KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU

Diposkan oleh Mohamad Yasin Yusuf

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi merupakan era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah menimbulkan persaingan dalam berbagai bidang, yang menuntut masyarakat Indonesia untuk memantabkan diri dalam peningkatan kualitas dan sumber daya manusia yang unggul, mampu berdaya saing, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi serta mempunyai etos kerja yang tinggi. Perwujudan manusia yang berkualitas tersebut menjadi tanggung jawab pendidikan terutama dalam mempersiapkan peserta didik menjadi subyek yang makin berperan, menampilkan keunggulan yang tangguh, kreatif, mandiri, dan professional dalam bidangnya masing-masing. Di Indonesia sekolah/madrasah harus dengan kesungguhannya melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan tujuan nasional sebagaimana yang tercantum dalam Undangundang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta penjelasannya Bab II Pasal 3 bahwa: Pendidikan Naional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Keberhasilan untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut kepala madrasah mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menselaraskan sumber daya pendidikan yang tersedia, kepemimpinan kepala madrasah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong madrasah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran melalui program madrasah yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Dalam persaingan global ini, diakui atau tidak lembaga pendidikan atau sistem persekolahan dituntut untuk mengemuka dengan kinerja kelembagaan yang efektif dan produktif. Kepala madrasah sebagai penanggung jawab pendidikan dan pembelajaran di madrasah hendaknya dapat meyakinkan kepada masyarakat bahwa segala sesuatunya telah berjalan dengan baik, termasuk perencanaan dan implementasi kurikulum, penyediaan dan pemanfaatan sumber daya guru, rekrutmen sumber daya murid, kerjasama madrasah dan orang tua, serta sosok outcome madrasah yang prospektif. Kepala madrasah merupakan unsur vital bagi efektifitas lembaga pendidikan. Kepala madrasah yang baik akan bersikap dinamis untuk menyiapkan berbagai macam program pendidikan,´ keberhasilan madrasah adalah keberhasilan kepala madrasah, kepala madrasah yang berhasil apabila memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks, serta mampu melaksanakan peranan dan tanggung jawab untuk memimpin madrasah´. Kepemimpinan yang berkaitan dengan masalah kepala madrasah dalam meningkatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalam situasi kondusif, perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat dan penuh pertimbangan terhadap para guru, baik sebagai

individu maupun sebagai kelompok.³ Perilaku pemimpin yang positif dapat mendorong kelompok dalam mengarahkan dan memotifasi individu untuk bekerja sama dengan kelompok dalam rangka mewujudkan tujuan lembaga pendidikan´. Kepala madrasah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki andil besar dalam menciptakan suasana kondusif yang ada dalam lingkungan kerjanya. Suasana kondusif tersebut merupakan faktor yang terpenting dalam menciptakan guru yang berprestasi. Guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat penting terhadap kemajuan bangsa Indonesia, guru juga sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan.³Tenaga pendidikan terutama guru merupakan jiwa dari madrasah´ . Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, evaluasi kinerja, hubungan kerja sampai pada imbal jasa, merupakan garapan penting bagi seorang kepala madrasah. Guru sangat berperan dalam menentukan kualitas lulusan madrasah. Artinya untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas diperlukan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal. Sedangkan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal dapat diperoleh bila ditunjang oleh kepemimpinan yang baik. Prestasi kerja guru yang berkualitas ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya adalah bagaimana atasan dalam memimpin bawahan, yang demikian ini disebut dengan kepemimpinan seorang pemimpin (kepala madrasah). Peran pemimpin sangat penting dalam organisasi, tanpa adanya pemimpin suatu organisasi hanya merupakan pergaulan orang-orang dan mesin. ³ Kepemimpinan adalah kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mangajak, mamantau dan kalau perlu memaksa orang lain agar menerima pengaruh itu. Selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatau maksud dan tujuan tertentu´. Seorang kepala madrasah mempunyai tugas untuk mengatur dan menggerakkan sejumlah besar orang-orang (guru) yang mempunyai berbagai sikap, tingkah laku dan latar belakang yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan guru yang dapat membantu tugas pimpinan secara optimal, maka diperlukan seorang pemimpin yang mampu mengarahkan dan merubah tingkah laku bawahannya kepada tercapainya tujuan organisasi secara maksimal. Pemimpin yang efektif selalu menyadari bahwa anggota organisasinya merupakan sumber daya manusia yang sangat berharga karena dikaruniai atau memiliki otak dan akal fikiran, sehingga pemimpin selalu berupaya menggali, memanfaatkan dan meningkatkan kreatifitas anggotanya untuk mencapai prestasi yang tinggi. Prestasi kerja guru yang tinggi merupakan perwujudan dari kualitas guru. Hal ini cukup penting dalam rangka mencapai tujuan madrasah. Dengan prestasi kerja yang tinggi berarti para guru benar-benar dapat berfungsi sebagai pendidik yang tepat guna dan berhasil guna sesuai dengan sasaran-sasaran organisasi yang hendak dicapainya. Apabila tujuan peningkatan prestasi kerja para guru dapat terpenuhi, maka tujuan pembangunan yang sesuai dengan pancasila, UUD 1945 beserta tujuan Pendidikan Nasional akan segera tercapai, begitu juga dengan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tuntutan perkembangan zaman. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar merupakan lembaga pendidikan yang ikut berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa demi mensukseskan tujuan pembangunan nasional Indonesia. Madrasah tersebut merupakan lembaga pendidikan negeri yang berada dibawah naungan Departemen Pendidikan Agama. Sebelumnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan merupakan madrasah swasta dengan nama

MI. Al-Qodiriyah dalam naungan yayasan Al-Qodiriyah. Karena dari tahun ketahun mengalami kemajuan, Departemen Pendidikan Agama Kabupaten Blitar merubah status dari Swasta menjadi Negeri. Selain itu Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga dijadikan center oleh lembaga-lembaga madrasah ibtidaiyah di Udanawu Blitar. Bahkan sering mendapatkan kejuaraan pada bidang mata pelajaran, olah raga dan seni ditingkat Kecamatan ataupun tingkat Kabupaten. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa para guru telah berhasil dalam usaha mencapai tujuan madrasah. Keberhasilan para guru dalam mencapai tujuan madrasah tersebut merupakan salah satu prestasi kerja yang ditunjukkan oleh guru yang berasal dari kemampuan dan motivasi yang dimilikinya. Prestasi kerja yang dihasilkan para guru tersebut merupakan hasil dari kepemimpinan kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan yang selalu menggerakkan, mengarahkan, dan memberikan motivasi kepada para guru untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan bersama. Atas dasar latar belakang masalah tersebut, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tema ³Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru (Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar)´. B. Fokus Masalah Berkaitan dengan study kepemimpinan Kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerga guru pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar maka yang menajdi fokus masalah dalam studi ini adalah bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang berpengaruh terhadap peningkatan mutu kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Kemudian fokus masalah tersebut dirumuskan sebagaimana rumusan masalah. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, fokus penelitian dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 2. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 3. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? D. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 2. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 3. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. E. Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai berikut : 1. Secara teoritis a. Memberikan kontribusi akademis dalam upaya peningkatan dan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang kepemimpinan lembaga pendidikan. 2. Secara praktis a. Sebagai bahan masukan bagi pengelola lembaga pendidikan khususnya Madrasah Ibtidaiyah

Negeri Slemanan Udanawu Blitar sehingga lembaga tersebut dapat lebih maju dari sebelumya dan tetap eksis serta bisa menjadi lembaga pendidikan alternatif. b. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi imput bagi para praktisi dan peneliti pendidikan dalam rangka kontribusi kajian ilmiah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan untuk meningkatkan mutu kependidikan. F. Metodologi Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan mutu kependidikan yang peneliti lakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar ini menggunakan pendekatan kualitatif sebab jenis penelitian ini tidak bisa berambisi mengumpulan data dari segi kualitasnya tetapi ingin juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dari data yang hasil direkam. Penulis tidak menemukan sumber datanya atau nara sumber secara kuantitatif menggunakan purvose sampling. Pola tersebut lazim disebut dengan Creation baset sampling artinya bahwa penggunaan sumber data atau nara sumber dianggap cukup mana kala informasi yang diperlukan sudah cukup memadai sehingga sering kali jumlah nara sumber atau sumber data memungkinkan untuk selalu berkembang dan bertambah. Tesis ini menggunakan rancangan studi kasus penelitian yang berupaya mencari kebenaran ilmiah dengan cara mempelajari secara mendalam perkembangan dari satu individu, kelompok orang. Lembaga dan tidak mustahil perkembangan suatu kejadian khusus. Studi kasus ini dimaksudkan untuk mencoba mengamati perkembangan dan fonemena yang terjadi pada sebuah organisasi dalam hal ini organisasi yang menjadi obyek penelitian adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Sifat penelitian ini adalah berupa penelitian deskriptif kualitatif. Oleh sebab itu pendekatan yang dilakukan adalah melalu pendekatan kualitatif dengan memakai bentuk study kasus (case study). Maksudnya adalah dalam penelitian deskriftif kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainya sehingga yang menjadi tujuan dalam penelitian deskriftif kualitatif ini adalah ingin menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya. 2. Kehadiran Peneliti. Insrumen utama dalam penelitian ini adalah manusia . Karena itu untuk menyimpulkan data secara koprehensif maka kehadiran peneliti di lapangan sangat diutamakan karena mengumpulkan data dilakuakn yang sebenarnya tanpa dimanipulasi dibuat dan dipanjang lebarkan Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus mengumpul data sehingga dapat dikatakan peneliti dalam penelitian ini bertindak sebagai instrumen kunci. Penelitian dalam hal ini akan melakuakn observasi. Wawancara dan mengambil dokumen. 3. Lokasi Penelitian Peneliti sengaja memilih lokasi penelitian di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dengan pertimbangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah yang favorit dan menjadi central madrasah-madrasah lain. Dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar memiliki guru guru yang variatif dengan latar belakang pendidikan yang beragam Dengan demikian sesuai dengan fokus masalah penelitia yang telah dikemukakan diatas, yang menjadi objek dalam tesis ini adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mengenai kepemimpinan Kepala madrasah dalam meningkatkan

prestasi kinerja guru 4. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´. Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person, place paper. 1. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. Dalam penelitian ini personnnya adalah Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 2. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak, meliputi fasilitas gedung, kondisi lokasi, kegiatan belajar-mengajar, kinerja, aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 3. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar, simbol-simbol dan lain-lain. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip, catatan-catatan, dokumen yang ada di Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 5.Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap. Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera. Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama, merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis, keadaan madrasah, sarana dan prasarana, kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah negeri Slemanan Udanawu Blitar . Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran. 2. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. b. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih, jika ternyata responden mengalami kesulitan

jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. kata-kata yang berhubungan dengan . Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. c. Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. dan satuan uraian dasar. dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting. surat bukti. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. ³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). partisipan dan informan. dan dokumentasi yang diperoleh dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data. menafsirkan serta meramalkan´. Data yang di dapat dalam penelitian ini berupa kalimat. peneliti membuat ringkasan. pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian. Dengan demikian reduksi data ini akan berlangsung secara terus menerus selama penelitian berlangsung. setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data. maka langkah selanjutnya menganalisa dan kemudian menyajikannya secara tertulis dalam laporan tersebut.menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. membuat gugus-gugus dan mambuat memo. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran. 6. 3. mengkode. kategori. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. Informasi tersebut misalnya. Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip. dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. wawancara mendalam. didengar. bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian. yaitu berupa data yang ditemukan dari observasi partisipan. yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu. dimulai pada awal kegiatan sampai dilanjutkan selama kegiatan pengumpulan data dilaksanakan. Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan. paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian. menelusuri tema. Analisis Data Dalam suatu penelitian. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara. tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. Pada penelitian. d.

mempengaruhi kelompok dan budayanya. halaman. halaman sampul. sehingga sajian data merupakan sekumpulan informasi yang tersusun secara sistematis yang memberikan kemungkinan untuk ditarik kesimpulan. berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran-saran. Penutup. Untuk mengarah pada hasil kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data baik yang berasal dari catatan lapangan. motto. penegasan istilah. Bagian utama. Sistematika Pembahasan Untuk dapat melakukan pembahasan secara sistematik. BAB II KAJIAN TEORI A. pengorganisasian dan aktifitas-aktifitas untuk mencapai sasaran. fokus penelitian yang dikaji dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. maka diambil langkah-langkah sebagaimana dalam sistematika pembahasan sebagai berikut: Bagian awal. tujuan dan kegunaan penelitian dirumuskan secara jelas. obervasi partisipan. . Menurut Suharsimi Arikunto kepemimpinan adalah usaha yang dilakukan untuk mempengaruhi anggota kelompok agar mereka dengan suka rela menyumbangkan kemampuannya secara maksimal demi pencapaian tujuan kelompok yang telah ditetapkan. dalam hal ini membahas proses penelitian yang digunakan dalam penelitian. maka langkah selanjutnya adalah melakukan penarikan kesimpulan. . wawancara mendalam. hakekat prestasi kerja guru. terdiri dari enam bab yaitu: Bab I. serta mempengaruhi interpretasi mengenai peristiwa-peristiwa para pengikutnya. Pada saat kegiatan analisis data yang berlangsung secara terus menerus selesai dikerjakan. Kajian teori. Bagian akhir. Pembahasan hasil Penelitian Bab VI. meliputi perangkat legalitas tesis. dokumentasi yang didapat saat melakukan kegiatan di lapangan. Dengan kata lain penyajian data ini merupakan proses penyusunan informasi secara sistematis dalam rangka memperoleh kesimpulan sebagai temuan penelitian. G. memuat tentang apa saja yang diperoleh dari penelitian yang meliputi gambaran obyek dan hasil penelitian dari fokus penelitian. peningkatan prestasi kerja guru. Bab III. dan abstrak. judul. daftar isi. Paparan data dan temuan hasil penelitian. kepemimpinan sebagai kunci keberhasilan kepala madrasah. Bab IV. memuat daftar rujukan. pengesahan. Pengertian Kepemimpinan Kepala Madrasah Definisi tentang kepemimpinan sangat bervariasi sebanyak orang yang mencoba mendefinisikan konsep kepemimpinan. Bab II. pendahuluan. fungsi dan tipe kepemimpinan. definisi kepemimpinan secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. persembahan. Dalam bab ini dipaparkan latar belakang masalah. memotivasi pengikut untuk mencapai tujuan. Hadari Nawawi berpendapat bahwa kepemimpinan adalah kemampuan menggerakkan. pendekatan-pendekatan dalam kepemimpinan. Kepemimpinan Kepala Madrasah 1. Metodologi Penelitian. Bab V. daftar gambar. kata pengantar. Dalam hal ini membahas tentang pengertian kepemimpinan kepala madrasah. kepala madrasah dalam peningkatan prestasi kerja guru.fokus penelitian. lampiran-lampiran dan biodata penulis. studi pendahuluan dan diakhiri dengan sistematika pembahasan. persetujuan pembimbing.

tinjauan menyeluruh mengenai jenis-jenis pendekatan kepemimpinan sangat bermacam-macam. Irving R. antara lain: adanya orang yang mempengaruhi. adanya aktifitas. atau mempengaruhi bawahan. Paul Harsey dan Ken Blanchard menyebutkan pengertian lain dari para ahli lainnya mengenai kepemimpinan antara lain: ‡ Menurut George R. namun demikian pada dasarnya definisi-definisi tersebut memiliki kesamaan konseptual.memberikan motivasi dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakantindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang dilakukan. melakukan koordinasi. ‡ Robert Tannen Baun. Melihat penjelasan mengenai pengertian kepemimpinan dan kepala madrasah tersebut. ‡ Harold Konntz dan Cyril O¶Donnel mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi orang-orang untuk ikut dalam pencapaian tujuan bersama. kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk beraktifitas. Studi kepemimpinan yang terdiri dari berbagai macam pendekatan. termasuk dalam hal ini adalah organisasi pendidikan. adanya orang yang dipengaruhi. adanya tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. karena kepemimpinan telah dipelajari melalui berbagai cara yang berbedabeda tergantung pada konsepsi kepemimpinan dan pilihan metodologi para penelitinya. bahwa kepemimpinan merupakan suatu tindakan atau aktifitas kegiatan untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi. meggerakkan. Meskipun masih banyak definisi atau pengertian tentang kepemimpinan yang dikemukakan para ahli lainnya. interaksi dan otoritas. maka dapat ditarik suatu maksud bahwa kepemimpinan kepala madrasah adalah kemampuan kepala madrasah untuk memimpin. Pendekatan-Pendekatan Dalam Kepemimpinan Pada dasarnya. Dengan demikian pengertian kepemimpinan tersebut dapat timbul dari mana saja asalkan unsurunsur dalam kepemimpinan itu terpenuhi. dalam kenyataannya pasti memerlukan seorang dengan atau tanpa dibantu orang lain untuk menduduki posisi pimpinan/pemimpin. pada hakekatnya merupakan usaha untuk menjawab atau memberikan pemecahan persoalan-persoalan dalam bidang . yang mana pemimpin dalam organisasi ini adalah kepala sekolah/madrasah. melakukan koordinasi serta megambil keputusan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. atau mempengaruhi para guru dan segala sumber daya yang ada di madrasah sehinga dapat di daya gunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Apapun bentuk suatu organisasi. Tery kepemimpinan adalah aktifitas mempengaruhi orang-orang untuk berusaha mencapai tujuan kelompok secara sukarela. 2. memimpin. Kepala madrasah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu madrasah dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. menggerakkan. Sehingga studi kepemimpinan hanya memperlakukan atau dihadapkan pada satu aspek yang sempit seperti pengaruh bawahan atau sifat-sifat pribadi. Melihat beberapa unsur tersebut. atau perilaku yang satu sama lain dijadikan sasaran studi tanpa mengaitkan satu sama lain yang sebenarnya merupakan satu rangkaian persoalan di bidang kepemimpinan. Seseorang yang menduduki posisi pimpinan dalam suatu organisasi mengemban tugas melaksanakan kepemimpinan. Weschler dan fred Mescarik mendefinisikan kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang dilakuakn dalam suatu situasi dan diarahkan melalui proses kominikasi pada pencapaian tujuan atau tujuan-tujuan tertentu.

8) memiliki kecerdasan. cara mengambil keputusan dan lain sebagainya. situasi tertentu dan kondisi tertentu memerlukan kepemimpinan yang memiliki sifat dan ciri tertentu sesuai tuntutan situasi dan kondisi tertentu. dan imajinasi.kepemimpinan. . ketrampilan. sikap-sikap hubungan sosial. 6) unggul dalam teknik kerja. daya tahan. daya ingat. Orway Tead seperti yang dikutip Purwanto. cara memberi bimbingan. Meskipun telah banyak penelitian tentang sifat kepemimpinan. Penganut pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan sifat-sifat kepribadian yang dimiliki oleh pemimpin yang berhasil dan yang tidak berhasil. sampai kini para peneliti belum berhasil menemukan satu atau sejumlah sifat yang dapat dipakai sebagai ukuran untuk membedakan pemimpin dan bukan pemimpin. sifat-sifat tersebut ada pada seseorang karena pembawaan atau keturunan. mengemukakan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin antara lain: 1) berbadan sehat. Pada dasarnya terdapat tiga pendekatan utama dalam kepemimpinan yaitu: ³pendekatan sifat. Sedangkan keunggulan subyektif menyangkut keyakinan. dan pendekatan situasional´. cara berkomunikasi. Pendekatan sifat berpendapat bahwa keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin dipengaruhi oleh sifat-sifat yang dimiliki oleh pribadi seorang pemimpin. ketekunan. Sikap dan gaya kepemimpinan itu tampak dalam kegiatan sehari-hari. motifasi dan dorongan berprestasi. Kedua. 2). Ketiga. tidak adanya kesesuaian atau pendapat diantara para pakar tentang rincian sifat atau ciri-ciri kepemimpinan. 10) percaya pada diri sendiri. Dengan demikian dari pendekatan sifat ini masih terdapat kelemahan-kelemahan antara lain: pertama. dalam pendekatan sifat mencoba menerangkan sifat-sifat yang membuat seseorang berhasil. Banyak ahli yang telah berusaha meneliti dan mengemukakan pendapatnya mengenai sifat-sifat baik manakah yang diperlukan bagi seorang pemimpin agar dapat dan sukses dalam kepemimpinannya. 9) pandai mengajari bawahan. 7) sanggup bertindak tegas. keluasan hubungan sosial. Barnad dalam ³ The function of the executive´ mengemukakan dua sifat pemimpin yaitu sifat-sifat pribadi dan keunggulan subyektif. daya tanggap pengetahuan. kesopanan. cara mendorong semangat kerja bawahan. kepemimpinan dipandang sebagai sesuatu yang mengandung banyak unsur individu. 5) mempunyai keteguhan hati. dan keberanian. Chester L. kuat dan penuh energi. penguasaan teknologi. 2) yakin akan maksud dan tujuan organisasi. Sehingga seseorang menjadi pemimpin karena sifat-sifatnya yang dibawa sejak lahir bukan dibuat atau dilatih. 4) bersifat ramah-tamah. Pendekatan Perilaku Pendekatan perilaku ini merupakan pendekatan yang mendasarkan pada pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh sikap dan gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin yang bersangkutan. dalam hal bagaimana seorang pemimpin memberi perintah. Keith Davis seperti yang dikutib Miftah Toha merumuskan empat sifat yang tampaknya mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi antara lain: kecerdasan dan kedewasaan. Pendekatan sifat Pendekatan ini menekankan pada kualitas pemimpin. membagi tugas dan wewenangnya. terlalu sulit untuk menetapkan sifat-sifat yang harus dimiliki pemimpin karena setiap orang yang menjadi pemimpin memiliki keunikan masing-masing. pendekatan perilaku. Sifat-sifat pribadi mencakup kondisi fisik. 1). 3) selalu bergairah. hal ini menunjukkan hanya dengan menggunakan pendekatan sifat saja masalah kepemimpinan tidak akan dapat difahami dan dipecahkan dengan baik. Pendekatan ini bertolak dari asumsi bahwa individu merupakan pusat kepemimpinan.

mau berkonsultasi. Ciri-ciri perilaku konsiderasi adalah ramah-tamah. fasilitatif. Harsey dan Blanchard sebagaimana dikutip Sujana menjelaskan bahwa perilaku atau perbuatan seseorang pemimpin cenderung mengarah pada dua hal yaitu konsiderasi dan struktur inisiasi.Membantu perkembangan kepemimpinan yang posisional dan kepemimpinan yang sedang .Cepat mengambil tindakan dalam keputusan yang mendesak .Membantu pekerjaan agar dilaksanakan 3. Ciri-ciri perilaku struktur inisiasi adalah memberikan kritik terhadap pelaksanaan tugas yang tidak tepat.Menetapkan dan memperkuat kembali kebijakan organisasi . dan selalu mengawasi optimasi kemampuan bawahan dalam melaksanakan tugas.Dengan menggunakan pendekatan perilaku.Menunjukkan keramahan dan kemampuan untuk melaksanakan pendekatan .Memberikan dorongan dan penghargaan atas usaha orang lain .Mencari masukan dan nasehat yang menentukan .Meningkatkan moral / semangat staf . para ahli mengembangkan teori kepemimpinan kedalam berbagai macam klasifikasi. Teori Dua faktor Berdasarkan teori ini. teori kepemimpinan empat faktor meliputi dimensi-dimensi: stuktural.Mempercayai orang lain dengan pendelegasian tanggung jawab . suportif.Memantau penerapan keputusan . menerima usul bawahan. Kepemimpinan Struktural .Menekan atau memperkecil kertas kerja yang birokratis . dan memperlakukan bawahan sebagaimana pemimpin memperlakukan dirinya sendiri. menetapkan standar tertentu tentang tugas pekerjaan.Memberikan saran atas masalah kerja yang terkait . dan partisipatif.Mau dan bersedia memperbaiki posisi-posisi yang telah terbentuk .Mengusahakan dan menyediakan sumber-sumber yang diperlukan . Masing-masing dimensi ditandai dengan berbagai ciri sebagai berikut: 1. antara lain: a. Kepemimpinan partisipatif dengan tanda-tanda: .Menekankan kepada hasil dan tujuan organisasi . selalu memberi petunjuk kepada bawahan tentang cara melaksanakan tugas.Melaksanakan pendelegasian yang jelas dan menentukan kepada anggota. Teori Empat Faktor Dalam usaha meningkatkan kualitas kepemimpinan. mementingkan batas waktu pelaksanaan tugas kepada bawahan.Memperkuat relasi yang positif dengan pemerintah ataupun masyarakat.Pendekatan akan berbagai persoalan dengan fikiran terbuka . mendukung dan membela bawahan. . Kepemimpinan Suportif . Konsiderasi adalah perilaku pemimpin untuk memperhatikan bawahan. Sedangkan struktur inisiasi adalah perilaku pemimpin cenderung mementingkan tujuan organisasi.Membuat jadwal kegiatan . b.Menembangkan suatu pandangan organisasi yang kohesif sebagai dasar penngambilan keputusan . teori empat faktor sangat mempunyai peranan yang penting. 2.Memberikan ganjaran atas nama perseorangan 4. Kepemimpinan Fasilitatif .

Yaitu: a. Integrasi (integration). c. Penekanan pada hal-hal yang produktuif (productive emphasis). pemimpin mementingkan atau menekankan kepada hal-hal yang bersifat produktif. pemimpin membiarkan bawahan berkesempatan untuk berinisiatif. k. Struktur inisiasi (inisiation of structure). 3). Asumsi peranan (Role Assumption). Ketepatan yang bersifat prediktif (predictive accuracy). Keyakinan (persuasiveness). Dalam hal ini kepemimpinan lebih merupakan fungsi situasi dari pada sebagai kualitas pribadi. b. terlibat dalam keputusan dan berbuat. disimpulkan bahwa seseorang menjadi pemimpin bukan saja karena faktor kepribadian yang dimiliki. tetapi juga berbagai faktor situasi dan saling berhubungan antara situasi dengan . Orientasi kepada atasan (superior orientation).Bekerja secara aktif dengan perseorangan atau kelompok . Teori kepemimpinan kontingensi Teori ini dikembangkan oleh Fiedler dan Chemers. dengan mengkaji kepemimpinan dari beberapa variabel yang mempengaruhi perilaku akan memudahkan menentukan gaya kepemimpinan yang paling cocok. kesejahteraan. Pendekatan ini menitik beratkan pada berbagai gaya kepemimpinan yang paling efektif diterapkan dalam sitiasi tertentu. Perwakilan (representation). berdasarkan hasil penelitianya pada tahun 1950. i. f. e. Stogdill juga mengemukakan bahwa untuk menilai perilaku kepemimpinan ada 12 faktor yang perlu diperhatikan.Melibatkan orang lain secara tepat dalam pengambilan keputusan. d. pemimpin mampu memberikan toleransi terhadap ketidakpastian dan penundaan tanpa kekhawatiran atau gangguan. pemimpin memperlihatkan wawasan ke depan dan kecakapan untuk memperkirakan hasil yang akan datang secara akurat. Toleran terhadap ketidakpastian (tolerance of uncertainty).tumbuh . pemimpin memperhatikan ketenangan. pemimpin memelihara secara akrab jaringan organisasi dan mengatasi konflik antar anggota. j. dan kontribusi (bantuan) bawahan. g. Konsiderasi (concideration). Pendekatan situasional Pendekatan situasional hampir sama dengan pendekatan perilaku. h. dan berjuang untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi. Kedua belas faktor tersebut sangat membantu dalam menganalisa dan memperbaiki perilaku pemimpin dalam organisasi apapun. pemimpin dengan jelas mendefinisikan peranan kepemimpinan dan memberikan kesempatan bawahan mengetahui apa yang diharapkan dari mereka. pemimpin berbicara dan bertindak sebagai wakil kelompok. pemimpin memelihara hubungan ramah-tamah dengan atasan yang mempunyai pengaruh terhadap pemimpin. Menurut pandangan perilaku. pemimpin mampu menggunakan persuasi dan organisasi secara efektif serta memperlihatkan keyakinan yang kuat . Terdapat beberapa studi kepemimpinan yang menggunakan pendekatan ini antara lain: a. pemimpin secara aktif menggunakan peranan kepemimpinannya daripada menyerahkan kepemimpinan kepada yang lain. Toleransi kebebasan (tolerance of freedom). keduanya menyoroti perilaku kepemimpinan dalam situasi tertentu. Tuntutan perdamaian (reconciliation). pemimpin mendamaikan tuntutan konflik dan mengurangi ketidakteraturan dari sistem yang ada. dan merupakan kualitas yang timbul karena interaksi orang-orang dalam situasi tertentu. l.

Gaya Menjual (Selling) Gaya ini diterapkan apabila kondisi anak buah dalam taraf rendah sampai moderat. c. bagaimana. Gaya ini menekankan pada tugas. Berdasarkan ketiga dimensi tersebut Fiedler menentukan dua jenis gaya kepemimpinan dan dua tingkat yang menyenangkan. serta kekuasaan yang berasal dari organisasi. dan decicated. dan memerlukan petunjuk serta pengawasan yang jelas. karena itu tekanan utama dari teori ini terletak pada perilaku pemimpin dalam hubungannya dengan anak buah. Gaya kepemimpinan yang tepat untuk diterapkan dalam keempat tingkat kematangan anak buah dan kombinasi yang tepat antara perilaku tugas dan perilaku hubungan adalah: 1. Pertama. Kedua. Teori kepemimpinan situasional Teori ini merupakan pengembangan dari model kepemimpinan tiga dimensi yang didasarkan pada hubungan antara tiga faktor yaitu perilaku tugas. dan dimana tugas dilakukan. Dari ketiga faktor tersebut. gaya kepemimpinan yang mengutamakan hubungan kemanusiaan. Gaya kepemimpinan Reddin sama dengan jaringan manajemen yangn dimiliki empat gaya dasar kepemimpinann. perhatian pada orang dan dimensi efektifitas. . kapan. Mereka telah memiliki kemauan untuk melakukan tugas. kapan. Perilaku hubungan merupakan ajakan yang disampaikan oleh pimpinan melalui komunikasi dua arah yang meliputi mendengar dan melibatkan anak buah dalam pemecahan masalah. menurutnya ada tiga dimensi yang dapat dipakai untuk menentukan gaya kepemimpinan yaitu: perhatian pada produksi atau tugas. tingkat kematangan anak buah merupakan faktor yang paling dominan. Gaya mendikte (Telling) Gaya ini diterapkan jika kematangan anak buah rendah. serta ada 3 faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu: hubungan antara pemimpin dan bawahan. hal tersebut menunjukkan bahwa efektifitas kepemimpinan bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat kondisi yang menyenangkan dalam situasi tertentu. related. pemimpin sudah dapat mendelegasikan wewenang kepada anak buah. yaitu Integred. Adapun kematangan adalah kemampuan dan kemauan anak buah dalam mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas. 2. Gaya ini disebut menjual karena pemimpin selalu memberikan petunjuk yang banyak. tetapi belum didukung oleh kemampuan yang memadai. Menurut teori ini gaya kepemimpinan akan efektif jika disesuaikan dengan tingkat kematangan anak buah. serta mengawasi mereka secara ketat. apa yang harus diperbuat. gaya kepemimpinan yang mengutamakan tugas. Reddin menyatakan bahwa keempat gaya tersebut menjadi efektif atau tidak efektif tergantung pada situasi. Selanjutnya pada saat anak buah mencapai tingkat kematangan penuh dan sudah dapat mandiri. Teori kepemimpinan tiga dimensi Teori ini dikemukakan oleh Reddin guru besar Universitas New Brunswick Canada. perilaku hubungan dan kematangan. yaitu gaya ketika pemimpin merasa puas jika tugas bisa dilaksanakan. separated. b. Keberhasilan pemimpin bergantung baik pada diri pemimpin maupun kepada keadaan organisasi.kepemimpinan. Makin matang anak buah. sedangkan hubungan hanya dilakukan sekedarnya saja. struktur tugas. Menurut Fiedler tidak ada gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua situasi. pemimpin harus mengurangi perilaku tugas dan perilaku hubungan. Gaya ini disebut mendikte karena pemimpin dituntut untuk mengatakan apa. dan bagaimana mengerjakannya. Perilaku tugas merupakan pemberian petunjuk oleh pimpinan terhadap anak buah melalui penjelasan tertentu.

Dalam tingkat kematangan seperti ini upaya tugas hanya diperlukan sekedarnya saja. apalagi berbeda di lingkungan suatu organisasi oleh seorang pemimpin. Proses kepemimpinan pada dasarnya merupakan interaksi antara manusia dengan makhluk sosial. kepemimpinan yang efektif adalah keberhasilan pemimpin dalam memerankan fungsifungsi kepemimpinan dengan baik yang sekaligus mampu membawa para bawahan untuk melakukan tugas-tugasnya dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. . Sebab dengan kelebihan-kelebihan tersebut. Gaya ini disebut mendelegasikan karena anak buah dibiarkan melaksanakan kegiatannya sendiri. Tidak satupun cara bertindak/berbuat yang dapat digunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama. Gaya ini disebut mengikut sertakan karena pemimpin dengan anak buah bersama-sama berperan dalam proses pengambilan keputusan. maka proses kepemimpinan tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan rutin yang diulang-ulang. pemimpin bisa berwibawa dan dipatuhi bawahannya. Berdasarkan pendekatan dan teori kepemimpinan tersebut.Dalam tingkat kematanga anak buah yang seperti ini. Sedangkan berdasarkan situasinya. Terlepas dari adanya teori yang seakan-akan kontradiktif tersebut. Kepemimpinan tidak dapat dilepaskan hubungannya dengan situasi sosial yang terbentuk dan sedang berlangsung di lingkungan suatu organisasi. Fungsi Kepemimpinan Dalam kehidupan organisasi. yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada di dalam dan bukan di luar situasi itu. 3. Berdasarkan pandangan tentang sifat seorang pemimpin. maka situasi dan kondisi organisasilah yang mendorong seseorang berperan sebagai pemimpin. serta situasi dan kondisi organisasi yang dipimpinnya. Gaya melibatkan diri Gaya ini diterapkan apabila tingkat kematangan anak buah berada dalam taraf kematangan moderat sampai tinggi. Oleh karena situasi itu selalu berkembang dan dapat berubah-ubah. demikian upaya hubungan. Oleh sebab itu. masalah-masalah yang dihadapi. yang jelas bahwa pemimpin itu harus memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan anggota-anggota biasa lainnya. 4. Dari uraian tersebut diatas. Mereka mempunyai kemampuan. Sedangkan fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok/organisasi masing-masing. maka seorang pemimpin bukanlah sekedar seorang tukang atau juru. Gaya mendelegasikan Gaya ini diterapkan jika kemampuan dan kemauan anak buah telah tinggi. diperlukan tugas serta hubungan yang tinggi agar dapat memelihara dan meningkatkan kemauan yang telah dimiliki. 3. Hal ini dilakukan jika anak buah berada pada tingkat kedewasaan yang tinggi. namun upaya hubungan perlu ditingkatkan dengan membuka komunikasi dua arah. melalui pengawasan umum. tetapi kurang memiliki kemauan kerja dan kepercayaan diri. fungsi kepemimpinaan adalah sebagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. upaya tugas tidak diperlukan. Fungsi artinya jabatan (pekerjaan) yang dilakukan atau kegunaan suatu hal atau kerja suatu bagian tubuh. Dalam kematangan semacam ini. melainkan seseorang dengan sifat-sifat unggulnya harus mampu menempatkan posisinya secara efektif terhadap segala hubungan yang terjadi diantara sesama anggota atau antar kelompok. tampak adanya dua konsepsi tentang bagaimana seseorang dapat dikatakan memegang peranan sebagai pemimpin. seseorang melaksanakan kepemimpinannya karena memiliki sifat pribadi dan kemampuan sebagai pemimpin.

pemimpin kerapkali memerlukan bahan pertimbangan yang mengharuskannya berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya yang dinilai mempunyai berbagai bahan informasi yang diperlukan dalam menetapkan putusan. maka hasilnya juga akan berbeda. ³Pemimpin yang efektif akan selalu berusaha mengembangkan situasi sosial yang bersifat kebersamaan yang mampu memberikan dukungan positif terhadap keputusan yang ditetapkannya´ Fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial. 3) Fungsi partisipatif Dalam menjalankan fungsi ini pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya. Fungsi pengendalaian ini dapat diwujudkan melalui kegiatan bimbingan. Fungsi delegasi pada dasarnya berarti kepercayaan. Cara bertindak sama di lingkungan organisasi yang berbeda dengan situasi sosial yang tidak sama. pemimpin sebagai komunikator merupakan pihak yang menentukan apa. kapan. Pada tahap pertama dalam usaha menetapkan keputusan. Berkaitan dengan fungsi kepemimpinan. yang sangat dipengaruhi oleh kemampuan menganalisa situasi sosial organisasinya. Gerungan sebagaimana mengutip pendapat Ruch bahwa ada tiga fungsi utama dari pemimpin antara lain: 1. 5) Fungsi pengendalian Fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang sukses mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif. Orang-orang penerima delegasi itu harus diyakini merupakan pembantu pimpinan yang memiliki persamaan prinsip. 4) Fungsi delegasi Fungsi ini dilaksanakan dengan memberikan pelimpahan wewenang membuat dan menetapkan keputusan. sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. karena harus diwujudkan dalam interaksi antar individu dalam situasi sosial suatu kelompok/organisasi. dan dimana perintah itu dikerjakan agar keputusan dapat dilaksanakan secara efektif. baik melalui persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pimpinan. yang secara operasional dibedakan menjadi lima pokok fungsi kepemimpinan antara lain: 1) Fungsi Instruktif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Kepemimpinan yang efektif memerlukan kemampuan menggerakkan dan memotifasi orang lain agar mau melaksanakan perintah. Konsultasi itu dilaksanakan dengan maksud untuk memperoleh umpan balik untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan. pengarahan. Cara bertindak dari seorang pemimpin didasari oleh keputusan yang ditetapkannya. Keikutsertaan pemimpin harus tetap dalam fungsi sebagai pemimpin dan bukan pelaksana. Fungsi kepemimpinan tersebut memiliki dua dimensi utama yaitu kemampuan pemimpin dalam mengarahkan (direction) dan tingkat dukungan (support) dari anggota organisasi. persepsi dan aspirasi. baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya. bagaimana. Seorang pemimpin bertugas memberikan struktur yang jelas dari situasi-situasi yang rumit . Tahap berikutnya konsultasi dari pimpinan pada orang-orang yang dipimpin dapat dilakukan setelah keputusan ditetapkan dan sedang dalam pelaksanaan. dan pengawasan. tetapi dilaksanakan secara terkendali dan terarah berupa kerja sama dengan tidak mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain. 2) Fungsi konsultatif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Partisipasi tidak berarti bebas berbuat semaunya. koordinasi.Dengan demikian berarti juga suatu cara bertindak yang efektif dari seorang pemimpin tidak dapat ditiru secara tepat dengan mengharapkan hasil yang sama efektifnya oleh pemimpin yang lain.

yaitu seorang pemimpin harus bersedia menjadi kambing hitam. Seorang pengambil alih tanggung jawab. yaitu seorang pemimpin bertugas sebagai pelerai atau sebagai penengah bila dalam kelompok terdapat perselisihan diantara para anggota. 8. harapanharapan atau hal-hal yang lain. pencurahan isi hati dari para anggota kelompoknya. disadari atau tidak seorang pemimpin ikut memikul tanggung jawab segala tindakan dari yang dipimpinnya. Seorang pemimpin bertugas mengawasi dan menyalurkan perilaku kelompok yang dipimpinnya (controlling group behavior). 11. dan pemimpin juga berkewajiban untuk memulihkan kembali hubungan yang kurang baik itu. Figur seorang ayah. Seorang pemberi hadiah atau hukuman. Seorang pemimpin harus dapat merasakan dan menerangkan kebutuhan-kebutuhan kelompok yang dipimpinnya ke dunia luar. Karena itu seorang pemimpin harus peka terhadap keadaan atau situasi dalam kelompoknya. 12. 4. 13. 6. Seorang Ahli. yaitu pemimpin mewakili kelompoknya ke dunia luar kelompoknya. Seorang yang mewakili kelompok keluar. yaitu pemimpin menentukan kebijakan kelompok yang dipimpinnya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. 14. Apa yang semestinya dikerjakan oleh kelompok perlu direncanakan. 9. keadaan ini terutama akan terjadi bila kelompok yang dipimpinnya membuat kesalahan. Seorang pembuat kebijakan. Krech dan Crutchfield mengemukakan pendapat mengenai fungsi pemimpin. Seorang eksekutif.yang dihadapi oleh kelompoknya ( Structuring the situation). tujuan. 2. 10. 2. Seorang pengontrol perilaku atau hubungan para anggotanya. Seorang perencana. Sehingga diharapkan seorang pemimpin adalah seorang yang ahli dalam bidang yang dipimpinnya. hal tersebut biasanya . 7. bahwa pemimpin itu sebagai: 1. yaitu ikut berkiprah dalam mencapai tujuan kelompok. menjadi teladan baik dalam ucapan maupun dalam perilaku dari yang dipimpinnya. Kambing hitam. 3. Seorang pemimpin dalam keadaan yang diperlukan perlu memberikan hukuman atau hadiah. sehingga dalam kepemimpinannya akan sesuai dengan aspirasi yang ada dalam kelompoknya. yaitu bahwa seorang pemimpin berkewajiban mengambil alih tangguing jawab atas tindakan anggotanya. Pemimpin sebagai cerminan sifat-sifat atau kepribadian kelompok yang dipimpinnya. juga bertanggung jawab atas pelaksanaan hal-hal yang telah digariskan dalam kelompok yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus mempunyai pendirian kuat agar tidak mudah terobangambing oleh pengaruh dari luar kelompoknya. Seorang penengah atau pelerai. digariskan oleh pemimpin. 3. yaitu pemimpin sebagai sumber informasi dari anggota kelompok yang dipimpinnya. Seorang idealis. Seorang pemimpin bertugas sebagai juru bicara kelompok yang dipimpinnya (spokesman of the group). baik mengenai sikap kelompok. yaitu sebagai tempat identifikasi. 5. Seorang panutan. bahwa seorang pemimpin perlu benar-benar memahami ideologi kelompoknya. Seorang simbol dari kelompok. Ini juga berarti bahwa seorang pemimpin bertugas mengendalikan perilaku anggota kelompok dan kelompok itu sendiri. bahwa seorang pemimpin merupakan lambang dari yang dipimpinnya. yaitu seorang pemimpin harus mampu menjadi panutan. yaitu pemimpin bertugas membuat rencana kegiatan dari yang dipimpinnya.

Baginya. Dalam proses kepemimpinan selalu terlihat titik berat yang berbeda dalam mewujudkan fungsifungsi kepemimpinan. berbagai cara ditempuh oleh seorang pemimpin. yang memberikan gambaran pula tentang bentuk (tipe) kepemimpinan yang dijalankan. penafsirannya sebagai pemimpin tidak lain adalah menunjukkan dan memberi perintah. Disamping itu mungkin pula ada yang melaksanakannya dalam bentuk kombinasi. rapat hanyalah sebagai sarana untuk menyampaikan instruksi-instruksi. tidak boleh membantah ataupun mengajukan saran. Demokratis. hampir sebanyak para ahli yang melakukan penelitian. Kekuasaan pemimpin yang otokratis hanya dibatasi oleh undang-undang. Laizes faire. Tetapi untuk merumuskan apa yang menjadi fungsi kepemimpinan adalah sulit. pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap angota-anggotanya. Kesulitan ini terjadi sebab kepemimpinan menarik perhatian para ahli untuk menelitinya. mendayagunakan pengawasan sebagai alat pengendali. sama sulitnya memberikan definisi kepemimpinan itu sendiri. Diantaranya ada yang lebih mengutamakan fungsi instruktif. Fungsi kepemimpinan dalam kehidupan organisasi adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. Setiap perbedaan pendapat diantara para anggotanya diartikan . mengembangkan kerjasama yang harmonis. antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya. sehingga melahirkan penelitian kepemimpinan yang berbeda-beda. 4. Tipe Kepemimpinan Dalam menggerakkan atau memotivasi orang lain agar melakukan tindakan-tindakan yang selalu terarah pada pencapaian tujuan organisasi. Kewajiban bawahan adalah hanya mengikuti dan menjalankan. Melihat fungsi-fungsi tersebut tidaklah ringan beban yang diemban oleh seorang pemimpin. memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok.akan dilemparkan kepada pemimpin. Masing-masing penelitian berdiri sendiri tidak saling terkait sesuai dengan latar belakang konsep yang dimiliki oleh pakar. yang berikutnya partipasi dan lain-lain. Dalam melaksanakan kepemimpinannnya. mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan batas tanggung jawab masing-masing. mampu memberikan petunjuk yamg jelas. seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan atau kecakapan dan keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan kepemimpinannya. 1) Kepemimpinan Otokratis Tipe kepemimpinan ini otokratis merupakan tipe kepemimpinan yang paling tua dikenal manusia. Adapun dalam pelaksanaannya pemimpin berkewajiban menjabarkan program kerja. sehingga sudah barang tentu untuk menjadi pemimpin dituntut persyaratan-persayaratan tertentu agar dalam melaksanakan kepemimpinannnya dapat berlangsung dengan baik. berusaha mengembangkan kebebasan berfikir dan mengeluarkan pendapat. sedang yang lainnya menerapkan fungsi delegasi. Dalam kepemimpinan yang otokratis. Pemimpin yang otokratis tidak menghendaki musyawarah. Seluruh fungsi tersebut diselenggarakan dalam aktifitas kepemimpinan secara integral. cara-cara yang digunakan merupakan pencerminan sikap dan pandangan pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya. Pengetahuan dan keterampilan tersebut diperoleh dari pengalaman belajar secara teori maupun dari pengalamannnya dalam praktek selama menjadi pemimpin. berusaha menumbuh-kembangkan kemampuan memikul tanggung jawab. Perbedaan-perbedaan tersebut mengakibatkan terjadinya berbagai tipe kepemimpinan. oleh karena itu tipe ini juga merupakan yang paling banyak dikenal. Secara teoritis tipe kepemimpinan yang pokok dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: Otokratis.

Kekuasaan dan tanggung jawab bersimpang-siur. karena pimpinan tidak menyukai perubahan. Disamping itu kepemimpinan ini sering pula terlihat pada kepemimpinan diktator sebagaimana terjadi di masa Nazi Jerman dengan Hitler sebagai pemimpin yang otoriter. dan mematikan kreatifitas. Pemimpin demokratis mempunyai kepercayaan diri sendiri dan menaruh perhatian dan kepercayaan pada anggota bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. Pemberian tugas dan kerjasama diserahkan kepada anggotanya tanpa ada petujuk atau saran dari pimpinan. sehingga ucapan raja berlaku sebagai undang-undang atau ketentuan hukum yang mengikat.sebagai kepicikan. hal ini berarti bukan supervisi yang dilakukan akan tetapi sebagai inspeksi. Pemimpin tidak dapat diganggu gugat. 2) kesediaan anggota dalam melaksanakan tugas didasari oleh perasaan takut dan tertekan. Tingkat keberhasilan organisasi dengan kepemimpinan laizes faire ini disebabkan karena kesadaran dan dedikasi beberapa anggota kelompok. dengan demikian mudah terjadi kekacauan. baik balam tindakan maupun perbuatan. banyak ditemui dalam pemerintahan absolut. dalam tipe kepemimpinan laizes faire ini struktur organisasinya tidak jelas dan kabur. yaitu mencari kesalahan dari para anggotanya. Jika ada angota yang tidak taat akan diberi hukuman dan jika ada yang taat dan patuh akan diberi penghargaan bahkan dianak emaskan. 3) organisasi menjadi statis. Pemimpin demokratis dalam melaksanakan tugasnya mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari kelompoknya. Kepemimpinan dengan tipe otokratis. Pemimpin yang temasuk tipe ini sama sekali tidak memberikan kontrol dan koreksi terhadap pekerjaan anggotanya. 2) Kepemimpinan Laizes Faire Sebenarnya pemimpin dalam kepemimpinan Laises faire tidak memberikan pimpinan. berserakan diantara anggota kelompok. Dalam tindakan dan usaha-usahanya selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya. Biasanya. dari beberapa tipe kepemimpinan tersebut dapat saling mengisi. antara lain: 1) anggota akan menjadi pengekor yang tidak mampu dan tidak mau berinisiatif. selalu membangun semangat anggota kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya. dan mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya. apakah segala perintah yang telah diberikan itu ditaati atau dijalankan dengan baik oleh para anggotanya. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha menstimulasi anggotanya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama. Supervisi bagi pemimpin yang otokratis hanyalah berarti mengontrol. melainkan sebagai pemimpin di tengah-tengah anggota kelompoknya. Segala kegiatan dilakukan tanpa rencana yang terarah dan tanpa pangawasan dari pimpinan. Dalam prakteknya. Pemimpin yang demokratis selalu memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan. Kepemimpinan otoriter tersebut mempunyai dampak negatif dalam kehidupan organisasi. perkembangan biasanya datang dari para anggota. Tipe ini diartikan sebagai membiarkan orang-orang berbuat sekehendaknya. takut mengambil keputusan. pembangkangan atau pelanggaran disiplin terhadap instruksi yang telah ditetapkan. terutama . dan bukan karena pengaruh dari pemimpinnya. 3) Kepemimpinan Demokratis Pemimpin yang bertipe demokratis menafsirkan kepemimpinannnya bukan sebagai diktator. Juga kritik-kritik yang membangun dari para anggota sebagai umpan balik dan dijadikan bahan pertimbangan dalam tindakan-tindakan berikutnya.

menimbulkan dan mempertajam perselisihan. Pemimpin menyenangi hubungan yang harmonis dengan orang-orang yang dipimpinnya. Walaupun masing-masing memiliki alasan yang berbeda. 2) Tipe kepemimpinan simbol Pemimpin yang secara tradisional ini diakui sebagai simbol kebesaran kelompok/organisasi. sistematis. seorang dokter diangkat sebagai kepala rumah sakit. mengadu domba. dipercaya. Pemimpin tipe ini bekerja secra terencana. Tipe ini menunjukkan gejala bahwa seorang pemimpin selalu bersedia melakukan segala sesuatu untuk kepentingan orang banyak. 6) Tipe kepemimpinan agiator Tipe kepemimpinan agiator ini dilakukan dengan memberikan tekanan-tekanan. Pemimpin seperti ini sering kali mampu memanfaatkan pertentangan yang ditimbulkannya untuk memperoleh dukungan dari kedua belah pihak yang bertentangan. penuh pengabdian dan kesungguhan dalam menghadapi masalah dalam menjalankan kepemimpinannya. maka dapatlah disimpulkan bahwa agar seseorang dapat tampil sebagai pemimpin yang baik dan sukses dalam melaksanakan kepemimpinannya. maka semua kualitas kepemimpinan haruslah memenuhi persyaratan dan tuntunan yang diajukan oleh situasi.antara kepemimpinan otoriter dan kepemimpinan demokratis. Dengan kata lain dalam kepemimpinan masih diperlukan kepemimpinan otoriter walaupun sifatnya yang lebih lunak. menjalankan kepemimpinan di lingkungan organisasi yang bergerak di bidang yang sesuai dengan keahlian tersebut. dihormati. 5) Tipe kepemimpinan organisatoris dan administrator Tipe kepemimpinan ini berupa kemampuan membina dan mengelola kerjasama yang efektif dalam melaksanakan kegiatannya yang terarah pada tujuan yang jelas. walaupun tidak berfungsi dan kepemimpinannnya diselenggarakan oleh orang lain yang menjadi pembantunya. khususnya anggota organisasinya. dan tertib. . 1) Tipe kepemimpinan karismatik Pemimpin diterima karena kepribadiannya yang berpengaruh. Terjadinya perbedaan-perbedaan mengenai tipe kepemimpina tersebut adalah atas dasar hubungan antara pemimpin dan kelompok yang dipimpinnya. serta tipe agiator. sedia berkorban. 3) Tipe kepemimpinan pengayom Pemimpin yang ditempatkan sebagai kehormatan karena pengalaman dan posisinya dalam masyarakat. simbol. dan dipatuhi secara rela dan ikhlas sehingga diikuti pendapat dan keputusannya. terdapat beberapa tipe kepemimpinan yang sifatnya sebagai pelengkap antara lain: tipe kepemimpinan Karismatik. misalnya pemimpin dalam lingkungan partai politik. organisatoris dan administrator. pengayom. Dari beberapa tipe kepemimpinan yang utama tersebut. disegani. Berpijak dari teori dan tipe kepemimpinan tersebut. memecah belah dan menghasut anggota organisasi dengan maksud untuk memperoleh keuntungan bagi pimpinan dengan atau tanpa kelompoknya. Misalnya guru diangkat sebagai kepala sekolah. Disamping itu dalam batas-batas tertentu kepemimpinan otoriter masih sangat diperlukan dalam kegiatan mengontrol dan pengawasan. 4) Tipe kepemimpinan ahli Dalam tipe ini seorang yang mempunyai keterampilan atau keahlian profesional dalam bidang tertentu. dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan memanfaatkan masukan dari orang lain dari dalam dan luar organisasinya. Sifat otoriter tersebut diperlukan sebagai perwujudan kesatuan perintah agar tidak membingungkan. Pemimpin selalu bertindak sebagai pelopor. tipe kepemimpinan ahli.

Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksankan fungsi-fungsi kepemimpinan. Kualitas kepemimpinan kepala madrasah dalam rangka melaksanakan tugas sangatlah penting. kepala madrasah perlu memiliki kompetensi dasar yang . Robert C. Kemampuan untuk membangkitkan dan memupuk kepercayaan pada diri sendiri dan para guru serta staf sekolah. Bersifat kompleks karena madrasah sebagai organisasi yang di dalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menentukan. oleh karena laju perkembangan kegiatan/program pendidikan yang ada di setiap madrasah ditentukan oleh arahan. kepala madrasah sebagai pemimpin formal pendidikan di lingkungannya. tempat terselenggaranya pembudayaan kehidupan umat manuisia. Kepala madrasah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan madrasah sebagai organisasi yang kompleks dan unik. kepala madrasah adalah pengelola pendidikan secara keseluruhan. madrasah memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. Kepemimpinan Kunci Keberhasilan Kepala Madrasah Madrasah adalah lembaga pendidikan yang bersifat kompleks dan unik. Sedang sifat unik menunjukkan bahwa madrasah sebagai organisasi memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lainnya. c. Kedua. Bog sebagaimana dikutip Idhochi Anwar mengemukakan empat kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin pendidikan. Keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan kepemimpinan kepala madrasah. Sebagai pemimpin formal. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan. Kemampuan untuk membina dan memupuk kerja sama dalam mengajukan dan melaksanakan program supervisi. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secar efektif dan efisien. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan administrasi madrasah dengan seluruh substansinya. d. sebagaimana dinyatakan oleh Wahjosumidjo bahwa ³keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah´. Dalam satuan pendidikan. Sebagai pemimpin pendidikan.5. bimbingan serta visi dan misi yang ingin dicapai oleh kepala madrasah. b. kepala madrasah memiliki tugas untuk mengembangkan kinerja para personil terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan. kepala madrasah menduduki dua jabatan penting untuk bisa menjamin kelangsungan proses pendidikan. kepala madrasah bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pendidikan melalui upaya menggerakkan para bawahan kearah pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. dimana terjadi proses belajar-mengajar. Sebagai pengelola pendidikan. Koordinasi yang baik diantara para anggota organisasi madrasah khususnya kepala madrasah sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Pertama. Oleh karena itu sebagai pengelola. Karena sifatnya yang komplek dan unik. Ciri-ciri yang menempatkan madrasah memiliki karakteristik tersendiri. Kemampuan mengorganisasikan dan memantau staf dalam merumuskan perbaikan pengajaran di sekolah dalam bentuk program yang lengkap. serta mampu melaksanakan peranan kepala madrasah sebagai seorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin madrasah. Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada. antara lain: a. Kemampuan untuk mendorong dan mambimbing para guru serta staf agar dengan penuh kerelaan dan tanggung jawab berpartisipasi secara aktif pada setiap usaha sekolah untuk mencapai tujuan madrasah dengan sebaik-baiknya.

4) Kekuatan simbolik Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek simbolik kepemimpinan.disyaratkan. pangkat dan integritas. Siapapun yang diagkat menjadi kepala madrasah harus ditentukan melalui prosedur serta persyaratan-persyaratan tertentu seperti: latar belakang pendidikan. kekuatan manusia. Persyaratan itu adalah ketentuan untuk menduduki suatu jabatan tertentu yang mengharuskan seseorang yang mendudukinya menjalakan fungsi kepemimpinan. Prinsip-prinsip kekuatan pendidikan ini mengandunng unsur-unsur pengajaran. Prinsip kekuatan pendidikan adalah menemukan masalah pendidikan. mengadakan supervisi dan evaluasi serta pengembangan staf dan kurikulum. Memiliki ijasah yang sesuai dengan ketentuan/peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kepala sekolah/madrasah adalah jabatan pemimpin yang tidak bisa diisi oleh orang-orang tanpa didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan. Ngalim Purwanto menjelaskan bahwa syarat minimal bagi seorang kepala sekolah antara lain: 1. Prinsip kekuatan manusia ini bisa dianggap merupakan pengaturan manusia meliputi hubungan antar manusia. Kekuatan teknikal ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya pengaturan kegiatan persekolahan yang baik. Prinsip kekuatan teknikal ini bisa dikatakan sama dengan prinsip perencanaan dan manajemen. 3) Kekuatan pendidikan Kekuatan pendidikan merupakan kekuatan kepemimpinan yanng berasal dari pengetahuan mengenai permasalahan pendidikan dan persekolahan. Menpunyai pengalaman bekerja yang cukup. Ketika menunjukkan kekuatan ini kepala madrasah memainkan peranan sebagai kepala dan memberikan model bagi tujuan-tujuan dan tingkah laku yang baik. memperkuat serta mengartikulasikan nilai-nilai. kecakapan antar pribadi. usia. kekuatan simbolik. Kekuatankekuatan tersebut adalah: kekuatan teknikal. pengembangan program pendidikan dan supervisi. 2. dan kekuatan budaya. serta teknik-teknik pemberian motifasi dengan berbagai instrumen. 1) Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen dan berhubungan dengan aspekaspek teknis kepemimpinan. terutama di sekolah yang sejenis dengan sekolah . Sedangkan prinsip pengaturan manusia meliputi pemberian dukungan dan kesempatan oleh kepala madrasah kepada para guru dan pegawai lainya. 2) Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi sosial dan antar pribadi suatu madrasah yaitu unsur manusianya. kekuatan pendidikan. 5) Kekuatan budaya Kekuatan budaya merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan madrasah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu madrasah. yaitu berupa kekuatan-kekuatan kepemimpinan yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. M. kepercayaan dan segi-segi budaya yang memberikan identitas yang unik pada madrasahnya. Persyaratan-persyaratan formal tersebut bukanlah yang dimaksudkan sebagai persyaratan kepemimpinan. pengalaman. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini kepala madrasah bertindak sebagai seorang yang mendefinisikan. serta memberi tanda pada yang lain mengenai apa yang penting dan berharga bagi kegiatan persekolahan. memberi penyuluhan pada guru.

Dalam peranan sebagai pendidik. Kepala madrasah sebagai edukator Dalam melaksanakan fungsinya sebagai edukator. a) Pembinaan mental yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan sikap batin dan watak. Mempunyai ide dan inisiatif yanng baik untuk kemajuan dan pengembangan sekolahnya. Dalam hal ini faktor pengalaman akan sangat mempengaruhi profesionalisme kepala madrasah. innovator. terutama dalam mendukung terbentuknya pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanaan tuganya.yang dipimpinya. b) Pembinaan moral yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ajaran baik-buruk mengenai suatu perbuatan. Kepala madrasah profesional harus mampu memberikan dorongan agar para tenaga kependidikan terlibat secara aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olahraga. administrator. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugas masing-masing tenaga kependidikan. Sebagai edukator. Menciptakan iklim yang konduktif. bahkan diangkat dari guru yang sudah berpengalaman atau mungkin sudah lama menjabat sebagai wakil kepala madrasah. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan. 4. kepala madrasah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. moral. memberikan nasehat kepada warga madrasah. Dalam hal ini kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas secara proporsional dan profesional. terutama mengenai bidang-bidang penngetahuan dan pekerjaan yang diperlukan bagi sekolah yang dipimpinya. kesehatan dan penampilan mereka secara lahiriah. Pihak madrasah dalam menggapai visi dan misi pendidikan perlu ditunjang oleh kemampuan kepala madrasah dalam menjalankan roda kepemimpinanya. Meskipun pengangkatan kepala madrasah tidak dilakukan secara sembarangan. dan meningkatkan sedikitnya empat macam nilai yaitu: pembinaan mental. Dalam pelaksanaanya pekerjaan kepala madrasah merupakan pekerjaan berat yang menuntut kemampuan ekstra. d) Pembinaan artistik yaitu membina tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni keindahan. namun tidak dengan sendirinya membuat kepala madrasah menjadi profesional dalam melaksanakan tugas. Berbagai kasus menunjukkan masih banyak kepala madrasah yang terpaku dengan urusan-urusan administrasi yang sebenarnya bisa dilimpahkan kepada tenaga administrasi. terutama sikap dan sifat-sifat kepribadian yang diperlukan bagi kepentingan pendidikan. supervisor. memajukan. kepala madrasah harus berusaha menanamkan. 3. dan motivator. fisik dan artistik bagi para guru dan staf di lingkungan kepemimpinanya. memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan. serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik. c) Pembinaan fisik yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yanng berkaitan dengan kondisi jasmani atau badan. kepala sekolah/madrasah sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai edukator. leader. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan dimadrasahnya. Mempunyai keahlian dan berpengetahuan luas. Memiliki kepribadian yang baik. a. manajer. Pengalaman semasa menjadi . 5. baik yang diprogramkan di sekolah maupun yang diselenggarakan oleh masyarakat sekitar. Kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat kepada seluruh warga madrasah.

Seorang diplomat 8.guru. Bekerja dengan dan melalui orang lain 2. Dikatakan suatu proses. karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. yang diwujudkan dalam kemampuan menyusun program sekolah. Seorang politisi 7. demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. pembiayaan dan evaluasi. penyusunan dan pendokumenan seluruh program pengajaran. Kepala madrasah sebagai supervisor Kegiatan utama pendidikan di madrasah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. berfikir secara realistik dan konseptual 5. mengelola administrasi kearsipan. Dalam ranngka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala madrasah dalam melaksanakan pekerjaanya. Sesuai dengan yang ditetapkan dalam penilaian kinerja kepala madrasah. Menurut Stoner sebagaimana dikutip Wahjosumidjo. dan mendayagunakan sumberdaya madrasah secara optimal. kepala madrasah harus memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinanya dengan baik. ada delapan macam fungsi seorang manajer yang perlu dilaksanakan dalam organisasi. menjadi wakil kepala madrasah. mengorganisasi. memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya. dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program madrasah. pengkoordinasian. organisasi personalia. Adapun fungsi pokok dari administrasi pendidikan seperti diungkap oleh Purwanto adalah perencanaan. Oleh karena itu salah satu tugas kepala madrasah adalah sebagai . Pengambil keputusan. kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk menngelola kurikulum. Secara spesifik. supervisi. Adalah juru penengah 6. b. mengelola administrasi peserta didik. memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Dengan waktu dan sumber yang terbatas mampu menghadapi berbagai persoalan 4. komunikasi. pengorganisasian. mengelola administrasi personalia. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama yang kooperatif. Kepala madrasah sebagai manajer Manajemen pada hakekatnya merupakan suatu proses merencana. yaitu: 1. Bertanggunng jawab dan mempertanggung jawabkan 3. mengelola administrasi sarana dan prasarana. d. c. kepegawaian. memberdayakan tenaga kependidikan. dan mengelola administrasi keuangan. sehingga seluruh aktifitas organisasi madrasah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektifitas pembelajaran. Kepala madrasah sebagai administrator Kepala madrasah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktifitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan.

sesuai dengan bidangnya masing-masing. Pengawasan dan pengendalian ini merupakan kontrol agar kegiatan pendidikan di madrasah terarah pada tujjuan yang telah ditetapkan. Bersama para guru berusaha mengembangkan. staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing-masing. Kepala madrasah sebagai leader Kepala madrasah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk. Kepemimpinan adalah satu kekuatan penting dalam rangka pengelolaan. e. bahan pengajaran dan metodemetode mengajar serta evaluasi pengajaran. dikemukakan bahwa supervisi adalah: Segala usaha pejabat sekolah dalam memimpin guru-guru dan tenaga kependidikan lainya. dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku. Secara umum kegiatan atau usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sesuai dengan fungsinya sebagai supervisor antara lain: 1. Selain itu juga harus memberikan bimbingan dan mengarahkan para guru.supervisor. Mulyasa dari Carter Good¶s Dictionary of education. pengetahuan profesional. Pengawasan dan pengendalianjuga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar para tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya. pengawasan. keahlian dasar. Keberhasilan kepala madrasah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh: meningkatnya kesadaran tenaga kependidikan untuk meningkatkan kinerjanya dan meningkatnya keterampilan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya. 4. arahan. Wahjosumidjo mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang mencakup kepribadian. termasuk menstimulasi. meyeleksi pertumbuhan dan perkembangan guru-guru. oleh sebab itu kemampuan memimpin secara efektif merupakan kunci keberhasilan kepala madrasah. 3. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. dan atau menngirim mereka untuk mengikuti penataran-penataran. Membina hubungan kerja sama anatara sekolah dengan masyarakat dan instansi-instansi lain dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. menyediakan perpustakaan sekolah. Kepala madrasah dalam menjalankan tugasnya sebagai supervisor harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan. Sebagaimana kutipan E. untuk memperbaiki pengajaran. 6. pengalaman. 2. Membangkitkan dan meranngsang para guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya. Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan para guru dan pegawai sekolah. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. antara lain dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok. dan merefisi tujuan-tujuan pendidikan. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media insruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar. Membina kerjasama yang baik dan harmonis diantara para guru dan pegawai sekolah lainya. Jika jumlah guru cukup banyak. membuka komunikasi dua arah dan mendelegasikan tugas. mencari. staf . menyeleksi. 5. Kepala madrasah sebagai seorang pemimpin harus mampu mendorong timbulnya kemauan yang kuat dengan penuh semangat dan percaya diri para guru. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. seminar. maka kepala madrasah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru senior untuk melaksanakan supervisi.

yaitu memberikan perhatian secara sistematik dan terus menerus terhadap siklus kegiatan antara lain. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. sebagai keberhasilan madrasah diperlukan adanya kepemimpinan kepala madrasah yang profesional. pemempatan. penghargaan secara efektif. 4. dan menyenangkan. pengaturan suasana kerja. Mulyasa mengungkapkan beberapa prinsip yang dapat diterapkan kepala madrasah untuk mendorong tenaga kependidikan agar mau dan mampu meningkatkan profesionalismenya. menunjukkan bahwa kepala madrasah memperhatikan mereka. sekaligus mampu mencari. dorongan. rasional dan obyektif. mencari gagasan baru. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan. Para tenaga kependidikan harus selalu diberitahu tentang hasil dari setiap pekerjaanya. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Pemberian hadiah lebih baik daripada hukuman. Kepala madrasah sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara melakukan pekerjaanya secara konstruktif. Peningkatan kualitas dan profesionalisme kepala madrasah perlu dilaksanakan secara terus menerus dan terencana dengan melihat permasalahan-permasalahan dan keterbatasan yang ada. memberikan rasa aman. evaluasi terhadap kepala sekolah. Antara lain. seleksi. disiplin. 1. disiplin. dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar. Para tenaga kependidikan akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik. 3. menemukan. f. Pada saat ini masalah ke-kepala sekolahan merupakan suatu peran yang menuntut persyaratan kualitas kepemimpinan yang kuat. dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. pragmatis. terdapat cara yang perlu dilaksanakan. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya. Motivasi dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. mengatur pengalaman sedemikian rupa sehingga setiap pegawai pernah memperoleh kepuasan dan penghargaan. 2. Kepala madrasah sebagai motivator Sebagai motivator. serta adaptabel dan fleksibel. mengintegrasikan setiap kegiatan. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada para tenaga kependidikan dan para tenaga kependidikan dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. 5. pengangkatan. Peningkatan profesionalisme kepala madrasah harus merupakan proses keseluruhan dalam suatu . Dalam usaha melakukan pembinaan kepala madrasah. Kepala madrasah sebagai inovator Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator. g. rekruitmen. kreatif. Kunci keberhasilan suatu madrasah pada hakekatnya terletak pada efektifitas dan efisiensi penampilan kepala madrasah. Bahkan telah berkembang menjadi tuntutan yang meluas dari masyarakat.dan siswa serta memberikan dorongan memacu dan berdiri di depan demi kemajuan dan memberikan inspirasi sekolah dalam mencapai tujuan. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di madrasah. dan melaksanakan berbagai pembaharuan di madrasah. pembinaan. keteladanan. Segala bentuk kegiatan sekolah perlu diarahkan kepada peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan agar dapat berkembang dan maju sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan zaman.

Hakekat Prestasi Kerja Guru Prestasi adalah hasil karya yang telah dicapai seseorang dalam melaksanakan pekerjaanya yang dengan adanya usaha untuk meningkatkan mutu dari pada hasil pekerjaanya. Mulyasa sebagai berikut: 1. membudaya baik dari personil maupun bagi peserta didik. Mengadakan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah dan memberikan masukan kepada kepala sekolah mengenai penyelenggaraan sekolah. sebagaimana dikemukakan oleh E. berarti juga kinerja. kesatuan waktu. Dari pengertian tersebut pada dasarnya terdapat tiga prinsip utama prestasi kerja. Jadi prestasi kerja/kinerja merupakan hasil dari perbuatan seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya. Lebih lanjut S. para guru. kepemimpinan madrasah yang kuat. Kepala madrasah profesional dalam pelaksanaan fungsinya akan memberikan dampak posotif dan perubahan yang cukup mendasar dalam pembaharuan sistem pendidikan di madrasah. B. Prestasi Kerja Guru 1. human or otherwise´ Maksudnya bahwa kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. sedangkan August W.P. yang bersama kepala madrasah memilikki tanggung jawab terhadap perkembangan madrasah. kemauan untuk berubah serta evaluasi dan perbaikan yang berkelanjutan demi sukses dan lancarnya program madrasah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Dampak tersebut meliputi efektifitas pendidikan. Siagian memberikan definisi prestasi adalah kemampuan memperoleh out put yang sebesarbesarnya dari sarana dan prasarana yang ada dengan menghasilkan luaran (out put) yang optimal. sehingga sistem penilaian tersebut akan menjadikan suatu alat untuk lebih meningkatkan prestasi kerja . Sehingga prestasi kerja guru lebih merupakan kesanggupan guru dalam melaksanakan tugas pekerjaannya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. kerjasama yang kompak. Menciptakan suatu iklim yang kondusif sehingga memungkinkan kepala sekolah berdiskusi dengan kepala sekolah lain untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kaitanya dengan peningkatan kualitas pendidikan. dan ukuran waktu. baik kepala sekolah. Smit menyatakan bahwa kinerja adalah ³ «out drive from processes. karena pengawas sekolah dalam melaksanakan upaya peningkatan profesionalisme cnderung kuranng memperhatikan ideide baru yang berkembang di masyarakat. bermutu dan tepat sasaran. pelaksanaan kerja. Prestasi kerja sebagaimana dijelaskan oleh Sudarmayanti. Dengan demikian prestasi kerja guru adalah hasil yang telah dicapai guru dalam menjalankan pekerjaannya. yaitu hasil yang lebih baik. Dalam penilaian prestasi kerja.organisasi madrasah. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para kepala sekolah untuk melanjutkan pendidikanya dalam rangka menunjang karier dan meninngkatkan kemampuanya. 4. jangka panjang. berjalan dengan nyata. pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif. 2. dan pegawai lainya. Setiap tenaga kependidikan. pencapaian kerja. . seharusnya dilakukan dengan melihat berbagai segi. Memberikan perhatian dan jalan keluar atas segala permasalahan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. bahwa apa yang dilakukan adalah dalam rangka peninngkatan profesionalisme kepala madrasah serta pencapaian mutu dan prestasi belajar. maupun peserta didik dituntut untuk memiliki kepedulian yang muncul secara integral. atau hasil kerja/ unjuk kerja/ penampilan kerja. 3. Upaya peningkatan mutu sekolah dan profesionalisme kepala madrasah tidak terlepas dari peran pengawas sekolah selaku pimpinan pendidikan. Usaha-usaha yang dilakukan pengawas sekolah/madrasah dalam mengembangkan profesional kepala madrasah. Hal ini penting.

Mitchell menyatakan bahwa kinrja meliputi beberapa aspek. Kelebihan dan kekurangan yang ada dapat merupakan cambuk bagi kemajuan-kemajuan para guru mendatang. 4. Karyawan akan mempunyai taraf kehidupan yang lebih tinggi apabila melihat bahwa organisasi mereka bersedia menginvestasi waktu dan sumber daya yang lain untuk pengembangan-pengembangan orang-orangnya. Jika dikaitkan dengan tenaga kependidikan. proptness. paling tidak akan memberikan keuntungan bagi sekolah pada umumnya. yaitu quality of work. Standar dapat pula dipandang dan dijadikan ukuran dalam mengadakan pertanggung jawaban terhadap sesuatu yang telah dilakukan. Disamping kelima aspek tersebut. dan bena-benar dapat membantu meningkatkan prestasi kerja sekaligus juga meningkatkan loyalitas organisasi dari para anggota organisasi tersebut. Kinerja sangat terkait dengan produktifitas. Sedangkan pokok-pokok atau hal-hal yang diperlukan dalam suatu sistem penilaian prestasi kerja menurut TV Rao adalah sebagai berikut: 1. Hasil kerja guru pada gilirannya dipengaruhi oleh kinerja guru. . maka prestasi kerja guru merupakan hasil yang telah dicapai guru dengan menunjukkan efektifitas. 2. sebab apabila penilaian prestasi kerja tersebut dilakukan dengan baik. capability. 3. initiative.yang dihasilkan. Mitchell juga mengatakan bahwa untuk mengadakan pengukuran terhadap kinerja seseorang dapat berdasarkan formula ³Performance = Ability X Motivation´. efisiensi serta kualitas kerja guru. kaitannnya dengan pekerjaan atau jabatan yang telah dipercayakan kepada seseorang. pada penerapannya kinerja guru merupakan hubungan antara kemampuan yang dimiliki guru dengan motivasi yang ada pada guru tersebut. tertib. Karyawan akan bekerja keras apabila mereka merasa diperlukan dalam organisasi. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka dipercaya dan diperlakukan dengan hormat. Oleh sebab itu upaya untuk mengadakan penilaian terhadap kinerja/ prestasi kerja suatu lembaga atau organisasi merupakan hal yang sangat penting. Apabila hal ini dilakukan di sekolah. 6. orang yang tinggi abilitynya tetapi rendah motivasinya akan menghasilkan kinerja yang rendah. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka merasa bahwa organisasi menyediakan peluang bagi prestasi mereka untuk dihargai dan diberi ganjaran. 5. Dalam mengadakan penilaian terhadap pekerjaan seseorang perlu ditetapkan standar kinerja atau standar performance. Dari pernyataan tersebut jelas bahwa kinerja merupakan hasil interaksi antara motivasi dengan ability (kemampuan). 7. dan sejauh mungkin mempergunakan kemampuan mereka. dan bagi guru khususnya akan mengetahui sampai dimana dan bagaimana prestasi kerjanya dinilai oleh atasan atau tim penilai. Standar kerja perlu dirumuskan sebagai tolok ukur dalam mengadakan perbandingan antara apa yang telah dilakukan dengan yang diharapkan. and comunication. karena kinerja merupakan indikator dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai tingkat produktifitas yang lebih tinggi dalam suatu organisasi. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mulai mengalami keberhasilan dalam tugastugas yang mereka laksanakan. penilaian prestasi kerja guru pada dasarnya merupakan penilaian yang sistematik terhadap penampilan guru sendiri dan terhadap taraf potensi guru dalam upayanya mengembangkan diri untuk kepentingan madrasah. Kelima aspek tersebut dapat dijadikan ukuran dalam mengkaji tingkat kerja seseorang. demikian halnya orang yang bermotivasi tinggi tetapi abilitynya rendah. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mengetahui bahwa organisasi mereka berkembang. karyawan bekerja lebih baik apabila mereka merasa jelas mengerti apa yang diharapkan dari mereka dan apabila sesekali mereka berwenang mengubah harapan-harapan itu.

alat dan media pembelajaran serta evaluasi pembelajaran. Dalam proses pembelajaran terkandung beberapa komponen. . Kebutuhan berprestasi adalah salah satu faktor yang menimbulkan motivasi yang merupakan unsur terpenting dalam menentukan prestasi seseorang atau produktifitas kerja. seorang guru dituntut untuk mempunyai berbagai kemampuan dan kompetensi profesional. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. guru juga diberi tanggung jawab atas profesi yang disandangnya. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif. yang nantinya dapat dipergunakan dalam kenaikan pangkat´. Callahan and Clark mengemukakan bahwa motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah tujuan tertentu. Kebutuhan berprestasi merupakan kebutuhan manusia untuk melakukan sesuatu karya yang berprestasi atau yang lebih baik dari karya orang lain. Sebagai pendidik profesional. c.2. . karena prestasi kerja guru dihargai dalam bentuk angka kredit. dirumuskan 10 ciri suatu profesi yaitu: a. Peningkatan Prestasi Kerja Guru Peningkatan prestasi kerja guru identik dengan kemampuan melaksanakan tugas guru serta meningkatnya motivasi kerja. Untuk dapat mengembangkan semua komponen tersebut secara baik. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. Kebutuhan manusia menurut Mc Celland adalah terpusat pada satu kebutuhan yakni kebutuhan berprestasi. Uzer Usman adalah kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh seorang guru melalui pendidikan dan latihan. antara lain tujuan pembelajaran. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan prestasi kerja. Mengacu pada pendapat tersebut bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu aktifitas. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. Tanggung jawab tersebut pada gilirannya akan memberikan kepuasan dan merupakan faktor motivasi untuk berprestasi. yang terjadi pada saat tertentu. Tingginya motivasi kerja guru dipengaruhi oleh persepsi mereka atas kemampuan melaksanakan tugas. Dengan demikian. Memiliki fungsi dan signifikansi sosial. mempunyai perhatian. para guru akan berprestasi dan melakukan pekerjaannya dengan baik apabila ada motivasi dalam dirinya yang berupa kebutuhan untuk meningkatkan prestasinya. Dengan kata lain para guru akan melakukan semua pekerjaannya dengan baik apabila ada faktor pendorong atau motivasi. Motivasi merupakan unsur penentu yang mempengaruhi perilaku yang terdapat dalam setiap individu. Dengan sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. pengertian-pengertian tersebut mengandung maksud yang sama yaitu merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. b. Apabila guru memiliki motivasi positif maka ia akan memperlihatrkan minat. Memiliki keahlian/keterampilan teretentu. Dan masih banyak pengertian lain dari kompetensi guru. Pengertian kompetensi guru menurut Moh. yang diselenggarakan oleh PPs IKIP Bandung tahun 1990. metode pembelajaran. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara profesional. terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sempat dirasakan atau mendesak. Faktor yang berpengaruh terhadap motivasi kerja sebagaimana dikemukakan oleh Herzberg adalah ³ sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. Kompetensi pada dasarnya menunjuk pada kecakapan atau kemampuan untuk mengerajakan suatu pekerjaan.

Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. 3. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi tersebut dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas-tugas pendidikan formal profesional dan menganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. Seluruh operasionalnya. kompetensi profesional. e. Seorang guru yang profesional harus berpegang teguh kepada kode etik profesional. Ciri-ciri tersebut ditunjukkan untuk profesi pada umumnya. sebab masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. g. maka dengan melihat ciri-ciri tersebut. ciri tersebut belum dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para guru. Ia benar-benar seorang ahli dalam bidang ilmu yang diajarkan. i. 7. 10. khusus untuk profesi seorang guru dalam garis besarnya ada tiga yaitu: a. Pengelolaan kelas. Berkenaan dengan kemampuan atau kompetensi yang perlu dimiliki oleh seorang guru. akan tetapi secara praktis sesungguhnya ketiga kompetensi tersebut tidak mungkin dapat dipisahkan. Seorang guru yang profesional harus memiliki kemampuan menyampaikan atau mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada para siswa secar efektif dan efisien. Nana Sudjana mengemukakan kompetensi yang harus dimiliki guru antara lain: kompetensi pribadi. guru yang terampil mengajar harus pula memiliki pribadi yang baik dan mampu melakukan pengembangan dalam masyarakat. Aplikasi dan sosialisasi niai-nilai profesional. 5. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. Pada sisi lain. j. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. kompetensi sosial/ kemasyarakatan. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas profesinya. untuk itu seorang guru harus memiliki ilmu keguruan. Memang dalam ini sukar dihindari. Diantara ketiga jenis kompetensi tersebut saling menjalin secara terpadu dalam diri guru. c. 8. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. Pengelolaan program belajar-mengajar. Lebih lanjut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan merinci kemampuan atau kompetensi yang harus dimiliki guru dalam 10 kemampuan yaitu: 1. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran. f. Memiliki kode etik. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. 6. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. b. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keilmuannya. 2. mengingat banyaknya jenis pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. atau antara pendidikan profesional dengan non profesional.d. Pengelolaan interaksi sumber belajar-mengajar. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga non profesional pendidikan yang melaksanakan tugas-tugas pendidikan. Memiliki tanggung jawab profesional. h. 9. . Penilaian prestasi siswa. 4. atau setiap orang bisa mendidik. Seorang guru yang profesional harus menguasai bidang ilmu pengetahuan yang akan diajarkan dengan baik. Secara teoritis ketiga kompetensi tersebut dapat dipisah-pisahkan. Kebebasan untuk memberikan keputusan dalam memecahkan masalah dalam lingkungan kerjanya.

maka semakin jelas bahwa faktor kompetensi dan faktor motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan prestasi kerja guru. b. Perilaku instrumental merupakan tugas-tugas yang diorientasikan dan secara langsung diklarifikasikan dalam peranan dan tugas-tugas para guru. dekat. Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif. Jika guru rendah pada salah satu komponen. Dalam kaitan ini. penghargaan dan persepsi. Mampu memberdayakan guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. Kepemimpinan kepala madrasah yang efektif dapat dilihat berdasarkan kriteria-kriteria berikut ini: a. Dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. baik sebagai individu maupun kelompok. penyesuaian diri tehadap suasana kerja dan kepribadian. serta menggunakan pelaksanaan aturan sebagai alat untuk menegakkan . Bekerja dengan tim manajemen. Perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat. kompetensi adalah mutlak dimiliki dan dikuasai oleh setiap guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lainnya. pembinaan disiplin tenaga kependidikan. Keterpaduan itu tercermin dari adanya integritas antar penguasaan bahan ajar. C. Mempu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif. e. pemberian motivasi. fondasi profesional kependidikan. maka prestasi kerjanya akan rendah pula. a. Upaya atau kiat-kiat yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru antara lain melalui. proses. dan penuh pertimbangan terhadap para guru.Penerapan kompetensi tersebut menekankan penting adanya kinerja terpadu oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya. f. Prestasi kerja guru merupakan perkalian antara kemampuan guru dalam mengajar dan motivasi. c. Kompetensi profesional merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menunjang fungsi dan peranan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Sejalan dengan hal tersebut. penentu arah kebijakan madrasah yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan madrasah dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. Seorang pemimpin harus mampu menumbuhkan displin. dan produktif. terutama disiplin diri. Sehingga dalam peningkatan prestasi guru harus diikuti pula peningkatan dalam kemampuan dan peningkatan motivasi. Pembinaan disiplin. Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru Kepala madrasah merupakan motor penggerak. kepala madrasah harus mampu membantu para guru mengembangkan pola dan meningkatkan standar perilakunya. lancar. Perilaku kepala madrasah yang positif dapat mendorong dan memotivasi guru untuk bekerja sama dan meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan. d. sehingga kepala madrasah dituntut untuk mempunyai taktik atau kiat yang tepat dan senantiasa meningkatkan efektifitas kinerjanya. Prestasi kerja guru yang rendah merupakan hasil dari kemampuan yang rendah dan motivasi yang rendah. Dengan demikian. sebagai individu dan sebagai kelompok.

Pemberian motivasi Keberhasilan suatu organisasi atau lembaga dipengaruhi oleh berbagai faktor. Memberikan peringatan yang cukup sebelum memberikan hukuman. dan ingat bahwa pendisiplinan tidak untuk memperkuat perilaku yang jelek. Paul Harsey mengemukakan bahwa pemimpin dalam mendisiplinkan seseorang hendaknya jangan terlalu emosi. tetapi juga dalam psykisnya. jangan menyerang pribadi. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu mendisiplinkan seseorang. para guru akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat. tetapi tidak diharapkan sikap yang otoriter. Dengan diperolehnya kepuasaan dalam memenuhi keinginan dan cita-cita hidupnya. bersikap adil. Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik. Motivasi merupakan salah faktor yang cukup dominan dan dapat mengerakkan faktor-faktor yang lain kearah efektifitas kerja. tepat waktu. 5. Menggunakan segala macam hukuman secara tepat. spesifik. Mengacu pada pendapat tersebut. Sudjana menyatakan bahwa motivasi adalah upaya membangkitkan keinginan seseoran atau kelompok sehingga ia atau mereka berbuat sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara pribadi memberikan peringatan tertentu pada bawahan. misalnya motivasi. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. b. yang patut diteladani. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif. dapat dikatakan bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga/organisasi. baik yang datang dari dalam maupun dari lingkungan. yang satu sama lainnya berbeda. konsisten.. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong. mempunyai perhatian. Setiap guru memiliki karakteristik khusus. Mencari bukti sebelum menjatuhkan teguran dan hukuman. Wahjosumidjo memberikan beberapa petunjuk yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan disiplin antara lain: 1. karena merasa kesejahteraan material dan spiritual terpenuhi. Selalu memelihara harga diri kepala sekolah. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan kerja. Sedangkan kepala sekolah sebagai pengemban ketertiban. oleh dan untuk guru. yakni dari. Motivasi dapat merupakan upaya pemimpin untuk memberikan dorongan kepada pihak yang dipimpin atau pelaksana kegiatan supaya pihak yang dipimpin mengarahkan perbuatannya dengan menggunakan potensi yang ada pada dirinya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu dalam membina disiplin perlu berpedoman pada sikap tersebut.displin. ia akan memperlihatkan minat. 6. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya. 4. Oleh sebab . H.D. jangan mengancam. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. Mengelola disiplin secara tepat dan konsisten. 2. Lebih lanjut Lazaruth mengatakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja seseorang dalam organisasi adalah perasaan puas. 3. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. Oleh karena itu. 7. Peningkatan profesionalisme guru perlu dimulai dengan sikap demokratis. Memberikan informasi yang lengkap terhadap bawahan tentang peraturan dan hukuman bagi yang melanggar.

kepala madrasah dapat menggunakan langkahlangkah sebagaimana disarankan oleh Douglas Dunn berikut ini: 1. Dengan penghargaan guru akan terangsang untuk meningkatkan kinerja yang positif dan produktif. Memberikan pengakuan terhadap kegiatan dan orang yang dimotivasi. Latar penelitian yang dipilih adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan . Ing Madya Mangun Karsa. Penghargaan ini akan bermakna apabila dikaitkan dengan prestasi guru secara terbuka sehingga setiap guru memiliki peluang untuk meraihnya. Memberikan penghargaan melalui komunikasi. Langkah-langkah tersebut dilakukan oleh penggerak yaitu kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan secara bertahap dan berangkai. dalam kaitan ini kepala madrasah dituntut untuk berusaha mamahami keinginan-keinginan dan cita-cita para guru atau bawahan serta berusaha memenuhinya. Persepsi yang baik akan menumbuhkan iklim kerja yang kondusif serta sekaligus akan meningkatkan produktifitas kerja. Persepsi Persepsi adalah kecakapan untuk cepat melihat dan memahami perasaan-perasaan. Kepala madrasah merupakan komponen yang sangat penting dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan. Tut Wuri Handayani (di depan menjadi teladan. Menghindari resiko. Mengatasi suatu konflik.itu. 3. 4. Menjelaska dan mengkomunikasikan tujuan motivasi. sabar dan penuh pengertian. di tengah membina kemauan. penelitian ini termasuk kelompok penelitian kancah atau lapangan. Dalam usaha mendorong para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan atau pekerjannya dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. 8. dan kebutuhan-kebutuhan anggota kelompok. 6. Kepala madrasah perlu menciptakan persepsi yang baik bagi setiap tenaga kependidikan terhadap kepemimpinan dan lingkungan madrasah. Menyelenggarakan pertemuan untuk merangsang pihak yang dimotivasi. di belakang menjadi pendorong)´ BAB III METODE PENELITIAN B. dimulai dari langkah pertama sampai dengan langkah terakhir. agar para guru beserta pegawai lainnya akan meningkatkan kinerjanya. Pendekatan Dan Jenis Penelitian. Penghargaan Penghargaan sangat penting untuk meningkatkan kegiatan yang produktif dan mengurangi kegiatan yang kurang produktif. d. Kepala madrasah harus menjadi contoh. 5. dalam kaitannya dengan peningkatan prestasi kerja guru. Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madarasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan kinerja guru dan berdasarkan tempat penelitiannya. kepala madrasah bertanggung jawab mengarahkan apa yang baik untuk anggotanya sedangkan dia sendiri harus berbuat baik. 2. Melihat keadaan diri sendiri. Menjelaskan alasan motivasi. agar tidak menimbulkan dampak negatif. c. 7. Penggunaan penghargaan ini perlu dilakukan secara tepat dan efektif. sikap-sikap. 9. Mendengarkan informasi dari yang dimotivasi. Fungsi kepala madrasah hendaknya diartikan seperti motto Ki Hajar Dewantara yaitu ³ Ing Ngarsa Sung Tulada.

penulis sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. dan memeriksa suatu gejala tertentu. C. penelitian yang dilakukan ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. 3) menggunakan metode kualitatif. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada unit tersebut. 7) lebih mementingkan proses dari pada hasil. 9) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data. selama pengumpulan data dari subyek penelitian di lapangan peneliti menempatkan diri sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Adapun studi kasus merupakan kajian dari suatu penelitian yang terdiri dari suatu unit secara mendalam. Semua karakteristik dari variabel yang diteliti dalam penelitian ini dideskripsikan sebagaimana adanya tanpa ada perlakuan atau pengendalian secara khusus. ³dalam pendekatan kualitatif.Udanawu Blitar.00 Wib. Kehadiran peneliti berlangsung beberapa bulan yang dilaksanakan dua sampai tiga kali dalam seminggu menyesuaikan dengan kesibukan peneliti. 11) hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama.. Berdasarkan dari taraf pembahasan masalah. Peran instrumen sekaligus pengumpul data. 6) data yang dikumpulkan berupa kata-kata. gambar dan bukan angka-angka. Penulis secara resmi memberikan izin penelitian dari INSURI Ponorogo kepada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada tanggal 4 Mei 2009. Penulis menyerahkan . Sedangkan pendekatan yang digunakan menurut jenisnya datanya. Penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor sebagaimana dikutip Moleong adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. 2) peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data. dimulai jam 07. penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Kehadiran Peneliti Untuk memperoleh data sebanyak mungkin dan mendalam selama kegiatan di lapangan. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dilakukan. Sejalan dengan pandangan tersebut. juga mempertahankan keutuhan dalam rangka mempelajari tentang obyek dan subyek sebagai suatu keseluruhan yang terintegrasi. 4) analisis data dilakukan secara induktif. Dalam menggunakan studi kasus ini terdapat manfaat yang dapat diambil yaitu: 1) peneliti dapat melakukan penelitian secara mendalam dengan memperhatikan keadaan sekarang. 2) kesempatan untuk memperoleh wawasan mengenai konsep-konsep dasar dan tingkah laku manusia. masa lampau. sampai selesai dengan mencari celah-celah kesibukan dari subyek yang dikehendaki tanpa menganggu aktivitas formal mereka. latar belakang dan lingkungannya. 10) desain tidak disusun secara ketat namun disesuaikan di lapangan dan bersifat sementara. Selain itu Moleong mengungkapkan karakteristik pokok dari penelitian kualitatif antara lain: 1) penelitian dengan latar alamiah. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiayah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotifasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. 5) lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori substantif yang berasal dari data. Penelitian ini berusaha mengungkap secara mendalam dan menjawab dari fokus penelitian yaitu tentang bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. 8) adanya batas yang ditentukan oleh fokus. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. peneliti realisasikan dengan meneliti Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar secara langsung.

Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 4. peraba. E. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan. angka. Selama dilapangan. 5. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. kegiatan belajar-mengajar. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´. dokumen yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar F. menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Dan tidak sedikit yang dikirim ke tingkat kabupaten bahkan ke tingkat proponsi . Dalam penelitian ini personnnya adalah kepala madrasah. diantara prestasi yang dimiliki adalah sudah bertahun tahun para siswa selalu lulus 100 %. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. D.Ag selaku Kepala madrasah. catatan-catatan. peneliti berperan sebagai pengamat partisipasi. kinerja. pada tahun 2006 dan 2007 Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dapat meraih juara umum pada PORSENI tingkat kecamatan. Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip. . meliputi fasilitas gedung.surat izin tersebut kepada Bapak Darmaji S. 4. pendengaran. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. Lokasi Penelitian Dipilihnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagai latar penelitian pada penelitian ini. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. place paper. dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai prestasi yang membanggakan. kondisi lokasi. Hal ini dilakukan supaya peneliti bisa diterima dengan sepenuh hati dan bisa menyatu dengan subyek yang diteliti. senantiasa menghindari segala sesuatu yang dipandang bisa merugikan subyek dan mengganggu lingkungan pembelajaran. karena madrasah ini merupakan madrasah negeri yang berada dibawah naungan Departemen Agama Kabupaten Blitar dan bekerja sama dengan Yayasan Al-Qodiriyah. penciuman. dan pengecap. simbol-simbol dan lain-lain. gambar. Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan. aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 6. dan pada mulai tahun 2008 dipercaya oleh DEPAG dan diberi piagam penghargaan untuk merintis madrasah bersetandar nasional. Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera.

Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian. kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. keadaan madrasah. tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif. didengar. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. partisipan dan informan. Pada penelitian. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. 5. Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting. menafsirkan serta meramalkan´. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. ³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. sarana dan prasarana. . setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data. Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran. surat bukti. kategori. Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. d. 6. yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. b. G. dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Aliyah Ma¶arif Bakung Udanawu Blitar. Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. Informasi tersebut misalnya. jika ternyata responden mengalami kesulitan menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. Analisis Data Dalam suatu penelitian.Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis. dan satuan uraian dasar. c.

a. Mereduksi data dalam konteks penelitian yang dimaksud adalah merangkum. secepatnya peneliti berusaha mengambil kesimpulan mulai dari awal pengumpulan data. b. Hal ini data yang telah dikumpulkan. Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu Reduksi Data. grafik dan matrik. paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian. bagan. maka untuk membahas analisa data yang bersifat kualitatif. Analisis diskriptif Analisis diskriptif yaitu penyajian data dengan menganalisa data yang diperoleh itu guna mencapai pada suatu maksud. Penarikan kesimpulan Menurut chasan bisri dlam bukunya ³ metodologi penelitian´ dijelaskan bahwa menarik kesimpulan bahwa menarik kesimpulan penelitian selalu mendasarkan dari atas semua data yang diperoleh dalam kegiatan penelitian. b. mengfokuskan pada hal-hal yang penting. memilih hal-hal yang pokok. Bila pola-pola yang ditemukan telah didukung oleh data selamaa penelitian berlangsung. penulis menggunakan Metode induktif Metode induktif digunakan untuk mengolah data dengan cara mengumpulkan data yang dibutuhkan kemudian akhirnya ditarik suatu kesimpulan dan diperoleh suatu kebenaran. setelah data dikumpulkan kemudian diolah dan disajikan dengan menggunakan pola sebagai berikut : a. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. Dengan demikian data yang telah direduksikan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya. c. membuat kategori. Informasi diskriptif Informasi diskriptif adalah penyajian data dengan memberikan keterangan semestinya sesuai data yang terkumpul. pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Sehingga penelitian bisa berkembang GAMBAR I LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA . maka pola tersebut menjadi pola yang baku yang selanjutnya akan disajikan pada lporan akhir penelitian.Reduksi data Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan. Penyajian data Setelah data direduksi maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data atau menyajikan data kedalam pola yang dilakukan dalam bentuk uraia singkat.Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian. sehingga data yang sanagat banyak dan meragukan dapat diverivikasi. Untuk lebih jelasnya.

sebab kehadiran peneliti sangat menentukan keberhasilan dalam pengumpulan data. Dengan perpanjangan waktu tersebut peneliti dapat mempertajam fokus penelitian dan diperoleh data yang lengkap. Triangulasi Triangulasi dilakukan untuk mengecek kebenaran data tertentu dan membandingkannya dengan data yang diperoleh dari sumber lain.H. Triangulasi menurut Moleong adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Dalam penelitian ini peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan dengan data hasil wawancara mendalam. untuk membuat peneliti mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran. Selain itu peneliti menerapkan triangulasi dengan mengadakan pengecekan derajat kepercayaan beberapa subyek penelitian selaku sumber data yaitu membandingkan data hasil wawancara mendalam dari kepala madrasah dengan data hasil wawancara dengan guru dengan metode yang sama. Kedua. Dari pengalaman yang peneliti lakukan. c. Pengecekan Keabsahan Temuan Untuk memperoleh keabsahan terhadap data-data yang sudah didapat dari lokasi penelitian lapangan. maka cara yang diusahakan oleh peneliti adalah: a. Pemeriksaan teman sejawat Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat. kehadiran peneliti dalam lokasi tidak bisa hanya dalam waktu singkat. Dalam pengumpulan data kualitatif. bahwa perpanjangan waktu didalam penelitian amat sangat dibutuhkan guna untuk mendapatkan data-data yang valit dan lengkap. Perpanjangan waktu dalam penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan situasi dan kondisi di lapangan serta data yang telah terkumpul. yaitu peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan yang dilakukan peneliti dengan data hasil wawancara mendalam yang diperoleh dari kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Perpanjangan volume dan waktu kehadiran peneliti pada penelitian ini sangat diperlukan agar terjadi peningkatan derajat kepercayaan atas data yang dikumpulkan. Teknik ini mengandung beberapa maksud sebagai salah satu teknik pemeriksaan keabsahan data diantaranya: ³ Pertama. Sebagaimana dinyatakan oleh Moleong bahwa maksud dari perpanjangan kehadiran adalah untuk membangun kepercayaan pada subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. peneliti memperpanjang penelitian sampai pada awal bulan Juli. Perpanjangan penelitian ini peneliti lakukan dengan memperpanjang waktu penelitian yang pada awalnya penelitian dilakukan hanya sampai tanggal 25 Mei . diskusi sejawat ini memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk memulai menjajaki dan menguji hipotesis . b. Perpanjangan kehadiran penelitian Dalam penelitian ini peneliti menjadi instrumen utama dalam pengumpulan data.

. Namun. 2. Mengenai perkembangan-perkembangan madrasah. Setelah sekian lama berjalan. A. Bahkan hampir setiap ujian Negara berlangsung selalu diselenggarakan di madrasah tersebut. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Agma RI yang pada waktu itu dijabat oleh Tarmidzi Taher dengan SK 107. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berbudi pekerti luhur. prestasi demi prestasi dapat terlihat. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk terampil dan berdikari untuk masa depan yang lebih baik. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tepatnya di Jalan Raya Wonorejo. Itu merupakan bukti kemampuan lembaga dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan. Visi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yaitu : terwujudnya generasi islami serta unggul dalam prestasi B. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk selalu beriman bertaqwa kepada Allah SWT. hal ini sangat bermanfaat terhadap proses belajar mengajar siswa. Berawal dari prestasi yang diperoleh. BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN HASIL PENELITIAN Latar Objek Penelitian Pada mulanya. Dalam pembahasan atau diskusi ini juga dapat dipandang sebagai usaha untuk mengenal persamaan dan perbedaan teman terhadap data yang diperoleh. akhirnya Madrasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah selalu dijadikan rujukan dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan. Lokasi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar kira-kira 700 m sebelah timur dari jalur Jalan Raya Kediri Blitar. Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dipercaya oleh Depag Pusat untuk mengadakan Kontrak Prestasi Peningkatan Mutu. hal itu tidaklah hasil dari keputusan kepala madrasah sendiri. bapak Darmaji juga menyatakan bahwa: Dengan adaya perkembangan madrasah di segala aspek baik sarana dan prasarana. 3. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga berdekatan dengan SDN Slemanan II . sebelum menjadi sekolah yang negeri. maka madrasah ibtidaiyah Al-Qodiriyah mendapat tawaran untuk dijadikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri.yang muncul dari pemikiran peneliti´ Dalam penelitian ini. metodologi penelitian yang bisa diajak bersama-sama membahas data yang ditemukan peneliti. Misi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah : 1. peneliti memanfaatkan kolega yang memiliki pengetahuan dalam bidang kepemimpinan kepala madrasah. maka mulai tahun 2008. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berprestai dalam pendidikan agama dan umum 4. Nama Madarasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah berubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah swasta yang didirikan sekitar pada tahun1970-an. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tentunya juga mempunyai visi dan misi dalam melaksanakan proses pendidikannya antara lain: . tetapi harus dimusyawarahkan oleh pihak pengurus yayasan. karena pada awalnya Madrasah Ibtidaiyah Al. Sehingga pada 17 Maret 1997 Madrasah Al-Qodiriyah atas persetujuan pengurus yayasan secara resmi berubah setatus menjadi negeri. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jauh dari keramaian. Berawal dari prestasi yang diraih.Qodiriyah milik yayasan. jumlah siswa maupun jumlah guru dan karyawan yang sesuai dengan bidangnya.

Komputer. Ayat-ayat pilih Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler sebagaimana dokumentasi yang penulis peroleh dari bapak Samsuri selaku kepala Tata Usaha Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Kegiatan kurikuler sebagaimana yang dilaksanakan di dalam kelas setiap hari oleh bapak dan ibu guru. Drumband 2. Memulai dan mengalkiri kegiatan di kelas selalu dengan ucapan salam ³Assalamuµalaikum Wr. dan dapat di peroleh data tentang kegiatan ekstra kurikuler antara lain: 1. dan harus mengirimkan tugas atau pekerjaan untuk mengisi jam kosong yang ditinggalkan. Harus hadir di madrasah 5 menit sebelum waktu dijadwalkan. Tilawatil Qur¶an.Adapun kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar terbagi menjadi dua. Guru merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam mencapai keberhasilan pendidikan dan bertanggung jawab pula dalam pembentukan kepribadian siswa. 3. 3. Wb. Khitobah yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Khitobah Bahasa Arab Khitobah Bahasa Inggris Khitobah Bahasa Indonesia Lebih lanjut bapak Samsuri menjelaskan bahwa semua kegiatan ektra kurikuler dilaksanakan pada Jum¶at sore dan Minggu pagi. Apabila terpaksa tidak dapat melaksanakan tugas mengajar. 4. antaralain : 1. 4. Pelajaran tentang ketrampilan menjahit. Harus mengutamakan mengajar dari pada kepentingan lainya sehingga harus masuk sesuai dengan jadwal pelajaran. 5. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstra kurikuler tidak mengganggu aktivitas pokok siswa yaitu kegiatan kurikuler karena semua kegiatan ektra kurikuler berada di luar jam pelajaran. 5. Baca Tulis Al-Qur¶an. Dalam menjalankan tugas sehari-hari. Keluar masuk kelas tepat waktu sesuai dengan jadwal pelajarannya. antara lain: 1. harus dinyatakan dengan suat izin. Hafalan Juz µAmma. ditemukan bermacam-macam pelajaran yang mana mata pelajaran tersebut jarang diajarkan pada madrasah-madrasah ibtidaiyah pada umumnya.´ . kecuali sangat terpaksa. Olah Raga prestasi yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Tennis Meja Catur Bulu tangkis Volli 4. Yang masuk jam pertama memerintahkan kepada siswa untuk membaca do¶a sebelum pelajaran dimulai. 2. akan tetapi sebagaimana pengamatan peneliti dalam lapangan. 2. Pramuka. guru juga harus mematuhi tata tertib guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. dikarnakan selain hari dan waktu itu anak-anak sekolah TPA. Pembiasaan do¶a sehari-hari 6. 6. 3. yaitu kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler. Sebagai pelaksana program mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jumlah tenaga pengajar sebanyak 16 orang dan 1 satpam 2 tenaga kebersihan.

9.5 6 11 7 Jumlah 54 63 5 1 . Selain mengajar. ‡ Tidak emosional dalam menangani persoalan dengan siswa.. Tidak diperkenankan mengenakan pungutan apapun kepada siswa kecuali telah mendapat persetujuan dari pimpinan madrasah.. 12. Mengenai jumlah siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagaimana data yang duberikan bapak Thoat fauzi pada kami selaku kesiswaan..13 10 23 2 II 9 12 1 1 .. antara lain: ‡ Tidak merokok di dalam kelas atau waktu mengajar....9 10 19 6 VI 5 6 . Harus berpakaian sesuai dengan ketentuan madrasah. ‡ Tidak mengeluarkan kata-kata kotor.7.. rapi dan bersih. 11. 8..10 14 24 5 V 9 10 . antara lain: teratur.. baik di luar maupun di dalam kelas. serta mengkonsultasikan atau melaporkan kepada pimpinan madrasah atau petugas piket apabila mendapatkan kejanggalan. Ruang Kelas 6 Baik . Untuk mengetahui keadaan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini : TABEL I KEADAAN SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR TAHUN AJARAN 2008/2009 No Asal murid Murid baru Murid mengulang Murid pindahan Jumlah murid Kelas Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk/Pr 1 I 10 10 3 . 10. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai sarana dan prasarana sebagaimana yang dapat penulis sajikan dalam tabel berikut : TABEL II SARANA DAN PRASARANA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR No Jenis sarana prasarana Jumlah Keterangan 1. Dalam berpenampilan harus memperhatikan etika dan estetika.59 64 123 Untuk menunjang tercapainya tujuan pengajaran. diharapkan ikut aktif memantau dan membimbing ketertiban.12 11 23 4 IV 10 14 . jumlah siswa selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun sehingga pada tahun ajaran 2008/2009 jumlah siswa mencapai 125 siswa... ‡ Tidak duduk di atas bangku. kedisiplinan dan tingkah laku siswa. Tidak diperkenankan memulangkan siswa sebelum waktunya kecuali ada perintah dari pimpinan atau petugas piket apabila pimpinan tidak ada. Harus bersikap baik...10 13 23 Lanjutan tabel I 3 III 11 11 1 ..

Ruang tata usaha 1 Baik 7.Jadi satu dengan gudang Organisasi sekolah merupakan bagian yang sangat berperan dalam pelancaran proses pendidikan.2. laptop 2 unit Baik 12. Sanggar Pramuka 1 Baik 8. Komputer 3 unit Baik 11. Ruang tamu 1 Baik 5. Ruang koperasi Menjadi satun dengan UKS. Susunan kepengurusan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah sebagai berikut: GAMBAR II STRUKTUR ORGANISASI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR Ket: . Ruang Kantor 1 Baik 3. 10. Lapangan Voli 3 Baik Lanjutan table II 15. Ruang perpustakaan 1 Baik 6. Alat marching band 1 set Baik 14. Ruang UKS 1 Baik 9. Gudang I Baik 16. Dapur . Masjid Menggabung dengan yayasan 13. Ruang Kepala Sekolah 1 Baik 4.

selanjutnya peneliti menanyakan tentang Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru. Apabila guru telah benar-benar disiplin dalam segala hal. Langkah selanjutnya adalah melakukan pembinaan-pembinaan yang berkaitan dengan kompetensi profesional dan kemampuan yang dimiliki guru. beliau menyatakan bahwa: Sebagai kepala madrasah. beliau menyebutkan bahwa: Dalam setiap kali rapat/pertemuan. pembinaan-pembinaan terhadap guru yang telah saya lakukan yang pertama kali adalah pembinaan disiplin. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru. maka segenap tenaga kependidikan harus mempunyai disiplin yang tinggi dalam segala bidang. selain itu sesuai dengan ungkapan Jawa bahwa ³guru harus digugu dan ditiru´. sehingga apabila guru telah benar-benar disiplin diharapkan para siswa juga akan meniru kedisiplinan yang telah diterapkan para guru.___________ : Garis Komando ---------------. maka program pembelajaran yang direncanakan akan tidak berjalan sesuai dengan harapan dan yang lebih dikhawatirkan para siswa juga akan tidak disiplin. Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. saya selalu mengingatkan akan pentingnya disiplin guru dan pentingnya mentaati tata tertib guru yang telah dibuat bersama. dengan maksud untuk mensukseskan dan mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bersama. kemudian peneliti menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya. Kepala Madrasah menjelaskan bahwa: Disiplin guru dalam berbagai bidang adalah suatu hal yang sangat penting karena disiplin guru merupakan salah satu faktor yang menentukan efektitas kelancaran pembelajaran di madrasah. artinya untuk melakukan kegiatan pendidikan secara efektif dan efisien. Peneliti juga menanyakan tentang langkah-langkah yang di tempuh Kepala Madrasah dalam membina dan meningkatkan disiplin guru. pada hari Senin tanggal 11 Mei 2009 peneliti datang ke Ruang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar bermaksud untuk menemui bapak kepala madrasah. maka segala program yang direncanakan akan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan dan waktu yang ditetapkan. . adapun koordinatornya saya percayakan kepada bapak Supriadi. Peneliti juga menanyakan tentang sejauh mana pentingnya disiplin guru dalam peningkatan prestasi kerja. kepala madrasah harus memiliki kiat-kiat yang tepat untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru. kepala madrasah menjelaskan bahwa: .: Garis Koordinasi Paparan Data Hasil Penelitian 1. maka guru harus bisa menjadi teladan bagi para siswa. Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk nyata dari keteladanan yang telah dilakukan dan diberikan oleh kepala madrasah terhadap kedisiplinan para guru. begitu juga sebaliknya apabila guru tidak disiplin. Dalam rangka melakukan pengawasan terhadap disiplin guru saya juga membentuk staf khusus bidang kedisiplinan guru. dalam kegiatan sehari-hari sebagai kepala madrasah saya berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan disiplin diri dengan harapan dapat dicontoh dan diteladani oleh para guru.

misalnya setiap hari saya selalu berusaha untuk datang di madrasah sebelum pukul 06. Dan mengadakan rapat guru setiap satu semester yang dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja guru sekaligus memberikan pengarahan-pengarahan terhadap kekurangan-kekurangan. beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan profesionalisme guru. MI. yang diharapkan supaya para guru selalu disiplin dan tepat waktu dalam melaksanakan tugasnya. Dalam kesempatan lain. Pada kesempatan yang sama peneliti juga menanyakan tentang tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru. Selain menanyakan tentang pembinaan disiplin guru peneliti juga menanyakan tentang bagaimana Kepemimpinan Kepala MIN Slemanan dalam pembinaan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah. Apabila saya punya jam mengajar pukul 10. MI Roudlotut Tholibin Ringin Anom. pengembangan guru dan pengembangan mutu madrasah. Waktu itu. Untuk memperoleh data lebih mendalam mengenai pembinaan guru. yaitu pada hari Selasa 15 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mengamati tentang kedisiplinan yang benar-benar diterapkan oleh kepala sekolah. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan madrasah yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk kerjasama dengan lembaga pendidikan lain yang dilakukan oleh kepala madrasah. karna madrasah MIN Slemanan jam pembelajaran dimulai pukul 06.50 Wib. peneliti datang ke Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada siang hari sekitar pukul 09. saya berusaha untuk selalu tepat waktu. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. kemudian peneliti dipersilahkan masuk ke ruang tamu.. Wahid Hasyim Bakung dengan saling mengadakan studi banding mengenai konsep.Dalam kegiatan sehari-hari di madrasah. peneliti diterima oleh bapak Supriadi yang kebetulan pada hari itu bertugas sebagai guru piket. kemudian peneliti menanyakan tentang tugas-tugas staf khusus bidang kedisiplinan guru. beliau menjelaskan bahwa: Tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru ini adalah untuk membantu dalam mengamati dan mengawasi kedisiplinan guru. Ketika sampai di madrasah sekitar pukul 06. beliau mengatakan bahwa: Kerjasama dengan lembaga pendidikan sekitar antara lain dengan MI Roudlotun Nasi¶in Slemanan.20. ternyata peneliti mendapati bahwa kepala madrasah juga sudah datang dan Sambil meneliti pembelajaran di madrasah.00. Kesemuanya itu saya lakukan dengan harapan agar para guru dengan sendirinya akan meningkatkan kedisiplinan. mendatangkan para ahli.30 Wib. artiya dalam melaksanakan program yang ditetapkan saya selalu berusaha untuk menepati waktu yang telah dijadwalkan. beliau mengatakan: ³Staf khusus bidang kedisiplinan guru dibentuk dengan maksud untuk meningkatkan disiplin . pada hari sabtu 16 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mewawancarai bapak Supriadi sebagai koordinator bidang kedisiplinan guru. strategi dalam pembelajaran. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. maka pada jam itu pula pelajaran saya harus sudah dimulai. saya mengirim para guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. peneliti hadir di Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada pagi hari bersamaan dengan siswa berangkat ke madrasah.30 pada hari tertentu saya punya jam mengajar.

dan memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi KBM dari tiap-tiap guru. karena waktu menagajar beliau sudah tiba. setelah itu peneliti juga bertanya kepada bapak Thoat Fauzi mengenai pembinaan yang telah dilakukan kapala madrasah tehadap para guru.00 Wib. peneliti datang ke madrasah pada jam 09. Pada saat peneliti mengadakan wawancara dengan bapak Supriadi. Kemudian bapak kepala madrasah mengajak peneliti untuk masuk ke ruang kepala madrasah. Blitar dan seminar kompetensi keguruan yang diadakan di MIN Pojok Kab Blitar. Jika ada guru yang tidak disiplin maka saya akan berkoordinasi dan melaporkan kepada kepala madrasah. beliau menjelaskan bahwa Upaya yang saya lakukan dalam memotivasi guru adalah dengan menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. Yang selanjutnya merupakan wewenang kepala madrasah untuk mengatasinya. beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan-pembinaan terhadap guru bapak kepala madrasah menyuruh guru untuk mengikuti MGMP (musyawarah guru mata pelajaran). Kepemimpinan kepala Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Sebagai motivator. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. beliau mengatakan bahwa: ³Pembinaan kemampuan profesionalisme guru selalu dilakukan oleh kepala madrasah secara terus menerus dan berkesinambungan. 2. Pada tanggal 5 maret 2008 mengirim beberapa guru untuk mengikuti Workshop KTSP di MAN Tlogo Blitar. berusaha memenuhi perlengkapan yang diperlukan guru dalam melaksanakan tugasnya. pada saat itu bapak kepala madrasah sedang membaca sebuah dokumen. diantara tugas pokok yang dilaksanakan adalah mengkondisikan jam masuk guru ke kelas sesuai dengan jadwal. Mengadakan seminar dengan mendatangkan seorang pakar dari DEPAG Blitar. selanjutnya peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan tentang bagaimana upaya dalam kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru. kemudian peneliti ditemani oleh bapak Tho¶at Fauzi. menghubungi guru yang tidak disiplin. Adapun untuk memperoleh data tentang kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru. Waktu itu merupakan jam istirahat yang. peneliti juga berusaha mewawancarai lebih detail kepada beliau bapak Supriadi. beliau meminta izin untuk mengajar dahulu. sehingga setiap guru dapat saling memberi masukan dan saling menyempurnakan terhadap kekurangan dan kelemahan guru dalam menjalankan tugasnya´. pada hari kamis 18 Mei 2009 peneliti berusaha untuk menemui bapak kepala madrasah. . Berkaitan dengan pembinaan kemampuan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah. Berdasarkan dari beberapa data diatas. memberikan penghargaan dan hukuman .guru. Peneliti menanyakan tentang pembinaan yang telah dilakukan kepala madrasah kepada para guru dalam meningkatkan prestasi kerja guru. menunjukkan bahwa pembinaan terhadap guru sangat penting dilakukan oleh kepala madrasah dengan maksud untuk membantu mengembangkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja demi tercapai kelancaran proses pembelajaran dan tercapainya tujuan pendidikan. diantaranya pada tahun kemarin saya dan beberapa guru dikirim untuk mengikuti pelatihan tentang pengelolaan pembelajaran di MAN tlogo Kab.

dan juga melibatkan guru untuk berbagai kegiatan. dalam penerapannya saya menciptakan suasana terbuka maksudnya setiap guru diberi hak untuk menyatakan pendapat dan keinginan-keinginan terhadap perkembangan madrasah dan apabila ada masalah maka akan dipecahkan bersama. Pada hari yang sama peneliti juga mengamati Kepala Madrasah dalam memotivasi guru. Dalam kaitannya dengan pemberian penghargaan. Selain itu juga memberikan penjelasan tentang tujuan yang harus dicapai madrasah. kepala madrasah menjelaskan bahwa: Penjelasan tentang tujuan-tujuan dan target yang harus dicapai madrasah kepada para guru sangat penting dilakukan. kepala madrasah menjelaskan bahwa: Saya tidak memberikan penghargaan dengan bentuk materi dengan harapan para guru dalam melaksanakan tugasnya benar-benar tulus dari dalam hatinya bukan semata-mata hanya untuk memperoleh dan mengejar penghargaan. dan langkah yang paling akhir adalah mengeluarkan guru tersebut. bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Situasi dan hubungan kerjasama yang harmonis di suatu madrasah memang sangat penting. berupa pujian dan kesempatan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. bentuk penghargaan yang saya berikan bukan berupa materi akan tetapi berupa dukungan mental untuk terus mengembangkan potensi yang dimilikinya. pada saat itu kepala madrasah memotivasi guru dengan memberikan penghargaan berupa pujian terhadap guru yaitu kepada bapak Supriadi selaku wali kelas VI sekaligus sebagai ketua UASBN .Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah menciptakan situasi dan hubungan yang harmonis antar guru. Kemudian peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk hukuman yang diterapkan kepala madrasah terhadap para guru. Peneliti juga menanyakan mengapa bentuk penghargaan yang diberikan kepada para guru tidak berupa materi. beliau mengatakan bahwa: Hukuman berlaku bagi para guru yang tidak disiplin dan tidak mentaati tata tertip guru. karena pencapaian tujuan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. yang selanjutnya diharapkan dengan pemahaman tentang tujuan dan target yang harus dicapai dapat menumbuhkan motivasi dalam diri para guru sendiri untuk berusaha semaksimal mungkin melakukan pengembanganpengembangan madrasah dan meningkatkatkan kerjanya. apabila nanti tidak ada lagi penghargaan yang berupa materi para guru akan bekerja semaunya sendiri dan tidak mau untuk melakukan peningkatan-peningkatan. dan apabila diperingatkan tidak bisa maka langkah selanjutnya adalah memberi hukuman dengan mengurangi jam mengajar. dan yang dikhawatirkan dengan penghargaan bentuk materi. Sehingga dengan penjelasan tersebut para guru merasa memiliki dan bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan-perkembangan madrasah ini. peneliti juga bertanya tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru. adapun langkah yang saya terapkan adalah memberi peringatan. bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Penghargaan diberikan kepada para guru yang telah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kemudian peneliti juga menanyakan sejauh mana pentingnya pemberian pemahaman terhadap guru tentang tujuan madrasah dalam rangka peningkatan motivasi.

pada saat itu peneliti berhasil menemui ibu Akrim hidayati. beliau mengatakan bahwa: Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru. kemudian peneliti menanyakan bentuk motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. apabila ada yang kurang beliau berusaha untuk memenuhinya. dan yang paling berkesan bagi saya dalam setiap kesempatan atau pertemuan beliau selalu memperhatikan dan menanyakan tentang kelengkapan kebutuhan guru dalam mengajar. Memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang dihitung dari jumlah jam mengajar guru. beliau menyatakan bahwa: Apabila ada guru yang tidak bersemangat dan tidak bergairah dalam melaksanakan tugasnya. . Pada saat itu kepala madrasah sedang berada di ruang kerjanya. kesejahteraan guru juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhinya.30 Wib untuk menemui bapak kepala madrasah. Itulah yang membuat saya sadar dan semangat bahwa semua problem itu tidak lain hanyalah suatu cobaan. damai. saya lebih menekankan pada kesejahteraan mental. lalu beliau meminta kepada saya untuk mengungkapkan problem tersebut. beliau menemukan jalan keluar bagi saya sehingga problem saya dapat teratasi dan saya kembali semangat dalam mengajar dan beliau menyatakan dan berpesan bahwa sebenarnya sekenario kehidupan kita berada didalam lingkaran taqdir Alla. 3. Begitu juga beliau selalu memberikan penghargaan. kemudian peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan bagaimana kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. kepala madrasah menanyai guru tersebut ada masalah apa sehingga ia tidak bersemangat dan tidak bergairah. Untuk mempertajam data penelitian mengenai motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. Dari beberapa data tersebut diatas. Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja. beliau meminta apabila ada masalah supaya diungkapkan baik mengenai masalah pribadi atau yang berkaitan dengan madrasah. Pada kesempatan yang sama peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari bapak Samsuri mengenai kepala madrasah dalam memotivasi guru. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. beliau menyatakan bahwa: Kepala madrasah dalam memberikan motivasi kepada guru dengan cara memberikan kebebasan kepada guru mengeluarkan pendapat untuk perkembangan madrasah. pada waktu itu saya sedang banyak problem pribadi. yaitu berupa penciptaan iklim madrasah yang aman. Dikarnakan anak didiknya berhasil memperoleh nilai rata-rata terbaik. alhamdulillah setelah curhat bersama beliau. saya juga pernah mengalami hal tersebut. dan yang paling utama adalah dengan adanya motivasi para guru akan mempunyai kesadaran diri dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kerjanya. pada hari Senin tanggal 1 Juni 2009 peneliti peneliti mengadakan penelitian lagi kelapangan sekitar pukul 09. pengabdian dan ikhlas dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2009 peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari guru.Kecamatan Udanawu. sehingga apabila guru mempunyai keinginan-keinginan diharapkan supaya diungkapkan. motivasi sangat penting diberikan kepala madrasah kepada para guru untuk meningkatkan kerjanya. ketika itu beliau sedang berada diruang guru.

hal ini dilakukan peneliti pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2009 tepatnya pada pukul 09. sarana-prasarana atau perlengkapan madrasah dan semua perlengkapan guru dalam mengajar telah terpenuhi serta tercapainya tujuan-tujuan madrasah.Kemudian peneliti menanyakan mengapa peningkatan kesejahteraan guru lebih difokuskan pada kesejahteraan mental. karena menjadi guru di madrasah ini adalah pengabdian. kemudian kepada beliau peneliti menanyakan tentang kesejahteraan para guru. dedikasi. sehingga kepada para guru perasaan untuk memiliki madrasah inilah yang saya tingkatkan. karena apabila dilihat dari gaji yang diterima guru tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. beliau mengatakan bahwa: Kegiatan mengajar di madrasah ini intinya adalah pengabdian. Dalam kesempatan lain. pada hari yang sama. Sehingga setiap awal bulan guru menerima gaji yang dihitung dari jumlah jam mengajar ditambah dengan uang transportasi. kalau hal ini dipaksakan maka madrasah akan mengalami defisit keuangan karena harus mengambil jalur alternatif lain sehingga terjadi pengalihan dana. beliau mengatakan bahwa: Mengenai kesejahteraan terutama gaji yang saya terima. peneliti juga mewawancarai bapak Nanang imam syafi¶i yang sudah 13 tahun menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar . pengorbanan. pada saat itu kepala madrasah menyuruh semua guru berkumpul di ruang guru. akan tetapi pada saat sekarang dengan melihat kebutuhan ekonomi dan harga barangbarang yang semakin meningkat. saya tidak terlalu memikirkan. kegiatan ibadah dan keikhlasan. akan tetapi saya juga selalu berusaha untuk mengadakan peningkatan kesejahteraan dari segi materi. dengan suasana santai dan penuh kekeluargaan pada saat itu para guru diberi gaji atas pekerjaan yang telah dilakukan selama bulan Juni 2009. loyalitas dan tanggung jawab Peneliti juga menanyakan mengapa kepala madrasah tidak menaikkan gaji guru. Dan alhamdulillah sekarang ini semua guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sudah mendapatkan bantuan dari program pemerintah yaitu Insetif dari DIKNAS dan Fungsional dari DEPAG. hal ini bisa dilihat bahwa kalau dahulu gaji yang diberikan kepada guru hanya berupa gaji dari mengajar. akan tetapi bagi saya kebahagiaan dan kesejahteraan selama menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang utama adalah jika semua kebutuhan-kebutuhan. Peneliti juga berusaha mengamati tentang kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. sehingga tidak mungkin menaikkan gaji guru kalau honorarium dari DEPAG tidak naik. yang kemudian di kembangkan menjadi doktrin pilar guru yaitu pengabdian. kepala madrasah juga . sehingga berapa jumlah gaji yang diberikan. Peneliti juga menanyakan bentuk nyata upaya peningkatan kesejahteraan guru yang telah dilakukan kepala madrasah. saya terima dengan senang hati. maka saya berusaha mengusulkan kepada bendahara madrasah untuk memberikan uang transportasi kepada guru dan alhamdulillah disetujui dan uang transportasi tersebut diberikan bersamaan pada saat pemberian gaji guru. pada saat itu beliau sedang berada di kantor guru. beliau mengatakan bahwa: Karena dalam honorarium untuk guru sudah diatur oleh DEPAG. beliau mengatakan bahwa: Meskipun bentuk kesejahteraan yang saya tekankan lebih pada kesejahteraan mental.20 Wib yang merupakan jam istirahat pertama.

1. Kepala madrasah harus mencurahkan segala energi dan waktunya untuk meningkatkan prestasi kerja para guru secara maksimal di madrasahnya. damai sejahtera. Apabila kedisiplinan guru sudah tercapai maka kelancaran proses pengajaran akan berjalan dengan baik dan lancar juga prestasi kerja yang dihasilkan akan sesuai dengan yang diharapkan. Prestasi guru merupakan cermin prestasi kepala madrasah. menyediakan. dalam pembinaan disiplin kepala madrasah juga membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. tim khusus ini bertugas sebagai pemantau terhadap kedisiplinan guru dalam menjalankan tugasnya. dan mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. Guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan program pengajaran dan tujuan madrasah. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja antara lain difokuskan pada pembinaan disiplin guru dan pembinaan kemampuan profesional guru. mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. Untuk meningkatkan prestasi kerja guru. sehingga para guru dituntut untuk mempunyai kemampuan profesional dalam menjalankan tugasnya dan selalu meningkatkan prestasi kerjanya. mendatangkan para ahli. dengan menerapkan disiplin diri diharapkan para guru akan mengikuti sebagaimana disiplin yang diterapkan kepala madrasah dengan penuh kesadaran diri dan tanpa adanya paksanaan. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. kepala madrasah harus berupaya untuk mengadakan pembinaan terhadap kemampuan profesional guru. para guru diharapkan untuk tetap menjaga kekompakan dalam menjalankan tugasnya dan selalu berusaha meningkatkan kinerjanya demi peningkatan dan pengembangan mutu madrasah. Selain itu. Dengan demikian. GAMBAR III SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PEMBINAAN GURU .menyampaikan pesan kepada guru bahwa meskipun gaji yang diterima sangat kecil. memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. Temuan Hasil Penelitian. Berkaitan dengan fokus pertama. Pembinaan terhadap guru merupakan tanggung jawab penting bagi kepala madrasah. mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan. melakukan komunikasi yang baik dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. kepala madrasah berusaha untuk memberikan pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. dari data tersebut diatas menunjukkan bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru tidak harus bersifat materi. Dalam melakukan pembinaan disiplin guru. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam melakukan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. menjadi contoh atau teladan dengan menerapkan disiplin pada diri kepala madrasah sendiri. akan tetapi bisa dilakukan dengan peningkatan kesejahteraan psykologis antara lain penciptaan suasana madrasah yang aman.

melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. agar para guru dapat menjalankan dan meningkatkan prestasi kerjanya. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. memberikan penghargaan. Adapun kepemimpinan yang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru yaitu menekankan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. maka kepala madrasah harus berupaya memotivasi guru.2. Motivasi merupakan faktor pendorong untuk melakukan sesuatu. Berkaitan dengan fokus kedua. GAMBAR IV SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MEMOTIVASI GURU . memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah.

Adapun kiat-kiat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru yaitu berusaha meningkatkan kesejahteraan mental dan materi dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. pengabdian dan ikhlas. Berkaitan dengan fokus ketiga Kesejahteraan merupakan salah satu faktor penentu produktifitas atau prestasi kerja. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi. Apabila kesejahteraan guru terpenuhi maka para akan dapat melaksanakan dan meningkatkan kinerjanya dengan baik sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan kesejahteraan secara psikologis dan materi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. damai.3. maka skema temuan akhir kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dalam meningkatkan prestasi kerja guru sebagai berikut: GAMBAR VI SKEMA TEMUAN AKHIR KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA GURU . GAMBAR V SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN GURU Berdasarkan skema temuan-temuan hasil penelitian tersebut diatas.

pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan upaya peningkatan kinerja para anggotanya. . mendatangkan para ahli. Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang ajaran baik dan buruk terhadap suatu . kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. Dalam rangka melaksanakan pembinaan-pembinaan terhadap guru. Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan. Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. Untuk itu.BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secara efektif dan efisien. pembinaan moral. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. Sedangkan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. menjadi teladan. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada dalam melakukan pembinaan guru ditekankan pada pembinaan kedisiplinan guru dan pembinaan kompetensi profesionalisme guru. Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru yang juga merupakan bagian integral dari keberadaan sumber daya manusia yang mempunyai peranan strategis dalam kehidupan suatu madrasah. Wahjosumidjo menyatakan bahwa setidaknya terdapat empat macam nilai yang harus diperhatikan yaitu: pembinaan mental. pembinaan fisik. sehingga kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar para dapat melaksanakan tugasnya secara proporsional dan profesional. menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berakaitan dengan sikap batin dan watak. kepala madrasah harus berusaha melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. dan pembinaan artistik. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan dengan baik. mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan. mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Pertama. Kepala madrasah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

hampir semua perilaku sadar mempunyai motivasi. Tetapi pelatihan itu hendaknya diikuti dengan aktifitas-aktifitas lanjutan. Dalam melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan seseorang selalu didorong oleh motif tertentu. dan terkandung makna bahwa upaya yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mencakup pembinaan sumber daya manusia. Motif atau dorongan dalam melakukan sesuatu pekerjaan sangat besar pengaruhnya terhadap kinerja. maka tugas manajer adalah mengidentifikasi dan menggerakkan motivasi pegawai agar bersemangat dan berprestasi baik dalam melaksanakan tugasnya. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. mendorong guru untuk menggunakan waktu pembelajaran secara efektif dan efisien. Pembinaan artistik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni dan keindahan. dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. E. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. Kepala madrasah harus dapat mendorong para guru untuk aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olah raga. Seseorang bersedia melakukan sesuatu pekerjaan apabila motif yang mendorongnya cukup kuat yang pada dasarnya tidak mendapat saingan atau tantangan dari motif lain yang berlawanan.perbuatan. Demikian pula sebaliknya orang lain yang tidak didorong oleh motif yang kuat akan . indah sejuk dan menyenangkan. dan menjadi contoh teladan bagi para guru. Lebih lanjut Nur kholis menyatakan bahwa program pelatihan apapun harus tidak hanya sebatas pada pelatihan. Mulyasa juga menyatakan bahwa upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam melaksanakan pembinaan guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja antara lain: mengikutsertakan para guru dalam penataran dan pelatihan-pelatihan. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut. baik yang obyektif maupun yang subyektif. Pembinaan fisik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan jasmani. Davis dan Newtron sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugasnya masing-masing. sarana dan hubungan kerja sama yang baik dan seimbang. sehingga kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus kedua. prestasi dan semangat kerja dibutuhkan motivasi. kesehatan. dan penampilan mereka secara lahiriah. upaya yang telah diterapkan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru adalah sebagai usaha dalam menjalankan fungsi dan peranannya sebagai pemimpin sebuah lembaga pendidikan untuk meningkatkan prestasi kerja guru dan meraih keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan bersama. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru di fokuskan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik. Untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan demikian. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. menggerakkan tim evaluasi. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. sehingga kepala madrasah harus berusaha menjadikan lingkungan madrasah yang rapi. dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. memberikan penghargaan dan hukuman. misalnya senantiasa memperhatikan bagaimana guru menerapkan cara-cara baru yang diperoleh dalam pelatihan. habis pelatihan urusan selesai. B. dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam melakukan pembinaan guru untuk meningkatkan prestasinya.

tetapi juga dalam psykisnya. kemauan. minat dan harapan pada diri sendiri. hal ini terbukti kepala madrasah telah berupaya untuk selalu memotivasi para guru baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. dorongan. damai. Lebih lanjut Palmer mengatakan bahwa orang-orang yang menginginkan atau bermotivasi tinggi untuk memperoleh pengembangan adalah orang-orang yang belum mencapai kepuasan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. disiplin. ³Sutermeister sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa prestasi kerja untuk 80-90 % bergantung pada motivasinya untuk bekerja. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. pengaturan suasana kerja (hubungan kerja yang harmonis). Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Ketiga Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari . misalnya motivasi. Motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga atau organisasi untuk meningkatkan kinerja anggotanya. timbul karena ada rangsangan dari luar lingkungannnya misalnya karena ada hadiah. Sudjana menyatakan bahwa motivasi terdiri atas motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. mempunyai perhatian. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para guru dalam melaksanakan berbagai tugas dan fungsinya. Setiap guru memiliki karakteristik khusus. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan.meninggalkan atau sekurang-kurangnya tidak bergairah dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut diatas dan dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru dapat difamahi bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam meningkatkan motivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerjanya. dan penyediaan sumber pembelajaran´. penghargaan yang efektif. Dengan demikian kepala madrasah dituntut untuk memiliki kemampuan dan strategi untuk memotivasi para guru dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan guru. dapat meningkatkan nama baik. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong (motivasi). Sedangkan motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul dari luar diri seseorang. Mulyasa mengungkapkan bahwa: ³motivasi dapat ditumbuh-kembangkan oleh kepala madrasah melalui: pengaturan lingkungan fisik (ruang kerja dan ruang belajar yang kondusif serta mengatur lingkungan madrasah yang nyaman dan menyenangkan). Oleh karena itu.. atau belum merasa puas bagi kebutuhan untuk tingkat diatasnya. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru ditekankan pada peningkatan kesejahteraan mental dam materi. dan 10-20 % bergantung pada kemampuannya. dengan cara: Menciptakan iklim madrasah yang aman. Motivasi instrinsik timbul dari setiap individu seperti kebutuhan. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai motivator. harapan dan cita-cita serta insentif yang dibutuhkan guru agar para guru mempunyai semangat kerja yang tinggi dan pada akhirnya mereka mau dan mampu meningkatkan kinerjanya. C. ia akan memperlihatkan minat. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya. yang satu sama lainnya berbeda. bakat. Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik.

memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan rasa aman.niat ibadah. maka seseorang akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat. akan tetapi sudah dikaitkan dengan harkat dan martabat manusia. Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut. memenuhi kebutuhan guru dengan sistem imbalan yang lebih baik dan menarik. hal ini terbukti bahwa selain melakukan peningkatan kesejahteraan mental guru. fasilitas perumahan. Kesimpulan 1. dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai upaya yang kuat dalam meningkatkan kesejahteraan guru. tentram dan sejahtera secara psykologis melalui kepastian karier dan insentif sebagai imbalan atas pekerjaannnya. dengan terpenuhinya kesejahteraan material dan spiritual. Wujud insentif bisa berupa kenaikan pangkat. Masalah kompensasi adalah salah satu bentuk imbalan yang harus dipenuhi karena imbalan oleh pekerja tidak lagi dipandang sebagai alat pemuas kebutuhan materialnya. merupakan faktor yang tidak boleh ditinggalkan dalam peningkatan prestasi kerja. Dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia memiliki berbagai kebutuhan baik fisik. meskipun dalam memenuhi kesejahteraan materi belum maksimal dan belum memenuhi standar kebutuhan para guru. dan sebagainya sejalan dengan insentif yang diberikan. Guru merupakan pemeran utama proses pendidikan. Peningkatan prestasi guru dapat dilakukan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan guru. kesempatan memperoleh liburan. Dalam peningkatan prestasi kerja. dan dengan melihat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. pengabdian dan ikhlas. BAB VI PENUTUP A. kesehatan. hal ini disebabkan karena disesuaikan dengan kemampuan madrasah dalam memberi gaji kepada guru. maupun psikologis yang secara langsung berpengaruh pada prestasi kerjanya. dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru kepala madrasah harus memperhatikan kesejahteraan mental dan spiritual guru serta harus mempunyai strategi untuk memberikan penghargaan dan imbalan jasa kepada guru dengan memperhatikan standar kebutuhan guru dan berupaya memberikan sistem kompensasi yang lebih baik dan menarik. keamanan. Upah atau gaji yang layak sehinga dapat memenuhi kebutuhan seperti sandang. Dengan demikian. Finch menyatakan bahwa berhasil tidaknya peningkatan prestasi kerja apabila orang-orang yang terlibat di dalam peningkatan prestasi kerja juga diberi kompensasi atau sekedar insentif. dapat juga berupa tunjangan-tunjangan. kendaraan dan lain-lain. memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi. Lazaruth menyatakan bahwa kesejahteraan material dan spiritual merupakan faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja. perumahaan. Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja . kepala madrasah juga berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan materi. Mulyasa juga menyatakan bahwa dalam peningkatan kesejahteraan guru perlu diupayakan: gaji guru senantiasa disesuaikan agar mencapai standar yang wajar bagi kehidupan guru dan keluarganya. Pemberian kompensasi selain dalam bentuk gaji. Kompensasi merupakan imbal jasa yang diberikan yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap.

memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. Kedua. 2. mengevaluasi kerja guru. bekerja sama dengan lembaga pendidikan lain. B. Kepala madrasah disarankan untuk selalu berusaha untuk meningkatkan strategi dalam membina. mendatangkan para ahli. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah.guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan difokuskan pada dua macam pembinaan yaitu: Pertama. Kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada: Pertama peningkatan kesejahteraan mental dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. memotivasi. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. pengabdian dan ikhlas. pelatihan-pelatihan. untuk dikaji lebih mendalam dengan berbagai metode penelitian yang lain agar . Kepada para guru Dalam rangka meningkatkan prestasi kerja. 2. memberi kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan. Saran-saran 1. Kepada peneliti yang akan datang Kepada peneliti yang akan datang diharapkan penelitian mengenai kepemimpinan kepala madrasah pada umumnya dan upaya kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru pada khusunya. dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. Kepada kepala madrasah Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja guru. seminar-seminar baik yang diadakan di madrasah maupun di luar madrasah. menjadi teladan. Kedua. dan meningkatkan kesejahteraan guru. kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan disarankan untuk benar-benar memahami sekaligus menerapkan fungsi dan peranannya. damai. berusaha untuk memenuhi keinginankeinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. Kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada peningkatan motivasi intrinsik dan ekstrinsik. pembinaan kemampuan profesionalisme guru yaitu dengan cara: mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar dan pelatihan. Peningkatan motivasi instrinsik dengan cara: menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. peningkatan kesejahteraan yang berupa materi dengan cara: mengatur pemberian gaji guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji ditambah uang transportasi serta bantuan tunjangan fungsional dan insentif dari pemerintah. 3. peningkatan motivasi ekstinsik dengan cara: memberikan penghargaan 3. Kedua. guru disarankan untuk selalu berusaha meningkatkan kompetensi profesionalnya dengan cara: mengikuti pembinaan-pembinaan. menempatkan guru pada proporsi yang tepat. dan berusaha untuk membangkitkan motivasi terutama motivasi yang berasal dari diri guru sendiri. Pertama. memberi kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikan. mengetahui kelemahan atau hambatan yang ada serta berusaha mengatasi hambatan yang ada.

07/05/2009 11:04 WIB | email | print | share (58) (59) ³Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. satu bangsa. Label: KARYA ILMIAH Kepemimpinan dalam Alquran (4) Kamis. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Sesungguhnya manhaj ini berarti ³seseorang´ menikmati kelebihan-kelebihan manhaj yang diletakkan Allah baginya. dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. satu generasi. dan pada gilirannya dampaknya yang pasti pun tidak mengikuti. hawa nafsu. Tidak ada iman. bukan hanya menggapai ridha Allah dan pahala akhirat²dan itu merupakan berkara yang sangat. Manhaj yang tidak mengandung nepotisme kepada satu individu. dan syahwat manusia. Setelah nash ini meletakkan masalah pada posisi kondisionalnya. yang kemudian disusul dengan nasihat dan motivasi.´ (QS. satu ras. An-Nisa: 58-59) ³Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. tetapi mengikuti manhaj itu juga dapat mewujudkan kebaikan dunia dan akibat yang baik bagi individu dan jama¶ah di kehidupan yang dekat ini. juga lebih baik akibatnya di akhirat. juga lebih baik di akhirat. seperti yang dilakukannya terhadap perintah menunaikan amanah dan berlaku adil. Allah yang Maha Menciptakan.diperoleh penemuan-penemuan baru sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak lembaga pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. tidak ada iman sama sekali manakala syarat ini tidak terpenuhi. satu kelompok. ³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Manhaj yang terbebas dari kebodohan. dan kepada Ulil Amri yang beriman dan menjalankan syari¶at Allah dan Sunnah Rasul. Maha Mengenal. Semua ini adalah syarat iman kepada Allah dan Hari Akhir.´ Yang demikian itu lebih baik bagi Anda.´ Itulah ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul. kelemahan. Lebih baik akibatnya di dunia. Jadi. Jadi. Karena Allah adalah Rabb bagi semua orang. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. . Mahabijaksana. Maha Mengetahui. Lebih baik di dunia. Sebagaimana ia merupakan tuntutan iman kepada Allah dan Hari Akhir. dan lebih baik akibatnya. Lalu perkara-perkara yang diperselisihkan itu dikembalikan kepada Allah dan Rasul. maka sekali lagi nash menghadirkannya dalam bentuk ³nasihat´ dan motivasi. Maha Melihat.

yang mengetahui hakikat fitrahnya dan kebutuhan-kebutuhan yang hakiki bagi fitrah ini. Sehingga manusia tidak perlu berkonflik dengan hukum alam. Konteks mendeskripsikan kondisi mereka ketika diajak mengikuti Allah dan Rasul-Nya lalu mereka menolak. Manhaj memberinya petunjuk tentang semua ini dan melindunginya. Inilah manhaj yang di antara keistimewaan adalah dibuat oleh Pencipta alam semesta tempat manusia tinggal. atau satu bangsa. ketika bencana dan musibah ditimpakan pada mereka. sarana-sarana untuk berbicara kepadanya dan memperbaikinya. Sebagaimana konteks menganggap keinginan mereka untuk bermahkamah kepada thaghut sebagai tindakan keluar dari iman²bahkan sejak awal dianggap tidak masuk ke dalamnya. Sebagaimana Dia mengetahui seluk-beluk jiwanya. Dan cukuplah bagi akal mereka untuk berusaha menerapkan manhaj ini. Yaitu ruang ijtihad untuk memahami nash-nash yang ada. atau satu ras. disusul dengan ijtihad untuk mengembalikan masalah yang tidak diredaksikan kepada nash-nash atau kepada prinsip-prinsip umum agama ini. maka konteks beralih kepada orang-orang yang menyimpang dari kaidah ini. Konteks beralih kepada mereka untuk memandang aneh sikap mereka. dan manhaj penetapan syari¶at dan prinsip-prinsipnya. tidak membebani manusia dengan harga dari uji coba-uji coba yang keras. Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah dibuat oleh yang menciptakan manusia. dan mengetahui letak-letak analogi dan ijtihad mengenai halhal yang diperselisihkan akal. Dan selain itu ada ruang yang orisinil bagi akal manusia. Sehingga manusia tidak terjebak dalam kebingunan saat mencari manhaj yang sesuai. atau satu generasi. Juga untuk mengingatkan mereka dan orang-orang seperti mereka tentang keinginan setan untuk menyesatkan mereka. Dia menjamin untuk manusia manhaj yang kaidah-kaidahnya sesuai dengan hukum alam. padahal mereka diperintahkan untuk mengingkarinya. Sementara mereka terjebak dalam kebingunan tanpa petunjuk! Cukuplah bagi mereka melakukan uji coba dalam bidang kreasi dan inovasi material sesuka hari. ³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Penolakan ini dianggap sebagai sikap hipokrit. tetapi justeru berdampingan dengannya dan memanfaatkannya. dan Allah swt. Rasulullah saw . karena mereka ingin bermahkamah kepada selain syari¶at Allah. karena bidang tersebut sangat luas bagi akal manusia. Jadi.Allah Subhanah tidak terkontaminasi oleh keinginan memihak kepada satu individu.´ Sehabis menetapkan kaidah universal ini dalam syarat iman dan batasan Islam. atau satu strata sosial. Meski demikian. juga dalam aturan pokok umat Islam. kemudian sesudah itu mereka mengklaim sebagai orang yang beriman! Padahal mereka melanggar syarat iman dan batasan Islam. Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah²selain memberinya petunjuk dan melindunginya²manhaj ini juga memuliakannya dan memberi ruang bagi akalnya untuk bekerja di dalam manhaj. yaitu ruang penelitian ilmiah terhadap alam semesta dan ruang kreasi dan inovasi material. yaitu kepada Thaghut. Sebagaimana konteks menjelaskan alasan-alasan mereka yang lemah dan palsu untuk mengikuti langkah yang aneh ini.

diinstruksikan untuk menasihati mereka. . Dan penggal ini ditutup dengan penjelasan tentang tujuan Allah mengutus para Rasul.