia menurut Mc Celland adalah terpusat pada satu kebutuhan yakni kebutuhan berprestasi. metode pembelajaran. dirumuskan 10 ciri suatu profesi yaitu: a. Memiliki keahlian/keterampilan teretentu. Pengertian kompetensi guru menurut Moh. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. alat dan media pembelajaran serta evaluasi pembelajaran. Apabila guru memiliki motivasi positif maka ia akan memperlihatrkan minat. c. Dan masih banyak pengertian lain dari kompetensi guru.

Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran. akan tetapi secara praktis sesungguhnya ketiga kompetensi tersebut tidak mungkin dapat dipisahkan. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. 9. Kebebasan untuk memberikan keputusan dalam memecahkan masalah dalam lingkungan kerjanya. Aplikasi dan sosialisasi niai-nilai profesional. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. Pengelolaan kelas. c. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. 3. i. . untuk itu seorang guru harus memiliki ilmu keguruan. atau setiap orang bisa mendidik. Lebih lanjut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan merinci kemampuan atau kompetensi yang harus dimiliki guru dalam 10 kemampuan yaitu: 1. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keilmuannya. Memiliki kode etik. mengingat banyaknya jenis pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. kompetensi profesional. 6. Seluruh operasionalnya. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga non profesional pendidikan yang melaksanakan tugas-tugas pendidikan. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. maka dengan melihat ciri-ciri tersebut. f. 10. 7. Ia benar-benar seorang ahli dalam bidang ilmu yang diajarkan. h. j. khusus untuk profesi seorang guru dalam garis besarnya ada tiga yaitu: a. ciri tersebut belum dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para guru. guru yang terampil mengajar harus pula memiliki pribadi yang baik dan mampu melakukan pengembangan dalam masyarakat. Memiliki tanggung jawab profesional. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi tersebut dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas-tugas pendidikan formal profesional dan menganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. Pengelolaan interaksi sumber belajar-mengajar. Nana Sudjana mengemukakan kompetensi yang harus dimiliki guru antara lain: kompetensi pribadi. kompetensi sosial/ kemasyarakatan. 4. Seorang guru yang profesional harus berpegang teguh kepada kode etik profesional. Pengelolaan program belajar-mengajar. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. Memang dalam ini sukar dihindari. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah.d. g. e. Secara teoritis ketiga kompetensi tersebut dapat dipisah-pisahkan. Seorang guru yang profesional harus menguasai bidang ilmu pengetahuan yang akan diajarkan dengan baik. 5. Pada sisi lain. Diantara ketiga jenis kompetensi tersebut saling menjalin secara terpadu dalam diri guru. Seorang guru yang profesional harus memiliki kemampuan menyampaikan atau mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada para siswa secar efektif dan efisien. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas profesinya. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. Penilaian prestasi siswa. b. 2. 8. atau antara pendidikan profesional dengan non profesional. sebab masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. Ciri-ciri tersebut ditunjukkan untuk profesi pada umumnya. Berkenaan dengan kemampuan atau kompetensi yang perlu dimiliki oleh seorang guru.

Dengan demikian. Dalam kaitan ini. sehingga kepala madrasah dituntut untuk mempunyai taktik atau kiat yang tepat dan senantiasa meningkatkan efektifitas kinerjanya. a. dan penuh pertimbangan terhadap para guru. Prestasi kerja guru yang rendah merupakan hasil dari kemampuan yang rendah dan motivasi yang rendah. Upaya atau kiat-kiat yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru antara lain melalui. Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru Kepala madrasah merupakan motor penggerak. dekat. Jika guru rendah pada salah satu komponen. penentu arah kebijakan madrasah yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan madrasah dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. Mempu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif.Penerapan kompetensi tersebut menekankan penting adanya kinerja terpadu oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya. proses. Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lainnya. Perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat. Dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Kepemimpinan kepala madrasah yang efektif dapat dilihat berdasarkan kriteria-kriteria berikut ini: a. kompetensi adalah mutlak dimiliki dan dikuasai oleh setiap guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. terutama disiplin diri. c. C. d. Perilaku instrumental merupakan tugas-tugas yang diorientasikan dan secara langsung diklarifikasikan dalam peranan dan tugas-tugas para guru. fondasi profesional kependidikan. Sehingga dalam peningkatan prestasi guru harus diikuti pula peningkatan dalam kemampuan dan peningkatan motivasi. Prestasi kerja guru merupakan perkalian antara kemampuan guru dalam mengajar dan motivasi. penghargaan dan persepsi. Mampu memberdayakan guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. b. Pembinaan disiplin. Bekerja dengan tim manajemen. Kompetensi profesional merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menunjang fungsi dan peranan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Seorang pemimpin harus mampu menumbuhkan displin. Perilaku kepala madrasah yang positif dapat mendorong dan memotivasi guru untuk bekerja sama dan meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan. Keterpaduan itu tercermin dari adanya integritas antar penguasaan bahan ajar. Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif. penyesuaian diri tehadap suasana kerja dan kepribadian. f. lancar. Sejalan dengan hal tersebut. pemberian motivasi. maka prestasi kerjanya akan rendah pula. pembinaan disiplin tenaga kependidikan. dan produktif. baik sebagai individu maupun kelompok. serta menggunakan pelaksanaan aturan sebagai alat untuk menegakkan . e. maka semakin jelas bahwa faktor kompetensi dan faktor motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan prestasi kerja guru. kepala madrasah harus mampu membantu para guru mengembangkan pola dan meningkatkan standar perilakunya. sebagai individu dan sebagai kelompok.

7. Memberikan informasi yang lengkap terhadap bawahan tentang peraturan dan hukuman bagi yang melanggar. para guru akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat. Mengacu pada pendapat tersebut.. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan kerja. yang satu sama lainnya berbeda. tetapi juga dalam psykisnya. Wahjosumidjo memberikan beberapa petunjuk yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan disiplin antara lain: 1. 5. yang patut diteladani. 3. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong. 6. Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik. dan ingat bahwa pendisiplinan tidak untuk memperkuat perilaku yang jelek. Menggunakan segala macam hukuman secara tepat. Sudjana menyatakan bahwa motivasi adalah upaya membangkitkan keinginan seseoran atau kelompok sehingga ia atau mereka berbuat sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Lebih lanjut Lazaruth mengatakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja seseorang dalam organisasi adalah perasaan puas. karena merasa kesejahteraan material dan spiritual terpenuhi.displin. Peningkatan profesionalisme guru perlu dimulai dengan sikap demokratis. Secara pribadi memberikan peringatan tertentu pada bawahan. oleh dan untuk guru. Selalu memelihara harga diri kepala sekolah. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya. Pemberian motivasi Keberhasilan suatu organisasi atau lembaga dipengaruhi oleh berbagai faktor. dapat dikatakan bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga/organisasi. 4. ia akan memperlihatkan minat. jangan menyerang pribadi. konsisten. Mengelola disiplin secara tepat dan konsisten. 2. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. Memberikan peringatan yang cukup sebelum memberikan hukuman. yakni dari. baik yang datang dari dalam maupun dari lingkungan. Oleh sebab . Oleh karena itu dalam membina disiplin perlu berpedoman pada sikap tersebut. Sedangkan kepala sekolah sebagai pengemban ketertiban. Motivasi merupakan salah faktor yang cukup dominan dan dapat mengerakkan faktor-faktor yang lain kearah efektifitas kerja. tepat waktu. Paul Harsey mengemukakan bahwa pemimpin dalam mendisiplinkan seseorang hendaknya jangan terlalu emosi. b. Motivasi dapat merupakan upaya pemimpin untuk memberikan dorongan kepada pihak yang dipimpin atau pelaksana kegiatan supaya pihak yang dipimpin mengarahkan perbuatannya dengan menggunakan potensi yang ada pada dirinya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif.D. tetapi tidak diharapkan sikap yang otoriter. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. bersikap adil. H. Mencari bukti sebelum menjatuhkan teguran dan hukuman. misalnya motivasi. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. Setiap guru memiliki karakteristik khusus. Dengan diperolehnya kepuasaan dalam memenuhi keinginan dan cita-cita hidupnya. spesifik. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu mendisiplinkan seseorang. jangan mengancam. mempunyai perhatian.

di tengah membina kemauan. Menjelaskan alasan motivasi. dalam kaitannya dengan peningkatan prestasi kerja guru. Kepala madrasah perlu menciptakan persepsi yang baik bagi setiap tenaga kependidikan terhadap kepemimpinan dan lingkungan madrasah. Kepala madrasah merupakan komponen yang sangat penting dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan. Kepala madrasah harus menjadi contoh. 2. Mendengarkan informasi dari yang dimotivasi. Menjelaska dan mengkomunikasikan tujuan motivasi. Memberikan pengakuan terhadap kegiatan dan orang yang dimotivasi. Fungsi kepala madrasah hendaknya diartikan seperti motto Ki Hajar Dewantara yaitu ³ Ing Ngarsa Sung Tulada. Penghargaan Penghargaan sangat penting untuk meningkatkan kegiatan yang produktif dan mengurangi kegiatan yang kurang produktif. Dalam usaha mendorong para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan atau pekerjannya dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madarasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan kinerja guru dan berdasarkan tempat penelitiannya. dimulai dari langkah pertama sampai dengan langkah terakhir. penelitian ini termasuk kelompok penelitian kancah atau lapangan. 3. kepala madrasah dapat menggunakan langkahlangkah sebagaimana disarankan oleh Douglas Dunn berikut ini: 1. Persepsi yang baik akan menumbuhkan iklim kerja yang kondusif serta sekaligus akan meningkatkan produktifitas kerja. c. 7. dalam kaitan ini kepala madrasah dituntut untuk berusaha mamahami keinginan-keinginan dan cita-cita para guru atau bawahan serta berusaha memenuhinya. 8. dan kebutuhan-kebutuhan anggota kelompok. sabar dan penuh pengertian. Ing Madya Mangun Karsa. agar para guru beserta pegawai lainnya akan meningkatkan kinerjanya. Penggunaan penghargaan ini perlu dilakukan secara tepat dan efektif. Mengatasi suatu konflik. 9. agar tidak menimbulkan dampak negatif. di belakang menjadi pendorong)´ BAB III METODE PENELITIAN B. Penghargaan ini akan bermakna apabila dikaitkan dengan prestasi guru secara terbuka sehingga setiap guru memiliki peluang untuk meraihnya. Persepsi Persepsi adalah kecakapan untuk cepat melihat dan memahami perasaan-perasaan. Langkah-langkah tersebut dilakukan oleh penggerak yaitu kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan secara bertahap dan berangkai. 4. 5. 6. Menyelenggarakan pertemuan untuk merangsang pihak yang dimotivasi. Memberikan penghargaan melalui komunikasi. sikap-sikap. Menghindari resiko. Melihat keadaan diri sendiri. Latar penelitian yang dipilih adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan . Pendekatan Dan Jenis Penelitian. Tut Wuri Handayani (di depan menjadi teladan. kepala madrasah bertanggung jawab mengarahkan apa yang baik untuk anggotanya sedangkan dia sendiri harus berbuat baik. d.itu. Dengan penghargaan guru akan terangsang untuk meningkatkan kinerja yang positif dan produktif.

10) desain tidak disusun secara ketat namun disesuaikan di lapangan dan bersifat sementara. Semua karakteristik dari variabel yang diteliti dalam penelitian ini dideskripsikan sebagaimana adanya tanpa ada perlakuan atau pengendalian secara khusus. Kehadiran Peneliti Untuk memperoleh data sebanyak mungkin dan mendalam selama kegiatan di lapangan. peneliti realisasikan dengan meneliti Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar secara langsung. 2) peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data. 6) data yang dikumpulkan berupa kata-kata. penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Dalam menggunakan studi kasus ini terdapat manfaat yang dapat diambil yaitu: 1) peneliti dapat melakukan penelitian secara mendalam dengan memperhatikan keadaan sekarang.. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. 9) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data.00 Wib. selama pengumpulan data dari subyek penelitian di lapangan peneliti menempatkan diri sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dilakukan. juga mempertahankan keutuhan dalam rangka mempelajari tentang obyek dan subyek sebagai suatu keseluruhan yang terintegrasi. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada unit tersebut. Penelitian ini berusaha mengungkap secara mendalam dan menjawab dari fokus penelitian yaitu tentang bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. latar belakang dan lingkungannya. 2) kesempatan untuk memperoleh wawasan mengenai konsep-konsep dasar dan tingkah laku manusia. 5) lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori substantif yang berasal dari data. 3) menggunakan metode kualitatif. Sedangkan pendekatan yang digunakan menurut jenisnya datanya. Penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor sebagaimana dikutip Moleong adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Sejalan dengan pandangan tersebut. masa lampau. Penulis secara resmi memberikan izin penelitian dari INSURI Ponorogo kepada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada tanggal 4 Mei 2009. Adapun studi kasus merupakan kajian dari suatu penelitian yang terdiri dari suatu unit secara mendalam. dan memeriksa suatu gejala tertentu. Peran instrumen sekaligus pengumpul data. C. 7) lebih mementingkan proses dari pada hasil. 4) analisis data dilakukan secara induktif. penelitian yang dilakukan ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Berdasarkan dari taraf pembahasan masalah. Selain itu Moleong mengungkapkan karakteristik pokok dari penelitian kualitatif antara lain: 1) penelitian dengan latar alamiah. penulis sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. Kehadiran peneliti berlangsung beberapa bulan yang dilaksanakan dua sampai tiga kali dalam seminggu menyesuaikan dengan kesibukan peneliti. 8) adanya batas yang ditentukan oleh fokus. sampai selesai dengan mencari celah-celah kesibukan dari subyek yang dikehendaki tanpa menganggu aktivitas formal mereka. gambar dan bukan angka-angka. Penulis menyerahkan . 11) hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama. ³dalam pendekatan kualitatif.Udanawu Blitar. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiayah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotifasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. dimulai jam 07.

Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan.surat izin tersebut kepada Bapak Darmaji S. peraba. peneliti berperan sebagai pengamat partisipasi. aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 6. dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai prestasi yang membanggakan. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera. 4. dokumen yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar F. Dalam penelitian ini personnnya adalah kepala madrasah. senantiasa menghindari segala sesuatu yang dipandang bisa merugikan subyek dan mengganggu lingkungan pembelajaran. gambar. kegiatan belajar-mengajar. dan pengecap. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. Hal ini dilakukan supaya peneliti bisa diterima dengan sepenuh hati dan bisa menyatu dengan subyek yang diteliti. simbol-simbol dan lain-lain. pendengaran. 5. Selama dilapangan. meliputi fasilitas gedung. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. Lokasi Penelitian Dipilihnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagai latar penelitian pada penelitian ini. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. kondisi lokasi.Ag selaku Kepala madrasah. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person. E. menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama. angka. kinerja. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 4. pada tahun 2006 dan 2007 Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dapat meraih juara umum pada PORSENI tingkat kecamatan. Dan tidak sedikit yang dikirim ke tingkat kabupaten bahkan ke tingkat proponsi . catatan-catatan. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. dan pada mulai tahun 2008 dipercaya oleh DEPAG dan diberi piagam penghargaan untuk merintis madrasah bersetandar nasional. place paper. . diantara prestasi yang dimiliki adalah sudah bertahun tahun para siswa selalu lulus 100 %. penciuman. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip. karena madrasah ini merupakan madrasah negeri yang berada dibawah naungan Departemen Agama Kabupaten Blitar dan bekerja sama dengan Yayasan Al-Qodiriyah. D.

dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. jika ternyata responden mengalami kesulitan menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. 5. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif. b. keadaan madrasah. Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran.Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian. Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip. menafsirkan serta meramalkan´. yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih. sarana dan prasarana. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. Pada penelitian. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting. Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. dan satuan uraian dasar. Analisis Data Dalam suatu penelitian. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. 6. Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara. didengar. kategori. surat bukti. . Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. G. c. Informasi tersebut misalnya. ³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Aliyah Ma¶arif Bakung Udanawu Blitar. setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. d. Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya. partisipan dan informan. dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder.

a. maka pola tersebut menjadi pola yang baku yang selanjutnya akan disajikan pada lporan akhir penelitian. b. membuat kategori. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. secepatnya peneliti berusaha mengambil kesimpulan mulai dari awal pengumpulan data. mengfokuskan pada hal-hal yang penting. setelah data dikumpulkan kemudian diolah dan disajikan dengan menggunakan pola sebagai berikut : a. Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu Reduksi Data.Reduksi data Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan. memilih hal-hal yang pokok. pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. c. grafik dan matrik. sehingga data yang sanagat banyak dan meragukan dapat diverivikasi. Bila pola-pola yang ditemukan telah didukung oleh data selamaa penelitian berlangsung.Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian. penulis menggunakan Metode induktif Metode induktif digunakan untuk mengolah data dengan cara mengumpulkan data yang dibutuhkan kemudian akhirnya ditarik suatu kesimpulan dan diperoleh suatu kebenaran. bagan. Penyajian data Setelah data direduksi maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data atau menyajikan data kedalam pola yang dilakukan dalam bentuk uraia singkat. Untuk lebih jelasnya. Penarikan kesimpulan Menurut chasan bisri dlam bukunya ³ metodologi penelitian´ dijelaskan bahwa menarik kesimpulan bahwa menarik kesimpulan penelitian selalu mendasarkan dari atas semua data yang diperoleh dalam kegiatan penelitian. paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian. maka untuk membahas analisa data yang bersifat kualitatif. Mereduksi data dalam konteks penelitian yang dimaksud adalah merangkum. Sehingga penelitian bisa berkembang GAMBAR I LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA . Hal ini data yang telah dikumpulkan. Informasi diskriptif Informasi diskriptif adalah penyajian data dengan memberikan keterangan semestinya sesuai data yang terkumpul. Analisis diskriptif Analisis diskriptif yaitu penyajian data dengan menganalisa data yang diperoleh itu guna mencapai pada suatu maksud. b. Dengan demikian data yang telah direduksikan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.

sebab kehadiran peneliti sangat menentukan keberhasilan dalam pengumpulan data. diskusi sejawat ini memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk memulai menjajaki dan menguji hipotesis . Sebagaimana dinyatakan oleh Moleong bahwa maksud dari perpanjangan kehadiran adalah untuk membangun kepercayaan pada subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. Pengecekan Keabsahan Temuan Untuk memperoleh keabsahan terhadap data-data yang sudah didapat dari lokasi penelitian lapangan. Dalam penelitian ini peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan dengan data hasil wawancara mendalam. Perpanjangan waktu dalam penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan situasi dan kondisi di lapangan serta data yang telah terkumpul. b. Perpanjangan volume dan waktu kehadiran peneliti pada penelitian ini sangat diperlukan agar terjadi peningkatan derajat kepercayaan atas data yang dikumpulkan. Dari pengalaman yang peneliti lakukan. Triangulasi menurut Moleong adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Dengan perpanjangan waktu tersebut peneliti dapat mempertajam fokus penelitian dan diperoleh data yang lengkap. bahwa perpanjangan waktu didalam penelitian amat sangat dibutuhkan guna untuk mendapatkan data-data yang valit dan lengkap. yaitu peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan yang dilakukan peneliti dengan data hasil wawancara mendalam yang diperoleh dari kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Triangulasi Triangulasi dilakukan untuk mengecek kebenaran data tertentu dan membandingkannya dengan data yang diperoleh dari sumber lain. Teknik ini mengandung beberapa maksud sebagai salah satu teknik pemeriksaan keabsahan data diantaranya: ³ Pertama. Perpanjangan penelitian ini peneliti lakukan dengan memperpanjang waktu penelitian yang pada awalnya penelitian dilakukan hanya sampai tanggal 25 Mei . Pemeriksaan teman sejawat Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat. Selain itu peneliti menerapkan triangulasi dengan mengadakan pengecekan derajat kepercayaan beberapa subyek penelitian selaku sumber data yaitu membandingkan data hasil wawancara mendalam dari kepala madrasah dengan data hasil wawancara dengan guru dengan metode yang sama. kehadiran peneliti dalam lokasi tidak bisa hanya dalam waktu singkat. c. untuk membuat peneliti mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran.H. Kedua. maka cara yang diusahakan oleh peneliti adalah: a. Perpanjangan kehadiran penelitian Dalam penelitian ini peneliti menjadi instrumen utama dalam pengumpulan data. peneliti memperpanjang penelitian sampai pada awal bulan Juli. Dalam pengumpulan data kualitatif.

Lokasi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar kira-kira 700 m sebelah timur dari jalur Jalan Raya Kediri Blitar. peneliti memanfaatkan kolega yang memiliki pengetahuan dalam bidang kepemimpinan kepala madrasah. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jauh dari keramaian. Sehingga pada 17 Maret 1997 Madrasah Al-Qodiriyah atas persetujuan pengurus yayasan secara resmi berubah setatus menjadi negeri. BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN HASIL PENELITIAN Latar Objek Penelitian Pada mulanya. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berprestai dalam pendidikan agama dan umum 4. Bahkan hampir setiap ujian Negara berlangsung selalu diselenggarakan di madrasah tersebut. 3. Dalam pembahasan atau diskusi ini juga dapat dipandang sebagai usaha untuk mengenal persamaan dan perbedaan teman terhadap data yang diperoleh. Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dipercaya oleh Depag Pusat untuk mengadakan Kontrak Prestasi Peningkatan Mutu. . sebelum menjadi sekolah yang negeri. Namun. Setelah sekian lama berjalan. prestasi demi prestasi dapat terlihat. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah swasta yang didirikan sekitar pada tahun1970-an. Berawal dari prestasi yang diraih. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga berdekatan dengan SDN Slemanan II .Qodiriyah milik yayasan. Berawal dari prestasi yang diperoleh. karena pada awalnya Madrasah Ibtidaiyah Al. Visi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yaitu : terwujudnya generasi islami serta unggul dalam prestasi B. Mengenai perkembangan-perkembangan madrasah. A. Nama Madarasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah berubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk terampil dan berdikari untuk masa depan yang lebih baik. akhirnya Madrasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah selalu dijadikan rujukan dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Agma RI yang pada waktu itu dijabat oleh Tarmidzi Taher dengan SK 107. 2.yang muncul dari pemikiran peneliti´ Dalam penelitian ini. Itu merupakan bukti kemampuan lembaga dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan. hal itu tidaklah hasil dari keputusan kepala madrasah sendiri. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tepatnya di Jalan Raya Wonorejo. hal ini sangat bermanfaat terhadap proses belajar mengajar siswa. Misi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah : 1. maka mulai tahun 2008. metodologi penelitian yang bisa diajak bersama-sama membahas data yang ditemukan peneliti. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berbudi pekerti luhur. tetapi harus dimusyawarahkan oleh pihak pengurus yayasan. jumlah siswa maupun jumlah guru dan karyawan yang sesuai dengan bidangnya. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tentunya juga mempunyai visi dan misi dalam melaksanakan proses pendidikannya antara lain: . mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk selalu beriman bertaqwa kepada Allah SWT. maka madrasah ibtidaiyah Al-Qodiriyah mendapat tawaran untuk dijadikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri. bapak Darmaji juga menyatakan bahwa: Dengan adaya perkembangan madrasah di segala aspek baik sarana dan prasarana.

Pelajaran tentang ketrampilan menjahit. kecuali sangat terpaksa. 2. yaitu kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler. Tilawatil Qur¶an.´ . Olah Raga prestasi yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Tennis Meja Catur Bulu tangkis Volli 4. guru juga harus mematuhi tata tertib guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Wb.Adapun kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar terbagi menjadi dua. antaralain : 1. Hafalan Juz µAmma. 5. 6. ditemukan bermacam-macam pelajaran yang mana mata pelajaran tersebut jarang diajarkan pada madrasah-madrasah ibtidaiyah pada umumnya. Kegiatan kurikuler sebagaimana yang dilaksanakan di dalam kelas setiap hari oleh bapak dan ibu guru. 3. Pembiasaan do¶a sehari-hari 6. Harus mengutamakan mengajar dari pada kepentingan lainya sehingga harus masuk sesuai dengan jadwal pelajaran. 4. 2. Pramuka. Dalam menjalankan tugas sehari-hari. Komputer. Ayat-ayat pilih Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler sebagaimana dokumentasi yang penulis peroleh dari bapak Samsuri selaku kepala Tata Usaha Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. 4. Apabila terpaksa tidak dapat melaksanakan tugas mengajar. Keluar masuk kelas tepat waktu sesuai dengan jadwal pelajarannya. dan dapat di peroleh data tentang kegiatan ekstra kurikuler antara lain: 1. 5. antara lain: 1. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstra kurikuler tidak mengganggu aktivitas pokok siswa yaitu kegiatan kurikuler karena semua kegiatan ektra kurikuler berada di luar jam pelajaran. 3. Sebagai pelaksana program mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jumlah tenaga pengajar sebanyak 16 orang dan 1 satpam 2 tenaga kebersihan. 3. Guru merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam mencapai keberhasilan pendidikan dan bertanggung jawab pula dalam pembentukan kepribadian siswa. Harus hadir di madrasah 5 menit sebelum waktu dijadwalkan. Khitobah yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Khitobah Bahasa Arab Khitobah Bahasa Inggris Khitobah Bahasa Indonesia Lebih lanjut bapak Samsuri menjelaskan bahwa semua kegiatan ektra kurikuler dilaksanakan pada Jum¶at sore dan Minggu pagi. Baca Tulis Al-Qur¶an. Drumband 2. dikarnakan selain hari dan waktu itu anak-anak sekolah TPA. harus dinyatakan dengan suat izin. akan tetapi sebagaimana pengamatan peneliti dalam lapangan. dan harus mengirimkan tugas atau pekerjaan untuk mengisi jam kosong yang ditinggalkan. Memulai dan mengalkiri kegiatan di kelas selalu dengan ucapan salam ³Assalamuµalaikum Wr. Yang masuk jam pertama memerintahkan kepada siswa untuk membaca do¶a sebelum pelajaran dimulai.

kedisiplinan dan tingkah laku siswa. Harus bersikap baik..10 13 23 Lanjutan tabel I 3 III 11 11 1 . Mengenai jumlah siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagaimana data yang duberikan bapak Thoat fauzi pada kami selaku kesiswaan. Selain mengajar. Untuk mengetahui keadaan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini : TABEL I KEADAAN SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR TAHUN AJARAN 2008/2009 No Asal murid Murid baru Murid mengulang Murid pindahan Jumlah murid Kelas Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk/Pr 1 I 10 10 3 . Tidak diperkenankan memulangkan siswa sebelum waktunya kecuali ada perintah dari pimpinan atau petugas piket apabila pimpinan tidak ada.59 64 123 Untuk menunjang tercapainya tujuan pengajaran..... 11..12 11 23 4 IV 10 14 . Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai sarana dan prasarana sebagaimana yang dapat penulis sajikan dalam tabel berikut : TABEL II SARANA DAN PRASARANA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR No Jenis sarana prasarana Jumlah Keterangan 1. 8. baik di luar maupun di dalam kelas.... Ruang Kelas 6 Baik .. Tidak diperkenankan mengenakan pungutan apapun kepada siswa kecuali telah mendapat persetujuan dari pimpinan madrasah. serta mengkonsultasikan atau melaporkan kepada pimpinan madrasah atau petugas piket apabila mendapatkan kejanggalan.7. 12.. 10. Harus berpakaian sesuai dengan ketentuan madrasah. 9. ‡ Tidak duduk di atas bangku.9 10 19 6 VI 5 6 . ‡ Tidak mengeluarkan kata-kata kotor. antara lain: teratur.. jumlah siswa selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun sehingga pada tahun ajaran 2008/2009 jumlah siswa mencapai 125 siswa.. Dalam berpenampilan harus memperhatikan etika dan estetika.. rapi dan bersih.. antara lain: ‡ Tidak merokok di dalam kelas atau waktu mengajar.10 14 24 5 V 9 10 .13 10 23 2 II 9 12 1 1 . ‡ Tidak emosional dalam menangani persoalan dengan siswa.5 6 11 7 Jumlah 54 63 5 1 . diharapkan ikut aktif memantau dan membimbing ketertiban.

Sanggar Pramuka 1 Baik 8. Gudang I Baik 16. Ruang koperasi Menjadi satun dengan UKS. laptop 2 unit Baik 12.2. Masjid Menggabung dengan yayasan 13. Alat marching band 1 set Baik 14. Susunan kepengurusan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah sebagai berikut: GAMBAR II STRUKTUR ORGANISASI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR Ket: . Ruang Kepala Sekolah 1 Baik 4. Ruang tata usaha 1 Baik 7. Ruang Kantor 1 Baik 3.Jadi satu dengan gudang Organisasi sekolah merupakan bagian yang sangat berperan dalam pelancaran proses pendidikan. Dapur . Ruang perpustakaan 1 Baik 6. Ruang tamu 1 Baik 5. Komputer 3 unit Baik 11. Lapangan Voli 3 Baik Lanjutan table II 15. 10. Ruang UKS 1 Baik 9.

kemudian peneliti menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya. sehingga apabila guru telah benar-benar disiplin diharapkan para siswa juga akan meniru kedisiplinan yang telah diterapkan para guru. Dalam rangka melakukan pengawasan terhadap disiplin guru saya juga membentuk staf khusus bidang kedisiplinan guru. Langkah selanjutnya adalah melakukan pembinaan-pembinaan yang berkaitan dengan kompetensi profesional dan kemampuan yang dimiliki guru. beliau menyatakan bahwa: Sebagai kepala madrasah. dalam kegiatan sehari-hari sebagai kepala madrasah saya berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan disiplin diri dengan harapan dapat dicontoh dan diteladani oleh para guru. Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk nyata dari keteladanan yang telah dilakukan dan diberikan oleh kepala madrasah terhadap kedisiplinan para guru. maka program pembelajaran yang direncanakan akan tidak berjalan sesuai dengan harapan dan yang lebih dikhawatirkan para siswa juga akan tidak disiplin. saya selalu mengingatkan akan pentingnya disiplin guru dan pentingnya mentaati tata tertib guru yang telah dibuat bersama. maka segenap tenaga kependidikan harus mempunyai disiplin yang tinggi dalam segala bidang.___________ : Garis Komando ---------------. selain itu sesuai dengan ungkapan Jawa bahwa ³guru harus digugu dan ditiru´. pada hari Senin tanggal 11 Mei 2009 peneliti datang ke Ruang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar bermaksud untuk menemui bapak kepala madrasah. kepala madrasah harus memiliki kiat-kiat yang tepat untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. Peneliti juga menanyakan tentang langkah-langkah yang di tempuh Kepala Madrasah dalam membina dan meningkatkan disiplin guru. Apabila guru telah benar-benar disiplin dalam segala hal. Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. beliau menyebutkan bahwa: Dalam setiap kali rapat/pertemuan. begitu juga sebaliknya apabila guru tidak disiplin. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru.: Garis Koordinasi Paparan Data Hasil Penelitian 1. . pembinaan-pembinaan terhadap guru yang telah saya lakukan yang pertama kali adalah pembinaan disiplin. kepala madrasah menjelaskan bahwa: . artinya untuk melakukan kegiatan pendidikan secara efektif dan efisien. Kepala Madrasah menjelaskan bahwa: Disiplin guru dalam berbagai bidang adalah suatu hal yang sangat penting karena disiplin guru merupakan salah satu faktor yang menentukan efektitas kelancaran pembelajaran di madrasah. maka segala program yang direncanakan akan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan dan waktu yang ditetapkan. dengan maksud untuk mensukseskan dan mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bersama. selanjutnya peneliti menanyakan tentang Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru. Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru. adapun koordinatornya saya percayakan kepada bapak Supriadi. Peneliti juga menanyakan tentang sejauh mana pentingnya disiplin guru dalam peningkatan prestasi kerja. maka guru harus bisa menjadi teladan bagi para siswa.

Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan madrasah yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk kerjasama dengan lembaga pendidikan lain yang dilakukan oleh kepala madrasah. karna madrasah MIN Slemanan jam pembelajaran dimulai pukul 06. Dalam kesempatan lain. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. Waktu itu. Pada kesempatan yang sama peneliti juga menanyakan tentang tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru.20. Dan mengadakan rapat guru setiap satu semester yang dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja guru sekaligus memberikan pengarahan-pengarahan terhadap kekurangan-kekurangan. Apabila saya punya jam mengajar pukul 10. Untuk memperoleh data lebih mendalam mengenai pembinaan guru. pengembangan guru dan pengembangan mutu madrasah. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. beliau mengatakan bahwa: Kerjasama dengan lembaga pendidikan sekitar antara lain dengan MI Roudlotun Nasi¶in Slemanan. peneliti diterima oleh bapak Supriadi yang kebetulan pada hari itu bertugas sebagai guru piket. Selain menanyakan tentang pembinaan disiplin guru peneliti juga menanyakan tentang bagaimana Kepemimpinan Kepala MIN Slemanan dalam pembinaan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah. yang diharapkan supaya para guru selalu disiplin dan tepat waktu dalam melaksanakan tugasnya. saya berusaha untuk selalu tepat waktu. strategi dalam pembelajaran. maka pada jam itu pula pelajaran saya harus sudah dimulai. beliau menjelaskan bahwa: Tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru ini adalah untuk membantu dalam mengamati dan mengawasi kedisiplinan guru. peneliti datang ke Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada siang hari sekitar pukul 09. saya mengirim para guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. artiya dalam melaksanakan program yang ditetapkan saya selalu berusaha untuk menepati waktu yang telah dijadwalkan. beliau mengatakan: ³Staf khusus bidang kedisiplinan guru dibentuk dengan maksud untuk meningkatkan disiplin .00.50 Wib. kemudian peneliti dipersilahkan masuk ke ruang tamu. MI Roudlotut Tholibin Ringin Anom.Dalam kegiatan sehari-hari di madrasah. MI.30 Wib. Wahid Hasyim Bakung dengan saling mengadakan studi banding mengenai konsep. mendatangkan para ahli. Ketika sampai di madrasah sekitar pukul 06.30 pada hari tertentu saya punya jam mengajar. misalnya setiap hari saya selalu berusaha untuk datang di madrasah sebelum pukul 06. ternyata peneliti mendapati bahwa kepala madrasah juga sudah datang dan Sambil meneliti pembelajaran di madrasah.. beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan profesionalisme guru. yaitu pada hari Selasa 15 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mengamati tentang kedisiplinan yang benar-benar diterapkan oleh kepala sekolah. Kesemuanya itu saya lakukan dengan harapan agar para guru dengan sendirinya akan meningkatkan kedisiplinan. kemudian peneliti menanyakan tentang tugas-tugas staf khusus bidang kedisiplinan guru. pada hari sabtu 16 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mewawancarai bapak Supriadi sebagai koordinator bidang kedisiplinan guru. peneliti hadir di Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada pagi hari bersamaan dengan siswa berangkat ke madrasah.

beliau mengatakan bahwa: ³Pembinaan kemampuan profesionalisme guru selalu dilakukan oleh kepala madrasah secara terus menerus dan berkesinambungan. Kemudian bapak kepala madrasah mengajak peneliti untuk masuk ke ruang kepala madrasah. Blitar dan seminar kompetensi keguruan yang diadakan di MIN Pojok Kab Blitar. pada hari kamis 18 Mei 2009 peneliti berusaha untuk menemui bapak kepala madrasah. Berkaitan dengan pembinaan kemampuan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah. setelah itu peneliti juga bertanya kepada bapak Thoat Fauzi mengenai pembinaan yang telah dilakukan kapala madrasah tehadap para guru. Peneliti menanyakan tentang pembinaan yang telah dilakukan kepala madrasah kepada para guru dalam meningkatkan prestasi kerja guru. dan memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi KBM dari tiap-tiap guru. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. 2. peneliti juga berusaha mewawancarai lebih detail kepada beliau bapak Supriadi. Pada saat peneliti mengadakan wawancara dengan bapak Supriadi. Berdasarkan dari beberapa data diatas. diantaranya pada tahun kemarin saya dan beberapa guru dikirim untuk mengikuti pelatihan tentang pengelolaan pembelajaran di MAN tlogo Kab. Pada tanggal 5 maret 2008 mengirim beberapa guru untuk mengikuti Workshop KTSP di MAN Tlogo Blitar.guru. berusaha memenuhi perlengkapan yang diperlukan guru dalam melaksanakan tugasnya. menunjukkan bahwa pembinaan terhadap guru sangat penting dilakukan oleh kepala madrasah dengan maksud untuk membantu mengembangkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja demi tercapai kelancaran proses pembelajaran dan tercapainya tujuan pendidikan. diantara tugas pokok yang dilaksanakan adalah mengkondisikan jam masuk guru ke kelas sesuai dengan jadwal. Waktu itu merupakan jam istirahat yang. Yang selanjutnya merupakan wewenang kepala madrasah untuk mengatasinya. Adapun untuk memperoleh data tentang kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru. Jika ada guru yang tidak disiplin maka saya akan berkoordinasi dan melaporkan kepada kepala madrasah. memberikan penghargaan dan hukuman . karena waktu menagajar beliau sudah tiba. . pada saat itu bapak kepala madrasah sedang membaca sebuah dokumen. beliau meminta izin untuk mengajar dahulu. beliau menjelaskan bahwa Upaya yang saya lakukan dalam memotivasi guru adalah dengan menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan-pembinaan terhadap guru bapak kepala madrasah menyuruh guru untuk mengikuti MGMP (musyawarah guru mata pelajaran). menghubungi guru yang tidak disiplin. peneliti datang ke madrasah pada jam 09. Kepemimpinan kepala Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Sebagai motivator. sehingga setiap guru dapat saling memberi masukan dan saling menyempurnakan terhadap kekurangan dan kelemahan guru dalam menjalankan tugasnya´.00 Wib. selanjutnya peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan tentang bagaimana upaya dalam kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru. Mengadakan seminar dengan mendatangkan seorang pakar dari DEPAG Blitar. kemudian peneliti ditemani oleh bapak Tho¶at Fauzi.

Kemudian peneliti juga menanyakan sejauh mana pentingnya pemberian pemahaman terhadap guru tentang tujuan madrasah dalam rangka peningkatan motivasi. dan langkah yang paling akhir adalah mengeluarkan guru tersebut. peneliti juga bertanya tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru. dan yang dikhawatirkan dengan penghargaan bentuk materi. dan apabila diperingatkan tidak bisa maka langkah selanjutnya adalah memberi hukuman dengan mengurangi jam mengajar. adapun langkah yang saya terapkan adalah memberi peringatan. kepala madrasah menjelaskan bahwa: Saya tidak memberikan penghargaan dengan bentuk materi dengan harapan para guru dalam melaksanakan tugasnya benar-benar tulus dari dalam hatinya bukan semata-mata hanya untuk memperoleh dan mengejar penghargaan. dan juga melibatkan guru untuk berbagai kegiatan. Sehingga dengan penjelasan tersebut para guru merasa memiliki dan bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan-perkembangan madrasah ini. Peneliti juga menanyakan mengapa bentuk penghargaan yang diberikan kepada para guru tidak berupa materi. kepala madrasah menjelaskan bahwa: Penjelasan tentang tujuan-tujuan dan target yang harus dicapai madrasah kepada para guru sangat penting dilakukan. berupa pujian dan kesempatan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. beliau mengatakan bahwa: Hukuman berlaku bagi para guru yang tidak disiplin dan tidak mentaati tata tertip guru. Selain itu juga memberikan penjelasan tentang tujuan yang harus dicapai madrasah. yang selanjutnya diharapkan dengan pemahaman tentang tujuan dan target yang harus dicapai dapat menumbuhkan motivasi dalam diri para guru sendiri untuk berusaha semaksimal mungkin melakukan pengembanganpengembangan madrasah dan meningkatkatkan kerjanya. bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Penghargaan diberikan kepada para guru yang telah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. bentuk penghargaan yang saya berikan bukan berupa materi akan tetapi berupa dukungan mental untuk terus mengembangkan potensi yang dimilikinya. bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Situasi dan hubungan kerjasama yang harmonis di suatu madrasah memang sangat penting. karena pencapaian tujuan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Kemudian peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk hukuman yang diterapkan kepala madrasah terhadap para guru. pada saat itu kepala madrasah memotivasi guru dengan memberikan penghargaan berupa pujian terhadap guru yaitu kepada bapak Supriadi selaku wali kelas VI sekaligus sebagai ketua UASBN . dalam penerapannya saya menciptakan suasana terbuka maksudnya setiap guru diberi hak untuk menyatakan pendapat dan keinginan-keinginan terhadap perkembangan madrasah dan apabila ada masalah maka akan dipecahkan bersama.Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah menciptakan situasi dan hubungan yang harmonis antar guru. Pada hari yang sama peneliti juga mengamati Kepala Madrasah dalam memotivasi guru. apabila nanti tidak ada lagi penghargaan yang berupa materi para guru akan bekerja semaunya sendiri dan tidak mau untuk melakukan peningkatan-peningkatan. Dalam kaitannya dengan pemberian penghargaan.

Pada kesempatan yang sama peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari bapak Samsuri mengenai kepala madrasah dalam memotivasi guru. kemudian peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan bagaimana kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. motivasi sangat penting diberikan kepala madrasah kepada para guru untuk meningkatkan kerjanya. kemudian peneliti menanyakan bentuk motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. saya lebih menekankan pada kesejahteraan mental. dan yang paling utama adalah dengan adanya motivasi para guru akan mempunyai kesadaran diri dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kerjanya.30 Wib untuk menemui bapak kepala madrasah. beliau menyatakan bahwa: Apabila ada guru yang tidak bersemangat dan tidak bergairah dalam melaksanakan tugasnya. beliau meminta apabila ada masalah supaya diungkapkan baik mengenai masalah pribadi atau yang berkaitan dengan madrasah. Itulah yang membuat saya sadar dan semangat bahwa semua problem itu tidak lain hanyalah suatu cobaan. beliau mengatakan bahwa: Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru. beliau menemukan jalan keluar bagi saya sehingga problem saya dapat teratasi dan saya kembali semangat dalam mengajar dan beliau menyatakan dan berpesan bahwa sebenarnya sekenario kehidupan kita berada didalam lingkaran taqdir Alla. apabila ada yang kurang beliau berusaha untuk memenuhinya. dan yang paling berkesan bagi saya dalam setiap kesempatan atau pertemuan beliau selalu memperhatikan dan menanyakan tentang kelengkapan kebutuhan guru dalam mengajar. Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja. pada hari Senin tanggal 1 Juni 2009 peneliti peneliti mengadakan penelitian lagi kelapangan sekitar pukul 09. 3. Pada saat itu kepala madrasah sedang berada di ruang kerjanya. Dari beberapa data tersebut diatas. Untuk mempertajam data penelitian mengenai motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. lalu beliau meminta kepada saya untuk mengungkapkan problem tersebut. pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2009 peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari guru. ketika itu beliau sedang berada diruang guru. saya juga pernah mengalami hal tersebut. Begitu juga beliau selalu memberikan penghargaan. sehingga apabila guru mempunyai keinginan-keinginan diharapkan supaya diungkapkan. . beliau menyatakan bahwa: Kepala madrasah dalam memberikan motivasi kepada guru dengan cara memberikan kebebasan kepada guru mengeluarkan pendapat untuk perkembangan madrasah. Dikarnakan anak didiknya berhasil memperoleh nilai rata-rata terbaik. yaitu berupa penciptaan iklim madrasah yang aman.Kecamatan Udanawu. pengabdian dan ikhlas dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. alhamdulillah setelah curhat bersama beliau. kesejahteraan guru juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhinya. pada waktu itu saya sedang banyak problem pribadi. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. damai. Memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang dihitung dari jumlah jam mengajar guru. pada saat itu peneliti berhasil menemui ibu Akrim hidayati. kepala madrasah menanyai guru tersebut ada masalah apa sehingga ia tidak bersemangat dan tidak bergairah.

dengan suasana santai dan penuh kekeluargaan pada saat itu para guru diberi gaji atas pekerjaan yang telah dilakukan selama bulan Juni 2009. beliau mengatakan bahwa: Meskipun bentuk kesejahteraan yang saya tekankan lebih pada kesejahteraan mental. yang kemudian di kembangkan menjadi doktrin pilar guru yaitu pengabdian.20 Wib yang merupakan jam istirahat pertama. akan tetapi pada saat sekarang dengan melihat kebutuhan ekonomi dan harga barangbarang yang semakin meningkat. Dan alhamdulillah sekarang ini semua guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sudah mendapatkan bantuan dari program pemerintah yaitu Insetif dari DIKNAS dan Fungsional dari DEPAG. sehingga tidak mungkin menaikkan gaji guru kalau honorarium dari DEPAG tidak naik. saya terima dengan senang hati. kegiatan ibadah dan keikhlasan. kepala madrasah juga . beliau mengatakan bahwa: Mengenai kesejahteraan terutama gaji yang saya terima. pada saat itu beliau sedang berada di kantor guru. karena apabila dilihat dari gaji yang diterima guru tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. karena menjadi guru di madrasah ini adalah pengabdian. pada hari yang sama. Peneliti juga berusaha mengamati tentang kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. kalau hal ini dipaksakan maka madrasah akan mengalami defisit keuangan karena harus mengambil jalur alternatif lain sehingga terjadi pengalihan dana. maka saya berusaha mengusulkan kepada bendahara madrasah untuk memberikan uang transportasi kepada guru dan alhamdulillah disetujui dan uang transportasi tersebut diberikan bersamaan pada saat pemberian gaji guru. Dalam kesempatan lain. Peneliti juga menanyakan bentuk nyata upaya peningkatan kesejahteraan guru yang telah dilakukan kepala madrasah. sehingga berapa jumlah gaji yang diberikan. akan tetapi saya juga selalu berusaha untuk mengadakan peningkatan kesejahteraan dari segi materi. sehingga kepada para guru perasaan untuk memiliki madrasah inilah yang saya tingkatkan. kemudian kepada beliau peneliti menanyakan tentang kesejahteraan para guru.Kemudian peneliti menanyakan mengapa peningkatan kesejahteraan guru lebih difokuskan pada kesejahteraan mental. hal ini dilakukan peneliti pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2009 tepatnya pada pukul 09. beliau mengatakan bahwa: Kegiatan mengajar di madrasah ini intinya adalah pengabdian. sarana-prasarana atau perlengkapan madrasah dan semua perlengkapan guru dalam mengajar telah terpenuhi serta tercapainya tujuan-tujuan madrasah. pengorbanan. beliau mengatakan bahwa: Karena dalam honorarium untuk guru sudah diatur oleh DEPAG. dedikasi. peneliti juga mewawancarai bapak Nanang imam syafi¶i yang sudah 13 tahun menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar . Sehingga setiap awal bulan guru menerima gaji yang dihitung dari jumlah jam mengajar ditambah dengan uang transportasi. saya tidak terlalu memikirkan. akan tetapi bagi saya kebahagiaan dan kesejahteraan selama menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang utama adalah jika semua kebutuhan-kebutuhan. pada saat itu kepala madrasah menyuruh semua guru berkumpul di ruang guru. loyalitas dan tanggung jawab Peneliti juga menanyakan mengapa kepala madrasah tidak menaikkan gaji guru. hal ini bisa dilihat bahwa kalau dahulu gaji yang diberikan kepada guru hanya berupa gaji dari mengajar.

menyampaikan pesan kepada guru bahwa meskipun gaji yang diterima sangat kecil. mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. Guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan program pengajaran dan tujuan madrasah. Pembinaan terhadap guru merupakan tanggung jawab penting bagi kepala madrasah. mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan. Apabila kedisiplinan guru sudah tercapai maka kelancaran proses pengajaran akan berjalan dengan baik dan lancar juga prestasi kerja yang dihasilkan akan sesuai dengan yang diharapkan. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. Prestasi guru merupakan cermin prestasi kepala madrasah. memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. Selain itu. sehingga para guru dituntut untuk mempunyai kemampuan profesional dalam menjalankan tugasnya dan selalu meningkatkan prestasi kerjanya. akan tetapi bisa dilakukan dengan peningkatan kesejahteraan psykologis antara lain penciptaan suasana madrasah yang aman. kepala madrasah harus berupaya untuk mengadakan pembinaan terhadap kemampuan profesional guru. dengan menerapkan disiplin diri diharapkan para guru akan mengikuti sebagaimana disiplin yang diterapkan kepala madrasah dengan penuh kesadaran diri dan tanpa adanya paksanaan. mendatangkan para ahli. Dengan demikian. menjadi contoh atau teladan dengan menerapkan disiplin pada diri kepala madrasah sendiri. para guru diharapkan untuk tetap menjaga kekompakan dalam menjalankan tugasnya dan selalu berusaha meningkatkan kinerjanya demi peningkatan dan pengembangan mutu madrasah. Dalam melakukan pembinaan disiplin guru. dan mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. tim khusus ini bertugas sebagai pemantau terhadap kedisiplinan guru dalam menjalankan tugasnya. melakukan komunikasi yang baik dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Untuk meningkatkan prestasi kerja guru. menyediakan. dari data tersebut diatas menunjukkan bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru tidak harus bersifat materi. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. dalam pembinaan disiplin kepala madrasah juga membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. Berkaitan dengan fokus pertama. kepala madrasah berusaha untuk memberikan pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. GAMBAR III SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PEMBINAAN GURU . 1. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam melakukan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja antara lain difokuskan pada pembinaan disiplin guru dan pembinaan kemampuan profesional guru. Temuan Hasil Penelitian. Kepala madrasah harus mencurahkan segala energi dan waktunya untuk meningkatkan prestasi kerja para guru secara maksimal di madrasahnya. damai sejahtera.

Motivasi merupakan faktor pendorong untuk melakukan sesuatu. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. maka kepala madrasah harus berupaya memotivasi guru.2. Adapun kepemimpinan yang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru yaitu menekankan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. GAMBAR IV SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MEMOTIVASI GURU . melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. memberikan penghargaan. Berkaitan dengan fokus kedua. agar para guru dapat menjalankan dan meningkatkan prestasi kerjanya.

damai. Dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan kesejahteraan secara psikologis dan materi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Apabila kesejahteraan guru terpenuhi maka para akan dapat melaksanakan dan meningkatkan kinerjanya dengan baik sesuai dengan fungsi dan tugasnya. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya.3. pengabdian dan ikhlas. Adapun kiat-kiat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru yaitu berusaha meningkatkan kesejahteraan mental dan materi dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. maka skema temuan akhir kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dalam meningkatkan prestasi kerja guru sebagai berikut: GAMBAR VI SKEMA TEMUAN AKHIR KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA GURU . Berkaitan dengan fokus ketiga Kesejahteraan merupakan salah satu faktor penentu produktifitas atau prestasi kerja. GAMBAR V SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN GURU Berdasarkan skema temuan-temuan hasil penelitian tersebut diatas. memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah.

Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. Kepala madrasah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. pembinaan moral. kepala madrasah harus berusaha melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang ajaran baik dan buruk terhadap suatu . dan pembinaan artistik. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada dalam melakukan pembinaan guru ditekankan pada pembinaan kedisiplinan guru dan pembinaan kompetensi profesionalisme guru. Sedangkan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan. mendatangkan para ahli. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan dengan baik. menjadi teladan. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Pertama. menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. Wahjosumidjo menyatakan bahwa setidaknya terdapat empat macam nilai yang harus diperhatikan yaitu: pembinaan mental. Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru yang juga merupakan bagian integral dari keberadaan sumber daya manusia yang mempunyai peranan strategis dalam kehidupan suatu madrasah. Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan. Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berakaitan dengan sikap batin dan watak. Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. . mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secara efektif dan efisien. Dalam rangka melaksanakan pembinaan-pembinaan terhadap guru. kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. Untuk itu. memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. pembinaan fisik.BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. sehingga kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar para dapat melaksanakan tugasnya secara proporsional dan profesional. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan upaya peningkatan kinerja para anggotanya.

misalnya senantiasa memperhatikan bagaimana guru menerapkan cara-cara baru yang diperoleh dalam pelatihan. kesehatan. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugasnya masing-masing. Mulyasa juga menyatakan bahwa upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam melaksanakan pembinaan guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja antara lain: mengikutsertakan para guru dalam penataran dan pelatihan-pelatihan. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus kedua. dan terkandung makna bahwa upaya yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mencakup pembinaan sumber daya manusia. Tetapi pelatihan itu hendaknya diikuti dengan aktifitas-aktifitas lanjutan. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru di fokuskan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik. menggerakkan tim evaluasi. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut. habis pelatihan urusan selesai. Dengan demikian. dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam melakukan pembinaan guru untuk meningkatkan prestasinya. prestasi dan semangat kerja dibutuhkan motivasi. E. dan penampilan mereka secara lahiriah. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. baik yang obyektif maupun yang subyektif. upaya yang telah diterapkan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru adalah sebagai usaha dalam menjalankan fungsi dan peranannya sebagai pemimpin sebuah lembaga pendidikan untuk meningkatkan prestasi kerja guru dan meraih keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan bersama. indah sejuk dan menyenangkan. memberikan penghargaan dan hukuman. mendorong guru untuk menggunakan waktu pembelajaran secara efektif dan efisien.perbuatan. dan menjadi contoh teladan bagi para guru. Seseorang bersedia melakukan sesuatu pekerjaan apabila motif yang mendorongnya cukup kuat yang pada dasarnya tidak mendapat saingan atau tantangan dari motif lain yang berlawanan. Kepala madrasah harus dapat mendorong para guru untuk aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olah raga. Demikian pula sebaliknya orang lain yang tidak didorong oleh motif yang kuat akan . B. sarana dan hubungan kerja sama yang baik dan seimbang. Davis dan Newtron sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa. Lebih lanjut Nur kholis menyatakan bahwa program pelatihan apapun harus tidak hanya sebatas pada pelatihan. Dalam melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan seseorang selalu didorong oleh motif tertentu. dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. sehingga kepala madrasah harus berusaha menjadikan lingkungan madrasah yang rapi. sehingga kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat. dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Pembinaan artistik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni dan keindahan. Motif atau dorongan dalam melakukan sesuatu pekerjaan sangat besar pengaruhnya terhadap kinerja. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. maka tugas manajer adalah mengidentifikasi dan menggerakkan motivasi pegawai agar bersemangat dan berprestasi baik dalam melaksanakan tugasnya. Untuk mencapai tujuan organisasi. Pembinaan fisik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan jasmani. hampir semua perilaku sadar mempunyai motivasi.

yang satu sama lainnya berbeda. Setiap guru memiliki karakteristik khusus.. tetapi juga dalam psykisnya. dan penyediaan sumber pembelajaran´. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai motivator. Oleh karena itu. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif. pengaturan suasana kerja (hubungan kerja yang harmonis). Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. dorongan. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru ditekankan pada peningkatan kesejahteraan mental dam materi. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para guru dalam melaksanakan berbagai tugas dan fungsinya. penghargaan yang efektif. ia akan memperlihatkan minat. misalnya motivasi. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. dan 10-20 % bergantung pada kemampuannya. ³Sutermeister sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa prestasi kerja untuk 80-90 % bergantung pada motivasinya untuk bekerja. Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut diatas dan dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru dapat difamahi bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam meningkatkan motivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerjanya. timbul karena ada rangsangan dari luar lingkungannnya misalnya karena ada hadiah. damai. mempunyai perhatian. harapan dan cita-cita serta insentif yang dibutuhkan guru agar para guru mempunyai semangat kerja yang tinggi dan pada akhirnya mereka mau dan mampu meningkatkan kinerjanya. Motivasi instrinsik timbul dari setiap individu seperti kebutuhan.meninggalkan atau sekurang-kurangnya tidak bergairah dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Lebih lanjut Palmer mengatakan bahwa orang-orang yang menginginkan atau bermotivasi tinggi untuk memperoleh pengembangan adalah orang-orang yang belum mencapai kepuasan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. kemauan. dapat meningkatkan nama baik. Mulyasa mengungkapkan bahwa: ³motivasi dapat ditumbuh-kembangkan oleh kepala madrasah melalui: pengaturan lingkungan fisik (ruang kerja dan ruang belajar yang kondusif serta mengatur lingkungan madrasah yang nyaman dan menyenangkan). Sedangkan motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul dari luar diri seseorang. C. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. bakat. Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik. dengan cara: Menciptakan iklim madrasah yang aman. hal ini terbukti kepala madrasah telah berupaya untuk selalu memotivasi para guru baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong (motivasi). menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari . atau belum merasa puas bagi kebutuhan untuk tingkat diatasnya. minat dan harapan pada diri sendiri. Dengan demikian kepala madrasah dituntut untuk memiliki kemampuan dan strategi untuk memotivasi para guru dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan guru. Motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga atau organisasi untuk meningkatkan kinerja anggotanya. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Ketiga Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. Sudjana menyatakan bahwa motivasi terdiri atas motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. disiplin.

dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai upaya yang kuat dalam meningkatkan kesejahteraan guru. kesehatan. dengan terpenuhinya kesejahteraan material dan spiritual. Kompensasi merupakan imbal jasa yang diberikan yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. maupun psikologis yang secara langsung berpengaruh pada prestasi kerjanya. Guru merupakan pemeran utama proses pendidikan. dapat juga berupa tunjangan-tunjangan. merupakan faktor yang tidak boleh ditinggalkan dalam peningkatan prestasi kerja. Masalah kompensasi adalah salah satu bentuk imbalan yang harus dipenuhi karena imbalan oleh pekerja tidak lagi dipandang sebagai alat pemuas kebutuhan materialnya. Pemberian kompensasi selain dalam bentuk gaji. meskipun dalam memenuhi kesejahteraan materi belum maksimal dan belum memenuhi standar kebutuhan para guru. Peningkatan prestasi guru dapat dilakukan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan guru. dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan rasa aman. Mulyasa juga menyatakan bahwa dalam peningkatan kesejahteraan guru perlu diupayakan: gaji guru senantiasa disesuaikan agar mencapai standar yang wajar bagi kehidupan guru dan keluarganya. memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi. keamanan. kendaraan dan lain-lain. Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja . dan dengan melihat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. hal ini disebabkan karena disesuaikan dengan kemampuan madrasah dalam memberi gaji kepada guru. Upah atau gaji yang layak sehinga dapat memenuhi kebutuhan seperti sandang. dan sebagainya sejalan dengan insentif yang diberikan. memenuhi kebutuhan guru dengan sistem imbalan yang lebih baik dan menarik. kepala madrasah juga berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan materi. maka seseorang akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat. hal ini terbukti bahwa selain melakukan peningkatan kesejahteraan mental guru. Finch menyatakan bahwa berhasil tidaknya peningkatan prestasi kerja apabila orang-orang yang terlibat di dalam peningkatan prestasi kerja juga diberi kompensasi atau sekedar insentif. Lazaruth menyatakan bahwa kesejahteraan material dan spiritual merupakan faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja. kesempatan memperoleh liburan. fasilitas perumahan. Dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia memiliki berbagai kebutuhan baik fisik. Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut. tentram dan sejahtera secara psykologis melalui kepastian karier dan insentif sebagai imbalan atas pekerjaannnya. Wujud insentif bisa berupa kenaikan pangkat. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Dengan demikian. perumahaan. pengabdian dan ikhlas. dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru kepala madrasah harus memperhatikan kesejahteraan mental dan spiritual guru serta harus mempunyai strategi untuk memberikan penghargaan dan imbalan jasa kepada guru dengan memperhatikan standar kebutuhan guru dan berupaya memberikan sistem kompensasi yang lebih baik dan menarik.niat ibadah. akan tetapi sudah dikaitkan dengan harkat dan martabat manusia. Kesimpulan 1. BAB VI PENUTUP A. Dalam peningkatan prestasi kerja.

Kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada peningkatan motivasi intrinsik dan ekstrinsik. seminar-seminar baik yang diadakan di madrasah maupun di luar madrasah. peningkatan motivasi ekstinsik dengan cara: memberikan penghargaan 3. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. damai. 2. peningkatan kesejahteraan yang berupa materi dengan cara: mengatur pemberian gaji guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji ditambah uang transportasi serta bantuan tunjangan fungsional dan insentif dari pemerintah. Kedua. dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. menempatkan guru pada proporsi yang tepat. memotivasi. mengetahui kelemahan atau hambatan yang ada serta berusaha mengatasi hambatan yang ada. Kepada kepala madrasah Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja guru. pembinaan kemampuan profesionalisme guru yaitu dengan cara: mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar dan pelatihan. pengabdian dan ikhlas. menjadi teladan. Kedua. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. Kepada para guru Dalam rangka meningkatkan prestasi kerja. menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. memberi kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikan. mengevaluasi kerja guru. Peningkatan motivasi instrinsik dengan cara: menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. untuk dikaji lebih mendalam dengan berbagai metode penelitian yang lain agar . memberi kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. B. dan berusaha untuk membangkitkan motivasi terutama motivasi yang berasal dari diri guru sendiri. pelatihan-pelatihan.guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan difokuskan pada dua macam pembinaan yaitu: Pertama. Kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada: Pertama peningkatan kesejahteraan mental dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. bekerja sama dengan lembaga pendidikan lain. mendatangkan para ahli. Kedua. kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan disarankan untuk benar-benar memahami sekaligus menerapkan fungsi dan peranannya. 3. Kepada peneliti yang akan datang Kepada peneliti yang akan datang diharapkan penelitian mengenai kepemimpinan kepala madrasah pada umumnya dan upaya kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru pada khusunya. Pertama. pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan. guru disarankan untuk selalu berusaha meningkatkan kompetensi profesionalnya dengan cara: mengikuti pembinaan-pembinaan. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. dan meningkatkan kesejahteraan guru. Kepala madrasah disarankan untuk selalu berusaha untuk meningkatkan strategi dalam membina. Saran-saran 1. 2. berusaha untuk memenuhi keinginankeinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya.

dan lebih baik akibatnya. 07/05/2009 11:04 WIB | email | print | share (58) (59) ³Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. kelemahan. dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Setelah nash ini meletakkan masalah pada posisi kondisionalnya. . Allah yang Maha Menciptakan. Maha Melihat. Semua ini adalah syarat iman kepada Allah dan Hari Akhir. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Lalu perkara-perkara yang diperselisihkan itu dikembalikan kepada Allah dan Rasul. Manhaj yang tidak mengandung nepotisme kepada satu individu. Tidak ada iman. tetapi mengikuti manhaj itu juga dapat mewujudkan kebaikan dunia dan akibat yang baik bagi individu dan jama¶ah di kehidupan yang dekat ini.´ Yang demikian itu lebih baik bagi Anda. dan pada gilirannya dampaknya yang pasti pun tidak mengikuti. bukan hanya menggapai ridha Allah dan pahala akhirat²dan itu merupakan berkara yang sangat. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.´ Itulah ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul. satu ras. yang kemudian disusul dengan nasihat dan motivasi. Sesungguhnya manhaj ini berarti ³seseorang´ menikmati kelebihan-kelebihan manhaj yang diletakkan Allah baginya. Lebih baik akibatnya di dunia. juga lebih baik di akhirat. Label: KARYA ILMIAH Kepemimpinan dalam Alquran (4) Kamis. Sebagaimana ia merupakan tuntutan iman kepada Allah dan Hari Akhir. Maha Mengenal. Lebih baik di dunia.diperoleh penemuan-penemuan baru sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak lembaga pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. ³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Karena Allah adalah Rabb bagi semua orang. satu bangsa.´ (QS. maka sekali lagi nash menghadirkannya dalam bentuk ³nasihat´ dan motivasi. Maha Mengetahui. dan syahwat manusia. Manhaj yang terbebas dari kebodohan. satu kelompok. hawa nafsu. Jadi. An-Nisa: 58-59) ³Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. dan kepada Ulil Amri yang beriman dan menjalankan syari¶at Allah dan Sunnah Rasul. satu generasi. seperti yang dilakukannya terhadap perintah menunaikan amanah dan berlaku adil. juga lebih baik akibatnya di akhirat. Jadi. tidak ada iman sama sekali manakala syarat ini tidak terpenuhi. Mahabijaksana.

atau satu bangsa. ³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. yaitu kepada Thaghut. dan mengetahui letak-letak analogi dan ijtihad mengenai halhal yang diperselisihkan akal. karena bidang tersebut sangat luas bagi akal manusia. Konteks beralih kepada mereka untuk memandang aneh sikap mereka. Sehingga manusia tidak terjebak dalam kebingunan saat mencari manhaj yang sesuai. Juga untuk mengingatkan mereka dan orang-orang seperti mereka tentang keinginan setan untuk menyesatkan mereka. yang mengetahui hakikat fitrahnya dan kebutuhan-kebutuhan yang hakiki bagi fitrah ini. Inilah manhaj yang di antara keistimewaan adalah dibuat oleh Pencipta alam semesta tempat manusia tinggal. padahal mereka diperintahkan untuk mengingkarinya. maka konteks beralih kepada orang-orang yang menyimpang dari kaidah ini. kemudian sesudah itu mereka mengklaim sebagai orang yang beriman! Padahal mereka melanggar syarat iman dan batasan Islam. Dan cukuplah bagi akal mereka untuk berusaha menerapkan manhaj ini. disusul dengan ijtihad untuk mengembalikan masalah yang tidak diredaksikan kepada nash-nash atau kepada prinsip-prinsip umum agama ini. Konteks mendeskripsikan kondisi mereka ketika diajak mengikuti Allah dan Rasul-Nya lalu mereka menolak. dan Allah swt. Jadi. Meski demikian. atau satu generasi. Sehingga manusia tidak perlu berkonflik dengan hukum alam. dan manhaj penetapan syari¶at dan prinsip-prinsipnya. Rasulullah saw . Sementara mereka terjebak dalam kebingunan tanpa petunjuk! Cukuplah bagi mereka melakukan uji coba dalam bidang kreasi dan inovasi material sesuka hari. tetapi justeru berdampingan dengannya dan memanfaatkannya. sarana-sarana untuk berbicara kepadanya dan memperbaikinya.´ Sehabis menetapkan kaidah universal ini dalam syarat iman dan batasan Islam. Dia menjamin untuk manusia manhaj yang kaidah-kaidahnya sesuai dengan hukum alam. Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah dibuat oleh yang menciptakan manusia. Yaitu ruang ijtihad untuk memahami nash-nash yang ada. ketika bencana dan musibah ditimpakan pada mereka. Penolakan ini dianggap sebagai sikap hipokrit. Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah²selain memberinya petunjuk dan melindunginya²manhaj ini juga memuliakannya dan memberi ruang bagi akalnya untuk bekerja di dalam manhaj. yaitu ruang penelitian ilmiah terhadap alam semesta dan ruang kreasi dan inovasi material. Manhaj memberinya petunjuk tentang semua ini dan melindunginya. Dan selain itu ada ruang yang orisinil bagi akal manusia. atau satu ras. atau satu strata sosial.Allah Subhanah tidak terkontaminasi oleh keinginan memihak kepada satu individu. Sebagaimana konteks menjelaskan alasan-alasan mereka yang lemah dan palsu untuk mengikuti langkah yang aneh ini. juga dalam aturan pokok umat Islam. tidak membebani manusia dengan harga dari uji coba-uji coba yang keras. Sebagaimana konteks menganggap keinginan mereka untuk bermahkamah kepada thaghut sebagai tindakan keluar dari iman²bahkan sejak awal dianggap tidak masuk ke dalamnya. karena mereka ingin bermahkamah kepada selain syari¶at Allah. Sebagaimana Dia mengetahui seluk-beluk jiwanya.

diinstruksikan untuk menasihati mereka. Dan penggal ini ditutup dengan penjelasan tentang tujuan Allah mengutus para Rasul. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful