P. 1
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru

Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru

|Views: 2,507|Likes:
Published by Ari Susanto

More info:

Published by: Ari Susanto on Dec 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU

Diposkan oleh Mohamad Yasin Yusuf

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi merupakan era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah menimbulkan persaingan dalam berbagai bidang, yang menuntut masyarakat Indonesia untuk memantabkan diri dalam peningkatan kualitas dan sumber daya manusia yang unggul, mampu berdaya saing, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi serta mempunyai etos kerja yang tinggi. Perwujudan manusia yang berkualitas tersebut menjadi tanggung jawab pendidikan terutama dalam mempersiapkan peserta didik menjadi subyek yang makin berperan, menampilkan keunggulan yang tangguh, kreatif, mandiri, dan professional dalam bidangnya masing-masing. Di Indonesia sekolah/madrasah harus dengan kesungguhannya melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan tujuan nasional sebagaimana yang tercantum dalam Undangundang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta penjelasannya Bab II Pasal 3 bahwa: Pendidikan Naional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Keberhasilan untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut kepala madrasah mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menselaraskan sumber daya pendidikan yang tersedia, kepemimpinan kepala madrasah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong madrasah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran melalui program madrasah yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Dalam persaingan global ini, diakui atau tidak lembaga pendidikan atau sistem persekolahan dituntut untuk mengemuka dengan kinerja kelembagaan yang efektif dan produktif. Kepala madrasah sebagai penanggung jawab pendidikan dan pembelajaran di madrasah hendaknya dapat meyakinkan kepada masyarakat bahwa segala sesuatunya telah berjalan dengan baik, termasuk perencanaan dan implementasi kurikulum, penyediaan dan pemanfaatan sumber daya guru, rekrutmen sumber daya murid, kerjasama madrasah dan orang tua, serta sosok outcome madrasah yang prospektif. Kepala madrasah merupakan unsur vital bagi efektifitas lembaga pendidikan. Kepala madrasah yang baik akan bersikap dinamis untuk menyiapkan berbagai macam program pendidikan,´ keberhasilan madrasah adalah keberhasilan kepala madrasah, kepala madrasah yang berhasil apabila memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks, serta mampu melaksanakan peranan dan tanggung jawab untuk memimpin madrasah´. Kepemimpinan yang berkaitan dengan masalah kepala madrasah dalam meningkatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalam situasi kondusif, perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat dan penuh pertimbangan terhadap para guru, baik sebagai

individu maupun sebagai kelompok.³ Perilaku pemimpin yang positif dapat mendorong kelompok dalam mengarahkan dan memotifasi individu untuk bekerja sama dengan kelompok dalam rangka mewujudkan tujuan lembaga pendidikan´. Kepala madrasah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki andil besar dalam menciptakan suasana kondusif yang ada dalam lingkungan kerjanya. Suasana kondusif tersebut merupakan faktor yang terpenting dalam menciptakan guru yang berprestasi. Guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat penting terhadap kemajuan bangsa Indonesia, guru juga sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan.³Tenaga pendidikan terutama guru merupakan jiwa dari madrasah´ . Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, evaluasi kinerja, hubungan kerja sampai pada imbal jasa, merupakan garapan penting bagi seorang kepala madrasah. Guru sangat berperan dalam menentukan kualitas lulusan madrasah. Artinya untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas diperlukan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal. Sedangkan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal dapat diperoleh bila ditunjang oleh kepemimpinan yang baik. Prestasi kerja guru yang berkualitas ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya adalah bagaimana atasan dalam memimpin bawahan, yang demikian ini disebut dengan kepemimpinan seorang pemimpin (kepala madrasah). Peran pemimpin sangat penting dalam organisasi, tanpa adanya pemimpin suatu organisasi hanya merupakan pergaulan orang-orang dan mesin. ³ Kepemimpinan adalah kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mangajak, mamantau dan kalau perlu memaksa orang lain agar menerima pengaruh itu. Selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatau maksud dan tujuan tertentu´. Seorang kepala madrasah mempunyai tugas untuk mengatur dan menggerakkan sejumlah besar orang-orang (guru) yang mempunyai berbagai sikap, tingkah laku dan latar belakang yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan guru yang dapat membantu tugas pimpinan secara optimal, maka diperlukan seorang pemimpin yang mampu mengarahkan dan merubah tingkah laku bawahannya kepada tercapainya tujuan organisasi secara maksimal. Pemimpin yang efektif selalu menyadari bahwa anggota organisasinya merupakan sumber daya manusia yang sangat berharga karena dikaruniai atau memiliki otak dan akal fikiran, sehingga pemimpin selalu berupaya menggali, memanfaatkan dan meningkatkan kreatifitas anggotanya untuk mencapai prestasi yang tinggi. Prestasi kerja guru yang tinggi merupakan perwujudan dari kualitas guru. Hal ini cukup penting dalam rangka mencapai tujuan madrasah. Dengan prestasi kerja yang tinggi berarti para guru benar-benar dapat berfungsi sebagai pendidik yang tepat guna dan berhasil guna sesuai dengan sasaran-sasaran organisasi yang hendak dicapainya. Apabila tujuan peningkatan prestasi kerja para guru dapat terpenuhi, maka tujuan pembangunan yang sesuai dengan pancasila, UUD 1945 beserta tujuan Pendidikan Nasional akan segera tercapai, begitu juga dengan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tuntutan perkembangan zaman. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar merupakan lembaga pendidikan yang ikut berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa demi mensukseskan tujuan pembangunan nasional Indonesia. Madrasah tersebut merupakan lembaga pendidikan negeri yang berada dibawah naungan Departemen Pendidikan Agama. Sebelumnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan merupakan madrasah swasta dengan nama

MI. Al-Qodiriyah dalam naungan yayasan Al-Qodiriyah. Karena dari tahun ketahun mengalami kemajuan, Departemen Pendidikan Agama Kabupaten Blitar merubah status dari Swasta menjadi Negeri. Selain itu Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga dijadikan center oleh lembaga-lembaga madrasah ibtidaiyah di Udanawu Blitar. Bahkan sering mendapatkan kejuaraan pada bidang mata pelajaran, olah raga dan seni ditingkat Kecamatan ataupun tingkat Kabupaten. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa para guru telah berhasil dalam usaha mencapai tujuan madrasah. Keberhasilan para guru dalam mencapai tujuan madrasah tersebut merupakan salah satu prestasi kerja yang ditunjukkan oleh guru yang berasal dari kemampuan dan motivasi yang dimilikinya. Prestasi kerja yang dihasilkan para guru tersebut merupakan hasil dari kepemimpinan kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan yang selalu menggerakkan, mengarahkan, dan memberikan motivasi kepada para guru untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan bersama. Atas dasar latar belakang masalah tersebut, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tema ³Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru (Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar)´. B. Fokus Masalah Berkaitan dengan study kepemimpinan Kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerga guru pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar maka yang menajdi fokus masalah dalam studi ini adalah bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang berpengaruh terhadap peningkatan mutu kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Kemudian fokus masalah tersebut dirumuskan sebagaimana rumusan masalah. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, fokus penelitian dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 2. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 3. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? D. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 2. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 3. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. E. Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai berikut : 1. Secara teoritis a. Memberikan kontribusi akademis dalam upaya peningkatan dan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang kepemimpinan lembaga pendidikan. 2. Secara praktis a. Sebagai bahan masukan bagi pengelola lembaga pendidikan khususnya Madrasah Ibtidaiyah

Negeri Slemanan Udanawu Blitar sehingga lembaga tersebut dapat lebih maju dari sebelumya dan tetap eksis serta bisa menjadi lembaga pendidikan alternatif. b. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi imput bagi para praktisi dan peneliti pendidikan dalam rangka kontribusi kajian ilmiah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan untuk meningkatkan mutu kependidikan. F. Metodologi Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan mutu kependidikan yang peneliti lakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar ini menggunakan pendekatan kualitatif sebab jenis penelitian ini tidak bisa berambisi mengumpulan data dari segi kualitasnya tetapi ingin juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dari data yang hasil direkam. Penulis tidak menemukan sumber datanya atau nara sumber secara kuantitatif menggunakan purvose sampling. Pola tersebut lazim disebut dengan Creation baset sampling artinya bahwa penggunaan sumber data atau nara sumber dianggap cukup mana kala informasi yang diperlukan sudah cukup memadai sehingga sering kali jumlah nara sumber atau sumber data memungkinkan untuk selalu berkembang dan bertambah. Tesis ini menggunakan rancangan studi kasus penelitian yang berupaya mencari kebenaran ilmiah dengan cara mempelajari secara mendalam perkembangan dari satu individu, kelompok orang. Lembaga dan tidak mustahil perkembangan suatu kejadian khusus. Studi kasus ini dimaksudkan untuk mencoba mengamati perkembangan dan fonemena yang terjadi pada sebuah organisasi dalam hal ini organisasi yang menjadi obyek penelitian adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Sifat penelitian ini adalah berupa penelitian deskriptif kualitatif. Oleh sebab itu pendekatan yang dilakukan adalah melalu pendekatan kualitatif dengan memakai bentuk study kasus (case study). Maksudnya adalah dalam penelitian deskriftif kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainya sehingga yang menjadi tujuan dalam penelitian deskriftif kualitatif ini adalah ingin menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya. 2. Kehadiran Peneliti. Insrumen utama dalam penelitian ini adalah manusia . Karena itu untuk menyimpulkan data secara koprehensif maka kehadiran peneliti di lapangan sangat diutamakan karena mengumpulkan data dilakuakn yang sebenarnya tanpa dimanipulasi dibuat dan dipanjang lebarkan Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus mengumpul data sehingga dapat dikatakan peneliti dalam penelitian ini bertindak sebagai instrumen kunci. Penelitian dalam hal ini akan melakuakn observasi. Wawancara dan mengambil dokumen. 3. Lokasi Penelitian Peneliti sengaja memilih lokasi penelitian di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dengan pertimbangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah yang favorit dan menjadi central madrasah-madrasah lain. Dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar memiliki guru guru yang variatif dengan latar belakang pendidikan yang beragam Dengan demikian sesuai dengan fokus masalah penelitia yang telah dikemukakan diatas, yang menjadi objek dalam tesis ini adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mengenai kepemimpinan Kepala madrasah dalam meningkatkan

prestasi kinerja guru 4. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´. Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person, place paper. 1. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. Dalam penelitian ini personnnya adalah Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 2. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak, meliputi fasilitas gedung, kondisi lokasi, kegiatan belajar-mengajar, kinerja, aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 3. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar, simbol-simbol dan lain-lain. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip, catatan-catatan, dokumen yang ada di Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 5.Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap. Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera. Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama, merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis, keadaan madrasah, sarana dan prasarana, kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah negeri Slemanan Udanawu Blitar . Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran. 2. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. b. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih, jika ternyata responden mengalami kesulitan

Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian. wawancara mendalam. surat bukti. partisipan dan informan.menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. Analisis Data Dalam suatu penelitian. dimulai pada awal kegiatan sampai dilanjutkan selama kegiatan pengumpulan data dilaksanakan. setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data. dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan. d. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. dan satuan uraian dasar. membuat gugus-gugus dan mambuat memo. yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu. dan dokumentasi yang diperoleh dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data. ³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). peneliti membuat ringkasan. menafsirkan serta meramalkan´. 6. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran. tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif. didengar. maka langkah selanjutnya menganalisa dan kemudian menyajikannya secara tertulis dalam laporan tersebut. kategori. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara. Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip. yaitu berupa data yang ditemukan dari observasi partisipan. Dengan demikian reduksi data ini akan berlangsung secara terus menerus selama penelitian berlangsung. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian. c. mengkode. Pada penelitian. pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Informasi tersebut misalnya. kata-kata yang berhubungan dengan . Data yang di dapat dalam penelitian ini berupa kalimat. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. 3. Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting. Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder. jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. menelusuri tema. paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian.

dan abstrak. persetujuan pembimbing. mempengaruhi kelompok dan budayanya. Kepemimpinan Kepala Madrasah 1. kata pengantar. kepemimpinan sebagai kunci keberhasilan kepala madrasah. daftar gambar. definisi kepemimpinan secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. BAB II KAJIAN TEORI A. pengorganisasian dan aktifitas-aktifitas untuk mencapai sasaran. serta mempengaruhi interpretasi mengenai peristiwa-peristiwa para pengikutnya. terdiri dari enam bab yaitu: Bab I. Dalam bab ini dipaparkan latar belakang masalah. daftar isi. meliputi perangkat legalitas tesis. Bab V. fokus penelitian yang dikaji dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. Metodologi Penelitian. judul. Paparan data dan temuan hasil penelitian. tujuan dan kegunaan penelitian dirumuskan secara jelas. Bab II. sehingga sajian data merupakan sekumpulan informasi yang tersusun secara sistematis yang memberikan kemungkinan untuk ditarik kesimpulan. Untuk mengarah pada hasil kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data baik yang berasal dari catatan lapangan. . Pembahasan hasil Penelitian Bab VI. Pada saat kegiatan analisis data yang berlangsung secara terus menerus selesai dikerjakan. wawancara mendalam. Menurut Suharsimi Arikunto kepemimpinan adalah usaha yang dilakukan untuk mempengaruhi anggota kelompok agar mereka dengan suka rela menyumbangkan kemampuannya secara maksimal demi pencapaian tujuan kelompok yang telah ditetapkan. dalam hal ini membahas proses penelitian yang digunakan dalam penelitian. maka langkah selanjutnya adalah melakukan penarikan kesimpulan. maka diambil langkah-langkah sebagaimana dalam sistematika pembahasan sebagai berikut: Bagian awal. memuat tentang apa saja yang diperoleh dari penelitian yang meliputi gambaran obyek dan hasil penelitian dari fokus penelitian. obervasi partisipan. pengesahan. halaman. Bagian akhir. . pendekatan-pendekatan dalam kepemimpinan. Sistematika Pembahasan Untuk dapat melakukan pembahasan secara sistematik. Kajian teori. motto. Dengan kata lain penyajian data ini merupakan proses penyusunan informasi secara sistematis dalam rangka memperoleh kesimpulan sebagai temuan penelitian. Penutup.fokus penelitian. halaman sampul. dokumentasi yang didapat saat melakukan kegiatan di lapangan. Pengertian Kepemimpinan Kepala Madrasah Definisi tentang kepemimpinan sangat bervariasi sebanyak orang yang mencoba mendefinisikan konsep kepemimpinan. persembahan. Bagian utama. pendahuluan. fungsi dan tipe kepemimpinan. Bab IV. memuat daftar rujukan. berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran-saran. hakekat prestasi kerja guru. Bab III. studi pendahuluan dan diakhiri dengan sistematika pembahasan. penegasan istilah. lampiran-lampiran dan biodata penulis. kepala madrasah dalam peningkatan prestasi kerja guru. Dalam hal ini membahas tentang pengertian kepemimpinan kepala madrasah. Hadari Nawawi berpendapat bahwa kepemimpinan adalah kemampuan menggerakkan. G. peningkatan prestasi kerja guru. memotivasi pengikut untuk mencapai tujuan.

Paul Harsey dan Ken Blanchard menyebutkan pengertian lain dari para ahli lainnya mengenai kepemimpinan antara lain: ‡ Menurut George R. Pendekatan-Pendekatan Dalam Kepemimpinan Pada dasarnya. dalam kenyataannya pasti memerlukan seorang dengan atau tanpa dibantu orang lain untuk menduduki posisi pimpinan/pemimpin. 2. karena kepemimpinan telah dipelajari melalui berbagai cara yang berbedabeda tergantung pada konsepsi kepemimpinan dan pilihan metodologi para penelitinya. Melihat beberapa unsur tersebut. Tery kepemimpinan adalah aktifitas mempengaruhi orang-orang untuk berusaha mencapai tujuan kelompok secara sukarela. Sehingga studi kepemimpinan hanya memperlakukan atau dihadapkan pada satu aspek yang sempit seperti pengaruh bawahan atau sifat-sifat pribadi. atau mempengaruhi para guru dan segala sumber daya yang ada di madrasah sehinga dapat di daya gunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. ‡ Robert Tannen Baun. memimpin. bahwa kepemimpinan merupakan suatu tindakan atau aktifitas kegiatan untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi. adanya tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. interaksi dan otoritas. meggerakkan. Apapun bentuk suatu organisasi. maka dapat ditarik suatu maksud bahwa kepemimpinan kepala madrasah adalah kemampuan kepala madrasah untuk memimpin. adanya orang yang dipengaruhi. Meskipun masih banyak definisi atau pengertian tentang kepemimpinan yang dikemukakan para ahli lainnya. atau perilaku yang satu sama lain dijadikan sasaran studi tanpa mengaitkan satu sama lain yang sebenarnya merupakan satu rangkaian persoalan di bidang kepemimpinan. atau mempengaruhi bawahan. kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk beraktifitas. Melihat penjelasan mengenai pengertian kepemimpinan dan kepala madrasah tersebut. Studi kepemimpinan yang terdiri dari berbagai macam pendekatan. antara lain: adanya orang yang mempengaruhi. menggerakkan. tinjauan menyeluruh mengenai jenis-jenis pendekatan kepemimpinan sangat bermacam-macam. namun demikian pada dasarnya definisi-definisi tersebut memiliki kesamaan konseptual. Kepala madrasah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu madrasah dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Dengan demikian pengertian kepemimpinan tersebut dapat timbul dari mana saja asalkan unsurunsur dalam kepemimpinan itu terpenuhi. termasuk dalam hal ini adalah organisasi pendidikan. melakukan koordinasi serta megambil keputusan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. yang mana pemimpin dalam organisasi ini adalah kepala sekolah/madrasah. Seseorang yang menduduki posisi pimpinan dalam suatu organisasi mengemban tugas melaksanakan kepemimpinan. adanya aktifitas. pada hakekatnya merupakan usaha untuk menjawab atau memberikan pemecahan persoalan-persoalan dalam bidang . ‡ Harold Konntz dan Cyril O¶Donnel mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi orang-orang untuk ikut dalam pencapaian tujuan bersama. Irving R. melakukan koordinasi. Weschler dan fred Mescarik mendefinisikan kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang dilakuakn dalam suatu situasi dan diarahkan melalui proses kominikasi pada pencapaian tujuan atau tujuan-tujuan tertentu.memberikan motivasi dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakantindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang dilakukan.

dan pendekatan situasional´. Sehingga seseorang menjadi pemimpin karena sifat-sifatnya yang dibawa sejak lahir bukan dibuat atau dilatih. Barnad dalam ³ The function of the executive´ mengemukakan dua sifat pemimpin yaitu sifat-sifat pribadi dan keunggulan subyektif. Ketiga. Pendekatan ini bertolak dari asumsi bahwa individu merupakan pusat kepemimpinan. Pendekatan sifat Pendekatan ini menekankan pada kualitas pemimpin. Orway Tead seperti yang dikutip Purwanto. dan keberanian. situasi tertentu dan kondisi tertentu memerlukan kepemimpinan yang memiliki sifat dan ciri tertentu sesuai tuntutan situasi dan kondisi tertentu. Penganut pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan sifat-sifat kepribadian yang dimiliki oleh pemimpin yang berhasil dan yang tidak berhasil. cara mendorong semangat kerja bawahan. mengemukakan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin antara lain: 1) berbadan sehat.kepemimpinan. penguasaan teknologi. 9) pandai mengajari bawahan. 7) sanggup bertindak tegas. membagi tugas dan wewenangnya. daya ingat. 4) bersifat ramah-tamah. Pada dasarnya terdapat tiga pendekatan utama dalam kepemimpinan yaitu: ³pendekatan sifat. keluasan hubungan sosial. cara mengambil keputusan dan lain sebagainya. 2) yakin akan maksud dan tujuan organisasi. Sedangkan keunggulan subyektif menyangkut keyakinan. cara berkomunikasi. kuat dan penuh energi. sikap-sikap hubungan sosial. Sikap dan gaya kepemimpinan itu tampak dalam kegiatan sehari-hari. 1). Pendekatan sifat berpendapat bahwa keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin dipengaruhi oleh sifat-sifat yang dimiliki oleh pribadi seorang pemimpin. Sifat-sifat pribadi mencakup kondisi fisik. . Chester L. motifasi dan dorongan berprestasi. dalam pendekatan sifat mencoba menerangkan sifat-sifat yang membuat seseorang berhasil. sampai kini para peneliti belum berhasil menemukan satu atau sejumlah sifat yang dapat dipakai sebagai ukuran untuk membedakan pemimpin dan bukan pemimpin. daya tahan. Meskipun telah banyak penelitian tentang sifat kepemimpinan. kesopanan. Dengan demikian dari pendekatan sifat ini masih terdapat kelemahan-kelemahan antara lain: pertama. tidak adanya kesesuaian atau pendapat diantara para pakar tentang rincian sifat atau ciri-ciri kepemimpinan. Keith Davis seperti yang dikutib Miftah Toha merumuskan empat sifat yang tampaknya mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi antara lain: kecerdasan dan kedewasaan. 5) mempunyai keteguhan hati. dalam hal bagaimana seorang pemimpin memberi perintah. 3) selalu bergairah. Kedua. 8) memiliki kecerdasan. ketekunan. 10) percaya pada diri sendiri. Banyak ahli yang telah berusaha meneliti dan mengemukakan pendapatnya mengenai sifat-sifat baik manakah yang diperlukan bagi seorang pemimpin agar dapat dan sukses dalam kepemimpinannya. dan imajinasi. Pendekatan Perilaku Pendekatan perilaku ini merupakan pendekatan yang mendasarkan pada pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh sikap dan gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin yang bersangkutan. daya tanggap pengetahuan. ketrampilan. 2). cara memberi bimbingan. terlalu sulit untuk menetapkan sifat-sifat yang harus dimiliki pemimpin karena setiap orang yang menjadi pemimpin memiliki keunikan masing-masing. pendekatan perilaku. 6) unggul dalam teknik kerja. sifat-sifat tersebut ada pada seseorang karena pembawaan atau keturunan. kepemimpinan dipandang sebagai sesuatu yang mengandung banyak unsur individu. hal ini menunjukkan hanya dengan menggunakan pendekatan sifat saja masalah kepemimpinan tidak akan dapat difahami dan dipecahkan dengan baik.

dan selalu mengawasi optimasi kemampuan bawahan dalam melaksanakan tugas. mau berkonsultasi. Teori Empat Faktor Dalam usaha meningkatkan kualitas kepemimpinan.Mencari masukan dan nasehat yang menentukan . dan memperlakukan bawahan sebagaimana pemimpin memperlakukan dirinya sendiri.Mengusahakan dan menyediakan sumber-sumber yang diperlukan . para ahli mengembangkan teori kepemimpinan kedalam berbagai macam klasifikasi. mementingkan batas waktu pelaksanaan tugas kepada bawahan. antara lain: a.Menekan atau memperkecil kertas kerja yang birokratis .Mau dan bersedia memperbaiki posisi-posisi yang telah terbentuk . Harsey dan Blanchard sebagaimana dikutip Sujana menjelaskan bahwa perilaku atau perbuatan seseorang pemimpin cenderung mengarah pada dua hal yaitu konsiderasi dan struktur inisiasi.Memperkuat relasi yang positif dengan pemerintah ataupun masyarakat. Sedangkan struktur inisiasi adalah perilaku pemimpin cenderung mementingkan tujuan organisasi.Memberikan saran atas masalah kerja yang terkait . Teori Dua faktor Berdasarkan teori ini. teori empat faktor sangat mempunyai peranan yang penting. mendukung dan membela bawahan.Membantu perkembangan kepemimpinan yang posisional dan kepemimpinan yang sedang . suportif. menetapkan standar tertentu tentang tugas pekerjaan. selalu memberi petunjuk kepada bawahan tentang cara melaksanakan tugas.Menunjukkan keramahan dan kemampuan untuk melaksanakan pendekatan . Kepemimpinan Struktural . Ciri-ciri perilaku konsiderasi adalah ramah-tamah. Kepemimpinan Fasilitatif .Memberikan dorongan dan penghargaan atas usaha orang lain .Cepat mengambil tindakan dalam keputusan yang mendesak . teori kepemimpinan empat faktor meliputi dimensi-dimensi: stuktural. menerima usul bawahan. Ciri-ciri perilaku struktur inisiasi adalah memberikan kritik terhadap pelaksanaan tugas yang tidak tepat. fasilitatif. .Dengan menggunakan pendekatan perilaku. Kepemimpinan partisipatif dengan tanda-tanda: .Menembangkan suatu pandangan organisasi yang kohesif sebagai dasar penngambilan keputusan .Membantu pekerjaan agar dilaksanakan 3. dan partisipatif.Melaksanakan pendelegasian yang jelas dan menentukan kepada anggota.Memantau penerapan keputusan . Masing-masing dimensi ditandai dengan berbagai ciri sebagai berikut: 1. b.Menekankan kepada hasil dan tujuan organisasi .Menetapkan dan memperkuat kembali kebijakan organisasi .Membuat jadwal kegiatan . 2.Memberikan ganjaran atas nama perseorangan 4.Pendekatan akan berbagai persoalan dengan fikiran terbuka . Kepemimpinan Suportif .Mempercayai orang lain dengan pendelegasian tanggung jawab .Meningkatkan moral / semangat staf . Konsiderasi adalah perilaku pemimpin untuk memperhatikan bawahan.

pemimpin berbicara dan bertindak sebagai wakil kelompok. c. Menurut pandangan perilaku. Ketepatan yang bersifat prediktif (predictive accuracy). Perwakilan (representation). Pendekatan ini menitik beratkan pada berbagai gaya kepemimpinan yang paling efektif diterapkan dalam sitiasi tertentu. Toleran terhadap ketidakpastian (tolerance of uncertainty). Struktur inisiasi (inisiation of structure). Dalam hal ini kepemimpinan lebih merupakan fungsi situasi dari pada sebagai kualitas pribadi. d. pemimpin mampu memberikan toleransi terhadap ketidakpastian dan penundaan tanpa kekhawatiran atau gangguan. dan kontribusi (bantuan) bawahan. pemimpin memelihara hubungan ramah-tamah dengan atasan yang mempunyai pengaruh terhadap pemimpin. Terdapat beberapa studi kepemimpinan yang menggunakan pendekatan ini antara lain: a. dengan mengkaji kepemimpinan dari beberapa variabel yang mempengaruhi perilaku akan memudahkan menentukan gaya kepemimpinan yang paling cocok. Integrasi (integration). tetapi juga berbagai faktor situasi dan saling berhubungan antara situasi dengan . pemimpin mementingkan atau menekankan kepada hal-hal yang bersifat produktif. kesejahteraan.Bekerja secara aktif dengan perseorangan atau kelompok . Asumsi peranan (Role Assumption). g. Yaitu: a. terlibat dalam keputusan dan berbuat. pemimpin memperlihatkan wawasan ke depan dan kecakapan untuk memperkirakan hasil yang akan datang secara akurat. h. berdasarkan hasil penelitianya pada tahun 1950. Stogdill juga mengemukakan bahwa untuk menilai perilaku kepemimpinan ada 12 faktor yang perlu diperhatikan. pemimpin mendamaikan tuntutan konflik dan mengurangi ketidakteraturan dari sistem yang ada. l. Konsiderasi (concideration). i. Penekanan pada hal-hal yang produktuif (productive emphasis). pemimpin membiarkan bawahan berkesempatan untuk berinisiatif. pemimpin secara aktif menggunakan peranan kepemimpinannya daripada menyerahkan kepemimpinan kepada yang lain.tumbuh .Melibatkan orang lain secara tepat dalam pengambilan keputusan. k. keduanya menyoroti perilaku kepemimpinan dalam situasi tertentu. dan berjuang untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi. Kedua belas faktor tersebut sangat membantu dalam menganalisa dan memperbaiki perilaku pemimpin dalam organisasi apapun. j. dan merupakan kualitas yang timbul karena interaksi orang-orang dalam situasi tertentu. disimpulkan bahwa seseorang menjadi pemimpin bukan saja karena faktor kepribadian yang dimiliki. Orientasi kepada atasan (superior orientation). Pendekatan situasional Pendekatan situasional hampir sama dengan pendekatan perilaku. pemimpin dengan jelas mendefinisikan peranan kepemimpinan dan memberikan kesempatan bawahan mengetahui apa yang diharapkan dari mereka. pemimpin memperhatikan ketenangan. b. Keyakinan (persuasiveness). f. Teori kepemimpinan kontingensi Teori ini dikembangkan oleh Fiedler dan Chemers. pemimpin memelihara secara akrab jaringan organisasi dan mengatasi konflik antar anggota. Toleransi kebebasan (tolerance of freedom). e. pemimpin mampu menggunakan persuasi dan organisasi secara efektif serta memperlihatkan keyakinan yang kuat . Tuntutan perdamaian (reconciliation). 3).

sedangkan hubungan hanya dilakukan sekedarnya saja. Berdasarkan ketiga dimensi tersebut Fiedler menentukan dua jenis gaya kepemimpinan dan dua tingkat yang menyenangkan. Pertama. Gaya ini disebut mendikte karena pemimpin dituntut untuk mengatakan apa. Gaya ini disebut menjual karena pemimpin selalu memberikan petunjuk yang banyak.kepemimpinan. yaitu gaya ketika pemimpin merasa puas jika tugas bisa dilaksanakan. gaya kepemimpinan yang mengutamakan tugas. Gaya ini menekankan pada tugas. separated. apa yang harus diperbuat. perhatian pada orang dan dimensi efektifitas. pemimpin harus mengurangi perilaku tugas dan perilaku hubungan. Kedua. gaya kepemimpinan yang mengutamakan hubungan kemanusiaan. Gaya kepemimpinan Reddin sama dengan jaringan manajemen yangn dimiliki empat gaya dasar kepemimpinann. dan decicated. kapan. tetapi belum didukung oleh kemampuan yang memadai. struktur tugas. dan memerlukan petunjuk serta pengawasan yang jelas. 2. tingkat kematangan anak buah merupakan faktor yang paling dominan. serta mengawasi mereka secara ketat. dan bagaimana mengerjakannya. b. Mereka telah memiliki kemauan untuk melakukan tugas. karena itu tekanan utama dari teori ini terletak pada perilaku pemimpin dalam hubungannya dengan anak buah. serta kekuasaan yang berasal dari organisasi. related. c. kapan. Menurut Fiedler tidak ada gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua situasi. pemimpin sudah dapat mendelegasikan wewenang kepada anak buah. Perilaku tugas merupakan pemberian petunjuk oleh pimpinan terhadap anak buah melalui penjelasan tertentu. Selanjutnya pada saat anak buah mencapai tingkat kematangan penuh dan sudah dapat mandiri. Dari ketiga faktor tersebut. Perilaku hubungan merupakan ajakan yang disampaikan oleh pimpinan melalui komunikasi dua arah yang meliputi mendengar dan melibatkan anak buah dalam pemecahan masalah. Menurut teori ini gaya kepemimpinan akan efektif jika disesuaikan dengan tingkat kematangan anak buah. hal tersebut menunjukkan bahwa efektifitas kepemimpinan bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat kondisi yang menyenangkan dalam situasi tertentu. dan dimana tugas dilakukan. perilaku hubungan dan kematangan. serta ada 3 faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu: hubungan antara pemimpin dan bawahan. Keberhasilan pemimpin bergantung baik pada diri pemimpin maupun kepada keadaan organisasi. Gaya kepemimpinan yang tepat untuk diterapkan dalam keempat tingkat kematangan anak buah dan kombinasi yang tepat antara perilaku tugas dan perilaku hubungan adalah: 1. bagaimana. menurutnya ada tiga dimensi yang dapat dipakai untuk menentukan gaya kepemimpinan yaitu: perhatian pada produksi atau tugas. Gaya mendikte (Telling) Gaya ini diterapkan jika kematangan anak buah rendah. Reddin menyatakan bahwa keempat gaya tersebut menjadi efektif atau tidak efektif tergantung pada situasi. Adapun kematangan adalah kemampuan dan kemauan anak buah dalam mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas. yaitu Integred. . Gaya Menjual (Selling) Gaya ini diterapkan apabila kondisi anak buah dalam taraf rendah sampai moderat. Teori kepemimpinan situasional Teori ini merupakan pengembangan dari model kepemimpinan tiga dimensi yang didasarkan pada hubungan antara tiga faktor yaitu perilaku tugas. Makin matang anak buah. Teori kepemimpinan tiga dimensi Teori ini dikemukakan oleh Reddin guru besar Universitas New Brunswick Canada.

diperlukan tugas serta hubungan yang tinggi agar dapat memelihara dan meningkatkan kemauan yang telah dimiliki. Kepemimpinan tidak dapat dilepaskan hubungannya dengan situasi sosial yang terbentuk dan sedang berlangsung di lingkungan suatu organisasi. yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada di dalam dan bukan di luar situasi itu. Oleh sebab itu. Dari uraian tersebut diatas. Sebab dengan kelebihan-kelebihan tersebut. yang jelas bahwa pemimpin itu harus memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan anggota-anggota biasa lainnya. Fungsi artinya jabatan (pekerjaan) yang dilakukan atau kegunaan suatu hal atau kerja suatu bagian tubuh. Sedangkan berdasarkan situasinya. Dalam kematangan semacam ini. tampak adanya dua konsepsi tentang bagaimana seseorang dapat dikatakan memegang peranan sebagai pemimpin. Hal ini dilakukan jika anak buah berada pada tingkat kedewasaan yang tinggi. demikian upaya hubungan. kepemimpinan yang efektif adalah keberhasilan pemimpin dalam memerankan fungsifungsi kepemimpinan dengan baik yang sekaligus mampu membawa para bawahan untuk melakukan tugas-tugasnya dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. Berdasarkan pandangan tentang sifat seorang pemimpin. pemimpin bisa berwibawa dan dipatuhi bawahannya. apalagi berbeda di lingkungan suatu organisasi oleh seorang pemimpin. maka situasi dan kondisi organisasilah yang mendorong seseorang berperan sebagai pemimpin. 3. seseorang melaksanakan kepemimpinannya karena memiliki sifat pribadi dan kemampuan sebagai pemimpin. maka seorang pemimpin bukanlah sekedar seorang tukang atau juru. 3. Gaya melibatkan diri Gaya ini diterapkan apabila tingkat kematangan anak buah berada dalam taraf kematangan moderat sampai tinggi. fungsi kepemimpinaan adalah sebagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. serta situasi dan kondisi organisasi yang dipimpinnya. Oleh karena situasi itu selalu berkembang dan dapat berubah-ubah. Dalam tingkat kematangan seperti ini upaya tugas hanya diperlukan sekedarnya saja. masalah-masalah yang dihadapi. Mereka mempunyai kemampuan. Berdasarkan pendekatan dan teori kepemimpinan tersebut. Gaya ini disebut mengikut sertakan karena pemimpin dengan anak buah bersama-sama berperan dalam proses pengambilan keputusan. Proses kepemimpinan pada dasarnya merupakan interaksi antara manusia dengan makhluk sosial. tetapi kurang memiliki kemauan kerja dan kepercayaan diri. namun upaya hubungan perlu ditingkatkan dengan membuka komunikasi dua arah. Sedangkan fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok/organisasi masing-masing. Fungsi Kepemimpinan Dalam kehidupan organisasi. upaya tugas tidak diperlukan. Gaya mendelegasikan Gaya ini diterapkan jika kemampuan dan kemauan anak buah telah tinggi. 4. melainkan seseorang dengan sifat-sifat unggulnya harus mampu menempatkan posisinya secara efektif terhadap segala hubungan yang terjadi diantara sesama anggota atau antar kelompok.Dalam tingkat kematanga anak buah yang seperti ini. melalui pengawasan umum. Gaya ini disebut mendelegasikan karena anak buah dibiarkan melaksanakan kegiatannya sendiri. . Terlepas dari adanya teori yang seakan-akan kontradiktif tersebut. Tidak satupun cara bertindak/berbuat yang dapat digunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama. maka proses kepemimpinan tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan rutin yang diulang-ulang.

baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya. Partisipasi tidak berarti bebas berbuat semaunya. Fungsi pengendalaian ini dapat diwujudkan melalui kegiatan bimbingan. Pada tahap pertama dalam usaha menetapkan keputusan. dan dimana perintah itu dikerjakan agar keputusan dapat dilaksanakan secara efektif. 5) Fungsi pengendalian Fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang sukses mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif. sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Berkaitan dengan fungsi kepemimpinan. Keikutsertaan pemimpin harus tetap dalam fungsi sebagai pemimpin dan bukan pelaksana.Dengan demikian berarti juga suatu cara bertindak yang efektif dari seorang pemimpin tidak dapat ditiru secara tepat dengan mengharapkan hasil yang sama efektifnya oleh pemimpin yang lain. karena harus diwujudkan dalam interaksi antar individu dalam situasi sosial suatu kelompok/organisasi. Tahap berikutnya konsultasi dari pimpinan pada orang-orang yang dipimpin dapat dilakukan setelah keputusan ditetapkan dan sedang dalam pelaksanaan. dan pengawasan. bagaimana. Cara bertindak sama di lingkungan organisasi yang berbeda dengan situasi sosial yang tidak sama. kapan. 2) Fungsi konsultatif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. baik melalui persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pimpinan. pemimpin sebagai komunikator merupakan pihak yang menentukan apa. Kepemimpinan yang efektif memerlukan kemampuan menggerakkan dan memotifasi orang lain agar mau melaksanakan perintah. Orang-orang penerima delegasi itu harus diyakini merupakan pembantu pimpinan yang memiliki persamaan prinsip. yang sangat dipengaruhi oleh kemampuan menganalisa situasi sosial organisasinya. Seorang pemimpin bertugas memberikan struktur yang jelas dari situasi-situasi yang rumit . Gerungan sebagaimana mengutip pendapat Ruch bahwa ada tiga fungsi utama dari pemimpin antara lain: 1. 4) Fungsi delegasi Fungsi ini dilaksanakan dengan memberikan pelimpahan wewenang membuat dan menetapkan keputusan. Fungsi kepemimpinan tersebut memiliki dua dimensi utama yaitu kemampuan pemimpin dalam mengarahkan (direction) dan tingkat dukungan (support) dari anggota organisasi. persepsi dan aspirasi. Cara bertindak dari seorang pemimpin didasari oleh keputusan yang ditetapkannya. pemimpin kerapkali memerlukan bahan pertimbangan yang mengharuskannya berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya yang dinilai mempunyai berbagai bahan informasi yang diperlukan dalam menetapkan putusan. Konsultasi itu dilaksanakan dengan maksud untuk memperoleh umpan balik untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan. pengarahan. 3) Fungsi partisipatif Dalam menjalankan fungsi ini pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya. Fungsi delegasi pada dasarnya berarti kepercayaan. tetapi dilaksanakan secara terkendali dan terarah berupa kerja sama dengan tidak mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain. maka hasilnya juga akan berbeda. koordinasi. ³Pemimpin yang efektif akan selalu berusaha mengembangkan situasi sosial yang bersifat kebersamaan yang mampu memberikan dukungan positif terhadap keputusan yang ditetapkannya´ Fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial. yang secara operasional dibedakan menjadi lima pokok fungsi kepemimpinan antara lain: 1) Fungsi Instruktif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah.

Kambing hitam. 13. Seorang Ahli. 14. Seorang perencana. Seorang pembuat kebijakan. Seorang pemimpin bertugas sebagai juru bicara kelompok yang dipimpinnya (spokesman of the group). Seorang pengontrol perilaku atau hubungan para anggotanya. Seorang pemimpin dalam keadaan yang diperlukan perlu memberikan hukuman atau hadiah. Seorang pengambil alih tanggung jawab. menjadi teladan baik dalam ucapan maupun dalam perilaku dari yang dipimpinnya. dan pemimpin juga berkewajiban untuk memulihkan kembali hubungan yang kurang baik itu. 3. Seorang panutan. Seorang pemimpin harus dapat merasakan dan menerangkan kebutuhan-kebutuhan kelompok yang dipimpinnya ke dunia luar. 3. Seorang pemberi hadiah atau hukuman. disadari atau tidak seorang pemimpin ikut memikul tanggung jawab segala tindakan dari yang dipimpinnya. 8. hal tersebut biasanya . yaitu pemimpin mewakili kelompoknya ke dunia luar kelompoknya. 5. 12. Seorang pemimpin harus mempunyai pendirian kuat agar tidak mudah terobangambing oleh pengaruh dari luar kelompoknya. Seorang eksekutif. yaitu pemimpin bertugas membuat rencana kegiatan dari yang dipimpinnya. bahwa pemimpin itu sebagai: 1. yaitu sebagai tempat identifikasi. Apa yang semestinya dikerjakan oleh kelompok perlu direncanakan. yaitu bahwa seorang pemimpin berkewajiban mengambil alih tangguing jawab atas tindakan anggotanya. 2. Karena itu seorang pemimpin harus peka terhadap keadaan atau situasi dalam kelompoknya. Seorang pemimpin bertugas mengawasi dan menyalurkan perilaku kelompok yang dipimpinnya (controlling group behavior). Sehingga diharapkan seorang pemimpin adalah seorang yang ahli dalam bidang yang dipimpinnya. yaitu pemimpin menentukan kebijakan kelompok yang dipimpinnya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. juga bertanggung jawab atas pelaksanaan hal-hal yang telah digariskan dalam kelompok yang dipimpinnya. tujuan. Figur seorang ayah.yang dihadapi oleh kelompoknya ( Structuring the situation). bahwa seorang pemimpin merupakan lambang dari yang dipimpinnya. digariskan oleh pemimpin. Seorang simbol dari kelompok. Seorang yang mewakili kelompok keluar. sehingga dalam kepemimpinannya akan sesuai dengan aspirasi yang ada dalam kelompoknya. harapanharapan atau hal-hal yang lain. yaitu seorang pemimpin harus mampu menjadi panutan. yaitu pemimpin sebagai sumber informasi dari anggota kelompok yang dipimpinnya. Seorang penengah atau pelerai. yaitu ikut berkiprah dalam mencapai tujuan kelompok. 10. Pemimpin sebagai cerminan sifat-sifat atau kepribadian kelompok yang dipimpinnya. yaitu seorang pemimpin harus bersedia menjadi kambing hitam. bahwa seorang pemimpin perlu benar-benar memahami ideologi kelompoknya. 9. 4. 6. 7. pencurahan isi hati dari para anggota kelompoknya. Krech dan Crutchfield mengemukakan pendapat mengenai fungsi pemimpin. 11. yaitu seorang pemimpin bertugas sebagai pelerai atau sebagai penengah bila dalam kelompok terdapat perselisihan diantara para anggota. 2. Ini juga berarti bahwa seorang pemimpin bertugas mengendalikan perilaku anggota kelompok dan kelompok itu sendiri. baik mengenai sikap kelompok. Seorang idealis. keadaan ini terutama akan terjadi bila kelompok yang dipimpinnya membuat kesalahan.

Seluruh fungsi tersebut diselenggarakan dalam aktifitas kepemimpinan secara integral. sehingga melahirkan penelitian kepemimpinan yang berbeda-beda. 4. Laizes faire. mengembangkan kerjasama yang harmonis. Adapun dalam pelaksanaannya pemimpin berkewajiban menjabarkan program kerja. yang berikutnya partipasi dan lain-lain. pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap angota-anggotanya. Tipe Kepemimpinan Dalam menggerakkan atau memotivasi orang lain agar melakukan tindakan-tindakan yang selalu terarah pada pencapaian tujuan organisasi. sehingga sudah barang tentu untuk menjadi pemimpin dituntut persyaratan-persayaratan tertentu agar dalam melaksanakan kepemimpinannnya dapat berlangsung dengan baik. Perbedaan-perbedaan tersebut mengakibatkan terjadinya berbagai tipe kepemimpinan.akan dilemparkan kepada pemimpin. mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan batas tanggung jawab masing-masing. Setiap perbedaan pendapat diantara para anggotanya diartikan . Tetapi untuk merumuskan apa yang menjadi fungsi kepemimpinan adalah sulit. Kesulitan ini terjadi sebab kepemimpinan menarik perhatian para ahli untuk menelitinya. Melihat fungsi-fungsi tersebut tidaklah ringan beban yang diemban oleh seorang pemimpin. antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya. Diantaranya ada yang lebih mengutamakan fungsi instruktif. penafsirannya sebagai pemimpin tidak lain adalah menunjukkan dan memberi perintah. berbagai cara ditempuh oleh seorang pemimpin. hampir sebanyak para ahli yang melakukan penelitian. sedang yang lainnya menerapkan fungsi delegasi. Dalam melaksanakan kepemimpinannnya. Dalam proses kepemimpinan selalu terlihat titik berat yang berbeda dalam mewujudkan fungsifungsi kepemimpinan. oleh karena itu tipe ini juga merupakan yang paling banyak dikenal. mampu memberikan petunjuk yamg jelas. tidak boleh membantah ataupun mengajukan saran. Kewajiban bawahan adalah hanya mengikuti dan menjalankan. rapat hanyalah sebagai sarana untuk menyampaikan instruksi-instruksi. Baginya. Pemimpin yang otokratis tidak menghendaki musyawarah. Dalam kepemimpinan yang otokratis. cara-cara yang digunakan merupakan pencerminan sikap dan pandangan pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya. Masing-masing penelitian berdiri sendiri tidak saling terkait sesuai dengan latar belakang konsep yang dimiliki oleh pakar. Kekuasaan pemimpin yang otokratis hanya dibatasi oleh undang-undang. mendayagunakan pengawasan sebagai alat pengendali. berusaha mengembangkan kebebasan berfikir dan mengeluarkan pendapat. berusaha menumbuh-kembangkan kemampuan memikul tanggung jawab. memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan atau kecakapan dan keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan kepemimpinannya. 1) Kepemimpinan Otokratis Tipe kepemimpinan ini otokratis merupakan tipe kepemimpinan yang paling tua dikenal manusia. Fungsi kepemimpinan dalam kehidupan organisasi adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. Disamping itu mungkin pula ada yang melaksanakannya dalam bentuk kombinasi. yang memberikan gambaran pula tentang bentuk (tipe) kepemimpinan yang dijalankan. sama sulitnya memberikan definisi kepemimpinan itu sendiri. Secara teoritis tipe kepemimpinan yang pokok dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: Otokratis. Pengetahuan dan keterampilan tersebut diperoleh dari pengalaman belajar secara teori maupun dari pengalamannnya dalam praktek selama menjadi pemimpin. Demokratis.

Kepemimpinan otoriter tersebut mempunyai dampak negatif dalam kehidupan organisasi. dan mematikan kreatifitas. pembangkangan atau pelanggaran disiplin terhadap instruksi yang telah ditetapkan. Dalam prakteknya. Pemimpin yang temasuk tipe ini sama sekali tidak memberikan kontrol dan koreksi terhadap pekerjaan anggotanya. melainkan sebagai pemimpin di tengah-tengah anggota kelompoknya. dengan demikian mudah terjadi kekacauan. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha menstimulasi anggotanya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama. dari beberapa tipe kepemimpinan tersebut dapat saling mengisi. Tipe ini diartikan sebagai membiarkan orang-orang berbuat sekehendaknya. Kekuasaan dan tanggung jawab bersimpang-siur. Juga kritik-kritik yang membangun dari para anggota sebagai umpan balik dan dijadikan bahan pertimbangan dalam tindakan-tindakan berikutnya. takut mengambil keputusan. sehingga ucapan raja berlaku sebagai undang-undang atau ketentuan hukum yang mengikat. Kepemimpinan dengan tipe otokratis. 3) Kepemimpinan Demokratis Pemimpin yang bertipe demokratis menafsirkan kepemimpinannnya bukan sebagai diktator. dalam tipe kepemimpinan laizes faire ini struktur organisasinya tidak jelas dan kabur. dan bukan karena pengaruh dari pemimpinnya. hal ini berarti bukan supervisi yang dilakukan akan tetapi sebagai inspeksi. Disamping itu kepemimpinan ini sering pula terlihat pada kepemimpinan diktator sebagaimana terjadi di masa Nazi Jerman dengan Hitler sebagai pemimpin yang otoriter. perkembangan biasanya datang dari para anggota. Jika ada angota yang tidak taat akan diberi hukuman dan jika ada yang taat dan patuh akan diberi penghargaan bahkan dianak emaskan. 2) kesediaan anggota dalam melaksanakan tugas didasari oleh perasaan takut dan tertekan. Pemberian tugas dan kerjasama diserahkan kepada anggotanya tanpa ada petujuk atau saran dari pimpinan. Tingkat keberhasilan organisasi dengan kepemimpinan laizes faire ini disebabkan karena kesadaran dan dedikasi beberapa anggota kelompok. terutama . 3) organisasi menjadi statis. banyak ditemui dalam pemerintahan absolut. apakah segala perintah yang telah diberikan itu ditaati atau dijalankan dengan baik oleh para anggotanya. Dalam tindakan dan usaha-usahanya selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya. Segala kegiatan dilakukan tanpa rencana yang terarah dan tanpa pangawasan dari pimpinan. baik balam tindakan maupun perbuatan. Biasanya. Pemimpin yang demokratis selalu memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan.sebagai kepicikan. Pemimpin tidak dapat diganggu gugat. Pemimpin demokratis dalam melaksanakan tugasnya mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari kelompoknya. Pemimpin demokratis mempunyai kepercayaan diri sendiri dan menaruh perhatian dan kepercayaan pada anggota bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. dan mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya. antara lain: 1) anggota akan menjadi pengekor yang tidak mampu dan tidak mau berinisiatif. berserakan diantara anggota kelompok. Supervisi bagi pemimpin yang otokratis hanyalah berarti mengontrol. 2) Kepemimpinan Laizes Faire Sebenarnya pemimpin dalam kepemimpinan Laises faire tidak memberikan pimpinan. karena pimpinan tidak menyukai perubahan. selalu membangun semangat anggota kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya. yaitu mencari kesalahan dari para anggotanya.

3) Tipe kepemimpinan pengayom Pemimpin yang ditempatkan sebagai kehormatan karena pengalaman dan posisinya dalam masyarakat. simbol. . maka dapatlah disimpulkan bahwa agar seseorang dapat tampil sebagai pemimpin yang baik dan sukses dalam melaksanakan kepemimpinannya. Misalnya guru diangkat sebagai kepala sekolah. memecah belah dan menghasut anggota organisasi dengan maksud untuk memperoleh keuntungan bagi pimpinan dengan atau tanpa kelompoknya. 5) Tipe kepemimpinan organisatoris dan administrator Tipe kepemimpinan ini berupa kemampuan membina dan mengelola kerjasama yang efektif dalam melaksanakan kegiatannya yang terarah pada tujuan yang jelas. 4) Tipe kepemimpinan ahli Dalam tipe ini seorang yang mempunyai keterampilan atau keahlian profesional dalam bidang tertentu. dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan memanfaatkan masukan dari orang lain dari dalam dan luar organisasinya. disegani. Walaupun masing-masing memiliki alasan yang berbeda. 2) Tipe kepemimpinan simbol Pemimpin yang secara tradisional ini diakui sebagai simbol kebesaran kelompok/organisasi. Tipe ini menunjukkan gejala bahwa seorang pemimpin selalu bersedia melakukan segala sesuatu untuk kepentingan orang banyak. 1) Tipe kepemimpinan karismatik Pemimpin diterima karena kepribadiannya yang berpengaruh. sistematis. Sifat otoriter tersebut diperlukan sebagai perwujudan kesatuan perintah agar tidak membingungkan. sedia berkorban. dipercaya. terdapat beberapa tipe kepemimpinan yang sifatnya sebagai pelengkap antara lain: tipe kepemimpinan Karismatik. 6) Tipe kepemimpinan agiator Tipe kepemimpinan agiator ini dilakukan dengan memberikan tekanan-tekanan. maka semua kualitas kepemimpinan haruslah memenuhi persyaratan dan tuntunan yang diajukan oleh situasi. Pemimpin tipe ini bekerja secra terencana. penuh pengabdian dan kesungguhan dalam menghadapi masalah dalam menjalankan kepemimpinannya. seorang dokter diangkat sebagai kepala rumah sakit.antara kepemimpinan otoriter dan kepemimpinan demokratis. mengadu domba. khususnya anggota organisasinya. Pemimpin selalu bertindak sebagai pelopor. organisatoris dan administrator. Pemimpin seperti ini sering kali mampu memanfaatkan pertentangan yang ditimbulkannya untuk memperoleh dukungan dari kedua belah pihak yang bertentangan. walaupun tidak berfungsi dan kepemimpinannnya diselenggarakan oleh orang lain yang menjadi pembantunya. menimbulkan dan mempertajam perselisihan. dan tertib. Dari beberapa tipe kepemimpinan yang utama tersebut. misalnya pemimpin dalam lingkungan partai politik. dihormati. menjalankan kepemimpinan di lingkungan organisasi yang bergerak di bidang yang sesuai dengan keahlian tersebut. serta tipe agiator. dan dipatuhi secara rela dan ikhlas sehingga diikuti pendapat dan keputusannya. Dengan kata lain dalam kepemimpinan masih diperlukan kepemimpinan otoriter walaupun sifatnya yang lebih lunak. pengayom. tipe kepemimpinan ahli. Terjadinya perbedaan-perbedaan mengenai tipe kepemimpina tersebut adalah atas dasar hubungan antara pemimpin dan kelompok yang dipimpinnya. Disamping itu dalam batas-batas tertentu kepemimpinan otoriter masih sangat diperlukan dalam kegiatan mengontrol dan pengawasan. Berpijak dari teori dan tipe kepemimpinan tersebut. Pemimpin menyenangi hubungan yang harmonis dengan orang-orang yang dipimpinnya.

kepala madrasah menduduki dua jabatan penting untuk bisa menjamin kelangsungan proses pendidikan. bimbingan serta visi dan misi yang ingin dicapai oleh kepala madrasah. kepala madrasah bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pendidikan melalui upaya menggerakkan para bawahan kearah pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Sebagai pemimpin pendidikan. Kemampuan untuk membina dan memupuk kerja sama dalam mengajukan dan melaksanakan program supervisi. Kemampuan untuk mendorong dan mambimbing para guru serta staf agar dengan penuh kerelaan dan tanggung jawab berpartisipasi secara aktif pada setiap usaha sekolah untuk mencapai tujuan madrasah dengan sebaik-baiknya. Bersifat kompleks karena madrasah sebagai organisasi yang di dalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menentukan. Ciri-ciri yang menempatkan madrasah memiliki karakteristik tersendiri. Sebagai pemimpin formal. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secar efektif dan efisien. b. d. Dalam satuan pendidikan. oleh karena laju perkembangan kegiatan/program pendidikan yang ada di setiap madrasah ditentukan oleh arahan. Bog sebagaimana dikutip Idhochi Anwar mengemukakan empat kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin pendidikan. madrasah memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. kepala madrasah perlu memiliki kompetensi dasar yang . serta mampu melaksanakan peranan kepala madrasah sebagai seorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin madrasah. Kualitas kepemimpinan kepala madrasah dalam rangka melaksanakan tugas sangatlah penting. c. antara lain: a. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan. Kemampuan untuk membangkitkan dan memupuk kepercayaan pada diri sendiri dan para guru serta staf sekolah. Oleh karena itu sebagai pengelola. Koordinasi yang baik diantara para anggota organisasi madrasah khususnya kepala madrasah sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan. sebagaimana dinyatakan oleh Wahjosumidjo bahwa ³keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah´. Kemampuan mengorganisasikan dan memantau staf dalam merumuskan perbaikan pengajaran di sekolah dalam bentuk program yang lengkap. Robert C. Kedua. Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada. kepala madrasah sebagai pemimpin formal pendidikan di lingkungannya.5. Sebagai pengelola pendidikan. Keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan kepemimpinan kepala madrasah. dimana terjadi proses belajar-mengajar. Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksankan fungsi-fungsi kepemimpinan. kepala madrasah memiliki tugas untuk mengembangkan kinerja para personil terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan administrasi madrasah dengan seluruh substansinya. Kepemimpinan Kunci Keberhasilan Kepala Madrasah Madrasah adalah lembaga pendidikan yang bersifat kompleks dan unik. Kepala madrasah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan madrasah sebagai organisasi yang kompleks dan unik. Sedang sifat unik menunjukkan bahwa madrasah sebagai organisasi memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lainnya. kepala madrasah adalah pengelola pendidikan secara keseluruhan. tempat terselenggaranya pembudayaan kehidupan umat manuisia. Pertama. Karena sifatnya yang komplek dan unik.

serta teknik-teknik pemberian motifasi dengan berbagai instrumen. kecakapan antar pribadi. 5) Kekuatan budaya Kekuatan budaya merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan madrasah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu madrasah. Ketika menunjukkan kekuatan ini kepala madrasah memainkan peranan sebagai kepala dan memberikan model bagi tujuan-tujuan dan tingkah laku yang baik. Siapapun yang diagkat menjadi kepala madrasah harus ditentukan melalui prosedur serta persyaratan-persyaratan tertentu seperti: latar belakang pendidikan. pangkat dan integritas. 3) Kekuatan pendidikan Kekuatan pendidikan merupakan kekuatan kepemimpinan yanng berasal dari pengetahuan mengenai permasalahan pendidikan dan persekolahan. 4) Kekuatan simbolik Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek simbolik kepemimpinan. Menpunyai pengalaman bekerja yang cukup. Prinsip kekuatan manusia ini bisa dianggap merupakan pengaturan manusia meliputi hubungan antar manusia. 1) Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen dan berhubungan dengan aspekaspek teknis kepemimpinan. Prinsip kekuatan pendidikan adalah menemukan masalah pendidikan. pengalaman. yaitu berupa kekuatan-kekuatan kepemimpinan yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. terutama di sekolah yang sejenis dengan sekolah . kekuatan manusia. kekuatan pendidikan. memberi penyuluhan pada guru. Persyaratan itu adalah ketentuan untuk menduduki suatu jabatan tertentu yang mengharuskan seseorang yang mendudukinya menjalakan fungsi kepemimpinan. Kekuatankekuatan tersebut adalah: kekuatan teknikal. Prinsip kekuatan teknikal ini bisa dikatakan sama dengan prinsip perencanaan dan manajemen.disyaratkan. Persyaratan-persyaratan formal tersebut bukanlah yang dimaksudkan sebagai persyaratan kepemimpinan. M. serta memberi tanda pada yang lain mengenai apa yang penting dan berharga bagi kegiatan persekolahan. pengembangan program pendidikan dan supervisi. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini kepala madrasah bertindak sebagai seorang yang mendefinisikan. Sedangkan prinsip pengaturan manusia meliputi pemberian dukungan dan kesempatan oleh kepala madrasah kepada para guru dan pegawai lainya. memperkuat serta mengartikulasikan nilai-nilai. Kekuatan teknikal ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya pengaturan kegiatan persekolahan yang baik. Ngalim Purwanto menjelaskan bahwa syarat minimal bagi seorang kepala sekolah antara lain: 1. 2. Prinsip-prinsip kekuatan pendidikan ini mengandunng unsur-unsur pengajaran. dan kekuatan budaya. kekuatan simbolik. mengadakan supervisi dan evaluasi serta pengembangan staf dan kurikulum. Kepala sekolah/madrasah adalah jabatan pemimpin yang tidak bisa diisi oleh orang-orang tanpa didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan. Memiliki ijasah yang sesuai dengan ketentuan/peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 2) Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi sosial dan antar pribadi suatu madrasah yaitu unsur manusianya. kepercayaan dan segi-segi budaya yang memberikan identitas yang unik pada madrasahnya. usia.

namun tidak dengan sendirinya membuat kepala madrasah menjadi profesional dalam melaksanakan tugas. manajer. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan. supervisor. Dalam hal ini kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas secara proporsional dan profesional. Sebagai edukator. bahkan diangkat dari guru yang sudah berpengalaman atau mungkin sudah lama menjabat sebagai wakil kepala madrasah. Dalam peranan sebagai pendidik. Mempunyai keahlian dan berpengetahuan luas. baik yang diprogramkan di sekolah maupun yang diselenggarakan oleh masyarakat sekitar. serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik. terutama sikap dan sifat-sifat kepribadian yang diperlukan bagi kepentingan pendidikan. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan dimadrasahnya. Memiliki kepribadian yang baik. Dalam pelaksanaanya pekerjaan kepala madrasah merupakan pekerjaan berat yang menuntut kemampuan ekstra. kepala sekolah/madrasah sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai edukator. Meskipun pengangkatan kepala madrasah tidak dilakukan secara sembarangan. 3. terutama mengenai bidang-bidang penngetahuan dan pekerjaan yang diperlukan bagi sekolah yang dipimpinya. 5. leader. memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan. Menciptakan iklim yang konduktif. d) Pembinaan artistik yaitu membina tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni keindahan. Kepala madrasah profesional harus mampu memberikan dorongan agar para tenaga kependidikan terlibat secara aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olahraga. Berbagai kasus menunjukkan masih banyak kepala madrasah yang terpaku dengan urusan-urusan administrasi yang sebenarnya bisa dilimpahkan kepada tenaga administrasi. a) Pembinaan mental yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan sikap batin dan watak. terutama dalam mendukung terbentuknya pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanaan tuganya. memajukan.yang dipimpinya. Pihak madrasah dalam menggapai visi dan misi pendidikan perlu ditunjang oleh kemampuan kepala madrasah dalam menjalankan roda kepemimpinanya. kepala madrasah harus berusaha menanamkan. Mempunyai ide dan inisiatif yanng baik untuk kemajuan dan pengembangan sekolahnya. Kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat kepada seluruh warga madrasah. innovator. moral. administrator. kesehatan dan penampilan mereka secara lahiriah. fisik dan artistik bagi para guru dan staf di lingkungan kepemimpinanya. Kepala madrasah sebagai edukator Dalam melaksanakan fungsinya sebagai edukator. dan meningkatkan sedikitnya empat macam nilai yaitu: pembinaan mental. memberikan nasehat kepada warga madrasah. kepala madrasah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. dan motivator. c) Pembinaan fisik yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yanng berkaitan dengan kondisi jasmani atau badan. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugas masing-masing tenaga kependidikan. Dalam hal ini faktor pengalaman akan sangat mempengaruhi profesionalisme kepala madrasah. b) Pembinaan moral yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ajaran baik-buruk mengenai suatu perbuatan. a. 4. Pengalaman semasa menjadi .

kepegawaian. Seorang diplomat 8. karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. b. Dengan waktu dan sumber yang terbatas mampu menghadapi berbagai persoalan 4. Sesuai dengan yang ditetapkan dalam penilaian kinerja kepala madrasah. mengelola administrasi sarana dan prasarana. mengelola administrasi kearsipan. pembiayaan dan evaluasi. sehingga seluruh aktifitas organisasi madrasah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektifitas pembelajaran. Dikatakan suatu proses. berfikir secara realistik dan konseptual 5. dan mengelola administrasi keuangan. Adalah juru penengah 6. organisasi personalia. ada delapan macam fungsi seorang manajer yang perlu dilaksanakan dalam organisasi. memberdayakan tenaga kependidikan. dan mendayagunakan sumberdaya madrasah secara optimal. Bekerja dengan dan melalui orang lain 2. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama yang kooperatif. Dalam ranngka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. Menurut Stoner sebagaimana dikutip Wahjosumidjo. demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. kepala madrasah harus memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinanya dengan baik. yaitu: 1. c. Kepala madrasah sebagai supervisor Kegiatan utama pendidikan di madrasah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala madrasah dalam melaksanakan pekerjaanya. penyusunan dan pendokumenan seluruh program pengajaran. supervisi. Adapun fungsi pokok dari administrasi pendidikan seperti diungkap oleh Purwanto adalah perencanaan. pengkoordinasian. mengelola administrasi personalia. Kepala madrasah sebagai administrator Kepala madrasah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktifitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan. Oleh karena itu salah satu tugas kepala madrasah adalah sebagai . pengorganisasian. Seorang politisi 7. Pengambil keputusan. Bertanggunng jawab dan mempertanggung jawabkan 3. komunikasi. kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk menngelola kurikulum. menjadi wakil kepala madrasah. d. yang diwujudkan dalam kemampuan menyusun program sekolah. mengorganisasi. memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya.guru. Kepala madrasah sebagai manajer Manajemen pada hakekatnya merupakan suatu proses merencana. dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program madrasah. mengelola administrasi peserta didik. Secara spesifik.

menyediakan perpustakaan sekolah. mencari. bahan pengajaran dan metodemetode mengajar serta evaluasi pengajaran. membuka komunikasi dua arah dan mendelegasikan tugas. staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing-masing. Selain itu juga harus memberikan bimbingan dan mengarahkan para guru. Membina hubungan kerja sama anatara sekolah dengan masyarakat dan instansi-instansi lain dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. maka kepala madrasah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru senior untuk melaksanakan supervisi. antara lain dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok. Jika jumlah guru cukup banyak. Wahjosumidjo mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang mencakup kepribadian. Pengawasan dan pengendalianjuga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar para tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya. oleh sebab itu kemampuan memimpin secara efektif merupakan kunci keberhasilan kepala madrasah. meyeleksi pertumbuhan dan perkembangan guru-guru. 2. dan atau menngirim mereka untuk mengikuti penataran-penataran. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. pengalaman. 4. Keberhasilan kepala madrasah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh: meningkatnya kesadaran tenaga kependidikan untuk meningkatkan kinerjanya dan meningkatnya keterampilan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya. keahlian dasar. Sebagaimana kutipan E. Kepala madrasah dalam menjalankan tugasnya sebagai supervisor harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan. 5. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media insruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar. Kepala madrasah sebagai leader Kepala madrasah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk. arahan. Membina kerjasama yang baik dan harmonis diantara para guru dan pegawai sekolah lainya. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan para guru dan pegawai sekolah. sesuai dengan bidangnya masing-masing. Kepala madrasah sebagai seorang pemimpin harus mampu mendorong timbulnya kemauan yang kuat dengan penuh semangat dan percaya diri para guru. Pengawasan dan pengendalian ini merupakan kontrol agar kegiatan pendidikan di madrasah terarah pada tujjuan yang telah ditetapkan. e. untuk memperbaiki pengajaran. Kepemimpinan adalah satu kekuatan penting dalam rangka pengelolaan. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. 6.supervisor. Secara umum kegiatan atau usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sesuai dengan fungsinya sebagai supervisor antara lain: 1. Mulyasa dari Carter Good¶s Dictionary of education. dan merefisi tujuan-tujuan pendidikan. pengawasan. dikemukakan bahwa supervisi adalah: Segala usaha pejabat sekolah dalam memimpin guru-guru dan tenaga kependidikan lainya. dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku. Bersama para guru berusaha mengembangkan. termasuk menstimulasi. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. seminar. pengetahuan profesional. menyeleksi. 3. staf . Membangkitkan dan meranngsang para guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya.

Dalam usaha melakukan pembinaan kepala madrasah. Kepala madrasah sebagai motivator Sebagai motivator. pemempatan. rasional dan obyektif. Motivasi dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. disiplin. dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada para tenaga kependidikan dan para tenaga kependidikan dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. 5. menunjukkan bahwa kepala madrasah memperhatikan mereka. menemukan. 3. Mulyasa mengungkapkan beberapa prinsip yang dapat diterapkan kepala madrasah untuk mendorong tenaga kependidikan agar mau dan mampu meningkatkan profesionalismenya.dan siswa serta memberikan dorongan memacu dan berdiri di depan demi kemajuan dan memberikan inspirasi sekolah dalam mencapai tujuan. Segala bentuk kegiatan sekolah perlu diarahkan kepada peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan agar dapat berkembang dan maju sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan zaman. dan melaksanakan berbagai pembaharuan di madrasah. 1. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. penghargaan secara efektif. dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan. Kunci keberhasilan suatu madrasah pada hakekatnya terletak pada efektifitas dan efisiensi penampilan kepala madrasah. dorongan. pragmatis. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. f. yaitu memberikan perhatian secara sistematik dan terus menerus terhadap siklus kegiatan antara lain. mengatur pengalaman sedemikian rupa sehingga setiap pegawai pernah memperoleh kepuasan dan penghargaan. sekaligus mampu mencari. pengangkatan. pengaturan suasana kerja. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya. Antara lain. dan menyenangkan. Para tenaga kependidikan harus selalu diberitahu tentang hasil dari setiap pekerjaanya. serta adaptabel dan fleksibel. seleksi. 2. evaluasi terhadap kepala sekolah. disiplin. mencari gagasan baru. keteladanan. Kepala madrasah sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara melakukan pekerjaanya secara konstruktif. memberikan rasa aman. Pada saat ini masalah ke-kepala sekolahan merupakan suatu peran yang menuntut persyaratan kualitas kepemimpinan yang kuat. Peningkatan kualitas dan profesionalisme kepala madrasah perlu dilaksanakan secara terus menerus dan terencana dengan melihat permasalahan-permasalahan dan keterbatasan yang ada. pembinaan. Peningkatan profesionalisme kepala madrasah harus merupakan proses keseluruhan dalam suatu . kreatif. sebagai keberhasilan madrasah diperlukan adanya kepemimpinan kepala madrasah yang profesional. Bahkan telah berkembang menjadi tuntutan yang meluas dari masyarakat. g. Pemberian hadiah lebih baik daripada hukuman. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di madrasah. 4. Para tenaga kependidikan akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik. Kepala madrasah sebagai inovator Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator. mengintegrasikan setiap kegiatan. terdapat cara yang perlu dilaksanakan. rekruitmen.

Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para kepala sekolah untuk melanjutkan pendidikanya dalam rangka menunjang karier dan meninngkatkan kemampuanya. Lebih lanjut S. Siagian memberikan definisi prestasi adalah kemampuan memperoleh out put yang sebesarbesarnya dari sarana dan prasarana yang ada dengan menghasilkan luaran (out put) yang optimal. bermutu dan tepat sasaran. para guru. pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif. kemauan untuk berubah serta evaluasi dan perbaikan yang berkelanjutan demi sukses dan lancarnya program madrasah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. dan pegawai lainya. Dari pengertian tersebut pada dasarnya terdapat tiga prinsip utama prestasi kerja. Jadi prestasi kerja/kinerja merupakan hasil dari perbuatan seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya. Dalam penilaian prestasi kerja. berarti juga kinerja. Usaha-usaha yang dilakukan pengawas sekolah/madrasah dalam mengembangkan profesional kepala madrasah. kesatuan waktu. pencapaian kerja. baik kepala sekolah. Hakekat Prestasi Kerja Guru Prestasi adalah hasil karya yang telah dicapai seseorang dalam melaksanakan pekerjaanya yang dengan adanya usaha untuk meningkatkan mutu dari pada hasil pekerjaanya.organisasi madrasah. kerjasama yang kompak. Memberikan perhatian dan jalan keluar atas segala permasalahan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. sedangkan August W. Dengan demikian prestasi kerja guru adalah hasil yang telah dicapai guru dalam menjalankan pekerjaannya. Upaya peningkatan mutu sekolah dan profesionalisme kepala madrasah tidak terlepas dari peran pengawas sekolah selaku pimpinan pendidikan. pelaksanaan kerja. Mulyasa sebagai berikut: 1. human or otherwise´ Maksudnya bahwa kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. sebagaimana dikemukakan oleh E. yang bersama kepala madrasah memilikki tanggung jawab terhadap perkembangan madrasah. Smit menyatakan bahwa kinerja adalah ³ «out drive from processes. 2. atau hasil kerja/ unjuk kerja/ penampilan kerja. kepemimpinan madrasah yang kuat. Prestasi Kerja Guru 1. Prestasi kerja sebagaimana dijelaskan oleh Sudarmayanti. sehingga sistem penilaian tersebut akan menjadikan suatu alat untuk lebih meningkatkan prestasi kerja . . jangka panjang. Mengadakan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah dan memberikan masukan kepada kepala sekolah mengenai penyelenggaraan sekolah. Setiap tenaga kependidikan. 4. yaitu hasil yang lebih baik. membudaya baik dari personil maupun bagi peserta didik. dan ukuran waktu. karena pengawas sekolah dalam melaksanakan upaya peningkatan profesionalisme cnderung kuranng memperhatikan ideide baru yang berkembang di masyarakat. Dampak tersebut meliputi efektifitas pendidikan. berjalan dengan nyata. seharusnya dilakukan dengan melihat berbagai segi. Hal ini penting. Sehingga prestasi kerja guru lebih merupakan kesanggupan guru dalam melaksanakan tugas pekerjaannya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Menciptakan suatu iklim yang kondusif sehingga memungkinkan kepala sekolah berdiskusi dengan kepala sekolah lain untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kaitanya dengan peningkatan kualitas pendidikan. Kepala madrasah profesional dalam pelaksanaan fungsinya akan memberikan dampak posotif dan perubahan yang cukup mendasar dalam pembaharuan sistem pendidikan di madrasah. B. maupun peserta didik dituntut untuk memiliki kepedulian yang muncul secara integral.P. bahwa apa yang dilakukan adalah dalam rangka peninngkatan profesionalisme kepala madrasah serta pencapaian mutu dan prestasi belajar. 3.

Standar kerja perlu dirumuskan sebagai tolok ukur dalam mengadakan perbandingan antara apa yang telah dilakukan dengan yang diharapkan. Apabila hal ini dilakukan di sekolah. 4. Hasil kerja guru pada gilirannya dipengaruhi oleh kinerja guru. Kelima aspek tersebut dapat dijadikan ukuran dalam mengkaji tingkat kerja seseorang. Jika dikaitkan dengan tenaga kependidikan. dan bena-benar dapat membantu meningkatkan prestasi kerja sekaligus juga meningkatkan loyalitas organisasi dari para anggota organisasi tersebut. Mitchell menyatakan bahwa kinrja meliputi beberapa aspek.yang dihasilkan. Disamping kelima aspek tersebut. demikian halnya orang yang bermotivasi tinggi tetapi abilitynya rendah. 2. karyawan bekerja lebih baik apabila mereka merasa jelas mengerti apa yang diharapkan dari mereka dan apabila sesekali mereka berwenang mengubah harapan-harapan itu. maka prestasi kerja guru merupakan hasil yang telah dicapai guru dengan menunjukkan efektifitas. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mengetahui bahwa organisasi mereka berkembang. Sedangkan pokok-pokok atau hal-hal yang diperlukan dalam suatu sistem penilaian prestasi kerja menurut TV Rao adalah sebagai berikut: 1. proptness. Standar dapat pula dipandang dan dijadikan ukuran dalam mengadakan pertanggung jawaban terhadap sesuatu yang telah dilakukan. . karena kinerja merupakan indikator dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai tingkat produktifitas yang lebih tinggi dalam suatu organisasi. orang yang tinggi abilitynya tetapi rendah motivasinya akan menghasilkan kinerja yang rendah. sebab apabila penilaian prestasi kerja tersebut dilakukan dengan baik. Dari pernyataan tersebut jelas bahwa kinerja merupakan hasil interaksi antara motivasi dengan ability (kemampuan). 5. Dalam mengadakan penilaian terhadap pekerjaan seseorang perlu ditetapkan standar kinerja atau standar performance. dan sejauh mungkin mempergunakan kemampuan mereka. initiative. and comunication. 3. yaitu quality of work. pada penerapannya kinerja guru merupakan hubungan antara kemampuan yang dimiliki guru dengan motivasi yang ada pada guru tersebut. capability. dan bagi guru khususnya akan mengetahui sampai dimana dan bagaimana prestasi kerjanya dinilai oleh atasan atau tim penilai. tertib. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka merasa bahwa organisasi menyediakan peluang bagi prestasi mereka untuk dihargai dan diberi ganjaran. kaitannnya dengan pekerjaan atau jabatan yang telah dipercayakan kepada seseorang. efisiensi serta kualitas kerja guru. Karyawan akan mempunyai taraf kehidupan yang lebih tinggi apabila melihat bahwa organisasi mereka bersedia menginvestasi waktu dan sumber daya yang lain untuk pengembangan-pengembangan orang-orangnya. 6. Mitchell juga mengatakan bahwa untuk mengadakan pengukuran terhadap kinerja seseorang dapat berdasarkan formula ³Performance = Ability X Motivation´. 7. penilaian prestasi kerja guru pada dasarnya merupakan penilaian yang sistematik terhadap penampilan guru sendiri dan terhadap taraf potensi guru dalam upayanya mengembangkan diri untuk kepentingan madrasah. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka dipercaya dan diperlakukan dengan hormat. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mulai mengalami keberhasilan dalam tugastugas yang mereka laksanakan. paling tidak akan memberikan keuntungan bagi sekolah pada umumnya. Karyawan akan bekerja keras apabila mereka merasa diperlukan dalam organisasi. Kinerja sangat terkait dengan produktifitas. Oleh sebab itu upaya untuk mengadakan penilaian terhadap kinerja/ prestasi kerja suatu lembaga atau organisasi merupakan hal yang sangat penting. Kelebihan dan kekurangan yang ada dapat merupakan cambuk bagi kemajuan-kemajuan para guru mendatang.

guru juga diberi tanggung jawab atas profesi yang disandangnya. alat dan media pembelajaran serta evaluasi pembelajaran. . Dengan demikian. . Dengan kata lain para guru akan melakukan semua pekerjaannya dengan baik apabila ada faktor pendorong atau motivasi. Callahan and Clark mengemukakan bahwa motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah tujuan tertentu. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. Untuk dapat mengembangkan semua komponen tersebut secara baik. Memiliki fungsi dan signifikansi sosial. para guru akan berprestasi dan melakukan pekerjaannya dengan baik apabila ada motivasi dalam dirinya yang berupa kebutuhan untuk meningkatkan prestasinya. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara profesional. Kebutuhan berprestasi adalah salah satu faktor yang menimbulkan motivasi yang merupakan unsur terpenting dalam menentukan prestasi seseorang atau produktifitas kerja. dirumuskan 10 ciri suatu profesi yaitu: a. antara lain tujuan pembelajaran. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. seorang guru dituntut untuk mempunyai berbagai kemampuan dan kompetensi profesional. Tingginya motivasi kerja guru dipengaruhi oleh persepsi mereka atas kemampuan melaksanakan tugas. Peningkatan Prestasi Kerja Guru Peningkatan prestasi kerja guru identik dengan kemampuan melaksanakan tugas guru serta meningkatnya motivasi kerja. Dalam proses pembelajaran terkandung beberapa komponen. b. metode pembelajaran. Motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Apabila guru memiliki motivasi positif maka ia akan memperlihatrkan minat. Motivasi merupakan unsur penentu yang mempengaruhi perilaku yang terdapat dalam setiap individu. Dengan sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. Mengacu pada pendapat tersebut bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu aktifitas. yang nantinya dapat dipergunakan dalam kenaikan pangkat´. Memiliki keahlian/keterampilan teretentu. Pengertian kompetensi guru menurut Moh. Kebutuhan berprestasi merupakan kebutuhan manusia untuk melakukan sesuatu karya yang berprestasi atau yang lebih baik dari karya orang lain. Faktor yang berpengaruh terhadap motivasi kerja sebagaimana dikemukakan oleh Herzberg adalah ³ sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. Uzer Usman adalah kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh seorang guru melalui pendidikan dan latihan. karena prestasi kerja guru dihargai dalam bentuk angka kredit. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. Kompetensi pada dasarnya menunjuk pada kecakapan atau kemampuan untuk mengerajakan suatu pekerjaan. terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sempat dirasakan atau mendesak. Kebutuhan manusia menurut Mc Celland adalah terpusat pada satu kebutuhan yakni kebutuhan berprestasi. c. Dan masih banyak pengertian lain dari kompetensi guru.2. Sebagai pendidik profesional. yang diselenggarakan oleh PPs IKIP Bandung tahun 1990. mempunyai perhatian. yang terjadi pada saat tertentu. pengertian-pengertian tersebut mengandung maksud yang sama yaitu merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Tanggung jawab tersebut pada gilirannya akan memberikan kepuasan dan merupakan faktor motivasi untuk berprestasi. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan prestasi kerja.

untuk itu seorang guru harus memiliki ilmu keguruan. Seluruh operasionalnya. Kebebasan untuk memberikan keputusan dalam memecahkan masalah dalam lingkungan kerjanya.d. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. Memang dalam ini sukar dihindari. Secara teoritis ketiga kompetensi tersebut dapat dipisah-pisahkan. Pengelolaan kelas. sebab masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. atau setiap orang bisa mendidik. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas profesinya. 4. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran. Diantara ketiga jenis kompetensi tersebut saling menjalin secara terpadu dalam diri guru. 9. khusus untuk profesi seorang guru dalam garis besarnya ada tiga yaitu: a. Lebih lanjut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan merinci kemampuan atau kompetensi yang harus dimiliki guru dalam 10 kemampuan yaitu: 1. Memiliki kode etik. Penilaian prestasi siswa. 2. Seorang guru yang profesional harus memiliki kemampuan menyampaikan atau mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada para siswa secar efektif dan efisien. Ia benar-benar seorang ahli dalam bidang ilmu yang diajarkan. f. akan tetapi secara praktis sesungguhnya ketiga kompetensi tersebut tidak mungkin dapat dipisahkan. guru yang terampil mengajar harus pula memiliki pribadi yang baik dan mampu melakukan pengembangan dalam masyarakat. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keilmuannya. Memiliki tanggung jawab profesional. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. ciri tersebut belum dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para guru. . Pada sisi lain. mengingat banyaknya jenis pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. atau antara pendidikan profesional dengan non profesional. i. Pengelolaan interaksi sumber belajar-mengajar. Berkenaan dengan kemampuan atau kompetensi yang perlu dimiliki oleh seorang guru. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. maka dengan melihat ciri-ciri tersebut. Ciri-ciri tersebut ditunjukkan untuk profesi pada umumnya. e. Seorang guru yang profesional harus berpegang teguh kepada kode etik profesional. Nana Sudjana mengemukakan kompetensi yang harus dimiliki guru antara lain: kompetensi pribadi. Seorang guru yang profesional harus menguasai bidang ilmu pengetahuan yang akan diajarkan dengan baik. Pengelolaan program belajar-mengajar. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. h. 3. kompetensi profesional. 10. j. b. g. 5. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga non profesional pendidikan yang melaksanakan tugas-tugas pendidikan. c. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi tersebut dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas-tugas pendidikan formal profesional dan menganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. Aplikasi dan sosialisasi niai-nilai profesional. kompetensi sosial/ kemasyarakatan. 8. 7. 6.

dan penuh pertimbangan terhadap para guru. a. Perilaku kepala madrasah yang positif dapat mendorong dan memotivasi guru untuk bekerja sama dan meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan. dan produktif. pemberian motivasi. Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru Kepala madrasah merupakan motor penggerak. Mampu memberdayakan guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. proses. Mempu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif. Pembinaan disiplin. c. Sehingga dalam peningkatan prestasi guru harus diikuti pula peningkatan dalam kemampuan dan peningkatan motivasi. Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif. penghargaan dan persepsi. C. Sejalan dengan hal tersebut. pembinaan disiplin tenaga kependidikan. Bekerja dengan tim manajemen. terutama disiplin diri. e. sebagai individu dan sebagai kelompok. f. b. Kompetensi profesional merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menunjang fungsi dan peranan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Prestasi kerja guru yang rendah merupakan hasil dari kemampuan yang rendah dan motivasi yang rendah. sehingga kepala madrasah dituntut untuk mempunyai taktik atau kiat yang tepat dan senantiasa meningkatkan efektifitas kinerjanya. Upaya atau kiat-kiat yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru antara lain melalui. Dengan demikian. maka semakin jelas bahwa faktor kompetensi dan faktor motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan prestasi kerja guru. dekat. Prestasi kerja guru merupakan perkalian antara kemampuan guru dalam mengajar dan motivasi. penentu arah kebijakan madrasah yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan madrasah dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. d. Dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Jika guru rendah pada salah satu komponen. serta menggunakan pelaksanaan aturan sebagai alat untuk menegakkan . Dalam kaitan ini. Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lainnya. maka prestasi kerjanya akan rendah pula.Penerapan kompetensi tersebut menekankan penting adanya kinerja terpadu oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya. penyesuaian diri tehadap suasana kerja dan kepribadian. baik sebagai individu maupun kelompok. lancar. kepala madrasah harus mampu membantu para guru mengembangkan pola dan meningkatkan standar perilakunya. Kepemimpinan kepala madrasah yang efektif dapat dilihat berdasarkan kriteria-kriteria berikut ini: a. fondasi profesional kependidikan. Seorang pemimpin harus mampu menumbuhkan displin. kompetensi adalah mutlak dimiliki dan dikuasai oleh setiap guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Keterpaduan itu tercermin dari adanya integritas antar penguasaan bahan ajar. Perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat. Perilaku instrumental merupakan tugas-tugas yang diorientasikan dan secara langsung diklarifikasikan dalam peranan dan tugas-tugas para guru.

Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. Sedangkan kepala sekolah sebagai pengemban ketertiban. Peningkatan profesionalisme guru perlu dimulai dengan sikap demokratis. spesifik. jangan mengancam. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan kerja. misalnya motivasi. jangan menyerang pribadi. Menggunakan segala macam hukuman secara tepat. Oleh karena itu. b. Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif. Dengan diperolehnya kepuasaan dalam memenuhi keinginan dan cita-cita hidupnya. Oleh karena itu dalam membina disiplin perlu berpedoman pada sikap tersebut. Memberikan informasi yang lengkap terhadap bawahan tentang peraturan dan hukuman bagi yang melanggar. tetapi tidak diharapkan sikap yang otoriter. dan ingat bahwa pendisiplinan tidak untuk memperkuat perilaku yang jelek. 4. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu mendisiplinkan seseorang. yakni dari. Pemberian motivasi Keberhasilan suatu organisasi atau lembaga dipengaruhi oleh berbagai faktor. ia akan memperlihatkan minat. Oleh sebab . konsisten. Lebih lanjut Lazaruth mengatakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja seseorang dalam organisasi adalah perasaan puas. tetapi juga dalam psykisnya. dapat dikatakan bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga/organisasi. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong.. karena merasa kesejahteraan material dan spiritual terpenuhi. Mengelola disiplin secara tepat dan konsisten. yang satu sama lainnya berbeda. Wahjosumidjo memberikan beberapa petunjuk yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan disiplin antara lain: 1. Setiap guru memiliki karakteristik khusus. 3.displin. Motivasi dapat merupakan upaya pemimpin untuk memberikan dorongan kepada pihak yang dipimpin atau pelaksana kegiatan supaya pihak yang dipimpin mengarahkan perbuatannya dengan menggunakan potensi yang ada pada dirinya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sudjana menyatakan bahwa motivasi adalah upaya membangkitkan keinginan seseoran atau kelompok sehingga ia atau mereka berbuat sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. H. Selalu memelihara harga diri kepala sekolah. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. Memberikan peringatan yang cukup sebelum memberikan hukuman. Mencari bukti sebelum menjatuhkan teguran dan hukuman. 6. mempunyai perhatian. para guru akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat. tepat waktu. Mengacu pada pendapat tersebut. Secara pribadi memberikan peringatan tertentu pada bawahan. yang patut diteladani. Motivasi merupakan salah faktor yang cukup dominan dan dapat mengerakkan faktor-faktor yang lain kearah efektifitas kerja.D. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya. 7. oleh dan untuk guru. bersikap adil. baik yang datang dari dalam maupun dari lingkungan. Paul Harsey mengemukakan bahwa pemimpin dalam mendisiplinkan seseorang hendaknya jangan terlalu emosi. 2. 5.

6. Kepala madrasah merupakan komponen yang sangat penting dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan. Dalam usaha mendorong para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan atau pekerjannya dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Menjelaskan alasan motivasi. kepala madrasah bertanggung jawab mengarahkan apa yang baik untuk anggotanya sedangkan dia sendiri harus berbuat baik. Dengan penghargaan guru akan terangsang untuk meningkatkan kinerja yang positif dan produktif. Tut Wuri Handayani (di depan menjadi teladan. 7. 5. penelitian ini termasuk kelompok penelitian kancah atau lapangan. di tengah membina kemauan. Mengatasi suatu konflik. Persepsi yang baik akan menumbuhkan iklim kerja yang kondusif serta sekaligus akan meningkatkan produktifitas kerja. Fungsi kepala madrasah hendaknya diartikan seperti motto Ki Hajar Dewantara yaitu ³ Ing Ngarsa Sung Tulada. 8. 2. agar para guru beserta pegawai lainnya akan meningkatkan kinerjanya. Kepala madrasah perlu menciptakan persepsi yang baik bagi setiap tenaga kependidikan terhadap kepemimpinan dan lingkungan madrasah. Latar penelitian yang dipilih adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan .itu. sabar dan penuh pengertian. dalam kaitan ini kepala madrasah dituntut untuk berusaha mamahami keinginan-keinginan dan cita-cita para guru atau bawahan serta berusaha memenuhinya. Pendekatan Dan Jenis Penelitian. Memberikan pengakuan terhadap kegiatan dan orang yang dimotivasi. Penggunaan penghargaan ini perlu dilakukan secara tepat dan efektif. 3. Memberikan penghargaan melalui komunikasi. Melihat keadaan diri sendiri. Persepsi Persepsi adalah kecakapan untuk cepat melihat dan memahami perasaan-perasaan. sikap-sikap. di belakang menjadi pendorong)´ BAB III METODE PENELITIAN B. dan kebutuhan-kebutuhan anggota kelompok. Menghindari resiko. dalam kaitannya dengan peningkatan prestasi kerja guru. Penghargaan ini akan bermakna apabila dikaitkan dengan prestasi guru secara terbuka sehingga setiap guru memiliki peluang untuk meraihnya. Menjelaska dan mengkomunikasikan tujuan motivasi. dimulai dari langkah pertama sampai dengan langkah terakhir. d. Kepala madrasah harus menjadi contoh. Penghargaan Penghargaan sangat penting untuk meningkatkan kegiatan yang produktif dan mengurangi kegiatan yang kurang produktif. Langkah-langkah tersebut dilakukan oleh penggerak yaitu kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan secara bertahap dan berangkai. Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madarasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan kinerja guru dan berdasarkan tempat penelitiannya. Menyelenggarakan pertemuan untuk merangsang pihak yang dimotivasi. agar tidak menimbulkan dampak negatif. c. 9. 4. kepala madrasah dapat menggunakan langkahlangkah sebagaimana disarankan oleh Douglas Dunn berikut ini: 1. Mendengarkan informasi dari yang dimotivasi. Ing Madya Mangun Karsa.

dimulai jam 07. Penelitian ini berusaha mengungkap secara mendalam dan menjawab dari fokus penelitian yaitu tentang bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. Penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor sebagaimana dikutip Moleong adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiayah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotifasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. sampai selesai dengan mencari celah-celah kesibukan dari subyek yang dikehendaki tanpa menganggu aktivitas formal mereka. masa lampau. selama pengumpulan data dari subyek penelitian di lapangan peneliti menempatkan diri sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. 8) adanya batas yang ditentukan oleh fokus. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dilakukan. 10) desain tidak disusun secara ketat namun disesuaikan di lapangan dan bersifat sementara. Penulis menyerahkan . Semua karakteristik dari variabel yang diteliti dalam penelitian ini dideskripsikan sebagaimana adanya tanpa ada perlakuan atau pengendalian secara khusus. 6) data yang dikumpulkan berupa kata-kata. dan memeriksa suatu gejala tertentu. 2) peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data. Berdasarkan dari taraf pembahasan masalah. C. Kehadiran Peneliti Untuk memperoleh data sebanyak mungkin dan mendalam selama kegiatan di lapangan. ³dalam pendekatan kualitatif. 2) kesempatan untuk memperoleh wawasan mengenai konsep-konsep dasar dan tingkah laku manusia. 4) analisis data dilakukan secara induktif. 7) lebih mementingkan proses dari pada hasil. Sejalan dengan pandangan tersebut. penelitian yang dilakukan ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus.Udanawu Blitar. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada unit tersebut. Selain itu Moleong mengungkapkan karakteristik pokok dari penelitian kualitatif antara lain: 1) penelitian dengan latar alamiah. Dalam menggunakan studi kasus ini terdapat manfaat yang dapat diambil yaitu: 1) peneliti dapat melakukan penelitian secara mendalam dengan memperhatikan keadaan sekarang. juga mempertahankan keutuhan dalam rangka mempelajari tentang obyek dan subyek sebagai suatu keseluruhan yang terintegrasi. gambar dan bukan angka-angka. Kehadiran peneliti berlangsung beberapa bulan yang dilaksanakan dua sampai tiga kali dalam seminggu menyesuaikan dengan kesibukan peneliti. latar belakang dan lingkungannya. peneliti realisasikan dengan meneliti Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar secara langsung. Sedangkan pendekatan yang digunakan menurut jenisnya datanya. 11) hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama. 9) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data.. 3) menggunakan metode kualitatif. Peran instrumen sekaligus pengumpul data. 5) lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori substantif yang berasal dari data. Penulis secara resmi memberikan izin penelitian dari INSURI Ponorogo kepada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada tanggal 4 Mei 2009.00 Wib. penulis sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. Adapun studi kasus merupakan kajian dari suatu penelitian yang terdiri dari suatu unit secara mendalam.

gambar. angka. merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. peneliti berperan sebagai pengamat partisipasi. pada tahun 2006 dan 2007 Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dapat meraih juara umum pada PORSENI tingkat kecamatan. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. catatan-catatan. menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama. Lokasi Penelitian Dipilihnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagai latar penelitian pada penelitian ini. kinerja. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´. aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 6. pendengaran. peraba. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. dan pada mulai tahun 2008 dipercaya oleh DEPAG dan diberi piagam penghargaan untuk merintis madrasah bersetandar nasional. dokumen yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar F. Dalam penelitian ini personnnya adalah kepala madrasah. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 4. Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan. Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person. guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. place paper. karena madrasah ini merupakan madrasah negeri yang berada dibawah naungan Departemen Agama Kabupaten Blitar dan bekerja sama dengan Yayasan Al-Qodiriyah. 4. simbol-simbol dan lain-lain.surat izin tersebut kepada Bapak Darmaji S. . senantiasa menghindari segala sesuatu yang dipandang bisa merugikan subyek dan mengganggu lingkungan pembelajaran. dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai prestasi yang membanggakan. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. kegiatan belajar-mengajar. dan pengecap. Dan tidak sedikit yang dikirim ke tingkat kabupaten bahkan ke tingkat proponsi . Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip. 5. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. Hal ini dilakukan supaya peneliti bisa diterima dengan sepenuh hati dan bisa menyatu dengan subyek yang diteliti. meliputi fasilitas gedung. Selama dilapangan. E. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. kondisi lokasi. diantara prestasi yang dimiliki adalah sudah bertahun tahun para siswa selalu lulus 100 %. D. penciuman.Ag selaku Kepala madrasah. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera.

Pada penelitian. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara. Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya. Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran. tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif. Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran. Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. Informasi tersebut misalnya. dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. keadaan madrasah. b. menafsirkan serta meramalkan´. dan satuan uraian dasar. ³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. didengar. kategori. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih. sarana dan prasarana. G. Analisis Data Dalam suatu penelitian. partisipan dan informan. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian. yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu. 5. setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting. 6. jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip. c. surat bukti. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Aliyah Ma¶arif Bakung Udanawu Blitar. kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. jika ternyata responden mengalami kesulitan menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. . dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. d. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder.Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis.

Sehingga penelitian bisa berkembang GAMBAR I LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA . Hal ini data yang telah dikumpulkan. paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian. Untuk lebih jelasnya. b. memilih hal-hal yang pokok. Penyajian data Setelah data direduksi maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data atau menyajikan data kedalam pola yang dilakukan dalam bentuk uraia singkat.Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian. Informasi diskriptif Informasi diskriptif adalah penyajian data dengan memberikan keterangan semestinya sesuai data yang terkumpul. maka untuk membahas analisa data yang bersifat kualitatif. Bila pola-pola yang ditemukan telah didukung oleh data selamaa penelitian berlangsung. Mereduksi data dalam konteks penelitian yang dimaksud adalah merangkum.Reduksi data Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan. maka pola tersebut menjadi pola yang baku yang selanjutnya akan disajikan pada lporan akhir penelitian. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu Reduksi Data. secepatnya peneliti berusaha mengambil kesimpulan mulai dari awal pengumpulan data. sehingga data yang sanagat banyak dan meragukan dapat diverivikasi. bagan. pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. a. mengfokuskan pada hal-hal yang penting. penulis menggunakan Metode induktif Metode induktif digunakan untuk mengolah data dengan cara mengumpulkan data yang dibutuhkan kemudian akhirnya ditarik suatu kesimpulan dan diperoleh suatu kebenaran. b. Penarikan kesimpulan Menurut chasan bisri dlam bukunya ³ metodologi penelitian´ dijelaskan bahwa menarik kesimpulan bahwa menarik kesimpulan penelitian selalu mendasarkan dari atas semua data yang diperoleh dalam kegiatan penelitian. setelah data dikumpulkan kemudian diolah dan disajikan dengan menggunakan pola sebagai berikut : a. Dengan demikian data yang telah direduksikan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya. Analisis diskriptif Analisis diskriptif yaitu penyajian data dengan menganalisa data yang diperoleh itu guna mencapai pada suatu maksud. membuat kategori. grafik dan matrik. c.

Perpanjangan kehadiran penelitian Dalam penelitian ini peneliti menjadi instrumen utama dalam pengumpulan data. kehadiran peneliti dalam lokasi tidak bisa hanya dalam waktu singkat. peneliti memperpanjang penelitian sampai pada awal bulan Juli. Dengan perpanjangan waktu tersebut peneliti dapat mempertajam fokus penelitian dan diperoleh data yang lengkap. b. Teknik ini mengandung beberapa maksud sebagai salah satu teknik pemeriksaan keabsahan data diantaranya: ³ Pertama. Pemeriksaan teman sejawat Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat. Perpanjangan waktu dalam penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan situasi dan kondisi di lapangan serta data yang telah terkumpul. diskusi sejawat ini memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk memulai menjajaki dan menguji hipotesis . Dalam penelitian ini peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan dengan data hasil wawancara mendalam. Triangulasi Triangulasi dilakukan untuk mengecek kebenaran data tertentu dan membandingkannya dengan data yang diperoleh dari sumber lain. yaitu peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan yang dilakukan peneliti dengan data hasil wawancara mendalam yang diperoleh dari kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Kedua. Dari pengalaman yang peneliti lakukan. Perpanjangan penelitian ini peneliti lakukan dengan memperpanjang waktu penelitian yang pada awalnya penelitian dilakukan hanya sampai tanggal 25 Mei . c. Pengecekan Keabsahan Temuan Untuk memperoleh keabsahan terhadap data-data yang sudah didapat dari lokasi penelitian lapangan. Perpanjangan volume dan waktu kehadiran peneliti pada penelitian ini sangat diperlukan agar terjadi peningkatan derajat kepercayaan atas data yang dikumpulkan. Triangulasi menurut Moleong adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. sebab kehadiran peneliti sangat menentukan keberhasilan dalam pengumpulan data. maka cara yang diusahakan oleh peneliti adalah: a. Selain itu peneliti menerapkan triangulasi dengan mengadakan pengecekan derajat kepercayaan beberapa subyek penelitian selaku sumber data yaitu membandingkan data hasil wawancara mendalam dari kepala madrasah dengan data hasil wawancara dengan guru dengan metode yang sama. Dalam pengumpulan data kualitatif.H. bahwa perpanjangan waktu didalam penelitian amat sangat dibutuhkan guna untuk mendapatkan data-data yang valit dan lengkap. untuk membuat peneliti mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran. Sebagaimana dinyatakan oleh Moleong bahwa maksud dari perpanjangan kehadiran adalah untuk membangun kepercayaan pada subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri.

Misi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah : 1. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk selalu beriman bertaqwa kepada Allah SWT. Berawal dari prestasi yang diraih. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tepatnya di Jalan Raya Wonorejo. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tentunya juga mempunyai visi dan misi dalam melaksanakan proses pendidikannya antara lain: . maka mulai tahun 2008. Lokasi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar kira-kira 700 m sebelah timur dari jalur Jalan Raya Kediri Blitar. Namun. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk terampil dan berdikari untuk masa depan yang lebih baik. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berprestai dalam pendidikan agama dan umum 4. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah swasta yang didirikan sekitar pada tahun1970-an. A. Bahkan hampir setiap ujian Negara berlangsung selalu diselenggarakan di madrasah tersebut. bapak Darmaji juga menyatakan bahwa: Dengan adaya perkembangan madrasah di segala aspek baik sarana dan prasarana. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berbudi pekerti luhur. peneliti memanfaatkan kolega yang memiliki pengetahuan dalam bidang kepemimpinan kepala madrasah. jumlah siswa maupun jumlah guru dan karyawan yang sesuai dengan bidangnya. metodologi penelitian yang bisa diajak bersama-sama membahas data yang ditemukan peneliti. Setelah sekian lama berjalan. hal itu tidaklah hasil dari keputusan kepala madrasah sendiri. 3. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jauh dari keramaian. karena pada awalnya Madrasah Ibtidaiyah Al. 2. Berawal dari prestasi yang diperoleh. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Agma RI yang pada waktu itu dijabat oleh Tarmidzi Taher dengan SK 107. hal ini sangat bermanfaat terhadap proses belajar mengajar siswa. Visi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yaitu : terwujudnya generasi islami serta unggul dalam prestasi B. Mengenai perkembangan-perkembangan madrasah.Qodiriyah milik yayasan. Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dipercaya oleh Depag Pusat untuk mengadakan Kontrak Prestasi Peningkatan Mutu. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga berdekatan dengan SDN Slemanan II . Sehingga pada 17 Maret 1997 Madrasah Al-Qodiriyah atas persetujuan pengurus yayasan secara resmi berubah setatus menjadi negeri. prestasi demi prestasi dapat terlihat. akhirnya Madrasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah selalu dijadikan rujukan dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan. Itu merupakan bukti kemampuan lembaga dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan. Dalam pembahasan atau diskusi ini juga dapat dipandang sebagai usaha untuk mengenal persamaan dan perbedaan teman terhadap data yang diperoleh. BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN HASIL PENELITIAN Latar Objek Penelitian Pada mulanya. tetapi harus dimusyawarahkan oleh pihak pengurus yayasan. Nama Madarasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah berubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. maka madrasah ibtidaiyah Al-Qodiriyah mendapat tawaran untuk dijadikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri. .yang muncul dari pemikiran peneliti´ Dalam penelitian ini. sebelum menjadi sekolah yang negeri.

Khitobah yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Khitobah Bahasa Arab Khitobah Bahasa Inggris Khitobah Bahasa Indonesia Lebih lanjut bapak Samsuri menjelaskan bahwa semua kegiatan ektra kurikuler dilaksanakan pada Jum¶at sore dan Minggu pagi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstra kurikuler tidak mengganggu aktivitas pokok siswa yaitu kegiatan kurikuler karena semua kegiatan ektra kurikuler berada di luar jam pelajaran.Adapun kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar terbagi menjadi dua. dan dapat di peroleh data tentang kegiatan ekstra kurikuler antara lain: 1. guru juga harus mematuhi tata tertib guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Apabila terpaksa tidak dapat melaksanakan tugas mengajar. Ayat-ayat pilih Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler sebagaimana dokumentasi yang penulis peroleh dari bapak Samsuri selaku kepala Tata Usaha Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Sebagai pelaksana program mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jumlah tenaga pengajar sebanyak 16 orang dan 1 satpam 2 tenaga kebersihan. 5. Memulai dan mengalkiri kegiatan di kelas selalu dengan ucapan salam ³Assalamuµalaikum Wr. 5. Yang masuk jam pertama memerintahkan kepada siswa untuk membaca do¶a sebelum pelajaran dimulai. Pramuka. harus dinyatakan dengan suat izin. Pembiasaan do¶a sehari-hari 6. ditemukan bermacam-macam pelajaran yang mana mata pelajaran tersebut jarang diajarkan pada madrasah-madrasah ibtidaiyah pada umumnya. 3. 4. dan harus mengirimkan tugas atau pekerjaan untuk mengisi jam kosong yang ditinggalkan. Guru merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam mencapai keberhasilan pendidikan dan bertanggung jawab pula dalam pembentukan kepribadian siswa. 3. Baca Tulis Al-Qur¶an. yaitu kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler. Wb. Drumband 2. 2. Keluar masuk kelas tepat waktu sesuai dengan jadwal pelajarannya. Harus hadir di madrasah 5 menit sebelum waktu dijadwalkan. dikarnakan selain hari dan waktu itu anak-anak sekolah TPA. Harus mengutamakan mengajar dari pada kepentingan lainya sehingga harus masuk sesuai dengan jadwal pelajaran. 2. antara lain: 1. Tilawatil Qur¶an. Kegiatan kurikuler sebagaimana yang dilaksanakan di dalam kelas setiap hari oleh bapak dan ibu guru. 4. Pelajaran tentang ketrampilan menjahit. Olah Raga prestasi yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Tennis Meja Catur Bulu tangkis Volli 4. 6.´ . Dalam menjalankan tugas sehari-hari. Komputer. kecuali sangat terpaksa. 3. antaralain : 1. Hafalan Juz µAmma. akan tetapi sebagaimana pengamatan peneliti dalam lapangan.

7.. Untuk mengetahui keadaan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini : TABEL I KEADAAN SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR TAHUN AJARAN 2008/2009 No Asal murid Murid baru Murid mengulang Murid pindahan Jumlah murid Kelas Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk/Pr 1 I 10 10 3 .10 14 24 5 V 9 10 . kedisiplinan dan tingkah laku siswa.9 10 19 6 VI 5 6 . 12..5 6 11 7 Jumlah 54 63 5 1 . Harus berpakaian sesuai dengan ketentuan madrasah.... Tidak diperkenankan memulangkan siswa sebelum waktunya kecuali ada perintah dari pimpinan atau petugas piket apabila pimpinan tidak ada.. 9..59 64 123 Untuk menunjang tercapainya tujuan pengajaran. ‡ Tidak mengeluarkan kata-kata kotor. Dalam berpenampilan harus memperhatikan etika dan estetika... rapi dan bersih.10 13 23 Lanjutan tabel I 3 III 11 11 1 . ‡ Tidak duduk di atas bangku. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai sarana dan prasarana sebagaimana yang dapat penulis sajikan dalam tabel berikut : TABEL II SARANA DAN PRASARANA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR No Jenis sarana prasarana Jumlah Keterangan 1.. 8... Mengenai jumlah siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagaimana data yang duberikan bapak Thoat fauzi pada kami selaku kesiswaan. diharapkan ikut aktif memantau dan membimbing ketertiban. baik di luar maupun di dalam kelas. 10. Harus bersikap baik.13 10 23 2 II 9 12 1 1 . jumlah siswa selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun sehingga pada tahun ajaran 2008/2009 jumlah siswa mencapai 125 siswa.12 11 23 4 IV 10 14 . 11. Ruang Kelas 6 Baik . Tidak diperkenankan mengenakan pungutan apapun kepada siswa kecuali telah mendapat persetujuan dari pimpinan madrasah.. serta mengkonsultasikan atau melaporkan kepada pimpinan madrasah atau petugas piket apabila mendapatkan kejanggalan.. Selain mengajar. antara lain: teratur. ‡ Tidak emosional dalam menangani persoalan dengan siswa.. antara lain: ‡ Tidak merokok di dalam kelas atau waktu mengajar.

Sanggar Pramuka 1 Baik 8. Alat marching band 1 set Baik 14. Ruang tamu 1 Baik 5. Ruang Kantor 1 Baik 3. Ruang Kepala Sekolah 1 Baik 4. 10. Gudang I Baik 16. Ruang tata usaha 1 Baik 7. Ruang UKS 1 Baik 9. Ruang perpustakaan 1 Baik 6. Susunan kepengurusan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah sebagai berikut: GAMBAR II STRUKTUR ORGANISASI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR Ket: . Masjid Menggabung dengan yayasan 13. Komputer 3 unit Baik 11. Dapur . Lapangan Voli 3 Baik Lanjutan table II 15. Ruang koperasi Menjadi satun dengan UKS. laptop 2 unit Baik 12.Jadi satu dengan gudang Organisasi sekolah merupakan bagian yang sangat berperan dalam pelancaran proses pendidikan.2.

pada hari Senin tanggal 11 Mei 2009 peneliti datang ke Ruang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar bermaksud untuk menemui bapak kepala madrasah. Dalam rangka melakukan pengawasan terhadap disiplin guru saya juga membentuk staf khusus bidang kedisiplinan guru. kemudian peneliti menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya. maka segala program yang direncanakan akan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan dan waktu yang ditetapkan. maka program pembelajaran yang direncanakan akan tidak berjalan sesuai dengan harapan dan yang lebih dikhawatirkan para siswa juga akan tidak disiplin. begitu juga sebaliknya apabila guru tidak disiplin. Apabila guru telah benar-benar disiplin dalam segala hal. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru. kepala madrasah menjelaskan bahwa: . sehingga apabila guru telah benar-benar disiplin diharapkan para siswa juga akan meniru kedisiplinan yang telah diterapkan para guru. Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru.: Garis Koordinasi Paparan Data Hasil Penelitian 1. maka segenap tenaga kependidikan harus mempunyai disiplin yang tinggi dalam segala bidang. kepala madrasah harus memiliki kiat-kiat yang tepat untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. adapun koordinatornya saya percayakan kepada bapak Supriadi. pembinaan-pembinaan terhadap guru yang telah saya lakukan yang pertama kali adalah pembinaan disiplin. beliau menyebutkan bahwa: Dalam setiap kali rapat/pertemuan. Kepala Madrasah menjelaskan bahwa: Disiplin guru dalam berbagai bidang adalah suatu hal yang sangat penting karena disiplin guru merupakan salah satu faktor yang menentukan efektitas kelancaran pembelajaran di madrasah. selanjutnya peneliti menanyakan tentang Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru. Langkah selanjutnya adalah melakukan pembinaan-pembinaan yang berkaitan dengan kompetensi profesional dan kemampuan yang dimiliki guru.___________ : Garis Komando ---------------. Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk nyata dari keteladanan yang telah dilakukan dan diberikan oleh kepala madrasah terhadap kedisiplinan para guru. selain itu sesuai dengan ungkapan Jawa bahwa ³guru harus digugu dan ditiru´. artinya untuk melakukan kegiatan pendidikan secara efektif dan efisien. Peneliti juga menanyakan tentang langkah-langkah yang di tempuh Kepala Madrasah dalam membina dan meningkatkan disiplin guru. Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. beliau menyatakan bahwa: Sebagai kepala madrasah. dalam kegiatan sehari-hari sebagai kepala madrasah saya berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan disiplin diri dengan harapan dapat dicontoh dan diteladani oleh para guru. saya selalu mengingatkan akan pentingnya disiplin guru dan pentingnya mentaati tata tertib guru yang telah dibuat bersama. Peneliti juga menanyakan tentang sejauh mana pentingnya disiplin guru dalam peningkatan prestasi kerja. . dengan maksud untuk mensukseskan dan mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bersama. maka guru harus bisa menjadi teladan bagi para siswa.

30 pada hari tertentu saya punya jam mengajar. Kesemuanya itu saya lakukan dengan harapan agar para guru dengan sendirinya akan meningkatkan kedisiplinan. Dan mengadakan rapat guru setiap satu semester yang dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja guru sekaligus memberikan pengarahan-pengarahan terhadap kekurangan-kekurangan. peneliti hadir di Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada pagi hari bersamaan dengan siswa berangkat ke madrasah. Selain menanyakan tentang pembinaan disiplin guru peneliti juga menanyakan tentang bagaimana Kepemimpinan Kepala MIN Slemanan dalam pembinaan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah. beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan profesionalisme guru. yaitu pada hari Selasa 15 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mengamati tentang kedisiplinan yang benar-benar diterapkan oleh kepala sekolah. karna madrasah MIN Slemanan jam pembelajaran dimulai pukul 06. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan madrasah yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk kerjasama dengan lembaga pendidikan lain yang dilakukan oleh kepala madrasah. beliau mengatakan bahwa: Kerjasama dengan lembaga pendidikan sekitar antara lain dengan MI Roudlotun Nasi¶in Slemanan. Wahid Hasyim Bakung dengan saling mengadakan studi banding mengenai konsep. pada hari sabtu 16 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mewawancarai bapak Supriadi sebagai koordinator bidang kedisiplinan guru. peneliti diterima oleh bapak Supriadi yang kebetulan pada hari itu bertugas sebagai guru piket. beliau menjelaskan bahwa: Tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru ini adalah untuk membantu dalam mengamati dan mengawasi kedisiplinan guru. MI. Untuk memperoleh data lebih mendalam mengenai pembinaan guru.00. Pada kesempatan yang sama peneliti juga menanyakan tentang tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru. Apabila saya punya jam mengajar pukul 10. MI Roudlotut Tholibin Ringin Anom.. strategi dalam pembelajaran.20. kemudian peneliti dipersilahkan masuk ke ruang tamu. beliau mengatakan: ³Staf khusus bidang kedisiplinan guru dibentuk dengan maksud untuk meningkatkan disiplin . saya berusaha untuk selalu tepat waktu. saya mengirim para guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. yang diharapkan supaya para guru selalu disiplin dan tepat waktu dalam melaksanakan tugasnya. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. peneliti datang ke Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada siang hari sekitar pukul 09. Waktu itu.30 Wib. mendatangkan para ahli. Dalam kesempatan lain. Ketika sampai di madrasah sekitar pukul 06. misalnya setiap hari saya selalu berusaha untuk datang di madrasah sebelum pukul 06.Dalam kegiatan sehari-hari di madrasah. kemudian peneliti menanyakan tentang tugas-tugas staf khusus bidang kedisiplinan guru. maka pada jam itu pula pelajaran saya harus sudah dimulai. artiya dalam melaksanakan program yang ditetapkan saya selalu berusaha untuk menepati waktu yang telah dijadwalkan. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya.50 Wib. ternyata peneliti mendapati bahwa kepala madrasah juga sudah datang dan Sambil meneliti pembelajaran di madrasah. pengembangan guru dan pengembangan mutu madrasah.

setelah itu peneliti juga bertanya kepada bapak Thoat Fauzi mengenai pembinaan yang telah dilakukan kapala madrasah tehadap para guru. Pada tanggal 5 maret 2008 mengirim beberapa guru untuk mengikuti Workshop KTSP di MAN Tlogo Blitar.guru. beliau menjelaskan bahwa Upaya yang saya lakukan dalam memotivasi guru adalah dengan menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. Yang selanjutnya merupakan wewenang kepala madrasah untuk mengatasinya. Adapun untuk memperoleh data tentang kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru. memberikan penghargaan dan hukuman . Blitar dan seminar kompetensi keguruan yang diadakan di MIN Pojok Kab Blitar. dan memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi KBM dari tiap-tiap guru. Berdasarkan dari beberapa data diatas. Waktu itu merupakan jam istirahat yang. Kepemimpinan kepala Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Sebagai motivator.00 Wib. Mengadakan seminar dengan mendatangkan seorang pakar dari DEPAG Blitar. menunjukkan bahwa pembinaan terhadap guru sangat penting dilakukan oleh kepala madrasah dengan maksud untuk membantu mengembangkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja demi tercapai kelancaran proses pembelajaran dan tercapainya tujuan pendidikan. peneliti datang ke madrasah pada jam 09. pada saat itu bapak kepala madrasah sedang membaca sebuah dokumen. selanjutnya peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan tentang bagaimana upaya dalam kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru. Jika ada guru yang tidak disiplin maka saya akan berkoordinasi dan melaporkan kepada kepala madrasah. kemudian peneliti ditemani oleh bapak Tho¶at Fauzi. Peneliti menanyakan tentang pembinaan yang telah dilakukan kepala madrasah kepada para guru dalam meningkatkan prestasi kerja guru. 2. Kemudian bapak kepala madrasah mengajak peneliti untuk masuk ke ruang kepala madrasah. Berkaitan dengan pembinaan kemampuan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah. karena waktu menagajar beliau sudah tiba. sehingga setiap guru dapat saling memberi masukan dan saling menyempurnakan terhadap kekurangan dan kelemahan guru dalam menjalankan tugasnya´. Pada saat peneliti mengadakan wawancara dengan bapak Supriadi. pada hari kamis 18 Mei 2009 peneliti berusaha untuk menemui bapak kepala madrasah. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. diantara tugas pokok yang dilaksanakan adalah mengkondisikan jam masuk guru ke kelas sesuai dengan jadwal. beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan-pembinaan terhadap guru bapak kepala madrasah menyuruh guru untuk mengikuti MGMP (musyawarah guru mata pelajaran). beliau mengatakan bahwa: ³Pembinaan kemampuan profesionalisme guru selalu dilakukan oleh kepala madrasah secara terus menerus dan berkesinambungan. beliau meminta izin untuk mengajar dahulu. . berusaha memenuhi perlengkapan yang diperlukan guru dalam melaksanakan tugasnya. diantaranya pada tahun kemarin saya dan beberapa guru dikirim untuk mengikuti pelatihan tentang pengelolaan pembelajaran di MAN tlogo Kab. peneliti juga berusaha mewawancarai lebih detail kepada beliau bapak Supriadi. menghubungi guru yang tidak disiplin.

kepala madrasah menjelaskan bahwa: Penjelasan tentang tujuan-tujuan dan target yang harus dicapai madrasah kepada para guru sangat penting dilakukan. karena pencapaian tujuan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. dan apabila diperingatkan tidak bisa maka langkah selanjutnya adalah memberi hukuman dengan mengurangi jam mengajar. Selain itu juga memberikan penjelasan tentang tujuan yang harus dicapai madrasah. yang selanjutnya diharapkan dengan pemahaman tentang tujuan dan target yang harus dicapai dapat menumbuhkan motivasi dalam diri para guru sendiri untuk berusaha semaksimal mungkin melakukan pengembanganpengembangan madrasah dan meningkatkatkan kerjanya. apabila nanti tidak ada lagi penghargaan yang berupa materi para guru akan bekerja semaunya sendiri dan tidak mau untuk melakukan peningkatan-peningkatan. dan langkah yang paling akhir adalah mengeluarkan guru tersebut. berupa pujian dan kesempatan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. bentuk penghargaan yang saya berikan bukan berupa materi akan tetapi berupa dukungan mental untuk terus mengembangkan potensi yang dimilikinya. kepala madrasah menjelaskan bahwa: Saya tidak memberikan penghargaan dengan bentuk materi dengan harapan para guru dalam melaksanakan tugasnya benar-benar tulus dari dalam hatinya bukan semata-mata hanya untuk memperoleh dan mengejar penghargaan. dan juga melibatkan guru untuk berbagai kegiatan. Pada hari yang sama peneliti juga mengamati Kepala Madrasah dalam memotivasi guru. adapun langkah yang saya terapkan adalah memberi peringatan. dan yang dikhawatirkan dengan penghargaan bentuk materi. bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Situasi dan hubungan kerjasama yang harmonis di suatu madrasah memang sangat penting. dalam penerapannya saya menciptakan suasana terbuka maksudnya setiap guru diberi hak untuk menyatakan pendapat dan keinginan-keinginan terhadap perkembangan madrasah dan apabila ada masalah maka akan dipecahkan bersama. pada saat itu kepala madrasah memotivasi guru dengan memberikan penghargaan berupa pujian terhadap guru yaitu kepada bapak Supriadi selaku wali kelas VI sekaligus sebagai ketua UASBN . beliau mengatakan bahwa: Hukuman berlaku bagi para guru yang tidak disiplin dan tidak mentaati tata tertip guru. Kemudian peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk hukuman yang diterapkan kepala madrasah terhadap para guru. peneliti juga bertanya tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru. Sehingga dengan penjelasan tersebut para guru merasa memiliki dan bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan-perkembangan madrasah ini. Dalam kaitannya dengan pemberian penghargaan. Kemudian peneliti juga menanyakan sejauh mana pentingnya pemberian pemahaman terhadap guru tentang tujuan madrasah dalam rangka peningkatan motivasi.Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah menciptakan situasi dan hubungan yang harmonis antar guru. bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Penghargaan diberikan kepada para guru yang telah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Peneliti juga menanyakan mengapa bentuk penghargaan yang diberikan kepada para guru tidak berupa materi.

apabila ada yang kurang beliau berusaha untuk memenuhinya. pada hari Senin tanggal 1 Juni 2009 peneliti peneliti mengadakan penelitian lagi kelapangan sekitar pukul 09. beliau mengatakan bahwa: Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru. sehingga apabila guru mempunyai keinginan-keinginan diharapkan supaya diungkapkan. kemudian peneliti menanyakan bentuk motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. dan yang paling utama adalah dengan adanya motivasi para guru akan mempunyai kesadaran diri dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kerjanya. alhamdulillah setelah curhat bersama beliau. Pada kesempatan yang sama peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari bapak Samsuri mengenai kepala madrasah dalam memotivasi guru. Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja. yaitu berupa penciptaan iklim madrasah yang aman. Dari beberapa data tersebut diatas. saya lebih menekankan pada kesejahteraan mental. pada waktu itu saya sedang banyak problem pribadi. pengabdian dan ikhlas dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. beliau menyatakan bahwa: Apabila ada guru yang tidak bersemangat dan tidak bergairah dalam melaksanakan tugasnya. 3. ketika itu beliau sedang berada diruang guru.Kecamatan Udanawu. Itulah yang membuat saya sadar dan semangat bahwa semua problem itu tidak lain hanyalah suatu cobaan. kepala madrasah menanyai guru tersebut ada masalah apa sehingga ia tidak bersemangat dan tidak bergairah. dan yang paling berkesan bagi saya dalam setiap kesempatan atau pertemuan beliau selalu memperhatikan dan menanyakan tentang kelengkapan kebutuhan guru dalam mengajar. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. beliau menemukan jalan keluar bagi saya sehingga problem saya dapat teratasi dan saya kembali semangat dalam mengajar dan beliau menyatakan dan berpesan bahwa sebenarnya sekenario kehidupan kita berada didalam lingkaran taqdir Alla. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Dikarnakan anak didiknya berhasil memperoleh nilai rata-rata terbaik. . Memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang dihitung dari jumlah jam mengajar guru. pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2009 peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari guru. lalu beliau meminta kepada saya untuk mengungkapkan problem tersebut. Begitu juga beliau selalu memberikan penghargaan. pada saat itu peneliti berhasil menemui ibu Akrim hidayati. Untuk mempertajam data penelitian mengenai motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. motivasi sangat penting diberikan kepala madrasah kepada para guru untuk meningkatkan kerjanya.30 Wib untuk menemui bapak kepala madrasah. damai. kemudian peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan bagaimana kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. beliau menyatakan bahwa: Kepala madrasah dalam memberikan motivasi kepada guru dengan cara memberikan kebebasan kepada guru mengeluarkan pendapat untuk perkembangan madrasah. Pada saat itu kepala madrasah sedang berada di ruang kerjanya. saya juga pernah mengalami hal tersebut. beliau meminta apabila ada masalah supaya diungkapkan baik mengenai masalah pribadi atau yang berkaitan dengan madrasah. kesejahteraan guru juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhinya.

Peneliti juga berusaha mengamati tentang kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Dalam kesempatan lain. karena menjadi guru di madrasah ini adalah pengabdian. yang kemudian di kembangkan menjadi doktrin pilar guru yaitu pengabdian. akan tetapi saya juga selalu berusaha untuk mengadakan peningkatan kesejahteraan dari segi materi. pada saat itu kepala madrasah menyuruh semua guru berkumpul di ruang guru. pengorbanan. maka saya berusaha mengusulkan kepada bendahara madrasah untuk memberikan uang transportasi kepada guru dan alhamdulillah disetujui dan uang transportasi tersebut diberikan bersamaan pada saat pemberian gaji guru. sehingga berapa jumlah gaji yang diberikan.20 Wib yang merupakan jam istirahat pertama. sehingga tidak mungkin menaikkan gaji guru kalau honorarium dari DEPAG tidak naik. loyalitas dan tanggung jawab Peneliti juga menanyakan mengapa kepala madrasah tidak menaikkan gaji guru. kalau hal ini dipaksakan maka madrasah akan mengalami defisit keuangan karena harus mengambil jalur alternatif lain sehingga terjadi pengalihan dana. Dan alhamdulillah sekarang ini semua guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sudah mendapatkan bantuan dari program pemerintah yaitu Insetif dari DIKNAS dan Fungsional dari DEPAG. karena apabila dilihat dari gaji yang diterima guru tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. kegiatan ibadah dan keikhlasan. hal ini bisa dilihat bahwa kalau dahulu gaji yang diberikan kepada guru hanya berupa gaji dari mengajar. dengan suasana santai dan penuh kekeluargaan pada saat itu para guru diberi gaji atas pekerjaan yang telah dilakukan selama bulan Juni 2009. beliau mengatakan bahwa: Meskipun bentuk kesejahteraan yang saya tekankan lebih pada kesejahteraan mental. saya tidak terlalu memikirkan. pada saat itu beliau sedang berada di kantor guru. Peneliti juga menanyakan bentuk nyata upaya peningkatan kesejahteraan guru yang telah dilakukan kepala madrasah. Sehingga setiap awal bulan guru menerima gaji yang dihitung dari jumlah jam mengajar ditambah dengan uang transportasi. beliau mengatakan bahwa: Karena dalam honorarium untuk guru sudah diatur oleh DEPAG. beliau mengatakan bahwa: Kegiatan mengajar di madrasah ini intinya adalah pengabdian. sarana-prasarana atau perlengkapan madrasah dan semua perlengkapan guru dalam mengajar telah terpenuhi serta tercapainya tujuan-tujuan madrasah. kepala madrasah juga . sehingga kepada para guru perasaan untuk memiliki madrasah inilah yang saya tingkatkan. peneliti juga mewawancarai bapak Nanang imam syafi¶i yang sudah 13 tahun menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar . kemudian kepada beliau peneliti menanyakan tentang kesejahteraan para guru. akan tetapi pada saat sekarang dengan melihat kebutuhan ekonomi dan harga barangbarang yang semakin meningkat. dedikasi. pada hari yang sama. beliau mengatakan bahwa: Mengenai kesejahteraan terutama gaji yang saya terima. saya terima dengan senang hati. hal ini dilakukan peneliti pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2009 tepatnya pada pukul 09.Kemudian peneliti menanyakan mengapa peningkatan kesejahteraan guru lebih difokuskan pada kesejahteraan mental. akan tetapi bagi saya kebahagiaan dan kesejahteraan selama menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang utama adalah jika semua kebutuhan-kebutuhan.

Prestasi guru merupakan cermin prestasi kepala madrasah. damai sejahtera.menyampaikan pesan kepada guru bahwa meskipun gaji yang diterima sangat kecil. tim khusus ini bertugas sebagai pemantau terhadap kedisiplinan guru dalam menjalankan tugasnya. Kepala madrasah harus mencurahkan segala energi dan waktunya untuk meningkatkan prestasi kerja para guru secara maksimal di madrasahnya. mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. dari data tersebut diatas menunjukkan bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru tidak harus bersifat materi. Dalam melakukan pembinaan disiplin guru. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. akan tetapi bisa dilakukan dengan peningkatan kesejahteraan psykologis antara lain penciptaan suasana madrasah yang aman. Temuan Hasil Penelitian. menyediakan. dan mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. Untuk meningkatkan prestasi kerja guru. Berkaitan dengan fokus pertama. Guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan program pengajaran dan tujuan madrasah. menjadi contoh atau teladan dengan menerapkan disiplin pada diri kepala madrasah sendiri. memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. Pembinaan terhadap guru merupakan tanggung jawab penting bagi kepala madrasah. 1. melakukan komunikasi yang baik dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Selain itu. dalam pembinaan disiplin kepala madrasah juga membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. kepala madrasah berusaha untuk memberikan pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam melakukan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja antara lain difokuskan pada pembinaan disiplin guru dan pembinaan kemampuan profesional guru. Apabila kedisiplinan guru sudah tercapai maka kelancaran proses pengajaran akan berjalan dengan baik dan lancar juga prestasi kerja yang dihasilkan akan sesuai dengan yang diharapkan. mendatangkan para ahli. Dengan demikian. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. sehingga para guru dituntut untuk mempunyai kemampuan profesional dalam menjalankan tugasnya dan selalu meningkatkan prestasi kerjanya. para guru diharapkan untuk tetap menjaga kekompakan dalam menjalankan tugasnya dan selalu berusaha meningkatkan kinerjanya demi peningkatan dan pengembangan mutu madrasah. GAMBAR III SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PEMBINAAN GURU . dengan menerapkan disiplin diri diharapkan para guru akan mengikuti sebagaimana disiplin yang diterapkan kepala madrasah dengan penuh kesadaran diri dan tanpa adanya paksanaan. kepala madrasah harus berupaya untuk mengadakan pembinaan terhadap kemampuan profesional guru.

2. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. Motivasi merupakan faktor pendorong untuk melakukan sesuatu. Adapun kepemimpinan yang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru yaitu menekankan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. maka kepala madrasah harus berupaya memotivasi guru. agar para guru dapat menjalankan dan meningkatkan prestasi kerjanya. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. Berkaitan dengan fokus kedua. memberikan penghargaan. GAMBAR IV SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MEMOTIVASI GURU .

Berkaitan dengan fokus ketiga Kesejahteraan merupakan salah satu faktor penentu produktifitas atau prestasi kerja.3. Adapun kiat-kiat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru yaitu berusaha meningkatkan kesejahteraan mental dan materi dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. damai. memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi. GAMBAR V SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN GURU Berdasarkan skema temuan-temuan hasil penelitian tersebut diatas. Apabila kesejahteraan guru terpenuhi maka para akan dapat melaksanakan dan meningkatkan kinerjanya dengan baik sesuai dengan fungsi dan tugasnya. maka skema temuan akhir kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dalam meningkatkan prestasi kerja guru sebagai berikut: GAMBAR VI SKEMA TEMUAN AKHIR KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA GURU . menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. Dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan kesejahteraan secara psikologis dan materi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. pengabdian dan ikhlas.

Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan. sehingga kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar para dapat melaksanakan tugasnya secara proporsional dan profesional. kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berakaitan dengan sikap batin dan watak. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan upaya peningkatan kinerja para anggotanya. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. . mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan. menjadi teladan. Dalam rangka melaksanakan pembinaan-pembinaan terhadap guru. Kepala madrasah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan. Wahjosumidjo menyatakan bahwa setidaknya terdapat empat macam nilai yang harus diperhatikan yaitu: pembinaan mental. dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secara efektif dan efisien. Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru yang juga merupakan bagian integral dari keberadaan sumber daya manusia yang mempunyai peranan strategis dalam kehidupan suatu madrasah. Sedangkan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada dalam melakukan pembinaan guru ditekankan pada pembinaan kedisiplinan guru dan pembinaan kompetensi profesionalisme guru.BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. kepala madrasah harus berusaha melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Pertama. pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang ajaran baik dan buruk terhadap suatu . mendatangkan para ahli. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. pembinaan moral. dan pembinaan artistik. Untuk itu. pembinaan fisik. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan dengan baik.

dan menjadi contoh teladan bagi para guru. misalnya senantiasa memperhatikan bagaimana guru menerapkan cara-cara baru yang diperoleh dalam pelatihan. dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. sarana dan hubungan kerja sama yang baik dan seimbang. Pembinaan artistik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni dan keindahan. Lebih lanjut Nur kholis menyatakan bahwa program pelatihan apapun harus tidak hanya sebatas pada pelatihan. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. menggerakkan tim evaluasi. dan penampilan mereka secara lahiriah. Dengan demikian. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus kedua. Seseorang bersedia melakukan sesuatu pekerjaan apabila motif yang mendorongnya cukup kuat yang pada dasarnya tidak mendapat saingan atau tantangan dari motif lain yang berlawanan. sehingga kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat. sehingga kepala madrasah harus berusaha menjadikan lingkungan madrasah yang rapi. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. Motif atau dorongan dalam melakukan sesuatu pekerjaan sangat besar pengaruhnya terhadap kinerja. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. prestasi dan semangat kerja dibutuhkan motivasi. Pembinaan fisik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan jasmani. Dalam melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan seseorang selalu didorong oleh motif tertentu. Mulyasa juga menyatakan bahwa upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam melaksanakan pembinaan guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja antara lain: mengikutsertakan para guru dalam penataran dan pelatihan-pelatihan. dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. Kepala madrasah harus dapat mendorong para guru untuk aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olah raga. Davis dan Newtron sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru di fokuskan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik. habis pelatihan urusan selesai. dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam melakukan pembinaan guru untuk meningkatkan prestasinya.perbuatan. upaya yang telah diterapkan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru adalah sebagai usaha dalam menjalankan fungsi dan peranannya sebagai pemimpin sebuah lembaga pendidikan untuk meningkatkan prestasi kerja guru dan meraih keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan bersama. E. indah sejuk dan menyenangkan. Tetapi pelatihan itu hendaknya diikuti dengan aktifitas-aktifitas lanjutan. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugasnya masing-masing. memberikan penghargaan dan hukuman. mendorong guru untuk menggunakan waktu pembelajaran secara efektif dan efisien. Untuk mencapai tujuan organisasi. hampir semua perilaku sadar mempunyai motivasi. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. maka tugas manajer adalah mengidentifikasi dan menggerakkan motivasi pegawai agar bersemangat dan berprestasi baik dalam melaksanakan tugasnya. B. kesehatan. baik yang obyektif maupun yang subyektif. Demikian pula sebaliknya orang lain yang tidak didorong oleh motif yang kuat akan . dan terkandung makna bahwa upaya yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mencakup pembinaan sumber daya manusia.

bakat. pengaturan suasana kerja (hubungan kerja yang harmonis). Lebih lanjut Palmer mengatakan bahwa orang-orang yang menginginkan atau bermotivasi tinggi untuk memperoleh pengembangan adalah orang-orang yang belum mencapai kepuasan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. damai. atau belum merasa puas bagi kebutuhan untuk tingkat diatasnya. Sudjana menyatakan bahwa motivasi terdiri atas motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. mempunyai perhatian. dengan cara: Menciptakan iklim madrasah yang aman. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para guru dalam melaksanakan berbagai tugas dan fungsinya. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. timbul karena ada rangsangan dari luar lingkungannnya misalnya karena ada hadiah. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. ia akan memperlihatkan minat. hal ini terbukti kepala madrasah telah berupaya untuk selalu memotivasi para guru baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik.. dan penyediaan sumber pembelajaran´. ³Sutermeister sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa prestasi kerja untuk 80-90 % bergantung pada motivasinya untuk bekerja. tetapi juga dalam psykisnya. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Ketiga Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. Dengan demikian kepala madrasah dituntut untuk memiliki kemampuan dan strategi untuk memotivasi para guru dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan guru. Setiap guru memiliki karakteristik khusus. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong (motivasi). Sedangkan motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul dari luar diri seseorang. Oleh karena itu. Mulyasa mengungkapkan bahwa: ³motivasi dapat ditumbuh-kembangkan oleh kepala madrasah melalui: pengaturan lingkungan fisik (ruang kerja dan ruang belajar yang kondusif serta mengatur lingkungan madrasah yang nyaman dan menyenangkan). Motivasi instrinsik timbul dari setiap individu seperti kebutuhan.meninggalkan atau sekurang-kurangnya tidak bergairah dalam melakukan sesuatu pekerjaan. yang satu sama lainnya berbeda. Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut diatas dan dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru dapat difamahi bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam meningkatkan motivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerjanya. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari . dapat meningkatkan nama baik. Motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga atau organisasi untuk meningkatkan kinerja anggotanya. dorongan. kemauan. dan 10-20 % bergantung pada kemampuannya. harapan dan cita-cita serta insentif yang dibutuhkan guru agar para guru mempunyai semangat kerja yang tinggi dan pada akhirnya mereka mau dan mampu meningkatkan kinerjanya. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. disiplin. Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik. misalnya motivasi. C. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif. minat dan harapan pada diri sendiri. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai motivator. penghargaan yang efektif. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru ditekankan pada peningkatan kesejahteraan mental dam materi.

dengan terpenuhinya kesejahteraan material dan spiritual. perumahaan. Masalah kompensasi adalah salah satu bentuk imbalan yang harus dipenuhi karena imbalan oleh pekerja tidak lagi dipandang sebagai alat pemuas kebutuhan materialnya. pengabdian dan ikhlas. dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai upaya yang kuat dalam meningkatkan kesejahteraan guru. memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi. Upah atau gaji yang layak sehinga dapat memenuhi kebutuhan seperti sandang. Finch menyatakan bahwa berhasil tidaknya peningkatan prestasi kerja apabila orang-orang yang terlibat di dalam peningkatan prestasi kerja juga diberi kompensasi atau sekedar insentif. meskipun dalam memenuhi kesejahteraan materi belum maksimal dan belum memenuhi standar kebutuhan para guru. dapat juga berupa tunjangan-tunjangan. tentram dan sejahtera secara psykologis melalui kepastian karier dan insentif sebagai imbalan atas pekerjaannnya. Mulyasa juga menyatakan bahwa dalam peningkatan kesejahteraan guru perlu diupayakan: gaji guru senantiasa disesuaikan agar mencapai standar yang wajar bagi kehidupan guru dan keluarganya. hal ini disebabkan karena disesuaikan dengan kemampuan madrasah dalam memberi gaji kepada guru. dan sebagainya sejalan dengan insentif yang diberikan. Kesimpulan 1. keamanan. kesempatan memperoleh liburan.niat ibadah. Wujud insentif bisa berupa kenaikan pangkat. Dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia memiliki berbagai kebutuhan baik fisik. Dengan demikian. kesehatan. Lazaruth menyatakan bahwa kesejahteraan material dan spiritual merupakan faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja. Pemberian kompensasi selain dalam bentuk gaji. Guru merupakan pemeran utama proses pendidikan. Peningkatan prestasi guru dapat dilakukan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan guru. akan tetapi sudah dikaitkan dengan harkat dan martabat manusia. merupakan faktor yang tidak boleh ditinggalkan dalam peningkatan prestasi kerja. dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru kepala madrasah harus memperhatikan kesejahteraan mental dan spiritual guru serta harus mempunyai strategi untuk memberikan penghargaan dan imbalan jasa kepada guru dengan memperhatikan standar kebutuhan guru dan berupaya memberikan sistem kompensasi yang lebih baik dan menarik. maka seseorang akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat. maupun psikologis yang secara langsung berpengaruh pada prestasi kerjanya. kepala madrasah juga berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan materi. Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja . memenuhi kebutuhan guru dengan sistem imbalan yang lebih baik dan menarik. hal ini terbukti bahwa selain melakukan peningkatan kesejahteraan mental guru. Dalam peningkatan prestasi kerja. BAB VI PENUTUP A. dan dengan melihat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut. kendaraan dan lain-lain. Kompensasi merupakan imbal jasa yang diberikan yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan rasa aman. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. fasilitas perumahan.

memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. bekerja sama dengan lembaga pendidikan lain. berusaha untuk memenuhi keinginankeinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. Peningkatan motivasi instrinsik dengan cara: menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. mengetahui kelemahan atau hambatan yang ada serta berusaha mengatasi hambatan yang ada. Kedua. 3. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. Kedua. pembinaan kemampuan profesionalisme guru yaitu dengan cara: mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar dan pelatihan. Kepada para guru Dalam rangka meningkatkan prestasi kerja. peningkatan motivasi ekstinsik dengan cara: memberikan penghargaan 3. dan berusaha untuk membangkitkan motivasi terutama motivasi yang berasal dari diri guru sendiri. Saran-saran 1. Kedua. seminar-seminar baik yang diadakan di madrasah maupun di luar madrasah. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. guru disarankan untuk selalu berusaha meningkatkan kompetensi profesionalnya dengan cara: mengikuti pembinaan-pembinaan. memotivasi. mengevaluasi kerja guru. Kepala madrasah disarankan untuk selalu berusaha untuk meningkatkan strategi dalam membina. Kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada: Pertama peningkatan kesejahteraan mental dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. Pertama. Kepada kepala madrasah Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja guru. 2. menempatkan guru pada proporsi yang tepat.guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan difokuskan pada dua macam pembinaan yaitu: Pertama. memberi kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. dan meningkatkan kesejahteraan guru. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. 2. damai. pelatihan-pelatihan. Kepada peneliti yang akan datang Kepada peneliti yang akan datang diharapkan penelitian mengenai kepemimpinan kepala madrasah pada umumnya dan upaya kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru pada khusunya. pengabdian dan ikhlas. B. Kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada peningkatan motivasi intrinsik dan ekstrinsik. peningkatan kesejahteraan yang berupa materi dengan cara: mengatur pemberian gaji guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji ditambah uang transportasi serta bantuan tunjangan fungsional dan insentif dari pemerintah. kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan disarankan untuk benar-benar memahami sekaligus menerapkan fungsi dan peranannya. pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan. menjadi teladan. memberi kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikan. untuk dikaji lebih mendalam dengan berbagai metode penelitian yang lain agar . mendatangkan para ahli.

diperoleh penemuan-penemuan baru sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak lembaga pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Semua ini adalah syarat iman kepada Allah dan Hari Akhir. Lalu perkara-perkara yang diperselisihkan itu dikembalikan kepada Allah dan Rasul. tidak ada iman sama sekali manakala syarat ini tidak terpenuhi. kelemahan. Maha Mengetahui. satu bangsa.´ Yang demikian itu lebih baik bagi Anda. satu ras. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Lebih baik akibatnya di dunia. hawa nafsu. Sesungguhnya manhaj ini berarti ³seseorang´ menikmati kelebihan-kelebihan manhaj yang diletakkan Allah baginya. Maha Melihat. maka sekali lagi nash menghadirkannya dalam bentuk ³nasihat´ dan motivasi. An-Nisa: 58-59) ³Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Manhaj yang tidak mengandung nepotisme kepada satu individu. . dan lebih baik akibatnya. Setelah nash ini meletakkan masalah pada posisi kondisionalnya. juga lebih baik akibatnya di akhirat. Manhaj yang terbebas dari kebodohan.´ (QS. Sebagaimana ia merupakan tuntutan iman kepada Allah dan Hari Akhir. Label: KARYA ILMIAH Kepemimpinan dalam Alquran (4) Kamis. satu generasi. Tidak ada iman. dan kepada Ulil Amri yang beriman dan menjalankan syari¶at Allah dan Sunnah Rasul. satu kelompok. 07/05/2009 11:04 WIB | email | print | share (58) (59) ³Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. Allah yang Maha Menciptakan. Karena Allah adalah Rabb bagi semua orang. seperti yang dilakukannya terhadap perintah menunaikan amanah dan berlaku adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. tetapi mengikuti manhaj itu juga dapat mewujudkan kebaikan dunia dan akibat yang baik bagi individu dan jama¶ah di kehidupan yang dekat ini. ³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Jadi. Lebih baik di dunia. juga lebih baik di akhirat. Mahabijaksana. Jadi.´ Itulah ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul. dan syahwat manusia. dan pada gilirannya dampaknya yang pasti pun tidak mengikuti. yang kemudian disusul dengan nasihat dan motivasi. bukan hanya menggapai ridha Allah dan pahala akhirat²dan itu merupakan berkara yang sangat. Maha Mengenal.

Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah dibuat oleh yang menciptakan manusia. yang mengetahui hakikat fitrahnya dan kebutuhan-kebutuhan yang hakiki bagi fitrah ini.´ Sehabis menetapkan kaidah universal ini dalam syarat iman dan batasan Islam. Sebagaimana Dia mengetahui seluk-beluk jiwanya. Sebagaimana konteks menganggap keinginan mereka untuk bermahkamah kepada thaghut sebagai tindakan keluar dari iman²bahkan sejak awal dianggap tidak masuk ke dalamnya. Sehingga manusia tidak terjebak dalam kebingunan saat mencari manhaj yang sesuai. disusul dengan ijtihad untuk mengembalikan masalah yang tidak diredaksikan kepada nash-nash atau kepada prinsip-prinsip umum agama ini. Sementara mereka terjebak dalam kebingunan tanpa petunjuk! Cukuplah bagi mereka melakukan uji coba dalam bidang kreasi dan inovasi material sesuka hari. Dia menjamin untuk manusia manhaj yang kaidah-kaidahnya sesuai dengan hukum alam. Sehingga manusia tidak perlu berkonflik dengan hukum alam. atau satu bangsa. Konteks beralih kepada mereka untuk memandang aneh sikap mereka.Allah Subhanah tidak terkontaminasi oleh keinginan memihak kepada satu individu. Juga untuk mengingatkan mereka dan orang-orang seperti mereka tentang keinginan setan untuk menyesatkan mereka. Dan cukuplah bagi akal mereka untuk berusaha menerapkan manhaj ini. Inilah manhaj yang di antara keistimewaan adalah dibuat oleh Pencipta alam semesta tempat manusia tinggal. Meski demikian. Jadi. yaitu kepada Thaghut. ketika bencana dan musibah ditimpakan pada mereka. Sebagaimana konteks menjelaskan alasan-alasan mereka yang lemah dan palsu untuk mengikuti langkah yang aneh ini. Penolakan ini dianggap sebagai sikap hipokrit. karena mereka ingin bermahkamah kepada selain syari¶at Allah. juga dalam aturan pokok umat Islam. Yaitu ruang ijtihad untuk memahami nash-nash yang ada. sarana-sarana untuk berbicara kepadanya dan memperbaikinya. tidak membebani manusia dengan harga dari uji coba-uji coba yang keras. dan Allah swt. atau satu generasi. kemudian sesudah itu mereka mengklaim sebagai orang yang beriman! Padahal mereka melanggar syarat iman dan batasan Islam. ³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. atau satu strata sosial. Manhaj memberinya petunjuk tentang semua ini dan melindunginya. Dan selain itu ada ruang yang orisinil bagi akal manusia. Konteks mendeskripsikan kondisi mereka ketika diajak mengikuti Allah dan Rasul-Nya lalu mereka menolak. atau satu ras. dan mengetahui letak-letak analogi dan ijtihad mengenai halhal yang diperselisihkan akal. Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah²selain memberinya petunjuk dan melindunginya²manhaj ini juga memuliakannya dan memberi ruang bagi akalnya untuk bekerja di dalam manhaj. Rasulullah saw . yaitu ruang penelitian ilmiah terhadap alam semesta dan ruang kreasi dan inovasi material. tetapi justeru berdampingan dengannya dan memanfaatkannya. maka konteks beralih kepada orang-orang yang menyimpang dari kaidah ini. karena bidang tersebut sangat luas bagi akal manusia. padahal mereka diperintahkan untuk mengingkarinya. dan manhaj penetapan syari¶at dan prinsip-prinsipnya.

diinstruksikan untuk menasihati mereka. Dan penggal ini ditutup dengan penjelasan tentang tujuan Allah mengutus para Rasul. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->