KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU

Diposkan oleh Mohamad Yasin Yusuf

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi merupakan era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah menimbulkan persaingan dalam berbagai bidang, yang menuntut masyarakat Indonesia untuk memantabkan diri dalam peningkatan kualitas dan sumber daya manusia yang unggul, mampu berdaya saing, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi serta mempunyai etos kerja yang tinggi. Perwujudan manusia yang berkualitas tersebut menjadi tanggung jawab pendidikan terutama dalam mempersiapkan peserta didik menjadi subyek yang makin berperan, menampilkan keunggulan yang tangguh, kreatif, mandiri, dan professional dalam bidangnya masing-masing. Di Indonesia sekolah/madrasah harus dengan kesungguhannya melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan tujuan nasional sebagaimana yang tercantum dalam Undangundang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta penjelasannya Bab II Pasal 3 bahwa: Pendidikan Naional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Keberhasilan untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut kepala madrasah mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menselaraskan sumber daya pendidikan yang tersedia, kepemimpinan kepala madrasah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong madrasah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran melalui program madrasah yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Dalam persaingan global ini, diakui atau tidak lembaga pendidikan atau sistem persekolahan dituntut untuk mengemuka dengan kinerja kelembagaan yang efektif dan produktif. Kepala madrasah sebagai penanggung jawab pendidikan dan pembelajaran di madrasah hendaknya dapat meyakinkan kepada masyarakat bahwa segala sesuatunya telah berjalan dengan baik, termasuk perencanaan dan implementasi kurikulum, penyediaan dan pemanfaatan sumber daya guru, rekrutmen sumber daya murid, kerjasama madrasah dan orang tua, serta sosok outcome madrasah yang prospektif. Kepala madrasah merupakan unsur vital bagi efektifitas lembaga pendidikan. Kepala madrasah yang baik akan bersikap dinamis untuk menyiapkan berbagai macam program pendidikan,´ keberhasilan madrasah adalah keberhasilan kepala madrasah, kepala madrasah yang berhasil apabila memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks, serta mampu melaksanakan peranan dan tanggung jawab untuk memimpin madrasah´. Kepemimpinan yang berkaitan dengan masalah kepala madrasah dalam meningkatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalam situasi kondusif, perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat dan penuh pertimbangan terhadap para guru, baik sebagai

individu maupun sebagai kelompok.³ Perilaku pemimpin yang positif dapat mendorong kelompok dalam mengarahkan dan memotifasi individu untuk bekerja sama dengan kelompok dalam rangka mewujudkan tujuan lembaga pendidikan´. Kepala madrasah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki andil besar dalam menciptakan suasana kondusif yang ada dalam lingkungan kerjanya. Suasana kondusif tersebut merupakan faktor yang terpenting dalam menciptakan guru yang berprestasi. Guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat penting terhadap kemajuan bangsa Indonesia, guru juga sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan.³Tenaga pendidikan terutama guru merupakan jiwa dari madrasah´ . Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, evaluasi kinerja, hubungan kerja sampai pada imbal jasa, merupakan garapan penting bagi seorang kepala madrasah. Guru sangat berperan dalam menentukan kualitas lulusan madrasah. Artinya untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas diperlukan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal. Sedangkan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal dapat diperoleh bila ditunjang oleh kepemimpinan yang baik. Prestasi kerja guru yang berkualitas ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya adalah bagaimana atasan dalam memimpin bawahan, yang demikian ini disebut dengan kepemimpinan seorang pemimpin (kepala madrasah). Peran pemimpin sangat penting dalam organisasi, tanpa adanya pemimpin suatu organisasi hanya merupakan pergaulan orang-orang dan mesin. ³ Kepemimpinan adalah kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mangajak, mamantau dan kalau perlu memaksa orang lain agar menerima pengaruh itu. Selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatau maksud dan tujuan tertentu´. Seorang kepala madrasah mempunyai tugas untuk mengatur dan menggerakkan sejumlah besar orang-orang (guru) yang mempunyai berbagai sikap, tingkah laku dan latar belakang yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan guru yang dapat membantu tugas pimpinan secara optimal, maka diperlukan seorang pemimpin yang mampu mengarahkan dan merubah tingkah laku bawahannya kepada tercapainya tujuan organisasi secara maksimal. Pemimpin yang efektif selalu menyadari bahwa anggota organisasinya merupakan sumber daya manusia yang sangat berharga karena dikaruniai atau memiliki otak dan akal fikiran, sehingga pemimpin selalu berupaya menggali, memanfaatkan dan meningkatkan kreatifitas anggotanya untuk mencapai prestasi yang tinggi. Prestasi kerja guru yang tinggi merupakan perwujudan dari kualitas guru. Hal ini cukup penting dalam rangka mencapai tujuan madrasah. Dengan prestasi kerja yang tinggi berarti para guru benar-benar dapat berfungsi sebagai pendidik yang tepat guna dan berhasil guna sesuai dengan sasaran-sasaran organisasi yang hendak dicapainya. Apabila tujuan peningkatan prestasi kerja para guru dapat terpenuhi, maka tujuan pembangunan yang sesuai dengan pancasila, UUD 1945 beserta tujuan Pendidikan Nasional akan segera tercapai, begitu juga dengan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tuntutan perkembangan zaman. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar merupakan lembaga pendidikan yang ikut berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa demi mensukseskan tujuan pembangunan nasional Indonesia. Madrasah tersebut merupakan lembaga pendidikan negeri yang berada dibawah naungan Departemen Pendidikan Agama. Sebelumnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan merupakan madrasah swasta dengan nama

MI. Al-Qodiriyah dalam naungan yayasan Al-Qodiriyah. Karena dari tahun ketahun mengalami kemajuan, Departemen Pendidikan Agama Kabupaten Blitar merubah status dari Swasta menjadi Negeri. Selain itu Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga dijadikan center oleh lembaga-lembaga madrasah ibtidaiyah di Udanawu Blitar. Bahkan sering mendapatkan kejuaraan pada bidang mata pelajaran, olah raga dan seni ditingkat Kecamatan ataupun tingkat Kabupaten. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa para guru telah berhasil dalam usaha mencapai tujuan madrasah. Keberhasilan para guru dalam mencapai tujuan madrasah tersebut merupakan salah satu prestasi kerja yang ditunjukkan oleh guru yang berasal dari kemampuan dan motivasi yang dimilikinya. Prestasi kerja yang dihasilkan para guru tersebut merupakan hasil dari kepemimpinan kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan yang selalu menggerakkan, mengarahkan, dan memberikan motivasi kepada para guru untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan bersama. Atas dasar latar belakang masalah tersebut, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tema ³Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru (Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar)´. B. Fokus Masalah Berkaitan dengan study kepemimpinan Kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerga guru pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar maka yang menajdi fokus masalah dalam studi ini adalah bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang berpengaruh terhadap peningkatan mutu kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Kemudian fokus masalah tersebut dirumuskan sebagaimana rumusan masalah. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, fokus penelitian dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 2. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 3. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? D. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 2. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 3. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. E. Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai berikut : 1. Secara teoritis a. Memberikan kontribusi akademis dalam upaya peningkatan dan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang kepemimpinan lembaga pendidikan. 2. Secara praktis a. Sebagai bahan masukan bagi pengelola lembaga pendidikan khususnya Madrasah Ibtidaiyah

Negeri Slemanan Udanawu Blitar sehingga lembaga tersebut dapat lebih maju dari sebelumya dan tetap eksis serta bisa menjadi lembaga pendidikan alternatif. b. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi imput bagi para praktisi dan peneliti pendidikan dalam rangka kontribusi kajian ilmiah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan untuk meningkatkan mutu kependidikan. F. Metodologi Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan mutu kependidikan yang peneliti lakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar ini menggunakan pendekatan kualitatif sebab jenis penelitian ini tidak bisa berambisi mengumpulan data dari segi kualitasnya tetapi ingin juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dari data yang hasil direkam. Penulis tidak menemukan sumber datanya atau nara sumber secara kuantitatif menggunakan purvose sampling. Pola tersebut lazim disebut dengan Creation baset sampling artinya bahwa penggunaan sumber data atau nara sumber dianggap cukup mana kala informasi yang diperlukan sudah cukup memadai sehingga sering kali jumlah nara sumber atau sumber data memungkinkan untuk selalu berkembang dan bertambah. Tesis ini menggunakan rancangan studi kasus penelitian yang berupaya mencari kebenaran ilmiah dengan cara mempelajari secara mendalam perkembangan dari satu individu, kelompok orang. Lembaga dan tidak mustahil perkembangan suatu kejadian khusus. Studi kasus ini dimaksudkan untuk mencoba mengamati perkembangan dan fonemena yang terjadi pada sebuah organisasi dalam hal ini organisasi yang menjadi obyek penelitian adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Sifat penelitian ini adalah berupa penelitian deskriptif kualitatif. Oleh sebab itu pendekatan yang dilakukan adalah melalu pendekatan kualitatif dengan memakai bentuk study kasus (case study). Maksudnya adalah dalam penelitian deskriftif kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainya sehingga yang menjadi tujuan dalam penelitian deskriftif kualitatif ini adalah ingin menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya. 2. Kehadiran Peneliti. Insrumen utama dalam penelitian ini adalah manusia . Karena itu untuk menyimpulkan data secara koprehensif maka kehadiran peneliti di lapangan sangat diutamakan karena mengumpulkan data dilakuakn yang sebenarnya tanpa dimanipulasi dibuat dan dipanjang lebarkan Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus mengumpul data sehingga dapat dikatakan peneliti dalam penelitian ini bertindak sebagai instrumen kunci. Penelitian dalam hal ini akan melakuakn observasi. Wawancara dan mengambil dokumen. 3. Lokasi Penelitian Peneliti sengaja memilih lokasi penelitian di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dengan pertimbangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah yang favorit dan menjadi central madrasah-madrasah lain. Dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar memiliki guru guru yang variatif dengan latar belakang pendidikan yang beragam Dengan demikian sesuai dengan fokus masalah penelitia yang telah dikemukakan diatas, yang menjadi objek dalam tesis ini adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mengenai kepemimpinan Kepala madrasah dalam meningkatkan

prestasi kinerja guru 4. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´. Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person, place paper. 1. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. Dalam penelitian ini personnnya adalah Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 2. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak, meliputi fasilitas gedung, kondisi lokasi, kegiatan belajar-mengajar, kinerja, aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 3. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar, simbol-simbol dan lain-lain. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip, catatan-catatan, dokumen yang ada di Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 5.Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap. Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera. Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama, merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis, keadaan madrasah, sarana dan prasarana, kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah negeri Slemanan Udanawu Blitar . Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran. 2. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. b. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih, jika ternyata responden mengalami kesulitan

setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. yaitu berupa data yang ditemukan dari observasi partisipan. tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif. Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. Dengan demikian reduksi data ini akan berlangsung secara terus menerus selama penelitian berlangsung. ³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. d. dan dokumentasi yang diperoleh dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data. kata-kata yang berhubungan dengan . dimulai pada awal kegiatan sampai dilanjutkan selama kegiatan pengumpulan data dilaksanakan.menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. menelusuri tema. Analisis Data Dalam suatu penelitian. Data yang di dapat dalam penelitian ini berupa kalimat. mengkode. paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian. maka langkah selanjutnya menganalisa dan kemudian menyajikannya secara tertulis dalam laporan tersebut. Pada penelitian. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. membuat gugus-gugus dan mambuat memo. Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder. Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya. dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. menafsirkan serta meramalkan´. dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. Informasi tersebut misalnya. dan satuan uraian dasar. dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. surat bukti. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting. kategori. Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian. wawancara mendalam. peneliti membuat ringkasan. c. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. didengar. partisipan dan informan. Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran. 6. yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu. 3. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian.

Metodologi Penelitian. maka langkah selanjutnya adalah melakukan penarikan kesimpulan. memuat tentang apa saja yang diperoleh dari penelitian yang meliputi gambaran obyek dan hasil penelitian dari fokus penelitian. kepala madrasah dalam peningkatan prestasi kerja guru. daftar isi. motto. . meliputi perangkat legalitas tesis. pendekatan-pendekatan dalam kepemimpinan. Paparan data dan temuan hasil penelitian. pengesahan. Penutup. persembahan. pendahuluan. studi pendahuluan dan diakhiri dengan sistematika pembahasan. sehingga sajian data merupakan sekumpulan informasi yang tersusun secara sistematis yang memberikan kemungkinan untuk ditarik kesimpulan. obervasi partisipan. fokus penelitian yang dikaji dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. hakekat prestasi kerja guru. Bab II. Bab V. halaman sampul. Dalam hal ini membahas tentang pengertian kepemimpinan kepala madrasah. berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran-saran. dokumentasi yang didapat saat melakukan kegiatan di lapangan. Bagian utama.fokus penelitian. G. maka diambil langkah-langkah sebagaimana dalam sistematika pembahasan sebagai berikut: Bagian awal. Pada saat kegiatan analisis data yang berlangsung secara terus menerus selesai dikerjakan. kata pengantar. . BAB II KAJIAN TEORI A. persetujuan pembimbing. dan abstrak. halaman. memotivasi pengikut untuk mencapai tujuan. mempengaruhi kelompok dan budayanya. Pengertian Kepemimpinan Kepala Madrasah Definisi tentang kepemimpinan sangat bervariasi sebanyak orang yang mencoba mendefinisikan konsep kepemimpinan. pengorganisasian dan aktifitas-aktifitas untuk mencapai sasaran. peningkatan prestasi kerja guru. Menurut Suharsimi Arikunto kepemimpinan adalah usaha yang dilakukan untuk mempengaruhi anggota kelompok agar mereka dengan suka rela menyumbangkan kemampuannya secara maksimal demi pencapaian tujuan kelompok yang telah ditetapkan. Hadari Nawawi berpendapat bahwa kepemimpinan adalah kemampuan menggerakkan. fungsi dan tipe kepemimpinan. memuat daftar rujukan. Kepemimpinan Kepala Madrasah 1. Untuk mengarah pada hasil kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data baik yang berasal dari catatan lapangan. tujuan dan kegunaan penelitian dirumuskan secara jelas. serta mempengaruhi interpretasi mengenai peristiwa-peristiwa para pengikutnya. daftar gambar. Sistematika Pembahasan Untuk dapat melakukan pembahasan secara sistematik. Dalam bab ini dipaparkan latar belakang masalah. judul. dalam hal ini membahas proses penelitian yang digunakan dalam penelitian. lampiran-lampiran dan biodata penulis. kepemimpinan sebagai kunci keberhasilan kepala madrasah. wawancara mendalam. terdiri dari enam bab yaitu: Bab I. Kajian teori. definisi kepemimpinan secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. Pembahasan hasil Penelitian Bab VI. Bab III. Bagian akhir. Bab IV. Dengan kata lain penyajian data ini merupakan proses penyusunan informasi secara sistematis dalam rangka memperoleh kesimpulan sebagai temuan penelitian. penegasan istilah.

Kepala madrasah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu madrasah dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. atau mempengaruhi bawahan. namun demikian pada dasarnya definisi-definisi tersebut memiliki kesamaan konseptual. Pendekatan-Pendekatan Dalam Kepemimpinan Pada dasarnya. tinjauan menyeluruh mengenai jenis-jenis pendekatan kepemimpinan sangat bermacam-macam. meggerakkan. Tery kepemimpinan adalah aktifitas mempengaruhi orang-orang untuk berusaha mencapai tujuan kelompok secara sukarela. Paul Harsey dan Ken Blanchard menyebutkan pengertian lain dari para ahli lainnya mengenai kepemimpinan antara lain: ‡ Menurut George R. melakukan koordinasi serta megambil keputusan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. adanya aktifitas. Studi kepemimpinan yang terdiri dari berbagai macam pendekatan. Meskipun masih banyak definisi atau pengertian tentang kepemimpinan yang dikemukakan para ahli lainnya. atau mempengaruhi para guru dan segala sumber daya yang ada di madrasah sehinga dapat di daya gunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian pengertian kepemimpinan tersebut dapat timbul dari mana saja asalkan unsurunsur dalam kepemimpinan itu terpenuhi.memberikan motivasi dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakantindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang dilakukan. ‡ Robert Tannen Baun. termasuk dalam hal ini adalah organisasi pendidikan. dalam kenyataannya pasti memerlukan seorang dengan atau tanpa dibantu orang lain untuk menduduki posisi pimpinan/pemimpin. Seseorang yang menduduki posisi pimpinan dalam suatu organisasi mengemban tugas melaksanakan kepemimpinan. Apapun bentuk suatu organisasi. adanya tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. adanya orang yang dipengaruhi. Irving R. kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk beraktifitas. 2. antara lain: adanya orang yang mempengaruhi. Melihat beberapa unsur tersebut. memimpin. Sehingga studi kepemimpinan hanya memperlakukan atau dihadapkan pada satu aspek yang sempit seperti pengaruh bawahan atau sifat-sifat pribadi. Weschler dan fred Mescarik mendefinisikan kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang dilakuakn dalam suatu situasi dan diarahkan melalui proses kominikasi pada pencapaian tujuan atau tujuan-tujuan tertentu. pada hakekatnya merupakan usaha untuk menjawab atau memberikan pemecahan persoalan-persoalan dalam bidang . atau perilaku yang satu sama lain dijadikan sasaran studi tanpa mengaitkan satu sama lain yang sebenarnya merupakan satu rangkaian persoalan di bidang kepemimpinan. ‡ Harold Konntz dan Cyril O¶Donnel mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi orang-orang untuk ikut dalam pencapaian tujuan bersama. menggerakkan. Melihat penjelasan mengenai pengertian kepemimpinan dan kepala madrasah tersebut. karena kepemimpinan telah dipelajari melalui berbagai cara yang berbedabeda tergantung pada konsepsi kepemimpinan dan pilihan metodologi para penelitinya. bahwa kepemimpinan merupakan suatu tindakan atau aktifitas kegiatan untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi. melakukan koordinasi. maka dapat ditarik suatu maksud bahwa kepemimpinan kepala madrasah adalah kemampuan kepala madrasah untuk memimpin. yang mana pemimpin dalam organisasi ini adalah kepala sekolah/madrasah. interaksi dan otoritas.

2) yakin akan maksud dan tujuan organisasi. dalam pendekatan sifat mencoba menerangkan sifat-sifat yang membuat seseorang berhasil. dan pendekatan situasional´. 8) memiliki kecerdasan. membagi tugas dan wewenangnya. Chester L. situasi tertentu dan kondisi tertentu memerlukan kepemimpinan yang memiliki sifat dan ciri tertentu sesuai tuntutan situasi dan kondisi tertentu. 2).kepemimpinan. Pendekatan ini bertolak dari asumsi bahwa individu merupakan pusat kepemimpinan. daya tahan. Pada dasarnya terdapat tiga pendekatan utama dalam kepemimpinan yaitu: ³pendekatan sifat. 10) percaya pada diri sendiri. terlalu sulit untuk menetapkan sifat-sifat yang harus dimiliki pemimpin karena setiap orang yang menjadi pemimpin memiliki keunikan masing-masing. cara mengambil keputusan dan lain sebagainya. ketrampilan. Banyak ahli yang telah berusaha meneliti dan mengemukakan pendapatnya mengenai sifat-sifat baik manakah yang diperlukan bagi seorang pemimpin agar dapat dan sukses dalam kepemimpinannya. kuat dan penuh energi. Keith Davis seperti yang dikutib Miftah Toha merumuskan empat sifat yang tampaknya mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi antara lain: kecerdasan dan kedewasaan. Dengan demikian dari pendekatan sifat ini masih terdapat kelemahan-kelemahan antara lain: pertama. dan keberanian. Penganut pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan sifat-sifat kepribadian yang dimiliki oleh pemimpin yang berhasil dan yang tidak berhasil. 9) pandai mengajari bawahan. sifat-sifat tersebut ada pada seseorang karena pembawaan atau keturunan. Sedangkan keunggulan subyektif menyangkut keyakinan. 4) bersifat ramah-tamah. sikap-sikap hubungan sosial. Orway Tead seperti yang dikutip Purwanto. keluasan hubungan sosial. 7) sanggup bertindak tegas. daya tanggap pengetahuan. cara mendorong semangat kerja bawahan. pendekatan perilaku. Barnad dalam ³ The function of the executive´ mengemukakan dua sifat pemimpin yaitu sifat-sifat pribadi dan keunggulan subyektif. 1). Meskipun telah banyak penelitian tentang sifat kepemimpinan. kepemimpinan dipandang sebagai sesuatu yang mengandung banyak unsur individu. 3) selalu bergairah. daya ingat. Sikap dan gaya kepemimpinan itu tampak dalam kegiatan sehari-hari. Pendekatan Perilaku Pendekatan perilaku ini merupakan pendekatan yang mendasarkan pada pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh sikap dan gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin yang bersangkutan. dalam hal bagaimana seorang pemimpin memberi perintah. motifasi dan dorongan berprestasi. 5) mempunyai keteguhan hati. Ketiga. dan imajinasi. Sifat-sifat pribadi mencakup kondisi fisik. hal ini menunjukkan hanya dengan menggunakan pendekatan sifat saja masalah kepemimpinan tidak akan dapat difahami dan dipecahkan dengan baik. mengemukakan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin antara lain: 1) berbadan sehat. . cara berkomunikasi. penguasaan teknologi. Sehingga seseorang menjadi pemimpin karena sifat-sifatnya yang dibawa sejak lahir bukan dibuat atau dilatih. cara memberi bimbingan. 6) unggul dalam teknik kerja. ketekunan. tidak adanya kesesuaian atau pendapat diantara para pakar tentang rincian sifat atau ciri-ciri kepemimpinan. Kedua. Pendekatan sifat Pendekatan ini menekankan pada kualitas pemimpin. sampai kini para peneliti belum berhasil menemukan satu atau sejumlah sifat yang dapat dipakai sebagai ukuran untuk membedakan pemimpin dan bukan pemimpin. Pendekatan sifat berpendapat bahwa keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin dipengaruhi oleh sifat-sifat yang dimiliki oleh pribadi seorang pemimpin. kesopanan.

Teori Empat Faktor Dalam usaha meningkatkan kualitas kepemimpinan.Menekan atau memperkecil kertas kerja yang birokratis . 2.Mempercayai orang lain dengan pendelegasian tanggung jawab .Mencari masukan dan nasehat yang menentukan .Membantu perkembangan kepemimpinan yang posisional dan kepemimpinan yang sedang . Sedangkan struktur inisiasi adalah perilaku pemimpin cenderung mementingkan tujuan organisasi. Kepemimpinan Fasilitatif . antara lain: a. suportif. mendukung dan membela bawahan. Kepemimpinan Struktural . . menerima usul bawahan. Konsiderasi adalah perilaku pemimpin untuk memperhatikan bawahan.Memperkuat relasi yang positif dengan pemerintah ataupun masyarakat.Membantu pekerjaan agar dilaksanakan 3. Kepemimpinan Suportif . para ahli mengembangkan teori kepemimpinan kedalam berbagai macam klasifikasi.Dengan menggunakan pendekatan perilaku.Menetapkan dan memperkuat kembali kebijakan organisasi . Ciri-ciri perilaku struktur inisiasi adalah memberikan kritik terhadap pelaksanaan tugas yang tidak tepat. b.Mau dan bersedia memperbaiki posisi-posisi yang telah terbentuk . Harsey dan Blanchard sebagaimana dikutip Sujana menjelaskan bahwa perilaku atau perbuatan seseorang pemimpin cenderung mengarah pada dua hal yaitu konsiderasi dan struktur inisiasi.Menunjukkan keramahan dan kemampuan untuk melaksanakan pendekatan .Memberikan ganjaran atas nama perseorangan 4. Teori Dua faktor Berdasarkan teori ini. dan partisipatif.Memberikan dorongan dan penghargaan atas usaha orang lain .Menekankan kepada hasil dan tujuan organisasi . teori empat faktor sangat mempunyai peranan yang penting.Memantau penerapan keputusan . dan selalu mengawasi optimasi kemampuan bawahan dalam melaksanakan tugas. Ciri-ciri perilaku konsiderasi adalah ramah-tamah.Cepat mengambil tindakan dalam keputusan yang mendesak . Masing-masing dimensi ditandai dengan berbagai ciri sebagai berikut: 1. fasilitatif. selalu memberi petunjuk kepada bawahan tentang cara melaksanakan tugas. Kepemimpinan partisipatif dengan tanda-tanda: .Memberikan saran atas masalah kerja yang terkait .Membuat jadwal kegiatan . mementingkan batas waktu pelaksanaan tugas kepada bawahan.Menembangkan suatu pandangan organisasi yang kohesif sebagai dasar penngambilan keputusan . mau berkonsultasi.Mengusahakan dan menyediakan sumber-sumber yang diperlukan . menetapkan standar tertentu tentang tugas pekerjaan. dan memperlakukan bawahan sebagaimana pemimpin memperlakukan dirinya sendiri.Pendekatan akan berbagai persoalan dengan fikiran terbuka . teori kepemimpinan empat faktor meliputi dimensi-dimensi: stuktural.Meningkatkan moral / semangat staf .Melaksanakan pendelegasian yang jelas dan menentukan kepada anggota.

Terdapat beberapa studi kepemimpinan yang menggunakan pendekatan ini antara lain: a. Perwakilan (representation). pemimpin mementingkan atau menekankan kepada hal-hal yang bersifat produktif. pemimpin memperhatikan ketenangan. terlibat dalam keputusan dan berbuat. k. Ketepatan yang bersifat prediktif (predictive accuracy). Yaitu: a. pemimpin memperlihatkan wawasan ke depan dan kecakapan untuk memperkirakan hasil yang akan datang secara akurat. dan merupakan kualitas yang timbul karena interaksi orang-orang dalam situasi tertentu. Penekanan pada hal-hal yang produktuif (productive emphasis). Orientasi kepada atasan (superior orientation). Pendekatan situasional Pendekatan situasional hampir sama dengan pendekatan perilaku. 3). tetapi juga berbagai faktor situasi dan saling berhubungan antara situasi dengan . Toleransi kebebasan (tolerance of freedom). Stogdill juga mengemukakan bahwa untuk menilai perilaku kepemimpinan ada 12 faktor yang perlu diperhatikan. f. g. dan berjuang untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi. pemimpin dengan jelas mendefinisikan peranan kepemimpinan dan memberikan kesempatan bawahan mengetahui apa yang diharapkan dari mereka. Integrasi (integration). Pendekatan ini menitik beratkan pada berbagai gaya kepemimpinan yang paling efektif diterapkan dalam sitiasi tertentu. j. Menurut pandangan perilaku.Bekerja secara aktif dengan perseorangan atau kelompok . pemimpin mendamaikan tuntutan konflik dan mengurangi ketidakteraturan dari sistem yang ada. keduanya menyoroti perilaku kepemimpinan dalam situasi tertentu. Dalam hal ini kepemimpinan lebih merupakan fungsi situasi dari pada sebagai kualitas pribadi. Konsiderasi (concideration). Toleran terhadap ketidakpastian (tolerance of uncertainty). pemimpin mampu memberikan toleransi terhadap ketidakpastian dan penundaan tanpa kekhawatiran atau gangguan. e. pemimpin secara aktif menggunakan peranan kepemimpinannya daripada menyerahkan kepemimpinan kepada yang lain.tumbuh . l. dengan mengkaji kepemimpinan dari beberapa variabel yang mempengaruhi perilaku akan memudahkan menentukan gaya kepemimpinan yang paling cocok. kesejahteraan.Melibatkan orang lain secara tepat dalam pengambilan keputusan. pemimpin memelihara hubungan ramah-tamah dengan atasan yang mempunyai pengaruh terhadap pemimpin. i. pemimpin membiarkan bawahan berkesempatan untuk berinisiatif. Kedua belas faktor tersebut sangat membantu dalam menganalisa dan memperbaiki perilaku pemimpin dalam organisasi apapun. d. pemimpin berbicara dan bertindak sebagai wakil kelompok. pemimpin mampu menggunakan persuasi dan organisasi secara efektif serta memperlihatkan keyakinan yang kuat . c. b. h. pemimpin memelihara secara akrab jaringan organisasi dan mengatasi konflik antar anggota. Teori kepemimpinan kontingensi Teori ini dikembangkan oleh Fiedler dan Chemers. Tuntutan perdamaian (reconciliation). Asumsi peranan (Role Assumption). dan kontribusi (bantuan) bawahan. disimpulkan bahwa seseorang menjadi pemimpin bukan saja karena faktor kepribadian yang dimiliki. Keyakinan (persuasiveness). Struktur inisiasi (inisiation of structure). berdasarkan hasil penelitianya pada tahun 1950.

Mereka telah memiliki kemauan untuk melakukan tugas. karena itu tekanan utama dari teori ini terletak pada perilaku pemimpin dalam hubungannya dengan anak buah. kapan. serta ada 3 faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu: hubungan antara pemimpin dan bawahan. Selanjutnya pada saat anak buah mencapai tingkat kematangan penuh dan sudah dapat mandiri. yaitu gaya ketika pemimpin merasa puas jika tugas bisa dilaksanakan. dan decicated. Keberhasilan pemimpin bergantung baik pada diri pemimpin maupun kepada keadaan organisasi. tingkat kematangan anak buah merupakan faktor yang paling dominan. separated. Perilaku tugas merupakan pemberian petunjuk oleh pimpinan terhadap anak buah melalui penjelasan tertentu. gaya kepemimpinan yang mengutamakan hubungan kemanusiaan. Perilaku hubungan merupakan ajakan yang disampaikan oleh pimpinan melalui komunikasi dua arah yang meliputi mendengar dan melibatkan anak buah dalam pemecahan masalah. Dari ketiga faktor tersebut. kapan. Gaya kepemimpinan Reddin sama dengan jaringan manajemen yangn dimiliki empat gaya dasar kepemimpinann. dan memerlukan petunjuk serta pengawasan yang jelas. sedangkan hubungan hanya dilakukan sekedarnya saja. Gaya ini disebut mendikte karena pemimpin dituntut untuk mengatakan apa. Reddin menyatakan bahwa keempat gaya tersebut menjadi efektif atau tidak efektif tergantung pada situasi. Gaya ini menekankan pada tugas. perilaku hubungan dan kematangan. . perhatian pada orang dan dimensi efektifitas. hal tersebut menunjukkan bahwa efektifitas kepemimpinan bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat kondisi yang menyenangkan dalam situasi tertentu. c. serta kekuasaan yang berasal dari organisasi. Pertama. Gaya Menjual (Selling) Gaya ini diterapkan apabila kondisi anak buah dalam taraf rendah sampai moderat. Teori kepemimpinan tiga dimensi Teori ini dikemukakan oleh Reddin guru besar Universitas New Brunswick Canada. Teori kepemimpinan situasional Teori ini merupakan pengembangan dari model kepemimpinan tiga dimensi yang didasarkan pada hubungan antara tiga faktor yaitu perilaku tugas. b. pemimpin sudah dapat mendelegasikan wewenang kepada anak buah. Berdasarkan ketiga dimensi tersebut Fiedler menentukan dua jenis gaya kepemimpinan dan dua tingkat yang menyenangkan. Menurut teori ini gaya kepemimpinan akan efektif jika disesuaikan dengan tingkat kematangan anak buah.kepemimpinan. bagaimana. dan bagaimana mengerjakannya. Gaya kepemimpinan yang tepat untuk diterapkan dalam keempat tingkat kematangan anak buah dan kombinasi yang tepat antara perilaku tugas dan perilaku hubungan adalah: 1. Menurut Fiedler tidak ada gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua situasi. 2. struktur tugas. serta mengawasi mereka secara ketat. Gaya mendikte (Telling) Gaya ini diterapkan jika kematangan anak buah rendah. Adapun kematangan adalah kemampuan dan kemauan anak buah dalam mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas. Makin matang anak buah. Kedua. tetapi belum didukung oleh kemampuan yang memadai. dan dimana tugas dilakukan. yaitu Integred. apa yang harus diperbuat. pemimpin harus mengurangi perilaku tugas dan perilaku hubungan. gaya kepemimpinan yang mengutamakan tugas. Gaya ini disebut menjual karena pemimpin selalu memberikan petunjuk yang banyak. menurutnya ada tiga dimensi yang dapat dipakai untuk menentukan gaya kepemimpinan yaitu: perhatian pada produksi atau tugas. related.

yang jelas bahwa pemimpin itu harus memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan anggota-anggota biasa lainnya. Hal ini dilakukan jika anak buah berada pada tingkat kedewasaan yang tinggi. Sebab dengan kelebihan-kelebihan tersebut. Tidak satupun cara bertindak/berbuat yang dapat digunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama. Proses kepemimpinan pada dasarnya merupakan interaksi antara manusia dengan makhluk sosial. Dalam tingkat kematangan seperti ini upaya tugas hanya diperlukan sekedarnya saja. Gaya ini disebut mendelegasikan karena anak buah dibiarkan melaksanakan kegiatannya sendiri. 3. demikian upaya hubungan. Fungsi Kepemimpinan Dalam kehidupan organisasi. Dari uraian tersebut diatas. Kepemimpinan tidak dapat dilepaskan hubungannya dengan situasi sosial yang terbentuk dan sedang berlangsung di lingkungan suatu organisasi. pemimpin bisa berwibawa dan dipatuhi bawahannya. Berdasarkan pandangan tentang sifat seorang pemimpin. Berdasarkan pendekatan dan teori kepemimpinan tersebut. yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada di dalam dan bukan di luar situasi itu. Gaya ini disebut mengikut sertakan karena pemimpin dengan anak buah bersama-sama berperan dalam proses pengambilan keputusan. namun upaya hubungan perlu ditingkatkan dengan membuka komunikasi dua arah. Sedangkan fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok/organisasi masing-masing. masalah-masalah yang dihadapi. tetapi kurang memiliki kemauan kerja dan kepercayaan diri. melainkan seseorang dengan sifat-sifat unggulnya harus mampu menempatkan posisinya secara efektif terhadap segala hubungan yang terjadi diantara sesama anggota atau antar kelompok. Oleh sebab itu. tampak adanya dua konsepsi tentang bagaimana seseorang dapat dikatakan memegang peranan sebagai pemimpin. maka situasi dan kondisi organisasilah yang mendorong seseorang berperan sebagai pemimpin.Dalam tingkat kematanga anak buah yang seperti ini. apalagi berbeda di lingkungan suatu organisasi oleh seorang pemimpin. . Gaya melibatkan diri Gaya ini diterapkan apabila tingkat kematangan anak buah berada dalam taraf kematangan moderat sampai tinggi. seseorang melaksanakan kepemimpinannya karena memiliki sifat pribadi dan kemampuan sebagai pemimpin. melalui pengawasan umum. kepemimpinan yang efektif adalah keberhasilan pemimpin dalam memerankan fungsifungsi kepemimpinan dengan baik yang sekaligus mampu membawa para bawahan untuk melakukan tugas-tugasnya dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. fungsi kepemimpinaan adalah sebagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. diperlukan tugas serta hubungan yang tinggi agar dapat memelihara dan meningkatkan kemauan yang telah dimiliki. Mereka mempunyai kemampuan. upaya tugas tidak diperlukan. Fungsi artinya jabatan (pekerjaan) yang dilakukan atau kegunaan suatu hal atau kerja suatu bagian tubuh. maka proses kepemimpinan tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan rutin yang diulang-ulang. 4. Oleh karena situasi itu selalu berkembang dan dapat berubah-ubah. serta situasi dan kondisi organisasi yang dipimpinnya. Dalam kematangan semacam ini. Gaya mendelegasikan Gaya ini diterapkan jika kemampuan dan kemauan anak buah telah tinggi. Sedangkan berdasarkan situasinya. maka seorang pemimpin bukanlah sekedar seorang tukang atau juru. Terlepas dari adanya teori yang seakan-akan kontradiktif tersebut. 3.

baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya. dan dimana perintah itu dikerjakan agar keputusan dapat dilaksanakan secara efektif. ³Pemimpin yang efektif akan selalu berusaha mengembangkan situasi sosial yang bersifat kebersamaan yang mampu memberikan dukungan positif terhadap keputusan yang ditetapkannya´ Fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial. baik melalui persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pimpinan. 3) Fungsi partisipatif Dalam menjalankan fungsi ini pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya. yang sangat dipengaruhi oleh kemampuan menganalisa situasi sosial organisasinya. Fungsi delegasi pada dasarnya berarti kepercayaan. Seorang pemimpin bertugas memberikan struktur yang jelas dari situasi-situasi yang rumit . kapan. tetapi dilaksanakan secara terkendali dan terarah berupa kerja sama dengan tidak mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain. Gerungan sebagaimana mengutip pendapat Ruch bahwa ada tiga fungsi utama dari pemimpin antara lain: 1. persepsi dan aspirasi. Konsultasi itu dilaksanakan dengan maksud untuk memperoleh umpan balik untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan. Tahap berikutnya konsultasi dari pimpinan pada orang-orang yang dipimpin dapat dilakukan setelah keputusan ditetapkan dan sedang dalam pelaksanaan. sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Berkaitan dengan fungsi kepemimpinan. koordinasi. pengarahan. yang secara operasional dibedakan menjadi lima pokok fungsi kepemimpinan antara lain: 1) Fungsi Instruktif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. 2) Fungsi konsultatif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Partisipasi tidak berarti bebas berbuat semaunya. Kepemimpinan yang efektif memerlukan kemampuan menggerakkan dan memotifasi orang lain agar mau melaksanakan perintah. 5) Fungsi pengendalian Fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang sukses mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif. pemimpin kerapkali memerlukan bahan pertimbangan yang mengharuskannya berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya yang dinilai mempunyai berbagai bahan informasi yang diperlukan dalam menetapkan putusan. 4) Fungsi delegasi Fungsi ini dilaksanakan dengan memberikan pelimpahan wewenang membuat dan menetapkan keputusan. Cara bertindak dari seorang pemimpin didasari oleh keputusan yang ditetapkannya. dan pengawasan. bagaimana.Dengan demikian berarti juga suatu cara bertindak yang efektif dari seorang pemimpin tidak dapat ditiru secara tepat dengan mengharapkan hasil yang sama efektifnya oleh pemimpin yang lain. Keikutsertaan pemimpin harus tetap dalam fungsi sebagai pemimpin dan bukan pelaksana. Fungsi pengendalaian ini dapat diwujudkan melalui kegiatan bimbingan. Fungsi kepemimpinan tersebut memiliki dua dimensi utama yaitu kemampuan pemimpin dalam mengarahkan (direction) dan tingkat dukungan (support) dari anggota organisasi. Orang-orang penerima delegasi itu harus diyakini merupakan pembantu pimpinan yang memiliki persamaan prinsip. Pada tahap pertama dalam usaha menetapkan keputusan. maka hasilnya juga akan berbeda. pemimpin sebagai komunikator merupakan pihak yang menentukan apa. Cara bertindak sama di lingkungan organisasi yang berbeda dengan situasi sosial yang tidak sama. karena harus diwujudkan dalam interaksi antar individu dalam situasi sosial suatu kelompok/organisasi.

3. yaitu bahwa seorang pemimpin berkewajiban mengambil alih tangguing jawab atas tindakan anggotanya. 4. bahwa pemimpin itu sebagai: 1. digariskan oleh pemimpin. 5. yaitu seorang pemimpin bertugas sebagai pelerai atau sebagai penengah bila dalam kelompok terdapat perselisihan diantara para anggota. Seorang idealis. harapanharapan atau hal-hal yang lain. keadaan ini terutama akan terjadi bila kelompok yang dipimpinnya membuat kesalahan. Krech dan Crutchfield mengemukakan pendapat mengenai fungsi pemimpin. dan pemimpin juga berkewajiban untuk memulihkan kembali hubungan yang kurang baik itu. Seorang pengambil alih tanggung jawab. Seorang pemimpin bertugas sebagai juru bicara kelompok yang dipimpinnya (spokesman of the group). Pemimpin sebagai cerminan sifat-sifat atau kepribadian kelompok yang dipimpinnya. 12. disadari atau tidak seorang pemimpin ikut memikul tanggung jawab segala tindakan dari yang dipimpinnya. Apa yang semestinya dikerjakan oleh kelompok perlu direncanakan. Seorang pemimpin bertugas mengawasi dan menyalurkan perilaku kelompok yang dipimpinnya (controlling group behavior). 2. Seorang yang mewakili kelompok keluar. sehingga dalam kepemimpinannya akan sesuai dengan aspirasi yang ada dalam kelompoknya. Seorang panutan. yaitu sebagai tempat identifikasi. Seorang pengontrol perilaku atau hubungan para anggotanya. Seorang pemimpin harus mempunyai pendirian kuat agar tidak mudah terobangambing oleh pengaruh dari luar kelompoknya. 10. Seorang pembuat kebijakan. Figur seorang ayah. baik mengenai sikap kelompok.yang dihadapi oleh kelompoknya ( Structuring the situation). 2. Seorang penengah atau pelerai. 6. 3. juga bertanggung jawab atas pelaksanaan hal-hal yang telah digariskan dalam kelompok yang dipimpinnya. tujuan. Seorang pemberi hadiah atau hukuman. Kambing hitam. bahwa seorang pemimpin perlu benar-benar memahami ideologi kelompoknya. 7. Seorang pemimpin harus dapat merasakan dan menerangkan kebutuhan-kebutuhan kelompok yang dipimpinnya ke dunia luar. Seorang perencana. yaitu pemimpin mewakili kelompoknya ke dunia luar kelompoknya. 13. 8. Seorang simbol dari kelompok. Seorang pemimpin dalam keadaan yang diperlukan perlu memberikan hukuman atau hadiah. bahwa seorang pemimpin merupakan lambang dari yang dipimpinnya. Seorang Ahli. Seorang eksekutif. 11. hal tersebut biasanya . menjadi teladan baik dalam ucapan maupun dalam perilaku dari yang dipimpinnya. 9. yaitu pemimpin menentukan kebijakan kelompok yang dipimpinnya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. pencurahan isi hati dari para anggota kelompoknya. yaitu pemimpin sebagai sumber informasi dari anggota kelompok yang dipimpinnya. Ini juga berarti bahwa seorang pemimpin bertugas mengendalikan perilaku anggota kelompok dan kelompok itu sendiri. yaitu seorang pemimpin harus mampu menjadi panutan. yaitu pemimpin bertugas membuat rencana kegiatan dari yang dipimpinnya. Karena itu seorang pemimpin harus peka terhadap keadaan atau situasi dalam kelompoknya. 14. Sehingga diharapkan seorang pemimpin adalah seorang yang ahli dalam bidang yang dipimpinnya. yaitu seorang pemimpin harus bersedia menjadi kambing hitam. yaitu ikut berkiprah dalam mencapai tujuan kelompok.

oleh karena itu tipe ini juga merupakan yang paling banyak dikenal. sedang yang lainnya menerapkan fungsi delegasi. Pemimpin yang otokratis tidak menghendaki musyawarah. berusaha mengembangkan kebebasan berfikir dan mengeluarkan pendapat. Setiap perbedaan pendapat diantara para anggotanya diartikan . Seluruh fungsi tersebut diselenggarakan dalam aktifitas kepemimpinan secara integral. berbagai cara ditempuh oleh seorang pemimpin. mampu memberikan petunjuk yamg jelas. Diantaranya ada yang lebih mengutamakan fungsi instruktif. mengembangkan kerjasama yang harmonis. Laizes faire. yang berikutnya partipasi dan lain-lain. Masing-masing penelitian berdiri sendiri tidak saling terkait sesuai dengan latar belakang konsep yang dimiliki oleh pakar. sehingga sudah barang tentu untuk menjadi pemimpin dituntut persyaratan-persayaratan tertentu agar dalam melaksanakan kepemimpinannnya dapat berlangsung dengan baik. 4. hampir sebanyak para ahli yang melakukan penelitian. seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan atau kecakapan dan keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan kepemimpinannya. 1) Kepemimpinan Otokratis Tipe kepemimpinan ini otokratis merupakan tipe kepemimpinan yang paling tua dikenal manusia. Dalam melaksanakan kepemimpinannnya.akan dilemparkan kepada pemimpin. berusaha menumbuh-kembangkan kemampuan memikul tanggung jawab. Tetapi untuk merumuskan apa yang menjadi fungsi kepemimpinan adalah sulit. Dalam kepemimpinan yang otokratis. sama sulitnya memberikan definisi kepemimpinan itu sendiri. tidak boleh membantah ataupun mengajukan saran. memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. Melihat fungsi-fungsi tersebut tidaklah ringan beban yang diemban oleh seorang pemimpin. yang memberikan gambaran pula tentang bentuk (tipe) kepemimpinan yang dijalankan. Fungsi kepemimpinan dalam kehidupan organisasi adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. cara-cara yang digunakan merupakan pencerminan sikap dan pandangan pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya. Tipe Kepemimpinan Dalam menggerakkan atau memotivasi orang lain agar melakukan tindakan-tindakan yang selalu terarah pada pencapaian tujuan organisasi. Kewajiban bawahan adalah hanya mengikuti dan menjalankan. penafsirannya sebagai pemimpin tidak lain adalah menunjukkan dan memberi perintah. Adapun dalam pelaksanaannya pemimpin berkewajiban menjabarkan program kerja. Demokratis. mendayagunakan pengawasan sebagai alat pengendali. rapat hanyalah sebagai sarana untuk menyampaikan instruksi-instruksi. mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan batas tanggung jawab masing-masing. Kekuasaan pemimpin yang otokratis hanya dibatasi oleh undang-undang. Kesulitan ini terjadi sebab kepemimpinan menarik perhatian para ahli untuk menelitinya. pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap angota-anggotanya. Disamping itu mungkin pula ada yang melaksanakannya dalam bentuk kombinasi. Baginya. Dalam proses kepemimpinan selalu terlihat titik berat yang berbeda dalam mewujudkan fungsifungsi kepemimpinan. Pengetahuan dan keterampilan tersebut diperoleh dari pengalaman belajar secara teori maupun dari pengalamannnya dalam praktek selama menjadi pemimpin. Secara teoritis tipe kepemimpinan yang pokok dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: Otokratis. sehingga melahirkan penelitian kepemimpinan yang berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan tersebut mengakibatkan terjadinya berbagai tipe kepemimpinan. antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya.

dari beberapa tipe kepemimpinan tersebut dapat saling mengisi.sebagai kepicikan. Supervisi bagi pemimpin yang otokratis hanyalah berarti mengontrol. pembangkangan atau pelanggaran disiplin terhadap instruksi yang telah ditetapkan. dan mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya. terutama . Pemimpin demokratis mempunyai kepercayaan diri sendiri dan menaruh perhatian dan kepercayaan pada anggota bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. 3) organisasi menjadi statis. Kepemimpinan otoriter tersebut mempunyai dampak negatif dalam kehidupan organisasi. Biasanya. perkembangan biasanya datang dari para anggota. 2) kesediaan anggota dalam melaksanakan tugas didasari oleh perasaan takut dan tertekan. sehingga ucapan raja berlaku sebagai undang-undang atau ketentuan hukum yang mengikat. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha menstimulasi anggotanya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama. banyak ditemui dalam pemerintahan absolut. Pemberian tugas dan kerjasama diserahkan kepada anggotanya tanpa ada petujuk atau saran dari pimpinan. hal ini berarti bukan supervisi yang dilakukan akan tetapi sebagai inspeksi. Jika ada angota yang tidak taat akan diberi hukuman dan jika ada yang taat dan patuh akan diberi penghargaan bahkan dianak emaskan. Pemimpin tidak dapat diganggu gugat. Segala kegiatan dilakukan tanpa rencana yang terarah dan tanpa pangawasan dari pimpinan. Dalam tindakan dan usaha-usahanya selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya. dengan demikian mudah terjadi kekacauan. dan mematikan kreatifitas. selalu membangun semangat anggota kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya. takut mengambil keputusan. Disamping itu kepemimpinan ini sering pula terlihat pada kepemimpinan diktator sebagaimana terjadi di masa Nazi Jerman dengan Hitler sebagai pemimpin yang otoriter. dalam tipe kepemimpinan laizes faire ini struktur organisasinya tidak jelas dan kabur. Juga kritik-kritik yang membangun dari para anggota sebagai umpan balik dan dijadikan bahan pertimbangan dalam tindakan-tindakan berikutnya. Kekuasaan dan tanggung jawab bersimpang-siur. karena pimpinan tidak menyukai perubahan. 3) Kepemimpinan Demokratis Pemimpin yang bertipe demokratis menafsirkan kepemimpinannnya bukan sebagai diktator. Kepemimpinan dengan tipe otokratis. Pemimpin yang temasuk tipe ini sama sekali tidak memberikan kontrol dan koreksi terhadap pekerjaan anggotanya. Dalam prakteknya. Tipe ini diartikan sebagai membiarkan orang-orang berbuat sekehendaknya. apakah segala perintah yang telah diberikan itu ditaati atau dijalankan dengan baik oleh para anggotanya. melainkan sebagai pemimpin di tengah-tengah anggota kelompoknya. berserakan diantara anggota kelompok. yaitu mencari kesalahan dari para anggotanya. dan bukan karena pengaruh dari pemimpinnya. Pemimpin yang demokratis selalu memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan. 2) Kepemimpinan Laizes Faire Sebenarnya pemimpin dalam kepemimpinan Laises faire tidak memberikan pimpinan. antara lain: 1) anggota akan menjadi pengekor yang tidak mampu dan tidak mau berinisiatif. Tingkat keberhasilan organisasi dengan kepemimpinan laizes faire ini disebabkan karena kesadaran dan dedikasi beberapa anggota kelompok. Pemimpin demokratis dalam melaksanakan tugasnya mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari kelompoknya. baik balam tindakan maupun perbuatan.

disegani. Pemimpin selalu bertindak sebagai pelopor. 3) Tipe kepemimpinan pengayom Pemimpin yang ditempatkan sebagai kehormatan karena pengalaman dan posisinya dalam masyarakat. Pemimpin menyenangi hubungan yang harmonis dengan orang-orang yang dipimpinnya. 6) Tipe kepemimpinan agiator Tipe kepemimpinan agiator ini dilakukan dengan memberikan tekanan-tekanan. dipercaya. pengayom.antara kepemimpinan otoriter dan kepemimpinan demokratis. seorang dokter diangkat sebagai kepala rumah sakit. mengadu domba. . 2) Tipe kepemimpinan simbol Pemimpin yang secara tradisional ini diakui sebagai simbol kebesaran kelompok/organisasi. khususnya anggota organisasinya. Dengan kata lain dalam kepemimpinan masih diperlukan kepemimpinan otoriter walaupun sifatnya yang lebih lunak. misalnya pemimpin dalam lingkungan partai politik. dan dipatuhi secara rela dan ikhlas sehingga diikuti pendapat dan keputusannya. memecah belah dan menghasut anggota organisasi dengan maksud untuk memperoleh keuntungan bagi pimpinan dengan atau tanpa kelompoknya. menjalankan kepemimpinan di lingkungan organisasi yang bergerak di bidang yang sesuai dengan keahlian tersebut. Dari beberapa tipe kepemimpinan yang utama tersebut. sedia berkorban. dan tertib. dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan memanfaatkan masukan dari orang lain dari dalam dan luar organisasinya. penuh pengabdian dan kesungguhan dalam menghadapi masalah dalam menjalankan kepemimpinannya. menimbulkan dan mempertajam perselisihan. organisatoris dan administrator. 5) Tipe kepemimpinan organisatoris dan administrator Tipe kepemimpinan ini berupa kemampuan membina dan mengelola kerjasama yang efektif dalam melaksanakan kegiatannya yang terarah pada tujuan yang jelas. Tipe ini menunjukkan gejala bahwa seorang pemimpin selalu bersedia melakukan segala sesuatu untuk kepentingan orang banyak. Terjadinya perbedaan-perbedaan mengenai tipe kepemimpina tersebut adalah atas dasar hubungan antara pemimpin dan kelompok yang dipimpinnya. maka semua kualitas kepemimpinan haruslah memenuhi persyaratan dan tuntunan yang diajukan oleh situasi. tipe kepemimpinan ahli. simbol. Berpijak dari teori dan tipe kepemimpinan tersebut. Walaupun masing-masing memiliki alasan yang berbeda. Misalnya guru diangkat sebagai kepala sekolah. Disamping itu dalam batas-batas tertentu kepemimpinan otoriter masih sangat diperlukan dalam kegiatan mengontrol dan pengawasan. 1) Tipe kepemimpinan karismatik Pemimpin diterima karena kepribadiannya yang berpengaruh. maka dapatlah disimpulkan bahwa agar seseorang dapat tampil sebagai pemimpin yang baik dan sukses dalam melaksanakan kepemimpinannya. Pemimpin tipe ini bekerja secra terencana. Sifat otoriter tersebut diperlukan sebagai perwujudan kesatuan perintah agar tidak membingungkan. dihormati. walaupun tidak berfungsi dan kepemimpinannnya diselenggarakan oleh orang lain yang menjadi pembantunya. terdapat beberapa tipe kepemimpinan yang sifatnya sebagai pelengkap antara lain: tipe kepemimpinan Karismatik. Pemimpin seperti ini sering kali mampu memanfaatkan pertentangan yang ditimbulkannya untuk memperoleh dukungan dari kedua belah pihak yang bertentangan. sistematis. serta tipe agiator. 4) Tipe kepemimpinan ahli Dalam tipe ini seorang yang mempunyai keterampilan atau keahlian profesional dalam bidang tertentu.

kepala madrasah perlu memiliki kompetensi dasar yang . serta mampu melaksanakan peranan kepala madrasah sebagai seorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin madrasah. Pertama. Kemampuan mengorganisasikan dan memantau staf dalam merumuskan perbaikan pengajaran di sekolah dalam bentuk program yang lengkap. Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksankan fungsi-fungsi kepemimpinan. antara lain: a. Kepemimpinan Kunci Keberhasilan Kepala Madrasah Madrasah adalah lembaga pendidikan yang bersifat kompleks dan unik. Kemampuan untuk membangkitkan dan memupuk kepercayaan pada diri sendiri dan para guru serta staf sekolah. madrasah memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. kepala madrasah sebagai pemimpin formal pendidikan di lingkungannya. Sebagai pemimpin formal. Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada. b. Koordinasi yang baik diantara para anggota organisasi madrasah khususnya kepala madrasah sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secar efektif dan efisien. kepala madrasah menduduki dua jabatan penting untuk bisa menjamin kelangsungan proses pendidikan. sebagaimana dinyatakan oleh Wahjosumidjo bahwa ³keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah´. kepala madrasah memiliki tugas untuk mengembangkan kinerja para personil terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan. Keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan kepemimpinan kepala madrasah. Robert C. Kepala madrasah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan madrasah sebagai organisasi yang kompleks dan unik. d. Bersifat kompleks karena madrasah sebagai organisasi yang di dalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menentukan. Bog sebagaimana dikutip Idhochi Anwar mengemukakan empat kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin pendidikan. dimana terjadi proses belajar-mengajar. Kemampuan untuk membina dan memupuk kerja sama dalam mengajukan dan melaksanakan program supervisi. Sebagai pengelola pendidikan. Karena sifatnya yang komplek dan unik. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan administrasi madrasah dengan seluruh substansinya. kepala madrasah bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pendidikan melalui upaya menggerakkan para bawahan kearah pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Kemampuan untuk mendorong dan mambimbing para guru serta staf agar dengan penuh kerelaan dan tanggung jawab berpartisipasi secara aktif pada setiap usaha sekolah untuk mencapai tujuan madrasah dengan sebaik-baiknya. tempat terselenggaranya pembudayaan kehidupan umat manuisia. Dalam satuan pendidikan. kepala madrasah adalah pengelola pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu sebagai pengelola. Kualitas kepemimpinan kepala madrasah dalam rangka melaksanakan tugas sangatlah penting. c. Sedang sifat unik menunjukkan bahwa madrasah sebagai organisasi memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lainnya. Kedua. Ciri-ciri yang menempatkan madrasah memiliki karakteristik tersendiri. bimbingan serta visi dan misi yang ingin dicapai oleh kepala madrasah. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan.5. Sebagai pemimpin pendidikan. oleh karena laju perkembangan kegiatan/program pendidikan yang ada di setiap madrasah ditentukan oleh arahan.

pengalaman. 2. M. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini kepala madrasah bertindak sebagai seorang yang mendefinisikan. 4) Kekuatan simbolik Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek simbolik kepemimpinan. 3) Kekuatan pendidikan Kekuatan pendidikan merupakan kekuatan kepemimpinan yanng berasal dari pengetahuan mengenai permasalahan pendidikan dan persekolahan. Persyaratan itu adalah ketentuan untuk menduduki suatu jabatan tertentu yang mengharuskan seseorang yang mendudukinya menjalakan fungsi kepemimpinan. Ngalim Purwanto menjelaskan bahwa syarat minimal bagi seorang kepala sekolah antara lain: 1. pengembangan program pendidikan dan supervisi. yaitu berupa kekuatan-kekuatan kepemimpinan yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. Prinsip kekuatan manusia ini bisa dianggap merupakan pengaturan manusia meliputi hubungan antar manusia. Siapapun yang diagkat menjadi kepala madrasah harus ditentukan melalui prosedur serta persyaratan-persyaratan tertentu seperti: latar belakang pendidikan. memperkuat serta mengartikulasikan nilai-nilai. terutama di sekolah yang sejenis dengan sekolah . Prinsip kekuatan teknikal ini bisa dikatakan sama dengan prinsip perencanaan dan manajemen. Menpunyai pengalaman bekerja yang cukup. 5) Kekuatan budaya Kekuatan budaya merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan madrasah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu madrasah. Prinsip-prinsip kekuatan pendidikan ini mengandunng unsur-unsur pengajaran. Kepala sekolah/madrasah adalah jabatan pemimpin yang tidak bisa diisi oleh orang-orang tanpa didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan. Ketika menunjukkan kekuatan ini kepala madrasah memainkan peranan sebagai kepala dan memberikan model bagi tujuan-tujuan dan tingkah laku yang baik. dan kekuatan budaya. serta memberi tanda pada yang lain mengenai apa yang penting dan berharga bagi kegiatan persekolahan. Persyaratan-persyaratan formal tersebut bukanlah yang dimaksudkan sebagai persyaratan kepemimpinan. pangkat dan integritas. memberi penyuluhan pada guru. kekuatan simbolik. 1) Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen dan berhubungan dengan aspekaspek teknis kepemimpinan. Sedangkan prinsip pengaturan manusia meliputi pemberian dukungan dan kesempatan oleh kepala madrasah kepada para guru dan pegawai lainya. 2) Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi sosial dan antar pribadi suatu madrasah yaitu unsur manusianya. mengadakan supervisi dan evaluasi serta pengembangan staf dan kurikulum. Memiliki ijasah yang sesuai dengan ketentuan/peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.disyaratkan. serta teknik-teknik pemberian motifasi dengan berbagai instrumen. kekuatan manusia. Kekuatan teknikal ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya pengaturan kegiatan persekolahan yang baik. kepercayaan dan segi-segi budaya yang memberikan identitas yang unik pada madrasahnya. kekuatan pendidikan. Kekuatankekuatan tersebut adalah: kekuatan teknikal. Prinsip kekuatan pendidikan adalah menemukan masalah pendidikan. usia. kecakapan antar pribadi.

Mempunyai keahlian dan berpengetahuan luas. Kepala madrasah sebagai edukator Dalam melaksanakan fungsinya sebagai edukator. a) Pembinaan mental yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan sikap batin dan watak. terutama sikap dan sifat-sifat kepribadian yang diperlukan bagi kepentingan pendidikan. bahkan diangkat dari guru yang sudah berpengalaman atau mungkin sudah lama menjabat sebagai wakil kepala madrasah. Pengalaman semasa menjadi . kepala sekolah/madrasah sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai edukator. dan motivator. kepala madrasah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugas masing-masing tenaga kependidikan. terutama mengenai bidang-bidang penngetahuan dan pekerjaan yang diperlukan bagi sekolah yang dipimpinya. memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan. Berbagai kasus menunjukkan masih banyak kepala madrasah yang terpaku dengan urusan-urusan administrasi yang sebenarnya bisa dilimpahkan kepada tenaga administrasi. memajukan. 5. manajer. supervisor. innovator. administrator. 3. Meskipun pengangkatan kepala madrasah tidak dilakukan secara sembarangan. d) Pembinaan artistik yaitu membina tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni keindahan. Sebagai edukator.yang dipimpinya. terutama dalam mendukung terbentuknya pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanaan tuganya. memberikan nasehat kepada warga madrasah. 4. Dalam pelaksanaanya pekerjaan kepala madrasah merupakan pekerjaan berat yang menuntut kemampuan ekstra. kepala madrasah harus berusaha menanamkan. Menciptakan iklim yang konduktif. Pihak madrasah dalam menggapai visi dan misi pendidikan perlu ditunjang oleh kemampuan kepala madrasah dalam menjalankan roda kepemimpinanya. leader. Dalam hal ini kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas secara proporsional dan profesional. Kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat kepada seluruh warga madrasah. a. Mempunyai ide dan inisiatif yanng baik untuk kemajuan dan pengembangan sekolahnya. Memiliki kepribadian yang baik. b) Pembinaan moral yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ajaran baik-buruk mengenai suatu perbuatan. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan dimadrasahnya. baik yang diprogramkan di sekolah maupun yang diselenggarakan oleh masyarakat sekitar. dan meningkatkan sedikitnya empat macam nilai yaitu: pembinaan mental. moral. Kepala madrasah profesional harus mampu memberikan dorongan agar para tenaga kependidikan terlibat secara aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olahraga. serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan. kesehatan dan penampilan mereka secara lahiriah. namun tidak dengan sendirinya membuat kepala madrasah menjadi profesional dalam melaksanakan tugas. c) Pembinaan fisik yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yanng berkaitan dengan kondisi jasmani atau badan. Dalam peranan sebagai pendidik. fisik dan artistik bagi para guru dan staf di lingkungan kepemimpinanya. Dalam hal ini faktor pengalaman akan sangat mempengaruhi profesionalisme kepala madrasah.

guru. d. Dikatakan suatu proses. atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala madrasah dalam melaksanakan pekerjaanya. Dengan waktu dan sumber yang terbatas mampu menghadapi berbagai persoalan 4. mengelola administrasi kearsipan. mengorganisasi. Sesuai dengan yang ditetapkan dalam penilaian kinerja kepala madrasah. menjadi wakil kepala madrasah. supervisi. memberdayakan tenaga kependidikan. kepegawaian. pengkoordinasian. mengelola administrasi personalia. memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Bertanggunng jawab dan mempertanggung jawabkan 3. sehingga seluruh aktifitas organisasi madrasah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektifitas pembelajaran. komunikasi. mengelola administrasi sarana dan prasarana. yaitu: 1. kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk menngelola kurikulum. dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program madrasah. Pengambil keputusan. berfikir secara realistik dan konseptual 5. Adalah juru penengah 6. Menurut Stoner sebagaimana dikutip Wahjosumidjo. Oleh karena itu salah satu tugas kepala madrasah adalah sebagai . Seorang politisi 7. Dalam ranngka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. Seorang diplomat 8. Adapun fungsi pokok dari administrasi pendidikan seperti diungkap oleh Purwanto adalah perencanaan. dan mendayagunakan sumberdaya madrasah secara optimal. dan mengelola administrasi keuangan. yang diwujudkan dalam kemampuan menyusun program sekolah. pengorganisasian. demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya. organisasi personalia. b. Secara spesifik. Kepala madrasah sebagai administrator Kepala madrasah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktifitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan. Kepala madrasah sebagai manajer Manajemen pada hakekatnya merupakan suatu proses merencana. karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Kepala madrasah sebagai supervisor Kegiatan utama pendidikan di madrasah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. pembiayaan dan evaluasi. kepala madrasah harus memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinanya dengan baik. Bekerja dengan dan melalui orang lain 2. mengelola administrasi peserta didik. penyusunan dan pendokumenan seluruh program pengajaran. ada delapan macam fungsi seorang manajer yang perlu dilaksanakan dalam organisasi. c. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama yang kooperatif.

Keberhasilan kepala madrasah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh: meningkatnya kesadaran tenaga kependidikan untuk meningkatkan kinerjanya dan meningkatnya keterampilan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya. Kepala madrasah sebagai seorang pemimpin harus mampu mendorong timbulnya kemauan yang kuat dengan penuh semangat dan percaya diri para guru. seminar. e. pengawasan. Membina hubungan kerja sama anatara sekolah dengan masyarakat dan instansi-instansi lain dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. staf . meningkatkan kemauan tenaga kependidikan.supervisor. Wahjosumidjo mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang mencakup kepribadian. Kepala madrasah sebagai leader Kepala madrasah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. meyeleksi pertumbuhan dan perkembangan guru-guru. pengalaman. maka kepala madrasah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru senior untuk melaksanakan supervisi. Mulyasa dari Carter Good¶s Dictionary of education. Selain itu juga harus memberikan bimbingan dan mengarahkan para guru. termasuk menstimulasi. Secara umum kegiatan atau usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sesuai dengan fungsinya sebagai supervisor antara lain: 1. oleh sebab itu kemampuan memimpin secara efektif merupakan kunci keberhasilan kepala madrasah. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media insruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar. Pengawasan dan pengendalianjuga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar para tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya. sesuai dengan bidangnya masing-masing. Kepemimpinan adalah satu kekuatan penting dalam rangka pengelolaan. pengetahuan profesional. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. menyeleksi. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan para guru dan pegawai sekolah. Jika jumlah guru cukup banyak. staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing-masing. antara lain dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok. 5. Membina kerjasama yang baik dan harmonis diantara para guru dan pegawai sekolah lainya. Membangkitkan dan meranngsang para guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya. dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku. dikemukakan bahwa supervisi adalah: Segala usaha pejabat sekolah dalam memimpin guru-guru dan tenaga kependidikan lainya. Bersama para guru berusaha mengembangkan. dan merefisi tujuan-tujuan pendidikan. dan atau menngirim mereka untuk mengikuti penataran-penataran. keahlian dasar. arahan. bahan pengajaran dan metodemetode mengajar serta evaluasi pengajaran. membuka komunikasi dua arah dan mendelegasikan tugas. 3. mencari. menyediakan perpustakaan sekolah. 4. untuk memperbaiki pengajaran. 6. Sebagaimana kutipan E. Kepala madrasah dalam menjalankan tugasnya sebagai supervisor harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan. Pengawasan dan pengendalian ini merupakan kontrol agar kegiatan pendidikan di madrasah terarah pada tujjuan yang telah ditetapkan. 2.

rekruitmen. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan. Kunci keberhasilan suatu madrasah pada hakekatnya terletak pada efektifitas dan efisiensi penampilan kepala madrasah. Peningkatan profesionalisme kepala madrasah harus merupakan proses keseluruhan dalam suatu . penghargaan secara efektif. 3. dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar. menemukan. sekaligus mampu mencari. seleksi. dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. rasional dan obyektif. Motivasi dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. serta adaptabel dan fleksibel. 5. dan melaksanakan berbagai pembaharuan di madrasah. Mulyasa mengungkapkan beberapa prinsip yang dapat diterapkan kepala madrasah untuk mendorong tenaga kependidikan agar mau dan mampu meningkatkan profesionalismenya. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada para tenaga kependidikan dan para tenaga kependidikan dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. Peningkatan kualitas dan profesionalisme kepala madrasah perlu dilaksanakan secara terus menerus dan terencana dengan melihat permasalahan-permasalahan dan keterbatasan yang ada. disiplin. Antara lain. terdapat cara yang perlu dilaksanakan. menunjukkan bahwa kepala madrasah memperhatikan mereka. g. memberikan rasa aman. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya. Segala bentuk kegiatan sekolah perlu diarahkan kepada peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan agar dapat berkembang dan maju sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan zaman. mengintegrasikan setiap kegiatan. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di madrasah. Dalam usaha melakukan pembinaan kepala madrasah. pengangkatan. mencari gagasan baru. pembinaan. disiplin. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Para tenaga kependidikan harus selalu diberitahu tentang hasil dari setiap pekerjaanya. Kepala madrasah sebagai motivator Sebagai motivator. sebagai keberhasilan madrasah diperlukan adanya kepemimpinan kepala madrasah yang profesional. dorongan. evaluasi terhadap kepala sekolah. yaitu memberikan perhatian secara sistematik dan terus menerus terhadap siklus kegiatan antara lain. dan menyenangkan. pengaturan suasana kerja. pragmatis. keteladanan. Pemberian hadiah lebih baik daripada hukuman. pemempatan.dan siswa serta memberikan dorongan memacu dan berdiri di depan demi kemajuan dan memberikan inspirasi sekolah dalam mencapai tujuan. Bahkan telah berkembang menjadi tuntutan yang meluas dari masyarakat. 1. f. Pada saat ini masalah ke-kepala sekolahan merupakan suatu peran yang menuntut persyaratan kualitas kepemimpinan yang kuat. 2. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. mengatur pengalaman sedemikian rupa sehingga setiap pegawai pernah memperoleh kepuasan dan penghargaan. Para tenaga kependidikan akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik. Kepala madrasah sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara melakukan pekerjaanya secara konstruktif. kreatif. Kepala madrasah sebagai inovator Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator. 4.

B. human or otherwise´ Maksudnya bahwa kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. kesatuan waktu. para guru. 4. berarti juga kinerja. kemauan untuk berubah serta evaluasi dan perbaikan yang berkelanjutan demi sukses dan lancarnya program madrasah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Usaha-usaha yang dilakukan pengawas sekolah/madrasah dalam mengembangkan profesional kepala madrasah. pelaksanaan kerja. dan ukuran waktu. karena pengawas sekolah dalam melaksanakan upaya peningkatan profesionalisme cnderung kuranng memperhatikan ideide baru yang berkembang di masyarakat. bermutu dan tepat sasaran. Upaya peningkatan mutu sekolah dan profesionalisme kepala madrasah tidak terlepas dari peran pengawas sekolah selaku pimpinan pendidikan. pencapaian kerja. maupun peserta didik dituntut untuk memiliki kepedulian yang muncul secara integral. seharusnya dilakukan dengan melihat berbagai segi. Setiap tenaga kependidikan.organisasi madrasah.P. yang bersama kepala madrasah memilikki tanggung jawab terhadap perkembangan madrasah. Lebih lanjut S. . Hal ini penting. Prestasi kerja sebagaimana dijelaskan oleh Sudarmayanti. Siagian memberikan definisi prestasi adalah kemampuan memperoleh out put yang sebesarbesarnya dari sarana dan prasarana yang ada dengan menghasilkan luaran (out put) yang optimal. membudaya baik dari personil maupun bagi peserta didik. 3. Kepala madrasah profesional dalam pelaksanaan fungsinya akan memberikan dampak posotif dan perubahan yang cukup mendasar dalam pembaharuan sistem pendidikan di madrasah. kerjasama yang kompak. bahwa apa yang dilakukan adalah dalam rangka peninngkatan profesionalisme kepala madrasah serta pencapaian mutu dan prestasi belajar. Memberikan perhatian dan jalan keluar atas segala permasalahan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif. dan pegawai lainya. Dalam penilaian prestasi kerja. sebagaimana dikemukakan oleh E. jangka panjang. yaitu hasil yang lebih baik. Mulyasa sebagai berikut: 1. Dari pengertian tersebut pada dasarnya terdapat tiga prinsip utama prestasi kerja. Dampak tersebut meliputi efektifitas pendidikan. sedangkan August W. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para kepala sekolah untuk melanjutkan pendidikanya dalam rangka menunjang karier dan meninngkatkan kemampuanya. Smit menyatakan bahwa kinerja adalah ³ «out drive from processes. Hakekat Prestasi Kerja Guru Prestasi adalah hasil karya yang telah dicapai seseorang dalam melaksanakan pekerjaanya yang dengan adanya usaha untuk meningkatkan mutu dari pada hasil pekerjaanya. Dengan demikian prestasi kerja guru adalah hasil yang telah dicapai guru dalam menjalankan pekerjaannya. sehingga sistem penilaian tersebut akan menjadikan suatu alat untuk lebih meningkatkan prestasi kerja . atau hasil kerja/ unjuk kerja/ penampilan kerja. kepemimpinan madrasah yang kuat. Jadi prestasi kerja/kinerja merupakan hasil dari perbuatan seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya. Menciptakan suatu iklim yang kondusif sehingga memungkinkan kepala sekolah berdiskusi dengan kepala sekolah lain untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kaitanya dengan peningkatan kualitas pendidikan. Prestasi Kerja Guru 1. Mengadakan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah dan memberikan masukan kepada kepala sekolah mengenai penyelenggaraan sekolah. 2. berjalan dengan nyata. baik kepala sekolah. Sehingga prestasi kerja guru lebih merupakan kesanggupan guru dalam melaksanakan tugas pekerjaannya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

capability. penilaian prestasi kerja guru pada dasarnya merupakan penilaian yang sistematik terhadap penampilan guru sendiri dan terhadap taraf potensi guru dalam upayanya mengembangkan diri untuk kepentingan madrasah. 3. orang yang tinggi abilitynya tetapi rendah motivasinya akan menghasilkan kinerja yang rendah. tertib. demikian halnya orang yang bermotivasi tinggi tetapi abilitynya rendah. Karyawan akan mempunyai taraf kehidupan yang lebih tinggi apabila melihat bahwa organisasi mereka bersedia menginvestasi waktu dan sumber daya yang lain untuk pengembangan-pengembangan orang-orangnya. Kinerja sangat terkait dengan produktifitas. Jika dikaitkan dengan tenaga kependidikan. Mitchell juga mengatakan bahwa untuk mengadakan pengukuran terhadap kinerja seseorang dapat berdasarkan formula ³Performance = Ability X Motivation´. Kelebihan dan kekurangan yang ada dapat merupakan cambuk bagi kemajuan-kemajuan para guru mendatang. Apabila hal ini dilakukan di sekolah. Oleh sebab itu upaya untuk mengadakan penilaian terhadap kinerja/ prestasi kerja suatu lembaga atau organisasi merupakan hal yang sangat penting. yaitu quality of work. efisiensi serta kualitas kerja guru. pada penerapannya kinerja guru merupakan hubungan antara kemampuan yang dimiliki guru dengan motivasi yang ada pada guru tersebut. kaitannnya dengan pekerjaan atau jabatan yang telah dipercayakan kepada seseorang. 2. Karyawan akan bekerja keras apabila mereka merasa diperlukan dalam organisasi. Hasil kerja guru pada gilirannya dipengaruhi oleh kinerja guru. maka prestasi kerja guru merupakan hasil yang telah dicapai guru dengan menunjukkan efektifitas. karena kinerja merupakan indikator dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai tingkat produktifitas yang lebih tinggi dalam suatu organisasi. Disamping kelima aspek tersebut. 6. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mengetahui bahwa organisasi mereka berkembang. sebab apabila penilaian prestasi kerja tersebut dilakukan dengan baik. paling tidak akan memberikan keuntungan bagi sekolah pada umumnya. 4. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mulai mengalami keberhasilan dalam tugastugas yang mereka laksanakan. 7. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka dipercaya dan diperlakukan dengan hormat. dan bagi guru khususnya akan mengetahui sampai dimana dan bagaimana prestasi kerjanya dinilai oleh atasan atau tim penilai. proptness. dan bena-benar dapat membantu meningkatkan prestasi kerja sekaligus juga meningkatkan loyalitas organisasi dari para anggota organisasi tersebut. Standar kerja perlu dirumuskan sebagai tolok ukur dalam mengadakan perbandingan antara apa yang telah dilakukan dengan yang diharapkan. 5. and comunication. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka merasa bahwa organisasi menyediakan peluang bagi prestasi mereka untuk dihargai dan diberi ganjaran. Mitchell menyatakan bahwa kinrja meliputi beberapa aspek. Dari pernyataan tersebut jelas bahwa kinerja merupakan hasil interaksi antara motivasi dengan ability (kemampuan). initiative. . Dalam mengadakan penilaian terhadap pekerjaan seseorang perlu ditetapkan standar kinerja atau standar performance. Kelima aspek tersebut dapat dijadikan ukuran dalam mengkaji tingkat kerja seseorang. karyawan bekerja lebih baik apabila mereka merasa jelas mengerti apa yang diharapkan dari mereka dan apabila sesekali mereka berwenang mengubah harapan-harapan itu. Standar dapat pula dipandang dan dijadikan ukuran dalam mengadakan pertanggung jawaban terhadap sesuatu yang telah dilakukan.yang dihasilkan. Sedangkan pokok-pokok atau hal-hal yang diperlukan dalam suatu sistem penilaian prestasi kerja menurut TV Rao adalah sebagai berikut: 1. dan sejauh mungkin mempergunakan kemampuan mereka.

Dalam proses pembelajaran terkandung beberapa komponen. guru juga diberi tanggung jawab atas profesi yang disandangnya. yang nantinya dapat dipergunakan dalam kenaikan pangkat´. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. Memiliki keahlian/keterampilan teretentu. para guru akan berprestasi dan melakukan pekerjaannya dengan baik apabila ada motivasi dalam dirinya yang berupa kebutuhan untuk meningkatkan prestasinya. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara profesional. Memiliki fungsi dan signifikansi sosial. Kebutuhan berprestasi adalah salah satu faktor yang menimbulkan motivasi yang merupakan unsur terpenting dalam menentukan prestasi seseorang atau produktifitas kerja. seorang guru dituntut untuk mempunyai berbagai kemampuan dan kompetensi profesional. Untuk dapat mengembangkan semua komponen tersebut secara baik. alat dan media pembelajaran serta evaluasi pembelajaran. karena prestasi kerja guru dihargai dalam bentuk angka kredit. Kompetensi pada dasarnya menunjuk pada kecakapan atau kemampuan untuk mengerajakan suatu pekerjaan. . mempunyai perhatian. Mengacu pada pendapat tersebut bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu aktifitas. pengertian-pengertian tersebut mengandung maksud yang sama yaitu merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Kebutuhan berprestasi merupakan kebutuhan manusia untuk melakukan sesuatu karya yang berprestasi atau yang lebih baik dari karya orang lain. Dan masih banyak pengertian lain dari kompetensi guru. antara lain tujuan pembelajaran. Tingginya motivasi kerja guru dipengaruhi oleh persepsi mereka atas kemampuan melaksanakan tugas. metode pembelajaran. Faktor yang berpengaruh terhadap motivasi kerja sebagaimana dikemukakan oleh Herzberg adalah ³ sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. Uzer Usman adalah kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh seorang guru melalui pendidikan dan latihan. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan prestasi kerja. Apabila guru memiliki motivasi positif maka ia akan memperlihatrkan minat. Peningkatan Prestasi Kerja Guru Peningkatan prestasi kerja guru identik dengan kemampuan melaksanakan tugas guru serta meningkatnya motivasi kerja. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. Callahan and Clark mengemukakan bahwa motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah tujuan tertentu. Dengan sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. Pengertian kompetensi guru menurut Moh. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Motivasi merupakan unsur penentu yang mempengaruhi perilaku yang terdapat dalam setiap individu. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. Motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif. Dengan demikian. c. Kebutuhan manusia menurut Mc Celland adalah terpusat pada satu kebutuhan yakni kebutuhan berprestasi. yang diselenggarakan oleh PPs IKIP Bandung tahun 1990. . Tanggung jawab tersebut pada gilirannya akan memberikan kepuasan dan merupakan faktor motivasi untuk berprestasi. dirumuskan 10 ciri suatu profesi yaitu: a. b. yang terjadi pada saat tertentu.2. terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sempat dirasakan atau mendesak. Sebagai pendidik profesional. Dengan kata lain para guru akan melakukan semua pekerjaannya dengan baik apabila ada faktor pendorong atau motivasi.

Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga non profesional pendidikan yang melaksanakan tugas-tugas pendidikan. 4. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas profesinya. Pengelolaan interaksi sumber belajar-mengajar. Aplikasi dan sosialisasi niai-nilai profesional. Seorang guru yang profesional harus berpegang teguh kepada kode etik profesional. Pengelolaan kelas. . Penguasaan landasan-landasan kependidikan. kompetensi sosial/ kemasyarakatan. Ciri-ciri tersebut ditunjukkan untuk profesi pada umumnya. 6. g. 2. h. b. Kebebasan untuk memberikan keputusan dalam memecahkan masalah dalam lingkungan kerjanya. e. 8. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. 3. mengingat banyaknya jenis pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keilmuannya. atau antara pendidikan profesional dengan non profesional. maka dengan melihat ciri-ciri tersebut. Seluruh operasionalnya. guru yang terampil mengajar harus pula memiliki pribadi yang baik dan mampu melakukan pengembangan dalam masyarakat.d. Lebih lanjut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan merinci kemampuan atau kompetensi yang harus dimiliki guru dalam 10 kemampuan yaitu: 1. 7. akan tetapi secara praktis sesungguhnya ketiga kompetensi tersebut tidak mungkin dapat dipisahkan. Secara teoritis ketiga kompetensi tersebut dapat dipisah-pisahkan. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. Pada sisi lain. c. kompetensi profesional. sebab masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. Memang dalam ini sukar dihindari. Diantara ketiga jenis kompetensi tersebut saling menjalin secara terpadu dalam diri guru. Penilaian prestasi siswa. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. Memiliki kode etik. i. f. atau setiap orang bisa mendidik. Seorang guru yang profesional harus memiliki kemampuan menyampaikan atau mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada para siswa secar efektif dan efisien. 9. Pengelolaan program belajar-mengajar. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi tersebut dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas-tugas pendidikan formal profesional dan menganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. Nana Sudjana mengemukakan kompetensi yang harus dimiliki guru antara lain: kompetensi pribadi. Ia benar-benar seorang ahli dalam bidang ilmu yang diajarkan. khusus untuk profesi seorang guru dalam garis besarnya ada tiga yaitu: a. 10. untuk itu seorang guru harus memiliki ilmu keguruan. Seorang guru yang profesional harus menguasai bidang ilmu pengetahuan yang akan diajarkan dengan baik. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. Berkenaan dengan kemampuan atau kompetensi yang perlu dimiliki oleh seorang guru. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. 5. j. ciri tersebut belum dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para guru. Memiliki tanggung jawab profesional.

penentu arah kebijakan madrasah yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan madrasah dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. Seorang pemimpin harus mampu menumbuhkan displin. penghargaan dan persepsi. Sehingga dalam peningkatan prestasi guru harus diikuti pula peningkatan dalam kemampuan dan peningkatan motivasi. Kompetensi profesional merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menunjang fungsi dan peranan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. dan produktif. Perilaku instrumental merupakan tugas-tugas yang diorientasikan dan secara langsung diklarifikasikan dalam peranan dan tugas-tugas para guru. e. lancar. serta menggunakan pelaksanaan aturan sebagai alat untuk menegakkan . Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru Kepala madrasah merupakan motor penggerak. a. Jika guru rendah pada salah satu komponen. Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif. Sejalan dengan hal tersebut. Prestasi kerja guru yang rendah merupakan hasil dari kemampuan yang rendah dan motivasi yang rendah. terutama disiplin diri. sebagai individu dan sebagai kelompok. maka prestasi kerjanya akan rendah pula. d. fondasi profesional kependidikan. Upaya atau kiat-kiat yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru antara lain melalui. kepala madrasah harus mampu membantu para guru mengembangkan pola dan meningkatkan standar perilakunya. Dengan demikian. sehingga kepala madrasah dituntut untuk mempunyai taktik atau kiat yang tepat dan senantiasa meningkatkan efektifitas kinerjanya. kompetensi adalah mutlak dimiliki dan dikuasai oleh setiap guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. C. c. dan penuh pertimbangan terhadap para guru. f. Dalam kaitan ini. Mempu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif. pembinaan disiplin tenaga kependidikan. Dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.Penerapan kompetensi tersebut menekankan penting adanya kinerja terpadu oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya. dekat. baik sebagai individu maupun kelompok. proses. pemberian motivasi. Prestasi kerja guru merupakan perkalian antara kemampuan guru dalam mengajar dan motivasi. Keterpaduan itu tercermin dari adanya integritas antar penguasaan bahan ajar. Kepemimpinan kepala madrasah yang efektif dapat dilihat berdasarkan kriteria-kriteria berikut ini: a. Mampu memberdayakan guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. Perilaku kepala madrasah yang positif dapat mendorong dan memotivasi guru untuk bekerja sama dan meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan. Pembinaan disiplin. penyesuaian diri tehadap suasana kerja dan kepribadian. Bekerja dengan tim manajemen. maka semakin jelas bahwa faktor kompetensi dan faktor motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan prestasi kerja guru. Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lainnya. Perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat. b.

baik yang datang dari dalam maupun dari lingkungan. 6. Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik. oleh dan untuk guru. bersikap adil. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu mendisiplinkan seseorang. tepat waktu. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. ia akan memperlihatkan minat. yang patut diteladani. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. tetapi tidak diharapkan sikap yang otoriter. Memberikan peringatan yang cukup sebelum memberikan hukuman. b. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. Motivasi merupakan salah faktor yang cukup dominan dan dapat mengerakkan faktor-faktor yang lain kearah efektifitas kerja. 3. Lebih lanjut Lazaruth mengatakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja seseorang dalam organisasi adalah perasaan puas. 2. 7. Setiap guru memiliki karakteristik khusus. Selalu memelihara harga diri kepala sekolah. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya. Peningkatan profesionalisme guru perlu dimulai dengan sikap demokratis. Pemberian motivasi Keberhasilan suatu organisasi atau lembaga dipengaruhi oleh berbagai faktor..displin. Mengelola disiplin secara tepat dan konsisten. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan kerja. konsisten. Menggunakan segala macam hukuman secara tepat. Mengacu pada pendapat tersebut. Memberikan informasi yang lengkap terhadap bawahan tentang peraturan dan hukuman bagi yang melanggar. para guru akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat. 5. yang satu sama lainnya berbeda. Oleh karena itu dalam membina disiplin perlu berpedoman pada sikap tersebut. spesifik. Oleh karena itu. Wahjosumidjo memberikan beberapa petunjuk yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan disiplin antara lain: 1. 4. Motivasi dapat merupakan upaya pemimpin untuk memberikan dorongan kepada pihak yang dipimpin atau pelaksana kegiatan supaya pihak yang dipimpin mengarahkan perbuatannya dengan menggunakan potensi yang ada pada dirinya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Oleh sebab . Paul Harsey mengemukakan bahwa pemimpin dalam mendisiplinkan seseorang hendaknya jangan terlalu emosi. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong. tetapi juga dalam psykisnya. karena merasa kesejahteraan material dan spiritual terpenuhi. jangan mengancam. yakni dari. jangan menyerang pribadi. misalnya motivasi.D. mempunyai perhatian. Dengan diperolehnya kepuasaan dalam memenuhi keinginan dan cita-cita hidupnya. dapat dikatakan bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga/organisasi. Mencari bukti sebelum menjatuhkan teguran dan hukuman. Sedangkan kepala sekolah sebagai pengemban ketertiban. H. Secara pribadi memberikan peringatan tertentu pada bawahan. dan ingat bahwa pendisiplinan tidak untuk memperkuat perilaku yang jelek. Sudjana menyatakan bahwa motivasi adalah upaya membangkitkan keinginan seseoran atau kelompok sehingga ia atau mereka berbuat sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif.

Menghindari resiko. Menjelaska dan mengkomunikasikan tujuan motivasi. Mengatasi suatu konflik. Kepala madrasah harus menjadi contoh. Persepsi Persepsi adalah kecakapan untuk cepat melihat dan memahami perasaan-perasaan. Penghargaan ini akan bermakna apabila dikaitkan dengan prestasi guru secara terbuka sehingga setiap guru memiliki peluang untuk meraihnya. Dengan penghargaan guru akan terangsang untuk meningkatkan kinerja yang positif dan produktif. Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madarasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan kinerja guru dan berdasarkan tempat penelitiannya. 5. di tengah membina kemauan. Memberikan pengakuan terhadap kegiatan dan orang yang dimotivasi. agar para guru beserta pegawai lainnya akan meningkatkan kinerjanya. sikap-sikap. Latar penelitian yang dipilih adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan . kepala madrasah bertanggung jawab mengarahkan apa yang baik untuk anggotanya sedangkan dia sendiri harus berbuat baik. Fungsi kepala madrasah hendaknya diartikan seperti motto Ki Hajar Dewantara yaitu ³ Ing Ngarsa Sung Tulada. Memberikan penghargaan melalui komunikasi. penelitian ini termasuk kelompok penelitian kancah atau lapangan. dalam kaitan ini kepala madrasah dituntut untuk berusaha mamahami keinginan-keinginan dan cita-cita para guru atau bawahan serta berusaha memenuhinya. 3. Kepala madrasah merupakan komponen yang sangat penting dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan. Ing Madya Mangun Karsa. Mendengarkan informasi dari yang dimotivasi. dimulai dari langkah pertama sampai dengan langkah terakhir. 6.itu. dalam kaitannya dengan peningkatan prestasi kerja guru. Kepala madrasah perlu menciptakan persepsi yang baik bagi setiap tenaga kependidikan terhadap kepemimpinan dan lingkungan madrasah. Menyelenggarakan pertemuan untuk merangsang pihak yang dimotivasi. 2. dan kebutuhan-kebutuhan anggota kelompok. Penghargaan Penghargaan sangat penting untuk meningkatkan kegiatan yang produktif dan mengurangi kegiatan yang kurang produktif. Penggunaan penghargaan ini perlu dilakukan secara tepat dan efektif. Menjelaskan alasan motivasi. 4. 9. Melihat keadaan diri sendiri. Dalam usaha mendorong para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan atau pekerjannya dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. agar tidak menimbulkan dampak negatif. sabar dan penuh pengertian. Persepsi yang baik akan menumbuhkan iklim kerja yang kondusif serta sekaligus akan meningkatkan produktifitas kerja. Pendekatan Dan Jenis Penelitian. kepala madrasah dapat menggunakan langkahlangkah sebagaimana disarankan oleh Douglas Dunn berikut ini: 1. di belakang menjadi pendorong)´ BAB III METODE PENELITIAN B. Tut Wuri Handayani (di depan menjadi teladan. 8. c. d. 7. Langkah-langkah tersebut dilakukan oleh penggerak yaitu kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan secara bertahap dan berangkai.

4) analisis data dilakukan secara induktif. 3) menggunakan metode kualitatif. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. juga mempertahankan keutuhan dalam rangka mempelajari tentang obyek dan subyek sebagai suatu keseluruhan yang terintegrasi. latar belakang dan lingkungannya. Penulis secara resmi memberikan izin penelitian dari INSURI Ponorogo kepada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada tanggal 4 Mei 2009. 7) lebih mementingkan proses dari pada hasil. Dalam menggunakan studi kasus ini terdapat manfaat yang dapat diambil yaitu: 1) peneliti dapat melakukan penelitian secara mendalam dengan memperhatikan keadaan sekarang.Udanawu Blitar. 11) hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama. 10) desain tidak disusun secara ketat namun disesuaikan di lapangan dan bersifat sementara. selama pengumpulan data dari subyek penelitian di lapangan peneliti menempatkan diri sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada unit tersebut. penulis sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. Penulis menyerahkan . Penelitian ini berusaha mengungkap secara mendalam dan menjawab dari fokus penelitian yaitu tentang bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. penelitian yang dilakukan ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. gambar dan bukan angka-angka. sampai selesai dengan mencari celah-celah kesibukan dari subyek yang dikehendaki tanpa menganggu aktivitas formal mereka.00 Wib. Sedangkan pendekatan yang digunakan menurut jenisnya datanya. masa lampau. Kehadiran Peneliti Untuk memperoleh data sebanyak mungkin dan mendalam selama kegiatan di lapangan. 9) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data. dimulai jam 07. ³dalam pendekatan kualitatif. 8) adanya batas yang ditentukan oleh fokus. Adapun studi kasus merupakan kajian dari suatu penelitian yang terdiri dari suatu unit secara mendalam. Berdasarkan dari taraf pembahasan masalah. peneliti realisasikan dengan meneliti Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar secara langsung. 2) peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data. 2) kesempatan untuk memperoleh wawasan mengenai konsep-konsep dasar dan tingkah laku manusia. Peran instrumen sekaligus pengumpul data. 6) data yang dikumpulkan berupa kata-kata. Selain itu Moleong mengungkapkan karakteristik pokok dari penelitian kualitatif antara lain: 1) penelitian dengan latar alamiah. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiayah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotifasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. Kehadiran peneliti berlangsung beberapa bulan yang dilaksanakan dua sampai tiga kali dalam seminggu menyesuaikan dengan kesibukan peneliti. penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. dan memeriksa suatu gejala tertentu. Semua karakteristik dari variabel yang diteliti dalam penelitian ini dideskripsikan sebagaimana adanya tanpa ada perlakuan atau pengendalian secara khusus. Sejalan dengan pandangan tersebut. 5) lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori substantif yang berasal dari data. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dilakukan.. C. Penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor sebagaimana dikutip Moleong adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati.

Dalam penelitian ini personnnya adalah kepala madrasah. dokumen yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar F. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip. Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. peneliti berperan sebagai pengamat partisipasi. Selama dilapangan. Dan tidak sedikit yang dikirim ke tingkat kabupaten bahkan ke tingkat proponsi . meliputi fasilitas gedung. Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person. simbol-simbol dan lain-lain. Lokasi Penelitian Dipilihnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagai latar penelitian pada penelitian ini. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. Hal ini dilakukan supaya peneliti bisa diterima dengan sepenuh hati dan bisa menyatu dengan subyek yang diteliti. 4.surat izin tersebut kepada Bapak Darmaji S. penciuman. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 4.Ag selaku Kepala madrasah. pada tahun 2006 dan 2007 Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dapat meraih juara umum pada PORSENI tingkat kecamatan. karena madrasah ini merupakan madrasah negeri yang berada dibawah naungan Departemen Agama Kabupaten Blitar dan bekerja sama dengan Yayasan Al-Qodiriyah. guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. kondisi lokasi. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai prestasi yang membanggakan. place paper. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´. pendengaran. dan pengecap. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera. peraba. kegiatan belajar-mengajar. gambar. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. . senantiasa menghindari segala sesuatu yang dipandang bisa merugikan subyek dan mengganggu lingkungan pembelajaran. 5. D. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. dan pada mulai tahun 2008 dipercaya oleh DEPAG dan diberi piagam penghargaan untuk merintis madrasah bersetandar nasional. catatan-catatan. E. menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama. merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. kinerja. diantara prestasi yang dimiliki adalah sudah bertahun tahun para siswa selalu lulus 100 %. aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 6. angka.

Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran. Informasi tersebut misalnya. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. sarana dan prasarana. Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. dan satuan uraian dasar. yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu. jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. keadaan madrasah. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara. Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. b. G. c. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih. jika ternyata responden mengalami kesulitan menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran. dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Pada penelitian. didengar. tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif. 5. d. Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian. bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. partisipan dan informan.Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis. menafsirkan serta meramalkan´. Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip. setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting. ³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). Analisis Data Dalam suatu penelitian. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Aliyah Ma¶arif Bakung Udanawu Blitar. dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. surat bukti. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. 6. . kategori.

Analisis diskriptif Analisis diskriptif yaitu penyajian data dengan menganalisa data yang diperoleh itu guna mencapai pada suatu maksud. Mereduksi data dalam konteks penelitian yang dimaksud adalah merangkum. Penyajian data Setelah data direduksi maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data atau menyajikan data kedalam pola yang dilakukan dalam bentuk uraia singkat. membuat kategori.Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian.Reduksi data Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan. penulis menggunakan Metode induktif Metode induktif digunakan untuk mengolah data dengan cara mengumpulkan data yang dibutuhkan kemudian akhirnya ditarik suatu kesimpulan dan diperoleh suatu kebenaran. pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. maka pola tersebut menjadi pola yang baku yang selanjutnya akan disajikan pada lporan akhir penelitian. a. paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian. memilih hal-hal yang pokok. c. Hal ini data yang telah dikumpulkan. Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu Reduksi Data. Untuk lebih jelasnya. Sehingga penelitian bisa berkembang GAMBAR I LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA . Informasi diskriptif Informasi diskriptif adalah penyajian data dengan memberikan keterangan semestinya sesuai data yang terkumpul. sehingga data yang sanagat banyak dan meragukan dapat diverivikasi. maka untuk membahas analisa data yang bersifat kualitatif. secepatnya peneliti berusaha mengambil kesimpulan mulai dari awal pengumpulan data. b. setelah data dikumpulkan kemudian diolah dan disajikan dengan menggunakan pola sebagai berikut : a. grafik dan matrik. mengfokuskan pada hal-hal yang penting. bagan. Bila pola-pola yang ditemukan telah didukung oleh data selamaa penelitian berlangsung. Dengan demikian data yang telah direduksikan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya. Penarikan kesimpulan Menurut chasan bisri dlam bukunya ³ metodologi penelitian´ dijelaskan bahwa menarik kesimpulan bahwa menarik kesimpulan penelitian selalu mendasarkan dari atas semua data yang diperoleh dalam kegiatan penelitian. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. b.

maka cara yang diusahakan oleh peneliti adalah: a. Perpanjangan waktu dalam penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan situasi dan kondisi di lapangan serta data yang telah terkumpul. Perpanjangan penelitian ini peneliti lakukan dengan memperpanjang waktu penelitian yang pada awalnya penelitian dilakukan hanya sampai tanggal 25 Mei . Dalam penelitian ini peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan dengan data hasil wawancara mendalam. Perpanjangan kehadiran penelitian Dalam penelitian ini peneliti menjadi instrumen utama dalam pengumpulan data. Sebagaimana dinyatakan oleh Moleong bahwa maksud dari perpanjangan kehadiran adalah untuk membangun kepercayaan pada subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri.H. kehadiran peneliti dalam lokasi tidak bisa hanya dalam waktu singkat. sebab kehadiran peneliti sangat menentukan keberhasilan dalam pengumpulan data. Kedua. Teknik ini mengandung beberapa maksud sebagai salah satu teknik pemeriksaan keabsahan data diantaranya: ³ Pertama. Dalam pengumpulan data kualitatif. Pengecekan Keabsahan Temuan Untuk memperoleh keabsahan terhadap data-data yang sudah didapat dari lokasi penelitian lapangan. b. Dengan perpanjangan waktu tersebut peneliti dapat mempertajam fokus penelitian dan diperoleh data yang lengkap. yaitu peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan yang dilakukan peneliti dengan data hasil wawancara mendalam yang diperoleh dari kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. peneliti memperpanjang penelitian sampai pada awal bulan Juli. c. diskusi sejawat ini memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk memulai menjajaki dan menguji hipotesis . Triangulasi Triangulasi dilakukan untuk mengecek kebenaran data tertentu dan membandingkannya dengan data yang diperoleh dari sumber lain. bahwa perpanjangan waktu didalam penelitian amat sangat dibutuhkan guna untuk mendapatkan data-data yang valit dan lengkap. Dari pengalaman yang peneliti lakukan. Triangulasi menurut Moleong adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Perpanjangan volume dan waktu kehadiran peneliti pada penelitian ini sangat diperlukan agar terjadi peningkatan derajat kepercayaan atas data yang dikumpulkan. Selain itu peneliti menerapkan triangulasi dengan mengadakan pengecekan derajat kepercayaan beberapa subyek penelitian selaku sumber data yaitu membandingkan data hasil wawancara mendalam dari kepala madrasah dengan data hasil wawancara dengan guru dengan metode yang sama. Pemeriksaan teman sejawat Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat. untuk membuat peneliti mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran.

sebelum menjadi sekolah yang negeri. BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN HASIL PENELITIAN Latar Objek Penelitian Pada mulanya. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk terampil dan berdikari untuk masa depan yang lebih baik. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tentunya juga mempunyai visi dan misi dalam melaksanakan proses pendidikannya antara lain: . maka madrasah ibtidaiyah Al-Qodiriyah mendapat tawaran untuk dijadikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri. Sehingga pada 17 Maret 1997 Madrasah Al-Qodiriyah atas persetujuan pengurus yayasan secara resmi berubah setatus menjadi negeri.Qodiriyah milik yayasan. prestasi demi prestasi dapat terlihat. . jumlah siswa maupun jumlah guru dan karyawan yang sesuai dengan bidangnya. karena pada awalnya Madrasah Ibtidaiyah Al. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Agma RI yang pada waktu itu dijabat oleh Tarmidzi Taher dengan SK 107. Misi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah : 1. akhirnya Madrasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah selalu dijadikan rujukan dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jauh dari keramaian. Visi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yaitu : terwujudnya generasi islami serta unggul dalam prestasi B. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga berdekatan dengan SDN Slemanan II . 2. Bahkan hampir setiap ujian Negara berlangsung selalu diselenggarakan di madrasah tersebut. Lokasi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar kira-kira 700 m sebelah timur dari jalur Jalan Raya Kediri Blitar. tetapi harus dimusyawarahkan oleh pihak pengurus yayasan. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah swasta yang didirikan sekitar pada tahun1970-an. peneliti memanfaatkan kolega yang memiliki pengetahuan dalam bidang kepemimpinan kepala madrasah. bapak Darmaji juga menyatakan bahwa: Dengan adaya perkembangan madrasah di segala aspek baik sarana dan prasarana.yang muncul dari pemikiran peneliti´ Dalam penelitian ini. Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dipercaya oleh Depag Pusat untuk mengadakan Kontrak Prestasi Peningkatan Mutu. Itu merupakan bukti kemampuan lembaga dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan. hal itu tidaklah hasil dari keputusan kepala madrasah sendiri. Dalam pembahasan atau diskusi ini juga dapat dipandang sebagai usaha untuk mengenal persamaan dan perbedaan teman terhadap data yang diperoleh. Berawal dari prestasi yang diraih. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tepatnya di Jalan Raya Wonorejo. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berbudi pekerti luhur. metodologi penelitian yang bisa diajak bersama-sama membahas data yang ditemukan peneliti. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berprestai dalam pendidikan agama dan umum 4. Berawal dari prestasi yang diperoleh. hal ini sangat bermanfaat terhadap proses belajar mengajar siswa. Setelah sekian lama berjalan. Nama Madarasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah berubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Mengenai perkembangan-perkembangan madrasah. 3. maka mulai tahun 2008. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk selalu beriman bertaqwa kepada Allah SWT. Namun. A.

4. Baca Tulis Al-Qur¶an. Pramuka. Memulai dan mengalkiri kegiatan di kelas selalu dengan ucapan salam ³Assalamuµalaikum Wr. Sebagai pelaksana program mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jumlah tenaga pengajar sebanyak 16 orang dan 1 satpam 2 tenaga kebersihan. Apabila terpaksa tidak dapat melaksanakan tugas mengajar. akan tetapi sebagaimana pengamatan peneliti dalam lapangan. Ayat-ayat pilih Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler sebagaimana dokumentasi yang penulis peroleh dari bapak Samsuri selaku kepala Tata Usaha Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. 3. Kegiatan kurikuler sebagaimana yang dilaksanakan di dalam kelas setiap hari oleh bapak dan ibu guru. Komputer. 3. Wb. Pelajaran tentang ketrampilan menjahit. Tilawatil Qur¶an.Adapun kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar terbagi menjadi dua. 6. Yang masuk jam pertama memerintahkan kepada siswa untuk membaca do¶a sebelum pelajaran dimulai. Pembiasaan do¶a sehari-hari 6. Harus hadir di madrasah 5 menit sebelum waktu dijadwalkan. yaitu kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler. 4. Harus mengutamakan mengajar dari pada kepentingan lainya sehingga harus masuk sesuai dengan jadwal pelajaran.´ . Olah Raga prestasi yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Tennis Meja Catur Bulu tangkis Volli 4. 5. 3. 2. kecuali sangat terpaksa. dan dapat di peroleh data tentang kegiatan ekstra kurikuler antara lain: 1. antaralain : 1. Drumband 2. Dalam menjalankan tugas sehari-hari. 5. Guru merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam mencapai keberhasilan pendidikan dan bertanggung jawab pula dalam pembentukan kepribadian siswa. Keluar masuk kelas tepat waktu sesuai dengan jadwal pelajarannya. dikarnakan selain hari dan waktu itu anak-anak sekolah TPA. harus dinyatakan dengan suat izin. guru juga harus mematuhi tata tertib guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. ditemukan bermacam-macam pelajaran yang mana mata pelajaran tersebut jarang diajarkan pada madrasah-madrasah ibtidaiyah pada umumnya. Hafalan Juz µAmma. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstra kurikuler tidak mengganggu aktivitas pokok siswa yaitu kegiatan kurikuler karena semua kegiatan ektra kurikuler berada di luar jam pelajaran. antara lain: 1. Khitobah yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Khitobah Bahasa Arab Khitobah Bahasa Inggris Khitobah Bahasa Indonesia Lebih lanjut bapak Samsuri menjelaskan bahwa semua kegiatan ektra kurikuler dilaksanakan pada Jum¶at sore dan Minggu pagi. 2. dan harus mengirimkan tugas atau pekerjaan untuk mengisi jam kosong yang ditinggalkan.

‡ Tidak duduk di atas bangku.. baik di luar maupun di dalam kelas. Mengenai jumlah siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagaimana data yang duberikan bapak Thoat fauzi pada kami selaku kesiswaan.. ‡ Tidak emosional dalam menangani persoalan dengan siswa.. serta mengkonsultasikan atau melaporkan kepada pimpinan madrasah atau petugas piket apabila mendapatkan kejanggalan. Tidak diperkenankan mengenakan pungutan apapun kepada siswa kecuali telah mendapat persetujuan dari pimpinan madrasah. Dalam berpenampilan harus memperhatikan etika dan estetika. Selain mengajar. Harus bersikap baik.. antara lain: ‡ Tidak merokok di dalam kelas atau waktu mengajar. Untuk mengetahui keadaan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini : TABEL I KEADAAN SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR TAHUN AJARAN 2008/2009 No Asal murid Murid baru Murid mengulang Murid pindahan Jumlah murid Kelas Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk/Pr 1 I 10 10 3 . Ruang Kelas 6 Baik . 9... 8. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai sarana dan prasarana sebagaimana yang dapat penulis sajikan dalam tabel berikut : TABEL II SARANA DAN PRASARANA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR No Jenis sarana prasarana Jumlah Keterangan 1.10 13 23 Lanjutan tabel I 3 III 11 11 1 .. 10.9 10 19 6 VI 5 6 . kedisiplinan dan tingkah laku siswa. 11.. Harus berpakaian sesuai dengan ketentuan madrasah..59 64 123 Untuk menunjang tercapainya tujuan pengajaran. jumlah siswa selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun sehingga pada tahun ajaran 2008/2009 jumlah siswa mencapai 125 siswa. antara lain: teratur. diharapkan ikut aktif memantau dan membimbing ketertiban....7. Tidak diperkenankan memulangkan siswa sebelum waktunya kecuali ada perintah dari pimpinan atau petugas piket apabila pimpinan tidak ada. 12. rapi dan bersih.13 10 23 2 II 9 12 1 1 ..5 6 11 7 Jumlah 54 63 5 1 . ‡ Tidak mengeluarkan kata-kata kotor.12 11 23 4 IV 10 14 .10 14 24 5 V 9 10 ...

Ruang Kantor 1 Baik 3. Gudang I Baik 16. Ruang tata usaha 1 Baik 7. Lapangan Voli 3 Baik Lanjutan table II 15. Ruang perpustakaan 1 Baik 6. Ruang Kepala Sekolah 1 Baik 4. Alat marching band 1 set Baik 14. 10. laptop 2 unit Baik 12.2. Susunan kepengurusan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah sebagai berikut: GAMBAR II STRUKTUR ORGANISASI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR Ket: .Jadi satu dengan gudang Organisasi sekolah merupakan bagian yang sangat berperan dalam pelancaran proses pendidikan. Ruang UKS 1 Baik 9. Dapur . Komputer 3 unit Baik 11. Ruang tamu 1 Baik 5. Ruang koperasi Menjadi satun dengan UKS. Sanggar Pramuka 1 Baik 8. Masjid Menggabung dengan yayasan 13.

artinya untuk melakukan kegiatan pendidikan secara efektif dan efisien. Peneliti juga menanyakan tentang langkah-langkah yang di tempuh Kepala Madrasah dalam membina dan meningkatkan disiplin guru. Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk nyata dari keteladanan yang telah dilakukan dan diberikan oleh kepala madrasah terhadap kedisiplinan para guru. kepala madrasah menjelaskan bahwa: . maka program pembelajaran yang direncanakan akan tidak berjalan sesuai dengan harapan dan yang lebih dikhawatirkan para siswa juga akan tidak disiplin. Kepala Madrasah menjelaskan bahwa: Disiplin guru dalam berbagai bidang adalah suatu hal yang sangat penting karena disiplin guru merupakan salah satu faktor yang menentukan efektitas kelancaran pembelajaran di madrasah. dalam kegiatan sehari-hari sebagai kepala madrasah saya berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan disiplin diri dengan harapan dapat dicontoh dan diteladani oleh para guru. beliau menyebutkan bahwa: Dalam setiap kali rapat/pertemuan. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru. selanjutnya peneliti menanyakan tentang Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru. Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru. kepala madrasah harus memiliki kiat-kiat yang tepat untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. sehingga apabila guru telah benar-benar disiplin diharapkan para siswa juga akan meniru kedisiplinan yang telah diterapkan para guru. Peneliti juga menanyakan tentang sejauh mana pentingnya disiplin guru dalam peningkatan prestasi kerja. selain itu sesuai dengan ungkapan Jawa bahwa ³guru harus digugu dan ditiru´. pada hari Senin tanggal 11 Mei 2009 peneliti datang ke Ruang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar bermaksud untuk menemui bapak kepala madrasah. pembinaan-pembinaan terhadap guru yang telah saya lakukan yang pertama kali adalah pembinaan disiplin. beliau menyatakan bahwa: Sebagai kepala madrasah. . kemudian peneliti menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya. Apabila guru telah benar-benar disiplin dalam segala hal. dengan maksud untuk mensukseskan dan mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bersama. adapun koordinatornya saya percayakan kepada bapak Supriadi.: Garis Koordinasi Paparan Data Hasil Penelitian 1. maka guru harus bisa menjadi teladan bagi para siswa.___________ : Garis Komando ---------------. maka segenap tenaga kependidikan harus mempunyai disiplin yang tinggi dalam segala bidang. Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. Langkah selanjutnya adalah melakukan pembinaan-pembinaan yang berkaitan dengan kompetensi profesional dan kemampuan yang dimiliki guru. Dalam rangka melakukan pengawasan terhadap disiplin guru saya juga membentuk staf khusus bidang kedisiplinan guru. begitu juga sebaliknya apabila guru tidak disiplin. saya selalu mengingatkan akan pentingnya disiplin guru dan pentingnya mentaati tata tertib guru yang telah dibuat bersama. maka segala program yang direncanakan akan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan dan waktu yang ditetapkan.

Kesemuanya itu saya lakukan dengan harapan agar para guru dengan sendirinya akan meningkatkan kedisiplinan. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan madrasah yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk kerjasama dengan lembaga pendidikan lain yang dilakukan oleh kepala madrasah. Apabila saya punya jam mengajar pukul 10.30 pada hari tertentu saya punya jam mengajar. misalnya setiap hari saya selalu berusaha untuk datang di madrasah sebelum pukul 06. beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan profesionalisme guru. Waktu itu. beliau mengatakan bahwa: Kerjasama dengan lembaga pendidikan sekitar antara lain dengan MI Roudlotun Nasi¶in Slemanan. MI Roudlotut Tholibin Ringin Anom. strategi dalam pembelajaran. Dan mengadakan rapat guru setiap satu semester yang dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja guru sekaligus memberikan pengarahan-pengarahan terhadap kekurangan-kekurangan. beliau menjelaskan bahwa: Tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru ini adalah untuk membantu dalam mengamati dan mengawasi kedisiplinan guru. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. Dalam kesempatan lain. yaitu pada hari Selasa 15 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mengamati tentang kedisiplinan yang benar-benar diterapkan oleh kepala sekolah. beliau mengatakan: ³Staf khusus bidang kedisiplinan guru dibentuk dengan maksud untuk meningkatkan disiplin . Selain menanyakan tentang pembinaan disiplin guru peneliti juga menanyakan tentang bagaimana Kepemimpinan Kepala MIN Slemanan dalam pembinaan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah.50 Wib. artiya dalam melaksanakan program yang ditetapkan saya selalu berusaha untuk menepati waktu yang telah dijadwalkan. yang diharapkan supaya para guru selalu disiplin dan tepat waktu dalam melaksanakan tugasnya.. Ketika sampai di madrasah sekitar pukul 06. peneliti datang ke Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada siang hari sekitar pukul 09.Dalam kegiatan sehari-hari di madrasah. saya berusaha untuk selalu tepat waktu. maka pada jam itu pula pelajaran saya harus sudah dimulai. pada hari sabtu 16 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mewawancarai bapak Supriadi sebagai koordinator bidang kedisiplinan guru.20.00. pengembangan guru dan pengembangan mutu madrasah. karna madrasah MIN Slemanan jam pembelajaran dimulai pukul 06. mendatangkan para ahli. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. kemudian peneliti dipersilahkan masuk ke ruang tamu. ternyata peneliti mendapati bahwa kepala madrasah juga sudah datang dan Sambil meneliti pembelajaran di madrasah. saya mengirim para guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. Untuk memperoleh data lebih mendalam mengenai pembinaan guru. kemudian peneliti menanyakan tentang tugas-tugas staf khusus bidang kedisiplinan guru.30 Wib. peneliti hadir di Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada pagi hari bersamaan dengan siswa berangkat ke madrasah. Pada kesempatan yang sama peneliti juga menanyakan tentang tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru. MI. peneliti diterima oleh bapak Supriadi yang kebetulan pada hari itu bertugas sebagai guru piket. Wahid Hasyim Bakung dengan saling mengadakan studi banding mengenai konsep.

menghubungi guru yang tidak disiplin. sehingga setiap guru dapat saling memberi masukan dan saling menyempurnakan terhadap kekurangan dan kelemahan guru dalam menjalankan tugasnya´. Kemudian bapak kepala madrasah mengajak peneliti untuk masuk ke ruang kepala madrasah. karena waktu menagajar beliau sudah tiba. beliau meminta izin untuk mengajar dahulu. Berkaitan dengan pembinaan kemampuan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah. Mengadakan seminar dengan mendatangkan seorang pakar dari DEPAG Blitar. pada saat itu bapak kepala madrasah sedang membaca sebuah dokumen. menunjukkan bahwa pembinaan terhadap guru sangat penting dilakukan oleh kepala madrasah dengan maksud untuk membantu mengembangkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja demi tercapai kelancaran proses pembelajaran dan tercapainya tujuan pendidikan. peneliti juga berusaha mewawancarai lebih detail kepada beliau bapak Supriadi. beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan-pembinaan terhadap guru bapak kepala madrasah menyuruh guru untuk mengikuti MGMP (musyawarah guru mata pelajaran). Jika ada guru yang tidak disiplin maka saya akan berkoordinasi dan melaporkan kepada kepala madrasah. pada hari kamis 18 Mei 2009 peneliti berusaha untuk menemui bapak kepala madrasah. beliau menjelaskan bahwa Upaya yang saya lakukan dalam memotivasi guru adalah dengan menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. Kepemimpinan kepala Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Sebagai motivator. Adapun untuk memperoleh data tentang kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru. diantara tugas pokok yang dilaksanakan adalah mengkondisikan jam masuk guru ke kelas sesuai dengan jadwal.00 Wib. diantaranya pada tahun kemarin saya dan beberapa guru dikirim untuk mengikuti pelatihan tentang pengelolaan pembelajaran di MAN tlogo Kab. . berusaha memenuhi perlengkapan yang diperlukan guru dalam melaksanakan tugasnya.guru. Blitar dan seminar kompetensi keguruan yang diadakan di MIN Pojok Kab Blitar. Waktu itu merupakan jam istirahat yang. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. beliau mengatakan bahwa: ³Pembinaan kemampuan profesionalisme guru selalu dilakukan oleh kepala madrasah secara terus menerus dan berkesinambungan. Pada saat peneliti mengadakan wawancara dengan bapak Supriadi. selanjutnya peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan tentang bagaimana upaya dalam kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru. Pada tanggal 5 maret 2008 mengirim beberapa guru untuk mengikuti Workshop KTSP di MAN Tlogo Blitar. peneliti datang ke madrasah pada jam 09. memberikan penghargaan dan hukuman . 2. dan memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi KBM dari tiap-tiap guru. Yang selanjutnya merupakan wewenang kepala madrasah untuk mengatasinya. kemudian peneliti ditemani oleh bapak Tho¶at Fauzi. setelah itu peneliti juga bertanya kepada bapak Thoat Fauzi mengenai pembinaan yang telah dilakukan kapala madrasah tehadap para guru. Peneliti menanyakan tentang pembinaan yang telah dilakukan kepala madrasah kepada para guru dalam meningkatkan prestasi kerja guru. Berdasarkan dari beberapa data diatas.

dan juga melibatkan guru untuk berbagai kegiatan. karena pencapaian tujuan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. berupa pujian dan kesempatan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. Sehingga dengan penjelasan tersebut para guru merasa memiliki dan bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan-perkembangan madrasah ini. kepala madrasah menjelaskan bahwa: Saya tidak memberikan penghargaan dengan bentuk materi dengan harapan para guru dalam melaksanakan tugasnya benar-benar tulus dari dalam hatinya bukan semata-mata hanya untuk memperoleh dan mengejar penghargaan.Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah menciptakan situasi dan hubungan yang harmonis antar guru. Selain itu juga memberikan penjelasan tentang tujuan yang harus dicapai madrasah. Dalam kaitannya dengan pemberian penghargaan. beliau mengatakan bahwa: Hukuman berlaku bagi para guru yang tidak disiplin dan tidak mentaati tata tertip guru. apabila nanti tidak ada lagi penghargaan yang berupa materi para guru akan bekerja semaunya sendiri dan tidak mau untuk melakukan peningkatan-peningkatan. dan yang dikhawatirkan dengan penghargaan bentuk materi. Pada hari yang sama peneliti juga mengamati Kepala Madrasah dalam memotivasi guru. bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Penghargaan diberikan kepada para guru yang telah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kemudian peneliti juga menanyakan sejauh mana pentingnya pemberian pemahaman terhadap guru tentang tujuan madrasah dalam rangka peningkatan motivasi. Peneliti juga menanyakan mengapa bentuk penghargaan yang diberikan kepada para guru tidak berupa materi. dalam penerapannya saya menciptakan suasana terbuka maksudnya setiap guru diberi hak untuk menyatakan pendapat dan keinginan-keinginan terhadap perkembangan madrasah dan apabila ada masalah maka akan dipecahkan bersama. peneliti juga bertanya tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru. kepala madrasah menjelaskan bahwa: Penjelasan tentang tujuan-tujuan dan target yang harus dicapai madrasah kepada para guru sangat penting dilakukan. yang selanjutnya diharapkan dengan pemahaman tentang tujuan dan target yang harus dicapai dapat menumbuhkan motivasi dalam diri para guru sendiri untuk berusaha semaksimal mungkin melakukan pengembanganpengembangan madrasah dan meningkatkatkan kerjanya. dan apabila diperingatkan tidak bisa maka langkah selanjutnya adalah memberi hukuman dengan mengurangi jam mengajar. dan langkah yang paling akhir adalah mengeluarkan guru tersebut. Kemudian peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk hukuman yang diterapkan kepala madrasah terhadap para guru. pada saat itu kepala madrasah memotivasi guru dengan memberikan penghargaan berupa pujian terhadap guru yaitu kepada bapak Supriadi selaku wali kelas VI sekaligus sebagai ketua UASBN . bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Situasi dan hubungan kerjasama yang harmonis di suatu madrasah memang sangat penting. bentuk penghargaan yang saya berikan bukan berupa materi akan tetapi berupa dukungan mental untuk terus mengembangkan potensi yang dimilikinya. adapun langkah yang saya terapkan adalah memberi peringatan.

Itulah yang membuat saya sadar dan semangat bahwa semua problem itu tidak lain hanyalah suatu cobaan. Untuk mempertajam data penelitian mengenai motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. saya lebih menekankan pada kesejahteraan mental. beliau meminta apabila ada masalah supaya diungkapkan baik mengenai masalah pribadi atau yang berkaitan dengan madrasah. Dikarnakan anak didiknya berhasil memperoleh nilai rata-rata terbaik. pada saat itu peneliti berhasil menemui ibu Akrim hidayati. beliau menyatakan bahwa: Kepala madrasah dalam memberikan motivasi kepada guru dengan cara memberikan kebebasan kepada guru mengeluarkan pendapat untuk perkembangan madrasah. lalu beliau meminta kepada saya untuk mengungkapkan problem tersebut. pada waktu itu saya sedang banyak problem pribadi.30 Wib untuk menemui bapak kepala madrasah. . Pada saat itu kepala madrasah sedang berada di ruang kerjanya. 3. motivasi sangat penting diberikan kepala madrasah kepada para guru untuk meningkatkan kerjanya. kemudian peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan bagaimana kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru.Kecamatan Udanawu. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang dihitung dari jumlah jam mengajar guru. dan yang paling berkesan bagi saya dalam setiap kesempatan atau pertemuan beliau selalu memperhatikan dan menanyakan tentang kelengkapan kebutuhan guru dalam mengajar. beliau mengatakan bahwa: Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru. saya juga pernah mengalami hal tersebut. sehingga apabila guru mempunyai keinginan-keinginan diharapkan supaya diungkapkan. Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. kepala madrasah menanyai guru tersebut ada masalah apa sehingga ia tidak bersemangat dan tidak bergairah. dan yang paling utama adalah dengan adanya motivasi para guru akan mempunyai kesadaran diri dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kerjanya. pada hari Senin tanggal 1 Juni 2009 peneliti peneliti mengadakan penelitian lagi kelapangan sekitar pukul 09. Begitu juga beliau selalu memberikan penghargaan. kesejahteraan guru juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhinya. damai. Pada kesempatan yang sama peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari bapak Samsuri mengenai kepala madrasah dalam memotivasi guru. apabila ada yang kurang beliau berusaha untuk memenuhinya. beliau menyatakan bahwa: Apabila ada guru yang tidak bersemangat dan tidak bergairah dalam melaksanakan tugasnya. ketika itu beliau sedang berada diruang guru. pengabdian dan ikhlas dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. kemudian peneliti menanyakan bentuk motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. beliau menemukan jalan keluar bagi saya sehingga problem saya dapat teratasi dan saya kembali semangat dalam mengajar dan beliau menyatakan dan berpesan bahwa sebenarnya sekenario kehidupan kita berada didalam lingkaran taqdir Alla. pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2009 peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari guru. yaitu berupa penciptaan iklim madrasah yang aman. alhamdulillah setelah curhat bersama beliau. Dari beberapa data tersebut diatas.

dengan suasana santai dan penuh kekeluargaan pada saat itu para guru diberi gaji atas pekerjaan yang telah dilakukan selama bulan Juni 2009. Sehingga setiap awal bulan guru menerima gaji yang dihitung dari jumlah jam mengajar ditambah dengan uang transportasi. yang kemudian di kembangkan menjadi doktrin pilar guru yaitu pengabdian. sarana-prasarana atau perlengkapan madrasah dan semua perlengkapan guru dalam mengajar telah terpenuhi serta tercapainya tujuan-tujuan madrasah. beliau mengatakan bahwa: Mengenai kesejahteraan terutama gaji yang saya terima. pada saat itu beliau sedang berada di kantor guru. kegiatan ibadah dan keikhlasan. kepala madrasah juga . karena apabila dilihat dari gaji yang diterima guru tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. sehingga kepada para guru perasaan untuk memiliki madrasah inilah yang saya tingkatkan. sehingga berapa jumlah gaji yang diberikan. peneliti juga mewawancarai bapak Nanang imam syafi¶i yang sudah 13 tahun menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar . maka saya berusaha mengusulkan kepada bendahara madrasah untuk memberikan uang transportasi kepada guru dan alhamdulillah disetujui dan uang transportasi tersebut diberikan bersamaan pada saat pemberian gaji guru. akan tetapi saya juga selalu berusaha untuk mengadakan peningkatan kesejahteraan dari segi materi. saya tidak terlalu memikirkan. beliau mengatakan bahwa: Karena dalam honorarium untuk guru sudah diatur oleh DEPAG. karena menjadi guru di madrasah ini adalah pengabdian.Kemudian peneliti menanyakan mengapa peningkatan kesejahteraan guru lebih difokuskan pada kesejahteraan mental. pada hari yang sama. Dan alhamdulillah sekarang ini semua guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sudah mendapatkan bantuan dari program pemerintah yaitu Insetif dari DIKNAS dan Fungsional dari DEPAG. akan tetapi bagi saya kebahagiaan dan kesejahteraan selama menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang utama adalah jika semua kebutuhan-kebutuhan. beliau mengatakan bahwa: Kegiatan mengajar di madrasah ini intinya adalah pengabdian. Peneliti juga menanyakan bentuk nyata upaya peningkatan kesejahteraan guru yang telah dilakukan kepala madrasah. kemudian kepada beliau peneliti menanyakan tentang kesejahteraan para guru. Dalam kesempatan lain. kalau hal ini dipaksakan maka madrasah akan mengalami defisit keuangan karena harus mengambil jalur alternatif lain sehingga terjadi pengalihan dana. akan tetapi pada saat sekarang dengan melihat kebutuhan ekonomi dan harga barangbarang yang semakin meningkat. loyalitas dan tanggung jawab Peneliti juga menanyakan mengapa kepala madrasah tidak menaikkan gaji guru. dedikasi. Peneliti juga berusaha mengamati tentang kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. pada saat itu kepala madrasah menyuruh semua guru berkumpul di ruang guru. saya terima dengan senang hati. hal ini dilakukan peneliti pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2009 tepatnya pada pukul 09. pengorbanan.20 Wib yang merupakan jam istirahat pertama. hal ini bisa dilihat bahwa kalau dahulu gaji yang diberikan kepada guru hanya berupa gaji dari mengajar. sehingga tidak mungkin menaikkan gaji guru kalau honorarium dari DEPAG tidak naik. beliau mengatakan bahwa: Meskipun bentuk kesejahteraan yang saya tekankan lebih pada kesejahteraan mental.

Untuk meningkatkan prestasi kerja guru. kepala madrasah berusaha untuk memberikan pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. melakukan komunikasi yang baik dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. menjadi contoh atau teladan dengan menerapkan disiplin pada diri kepala madrasah sendiri. Dengan demikian. Pembinaan terhadap guru merupakan tanggung jawab penting bagi kepala madrasah. menyediakan. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam melakukan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. GAMBAR III SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PEMBINAAN GURU . tim khusus ini bertugas sebagai pemantau terhadap kedisiplinan guru dalam menjalankan tugasnya. dari data tersebut diatas menunjukkan bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru tidak harus bersifat materi. sehingga para guru dituntut untuk mempunyai kemampuan profesional dalam menjalankan tugasnya dan selalu meningkatkan prestasi kerjanya. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja antara lain difokuskan pada pembinaan disiplin guru dan pembinaan kemampuan profesional guru.menyampaikan pesan kepada guru bahwa meskipun gaji yang diterima sangat kecil. Kepala madrasah harus mencurahkan segala energi dan waktunya untuk meningkatkan prestasi kerja para guru secara maksimal di madrasahnya. Dalam melakukan pembinaan disiplin guru. Apabila kedisiplinan guru sudah tercapai maka kelancaran proses pengajaran akan berjalan dengan baik dan lancar juga prestasi kerja yang dihasilkan akan sesuai dengan yang diharapkan. Temuan Hasil Penelitian. dan mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. para guru diharapkan untuk tetap menjaga kekompakan dalam menjalankan tugasnya dan selalu berusaha meningkatkan kinerjanya demi peningkatan dan pengembangan mutu madrasah. Prestasi guru merupakan cermin prestasi kepala madrasah. damai sejahtera. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. Selain itu. Guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan program pengajaran dan tujuan madrasah. akan tetapi bisa dilakukan dengan peningkatan kesejahteraan psykologis antara lain penciptaan suasana madrasah yang aman. mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. kepala madrasah harus berupaya untuk mengadakan pembinaan terhadap kemampuan profesional guru. dengan menerapkan disiplin diri diharapkan para guru akan mengikuti sebagaimana disiplin yang diterapkan kepala madrasah dengan penuh kesadaran diri dan tanpa adanya paksanaan. mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan. dalam pembinaan disiplin kepala madrasah juga membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. mendatangkan para ahli. Berkaitan dengan fokus pertama. 1.

agar para guru dapat menjalankan dan meningkatkan prestasi kerjanya. GAMBAR IV SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MEMOTIVASI GURU . melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. Adapun kepemimpinan yang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru yaitu menekankan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. Motivasi merupakan faktor pendorong untuk melakukan sesuatu. Berkaitan dengan fokus kedua. maka kepala madrasah harus berupaya memotivasi guru.2. memberikan penghargaan. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya.

memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. damai. Berkaitan dengan fokus ketiga Kesejahteraan merupakan salah satu faktor penentu produktifitas atau prestasi kerja. maka skema temuan akhir kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dalam meningkatkan prestasi kerja guru sebagai berikut: GAMBAR VI SKEMA TEMUAN AKHIR KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA GURU . memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi. Dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan kesejahteraan secara psikologis dan materi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Adapun kiat-kiat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru yaitu berusaha meningkatkan kesejahteraan mental dan materi dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. Apabila kesejahteraan guru terpenuhi maka para akan dapat melaksanakan dan meningkatkan kinerjanya dengan baik sesuai dengan fungsi dan tugasnya. pengabdian dan ikhlas.3. GAMBAR V SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN GURU Berdasarkan skema temuan-temuan hasil penelitian tersebut diatas.

Dalam rangka melaksanakan pembinaan-pembinaan terhadap guru. Wahjosumidjo menyatakan bahwa setidaknya terdapat empat macam nilai yang harus diperhatikan yaitu: pembinaan mental. mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan. dan pembinaan artistik. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada dalam melakukan pembinaan guru ditekankan pada pembinaan kedisiplinan guru dan pembinaan kompetensi profesionalisme guru. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan dengan baik. Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berakaitan dengan sikap batin dan watak. pembinaan fisik. Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang ajaran baik dan buruk terhadap suatu . Untuk itu. pembinaan moral. Sedangkan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. kepala madrasah harus berusaha melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. Kepala madrasah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. . Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan. Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan. pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru yang juga merupakan bagian integral dari keberadaan sumber daya manusia yang mempunyai peranan strategis dalam kehidupan suatu madrasah. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan upaya peningkatan kinerja para anggotanya. sehingga kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar para dapat melaksanakan tugasnya secara proporsional dan profesional. mendatangkan para ahli.BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Pertama. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. menjadi teladan. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secara efektif dan efisien.

memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah.perbuatan. E. sarana dan hubungan kerja sama yang baik dan seimbang. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus kedua. Tetapi pelatihan itu hendaknya diikuti dengan aktifitas-aktifitas lanjutan. dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. prestasi dan semangat kerja dibutuhkan motivasi. dan penampilan mereka secara lahiriah. dan menjadi contoh teladan bagi para guru. B. Pembinaan fisik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan jasmani. habis pelatihan urusan selesai. Demikian pula sebaliknya orang lain yang tidak didorong oleh motif yang kuat akan . menggerakkan tim evaluasi. dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam melakukan pembinaan guru untuk meningkatkan prestasinya. misalnya senantiasa memperhatikan bagaimana guru menerapkan cara-cara baru yang diperoleh dalam pelatihan. Seseorang bersedia melakukan sesuatu pekerjaan apabila motif yang mendorongnya cukup kuat yang pada dasarnya tidak mendapat saingan atau tantangan dari motif lain yang berlawanan. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugasnya masing-masing. memberikan penghargaan dan hukuman. sehingga kepala madrasah harus berusaha menjadikan lingkungan madrasah yang rapi. Dalam melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan seseorang selalu didorong oleh motif tertentu. Kepala madrasah harus dapat mendorong para guru untuk aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olah raga. Lebih lanjut Nur kholis menyatakan bahwa program pelatihan apapun harus tidak hanya sebatas pada pelatihan. Mulyasa juga menyatakan bahwa upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam melaksanakan pembinaan guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja antara lain: mengikutsertakan para guru dalam penataran dan pelatihan-pelatihan. kesehatan. Davis dan Newtron sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa. Untuk mencapai tujuan organisasi. Motif atau dorongan dalam melakukan sesuatu pekerjaan sangat besar pengaruhnya terhadap kinerja. Pembinaan artistik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni dan keindahan. baik yang obyektif maupun yang subyektif. dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. maka tugas manajer adalah mengidentifikasi dan menggerakkan motivasi pegawai agar bersemangat dan berprestasi baik dalam melaksanakan tugasnya. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. dan terkandung makna bahwa upaya yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mencakup pembinaan sumber daya manusia. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. mendorong guru untuk menggunakan waktu pembelajaran secara efektif dan efisien. hampir semua perilaku sadar mempunyai motivasi. sehingga kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat. upaya yang telah diterapkan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru adalah sebagai usaha dalam menjalankan fungsi dan peranannya sebagai pemimpin sebuah lembaga pendidikan untuk meningkatkan prestasi kerja guru dan meraih keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan bersama. indah sejuk dan menyenangkan. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru di fokuskan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut. Dengan demikian.

Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Ketiga Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. dengan cara: Menciptakan iklim madrasah yang aman. harapan dan cita-cita serta insentif yang dibutuhkan guru agar para guru mempunyai semangat kerja yang tinggi dan pada akhirnya mereka mau dan mampu meningkatkan kinerjanya. yang satu sama lainnya berbeda. misalnya motivasi. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru ditekankan pada peningkatan kesejahteraan mental dam materi. Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut diatas dan dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru dapat difamahi bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam meningkatkan motivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Motivasi instrinsik timbul dari setiap individu seperti kebutuhan. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para guru dalam melaksanakan berbagai tugas dan fungsinya. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai motivator. disiplin. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. penghargaan yang efektif. dan penyediaan sumber pembelajaran´. Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. Setiap guru memiliki karakteristik khusus. dapat meningkatkan nama baik. Motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga atau organisasi untuk meningkatkan kinerja anggotanya. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. bakat. C. minat dan harapan pada diri sendiri. ³Sutermeister sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa prestasi kerja untuk 80-90 % bergantung pada motivasinya untuk bekerja.meninggalkan atau sekurang-kurangnya tidak bergairah dalam melakukan sesuatu pekerjaan. atau belum merasa puas bagi kebutuhan untuk tingkat diatasnya. Mulyasa mengungkapkan bahwa: ³motivasi dapat ditumbuh-kembangkan oleh kepala madrasah melalui: pengaturan lingkungan fisik (ruang kerja dan ruang belajar yang kondusif serta mengatur lingkungan madrasah yang nyaman dan menyenangkan). tetapi juga dalam psykisnya. mempunyai perhatian. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. Dengan demikian kepala madrasah dituntut untuk memiliki kemampuan dan strategi untuk memotivasi para guru dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan guru. hal ini terbukti kepala madrasah telah berupaya untuk selalu memotivasi para guru baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. dorongan. timbul karena ada rangsangan dari luar lingkungannnya misalnya karena ada hadiah. Sedangkan motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul dari luar diri seseorang. Oleh karena itu. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong (motivasi). ia akan memperlihatkan minat. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari . kemauan. damai. dan 10-20 % bergantung pada kemampuannya. pengaturan suasana kerja (hubungan kerja yang harmonis). Lebih lanjut Palmer mengatakan bahwa orang-orang yang menginginkan atau bermotivasi tinggi untuk memperoleh pengembangan adalah orang-orang yang belum mencapai kepuasan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.. Sudjana menyatakan bahwa motivasi terdiri atas motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya.

Kesimpulan 1. memenuhi kebutuhan guru dengan sistem imbalan yang lebih baik dan menarik. Lazaruth menyatakan bahwa kesejahteraan material dan spiritual merupakan faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja. kesempatan memperoleh liburan. Upah atau gaji yang layak sehinga dapat memenuhi kebutuhan seperti sandang. Pemberian kompensasi selain dalam bentuk gaji. Finch menyatakan bahwa berhasil tidaknya peningkatan prestasi kerja apabila orang-orang yang terlibat di dalam peningkatan prestasi kerja juga diberi kompensasi atau sekedar insentif. Masalah kompensasi adalah salah satu bentuk imbalan yang harus dipenuhi karena imbalan oleh pekerja tidak lagi dipandang sebagai alat pemuas kebutuhan materialnya. dan dengan melihat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. BAB VI PENUTUP A. akan tetapi sudah dikaitkan dengan harkat dan martabat manusia. fasilitas perumahan. meskipun dalam memenuhi kesejahteraan materi belum maksimal dan belum memenuhi standar kebutuhan para guru. maka seseorang akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat. Dengan demikian. dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai upaya yang kuat dalam meningkatkan kesejahteraan guru.niat ibadah. Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja . maupun psikologis yang secara langsung berpengaruh pada prestasi kerjanya. merupakan faktor yang tidak boleh ditinggalkan dalam peningkatan prestasi kerja. dengan terpenuhinya kesejahteraan material dan spiritual. hal ini terbukti bahwa selain melakukan peningkatan kesejahteraan mental guru. kepala madrasah juga berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan materi. perumahaan. Mulyasa juga menyatakan bahwa dalam peningkatan kesejahteraan guru perlu diupayakan: gaji guru senantiasa disesuaikan agar mencapai standar yang wajar bagi kehidupan guru dan keluarganya. memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi. Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut. kesehatan. Dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia memiliki berbagai kebutuhan baik fisik. tentram dan sejahtera secara psykologis melalui kepastian karier dan insentif sebagai imbalan atas pekerjaannnya. dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru kepala madrasah harus memperhatikan kesejahteraan mental dan spiritual guru serta harus mempunyai strategi untuk memberikan penghargaan dan imbalan jasa kepada guru dengan memperhatikan standar kebutuhan guru dan berupaya memberikan sistem kompensasi yang lebih baik dan menarik. dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan rasa aman. Peningkatan prestasi guru dapat dilakukan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan guru. keamanan. kendaraan dan lain-lain. Guru merupakan pemeran utama proses pendidikan. dan sebagainya sejalan dengan insentif yang diberikan. Dalam peningkatan prestasi kerja. pengabdian dan ikhlas. hal ini disebabkan karena disesuaikan dengan kemampuan madrasah dalam memberi gaji kepada guru. dapat juga berupa tunjangan-tunjangan. Wujud insentif bisa berupa kenaikan pangkat. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Kompensasi merupakan imbal jasa yang diberikan yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap.

Kedua. pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan. peningkatan kesejahteraan yang berupa materi dengan cara: mengatur pemberian gaji guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji ditambah uang transportasi serta bantuan tunjangan fungsional dan insentif dari pemerintah. Kepada peneliti yang akan datang Kepada peneliti yang akan datang diharapkan penelitian mengenai kepemimpinan kepala madrasah pada umumnya dan upaya kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru pada khusunya. Kepada kepala madrasah Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja guru. seminar-seminar baik yang diadakan di madrasah maupun di luar madrasah. dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. untuk dikaji lebih mendalam dengan berbagai metode penelitian yang lain agar .guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan difokuskan pada dua macam pembinaan yaitu: Pertama. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. pelatihan-pelatihan. menjadi teladan. Pertama. mengevaluasi kerja guru. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. 3. bekerja sama dengan lembaga pendidikan lain. memberi kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. 2. Kepala madrasah disarankan untuk selalu berusaha untuk meningkatkan strategi dalam membina. dan berusaha untuk membangkitkan motivasi terutama motivasi yang berasal dari diri guru sendiri. pengabdian dan ikhlas. damai. mengetahui kelemahan atau hambatan yang ada serta berusaha mengatasi hambatan yang ada. guru disarankan untuk selalu berusaha meningkatkan kompetensi profesionalnya dengan cara: mengikuti pembinaan-pembinaan. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. 2. B. Saran-saran 1. peningkatan motivasi ekstinsik dengan cara: memberikan penghargaan 3. berusaha untuk memenuhi keinginankeinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan disarankan untuk benar-benar memahami sekaligus menerapkan fungsi dan peranannya. Kepada para guru Dalam rangka meningkatkan prestasi kerja. menempatkan guru pada proporsi yang tepat. dan meningkatkan kesejahteraan guru. Peningkatan motivasi instrinsik dengan cara: menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. Kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada: Pertama peningkatan kesejahteraan mental dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. Kedua. Kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada peningkatan motivasi intrinsik dan ekstrinsik. mendatangkan para ahli. Kedua. memberi kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikan. pembinaan kemampuan profesionalisme guru yaitu dengan cara: mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar dan pelatihan. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. memotivasi.

bukan hanya menggapai ridha Allah dan pahala akhirat²dan itu merupakan berkara yang sangat. Sebagaimana ia merupakan tuntutan iman kepada Allah dan Hari Akhir. dan syahwat manusia. dan lebih baik akibatnya. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. kelemahan. juga lebih baik akibatnya di akhirat. Label: KARYA ILMIAH Kepemimpinan dalam Alquran (4) Kamis. dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. satu generasi. Maha Mengenal. Allah yang Maha Menciptakan. maka sekali lagi nash menghadirkannya dalam bentuk ³nasihat´ dan motivasi.´ Yang demikian itu lebih baik bagi Anda. Setelah nash ini meletakkan masalah pada posisi kondisionalnya. hawa nafsu. Semua ini adalah syarat iman kepada Allah dan Hari Akhir. Maha Melihat.´ (QS. Maha Mengetahui. Karena Allah adalah Rabb bagi semua orang. tidak ada iman sama sekali manakala syarat ini tidak terpenuhi. Tidak ada iman. ³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Manhaj yang terbebas dari kebodohan. dan kepada Ulil Amri yang beriman dan menjalankan syari¶at Allah dan Sunnah Rasul. tetapi mengikuti manhaj itu juga dapat mewujudkan kebaikan dunia dan akibat yang baik bagi individu dan jama¶ah di kehidupan yang dekat ini. Lebih baik di dunia. satu kelompok. Jadi. Mahabijaksana. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. 07/05/2009 11:04 WIB | email | print | share (58) (59) ³Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.´ Itulah ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul. seperti yang dilakukannya terhadap perintah menunaikan amanah dan berlaku adil. Jadi. Lebih baik akibatnya di dunia. satu ras. Sesungguhnya manhaj ini berarti ³seseorang´ menikmati kelebihan-kelebihan manhaj yang diletakkan Allah baginya. Lalu perkara-perkara yang diperselisihkan itu dikembalikan kepada Allah dan Rasul. satu bangsa. .diperoleh penemuan-penemuan baru sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak lembaga pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. An-Nisa: 58-59) ³Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. dan pada gilirannya dampaknya yang pasti pun tidak mengikuti. Manhaj yang tidak mengandung nepotisme kepada satu individu. juga lebih baik di akhirat. yang kemudian disusul dengan nasihat dan motivasi.

Penolakan ini dianggap sebagai sikap hipokrit. Sebagaimana konteks menjelaskan alasan-alasan mereka yang lemah dan palsu untuk mengikuti langkah yang aneh ini. Jadi. karena mereka ingin bermahkamah kepada selain syari¶at Allah. ³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. atau satu strata sosial. disusul dengan ijtihad untuk mengembalikan masalah yang tidak diredaksikan kepada nash-nash atau kepada prinsip-prinsip umum agama ini. padahal mereka diperintahkan untuk mengingkarinya. Konteks mendeskripsikan kondisi mereka ketika diajak mengikuti Allah dan Rasul-Nya lalu mereka menolak. karena bidang tersebut sangat luas bagi akal manusia. dan mengetahui letak-letak analogi dan ijtihad mengenai halhal yang diperselisihkan akal. yang mengetahui hakikat fitrahnya dan kebutuhan-kebutuhan yang hakiki bagi fitrah ini. atau satu bangsa. dan Allah swt. maka konteks beralih kepada orang-orang yang menyimpang dari kaidah ini. ketika bencana dan musibah ditimpakan pada mereka. yaitu ruang penelitian ilmiah terhadap alam semesta dan ruang kreasi dan inovasi material. kemudian sesudah itu mereka mengklaim sebagai orang yang beriman! Padahal mereka melanggar syarat iman dan batasan Islam. tetapi justeru berdampingan dengannya dan memanfaatkannya. Sehingga manusia tidak terjebak dalam kebingunan saat mencari manhaj yang sesuai. atau satu ras. dan manhaj penetapan syari¶at dan prinsip-prinsipnya. atau satu generasi. Sebagaimana konteks menganggap keinginan mereka untuk bermahkamah kepada thaghut sebagai tindakan keluar dari iman²bahkan sejak awal dianggap tidak masuk ke dalamnya. Dan cukuplah bagi akal mereka untuk berusaha menerapkan manhaj ini. Juga untuk mengingatkan mereka dan orang-orang seperti mereka tentang keinginan setan untuk menyesatkan mereka. juga dalam aturan pokok umat Islam. sarana-sarana untuk berbicara kepadanya dan memperbaikinya. Sebagaimana Dia mengetahui seluk-beluk jiwanya. Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah²selain memberinya petunjuk dan melindunginya²manhaj ini juga memuliakannya dan memberi ruang bagi akalnya untuk bekerja di dalam manhaj. Manhaj memberinya petunjuk tentang semua ini dan melindunginya. Sementara mereka terjebak dalam kebingunan tanpa petunjuk! Cukuplah bagi mereka melakukan uji coba dalam bidang kreasi dan inovasi material sesuka hari. Dan selain itu ada ruang yang orisinil bagi akal manusia.Allah Subhanah tidak terkontaminasi oleh keinginan memihak kepada satu individu. Dia menjamin untuk manusia manhaj yang kaidah-kaidahnya sesuai dengan hukum alam. Yaitu ruang ijtihad untuk memahami nash-nash yang ada. Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah dibuat oleh yang menciptakan manusia. Rasulullah saw .´ Sehabis menetapkan kaidah universal ini dalam syarat iman dan batasan Islam. Sehingga manusia tidak perlu berkonflik dengan hukum alam. tidak membebani manusia dengan harga dari uji coba-uji coba yang keras. Konteks beralih kepada mereka untuk memandang aneh sikap mereka. Meski demikian. Inilah manhaj yang di antara keistimewaan adalah dibuat oleh Pencipta alam semesta tempat manusia tinggal. yaitu kepada Thaghut.

diinstruksikan untuk menasihati mereka. . Dan penggal ini ditutup dengan penjelasan tentang tujuan Allah mengutus para Rasul.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful