KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU

Diposkan oleh Mohamad Yasin Yusuf

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi merupakan era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah menimbulkan persaingan dalam berbagai bidang, yang menuntut masyarakat Indonesia untuk memantabkan diri dalam peningkatan kualitas dan sumber daya manusia yang unggul, mampu berdaya saing, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi serta mempunyai etos kerja yang tinggi. Perwujudan manusia yang berkualitas tersebut menjadi tanggung jawab pendidikan terutama dalam mempersiapkan peserta didik menjadi subyek yang makin berperan, menampilkan keunggulan yang tangguh, kreatif, mandiri, dan professional dalam bidangnya masing-masing. Di Indonesia sekolah/madrasah harus dengan kesungguhannya melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan tujuan nasional sebagaimana yang tercantum dalam Undangundang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta penjelasannya Bab II Pasal 3 bahwa: Pendidikan Naional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Keberhasilan untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut kepala madrasah mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menselaraskan sumber daya pendidikan yang tersedia, kepemimpinan kepala madrasah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong madrasah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran melalui program madrasah yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Dalam persaingan global ini, diakui atau tidak lembaga pendidikan atau sistem persekolahan dituntut untuk mengemuka dengan kinerja kelembagaan yang efektif dan produktif. Kepala madrasah sebagai penanggung jawab pendidikan dan pembelajaran di madrasah hendaknya dapat meyakinkan kepada masyarakat bahwa segala sesuatunya telah berjalan dengan baik, termasuk perencanaan dan implementasi kurikulum, penyediaan dan pemanfaatan sumber daya guru, rekrutmen sumber daya murid, kerjasama madrasah dan orang tua, serta sosok outcome madrasah yang prospektif. Kepala madrasah merupakan unsur vital bagi efektifitas lembaga pendidikan. Kepala madrasah yang baik akan bersikap dinamis untuk menyiapkan berbagai macam program pendidikan,´ keberhasilan madrasah adalah keberhasilan kepala madrasah, kepala madrasah yang berhasil apabila memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks, serta mampu melaksanakan peranan dan tanggung jawab untuk memimpin madrasah´. Kepemimpinan yang berkaitan dengan masalah kepala madrasah dalam meningkatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalam situasi kondusif, perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat dan penuh pertimbangan terhadap para guru, baik sebagai

individu maupun sebagai kelompok.³ Perilaku pemimpin yang positif dapat mendorong kelompok dalam mengarahkan dan memotifasi individu untuk bekerja sama dengan kelompok dalam rangka mewujudkan tujuan lembaga pendidikan´. Kepala madrasah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki andil besar dalam menciptakan suasana kondusif yang ada dalam lingkungan kerjanya. Suasana kondusif tersebut merupakan faktor yang terpenting dalam menciptakan guru yang berprestasi. Guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat penting terhadap kemajuan bangsa Indonesia, guru juga sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan.³Tenaga pendidikan terutama guru merupakan jiwa dari madrasah´ . Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, evaluasi kinerja, hubungan kerja sampai pada imbal jasa, merupakan garapan penting bagi seorang kepala madrasah. Guru sangat berperan dalam menentukan kualitas lulusan madrasah. Artinya untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas diperlukan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal. Sedangkan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal dapat diperoleh bila ditunjang oleh kepemimpinan yang baik. Prestasi kerja guru yang berkualitas ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya adalah bagaimana atasan dalam memimpin bawahan, yang demikian ini disebut dengan kepemimpinan seorang pemimpin (kepala madrasah). Peran pemimpin sangat penting dalam organisasi, tanpa adanya pemimpin suatu organisasi hanya merupakan pergaulan orang-orang dan mesin. ³ Kepemimpinan adalah kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mangajak, mamantau dan kalau perlu memaksa orang lain agar menerima pengaruh itu. Selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatau maksud dan tujuan tertentu´. Seorang kepala madrasah mempunyai tugas untuk mengatur dan menggerakkan sejumlah besar orang-orang (guru) yang mempunyai berbagai sikap, tingkah laku dan latar belakang yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan guru yang dapat membantu tugas pimpinan secara optimal, maka diperlukan seorang pemimpin yang mampu mengarahkan dan merubah tingkah laku bawahannya kepada tercapainya tujuan organisasi secara maksimal. Pemimpin yang efektif selalu menyadari bahwa anggota organisasinya merupakan sumber daya manusia yang sangat berharga karena dikaruniai atau memiliki otak dan akal fikiran, sehingga pemimpin selalu berupaya menggali, memanfaatkan dan meningkatkan kreatifitas anggotanya untuk mencapai prestasi yang tinggi. Prestasi kerja guru yang tinggi merupakan perwujudan dari kualitas guru. Hal ini cukup penting dalam rangka mencapai tujuan madrasah. Dengan prestasi kerja yang tinggi berarti para guru benar-benar dapat berfungsi sebagai pendidik yang tepat guna dan berhasil guna sesuai dengan sasaran-sasaran organisasi yang hendak dicapainya. Apabila tujuan peningkatan prestasi kerja para guru dapat terpenuhi, maka tujuan pembangunan yang sesuai dengan pancasila, UUD 1945 beserta tujuan Pendidikan Nasional akan segera tercapai, begitu juga dengan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tuntutan perkembangan zaman. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar merupakan lembaga pendidikan yang ikut berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa demi mensukseskan tujuan pembangunan nasional Indonesia. Madrasah tersebut merupakan lembaga pendidikan negeri yang berada dibawah naungan Departemen Pendidikan Agama. Sebelumnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan merupakan madrasah swasta dengan nama

MI. Al-Qodiriyah dalam naungan yayasan Al-Qodiriyah. Karena dari tahun ketahun mengalami kemajuan, Departemen Pendidikan Agama Kabupaten Blitar merubah status dari Swasta menjadi Negeri. Selain itu Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga dijadikan center oleh lembaga-lembaga madrasah ibtidaiyah di Udanawu Blitar. Bahkan sering mendapatkan kejuaraan pada bidang mata pelajaran, olah raga dan seni ditingkat Kecamatan ataupun tingkat Kabupaten. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa para guru telah berhasil dalam usaha mencapai tujuan madrasah. Keberhasilan para guru dalam mencapai tujuan madrasah tersebut merupakan salah satu prestasi kerja yang ditunjukkan oleh guru yang berasal dari kemampuan dan motivasi yang dimilikinya. Prestasi kerja yang dihasilkan para guru tersebut merupakan hasil dari kepemimpinan kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan yang selalu menggerakkan, mengarahkan, dan memberikan motivasi kepada para guru untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan bersama. Atas dasar latar belakang masalah tersebut, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tema ³Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru (Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar)´. B. Fokus Masalah Berkaitan dengan study kepemimpinan Kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerga guru pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar maka yang menajdi fokus masalah dalam studi ini adalah bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang berpengaruh terhadap peningkatan mutu kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Kemudian fokus masalah tersebut dirumuskan sebagaimana rumusan masalah. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, fokus penelitian dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 2. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 3. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? D. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 2. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 3. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. E. Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai berikut : 1. Secara teoritis a. Memberikan kontribusi akademis dalam upaya peningkatan dan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang kepemimpinan lembaga pendidikan. 2. Secara praktis a. Sebagai bahan masukan bagi pengelola lembaga pendidikan khususnya Madrasah Ibtidaiyah

Negeri Slemanan Udanawu Blitar sehingga lembaga tersebut dapat lebih maju dari sebelumya dan tetap eksis serta bisa menjadi lembaga pendidikan alternatif. b. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi imput bagi para praktisi dan peneliti pendidikan dalam rangka kontribusi kajian ilmiah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan untuk meningkatkan mutu kependidikan. F. Metodologi Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan mutu kependidikan yang peneliti lakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar ini menggunakan pendekatan kualitatif sebab jenis penelitian ini tidak bisa berambisi mengumpulan data dari segi kualitasnya tetapi ingin juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dari data yang hasil direkam. Penulis tidak menemukan sumber datanya atau nara sumber secara kuantitatif menggunakan purvose sampling. Pola tersebut lazim disebut dengan Creation baset sampling artinya bahwa penggunaan sumber data atau nara sumber dianggap cukup mana kala informasi yang diperlukan sudah cukup memadai sehingga sering kali jumlah nara sumber atau sumber data memungkinkan untuk selalu berkembang dan bertambah. Tesis ini menggunakan rancangan studi kasus penelitian yang berupaya mencari kebenaran ilmiah dengan cara mempelajari secara mendalam perkembangan dari satu individu, kelompok orang. Lembaga dan tidak mustahil perkembangan suatu kejadian khusus. Studi kasus ini dimaksudkan untuk mencoba mengamati perkembangan dan fonemena yang terjadi pada sebuah organisasi dalam hal ini organisasi yang menjadi obyek penelitian adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Sifat penelitian ini adalah berupa penelitian deskriptif kualitatif. Oleh sebab itu pendekatan yang dilakukan adalah melalu pendekatan kualitatif dengan memakai bentuk study kasus (case study). Maksudnya adalah dalam penelitian deskriftif kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainya sehingga yang menjadi tujuan dalam penelitian deskriftif kualitatif ini adalah ingin menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya. 2. Kehadiran Peneliti. Insrumen utama dalam penelitian ini adalah manusia . Karena itu untuk menyimpulkan data secara koprehensif maka kehadiran peneliti di lapangan sangat diutamakan karena mengumpulkan data dilakuakn yang sebenarnya tanpa dimanipulasi dibuat dan dipanjang lebarkan Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus mengumpul data sehingga dapat dikatakan peneliti dalam penelitian ini bertindak sebagai instrumen kunci. Penelitian dalam hal ini akan melakuakn observasi. Wawancara dan mengambil dokumen. 3. Lokasi Penelitian Peneliti sengaja memilih lokasi penelitian di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dengan pertimbangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah yang favorit dan menjadi central madrasah-madrasah lain. Dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar memiliki guru guru yang variatif dengan latar belakang pendidikan yang beragam Dengan demikian sesuai dengan fokus masalah penelitia yang telah dikemukakan diatas, yang menjadi objek dalam tesis ini adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mengenai kepemimpinan Kepala madrasah dalam meningkatkan

prestasi kinerja guru 4. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´. Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person, place paper. 1. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. Dalam penelitian ini personnnya adalah Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 2. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak, meliputi fasilitas gedung, kondisi lokasi, kegiatan belajar-mengajar, kinerja, aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 3. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar, simbol-simbol dan lain-lain. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip, catatan-catatan, dokumen yang ada di Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 5.Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap. Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera. Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama, merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis, keadaan madrasah, sarana dan prasarana, kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah negeri Slemanan Udanawu Blitar . Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran. 2. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. b. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih, jika ternyata responden mengalami kesulitan

dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting. Dengan demikian reduksi data ini akan berlangsung secara terus menerus selama penelitian berlangsung. d. maka langkah selanjutnya menganalisa dan kemudian menyajikannya secara tertulis dalam laporan tersebut. c. mengkode. menelusuri tema. Pada penelitian. 6. Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian. Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip.menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. surat bukti. 3. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya. setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data. dimulai pada awal kegiatan sampai dilanjutkan selama kegiatan pengumpulan data dilaksanakan. yaitu berupa data yang ditemukan dari observasi partisipan. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. ³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. dan dokumentasi yang diperoleh dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data. wawancara mendalam. dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder. kata-kata yang berhubungan dengan . pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Analisis Data Dalam suatu penelitian. didengar. partisipan dan informan. paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian. dan satuan uraian dasar. yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu. membuat gugus-gugus dan mambuat memo. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. Informasi tersebut misalnya. peneliti membuat ringkasan. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif. menafsirkan serta meramalkan´. Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian. Data yang di dapat dalam penelitian ini berupa kalimat. kategori.

Kajian teori. Pada saat kegiatan analisis data yang berlangsung secara terus menerus selesai dikerjakan. Bab III. pengorganisasian dan aktifitas-aktifitas untuk mencapai sasaran. BAB II KAJIAN TEORI A. obervasi partisipan. memotivasi pengikut untuk mencapai tujuan. Bagian utama. serta mempengaruhi interpretasi mengenai peristiwa-peristiwa para pengikutnya. Untuk mengarah pada hasil kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data baik yang berasal dari catatan lapangan. daftar isi. halaman sampul. memuat daftar rujukan. lampiran-lampiran dan biodata penulis. dokumentasi yang didapat saat melakukan kegiatan di lapangan. definisi kepemimpinan secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. Hadari Nawawi berpendapat bahwa kepemimpinan adalah kemampuan menggerakkan. Bab V. mempengaruhi kelompok dan budayanya. judul. pengesahan. meliputi perangkat legalitas tesis. wawancara mendalam. Penutup. Pengertian Kepemimpinan Kepala Madrasah Definisi tentang kepemimpinan sangat bervariasi sebanyak orang yang mencoba mendefinisikan konsep kepemimpinan. pendekatan-pendekatan dalam kepemimpinan. persetujuan pembimbing. memuat tentang apa saja yang diperoleh dari penelitian yang meliputi gambaran obyek dan hasil penelitian dari fokus penelitian.fokus penelitian. Sistematika Pembahasan Untuk dapat melakukan pembahasan secara sistematik. Dalam hal ini membahas tentang pengertian kepemimpinan kepala madrasah. sehingga sajian data merupakan sekumpulan informasi yang tersusun secara sistematis yang memberikan kemungkinan untuk ditarik kesimpulan. tujuan dan kegunaan penelitian dirumuskan secara jelas. terdiri dari enam bab yaitu: Bab I. . . Bab IV. Dengan kata lain penyajian data ini merupakan proses penyusunan informasi secara sistematis dalam rangka memperoleh kesimpulan sebagai temuan penelitian. berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran-saran. Pembahasan hasil Penelitian Bab VI. motto. pendahuluan. dan abstrak. persembahan. G. maka langkah selanjutnya adalah melakukan penarikan kesimpulan. Bagian akhir. halaman. Metodologi Penelitian. kepemimpinan sebagai kunci keberhasilan kepala madrasah. Menurut Suharsimi Arikunto kepemimpinan adalah usaha yang dilakukan untuk mempengaruhi anggota kelompok agar mereka dengan suka rela menyumbangkan kemampuannya secara maksimal demi pencapaian tujuan kelompok yang telah ditetapkan. fungsi dan tipe kepemimpinan. maka diambil langkah-langkah sebagaimana dalam sistematika pembahasan sebagai berikut: Bagian awal. fokus penelitian yang dikaji dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. kata pengantar. hakekat prestasi kerja guru. peningkatan prestasi kerja guru. Bab II. studi pendahuluan dan diakhiri dengan sistematika pembahasan. penegasan istilah. dalam hal ini membahas proses penelitian yang digunakan dalam penelitian. Dalam bab ini dipaparkan latar belakang masalah. kepala madrasah dalam peningkatan prestasi kerja guru. Kepemimpinan Kepala Madrasah 1. Paparan data dan temuan hasil penelitian. daftar gambar.

Weschler dan fred Mescarik mendefinisikan kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang dilakuakn dalam suatu situasi dan diarahkan melalui proses kominikasi pada pencapaian tujuan atau tujuan-tujuan tertentu. bahwa kepemimpinan merupakan suatu tindakan atau aktifitas kegiatan untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi. Sehingga studi kepemimpinan hanya memperlakukan atau dihadapkan pada satu aspek yang sempit seperti pengaruh bawahan atau sifat-sifat pribadi. atau mempengaruhi bawahan. namun demikian pada dasarnya definisi-definisi tersebut memiliki kesamaan konseptual. melakukan koordinasi. Dengan demikian pengertian kepemimpinan tersebut dapat timbul dari mana saja asalkan unsurunsur dalam kepemimpinan itu terpenuhi. kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk beraktifitas. adanya aktifitas. karena kepemimpinan telah dipelajari melalui berbagai cara yang berbedabeda tergantung pada konsepsi kepemimpinan dan pilihan metodologi para penelitinya. menggerakkan. Paul Harsey dan Ken Blanchard menyebutkan pengertian lain dari para ahli lainnya mengenai kepemimpinan antara lain: ‡ Menurut George R. Melihat penjelasan mengenai pengertian kepemimpinan dan kepala madrasah tersebut. adanya orang yang dipengaruhi. atau perilaku yang satu sama lain dijadikan sasaran studi tanpa mengaitkan satu sama lain yang sebenarnya merupakan satu rangkaian persoalan di bidang kepemimpinan. tinjauan menyeluruh mengenai jenis-jenis pendekatan kepemimpinan sangat bermacam-macam. maka dapat ditarik suatu maksud bahwa kepemimpinan kepala madrasah adalah kemampuan kepala madrasah untuk memimpin. Meskipun masih banyak definisi atau pengertian tentang kepemimpinan yang dikemukakan para ahli lainnya. Irving R. pada hakekatnya merupakan usaha untuk menjawab atau memberikan pemecahan persoalan-persoalan dalam bidang . melakukan koordinasi serta megambil keputusan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Studi kepemimpinan yang terdiri dari berbagai macam pendekatan. antara lain: adanya orang yang mempengaruhi. 2. termasuk dalam hal ini adalah organisasi pendidikan.memberikan motivasi dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakantindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang dilakukan. Pendekatan-Pendekatan Dalam Kepemimpinan Pada dasarnya. adanya tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. yang mana pemimpin dalam organisasi ini adalah kepala sekolah/madrasah. Seseorang yang menduduki posisi pimpinan dalam suatu organisasi mengemban tugas melaksanakan kepemimpinan. ‡ Robert Tannen Baun. interaksi dan otoritas. meggerakkan. memimpin. Apapun bentuk suatu organisasi. ‡ Harold Konntz dan Cyril O¶Donnel mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi orang-orang untuk ikut dalam pencapaian tujuan bersama. atau mempengaruhi para guru dan segala sumber daya yang ada di madrasah sehinga dapat di daya gunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Melihat beberapa unsur tersebut. Kepala madrasah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu madrasah dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. dalam kenyataannya pasti memerlukan seorang dengan atau tanpa dibantu orang lain untuk menduduki posisi pimpinan/pemimpin. Tery kepemimpinan adalah aktifitas mempengaruhi orang-orang untuk berusaha mencapai tujuan kelompok secara sukarela.

Sedangkan keunggulan subyektif menyangkut keyakinan. Kedua. dalam pendekatan sifat mencoba menerangkan sifat-sifat yang membuat seseorang berhasil. 1). 3) selalu bergairah. mengemukakan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin antara lain: 1) berbadan sehat. Pendekatan sifat Pendekatan ini menekankan pada kualitas pemimpin. Sikap dan gaya kepemimpinan itu tampak dalam kegiatan sehari-hari. 2) yakin akan maksud dan tujuan organisasi. tidak adanya kesesuaian atau pendapat diantara para pakar tentang rincian sifat atau ciri-ciri kepemimpinan. hal ini menunjukkan hanya dengan menggunakan pendekatan sifat saja masalah kepemimpinan tidak akan dapat difahami dan dipecahkan dengan baik. terlalu sulit untuk menetapkan sifat-sifat yang harus dimiliki pemimpin karena setiap orang yang menjadi pemimpin memiliki keunikan masing-masing. cara memberi bimbingan. dalam hal bagaimana seorang pemimpin memberi perintah. Dengan demikian dari pendekatan sifat ini masih terdapat kelemahan-kelemahan antara lain: pertama. Penganut pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan sifat-sifat kepribadian yang dimiliki oleh pemimpin yang berhasil dan yang tidak berhasil. Pada dasarnya terdapat tiga pendekatan utama dalam kepemimpinan yaitu: ³pendekatan sifat. 9) pandai mengajari bawahan. 2). ketekunan. penguasaan teknologi. . situasi tertentu dan kondisi tertentu memerlukan kepemimpinan yang memiliki sifat dan ciri tertentu sesuai tuntutan situasi dan kondisi tertentu. dan keberanian. kepemimpinan dipandang sebagai sesuatu yang mengandung banyak unsur individu. Chester L. dan pendekatan situasional´. Meskipun telah banyak penelitian tentang sifat kepemimpinan. Ketiga. keluasan hubungan sosial. Pendekatan ini bertolak dari asumsi bahwa individu merupakan pusat kepemimpinan. Barnad dalam ³ The function of the executive´ mengemukakan dua sifat pemimpin yaitu sifat-sifat pribadi dan keunggulan subyektif. Sehingga seseorang menjadi pemimpin karena sifat-sifatnya yang dibawa sejak lahir bukan dibuat atau dilatih. 4) bersifat ramah-tamah. membagi tugas dan wewenangnya. daya ingat. kuat dan penuh energi. sikap-sikap hubungan sosial. Orway Tead seperti yang dikutip Purwanto. Pendekatan sifat berpendapat bahwa keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin dipengaruhi oleh sifat-sifat yang dimiliki oleh pribadi seorang pemimpin. daya tahan. daya tanggap pengetahuan. cara mendorong semangat kerja bawahan. sampai kini para peneliti belum berhasil menemukan satu atau sejumlah sifat yang dapat dipakai sebagai ukuran untuk membedakan pemimpin dan bukan pemimpin. ketrampilan. 5) mempunyai keteguhan hati. sifat-sifat tersebut ada pada seseorang karena pembawaan atau keturunan. dan imajinasi. 10) percaya pada diri sendiri. Banyak ahli yang telah berusaha meneliti dan mengemukakan pendapatnya mengenai sifat-sifat baik manakah yang diperlukan bagi seorang pemimpin agar dapat dan sukses dalam kepemimpinannya. kesopanan. 8) memiliki kecerdasan. pendekatan perilaku. 6) unggul dalam teknik kerja.kepemimpinan. motifasi dan dorongan berprestasi. Keith Davis seperti yang dikutib Miftah Toha merumuskan empat sifat yang tampaknya mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi antara lain: kecerdasan dan kedewasaan. cara mengambil keputusan dan lain sebagainya. cara berkomunikasi. 7) sanggup bertindak tegas. Sifat-sifat pribadi mencakup kondisi fisik. Pendekatan Perilaku Pendekatan perilaku ini merupakan pendekatan yang mendasarkan pada pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh sikap dan gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin yang bersangkutan.

Kepemimpinan partisipatif dengan tanda-tanda: .Membantu pekerjaan agar dilaksanakan 3. dan selalu mengawasi optimasi kemampuan bawahan dalam melaksanakan tugas. Sedangkan struktur inisiasi adalah perilaku pemimpin cenderung mementingkan tujuan organisasi. menerima usul bawahan. suportif.Dengan menggunakan pendekatan perilaku.Memberikan ganjaran atas nama perseorangan 4.Membuat jadwal kegiatan .Melaksanakan pendelegasian yang jelas dan menentukan kepada anggota.Meningkatkan moral / semangat staf . teori kepemimpinan empat faktor meliputi dimensi-dimensi: stuktural.Cepat mengambil tindakan dalam keputusan yang mendesak . dan memperlakukan bawahan sebagaimana pemimpin memperlakukan dirinya sendiri. mau berkonsultasi.Menekankan kepada hasil dan tujuan organisasi . dan partisipatif.Mengusahakan dan menyediakan sumber-sumber yang diperlukan .Menunjukkan keramahan dan kemampuan untuk melaksanakan pendekatan . Kepemimpinan Struktural .Mencari masukan dan nasehat yang menentukan . Ciri-ciri perilaku struktur inisiasi adalah memberikan kritik terhadap pelaksanaan tugas yang tidak tepat. teori empat faktor sangat mempunyai peranan yang penting. . para ahli mengembangkan teori kepemimpinan kedalam berbagai macam klasifikasi. Masing-masing dimensi ditandai dengan berbagai ciri sebagai berikut: 1. fasilitatif.Mau dan bersedia memperbaiki posisi-posisi yang telah terbentuk .Membantu perkembangan kepemimpinan yang posisional dan kepemimpinan yang sedang .Memantau penerapan keputusan . 2. mendukung dan membela bawahan.Menekan atau memperkecil kertas kerja yang birokratis . Harsey dan Blanchard sebagaimana dikutip Sujana menjelaskan bahwa perilaku atau perbuatan seseorang pemimpin cenderung mengarah pada dua hal yaitu konsiderasi dan struktur inisiasi. mementingkan batas waktu pelaksanaan tugas kepada bawahan.Pendekatan akan berbagai persoalan dengan fikiran terbuka .Menetapkan dan memperkuat kembali kebijakan organisasi .Memberikan dorongan dan penghargaan atas usaha orang lain . menetapkan standar tertentu tentang tugas pekerjaan. selalu memberi petunjuk kepada bawahan tentang cara melaksanakan tugas.Memperkuat relasi yang positif dengan pemerintah ataupun masyarakat.Mempercayai orang lain dengan pendelegasian tanggung jawab .Memberikan saran atas masalah kerja yang terkait . antara lain: a. Teori Empat Faktor Dalam usaha meningkatkan kualitas kepemimpinan. b.Menembangkan suatu pandangan organisasi yang kohesif sebagai dasar penngambilan keputusan . Kepemimpinan Suportif . Kepemimpinan Fasilitatif . Teori Dua faktor Berdasarkan teori ini. Ciri-ciri perilaku konsiderasi adalah ramah-tamah. Konsiderasi adalah perilaku pemimpin untuk memperhatikan bawahan.

pemimpin mementingkan atau menekankan kepada hal-hal yang bersifat produktif. pemimpin dengan jelas mendefinisikan peranan kepemimpinan dan memberikan kesempatan bawahan mengetahui apa yang diharapkan dari mereka. pemimpin memperhatikan ketenangan. b. Pendekatan ini menitik beratkan pada berbagai gaya kepemimpinan yang paling efektif diterapkan dalam sitiasi tertentu. d. f. k. Teori kepemimpinan kontingensi Teori ini dikembangkan oleh Fiedler dan Chemers. pemimpin mampu menggunakan persuasi dan organisasi secara efektif serta memperlihatkan keyakinan yang kuat . g. c. Orientasi kepada atasan (superior orientation). l. pemimpin berbicara dan bertindak sebagai wakil kelompok. Pendekatan situasional Pendekatan situasional hampir sama dengan pendekatan perilaku. pemimpin secara aktif menggunakan peranan kepemimpinannya daripada menyerahkan kepemimpinan kepada yang lain. Integrasi (integration). dengan mengkaji kepemimpinan dari beberapa variabel yang mempengaruhi perilaku akan memudahkan menentukan gaya kepemimpinan yang paling cocok.tumbuh . pemimpin memelihara secara akrab jaringan organisasi dan mengatasi konflik antar anggota. Stogdill juga mengemukakan bahwa untuk menilai perilaku kepemimpinan ada 12 faktor yang perlu diperhatikan. kesejahteraan. pemimpin mendamaikan tuntutan konflik dan mengurangi ketidakteraturan dari sistem yang ada. dan merupakan kualitas yang timbul karena interaksi orang-orang dalam situasi tertentu. disimpulkan bahwa seseorang menjadi pemimpin bukan saja karena faktor kepribadian yang dimiliki. pemimpin mampu memberikan toleransi terhadap ketidakpastian dan penundaan tanpa kekhawatiran atau gangguan. dan berjuang untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi. Menurut pandangan perilaku.Bekerja secara aktif dengan perseorangan atau kelompok . pemimpin membiarkan bawahan berkesempatan untuk berinisiatif. Perwakilan (representation). terlibat dalam keputusan dan berbuat. Yaitu: a. dan kontribusi (bantuan) bawahan. Ketepatan yang bersifat prediktif (predictive accuracy). Kedua belas faktor tersebut sangat membantu dalam menganalisa dan memperbaiki perilaku pemimpin dalam organisasi apapun. Toleran terhadap ketidakpastian (tolerance of uncertainty). tetapi juga berbagai faktor situasi dan saling berhubungan antara situasi dengan . Struktur inisiasi (inisiation of structure). Tuntutan perdamaian (reconciliation). Terdapat beberapa studi kepemimpinan yang menggunakan pendekatan ini antara lain: a. berdasarkan hasil penelitianya pada tahun 1950. e. i. pemimpin memperlihatkan wawasan ke depan dan kecakapan untuk memperkirakan hasil yang akan datang secara akurat. Dalam hal ini kepemimpinan lebih merupakan fungsi situasi dari pada sebagai kualitas pribadi. j. keduanya menyoroti perilaku kepemimpinan dalam situasi tertentu. Asumsi peranan (Role Assumption). Keyakinan (persuasiveness). Konsiderasi (concideration). Penekanan pada hal-hal yang produktuif (productive emphasis). Toleransi kebebasan (tolerance of freedom). pemimpin memelihara hubungan ramah-tamah dengan atasan yang mempunyai pengaruh terhadap pemimpin.Melibatkan orang lain secara tepat dalam pengambilan keputusan. h. 3).

yaitu Integred. Mereka telah memiliki kemauan untuk melakukan tugas. yaitu gaya ketika pemimpin merasa puas jika tugas bisa dilaksanakan. Gaya ini disebut menjual karena pemimpin selalu memberikan petunjuk yang banyak. Teori kepemimpinan situasional Teori ini merupakan pengembangan dari model kepemimpinan tiga dimensi yang didasarkan pada hubungan antara tiga faktor yaitu perilaku tugas. c. Reddin menyatakan bahwa keempat gaya tersebut menjadi efektif atau tidak efektif tergantung pada situasi. Keberhasilan pemimpin bergantung baik pada diri pemimpin maupun kepada keadaan organisasi. Kedua.kepemimpinan. Teori kepemimpinan tiga dimensi Teori ini dikemukakan oleh Reddin guru besar Universitas New Brunswick Canada. Menurut Fiedler tidak ada gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua situasi. dan decicated. serta kekuasaan yang berasal dari organisasi. related. serta mengawasi mereka secara ketat. struktur tugas. separated. Gaya kepemimpinan yang tepat untuk diterapkan dalam keempat tingkat kematangan anak buah dan kombinasi yang tepat antara perilaku tugas dan perilaku hubungan adalah: 1. Dari ketiga faktor tersebut. apa yang harus diperbuat. pemimpin sudah dapat mendelegasikan wewenang kepada anak buah. Makin matang anak buah. menurutnya ada tiga dimensi yang dapat dipakai untuk menentukan gaya kepemimpinan yaitu: perhatian pada produksi atau tugas. b. Perilaku hubungan merupakan ajakan yang disampaikan oleh pimpinan melalui komunikasi dua arah yang meliputi mendengar dan melibatkan anak buah dalam pemecahan masalah. bagaimana. kapan. perilaku hubungan dan kematangan. Menurut teori ini gaya kepemimpinan akan efektif jika disesuaikan dengan tingkat kematangan anak buah. Gaya Menjual (Selling) Gaya ini diterapkan apabila kondisi anak buah dalam taraf rendah sampai moderat. pemimpin harus mengurangi perilaku tugas dan perilaku hubungan. dan dimana tugas dilakukan. kapan. karena itu tekanan utama dari teori ini terletak pada perilaku pemimpin dalam hubungannya dengan anak buah. dan bagaimana mengerjakannya. tetapi belum didukung oleh kemampuan yang memadai. Perilaku tugas merupakan pemberian petunjuk oleh pimpinan terhadap anak buah melalui penjelasan tertentu. Gaya ini disebut mendikte karena pemimpin dituntut untuk mengatakan apa. sedangkan hubungan hanya dilakukan sekedarnya saja. gaya kepemimpinan yang mengutamakan tugas. hal tersebut menunjukkan bahwa efektifitas kepemimpinan bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat kondisi yang menyenangkan dalam situasi tertentu. Pertama. serta ada 3 faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu: hubungan antara pemimpin dan bawahan. 2. Gaya kepemimpinan Reddin sama dengan jaringan manajemen yangn dimiliki empat gaya dasar kepemimpinann. Adapun kematangan adalah kemampuan dan kemauan anak buah dalam mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas. dan memerlukan petunjuk serta pengawasan yang jelas. perhatian pada orang dan dimensi efektifitas. Selanjutnya pada saat anak buah mencapai tingkat kematangan penuh dan sudah dapat mandiri. . Gaya mendikte (Telling) Gaya ini diterapkan jika kematangan anak buah rendah. gaya kepemimpinan yang mengutamakan hubungan kemanusiaan. Gaya ini menekankan pada tugas. Berdasarkan ketiga dimensi tersebut Fiedler menentukan dua jenis gaya kepemimpinan dan dua tingkat yang menyenangkan. tingkat kematangan anak buah merupakan faktor yang paling dominan.

Fungsi artinya jabatan (pekerjaan) yang dilakukan atau kegunaan suatu hal atau kerja suatu bagian tubuh. seseorang melaksanakan kepemimpinannya karena memiliki sifat pribadi dan kemampuan sebagai pemimpin. Sedangkan berdasarkan situasinya. maka proses kepemimpinan tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan rutin yang diulang-ulang. Berdasarkan pendekatan dan teori kepemimpinan tersebut. yang jelas bahwa pemimpin itu harus memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan anggota-anggota biasa lainnya. fungsi kepemimpinaan adalah sebagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. Oleh sebab itu. Sebab dengan kelebihan-kelebihan tersebut. masalah-masalah yang dihadapi. maka situasi dan kondisi organisasilah yang mendorong seseorang berperan sebagai pemimpin. Gaya ini disebut mendelegasikan karena anak buah dibiarkan melaksanakan kegiatannya sendiri. Mereka mempunyai kemampuan. Dalam tingkat kematangan seperti ini upaya tugas hanya diperlukan sekedarnya saja. Oleh karena situasi itu selalu berkembang dan dapat berubah-ubah. . Gaya mendelegasikan Gaya ini diterapkan jika kemampuan dan kemauan anak buah telah tinggi. Proses kepemimpinan pada dasarnya merupakan interaksi antara manusia dengan makhluk sosial. Dalam kematangan semacam ini. Dari uraian tersebut diatas. 3. Tidak satupun cara bertindak/berbuat yang dapat digunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama. melainkan seseorang dengan sifat-sifat unggulnya harus mampu menempatkan posisinya secara efektif terhadap segala hubungan yang terjadi diantara sesama anggota atau antar kelompok. 3. kepemimpinan yang efektif adalah keberhasilan pemimpin dalam memerankan fungsifungsi kepemimpinan dengan baik yang sekaligus mampu membawa para bawahan untuk melakukan tugas-tugasnya dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok/organisasi masing-masing. tampak adanya dua konsepsi tentang bagaimana seseorang dapat dikatakan memegang peranan sebagai pemimpin. serta situasi dan kondisi organisasi yang dipimpinnya. Hal ini dilakukan jika anak buah berada pada tingkat kedewasaan yang tinggi. Fungsi Kepemimpinan Dalam kehidupan organisasi. tetapi kurang memiliki kemauan kerja dan kepercayaan diri. Terlepas dari adanya teori yang seakan-akan kontradiktif tersebut. apalagi berbeda di lingkungan suatu organisasi oleh seorang pemimpin. yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada di dalam dan bukan di luar situasi itu. upaya tugas tidak diperlukan. 4. Gaya ini disebut mengikut sertakan karena pemimpin dengan anak buah bersama-sama berperan dalam proses pengambilan keputusan.Dalam tingkat kematanga anak buah yang seperti ini. Gaya melibatkan diri Gaya ini diterapkan apabila tingkat kematangan anak buah berada dalam taraf kematangan moderat sampai tinggi. pemimpin bisa berwibawa dan dipatuhi bawahannya. diperlukan tugas serta hubungan yang tinggi agar dapat memelihara dan meningkatkan kemauan yang telah dimiliki. namun upaya hubungan perlu ditingkatkan dengan membuka komunikasi dua arah. Kepemimpinan tidak dapat dilepaskan hubungannya dengan situasi sosial yang terbentuk dan sedang berlangsung di lingkungan suatu organisasi. demikian upaya hubungan. melalui pengawasan umum. Berdasarkan pandangan tentang sifat seorang pemimpin. maka seorang pemimpin bukanlah sekedar seorang tukang atau juru.

Dengan demikian berarti juga suatu cara bertindak yang efektif dari seorang pemimpin tidak dapat ditiru secara tepat dengan mengharapkan hasil yang sama efektifnya oleh pemimpin yang lain. Cara bertindak sama di lingkungan organisasi yang berbeda dengan situasi sosial yang tidak sama. dan pengawasan. Seorang pemimpin bertugas memberikan struktur yang jelas dari situasi-situasi yang rumit . Tahap berikutnya konsultasi dari pimpinan pada orang-orang yang dipimpin dapat dilakukan setelah keputusan ditetapkan dan sedang dalam pelaksanaan. koordinasi. Keikutsertaan pemimpin harus tetap dalam fungsi sebagai pemimpin dan bukan pelaksana. Berkaitan dengan fungsi kepemimpinan. pengarahan. Fungsi kepemimpinan tersebut memiliki dua dimensi utama yaitu kemampuan pemimpin dalam mengarahkan (direction) dan tingkat dukungan (support) dari anggota organisasi. bagaimana. yang sangat dipengaruhi oleh kemampuan menganalisa situasi sosial organisasinya. 3) Fungsi partisipatif Dalam menjalankan fungsi ini pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya. sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. karena harus diwujudkan dalam interaksi antar individu dalam situasi sosial suatu kelompok/organisasi. Konsultasi itu dilaksanakan dengan maksud untuk memperoleh umpan balik untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan. Fungsi delegasi pada dasarnya berarti kepercayaan. maka hasilnya juga akan berbeda. tetapi dilaksanakan secara terkendali dan terarah berupa kerja sama dengan tidak mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain. Pada tahap pertama dalam usaha menetapkan keputusan. persepsi dan aspirasi. Cara bertindak dari seorang pemimpin didasari oleh keputusan yang ditetapkannya. dan dimana perintah itu dikerjakan agar keputusan dapat dilaksanakan secara efektif. Orang-orang penerima delegasi itu harus diyakini merupakan pembantu pimpinan yang memiliki persamaan prinsip. 4) Fungsi delegasi Fungsi ini dilaksanakan dengan memberikan pelimpahan wewenang membuat dan menetapkan keputusan. kapan. baik melalui persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pimpinan. Gerungan sebagaimana mengutip pendapat Ruch bahwa ada tiga fungsi utama dari pemimpin antara lain: 1. pemimpin kerapkali memerlukan bahan pertimbangan yang mengharuskannya berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya yang dinilai mempunyai berbagai bahan informasi yang diperlukan dalam menetapkan putusan. pemimpin sebagai komunikator merupakan pihak yang menentukan apa. Partisipasi tidak berarti bebas berbuat semaunya. ³Pemimpin yang efektif akan selalu berusaha mengembangkan situasi sosial yang bersifat kebersamaan yang mampu memberikan dukungan positif terhadap keputusan yang ditetapkannya´ Fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial. 5) Fungsi pengendalian Fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang sukses mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif. Fungsi pengendalaian ini dapat diwujudkan melalui kegiatan bimbingan. yang secara operasional dibedakan menjadi lima pokok fungsi kepemimpinan antara lain: 1) Fungsi Instruktif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya. Kepemimpinan yang efektif memerlukan kemampuan menggerakkan dan memotifasi orang lain agar mau melaksanakan perintah. 2) Fungsi konsultatif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah.

hal tersebut biasanya . Karena itu seorang pemimpin harus peka terhadap keadaan atau situasi dalam kelompoknya. bahwa seorang pemimpin perlu benar-benar memahami ideologi kelompoknya. Seorang penengah atau pelerai. 8.yang dihadapi oleh kelompoknya ( Structuring the situation). 3. 14. yaitu pemimpin sebagai sumber informasi dari anggota kelompok yang dipimpinnya. Seorang eksekutif. 13. Seorang Ahli. pencurahan isi hati dari para anggota kelompoknya. Figur seorang ayah. Seorang idealis. bahwa seorang pemimpin merupakan lambang dari yang dipimpinnya. Kambing hitam. Seorang simbol dari kelompok. 2. yaitu seorang pemimpin harus mampu menjadi panutan. Seorang pengontrol perilaku atau hubungan para anggotanya. Seorang pemimpin harus dapat merasakan dan menerangkan kebutuhan-kebutuhan kelompok yang dipimpinnya ke dunia luar. yaitu ikut berkiprah dalam mencapai tujuan kelompok. Seorang pemimpin harus mempunyai pendirian kuat agar tidak mudah terobangambing oleh pengaruh dari luar kelompoknya. Pemimpin sebagai cerminan sifat-sifat atau kepribadian kelompok yang dipimpinnya. 2. Seorang yang mewakili kelompok keluar. Seorang pembuat kebijakan. Seorang pemimpin dalam keadaan yang diperlukan perlu memberikan hukuman atau hadiah. Seorang pemimpin bertugas sebagai juru bicara kelompok yang dipimpinnya (spokesman of the group). 10. harapanharapan atau hal-hal yang lain. 7. menjadi teladan baik dalam ucapan maupun dalam perilaku dari yang dipimpinnya. yaitu pemimpin bertugas membuat rencana kegiatan dari yang dipimpinnya. 5. Krech dan Crutchfield mengemukakan pendapat mengenai fungsi pemimpin. 11. Seorang pengambil alih tanggung jawab. digariskan oleh pemimpin. yaitu sebagai tempat identifikasi. yaitu seorang pemimpin harus bersedia menjadi kambing hitam. Seorang perencana. tujuan. yaitu bahwa seorang pemimpin berkewajiban mengambil alih tangguing jawab atas tindakan anggotanya. Seorang panutan. Seorang pemberi hadiah atau hukuman. 12. yaitu seorang pemimpin bertugas sebagai pelerai atau sebagai penengah bila dalam kelompok terdapat perselisihan diantara para anggota. 3. Apa yang semestinya dikerjakan oleh kelompok perlu direncanakan. disadari atau tidak seorang pemimpin ikut memikul tanggung jawab segala tindakan dari yang dipimpinnya. baik mengenai sikap kelompok. Ini juga berarti bahwa seorang pemimpin bertugas mengendalikan perilaku anggota kelompok dan kelompok itu sendiri. dan pemimpin juga berkewajiban untuk memulihkan kembali hubungan yang kurang baik itu. bahwa pemimpin itu sebagai: 1. 9. 6. Sehingga diharapkan seorang pemimpin adalah seorang yang ahli dalam bidang yang dipimpinnya. 4. juga bertanggung jawab atas pelaksanaan hal-hal yang telah digariskan dalam kelompok yang dipimpinnya. sehingga dalam kepemimpinannya akan sesuai dengan aspirasi yang ada dalam kelompoknya. Seorang pemimpin bertugas mengawasi dan menyalurkan perilaku kelompok yang dipimpinnya (controlling group behavior). yaitu pemimpin menentukan kebijakan kelompok yang dipimpinnya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. keadaan ini terutama akan terjadi bila kelompok yang dipimpinnya membuat kesalahan. yaitu pemimpin mewakili kelompoknya ke dunia luar kelompoknya.

Disamping itu mungkin pula ada yang melaksanakannya dalam bentuk kombinasi. Diantaranya ada yang lebih mengutamakan fungsi instruktif. Seluruh fungsi tersebut diselenggarakan dalam aktifitas kepemimpinan secara integral. Setiap perbedaan pendapat diantara para anggotanya diartikan . Tipe Kepemimpinan Dalam menggerakkan atau memotivasi orang lain agar melakukan tindakan-tindakan yang selalu terarah pada pencapaian tujuan organisasi. Perbedaan-perbedaan tersebut mengakibatkan terjadinya berbagai tipe kepemimpinan. berusaha menumbuh-kembangkan kemampuan memikul tanggung jawab. yang berikutnya partipasi dan lain-lain. rapat hanyalah sebagai sarana untuk menyampaikan instruksi-instruksi. Fungsi kepemimpinan dalam kehidupan organisasi adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. Masing-masing penelitian berdiri sendiri tidak saling terkait sesuai dengan latar belakang konsep yang dimiliki oleh pakar. Demokratis. Dalam kepemimpinan yang otokratis. sehingga melahirkan penelitian kepemimpinan yang berbeda-beda. mengembangkan kerjasama yang harmonis. berusaha mengembangkan kebebasan berfikir dan mengeluarkan pendapat. Kekuasaan pemimpin yang otokratis hanya dibatasi oleh undang-undang. mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan batas tanggung jawab masing-masing. mendayagunakan pengawasan sebagai alat pengendali. Dalam melaksanakan kepemimpinannnya. Pemimpin yang otokratis tidak menghendaki musyawarah. Secara teoritis tipe kepemimpinan yang pokok dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: Otokratis.akan dilemparkan kepada pemimpin. yang memberikan gambaran pula tentang bentuk (tipe) kepemimpinan yang dijalankan. Adapun dalam pelaksanaannya pemimpin berkewajiban menjabarkan program kerja. pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap angota-anggotanya. penafsirannya sebagai pemimpin tidak lain adalah menunjukkan dan memberi perintah. seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan atau kecakapan dan keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan kepemimpinannya. mampu memberikan petunjuk yamg jelas. Pengetahuan dan keterampilan tersebut diperoleh dari pengalaman belajar secara teori maupun dari pengalamannnya dalam praktek selama menjadi pemimpin. Melihat fungsi-fungsi tersebut tidaklah ringan beban yang diemban oleh seorang pemimpin. sama sulitnya memberikan definisi kepemimpinan itu sendiri. Kesulitan ini terjadi sebab kepemimpinan menarik perhatian para ahli untuk menelitinya. sedang yang lainnya menerapkan fungsi delegasi. Tetapi untuk merumuskan apa yang menjadi fungsi kepemimpinan adalah sulit. tidak boleh membantah ataupun mengajukan saran. antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya. hampir sebanyak para ahli yang melakukan penelitian. memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. berbagai cara ditempuh oleh seorang pemimpin. sehingga sudah barang tentu untuk menjadi pemimpin dituntut persyaratan-persayaratan tertentu agar dalam melaksanakan kepemimpinannnya dapat berlangsung dengan baik. Laizes faire. Kewajiban bawahan adalah hanya mengikuti dan menjalankan. oleh karena itu tipe ini juga merupakan yang paling banyak dikenal. 4. Dalam proses kepemimpinan selalu terlihat titik berat yang berbeda dalam mewujudkan fungsifungsi kepemimpinan. Baginya. cara-cara yang digunakan merupakan pencerminan sikap dan pandangan pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya. 1) Kepemimpinan Otokratis Tipe kepemimpinan ini otokratis merupakan tipe kepemimpinan yang paling tua dikenal manusia.

Biasanya. berserakan diantara anggota kelompok. selalu membangun semangat anggota kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya. Jika ada angota yang tidak taat akan diberi hukuman dan jika ada yang taat dan patuh akan diberi penghargaan bahkan dianak emaskan. melainkan sebagai pemimpin di tengah-tengah anggota kelompoknya. 2) kesediaan anggota dalam melaksanakan tugas didasari oleh perasaan takut dan tertekan. dan mematikan kreatifitas. Supervisi bagi pemimpin yang otokratis hanyalah berarti mengontrol. 2) Kepemimpinan Laizes Faire Sebenarnya pemimpin dalam kepemimpinan Laises faire tidak memberikan pimpinan. Kepemimpinan dengan tipe otokratis. 3) Kepemimpinan Demokratis Pemimpin yang bertipe demokratis menafsirkan kepemimpinannnya bukan sebagai diktator. Kepemimpinan otoriter tersebut mempunyai dampak negatif dalam kehidupan organisasi. Kekuasaan dan tanggung jawab bersimpang-siur. takut mengambil keputusan. Juga kritik-kritik yang membangun dari para anggota sebagai umpan balik dan dijadikan bahan pertimbangan dalam tindakan-tindakan berikutnya. 3) organisasi menjadi statis. karena pimpinan tidak menyukai perubahan. sehingga ucapan raja berlaku sebagai undang-undang atau ketentuan hukum yang mengikat. Pemimpin demokratis dalam melaksanakan tugasnya mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari kelompoknya. dan bukan karena pengaruh dari pemimpinnya. dengan demikian mudah terjadi kekacauan. dan mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya. hal ini berarti bukan supervisi yang dilakukan akan tetapi sebagai inspeksi. banyak ditemui dalam pemerintahan absolut. Pemimpin yang demokratis selalu memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan. antara lain: 1) anggota akan menjadi pengekor yang tidak mampu dan tidak mau berinisiatif. Pemberian tugas dan kerjasama diserahkan kepada anggotanya tanpa ada petujuk atau saran dari pimpinan. baik balam tindakan maupun perbuatan. Dalam tindakan dan usaha-usahanya selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya. Pemimpin demokratis mempunyai kepercayaan diri sendiri dan menaruh perhatian dan kepercayaan pada anggota bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. yaitu mencari kesalahan dari para anggotanya.sebagai kepicikan. Tipe ini diartikan sebagai membiarkan orang-orang berbuat sekehendaknya. dari beberapa tipe kepemimpinan tersebut dapat saling mengisi. pembangkangan atau pelanggaran disiplin terhadap instruksi yang telah ditetapkan. Pemimpin tidak dapat diganggu gugat. Pemimpin yang temasuk tipe ini sama sekali tidak memberikan kontrol dan koreksi terhadap pekerjaan anggotanya. Segala kegiatan dilakukan tanpa rencana yang terarah dan tanpa pangawasan dari pimpinan. perkembangan biasanya datang dari para anggota. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha menstimulasi anggotanya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama. Dalam prakteknya. dalam tipe kepemimpinan laizes faire ini struktur organisasinya tidak jelas dan kabur. terutama . Tingkat keberhasilan organisasi dengan kepemimpinan laizes faire ini disebabkan karena kesadaran dan dedikasi beberapa anggota kelompok. Disamping itu kepemimpinan ini sering pula terlihat pada kepemimpinan diktator sebagaimana terjadi di masa Nazi Jerman dengan Hitler sebagai pemimpin yang otoriter. apakah segala perintah yang telah diberikan itu ditaati atau dijalankan dengan baik oleh para anggotanya.

menjalankan kepemimpinan di lingkungan organisasi yang bergerak di bidang yang sesuai dengan keahlian tersebut. dan dipatuhi secara rela dan ikhlas sehingga diikuti pendapat dan keputusannya. Walaupun masing-masing memiliki alasan yang berbeda. khususnya anggota organisasinya. 2) Tipe kepemimpinan simbol Pemimpin yang secara tradisional ini diakui sebagai simbol kebesaran kelompok/organisasi. Tipe ini menunjukkan gejala bahwa seorang pemimpin selalu bersedia melakukan segala sesuatu untuk kepentingan orang banyak. walaupun tidak berfungsi dan kepemimpinannnya diselenggarakan oleh orang lain yang menjadi pembantunya. dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan memanfaatkan masukan dari orang lain dari dalam dan luar organisasinya. Terjadinya perbedaan-perbedaan mengenai tipe kepemimpina tersebut adalah atas dasar hubungan antara pemimpin dan kelompok yang dipimpinnya. maka semua kualitas kepemimpinan haruslah memenuhi persyaratan dan tuntunan yang diajukan oleh situasi. tipe kepemimpinan ahli. misalnya pemimpin dalam lingkungan partai politik. maka dapatlah disimpulkan bahwa agar seseorang dapat tampil sebagai pemimpin yang baik dan sukses dalam melaksanakan kepemimpinannya. disegani. 1) Tipe kepemimpinan karismatik Pemimpin diterima karena kepribadiannya yang berpengaruh. serta tipe agiator. terdapat beberapa tipe kepemimpinan yang sifatnya sebagai pelengkap antara lain: tipe kepemimpinan Karismatik. Disamping itu dalam batas-batas tertentu kepemimpinan otoriter masih sangat diperlukan dalam kegiatan mengontrol dan pengawasan. organisatoris dan administrator. penuh pengabdian dan kesungguhan dalam menghadapi masalah dalam menjalankan kepemimpinannya. menimbulkan dan mempertajam perselisihan. Dari beberapa tipe kepemimpinan yang utama tersebut. . dan tertib. mengadu domba. Pemimpin selalu bertindak sebagai pelopor. Pemimpin tipe ini bekerja secra terencana. Dengan kata lain dalam kepemimpinan masih diperlukan kepemimpinan otoriter walaupun sifatnya yang lebih lunak. Misalnya guru diangkat sebagai kepala sekolah. pengayom. Sifat otoriter tersebut diperlukan sebagai perwujudan kesatuan perintah agar tidak membingungkan. dipercaya. simbol. Pemimpin menyenangi hubungan yang harmonis dengan orang-orang yang dipimpinnya.antara kepemimpinan otoriter dan kepemimpinan demokratis. dihormati. 4) Tipe kepemimpinan ahli Dalam tipe ini seorang yang mempunyai keterampilan atau keahlian profesional dalam bidang tertentu. Berpijak dari teori dan tipe kepemimpinan tersebut. 6) Tipe kepemimpinan agiator Tipe kepemimpinan agiator ini dilakukan dengan memberikan tekanan-tekanan. sistematis. 3) Tipe kepemimpinan pengayom Pemimpin yang ditempatkan sebagai kehormatan karena pengalaman dan posisinya dalam masyarakat. seorang dokter diangkat sebagai kepala rumah sakit. 5) Tipe kepemimpinan organisatoris dan administrator Tipe kepemimpinan ini berupa kemampuan membina dan mengelola kerjasama yang efektif dalam melaksanakan kegiatannya yang terarah pada tujuan yang jelas. Pemimpin seperti ini sering kali mampu memanfaatkan pertentangan yang ditimbulkannya untuk memperoleh dukungan dari kedua belah pihak yang bertentangan. sedia berkorban. memecah belah dan menghasut anggota organisasi dengan maksud untuk memperoleh keuntungan bagi pimpinan dengan atau tanpa kelompoknya.

Robert C. Karena sifatnya yang komplek dan unik. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan. Keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan kepemimpinan kepala madrasah. Sebagai pemimpin formal. kepala madrasah sebagai pemimpin formal pendidikan di lingkungannya. Kualitas kepemimpinan kepala madrasah dalam rangka melaksanakan tugas sangatlah penting. Bog sebagaimana dikutip Idhochi Anwar mengemukakan empat kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin pendidikan. Kemampuan mengorganisasikan dan memantau staf dalam merumuskan perbaikan pengajaran di sekolah dalam bentuk program yang lengkap. bimbingan serta visi dan misi yang ingin dicapai oleh kepala madrasah. antara lain: a. d. kepala madrasah memiliki tugas untuk mengembangkan kinerja para personil terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan. madrasah memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. kepala madrasah bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pendidikan melalui upaya menggerakkan para bawahan kearah pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. sebagaimana dinyatakan oleh Wahjosumidjo bahwa ³keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah´. Oleh karena itu sebagai pengelola. kepala madrasah perlu memiliki kompetensi dasar yang . Kemampuan untuk membina dan memupuk kerja sama dalam mengajukan dan melaksanakan program supervisi. Kedua. Sedang sifat unik menunjukkan bahwa madrasah sebagai organisasi memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lainnya. serta mampu melaksanakan peranan kepala madrasah sebagai seorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin madrasah. Kemampuan untuk mendorong dan mambimbing para guru serta staf agar dengan penuh kerelaan dan tanggung jawab berpartisipasi secara aktif pada setiap usaha sekolah untuk mencapai tujuan madrasah dengan sebaik-baiknya. Kepemimpinan Kunci Keberhasilan Kepala Madrasah Madrasah adalah lembaga pendidikan yang bersifat kompleks dan unik. Koordinasi yang baik diantara para anggota organisasi madrasah khususnya kepala madrasah sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan. c. Bersifat kompleks karena madrasah sebagai organisasi yang di dalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menentukan. Ciri-ciri yang menempatkan madrasah memiliki karakteristik tersendiri. Dalam satuan pendidikan. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secar efektif dan efisien.5. Kepala madrasah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan madrasah sebagai organisasi yang kompleks dan unik. Sebagai pemimpin pendidikan. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan administrasi madrasah dengan seluruh substansinya. Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada. kepala madrasah adalah pengelola pendidikan secara keseluruhan. Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksankan fungsi-fungsi kepemimpinan. Sebagai pengelola pendidikan. tempat terselenggaranya pembudayaan kehidupan umat manuisia. b. kepala madrasah menduduki dua jabatan penting untuk bisa menjamin kelangsungan proses pendidikan. dimana terjadi proses belajar-mengajar. Pertama. Kemampuan untuk membangkitkan dan memupuk kepercayaan pada diri sendiri dan para guru serta staf sekolah. oleh karena laju perkembangan kegiatan/program pendidikan yang ada di setiap madrasah ditentukan oleh arahan.

kekuatan manusia. Menpunyai pengalaman bekerja yang cukup. serta memberi tanda pada yang lain mengenai apa yang penting dan berharga bagi kegiatan persekolahan. serta teknik-teknik pemberian motifasi dengan berbagai instrumen. Kekuatankekuatan tersebut adalah: kekuatan teknikal. 4) Kekuatan simbolik Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek simbolik kepemimpinan. 1) Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen dan berhubungan dengan aspekaspek teknis kepemimpinan. Prinsip kekuatan teknikal ini bisa dikatakan sama dengan prinsip perencanaan dan manajemen. pangkat dan integritas. kepercayaan dan segi-segi budaya yang memberikan identitas yang unik pada madrasahnya. M. Siapapun yang diagkat menjadi kepala madrasah harus ditentukan melalui prosedur serta persyaratan-persyaratan tertentu seperti: latar belakang pendidikan. mengadakan supervisi dan evaluasi serta pengembangan staf dan kurikulum. kekuatan simbolik. Kekuatan teknikal ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya pengaturan kegiatan persekolahan yang baik. Prinsip kekuatan pendidikan adalah menemukan masalah pendidikan. memperkuat serta mengartikulasikan nilai-nilai. terutama di sekolah yang sejenis dengan sekolah . Ngalim Purwanto menjelaskan bahwa syarat minimal bagi seorang kepala sekolah antara lain: 1. Ketika menunjukkan kekuatan ini kepala madrasah memainkan peranan sebagai kepala dan memberikan model bagi tujuan-tujuan dan tingkah laku yang baik. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini kepala madrasah bertindak sebagai seorang yang mendefinisikan. Prinsip-prinsip kekuatan pendidikan ini mengandunng unsur-unsur pengajaran. pengalaman. Persyaratan-persyaratan formal tersebut bukanlah yang dimaksudkan sebagai persyaratan kepemimpinan. Memiliki ijasah yang sesuai dengan ketentuan/peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 5) Kekuatan budaya Kekuatan budaya merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan madrasah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu madrasah.disyaratkan. kekuatan pendidikan. 3) Kekuatan pendidikan Kekuatan pendidikan merupakan kekuatan kepemimpinan yanng berasal dari pengetahuan mengenai permasalahan pendidikan dan persekolahan. yaitu berupa kekuatan-kekuatan kepemimpinan yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. memberi penyuluhan pada guru. Persyaratan itu adalah ketentuan untuk menduduki suatu jabatan tertentu yang mengharuskan seseorang yang mendudukinya menjalakan fungsi kepemimpinan. kecakapan antar pribadi. pengembangan program pendidikan dan supervisi. Sedangkan prinsip pengaturan manusia meliputi pemberian dukungan dan kesempatan oleh kepala madrasah kepada para guru dan pegawai lainya. dan kekuatan budaya. Prinsip kekuatan manusia ini bisa dianggap merupakan pengaturan manusia meliputi hubungan antar manusia. Kepala sekolah/madrasah adalah jabatan pemimpin yang tidak bisa diisi oleh orang-orang tanpa didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan. 2. usia. 2) Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi sosial dan antar pribadi suatu madrasah yaitu unsur manusianya.

dan meningkatkan sedikitnya empat macam nilai yaitu: pembinaan mental. d) Pembinaan artistik yaitu membina tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni keindahan. b) Pembinaan moral yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ajaran baik-buruk mengenai suatu perbuatan. Berbagai kasus menunjukkan masih banyak kepala madrasah yang terpaku dengan urusan-urusan administrasi yang sebenarnya bisa dilimpahkan kepada tenaga administrasi. terutama dalam mendukung terbentuknya pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanaan tuganya. Memiliki kepribadian yang baik. Mempunyai keahlian dan berpengetahuan luas. Menciptakan iklim yang konduktif. Meskipun pengangkatan kepala madrasah tidak dilakukan secara sembarangan. dan motivator. serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik. kepala sekolah/madrasah sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai edukator.yang dipimpinya. administrator. manajer. kepala madrasah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam peranan sebagai pendidik. innovator. a. 4. Kepala madrasah profesional harus mampu memberikan dorongan agar para tenaga kependidikan terlibat secara aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olahraga. memajukan. terutama sikap dan sifat-sifat kepribadian yang diperlukan bagi kepentingan pendidikan. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugas masing-masing tenaga kependidikan. Pihak madrasah dalam menggapai visi dan misi pendidikan perlu ditunjang oleh kemampuan kepala madrasah dalam menjalankan roda kepemimpinanya. kepala madrasah harus berusaha menanamkan. Sebagai edukator. baik yang diprogramkan di sekolah maupun yang diselenggarakan oleh masyarakat sekitar. bahkan diangkat dari guru yang sudah berpengalaman atau mungkin sudah lama menjabat sebagai wakil kepala madrasah. Kepala madrasah sebagai edukator Dalam melaksanakan fungsinya sebagai edukator. Pengalaman semasa menjadi . memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan. 3. namun tidak dengan sendirinya membuat kepala madrasah menjadi profesional dalam melaksanakan tugas. a) Pembinaan mental yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan sikap batin dan watak. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan dimadrasahnya. Kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat kepada seluruh warga madrasah. supervisor. 5. Mempunyai ide dan inisiatif yanng baik untuk kemajuan dan pengembangan sekolahnya. leader. Dalam pelaksanaanya pekerjaan kepala madrasah merupakan pekerjaan berat yang menuntut kemampuan ekstra. Dalam hal ini faktor pengalaman akan sangat mempengaruhi profesionalisme kepala madrasah. terutama mengenai bidang-bidang penngetahuan dan pekerjaan yang diperlukan bagi sekolah yang dipimpinya. fisik dan artistik bagi para guru dan staf di lingkungan kepemimpinanya. Dalam hal ini kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas secara proporsional dan profesional. moral. memberikan nasehat kepada warga madrasah. c) Pembinaan fisik yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yanng berkaitan dengan kondisi jasmani atau badan. kesehatan dan penampilan mereka secara lahiriah. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan.

guru. sehingga seluruh aktifitas organisasi madrasah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektifitas pembelajaran. dan mendayagunakan sumberdaya madrasah secara optimal. Kepala madrasah sebagai manajer Manajemen pada hakekatnya merupakan suatu proses merencana. dan mengelola administrasi keuangan. kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk menngelola kurikulum. organisasi personalia. mengelola administrasi personalia. d. Sesuai dengan yang ditetapkan dalam penilaian kinerja kepala madrasah. penyusunan dan pendokumenan seluruh program pengajaran. Pengambil keputusan. Dalam ranngka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. mengorganisasi. pembiayaan dan evaluasi. pengkoordinasian. mengelola administrasi peserta didik. berfikir secara realistik dan konseptual 5. Dengan waktu dan sumber yang terbatas mampu menghadapi berbagai persoalan 4. kepala madrasah harus memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinanya dengan baik. Bertanggunng jawab dan mempertanggung jawabkan 3. Adapun fungsi pokok dari administrasi pendidikan seperti diungkap oleh Purwanto adalah perencanaan. ada delapan macam fungsi seorang manajer yang perlu dilaksanakan dalam organisasi. Seorang diplomat 8. kepegawaian. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama yang kooperatif. pengorganisasian. demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. b. yaitu: 1. Kepala madrasah sebagai administrator Kepala madrasah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktifitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan. atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala madrasah dalam melaksanakan pekerjaanya. memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Dikatakan suatu proses. memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya. Adalah juru penengah 6. yang diwujudkan dalam kemampuan menyusun program sekolah. Kepala madrasah sebagai supervisor Kegiatan utama pendidikan di madrasah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program madrasah. Seorang politisi 7. Menurut Stoner sebagaimana dikutip Wahjosumidjo. karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. mengelola administrasi kearsipan. memberdayakan tenaga kependidikan. supervisi. mengelola administrasi sarana dan prasarana. Oleh karena itu salah satu tugas kepala madrasah adalah sebagai . komunikasi. menjadi wakil kepala madrasah. Bekerja dengan dan melalui orang lain 2. Secara spesifik. c.

pengetahuan profesional. pengalaman. dan merefisi tujuan-tujuan pendidikan. e. dan atau menngirim mereka untuk mengikuti penataran-penataran. oleh sebab itu kemampuan memimpin secara efektif merupakan kunci keberhasilan kepala madrasah. 3. menyeleksi. 2. maka kepala madrasah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru senior untuk melaksanakan supervisi. arahan. Membina hubungan kerja sama anatara sekolah dengan masyarakat dan instansi-instansi lain dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Sebagaimana kutipan E. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. Jika jumlah guru cukup banyak. Membina kerjasama yang baik dan harmonis diantara para guru dan pegawai sekolah lainya. 5. Kepala madrasah dalam menjalankan tugasnya sebagai supervisor harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan. menyediakan perpustakaan sekolah. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Mulyasa dari Carter Good¶s Dictionary of education. Kepemimpinan adalah satu kekuatan penting dalam rangka pengelolaan. antara lain dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok. sesuai dengan bidangnya masing-masing. untuk memperbaiki pengajaran. pengawasan. meyeleksi pertumbuhan dan perkembangan guru-guru. mencari. Bersama para guru berusaha mengembangkan. Kepala madrasah sebagai seorang pemimpin harus mampu mendorong timbulnya kemauan yang kuat dengan penuh semangat dan percaya diri para guru. dikemukakan bahwa supervisi adalah: Segala usaha pejabat sekolah dalam memimpin guru-guru dan tenaga kependidikan lainya. bahan pengajaran dan metodemetode mengajar serta evaluasi pengajaran. Membangkitkan dan meranngsang para guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya. 4. Kepala madrasah sebagai leader Kepala madrasah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan.supervisor. termasuk menstimulasi. Wahjosumidjo mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang mencakup kepribadian. Keberhasilan kepala madrasah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh: meningkatnya kesadaran tenaga kependidikan untuk meningkatkan kinerjanya dan meningkatnya keterampilan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya. Pengawasan dan pengendalianjuga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar para tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya. 6. keahlian dasar. seminar. staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing-masing. dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku. Pengawasan dan pengendalian ini merupakan kontrol agar kegiatan pendidikan di madrasah terarah pada tujjuan yang telah ditetapkan. membuka komunikasi dua arah dan mendelegasikan tugas. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media insruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar. staf . Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. Secara umum kegiatan atau usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sesuai dengan fungsinya sebagai supervisor antara lain: 1. Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan para guru dan pegawai sekolah. Selain itu juga harus memberikan bimbingan dan mengarahkan para guru.

kreatif. mengintegrasikan setiap kegiatan. Segala bentuk kegiatan sekolah perlu diarahkan kepada peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan agar dapat berkembang dan maju sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan zaman.dan siswa serta memberikan dorongan memacu dan berdiri di depan demi kemajuan dan memberikan inspirasi sekolah dalam mencapai tujuan. disiplin. Kepala madrasah sebagai inovator Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator. dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. Kepala madrasah sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara melakukan pekerjaanya secara konstruktif. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan. menunjukkan bahwa kepala madrasah memperhatikan mereka. serta adaptabel dan fleksibel. 3. Pada saat ini masalah ke-kepala sekolahan merupakan suatu peran yang menuntut persyaratan kualitas kepemimpinan yang kuat. sebagai keberhasilan madrasah diperlukan adanya kepemimpinan kepala madrasah yang profesional. keteladanan. rasional dan obyektif. 4. penghargaan secara efektif. Dalam usaha melakukan pembinaan kepala madrasah. disiplin. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di madrasah. g. memberikan rasa aman. Kepala madrasah sebagai motivator Sebagai motivator. dan menyenangkan. 2. Antara lain. dan melaksanakan berbagai pembaharuan di madrasah. Motivasi dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada para tenaga kependidikan dan para tenaga kependidikan dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. pembinaan. pragmatis. Peningkatan profesionalisme kepala madrasah harus merupakan proses keseluruhan dalam suatu . f. Peningkatan kualitas dan profesionalisme kepala madrasah perlu dilaksanakan secara terus menerus dan terencana dengan melihat permasalahan-permasalahan dan keterbatasan yang ada. dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar. mencari gagasan baru. Pemberian hadiah lebih baik daripada hukuman. yaitu memberikan perhatian secara sistematik dan terus menerus terhadap siklus kegiatan antara lain. 5. pengangkatan. Para tenaga kependidikan harus selalu diberitahu tentang hasil dari setiap pekerjaanya. pengaturan suasana kerja. dorongan. menemukan. 1. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. terdapat cara yang perlu dilaksanakan. rekruitmen. Para tenaga kependidikan akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik. Kunci keberhasilan suatu madrasah pada hakekatnya terletak pada efektifitas dan efisiensi penampilan kepala madrasah. pemempatan. sekaligus mampu mencari. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. evaluasi terhadap kepala sekolah. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya. Bahkan telah berkembang menjadi tuntutan yang meluas dari masyarakat. Mulyasa mengungkapkan beberapa prinsip yang dapat diterapkan kepala madrasah untuk mendorong tenaga kependidikan agar mau dan mampu meningkatkan profesionalismenya. seleksi. mengatur pengalaman sedemikian rupa sehingga setiap pegawai pernah memperoleh kepuasan dan penghargaan.

Prestasi Kerja Guru 1. Hakekat Prestasi Kerja Guru Prestasi adalah hasil karya yang telah dicapai seseorang dalam melaksanakan pekerjaanya yang dengan adanya usaha untuk meningkatkan mutu dari pada hasil pekerjaanya. sebagaimana dikemukakan oleh E. jangka panjang. dan pegawai lainya. kepemimpinan madrasah yang kuat. Smit menyatakan bahwa kinerja adalah ³ «out drive from processes. 2. B. 4. sehingga sistem penilaian tersebut akan menjadikan suatu alat untuk lebih meningkatkan prestasi kerja .organisasi madrasah. 3. human or otherwise´ Maksudnya bahwa kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. Menciptakan suatu iklim yang kondusif sehingga memungkinkan kepala sekolah berdiskusi dengan kepala sekolah lain untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kaitanya dengan peningkatan kualitas pendidikan. kemauan untuk berubah serta evaluasi dan perbaikan yang berkelanjutan demi sukses dan lancarnya program madrasah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. yaitu hasil yang lebih baik. membudaya baik dari personil maupun bagi peserta didik. Usaha-usaha yang dilakukan pengawas sekolah/madrasah dalam mengembangkan profesional kepala madrasah. Hal ini penting. pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif. Sehingga prestasi kerja guru lebih merupakan kesanggupan guru dalam melaksanakan tugas pekerjaannya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Setiap tenaga kependidikan.P. dan ukuran waktu. yang bersama kepala madrasah memilikki tanggung jawab terhadap perkembangan madrasah. maupun peserta didik dituntut untuk memiliki kepedulian yang muncul secara integral. . Jadi prestasi kerja/kinerja merupakan hasil dari perbuatan seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya. Dalam penilaian prestasi kerja. Dampak tersebut meliputi efektifitas pendidikan. Mulyasa sebagai berikut: 1. Dengan demikian prestasi kerja guru adalah hasil yang telah dicapai guru dalam menjalankan pekerjaannya. Prestasi kerja sebagaimana dijelaskan oleh Sudarmayanti. Siagian memberikan definisi prestasi adalah kemampuan memperoleh out put yang sebesarbesarnya dari sarana dan prasarana yang ada dengan menghasilkan luaran (out put) yang optimal. karena pengawas sekolah dalam melaksanakan upaya peningkatan profesionalisme cnderung kuranng memperhatikan ideide baru yang berkembang di masyarakat. berjalan dengan nyata. Kepala madrasah profesional dalam pelaksanaan fungsinya akan memberikan dampak posotif dan perubahan yang cukup mendasar dalam pembaharuan sistem pendidikan di madrasah. Mengadakan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah dan memberikan masukan kepada kepala sekolah mengenai penyelenggaraan sekolah. bermutu dan tepat sasaran. Dari pengertian tersebut pada dasarnya terdapat tiga prinsip utama prestasi kerja. seharusnya dilakukan dengan melihat berbagai segi. sedangkan August W. Upaya peningkatan mutu sekolah dan profesionalisme kepala madrasah tidak terlepas dari peran pengawas sekolah selaku pimpinan pendidikan. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para kepala sekolah untuk melanjutkan pendidikanya dalam rangka menunjang karier dan meninngkatkan kemampuanya. berarti juga kinerja. kerjasama yang kompak. para guru. Memberikan perhatian dan jalan keluar atas segala permasalahan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. pencapaian kerja. atau hasil kerja/ unjuk kerja/ penampilan kerja. baik kepala sekolah. bahwa apa yang dilakukan adalah dalam rangka peninngkatan profesionalisme kepala madrasah serta pencapaian mutu dan prestasi belajar. pelaksanaan kerja. Lebih lanjut S. kesatuan waktu.

tertib. Mitchell juga mengatakan bahwa untuk mengadakan pengukuran terhadap kinerja seseorang dapat berdasarkan formula ³Performance = Ability X Motivation´. Disamping kelima aspek tersebut. penilaian prestasi kerja guru pada dasarnya merupakan penilaian yang sistematik terhadap penampilan guru sendiri dan terhadap taraf potensi guru dalam upayanya mengembangkan diri untuk kepentingan madrasah. 7. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mulai mengalami keberhasilan dalam tugastugas yang mereka laksanakan. sebab apabila penilaian prestasi kerja tersebut dilakukan dengan baik. maka prestasi kerja guru merupakan hasil yang telah dicapai guru dengan menunjukkan efektifitas. capability. proptness. orang yang tinggi abilitynya tetapi rendah motivasinya akan menghasilkan kinerja yang rendah. karena kinerja merupakan indikator dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai tingkat produktifitas yang lebih tinggi dalam suatu organisasi. Jika dikaitkan dengan tenaga kependidikan. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mengetahui bahwa organisasi mereka berkembang. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka merasa bahwa organisasi menyediakan peluang bagi prestasi mereka untuk dihargai dan diberi ganjaran. Kelima aspek tersebut dapat dijadikan ukuran dalam mengkaji tingkat kerja seseorang. demikian halnya orang yang bermotivasi tinggi tetapi abilitynya rendah. dan bena-benar dapat membantu meningkatkan prestasi kerja sekaligus juga meningkatkan loyalitas organisasi dari para anggota organisasi tersebut. dan sejauh mungkin mempergunakan kemampuan mereka. Sedangkan pokok-pokok atau hal-hal yang diperlukan dalam suatu sistem penilaian prestasi kerja menurut TV Rao adalah sebagai berikut: 1. pada penerapannya kinerja guru merupakan hubungan antara kemampuan yang dimiliki guru dengan motivasi yang ada pada guru tersebut. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka dipercaya dan diperlakukan dengan hormat. Dari pernyataan tersebut jelas bahwa kinerja merupakan hasil interaksi antara motivasi dengan ability (kemampuan). Standar kerja perlu dirumuskan sebagai tolok ukur dalam mengadakan perbandingan antara apa yang telah dilakukan dengan yang diharapkan. Karyawan akan mempunyai taraf kehidupan yang lebih tinggi apabila melihat bahwa organisasi mereka bersedia menginvestasi waktu dan sumber daya yang lain untuk pengembangan-pengembangan orang-orangnya. 3. 6. paling tidak akan memberikan keuntungan bagi sekolah pada umumnya. 4. Apabila hal ini dilakukan di sekolah. Kinerja sangat terkait dengan produktifitas.yang dihasilkan. initiative. 2. efisiensi serta kualitas kerja guru. Kelebihan dan kekurangan yang ada dapat merupakan cambuk bagi kemajuan-kemajuan para guru mendatang. kaitannnya dengan pekerjaan atau jabatan yang telah dipercayakan kepada seseorang. Mitchell menyatakan bahwa kinrja meliputi beberapa aspek. dan bagi guru khususnya akan mengetahui sampai dimana dan bagaimana prestasi kerjanya dinilai oleh atasan atau tim penilai. Oleh sebab itu upaya untuk mengadakan penilaian terhadap kinerja/ prestasi kerja suatu lembaga atau organisasi merupakan hal yang sangat penting. and comunication. 5. Karyawan akan bekerja keras apabila mereka merasa diperlukan dalam organisasi. yaitu quality of work. Dalam mengadakan penilaian terhadap pekerjaan seseorang perlu ditetapkan standar kinerja atau standar performance. Standar dapat pula dipandang dan dijadikan ukuran dalam mengadakan pertanggung jawaban terhadap sesuatu yang telah dilakukan. karyawan bekerja lebih baik apabila mereka merasa jelas mengerti apa yang diharapkan dari mereka dan apabila sesekali mereka berwenang mengubah harapan-harapan itu. Hasil kerja guru pada gilirannya dipengaruhi oleh kinerja guru. .

. terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sempat dirasakan atau mendesak. Uzer Usman adalah kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh seorang guru melalui pendidikan dan latihan. Kebutuhan berprestasi merupakan kebutuhan manusia untuk melakukan sesuatu karya yang berprestasi atau yang lebih baik dari karya orang lain. Tingginya motivasi kerja guru dipengaruhi oleh persepsi mereka atas kemampuan melaksanakan tugas. Peningkatan Prestasi Kerja Guru Peningkatan prestasi kerja guru identik dengan kemampuan melaksanakan tugas guru serta meningkatnya motivasi kerja. Dengan demikian. yang nantinya dapat dipergunakan dalam kenaikan pangkat´. c. Dengan kata lain para guru akan melakukan semua pekerjaannya dengan baik apabila ada faktor pendorong atau motivasi. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. mempunyai perhatian. . alat dan media pembelajaran serta evaluasi pembelajaran. metode pembelajaran. para guru akan berprestasi dan melakukan pekerjaannya dengan baik apabila ada motivasi dalam dirinya yang berupa kebutuhan untuk meningkatkan prestasinya. Tanggung jawab tersebut pada gilirannya akan memberikan kepuasan dan merupakan faktor motivasi untuk berprestasi. Dengan sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. Motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif. pengertian-pengertian tersebut mengandung maksud yang sama yaitu merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Kebutuhan berprestasi adalah salah satu faktor yang menimbulkan motivasi yang merupakan unsur terpenting dalam menentukan prestasi seseorang atau produktifitas kerja. Dalam proses pembelajaran terkandung beberapa komponen. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. Memiliki fungsi dan signifikansi sosial. Callahan and Clark mengemukakan bahwa motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah tujuan tertentu.2. Untuk dapat mengembangkan semua komponen tersebut secara baik. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan prestasi kerja. yang diselenggarakan oleh PPs IKIP Bandung tahun 1990. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara profesional. karena prestasi kerja guru dihargai dalam bentuk angka kredit. Kebutuhan manusia menurut Mc Celland adalah terpusat pada satu kebutuhan yakni kebutuhan berprestasi. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. Pengertian kompetensi guru menurut Moh. Apabila guru memiliki motivasi positif maka ia akan memperlihatrkan minat. Kompetensi pada dasarnya menunjuk pada kecakapan atau kemampuan untuk mengerajakan suatu pekerjaan. b. Mengacu pada pendapat tersebut bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu aktifitas. Memiliki keahlian/keterampilan teretentu. Dan masih banyak pengertian lain dari kompetensi guru. yang terjadi pada saat tertentu. dirumuskan 10 ciri suatu profesi yaitu: a. seorang guru dituntut untuk mempunyai berbagai kemampuan dan kompetensi profesional. Motivasi merupakan unsur penentu yang mempengaruhi perilaku yang terdapat dalam setiap individu. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. guru juga diberi tanggung jawab atas profesi yang disandangnya. Faktor yang berpengaruh terhadap motivasi kerja sebagaimana dikemukakan oleh Herzberg adalah ³ sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. Sebagai pendidik profesional. antara lain tujuan pembelajaran.

mengingat banyaknya jenis pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi tersebut dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas-tugas pendidikan formal profesional dan menganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. Pengelolaan program belajar-mengajar. maka dengan melihat ciri-ciri tersebut. f. b. Nana Sudjana mengemukakan kompetensi yang harus dimiliki guru antara lain: kompetensi pribadi. 7. 9. Seorang guru yang profesional harus memiliki kemampuan menyampaikan atau mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada para siswa secar efektif dan efisien. . 5. khusus untuk profesi seorang guru dalam garis besarnya ada tiga yaitu: a. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. ciri tersebut belum dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para guru. atau antara pendidikan profesional dengan non profesional. 4. Seorang guru yang profesional harus berpegang teguh kepada kode etik profesional. untuk itu seorang guru harus memiliki ilmu keguruan. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. g. Secara teoritis ketiga kompetensi tersebut dapat dipisah-pisahkan. Ia benar-benar seorang ahli dalam bidang ilmu yang diajarkan. Memiliki kode etik. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. e. Kebebasan untuk memberikan keputusan dalam memecahkan masalah dalam lingkungan kerjanya. Pengelolaan kelas. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. Memang dalam ini sukar dihindari. Pada sisi lain. kompetensi sosial/ kemasyarakatan. j. guru yang terampil mengajar harus pula memiliki pribadi yang baik dan mampu melakukan pengembangan dalam masyarakat. 10. Diantara ketiga jenis kompetensi tersebut saling menjalin secara terpadu dalam diri guru. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. i. 3. atau setiap orang bisa mendidik. Memiliki tanggung jawab profesional. 8. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga non profesional pendidikan yang melaksanakan tugas-tugas pendidikan. Seorang guru yang profesional harus menguasai bidang ilmu pengetahuan yang akan diajarkan dengan baik. akan tetapi secara praktis sesungguhnya ketiga kompetensi tersebut tidak mungkin dapat dipisahkan. c. Pengelolaan interaksi sumber belajar-mengajar. Berkenaan dengan kemampuan atau kompetensi yang perlu dimiliki oleh seorang guru. sebab masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas profesinya. Aplikasi dan sosialisasi niai-nilai profesional.d. 6. Seluruh operasionalnya. 2. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. Ciri-ciri tersebut ditunjukkan untuk profesi pada umumnya. h. Lebih lanjut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan merinci kemampuan atau kompetensi yang harus dimiliki guru dalam 10 kemampuan yaitu: 1. kompetensi profesional. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keilmuannya. Penilaian prestasi siswa. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran.

dekat. Dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru Kepala madrasah merupakan motor penggerak. kepala madrasah harus mampu membantu para guru mengembangkan pola dan meningkatkan standar perilakunya. pemberian motivasi. Sejalan dengan hal tersebut. Mempu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif. sebagai individu dan sebagai kelompok. Perilaku kepala madrasah yang positif dapat mendorong dan memotivasi guru untuk bekerja sama dan meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan. Sehingga dalam peningkatan prestasi guru harus diikuti pula peningkatan dalam kemampuan dan peningkatan motivasi. serta menggunakan pelaksanaan aturan sebagai alat untuk menegakkan . Upaya atau kiat-kiat yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru antara lain melalui. c. b. penentu arah kebijakan madrasah yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan madrasah dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. Prestasi kerja guru merupakan perkalian antara kemampuan guru dalam mengajar dan motivasi. Keterpaduan itu tercermin dari adanya integritas antar penguasaan bahan ajar. Dengan demikian. proses.Penerapan kompetensi tersebut menekankan penting adanya kinerja terpadu oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya. e. maka semakin jelas bahwa faktor kompetensi dan faktor motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan prestasi kerja guru. Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif. f. Jika guru rendah pada salah satu komponen. Mampu memberdayakan guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. Kepemimpinan kepala madrasah yang efektif dapat dilihat berdasarkan kriteria-kriteria berikut ini: a. Perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat. a. dan produktif. fondasi profesional kependidikan. dan penuh pertimbangan terhadap para guru. pembinaan disiplin tenaga kependidikan. Prestasi kerja guru yang rendah merupakan hasil dari kemampuan yang rendah dan motivasi yang rendah. Bekerja dengan tim manajemen. sehingga kepala madrasah dituntut untuk mempunyai taktik atau kiat yang tepat dan senantiasa meningkatkan efektifitas kinerjanya. lancar. Perilaku instrumental merupakan tugas-tugas yang diorientasikan dan secara langsung diklarifikasikan dalam peranan dan tugas-tugas para guru. baik sebagai individu maupun kelompok. terutama disiplin diri. Pembinaan disiplin. penyesuaian diri tehadap suasana kerja dan kepribadian. Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lainnya. maka prestasi kerjanya akan rendah pula. kompetensi adalah mutlak dimiliki dan dikuasai oleh setiap guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Kompetensi profesional merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menunjang fungsi dan peranan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Seorang pemimpin harus mampu menumbuhkan displin. Dalam kaitan ini. C. d. penghargaan dan persepsi.

Peningkatan profesionalisme guru perlu dimulai dengan sikap demokratis. 6. Memberikan informasi yang lengkap terhadap bawahan tentang peraturan dan hukuman bagi yang melanggar. spesifik. Oleh sebab .D. Lebih lanjut Lazaruth mengatakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja seseorang dalam organisasi adalah perasaan puas. karena merasa kesejahteraan material dan spiritual terpenuhi. mempunyai perhatian. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya. Mengelola disiplin secara tepat dan konsisten. bersikap adil. misalnya motivasi. tepat waktu. H. dapat dikatakan bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga/organisasi. Pemberian motivasi Keberhasilan suatu organisasi atau lembaga dipengaruhi oleh berbagai faktor. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. 2. 3. Selalu memelihara harga diri kepala sekolah. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu mendisiplinkan seseorang. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong. 5. ia akan memperlihatkan minat. Mengacu pada pendapat tersebut. jangan menyerang pribadi. Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik. tetapi tidak diharapkan sikap yang otoriter. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. b. baik yang datang dari dalam maupun dari lingkungan. yang patut diteladani.displin. Oleh karena itu dalam membina disiplin perlu berpedoman pada sikap tersebut. Motivasi dapat merupakan upaya pemimpin untuk memberikan dorongan kepada pihak yang dipimpin atau pelaksana kegiatan supaya pihak yang dipimpin mengarahkan perbuatannya dengan menggunakan potensi yang ada pada dirinya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. konsisten. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif. Mencari bukti sebelum menjatuhkan teguran dan hukuman. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. dan ingat bahwa pendisiplinan tidak untuk memperkuat perilaku yang jelek. 4. Secara pribadi memberikan peringatan tertentu pada bawahan. Sedangkan kepala sekolah sebagai pengemban ketertiban. Sudjana menyatakan bahwa motivasi adalah upaya membangkitkan keinginan seseoran atau kelompok sehingga ia atau mereka berbuat sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Motivasi merupakan salah faktor yang cukup dominan dan dapat mengerakkan faktor-faktor yang lain kearah efektifitas kerja. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan kerja. yang satu sama lainnya berbeda. tetapi juga dalam psykisnya. Oleh karena itu. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. Memberikan peringatan yang cukup sebelum memberikan hukuman. yakni dari.. Dengan diperolehnya kepuasaan dalam memenuhi keinginan dan cita-cita hidupnya. oleh dan untuk guru. jangan mengancam. Menggunakan segala macam hukuman secara tepat. Setiap guru memiliki karakteristik khusus. 7. Wahjosumidjo memberikan beberapa petunjuk yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan disiplin antara lain: 1. para guru akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat. Paul Harsey mengemukakan bahwa pemimpin dalam mendisiplinkan seseorang hendaknya jangan terlalu emosi.

Kepala madrasah merupakan komponen yang sangat penting dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan. dan kebutuhan-kebutuhan anggota kelompok. Mendengarkan informasi dari yang dimotivasi. 8. 4. Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madarasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan kinerja guru dan berdasarkan tempat penelitiannya. Mengatasi suatu konflik. Penghargaan ini akan bermakna apabila dikaitkan dengan prestasi guru secara terbuka sehingga setiap guru memiliki peluang untuk meraihnya. Menjelaska dan mengkomunikasikan tujuan motivasi. sabar dan penuh pengertian. d. Melihat keadaan diri sendiri. Tut Wuri Handayani (di depan menjadi teladan. Fungsi kepala madrasah hendaknya diartikan seperti motto Ki Hajar Dewantara yaitu ³ Ing Ngarsa Sung Tulada. dimulai dari langkah pertama sampai dengan langkah terakhir. penelitian ini termasuk kelompok penelitian kancah atau lapangan. Dalam usaha mendorong para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan atau pekerjannya dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Persepsi yang baik akan menumbuhkan iklim kerja yang kondusif serta sekaligus akan meningkatkan produktifitas kerja. 6. 7. agar tidak menimbulkan dampak negatif. 2. dalam kaitan ini kepala madrasah dituntut untuk berusaha mamahami keinginan-keinginan dan cita-cita para guru atau bawahan serta berusaha memenuhinya. Kepala madrasah harus menjadi contoh. 9. Memberikan penghargaan melalui komunikasi. Ing Madya Mangun Karsa. Menghindari resiko. 3. di belakang menjadi pendorong)´ BAB III METODE PENELITIAN B. agar para guru beserta pegawai lainnya akan meningkatkan kinerjanya. di tengah membina kemauan. Kepala madrasah perlu menciptakan persepsi yang baik bagi setiap tenaga kependidikan terhadap kepemimpinan dan lingkungan madrasah. Langkah-langkah tersebut dilakukan oleh penggerak yaitu kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan secara bertahap dan berangkai. Pendekatan Dan Jenis Penelitian. Persepsi Persepsi adalah kecakapan untuk cepat melihat dan memahami perasaan-perasaan. Menyelenggarakan pertemuan untuk merangsang pihak yang dimotivasi. kepala madrasah bertanggung jawab mengarahkan apa yang baik untuk anggotanya sedangkan dia sendiri harus berbuat baik. Penghargaan Penghargaan sangat penting untuk meningkatkan kegiatan yang produktif dan mengurangi kegiatan yang kurang produktif. kepala madrasah dapat menggunakan langkahlangkah sebagaimana disarankan oleh Douglas Dunn berikut ini: 1. Menjelaskan alasan motivasi. Penggunaan penghargaan ini perlu dilakukan secara tepat dan efektif. c. 5. Memberikan pengakuan terhadap kegiatan dan orang yang dimotivasi. Dengan penghargaan guru akan terangsang untuk meningkatkan kinerja yang positif dan produktif. dalam kaitannya dengan peningkatan prestasi kerja guru.itu. Latar penelitian yang dipilih adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan . sikap-sikap.

Kehadiran Peneliti Untuk memperoleh data sebanyak mungkin dan mendalam selama kegiatan di lapangan. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada unit tersebut. 7) lebih mementingkan proses dari pada hasil. 9) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data. 11) hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama. ³dalam pendekatan kualitatif. C. 3) menggunakan metode kualitatif. Semua karakteristik dari variabel yang diteliti dalam penelitian ini dideskripsikan sebagaimana adanya tanpa ada perlakuan atau pengendalian secara khusus. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiayah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotifasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. Sedangkan pendekatan yang digunakan menurut jenisnya datanya. penulis sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. penelitian ini termasuk penelitian kualitatif.Udanawu Blitar.. 10) desain tidak disusun secara ketat namun disesuaikan di lapangan dan bersifat sementara. latar belakang dan lingkungannya. selama pengumpulan data dari subyek penelitian di lapangan peneliti menempatkan diri sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Penulis menyerahkan . Penulis secara resmi memberikan izin penelitian dari INSURI Ponorogo kepada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada tanggal 4 Mei 2009. Dalam menggunakan studi kasus ini terdapat manfaat yang dapat diambil yaitu: 1) peneliti dapat melakukan penelitian secara mendalam dengan memperhatikan keadaan sekarang. dimulai jam 07. Penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor sebagaimana dikutip Moleong adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. gambar dan bukan angka-angka. 2) peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data. 2) kesempatan untuk memperoleh wawasan mengenai konsep-konsep dasar dan tingkah laku manusia. sampai selesai dengan mencari celah-celah kesibukan dari subyek yang dikehendaki tanpa menganggu aktivitas formal mereka. Berdasarkan dari taraf pembahasan masalah. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. 8) adanya batas yang ditentukan oleh fokus. masa lampau. Penelitian ini berusaha mengungkap secara mendalam dan menjawab dari fokus penelitian yaitu tentang bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. 5) lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori substantif yang berasal dari data. Peran instrumen sekaligus pengumpul data. 4) analisis data dilakukan secara induktif.00 Wib. dan memeriksa suatu gejala tertentu. juga mempertahankan keutuhan dalam rangka mempelajari tentang obyek dan subyek sebagai suatu keseluruhan yang terintegrasi. penelitian yang dilakukan ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Adapun studi kasus merupakan kajian dari suatu penelitian yang terdiri dari suatu unit secara mendalam. Kehadiran peneliti berlangsung beberapa bulan yang dilaksanakan dua sampai tiga kali dalam seminggu menyesuaikan dengan kesibukan peneliti. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dilakukan. 6) data yang dikumpulkan berupa kata-kata. Sejalan dengan pandangan tersebut. Selain itu Moleong mengungkapkan karakteristik pokok dari penelitian kualitatif antara lain: 1) penelitian dengan latar alamiah. peneliti realisasikan dengan meneliti Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar secara langsung.

. 4. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´. Selama dilapangan. 5. place paper. pendengaran. Dan tidak sedikit yang dikirim ke tingkat kabupaten bahkan ke tingkat proponsi . Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person. peneliti berperan sebagai pengamat partisipasi. pada tahun 2006 dan 2007 Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dapat meraih juara umum pada PORSENI tingkat kecamatan. karena madrasah ini merupakan madrasah negeri yang berada dibawah naungan Departemen Agama Kabupaten Blitar dan bekerja sama dengan Yayasan Al-Qodiriyah. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan. Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan. kegiatan belajar-mengajar.Ag selaku Kepala madrasah. dan pada mulai tahun 2008 dipercaya oleh DEPAG dan diberi piagam penghargaan untuk merintis madrasah bersetandar nasional. diantara prestasi yang dimiliki adalah sudah bertahun tahun para siswa selalu lulus 100 %. dokumen yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar F. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. simbol-simbol dan lain-lain. angka. catatan-catatan. aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 6. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. Lokasi Penelitian Dipilihnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagai latar penelitian pada penelitian ini. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip.surat izin tersebut kepada Bapak Darmaji S. kinerja. dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai prestasi yang membanggakan. menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama. kondisi lokasi. guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. gambar. peraba. D. meliputi fasilitas gedung. senantiasa menghindari segala sesuatu yang dipandang bisa merugikan subyek dan mengganggu lingkungan pembelajaran. dan pengecap. merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. Hal ini dilakukan supaya peneliti bisa diterima dengan sepenuh hati dan bisa menyatu dengan subyek yang diteliti. penciuman. Dalam penelitian ini personnnya adalah kepala madrasah. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 4. Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. E. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak.

³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. partisipan dan informan. Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian. jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. c. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. surat bukti. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Aliyah Ma¶arif Bakung Udanawu Blitar. Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya. keadaan madrasah. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara. dan satuan uraian dasar. kategori. sarana dan prasarana. Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder. yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting. didengar. d. Analisis Data Dalam suatu penelitian. Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih. Informasi tersebut misalnya.Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran. . G. menafsirkan serta meramalkan´. setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data. bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif. 5. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. b. Pada penelitian. 6. dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip. jika ternyata responden mengalami kesulitan menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran.

paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian. bagan. mengfokuskan pada hal-hal yang penting. Analisis diskriptif Analisis diskriptif yaitu penyajian data dengan menganalisa data yang diperoleh itu guna mencapai pada suatu maksud. Dengan demikian data yang telah direduksikan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya. a. memilih hal-hal yang pokok. Bila pola-pola yang ditemukan telah didukung oleh data selamaa penelitian berlangsung.Reduksi data Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan. Penarikan kesimpulan Menurut chasan bisri dlam bukunya ³ metodologi penelitian´ dijelaskan bahwa menarik kesimpulan bahwa menarik kesimpulan penelitian selalu mendasarkan dari atas semua data yang diperoleh dalam kegiatan penelitian. b. grafik dan matrik. Hal ini data yang telah dikumpulkan. b. maka pola tersebut menjadi pola yang baku yang selanjutnya akan disajikan pada lporan akhir penelitian. Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu Reduksi Data. Informasi diskriptif Informasi diskriptif adalah penyajian data dengan memberikan keterangan semestinya sesuai data yang terkumpul. pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. secepatnya peneliti berusaha mengambil kesimpulan mulai dari awal pengumpulan data. membuat kategori. Penyajian data Setelah data direduksi maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data atau menyajikan data kedalam pola yang dilakukan dalam bentuk uraia singkat. maka untuk membahas analisa data yang bersifat kualitatif. c. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. Sehingga penelitian bisa berkembang GAMBAR I LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA .Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian. penulis menggunakan Metode induktif Metode induktif digunakan untuk mengolah data dengan cara mengumpulkan data yang dibutuhkan kemudian akhirnya ditarik suatu kesimpulan dan diperoleh suatu kebenaran. setelah data dikumpulkan kemudian diolah dan disajikan dengan menggunakan pola sebagai berikut : a. sehingga data yang sanagat banyak dan meragukan dapat diverivikasi. Untuk lebih jelasnya. Mereduksi data dalam konteks penelitian yang dimaksud adalah merangkum.

H. Dalam penelitian ini peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan dengan data hasil wawancara mendalam. Pengecekan Keabsahan Temuan Untuk memperoleh keabsahan terhadap data-data yang sudah didapat dari lokasi penelitian lapangan. Triangulasi menurut Moleong adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. sebab kehadiran peneliti sangat menentukan keberhasilan dalam pengumpulan data. Teknik ini mengandung beberapa maksud sebagai salah satu teknik pemeriksaan keabsahan data diantaranya: ³ Pertama. maka cara yang diusahakan oleh peneliti adalah: a. Perpanjangan waktu dalam penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan situasi dan kondisi di lapangan serta data yang telah terkumpul. untuk membuat peneliti mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran. Selain itu peneliti menerapkan triangulasi dengan mengadakan pengecekan derajat kepercayaan beberapa subyek penelitian selaku sumber data yaitu membandingkan data hasil wawancara mendalam dari kepala madrasah dengan data hasil wawancara dengan guru dengan metode yang sama. Perpanjangan volume dan waktu kehadiran peneliti pada penelitian ini sangat diperlukan agar terjadi peningkatan derajat kepercayaan atas data yang dikumpulkan. bahwa perpanjangan waktu didalam penelitian amat sangat dibutuhkan guna untuk mendapatkan data-data yang valit dan lengkap. Pemeriksaan teman sejawat Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat. b. Dari pengalaman yang peneliti lakukan. peneliti memperpanjang penelitian sampai pada awal bulan Juli. kehadiran peneliti dalam lokasi tidak bisa hanya dalam waktu singkat. Perpanjangan penelitian ini peneliti lakukan dengan memperpanjang waktu penelitian yang pada awalnya penelitian dilakukan hanya sampai tanggal 25 Mei . Dengan perpanjangan waktu tersebut peneliti dapat mempertajam fokus penelitian dan diperoleh data yang lengkap. diskusi sejawat ini memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk memulai menjajaki dan menguji hipotesis . Kedua. Triangulasi Triangulasi dilakukan untuk mengecek kebenaran data tertentu dan membandingkannya dengan data yang diperoleh dari sumber lain. yaitu peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan yang dilakukan peneliti dengan data hasil wawancara mendalam yang diperoleh dari kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Dalam pengumpulan data kualitatif. Sebagaimana dinyatakan oleh Moleong bahwa maksud dari perpanjangan kehadiran adalah untuk membangun kepercayaan pada subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. Perpanjangan kehadiran penelitian Dalam penelitian ini peneliti menjadi instrumen utama dalam pengumpulan data. c.

Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah swasta yang didirikan sekitar pada tahun1970-an. sebelum menjadi sekolah yang negeri. Itu merupakan bukti kemampuan lembaga dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan. maka madrasah ibtidaiyah Al-Qodiriyah mendapat tawaran untuk dijadikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berprestai dalam pendidikan agama dan umum 4. Berawal dari prestasi yang diperoleh. Nama Madarasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah berubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Lokasi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar kira-kira 700 m sebelah timur dari jalur Jalan Raya Kediri Blitar. 3. Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dipercaya oleh Depag Pusat untuk mengadakan Kontrak Prestasi Peningkatan Mutu. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Agma RI yang pada waktu itu dijabat oleh Tarmidzi Taher dengan SK 107. Berawal dari prestasi yang diraih. Dalam pembahasan atau diskusi ini juga dapat dipandang sebagai usaha untuk mengenal persamaan dan perbedaan teman terhadap data yang diperoleh. tetapi harus dimusyawarahkan oleh pihak pengurus yayasan. BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN HASIL PENELITIAN Latar Objek Penelitian Pada mulanya. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk terampil dan berdikari untuk masa depan yang lebih baik. Visi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yaitu : terwujudnya generasi islami serta unggul dalam prestasi B. karena pada awalnya Madrasah Ibtidaiyah Al. bapak Darmaji juga menyatakan bahwa: Dengan adaya perkembangan madrasah di segala aspek baik sarana dan prasarana. . Sehingga pada 17 Maret 1997 Madrasah Al-Qodiriyah atas persetujuan pengurus yayasan secara resmi berubah setatus menjadi negeri. A. 2. maka mulai tahun 2008. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jauh dari keramaian. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tentunya juga mempunyai visi dan misi dalam melaksanakan proses pendidikannya antara lain: . Namun. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk selalu beriman bertaqwa kepada Allah SWT. peneliti memanfaatkan kolega yang memiliki pengetahuan dalam bidang kepemimpinan kepala madrasah.yang muncul dari pemikiran peneliti´ Dalam penelitian ini. Mengenai perkembangan-perkembangan madrasah. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tepatnya di Jalan Raya Wonorejo. hal itu tidaklah hasil dari keputusan kepala madrasah sendiri. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berbudi pekerti luhur. jumlah siswa maupun jumlah guru dan karyawan yang sesuai dengan bidangnya. Setelah sekian lama berjalan.Qodiriyah milik yayasan. Bahkan hampir setiap ujian Negara berlangsung selalu diselenggarakan di madrasah tersebut. prestasi demi prestasi dapat terlihat. Misi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah : 1. metodologi penelitian yang bisa diajak bersama-sama membahas data yang ditemukan peneliti. hal ini sangat bermanfaat terhadap proses belajar mengajar siswa. akhirnya Madrasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah selalu dijadikan rujukan dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga berdekatan dengan SDN Slemanan II .

Memulai dan mengalkiri kegiatan di kelas selalu dengan ucapan salam ³Assalamuµalaikum Wr.Adapun kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar terbagi menjadi dua. kecuali sangat terpaksa. 5. 3. Pelajaran tentang ketrampilan menjahit. Sebagai pelaksana program mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jumlah tenaga pengajar sebanyak 16 orang dan 1 satpam 2 tenaga kebersihan. dikarnakan selain hari dan waktu itu anak-anak sekolah TPA. Olah Raga prestasi yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Tennis Meja Catur Bulu tangkis Volli 4. dan dapat di peroleh data tentang kegiatan ekstra kurikuler antara lain: 1. Wb. Pramuka. Dalam menjalankan tugas sehari-hari. antara lain: 1. 2. antaralain : 1. Pembiasaan do¶a sehari-hari 6. Baca Tulis Al-Qur¶an. 4. akan tetapi sebagaimana pengamatan peneliti dalam lapangan. 6. Apabila terpaksa tidak dapat melaksanakan tugas mengajar. 2. 4. Drumband 2. Guru merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam mencapai keberhasilan pendidikan dan bertanggung jawab pula dalam pembentukan kepribadian siswa. Harus hadir di madrasah 5 menit sebelum waktu dijadwalkan. 5. yaitu kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler. Hafalan Juz µAmma. Kegiatan kurikuler sebagaimana yang dilaksanakan di dalam kelas setiap hari oleh bapak dan ibu guru. harus dinyatakan dengan suat izin. 3. Tilawatil Qur¶an. Khitobah yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Khitobah Bahasa Arab Khitobah Bahasa Inggris Khitobah Bahasa Indonesia Lebih lanjut bapak Samsuri menjelaskan bahwa semua kegiatan ektra kurikuler dilaksanakan pada Jum¶at sore dan Minggu pagi. Keluar masuk kelas tepat waktu sesuai dengan jadwal pelajarannya. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstra kurikuler tidak mengganggu aktivitas pokok siswa yaitu kegiatan kurikuler karena semua kegiatan ektra kurikuler berada di luar jam pelajaran. guru juga harus mematuhi tata tertib guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Yang masuk jam pertama memerintahkan kepada siswa untuk membaca do¶a sebelum pelajaran dimulai. ditemukan bermacam-macam pelajaran yang mana mata pelajaran tersebut jarang diajarkan pada madrasah-madrasah ibtidaiyah pada umumnya. dan harus mengirimkan tugas atau pekerjaan untuk mengisi jam kosong yang ditinggalkan. 3. Ayat-ayat pilih Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler sebagaimana dokumentasi yang penulis peroleh dari bapak Samsuri selaku kepala Tata Usaha Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Komputer.´ . Harus mengutamakan mengajar dari pada kepentingan lainya sehingga harus masuk sesuai dengan jadwal pelajaran.

.. Tidak diperkenankan memulangkan siswa sebelum waktunya kecuali ada perintah dari pimpinan atau petugas piket apabila pimpinan tidak ada... 8.7. Dalam berpenampilan harus memperhatikan etika dan estetika.10 13 23 Lanjutan tabel I 3 III 11 11 1 . ‡ Tidak duduk di atas bangku.59 64 123 Untuk menunjang tercapainya tujuan pengajaran. Mengenai jumlah siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagaimana data yang duberikan bapak Thoat fauzi pada kami selaku kesiswaan... Untuk mengetahui keadaan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini : TABEL I KEADAAN SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR TAHUN AJARAN 2008/2009 No Asal murid Murid baru Murid mengulang Murid pindahan Jumlah murid Kelas Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk/Pr 1 I 10 10 3 .10 14 24 5 V 9 10 .. ‡ Tidak mengeluarkan kata-kata kotor. Selain mengajar. serta mengkonsultasikan atau melaporkan kepada pimpinan madrasah atau petugas piket apabila mendapatkan kejanggalan..9 10 19 6 VI 5 6 . Tidak diperkenankan mengenakan pungutan apapun kepada siswa kecuali telah mendapat persetujuan dari pimpinan madrasah. Harus berpakaian sesuai dengan ketentuan madrasah. Harus bersikap baik.. antara lain: teratur.. 11. ‡ Tidak emosional dalam menangani persoalan dengan siswa. jumlah siswa selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun sehingga pada tahun ajaran 2008/2009 jumlah siswa mencapai 125 siswa.. kedisiplinan dan tingkah laku siswa. baik di luar maupun di dalam kelas.13 10 23 2 II 9 12 1 1 . rapi dan bersih. Ruang Kelas 6 Baik ...12 11 23 4 IV 10 14 . diharapkan ikut aktif memantau dan membimbing ketertiban. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai sarana dan prasarana sebagaimana yang dapat penulis sajikan dalam tabel berikut : TABEL II SARANA DAN PRASARANA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR No Jenis sarana prasarana Jumlah Keterangan 1. 9. antara lain: ‡ Tidak merokok di dalam kelas atau waktu mengajar.. 12..5 6 11 7 Jumlah 54 63 5 1 . 10.

Jadi satu dengan gudang Organisasi sekolah merupakan bagian yang sangat berperan dalam pelancaran proses pendidikan. Susunan kepengurusan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah sebagai berikut: GAMBAR II STRUKTUR ORGANISASI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR Ket: . Dapur . 10. Ruang Kantor 1 Baik 3. Ruang UKS 1 Baik 9. Komputer 3 unit Baik 11. laptop 2 unit Baik 12. Ruang koperasi Menjadi satun dengan UKS. Ruang tamu 1 Baik 5. Ruang Kepala Sekolah 1 Baik 4. Lapangan Voli 3 Baik Lanjutan table II 15.2. Sanggar Pramuka 1 Baik 8. Ruang tata usaha 1 Baik 7. Ruang perpustakaan 1 Baik 6. Gudang I Baik 16. Masjid Menggabung dengan yayasan 13. Alat marching band 1 set Baik 14.

dengan maksud untuk mensukseskan dan mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bersama. . Langkah selanjutnya adalah melakukan pembinaan-pembinaan yang berkaitan dengan kompetensi profesional dan kemampuan yang dimiliki guru. kemudian peneliti menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya. Peneliti juga menanyakan tentang sejauh mana pentingnya disiplin guru dalam peningkatan prestasi kerja. beliau menyebutkan bahwa: Dalam setiap kali rapat/pertemuan. pada hari Senin tanggal 11 Mei 2009 peneliti datang ke Ruang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar bermaksud untuk menemui bapak kepala madrasah. saya selalu mengingatkan akan pentingnya disiplin guru dan pentingnya mentaati tata tertib guru yang telah dibuat bersama.: Garis Koordinasi Paparan Data Hasil Penelitian 1. sehingga apabila guru telah benar-benar disiplin diharapkan para siswa juga akan meniru kedisiplinan yang telah diterapkan para guru. Dalam rangka melakukan pengawasan terhadap disiplin guru saya juga membentuk staf khusus bidang kedisiplinan guru. maka guru harus bisa menjadi teladan bagi para siswa. artinya untuk melakukan kegiatan pendidikan secara efektif dan efisien. maka segenap tenaga kependidikan harus mempunyai disiplin yang tinggi dalam segala bidang. kepala madrasah harus memiliki kiat-kiat yang tepat untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. beliau menyatakan bahwa: Sebagai kepala madrasah. Kepala Madrasah menjelaskan bahwa: Disiplin guru dalam berbagai bidang adalah suatu hal yang sangat penting karena disiplin guru merupakan salah satu faktor yang menentukan efektitas kelancaran pembelajaran di madrasah. Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. selain itu sesuai dengan ungkapan Jawa bahwa ³guru harus digugu dan ditiru´. pembinaan-pembinaan terhadap guru yang telah saya lakukan yang pertama kali adalah pembinaan disiplin. maka program pembelajaran yang direncanakan akan tidak berjalan sesuai dengan harapan dan yang lebih dikhawatirkan para siswa juga akan tidak disiplin. kepala madrasah menjelaskan bahwa: . Peneliti juga menanyakan tentang langkah-langkah yang di tempuh Kepala Madrasah dalam membina dan meningkatkan disiplin guru. Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru. selanjutnya peneliti menanyakan tentang Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru. dalam kegiatan sehari-hari sebagai kepala madrasah saya berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan disiplin diri dengan harapan dapat dicontoh dan diteladani oleh para guru. begitu juga sebaliknya apabila guru tidak disiplin. Apabila guru telah benar-benar disiplin dalam segala hal. Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk nyata dari keteladanan yang telah dilakukan dan diberikan oleh kepala madrasah terhadap kedisiplinan para guru. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru. adapun koordinatornya saya percayakan kepada bapak Supriadi. maka segala program yang direncanakan akan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan dan waktu yang ditetapkan.___________ : Garis Komando ---------------.

misalnya setiap hari saya selalu berusaha untuk datang di madrasah sebelum pukul 06. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. beliau mengatakan bahwa: Kerjasama dengan lembaga pendidikan sekitar antara lain dengan MI Roudlotun Nasi¶in Slemanan.30 pada hari tertentu saya punya jam mengajar. peneliti diterima oleh bapak Supriadi yang kebetulan pada hari itu bertugas sebagai guru piket. pada hari sabtu 16 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mewawancarai bapak Supriadi sebagai koordinator bidang kedisiplinan guru. ternyata peneliti mendapati bahwa kepala madrasah juga sudah datang dan Sambil meneliti pembelajaran di madrasah. Wahid Hasyim Bakung dengan saling mengadakan studi banding mengenai konsep.30 Wib. strategi dalam pembelajaran. peneliti datang ke Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada siang hari sekitar pukul 09. saya berusaha untuk selalu tepat waktu. MI Roudlotut Tholibin Ringin Anom. karna madrasah MIN Slemanan jam pembelajaran dimulai pukul 06. peneliti hadir di Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada pagi hari bersamaan dengan siswa berangkat ke madrasah. Kesemuanya itu saya lakukan dengan harapan agar para guru dengan sendirinya akan meningkatkan kedisiplinan. MI. kemudian peneliti menanyakan tentang tugas-tugas staf khusus bidang kedisiplinan guru. artiya dalam melaksanakan program yang ditetapkan saya selalu berusaha untuk menepati waktu yang telah dijadwalkan. pengembangan guru dan pengembangan mutu madrasah. mendatangkan para ahli. yaitu pada hari Selasa 15 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mengamati tentang kedisiplinan yang benar-benar diterapkan oleh kepala sekolah. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. beliau mengatakan: ³Staf khusus bidang kedisiplinan guru dibentuk dengan maksud untuk meningkatkan disiplin . Waktu itu. kemudian peneliti dipersilahkan masuk ke ruang tamu. Dan mengadakan rapat guru setiap satu semester yang dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja guru sekaligus memberikan pengarahan-pengarahan terhadap kekurangan-kekurangan. yang diharapkan supaya para guru selalu disiplin dan tepat waktu dalam melaksanakan tugasnya.00. saya mengirim para guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. Apabila saya punya jam mengajar pukul 10. Selain menanyakan tentang pembinaan disiplin guru peneliti juga menanyakan tentang bagaimana Kepemimpinan Kepala MIN Slemanan dalam pembinaan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah. Ketika sampai di madrasah sekitar pukul 06.50 Wib. beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan profesionalisme guru.20. beliau menjelaskan bahwa: Tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru ini adalah untuk membantu dalam mengamati dan mengawasi kedisiplinan guru. Pada kesempatan yang sama peneliti juga menanyakan tentang tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru..Dalam kegiatan sehari-hari di madrasah. Dalam kesempatan lain. maka pada jam itu pula pelajaran saya harus sudah dimulai. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan madrasah yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk kerjasama dengan lembaga pendidikan lain yang dilakukan oleh kepala madrasah. Untuk memperoleh data lebih mendalam mengenai pembinaan guru.

Blitar dan seminar kompetensi keguruan yang diadakan di MIN Pojok Kab Blitar. peneliti juga berusaha mewawancarai lebih detail kepada beliau bapak Supriadi. setelah itu peneliti juga bertanya kepada bapak Thoat Fauzi mengenai pembinaan yang telah dilakukan kapala madrasah tehadap para guru. diantaranya pada tahun kemarin saya dan beberapa guru dikirim untuk mengikuti pelatihan tentang pengelolaan pembelajaran di MAN tlogo Kab. beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan-pembinaan terhadap guru bapak kepala madrasah menyuruh guru untuk mengikuti MGMP (musyawarah guru mata pelajaran). Peneliti menanyakan tentang pembinaan yang telah dilakukan kepala madrasah kepada para guru dalam meningkatkan prestasi kerja guru. sehingga setiap guru dapat saling memberi masukan dan saling menyempurnakan terhadap kekurangan dan kelemahan guru dalam menjalankan tugasnya´. selanjutnya peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan tentang bagaimana upaya dalam kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru. 2.00 Wib. pada saat itu bapak kepala madrasah sedang membaca sebuah dokumen. kemudian peneliti ditemani oleh bapak Tho¶at Fauzi. Berdasarkan dari beberapa data diatas.guru. Kemudian bapak kepala madrasah mengajak peneliti untuk masuk ke ruang kepala madrasah. Adapun untuk memperoleh data tentang kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru. memberikan penghargaan dan hukuman . Berkaitan dengan pembinaan kemampuan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah. Yang selanjutnya merupakan wewenang kepala madrasah untuk mengatasinya. pada hari kamis 18 Mei 2009 peneliti berusaha untuk menemui bapak kepala madrasah. peneliti datang ke madrasah pada jam 09. diantara tugas pokok yang dilaksanakan adalah mengkondisikan jam masuk guru ke kelas sesuai dengan jadwal. beliau mengatakan bahwa: ³Pembinaan kemampuan profesionalisme guru selalu dilakukan oleh kepala madrasah secara terus menerus dan berkesinambungan. menunjukkan bahwa pembinaan terhadap guru sangat penting dilakukan oleh kepala madrasah dengan maksud untuk membantu mengembangkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja demi tercapai kelancaran proses pembelajaran dan tercapainya tujuan pendidikan. dan memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi KBM dari tiap-tiap guru. berusaha memenuhi perlengkapan yang diperlukan guru dalam melaksanakan tugasnya. Pada saat peneliti mengadakan wawancara dengan bapak Supriadi. Pada tanggal 5 maret 2008 mengirim beberapa guru untuk mengikuti Workshop KTSP di MAN Tlogo Blitar. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Kepemimpinan kepala Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Sebagai motivator. Waktu itu merupakan jam istirahat yang. beliau meminta izin untuk mengajar dahulu. Jika ada guru yang tidak disiplin maka saya akan berkoordinasi dan melaporkan kepada kepala madrasah. beliau menjelaskan bahwa Upaya yang saya lakukan dalam memotivasi guru adalah dengan menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. menghubungi guru yang tidak disiplin. karena waktu menagajar beliau sudah tiba. Mengadakan seminar dengan mendatangkan seorang pakar dari DEPAG Blitar. .

Peneliti juga menanyakan mengapa bentuk penghargaan yang diberikan kepada para guru tidak berupa materi. kepala madrasah menjelaskan bahwa: Saya tidak memberikan penghargaan dengan bentuk materi dengan harapan para guru dalam melaksanakan tugasnya benar-benar tulus dari dalam hatinya bukan semata-mata hanya untuk memperoleh dan mengejar penghargaan. bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Situasi dan hubungan kerjasama yang harmonis di suatu madrasah memang sangat penting. berupa pujian dan kesempatan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. yang selanjutnya diharapkan dengan pemahaman tentang tujuan dan target yang harus dicapai dapat menumbuhkan motivasi dalam diri para guru sendiri untuk berusaha semaksimal mungkin melakukan pengembanganpengembangan madrasah dan meningkatkatkan kerjanya. Dalam kaitannya dengan pemberian penghargaan. Pada hari yang sama peneliti juga mengamati Kepala Madrasah dalam memotivasi guru. peneliti juga bertanya tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru. dalam penerapannya saya menciptakan suasana terbuka maksudnya setiap guru diberi hak untuk menyatakan pendapat dan keinginan-keinginan terhadap perkembangan madrasah dan apabila ada masalah maka akan dipecahkan bersama. bentuk penghargaan yang saya berikan bukan berupa materi akan tetapi berupa dukungan mental untuk terus mengembangkan potensi yang dimilikinya. dan juga melibatkan guru untuk berbagai kegiatan. pada saat itu kepala madrasah memotivasi guru dengan memberikan penghargaan berupa pujian terhadap guru yaitu kepada bapak Supriadi selaku wali kelas VI sekaligus sebagai ketua UASBN . dan langkah yang paling akhir adalah mengeluarkan guru tersebut. dan yang dikhawatirkan dengan penghargaan bentuk materi. bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Penghargaan diberikan kepada para guru yang telah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. apabila nanti tidak ada lagi penghargaan yang berupa materi para guru akan bekerja semaunya sendiri dan tidak mau untuk melakukan peningkatan-peningkatan. kepala madrasah menjelaskan bahwa: Penjelasan tentang tujuan-tujuan dan target yang harus dicapai madrasah kepada para guru sangat penting dilakukan. Kemudian peneliti juga menanyakan sejauh mana pentingnya pemberian pemahaman terhadap guru tentang tujuan madrasah dalam rangka peningkatan motivasi. karena pencapaian tujuan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. dan apabila diperingatkan tidak bisa maka langkah selanjutnya adalah memberi hukuman dengan mengurangi jam mengajar. Selain itu juga memberikan penjelasan tentang tujuan yang harus dicapai madrasah. Kemudian peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk hukuman yang diterapkan kepala madrasah terhadap para guru. adapun langkah yang saya terapkan adalah memberi peringatan. beliau mengatakan bahwa: Hukuman berlaku bagi para guru yang tidak disiplin dan tidak mentaati tata tertip guru.Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah menciptakan situasi dan hubungan yang harmonis antar guru. Sehingga dengan penjelasan tersebut para guru merasa memiliki dan bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan-perkembangan madrasah ini.

lalu beliau meminta kepada saya untuk mengungkapkan problem tersebut. Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja. beliau menyatakan bahwa: Kepala madrasah dalam memberikan motivasi kepada guru dengan cara memberikan kebebasan kepada guru mengeluarkan pendapat untuk perkembangan madrasah. Begitu juga beliau selalu memberikan penghargaan. saya juga pernah mengalami hal tersebut. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. Pada saat itu kepala madrasah sedang berada di ruang kerjanya. kesejahteraan guru juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhinya. pada saat itu peneliti berhasil menemui ibu Akrim hidayati. Dari beberapa data tersebut diatas. motivasi sangat penting diberikan kepala madrasah kepada para guru untuk meningkatkan kerjanya.30 Wib untuk menemui bapak kepala madrasah. pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2009 peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari guru. ketika itu beliau sedang berada diruang guru. yaitu berupa penciptaan iklim madrasah yang aman. Itulah yang membuat saya sadar dan semangat bahwa semua problem itu tidak lain hanyalah suatu cobaan. sehingga apabila guru mempunyai keinginan-keinginan diharapkan supaya diungkapkan. dan yang paling utama adalah dengan adanya motivasi para guru akan mempunyai kesadaran diri dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kerjanya. Dikarnakan anak didiknya berhasil memperoleh nilai rata-rata terbaik. beliau meminta apabila ada masalah supaya diungkapkan baik mengenai masalah pribadi atau yang berkaitan dengan madrasah. kemudian peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan bagaimana kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru.Kecamatan Udanawu. pengabdian dan ikhlas dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. 3. Memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang dihitung dari jumlah jam mengajar guru. . kemudian peneliti menanyakan bentuk motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. pada waktu itu saya sedang banyak problem pribadi. beliau menyatakan bahwa: Apabila ada guru yang tidak bersemangat dan tidak bergairah dalam melaksanakan tugasnya. beliau menemukan jalan keluar bagi saya sehingga problem saya dapat teratasi dan saya kembali semangat dalam mengajar dan beliau menyatakan dan berpesan bahwa sebenarnya sekenario kehidupan kita berada didalam lingkaran taqdir Alla. Pada kesempatan yang sama peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari bapak Samsuri mengenai kepala madrasah dalam memotivasi guru. saya lebih menekankan pada kesejahteraan mental. Untuk mempertajam data penelitian mengenai motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. kepala madrasah menanyai guru tersebut ada masalah apa sehingga ia tidak bersemangat dan tidak bergairah. beliau mengatakan bahwa: Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru. apabila ada yang kurang beliau berusaha untuk memenuhinya. dan yang paling berkesan bagi saya dalam setiap kesempatan atau pertemuan beliau selalu memperhatikan dan menanyakan tentang kelengkapan kebutuhan guru dalam mengajar. damai. pada hari Senin tanggal 1 Juni 2009 peneliti peneliti mengadakan penelitian lagi kelapangan sekitar pukul 09. alhamdulillah setelah curhat bersama beliau.

beliau mengatakan bahwa: Kegiatan mengajar di madrasah ini intinya adalah pengabdian. akan tetapi pada saat sekarang dengan melihat kebutuhan ekonomi dan harga barangbarang yang semakin meningkat. Sehingga setiap awal bulan guru menerima gaji yang dihitung dari jumlah jam mengajar ditambah dengan uang transportasi. hal ini dilakukan peneliti pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2009 tepatnya pada pukul 09. kegiatan ibadah dan keikhlasan. yang kemudian di kembangkan menjadi doktrin pilar guru yaitu pengabdian. kepala madrasah juga . dengan suasana santai dan penuh kekeluargaan pada saat itu para guru diberi gaji atas pekerjaan yang telah dilakukan selama bulan Juni 2009. sarana-prasarana atau perlengkapan madrasah dan semua perlengkapan guru dalam mengajar telah terpenuhi serta tercapainya tujuan-tujuan madrasah. sehingga berapa jumlah gaji yang diberikan.20 Wib yang merupakan jam istirahat pertama. kalau hal ini dipaksakan maka madrasah akan mengalami defisit keuangan karena harus mengambil jalur alternatif lain sehingga terjadi pengalihan dana. sehingga kepada para guru perasaan untuk memiliki madrasah inilah yang saya tingkatkan. karena menjadi guru di madrasah ini adalah pengabdian. loyalitas dan tanggung jawab Peneliti juga menanyakan mengapa kepala madrasah tidak menaikkan gaji guru. hal ini bisa dilihat bahwa kalau dahulu gaji yang diberikan kepada guru hanya berupa gaji dari mengajar. Dalam kesempatan lain. pengorbanan. Dan alhamdulillah sekarang ini semua guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sudah mendapatkan bantuan dari program pemerintah yaitu Insetif dari DIKNAS dan Fungsional dari DEPAG. beliau mengatakan bahwa: Mengenai kesejahteraan terutama gaji yang saya terima. sehingga tidak mungkin menaikkan gaji guru kalau honorarium dari DEPAG tidak naik. peneliti juga mewawancarai bapak Nanang imam syafi¶i yang sudah 13 tahun menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar . beliau mengatakan bahwa: Meskipun bentuk kesejahteraan yang saya tekankan lebih pada kesejahteraan mental. pada saat itu beliau sedang berada di kantor guru. Peneliti juga menanyakan bentuk nyata upaya peningkatan kesejahteraan guru yang telah dilakukan kepala madrasah. akan tetapi bagi saya kebahagiaan dan kesejahteraan selama menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang utama adalah jika semua kebutuhan-kebutuhan. saya terima dengan senang hati. beliau mengatakan bahwa: Karena dalam honorarium untuk guru sudah diatur oleh DEPAG. kemudian kepada beliau peneliti menanyakan tentang kesejahteraan para guru. karena apabila dilihat dari gaji yang diterima guru tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. pada hari yang sama. akan tetapi saya juga selalu berusaha untuk mengadakan peningkatan kesejahteraan dari segi materi. saya tidak terlalu memikirkan. pada saat itu kepala madrasah menyuruh semua guru berkumpul di ruang guru. dedikasi.Kemudian peneliti menanyakan mengapa peningkatan kesejahteraan guru lebih difokuskan pada kesejahteraan mental. maka saya berusaha mengusulkan kepada bendahara madrasah untuk memberikan uang transportasi kepada guru dan alhamdulillah disetujui dan uang transportasi tersebut diberikan bersamaan pada saat pemberian gaji guru. Peneliti juga berusaha mengamati tentang kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru.

sehingga para guru dituntut untuk mempunyai kemampuan profesional dalam menjalankan tugasnya dan selalu meningkatkan prestasi kerjanya. para guru diharapkan untuk tetap menjaga kekompakan dalam menjalankan tugasnya dan selalu berusaha meningkatkan kinerjanya demi peningkatan dan pengembangan mutu madrasah. akan tetapi bisa dilakukan dengan peningkatan kesejahteraan psykologis antara lain penciptaan suasana madrasah yang aman. menjadi contoh atau teladan dengan menerapkan disiplin pada diri kepala madrasah sendiri. GAMBAR III SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PEMBINAAN GURU . memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. Apabila kedisiplinan guru sudah tercapai maka kelancaran proses pengajaran akan berjalan dengan baik dan lancar juga prestasi kerja yang dihasilkan akan sesuai dengan yang diharapkan. Temuan Hasil Penelitian. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam melakukan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. menyediakan. kepala madrasah harus berupaya untuk mengadakan pembinaan terhadap kemampuan profesional guru. melakukan komunikasi yang baik dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Selain itu. mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja antara lain difokuskan pada pembinaan disiplin guru dan pembinaan kemampuan profesional guru. Pembinaan terhadap guru merupakan tanggung jawab penting bagi kepala madrasah.menyampaikan pesan kepada guru bahwa meskipun gaji yang diterima sangat kecil. dalam pembinaan disiplin kepala madrasah juga membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. kepala madrasah berusaha untuk memberikan pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. dengan menerapkan disiplin diri diharapkan para guru akan mengikuti sebagaimana disiplin yang diterapkan kepala madrasah dengan penuh kesadaran diri dan tanpa adanya paksanaan. dari data tersebut diatas menunjukkan bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru tidak harus bersifat materi. Dengan demikian. dan mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. mendatangkan para ahli. Berkaitan dengan fokus pertama. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. damai sejahtera. 1. Guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan program pengajaran dan tujuan madrasah. tim khusus ini bertugas sebagai pemantau terhadap kedisiplinan guru dalam menjalankan tugasnya. Kepala madrasah harus mencurahkan segala energi dan waktunya untuk meningkatkan prestasi kerja para guru secara maksimal di madrasahnya. mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan. Prestasi guru merupakan cermin prestasi kepala madrasah. Dalam melakukan pembinaan disiplin guru. Untuk meningkatkan prestasi kerja guru. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya.

Motivasi merupakan faktor pendorong untuk melakukan sesuatu. Berkaitan dengan fokus kedua.2. Adapun kepemimpinan yang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru yaitu menekankan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. memberikan penghargaan. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. agar para guru dapat menjalankan dan meningkatkan prestasi kerjanya. maka kepala madrasah harus berupaya memotivasi guru. GAMBAR IV SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MEMOTIVASI GURU .

maka skema temuan akhir kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dalam meningkatkan prestasi kerja guru sebagai berikut: GAMBAR VI SKEMA TEMUAN AKHIR KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA GURU . GAMBAR V SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN GURU Berdasarkan skema temuan-temuan hasil penelitian tersebut diatas. Berkaitan dengan fokus ketiga Kesejahteraan merupakan salah satu faktor penentu produktifitas atau prestasi kerja. Adapun kiat-kiat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru yaitu berusaha meningkatkan kesejahteraan mental dan materi dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. pengabdian dan ikhlas. memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi. Apabila kesejahteraan guru terpenuhi maka para akan dapat melaksanakan dan meningkatkan kinerjanya dengan baik sesuai dengan fungsi dan tugasnya.3. damai. Dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan kesejahteraan secara psikologis dan materi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah.

diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada dalam melakukan pembinaan guru ditekankan pada pembinaan kedisiplinan guru dan pembinaan kompetensi profesionalisme guru.BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. Untuk itu. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. sehingga kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar para dapat melaksanakan tugasnya secara proporsional dan profesional. Dalam rangka melaksanakan pembinaan-pembinaan terhadap guru. dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secara efektif dan efisien. Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan. Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang ajaran baik dan buruk terhadap suatu . mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. . Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru yang juga merupakan bagian integral dari keberadaan sumber daya manusia yang mempunyai peranan strategis dalam kehidupan suatu madrasah. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Pertama. pembinaan moral. pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan upaya peningkatan kinerja para anggotanya. Sedangkan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. mendatangkan para ahli. Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan dengan baik. kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. menjadi teladan. Kepala madrasah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. Wahjosumidjo menyatakan bahwa setidaknya terdapat empat macam nilai yang harus diperhatikan yaitu: pembinaan mental. Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berakaitan dengan sikap batin dan watak. kepala madrasah harus berusaha melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. pembinaan fisik. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. dan pembinaan artistik. mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan.

Demikian pula sebaliknya orang lain yang tidak didorong oleh motif yang kuat akan . kesehatan.perbuatan. dan menjadi contoh teladan bagi para guru. Mulyasa juga menyatakan bahwa upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam melaksanakan pembinaan guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja antara lain: mengikutsertakan para guru dalam penataran dan pelatihan-pelatihan. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus kedua. Pembinaan artistik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni dan keindahan. dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. Dengan demikian. dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam melakukan pembinaan guru untuk meningkatkan prestasinya. Tetapi pelatihan itu hendaknya diikuti dengan aktifitas-aktifitas lanjutan. Pembinaan fisik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan jasmani. dan penampilan mereka secara lahiriah. menggerakkan tim evaluasi. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugasnya masing-masing. sehingga kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat. E. indah sejuk dan menyenangkan. Lebih lanjut Nur kholis menyatakan bahwa program pelatihan apapun harus tidak hanya sebatas pada pelatihan. dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. memberikan penghargaan dan hukuman. Seseorang bersedia melakukan sesuatu pekerjaan apabila motif yang mendorongnya cukup kuat yang pada dasarnya tidak mendapat saingan atau tantangan dari motif lain yang berlawanan. maka tugas manajer adalah mengidentifikasi dan menggerakkan motivasi pegawai agar bersemangat dan berprestasi baik dalam melaksanakan tugasnya. misalnya senantiasa memperhatikan bagaimana guru menerapkan cara-cara baru yang diperoleh dalam pelatihan. B. mendorong guru untuk menggunakan waktu pembelajaran secara efektif dan efisien. sehingga kepala madrasah harus berusaha menjadikan lingkungan madrasah yang rapi. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru di fokuskan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik. Kepala madrasah harus dapat mendorong para guru untuk aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olah raga. sarana dan hubungan kerja sama yang baik dan seimbang. dan terkandung makna bahwa upaya yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mencakup pembinaan sumber daya manusia. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. habis pelatihan urusan selesai. baik yang obyektif maupun yang subyektif. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. Dalam melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan seseorang selalu didorong oleh motif tertentu. hampir semua perilaku sadar mempunyai motivasi. Untuk mencapai tujuan organisasi. Davis dan Newtron sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa. prestasi dan semangat kerja dibutuhkan motivasi. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. Motif atau dorongan dalam melakukan sesuatu pekerjaan sangat besar pengaruhnya terhadap kinerja. upaya yang telah diterapkan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru adalah sebagai usaha dalam menjalankan fungsi dan peranannya sebagai pemimpin sebuah lembaga pendidikan untuk meningkatkan prestasi kerja guru dan meraih keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan bersama.

pengaturan suasana kerja (hubungan kerja yang harmonis). kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para guru dalam melaksanakan berbagai tugas dan fungsinya. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. atau belum merasa puas bagi kebutuhan untuk tingkat diatasnya. hal ini terbukti kepala madrasah telah berupaya untuk selalu memotivasi para guru baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. Sedangkan motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul dari luar diri seseorang. damai. disiplin. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Ketiga Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat.meninggalkan atau sekurang-kurangnya tidak bergairah dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut diatas dan dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru dapat difamahi bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam meningkatkan motivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Lebih lanjut Palmer mengatakan bahwa orang-orang yang menginginkan atau bermotivasi tinggi untuk memperoleh pengembangan adalah orang-orang yang belum mencapai kepuasan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. dan 10-20 % bergantung pada kemampuannya. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai motivator.. dapat meningkatkan nama baik. kemauan. timbul karena ada rangsangan dari luar lingkungannnya misalnya karena ada hadiah. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong (motivasi). harapan dan cita-cita serta insentif yang dibutuhkan guru agar para guru mempunyai semangat kerja yang tinggi dan pada akhirnya mereka mau dan mampu meningkatkan kinerjanya. ³Sutermeister sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa prestasi kerja untuk 80-90 % bergantung pada motivasinya untuk bekerja. Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik. misalnya motivasi. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya. dan penyediaan sumber pembelajaran´. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif. Motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga atau organisasi untuk meningkatkan kinerja anggotanya. Dengan demikian kepala madrasah dituntut untuk memiliki kemampuan dan strategi untuk memotivasi para guru dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan guru. minat dan harapan pada diri sendiri. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari . dengan cara: Menciptakan iklim madrasah yang aman. mempunyai perhatian. Setiap guru memiliki karakteristik khusus. tetapi juga dalam psykisnya. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. Oleh karena itu. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. bakat. Sudjana menyatakan bahwa motivasi terdiri atas motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Mulyasa mengungkapkan bahwa: ³motivasi dapat ditumbuh-kembangkan oleh kepala madrasah melalui: pengaturan lingkungan fisik (ruang kerja dan ruang belajar yang kondusif serta mengatur lingkungan madrasah yang nyaman dan menyenangkan). yang satu sama lainnya berbeda. ia akan memperlihatkan minat. penghargaan yang efektif. dorongan. Motivasi instrinsik timbul dari setiap individu seperti kebutuhan. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru ditekankan pada peningkatan kesejahteraan mental dam materi. C.

akan tetapi sudah dikaitkan dengan harkat dan martabat manusia. perumahaan. tentram dan sejahtera secara psykologis melalui kepastian karier dan insentif sebagai imbalan atas pekerjaannnya. Finch menyatakan bahwa berhasil tidaknya peningkatan prestasi kerja apabila orang-orang yang terlibat di dalam peningkatan prestasi kerja juga diberi kompensasi atau sekedar insentif. BAB VI PENUTUP A. dapat juga berupa tunjangan-tunjangan. memenuhi kebutuhan guru dengan sistem imbalan yang lebih baik dan menarik. Wujud insentif bisa berupa kenaikan pangkat. meskipun dalam memenuhi kesejahteraan materi belum maksimal dan belum memenuhi standar kebutuhan para guru. Kompensasi merupakan imbal jasa yang diberikan yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. hal ini terbukti bahwa selain melakukan peningkatan kesejahteraan mental guru. pengabdian dan ikhlas. hal ini disebabkan karena disesuaikan dengan kemampuan madrasah dalam memberi gaji kepada guru. Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja . Dengan demikian. kendaraan dan lain-lain.niat ibadah. dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai upaya yang kuat dalam meningkatkan kesejahteraan guru. kesempatan memperoleh liburan. kesehatan. Guru merupakan pemeran utama proses pendidikan. memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi. Lazaruth menyatakan bahwa kesejahteraan material dan spiritual merupakan faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja. Peningkatan prestasi guru dapat dilakukan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan guru. dan sebagainya sejalan dengan insentif yang diberikan. dengan terpenuhinya kesejahteraan material dan spiritual. keamanan. Dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia memiliki berbagai kebutuhan baik fisik. merupakan faktor yang tidak boleh ditinggalkan dalam peningkatan prestasi kerja. Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut. dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan rasa aman. fasilitas perumahan. Dalam peningkatan prestasi kerja. Upah atau gaji yang layak sehinga dapat memenuhi kebutuhan seperti sandang. Kesimpulan 1. kepala madrasah juga berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan materi. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. dan dengan melihat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. Mulyasa juga menyatakan bahwa dalam peningkatan kesejahteraan guru perlu diupayakan: gaji guru senantiasa disesuaikan agar mencapai standar yang wajar bagi kehidupan guru dan keluarganya. maupun psikologis yang secara langsung berpengaruh pada prestasi kerjanya. Pemberian kompensasi selain dalam bentuk gaji. dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru kepala madrasah harus memperhatikan kesejahteraan mental dan spiritual guru serta harus mempunyai strategi untuk memberikan penghargaan dan imbalan jasa kepada guru dengan memperhatikan standar kebutuhan guru dan berupaya memberikan sistem kompensasi yang lebih baik dan menarik. Masalah kompensasi adalah salah satu bentuk imbalan yang harus dipenuhi karena imbalan oleh pekerja tidak lagi dipandang sebagai alat pemuas kebutuhan materialnya. maka seseorang akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat.

peningkatan kesejahteraan yang berupa materi dengan cara: mengatur pemberian gaji guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji ditambah uang transportasi serta bantuan tunjangan fungsional dan insentif dari pemerintah. 2. kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan disarankan untuk benar-benar memahami sekaligus menerapkan fungsi dan peranannya. Peningkatan motivasi instrinsik dengan cara: menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. mengevaluasi kerja guru. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. dan berusaha untuk membangkitkan motivasi terutama motivasi yang berasal dari diri guru sendiri. Saran-saran 1. pengabdian dan ikhlas. memotivasi. damai. B. berusaha untuk memenuhi keinginankeinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. peningkatan motivasi ekstinsik dengan cara: memberikan penghargaan 3. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. 3. pelatihan-pelatihan. seminar-seminar baik yang diadakan di madrasah maupun di luar madrasah. 2. menempatkan guru pada proporsi yang tepat. memberi kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. guru disarankan untuk selalu berusaha meningkatkan kompetensi profesionalnya dengan cara: mengikuti pembinaan-pembinaan. mengetahui kelemahan atau hambatan yang ada serta berusaha mengatasi hambatan yang ada. dan meningkatkan kesejahteraan guru. Kedua. mendatangkan para ahli. Kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada: Pertama peningkatan kesejahteraan mental dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. Pertama. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. bekerja sama dengan lembaga pendidikan lain. pembinaan kemampuan profesionalisme guru yaitu dengan cara: mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar dan pelatihan. menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan. memberi kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikan.guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan difokuskan pada dua macam pembinaan yaitu: Pertama. Kedua. Kepada peneliti yang akan datang Kepada peneliti yang akan datang diharapkan penelitian mengenai kepemimpinan kepala madrasah pada umumnya dan upaya kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru pada khusunya. Kepada para guru Dalam rangka meningkatkan prestasi kerja. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Kepada kepala madrasah Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja guru. menjadi teladan. Kepala madrasah disarankan untuk selalu berusaha untuk meningkatkan strategi dalam membina. Kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada peningkatan motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Kedua. untuk dikaji lebih mendalam dengan berbagai metode penelitian yang lain agar .

´ (QS. Manhaj yang terbebas dari kebodohan. 07/05/2009 11:04 WIB | email | print | share (58) (59) ³Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. Sebagaimana ia merupakan tuntutan iman kepada Allah dan Hari Akhir. Manhaj yang tidak mengandung nepotisme kepada satu individu.´ Yang demikian itu lebih baik bagi Anda. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Maha Melihat. Setelah nash ini meletakkan masalah pada posisi kondisionalnya. kelemahan. Semua ini adalah syarat iman kepada Allah dan Hari Akhir. dan kepada Ulil Amri yang beriman dan menjalankan syari¶at Allah dan Sunnah Rasul. yang kemudian disusul dengan nasihat dan motivasi. seperti yang dilakukannya terhadap perintah menunaikan amanah dan berlaku adil. Lebih baik di dunia. tidak ada iman sama sekali manakala syarat ini tidak terpenuhi. Jadi. satu ras. maka sekali lagi nash menghadirkannya dalam bentuk ³nasihat´ dan motivasi.diperoleh penemuan-penemuan baru sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak lembaga pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. . Karena Allah adalah Rabb bagi semua orang. satu generasi. ³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. juga lebih baik akibatnya di akhirat. satu bangsa. satu kelompok. Tidak ada iman. tetapi mengikuti manhaj itu juga dapat mewujudkan kebaikan dunia dan akibat yang baik bagi individu dan jama¶ah di kehidupan yang dekat ini. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. dan pada gilirannya dampaknya yang pasti pun tidak mengikuti. Maha Mengenal. Lebih baik akibatnya di dunia. Label: KARYA ILMIAH Kepemimpinan dalam Alquran (4) Kamis. Sesungguhnya manhaj ini berarti ³seseorang´ menikmati kelebihan-kelebihan manhaj yang diletakkan Allah baginya. hawa nafsu. Mahabijaksana. Allah yang Maha Menciptakan.´ Itulah ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul. Lalu perkara-perkara yang diperselisihkan itu dikembalikan kepada Allah dan Rasul. dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Maha Mengetahui. Jadi. juga lebih baik di akhirat. bukan hanya menggapai ridha Allah dan pahala akhirat²dan itu merupakan berkara yang sangat. dan syahwat manusia. dan lebih baik akibatnya. An-Nisa: 58-59) ³Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.

atau satu generasi. Konteks beralih kepada mereka untuk memandang aneh sikap mereka. Dan cukuplah bagi akal mereka untuk berusaha menerapkan manhaj ini. Juga untuk mengingatkan mereka dan orang-orang seperti mereka tentang keinginan setan untuk menyesatkan mereka.Allah Subhanah tidak terkontaminasi oleh keinginan memihak kepada satu individu. Konteks mendeskripsikan kondisi mereka ketika diajak mengikuti Allah dan Rasul-Nya lalu mereka menolak. Dan selain itu ada ruang yang orisinil bagi akal manusia. atau satu strata sosial. karena mereka ingin bermahkamah kepada selain syari¶at Allah. Jadi. dan Allah swt. padahal mereka diperintahkan untuk mengingkarinya.´ Sehabis menetapkan kaidah universal ini dalam syarat iman dan batasan Islam. Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah²selain memberinya petunjuk dan melindunginya²manhaj ini juga memuliakannya dan memberi ruang bagi akalnya untuk bekerja di dalam manhaj. atau satu ras. dan mengetahui letak-letak analogi dan ijtihad mengenai halhal yang diperselisihkan akal. karena bidang tersebut sangat luas bagi akal manusia. Rasulullah saw . disusul dengan ijtihad untuk mengembalikan masalah yang tidak diredaksikan kepada nash-nash atau kepada prinsip-prinsip umum agama ini. dan manhaj penetapan syari¶at dan prinsip-prinsipnya. tidak membebani manusia dengan harga dari uji coba-uji coba yang keras. juga dalam aturan pokok umat Islam. yaitu kepada Thaghut. Meski demikian. Sebagaimana konteks menganggap keinginan mereka untuk bermahkamah kepada thaghut sebagai tindakan keluar dari iman²bahkan sejak awal dianggap tidak masuk ke dalamnya. Sehingga manusia tidak perlu berkonflik dengan hukum alam. ketika bencana dan musibah ditimpakan pada mereka. Sehingga manusia tidak terjebak dalam kebingunan saat mencari manhaj yang sesuai. yang mengetahui hakikat fitrahnya dan kebutuhan-kebutuhan yang hakiki bagi fitrah ini. Sementara mereka terjebak dalam kebingunan tanpa petunjuk! Cukuplah bagi mereka melakukan uji coba dalam bidang kreasi dan inovasi material sesuka hari. Inilah manhaj yang di antara keistimewaan adalah dibuat oleh Pencipta alam semesta tempat manusia tinggal. kemudian sesudah itu mereka mengklaim sebagai orang yang beriman! Padahal mereka melanggar syarat iman dan batasan Islam. Yaitu ruang ijtihad untuk memahami nash-nash yang ada. ³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Manhaj memberinya petunjuk tentang semua ini dan melindunginya. tetapi justeru berdampingan dengannya dan memanfaatkannya. Sebagaimana Dia mengetahui seluk-beluk jiwanya. Sebagaimana konteks menjelaskan alasan-alasan mereka yang lemah dan palsu untuk mengikuti langkah yang aneh ini. Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah dibuat oleh yang menciptakan manusia. sarana-sarana untuk berbicara kepadanya dan memperbaikinya. atau satu bangsa. Penolakan ini dianggap sebagai sikap hipokrit. maka konteks beralih kepada orang-orang yang menyimpang dari kaidah ini. yaitu ruang penelitian ilmiah terhadap alam semesta dan ruang kreasi dan inovasi material. Dia menjamin untuk manusia manhaj yang kaidah-kaidahnya sesuai dengan hukum alam.

Dan penggal ini ditutup dengan penjelasan tentang tujuan Allah mengutus para Rasul. .diinstruksikan untuk menasihati mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful