ANALISIS WACANA CERPEN “MATINYA SEORANG PENARI TELANJANG” DALAM KUMPULAN CERPEN MATINYA SEORANG PENARI TELANJANG KARYA

SENO GUMIRA AJIDARMA (Tinjauan dari segi konteks kultural dan situasi serta aspek gramatikal dan leksikal)

Disusun guna memenuhi salah satu tugas analisis wacana Dosen pengampu Dr. Budhi Setiawan, M.Pd.

OLEH: MUHAMAD NURHAJID NIM: S.840908021

PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA

UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2009

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Pengantar Sastra selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat, lingkungan dan tempat suatu cipta sastra itu dihasilkan. Perkembangan karya sastra biasanya melukiskan keadaan suatu masa dan tempat terjadinya suatu peristiwa dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, “Sebagai ilmu pengetahuan, ilmu sastra berusaha menyelidiki karya sastra dengan mengupas berbagai aspek mulai dari hakikat karya sastra, ciri karya sastra dan sebagainya” (Badrun, 1987:3) Karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sarat dengan ajaran dan nilai-nilai moral dan harus memuat dua aspek seperti yang dijelaskan Horacle dalam Wellek dan Werren, (1990:25) yaitu “Dulce dan utile”; indah dan berguna keindahan itu menyangkut nilai-nilai estetis dan berguna artinya memberi manfaat, tidak lain adalah nilai-nilai moral, nilai estetika itu sendiri tidak terlepas dari nilai-nilai yang baik dan buruk. keterikatan antara karya sastra, pengarang dan membaca merupakan bagian yang integral yang saling membawa pengaruh dan dampak yang secara langsung maupun tidak langsung dapat dirasakan oleh pembaca maupun pengarang itu sendiri. Seperti yang dijelaskan oleh Mursal Esten, (1978:8) Nilai estetika yaitu nilai keindahan yang tidak terlepas dari nilai-nilai moral dan nilai moral merupakan nilai-nilai tentang kemanusiaan. Tentang nilai-nilai yang baik dan buruk secara universal, demikian juga tentang nilai-nilai yang bersifat konsepsinal dasarnya adalah juga nilai tentang keindahan yang sekaligus merangkum nilai tentang moral. Oleh sebab itu kedudukan karya sastra dalam

2

yaitu menyampaikan nilai-nilai moral dan nilai-nilai yang bersifat konsepsional. karena sebuah karya sastra bersumber dari kehidupan masyarakat atau mencerminkan kehidupan masyarakat. Dari pengertian karya sastra itu dapat disimpulkan bahwa sastra sangat berpengaruh dan berfungsi dalam masyarakat. tentunya karya sastra tidak akan tercipta tanpa sebuah tujuan. tujuan karya sastra itu sendiri tampak dalam pengertian karya sastra itu juga.masyarakat pembaca memiliki peranan penting sebagai media untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang baik. dengan penyampaian nilai moral itu diharapkan pembaca mampu memahami kemudian meneladaninya sehingga menjadi panutan bagi pembaca. 3 .

dan kekerasan. sementara latar belakang keluargannya tidak ada yang menjalani pekerjaan semacam itu. kemudian suatu ketika sepulang dari pentas streaptease sila dibuntuti dua laki-laki bertopi dan berwajah samar kemudian sila dibunuh oleh kedua orang tersebut. juga dilatar belakangi adanya persaingan tidak sehat diantara penari telanjang. namun justru ia memilih untuk hidup menjadi penari telanjang. Cerpen Matinya Seorang Penari Telanjang Kumpulan cerpen matinya seorang penari telanjang ini didasarkan pada tiga hal yaitu sex. Tubuh sila di mutilasi menjadi 12 bagian dan di bungkus plastik kresek yang kemudian di buang ketong sampah. (Sex. tidak pasti apa yang membuat ia mengambil jalan hidup sebagai penari streaptease. ayahnya seorang pegawai negeri di Departemen Keuangan Cabang Bantul. Pada tahun 1997 cerpen matinya seorang penari telanjang diangkat sebagai film oleh produser Kamala Atmojo dengan skenario yang dibuat oleh 4 . Ketika sila terlibat cinta segitiga dari laki-laki yang sudah beristri dengan teman se profesi. kejahatan. ia juga bisa menjadi seorang dosen atau koreografe.BAB II PEMBAHASAN 1. Menanggapi kematian sila ibundanya sangat terpukul dan menceritakan kisah hidup seorang sila yang sebenarnya berangkat dari orang tua yang cukup dan latar belakang pendidikannya yang memadai untuk bekerja dengan layak. kakeknya Seorang asisten Wedanan Di Pati. sebenarnya banyak peluang yang bisa diharapkan dari pendidikan yang telah ditempuh. Sila adalah seorang lulusan Departemen Tari Institut Kesenian Jakarta. Kemudian di ilustrasikan oleh pengarang bahwa koran dan majalah yang ada mengambil tema kematian sila sebagai headline. Crime and Violence) mengisahkan tentang wanita yang bekerja sebagai penari streaptease yaitu bernama sila.

Kitab Omong Kosong. Wisanggeni Sang Buronan. Dilarang Menyanyi Dikamar Mandi.1992. bayi mati. Karya dalam bentuk roman : Jazz. Jazz. Dr. Saksi Mata. menyelesaikan program SI pada 1995 dengan skripsi berjudul Cara Bertutur Dalam Film Indonesia : Studi Atas Duapuluh Skenario Indonesia Pemenang Citra Ffi 1973. 2. dan Ketika Jurnalisme Dibungkam. Dia juga terkenal karena dia menulis tentang situasi di Timor Timur tempo dulu. Biola Tak Berdawai.Seno Gumira Ajidarma dengan judul filmnya penari yang di perankan oleh Lala Amaria sebagai sila. Layar Kata. Sembilan Wali dan Siti Jenar. Mengapa Kau Culik Anak Kami 5 . Kembali kekampus yang telah berganti nama menjadi Fakultas Film dan Telefisi Institut Kesenian Jakarta pada 1992. Parfum. Sekilas Tentang Seno Gumira Aji Darma Seno Gumira Ajidarma dilahirkan tanggal 19 juni 1958 di Boston. Penembak Misterius. catatan-catatan mirasato). Atas Nama Malam. Datanglah menjelang Kematian. MSA Sastroamidjojo. Tulisannya tentang Timor-Timur dituangkan dalam trilogi buku Saksi Mata (kumpulan cerpen). Penembak Misterius. Parfum dan Insiden. Negeri kabut. Matinya Seorang Penari Telanjang. Iblis Tidak Pernah Mati. Dunia Sukab. Negeri Senja. Aku Kesepian Sayang. Dibesarkan di yogyakarta. Ketika Jurnalisme Di Bungkam Sastra Harus Bicara. kumpulan cerpen (Manusia Kamar. dan Insiden (roman). Sebuah Pertannyaan untuk Cinta. Ia menyelesaikan tahap studi dasar didepartenen sinematografi lembaga pendidikan kesenian jakarta pada tahun 1980. Surat Dari Palmerah. Bekerja sebagai wartawan sejak tahun 1977. dengan risalah Unsur-Unsur Pendukung Shoot. Sastra Harus Bicara (kumpulan esai). Bukunya yang lain adalah kumpulan puisi (mati mati mati. Ayahnya Prof. dan disela-sela pekerjaannya ia menulis kritik film. guru besar Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Kalatidha. Karya dalam bentuk nonfiksi . Matinya Seorang Penari Telanjang. Kematian Donny Osmond. Sepotong Senja Untuk Pacarku). Kisah Mata. DRAMA.

Karier yang pernah dijalani adalah sebagai Wartawan. Analisis cerita 1. 2. kejahatan dan kekerasan. 3. penulis. Cerpen-cerpennya menjadi simbol bagi generasi muda cerpenis terkini bahwa dunia penciptaan cerpen menemukan tonggak daya dobraknya. Tema Dilihat dari alur cerita yang campur. dan memperoleh legitimasi kritikus serta sastrawan mapan. Karakter lain juga tampak pada diri tokoh Sila yaitu nasib buruk yang harus diterimanya yaitu Sila terbunuh dengan sadis dan mengenaskan secara Misterius. Ubed. sex terlihat dari hubungan intim yang dilakukan oleh Sila dan Ubed smentara mereka bukan pasangan yang semestinya karena tidak ada pernikahan yang mengikat. kekerasan terlihat dari interograsi yang di lakukan 2 pembunuh bertopi terhadap penjual rokok karena tidak menjawab keberadaan sila. berkarakter pembohong ditandai dari janji-janjinya mau menikahi Sila yang juga tidak kunjuk terlaksana 6 . Seno Gumira Ajidarma menjadi tokoh cerpenis Angkatan 2000. Eks-Pemred Majalah Jakarta-Jakarta dan dosen Institut Kesenian Jakarta. tanpa menjadi teralienasi dengan pembacanya. Karakter Tokoh Karakter para tokoh dalam Cerpen Matinya Seorang Penari Telanjang diantaranya Sila berkarakter Binal atau liar karena menjalani kehidupan malam yang bebas terlibat skandal perselingkuhan dengan Ubed. Sebagai penulis meskipun tidak menjadi pusat orbit penciptaan cerpen Indonesia mutakhir. kemudian kejahatan tampak dari pembunuhan yang dialami Sila dengan misterius yang kemudian di mutilasi menjadi 12 bagian. Fotografer. juga cerita yang diangkat terdiri dari 3 hal pokok yaitu sex.

Eva memiliki karakter penggunjing. karena budaya timur masih kental. namun tidak digunakan untuk memfitnah atau menghancurkan hidup seseorang hal itu semata-mata karena kejujurannya terhadap Sila. Dua Manusia Bertopi atau Dua Manisia Tak Berwajah adalah sosok tokoh misterius dan berkarakter dingin. Sonya berkarakter jahat dan berskandal dan memiliki keburukan yang tersembunyi terhadap tokoh Utama. 7 . juga sangat membenci Sila. Seting yang kedua adalah yogyakarta dapat diketahui dari latar belakang keluarga sila yang memang tinggal di yogyakarta. streaptese pada tahun 80-an kemungkinan sangat sedikit. ditandai dengan membunuh Sila dengan dimutilasi dan dibuang di tong sampah. dengan karakter keras dan pencemburu karakter itu tampak ketika menyekap Eva sikarenakan Eva dianggap telah mencuri suaminya. Setting Cerpen matinya seorang penari telanjang di buat dengan setting kota metropolis (jakarta) dapat diketahui dari hiburan malam seperti streaptease. Pemuda cantik adalah tokoh yang banyak memberi nasihat dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Sila 3. kejam dan kriminal. Istri Ubed. karena novel ini sudah pernah diterbitkan pada tahun 80-an bisa jadi sebetulnya setting dalam cerpen ini juga mengadopsi dari setting dimana pengarang dilahirkan yaitu koto Boston Amerika Serikat yang sudah maju dan budaya streaptese memang berasal dari barat. seorang anak pengusaha kaya. dan juga terlibat skandal perselingkuhan dengan Ubed.dan karakter hidung belang ditandai oleh banyaknya wanita yang pernah dicintai meskipun ia sudah beristri. karakter itu ditandai oleh kesedihan dan luapan kekecewaan terhadap kematian Sila. Eva adalah tokoh bawahan. Ibu Sila adalah tokoh dengan karakter yang lemah dan hanya bisa pasrah menerima segala nasib yang dialami anaknya Sila.

lorong-lorong sempit di perkotaan yang membatasi gedung satu dan lainnya. Situasi kritis mulai terlihat dari kecemburuan ubed pacar gelap sila karena sila berkencan dengan pria lain. pola hidup konsumtif dan hedonis. 8 . di tambah ajakan untuk menikah yang di tolak sila dengan alasan yang tidak jelas. Dilain sisi sila adalah sarjana lulus dari Departemen tari Institut Kesenian Haurgeulis dengan Cumlaude mestinya ia bisa jadi koreografer yang sukses. Perkerjaan yang dipilih sila membuatnya hidup walaupun gemerlap dunia malam yang dijalani hanyalah kepalsuan yang hanya bisa dinikmati sesaat. sex di ulas dengan fulgar dan situasi yang panas (berpotensi menimbulkan sugesti nafsu sex) di ceritakan saat penari streaptease pentas dan memulai melucuti pakaian satu persatu. meskipun sudah ditulis sejak tahun 80-an. diketahui dari pekerjaan sebagai penari telanjang (streaptese). Akar budaya ketimuran sudah tidak lagi di gunakan beralih dengan budaya barat. kejahatan dan kekerasan di ulas dengan detail. dan gambaran gemerlapnya dunia malam. banyak pekerjaan yang ditawarkan tidak membuat sila mengubah hidupnya lebih baik. Kehidupan modern juga dapat diketahui dari banyaknya gedung-gedung. melukiskan cerpen matinya seorang penari telanjang dalam budaya post modern. Analisis situasi sesuai dengan tema yang duangkat dalam cerpen ini. 2. Streaptese ditinjau dari aspek situasional pada tahun 80-an sangat tabu dimasyarakat apalagi masyarakat desa pada saaat itu. maka menu sex. kemudian puncak situasi kritis terjadi dimana sila dibunuh oleh kawanan pembunuh berdarah dingin yang kemudian dimutilasi menjadi 12 bagian. Analisi situasi dan konteks sosial budaya 1.B. sudah menjadi pilihan hidup sila bergelut dengan cinta terlarang dan pekerjaan yang menantang resiko hingga akhirnya terbunuh. Analisis sosial budaya seno gumira ajidarma.

atau dosen sedangkan bapaknya pegawai negeri di Departemen Keuangan cabang Bantul.com/ a. subtitusi. mereka semua) Sifat pengacuan dalam cerpen matinya seorang penari telanjang adalah endoforis berikut ini kutipan tentang pengacuan persona yang ada dalam cerpen matinya seorang penari telanjang. 9 . Pengacuan terdiri atas 3 jenis yaitu persona. Analisis gramatikal Pendekatan wacana Matinya Seorang Penari Telanjang menggunakan mikrostruktural melihat bahwa wacana dibentuk atas dua segi yaitu hubungan bentuk dan makna dapat dijelaskan lebih lanjut bahwa segi bentuk merupakan struktur lahir dari bahasa yang mencakup aspek gramatikal.-nya). http://gunadilkm. kita. komparatif. persona pertama jamak (kami. demostratif. dia. persona ketiga jamak (mereka. ku-). persona ketiga tunggal (ia. dan konjungsi. C. -ku. Pengacuan Persona Pengacuan persona meliputi: persona pertama tunggal (aku. 1. kalian). persona kedua tunggal ( kamu semua. Tidak dijelaskan lebih jauh mengapa sila justru memilih menjadi penari streaptease. elipsi. hamba.blogspot. sedangkan kakeknya asisten wedanan di Pati. Pengacuan Pengacuan adalah salah satu jenis kohesi gramatikal yang berupa satuan lingual tertentu yang mengacu pada satuan lingual lain yang mendahului atau mengikutinya. sedangkan segi makna adalah struktur batin bahasa yang mencakup aspek leksikal Analisis aspek gramatikal dalam wacana meliputi referensi. kami semua). 1) “Kapan kita kawin?” Ubed tetap berusaha mencium. saya. Berikut ini adalah pemaparan aspek-aspek gramatikal yang dapat di temukan dalam cerpen matinya seorang penari telanjang karya seno gumira ajidarma.

8) “Kubunuh Kau. nasibmu kok jadi begini Nak.” Namun sila tak mendengarnya.” 2) “Kapan kamu ceraikan dia?” “Aku usahakan secepatnnya. Kita pasti akan kawin. Kutipan tuturan (1) terdapat pengacuan persona pertama jamak dalam bentuk kita yang mengacu pada tokoh sila dan ubed. Tidak cukup satu tas plastik untuk mewadahinya. Ganti memunggungi dan menutupi telapak tangan ke wajahnya. 7) “Aku tidak mau anakku lahir tanpa bapak. Apa salahmu Nak? Uhuk-uhuk-uhuk. Ganti memunggungi dan menutupi telapak tangan ke wajahnya. Pura-pura sedih.” “Dari dulu kamu selalu ngomong seperti itu. tubuhmu dipotong-potong orang dibuang ketong sampah. Tapi sila percaya saja. Tapi Sila percaya saja. 9) ”Kamu tahu kuapakan dia ?” ”Biasannya potong-potong kan”.” ”Katanya dia mau membunuhku”. 10) “Aku kok jadi ingat sonya. 6) ternyata ia menemukan potongan-potongan tubuh wanita yang dimasukkan kedalam tas plastik. persona pertama tunggal terdapat pada data (7) dalam bentuk aku yang mengacu pada sila. Potongan tubuh itu banyak sekali. 5) Oalah Sila. Kucing saja tidak mengalami nasib seperti itu.” ”Memang begitu keadannya“ 3) Ubed berhenti. melainkan sampai 12. Sila. 4) Mereka mendorong Sila ketembok. pada data ke (2) terdapat pengacuan persona kedua tunggal yaitu kamu. Pisau-pisau terayun kebelakang siap ditikamkan Sila berusaha mendorong manusia-manusia tanpa wajah itu dengan kedua tangannya. Pura-pura sedih. kamu yang 10 .“Sudahlah.” Ubed berhenti. Uhuk-uhuk-uhuk.

yang akan datang). malam pukul 12) dan pengacuan tempat dekat dengan penutur (sini. 11 . persona kedua tunggal juga terdapat pada data (8) yaitu kau yang mengacu pada sila. jadi asisten wedanan di Pati. berikut kutipan yang membuktikan adanya pengacuan demonstratif. Pada cerpen matinya seorang penari telanjang karya senogumira ajidarma memiliki banyak pengacuan demonstratif baik waktu maupun tempat. meskipun malam begitu sesak dengan kepalsuan yang terlindung. Persona ketiga jamak terdapat pada data (4) dalam bentuk mereka yang mengacu pada dua orang pembunuh dengan memakai topi.blogspot. itu). karena yang di gambarkan adalah tokoh ubed. ia mengacu pada sila yang hendak di bunuh. dulu.com/. Pokoknya kerja yang bersih. persona kedua tunggal juga terdapat pada mu pada data (5) yang mengacu pada sila. yang lalu). dan merasa melihat kehidupan dalam arti yang sebenarnya. ini). Persona ketiga ia juga terdapat pada data (6) ia mengacu pada seorang pemulung yang menemukan potongan mayat sila. b. saat ini). waktu yang akan datang (besok. Pengacuan Demonstratif Pengacuan demostratif (waktu) meliputi: pengacuan waktu kini (kini. http://gunadilkm. siang. Semarang).dimaksud adalah tokoh yang bernama ubed. agak dekat (situ. sekarang. yaitu eyang Sila. kemudian dia yang terdapat pada data (9). jauh (sana). menunjuk secara eksplisit (Solo. netral (pagi. Persona ketiga tunggal tampak pada data (3) yaitu nya yang mengacu pada ubed. Pengacuan demostratif (waktu) 11) Justru kehidupan malam itulah yang selalu membuat Sila merasa hidup. 12) Ibunya dulu memang tidak mimpi Sila akan terlalu hebat. kantoran. waktu lampau (kemarin. seperti dulu bapaknya.

2.sana). watak. 12 . wujud. laksana. pengacuan demonstratif waktu netral juga terdapat pada data (13) dalam bentuk kamis dini hari 24 februari. sama dengan. Pengacuan demonstratif tempat tampak pada data (15) dalam bentuk ini yang pengacuannya dekat dengan penutur. Pengacuan demonstratif waktu kini tampak pada data (14) dalam bentuk sekarang. pada data (12) dalam bentuk dulu yang menunjuk waktu lampau. kemudian yang agak dekat dalam data (16) dalam bentuk itu.” 16) Sila berusaha mendorong manusia-manusia tanpa wajah itu dengan kedua tangannya. sifat. perilaku) dengan menggunakan (seperti. Pengacuan demonstratif waktu pada data (11) dalam bentuk malam merupakan pengacuan demonstratif waktu netral. pengacuan demonstratif tempat 15) “Aku gugurkan saja anak ini. tentu saja di sebuah hotel. 18) Manusia tanpa wajah yang mencari sila ke sono itu keluar dari gang ke jalan Besar. Uhuk-uhuk-uhuk.13) Potongan mayat wanita yang ditemukan pada Kamis dini hari 24 febriari kemarin telah berhasil di identifikas. persis. 17) Ia teringat ketika bersama Ubed berada disebuah kamar. Pengacuan demonstratif tempat yang jauh terdapat pada data (18) yaitu dalam bentuk sono (baca . Pengacuan demonstratif waktu yang menunjuk secara eksplisit terdapat pada data (17) dalam bentuk hotel. sebagaimana. 14) Terus sekarang malah mati dibunuh. bagaikan. Komparatif Komparatif meliputi (membandingkan dua hal atau lebih yang mempunyai kemiripan dari segi bentuk.

Menurut Halliday dan Hasan (1976:89) hubungan penyulihan adalah hubungan kohesif yang menyatakan penggantian. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa penyulihan berada pada tingkat semantik. (http://gunadilkm. Penyulihan (subtitusi) Adalah salah satu kohesi gramatikal yang berupa penggatian satuan lingual tertentu (yang telah disebut) dengan satuan lingual yang lain. dan substitusi klausa. Halliday dan Hasan membagi substitusi menjadi tiga jenis. Halliday dan Hasan menjelaskan bahwa hubungan jenis penyulihan berbeda dengan jenis pengacuan. 3. sedangkan pengacuan berada pada kategori gramatis. matanya tajam. seperti selalu minta dicium.seakan) dalam cerpen matinya seorang penari telanjang memiliki pengacuan komparatif sebagai berikut : 19) Penari itu berkulit gelap.com/). Sumarlam ( 2006:51) menjelaskan bahwa penyulihan (subtitusi) yaitu penggantian unsur tertentu dengan unsur yang lain yang mengacu pada realitas yang sama. yaitu: substitusi nominal. bibirnya yang merah setengah terbuka. berikut bentuk penyulihan (subtitusi) dalam cerpen Matinya Seorang Penari Telanjang karya Seno Gumira Ajidarma.  Substitusi nomina adalah penggantian satuan lingual yang berkategori kata benda dengan satuan lingual lain. Dalam hal ini. substitusi verbal. yang juga 13 .blogspot. Bentuk komparatif dalam kohesi gramatikal yang terdapat pada cerpen matinya seorang penari telanjang karya seno gumira ajidarma adalah seperti yang terdapat pada data (19) membandingkan bibir yang merah setengah terbuka dengan tindakan meminta untuk dicium.

14 . 24) Mereka terlihat bertengkar hebat di depan umum. Pengacara keamanan Dadungawuk. misal. data (22) satuan lingul nomina 12 diganti dengan satuan lingual selusin. dinyatakan sebagai bernama Sila. 22) Tidak cukup satu tas plastik untuk mewadahinya. dan telah di identifikasi sebagai penari telanjang itu. telah merarik perhatian seorang pemulung pada pagi subuh hari kamis kemarin. Subtitusi verbal adalah penggantian satuan lingual yang  berkategori verba dengan satuan lingual lainnya yang juga berkategori verba (kata kerja).misal.H. perna melabrak ketempat sila menari. 21) Sepotong kaki yang menjulur keluar dari dalam tong sampah didekat gedung ditanjung priok. S. Bayangkan. gelar diganti titel. Nyonya Ubed. Kemudian pada data (21) satuan lingual nomina seorang pemulung di ganti lingual nomina sukab. Data (23) satuan lingual pengacara diganti dengan satuan lingual Dadungawuk. melainkan sampai 12. Data (20) diatas menunjukkan adanya subtitusi nomina yaitu wanita digantikan dengan satuan lingual nomina sila.berkategori nomina. 23) Ubed pengusaha yang diduga terlibat dalam kasusu mayat terpotong. sampai selusin tas plastik yang besar. Subtitusi verbal pada data (24) dalam bentuk bertengkar hebat diganti dengan satuan lingual melabrak. mengarang diganti berkarya. Ketika pemulung bernama sukab itu menengoknya. yang mengetahui hubungan mereka. telah menunjuk pengacara untuk membela dirinya.H. derajat diganti pangkat. 20) Wanita yang ditemukan dalam keadaan terpotong-potong pada dinihari 24 februari. S.

Unsur yang dilesapkan dapat berupa kata. Elipsis (pelesapan) kata 26) ”Sudahlah. pasti aku yang sudah membunuhnya”. Dalam cerpen matinya seorang penari telanjang ini terdapat beberapa pelesapan a. Data (25) menunjukkan subtitusi satuan lingual yang berupa frasa Manusia tak berwajah diganti dengan satuan lingual yang berupa Manusia bertopi. (Paina Partana. Kalau tidak.php? act=view&id=1_la&aid=38&download=38-fullteks. matanya setengah terpejam.id/jurnal/index. Pantas masuk rumah sakit jiwa. Sumarlam (2004 :52) menjelaskan bahwa pelesapan merupakan salah satu jenis aspek gramatikal yang berupa penghilangan unsur (konstituen) tertentu yang telah disebutkan.doc). Tentu saja pelesapan tersebut tidak melanggar prinsip kejelasan dan tidak memunculkan makna taksa. 4. Dia sudah mati sekarang. Dasar gila. Elispsis (pelesapan) Adalah salah satu jenis kohesi gramatikal yang berupa penghilangan atau pelesapan satuan lingual tertentu yang telah disebutkan sebelumnya pelesapan (elipsis) merupakan salah satu cara mereduksi konstituen sintaksis dengan melesapkan konstituen tertentu. Untung istrimu sudah membunuhnya lebih dulu. dalam http://perpustakaan. frasa. Ia melihat kedua Manusia bertopi ini meletakkan bayaran dimeja bar. 15 .uns. tapi sempat melirik kedua manusia tidak berwajah itu. atau klausa.ac. menindihi uang kertasnya dengan gelas. Subtitusi frasal 25) Kepalannya mendongak.

sudah punya anak. Dasar gila. Dia sudah mati Ø.• ”Sudahlah. Apa kamu tidak tau laki-laki yang mengeloni kamu sudah punya istri. Pacarnya apalagi. 27) ”Mau ngomong apa lu ? sudah jelas kamu sudah main gila dengan suamiku. Padahal lelaki itu yang bilang mau kawin sama kamu kan ?” 30) ”Coba lihat. sudah punya keluarga yang bahagia?” • ”Mau ngomong apa lu ? sudah jelas kamu sudah main gila dengan suamiku. Istrinya menyalahkan kamu. 16 . juga Ø. mendekat. pasti aku yang sudah membunuhnya”. sudah punya keluarga yang bahagia?” b. Seorang lelaki. Untung istrimu sudah membunuhnya lebih dulu. kawan wanita itu. Apa kamu tidak tau Ø yang mengeloni kamu sudah punya istri. Perangkaian/ konjungsi Adalah salah satu jenis kohesi gramatikal yang dilakukan dengan cara menghubungkan unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam wacana. sudah punya anak. Pantas masuk rumah sakit jiwa.” kata manusia tak berwajah itu sambil berlalu. Ø . Padahal lelaki itu yang bilang mau kawin sama kamu kan ?” 5. mendekat. ”Cari gara-gara bung ?” • ”Ngapain sih senggol-senggol ?” ”Maaf. Kalau tidak. Istrinya menyalahkan kamu. juga menyalahkan kamu. Seorang lelaki.” kata manusia tak berwajah itu sambil berlalu. Pacarnya apalagi. itu. Elipsis (pelesapan) frasa 28) ”Ngapain sih senggol-senggol ?” ”Maaf. ”Cari gara-gara bung ?” 29) ”Coba lihat.

32) Dia masih baru boss. dan mulai menari diiringi Arabian Dance Tchaikovsky. D. Aspek Leksikal 1. 31) Pemuda yang cantik itu akhirnya asik menyetir. 17 . 33) Kaki itu mulai melangkah. tersentak kaget melihat ubed. Repetisi Adalah pengulangan satuan lingual (bunyi. Sila yang sedang melamun. epanalepsis. Dari analisis pada cerpen matinya seorang penari telanjang terdapat beberapa jenis repetisi seperti sebagai berikut : a. repetisi yang berwujud perulangan kata pertama pada tiap baris atau kalimat berikutnya. langkah-langkah balet. 2006 :27 ). kata atau bagian kalimat) yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai (sumarlam. suku kata. Pengulangan tersebut dapat berbentuk kata atau frasa lain yang berbeda. Repetisi anafora Pengulangan sebuah kata pada awal beberapa bagian kalimat untuk memperoleh hasil yang kuat dan serasi. sehingga kalimat tersebut lebih bervariasi dan tidak monoton. epistrofora. sementara ubed yang tau sila melihatnya lantas memisahkan diri. Pada umumnya repetisi terdiri dari beberapa jenis diantaranya epizeuksis. mesidiplosis. tapi badanya bagus. anadiplosis. simploke. tautotes.Dalam cerpen matinya seorang penari telanjang terdapat beberapa perangkaian/ konjungsi sebagai berikut. dan repetisi utuh.

Penari sreaptease. artinya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut 35) Jadi kamu yang namanya eva. Epanalepsis pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris. 18 . Perempuan sialan. ” ”harus bisa ” ”aku tidak bisa. d. Tukang rebut suami orang. diantaranya sebagai berikut. Sinonimi (pada kata) adalah sebagai nama lain untuk benda atau hal yang sama atau ungkapan yang maknanya sama. klausa atau kalimat. mengulang kata pertama. mau punya suami mcam itu. Contoh: 37) ”Aku tidak bisa.34) Kamu mau merebut laki-laki itu dari ku? kamu mau merebut kekayaanya dari ku? b. dasar dia bego. Penari telanjang tidak tau diri. (18) c. Pada cerpen matinya seorang penari telanjang terdapat beberapa sinonim. Repetisi epizeuksis repetisi yang bersifat langsung.aku terlalu cinta kepadanya” b. Repetisi anadiplosis kata atau frasa terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frasa pertama dari klausa atau kalimat berikutnya 36) sebenarnya kamu mau ngomong apa ? aku mau ngomong. Anjing perempuan.

dan perangkaian. dan tak terpengaruh keramaian di sana. 19 . penyulihan. dan nada suaranya makin tegas. Aku tuidak tahui lagi istilah lain yang lebih buruk dari itu untuk perek macam ini. begitu rupa topi itu. 39) Mereka berdua menggenakan topi. Keduanya tetap dingin. tapi semuanya berpenumpang. 40) Sila melangkah ke luar. c. Sanding kata (kolokasi) Sanding kata (kolokasi) adalah penggunaan pilihan kata yang cenderung digunakan secara berdampingan. Antonimi adalah nama lain untuk benda atau hal yang lain atau satuan lingual yang maknanya berlawanan dengan lingual yang lain 41) Sila tetap menolak. Jalan sepi. Ia memegang kepala Ubed pada rambut dikiri dan kanannya 42) Sebetulnya terlalu bagus anjing betina tapi sudahlah.38) Ia membuka surat itu. sedangkan kohesi leksikal terdiri atas repetisi. d. 2003 :43) Dalam cerpen Matinya Seorang Penari Telanjang terdapat beberapa kolokasi atau sanding kata seperti pada kutipan berikut ini E. sinonom. sehingga semakin menggelapkan bagian wajah mereka. Kohesi gramatikal meliputi pengacuan. pelesapan. Ia beberapa kali melambai taksi yang lewat. Ia membaca tapi ditelinganya bergaung suara lelaki. Malam sungguh-sungguh kelam. antonim. Penutup Hasil nalisis wacana pada cerpen matinya seorang penari telanjang karya seno gumira aji darma yang diterbitkan pada tahun 2003 memiliki semua kohesi gramatikal maupun leksikal. dan kolokasi. Kata-kata berkolokasi adalah kata-kata yang cenderung dipakai dalam domain atau jaringan tertentu (Sumarlam.

dengan berbagai kebohongan –kebohongan.seks yang tampak dalam erita ini adalah seks menyimpang dikalangan masyarakat metropolos dengan munculnya tarian-tarian erotis atau tarian strepteas yang hanya dapat dirasakan sesaat. 20 .sekaligus apresiasi hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa atau orang yang mampu memahami sudut pandang pengarang. Kekerasan muncul sejalan dengan seks menyimpang yng kemudian mengarah pada kejahatan sepertui halnya pembunuhan akibat rasa cemburu yang tidak dilanadasi cinta. Kekerasan tampak dalam cerpen ini akibat dari pekerjaan kotor.Analisis cerpen yang meliputi tema seting penokohan serta analisis situasai dan budaya menunjukkan bahwa cerpen matinya seorang penari telanjang merupakan cerita yang sarat dengan nilai moral dalam menyikapi gaya hidup post modern. dan kejahatan. kekaerasan.karena kisah yang diungkapkan meliputi tiga hal yaitu seks.

Matinya Seorang Penari Telanjang.Daftar Pustaka Ajidarma.com/ 21 . Badrun.doc Sumarlam. London: Longman Group Limited Paina Partana.blogspot. Jakarta: PT Gramedia. Kesusastraan. http://gunadilkm. Ahmad.dkk. Wellek & Werren.blogspot. Mursal. 2003. Eisten. dalam http://perpustakaan. Pengantar Ilmu Sastra.com/archive/2008/03/ http://gunadilkm. Halliday dan Hasan.tblog.ac. analisis wacana.com/. 1976. Seno Gumira.uns. 1987. Cohesion in English. Yogyakarta : Galang Press. http://sunting. 2004. 1990. Bandung: Angkasa. Teori Kesusatraan. Surakarta: pakar raya.id/jurnal/index. 1983.php? act=view&id=1_la&aid=38&download=38-fullteks. Surabaya : Usaha Nasional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful