Bab.

III 2010 Tentang penangkapan, Penahanan, Penggeledahan dan Penyitaan 
PENANGKAPAN 1. Pengertian : Suatu tindakan penyidik berupa pengekangan sementara waktu kebebasan tersangka atau terdakwa jika terdapat cukup bukti guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan atau peradilan dalam hal serta menuntut cara yang diatur dalam undangundang ini ( Pasal 1 butir 20 KUHAP) 2. Alasan Penangkapan : Dilakukan terhadap seorang yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti permulaan yang cukup. (Pasal 17 KUHAP) 3. Persyaratan Penangkapan : a. Untuk kepentingan penyidikan/penuntutan/peradilan (Pasal 16 KUHAP); b. Penyidik memiliki alat bukti permulaan yang cukup (Pasal 17 KUHAP); c. Dilakukan dengan surat perintah penangkapan (Pasal 18 ayat (1) KUHAP); d. Hanya terhadap pelaku kejahatan. Terhadap pelaku pelanggaran bisa ditangkap jika sudah dipanggil dua kali tapi tidak mau tanpa alasan yang sah (Pasal 19 ayat (2) KUHAP) 4. Penangkapan dilakukan oleh penyidik (Kepolisian) dengan memperhatikan surat perintah, kecuali dalam hal tertangkap tangan, semua orang berhak, bahkan wajib bagi orang yang bertugas untuk menjaga ketertiban dan keamanan (seperti SATPAM). 5. Tindak pidana yang hanya bisa disidik/dituntut/diadili dalam keadaan tertangkap tangan (panangkapan dilakukan tanpa adanya surat perintah), yaitu: a. Tindak pidana perjudian; b. Tindak pidana narkotik; pemakai, penjual, pengedar, penyimpan, dll 6. Masa penangkapan : maximal 24 jam dan setelah itu harus diserahkan ke penyidik (Pasal 19 KUHAP). 

PENAHANAN
1. Pengertian: penempatan tersangka atau terdakwa ditempat tertentu oleh penyidik atau penuntut umum atau hakim dengan penetapannya, dalam hal serta menurut cara yang diatur oleh undang-undang ini. (Pasal 1 butir 21 KUHAP) 2. Alasan Penahanan : 1) Tindak pidana itu diancam dengan pidana lima tahun atau lebih. 2) Harus ada dugaan keras tersangka melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup, dan dikhawatirkan tersangka akan : y Melarikan diri; y Merusak/menghilangkan barang bukti; y Mengulangi tindak pidana. 3. Pejabat yang berwenang melakukan penahanan, yaitu : - Penyidik - Penuntut Umum, dan - Hakim 4. Jenis Penahanan : a. Penahanan RUTAN (Rumah Tahanan Negara) b. Penahanan rumah; dihitung 1/3 dari RUTAN; c. Penahanan kota; dihitung 1/5 dari RUTAN. (Pasal 22 KUHAP)
1

| Fakultas Hukum UNSRAT

Penggeledahan dan Penyitaan 5. jadi jumlah perpanjangan 60 hari. yaitu tindakan penyidik untuk mengadakan pemeriksaan badan dan atau pakaian tersangka untuk mencari benda yang diduga keras ada pada badannya atau dibawa serta untuk disita. Tata Cara Penggeledahan rumah : 1) Penggeledahan Biasa : a. (Pasal 1 butir 17 KUHAP) 2) Penggeledahan badan. Masa Penahanan :  Penyidik / Polisi (Pasal 24 KUHAP) . penyidik dapat melakukan penggeledahan rumah atau penggeledahan pakaian atau penggeledahan badan menurut tatacara yang ditentukan dalam UU ini (Pasal 32 KUHAP). yaitu : 1) Penggeledahan rumah. (Pasal 29 ayat (1) KUHAP).Bab. 2) Perkara yang sedang diperiksa diancam dgn pidana penjara penjara 9 tahun atau lebih. penggeledahan oleh penyidik berdasarkan surat ijin ketua pengadilan negeri. 3) Lamanya tambahan perpanjangan = 30 hari. III 2010 Tentang penangkapan. kemudian bisa diperpanjang lagi selama 30 hari. b.  PENGGELEDAHAN 1. Melakukan penahanan selama 30 hari Dapat diperpanjang oleh ketua PN paling lama 60 hari  Hakim PT (Pasal 27 KUHAP) . Penahanan. Penggeledahan terbagi 2. Melakukan penahanan selama 20 hari Dapat diperpanjang oleh penuntut umum paling lama 40 hari  Penuntut Umum (Pasal 25 KUHAP) . 3. Melakukan penahanan selama 20 hari Dapat diperpanjang oleh ketua PN paling lama 30 hari  Hakim PN (Pasal 26 KUHAP) . 2. Pejabat yang berwenang melakukan penggeledahan : untuk kepentingan penyidikan. dalam waktu 2 hari dibuat berita acara | Fakultas Hukum UNSRAT 2 . Melakukan penahanan selama 30 hari Dapat iperpanjang oleh ketua PT paling lama 60 hari  Hakim MA (Pasal 28 KUHAP) . penggeledahan disaksikan dua orang saksi c. yaitu tindakan penyidik untuk memasuki rumah tempat tinggal dan tempat tertutup lainnya untuk melakukan tindakan pemeriksaan dan atau penyitaan dan atau penanagkapan dalam hal dan cara yang diatur dalam undang-undang ini. Menurut KUHAP. (Pasal 1 butir 18 KUHAP). karena . Melakukan penahanan selama 50 hari Diperpanjang oleh ketua MA paling lama 60 hari y Pengecualian dalam perpanjangan : Penahanan terhadap tersangka dapat diperpanjang dengan alasan yg patut dan tidak dapat dihindarkan. d. 1) Tersangka menderita gangguan fisik/mental yang berat. disaksikan kepala desa atau ketua lingkungan dengan dua orang saksi jika tersangka menolak.

benda sitaan dibungkus. orang yang disita . b. dirawat. maka selain surat ijin ketua pengadilan negeri juga surat perintah tertulis penyidik. Tata cara penyitaan : a. (Pasal 34 KUHAP) 4. penyitaan oleh penyidik terlebih dahulu menunjukan tanda pengenal (Pasal 128 KUHAP). keluarganya dan kepala desa. penuntutan dan peradilan. c. (pasal 130 KUHAP) 5. 4. Penggeledahan dalam Keadaan Mendesak : a. Penggeledahan dan Penyitaan e. III 2010 Tentang penangkapan. e. DPR. 2). dijaga. Pengertian : serangkaian tindakan penyidik untuk mengambil alih dan atau menyimpan di bawah penguasaannya terhadap benda bergerak atau tidak bergerak.3 dan 4 KUHAP). terhadap surat. (Pasal 38 ayat (1) KUHAP). berdasarkan surat ijin ketua pengadilan negeri kecuali tertangkap tangan hanya atas benda bergerak. f. (pasal 1 butir 16 KUHAP). c. b. Penyitaan dapat dilakukan oleh penyidik dengan surat izin ketua PN setempat. penggeledahan dilakukan tanpa ijin ketua pengadilan negeri. Tujuan Penyitaan : untuk kepentingan pembuktian . penyidik membuat berita acara yang dibacakan. Ruang di mana sedang berlangsung sidang pengadilan. Tempat yang dilarang dilakukan penggeledahan. DPRD. Benda atau tagihan tersangka/terdakwa yang diduga seluruh/sebagian diperoleh dari tindak pidana. Benda yang dipergunakan untuk menghalang-halangi penyidikan. (Pasal 39 KUHAP) 3 | Fakultas Hukum UNSRAT . Tempat di mana sedang berlangsung upacara ibadah. b. Benda lain yang mempunyai hubungan langsung dengan tindak pidana yang dilakukan. 2. ditandatangani serta salinannya disampaikan kepada atasan penyidik. berwujud atau tidak berwujud untuk kepentingan pembuktian dalam proses penyidikan. d. c. d. (Pasal 129 ayat 2. Tata Cara Penggeledahan Badan 1) penggeledahan badan meliputi pakaian dan rongga badan (pasal 37 KUHAP) 2) penggeledahan terhadap wanita dilakukan oleh pejabat wanita (penjelasan pasal 37). Ruang di mana sedang berlangsung sidang MPR. penyidik membuat berita. penyidik terlebih dahulu menunjukan tanda pengenal. kecuali dalam hal tertangkap tangan : a. buku. Benda yang khusus dibuat/diperuntukkan melakukan tindak pidana.  PENYITAAN 1. Penahanan. dan tulisan tidak diperkenankan digeledah kecuali berkaitan dengan tindak pidana tersebut. b. jika bukan penyidik. penyitaan disaksikan oleh kepala desa atau kepala lingkungan dan dua orang saksi (Pasal 129 ayat 1). 5.Bab. terutama ditujukan sebagai barang bukti dimuka sidang pengadilan 3. e. serta dilak dan cap jabatan. Benda yang dipergunakan secara langsung untuk melakukan tindak pidana. g. Benda yang dapat disita : a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful