KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU

Diposkan oleh Mohamad Yasin Yusuf

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi merupakan era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah menimbulkan persaingan dalam berbagai bidang, yang menuntut masyarakat Indonesia untuk memantabkan diri dalam peningkatan kualitas dan sumber daya manusia yang unggul, mampu berdaya saing, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi serta mempunyai etos kerja yang tinggi. Perwujudan manusia yang berkualitas tersebut menjadi tanggung jawab pendidikan terutama dalam mempersiapkan peserta didik menjadi subyek yang makin berperan, menampilkan keunggulan yang tangguh, kreatif, mandiri, dan professional dalam bidangnya masing-masing. Di Indonesia sekolah/madrasah harus dengan kesungguhannya melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan tujuan nasional sebagaimana yang tercantum dalam Undangundang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta penjelasannya Bab II Pasal 3 bahwa: Pendidikan Naional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Keberhasilan untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut kepala madrasah mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menselaraskan sumber daya pendidikan yang tersedia, kepemimpinan kepala madrasah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong madrasah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran melalui program madrasah yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Dalam persaingan global ini, diakui atau tidak lembaga pendidikan atau sistem persekolahan dituntut untuk mengemuka dengan kinerja kelembagaan yang efektif dan produktif. Kepala madrasah sebagai penanggung jawab pendidikan dan pembelajaran di madrasah hendaknya dapat meyakinkan kepada masyarakat bahwa segala sesuatunya telah berjalan dengan baik, termasuk perencanaan dan implementasi kurikulum, penyediaan dan pemanfaatan sumber daya guru, rekrutmen sumber daya murid, kerjasama madrasah dan orang tua, serta sosok outcome madrasah yang prospektif. Kepala madrasah merupakan unsur vital bagi efektifitas lembaga pendidikan. Kepala madrasah yang baik akan bersikap dinamis untuk menyiapkan berbagai macam program pendidikan,´ keberhasilan madrasah adalah keberhasilan kepala madrasah, kepala madrasah yang berhasil apabila memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks, serta mampu melaksanakan peranan dan tanggung jawab untuk memimpin madrasah´. Kepemimpinan yang berkaitan dengan masalah kepala madrasah dalam meningkatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalam situasi kondusif, perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat dan penuh pertimbangan terhadap para guru, baik sebagai

individu maupun sebagai kelompok.³ Perilaku pemimpin yang positif dapat mendorong kelompok dalam mengarahkan dan memotifasi individu untuk bekerja sama dengan kelompok dalam rangka mewujudkan tujuan lembaga pendidikan´. Kepala madrasah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki andil besar dalam menciptakan suasana kondusif yang ada dalam lingkungan kerjanya. Suasana kondusif tersebut merupakan faktor yang terpenting dalam menciptakan guru yang berprestasi. Guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat penting terhadap kemajuan bangsa Indonesia, guru juga sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan.³Tenaga pendidikan terutama guru merupakan jiwa dari madrasah´ . Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, evaluasi kinerja, hubungan kerja sampai pada imbal jasa, merupakan garapan penting bagi seorang kepala madrasah. Guru sangat berperan dalam menentukan kualitas lulusan madrasah. Artinya untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas diperlukan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal. Sedangkan guru dengan kualitas dan prestasi maksimal dapat diperoleh bila ditunjang oleh kepemimpinan yang baik. Prestasi kerja guru yang berkualitas ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya adalah bagaimana atasan dalam memimpin bawahan, yang demikian ini disebut dengan kepemimpinan seorang pemimpin (kepala madrasah). Peran pemimpin sangat penting dalam organisasi, tanpa adanya pemimpin suatu organisasi hanya merupakan pergaulan orang-orang dan mesin. ³ Kepemimpinan adalah kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mangajak, mamantau dan kalau perlu memaksa orang lain agar menerima pengaruh itu. Selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatau maksud dan tujuan tertentu´. Seorang kepala madrasah mempunyai tugas untuk mengatur dan menggerakkan sejumlah besar orang-orang (guru) yang mempunyai berbagai sikap, tingkah laku dan latar belakang yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan guru yang dapat membantu tugas pimpinan secara optimal, maka diperlukan seorang pemimpin yang mampu mengarahkan dan merubah tingkah laku bawahannya kepada tercapainya tujuan organisasi secara maksimal. Pemimpin yang efektif selalu menyadari bahwa anggota organisasinya merupakan sumber daya manusia yang sangat berharga karena dikaruniai atau memiliki otak dan akal fikiran, sehingga pemimpin selalu berupaya menggali, memanfaatkan dan meningkatkan kreatifitas anggotanya untuk mencapai prestasi yang tinggi. Prestasi kerja guru yang tinggi merupakan perwujudan dari kualitas guru. Hal ini cukup penting dalam rangka mencapai tujuan madrasah. Dengan prestasi kerja yang tinggi berarti para guru benar-benar dapat berfungsi sebagai pendidik yang tepat guna dan berhasil guna sesuai dengan sasaran-sasaran organisasi yang hendak dicapainya. Apabila tujuan peningkatan prestasi kerja para guru dapat terpenuhi, maka tujuan pembangunan yang sesuai dengan pancasila, UUD 1945 beserta tujuan Pendidikan Nasional akan segera tercapai, begitu juga dengan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tuntutan perkembangan zaman. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar merupakan lembaga pendidikan yang ikut berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa demi mensukseskan tujuan pembangunan nasional Indonesia. Madrasah tersebut merupakan lembaga pendidikan negeri yang berada dibawah naungan Departemen Pendidikan Agama. Sebelumnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan merupakan madrasah swasta dengan nama

MI. Al-Qodiriyah dalam naungan yayasan Al-Qodiriyah. Karena dari tahun ketahun mengalami kemajuan, Departemen Pendidikan Agama Kabupaten Blitar merubah status dari Swasta menjadi Negeri. Selain itu Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga dijadikan center oleh lembaga-lembaga madrasah ibtidaiyah di Udanawu Blitar. Bahkan sering mendapatkan kejuaraan pada bidang mata pelajaran, olah raga dan seni ditingkat Kecamatan ataupun tingkat Kabupaten. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa para guru telah berhasil dalam usaha mencapai tujuan madrasah. Keberhasilan para guru dalam mencapai tujuan madrasah tersebut merupakan salah satu prestasi kerja yang ditunjukkan oleh guru yang berasal dari kemampuan dan motivasi yang dimilikinya. Prestasi kerja yang dihasilkan para guru tersebut merupakan hasil dari kepemimpinan kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan yang selalu menggerakkan, mengarahkan, dan memberikan motivasi kepada para guru untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan bersama. Atas dasar latar belakang masalah tersebut, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tema ³Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru (Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar)´. B. Fokus Masalah Berkaitan dengan study kepemimpinan Kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerga guru pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar maka yang menajdi fokus masalah dalam studi ini adalah bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang berpengaruh terhadap peningkatan mutu kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Kemudian fokus masalah tersebut dirumuskan sebagaimana rumusan masalah. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, fokus penelitian dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 2. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? 3. Bagaimana kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru ? D. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 2. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. 3. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. E. Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai berikut : 1. Secara teoritis a. Memberikan kontribusi akademis dalam upaya peningkatan dan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang kepemimpinan lembaga pendidikan. 2. Secara praktis a. Sebagai bahan masukan bagi pengelola lembaga pendidikan khususnya Madrasah Ibtidaiyah

Negeri Slemanan Udanawu Blitar sehingga lembaga tersebut dapat lebih maju dari sebelumya dan tetap eksis serta bisa menjadi lembaga pendidikan alternatif. b. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi imput bagi para praktisi dan peneliti pendidikan dalam rangka kontribusi kajian ilmiah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan untuk meningkatkan mutu kependidikan. F. Metodologi Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan mutu kependidikan yang peneliti lakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar ini menggunakan pendekatan kualitatif sebab jenis penelitian ini tidak bisa berambisi mengumpulan data dari segi kualitasnya tetapi ingin juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dari data yang hasil direkam. Penulis tidak menemukan sumber datanya atau nara sumber secara kuantitatif menggunakan purvose sampling. Pola tersebut lazim disebut dengan Creation baset sampling artinya bahwa penggunaan sumber data atau nara sumber dianggap cukup mana kala informasi yang diperlukan sudah cukup memadai sehingga sering kali jumlah nara sumber atau sumber data memungkinkan untuk selalu berkembang dan bertambah. Tesis ini menggunakan rancangan studi kasus penelitian yang berupaya mencari kebenaran ilmiah dengan cara mempelajari secara mendalam perkembangan dari satu individu, kelompok orang. Lembaga dan tidak mustahil perkembangan suatu kejadian khusus. Studi kasus ini dimaksudkan untuk mencoba mengamati perkembangan dan fonemena yang terjadi pada sebuah organisasi dalam hal ini organisasi yang menjadi obyek penelitian adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Sifat penelitian ini adalah berupa penelitian deskriptif kualitatif. Oleh sebab itu pendekatan yang dilakukan adalah melalu pendekatan kualitatif dengan memakai bentuk study kasus (case study). Maksudnya adalah dalam penelitian deskriftif kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainya sehingga yang menjadi tujuan dalam penelitian deskriftif kualitatif ini adalah ingin menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya. 2. Kehadiran Peneliti. Insrumen utama dalam penelitian ini adalah manusia . Karena itu untuk menyimpulkan data secara koprehensif maka kehadiran peneliti di lapangan sangat diutamakan karena mengumpulkan data dilakuakn yang sebenarnya tanpa dimanipulasi dibuat dan dipanjang lebarkan Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus mengumpul data sehingga dapat dikatakan peneliti dalam penelitian ini bertindak sebagai instrumen kunci. Penelitian dalam hal ini akan melakuakn observasi. Wawancara dan mengambil dokumen. 3. Lokasi Penelitian Peneliti sengaja memilih lokasi penelitian di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dengan pertimbangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah yang favorit dan menjadi central madrasah-madrasah lain. Dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar memiliki guru guru yang variatif dengan latar belakang pendidikan yang beragam Dengan demikian sesuai dengan fokus masalah penelitia yang telah dikemukakan diatas, yang menjadi objek dalam tesis ini adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mengenai kepemimpinan Kepala madrasah dalam meningkatkan

prestasi kinerja guru 4. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´. Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person, place paper. 1. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. Dalam penelitian ini personnnya adalah Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 2. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak, meliputi fasilitas gedung, kondisi lokasi, kegiatan belajar-mengajar, kinerja, aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 3. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar, simbol-simbol dan lain-lain. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip, catatan-catatan, dokumen yang ada di Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 5.Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap. Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera. Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama, merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis, keadaan madrasah, sarana dan prasarana, kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah negeri Slemanan Udanawu Blitar . Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran. 2. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. b. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih, jika ternyata responden mengalami kesulitan

Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip. yaitu berupa data yang ditemukan dari observasi partisipan. mengkode. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara. 6. dimulai pada awal kegiatan sampai dilanjutkan selama kegiatan pengumpulan data dilaksanakan. bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. Data yang di dapat dalam penelitian ini berupa kalimat. membuat gugus-gugus dan mambuat memo. menafsirkan serta meramalkan´. jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian. setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data. Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder. menelusuri tema. c. Informasi tersebut misalnya. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. wawancara mendalam. d. peneliti membuat ringkasan. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting. Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya. dan satuan uraian dasar. partisipan dan informan. Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan. dan dokumentasi yang diperoleh dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data.menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. kata-kata yang berhubungan dengan . 3. dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif. didengar. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. Dengan demikian reduksi data ini akan berlangsung secara terus menerus selama penelitian berlangsung. dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran. paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. maka langkah selanjutnya menganalisa dan kemudian menyajikannya secara tertulis dalam laporan tersebut. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. surat bukti. Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian. Pada penelitian. dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. kategori. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. Analisis Data Dalam suatu penelitian. ³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu.

fokus penelitian. kepemimpinan sebagai kunci keberhasilan kepala madrasah. halaman sampul. dalam hal ini membahas proses penelitian yang digunakan dalam penelitian. obervasi partisipan. motto. memuat tentang apa saja yang diperoleh dari penelitian yang meliputi gambaran obyek dan hasil penelitian dari fokus penelitian. daftar isi. . pendahuluan. Untuk mengarah pada hasil kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis data baik yang berasal dari catatan lapangan. penegasan istilah. judul. . halaman. meliputi perangkat legalitas tesis. Penutup. Dengan kata lain penyajian data ini merupakan proses penyusunan informasi secara sistematis dalam rangka memperoleh kesimpulan sebagai temuan penelitian. wawancara mendalam. pengesahan. kepala madrasah dalam peningkatan prestasi kerja guru. lampiran-lampiran dan biodata penulis. fungsi dan tipe kepemimpinan. berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran-saran. Metodologi Penelitian. studi pendahuluan dan diakhiri dengan sistematika pembahasan. maka langkah selanjutnya adalah melakukan penarikan kesimpulan. Bab II. kata pengantar. Bab IV. Hadari Nawawi berpendapat bahwa kepemimpinan adalah kemampuan menggerakkan. dan abstrak. G. Bagian utama. Pengertian Kepemimpinan Kepala Madrasah Definisi tentang kepemimpinan sangat bervariasi sebanyak orang yang mencoba mendefinisikan konsep kepemimpinan. persembahan. hakekat prestasi kerja guru. sehingga sajian data merupakan sekumpulan informasi yang tersusun secara sistematis yang memberikan kemungkinan untuk ditarik kesimpulan. definisi kepemimpinan secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. Kajian teori. memotivasi pengikut untuk mencapai tujuan. serta mempengaruhi interpretasi mengenai peristiwa-peristiwa para pengikutnya. pendekatan-pendekatan dalam kepemimpinan. pengorganisasian dan aktifitas-aktifitas untuk mencapai sasaran. Dalam hal ini membahas tentang pengertian kepemimpinan kepala madrasah. tujuan dan kegunaan penelitian dirumuskan secara jelas. Pembahasan hasil Penelitian Bab VI. dokumentasi yang didapat saat melakukan kegiatan di lapangan. Menurut Suharsimi Arikunto kepemimpinan adalah usaha yang dilakukan untuk mempengaruhi anggota kelompok agar mereka dengan suka rela menyumbangkan kemampuannya secara maksimal demi pencapaian tujuan kelompok yang telah ditetapkan. Kepemimpinan Kepala Madrasah 1. persetujuan pembimbing. Paparan data dan temuan hasil penelitian. Sistematika Pembahasan Untuk dapat melakukan pembahasan secara sistematik. peningkatan prestasi kerja guru. maka diambil langkah-langkah sebagaimana dalam sistematika pembahasan sebagai berikut: Bagian awal. terdiri dari enam bab yaitu: Bab I. Pada saat kegiatan analisis data yang berlangsung secara terus menerus selesai dikerjakan. BAB II KAJIAN TEORI A. Bab III. daftar gambar. mempengaruhi kelompok dan budayanya. Dalam bab ini dipaparkan latar belakang masalah. Bab V. Bagian akhir. memuat daftar rujukan. fokus penelitian yang dikaji dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan.

Weschler dan fred Mescarik mendefinisikan kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang dilakuakn dalam suatu situasi dan diarahkan melalui proses kominikasi pada pencapaian tujuan atau tujuan-tujuan tertentu. karena kepemimpinan telah dipelajari melalui berbagai cara yang berbedabeda tergantung pada konsepsi kepemimpinan dan pilihan metodologi para penelitinya. namun demikian pada dasarnya definisi-definisi tersebut memiliki kesamaan konseptual. Meskipun masih banyak definisi atau pengertian tentang kepemimpinan yang dikemukakan para ahli lainnya.memberikan motivasi dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakantindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang dilakukan. Kepala madrasah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu madrasah dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. menggerakkan. Pendekatan-Pendekatan Dalam Kepemimpinan Pada dasarnya. termasuk dalam hal ini adalah organisasi pendidikan. memimpin. antara lain: adanya orang yang mempengaruhi. atau mempengaruhi bawahan. adanya aktifitas. bahwa kepemimpinan merupakan suatu tindakan atau aktifitas kegiatan untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi. 2. Paul Harsey dan Ken Blanchard menyebutkan pengertian lain dari para ahli lainnya mengenai kepemimpinan antara lain: ‡ Menurut George R. ‡ Robert Tannen Baun. adanya orang yang dipengaruhi. atau mempengaruhi para guru dan segala sumber daya yang ada di madrasah sehinga dapat di daya gunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sehingga studi kepemimpinan hanya memperlakukan atau dihadapkan pada satu aspek yang sempit seperti pengaruh bawahan atau sifat-sifat pribadi. melakukan koordinasi. meggerakkan. Apapun bentuk suatu organisasi. Seseorang yang menduduki posisi pimpinan dalam suatu organisasi mengemban tugas melaksanakan kepemimpinan. Irving R. atau perilaku yang satu sama lain dijadikan sasaran studi tanpa mengaitkan satu sama lain yang sebenarnya merupakan satu rangkaian persoalan di bidang kepemimpinan. interaksi dan otoritas. Studi kepemimpinan yang terdiri dari berbagai macam pendekatan. dalam kenyataannya pasti memerlukan seorang dengan atau tanpa dibantu orang lain untuk menduduki posisi pimpinan/pemimpin. pada hakekatnya merupakan usaha untuk menjawab atau memberikan pemecahan persoalan-persoalan dalam bidang . tinjauan menyeluruh mengenai jenis-jenis pendekatan kepemimpinan sangat bermacam-macam. Melihat penjelasan mengenai pengertian kepemimpinan dan kepala madrasah tersebut. Tery kepemimpinan adalah aktifitas mempengaruhi orang-orang untuk berusaha mencapai tujuan kelompok secara sukarela. ‡ Harold Konntz dan Cyril O¶Donnel mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi orang-orang untuk ikut dalam pencapaian tujuan bersama. Melihat beberapa unsur tersebut. Dengan demikian pengertian kepemimpinan tersebut dapat timbul dari mana saja asalkan unsurunsur dalam kepemimpinan itu terpenuhi. melakukan koordinasi serta megambil keputusan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. maka dapat ditarik suatu maksud bahwa kepemimpinan kepala madrasah adalah kemampuan kepala madrasah untuk memimpin. adanya tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk beraktifitas. yang mana pemimpin dalam organisasi ini adalah kepala sekolah/madrasah.

Meskipun telah banyak penelitian tentang sifat kepemimpinan. 4) bersifat ramah-tamah. Kedua. kesopanan. Pendekatan ini bertolak dari asumsi bahwa individu merupakan pusat kepemimpinan. Pendekatan sifat Pendekatan ini menekankan pada kualitas pemimpin. daya ingat. ketrampilan. Chester L. sampai kini para peneliti belum berhasil menemukan satu atau sejumlah sifat yang dapat dipakai sebagai ukuran untuk membedakan pemimpin dan bukan pemimpin. cara mendorong semangat kerja bawahan. tidak adanya kesesuaian atau pendapat diantara para pakar tentang rincian sifat atau ciri-ciri kepemimpinan. Pada dasarnya terdapat tiga pendekatan utama dalam kepemimpinan yaitu: ³pendekatan sifat. Keith Davis seperti yang dikutib Miftah Toha merumuskan empat sifat yang tampaknya mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi antara lain: kecerdasan dan kedewasaan. hal ini menunjukkan hanya dengan menggunakan pendekatan sifat saja masalah kepemimpinan tidak akan dapat difahami dan dipecahkan dengan baik. daya tahan. terlalu sulit untuk menetapkan sifat-sifat yang harus dimiliki pemimpin karena setiap orang yang menjadi pemimpin memiliki keunikan masing-masing. 2) yakin akan maksud dan tujuan organisasi. Dengan demikian dari pendekatan sifat ini masih terdapat kelemahan-kelemahan antara lain: pertama. kepemimpinan dipandang sebagai sesuatu yang mengandung banyak unsur individu. keluasan hubungan sosial. mengemukakan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin antara lain: 1) berbadan sehat. 7) sanggup bertindak tegas. situasi tertentu dan kondisi tertentu memerlukan kepemimpinan yang memiliki sifat dan ciri tertentu sesuai tuntutan situasi dan kondisi tertentu. Banyak ahli yang telah berusaha meneliti dan mengemukakan pendapatnya mengenai sifat-sifat baik manakah yang diperlukan bagi seorang pemimpin agar dapat dan sukses dalam kepemimpinannya. dan pendekatan situasional´.kepemimpinan. Penganut pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan sifat-sifat kepribadian yang dimiliki oleh pemimpin yang berhasil dan yang tidak berhasil. cara berkomunikasi. 3) selalu bergairah. 2). 8) memiliki kecerdasan. dalam pendekatan sifat mencoba menerangkan sifat-sifat yang membuat seseorang berhasil. membagi tugas dan wewenangnya. 5) mempunyai keteguhan hati. sifat-sifat tersebut ada pada seseorang karena pembawaan atau keturunan. daya tanggap pengetahuan. cara memberi bimbingan. cara mengambil keputusan dan lain sebagainya. 10) percaya pada diri sendiri. Pendekatan Perilaku Pendekatan perilaku ini merupakan pendekatan yang mendasarkan pada pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh sikap dan gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin yang bersangkutan. dan imajinasi. ketekunan. dalam hal bagaimana seorang pemimpin memberi perintah. penguasaan teknologi. motifasi dan dorongan berprestasi. Barnad dalam ³ The function of the executive´ mengemukakan dua sifat pemimpin yaitu sifat-sifat pribadi dan keunggulan subyektif. 9) pandai mengajari bawahan. 1). Sehingga seseorang menjadi pemimpin karena sifat-sifatnya yang dibawa sejak lahir bukan dibuat atau dilatih. . Sifat-sifat pribadi mencakup kondisi fisik. Sedangkan keunggulan subyektif menyangkut keyakinan. dan keberanian. Sikap dan gaya kepemimpinan itu tampak dalam kegiatan sehari-hari. sikap-sikap hubungan sosial. kuat dan penuh energi. Orway Tead seperti yang dikutip Purwanto. pendekatan perilaku. Pendekatan sifat berpendapat bahwa keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin dipengaruhi oleh sifat-sifat yang dimiliki oleh pribadi seorang pemimpin. Ketiga. 6) unggul dalam teknik kerja.

Membantu perkembangan kepemimpinan yang posisional dan kepemimpinan yang sedang . Kepemimpinan Suportif . para ahli mengembangkan teori kepemimpinan kedalam berbagai macam klasifikasi.Menekankan kepada hasil dan tujuan organisasi .Menetapkan dan memperkuat kembali kebijakan organisasi . mementingkan batas waktu pelaksanaan tugas kepada bawahan. antara lain: a.Memperkuat relasi yang positif dengan pemerintah ataupun masyarakat. Kepemimpinan Struktural .Pendekatan akan berbagai persoalan dengan fikiran terbuka .Menekan atau memperkecil kertas kerja yang birokratis . Masing-masing dimensi ditandai dengan berbagai ciri sebagai berikut: 1. Ciri-ciri perilaku konsiderasi adalah ramah-tamah. Kepemimpinan partisipatif dengan tanda-tanda: . 2.Meningkatkan moral / semangat staf .Mengusahakan dan menyediakan sumber-sumber yang diperlukan . Harsey dan Blanchard sebagaimana dikutip Sujana menjelaskan bahwa perilaku atau perbuatan seseorang pemimpin cenderung mengarah pada dua hal yaitu konsiderasi dan struktur inisiasi.Melaksanakan pendelegasian yang jelas dan menentukan kepada anggota.Membuat jadwal kegiatan . mau berkonsultasi. menetapkan standar tertentu tentang tugas pekerjaan.Mau dan bersedia memperbaiki posisi-posisi yang telah terbentuk .Memberikan saran atas masalah kerja yang terkait . .Dengan menggunakan pendekatan perilaku. menerima usul bawahan. b. suportif. Teori Empat Faktor Dalam usaha meningkatkan kualitas kepemimpinan. Sedangkan struktur inisiasi adalah perilaku pemimpin cenderung mementingkan tujuan organisasi.Mempercayai orang lain dengan pendelegasian tanggung jawab . Ciri-ciri perilaku struktur inisiasi adalah memberikan kritik terhadap pelaksanaan tugas yang tidak tepat. Kepemimpinan Fasilitatif . fasilitatif. Konsiderasi adalah perilaku pemimpin untuk memperhatikan bawahan.Memantau penerapan keputusan . teori empat faktor sangat mempunyai peranan yang penting.Memberikan ganjaran atas nama perseorangan 4. dan partisipatif. dan selalu mengawasi optimasi kemampuan bawahan dalam melaksanakan tugas.Mencari masukan dan nasehat yang menentukan . selalu memberi petunjuk kepada bawahan tentang cara melaksanakan tugas. mendukung dan membela bawahan. Teori Dua faktor Berdasarkan teori ini. dan memperlakukan bawahan sebagaimana pemimpin memperlakukan dirinya sendiri.Menembangkan suatu pandangan organisasi yang kohesif sebagai dasar penngambilan keputusan .Cepat mengambil tindakan dalam keputusan yang mendesak .Membantu pekerjaan agar dilaksanakan 3.Menunjukkan keramahan dan kemampuan untuk melaksanakan pendekatan . teori kepemimpinan empat faktor meliputi dimensi-dimensi: stuktural.Memberikan dorongan dan penghargaan atas usaha orang lain .

pemimpin mementingkan atau menekankan kepada hal-hal yang bersifat produktif. Perwakilan (representation). kesejahteraan. pemimpin secara aktif menggunakan peranan kepemimpinannya daripada menyerahkan kepemimpinan kepada yang lain. Keyakinan (persuasiveness). Struktur inisiasi (inisiation of structure). h. pemimpin mampu memberikan toleransi terhadap ketidakpastian dan penundaan tanpa kekhawatiran atau gangguan. pemimpin mendamaikan tuntutan konflik dan mengurangi ketidakteraturan dari sistem yang ada. e. pemimpin berbicara dan bertindak sebagai wakil kelompok.Bekerja secara aktif dengan perseorangan atau kelompok .tumbuh . i. k. disimpulkan bahwa seseorang menjadi pemimpin bukan saja karena faktor kepribadian yang dimiliki. g. pemimpin memperhatikan ketenangan. Yaitu: a. dan merupakan kualitas yang timbul karena interaksi orang-orang dalam situasi tertentu. Pendekatan situasional Pendekatan situasional hampir sama dengan pendekatan perilaku. Orientasi kepada atasan (superior orientation). l. Konsiderasi (concideration). dan kontribusi (bantuan) bawahan. Toleran terhadap ketidakpastian (tolerance of uncertainty). f. Ketepatan yang bersifat prediktif (predictive accuracy). b.Melibatkan orang lain secara tepat dalam pengambilan keputusan. j. Pendekatan ini menitik beratkan pada berbagai gaya kepemimpinan yang paling efektif diterapkan dalam sitiasi tertentu. pemimpin memelihara secara akrab jaringan organisasi dan mengatasi konflik antar anggota. c. Kedua belas faktor tersebut sangat membantu dalam menganalisa dan memperbaiki perilaku pemimpin dalam organisasi apapun. Penekanan pada hal-hal yang produktuif (productive emphasis). pemimpin membiarkan bawahan berkesempatan untuk berinisiatif. pemimpin mampu menggunakan persuasi dan organisasi secara efektif serta memperlihatkan keyakinan yang kuat . Stogdill juga mengemukakan bahwa untuk menilai perilaku kepemimpinan ada 12 faktor yang perlu diperhatikan. Teori kepemimpinan kontingensi Teori ini dikembangkan oleh Fiedler dan Chemers. d. terlibat dalam keputusan dan berbuat. Dalam hal ini kepemimpinan lebih merupakan fungsi situasi dari pada sebagai kualitas pribadi. Integrasi (integration). dengan mengkaji kepemimpinan dari beberapa variabel yang mempengaruhi perilaku akan memudahkan menentukan gaya kepemimpinan yang paling cocok. pemimpin memperlihatkan wawasan ke depan dan kecakapan untuk memperkirakan hasil yang akan datang secara akurat. Toleransi kebebasan (tolerance of freedom). berdasarkan hasil penelitianya pada tahun 1950. tetapi juga berbagai faktor situasi dan saling berhubungan antara situasi dengan . dan berjuang untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi. Menurut pandangan perilaku. Asumsi peranan (Role Assumption). keduanya menyoroti perilaku kepemimpinan dalam situasi tertentu. 3). pemimpin dengan jelas mendefinisikan peranan kepemimpinan dan memberikan kesempatan bawahan mengetahui apa yang diharapkan dari mereka. Terdapat beberapa studi kepemimpinan yang menggunakan pendekatan ini antara lain: a. Tuntutan perdamaian (reconciliation). pemimpin memelihara hubungan ramah-tamah dengan atasan yang mempunyai pengaruh terhadap pemimpin.

Gaya mendikte (Telling) Gaya ini diterapkan jika kematangan anak buah rendah. Kedua. perhatian pada orang dan dimensi efektifitas. Berdasarkan ketiga dimensi tersebut Fiedler menentukan dua jenis gaya kepemimpinan dan dua tingkat yang menyenangkan. Menurut Fiedler tidak ada gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua situasi. dan memerlukan petunjuk serta pengawasan yang jelas. kapan. Perilaku tugas merupakan pemberian petunjuk oleh pimpinan terhadap anak buah melalui penjelasan tertentu. tetapi belum didukung oleh kemampuan yang memadai. Dari ketiga faktor tersebut. apa yang harus diperbuat. Keberhasilan pemimpin bergantung baik pada diri pemimpin maupun kepada keadaan organisasi. serta ada 3 faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu: hubungan antara pemimpin dan bawahan. Adapun kematangan adalah kemampuan dan kemauan anak buah dalam mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas. kapan. pemimpin sudah dapat mendelegasikan wewenang kepada anak buah. gaya kepemimpinan yang mengutamakan tugas.kepemimpinan. yaitu Integred. Teori kepemimpinan tiga dimensi Teori ini dikemukakan oleh Reddin guru besar Universitas New Brunswick Canada. Perilaku hubungan merupakan ajakan yang disampaikan oleh pimpinan melalui komunikasi dua arah yang meliputi mendengar dan melibatkan anak buah dalam pemecahan masalah. menurutnya ada tiga dimensi yang dapat dipakai untuk menentukan gaya kepemimpinan yaitu: perhatian pada produksi atau tugas. serta kekuasaan yang berasal dari organisasi. Gaya ini disebut mendikte karena pemimpin dituntut untuk mengatakan apa. Reddin menyatakan bahwa keempat gaya tersebut menjadi efektif atau tidak efektif tergantung pada situasi. dan bagaimana mengerjakannya. dan dimana tugas dilakukan. separated. related. b. karena itu tekanan utama dari teori ini terletak pada perilaku pemimpin dalam hubungannya dengan anak buah. Menurut teori ini gaya kepemimpinan akan efektif jika disesuaikan dengan tingkat kematangan anak buah. Gaya kepemimpinan Reddin sama dengan jaringan manajemen yangn dimiliki empat gaya dasar kepemimpinann. bagaimana. struktur tugas. Makin matang anak buah. Selanjutnya pada saat anak buah mencapai tingkat kematangan penuh dan sudah dapat mandiri. sedangkan hubungan hanya dilakukan sekedarnya saja. Gaya ini menekankan pada tugas. hal tersebut menunjukkan bahwa efektifitas kepemimpinan bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat kondisi yang menyenangkan dalam situasi tertentu. dan decicated. Teori kepemimpinan situasional Teori ini merupakan pengembangan dari model kepemimpinan tiga dimensi yang didasarkan pada hubungan antara tiga faktor yaitu perilaku tugas. Gaya kepemimpinan yang tepat untuk diterapkan dalam keempat tingkat kematangan anak buah dan kombinasi yang tepat antara perilaku tugas dan perilaku hubungan adalah: 1. yaitu gaya ketika pemimpin merasa puas jika tugas bisa dilaksanakan. c. serta mengawasi mereka secara ketat. pemimpin harus mengurangi perilaku tugas dan perilaku hubungan. Pertama. gaya kepemimpinan yang mengutamakan hubungan kemanusiaan. Mereka telah memiliki kemauan untuk melakukan tugas. Gaya Menjual (Selling) Gaya ini diterapkan apabila kondisi anak buah dalam taraf rendah sampai moderat. tingkat kematangan anak buah merupakan faktor yang paling dominan. . Gaya ini disebut menjual karena pemimpin selalu memberikan petunjuk yang banyak. 2. perilaku hubungan dan kematangan.

Gaya ini disebut mendelegasikan karena anak buah dibiarkan melaksanakan kegiatannya sendiri. Sedangkan berdasarkan situasinya. serta situasi dan kondisi organisasi yang dipimpinnya. yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada di dalam dan bukan di luar situasi itu. Mereka mempunyai kemampuan. Sedangkan fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok/organisasi masing-masing. Dalam tingkat kematangan seperti ini upaya tugas hanya diperlukan sekedarnya saja. Proses kepemimpinan pada dasarnya merupakan interaksi antara manusia dengan makhluk sosial. tampak adanya dua konsepsi tentang bagaimana seseorang dapat dikatakan memegang peranan sebagai pemimpin. seseorang melaksanakan kepemimpinannya karena memiliki sifat pribadi dan kemampuan sebagai pemimpin. Berdasarkan pendekatan dan teori kepemimpinan tersebut. demikian upaya hubungan. Kepemimpinan tidak dapat dilepaskan hubungannya dengan situasi sosial yang terbentuk dan sedang berlangsung di lingkungan suatu organisasi. Gaya ini disebut mengikut sertakan karena pemimpin dengan anak buah bersama-sama berperan dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena situasi itu selalu berkembang dan dapat berubah-ubah. Tidak satupun cara bertindak/berbuat yang dapat digunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama. Hal ini dilakukan jika anak buah berada pada tingkat kedewasaan yang tinggi. apalagi berbeda di lingkungan suatu organisasi oleh seorang pemimpin. Berdasarkan pandangan tentang sifat seorang pemimpin. pemimpin bisa berwibawa dan dipatuhi bawahannya. 3. Dalam kematangan semacam ini. kepemimpinan yang efektif adalah keberhasilan pemimpin dalam memerankan fungsifungsi kepemimpinan dengan baik yang sekaligus mampu membawa para bawahan untuk melakukan tugas-tugasnya dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya. namun upaya hubungan perlu ditingkatkan dengan membuka komunikasi dua arah. Gaya mendelegasikan Gaya ini diterapkan jika kemampuan dan kemauan anak buah telah tinggi. Sebab dengan kelebihan-kelebihan tersebut. 3. melalui pengawasan umum. melainkan seseorang dengan sifat-sifat unggulnya harus mampu menempatkan posisinya secara efektif terhadap segala hubungan yang terjadi diantara sesama anggota atau antar kelompok. upaya tugas tidak diperlukan. fungsi kepemimpinaan adalah sebagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. tetapi kurang memiliki kemauan kerja dan kepercayaan diri. Oleh sebab itu. Fungsi artinya jabatan (pekerjaan) yang dilakukan atau kegunaan suatu hal atau kerja suatu bagian tubuh.Dalam tingkat kematanga anak buah yang seperti ini. maka seorang pemimpin bukanlah sekedar seorang tukang atau juru. maka proses kepemimpinan tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan rutin yang diulang-ulang. diperlukan tugas serta hubungan yang tinggi agar dapat memelihara dan meningkatkan kemauan yang telah dimiliki. Fungsi Kepemimpinan Dalam kehidupan organisasi. Dari uraian tersebut diatas. yang jelas bahwa pemimpin itu harus memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan anggota-anggota biasa lainnya. Gaya melibatkan diri Gaya ini diterapkan apabila tingkat kematangan anak buah berada dalam taraf kematangan moderat sampai tinggi. Terlepas dari adanya teori yang seakan-akan kontradiktif tersebut. maka situasi dan kondisi organisasilah yang mendorong seseorang berperan sebagai pemimpin. masalah-masalah yang dihadapi. . 4.

Orang-orang penerima delegasi itu harus diyakini merupakan pembantu pimpinan yang memiliki persamaan prinsip. Cara bertindak sama di lingkungan organisasi yang berbeda dengan situasi sosial yang tidak sama. kapan. Fungsi pengendalaian ini dapat diwujudkan melalui kegiatan bimbingan. sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. dan pengawasan. yang sangat dipengaruhi oleh kemampuan menganalisa situasi sosial organisasinya. Berkaitan dengan fungsi kepemimpinan. Tahap berikutnya konsultasi dari pimpinan pada orang-orang yang dipimpin dapat dilakukan setelah keputusan ditetapkan dan sedang dalam pelaksanaan. 5) Fungsi pengendalian Fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang sukses mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif.Dengan demikian berarti juga suatu cara bertindak yang efektif dari seorang pemimpin tidak dapat ditiru secara tepat dengan mengharapkan hasil yang sama efektifnya oleh pemimpin yang lain. bagaimana. pemimpin kerapkali memerlukan bahan pertimbangan yang mengharuskannya berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya yang dinilai mempunyai berbagai bahan informasi yang diperlukan dalam menetapkan putusan. baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya. 2) Fungsi konsultatif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Pada tahap pertama dalam usaha menetapkan keputusan. Cara bertindak dari seorang pemimpin didasari oleh keputusan yang ditetapkannya. pemimpin sebagai komunikator merupakan pihak yang menentukan apa. Seorang pemimpin bertugas memberikan struktur yang jelas dari situasi-situasi yang rumit . yang secara operasional dibedakan menjadi lima pokok fungsi kepemimpinan antara lain: 1) Fungsi Instruktif Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Keikutsertaan pemimpin harus tetap dalam fungsi sebagai pemimpin dan bukan pelaksana. 3) Fungsi partisipatif Dalam menjalankan fungsi ini pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya. maka hasilnya juga akan berbeda. karena harus diwujudkan dalam interaksi antar individu dalam situasi sosial suatu kelompok/organisasi. persepsi dan aspirasi. Partisipasi tidak berarti bebas berbuat semaunya. 4) Fungsi delegasi Fungsi ini dilaksanakan dengan memberikan pelimpahan wewenang membuat dan menetapkan keputusan. pengarahan. ³Pemimpin yang efektif akan selalu berusaha mengembangkan situasi sosial yang bersifat kebersamaan yang mampu memberikan dukungan positif terhadap keputusan yang ditetapkannya´ Fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial. Fungsi delegasi pada dasarnya berarti kepercayaan. koordinasi. tetapi dilaksanakan secara terkendali dan terarah berupa kerja sama dengan tidak mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain. dan dimana perintah itu dikerjakan agar keputusan dapat dilaksanakan secara efektif. baik melalui persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pimpinan. Gerungan sebagaimana mengutip pendapat Ruch bahwa ada tiga fungsi utama dari pemimpin antara lain: 1. Fungsi kepemimpinan tersebut memiliki dua dimensi utama yaitu kemampuan pemimpin dalam mengarahkan (direction) dan tingkat dukungan (support) dari anggota organisasi. Kepemimpinan yang efektif memerlukan kemampuan menggerakkan dan memotifasi orang lain agar mau melaksanakan perintah. Konsultasi itu dilaksanakan dengan maksud untuk memperoleh umpan balik untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan.

Sehingga diharapkan seorang pemimpin adalah seorang yang ahli dalam bidang yang dipimpinnya. sehingga dalam kepemimpinannya akan sesuai dengan aspirasi yang ada dalam kelompoknya. 5. menjadi teladan baik dalam ucapan maupun dalam perilaku dari yang dipimpinnya. 2. 3. Seorang pemimpin harus dapat merasakan dan menerangkan kebutuhan-kebutuhan kelompok yang dipimpinnya ke dunia luar. Seorang panutan. Seorang pemimpin bertugas mengawasi dan menyalurkan perilaku kelompok yang dipimpinnya (controlling group behavior). Ini juga berarti bahwa seorang pemimpin bertugas mengendalikan perilaku anggota kelompok dan kelompok itu sendiri. Seorang penengah atau pelerai. Seorang pemimpin harus mempunyai pendirian kuat agar tidak mudah terobangambing oleh pengaruh dari luar kelompoknya. Seorang simbol dari kelompok. Figur seorang ayah. 13. disadari atau tidak seorang pemimpin ikut memikul tanggung jawab segala tindakan dari yang dipimpinnya. dan pemimpin juga berkewajiban untuk memulihkan kembali hubungan yang kurang baik itu. yaitu pemimpin sebagai sumber informasi dari anggota kelompok yang dipimpinnya. Krech dan Crutchfield mengemukakan pendapat mengenai fungsi pemimpin. keadaan ini terutama akan terjadi bila kelompok yang dipimpinnya membuat kesalahan. tujuan. 14. juga bertanggung jawab atas pelaksanaan hal-hal yang telah digariskan dalam kelompok yang dipimpinnya. 7. Karena itu seorang pemimpin harus peka terhadap keadaan atau situasi dalam kelompoknya. Kambing hitam. digariskan oleh pemimpin. bahwa seorang pemimpin merupakan lambang dari yang dipimpinnya. 2. yaitu seorang pemimpin harus bersedia menjadi kambing hitam. Seorang pembuat kebijakan. Seorang idealis. harapanharapan atau hal-hal yang lain. pencurahan isi hati dari para anggota kelompoknya. yaitu seorang pemimpin harus mampu menjadi panutan. hal tersebut biasanya . 12. 8. 11. Seorang pemberi hadiah atau hukuman. 3. Seorang pemimpin dalam keadaan yang diperlukan perlu memberikan hukuman atau hadiah. 10. baik mengenai sikap kelompok. 9. 6. yaitu pemimpin menentukan kebijakan kelompok yang dipimpinnya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Apa yang semestinya dikerjakan oleh kelompok perlu direncanakan. Seorang Ahli. yaitu ikut berkiprah dalam mencapai tujuan kelompok. bahwa seorang pemimpin perlu benar-benar memahami ideologi kelompoknya. Pemimpin sebagai cerminan sifat-sifat atau kepribadian kelompok yang dipimpinnya. Seorang eksekutif. yaitu seorang pemimpin bertugas sebagai pelerai atau sebagai penengah bila dalam kelompok terdapat perselisihan diantara para anggota. yaitu sebagai tempat identifikasi. Seorang perencana. Seorang yang mewakili kelompok keluar. bahwa pemimpin itu sebagai: 1. yaitu pemimpin mewakili kelompoknya ke dunia luar kelompoknya. Seorang pengontrol perilaku atau hubungan para anggotanya. yaitu pemimpin bertugas membuat rencana kegiatan dari yang dipimpinnya.yang dihadapi oleh kelompoknya ( Structuring the situation). 4. Seorang pemimpin bertugas sebagai juru bicara kelompok yang dipimpinnya (spokesman of the group). yaitu bahwa seorang pemimpin berkewajiban mengambil alih tangguing jawab atas tindakan anggotanya. Seorang pengambil alih tanggung jawab.

berusaha menumbuh-kembangkan kemampuan memikul tanggung jawab. penafsirannya sebagai pemimpin tidak lain adalah menunjukkan dan memberi perintah. Masing-masing penelitian berdiri sendiri tidak saling terkait sesuai dengan latar belakang konsep yang dimiliki oleh pakar. memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. cara-cara yang digunakan merupakan pencerminan sikap dan pandangan pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya. yang berikutnya partipasi dan lain-lain. seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan atau kecakapan dan keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan kepemimpinannya. sedang yang lainnya menerapkan fungsi delegasi. Setiap perbedaan pendapat diantara para anggotanya diartikan . Secara teoritis tipe kepemimpinan yang pokok dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: Otokratis. Dalam melaksanakan kepemimpinannnya. Fungsi kepemimpinan dalam kehidupan organisasi adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. 4. mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan batas tanggung jawab masing-masing. hampir sebanyak para ahli yang melakukan penelitian. Diantaranya ada yang lebih mengutamakan fungsi instruktif. Kesulitan ini terjadi sebab kepemimpinan menarik perhatian para ahli untuk menelitinya. Seluruh fungsi tersebut diselenggarakan dalam aktifitas kepemimpinan secara integral.akan dilemparkan kepada pemimpin. berbagai cara ditempuh oleh seorang pemimpin. sama sulitnya memberikan definisi kepemimpinan itu sendiri. yang memberikan gambaran pula tentang bentuk (tipe) kepemimpinan yang dijalankan. sehingga sudah barang tentu untuk menjadi pemimpin dituntut persyaratan-persayaratan tertentu agar dalam melaksanakan kepemimpinannnya dapat berlangsung dengan baik. antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya. Pemimpin yang otokratis tidak menghendaki musyawarah. Tetapi untuk merumuskan apa yang menjadi fungsi kepemimpinan adalah sulit. Demokratis. Adapun dalam pelaksanaannya pemimpin berkewajiban menjabarkan program kerja. Tipe Kepemimpinan Dalam menggerakkan atau memotivasi orang lain agar melakukan tindakan-tindakan yang selalu terarah pada pencapaian tujuan organisasi. Melihat fungsi-fungsi tersebut tidaklah ringan beban yang diemban oleh seorang pemimpin. pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap angota-anggotanya. Baginya. berusaha mengembangkan kebebasan berfikir dan mengeluarkan pendapat. oleh karena itu tipe ini juga merupakan yang paling banyak dikenal. Dalam kepemimpinan yang otokratis. Perbedaan-perbedaan tersebut mengakibatkan terjadinya berbagai tipe kepemimpinan. Laizes faire. mengembangkan kerjasama yang harmonis. 1) Kepemimpinan Otokratis Tipe kepemimpinan ini otokratis merupakan tipe kepemimpinan yang paling tua dikenal manusia. Kewajiban bawahan adalah hanya mengikuti dan menjalankan. rapat hanyalah sebagai sarana untuk menyampaikan instruksi-instruksi. Pengetahuan dan keterampilan tersebut diperoleh dari pengalaman belajar secara teori maupun dari pengalamannnya dalam praktek selama menjadi pemimpin. Disamping itu mungkin pula ada yang melaksanakannya dalam bentuk kombinasi. mendayagunakan pengawasan sebagai alat pengendali. Dalam proses kepemimpinan selalu terlihat titik berat yang berbeda dalam mewujudkan fungsifungsi kepemimpinan. sehingga melahirkan penelitian kepemimpinan yang berbeda-beda. mampu memberikan petunjuk yamg jelas. Kekuasaan pemimpin yang otokratis hanya dibatasi oleh undang-undang. tidak boleh membantah ataupun mengajukan saran.

selalu membangun semangat anggota kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha menstimulasi anggotanya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama. dan mematikan kreatifitas. pembangkangan atau pelanggaran disiplin terhadap instruksi yang telah ditetapkan. Pemimpin yang temasuk tipe ini sama sekali tidak memberikan kontrol dan koreksi terhadap pekerjaan anggotanya. Kepemimpinan dengan tipe otokratis. Disamping itu kepemimpinan ini sering pula terlihat pada kepemimpinan diktator sebagaimana terjadi di masa Nazi Jerman dengan Hitler sebagai pemimpin yang otoriter. takut mengambil keputusan. dengan demikian mudah terjadi kekacauan. Tipe ini diartikan sebagai membiarkan orang-orang berbuat sekehendaknya. Supervisi bagi pemimpin yang otokratis hanyalah berarti mengontrol. Pemberian tugas dan kerjasama diserahkan kepada anggotanya tanpa ada petujuk atau saran dari pimpinan. Pemimpin demokratis dalam melaksanakan tugasnya mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari kelompoknya. 3) Kepemimpinan Demokratis Pemimpin yang bertipe demokratis menafsirkan kepemimpinannnya bukan sebagai diktator. Biasanya. apakah segala perintah yang telah diberikan itu ditaati atau dijalankan dengan baik oleh para anggotanya. antara lain: 1) anggota akan menjadi pengekor yang tidak mampu dan tidak mau berinisiatif. Juga kritik-kritik yang membangun dari para anggota sebagai umpan balik dan dijadikan bahan pertimbangan dalam tindakan-tindakan berikutnya. Kekuasaan dan tanggung jawab bersimpang-siur. Dalam tindakan dan usaha-usahanya selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya. 2) kesediaan anggota dalam melaksanakan tugas didasari oleh perasaan takut dan tertekan. yaitu mencari kesalahan dari para anggotanya. sehingga ucapan raja berlaku sebagai undang-undang atau ketentuan hukum yang mengikat. Kepemimpinan otoriter tersebut mempunyai dampak negatif dalam kehidupan organisasi. perkembangan biasanya datang dari para anggota. melainkan sebagai pemimpin di tengah-tengah anggota kelompoknya. Dalam prakteknya. hal ini berarti bukan supervisi yang dilakukan akan tetapi sebagai inspeksi. Pemimpin tidak dapat diganggu gugat. Pemimpin yang demokratis selalu memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan. 2) Kepemimpinan Laizes Faire Sebenarnya pemimpin dalam kepemimpinan Laises faire tidak memberikan pimpinan. terutama . Pemimpin demokratis mempunyai kepercayaan diri sendiri dan menaruh perhatian dan kepercayaan pada anggota bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. baik balam tindakan maupun perbuatan. 3) organisasi menjadi statis.sebagai kepicikan. dalam tipe kepemimpinan laizes faire ini struktur organisasinya tidak jelas dan kabur. Segala kegiatan dilakukan tanpa rencana yang terarah dan tanpa pangawasan dari pimpinan. dan bukan karena pengaruh dari pemimpinnya. berserakan diantara anggota kelompok. karena pimpinan tidak menyukai perubahan. banyak ditemui dalam pemerintahan absolut. Tingkat keberhasilan organisasi dengan kepemimpinan laizes faire ini disebabkan karena kesadaran dan dedikasi beberapa anggota kelompok. Jika ada angota yang tidak taat akan diberi hukuman dan jika ada yang taat dan patuh akan diberi penghargaan bahkan dianak emaskan. dan mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya. dari beberapa tipe kepemimpinan tersebut dapat saling mengisi.

antara kepemimpinan otoriter dan kepemimpinan demokratis. Terjadinya perbedaan-perbedaan mengenai tipe kepemimpina tersebut adalah atas dasar hubungan antara pemimpin dan kelompok yang dipimpinnya. menimbulkan dan mempertajam perselisihan. penuh pengabdian dan kesungguhan dalam menghadapi masalah dalam menjalankan kepemimpinannya. Walaupun masing-masing memiliki alasan yang berbeda. sedia berkorban. Misalnya guru diangkat sebagai kepala sekolah. Tipe ini menunjukkan gejala bahwa seorang pemimpin selalu bersedia melakukan segala sesuatu untuk kepentingan orang banyak. simbol. memecah belah dan menghasut anggota organisasi dengan maksud untuk memperoleh keuntungan bagi pimpinan dengan atau tanpa kelompoknya. 2) Tipe kepemimpinan simbol Pemimpin yang secara tradisional ini diakui sebagai simbol kebesaran kelompok/organisasi. misalnya pemimpin dalam lingkungan partai politik. pengayom. 4) Tipe kepemimpinan ahli Dalam tipe ini seorang yang mempunyai keterampilan atau keahlian profesional dalam bidang tertentu. 1) Tipe kepemimpinan karismatik Pemimpin diterima karena kepribadiannya yang berpengaruh. organisatoris dan administrator. Disamping itu dalam batas-batas tertentu kepemimpinan otoriter masih sangat diperlukan dalam kegiatan mengontrol dan pengawasan. 5) Tipe kepemimpinan organisatoris dan administrator Tipe kepemimpinan ini berupa kemampuan membina dan mengelola kerjasama yang efektif dalam melaksanakan kegiatannya yang terarah pada tujuan yang jelas. dan dipatuhi secara rela dan ikhlas sehingga diikuti pendapat dan keputusannya. menjalankan kepemimpinan di lingkungan organisasi yang bergerak di bidang yang sesuai dengan keahlian tersebut. maka semua kualitas kepemimpinan haruslah memenuhi persyaratan dan tuntunan yang diajukan oleh situasi. serta tipe agiator. Sifat otoriter tersebut diperlukan sebagai perwujudan kesatuan perintah agar tidak membingungkan. Dari beberapa tipe kepemimpinan yang utama tersebut. dipercaya. Pemimpin menyenangi hubungan yang harmonis dengan orang-orang yang dipimpinnya. dihormati. terdapat beberapa tipe kepemimpinan yang sifatnya sebagai pelengkap antara lain: tipe kepemimpinan Karismatik. walaupun tidak berfungsi dan kepemimpinannnya diselenggarakan oleh orang lain yang menjadi pembantunya. mengadu domba. tipe kepemimpinan ahli. Pemimpin seperti ini sering kali mampu memanfaatkan pertentangan yang ditimbulkannya untuk memperoleh dukungan dari kedua belah pihak yang bertentangan. khususnya anggota organisasinya. 6) Tipe kepemimpinan agiator Tipe kepemimpinan agiator ini dilakukan dengan memberikan tekanan-tekanan. dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan memanfaatkan masukan dari orang lain dari dalam dan luar organisasinya. sistematis. dan tertib. disegani. . Berpijak dari teori dan tipe kepemimpinan tersebut. Pemimpin tipe ini bekerja secra terencana. seorang dokter diangkat sebagai kepala rumah sakit. maka dapatlah disimpulkan bahwa agar seseorang dapat tampil sebagai pemimpin yang baik dan sukses dalam melaksanakan kepemimpinannya. Pemimpin selalu bertindak sebagai pelopor. Dengan kata lain dalam kepemimpinan masih diperlukan kepemimpinan otoriter walaupun sifatnya yang lebih lunak. 3) Tipe kepemimpinan pengayom Pemimpin yang ditempatkan sebagai kehormatan karena pengalaman dan posisinya dalam masyarakat.

Sebagai pemimpin pendidikan. Keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan kepemimpinan kepala madrasah. kepala madrasah adalah pengelola pendidikan secara keseluruhan. b. Sebagai pengelola pendidikan. Kemampuan untuk membina dan memupuk kerja sama dalam mengajukan dan melaksanakan program supervisi. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan administrasi madrasah dengan seluruh substansinya. Oleh karena itu sebagai pengelola. Dalam satuan pendidikan. kepala madrasah memiliki tugas untuk mengembangkan kinerja para personil terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan. tempat terselenggaranya pembudayaan kehidupan umat manuisia. Bog sebagaimana dikutip Idhochi Anwar mengemukakan empat kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin pendidikan. Sebagai pemimpin formal. Koordinasi yang baik diantara para anggota organisasi madrasah khususnya kepala madrasah sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Kemampuan mengorganisasikan dan memantau staf dalam merumuskan perbaikan pengajaran di sekolah dalam bentuk program yang lengkap. Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada. madrasah memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secar efektif dan efisien. sebagaimana dinyatakan oleh Wahjosumidjo bahwa ³keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah´. Robert C. Pertama. Kepemimpinan Kunci Keberhasilan Kepala Madrasah Madrasah adalah lembaga pendidikan yang bersifat kompleks dan unik. kepala madrasah menduduki dua jabatan penting untuk bisa menjamin kelangsungan proses pendidikan. Karena sifatnya yang komplek dan unik. bimbingan serta visi dan misi yang ingin dicapai oleh kepala madrasah. Kualitas kepemimpinan kepala madrasah dalam rangka melaksanakan tugas sangatlah penting. antara lain: a. serta mampu melaksanakan peranan kepala madrasah sebagai seorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin madrasah. Sedang sifat unik menunjukkan bahwa madrasah sebagai organisasi memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lainnya. d.5. Kemampuan untuk membangkitkan dan memupuk kepercayaan pada diri sendiri dan para guru serta staf sekolah. Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksankan fungsi-fungsi kepemimpinan. Kepala madrasah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan madrasah sebagai organisasi yang kompleks dan unik. kepala madrasah sebagai pemimpin formal pendidikan di lingkungannya. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan. Kemampuan untuk mendorong dan mambimbing para guru serta staf agar dengan penuh kerelaan dan tanggung jawab berpartisipasi secara aktif pada setiap usaha sekolah untuk mencapai tujuan madrasah dengan sebaik-baiknya. Kedua. Bersifat kompleks karena madrasah sebagai organisasi yang di dalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menentukan. Ciri-ciri yang menempatkan madrasah memiliki karakteristik tersendiri. oleh karena laju perkembangan kegiatan/program pendidikan yang ada di setiap madrasah ditentukan oleh arahan. kepala madrasah perlu memiliki kompetensi dasar yang . dimana terjadi proses belajar-mengajar. c. kepala madrasah bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pendidikan melalui upaya menggerakkan para bawahan kearah pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Ngalim Purwanto menjelaskan bahwa syarat minimal bagi seorang kepala sekolah antara lain: 1. Kekuatan teknikal ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya pengaturan kegiatan persekolahan yang baik. 2) Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi sosial dan antar pribadi suatu madrasah yaitu unsur manusianya. Prinsip kekuatan teknikal ini bisa dikatakan sama dengan prinsip perencanaan dan manajemen. serta memberi tanda pada yang lain mengenai apa yang penting dan berharga bagi kegiatan persekolahan. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini kepala madrasah bertindak sebagai seorang yang mendefinisikan. Sedangkan prinsip pengaturan manusia meliputi pemberian dukungan dan kesempatan oleh kepala madrasah kepada para guru dan pegawai lainya. kekuatan pendidikan. kekuatan manusia.disyaratkan. 5) Kekuatan budaya Kekuatan budaya merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan madrasah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu madrasah. usia. dan kekuatan budaya. memberi penyuluhan pada guru. Prinsip kekuatan pendidikan adalah menemukan masalah pendidikan. Kekuatankekuatan tersebut adalah: kekuatan teknikal. 1) Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen dan berhubungan dengan aspekaspek teknis kepemimpinan. pengalaman. terutama di sekolah yang sejenis dengan sekolah . 4) Kekuatan simbolik Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek simbolik kepemimpinan. Persyaratan itu adalah ketentuan untuk menduduki suatu jabatan tertentu yang mengharuskan seseorang yang mendudukinya menjalakan fungsi kepemimpinan. Menpunyai pengalaman bekerja yang cukup. mengadakan supervisi dan evaluasi serta pengembangan staf dan kurikulum. Persyaratan-persyaratan formal tersebut bukanlah yang dimaksudkan sebagai persyaratan kepemimpinan. yaitu berupa kekuatan-kekuatan kepemimpinan yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. Ketika menunjukkan kekuatan ini kepala madrasah memainkan peranan sebagai kepala dan memberikan model bagi tujuan-tujuan dan tingkah laku yang baik. pangkat dan integritas. 2. memperkuat serta mengartikulasikan nilai-nilai. Prinsip kekuatan manusia ini bisa dianggap merupakan pengaturan manusia meliputi hubungan antar manusia. M. pengembangan program pendidikan dan supervisi. 3) Kekuatan pendidikan Kekuatan pendidikan merupakan kekuatan kepemimpinan yanng berasal dari pengetahuan mengenai permasalahan pendidikan dan persekolahan. serta teknik-teknik pemberian motifasi dengan berbagai instrumen. kepercayaan dan segi-segi budaya yang memberikan identitas yang unik pada madrasahnya. Kepala sekolah/madrasah adalah jabatan pemimpin yang tidak bisa diisi oleh orang-orang tanpa didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan. kecakapan antar pribadi. Prinsip-prinsip kekuatan pendidikan ini mengandunng unsur-unsur pengajaran. Siapapun yang diagkat menjadi kepala madrasah harus ditentukan melalui prosedur serta persyaratan-persyaratan tertentu seperti: latar belakang pendidikan. Memiliki ijasah yang sesuai dengan ketentuan/peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. kekuatan simbolik.

baik yang diprogramkan di sekolah maupun yang diselenggarakan oleh masyarakat sekitar. a) Pembinaan mental yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan sikap batin dan watak. Mempunyai ide dan inisiatif yanng baik untuk kemajuan dan pengembangan sekolahnya. Dalam pelaksanaanya pekerjaan kepala madrasah merupakan pekerjaan berat yang menuntut kemampuan ekstra. terutama sikap dan sifat-sifat kepribadian yang diperlukan bagi kepentingan pendidikan. Pihak madrasah dalam menggapai visi dan misi pendidikan perlu ditunjang oleh kemampuan kepala madrasah dalam menjalankan roda kepemimpinanya. memajukan. Berbagai kasus menunjukkan masih banyak kepala madrasah yang terpaku dengan urusan-urusan administrasi yang sebenarnya bisa dilimpahkan kepada tenaga administrasi. 3. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan. b) Pembinaan moral yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ajaran baik-buruk mengenai suatu perbuatan. kesehatan dan penampilan mereka secara lahiriah. sikap dan kewajiban sesuai dengan tugas masing-masing tenaga kependidikan. Sebagai edukator. Dalam peranan sebagai pendidik. innovator. memberikan nasehat kepada warga madrasah. dan motivator. d) Pembinaan artistik yaitu membina tenaga kependidikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni keindahan. kepala madrasah harus berusaha menanamkan. Kepala madrasah profesional harus mampu memberikan dorongan agar para tenaga kependidikan terlibat secara aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olahraga. bahkan diangkat dari guru yang sudah berpengalaman atau mungkin sudah lama menjabat sebagai wakil kepala madrasah. Dalam hal ini kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas secara proporsional dan profesional. Mempunyai keahlian dan berpengetahuan luas. kepala sekolah/madrasah sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai edukator. kepala madrasah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. 4. dan meningkatkan sedikitnya empat macam nilai yaitu: pembinaan mental. administrator. manajer. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan dimadrasahnya. Menciptakan iklim yang konduktif. serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik.yang dipimpinya. terutama dalam mendukung terbentuknya pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanaan tuganya. Meskipun pengangkatan kepala madrasah tidak dilakukan secara sembarangan. Memiliki kepribadian yang baik. namun tidak dengan sendirinya membuat kepala madrasah menjadi profesional dalam melaksanakan tugas. Kepala madrasah sebagai edukator Dalam melaksanakan fungsinya sebagai edukator. c) Pembinaan fisik yaitu membina para tenaga kependidikan tentang hal-hal yanng berkaitan dengan kondisi jasmani atau badan. memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan. leader. 5. fisik dan artistik bagi para guru dan staf di lingkungan kepemimpinanya. terutama mengenai bidang-bidang penngetahuan dan pekerjaan yang diperlukan bagi sekolah yang dipimpinya. Dalam hal ini faktor pengalaman akan sangat mempengaruhi profesionalisme kepala madrasah. a. Kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat kepada seluruh warga madrasah. supervisor. Pengalaman semasa menjadi . moral.

mengelola administrasi peserta didik. supervisi. Secara spesifik. dan mendayagunakan sumberdaya madrasah secara optimal. Seorang diplomat 8. Dalam ranngka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. mengorganisasi. organisasi personalia. Oleh karena itu salah satu tugas kepala madrasah adalah sebagai . ada delapan macam fungsi seorang manajer yang perlu dilaksanakan dalam organisasi. komunikasi. dan mengelola administrasi keuangan. penyusunan dan pendokumenan seluruh program pengajaran. Menurut Stoner sebagaimana dikutip Wahjosumidjo. c. kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk menngelola kurikulum. Pengambil keputusan. demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Dengan waktu dan sumber yang terbatas mampu menghadapi berbagai persoalan 4. Adapun fungsi pokok dari administrasi pendidikan seperti diungkap oleh Purwanto adalah perencanaan. Kepala madrasah sebagai manajer Manajemen pada hakekatnya merupakan suatu proses merencana. memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. kepegawaian. Bertanggunng jawab dan mempertanggung jawabkan 3. karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. menjadi wakil kepala madrasah. d. Kepala madrasah sebagai administrator Kepala madrasah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktifitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan. Seorang politisi 7. Adalah juru penengah 6. Kepala madrasah sebagai supervisor Kegiatan utama pendidikan di madrasah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. pengkoordinasian. mengelola administrasi kearsipan. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama yang kooperatif. pembiayaan dan evaluasi.guru. berfikir secara realistik dan konseptual 5. dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program madrasah. memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya. mengelola administrasi sarana dan prasarana. atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala madrasah dalam melaksanakan pekerjaanya. Bekerja dengan dan melalui orang lain 2. Sesuai dengan yang ditetapkan dalam penilaian kinerja kepala madrasah. kepala madrasah harus memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinanya dengan baik. b. mengelola administrasi personalia. Dikatakan suatu proses. sehingga seluruh aktifitas organisasi madrasah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektifitas pembelajaran. yang diwujudkan dalam kemampuan menyusun program sekolah. pengorganisasian. memberdayakan tenaga kependidikan. yaitu: 1.

arahan. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media insruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar. pengawasan. Sebagaimana kutipan E. 4. Bersama para guru berusaha mengembangkan. Membangkitkan dan meranngsang para guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya. Membina hubungan kerja sama anatara sekolah dengan masyarakat dan instansi-instansi lain dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. 3. 2. keahlian dasar. maka kepala madrasah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru senior untuk melaksanakan supervisi. menyediakan perpustakaan sekolah. dan merefisi tujuan-tujuan pendidikan. Pengawasan dan pengendalian ini merupakan kontrol agar kegiatan pendidikan di madrasah terarah pada tujjuan yang telah ditetapkan. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. Membina kerjasama yang baik dan harmonis diantara para guru dan pegawai sekolah lainya. menyeleksi. meyeleksi pertumbuhan dan perkembangan guru-guru. termasuk menstimulasi. Kepala madrasah sebagai leader Kepala madrasah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk. untuk memperbaiki pengajaran. Keberhasilan kepala madrasah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh: meningkatnya kesadaran tenaga kependidikan untuk meningkatkan kinerjanya dan meningkatnya keterampilan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya. Kepala madrasah sebagai seorang pemimpin harus mampu mendorong timbulnya kemauan yang kuat dengan penuh semangat dan percaya diri para guru.supervisor. Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan para guru dan pegawai sekolah. Wahjosumidjo mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang mencakup kepribadian. staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing-masing. e. dikemukakan bahwa supervisi adalah: Segala usaha pejabat sekolah dalam memimpin guru-guru dan tenaga kependidikan lainya. Jika jumlah guru cukup banyak. staf . 5. seminar. pengetahuan profesional. Kepemimpinan adalah satu kekuatan penting dalam rangka pengelolaan. Secara umum kegiatan atau usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sesuai dengan fungsinya sebagai supervisor antara lain: 1. mencari. sesuai dengan bidangnya masing-masing. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. 6. bahan pengajaran dan metodemetode mengajar serta evaluasi pengajaran. dan atau menngirim mereka untuk mengikuti penataran-penataran. antara lain dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok. Selain itu juga harus memberikan bimbingan dan mengarahkan para guru. dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku. Kepala madrasah dalam menjalankan tugasnya sebagai supervisor harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan. pengalaman. oleh sebab itu kemampuan memimpin secara efektif merupakan kunci keberhasilan kepala madrasah. membuka komunikasi dua arah dan mendelegasikan tugas. Pengawasan dan pengendalianjuga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar para tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya. Mulyasa dari Carter Good¶s Dictionary of education.

Peningkatan profesionalisme kepala madrasah harus merupakan proses keseluruhan dalam suatu . kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. Segala bentuk kegiatan sekolah perlu diarahkan kepada peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan agar dapat berkembang dan maju sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan zaman. pengaturan suasana kerja. Kepala madrasah sebagai motivator Sebagai motivator. 3. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di madrasah. seleksi. Peningkatan kualitas dan profesionalisme kepala madrasah perlu dilaksanakan secara terus menerus dan terencana dengan melihat permasalahan-permasalahan dan keterbatasan yang ada. Pada saat ini masalah ke-kepala sekolahan merupakan suatu peran yang menuntut persyaratan kualitas kepemimpinan yang kuat. dorongan. 2. sebagai keberhasilan madrasah diperlukan adanya kepemimpinan kepala madrasah yang profesional. Pemberian hadiah lebih baik daripada hukuman. pragmatis. f. disiplin. pembinaan. sekaligus mampu mencari. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Kepala madrasah sebagai inovator Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator. keteladanan. g. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan. rekruitmen. disiplin. Para tenaga kependidikan harus selalu diberitahu tentang hasil dari setiap pekerjaanya. yaitu memberikan perhatian secara sistematik dan terus menerus terhadap siklus kegiatan antara lain. dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. Dalam usaha melakukan pembinaan kepala madrasah. rasional dan obyektif. mengatur pengalaman sedemikian rupa sehingga setiap pegawai pernah memperoleh kepuasan dan penghargaan. menunjukkan bahwa kepala madrasah memperhatikan mereka. evaluasi terhadap kepala sekolah. Motivasi dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. Kunci keberhasilan suatu madrasah pada hakekatnya terletak pada efektifitas dan efisiensi penampilan kepala madrasah. Kepala madrasah sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara melakukan pekerjaanya secara konstruktif. Antara lain. 5. pemempatan. memberikan rasa aman. Bahkan telah berkembang menjadi tuntutan yang meluas dari masyarakat. terdapat cara yang perlu dilaksanakan. menemukan. 4. Para tenaga kependidikan akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik. dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar. mengintegrasikan setiap kegiatan. 1. kreatif. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya. mencari gagasan baru. dan melaksanakan berbagai pembaharuan di madrasah. pengangkatan. dan menyenangkan. Mulyasa mengungkapkan beberapa prinsip yang dapat diterapkan kepala madrasah untuk mendorong tenaga kependidikan agar mau dan mampu meningkatkan profesionalismenya. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada para tenaga kependidikan dan para tenaga kependidikan dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. serta adaptabel dan fleksibel.dan siswa serta memberikan dorongan memacu dan berdiri di depan demi kemajuan dan memberikan inspirasi sekolah dalam mencapai tujuan. penghargaan secara efektif.

Upaya peningkatan mutu sekolah dan profesionalisme kepala madrasah tidak terlepas dari peran pengawas sekolah selaku pimpinan pendidikan. berarti juga kinerja. kemauan untuk berubah serta evaluasi dan perbaikan yang berkelanjutan demi sukses dan lancarnya program madrasah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Smit menyatakan bahwa kinerja adalah ³ «out drive from processes. dan pegawai lainya. atau hasil kerja/ unjuk kerja/ penampilan kerja. Menciptakan suatu iklim yang kondusif sehingga memungkinkan kepala sekolah berdiskusi dengan kepala sekolah lain untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kaitanya dengan peningkatan kualitas pendidikan. Dari pengertian tersebut pada dasarnya terdapat tiga prinsip utama prestasi kerja. para guru. human or otherwise´ Maksudnya bahwa kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif. berjalan dengan nyata. bermutu dan tepat sasaran. Lebih lanjut S. jangka panjang. B. pelaksanaan kerja. 3. bahwa apa yang dilakukan adalah dalam rangka peninngkatan profesionalisme kepala madrasah serta pencapaian mutu dan prestasi belajar.organisasi madrasah.P. . Jadi prestasi kerja/kinerja merupakan hasil dari perbuatan seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya. sebagaimana dikemukakan oleh E. Sehingga prestasi kerja guru lebih merupakan kesanggupan guru dalam melaksanakan tugas pekerjaannya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. 2. Prestasi Kerja Guru 1. karena pengawas sekolah dalam melaksanakan upaya peningkatan profesionalisme cnderung kuranng memperhatikan ideide baru yang berkembang di masyarakat. dan ukuran waktu. membudaya baik dari personil maupun bagi peserta didik. kesatuan waktu. yaitu hasil yang lebih baik. Memberikan perhatian dan jalan keluar atas segala permasalahan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. kerjasama yang kompak. Dampak tersebut meliputi efektifitas pendidikan. Setiap tenaga kependidikan. Kepala madrasah profesional dalam pelaksanaan fungsinya akan memberikan dampak posotif dan perubahan yang cukup mendasar dalam pembaharuan sistem pendidikan di madrasah. sedangkan August W. 4. Dalam penilaian prestasi kerja. maupun peserta didik dituntut untuk memiliki kepedulian yang muncul secara integral. Dengan demikian prestasi kerja guru adalah hasil yang telah dicapai guru dalam menjalankan pekerjaannya. seharusnya dilakukan dengan melihat berbagai segi. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para kepala sekolah untuk melanjutkan pendidikanya dalam rangka menunjang karier dan meninngkatkan kemampuanya. kepemimpinan madrasah yang kuat. pencapaian kerja. Siagian memberikan definisi prestasi adalah kemampuan memperoleh out put yang sebesarbesarnya dari sarana dan prasarana yang ada dengan menghasilkan luaran (out put) yang optimal. Hakekat Prestasi Kerja Guru Prestasi adalah hasil karya yang telah dicapai seseorang dalam melaksanakan pekerjaanya yang dengan adanya usaha untuk meningkatkan mutu dari pada hasil pekerjaanya. Usaha-usaha yang dilakukan pengawas sekolah/madrasah dalam mengembangkan profesional kepala madrasah. Mulyasa sebagai berikut: 1. baik kepala sekolah. sehingga sistem penilaian tersebut akan menjadikan suatu alat untuk lebih meningkatkan prestasi kerja . yang bersama kepala madrasah memilikki tanggung jawab terhadap perkembangan madrasah. Prestasi kerja sebagaimana dijelaskan oleh Sudarmayanti. Mengadakan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah dan memberikan masukan kepada kepala sekolah mengenai penyelenggaraan sekolah. Hal ini penting.

Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka merasa bahwa organisasi menyediakan peluang bagi prestasi mereka untuk dihargai dan diberi ganjaran. penilaian prestasi kerja guru pada dasarnya merupakan penilaian yang sistematik terhadap penampilan guru sendiri dan terhadap taraf potensi guru dalam upayanya mengembangkan diri untuk kepentingan madrasah. Kelima aspek tersebut dapat dijadikan ukuran dalam mengkaji tingkat kerja seseorang. efisiensi serta kualitas kerja guru. sebab apabila penilaian prestasi kerja tersebut dilakukan dengan baik. paling tidak akan memberikan keuntungan bagi sekolah pada umumnya.yang dihasilkan. 6. Karyawan akan mempunyai taraf kehidupan yang lebih tinggi apabila melihat bahwa organisasi mereka bersedia menginvestasi waktu dan sumber daya yang lain untuk pengembangan-pengembangan orang-orangnya. Standar kerja perlu dirumuskan sebagai tolok ukur dalam mengadakan perbandingan antara apa yang telah dilakukan dengan yang diharapkan. Hasil kerja guru pada gilirannya dipengaruhi oleh kinerja guru. 4. 3. Karyawan akan bekerja keras apabila mereka merasa diperlukan dalam organisasi. dan bagi guru khususnya akan mengetahui sampai dimana dan bagaimana prestasi kerjanya dinilai oleh atasan atau tim penilai. Mitchell juga mengatakan bahwa untuk mengadakan pengukuran terhadap kinerja seseorang dapat berdasarkan formula ³Performance = Ability X Motivation´. 2. 5. dan bena-benar dapat membantu meningkatkan prestasi kerja sekaligus juga meningkatkan loyalitas organisasi dari para anggota organisasi tersebut. kaitannnya dengan pekerjaan atau jabatan yang telah dipercayakan kepada seseorang. dan sejauh mungkin mempergunakan kemampuan mereka. Apabila hal ini dilakukan di sekolah. karena kinerja merupakan indikator dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai tingkat produktifitas yang lebih tinggi dalam suatu organisasi. 7. pada penerapannya kinerja guru merupakan hubungan antara kemampuan yang dimiliki guru dengan motivasi yang ada pada guru tersebut. Mitchell menyatakan bahwa kinrja meliputi beberapa aspek. yaitu quality of work. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka dipercaya dan diperlakukan dengan hormat. . capability. Sedangkan pokok-pokok atau hal-hal yang diperlukan dalam suatu sistem penilaian prestasi kerja menurut TV Rao adalah sebagai berikut: 1. Oleh sebab itu upaya untuk mengadakan penilaian terhadap kinerja/ prestasi kerja suatu lembaga atau organisasi merupakan hal yang sangat penting. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mulai mengalami keberhasilan dalam tugastugas yang mereka laksanakan. Kinerja sangat terkait dengan produktifitas. karyawan bekerja lebih baik apabila mereka merasa jelas mengerti apa yang diharapkan dari mereka dan apabila sesekali mereka berwenang mengubah harapan-harapan itu. maka prestasi kerja guru merupakan hasil yang telah dicapai guru dengan menunjukkan efektifitas. Standar dapat pula dipandang dan dijadikan ukuran dalam mengadakan pertanggung jawaban terhadap sesuatu yang telah dilakukan. Disamping kelima aspek tersebut. Jika dikaitkan dengan tenaga kependidikan. Kelebihan dan kekurangan yang ada dapat merupakan cambuk bagi kemajuan-kemajuan para guru mendatang. Karyawan akan bekerja lebih baik apabila mereka mengetahui bahwa organisasi mereka berkembang. Dalam mengadakan penilaian terhadap pekerjaan seseorang perlu ditetapkan standar kinerja atau standar performance. orang yang tinggi abilitynya tetapi rendah motivasinya akan menghasilkan kinerja yang rendah. Dari pernyataan tersebut jelas bahwa kinerja merupakan hasil interaksi antara motivasi dengan ability (kemampuan). tertib. demikian halnya orang yang bermotivasi tinggi tetapi abilitynya rendah. and comunication. proptness. initiative.

Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. yang diselenggarakan oleh PPs IKIP Bandung tahun 1990. Pengertian kompetensi guru menurut Moh. Sebagai pendidik profesional. Callahan and Clark mengemukakan bahwa motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah tujuan tertentu. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara profesional. Apabila guru memiliki motivasi positif maka ia akan memperlihatrkan minat. Kompetensi pada dasarnya menunjuk pada kecakapan atau kemampuan untuk mengerajakan suatu pekerjaan. metode pembelajaran. alat dan media pembelajaran serta evaluasi pembelajaran. . pengertian-pengertian tersebut mengandung maksud yang sama yaitu merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Dalam proses pembelajaran terkandung beberapa komponen. terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sempat dirasakan atau mendesak. Dengan sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. b. Memiliki keahlian/keterampilan teretentu. karena prestasi kerja guru dihargai dalam bentuk angka kredit. Uzer Usman adalah kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh seorang guru melalui pendidikan dan latihan. Tanggung jawab tersebut pada gilirannya akan memberikan kepuasan dan merupakan faktor motivasi untuk berprestasi. Kebutuhan berprestasi adalah salah satu faktor yang menimbulkan motivasi yang merupakan unsur terpenting dalam menentukan prestasi seseorang atau produktifitas kerja. Dengan kata lain para guru akan melakukan semua pekerjaannya dengan baik apabila ada faktor pendorong atau motivasi. Motivasi merupakan unsur penentu yang mempengaruhi perilaku yang terdapat dalam setiap individu. Dan masih banyak pengertian lain dari kompetensi guru. Motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif. Peningkatan Prestasi Kerja Guru Peningkatan prestasi kerja guru identik dengan kemampuan melaksanakan tugas guru serta meningkatnya motivasi kerja. Dengan demikian. antara lain tujuan pembelajaran. Mengacu pada pendapat tersebut bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu aktifitas. yang nantinya dapat dipergunakan dalam kenaikan pangkat´. dirumuskan 10 ciri suatu profesi yaitu: a. guru juga diberi tanggung jawab atas profesi yang disandangnya. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan.2. Faktor yang berpengaruh terhadap motivasi kerja sebagaimana dikemukakan oleh Herzberg adalah ³ sistem kenaikan pangkat berdasarkan angka kredit. mempunyai perhatian. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. Memiliki fungsi dan signifikansi sosial. para guru akan berprestasi dan melakukan pekerjaannya dengan baik apabila ada motivasi dalam dirinya yang berupa kebutuhan untuk meningkatkan prestasinya. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan prestasi kerja. Untuk dapat mengembangkan semua komponen tersebut secara baik. . yang terjadi pada saat tertentu. seorang guru dituntut untuk mempunyai berbagai kemampuan dan kompetensi profesional. c. Tingginya motivasi kerja guru dipengaruhi oleh persepsi mereka atas kemampuan melaksanakan tugas. Kebutuhan berprestasi merupakan kebutuhan manusia untuk melakukan sesuatu karya yang berprestasi atau yang lebih baik dari karya orang lain. Kebutuhan manusia menurut Mc Celland adalah terpusat pada satu kebutuhan yakni kebutuhan berprestasi.

Pada sisi lain. khusus untuk profesi seorang guru dalam garis besarnya ada tiga yaitu: a. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran. Lebih lanjut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan merinci kemampuan atau kompetensi yang harus dimiliki guru dalam 10 kemampuan yaitu: 1. Seorang guru yang profesional harus berpegang teguh kepada kode etik profesional. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. 10. Pengelolaan program belajar-mengajar. Memiliki kode etik. Seorang guru yang profesional harus memiliki kemampuan menyampaikan atau mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada para siswa secar efektif dan efisien. Seorang guru yang profesional harus menguasai bidang ilmu pengetahuan yang akan diajarkan dengan baik. e. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. Kebebasan untuk memberikan keputusan dalam memecahkan masalah dalam lingkungan kerjanya. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. Pengelolaan kelas. Nana Sudjana mengemukakan kompetensi yang harus dimiliki guru antara lain: kompetensi pribadi. Memang dalam ini sukar dihindari. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. untuk itu seorang guru harus memiliki ilmu keguruan. atau antara pendidikan profesional dengan non profesional. Secara teoritis ketiga kompetensi tersebut dapat dipisah-pisahkan. kompetensi sosial/ kemasyarakatan. Ciri-ciri tersebut ditunjukkan untuk profesi pada umumnya. kompetensi profesional. Berkenaan dengan kemampuan atau kompetensi yang perlu dimiliki oleh seorang guru. j. 4. Seluruh operasionalnya. g. i. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. b. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. Diantara ketiga jenis kompetensi tersebut saling menjalin secara terpadu dalam diri guru. . mengingat banyaknya jenis pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. Aplikasi dan sosialisasi niai-nilai profesional. 8. 5.d. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. f. sebab masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keilmuannya. 7. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas profesinya. Ia benar-benar seorang ahli dalam bidang ilmu yang diajarkan. maka dengan melihat ciri-ciri tersebut. ciri tersebut belum dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para guru. Pengelolaan interaksi sumber belajar-mengajar. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga non profesional pendidikan yang melaksanakan tugas-tugas pendidikan. Memiliki tanggung jawab profesional. 3. c. 6. akan tetapi secara praktis sesungguhnya ketiga kompetensi tersebut tidak mungkin dapat dipisahkan. 9. guru yang terampil mengajar harus pula memiliki pribadi yang baik dan mampu melakukan pengembangan dalam masyarakat. atau setiap orang bisa mendidik. 2. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi tersebut dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas-tugas pendidikan formal profesional dan menganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. h. Penilaian prestasi siswa.

b. serta menggunakan pelaksanaan aturan sebagai alat untuk menegakkan . dekat. sehingga kepala madrasah dituntut untuk mempunyai taktik atau kiat yang tepat dan senantiasa meningkatkan efektifitas kinerjanya. penyesuaian diri tehadap suasana kerja dan kepribadian. Pembinaan disiplin. Perilaku kepala madrasah yang positif dapat mendorong dan memotivasi guru untuk bekerja sama dan meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan. Perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat. kepala madrasah harus mampu membantu para guru mengembangkan pola dan meningkatkan standar perilakunya. Dengan demikian. Dalam kaitan ini. Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lainnya. Sejalan dengan hal tersebut. penghargaan dan persepsi. Upaya atau kiat-kiat yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru antara lain melalui. Mampu memberdayakan guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. Keterpaduan itu tercermin dari adanya integritas antar penguasaan bahan ajar. lancar. Perilaku instrumental merupakan tugas-tugas yang diorientasikan dan secara langsung diklarifikasikan dalam peranan dan tugas-tugas para guru. Kompetensi profesional merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menunjang fungsi dan peranan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Bekerja dengan tim manajemen. terutama disiplin diri. Kepemimpinan kepala madrasah yang efektif dapat dilihat berdasarkan kriteria-kriteria berikut ini: a. pemberian motivasi.Penerapan kompetensi tersebut menekankan penting adanya kinerja terpadu oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya. maka semakin jelas bahwa faktor kompetensi dan faktor motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan prestasi kerja guru. e. Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Guru Kepala madrasah merupakan motor penggerak. fondasi profesional kependidikan. penentu arah kebijakan madrasah yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan madrasah dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. sebagai individu dan sebagai kelompok. a. Dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Seorang pemimpin harus mampu menumbuhkan displin. C. maka prestasi kerjanya akan rendah pula. Jika guru rendah pada salah satu komponen. d. pembinaan disiplin tenaga kependidikan. Prestasi kerja guru merupakan perkalian antara kemampuan guru dalam mengajar dan motivasi. dan produktif. f. baik sebagai individu maupun kelompok. proses. dan penuh pertimbangan terhadap para guru. c. Mempu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif. kompetensi adalah mutlak dimiliki dan dikuasai oleh setiap guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Sehingga dalam peningkatan prestasi guru harus diikuti pula peningkatan dalam kemampuan dan peningkatan motivasi. Prestasi kerja guru yang rendah merupakan hasil dari kemampuan yang rendah dan motivasi yang rendah. Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif.

para guru akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat. Wahjosumidjo memberikan beberapa petunjuk yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan disiplin antara lain: 1. Motivasi merupakan salah faktor yang cukup dominan dan dapat mengerakkan faktor-faktor yang lain kearah efektifitas kerja. tetapi juga dalam psykisnya. Memberikan peringatan yang cukup sebelum memberikan hukuman. 4. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. Menggunakan segala macam hukuman secara tepat. Dengan diperolehnya kepuasaan dalam memenuhi keinginan dan cita-cita hidupnya. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. Setiap guru memiliki karakteristik khusus. Sedangkan kepala sekolah sebagai pengemban ketertiban. tetapi tidak diharapkan sikap yang otoriter. 3. 6. karena merasa kesejahteraan material dan spiritual terpenuhi. yakni dari. Secara pribadi memberikan peringatan tertentu pada bawahan.. yang patut diteladani. misalnya motivasi. Motivasi dapat merupakan upaya pemimpin untuk memberikan dorongan kepada pihak yang dipimpin atau pelaksana kegiatan supaya pihak yang dipimpin mengarahkan perbuatannya dengan menggunakan potensi yang ada pada dirinya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. Peningkatan profesionalisme guru perlu dimulai dengan sikap demokratis. tepat waktu. Mengelola disiplin secara tepat dan konsisten. Paul Harsey mengemukakan bahwa pemimpin dalam mendisiplinkan seseorang hendaknya jangan terlalu emosi. 7. oleh dan untuk guru. Mencari bukti sebelum menjatuhkan teguran dan hukuman. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya. Memberikan informasi yang lengkap terhadap bawahan tentang peraturan dan hukuman bagi yang melanggar. dan ingat bahwa pendisiplinan tidak untuk memperkuat perilaku yang jelek. mempunyai perhatian. 5. Lebih lanjut Lazaruth mengatakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja seseorang dalam organisasi adalah perasaan puas. Oleh sebab . yang satu sama lainnya berbeda. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif. Sudjana menyatakan bahwa motivasi adalah upaya membangkitkan keinginan seseoran atau kelompok sehingga ia atau mereka berbuat sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pemberian motivasi Keberhasilan suatu organisasi atau lembaga dipengaruhi oleh berbagai faktor. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu mendisiplinkan seseorang. jangan menyerang pribadi. Oleh karena itu dalam membina disiplin perlu berpedoman pada sikap tersebut. jangan mengancam.D. dapat dikatakan bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga/organisasi. H. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan kerja. Selalu memelihara harga diri kepala sekolah. ia akan memperlihatkan minat. b.displin. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong. Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. baik yang datang dari dalam maupun dari lingkungan. konsisten. bersikap adil. 2. spesifik. Mengacu pada pendapat tersebut. Oleh karena itu.

Menjelaskan alasan motivasi. 3. 8. 5. Ing Madya Mangun Karsa. dalam kaitan ini kepala madrasah dituntut untuk berusaha mamahami keinginan-keinginan dan cita-cita para guru atau bawahan serta berusaha memenuhinya. Menghindari resiko. Memberikan pengakuan terhadap kegiatan dan orang yang dimotivasi. Memberikan penghargaan melalui komunikasi. Penelitian mengenai kepemimpinan kepala Madarasah Ibtidaiyah dalam meningkatkan kinerja guru dan berdasarkan tempat penelitiannya. agar para guru beserta pegawai lainnya akan meningkatkan kinerjanya. di belakang menjadi pendorong)´ BAB III METODE PENELITIAN B. Kepala madrasah perlu menciptakan persepsi yang baik bagi setiap tenaga kependidikan terhadap kepemimpinan dan lingkungan madrasah. 2. Latar penelitian yang dipilih adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan . agar tidak menimbulkan dampak negatif. Penggunaan penghargaan ini perlu dilakukan secara tepat dan efektif. Persepsi Persepsi adalah kecakapan untuk cepat melihat dan memahami perasaan-perasaan. 4. sabar dan penuh pengertian. d. Langkah-langkah tersebut dilakukan oleh penggerak yaitu kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan secara bertahap dan berangkai. Persepsi yang baik akan menumbuhkan iklim kerja yang kondusif serta sekaligus akan meningkatkan produktifitas kerja. dan kebutuhan-kebutuhan anggota kelompok. Tut Wuri Handayani (di depan menjadi teladan. kepala madrasah dapat menggunakan langkahlangkah sebagaimana disarankan oleh Douglas Dunn berikut ini: 1. Menyelenggarakan pertemuan untuk merangsang pihak yang dimotivasi. Penghargaan Penghargaan sangat penting untuk meningkatkan kegiatan yang produktif dan mengurangi kegiatan yang kurang produktif. c. 7. Melihat keadaan diri sendiri. Kepala madrasah merupakan komponen yang sangat penting dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan. Dengan penghargaan guru akan terangsang untuk meningkatkan kinerja yang positif dan produktif.itu. kepala madrasah bertanggung jawab mengarahkan apa yang baik untuk anggotanya sedangkan dia sendiri harus berbuat baik. Pendekatan Dan Jenis Penelitian. Fungsi kepala madrasah hendaknya diartikan seperti motto Ki Hajar Dewantara yaitu ³ Ing Ngarsa Sung Tulada. Mendengarkan informasi dari yang dimotivasi. di tengah membina kemauan. dalam kaitannya dengan peningkatan prestasi kerja guru. dimulai dari langkah pertama sampai dengan langkah terakhir. 6. 9. Kepala madrasah harus menjadi contoh. penelitian ini termasuk kelompok penelitian kancah atau lapangan. Dalam usaha mendorong para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan atau pekerjannya dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Menjelaska dan mengkomunikasikan tujuan motivasi. Mengatasi suatu konflik. sikap-sikap. Penghargaan ini akan bermakna apabila dikaitkan dengan prestasi guru secara terbuka sehingga setiap guru memiliki peluang untuk meraihnya.

Peran instrumen sekaligus pengumpul data. dan memeriksa suatu gejala tertentu. 11) hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama. Kehadiran peneliti berlangsung beberapa bulan yang dilaksanakan dua sampai tiga kali dalam seminggu menyesuaikan dengan kesibukan peneliti. sampai selesai dengan mencari celah-celah kesibukan dari subyek yang dikehendaki tanpa menganggu aktivitas formal mereka. selama pengumpulan data dari subyek penelitian di lapangan peneliti menempatkan diri sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor sebagaimana dikutip Moleong adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. 9) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data. 10) desain tidak disusun secara ketat namun disesuaikan di lapangan dan bersifat sementara. Penulis secara resmi memberikan izin penelitian dari INSURI Ponorogo kepada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada tanggal 4 Mei 2009. dimulai jam 07. 5) lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori substantif yang berasal dari data. 7) lebih mementingkan proses dari pada hasil. 4) analisis data dilakukan secara induktif. latar belakang dan lingkungannya. 2) peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data.00 Wib. C. Kehadiran Peneliti Untuk memperoleh data sebanyak mungkin dan mendalam selama kegiatan di lapangan. Selain itu Moleong mengungkapkan karakteristik pokok dari penelitian kualitatif antara lain: 1) penelitian dengan latar alamiah. Dalam menggunakan studi kasus ini terdapat manfaat yang dapat diambil yaitu: 1) peneliti dapat melakukan penelitian secara mendalam dengan memperhatikan keadaan sekarang. gambar dan bukan angka-angka. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. 8) adanya batas yang ditentukan oleh fokus. bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiayah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotifasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?. penulis sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada unit tersebut. ³dalam pendekatan kualitatif. peneliti realisasikan dengan meneliti Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar secara langsung. 3) menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan dari taraf pembahasan masalah. penelitian yang dilakukan ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Sejalan dengan pandangan tersebut. 6) data yang dikumpulkan berupa kata-kata. Penulis menyerahkan . penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Penelitian ini berusaha mengungkap secara mendalam dan menjawab dari fokus penelitian yaitu tentang bagaimana kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru?.. Adapun studi kasus merupakan kajian dari suatu penelitian yang terdiri dari suatu unit secara mendalam. 2) kesempatan untuk memperoleh wawasan mengenai konsep-konsep dasar dan tingkah laku manusia. juga mempertahankan keutuhan dalam rangka mempelajari tentang obyek dan subyek sebagai suatu keseluruhan yang terintegrasi. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dilakukan.Udanawu Blitar. Semua karakteristik dari variabel yang diteliti dalam penelitian ini dideskripsikan sebagaimana adanya tanpa ada perlakuan atau pengendalian secara khusus. masa lampau. Sedangkan pendekatan yang digunakan menurut jenisnya datanya.

diantara prestasi yang dimiliki adalah sudah bertahun tahun para siswa selalu lulus 100 %. Hal ini dilakukan supaya peneliti bisa diterima dengan sepenuh hati dan bisa menyatu dengan subyek yang diteliti. Person yaitu sumber data berupa orang yang bisa memberikan data berupa jawaban lesan melalui wawancara. Dalam penelitian ini personnnya adalah kepala madrasah. senantiasa menghindari segala sesuatu yang dipandang bisa merugikan subyek dan mengganggu lingkungan pembelajaran. aktifitas dan sebagainya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar 6. dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai prestasi yang membanggakan. karena madrasah ini merupakan madrasah negeri yang berada dibawah naungan Departemen Agama Kabupaten Blitar dan bekerja sama dengan Yayasan Al-Qodiriyah. E. dan pada mulai tahun 2008 dipercaya oleh DEPAG dan diberi piagam penghargaan untuk merintis madrasah bersetandar nasional. menurut Burhan Bungin Observasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama.surat izin tersebut kepada Bapak Darmaji S. peneliti berperan sebagai pengamat partisipasi. Dengan demikian dapat difahami bahwa observasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan memusatkan segenap perhatian terhadap suatu obyek penelitian dengan menggunakan seluruh indera. Selama dilapangan. Sumber Data Penelitian Sumber data adalah ³subyek dari mana data diperoleh´. 4. penciuman. D. place paper. pendengaran. Metode Obsevasi Partisipan Observasi adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian. Dalam penelitian ini papernya adalah berupa bendabenda tertulis seperti buku-buku arsip. kondisi lokasi. meliputi fasilitas gedung. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 4. catatan-catatan. kinerja. Place yaitu sumber data berupa tempat atau sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. Lokasi Penelitian Dipilihnya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagai latar penelitian pada penelitian ini. Dengan demikian peneliti melibatkan diri atau berinteraksi pada kegiatan yang dilakukan subyek dalam lingkungannya dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. Paper yaitu data berupa simbol atau sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. Sumber data diidentifikasikan menjadi 3 yaitu person. Jenis observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan. peraba.Ag selaku Kepala madrasah. dokumen yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar F. angka. guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek. Dan tidak sedikit yang dikirim ke tingkat kabupaten bahkan ke tingkat proponsi . . simbol-simbol dan lain-lain. gambar. pada tahun 2006 dan 2007 Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dapat meraih juara umum pada PORSENI tingkat kecamatan. dan pengecap. 5. kegiatan belajar-mengajar.

Pada penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berupa dokumen atau catatan-catatan yang ada di Madrasah Aliyah Ma¶arif Bakung Udanawu Blitar. Peneliti dapat membantu menjelasakan lebih.Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data karena dengan teknik ini akan diperoleh informasi dan data tentang letak geografis. dan satuan uraian dasar. G. kondisi organisasi serta segala aspek yang ada dalam lingkup kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. surat bukti. Penelitian memperoleh rerata jawaban yang relatif tinggi dari responden. dirasakan pada saat pewawancara bersama responden dalam hal ini kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. ³Dokumentasi berarti catatan (bahan tertulis ataupun film). c. tetapi data tersebut juga dapat diperoleh dari sumber data yang bukan manusia dan bersifat non interaktif. Wawancara digunakan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh melalui pengamatan secara langsung. jika ternyata responden mengalami kesulitan menjawab karena ketidak jelasan pertanyaan. d. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok. partisipan dan informan. Adapun kisi-kisi atau pedoman dokumentasi terdapat dalam lampiran. menafsirkan serta meramalkan´. didengar. Informasi tersebut misalnya. atau informasi alternatif dari suatu kejadian penting. walaupun data itu lebih banyak diperoleh dari sumber wawancara. setelah data terkumpul maka perlu diadakan pengolahan data atau disebut juga dengan analisis data. karena data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian. dokumentasi digunakan sebagai sumber data untuk menguji. sarana dan prasarana. 6. b. Data non interaktif ini biasanya berupa dokumen/arsip. kategori. bentuk wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam. Adapun kisi-kisi atau pedoman observasi terdapat dalam lampiran. Analisis data menurut Patton sebagaimana dikutip Moleong adalah Proses mengatur urutan data. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh metode penelitian lainnya. keadaan madrasah. dan semua pertanyaan bersifat spontan sesuai dengan apa yang dilihat. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan atau menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalan proses wawancara. 5. Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner maupun observasi. Metode Wawancara Mendalam Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Keunggulan tersebut sebagaimana diungkap oleh Sukardi berikut ini: a. Analisis Data Dalam suatu penelitian. Pada penelitian. Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data sekunder. Metode Dokumentasi Data penelitian kualitatif sebagian besar diperoleh dari manusia dan perilakunya. . yaitu dalam melakukan wawancara peneliti tidak menggunakan guide tertentu.

Analisis diskriptif Analisis diskriptif yaitu penyajian data dengan menganalisa data yang diperoleh itu guna mencapai pada suatu maksud. grafik dan matrik. Hal ini data yang telah dikumpulkan. c.Dengan demikian data yang berhasil dikumpulkan dari lokasi penelitian. Bila pola-pola yang ditemukan telah didukung oleh data selamaa penelitian berlangsung. a. pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis di lapangan. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. b. setelah data dikumpulkan kemudian diolah dan disajikan dengan menggunakan pola sebagai berikut : a. bagan. Untuk lebih jelasnya. Informasi diskriptif Informasi diskriptif adalah penyajian data dengan memberikan keterangan semestinya sesuai data yang terkumpul. Penyajian data Setelah data direduksi maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data atau menyajikan data kedalam pola yang dilakukan dalam bentuk uraia singkat. b. penulis menggunakan Metode induktif Metode induktif digunakan untuk mengolah data dengan cara mengumpulkan data yang dibutuhkan kemudian akhirnya ditarik suatu kesimpulan dan diperoleh suatu kebenaran. mengfokuskan pada hal-hal yang penting. Adapun langkah-langkah yang diterapkan peneliti dalam menganalisa data yaitu mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu Reduksi Data. maka pola tersebut menjadi pola yang baku yang selanjutnya akan disajikan pada lporan akhir penelitian. membuat kategori. paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian. Dengan demikian data yang telah direduksikan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.Reduksi data Reduksi data merupakan suatu kegiatan proses pemilihan. sehingga data yang sanagat banyak dan meragukan dapat diverivikasi. Sehingga penelitian bisa berkembang GAMBAR I LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA . maka untuk membahas analisa data yang bersifat kualitatif. Penarikan kesimpulan Menurut chasan bisri dlam bukunya ³ metodologi penelitian´ dijelaskan bahwa menarik kesimpulan bahwa menarik kesimpulan penelitian selalu mendasarkan dari atas semua data yang diperoleh dalam kegiatan penelitian. secepatnya peneliti berusaha mengambil kesimpulan mulai dari awal pengumpulan data. memilih hal-hal yang pokok. Mereduksi data dalam konteks penelitian yang dimaksud adalah merangkum.

b. Perpanjangan volume dan waktu kehadiran peneliti pada penelitian ini sangat diperlukan agar terjadi peningkatan derajat kepercayaan atas data yang dikumpulkan. Kedua.H. Selain itu peneliti menerapkan triangulasi dengan mengadakan pengecekan derajat kepercayaan beberapa subyek penelitian selaku sumber data yaitu membandingkan data hasil wawancara mendalam dari kepala madrasah dengan data hasil wawancara dengan guru dengan metode yang sama. Pengecekan Keabsahan Temuan Untuk memperoleh keabsahan terhadap data-data yang sudah didapat dari lokasi penelitian lapangan. Teknik ini mengandung beberapa maksud sebagai salah satu teknik pemeriksaan keabsahan data diantaranya: ³ Pertama. Perpanjangan penelitian ini peneliti lakukan dengan memperpanjang waktu penelitian yang pada awalnya penelitian dilakukan hanya sampai tanggal 25 Mei . Dari pengalaman yang peneliti lakukan. Dalam penelitian ini peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan dengan data hasil wawancara mendalam. Perpanjangan waktu dalam penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan situasi dan kondisi di lapangan serta data yang telah terkumpul. Perpanjangan kehadiran penelitian Dalam penelitian ini peneliti menjadi instrumen utama dalam pengumpulan data. yaitu peneliti membandingkan data hasil observasi partisipan yang dilakukan peneliti dengan data hasil wawancara mendalam yang diperoleh dari kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Dengan perpanjangan waktu tersebut peneliti dapat mempertajam fokus penelitian dan diperoleh data yang lengkap. kehadiran peneliti dalam lokasi tidak bisa hanya dalam waktu singkat. Triangulasi menurut Moleong adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Pemeriksaan teman sejawat Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat. Sebagaimana dinyatakan oleh Moleong bahwa maksud dari perpanjangan kehadiran adalah untuk membangun kepercayaan pada subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. bahwa perpanjangan waktu didalam penelitian amat sangat dibutuhkan guna untuk mendapatkan data-data yang valit dan lengkap. c. untuk membuat peneliti mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran. peneliti memperpanjang penelitian sampai pada awal bulan Juli. Dalam pengumpulan data kualitatif. maka cara yang diusahakan oleh peneliti adalah: a. Triangulasi Triangulasi dilakukan untuk mengecek kebenaran data tertentu dan membandingkannya dengan data yang diperoleh dari sumber lain. diskusi sejawat ini memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk memulai menjajaki dan menguji hipotesis . sebab kehadiran peneliti sangat menentukan keberhasilan dalam pengumpulan data.

mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk selalu beriman bertaqwa kepada Allah SWT. Itu merupakan bukti kemampuan lembaga dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan. Mengenai perkembangan-perkembangan madrasah. tetapi harus dimusyawarahkan oleh pihak pengurus yayasan. Nama Madarasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah berubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Agma RI yang pada waktu itu dijabat oleh Tarmidzi Taher dengan SK 107. sebelum menjadi sekolah yang negeri. peneliti memanfaatkan kolega yang memiliki pengetahuan dalam bidang kepemimpinan kepala madrasah. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah madrasah swasta yang didirikan sekitar pada tahun1970-an. karena pada awalnya Madrasah Ibtidaiyah Al. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berprestai dalam pendidikan agama dan umum 4. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tepatnya di Jalan Raya Wonorejo. Berawal dari prestasi yang diraih. BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN HASIL PENELITIAN Latar Objek Penelitian Pada mulanya. hal itu tidaklah hasil dari keputusan kepala madrasah sendiri. Lokasi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar kira-kira 700 m sebelah timur dari jalur Jalan Raya Kediri Blitar. hal ini sangat bermanfaat terhadap proses belajar mengajar siswa. maka mulai tahun 2008. Misi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah : 1. Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dipercaya oleh Depag Pusat untuk mengadakan Kontrak Prestasi Peningkatan Mutu. Berawal dari prestasi yang diperoleh. Visi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yaitu : terwujudnya generasi islami serta unggul dalam prestasi B. metodologi penelitian yang bisa diajak bersama-sama membahas data yang ditemukan peneliti. Namun. 3. A. 2.Qodiriyah milik yayasan. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk berbudi pekerti luhur. prestasi demi prestasi dapat terlihat. jumlah siswa maupun jumlah guru dan karyawan yang sesuai dengan bidangnya. maka madrasah ibtidaiyah Al-Qodiriyah mendapat tawaran untuk dijadikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jauh dari keramaian. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar tentunya juga mempunyai visi dan misi dalam melaksanakan proses pendidikannya antara lain: .yang muncul dari pemikiran peneliti´ Dalam penelitian ini. Sehingga pada 17 Maret 1997 Madrasah Al-Qodiriyah atas persetujuan pengurus yayasan secara resmi berubah setatus menjadi negeri. Setelah sekian lama berjalan. Dalam pembahasan atau diskusi ini juga dapat dipandang sebagai usaha untuk mengenal persamaan dan perbedaan teman terhadap data yang diperoleh. Bahkan hampir setiap ujian Negara berlangsung selalu diselenggarakan di madrasah tersebut. mendidik dan membimbing siswa-siswi untuk terampil dan berdikari untuk masa depan yang lebih baik. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar juga berdekatan dengan SDN Slemanan II . . bapak Darmaji juga menyatakan bahwa: Dengan adaya perkembangan madrasah di segala aspek baik sarana dan prasarana. akhirnya Madrasah Ibtidaiyah Al-Qodiriyah selalu dijadikan rujukan dalam hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan.

Drumband 2. 2. antaralain : 1. 5. Apabila terpaksa tidak dapat melaksanakan tugas mengajar. Pelajaran tentang ketrampilan menjahit. guru juga harus mematuhi tata tertib guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. Hafalan Juz µAmma. Khitobah yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Khitobah Bahasa Arab Khitobah Bahasa Inggris Khitobah Bahasa Indonesia Lebih lanjut bapak Samsuri menjelaskan bahwa semua kegiatan ektra kurikuler dilaksanakan pada Jum¶at sore dan Minggu pagi. dan dapat di peroleh data tentang kegiatan ekstra kurikuler antara lain: 1. Kegiatan kurikuler sebagaimana yang dilaksanakan di dalam kelas setiap hari oleh bapak dan ibu guru. kecuali sangat terpaksa. ditemukan bermacam-macam pelajaran yang mana mata pelajaran tersebut jarang diajarkan pada madrasah-madrasah ibtidaiyah pada umumnya. Yang masuk jam pertama memerintahkan kepada siswa untuk membaca do¶a sebelum pelajaran dimulai. dikarnakan selain hari dan waktu itu anak-anak sekolah TPA. dan harus mengirimkan tugas atau pekerjaan untuk mengisi jam kosong yang ditinggalkan. yaitu kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler. harus dinyatakan dengan suat izin. Harus hadir di madrasah 5 menit sebelum waktu dijadwalkan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstra kurikuler tidak mengganggu aktivitas pokok siswa yaitu kegiatan kurikuler karena semua kegiatan ektra kurikuler berada di luar jam pelajaran. 3. 6. 3. 4. 2. Komputer. Tilawatil Qur¶an. Dalam menjalankan tugas sehari-hari. Pramuka. Pembiasaan do¶a sehari-hari 6. Harus mengutamakan mengajar dari pada kepentingan lainya sehingga harus masuk sesuai dengan jadwal pelajaran. Memulai dan mengalkiri kegiatan di kelas selalu dengan ucapan salam ³Assalamuµalaikum Wr. Wb. antara lain: 1.´ . 5. 4. Guru merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam mencapai keberhasilan pendidikan dan bertanggung jawab pula dalam pembentukan kepribadian siswa. Baca Tulis Al-Qur¶an.Adapun kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar terbagi menjadi dua. Ayat-ayat pilih Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler sebagaimana dokumentasi yang penulis peroleh dari bapak Samsuri selaku kepala Tata Usaha Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. akan tetapi sebagaimana pengamatan peneliti dalam lapangan. Keluar masuk kelas tepat waktu sesuai dengan jadwal pelajarannya. 3. Sebagai pelaksana program mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar jumlah tenaga pengajar sebanyak 16 orang dan 1 satpam 2 tenaga kebersihan. Olah Raga prestasi yang dilombakan dalam porseni yang antara lain: Tennis Meja Catur Bulu tangkis Volli 4.

Untuk mengetahui keadaan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini : TABEL I KEADAAN SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR TAHUN AJARAN 2008/2009 No Asal murid Murid baru Murid mengulang Murid pindahan Jumlah murid Kelas Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk/Pr 1 I 10 10 3 .. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar mempunyai sarana dan prasarana sebagaimana yang dapat penulis sajikan dalam tabel berikut : TABEL II SARANA DAN PRASARANA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR No Jenis sarana prasarana Jumlah Keterangan 1. 9.5 6 11 7 Jumlah 54 63 5 1 . baik di luar maupun di dalam kelas... 12. diharapkan ikut aktif memantau dan membimbing ketertiban..59 64 123 Untuk menunjang tercapainya tujuan pengajaran..10 13 23 Lanjutan tabel I 3 III 11 11 1 ..12 11 23 4 IV 10 14 ..7.. ‡ Tidak mengeluarkan kata-kata kotor.. ‡ Tidak emosional dalam menangani persoalan dengan siswa. Selain mengajar. rapi dan bersih. Tidak diperkenankan mengenakan pungutan apapun kepada siswa kecuali telah mendapat persetujuan dari pimpinan madrasah. 11..13 10 23 2 II 9 12 1 1 .. Tidak diperkenankan memulangkan siswa sebelum waktunya kecuali ada perintah dari pimpinan atau petugas piket apabila pimpinan tidak ada.10 14 24 5 V 9 10 . antara lain: teratur. Harus bersikap baik. ‡ Tidak duduk di atas bangku. Mengenai jumlah siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sebagaimana data yang duberikan bapak Thoat fauzi pada kami selaku kesiswaan.. 8... Dalam berpenampilan harus memperhatikan etika dan estetika.. Harus berpakaian sesuai dengan ketentuan madrasah.9 10 19 6 VI 5 6 . Ruang Kelas 6 Baik . serta mengkonsultasikan atau melaporkan kepada pimpinan madrasah atau petugas piket apabila mendapatkan kejanggalan. antara lain: ‡ Tidak merokok di dalam kelas atau waktu mengajar. kedisiplinan dan tingkah laku siswa. 10. jumlah siswa selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun sehingga pada tahun ajaran 2008/2009 jumlah siswa mencapai 125 siswa.

2. laptop 2 unit Baik 12. Ruang perpustakaan 1 Baik 6. Ruang tamu 1 Baik 5. Lapangan Voli 3 Baik Lanjutan table II 15. Gudang I Baik 16. Alat marching band 1 set Baik 14. 10. Masjid Menggabung dengan yayasan 13. Sanggar Pramuka 1 Baik 8.Jadi satu dengan gudang Organisasi sekolah merupakan bagian yang sangat berperan dalam pelancaran proses pendidikan. Ruang koperasi Menjadi satun dengan UKS. Susunan kepengurusan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar adalah sebagai berikut: GAMBAR II STRUKTUR ORGANISASI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SLEMANAN UDANAWU BLITAR Ket: . Dapur . Ruang Kepala Sekolah 1 Baik 4. Ruang Kantor 1 Baik 3. Ruang UKS 1 Baik 9. Ruang tata usaha 1 Baik 7. Komputer 3 unit Baik 11.

___________ : Garis Komando ---------------. Apabila guru telah benar-benar disiplin dalam segala hal. kepala madrasah menjelaskan bahwa: . Langkah selanjutnya adalah melakukan pembinaan-pembinaan yang berkaitan dengan kompetensi profesional dan kemampuan yang dimiliki guru. kemudian peneliti menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya. Peneliti juga menanyakan tentang langkah-langkah yang di tempuh Kepala Madrasah dalam membina dan meningkatkan disiplin guru. beliau menyatakan bahwa: Sebagai kepala madrasah. pada hari Senin tanggal 11 Mei 2009 peneliti datang ke Ruang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar bermaksud untuk menemui bapak kepala madrasah. artinya untuk melakukan kegiatan pendidikan secara efektif dan efisien. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru. adapun koordinatornya saya percayakan kepada bapak Supriadi. maka segenap tenaga kependidikan harus mempunyai disiplin yang tinggi dalam segala bidang. . dengan maksud untuk mensukseskan dan mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bersama. Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru. saya selalu mengingatkan akan pentingnya disiplin guru dan pentingnya mentaati tata tertib guru yang telah dibuat bersama.: Garis Koordinasi Paparan Data Hasil Penelitian 1. selanjutnya peneliti menanyakan tentang Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru. Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. begitu juga sebaliknya apabila guru tidak disiplin. maka segala program yang direncanakan akan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan dan waktu yang ditetapkan. Dalam rangka melakukan pengawasan terhadap disiplin guru saya juga membentuk staf khusus bidang kedisiplinan guru. maka guru harus bisa menjadi teladan bagi para siswa. kepala madrasah harus memiliki kiat-kiat yang tepat untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. beliau menyebutkan bahwa: Dalam setiap kali rapat/pertemuan. selain itu sesuai dengan ungkapan Jawa bahwa ³guru harus digugu dan ditiru´. maka program pembelajaran yang direncanakan akan tidak berjalan sesuai dengan harapan dan yang lebih dikhawatirkan para siswa juga akan tidak disiplin. pembinaan-pembinaan terhadap guru yang telah saya lakukan yang pertama kali adalah pembinaan disiplin. Kepala Madrasah menjelaskan bahwa: Disiplin guru dalam berbagai bidang adalah suatu hal yang sangat penting karena disiplin guru merupakan salah satu faktor yang menentukan efektitas kelancaran pembelajaran di madrasah. dalam kegiatan sehari-hari sebagai kepala madrasah saya berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan disiplin diri dengan harapan dapat dicontoh dan diteladani oleh para guru. Peneliti juga menanyakan tentang sejauh mana pentingnya disiplin guru dalam peningkatan prestasi kerja. sehingga apabila guru telah benar-benar disiplin diharapkan para siswa juga akan meniru kedisiplinan yang telah diterapkan para guru. Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk nyata dari keteladanan yang telah dilakukan dan diberikan oleh kepala madrasah terhadap kedisiplinan para guru.

pengembangan guru dan pengembangan mutu madrasah. Dan mengadakan rapat guru setiap satu semester yang dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja guru sekaligus memberikan pengarahan-pengarahan terhadap kekurangan-kekurangan. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan madrasah yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk kerjasama dengan lembaga pendidikan lain yang dilakukan oleh kepala madrasah.30 pada hari tertentu saya punya jam mengajar. Selain menanyakan tentang pembinaan disiplin guru peneliti juga menanyakan tentang bagaimana Kepemimpinan Kepala MIN Slemanan dalam pembinaan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah.30 Wib. MI. MI Roudlotut Tholibin Ringin Anom. Ketika sampai di madrasah sekitar pukul 06. saya mengirim para guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. kemudian peneliti dipersilahkan masuk ke ruang tamu.00. mendatangkan para ahli. beliau mengatakan: ³Staf khusus bidang kedisiplinan guru dibentuk dengan maksud untuk meningkatkan disiplin . beliau mengatakan bahwa: Kerjasama dengan lembaga pendidikan sekitar antara lain dengan MI Roudlotun Nasi¶in Slemanan. peneliti datang ke Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada siang hari sekitar pukul 09. artiya dalam melaksanakan program yang ditetapkan saya selalu berusaha untuk menepati waktu yang telah dijadwalkan. peneliti hadir di Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada pagi hari bersamaan dengan siswa berangkat ke madrasah. Dalam kesempatan lain.50 Wib. Waktu itu. beliau menjelaskan bahwa: Tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru ini adalah untuk membantu dalam mengamati dan mengawasi kedisiplinan guru. Kesemuanya itu saya lakukan dengan harapan agar para guru dengan sendirinya akan meningkatkan kedisiplinan. saya berusaha untuk selalu tepat waktu. kemudian peneliti menanyakan tentang tugas-tugas staf khusus bidang kedisiplinan guru.Dalam kegiatan sehari-hari di madrasah. Wahid Hasyim Bakung dengan saling mengadakan studi banding mengenai konsep.. ternyata peneliti mendapati bahwa kepala madrasah juga sudah datang dan Sambil meneliti pembelajaran di madrasah. Apabila saya punya jam mengajar pukul 10. yaitu pada hari Selasa 15 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mengamati tentang kedisiplinan yang benar-benar diterapkan oleh kepala sekolah. peneliti diterima oleh bapak Supriadi yang kebetulan pada hari itu bertugas sebagai guru piket.20. maka pada jam itu pula pelajaran saya harus sudah dimulai. misalnya setiap hari saya selalu berusaha untuk datang di madrasah sebelum pukul 06. Pada kesempatan yang sama peneliti juga menanyakan tentang tujuan dibentuknya staf khusus bidang kedisiplinan guru. karna madrasah MIN Slemanan jam pembelajaran dimulai pukul 06. strategi dalam pembelajaran. Untuk memperoleh data lebih mendalam mengenai pembinaan guru. pada hari sabtu 16 Mei 2009 peneliti berusaha untuk mewawancarai bapak Supriadi sebagai koordinator bidang kedisiplinan guru. yang diharapkan supaya para guru selalu disiplin dan tepat waktu dalam melaksanakan tugasnya. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan profesionalisme guru. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya.

. sehingga setiap guru dapat saling memberi masukan dan saling menyempurnakan terhadap kekurangan dan kelemahan guru dalam menjalankan tugasnya´. Mengadakan seminar dengan mendatangkan seorang pakar dari DEPAG Blitar. Blitar dan seminar kompetensi keguruan yang diadakan di MIN Pojok Kab Blitar. pada hari kamis 18 Mei 2009 peneliti berusaha untuk menemui bapak kepala madrasah. dan memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi KBM dari tiap-tiap guru. beliau menjelaskan bahwa Upaya yang saya lakukan dalam memotivasi guru adalah dengan menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. pada saat itu bapak kepala madrasah sedang membaca sebuah dokumen. memberikan penghargaan dan hukuman . Pada tanggal 5 maret 2008 mengirim beberapa guru untuk mengikuti Workshop KTSP di MAN Tlogo Blitar. Waktu itu merupakan jam istirahat yang. diantara tugas pokok yang dilaksanakan adalah mengkondisikan jam masuk guru ke kelas sesuai dengan jadwal. peneliti datang ke madrasah pada jam 09. menghubungi guru yang tidak disiplin. selanjutnya peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan tentang bagaimana upaya dalam kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru. diantaranya pada tahun kemarin saya dan beberapa guru dikirim untuk mengikuti pelatihan tentang pengelolaan pembelajaran di MAN tlogo Kab. beliau mengatakan bahwa: ³Pembinaan kemampuan profesionalisme guru selalu dilakukan oleh kepala madrasah secara terus menerus dan berkesinambungan. berusaha memenuhi perlengkapan yang diperlukan guru dalam melaksanakan tugasnya.guru. beliau mengatakan bahwa: Dalam melakukan pembinaan-pembinaan terhadap guru bapak kepala madrasah menyuruh guru untuk mengikuti MGMP (musyawarah guru mata pelajaran). Berdasarkan dari beberapa data diatas.00 Wib. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Jika ada guru yang tidak disiplin maka saya akan berkoordinasi dan melaporkan kepada kepala madrasah. Adapun untuk memperoleh data tentang kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru. setelah itu peneliti juga bertanya kepada bapak Thoat Fauzi mengenai pembinaan yang telah dilakukan kapala madrasah tehadap para guru. peneliti juga berusaha mewawancarai lebih detail kepada beliau bapak Supriadi. 2. Pada saat peneliti mengadakan wawancara dengan bapak Supriadi. beliau meminta izin untuk mengajar dahulu. Yang selanjutnya merupakan wewenang kepala madrasah untuk mengatasinya. Kemudian bapak kepala madrasah mengajak peneliti untuk masuk ke ruang kepala madrasah. Peneliti menanyakan tentang pembinaan yang telah dilakukan kepala madrasah kepada para guru dalam meningkatkan prestasi kerja guru. Kepemimpinan kepala Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Sebagai motivator. menunjukkan bahwa pembinaan terhadap guru sangat penting dilakukan oleh kepala madrasah dengan maksud untuk membantu mengembangkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja demi tercapai kelancaran proses pembelajaran dan tercapainya tujuan pendidikan. karena waktu menagajar beliau sudah tiba. kemudian peneliti ditemani oleh bapak Tho¶at Fauzi. Berkaitan dengan pembinaan kemampuan profesionalisme guru yang dilakukan oleh kepala madrasah.

dan apabila diperingatkan tidak bisa maka langkah selanjutnya adalah memberi hukuman dengan mengurangi jam mengajar. karena pencapaian tujuan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. bentuk penghargaan yang saya berikan bukan berupa materi akan tetapi berupa dukungan mental untuk terus mengembangkan potensi yang dimilikinya. dan langkah yang paling akhir adalah mengeluarkan guru tersebut. Pada hari yang sama peneliti juga mengamati Kepala Madrasah dalam memotivasi guru. dan juga melibatkan guru untuk berbagai kegiatan. dalam penerapannya saya menciptakan suasana terbuka maksudnya setiap guru diberi hak untuk menyatakan pendapat dan keinginan-keinginan terhadap perkembangan madrasah dan apabila ada masalah maka akan dipecahkan bersama. Dalam kaitannya dengan pemberian penghargaan. peneliti juga bertanya tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru. kepala madrasah menjelaskan bahwa: Saya tidak memberikan penghargaan dengan bentuk materi dengan harapan para guru dalam melaksanakan tugasnya benar-benar tulus dari dalam hatinya bukan semata-mata hanya untuk memperoleh dan mengejar penghargaan. bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Penghargaan diberikan kepada para guru yang telah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Sehingga dengan penjelasan tersebut para guru merasa memiliki dan bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan-perkembangan madrasah ini. adapun langkah yang saya terapkan adalah memberi peringatan.Selanjutnya peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah menciptakan situasi dan hubungan yang harmonis antar guru. Peneliti juga menanyakan mengapa bentuk penghargaan yang diberikan kepada para guru tidak berupa materi. berupa pujian dan kesempatan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. Selain itu juga memberikan penjelasan tentang tujuan yang harus dicapai madrasah. Kemudian peneliti menanyakan tentang bagaimana langkah-langkah dan bentuk hukuman yang diterapkan kepala madrasah terhadap para guru. Kemudian peneliti juga menanyakan sejauh mana pentingnya pemberian pemahaman terhadap guru tentang tujuan madrasah dalam rangka peningkatan motivasi. apabila nanti tidak ada lagi penghargaan yang berupa materi para guru akan bekerja semaunya sendiri dan tidak mau untuk melakukan peningkatan-peningkatan. yang selanjutnya diharapkan dengan pemahaman tentang tujuan dan target yang harus dicapai dapat menumbuhkan motivasi dalam diri para guru sendiri untuk berusaha semaksimal mungkin melakukan pengembanganpengembangan madrasah dan meningkatkatkan kerjanya. kepala madrasah menjelaskan bahwa: Penjelasan tentang tujuan-tujuan dan target yang harus dicapai madrasah kepada para guru sangat penting dilakukan. dan yang dikhawatirkan dengan penghargaan bentuk materi. pada saat itu kepala madrasah memotivasi guru dengan memberikan penghargaan berupa pujian terhadap guru yaitu kepada bapak Supriadi selaku wali kelas VI sekaligus sebagai ketua UASBN . beliau mengatakan bahwa: Hukuman berlaku bagi para guru yang tidak disiplin dan tidak mentaati tata tertip guru. bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar menyatakan bahwa: Situasi dan hubungan kerjasama yang harmonis di suatu madrasah memang sangat penting.

beliau mengatakan bahwa: Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru. dan yang paling utama adalah dengan adanya motivasi para guru akan mempunyai kesadaran diri dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kerjanya. sehingga apabila guru mempunyai keinginan-keinginan diharapkan supaya diungkapkan. pengabdian dan ikhlas dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. ketika itu beliau sedang berada diruang guru. Untuk memperoleh data tentang kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Dari beberapa data tersebut diatas. beliau menyatakan bahwa: Kepala madrasah dalam memberikan motivasi kepada guru dengan cara memberikan kebebasan kepada guru mengeluarkan pendapat untuk perkembangan madrasah. saya juga pernah mengalami hal tersebut. pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2009 peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari guru. Dikarnakan anak didiknya berhasil memperoleh nilai rata-rata terbaik. yaitu berupa penciptaan iklim madrasah yang aman. damai. pada hari Senin tanggal 1 Juni 2009 peneliti peneliti mengadakan penelitian lagi kelapangan sekitar pukul 09. motivasi sangat penting diberikan kepala madrasah kepada para guru untuk meningkatkan kerjanya. lalu beliau meminta kepada saya untuk mengungkapkan problem tersebut. saya lebih menekankan pada kesejahteraan mental. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. beliau menyatakan bahwa: Apabila ada guru yang tidak bersemangat dan tidak bergairah dalam melaksanakan tugasnya.Kecamatan Udanawu. apabila ada yang kurang beliau berusaha untuk memenuhinya. Memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang dihitung dari jumlah jam mengajar guru. kepala madrasah menanyai guru tersebut ada masalah apa sehingga ia tidak bersemangat dan tidak bergairah. Pada kesempatan yang sama peneliti juga berusaha memperoleh keterangan dari bapak Samsuri mengenai kepala madrasah dalam memotivasi guru. . Pada saat itu kepala madrasah sedang berada di ruang kerjanya. Itulah yang membuat saya sadar dan semangat bahwa semua problem itu tidak lain hanyalah suatu cobaan. pada saat itu peneliti berhasil menemui ibu Akrim hidayati. Begitu juga beliau selalu memberikan penghargaan. kemudian peneliti menanyakan bentuk motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. kesejahteraan guru juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhinya. pada waktu itu saya sedang banyak problem pribadi. beliau menemukan jalan keluar bagi saya sehingga problem saya dapat teratasi dan saya kembali semangat dalam mengajar dan beliau menyatakan dan berpesan bahwa sebenarnya sekenario kehidupan kita berada didalam lingkaran taqdir Alla. kemudian peneliti mengadakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan bagaimana kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja. beliau meminta apabila ada masalah supaya diungkapkan baik mengenai masalah pribadi atau yang berkaitan dengan madrasah. Untuk mempertajam data penelitian mengenai motivasi yang diberikan kepala madrasah kepada guru. 3. alhamdulillah setelah curhat bersama beliau.30 Wib untuk menemui bapak kepala madrasah. dan yang paling berkesan bagi saya dalam setiap kesempatan atau pertemuan beliau selalu memperhatikan dan menanyakan tentang kelengkapan kebutuhan guru dalam mengajar.

akan tetapi saya juga selalu berusaha untuk mengadakan peningkatan kesejahteraan dari segi materi. saya terima dengan senang hati. pada saat itu beliau sedang berada di kantor guru. saya tidak terlalu memikirkan. Dalam kesempatan lain. sehingga berapa jumlah gaji yang diberikan. akan tetapi pada saat sekarang dengan melihat kebutuhan ekonomi dan harga barangbarang yang semakin meningkat. peneliti juga mewawancarai bapak Nanang imam syafi¶i yang sudah 13 tahun menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar . kemudian kepada beliau peneliti menanyakan tentang kesejahteraan para guru. Sehingga setiap awal bulan guru menerima gaji yang dihitung dari jumlah jam mengajar ditambah dengan uang transportasi. kalau hal ini dipaksakan maka madrasah akan mengalami defisit keuangan karena harus mengambil jalur alternatif lain sehingga terjadi pengalihan dana. sarana-prasarana atau perlengkapan madrasah dan semua perlengkapan guru dalam mengajar telah terpenuhi serta tercapainya tujuan-tujuan madrasah. yang kemudian di kembangkan menjadi doktrin pilar guru yaitu pengabdian. hal ini dilakukan peneliti pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2009 tepatnya pada pukul 09. karena menjadi guru di madrasah ini adalah pengabdian. sehingga kepada para guru perasaan untuk memiliki madrasah inilah yang saya tingkatkan. Peneliti juga menanyakan bentuk nyata upaya peningkatan kesejahteraan guru yang telah dilakukan kepala madrasah.Kemudian peneliti menanyakan mengapa peningkatan kesejahteraan guru lebih difokuskan pada kesejahteraan mental. dengan suasana santai dan penuh kekeluargaan pada saat itu para guru diberi gaji atas pekerjaan yang telah dilakukan selama bulan Juni 2009. maka saya berusaha mengusulkan kepada bendahara madrasah untuk memberikan uang transportasi kepada guru dan alhamdulillah disetujui dan uang transportasi tersebut diberikan bersamaan pada saat pemberian gaji guru. loyalitas dan tanggung jawab Peneliti juga menanyakan mengapa kepala madrasah tidak menaikkan gaji guru. dedikasi. karena apabila dilihat dari gaji yang diterima guru tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. akan tetapi bagi saya kebahagiaan dan kesejahteraan selama menjadi guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar yang utama adalah jika semua kebutuhan-kebutuhan. beliau mengatakan bahwa: Meskipun bentuk kesejahteraan yang saya tekankan lebih pada kesejahteraan mental. Peneliti juga berusaha mengamati tentang kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. kepala madrasah juga . Dan alhamdulillah sekarang ini semua guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar sudah mendapatkan bantuan dari program pemerintah yaitu Insetif dari DIKNAS dan Fungsional dari DEPAG. pada saat itu kepala madrasah menyuruh semua guru berkumpul di ruang guru. sehingga tidak mungkin menaikkan gaji guru kalau honorarium dari DEPAG tidak naik. beliau mengatakan bahwa: Mengenai kesejahteraan terutama gaji yang saya terima. kegiatan ibadah dan keikhlasan. pengorbanan.20 Wib yang merupakan jam istirahat pertama. hal ini bisa dilihat bahwa kalau dahulu gaji yang diberikan kepada guru hanya berupa gaji dari mengajar. beliau mengatakan bahwa: Kegiatan mengajar di madrasah ini intinya adalah pengabdian. beliau mengatakan bahwa: Karena dalam honorarium untuk guru sudah diatur oleh DEPAG. pada hari yang sama.

menyediakan. tim khusus ini bertugas sebagai pemantau terhadap kedisiplinan guru dalam menjalankan tugasnya. para guru diharapkan untuk tetap menjaga kekompakan dalam menjalankan tugasnya dan selalu berusaha meningkatkan kinerjanya demi peningkatan dan pengembangan mutu madrasah. Pembinaan terhadap guru merupakan tanggung jawab penting bagi kepala madrasah. kepala madrasah harus berupaya untuk mengadakan pembinaan terhadap kemampuan profesional guru. mendatangkan para ahli. Selain itu. Prestasi guru merupakan cermin prestasi kepala madrasah. sehingga para guru dituntut untuk mempunyai kemampuan profesional dalam menjalankan tugasnya dan selalu meningkatkan prestasi kerjanya. Temuan Hasil Penelitian. Guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan program pengajaran dan tujuan madrasah. dan mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. damai sejahtera. kepala madrasah berusaha untuk memberikan pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. dari data tersebut diatas menunjukkan bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru tidak harus bersifat materi. mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi.menyampaikan pesan kepada guru bahwa meskipun gaji yang diterima sangat kecil. Dengan demikian. dengan menerapkan disiplin diri diharapkan para guru akan mengikuti sebagaimana disiplin yang diterapkan kepala madrasah dengan penuh kesadaran diri dan tanpa adanya paksanaan. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam melakukan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. Kepala madrasah harus mencurahkan segala energi dan waktunya untuk meningkatkan prestasi kerja para guru secara maksimal di madrasahnya. Adapun upaya yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja antara lain difokuskan pada pembinaan disiplin guru dan pembinaan kemampuan profesional guru. mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan. menjadi contoh atau teladan dengan menerapkan disiplin pada diri kepala madrasah sendiri. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. GAMBAR III SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PEMBINAAN GURU . Apabila kedisiplinan guru sudah tercapai maka kelancaran proses pengajaran akan berjalan dengan baik dan lancar juga prestasi kerja yang dihasilkan akan sesuai dengan yang diharapkan. melakukan komunikasi yang baik dan memperlakukan guru sebagai partner yang harus diakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Berkaitan dengan fokus pertama. akan tetapi bisa dilakukan dengan peningkatan kesejahteraan psykologis antara lain penciptaan suasana madrasah yang aman. Untuk meningkatkan prestasi kerja guru. Dalam melakukan pembinaan disiplin guru. dalam pembinaan disiplin kepala madrasah juga membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. 1.

2. memberikan penghargaan. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. Adapun kepemimpinan yang kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru yaitu menekankan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. Motivasi merupakan faktor pendorong untuk melakukan sesuatu. Berkaitan dengan fokus kedua. GAMBAR IV SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MEMOTIVASI GURU . melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. maka kepala madrasah harus berupaya memotivasi guru. agar para guru dapat menjalankan dan meningkatkan prestasi kerjanya.

Adapun kiat-kiat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru yaitu berusaha meningkatkan kesejahteraan mental dan materi dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. Berkaitan dengan fokus ketiga Kesejahteraan merupakan salah satu faktor penentu produktifitas atau prestasi kerja. GAMBAR V SKEMA TEMUAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN GURU Berdasarkan skema temuan-temuan hasil penelitian tersebut diatas. memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi. pengabdian dan ikhlas.3. maka skema temuan akhir kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan dalam meningkatkan prestasi kerja guru sebagai berikut: GAMBAR VI SKEMA TEMUAN AKHIR KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA GURU . Apabila kesejahteraan guru terpenuhi maka para akan dapat melaksanakan dan meningkatkan kinerjanya dengan baik sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan kesejahteraan secara psikologis dan materi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. damai. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah.

mengadakan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. pembinaan moral. kepala madrasah harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan prestasi kerja tenaga kependidikan dimadrasahnya. menjadi teladan. kepala madrasah bertanggung jawab atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan cara melaksanakan upaya peningkatan kinerja para anggotanya. Dalam rangka melaksanakan pembinaan-pembinaan terhadap guru. Kepala madrasah merupakan pucuk pimpinan yang ada di madrasah. Wahjosumidjo menyatakan bahwa setidaknya terdapat empat macam nilai yang harus diperhatikan yaitu: pembinaan mental. memberikan kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikannya. Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang ajaran baik dan buruk terhadap suatu . mengevaluasi kerja guru dan memberi pengarahan-pengarahan. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. Kepala madrasah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. memberikan kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. menempatkan guru pada proporsi yang sesuai dengan bidangnya. agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas pendidikan dengan baik. Disamping itu kepala madrasah bertanggung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada terutama guru kearah profesionalime yang diharapkan. Dalam hal ini kepala madrasah bertugas melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan. pembinaan fisik. Untuk itu. Peningkatan prestasi kerja guru dilakukan dengan menggunakan pembinaan-pembinaan terhadap para guru yang juga merupakan bagian integral dari keberadaan sumber daya manusia yang mempunyai peranan strategis dalam kehidupan suatu madrasah. pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan tentang arti dan pentingnya disiplin guru. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Pertama. dan pembinaan artistik. Sedangkan pembinaan kemampuan profesional guru antara lain: Mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan. . Pembinaan moral yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berakaitan dengan sikap batin dan watak. mendatangkan para ahli.BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. kepala madrasah harus berusaha melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan bagi para guru dalam menjalankan tugasnya. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar pada dalam melakukan pembinaan guru ditekankan pada pembinaan kedisiplinan guru dan pembinaan kompetensi profesionalisme guru. baik fungsi yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun pencapaian iklim madrasah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar-mengajar secara efektif dan efisien. menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. sehingga kepala madrasah harus mampu menciptakan iklim yang kondusif agar para dapat melaksanakan tugasnya secara proporsional dan profesional.

memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. menggerakkan tim evaluasi. maka tugas manajer adalah mengidentifikasi dan menggerakkan motivasi pegawai agar bersemangat dan berprestasi baik dalam melaksanakan tugasnya. Kepala madrasah harus dapat mendorong para guru untuk aktif dan kreatif dalam berbagai kegiatan olah raga. upaya yang telah diterapkan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru adalah sebagai usaha dalam menjalankan fungsi dan peranannya sebagai pemimpin sebuah lembaga pendidikan untuk meningkatkan prestasi kerja guru dan meraih keberhasilan madrasah dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan bersama. prestasi dan semangat kerja dibutuhkan motivasi. Tetapi pelatihan itu hendaknya diikuti dengan aktifitas-aktifitas lanjutan.perbuatan. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru di fokuskan pada motivasi instrinsik dan ekstrinsik. hampir semua perilaku sadar mempunyai motivasi. sehingga kepala madrasah harus berusaha memberi nasehat. mendorong guru untuk menggunakan waktu pembelajaran secara efektif dan efisien. dan terkandung makna bahwa upaya yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mencakup pembinaan sumber daya manusia. Pembinaan fisik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan jasmani. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut. habis pelatihan urusan selesai. dan penampilan mereka secara lahiriah. dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar. berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. Untuk mencapai tujuan organisasi. sehingga kepala madrasah harus berusaha menjadikan lingkungan madrasah yang rapi. dan menjadi contoh teladan bagi para guru. Dengan demikian. dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam melakukan pembinaan guru untuk meningkatkan prestasinya. Demikian pula sebaliknya orang lain yang tidak didorong oleh motif yang kuat akan . sikap dan kewajiban sesuai dengan tugasnya masing-masing. dengan cara: Menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. Seseorang bersedia melakukan sesuatu pekerjaan apabila motif yang mendorongnya cukup kuat yang pada dasarnya tidak mendapat saingan atau tantangan dari motif lain yang berlawanan. Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. sarana dan hubungan kerja sama yang baik dan seimbang. baik yang obyektif maupun yang subyektif. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus kedua. Davis dan Newtron sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa. Lebih lanjut Nur kholis menyatakan bahwa program pelatihan apapun harus tidak hanya sebatas pada pelatihan. memberikan penghargaan dan hukuman. Motif atau dorongan dalam melakukan sesuatu pekerjaan sangat besar pengaruhnya terhadap kinerja. Mulyasa juga menyatakan bahwa upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh kepala madrasah dalam melaksanakan pembinaan guru dalam rangka meningkatkan prestasi kerja antara lain: mengikutsertakan para guru dalam penataran dan pelatihan-pelatihan. Dalam melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan seseorang selalu didorong oleh motif tertentu. kesehatan. misalnya senantiasa memperhatikan bagaimana guru menerapkan cara-cara baru yang diperoleh dalam pelatihan. Pembinaan artistik yaitu membina para guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepekaan manusia terhadap seni dan keindahan. indah sejuk dan menyenangkan. B. E.

damai. hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para guru dalam melaksanakan berbagai tugas dan fungsinya. Dengan kata lain guru akan melakukan pekerjannya dengan baik apabila ada faktor pendorong (motivasi). dengan cara: Menciptakan iklim madrasah yang aman. harapan dan cita-cita serta insentif yang dibutuhkan guru agar para guru mempunyai semangat kerja yang tinggi dan pada akhirnya mereka mau dan mampu meningkatkan kinerjanya. hal ini terbukti kepala madrasah telah berupaya untuk selalu memotivasi para guru baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. dan ingin ikut serta dalam suatu tugas atau kegiatan. dan 10-20 % bergantung pada kemampuannya. Perbedaan guru tidak hanya dalam bentuk fisik. dapat meningkatkan nama baik. untuk meningkatkan kinerja guru perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaruhinya.meninggalkan atau sekurang-kurangnya tidak bergairah dalam melakukan sesuatu pekerjaan. ³Sutermeister sebagaimana dikutip Sulistiyorini menyatakan bahwa prestasi kerja untuk 80-90 % bergantung pada motivasinya untuk bekerja. penghargaan yang efektif. disiplin. atau belum merasa puas bagi kebutuhan untuk tingkat diatasnya. Oleh karena itu. dorongan. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari . Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut diatas dan dengan melihat apa yang telah dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam memotivasi guru dapat difamahi bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai usaha yang kuat dalam meningkatkan motivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerjanya. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai motivator.. pengaturan suasana kerja (hubungan kerja yang harmonis). Para guru akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila mempunyai motivasi tinggi. Apabila para guru mempunyai motivasi yang positif. yang satu sama lainnya berbeda. timbul karena ada rangsangan dari luar lingkungannnya misalnya karena ada hadiah. Setiap guru memiliki karakteristik khusus. dan penyediaan sumber pembelajaran´. Sudjana menyatakan bahwa motivasi terdiri atas motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. mempunyai perhatian. ia akan memperlihatkan minat. C. diketahui bahwa kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru ditekankan pada peningkatan kesejahteraan mental dam materi. minat dan harapan pada diri sendiri. Motivasi instrinsik timbul dari setiap individu seperti kebutuhan. Motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga atau organisasi untuk meningkatkan kinerja anggotanya. Pembahasan Berkaitan Dengan Fokus Ketiga Berdasarkan paparan data penelitian pada bab empat. kemauan. bakat. Lebih lanjut Palmer mengatakan bahwa orang-orang yang menginginkan atau bermotivasi tinggi untuk memperoleh pengembangan adalah orang-orang yang belum mencapai kepuasan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Dengan demikian kepala madrasah dituntut untuk memiliki kemampuan dan strategi untuk memotivasi para guru dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan guru. tetapi juga dalam psykisnya. Mulyasa mengungkapkan bahwa: ³motivasi dapat ditumbuh-kembangkan oleh kepala madrasah melalui: pengaturan lingkungan fisik (ruang kerja dan ruang belajar yang kondusif serta mengatur lingkungan madrasah yang nyaman dan menyenangkan). misalnya motivasi. Sedangkan motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul dari luar diri seseorang.

Sejalan dengan pendapat-pendapat tersebut.niat ibadah. Dalam peningkatan prestasi kerja. pengabdian dan ikhlas. memberikan gaji kepada guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji mengajar dihitung dari jumlah jam dalam mengajar ditambah uang transportasi. hal ini disebabkan karena disesuaikan dengan kemampuan madrasah dalam memberi gaji kepada guru. akan tetapi sudah dikaitkan dengan harkat dan martabat manusia. BAB VI PENUTUP A. fasilitas perumahan. dan dengan melihat kepemimpinan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru. Kepemimpinan kepala madrasah dalam pembinaan guru untuk meningkatkan prestasi kerja . dapat difahami bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan Udanawu Blitar telah mempunyai upaya yang kuat dalam meningkatkan kesejahteraan guru. dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan rasa aman. kendaraan dan lain-lain. Guru merupakan pemeran utama proses pendidikan. maka seseorang akan bekerja dengan efektif dan penuh semangat. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. memenuhi kebutuhan guru dengan sistem imbalan yang lebih baik dan menarik. kesempatan memperoleh liburan. Dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia memiliki berbagai kebutuhan baik fisik. Wujud insentif bisa berupa kenaikan pangkat. Finch menyatakan bahwa berhasil tidaknya peningkatan prestasi kerja apabila orang-orang yang terlibat di dalam peningkatan prestasi kerja juga diberi kompensasi atau sekedar insentif. meskipun dalam memenuhi kesejahteraan materi belum maksimal dan belum memenuhi standar kebutuhan para guru. dengan terpenuhinya kesejahteraan material dan spiritual. dan sebagainya sejalan dengan insentif yang diberikan. Mulyasa juga menyatakan bahwa dalam peningkatan kesejahteraan guru perlu diupayakan: gaji guru senantiasa disesuaikan agar mencapai standar yang wajar bagi kehidupan guru dan keluarganya. dapat juga berupa tunjangan-tunjangan. Dengan demikian. Pemberian kompensasi selain dalam bentuk gaji. hal ini terbukti bahwa selain melakukan peningkatan kesejahteraan mental guru. perumahaan. Peningkatan prestasi guru dapat dilakukan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan guru. maupun psikologis yang secara langsung berpengaruh pada prestasi kerjanya. Lazaruth menyatakan bahwa kesejahteraan material dan spiritual merupakan faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya semangat kerja. dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru kepala madrasah harus memperhatikan kesejahteraan mental dan spiritual guru serta harus mempunyai strategi untuk memberikan penghargaan dan imbalan jasa kepada guru dengan memperhatikan standar kebutuhan guru dan berupaya memberikan sistem kompensasi yang lebih baik dan menarik. tentram dan sejahtera secara psykologis melalui kepastian karier dan insentif sebagai imbalan atas pekerjaannnya. keamanan. Upah atau gaji yang layak sehinga dapat memenuhi kebutuhan seperti sandang. Kompensasi merupakan imbal jasa yang diberikan yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. kesehatan. Masalah kompensasi adalah salah satu bentuk imbalan yang harus dipenuhi karena imbalan oleh pekerja tidak lagi dipandang sebagai alat pemuas kebutuhan materialnya. kepala madrasah juga berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan materi. Kesimpulan 1. merupakan faktor yang tidak boleh ditinggalkan dalam peningkatan prestasi kerja.

3. mengetahui kelemahan atau hambatan yang ada serta berusaha mengatasi hambatan yang ada. Kepada para guru Dalam rangka meningkatkan prestasi kerja. damai. dan berusaha untuk membangkitkan motivasi terutama motivasi yang berasal dari diri guru sendiri. Kedua. peningkatan kesejahteraan yang berupa materi dengan cara: mengatur pemberian gaji guru pada setiap awal bulan yang terdiri dari gaji ditambah uang transportasi serta bantuan tunjangan fungsional dan insentif dari pemerintah. Kedua. memberi hak kepada guru untuk mengeluarkan pendapat untuk perkembangan-perkembangan madrasah. peningkatan motivasi ekstinsik dengan cara: memberikan penghargaan 3. pelatihan-pelatihan. mendatangkan para ahli. seminar-seminar baik yang diadakan di madrasah maupun di luar madrasah. pembinaan kemampuan profesionalisme guru yaitu dengan cara: mengadakan dan menyuruh guru untuk mengikuti seminar dan pelatihan. Saran-saran 1.guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan difokuskan pada dua macam pembinaan yaitu: Pertama. memberi kesempatan kepada guru untuk saling mengadakan supervisi. Kepada kepala madrasah Dalam upaya meningkatkan prestasi kerja guru. untuk dikaji lebih mendalam dengan berbagai metode penelitian yang lain agar . Kepala madrasah disarankan untuk selalu berusaha untuk meningkatkan strategi dalam membina. Kepada peneliti yang akan datang Kepada peneliti yang akan datang diharapkan penelitian mengenai kepemimpinan kepala madrasah pada umumnya dan upaya kepala madrasah dalam meningkatkan prestasi kerja guru pada khusunya. guru disarankan untuk selalu berusaha meningkatkan kompetensi profesionalnya dengan cara: mengikuti pembinaan-pembinaan. Kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kesejahteraan guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada: Pertama peningkatan kesejahteraan mental dengan cara: menciptakan iklim madrasah yang aman. memotivasi. memperlakukan guru sebagai partner dan mengakui keberadaannya dan segala kemampuan yang dimilikinya. Kedua. dan membentuk tim khusus bidang kedisiplinan guru. dan meningkatkan kesejahteraan guru. kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan disarankan untuk benar-benar memahami sekaligus menerapkan fungsi dan peranannya. 2. menerapkan prinsip kekeluargaan dan komunikasi dengan didasari niat ibadah. melibatkan guru dalam setiap kegiatan madrasah. menjadi teladan. pembinaan disiplin dengan cara: memberi pengarahan. Kepemimpinan kepala madrasah dalam memotivasi guru untuk meningkatkan prestasi kerja guru yang dilakukan kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Slemanan untuk meningkatkan prestasi kerja guru difokuskan pada peningkatan motivasi intrinsik dan ekstrinsik. mengevaluasi kerja guru. menempatkan guru pada proporsi yang tepat. Peningkatan motivasi instrinsik dengan cara: menciptakan situasi dan kerjasama yang harmonis antar guru. memberi kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikan. pengabdian dan ikhlas. menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan. berusaha untuk memenuhi keinginankeinginan guru dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya. B. Pertama. 2. bekerja sama dengan lembaga pendidikan lain.

³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Lebih baik akibatnya di dunia. Jadi.´ (QS. Lebih baik di dunia. seperti yang dilakukannya terhadap perintah menunaikan amanah dan berlaku adil. Lalu perkara-perkara yang diperselisihkan itu dikembalikan kepada Allah dan Rasul. tetapi mengikuti manhaj itu juga dapat mewujudkan kebaikan dunia dan akibat yang baik bagi individu dan jama¶ah di kehidupan yang dekat ini. satu ras. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. An-Nisa: 58-59) ³Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. . satu bangsa. 07/05/2009 11:04 WIB | email | print | share (58) (59) ³Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. Sebagaimana ia merupakan tuntutan iman kepada Allah dan Hari Akhir. Maha Melihat. Karena Allah adalah Rabb bagi semua orang. dan lebih baik akibatnya. dan pada gilirannya dampaknya yang pasti pun tidak mengikuti. Manhaj yang tidak mengandung nepotisme kepada satu individu. satu generasi.diperoleh penemuan-penemuan baru sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak lembaga pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. maka sekali lagi nash menghadirkannya dalam bentuk ³nasihat´ dan motivasi. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Mahabijaksana. Semua ini adalah syarat iman kepada Allah dan Hari Akhir. Maha Mengetahui. Sesungguhnya manhaj ini berarti ³seseorang´ menikmati kelebihan-kelebihan manhaj yang diletakkan Allah baginya.´ Itulah ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul. Maha Mengenal. Setelah nash ini meletakkan masalah pada posisi kondisionalnya. juga lebih baik di akhirat. bukan hanya menggapai ridha Allah dan pahala akhirat²dan itu merupakan berkara yang sangat. tidak ada iman sama sekali manakala syarat ini tidak terpenuhi. Jadi. yang kemudian disusul dengan nasihat dan motivasi.´ Yang demikian itu lebih baik bagi Anda. juga lebih baik akibatnya di akhirat. hawa nafsu. Label: KARYA ILMIAH Kepemimpinan dalam Alquran (4) Kamis. dan kepada Ulil Amri yang beriman dan menjalankan syari¶at Allah dan Sunnah Rasul. Manhaj yang terbebas dari kebodohan. satu kelompok. Tidak ada iman. kelemahan. dan syahwat manusia. Allah yang Maha Menciptakan.

Penolakan ini dianggap sebagai sikap hipokrit. Sebagaimana konteks menganggap keinginan mereka untuk bermahkamah kepada thaghut sebagai tindakan keluar dari iman²bahkan sejak awal dianggap tidak masuk ke dalamnya. Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah²selain memberinya petunjuk dan melindunginya²manhaj ini juga memuliakannya dan memberi ruang bagi akalnya untuk bekerja di dalam manhaj. dan mengetahui letak-letak analogi dan ijtihad mengenai halhal yang diperselisihkan akal. ³Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Sebagaimana konteks menjelaskan alasan-alasan mereka yang lemah dan palsu untuk mengikuti langkah yang aneh ini. atau satu ras. Sementara mereka terjebak dalam kebingunan tanpa petunjuk! Cukuplah bagi mereka melakukan uji coba dalam bidang kreasi dan inovasi material sesuka hari. tetapi justeru berdampingan dengannya dan memanfaatkannya. maka konteks beralih kepada orang-orang yang menyimpang dari kaidah ini. sarana-sarana untuk berbicara kepadanya dan memperbaikinya. Dan cukuplah bagi akal mereka untuk berusaha menerapkan manhaj ini. atau satu bangsa. Konteks mendeskripsikan kondisi mereka ketika diajak mengikuti Allah dan Rasul-Nya lalu mereka menolak. ketika bencana dan musibah ditimpakan pada mereka. Sehingga manusia tidak terjebak dalam kebingunan saat mencari manhaj yang sesuai. Sehingga manusia tidak perlu berkonflik dengan hukum alam. Konteks beralih kepada mereka untuk memandang aneh sikap mereka. Jadi.Allah Subhanah tidak terkontaminasi oleh keinginan memihak kepada satu individu. Yaitu ruang ijtihad untuk memahami nash-nash yang ada. Inilah manhaj yang di antara keistimewaannya adalah dibuat oleh yang menciptakan manusia. dan manhaj penetapan syari¶at dan prinsip-prinsipnya. Meski demikian.´ Sehabis menetapkan kaidah universal ini dalam syarat iman dan batasan Islam. karena bidang tersebut sangat luas bagi akal manusia. yaitu ruang penelitian ilmiah terhadap alam semesta dan ruang kreasi dan inovasi material. atau satu strata sosial. Inilah manhaj yang di antara keistimewaan adalah dibuat oleh Pencipta alam semesta tempat manusia tinggal. Dia menjamin untuk manusia manhaj yang kaidah-kaidahnya sesuai dengan hukum alam. Rasulullah saw . kemudian sesudah itu mereka mengklaim sebagai orang yang beriman! Padahal mereka melanggar syarat iman dan batasan Islam. yaitu kepada Thaghut. Dan selain itu ada ruang yang orisinil bagi akal manusia. karena mereka ingin bermahkamah kepada selain syari¶at Allah. disusul dengan ijtihad untuk mengembalikan masalah yang tidak diredaksikan kepada nash-nash atau kepada prinsip-prinsip umum agama ini. padahal mereka diperintahkan untuk mengingkarinya. tidak membebani manusia dengan harga dari uji coba-uji coba yang keras. dan Allah swt. Juga untuk mengingatkan mereka dan orang-orang seperti mereka tentang keinginan setan untuk menyesatkan mereka. Sebagaimana Dia mengetahui seluk-beluk jiwanya. yang mengetahui hakikat fitrahnya dan kebutuhan-kebutuhan yang hakiki bagi fitrah ini. atau satu generasi. juga dalam aturan pokok umat Islam. Manhaj memberinya petunjuk tentang semua ini dan melindunginya.

Dan penggal ini ditutup dengan penjelasan tentang tujuan Allah mengutus para Rasul. .diinstruksikan untuk menasihati mereka.