KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU

Diposkan oleh Mohamad Yasin Yusuf

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi merupakan era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah menimbulkan persaingan dalam berbagai bidang, yang menuntut masyarakat Indonesia untuk memantabkan diri dalam peningkatan kualitas dan sumber daya manusia yang unggul, mampu berdaya saing, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi serta mempunyai etos kerja yang tinggi. Perwujudan manusia yang berkualitas tersebut menjadi tanggung jawab pendidikan terutama dalam mempersiapkan peserta didik menjadi subyek yang makin berperan, menampilkan keunggulan yang tangguh, kreatif, mandiri, dan professional dalam bidangnya masing-masing. Di Indonesia sekolah/madrasah harus dengan kesungguhannya melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan tujuan nasional sebagaimana yang tercantum dalam Undangundang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta penjelasannya Bab II Pasal 3 bahwa: Pendidikan Naional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Keberhasilan untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut kepala madrasah mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menselaraskan sumber daya pendidikan yang tersedia, kepemimpinan kepala madrasah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong madrasah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran melalui program madrasah yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Dalam persaingan global ini, diakui atau tidak lembaga pendidikan atau sistem persekolahan dituntut untuk mengemuka dengan kinerja kelembagaan yang efektif dan produktif. Kepala madrasah sebagai penanggung jawab pendidikan dan pembelajaran di madrasah hendaknya dapat meyakinkan kepada masyarakat bahwa segala sesuatunya telah berjalan dengan baik, termasuk perencanaan dan implementasi kurikulum, penyediaan dan pemanfaatan sumber daya guru, rekrutmen sumber daya murid, kerjasama madrasah dan orang tua, serta sosok outcome madrasah yang prospektif. Kepala madrasah merupakan unsur vital bagi efektifitas lembaga pendidikan. Kepala madrasah yang baik akan bersikap dinamis untuk menyiapkan berbagai macam program pendidikan,´ keberhasilan madrasah adalah keberhasilan kepala madrasah, kepala madrasah yang berhasil apabila memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks, serta mampu melaksanakan peranan dan tanggung jawab untuk memimpin madrasah´. Kepemimpinan yang berkaitan dengan masalah kepala madrasah dalam meningkatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalam situasi kondusif, perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat dan penuh pertimbangan terhadap para guru, baik sebagai

individu maupun sebagai kelompok.³ Perilaku pemimpin yang positif dapat mendorong kelompok dalam mengarahkan dan memotifasi individu untuk bekerja sama dengan kelompok dalam rangka mewujudkan tujuan lembaga pendidikan´. Kepala madrasah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki andil besar dalam menciptakan suasana kondusif yang ada dalam lingkungan kerjanya. Suasana kondusif tersebut merupakan faktor yang terpenting dalam menciptakan guru yang berprestasi. Guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat penting terhadap kemajuan bangsa Indonesia, guru juga sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan.³Tenaga pendidikan terutama guru merupakan jiwa dari madrasah´ . Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, evaluasi kinerja, hubungan kerja sampai pada imbal jasa, merupakan garapan penting bagi seorang kepala madrasah. Guru sangat berperan dalam menentukan kualitas lulusan madrasah. Artinya untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas diperlukan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal. Sedangkan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal dapat diperoleh bila ditunjang oleh kepemimpinan yang baik. Prestasi kerja guru yang berkualitas ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya adalah bagaimana atasan dalam memimpin bawahan, yang demikian ini disebut dengan kepemimpinan seorang pemimpin (kepala madrasah). Peran pemimpin sangat penting dalam organisasi, tanpa adanya pemimpin suatu organisasi hanya merupakan pergaulan orang-orang dan mesin. ³ Kepemimpinan adalah kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mangajak, mamantau dan kalau perlu memaksa orang lain agar menerima pengaruh itu. Selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatau maksud dan tujuan tertentu´. Seorang kepala madrasah mempunyai tugas untuk mengatur dan menggerakkan sejumlah besar orang-orang (guru) yang mempunyai berbagai sikap, tingkah laku dan latar belakang yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan guru yang dapat membantu tugas pimpinan secara optimal, maka diperlukan seorang pemimpin yang mampu mengarahkan dan merubah tingkah laku bawahannya kepada tercapainya tujuan organisasi secara maksimal. Pemimpin yang efektif selalu menyadari bahwa anggota organisasinya merupakan sumber daya manusia yang sangat berharga karena dikaruniai atau memiliki otak dan akal fikiran, sehingga pemimpin selalu berupaya menggali, memanfaatkan dan meningkatkan kreatifitas anggotanya untuk mencapai prestasi yang tinggi. Prestasi kerja guru yang tinggi merupakan perwujudan dari kualitas guru. Hal ini cukup penting dalam rangka mencapai tujuan madrasah. Dengan prestasi kerja yang tinggi berarti para guru benar-benar dapat berfungsi sebagai pendidik yang tepat guna dan berhasil guna sesuai dengan sasaran-sasaran organisasi yang hendak dicapainya. Apabila tujuan peningkatan prestasi kerja para guru dapat terpenuhi, maka tujuan pembangunan yang sesuai dengan pancasila, UUD 1945 beserta tujuan Pendidikan Nasional akan segera tercapai, begitu juga dengan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tuntutan perkembangan zaman. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar merupakan lembaga pendidikan yang ikut berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa demi mensukseskan tujuan pembangunan nasional Indonesia. Madrasah tersebut merupakan lembaga pendidikan negeri yang berada dibawah naungan Departemen Pendidikan Agama. Sebelumnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan merupakan madrasah swasta dengan nama

MI. Al-Qodiriyah dalam naungan yayasan Al-Qodiriyah. Karena dari tahun ketahun mengalami kemajuan, Departemen Pendidikan Agama Kabupaten Blitar merubah status dari Swasta menjadi Negeri. Selain itu Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga dijadikan center oleh lembaga-lembaga madrasah ibtidaiyah di Udanawu Blitar. Bahkan sering mendapatkan kejuaraan pada bidang mata pelajaran, olah raga dan seni ditingkat Kecamatan ataupun tingkat Kabupaten. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa para guru telah berhasil dalam usaha mencapai tujuan madrasah. Keberhasilan para guru dalam mencapai tujuan madrasah tersebut merupakan salah satu prestasi kerja yang ditunjukkan oleh guru yang berasal dari kemampuan dan motivasi yang dimilikinya. Prestasi kerja yang dihasilkan para guru tersebut merupakan hasil dari kepemimpinan kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan yang selalu menggerakkan, mengarahkan, dan memberikan motivasi kepada para guru untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan bersama. Atas dasar latar belakang masalah tersebut, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tema ³Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru (Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar)´. B. Fokus Masalah Berkaitan dengan study kepemimpinan Kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerga guru pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar maka yang menajdi fokus masalah dalam studi ini adalah bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang berpengaruh terhadap peningkatan mutu kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Kemudian fokus masalah tersebut dirumuskan sebagaimana rumusan masalah. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, fokus penelitian dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 2. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 3. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? D. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 2. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 3. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. E. Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai berikut : 1. Secara teoritis a. Memberikan kontribusi akademis dalam upaya peningkatan dan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang kepemimpinan lembaga pendidikan. 2. Secara praktis a. Sebagai bahan masukan bagi pengelola lembaga pendidikan khususnya Madrasah Ibtidaiyah

Negeri Slemanan Udanawu Blitar sehingga lembaga tersebut dapat lebih maju dari sebelumya dan tetap eksis serta bisa menjadi lembaga pendidikan alternatif. b. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi imput bagi para praktisi dan peneliti pendidikan dalam rangka kontribusi kajian ilmiah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan untuk meningkatkan mutu kependidikan. F. Metodologi Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan mutu kependidikan yang peneliti lakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar ini menggunakan pendekatan kualitatif sebab jenis penelitian ini tidak bisa berambisi mengumpulan data dari segi kualitasnya tetapi ingin juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dari data yang hasil direkam. Penulis tidak menemukan sumber datanya atau nara sumber secara kuantitatif menggunakan purvose sampling. Pola tersebut lazim disebut dengan Creation baset sampling artinya bahwa penggunaan sumber data atau nara sumber dianggap cukup mana kala informasi yang diperlukan sudah cukup memadai sehingga sering kali jumlah nara sumber atau sumber data memungkinkan untuk selalu berkembang dan bertambah. Tesis ini menggunakan rancangan studi kasus penelitian yang berupaya mencari kebenaran ilmiah dengan cara mempelajari secara mendalam perkembangan dari satu individu, kelompok orang. Lembaga dan tidak mustahil perkembangan suatu kejadian khusus. Studi kasus ini dimaksudkan untuk mencoba mengamati perkembangan dan fonemena yang terjadi pada sebuah organisasi dalam hal ini organisasi yang menjadi obyek penelitian adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Sifat penelitian ini adalah berupa penelitian deskriptif kualitatif. Oleh sebab itu pendekatan yang dilakukan adalah melalu pendekatan kualitatif dengan memakai bentuk study kasus (case study). Maksudnya adalah dalam penelitian deskriftif kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainya sehingga yang menjadi tujuan dalam penelitian deskriftif kualitatif ini adalah ingin menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya. 2. Kehadiran Peneliti. Insrumen utama dalam penelitian ini adalah manusia . Karena itu untuk menyimpulkan data secara koprehensif maka kehadiran peneliti di lapangan sangat diutamakan karena mengumpulkan data dilakuakn yang sebenarnya tanpa dimanipulasi dibuat dan dipanjang lebarkan Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus mengumpul data sehingga dapat dikatakan peneliti dalam penelitian ini bertindak sebagai instrumen kunci. Penelitian dalam hal ini akan melakuakn observasi. Wawancara dan mengambil dokumen. 3. Lokasi Penelitian Peneliti sengaja memilih lokasi penelitian di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dengan pertimbangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah yang favorit dan menjadi central madrasah-madrasah lain. Dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar memiliki guru guru yang variatif dengan latar belakang pendidikan yang beragam Dengan demikian sesuai dengan fokus masalah penelitia yang telah dikemukakan diatas, yang menjadi objek dalam tesis ini adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mengenai kepemimpinan Kepala madrasah dalam meningkatkan

prestasi kinerja guru 4. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´. Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person, place paper. 1. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. Dalam penelitian ini personnnya adalah Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 2. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak, meliputi fasilitas gedung, kondisi lokasi, kegiatan belajar-mengajar, kinerja, aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 3. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar, simbol-simbol dan lain-lain. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip, catatan-catatan, dokumen yang ada di Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 5.Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap. Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera. Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama, merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis, keadaan madrasah, sarana dan prasarana, kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah negeri Slemanan Udanawu Blitar . Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran. 2. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. b. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih, jika ternyata responden mengalami kesulitan

Pada penelitian. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting. Dengan demikian reduksi data ini akan berlangsung secara terus menerus selama penelitian berlangsung. didengar. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder. dimulai pada awal kegiatan sampai dilanjutkan selama kegiatan pengumpulan data dilaksanakan. setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data.menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu. membuat gugus-gugus dan mambuat memo. pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara. Analisis Data Dalam suatu penelitian. menafsirkan serta meramalkan´. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran. maka langkah selanjutnya menganalisa dan kemudian menyajikannya secara tertulis dalam laporan tersebut. Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip. 6. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian. Data yang di dapat dalam penelitian ini berupa kalimat. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. ³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). menelusuri tema. d. 3. kata-kata yang berhubungan dengan . Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan. bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. kategori. surat bukti. dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. yaitu berupa data yang ditemukan dari observasi partisipan. c. mengkode. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian. dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. wawancara mendalam. Informasi tersebut misalnya. peneliti membuat ringkasan. dan dokumentasi yang diperoleh dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. dan satuan uraian dasar. Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya. partisipan dan informan. jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif.

sehingga sajian data merupakan sekumpulan informasi yang tersusun secara sistematis yang memberikan kemungkinan untuk ditarik kesimpulan. maka diambil langkah-langkah sebagaimana dalam sistematika pembahasan sebagai berikut: Bagian awal. dalam hal ini membahas proses penelitian yang digunakan dalam penelitian. peningkatan prestasi kerja guru. pengesahan. pengorganisasian dan aktifitas-aktifitas untuk mencapai sasaran. Kajian teori. kepala madrasah dalam peningkatan prestasi kerja guru. Pada saat kegiatan analisis data yang berlangsung secara terus menerus selesai dikerjakan. Untuk mengarah pada hasil kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data baik yang berasal dari catatan lapangan. Bab V. lampiran-lampiran dan biodata penulis. Metodologi Penelitian. obervasi partisipan. wawancara mendalam. memotivasi pengikut untuk mencapai tujuan. memuat tentang apa saja yang diperoleh dari penelitian yang meliputi gambaran obyek dan hasil penelitian dari fokus penelitian. tujuan dan kegunaan penelitian dirumuskan secara jelas. Bab IV. Bagian utama. Menurut Suharsimi Arikunto kepemimpinan adalah usaha yang dilakukan untuk mempengaruhi anggota kelompok agar mereka dengan suka rela menyumbangkan kemampuannya secara maksimal demi pencapaian tujuan kelompok yang telah ditetapkan. serta mempengaruhi interpretasi mengenai peristiwa-peristiwa para pengikutnya. Paparan data dan temuan hasil penelitian. pendekatan-pendekatan dalam kepemimpinan. Pengertian Kepemimpinan Kepala Madrasah Definisi tentang kepemimpinan sangat bervariasi sebanyak orang yang mencoba mendefinisikan konsep kepemimpinan.fokus penelitian. Hadari Nawawi berpendapat bahwa kepemimpinan adalah kemampuan menggerakkan. pendahuluan. meliputi perangkat legalitas tesis. Dalam hal ini membahas tentang pengertian kepemimpinan kepala madrasah. halaman sampul. Kepemimpinan Kepala Madrasah 1. . memuat daftar rujukan. maka langkah selanjutnya adalah melakukan penarikan kesimpulan. . berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran-saran. Bagian akhir. kata pengantar. penegasan istilah. studi pendahuluan dan diakhiri dengan sistematika pembahasan. motto. dan abstrak. mempengaruhi kelompok dan budayanya. fokus penelitian yang dikaji dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. Dengan kata lain penyajian data ini merupakan proses penyusunan informasi secara sistematis dalam rangka memperoleh kesimpulan sebagai temuan penelitian. daftar isi. Sistematika Pembahasan Untuk dapat melakukan pembahasan secara sistematik. terdiri dari enam bab yaitu: Bab I. hakekat prestasi kerja guru. Bab III. halaman. judul. Dalam bab ini dipaparkan latar belakang masalah. BAB II KAJIAN TEORI A. definisi kepemimpinan secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. kepemimpinan sebagai kunci keberhasilan kepala madrasah. fungsi dan tipe kepemimpinan. Penutup. persetujuan pembimbing. Bab II. persembahan. Pembahasan hasil Penelitian Bab VI. dokumentasi yang didapat saat melakukan kegiatan di lapangan. G. daftar gambar.

maka dapat ditarik suatu maksud bahwa kepemimpinan kepala madrasah adalah kemampuan kepala madrasah untuk memimpin. meggerakkan. Dengan demikian pengertian kepemimpinan tersebut dapat timbul dari mana saja asalkan unsurunsur dalam kepemimpinan itu terpenuhi.memberikan motivasi dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakantindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang dilakukan. adanya orang yang dipengaruhi. Sehingga studi kepemimpinan hanya memperlakukan atau dihadapkan pada satu aspek yang sempit seperti pengaruh bawahan atau sifat-sifat pribadi. Seseorang yang menduduki posisi pimpinan dalam suatu organisasi mengemban tugas melaksanakan kepemimpinan. adanya aktifitas. Paul Harsey dan Ken Blanchard menyebutkan pengertian lain dari para ahli lainnya mengenai kepemimpinan antara lain: ‡ Menurut George R. atau mempengaruhi bawahan. Meskipun masih banyak definisi atau pengertian tentang kepemimpinan yang dikemukakan para ahli lainnya. antara lain: adanya orang yang mempengaruhi. Irving R. Tery kepemimpinan adalah aktifitas mempengaruhi orang-orang untuk berusaha mencapai tujuan kelompok secara sukarela. bahwa kepemimpinan merupakan suatu tindakan atau aktifitas kegiatan untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi. karena kepemimpinan telah dipelajari melalui berbagai cara yang berbedabeda tergantung pada konsepsi kepemimpinan dan pilihan metodologi para penelitinya. Melihat beberapa unsur tersebut. kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk beraktifitas. ‡ Harold Konntz dan Cyril O¶Donnel mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi orang-orang untuk ikut dalam pencapaian tujuan bersama. Melihat penjelasan mengenai pengertian kepemimpinan dan kepala madrasah tersebut. interaksi dan otoritas. Apapun bentuk suatu organisasi. atau mempengaruhi para guru dan segala sumber daya yang ada di madrasah sehinga dapat di daya gunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 2. dalam kenyataannya pasti memerlukan seorang dengan atau tanpa dibantu orang lain untuk menduduki posisi pimpinan/pemimpin. pada hakekatnya merupakan usaha untuk menjawab atau memberikan pemecahan persoalan-persoalan dalam bidang . adanya tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. namun demikian pada dasarnya definisi-definisi tersebut memiliki kesamaan konseptual. tinjauan menyeluruh mengenai jenis-jenis pendekatan kepemimpinan sangat bermacam-macam. Weschler dan fred Mescarik mendefinisikan kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang dilakuakn dalam suatu situasi dan diarahkan melalui proses kominikasi pada pencapaian tujuan atau tujuan-tujuan tertentu. atau perilaku yang satu sama lain dijadikan sasaran studi tanpa mengaitkan satu sama lain yang sebenarnya merupakan satu rangkaian persoalan di bidang kepemimpinan. ‡ Robert Tannen Baun. melakukan koordinasi serta megambil keputusan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Studi kepemimpinan yang terdiri dari berbagai macam pendekatan. melakukan koordinasi. menggerakkan. memimpin. Kepala madrasah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu madrasah dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. yang mana pemimpin dalam organisasi ini adalah kepala sekolah/madrasah. termasuk dalam hal ini adalah organisasi pendidikan. Pendekatan-Pendekatan Dalam Kepemimpinan Pada dasarnya.

Pendekatan sifat berpendapat bahwa keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin dipengaruhi oleh sifat-sifat yang dimiliki oleh pribadi seorang pemimpin. Keith Davis seperti yang dikutib Miftah Toha merumuskan empat sifat yang tampaknya mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi antara lain: kecerdasan dan kedewasaan. Dengan demikian dari pendekatan sifat ini masih terdapat kelemahan-kelemahan antara lain: pertama. kesopanan. sampai kini para peneliti belum berhasil menemukan satu atau sejumlah sifat yang dapat dipakai sebagai ukuran untuk membedakan pemimpin dan bukan pemimpin. daya tahan. motifasi dan dorongan berprestasi. 5) mempunyai keteguhan hati. terlalu sulit untuk menetapkan sifat-sifat yang harus dimiliki pemimpin karena setiap orang yang menjadi pemimpin memiliki keunikan masing-masing. 2). Sedangkan keunggulan subyektif menyangkut keyakinan. Orway Tead seperti yang dikutip Purwanto. sikap-sikap hubungan sosial. daya ingat. Pendekatan Perilaku Pendekatan perilaku ini merupakan pendekatan yang mendasarkan pada pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh sikap dan gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin yang bersangkutan. dan keberanian. tidak adanya kesesuaian atau pendapat diantara para pakar tentang rincian sifat atau ciri-ciri kepemimpinan. daya tanggap pengetahuan. mengemukakan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin antara lain: 1) berbadan sehat. 9) pandai mengajari bawahan. penguasaan teknologi. membagi tugas dan wewenangnya. Kedua. Ketiga. Sifat-sifat pribadi mencakup kondisi fisik. Sehingga seseorang menjadi pemimpin karena sifat-sifatnya yang dibawa sejak lahir bukan dibuat atau dilatih. 8) memiliki kecerdasan. 1). Pendekatan sifat Pendekatan ini menekankan pada kualitas pemimpin. dalam pendekatan sifat mencoba menerangkan sifat-sifat yang membuat seseorang berhasil. 7) sanggup bertindak tegas. situasi tertentu dan kondisi tertentu memerlukan kepemimpinan yang memiliki sifat dan ciri tertentu sesuai tuntutan situasi dan kondisi tertentu. ketekunan. 4) bersifat ramah-tamah. dan imajinasi. cara mengambil keputusan dan lain sebagainya. keluasan hubungan sosial. 10) percaya pada diri sendiri. cara mendorong semangat kerja bawahan. dalam hal bagaimana seorang pemimpin memberi perintah. Pendekatan ini bertolak dari asumsi bahwa individu merupakan pusat kepemimpinan. . Penganut pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan sifat-sifat kepribadian yang dimiliki oleh pemimpin yang berhasil dan yang tidak berhasil. Chester L. hal ini menunjukkan hanya dengan menggunakan pendekatan sifat saja masalah kepemimpinan tidak akan dapat difahami dan dipecahkan dengan baik. cara berkomunikasi. Pada dasarnya terdapat tiga pendekatan utama dalam kepemimpinan yaitu: ³pendekatan sifat. 6) unggul dalam teknik kerja. sifat-sifat tersebut ada pada seseorang karena pembawaan atau keturunan. Meskipun telah banyak penelitian tentang sifat kepemimpinan. dan pendekatan situasional´. cara memberi bimbingan. Sikap dan gaya kepemimpinan itu tampak dalam kegiatan sehari-hari. pendekatan perilaku. ketrampilan. 3) selalu bergairah.kepemimpinan. 2) yakin akan maksud dan tujuan organisasi. Banyak ahli yang telah berusaha meneliti dan mengemukakan pendapatnya mengenai sifat-sifat baik manakah yang diperlukan bagi seorang pemimpin agar dapat dan sukses dalam kepemimpinannya. Barnad dalam ³ The function of the executive´ mengemukakan dua sifat pemimpin yaitu sifat-sifat pribadi dan keunggulan subyektif. kepemimpinan dipandang sebagai sesuatu yang mengandung banyak unsur individu. kuat dan penuh energi.

Memantau penerapan keputusan . Harsey dan Blanchard sebagaimana dikutip Sujana menjelaskan bahwa perilaku atau perbuatan seseorang pemimpin cenderung mengarah pada dua hal yaitu konsiderasi dan struktur inisiasi. mendukung dan membela bawahan. dan selalu mengawasi optimasi kemampuan bawahan dalam melaksanakan tugas. Sedangkan struktur inisiasi adalah perilaku pemimpin cenderung mementingkan tujuan organisasi.Cepat mengambil tindakan dalam keputusan yang mendesak . Teori Empat Faktor Dalam usaha meningkatkan kualitas kepemimpinan.Mengusahakan dan menyediakan sumber-sumber yang diperlukan . Kepemimpinan Struktural .Memberikan saran atas masalah kerja yang terkait .Mau dan bersedia memperbaiki posisi-posisi yang telah terbentuk . dan partisipatif. Konsiderasi adalah perilaku pemimpin untuk memperhatikan bawahan. Teori Dua faktor Berdasarkan teori ini.Membantu perkembangan kepemimpinan yang posisional dan kepemimpinan yang sedang .Menunjukkan keramahan dan kemampuan untuk melaksanakan pendekatan .Menekankan kepada hasil dan tujuan organisasi . menetapkan standar tertentu tentang tugas pekerjaan.Membantu pekerjaan agar dilaksanakan 3.Membuat jadwal kegiatan .Mencari masukan dan nasehat yang menentukan . dan memperlakukan bawahan sebagaimana pemimpin memperlakukan dirinya sendiri.Melaksanakan pendelegasian yang jelas dan menentukan kepada anggota. mau berkonsultasi. Kepemimpinan Suportif . 2.Menetapkan dan memperkuat kembali kebijakan organisasi . suportif. selalu memberi petunjuk kepada bawahan tentang cara melaksanakan tugas. menerima usul bawahan.Menembangkan suatu pandangan organisasi yang kohesif sebagai dasar penngambilan keputusan .Dengan menggunakan pendekatan perilaku. Kepemimpinan partisipatif dengan tanda-tanda: .Memberikan ganjaran atas nama perseorangan 4. Masing-masing dimensi ditandai dengan berbagai ciri sebagai berikut: 1. fasilitatif.Meningkatkan moral / semangat staf . mementingkan batas waktu pelaksanaan tugas kepada bawahan.Pendekatan akan berbagai persoalan dengan fikiran terbuka . antara lain: a. b. .Mempercayai orang lain dengan pendelegasian tanggung jawab . para ahli mengembangkan teori kepemimpinan kedalam berbagai macam klasifikasi. Ciri-ciri perilaku struktur inisiasi adalah memberikan kritik terhadap pelaksanaan tugas yang tidak tepat. teori kepemimpinan empat faktor meliputi dimensi-dimensi: stuktural. Kepemimpinan Fasilitatif . Ciri-ciri perilaku konsiderasi adalah ramah-tamah. teori empat faktor sangat mempunyai peranan yang penting.Memperkuat relasi yang positif dengan pemerintah ataupun masyarakat.Memberikan dorongan dan penghargaan atas usaha orang lain .Menekan atau memperkecil kertas kerja yang birokratis .

Tuntutan perdamaian (reconciliation). pemimpin mendamaikan tuntutan konflik dan mengurangi ketidakteraturan dari sistem yang ada. Pendekatan situasional Pendekatan situasional hampir sama dengan pendekatan perilaku. pemimpin membiarkan bawahan berkesempatan untuk berinisiatif. dan kontribusi (bantuan) bawahan. Dalam hal ini kepemimpinan lebih merupakan fungsi situasi dari pada sebagai kualitas pribadi. 3). pemimpin memelihara hubungan ramah-tamah dengan atasan yang mempunyai pengaruh terhadap pemimpin. j. Konsiderasi (concideration). Keyakinan (persuasiveness). Teori kepemimpinan kontingensi Teori ini dikembangkan oleh Fiedler dan Chemers. berdasarkan hasil penelitianya pada tahun 1950. pemimpin mementingkan atau menekankan kepada hal-hal yang bersifat produktif. Toleransi kebebasan (tolerance of freedom). Asumsi peranan (Role Assumption).Melibatkan orang lain secara tepat dalam pengambilan keputusan. disimpulkan bahwa seseorang menjadi pemimpin bukan saja karena faktor kepribadian yang dimiliki. Toleran terhadap ketidakpastian (tolerance of uncertainty). pemimpin secara aktif menggunakan peranan kepemimpinannya daripada menyerahkan kepemimpinan kepada yang lain. i. pemimpin berbicara dan bertindak sebagai wakil kelompok. dengan mengkaji kepemimpinan dari beberapa variabel yang mempengaruhi perilaku akan memudahkan menentukan gaya kepemimpinan yang paling cocok.tumbuh . pemimpin memperlihatkan wawasan ke depan dan kecakapan untuk memperkirakan hasil yang akan datang secara akurat. pemimpin memperhatikan ketenangan. Struktur inisiasi (inisiation of structure). Kedua belas faktor tersebut sangat membantu dalam menganalisa dan memperbaiki perilaku pemimpin dalam organisasi apapun. dan berjuang untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi. b. Yaitu: a. pemimpin mampu menggunakan persuasi dan organisasi secara efektif serta memperlihatkan keyakinan yang kuat . pemimpin memelihara secara akrab jaringan organisasi dan mengatasi konflik antar anggota. Stogdill juga mengemukakan bahwa untuk menilai perilaku kepemimpinan ada 12 faktor yang perlu diperhatikan.Bekerja secara aktif dengan perseorangan atau kelompok . d. kesejahteraan. Integrasi (integration). g. dan merupakan kualitas yang timbul karena interaksi orang-orang dalam situasi tertentu. c. terlibat dalam keputusan dan berbuat. Ketepatan yang bersifat prediktif (predictive accuracy). Orientasi kepada atasan (superior orientation). Perwakilan (representation). Menurut pandangan perilaku. e. keduanya menyoroti perilaku kepemimpinan dalam situasi tertentu. Terdapat beberapa studi kepemimpinan yang menggunakan pendekatan ini antara lain: a. h. k. tetapi juga berbagai faktor situasi dan saling berhubungan antara situasi dengan . Pendekatan ini menitik beratkan pada berbagai gaya kepemimpinan yang paling efektif diterapkan dalam sitiasi tertentu. Penekanan pada hal-hal yang produktuif (productive emphasis). l. pemimpin dengan jelas mendefinisikan peranan kepemimpinan dan memberikan kesempatan bawahan mengetahui apa yang diharapkan dari mereka. pemimpin mampu memberikan toleransi terhadap ketidakpastian dan penundaan tanpa kekhawatiran atau gangguan. f.

. dan memerlukan petunjuk serta pengawasan yang jelas. gaya kepemimpinan yang mengutamakan tugas. Gaya kepemimpinan Reddin sama dengan jaringan manajemen yangn dimiliki empat gaya dasar kepemimpinann. karena itu tekanan utama dari teori ini terletak pada perilaku pemimpin dalam hubungannya dengan anak buah. b. Perilaku hubungan merupakan ajakan yang disampaikan oleh pimpinan melalui komunikasi dua arah yang meliputi mendengar dan melibatkan anak buah dalam pemecahan masalah. tingkat kematangan anak buah merupakan faktor yang paling dominan. Gaya mendikte (Telling) Gaya ini diterapkan jika kematangan anak buah rendah. yaitu gaya ketika pemimpin merasa puas jika tugas bisa dilaksanakan. struktur tugas. hal tersebut menunjukkan bahwa efektifitas kepemimpinan bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat kondisi yang menyenangkan dalam situasi tertentu. dan decicated. bagaimana.kepemimpinan. Keberhasilan pemimpin bergantung baik pada diri pemimpin maupun kepada keadaan organisasi. dan bagaimana mengerjakannya. serta kekuasaan yang berasal dari organisasi. Teori kepemimpinan situasional Teori ini merupakan pengembangan dari model kepemimpinan tiga dimensi yang didasarkan pada hubungan antara tiga faktor yaitu perilaku tugas. serta mengawasi mereka secara ketat. Gaya kepemimpinan yang tepat untuk diterapkan dalam keempat tingkat kematangan anak buah dan kombinasi yang tepat antara perilaku tugas dan perilaku hubungan adalah: 1. sedangkan hubungan hanya dilakukan sekedarnya saja. Selanjutnya pada saat anak buah mencapai tingkat kematangan penuh dan sudah dapat mandiri. pemimpin harus mengurangi perilaku tugas dan perilaku hubungan. separated. 2. Menurut Fiedler tidak ada gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua situasi. Makin matang anak buah. Gaya ini disebut mendikte karena pemimpin dituntut untuk mengatakan apa. yaitu Integred. Adapun kematangan adalah kemampuan dan kemauan anak buah dalam mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas. Gaya Menjual (Selling) Gaya ini diterapkan apabila kondisi anak buah dalam taraf rendah sampai moderat. Mereka telah memiliki kemauan untuk melakukan tugas. apa yang harus diperbuat. dan dimana tugas dilakukan. Perilaku tugas merupakan pemberian petunjuk oleh pimpinan terhadap anak buah melalui penjelasan tertentu. Gaya ini disebut menjual karena pemimpin selalu memberikan petunjuk yang banyak. serta ada 3 faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu: hubungan antara pemimpin dan bawahan. Kedua. perhatian pada orang dan dimensi efektifitas. Gaya ini menekankan pada tugas. tetapi belum didukung oleh kemampuan yang memadai. Menurut teori ini gaya kepemimpinan akan efektif jika disesuaikan dengan tingkat kematangan anak buah. pemimpin sudah dapat mendelegasikan wewenang kepada anak buah. perilaku hubungan dan kematangan. kapan. Teori kepemimpinan tiga dimensi Teori ini dikemukakan oleh Reddin guru besar Universitas New Brunswick Canada. menurutnya ada tiga dimensi yang dapat dipakai untuk menentukan gaya kepemimpinan yaitu: perhatian pada produksi atau tugas. Reddin menyatakan bahwa keempat gaya tersebut menjadi efektif atau tidak efektif tergantung pada situasi. Berdasarkan ketiga dimensi tersebut Fiedler menentukan dua jenis gaya kepemimpinan dan dua tingkat yang menyenangkan. c. Pertama. gaya kepemimpinan yang mengutamakan hubungan kemanusiaan. kapan. related. Dari ketiga faktor tersebut.

Tidak satupun cara bertindak/berbuat yang dapat digunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama. Gaya melibatkan diri Gaya ini diterapkan apabila tingkat kematangan anak buah berada dalam taraf kematangan moderat sampai tinggi. maka proses kepemimpinan tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan rutin yang diulang-ulang. Dalam tingkat kematangan seperti ini upaya tugas hanya diperlukan sekedarnya saja. upaya tugas tidak diperlukan. Fungsi Kepemimpinan Dalam kehidupan organisasi. Dari uraian tersebut diatas. Gaya mendelegasikan Gaya ini diterapkan jika kemampuan dan kemauan anak buah telah tinggi. 3. Berdasarkan pandangan tentang sifat seorang pemimpin. maka situasi dan kondisi organisasilah yang mendorong seseorang berperan sebagai pemimpin. Hal ini dilakukan jika anak buah berada pada tingkat kedewasaan yang tinggi. serta situasi dan kondisi organisasi yang dipimpinnya. maka seorang pemimpin bukanlah sekedar seorang tukang atau juru. yang jelas bahwa pemimpin itu harus memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan anggota-anggota biasa lainnya. namun upaya hubungan perlu ditingkatkan dengan membuka komunikasi dua arah. Sedangkan fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok/organisasi masing-masing. Fungsi artinya jabatan (pekerjaan) yang dilakukan atau kegunaan suatu hal atau kerja suatu bagian tubuh. Berdasarkan pendekatan dan teori kepemimpinan tersebut. fungsi kepemimpinaan adalah sebagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. Gaya ini disebut mendelegasikan karena anak buah dibiarkan melaksanakan kegiatannya sendiri. . Gaya ini disebut mengikut sertakan karena pemimpin dengan anak buah bersama-sama berperan dalam proses pengambilan keputusan. Kepemimpinan tidak dapat dilepaskan hubungannya dengan situasi sosial yang terbentuk dan sedang berlangsung di lingkungan suatu organisasi. 4. apalagi berbeda di lingkungan suatu organisasi oleh seorang pemimpin. Oleh karena situasi itu selalu berkembang dan dapat berubah-ubah.Dalam tingkat kematanga anak buah yang seperti ini. melainkan seseorang dengan sifat-sifat unggulnya harus mampu menempatkan posisinya secara efektif terhadap segala hubungan yang terjadi diantara sesama anggota atau antar kelompok. Sebab dengan kelebihan-kelebihan tersebut. Mereka mempunyai kemampuan. yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada di dalam dan bukan di luar situasi itu. diperlukan tugas serta hubungan yang tinggi agar dapat memelihara dan meningkatkan kemauan yang telah dimiliki. demikian upaya hubungan. kepemimpinan yang efektif adalah keberhasilan pemimpin dalam memerankan fungsifungsi kepemimpinan dengan baik yang sekaligus mampu membawa para bawahan untuk melakukan tugas-tugasnya dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. tetapi kurang memiliki kemauan kerja dan kepercayaan diri. Proses kepemimpinan pada dasarnya merupakan interaksi antara manusia dengan makhluk sosial. pemimpin bisa berwibawa dan dipatuhi bawahannya. Terlepas dari adanya teori yang seakan-akan kontradiktif tersebut. Dalam kematangan semacam ini. Oleh sebab itu. seseorang melaksanakan kepemimpinannya karena memiliki sifat pribadi dan kemampuan sebagai pemimpin. Sedangkan berdasarkan situasinya. tampak adanya dua konsepsi tentang bagaimana seseorang dapat dikatakan memegang peranan sebagai pemimpin. 3. melalui pengawasan umum. masalah-masalah yang dihadapi.

sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. dan pengawasan. 3) Fungsi partisipatif Dalam menjalankan fungsi ini pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya. pemimpin sebagai komunikator merupakan pihak yang menentukan apa. ³Pemimpin yang efektif akan selalu berusaha mengembangkan situasi sosial yang bersifat kebersamaan yang mampu memberikan dukungan positif terhadap keputusan yang ditetapkannya´ Fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial. pengarahan. 2) Fungsi konsultatif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Orang-orang penerima delegasi itu harus diyakini merupakan pembantu pimpinan yang memiliki persamaan prinsip. Gerungan sebagaimana mengutip pendapat Ruch bahwa ada tiga fungsi utama dari pemimpin antara lain: 1. yang secara operasional dibedakan menjadi lima pokok fungsi kepemimpinan antara lain: 1) Fungsi Instruktif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Kepemimpinan yang efektif memerlukan kemampuan menggerakkan dan memotifasi orang lain agar mau melaksanakan perintah. yang sangat dipengaruhi oleh kemampuan menganalisa situasi sosial organisasinya. Fungsi kepemimpinan tersebut memiliki dua dimensi utama yaitu kemampuan pemimpin dalam mengarahkan (direction) dan tingkat dukungan (support) dari anggota organisasi. Berkaitan dengan fungsi kepemimpinan. bagaimana. 4) Fungsi delegasi Fungsi ini dilaksanakan dengan memberikan pelimpahan wewenang membuat dan menetapkan keputusan. maka hasilnya juga akan berbeda. Tahap berikutnya konsultasi dari pimpinan pada orang-orang yang dipimpin dapat dilakukan setelah keputusan ditetapkan dan sedang dalam pelaksanaan. dan dimana perintah itu dikerjakan agar keputusan dapat dilaksanakan secara efektif. karena harus diwujudkan dalam interaksi antar individu dalam situasi sosial suatu kelompok/organisasi. Fungsi delegasi pada dasarnya berarti kepercayaan. pemimpin kerapkali memerlukan bahan pertimbangan yang mengharuskannya berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya yang dinilai mempunyai berbagai bahan informasi yang diperlukan dalam menetapkan putusan. Konsultasi itu dilaksanakan dengan maksud untuk memperoleh umpan balik untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan. koordinasi. Keikutsertaan pemimpin harus tetap dalam fungsi sebagai pemimpin dan bukan pelaksana. Seorang pemimpin bertugas memberikan struktur yang jelas dari situasi-situasi yang rumit . Pada tahap pertama dalam usaha menetapkan keputusan. Cara bertindak dari seorang pemimpin didasari oleh keputusan yang ditetapkannya. persepsi dan aspirasi. Fungsi pengendalaian ini dapat diwujudkan melalui kegiatan bimbingan. tetapi dilaksanakan secara terkendali dan terarah berupa kerja sama dengan tidak mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain. baik melalui persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pimpinan. Partisipasi tidak berarti bebas berbuat semaunya. Cara bertindak sama di lingkungan organisasi yang berbeda dengan situasi sosial yang tidak sama.Dengan demikian berarti juga suatu cara bertindak yang efektif dari seorang pemimpin tidak dapat ditiru secara tepat dengan mengharapkan hasil yang sama efektifnya oleh pemimpin yang lain. 5) Fungsi pengendalian Fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang sukses mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif. kapan. baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya.

12. dan pemimpin juga berkewajiban untuk memulihkan kembali hubungan yang kurang baik itu. yaitu sebagai tempat identifikasi. 3. 5. 8. Krech dan Crutchfield mengemukakan pendapat mengenai fungsi pemimpin. bahwa seorang pemimpin merupakan lambang dari yang dipimpinnya. Seorang panutan. bahwa pemimpin itu sebagai: 1. 6. Apa yang semestinya dikerjakan oleh kelompok perlu direncanakan. Seorang simbol dari kelompok. Seorang pengontrol perilaku atau hubungan para anggotanya. digariskan oleh pemimpin. Seorang pemimpin bertugas mengawasi dan menyalurkan perilaku kelompok yang dipimpinnya (controlling group behavior). sehingga dalam kepemimpinannya akan sesuai dengan aspirasi yang ada dalam kelompoknya. Seorang Ahli. Seorang pemimpin harus dapat merasakan dan menerangkan kebutuhan-kebutuhan kelompok yang dipimpinnya ke dunia luar. 7. harapanharapan atau hal-hal yang lain. Seorang pembuat kebijakan. yaitu bahwa seorang pemimpin berkewajiban mengambil alih tangguing jawab atas tindakan anggotanya. baik mengenai sikap kelompok. Karena itu seorang pemimpin harus peka terhadap keadaan atau situasi dalam kelompoknya. 10. keadaan ini terutama akan terjadi bila kelompok yang dipimpinnya membuat kesalahan. Seorang pemberi hadiah atau hukuman. Seorang perencana. 4. Seorang eksekutif.yang dihadapi oleh kelompoknya ( Structuring the situation). tujuan. juga bertanggung jawab atas pelaksanaan hal-hal yang telah digariskan dalam kelompok yang dipimpinnya. Ini juga berarti bahwa seorang pemimpin bertugas mengendalikan perilaku anggota kelompok dan kelompok itu sendiri. 11. bahwa seorang pemimpin perlu benar-benar memahami ideologi kelompoknya. Figur seorang ayah. yaitu pemimpin sebagai sumber informasi dari anggota kelompok yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus mempunyai pendirian kuat agar tidak mudah terobangambing oleh pengaruh dari luar kelompoknya. disadari atau tidak seorang pemimpin ikut memikul tanggung jawab segala tindakan dari yang dipimpinnya. 3. Kambing hitam. 13. 2. 14. Pemimpin sebagai cerminan sifat-sifat atau kepribadian kelompok yang dipimpinnya. 2. yaitu pemimpin mewakili kelompoknya ke dunia luar kelompoknya. Seorang yang mewakili kelompok keluar. hal tersebut biasanya . Seorang pemimpin dalam keadaan yang diperlukan perlu memberikan hukuman atau hadiah. Seorang pengambil alih tanggung jawab. yaitu seorang pemimpin harus mampu menjadi panutan. menjadi teladan baik dalam ucapan maupun dalam perilaku dari yang dipimpinnya. Seorang pemimpin bertugas sebagai juru bicara kelompok yang dipimpinnya (spokesman of the group). Seorang idealis. pencurahan isi hati dari para anggota kelompoknya. Sehingga diharapkan seorang pemimpin adalah seorang yang ahli dalam bidang yang dipimpinnya. yaitu pemimpin bertugas membuat rencana kegiatan dari yang dipimpinnya. yaitu seorang pemimpin harus bersedia menjadi kambing hitam. 9. yaitu ikut berkiprah dalam mencapai tujuan kelompok. yaitu seorang pemimpin bertugas sebagai pelerai atau sebagai penengah bila dalam kelompok terdapat perselisihan diantara para anggota. Seorang penengah atau pelerai. yaitu pemimpin menentukan kebijakan kelompok yang dipimpinnya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

Pemimpin yang otokratis tidak menghendaki musyawarah. Kekuasaan pemimpin yang otokratis hanya dibatasi oleh undang-undang. 4. antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya. Kewajiban bawahan adalah hanya mengikuti dan menjalankan. Dalam melaksanakan kepemimpinannnya. Seluruh fungsi tersebut diselenggarakan dalam aktifitas kepemimpinan secara integral. Secara teoritis tipe kepemimpinan yang pokok dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: Otokratis. Fungsi kepemimpinan dalam kehidupan organisasi adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. mampu memberikan petunjuk yamg jelas. 1) Kepemimpinan Otokratis Tipe kepemimpinan ini otokratis merupakan tipe kepemimpinan yang paling tua dikenal manusia. Adapun dalam pelaksanaannya pemimpin berkewajiban menjabarkan program kerja. berusaha mengembangkan kebebasan berfikir dan mengeluarkan pendapat. Masing-masing penelitian berdiri sendiri tidak saling terkait sesuai dengan latar belakang konsep yang dimiliki oleh pakar. Dalam proses kepemimpinan selalu terlihat titik berat yang berbeda dalam mewujudkan fungsifungsi kepemimpinan. Tetapi untuk merumuskan apa yang menjadi fungsi kepemimpinan adalah sulit. Perbedaan-perbedaan tersebut mengakibatkan terjadinya berbagai tipe kepemimpinan.akan dilemparkan kepada pemimpin. Melihat fungsi-fungsi tersebut tidaklah ringan beban yang diemban oleh seorang pemimpin. Disamping itu mungkin pula ada yang melaksanakannya dalam bentuk kombinasi. Demokratis. berbagai cara ditempuh oleh seorang pemimpin. hampir sebanyak para ahli yang melakukan penelitian. Laizes faire. sama sulitnya memberikan definisi kepemimpinan itu sendiri. Dalam kepemimpinan yang otokratis. seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan atau kecakapan dan keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan kepemimpinannya. cara-cara yang digunakan merupakan pencerminan sikap dan pandangan pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya. Diantaranya ada yang lebih mengutamakan fungsi instruktif. Setiap perbedaan pendapat diantara para anggotanya diartikan . mendayagunakan pengawasan sebagai alat pengendali. sehingga melahirkan penelitian kepemimpinan yang berbeda-beda. mengembangkan kerjasama yang harmonis. Tipe Kepemimpinan Dalam menggerakkan atau memotivasi orang lain agar melakukan tindakan-tindakan yang selalu terarah pada pencapaian tujuan organisasi. yang berikutnya partipasi dan lain-lain. tidak boleh membantah ataupun mengajukan saran. rapat hanyalah sebagai sarana untuk menyampaikan instruksi-instruksi. pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap angota-anggotanya. Baginya. oleh karena itu tipe ini juga merupakan yang paling banyak dikenal. yang memberikan gambaran pula tentang bentuk (tipe) kepemimpinan yang dijalankan. mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan batas tanggung jawab masing-masing. memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. sehingga sudah barang tentu untuk menjadi pemimpin dituntut persyaratan-persayaratan tertentu agar dalam melaksanakan kepemimpinannnya dapat berlangsung dengan baik. Kesulitan ini terjadi sebab kepemimpinan menarik perhatian para ahli untuk menelitinya. Pengetahuan dan keterampilan tersebut diperoleh dari pengalaman belajar secara teori maupun dari pengalamannnya dalam praktek selama menjadi pemimpin. penafsirannya sebagai pemimpin tidak lain adalah menunjukkan dan memberi perintah. berusaha menumbuh-kembangkan kemampuan memikul tanggung jawab. sedang yang lainnya menerapkan fungsi delegasi.

dari beberapa tipe kepemimpinan tersebut dapat saling mengisi. selalu membangun semangat anggota kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya. 3) Kepemimpinan Demokratis Pemimpin yang bertipe demokratis menafsirkan kepemimpinannnya bukan sebagai diktator. apakah segala perintah yang telah diberikan itu ditaati atau dijalankan dengan baik oleh para anggotanya. banyak ditemui dalam pemerintahan absolut. 3) organisasi menjadi statis. Dalam prakteknya. dan mematikan kreatifitas. baik balam tindakan maupun perbuatan.sebagai kepicikan. Pemimpin demokratis mempunyai kepercayaan diri sendiri dan menaruh perhatian dan kepercayaan pada anggota bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. karena pimpinan tidak menyukai perubahan. Kepemimpinan dengan tipe otokratis. antara lain: 1) anggota akan menjadi pengekor yang tidak mampu dan tidak mau berinisiatif. takut mengambil keputusan. hal ini berarti bukan supervisi yang dilakukan akan tetapi sebagai inspeksi. Pemimpin demokratis dalam melaksanakan tugasnya mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari kelompoknya. Disamping itu kepemimpinan ini sering pula terlihat pada kepemimpinan diktator sebagaimana terjadi di masa Nazi Jerman dengan Hitler sebagai pemimpin yang otoriter. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha menstimulasi anggotanya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama. Tipe ini diartikan sebagai membiarkan orang-orang berbuat sekehendaknya. Pemimpin yang temasuk tipe ini sama sekali tidak memberikan kontrol dan koreksi terhadap pekerjaan anggotanya. Supervisi bagi pemimpin yang otokratis hanyalah berarti mengontrol. dan mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya. Dalam tindakan dan usaha-usahanya selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya. sehingga ucapan raja berlaku sebagai undang-undang atau ketentuan hukum yang mengikat. berserakan diantara anggota kelompok. Kekuasaan dan tanggung jawab bersimpang-siur. dan bukan karena pengaruh dari pemimpinnya. Jika ada angota yang tidak taat akan diberi hukuman dan jika ada yang taat dan patuh akan diberi penghargaan bahkan dianak emaskan. Pemimpin tidak dapat diganggu gugat. Juga kritik-kritik yang membangun dari para anggota sebagai umpan balik dan dijadikan bahan pertimbangan dalam tindakan-tindakan berikutnya. pembangkangan atau pelanggaran disiplin terhadap instruksi yang telah ditetapkan. Biasanya. Pemberian tugas dan kerjasama diserahkan kepada anggotanya tanpa ada petujuk atau saran dari pimpinan. Tingkat keberhasilan organisasi dengan kepemimpinan laizes faire ini disebabkan karena kesadaran dan dedikasi beberapa anggota kelompok. Pemimpin yang demokratis selalu memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan. yaitu mencari kesalahan dari para anggotanya. Segala kegiatan dilakukan tanpa rencana yang terarah dan tanpa pangawasan dari pimpinan. dalam tipe kepemimpinan laizes faire ini struktur organisasinya tidak jelas dan kabur. terutama . Kepemimpinan otoriter tersebut mempunyai dampak negatif dalam kehidupan organisasi. perkembangan biasanya datang dari para anggota. melainkan sebagai pemimpin di tengah-tengah anggota kelompoknya. 2) kesediaan anggota dalam melaksanakan tugas didasari oleh perasaan takut dan tertekan. 2) Kepemimpinan Laizes Faire Sebenarnya pemimpin dalam kepemimpinan Laises faire tidak memberikan pimpinan. dengan demikian mudah terjadi kekacauan.

antara kepemimpinan otoriter dan kepemimpinan demokratis. pengayom. Pemimpin menyenangi hubungan yang harmonis dengan orang-orang yang dipimpinnya. tipe kepemimpinan ahli. . Pemimpin selalu bertindak sebagai pelopor. dan tertib. khususnya anggota organisasinya. maka semua kualitas kepemimpinan haruslah memenuhi persyaratan dan tuntunan yang diajukan oleh situasi. Disamping itu dalam batas-batas tertentu kepemimpinan otoriter masih sangat diperlukan dalam kegiatan mengontrol dan pengawasan. 2) Tipe kepemimpinan simbol Pemimpin yang secara tradisional ini diakui sebagai simbol kebesaran kelompok/organisasi. walaupun tidak berfungsi dan kepemimpinannnya diselenggarakan oleh orang lain yang menjadi pembantunya. 5) Tipe kepemimpinan organisatoris dan administrator Tipe kepemimpinan ini berupa kemampuan membina dan mengelola kerjasama yang efektif dalam melaksanakan kegiatannya yang terarah pada tujuan yang jelas. 1) Tipe kepemimpinan karismatik Pemimpin diterima karena kepribadiannya yang berpengaruh. serta tipe agiator. disegani. Dari beberapa tipe kepemimpinan yang utama tersebut. dan dipatuhi secara rela dan ikhlas sehingga diikuti pendapat dan keputusannya. mengadu domba. misalnya pemimpin dalam lingkungan partai politik. Berpijak dari teori dan tipe kepemimpinan tersebut. dihormati. Terjadinya perbedaan-perbedaan mengenai tipe kepemimpina tersebut adalah atas dasar hubungan antara pemimpin dan kelompok yang dipimpinnya. menimbulkan dan mempertajam perselisihan. seorang dokter diangkat sebagai kepala rumah sakit. simbol. Dengan kata lain dalam kepemimpinan masih diperlukan kepemimpinan otoriter walaupun sifatnya yang lebih lunak. dipercaya. Pemimpin seperti ini sering kali mampu memanfaatkan pertentangan yang ditimbulkannya untuk memperoleh dukungan dari kedua belah pihak yang bertentangan. Sifat otoriter tersebut diperlukan sebagai perwujudan kesatuan perintah agar tidak membingungkan. dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan memanfaatkan masukan dari orang lain dari dalam dan luar organisasinya. Misalnya guru diangkat sebagai kepala sekolah. sistematis. menjalankan kepemimpinan di lingkungan organisasi yang bergerak di bidang yang sesuai dengan keahlian tersebut. 3) Tipe kepemimpinan pengayom Pemimpin yang ditempatkan sebagai kehormatan karena pengalaman dan posisinya dalam masyarakat. 6) Tipe kepemimpinan agiator Tipe kepemimpinan agiator ini dilakukan dengan memberikan tekanan-tekanan. memecah belah dan menghasut anggota organisasi dengan maksud untuk memperoleh keuntungan bagi pimpinan dengan atau tanpa kelompoknya. 4) Tipe kepemimpinan ahli Dalam tipe ini seorang yang mempunyai keterampilan atau keahlian profesional dalam bidang tertentu. Pemimpin tipe ini bekerja secra terencana. Walaupun masing-masing memiliki alasan yang berbeda. Tipe ini menunjukkan gejala bahwa seorang pemimpin selalu bersedia melakukan segala sesuatu untuk kepentingan orang banyak. sedia berkorban. penuh pengabdian dan kesungguhan dalam menghadapi masalah dalam menjalankan kepemimpinannya. organisatoris dan administrator. terdapat beberapa tipe kepemimpinan yang sifatnya sebagai pelengkap antara lain: tipe kepemimpinan Karismatik. maka dapatlah disimpulkan bahwa agar seseorang dapat tampil sebagai pemimpin yang baik dan sukses dalam melaksanakan kepemimpinannya.

madrasah memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. kepala madrasah bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pendidikan melalui upaya menggerakkan para bawahan kearah pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. b. Oleh karena itu sebagai pengelola. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secar efektif dan efisien. c. dimana terjadi proses belajar-mengajar.5. Kepala madrasah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan madrasah sebagai organisasi yang kompleks dan unik. Kualitas kepemimpinan kepala madrasah dalam rangka melaksanakan tugas sangatlah penting. Keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan kepemimpinan kepala madrasah. Karena sifatnya yang komplek dan unik. Bog sebagaimana dikutip Idhochi Anwar mengemukakan empat kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin pendidikan. serta mampu melaksanakan peranan kepala madrasah sebagai seorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin madrasah. Bersifat kompleks karena madrasah sebagai organisasi yang di dalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menentukan. Sebagai pemimpin pendidikan. Robert C. antara lain: a. Kemampuan untuk membangkitkan dan memupuk kepercayaan pada diri sendiri dan para guru serta staf sekolah. Kedua. kepala madrasah perlu memiliki kompetensi dasar yang . kepala madrasah sebagai pemimpin formal pendidikan di lingkungannya. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan administrasi madrasah dengan seluruh substansinya. Sedang sifat unik menunjukkan bahwa madrasah sebagai organisasi memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lainnya. sebagaimana dinyatakan oleh Wahjosumidjo bahwa ³keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah´. Kemampuan untuk mendorong dan mambimbing para guru serta staf agar dengan penuh kerelaan dan tanggung jawab berpartisipasi secara aktif pada setiap usaha sekolah untuk mencapai tujuan madrasah dengan sebaik-baiknya. Kepemimpinan Kunci Keberhasilan Kepala Madrasah Madrasah adalah lembaga pendidikan yang bersifat kompleks dan unik. Sebagai pemimpin formal. tempat terselenggaranya pembudayaan kehidupan umat manuisia. kepala madrasah menduduki dua jabatan penting untuk bisa menjamin kelangsungan proses pendidikan. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan. kepala madrasah memiliki tugas untuk mengembangkan kinerja para personil terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan. Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada. oleh karena laju perkembangan kegiatan/program pendidikan yang ada di setiap madrasah ditentukan oleh arahan. kepala madrasah adalah pengelola pendidikan secara keseluruhan. Sebagai pengelola pendidikan. Koordinasi yang baik diantara para anggota organisasi madrasah khususnya kepala madrasah sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Dalam satuan pendidikan. bimbingan serta visi dan misi yang ingin dicapai oleh kepala madrasah. Pertama. d. Kemampuan untuk membina dan memupuk kerja sama dalam mengajukan dan melaksanakan program supervisi. Ciri-ciri yang menempatkan madrasah memiliki karakteristik tersendiri. Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksankan fungsi-fungsi kepemimpinan. Kemampuan mengorganisasikan dan memantau staf dalam merumuskan perbaikan pengajaran di sekolah dalam bentuk program yang lengkap.

serta memberi tanda pada yang lain mengenai apa yang penting dan berharga bagi kegiatan persekolahan. dan kekuatan budaya. memberi penyuluhan pada guru. M. kecakapan antar pribadi. usia. Siapapun yang diagkat menjadi kepala madrasah harus ditentukan melalui prosedur serta persyaratan-persyaratan tertentu seperti: latar belakang pendidikan. memperkuat serta mengartikulasikan nilai-nilai. pengembangan program pendidikan dan supervisi. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini kepala madrasah bertindak sebagai seorang yang mendefinisikan. Menpunyai pengalaman bekerja yang cukup. Sedangkan prinsip pengaturan manusia meliputi pemberian dukungan dan kesempatan oleh kepala madrasah kepada para guru dan pegawai lainya. kekuatan manusia. Prinsip kekuatan manusia ini bisa dianggap merupakan pengaturan manusia meliputi hubungan antar manusia. Kekuatankekuatan tersebut adalah: kekuatan teknikal. 1) Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen dan berhubungan dengan aspekaspek teknis kepemimpinan. pangkat dan integritas. Kekuatan teknikal ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya pengaturan kegiatan persekolahan yang baik. mengadakan supervisi dan evaluasi serta pengembangan staf dan kurikulum. kepercayaan dan segi-segi budaya yang memberikan identitas yang unik pada madrasahnya. Kepala sekolah/madrasah adalah jabatan pemimpin yang tidak bisa diisi oleh orang-orang tanpa didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan. 3) Kekuatan pendidikan Kekuatan pendidikan merupakan kekuatan kepemimpinan yanng berasal dari pengetahuan mengenai permasalahan pendidikan dan persekolahan. pengalaman. Prinsip kekuatan teknikal ini bisa dikatakan sama dengan prinsip perencanaan dan manajemen. Persyaratan itu adalah ketentuan untuk menduduki suatu jabatan tertentu yang mengharuskan seseorang yang mendudukinya menjalakan fungsi kepemimpinan. kekuatan pendidikan. Prinsip kekuatan pendidikan adalah menemukan masalah pendidikan. serta teknik-teknik pemberian motifasi dengan berbagai instrumen. Ketika menunjukkan kekuatan ini kepala madrasah memainkan peranan sebagai kepala dan memberikan model bagi tujuan-tujuan dan tingkah laku yang baik.disyaratkan. 2. Persyaratan-persyaratan formal tersebut bukanlah yang dimaksudkan sebagai persyaratan kepemimpinan. kekuatan simbolik. 4) Kekuatan simbolik Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek simbolik kepemimpinan. Ngalim Purwanto menjelaskan bahwa syarat minimal bagi seorang kepala sekolah antara lain: 1. terutama di sekolah yang sejenis dengan sekolah . 2) Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi sosial dan antar pribadi suatu madrasah yaitu unsur manusianya. Prinsip-prinsip kekuatan pendidikan ini mengandunng unsur-unsur pengajaran. 5) Kekuatan budaya Kekuatan budaya merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan madrasah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu madrasah. yaitu berupa kekuatan-kekuatan kepemimpinan yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. Memiliki ijasah yang sesuai dengan ketentuan/peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan. manajer. dan motivator. terutama sikap dan sifat-sifat kepribadian yang diperlukan bagi kepentingan pendidikan. namun tidak dengan sendirinya membuat kepala madrasah menjadi profesional dalam melaksanakan tugas. moral. Memiliki kepribadian yang baik. Pengalaman semasa menjadi . Dalam pelaksanaanya pekerjaan kepala madrasah merupakan pekerjaan berat yang menuntut kemampuan ekstra. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugas masing-masing tenaga kependidikan. Kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat kepada seluruh warga madrasah. serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik. terutama dalam mendukung terbentuknya pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanaan tuganya. c) Pembinaan fisik yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yanng berkaitan dengan kondisi jasmani atau badan. kepala madrasah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Mempunyai ide dan inisiatif yanng baik untuk kemajuan dan pengembangan sekolahnya. innovator. fisik dan artistik bagi para guru dan staf di lingkungan kepemimpinanya. 5. Berbagai kasus menunjukkan masih banyak kepala madrasah yang terpaku dengan urusan-urusan administrasi yang sebenarnya bisa dilimpahkan kepada tenaga administrasi. memajukan. supervisor. kepala sekolah/madrasah sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai edukator. Dalam hal ini kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas secara proporsional dan profesional. leader. 4. administrator. 3. Kepala madrasah profesional harus mampu memberikan dorongan agar para tenaga kependidikan terlibat secara aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olahraga. Dalam hal ini faktor pengalaman akan sangat mempengaruhi profesionalisme kepala madrasah. d) Pembinaan artistik yaitu membina tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni keindahan. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan dimadrasahnya. Mempunyai keahlian dan berpengetahuan luas. Kepala madrasah sebagai edukator Dalam melaksanakan fungsinya sebagai edukator. Pihak madrasah dalam menggapai visi dan misi pendidikan perlu ditunjang oleh kemampuan kepala madrasah dalam menjalankan roda kepemimpinanya. b) Pembinaan moral yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ajaran baik-buruk mengenai suatu perbuatan. Menciptakan iklim yang konduktif. memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan. kepala madrasah harus berusaha menanamkan. kesehatan dan penampilan mereka secara lahiriah. baik yang diprogramkan di sekolah maupun yang diselenggarakan oleh masyarakat sekitar. Meskipun pengangkatan kepala madrasah tidak dilakukan secara sembarangan. a. terutama mengenai bidang-bidang penngetahuan dan pekerjaan yang diperlukan bagi sekolah yang dipimpinya. Dalam peranan sebagai pendidik. memberikan nasehat kepada warga madrasah.yang dipimpinya. dan meningkatkan sedikitnya empat macam nilai yaitu: pembinaan mental. Sebagai edukator. bahkan diangkat dari guru yang sudah berpengalaman atau mungkin sudah lama menjabat sebagai wakil kepala madrasah. a) Pembinaan mental yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan sikap batin dan watak.

d. kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk menngelola kurikulum. sehingga seluruh aktifitas organisasi madrasah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektifitas pembelajaran. komunikasi. memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya. dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program madrasah. Kepala madrasah sebagai supervisor Kegiatan utama pendidikan di madrasah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. Dikatakan suatu proses. dan mengelola administrasi keuangan. c. supervisi. menjadi wakil kepala madrasah. mengelola administrasi peserta didik. kepegawaian.guru. dan mendayagunakan sumberdaya madrasah secara optimal. mengelola administrasi sarana dan prasarana. Dalam ranngka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. memberdayakan tenaga kependidikan. mengorganisasi. penyusunan dan pendokumenan seluruh program pengajaran. Sesuai dengan yang ditetapkan dalam penilaian kinerja kepala madrasah. pengorganisasian. karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala madrasah dalam melaksanakan pekerjaanya. Seorang politisi 7. Kepala madrasah sebagai manajer Manajemen pada hakekatnya merupakan suatu proses merencana. memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama yang kooperatif. Bertanggunng jawab dan mempertanggung jawabkan 3. b. Kepala madrasah sebagai administrator Kepala madrasah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktifitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan. Menurut Stoner sebagaimana dikutip Wahjosumidjo. Adapun fungsi pokok dari administrasi pendidikan seperti diungkap oleh Purwanto adalah perencanaan. Oleh karena itu salah satu tugas kepala madrasah adalah sebagai . mengelola administrasi kearsipan. Pengambil keputusan. mengelola administrasi personalia. pengkoordinasian. Secara spesifik. Bekerja dengan dan melalui orang lain 2. Adalah juru penengah 6. Dengan waktu dan sumber yang terbatas mampu menghadapi berbagai persoalan 4. organisasi personalia. yang diwujudkan dalam kemampuan menyusun program sekolah. ada delapan macam fungsi seorang manajer yang perlu dilaksanakan dalam organisasi. pembiayaan dan evaluasi. yaitu: 1. Seorang diplomat 8. berfikir secara realistik dan konseptual 5. kepala madrasah harus memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinanya dengan baik.

5. menyeleksi. pengetahuan profesional. bahan pengajaran dan metodemetode mengajar serta evaluasi pengajaran. membuka komunikasi dua arah dan mendelegasikan tugas. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Secara umum kegiatan atau usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sesuai dengan fungsinya sebagai supervisor antara lain: 1. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. 4. untuk memperbaiki pengajaran. e. meyeleksi pertumbuhan dan perkembangan guru-guru. antara lain dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok. staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing-masing. Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan para guru dan pegawai sekolah. Membangkitkan dan meranngsang para guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya. Pengawasan dan pengendalianjuga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar para tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya. pengalaman. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. 6. keahlian dasar. 3. Keberhasilan kepala madrasah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh: meningkatnya kesadaran tenaga kependidikan untuk meningkatkan kinerjanya dan meningkatnya keterampilan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya. pengawasan. Selain itu juga harus memberikan bimbingan dan mengarahkan para guru. seminar. Bersama para guru berusaha mengembangkan. maka kepala madrasah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru senior untuk melaksanakan supervisi. Kepala madrasah sebagai seorang pemimpin harus mampu mendorong timbulnya kemauan yang kuat dengan penuh semangat dan percaya diri para guru. arahan. mencari. Jika jumlah guru cukup banyak. dan atau menngirim mereka untuk mengikuti penataran-penataran. menyediakan perpustakaan sekolah. Membina hubungan kerja sama anatara sekolah dengan masyarakat dan instansi-instansi lain dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Membina kerjasama yang baik dan harmonis diantara para guru dan pegawai sekolah lainya. dan merefisi tujuan-tujuan pendidikan. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan.supervisor. Sebagaimana kutipan E. Kepemimpinan adalah satu kekuatan penting dalam rangka pengelolaan. Mulyasa dari Carter Good¶s Dictionary of education. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media insruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar. Pengawasan dan pengendalian ini merupakan kontrol agar kegiatan pendidikan di madrasah terarah pada tujjuan yang telah ditetapkan. dikemukakan bahwa supervisi adalah: Segala usaha pejabat sekolah dalam memimpin guru-guru dan tenaga kependidikan lainya. oleh sebab itu kemampuan memimpin secara efektif merupakan kunci keberhasilan kepala madrasah. termasuk menstimulasi. dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku. 2. Kepala madrasah dalam menjalankan tugasnya sebagai supervisor harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan. Wahjosumidjo mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang mencakup kepribadian. Kepala madrasah sebagai leader Kepala madrasah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk. sesuai dengan bidangnya masing-masing. staf .

mencari gagasan baru. Kepala madrasah sebagai motivator Sebagai motivator. penghargaan secara efektif. Kepala madrasah sebagai inovator Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator. 1. serta adaptabel dan fleksibel. rekruitmen. sekaligus mampu mencari. Pada saat ini masalah ke-kepala sekolahan merupakan suatu peran yang menuntut persyaratan kualitas kepemimpinan yang kuat. Antara lain. Para tenaga kependidikan akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik. Segala bentuk kegiatan sekolah perlu diarahkan kepada peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan agar dapat berkembang dan maju sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan zaman. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di madrasah. dan menyenangkan. memberikan rasa aman. pragmatis. Peningkatan profesionalisme kepala madrasah harus merupakan proses keseluruhan dalam suatu . kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. dorongan. Dalam usaha melakukan pembinaan kepala madrasah. disiplin. 5. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya. g.dan siswa serta memberikan dorongan memacu dan berdiri di depan demi kemajuan dan memberikan inspirasi sekolah dalam mencapai tujuan. kreatif. mengatur pengalaman sedemikian rupa sehingga setiap pegawai pernah memperoleh kepuasan dan penghargaan. terdapat cara yang perlu dilaksanakan. Kepala madrasah sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara melakukan pekerjaanya secara konstruktif. 4. dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar. Motivasi dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. 3. pembinaan. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan. yaitu memberikan perhatian secara sistematik dan terus menerus terhadap siklus kegiatan antara lain. 2. pemempatan. Para tenaga kependidikan harus selalu diberitahu tentang hasil dari setiap pekerjaanya. pengangkatan. dan melaksanakan berbagai pembaharuan di madrasah. Kunci keberhasilan suatu madrasah pada hakekatnya terletak pada efektifitas dan efisiensi penampilan kepala madrasah. keteladanan. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Peningkatan kualitas dan profesionalisme kepala madrasah perlu dilaksanakan secara terus menerus dan terencana dengan melihat permasalahan-permasalahan dan keterbatasan yang ada. sebagai keberhasilan madrasah diperlukan adanya kepemimpinan kepala madrasah yang profesional. Bahkan telah berkembang menjadi tuntutan yang meluas dari masyarakat. f. evaluasi terhadap kepala sekolah. menemukan. Pemberian hadiah lebih baik daripada hukuman. Mulyasa mengungkapkan beberapa prinsip yang dapat diterapkan kepala madrasah untuk mendorong tenaga kependidikan agar mau dan mampu meningkatkan profesionalismenya. rasional dan obyektif. pengaturan suasana kerja. disiplin. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada para tenaga kependidikan dan para tenaga kependidikan dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. seleksi. menunjukkan bahwa kepala madrasah memperhatikan mereka. mengintegrasikan setiap kegiatan.

baik kepala sekolah. Prestasi Kerja Guru 1. yaitu hasil yang lebih baik. Dengan demikian prestasi kerja guru adalah hasil yang telah dicapai guru dalam menjalankan pekerjaannya. dan pegawai lainya. Hakekat Prestasi Kerja Guru Prestasi adalah hasil karya yang telah dicapai seseorang dalam melaksanakan pekerjaanya yang dengan adanya usaha untuk meningkatkan mutu dari pada hasil pekerjaanya. Smit menyatakan bahwa kinerja adalah ³ «out drive from processes.P. Upaya peningkatan mutu sekolah dan profesionalisme kepala madrasah tidak terlepas dari peran pengawas sekolah selaku pimpinan pendidikan. atau hasil kerja/ unjuk kerja/ penampilan kerja. membudaya baik dari personil maupun bagi peserta didik. sedangkan August W. Dari pengertian tersebut pada dasarnya terdapat tiga prinsip utama prestasi kerja. 2. Setiap tenaga kependidikan. Mulyasa sebagai berikut: 1. bahwa apa yang dilakukan adalah dalam rangka peninngkatan profesionalisme kepala madrasah serta pencapaian mutu dan prestasi belajar. Prestasi kerja sebagaimana dijelaskan oleh Sudarmayanti. para guru. 3. Hal ini penting. Sehingga prestasi kerja guru lebih merupakan kesanggupan guru dalam melaksanakan tugas pekerjaannya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.organisasi madrasah. Mengadakan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah dan memberikan masukan kepada kepala sekolah mengenai penyelenggaraan sekolah. karena pengawas sekolah dalam melaksanakan upaya peningkatan profesionalisme cnderung kuranng memperhatikan ideide baru yang berkembang di masyarakat. sebagaimana dikemukakan oleh E. berarti juga kinerja. pencapaian kerja. sehingga sistem penilaian tersebut akan menjadikan suatu alat untuk lebih meningkatkan prestasi kerja . bermutu dan tepat sasaran. seharusnya dilakukan dengan melihat berbagai segi. 4. human or otherwise´ Maksudnya bahwa kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. berjalan dengan nyata. jangka panjang. dan ukuran waktu. Jadi prestasi kerja/kinerja merupakan hasil dari perbuatan seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya. Usaha-usaha yang dilakukan pengawas sekolah/madrasah dalam mengembangkan profesional kepala madrasah. kerjasama yang kompak. pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif. Memberikan perhatian dan jalan keluar atas segala permasalahan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. B. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para kepala sekolah untuk melanjutkan pendidikanya dalam rangka menunjang karier dan meninngkatkan kemampuanya. kemauan untuk berubah serta evaluasi dan perbaikan yang berkelanjutan demi sukses dan lancarnya program madrasah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. yang bersama kepala madrasah memilikki tanggung jawab terhadap perkembangan madrasah. kepemimpinan madrasah yang kuat. pelaksanaan kerja. Menciptakan suatu iklim yang kondusif sehingga memungkinkan kepala sekolah berdiskusi dengan kepala sekolah lain untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kaitanya dengan peningkatan kualitas pendidikan. Lebih lanjut S. Siagian memberikan definisi prestasi adalah kemampuan memperoleh out put yang sebesarbesarnya dari sarana dan prasarana yang ada dengan menghasilkan luaran (out put) yang optimal. kesatuan waktu. . maupun peserta didik dituntut untuk memiliki kepedulian yang muncul secara integral. Kepala madrasah profesional dalam pelaksanaan fungsinya akan memberikan dampak posotif dan perubahan yang cukup mendasar dalam pembaharuan sistem pendidikan di madrasah. Dalam penilaian prestasi kerja. Dampak tersebut meliputi efektifitas pendidikan.

and comunication. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mengetahui bahwa organisasi mereka berkembang. 3. penilaian prestasi kerja guru pada dasarnya merupakan penilaian yang sistematik terhadap penampilan guru sendiri dan terhadap taraf potensi guru dalam upayanya mengembangkan diri untuk kepentingan madrasah. demikian halnya orang yang bermotivasi tinggi tetapi abilitynya rendah. efisiensi serta kualitas kerja guru. karena kinerja merupakan indikator dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai tingkat produktifitas yang lebih tinggi dalam suatu organisasi. Sedangkan pokok-pokok atau hal-hal yang diperlukan dalam suatu sistem penilaian prestasi kerja menurut TV Rao adalah sebagai berikut: 1. kaitannnya dengan pekerjaan atau jabatan yang telah dipercayakan kepada seseorang. karyawan bekerja lebih baik apabila mereka merasa jelas mengerti apa yang diharapkan dari mereka dan apabila sesekali mereka berwenang mengubah harapan-harapan itu. Disamping kelima aspek tersebut. dan bena-benar dapat membantu meningkatkan prestasi kerja sekaligus juga meningkatkan loyalitas organisasi dari para anggota organisasi tersebut. maka prestasi kerja guru merupakan hasil yang telah dicapai guru dengan menunjukkan efektifitas. Kelebihan dan kekurangan yang ada dapat merupakan cambuk bagi kemajuan-kemajuan para guru mendatang. orang yang tinggi abilitynya tetapi rendah motivasinya akan menghasilkan kinerja yang rendah. capability. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka dipercaya dan diperlakukan dengan hormat. Apabila hal ini dilakukan di sekolah. Standar kerja perlu dirumuskan sebagai tolok ukur dalam mengadakan perbandingan antara apa yang telah dilakukan dengan yang diharapkan. 6. Oleh sebab itu upaya untuk mengadakan penilaian terhadap kinerja/ prestasi kerja suatu lembaga atau organisasi merupakan hal yang sangat penting. Mitchell juga mengatakan bahwa untuk mengadakan pengukuran terhadap kinerja seseorang dapat berdasarkan formula ³Performance = Ability X Motivation´. dan bagi guru khususnya akan mengetahui sampai dimana dan bagaimana prestasi kerjanya dinilai oleh atasan atau tim penilai. 5. proptness. pada penerapannya kinerja guru merupakan hubungan antara kemampuan yang dimiliki guru dengan motivasi yang ada pada guru tersebut. 2. initiative. Standar dapat pula dipandang dan dijadikan ukuran dalam mengadakan pertanggung jawaban terhadap sesuatu yang telah dilakukan. tertib. . sebab apabila penilaian prestasi kerja tersebut dilakukan dengan baik. Kinerja sangat terkait dengan produktifitas. Mitchell menyatakan bahwa kinrja meliputi beberapa aspek. Hasil kerja guru pada gilirannya dipengaruhi oleh kinerja guru. 4. paling tidak akan memberikan keuntungan bagi sekolah pada umumnya. Dalam mengadakan penilaian terhadap pekerjaan seseorang perlu ditetapkan standar kinerja atau standar performance. Jika dikaitkan dengan tenaga kependidikan. Karyawan akan mempunyai taraf kehidupan yang lebih tinggi apabila melihat bahwa organisasi mereka bersedia menginvestasi waktu dan sumber daya yang lain untuk pengembangan-pengembangan orang-orangnya. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mulai mengalami keberhasilan dalam tugastugas yang mereka laksanakan. 7.yang dihasilkan. Dari pernyataan tersebut jelas bahwa kinerja merupakan hasil interaksi antara motivasi dengan ability (kemampuan). dan sejauh mungkin mempergunakan kemampuan mereka. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka merasa bahwa organisasi menyediakan peluang bagi prestasi mereka untuk dihargai dan diberi ganjaran. Kelima aspek tersebut dapat dijadikan ukuran dalam mengkaji tingkat kerja seseorang. yaitu quality of work. Karyawan akan bekerja keras apabila mereka merasa diperlukan dalam organisasi.

yang diselenggarakan oleh PPs IKIP Bandung tahun 1990. Peningkatan Prestasi Kerja Guru Peningkatan prestasi kerja guru identik dengan kemampuan melaksanakan tugas guru serta meningkatnya motivasi kerja. Motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif. Tanggung jawab tersebut pada gilirannya akan memberikan kepuasan dan merupakan faktor motivasi untuk berprestasi. Dengan kata lain para guru akan melakukan semua pekerjaannya dengan baik apabila ada faktor pendorong atau motivasi. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan prestasi kerja. Faktor yang berpengaruh terhadap motivasi kerja sebagaimana dikemukakan oleh Herzberg adalah ³ sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. karena prestasi kerja guru dihargai dalam bentuk angka kredit. para guru akan berprestasi dan melakukan pekerjaannya dengan baik apabila ada motivasi dalam dirinya yang berupa kebutuhan untuk meningkatkan prestasinya. seorang guru dituntut untuk mempunyai berbagai kemampuan dan kompetensi profesional. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara profesional. Kebutuhan berprestasi merupakan kebutuhan manusia untuk melakukan sesuatu karya yang berprestasi atau yang lebih baik dari karya orang lain. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. Uzer Usman adalah kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh seorang guru melalui pendidikan dan latihan. . terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sempat dirasakan atau mendesak. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. Memiliki keahlian/keterampilan teretentu. yang terjadi pada saat tertentu. Dan masih banyak pengertian lain dari kompetensi guru. Kompetensi pada dasarnya menunjuk pada kecakapan atau kemampuan untuk mengerajakan suatu pekerjaan. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. mempunyai perhatian. yang nantinya dapat dipergunakan dalam kenaikan pangkat´. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Untuk dapat mengembangkan semua komponen tersebut secara baik. Memiliki fungsi dan signifikansi sosial. Kebutuhan berprestasi adalah salah satu faktor yang menimbulkan motivasi yang merupakan unsur terpenting dalam menentukan prestasi seseorang atau produktifitas kerja. Pengertian kompetensi guru menurut Moh. Apabila guru memiliki motivasi positif maka ia akan memperlihatrkan minat. . guru juga diberi tanggung jawab atas profesi yang disandangnya. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. dirumuskan 10 ciri suatu profesi yaitu: a. Callahan and Clark mengemukakan bahwa motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah tujuan tertentu. Mengacu pada pendapat tersebut bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu aktifitas. Sebagai pendidik profesional. b. Tingginya motivasi kerja guru dipengaruhi oleh persepsi mereka atas kemampuan melaksanakan tugas. Motivasi merupakan unsur penentu yang mempengaruhi perilaku yang terdapat dalam setiap individu. metode pembelajaran. Dengan sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. Dalam proses pembelajaran terkandung beberapa komponen. pengertian-pengertian tersebut mengandung maksud yang sama yaitu merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Kebutuhan manusia menurut Mc Celland adalah terpusat pada satu kebutuhan yakni kebutuhan berprestasi.2. antara lain tujuan pembelajaran. Dengan demikian. alat dan media pembelajaran serta evaluasi pembelajaran. c.

Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran. khusus untuk profesi seorang guru dalam garis besarnya ada tiga yaitu: a. Pengelolaan program belajar-mengajar. ciri tersebut belum dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para guru. j. Ciri-ciri tersebut ditunjukkan untuk profesi pada umumnya. Seluruh operasionalnya. Berkenaan dengan kemampuan atau kompetensi yang perlu dimiliki oleh seorang guru. Seorang guru yang profesional harus menguasai bidang ilmu pengetahuan yang akan diajarkan dengan baik. untuk itu seorang guru harus memiliki ilmu keguruan. 4. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. h. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas profesinya. Pengelolaan kelas. 10. atau antara pendidikan profesional dengan non profesional. Secara teoritis ketiga kompetensi tersebut dapat dipisah-pisahkan. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. Seorang guru yang profesional harus berpegang teguh kepada kode etik profesional. sebab masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. 5. 9. c. 2. kompetensi sosial/ kemasyarakatan. Ia benar-benar seorang ahli dalam bidang ilmu yang diajarkan. Kebebasan untuk memberikan keputusan dalam memecahkan masalah dalam lingkungan kerjanya. Memang dalam ini sukar dihindari. Memiliki kode etik. Nana Sudjana mengemukakan kompetensi yang harus dimiliki guru antara lain: kompetensi pribadi. Pada sisi lain. Pengelolaan interaksi sumber belajar-mengajar. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. 3. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. b. i. akan tetapi secara praktis sesungguhnya ketiga kompetensi tersebut tidak mungkin dapat dipisahkan. Aplikasi dan sosialisasi niai-nilai profesional. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga non profesional pendidikan yang melaksanakan tugas-tugas pendidikan. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. f. . 6. maka dengan melihat ciri-ciri tersebut. g. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keilmuannya. 7. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. kompetensi profesional. 8. Penilaian prestasi siswa. mengingat banyaknya jenis pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. Memiliki tanggung jawab profesional. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi tersebut dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas-tugas pendidikan formal profesional dan menganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut.d. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. Diantara ketiga jenis kompetensi tersebut saling menjalin secara terpadu dalam diri guru. Lebih lanjut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan merinci kemampuan atau kompetensi yang harus dimiliki guru dalam 10 kemampuan yaitu: 1. e. atau setiap orang bisa mendidik. guru yang terampil mengajar harus pula memiliki pribadi yang baik dan mampu melakukan pengembangan dalam masyarakat. Seorang guru yang profesional harus memiliki kemampuan menyampaikan atau mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada para siswa secar efektif dan efisien.

dan produktif. maka semakin jelas bahwa faktor kompetensi dan faktor motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan prestasi kerja guru. Perilaku instrumental merupakan tugas-tugas yang diorientasikan dan secara langsung diklarifikasikan dalam peranan dan tugas-tugas para guru. Mempu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif. Prestasi kerja guru yang rendah merupakan hasil dari kemampuan yang rendah dan motivasi yang rendah. Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif. penghargaan dan persepsi. maka prestasi kerjanya akan rendah pula. Dengan demikian. penyesuaian diri tehadap suasana kerja dan kepribadian. a. fondasi profesional kependidikan. pemberian motivasi. baik sebagai individu maupun kelompok. kompetensi adalah mutlak dimiliki dan dikuasai oleh setiap guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Sehingga dalam peningkatan prestasi guru harus diikuti pula peningkatan dalam kemampuan dan peningkatan motivasi. terutama disiplin diri. Prestasi kerja guru merupakan perkalian antara kemampuan guru dalam mengajar dan motivasi. kepala madrasah harus mampu membantu para guru mengembangkan pola dan meningkatkan standar perilakunya. pembinaan disiplin tenaga kependidikan. Dalam kaitan ini. penentu arah kebijakan madrasah yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan madrasah dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. proses. c. Perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat. Upaya atau kiat-kiat yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru antara lain melalui. b. dekat. Kompetensi profesional merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menunjang fungsi dan peranan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lainnya. Keterpaduan itu tercermin dari adanya integritas antar penguasaan bahan ajar. Mampu memberdayakan guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. Kepemimpinan kepala madrasah yang efektif dapat dilihat berdasarkan kriteria-kriteria berikut ini: a.Penerapan kompetensi tersebut menekankan penting adanya kinerja terpadu oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya. sebagai individu dan sebagai kelompok. dan penuh pertimbangan terhadap para guru. Pembinaan disiplin. serta menggunakan pelaksanaan aturan sebagai alat untuk menegakkan . Jika guru rendah pada salah satu komponen. d. Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru Kepala madrasah merupakan motor penggerak. Sejalan dengan hal tersebut. e. Perilaku kepala madrasah yang positif dapat mendorong dan memotivasi guru untuk bekerja sama dan meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan. f. Seorang pemimpin harus mampu menumbuhkan displin. lancar. sehingga kepala madrasah dituntut untuk mempunyai taktik atau kiat yang tepat dan senantiasa meningkatkan efektifitas kinerjanya. C. Bekerja dengan tim manajemen.

displin. yakni dari. 3. 6. mempunyai perhatian. ia akan memperlihatkan minat. tepat waktu. tetapi tidak diharapkan sikap yang otoriter. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya. oleh dan untuk guru. Memberikan informasi yang lengkap terhadap bawahan tentang peraturan dan hukuman bagi yang melanggar. Secara pribadi memberikan peringatan tertentu pada bawahan.. jangan menyerang pribadi. Menggunakan segala macam hukuman secara tepat. Lebih lanjut Lazaruth mengatakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja seseorang dalam organisasi adalah perasaan puas. spesifik. yang satu sama lainnya berbeda. karena merasa kesejahteraan material dan spiritual terpenuhi. 4. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. H. Mencari bukti sebelum menjatuhkan teguran dan hukuman. Sudjana menyatakan bahwa motivasi adalah upaya membangkitkan keinginan seseoran atau kelompok sehingga ia atau mereka berbuat sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Peningkatan profesionalisme guru perlu dimulai dengan sikap demokratis. Mengacu pada pendapat tersebut. Oleh karena itu. konsisten. Pemberian motivasi Keberhasilan suatu organisasi atau lembaga dipengaruhi oleh berbagai faktor. 2. Dengan diperolehnya kepuasaan dalam memenuhi keinginan dan cita-cita hidupnya. yang patut diteladani. 5. Paul Harsey mengemukakan bahwa pemimpin dalam mendisiplinkan seseorang hendaknya jangan terlalu emosi. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. tetapi juga dalam psykisnya. baik yang datang dari dalam maupun dari lingkungan. Motivasi dapat merupakan upaya pemimpin untuk memberikan dorongan kepada pihak yang dipimpin atau pelaksana kegiatan supaya pihak yang dipimpin mengarahkan perbuatannya dengan menggunakan potensi yang ada pada dirinya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan kepala sekolah sebagai pengemban ketertiban. bersikap adil. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif. b. Memberikan peringatan yang cukup sebelum memberikan hukuman. 7. para guru akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat. Setiap guru memiliki karakteristik khusus. Oleh sebab . Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik. Selalu memelihara harga diri kepala sekolah. jangan mengancam. dan ingat bahwa pendisiplinan tidak untuk memperkuat perilaku yang jelek. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. Wahjosumidjo memberikan beberapa petunjuk yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan disiplin antara lain: 1. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. dapat dikatakan bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga/organisasi. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong. misalnya motivasi.D. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan kerja. Mengelola disiplin secara tepat dan konsisten. Motivasi merupakan salah faktor yang cukup dominan dan dapat mengerakkan faktor-faktor yang lain kearah efektifitas kerja. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu mendisiplinkan seseorang. Oleh karena itu dalam membina disiplin perlu berpedoman pada sikap tersebut.

Dalam usaha mendorong para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan atau pekerjannya dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Memberikan pengakuan terhadap kegiatan dan orang yang dimotivasi. Langkah-langkah tersebut dilakukan oleh penggerak yaitu kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan secara bertahap dan berangkai. di tengah membina kemauan. Menjelaska dan mengkomunikasikan tujuan motivasi. agar para guru beserta pegawai lainnya akan meningkatkan kinerjanya. Persepsi Persepsi adalah kecakapan untuk cepat melihat dan memahami perasaan-perasaan. kepala madrasah bertanggung jawab mengarahkan apa yang baik untuk anggotanya sedangkan dia sendiri harus berbuat baik. sabar dan penuh pengertian. dan kebutuhan-kebutuhan anggota kelompok. Melihat keadaan diri sendiri. Latar penelitian yang dipilih adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan . Menghindari resiko. Penghargaan ini akan bermakna apabila dikaitkan dengan prestasi guru secara terbuka sehingga setiap guru memiliki peluang untuk meraihnya. Ing Madya Mangun Karsa. Memberikan penghargaan melalui komunikasi. dalam kaitannya dengan peningkatan prestasi kerja guru. 5. 9. Mengatasi suatu konflik. Kepala madrasah perlu menciptakan persepsi yang baik bagi setiap tenaga kependidikan terhadap kepemimpinan dan lingkungan madrasah. agar tidak menimbulkan dampak negatif. 2. c. 8.itu. Penghargaan Penghargaan sangat penting untuk meningkatkan kegiatan yang produktif dan mengurangi kegiatan yang kurang produktif. d. Kepala madrasah harus menjadi contoh. 7. Pendekatan Dan Jenis Penelitian. Kepala madrasah merupakan komponen yang sangat penting dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan. dalam kaitan ini kepala madrasah dituntut untuk berusaha mamahami keinginan-keinginan dan cita-cita para guru atau bawahan serta berusaha memenuhinya. Fungsi kepala madrasah hendaknya diartikan seperti motto Ki Hajar Dewantara yaitu ³ Ing Ngarsa Sung Tulada. 6. penelitian ini termasuk kelompok penelitian kancah atau lapangan. Persepsi yang baik akan menumbuhkan iklim kerja yang kondusif serta sekaligus akan meningkatkan produktifitas kerja. Menjelaskan alasan motivasi. 4. 3. dimulai dari langkah pertama sampai dengan langkah terakhir. kepala madrasah dapat menggunakan langkahlangkah sebagaimana disarankan oleh Douglas Dunn berikut ini: 1. Menyelenggarakan pertemuan untuk merangsang pihak yang dimotivasi. Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madarasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan kinerja guru dan berdasarkan tempat penelitiannya. Tut Wuri Handayani (di depan menjadi teladan. di belakang menjadi pendorong)´ BAB III METODE PENELITIAN B. Mendengarkan informasi dari yang dimotivasi. Dengan penghargaan guru akan terangsang untuk meningkatkan kinerja yang positif dan produktif. sikap-sikap. Penggunaan penghargaan ini perlu dilakukan secara tepat dan efektif.

2) peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data. Kehadiran peneliti berlangsung beberapa bulan yang dilaksanakan dua sampai tiga kali dalam seminggu menyesuaikan dengan kesibukan peneliti. sampai selesai dengan mencari celah-celah kesibukan dari subyek yang dikehendaki tanpa menganggu aktivitas formal mereka. Penulis secara resmi memberikan izin penelitian dari INSURI Ponorogo kepada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada tanggal 4 Mei 2009. ³dalam pendekatan kualitatif. peneliti realisasikan dengan meneliti Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar secara langsung. latar belakang dan lingkungannya. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada unit tersebut. Berdasarkan dari taraf pembahasan masalah. dimulai jam 07. 6) data yang dikumpulkan berupa kata-kata. Penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor sebagaimana dikutip Moleong adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. 4) analisis data dilakukan secara induktif. 8) adanya batas yang ditentukan oleh fokus. Dalam menggunakan studi kasus ini terdapat manfaat yang dapat diambil yaitu: 1) peneliti dapat melakukan penelitian secara mendalam dengan memperhatikan keadaan sekarang. C. 11) hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama. dan memeriksa suatu gejala tertentu. Peran instrumen sekaligus pengumpul data. selama pengumpulan data dari subyek penelitian di lapangan peneliti menempatkan diri sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. 10) desain tidak disusun secara ketat namun disesuaikan di lapangan dan bersifat sementara. Semua karakteristik dari variabel yang diteliti dalam penelitian ini dideskripsikan sebagaimana adanya tanpa ada perlakuan atau pengendalian secara khusus. Sejalan dengan pandangan tersebut. masa lampau. penelitian yang dilakukan ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus.Udanawu Blitar. juga mempertahankan keutuhan dalam rangka mempelajari tentang obyek dan subyek sebagai suatu keseluruhan yang terintegrasi. 3) menggunakan metode kualitatif. Selain itu Moleong mengungkapkan karakteristik pokok dari penelitian kualitatif antara lain: 1) penelitian dengan latar alamiah. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiayah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotifasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dilakukan. Penulis menyerahkan . Adapun studi kasus merupakan kajian dari suatu penelitian yang terdiri dari suatu unit secara mendalam. 9) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data. gambar dan bukan angka-angka. penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. penulis sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama.. Sedangkan pendekatan yang digunakan menurut jenisnya datanya. Kehadiran Peneliti Untuk memperoleh data sebanyak mungkin dan mendalam selama kegiatan di lapangan. Penelitian ini berusaha mengungkap secara mendalam dan menjawab dari fokus penelitian yaitu tentang bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. 2) kesempatan untuk memperoleh wawasan mengenai konsep-konsep dasar dan tingkah laku manusia.00 Wib. 5) lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori substantif yang berasal dari data. 7) lebih mementingkan proses dari pada hasil.

kegiatan belajar-mengajar. karena madrasah ini merupakan madrasah negeri yang berada dibawah naungan Departemen Agama Kabupaten Blitar dan bekerja sama dengan Yayasan Al-Qodiriyah. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. catatan-catatan. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 4. E. Selama dilapangan. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. 5. dan pengecap. dokumen yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar F. meliputi fasilitas gedung. . Hal ini dilakukan supaya peneliti bisa diterima dengan sepenuh hati dan bisa menyatu dengan subyek yang diteliti. Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan. pendengaran. kondisi lokasi. penciuman. 4. senantiasa menghindari segala sesuatu yang dipandang bisa merugikan subyek dan mengganggu lingkungan pembelajaran. dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai prestasi yang membanggakan. menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan. diantara prestasi yang dimiliki adalah sudah bertahun tahun para siswa selalu lulus 100 %. guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. pada tahun 2006 dan 2007 Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dapat meraih juara umum pada PORSENI tingkat kecamatan. dan pada mulai tahun 2008 dipercaya oleh DEPAG dan diberi piagam penghargaan untuk merintis madrasah bersetandar nasional. Lokasi Penelitian Dipilihnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagai latar penelitian pada penelitian ini. simbol-simbol dan lain-lain. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. Dalam penelitian ini personnnya adalah kepala madrasah. Dan tidak sedikit yang dikirim ke tingkat kabupaten bahkan ke tingkat proponsi . Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´.surat izin tersebut kepada Bapak Darmaji S. D. Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person.Ag selaku Kepala madrasah. peraba. kinerja. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. peneliti berperan sebagai pengamat partisipasi. gambar. Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera. place paper. aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 6. angka.

Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Aliyah Ma¶arif Bakung Udanawu Blitar.Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis. menafsirkan serta meramalkan´. Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip. . 6. jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. keadaan madrasah. setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data. partisipan dan informan. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. didengar. Informasi tersebut misalnya. Pada penelitian. dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara. yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu. dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. surat bukti. Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran. dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya. kategori. Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran. bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. b. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. 5. Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. dan satuan uraian dasar. c. Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder. d. jika ternyata responden mengalami kesulitan menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. ³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). sarana dan prasarana. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif. G. Analisis Data Dalam suatu penelitian. kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting.

Dengan demikian data yang telah direduksikan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya. a. pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. b. Penarikan kesimpulan Menurut chasan bisri dlam bukunya ³ metodologi penelitian´ dijelaskan bahwa menarik kesimpulan bahwa menarik kesimpulan penelitian selalu mendasarkan dari atas semua data yang diperoleh dalam kegiatan penelitian. Mereduksi data dalam konteks penelitian yang dimaksud adalah merangkum. memilih hal-hal yang pokok. penulis menggunakan Metode induktif Metode induktif digunakan untuk mengolah data dengan cara mengumpulkan data yang dibutuhkan kemudian akhirnya ditarik suatu kesimpulan dan diperoleh suatu kebenaran. c. Informasi diskriptif Informasi diskriptif adalah penyajian data dengan memberikan keterangan semestinya sesuai data yang terkumpul. sehingga data yang sanagat banyak dan meragukan dapat diverivikasi. maka untuk membahas analisa data yang bersifat kualitatif. grafik dan matrik. secepatnya peneliti berusaha mengambil kesimpulan mulai dari awal pengumpulan data. maka pola tersebut menjadi pola yang baku yang selanjutnya akan disajikan pada lporan akhir penelitian. Sehingga penelitian bisa berkembang GAMBAR I LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA . Analisis diskriptif Analisis diskriptif yaitu penyajian data dengan menganalisa data yang diperoleh itu guna mencapai pada suatu maksud. Hal ini data yang telah dikumpulkan. Bila pola-pola yang ditemukan telah didukung oleh data selamaa penelitian berlangsung. bagan. mengfokuskan pada hal-hal yang penting. Untuk lebih jelasnya. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. Penyajian data Setelah data direduksi maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data atau menyajikan data kedalam pola yang dilakukan dalam bentuk uraia singkat. membuat kategori. setelah data dikumpulkan kemudian diolah dan disajikan dengan menggunakan pola sebagai berikut : a. paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian. Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu Reduksi Data. b.Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian.Reduksi data Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan.

Sebagaimana dinyatakan oleh Moleong bahwa maksud dari perpanjangan kehadiran adalah untuk membangun kepercayaan pada subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. Triangulasi menurut Moleong adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Dengan perpanjangan waktu tersebut peneliti dapat mempertajam fokus penelitian dan diperoleh data yang lengkap. bahwa perpanjangan waktu didalam penelitian amat sangat dibutuhkan guna untuk mendapatkan data-data yang valit dan lengkap. Pengecekan Keabsahan Temuan Untuk memperoleh keabsahan terhadap data-data yang sudah didapat dari lokasi penelitian lapangan. untuk membuat peneliti mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran. kehadiran peneliti dalam lokasi tidak bisa hanya dalam waktu singkat. peneliti memperpanjang penelitian sampai pada awal bulan Juli. Triangulasi Triangulasi dilakukan untuk mengecek kebenaran data tertentu dan membandingkannya dengan data yang diperoleh dari sumber lain. Perpanjangan kehadiran penelitian Dalam penelitian ini peneliti menjadi instrumen utama dalam pengumpulan data. b. sebab kehadiran peneliti sangat menentukan keberhasilan dalam pengumpulan data. Teknik ini mengandung beberapa maksud sebagai salah satu teknik pemeriksaan keabsahan data diantaranya: ³ Pertama. Perpanjangan waktu dalam penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan situasi dan kondisi di lapangan serta data yang telah terkumpul. c. yaitu peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan yang dilakukan peneliti dengan data hasil wawancara mendalam yang diperoleh dari kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Dalam pengumpulan data kualitatif. Selain itu peneliti menerapkan triangulasi dengan mengadakan pengecekan derajat kepercayaan beberapa subyek penelitian selaku sumber data yaitu membandingkan data hasil wawancara mendalam dari kepala madrasah dengan data hasil wawancara dengan guru dengan metode yang sama.H. Pemeriksaan teman sejawat Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat. Perpanjangan volume dan waktu kehadiran peneliti pada penelitian ini sangat diperlukan agar terjadi peningkatan derajat kepercayaan atas data yang dikumpulkan. diskusi sejawat ini memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk memulai menjajaki dan menguji hipotesis . Dari pengalaman yang peneliti lakukan. Perpanjangan penelitian ini peneliti lakukan dengan memperpanjang waktu penelitian yang pada awalnya penelitian dilakukan hanya sampai tanggal 25 Mei . Dalam penelitian ini peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan dengan data hasil wawancara mendalam. maka cara yang diusahakan oleh peneliti adalah: a. Kedua.

karena pada awalnya Madrasah Ibtidaiyah Al. Dalam pembahasan atau diskusi ini juga dapat dipandang sebagai usaha untuk mengenal persamaan dan perbedaan teman terhadap data yang diperoleh. maka madrasah ibtidaiyah Al-Qodiriyah mendapat tawaran untuk dijadikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri. BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN HASIL PENELITIAN Latar Objek Penelitian Pada mulanya. . Itu merupakan bukti kemampuan lembaga dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berprestai dalam pendidikan agama dan umum 4. tetapi harus dimusyawarahkan oleh pihak pengurus yayasan. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tepatnya di Jalan Raya Wonorejo. A. Misi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah : 1. Setelah sekian lama berjalan. bapak Darmaji juga menyatakan bahwa: Dengan adaya perkembangan madrasah di segala aspek baik sarana dan prasarana.yang muncul dari pemikiran peneliti´ Dalam penelitian ini. Mengenai perkembangan-perkembangan madrasah. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah swasta yang didirikan sekitar pada tahun1970-an. Lokasi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar kira-kira 700 m sebelah timur dari jalur Jalan Raya Kediri Blitar. Bahkan hampir setiap ujian Negara berlangsung selalu diselenggarakan di madrasah tersebut. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga berdekatan dengan SDN Slemanan II . mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berbudi pekerti luhur. hal itu tidaklah hasil dari keputusan kepala madrasah sendiri. prestasi demi prestasi dapat terlihat. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk selalu beriman bertaqwa kepada Allah SWT. jumlah siswa maupun jumlah guru dan karyawan yang sesuai dengan bidangnya. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tentunya juga mempunyai visi dan misi dalam melaksanakan proses pendidikannya antara lain: . Nama Madarasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah berubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. 3. Sehingga pada 17 Maret 1997 Madrasah Al-Qodiriyah atas persetujuan pengurus yayasan secara resmi berubah setatus menjadi negeri. 2. metodologi penelitian yang bisa diajak bersama-sama membahas data yang ditemukan peneliti. Berawal dari prestasi yang diraih. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Agma RI yang pada waktu itu dijabat oleh Tarmidzi Taher dengan SK 107. Visi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yaitu : terwujudnya generasi islami serta unggul dalam prestasi B.Qodiriyah milik yayasan. maka mulai tahun 2008. Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dipercaya oleh Depag Pusat untuk mengadakan Kontrak Prestasi Peningkatan Mutu. sebelum menjadi sekolah yang negeri. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk terampil dan berdikari untuk masa depan yang lebih baik. hal ini sangat bermanfaat terhadap proses belajar mengajar siswa. Berawal dari prestasi yang diperoleh. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jauh dari keramaian. peneliti memanfaatkan kolega yang memiliki pengetahuan dalam bidang kepemimpinan kepala madrasah. akhirnya Madrasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah selalu dijadikan rujukan dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan. Namun.

3. Sebagai pelaksana program mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jumlah tenaga pengajar sebanyak 16 orang dan 1 satpam 2 tenaga kebersihan. 3. Pembiasaan do¶a sehari-hari 6. Memulai dan mengalkiri kegiatan di kelas selalu dengan ucapan salam ³Assalamuµalaikum Wr. antaralain : 1. 4. dan dapat di peroleh data tentang kegiatan ekstra kurikuler antara lain: 1. akan tetapi sebagaimana pengamatan peneliti dalam lapangan. Guru merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam mencapai keberhasilan pendidikan dan bertanggung jawab pula dalam pembentukan kepribadian siswa. Drumband 2. Harus mengutamakan mengajar dari pada kepentingan lainya sehingga harus masuk sesuai dengan jadwal pelajaran. antara lain: 1. Keluar masuk kelas tepat waktu sesuai dengan jadwal pelajarannya. Yang masuk jam pertama memerintahkan kepada siswa untuk membaca do¶a sebelum pelajaran dimulai. guru juga harus mematuhi tata tertib guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar.´ . 2. Khitobah yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Khitobah Bahasa Arab Khitobah Bahasa Inggris Khitobah Bahasa Indonesia Lebih lanjut bapak Samsuri menjelaskan bahwa semua kegiatan ektra kurikuler dilaksanakan pada Jum¶at sore dan Minggu pagi. 3. 6. Wb. harus dinyatakan dengan suat izin. dan harus mengirimkan tugas atau pekerjaan untuk mengisi jam kosong yang ditinggalkan. 2. Komputer. Kegiatan kurikuler sebagaimana yang dilaksanakan di dalam kelas setiap hari oleh bapak dan ibu guru. Olah Raga prestasi yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Tennis Meja Catur Bulu tangkis Volli 4. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstra kurikuler tidak mengganggu aktivitas pokok siswa yaitu kegiatan kurikuler karena semua kegiatan ektra kurikuler berada di luar jam pelajaran. Ayat-ayat pilih Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler sebagaimana dokumentasi yang penulis peroleh dari bapak Samsuri selaku kepala Tata Usaha Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Hafalan Juz µAmma. 5.Adapun kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar terbagi menjadi dua. 5. ditemukan bermacam-macam pelajaran yang mana mata pelajaran tersebut jarang diajarkan pada madrasah-madrasah ibtidaiyah pada umumnya. Pramuka. Harus hadir di madrasah 5 menit sebelum waktu dijadwalkan. dikarnakan selain hari dan waktu itu anak-anak sekolah TPA. Apabila terpaksa tidak dapat melaksanakan tugas mengajar. yaitu kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler. Tilawatil Qur¶an. kecuali sangat terpaksa. Pelajaran tentang ketrampilan menjahit. Dalam menjalankan tugas sehari-hari. Baca Tulis Al-Qur¶an. 4.

Harus berpakaian sesuai dengan ketentuan madrasah. Harus bersikap baik.. Mengenai jumlah siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagaimana data yang duberikan bapak Thoat fauzi pada kami selaku kesiswaan.. 11. Tidak diperkenankan mengenakan pungutan apapun kepada siswa kecuali telah mendapat persetujuan dari pimpinan madrasah. Selain mengajar.12 11 23 4 IV 10 14 .. rapi dan bersih. jumlah siswa selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun sehingga pada tahun ajaran 2008/2009 jumlah siswa mencapai 125 siswa.. Untuk mengetahui keadaan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini : TABEL I KEADAAN SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR TAHUN AJARAN 2008/2009 No Asal murid Murid baru Murid mengulang Murid pindahan Jumlah murid Kelas Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk/Pr 1 I 10 10 3 . Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai sarana dan prasarana sebagaimana yang dapat penulis sajikan dalam tabel berikut : TABEL II SARANA DAN PRASARANA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR No Jenis sarana prasarana Jumlah Keterangan 1. 8. serta mengkonsultasikan atau melaporkan kepada pimpinan madrasah atau petugas piket apabila mendapatkan kejanggalan... Ruang Kelas 6 Baik . antara lain: ‡ Tidak merokok di dalam kelas atau waktu mengajar... kedisiplinan dan tingkah laku siswa.. ‡ Tidak emosional dalam menangani persoalan dengan siswa. Tidak diperkenankan memulangkan siswa sebelum waktunya kecuali ada perintah dari pimpinan atau petugas piket apabila pimpinan tidak ada.. ‡ Tidak duduk di atas bangku...59 64 123 Untuk menunjang tercapainya tujuan pengajaran. ‡ Tidak mengeluarkan kata-kata kotor. diharapkan ikut aktif memantau dan membimbing ketertiban.9 10 19 6 VI 5 6 . Dalam berpenampilan harus memperhatikan etika dan estetika.7. 10.10 14 24 5 V 9 10 .10 13 23 Lanjutan tabel I 3 III 11 11 1 .13 10 23 2 II 9 12 1 1 . 9. baik di luar maupun di dalam kelas... 12.5 6 11 7 Jumlah 54 63 5 1 . antara lain: teratur..

Ruang perpustakaan 1 Baik 6. 10. Ruang Kantor 1 Baik 3. Ruang koperasi Menjadi satun dengan UKS. Alat marching band 1 set Baik 14. Ruang tamu 1 Baik 5. Masjid Menggabung dengan yayasan 13. Ruang tata usaha 1 Baik 7.2. Sanggar Pramuka 1 Baik 8. Gudang I Baik 16. Susunan kepengurusan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah sebagai berikut: GAMBAR II STRUKTUR ORGANISASI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR Ket: . laptop 2 unit Baik 12. Ruang Kepala Sekolah 1 Baik 4. Ruang UKS 1 Baik 9.Jadi satu dengan gudang Organisasi sekolah merupakan bagian yang sangat berperan dalam pelancaran proses pendidikan. Lapangan Voli 3 Baik Lanjutan table II 15. Komputer 3 unit Baik 11. Dapur .

maka segala program yang direncanakan akan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan dan waktu yang ditetapkan.: Garis Koordinasi Paparan Data Hasil Penelitian 1. Dalam rangka melakukan pengawasan terhadap disiplin guru saya juga membentuk staf khusus bidang kedisiplinan guru. Peneliti juga menanyakan tentang langkah-langkah yang di tempuh Kepala Madrasah dalam membina dan meningkatkan disiplin guru. Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. maka guru harus bisa menjadi teladan bagi para siswa. . dengan maksud untuk mensukseskan dan mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bersama. maka program pembelajaran yang direncanakan akan tidak berjalan sesuai dengan harapan dan yang lebih dikhawatirkan para siswa juga akan tidak disiplin. kemudian peneliti menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya.___________ : Garis Komando ---------------. kepala madrasah harus memiliki kiat-kiat yang tepat untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. Langkah selanjutnya adalah melakukan pembinaan-pembinaan yang berkaitan dengan kompetensi profesional dan kemampuan yang dimiliki guru. Kepala Madrasah menjelaskan bahwa: Disiplin guru dalam berbagai bidang adalah suatu hal yang sangat penting karena disiplin guru merupakan salah satu faktor yang menentukan efektitas kelancaran pembelajaran di madrasah. pada hari Senin tanggal 11 Mei 2009 peneliti datang ke Ruang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar bermaksud untuk menemui bapak kepala madrasah. selain itu sesuai dengan ungkapan Jawa bahwa ³guru harus digugu dan ditiru´. begitu juga sebaliknya apabila guru tidak disiplin. Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru. maka segenap tenaga kependidikan harus mempunyai disiplin yang tinggi dalam segala bidang. sehingga apabila guru telah benar-benar disiplin diharapkan para siswa juga akan meniru kedisiplinan yang telah diterapkan para guru. saya selalu mengingatkan akan pentingnya disiplin guru dan pentingnya mentaati tata tertib guru yang telah dibuat bersama. artinya untuk melakukan kegiatan pendidikan secara efektif dan efisien. Apabila guru telah benar-benar disiplin dalam segala hal. kepala madrasah menjelaskan bahwa: . beliau menyatakan bahwa: Sebagai kepala madrasah. selanjutnya peneliti menanyakan tentang Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru. Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk nyata dari keteladanan yang telah dilakukan dan diberikan oleh kepala madrasah terhadap kedisiplinan para guru. dalam kegiatan sehari-hari sebagai kepala madrasah saya berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan disiplin diri dengan harapan dapat dicontoh dan diteladani oleh para guru. Peneliti juga menanyakan tentang sejauh mana pentingnya disiplin guru dalam peningkatan prestasi kerja. adapun koordinatornya saya percayakan kepada bapak Supriadi. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru. beliau menyebutkan bahwa: Dalam setiap kali rapat/pertemuan. pembinaan-pembinaan terhadap guru yang telah saya lakukan yang pertama kali adalah pembinaan disiplin.

saya berusaha untuk selalu tepat waktu. MI.00. kemudian peneliti menanyakan tentang tugas-tugas staf khusus bidang kedisiplinan guru. kemudian peneliti dipersilahkan masuk ke ruang tamu.. Dan mengadakan rapat guru setiap satu semester yang dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja guru sekaligus memberikan pengarahan-pengarahan terhadap kekurangan-kekurangan. pengembangan guru dan pengembangan mutu madrasah.30 pada hari tertentu saya punya jam mengajar. Pada kesempatan yang sama peneliti juga menanyakan tentang tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru.30 Wib. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan madrasah yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk kerjasama dengan lembaga pendidikan lain yang dilakukan oleh kepala madrasah. beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan profesionalisme guru. maka pada jam itu pula pelajaran saya harus sudah dimulai. Wahid Hasyim Bakung dengan saling mengadakan studi banding mengenai konsep. Apabila saya punya jam mengajar pukul 10. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. peneliti hadir di Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada pagi hari bersamaan dengan siswa berangkat ke madrasah. mendatangkan para ahli. strategi dalam pembelajaran. artiya dalam melaksanakan program yang ditetapkan saya selalu berusaha untuk menepati waktu yang telah dijadwalkan. beliau mengatakan: ³Staf khusus bidang kedisiplinan guru dibentuk dengan maksud untuk meningkatkan disiplin .Dalam kegiatan sehari-hari di madrasah. Waktu itu. peneliti datang ke Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada siang hari sekitar pukul 09. ternyata peneliti mendapati bahwa kepala madrasah juga sudah datang dan Sambil meneliti pembelajaran di madrasah. Dalam kesempatan lain. pada hari sabtu 16 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mewawancarai bapak Supriadi sebagai koordinator bidang kedisiplinan guru. Selain menanyakan tentang pembinaan disiplin guru peneliti juga menanyakan tentang bagaimana Kepemimpinan Kepala MIN Slemanan dalam pembinaan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah. Kesemuanya itu saya lakukan dengan harapan agar para guru dengan sendirinya akan meningkatkan kedisiplinan. MI Roudlotut Tholibin Ringin Anom. Untuk memperoleh data lebih mendalam mengenai pembinaan guru. beliau mengatakan bahwa: Kerjasama dengan lembaga pendidikan sekitar antara lain dengan MI Roudlotun Nasi¶in Slemanan. misalnya setiap hari saya selalu berusaha untuk datang di madrasah sebelum pukul 06. karna madrasah MIN Slemanan jam pembelajaran dimulai pukul 06.50 Wib. yaitu pada hari Selasa 15 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mengamati tentang kedisiplinan yang benar-benar diterapkan oleh kepala sekolah. saya mengirim para guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. Ketika sampai di madrasah sekitar pukul 06.20. beliau menjelaskan bahwa: Tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru ini adalah untuk membantu dalam mengamati dan mengawasi kedisiplinan guru. yang diharapkan supaya para guru selalu disiplin dan tepat waktu dalam melaksanakan tugasnya. peneliti diterima oleh bapak Supriadi yang kebetulan pada hari itu bertugas sebagai guru piket.

beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan-pembinaan terhadap guru bapak kepala madrasah menyuruh guru untuk mengikuti MGMP (musyawarah guru mata pelajaran). peneliti datang ke madrasah pada jam 09. Waktu itu merupakan jam istirahat yang. menunjukkan bahwa pembinaan terhadap guru sangat penting dilakukan oleh kepala madrasah dengan maksud untuk membantu mengembangkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja demi tercapai kelancaran proses pembelajaran dan tercapainya tujuan pendidikan. Jika ada guru yang tidak disiplin maka saya akan berkoordinasi dan melaporkan kepada kepala madrasah. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Kemudian bapak kepala madrasah mengajak peneliti untuk masuk ke ruang kepala madrasah. diantara tugas pokok yang dilaksanakan adalah mengkondisikan jam masuk guru ke kelas sesuai dengan jadwal. menghubungi guru yang tidak disiplin. peneliti juga berusaha mewawancarai lebih detail kepada beliau bapak Supriadi. pada hari kamis 18 Mei 2009 peneliti berusaha untuk menemui bapak kepala madrasah. Peneliti menanyakan tentang pembinaan yang telah dilakukan kepala madrasah kepada para guru dalam meningkatkan prestasi kerja guru. dan memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi KBM dari tiap-tiap guru. Berkaitan dengan pembinaan kemampuan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah. diantaranya pada tahun kemarin saya dan beberapa guru dikirim untuk mengikuti pelatihan tentang pengelolaan pembelajaran di MAN tlogo Kab. beliau meminta izin untuk mengajar dahulu. 2. . pada saat itu bapak kepala madrasah sedang membaca sebuah dokumen. beliau menjelaskan bahwa Upaya yang saya lakukan dalam memotivasi guru adalah dengan menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. karena waktu menagajar beliau sudah tiba. beliau mengatakan bahwa: ³Pembinaan kemampuan profesionalisme guru selalu dilakukan oleh kepala madrasah secara terus menerus dan berkesinambungan. selanjutnya peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan tentang bagaimana upaya dalam kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru. berusaha memenuhi perlengkapan yang diperlukan guru dalam melaksanakan tugasnya. Pada saat peneliti mengadakan wawancara dengan bapak Supriadi. Kepemimpinan kepala Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Sebagai motivator. Adapun untuk memperoleh data tentang kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru. sehingga setiap guru dapat saling memberi masukan dan saling menyempurnakan terhadap kekurangan dan kelemahan guru dalam menjalankan tugasnya´.00 Wib. setelah itu peneliti juga bertanya kepada bapak Thoat Fauzi mengenai pembinaan yang telah dilakukan kapala madrasah tehadap para guru. Pada tanggal 5 maret 2008 mengirim beberapa guru untuk mengikuti Workshop KTSP di MAN Tlogo Blitar. Yang selanjutnya merupakan wewenang kepala madrasah untuk mengatasinya. Berdasarkan dari beberapa data diatas. Blitar dan seminar kompetensi keguruan yang diadakan di MIN Pojok Kab Blitar. memberikan penghargaan dan hukuman . kemudian peneliti ditemani oleh bapak Tho¶at Fauzi. Mengadakan seminar dengan mendatangkan seorang pakar dari DEPAG Blitar.guru.

berupa pujian dan kesempatan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. bentuk penghargaan yang saya berikan bukan berupa materi akan tetapi berupa dukungan mental untuk terus mengembangkan potensi yang dimilikinya. bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Situasi dan hubungan kerjasama yang harmonis di suatu madrasah memang sangat penting. Sehingga dengan penjelasan tersebut para guru merasa memiliki dan bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan-perkembangan madrasah ini. beliau mengatakan bahwa: Hukuman berlaku bagi para guru yang tidak disiplin dan tidak mentaati tata tertip guru. karena pencapaian tujuan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Dalam kaitannya dengan pemberian penghargaan. kepala madrasah menjelaskan bahwa: Saya tidak memberikan penghargaan dengan bentuk materi dengan harapan para guru dalam melaksanakan tugasnya benar-benar tulus dari dalam hatinya bukan semata-mata hanya untuk memperoleh dan mengejar penghargaan. Pada hari yang sama peneliti juga mengamati Kepala Madrasah dalam memotivasi guru. dan juga melibatkan guru untuk berbagai kegiatan. Peneliti juga menanyakan mengapa bentuk penghargaan yang diberikan kepada para guru tidak berupa materi. dan apabila diperingatkan tidak bisa maka langkah selanjutnya adalah memberi hukuman dengan mengurangi jam mengajar.Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah menciptakan situasi dan hubungan yang harmonis antar guru. kepala madrasah menjelaskan bahwa: Penjelasan tentang tujuan-tujuan dan target yang harus dicapai madrasah kepada para guru sangat penting dilakukan. apabila nanti tidak ada lagi penghargaan yang berupa materi para guru akan bekerja semaunya sendiri dan tidak mau untuk melakukan peningkatan-peningkatan. yang selanjutnya diharapkan dengan pemahaman tentang tujuan dan target yang harus dicapai dapat menumbuhkan motivasi dalam diri para guru sendiri untuk berusaha semaksimal mungkin melakukan pengembanganpengembangan madrasah dan meningkatkatkan kerjanya. Kemudian peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk hukuman yang diterapkan kepala madrasah terhadap para guru. dan langkah yang paling akhir adalah mengeluarkan guru tersebut. dan yang dikhawatirkan dengan penghargaan bentuk materi. Kemudian peneliti juga menanyakan sejauh mana pentingnya pemberian pemahaman terhadap guru tentang tujuan madrasah dalam rangka peningkatan motivasi. adapun langkah yang saya terapkan adalah memberi peringatan. pada saat itu kepala madrasah memotivasi guru dengan memberikan penghargaan berupa pujian terhadap guru yaitu kepada bapak Supriadi selaku wali kelas VI sekaligus sebagai ketua UASBN . bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Penghargaan diberikan kepada para guru yang telah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. dalam penerapannya saya menciptakan suasana terbuka maksudnya setiap guru diberi hak untuk menyatakan pendapat dan keinginan-keinginan terhadap perkembangan madrasah dan apabila ada masalah maka akan dipecahkan bersama. Selain itu juga memberikan penjelasan tentang tujuan yang harus dicapai madrasah. peneliti juga bertanya tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru.

beliau menemukan jalan keluar bagi saya sehingga problem saya dapat teratasi dan saya kembali semangat dalam mengajar dan beliau menyatakan dan berpesan bahwa sebenarnya sekenario kehidupan kita berada didalam lingkaran taqdir Alla. Untuk mempertajam data penelitian mengenai motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. beliau menyatakan bahwa: Apabila ada guru yang tidak bersemangat dan tidak bergairah dalam melaksanakan tugasnya. pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2009 peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari guru. beliau mengatakan bahwa: Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru. Itulah yang membuat saya sadar dan semangat bahwa semua problem itu tidak lain hanyalah suatu cobaan. alhamdulillah setelah curhat bersama beliau. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Pada saat itu kepala madrasah sedang berada di ruang kerjanya.30 Wib untuk menemui bapak kepala madrasah. dan yang paling utama adalah dengan adanya motivasi para guru akan mempunyai kesadaran diri dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kerjanya. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. saya juga pernah mengalami hal tersebut. pada hari Senin tanggal 1 Juni 2009 peneliti peneliti mengadakan penelitian lagi kelapangan sekitar pukul 09. kepala madrasah menanyai guru tersebut ada masalah apa sehingga ia tidak bersemangat dan tidak bergairah. kesejahteraan guru juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhinya. kemudian peneliti menanyakan bentuk motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. .Kecamatan Udanawu. beliau menyatakan bahwa: Kepala madrasah dalam memberikan motivasi kepada guru dengan cara memberikan kebebasan kepada guru mengeluarkan pendapat untuk perkembangan madrasah. pengabdian dan ikhlas dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Dari beberapa data tersebut diatas. Memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang dihitung dari jumlah jam mengajar guru. saya lebih menekankan pada kesejahteraan mental. Begitu juga beliau selalu memberikan penghargaan. dan yang paling berkesan bagi saya dalam setiap kesempatan atau pertemuan beliau selalu memperhatikan dan menanyakan tentang kelengkapan kebutuhan guru dalam mengajar. damai. kemudian peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan bagaimana kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. ketika itu beliau sedang berada diruang guru. Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja. motivasi sangat penting diberikan kepala madrasah kepada para guru untuk meningkatkan kerjanya. lalu beliau meminta kepada saya untuk mengungkapkan problem tersebut. 3. sehingga apabila guru mempunyai keinginan-keinginan diharapkan supaya diungkapkan. yaitu berupa penciptaan iklim madrasah yang aman. Dikarnakan anak didiknya berhasil memperoleh nilai rata-rata terbaik. Pada kesempatan yang sama peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari bapak Samsuri mengenai kepala madrasah dalam memotivasi guru. pada waktu itu saya sedang banyak problem pribadi. beliau meminta apabila ada masalah supaya diungkapkan baik mengenai masalah pribadi atau yang berkaitan dengan madrasah. apabila ada yang kurang beliau berusaha untuk memenuhinya. pada saat itu peneliti berhasil menemui ibu Akrim hidayati.

sehingga kepada para guru perasaan untuk memiliki madrasah inilah yang saya tingkatkan. hal ini dilakukan peneliti pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2009 tepatnya pada pukul 09. beliau mengatakan bahwa: Karena dalam honorarium untuk guru sudah diatur oleh DEPAG. karena apabila dilihat dari gaji yang diterima guru tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. beliau mengatakan bahwa: Meskipun bentuk kesejahteraan yang saya tekankan lebih pada kesejahteraan mental. loyalitas dan tanggung jawab Peneliti juga menanyakan mengapa kepala madrasah tidak menaikkan gaji guru. beliau mengatakan bahwa: Kegiatan mengajar di madrasah ini intinya adalah pengabdian. akan tetapi saya juga selalu berusaha untuk mengadakan peningkatan kesejahteraan dari segi materi. maka saya berusaha mengusulkan kepada bendahara madrasah untuk memberikan uang transportasi kepada guru dan alhamdulillah disetujui dan uang transportasi tersebut diberikan bersamaan pada saat pemberian gaji guru. kegiatan ibadah dan keikhlasan. Peneliti juga berusaha mengamati tentang kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. kemudian kepada beliau peneliti menanyakan tentang kesejahteraan para guru. sehingga tidak mungkin menaikkan gaji guru kalau honorarium dari DEPAG tidak naik. akan tetapi bagi saya kebahagiaan dan kesejahteraan selama menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang utama adalah jika semua kebutuhan-kebutuhan. Sehingga setiap awal bulan guru menerima gaji yang dihitung dari jumlah jam mengajar ditambah dengan uang transportasi. sehingga berapa jumlah gaji yang diberikan. Dan alhamdulillah sekarang ini semua guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sudah mendapatkan bantuan dari program pemerintah yaitu Insetif dari DIKNAS dan Fungsional dari DEPAG. pada saat itu kepala madrasah menyuruh semua guru berkumpul di ruang guru. akan tetapi pada saat sekarang dengan melihat kebutuhan ekonomi dan harga barangbarang yang semakin meningkat.20 Wib yang merupakan jam istirahat pertama. kalau hal ini dipaksakan maka madrasah akan mengalami defisit keuangan karena harus mengambil jalur alternatif lain sehingga terjadi pengalihan dana. Dalam kesempatan lain. pada saat itu beliau sedang berada di kantor guru. karena menjadi guru di madrasah ini adalah pengabdian. hal ini bisa dilihat bahwa kalau dahulu gaji yang diberikan kepada guru hanya berupa gaji dari mengajar. pada hari yang sama. saya terima dengan senang hati. sarana-prasarana atau perlengkapan madrasah dan semua perlengkapan guru dalam mengajar telah terpenuhi serta tercapainya tujuan-tujuan madrasah. dedikasi. Peneliti juga menanyakan bentuk nyata upaya peningkatan kesejahteraan guru yang telah dilakukan kepala madrasah.Kemudian peneliti menanyakan mengapa peningkatan kesejahteraan guru lebih difokuskan pada kesejahteraan mental. peneliti juga mewawancarai bapak Nanang imam syafi¶i yang sudah 13 tahun menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar . pengorbanan. beliau mengatakan bahwa: Mengenai kesejahteraan terutama gaji yang saya terima. dengan suasana santai dan penuh kekeluargaan pada saat itu para guru diberi gaji atas pekerjaan yang telah dilakukan selama bulan Juni 2009. yang kemudian di kembangkan menjadi doktrin pilar guru yaitu pengabdian. saya tidak terlalu memikirkan. kepala madrasah juga .

menyediakan. mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan. kepala madrasah harus berupaya untuk mengadakan pembinaan terhadap kemampuan profesional guru. dari data tersebut diatas menunjukkan bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru tidak harus bersifat materi. mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. GAMBAR III SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PEMBINAAN GURU .menyampaikan pesan kepada guru bahwa meskipun gaji yang diterima sangat kecil. Dengan demikian. Apabila kedisiplinan guru sudah tercapai maka kelancaran proses pengajaran akan berjalan dengan baik dan lancar juga prestasi kerja yang dihasilkan akan sesuai dengan yang diharapkan. Untuk meningkatkan prestasi kerja guru. tim khusus ini bertugas sebagai pemantau terhadap kedisiplinan guru dalam menjalankan tugasnya. dalam pembinaan disiplin kepala madrasah juga membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam melakukan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. Berkaitan dengan fokus pertama. memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. mendatangkan para ahli. Kepala madrasah harus mencurahkan segala energi dan waktunya untuk meningkatkan prestasi kerja para guru secara maksimal di madrasahnya. Pembinaan terhadap guru merupakan tanggung jawab penting bagi kepala madrasah. melakukan komunikasi yang baik dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan program pengajaran dan tujuan madrasah. para guru diharapkan untuk tetap menjaga kekompakan dalam menjalankan tugasnya dan selalu berusaha meningkatkan kinerjanya demi peningkatan dan pengembangan mutu madrasah. dan mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. kepala madrasah berusaha untuk memberikan pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. Temuan Hasil Penelitian. sehingga para guru dituntut untuk mempunyai kemampuan profesional dalam menjalankan tugasnya dan selalu meningkatkan prestasi kerjanya. dengan menerapkan disiplin diri diharapkan para guru akan mengikuti sebagaimana disiplin yang diterapkan kepala madrasah dengan penuh kesadaran diri dan tanpa adanya paksanaan. damai sejahtera. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja antara lain difokuskan pada pembinaan disiplin guru dan pembinaan kemampuan profesional guru. Prestasi guru merupakan cermin prestasi kepala madrasah. akan tetapi bisa dilakukan dengan peningkatan kesejahteraan psykologis antara lain penciptaan suasana madrasah yang aman. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. 1. Selain itu. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. Dalam melakukan pembinaan disiplin guru. menjadi contoh atau teladan dengan menerapkan disiplin pada diri kepala madrasah sendiri.

memberikan penghargaan. agar para guru dapat menjalankan dan meningkatkan prestasi kerjanya.2. Adapun kepemimpinan yang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru yaitu menekankan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. GAMBAR IV SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MEMOTIVASI GURU . maka kepala madrasah harus berupaya memotivasi guru. Motivasi merupakan faktor pendorong untuk melakukan sesuatu. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. Berkaitan dengan fokus kedua.

Apabila kesejahteraan guru terpenuhi maka para akan dapat melaksanakan dan meningkatkan kinerjanya dengan baik sesuai dengan fungsi dan tugasnya.3. Berkaitan dengan fokus ketiga Kesejahteraan merupakan salah satu faktor penentu produktifitas atau prestasi kerja. pengabdian dan ikhlas. Adapun kiat-kiat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru yaitu berusaha meningkatkan kesejahteraan mental dan materi dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan kesejahteraan secara psikologis dan materi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. GAMBAR V SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN GURU Berdasarkan skema temuan-temuan hasil penelitian tersebut diatas. maka skema temuan akhir kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dalam meningkatkan prestasi kerja guru sebagai berikut: GAMBAR VI SKEMA TEMUAN AKHIR KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA GURU . damai. memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi.

mendatangkan para ahli. pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. Dalam rangka melaksanakan pembinaan-pembinaan terhadap guru.BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secara efektif dan efisien. memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. kepala madrasah harus berusaha melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. Wahjosumidjo menyatakan bahwa setidaknya terdapat empat macam nilai yang harus diperhatikan yaitu: pembinaan mental. pembinaan moral. Kepala madrasah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada dalam melakukan pembinaan guru ditekankan pada pembinaan kedisiplinan guru dan pembinaan kompetensi profesionalisme guru. mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan. kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. sehingga kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar para dapat melaksanakan tugasnya secara proporsional dan profesional. Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru yang juga merupakan bagian integral dari keberadaan sumber daya manusia yang mempunyai peranan strategis dalam kehidupan suatu madrasah. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. . menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan. Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berakaitan dengan sikap batin dan watak. Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang ajaran baik dan buruk terhadap suatu . menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan dengan baik. dan pembinaan artistik. Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. Sedangkan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. Untuk itu. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan upaya peningkatan kinerja para anggotanya. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. pembinaan fisik. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Pertama. mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan. menjadi teladan.

sehingga kepala madrasah harus berusaha menjadikan lingkungan madrasah yang rapi. dan menjadi contoh teladan bagi para guru. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut. dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam melakukan pembinaan guru untuk meningkatkan prestasinya. Pembinaan fisik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan jasmani. upaya yang telah diterapkan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru adalah sebagai usaha dalam menjalankan fungsi dan peranannya sebagai pemimpin sebuah lembaga pendidikan untuk meningkatkan prestasi kerja guru dan meraih keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan bersama. prestasi dan semangat kerja dibutuhkan motivasi. indah sejuk dan menyenangkan. Tetapi pelatihan itu hendaknya diikuti dengan aktifitas-aktifitas lanjutan. baik yang obyektif maupun yang subyektif. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. Dalam melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan seseorang selalu didorong oleh motif tertentu. Dengan demikian. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugasnya masing-masing. dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Motif atau dorongan dalam melakukan sesuatu pekerjaan sangat besar pengaruhnya terhadap kinerja. habis pelatihan urusan selesai. menggerakkan tim evaluasi. Demikian pula sebaliknya orang lain yang tidak didorong oleh motif yang kuat akan . Pembinaan artistik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni dan keindahan. kesehatan. sehingga kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat. B. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. Untuk mencapai tujuan organisasi. maka tugas manajer adalah mengidentifikasi dan menggerakkan motivasi pegawai agar bersemangat dan berprestasi baik dalam melaksanakan tugasnya. memberikan penghargaan dan hukuman. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru di fokuskan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik. Mulyasa juga menyatakan bahwa upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam melaksanakan pembinaan guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja antara lain: mengikutsertakan para guru dalam penataran dan pelatihan-pelatihan. dan penampilan mereka secara lahiriah. sarana dan hubungan kerja sama yang baik dan seimbang. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus kedua. E. misalnya senantiasa memperhatikan bagaimana guru menerapkan cara-cara baru yang diperoleh dalam pelatihan. dan terkandung makna bahwa upaya yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mencakup pembinaan sumber daya manusia. mendorong guru untuk menggunakan waktu pembelajaran secara efektif dan efisien. Kepala madrasah harus dapat mendorong para guru untuk aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olah raga. Lebih lanjut Nur kholis menyatakan bahwa program pelatihan apapun harus tidak hanya sebatas pada pelatihan. hampir semua perilaku sadar mempunyai motivasi. Davis dan Newtron sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa. Seseorang bersedia melakukan sesuatu pekerjaan apabila motif yang mendorongnya cukup kuat yang pada dasarnya tidak mendapat saingan atau tantangan dari motif lain yang berlawanan.perbuatan. dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru.

misalnya motivasi. dan 10-20 % bergantung pada kemampuannya. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru ditekankan pada peningkatan kesejahteraan mental dam materi. dapat meningkatkan nama baik. tetapi juga dalam psykisnya. minat dan harapan pada diri sendiri. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. Oleh karena itu. atau belum merasa puas bagi kebutuhan untuk tingkat diatasnya. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Ketiga Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. Sedangkan motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul dari luar diri seseorang. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif.. dengan cara: Menciptakan iklim madrasah yang aman. Lebih lanjut Palmer mengatakan bahwa orang-orang yang menginginkan atau bermotivasi tinggi untuk memperoleh pengembangan adalah orang-orang yang belum mencapai kepuasan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Setiap guru memiliki karakteristik khusus. C. kemauan. timbul karena ada rangsangan dari luar lingkungannnya misalnya karena ada hadiah. Motivasi instrinsik timbul dari setiap individu seperti kebutuhan. Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut diatas dan dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru dapat difamahi bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam meningkatkan motivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong (motivasi). hal ini terbukti kepala madrasah telah berupaya untuk selalu memotivasi para guru baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. disiplin. ia akan memperlihatkan minat. penghargaan yang efektif. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari . dan penyediaan sumber pembelajaran´. harapan dan cita-cita serta insentif yang dibutuhkan guru agar para guru mempunyai semangat kerja yang tinggi dan pada akhirnya mereka mau dan mampu meningkatkan kinerjanya. dorongan.meninggalkan atau sekurang-kurangnya tidak bergairah dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Mulyasa mengungkapkan bahwa: ³motivasi dapat ditumbuh-kembangkan oleh kepala madrasah melalui: pengaturan lingkungan fisik (ruang kerja dan ruang belajar yang kondusif serta mengatur lingkungan madrasah yang nyaman dan menyenangkan). ³Sutermeister sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa prestasi kerja untuk 80-90 % bergantung pada motivasinya untuk bekerja. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai motivator. yang satu sama lainnya berbeda. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para guru dalam melaksanakan berbagai tugas dan fungsinya. Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik. mempunyai perhatian. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya. pengaturan suasana kerja (hubungan kerja yang harmonis). Motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga atau organisasi untuk meningkatkan kinerja anggotanya. bakat. Sudjana menyatakan bahwa motivasi terdiri atas motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. damai. Dengan demikian kepala madrasah dituntut untuk memiliki kemampuan dan strategi untuk memotivasi para guru dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan guru. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya.

kepala madrasah juga berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan materi. dapat juga berupa tunjangan-tunjangan. maupun psikologis yang secara langsung berpengaruh pada prestasi kerjanya. akan tetapi sudah dikaitkan dengan harkat dan martabat manusia. memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi. Dengan demikian. Finch menyatakan bahwa berhasil tidaknya peningkatan prestasi kerja apabila orang-orang yang terlibat di dalam peningkatan prestasi kerja juga diberi kompensasi atau sekedar insentif. merupakan faktor yang tidak boleh ditinggalkan dalam peningkatan prestasi kerja. Upah atau gaji yang layak sehinga dapat memenuhi kebutuhan seperti sandang. perumahaan. Pemberian kompensasi selain dalam bentuk gaji. Peningkatan prestasi guru dapat dilakukan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan guru. Dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia memiliki berbagai kebutuhan baik fisik.niat ibadah. pengabdian dan ikhlas. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Dalam peningkatan prestasi kerja. dengan terpenuhinya kesejahteraan material dan spiritual. Wujud insentif bisa berupa kenaikan pangkat. Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja . kesempatan memperoleh liburan. Guru merupakan pemeran utama proses pendidikan. hal ini disebabkan karena disesuaikan dengan kemampuan madrasah dalam memberi gaji kepada guru. dan dengan melihat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut. keamanan. hal ini terbukti bahwa selain melakukan peningkatan kesejahteraan mental guru. meskipun dalam memenuhi kesejahteraan materi belum maksimal dan belum memenuhi standar kebutuhan para guru. kendaraan dan lain-lain. tentram dan sejahtera secara psykologis melalui kepastian karier dan insentif sebagai imbalan atas pekerjaannnya. dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru kepala madrasah harus memperhatikan kesejahteraan mental dan spiritual guru serta harus mempunyai strategi untuk memberikan penghargaan dan imbalan jasa kepada guru dengan memperhatikan standar kebutuhan guru dan berupaya memberikan sistem kompensasi yang lebih baik dan menarik. BAB VI PENUTUP A. fasilitas perumahan. maka seseorang akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat. Kompensasi merupakan imbal jasa yang diberikan yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. Kesimpulan 1. Masalah kompensasi adalah salah satu bentuk imbalan yang harus dipenuhi karena imbalan oleh pekerja tidak lagi dipandang sebagai alat pemuas kebutuhan materialnya. Lazaruth menyatakan bahwa kesejahteraan material dan spiritual merupakan faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja. Mulyasa juga menyatakan bahwa dalam peningkatan kesejahteraan guru perlu diupayakan: gaji guru senantiasa disesuaikan agar mencapai standar yang wajar bagi kehidupan guru dan keluarganya. dan sebagainya sejalan dengan insentif yang diberikan. dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan rasa aman. dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai upaya yang kuat dalam meningkatkan kesejahteraan guru. kesehatan. memenuhi kebutuhan guru dengan sistem imbalan yang lebih baik dan menarik.

menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. 2. dan berusaha untuk membangkitkan motivasi terutama motivasi yang berasal dari diri guru sendiri. Kepada kepala madrasah Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja guru. pembinaan kemampuan profesionalisme guru yaitu dengan cara: mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar dan pelatihan. menjadi teladan. berusaha untuk memenuhi keinginankeinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. Kepada para guru Dalam rangka meningkatkan prestasi kerja. damai. pengabdian dan ikhlas. seminar-seminar baik yang diadakan di madrasah maupun di luar madrasah. untuk dikaji lebih mendalam dengan berbagai metode penelitian yang lain agar . Peningkatan motivasi instrinsik dengan cara: menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. 3. mengevaluasi kerja guru.guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan difokuskan pada dua macam pembinaan yaitu: Pertama. mendatangkan para ahli. kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan disarankan untuk benar-benar memahami sekaligus menerapkan fungsi dan peranannya. peningkatan kesejahteraan yang berupa materi dengan cara: mengatur pemberian gaji guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji ditambah uang transportasi serta bantuan tunjangan fungsional dan insentif dari pemerintah. memberi kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikan. bekerja sama dengan lembaga pendidikan lain. pelatihan-pelatihan. Kedua. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Kedua. guru disarankan untuk selalu berusaha meningkatkan kompetensi profesionalnya dengan cara: mengikuti pembinaan-pembinaan. pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan. menempatkan guru pada proporsi yang tepat. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. Kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada: Pertama peningkatan kesejahteraan mental dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. Kedua. Pertama. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. Saran-saran 1. Kepada peneliti yang akan datang Kepada peneliti yang akan datang diharapkan penelitian mengenai kepemimpinan kepala madrasah pada umumnya dan upaya kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru pada khusunya. peningkatan motivasi ekstinsik dengan cara: memberikan penghargaan 3. memberi kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. memotivasi. Kepala madrasah disarankan untuk selalu berusaha untuk meningkatkan strategi dalam membina. B. Kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada peningkatan motivasi intrinsik dan ekstrinsik. dan meningkatkan kesejahteraan guru. mengetahui kelemahan atau hambatan yang ada serta berusaha mengatasi hambatan yang ada. dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. 2.

Lebih baik akibatnya di dunia. Maha Mengenal. Lebih baik di dunia. kelemahan. Sebagaimana ia merupakan tuntutan iman kepada Allah dan Hari Akhir. Manhaj yang terbebas dari kebodohan. Jadi. dan kepada Ulil Amri yang beriman dan menjalankan syari¶at Allah dan Sunnah Rasul. An-Nisa: 58-59) ³Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Karena Allah adalah Rabb bagi semua orang.´ (QS. satu generasi. . Semua ini adalah syarat iman kepada Allah dan Hari Akhir. satu bangsa. seperti yang dilakukannya terhadap perintah menunaikan amanah dan berlaku adil. Maha Mengetahui. satu ras. Tidak ada iman. Manhaj yang tidak mengandung nepotisme kepada satu individu. hawa nafsu. Jadi. Label: KARYA ILMIAH Kepemimpinan dalam Alquran (4) Kamis. Sesungguhnya manhaj ini berarti ³seseorang´ menikmati kelebihan-kelebihan manhaj yang diletakkan Allah baginya. juga lebih baik di akhirat. yang kemudian disusul dengan nasihat dan motivasi. maka sekali lagi nash menghadirkannya dalam bentuk ³nasihat´ dan motivasi. juga lebih baik akibatnya di akhirat. tetapi mengikuti manhaj itu juga dapat mewujudkan kebaikan dunia dan akibat yang baik bagi individu dan jama¶ah di kehidupan yang dekat ini. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.diperoleh penemuan-penemuan baru sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak lembaga pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. satu kelompok.´ Yang demikian itu lebih baik bagi Anda. dan syahwat manusia. ³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Maha Melihat. dan lebih baik akibatnya. dan pada gilirannya dampaknya yang pasti pun tidak mengikuti. Mahabijaksana. Setelah nash ini meletakkan masalah pada posisi kondisionalnya.´ Itulah ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul. bukan hanya menggapai ridha Allah dan pahala akhirat²dan itu merupakan berkara yang sangat. Lalu perkara-perkara yang diperselisihkan itu dikembalikan kepada Allah dan Rasul. 07/05/2009 11:04 WIB | email | print | share (58) (59) ³Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. Allah yang Maha Menciptakan. tidak ada iman sama sekali manakala syarat ini tidak terpenuhi.

Meski demikian. Konteks beralih kepada mereka untuk memandang aneh sikap mereka. Yaitu ruang ijtihad untuk memahami nash-nash yang ada. Penolakan ini dianggap sebagai sikap hipokrit. disusul dengan ijtihad untuk mengembalikan masalah yang tidak diredaksikan kepada nash-nash atau kepada prinsip-prinsip umum agama ini. Sementara mereka terjebak dalam kebingunan tanpa petunjuk! Cukuplah bagi mereka melakukan uji coba dalam bidang kreasi dan inovasi material sesuka hari. maka konteks beralih kepada orang-orang yang menyimpang dari kaidah ini. tidak membebani manusia dengan harga dari uji coba-uji coba yang keras. Manhaj memberinya petunjuk tentang semua ini dan melindunginya. Konteks mendeskripsikan kondisi mereka ketika diajak mengikuti Allah dan Rasul-Nya lalu mereka menolak. dan Allah swt. sarana-sarana untuk berbicara kepadanya dan memperbaikinya. Dia menjamin untuk manusia manhaj yang kaidah-kaidahnya sesuai dengan hukum alam. Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah dibuat oleh yang menciptakan manusia. karena bidang tersebut sangat luas bagi akal manusia. Jadi.Allah Subhanah tidak terkontaminasi oleh keinginan memihak kepada satu individu. ketika bencana dan musibah ditimpakan pada mereka. yaitu kepada Thaghut. padahal mereka diperintahkan untuk mengingkarinya. Inilah manhaj yang di antara keistimewaan adalah dibuat oleh Pencipta alam semesta tempat manusia tinggal. Sebagaimana Dia mengetahui seluk-beluk jiwanya. Rasulullah saw . karena mereka ingin bermahkamah kepada selain syari¶at Allah. tetapi justeru berdampingan dengannya dan memanfaatkannya. atau satu ras. Sehingga manusia tidak perlu berkonflik dengan hukum alam. juga dalam aturan pokok umat Islam. atau satu bangsa. atau satu generasi. yaitu ruang penelitian ilmiah terhadap alam semesta dan ruang kreasi dan inovasi material. Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah²selain memberinya petunjuk dan melindunginya²manhaj ini juga memuliakannya dan memberi ruang bagi akalnya untuk bekerja di dalam manhaj. Sehingga manusia tidak terjebak dalam kebingunan saat mencari manhaj yang sesuai. Juga untuk mengingatkan mereka dan orang-orang seperti mereka tentang keinginan setan untuk menyesatkan mereka. Dan selain itu ada ruang yang orisinil bagi akal manusia. dan mengetahui letak-letak analogi dan ijtihad mengenai halhal yang diperselisihkan akal.´ Sehabis menetapkan kaidah universal ini dalam syarat iman dan batasan Islam. ³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Sebagaimana konteks menganggap keinginan mereka untuk bermahkamah kepada thaghut sebagai tindakan keluar dari iman²bahkan sejak awal dianggap tidak masuk ke dalamnya. atau satu strata sosial. Sebagaimana konteks menjelaskan alasan-alasan mereka yang lemah dan palsu untuk mengikuti langkah yang aneh ini. dan manhaj penetapan syari¶at dan prinsip-prinsipnya. kemudian sesudah itu mereka mengklaim sebagai orang yang beriman! Padahal mereka melanggar syarat iman dan batasan Islam. yang mengetahui hakikat fitrahnya dan kebutuhan-kebutuhan yang hakiki bagi fitrah ini. Dan cukuplah bagi akal mereka untuk berusaha menerapkan manhaj ini.

.diinstruksikan untuk menasihati mereka. Dan penggal ini ditutup dengan penjelasan tentang tujuan Allah mengutus para Rasul.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful